Di manakah sekarang Tabut Perjanjian?

33

Pertanyaan:

Salam damai sejahtera

Dear Ingrid

Barangkali Ingrid bisa juga memberikan sedikit gambaran tentang TABUT, yang konon katanya dibawa oleh anak dari Ratu SYEBA ke Ethiopia.
Apakah Tabut tersebut sudah kembali ke Israel, ataukah tabut tersebut sudah musnah dimakan zaman atau peperangan ?

Terima kasih
Mac

Jawaban:

Shalom Machmud,

Di manakah sekarang Tabut Perjanjian, memang merupakan hal yang diperdebatkan oleh para ahli selama berabad-abad, sehingga kita tidak dapat mengetahui secara persis.

1. Memang ada tradisi Yahudi yang mengatakan tabut perjanjian dibawa ke Ethiophia oleh anak dari Ratu Sheba yang bernama Menelik dan sekarang ada dalam komunitas Axum, namun hal inipun tidak dapat dikonfirmasi, karena yang diperbolehkan masuk ke dalam tenda adalah hanya para pertapa.

2. Ada pula tradisi yang mengatakan berdasarkan tulisan nabi Yeremia yang tertulis dalam 2 Makabe 2:4-8, “Di dalam naskah itu terdapat pula berita bahwa atas ilham Allah nabi itu telah menyuruh, supaya Kemah Suci dan tabut perjanjian menyertai dia ketika ia pergi ke gunung yang telah didaki Musa untuk memandang milik Allah. Setibanya di sana Yeremia menemukan sebuah kediaman yang berupa gua. Kemah Suci , tabut perjanjian dan mezbah ukupan dibawanya masuk, lalu tempat masuk direbat olehnya. Kemudian beberapa orang yang mengiringnya pergi ke sana untuk menandai lagi. Ketika Yeremia dapat tahu tentang hal itu, maka ditegurnyalah mereka, katanya: “Tempat itu harus tetap rahasia sampai Allah mengumpulkan kembali umat serta mengasihianinya lagi. Kelak semuanya akan ditunjukkan oleh Tuhan serta awan akan nampak lagi, sebagaimana dinyatakan kepada Musa, dan sebagaimana Salomopun telah berdoa juga, supaya tempat itu disucikan secara istimewa.” Maka tempat yang disebutkan juga merupakan tempat rahasia.

3. Tradisi lain berasal surat Edras, yang mengatakan bahwa tabut perjanjian dibawa oleh pasukan yang menang dalam penjarahan Yerusalem (IV Esd., x, 22). Hal ini berdasarkan tulisan dalam 2 Raj 25, yang mengatakan pasukan dari Babilonia membawa semua benda-benda dari kuningan, perak dan emas yang ada bait Allah itu (walau tidak disebutkan secara eksplisit tabut perjanjian).

4. Tradisi Talmud
Dikatakan bahwa kemungkinan tabut perjanjian disembunyikan oleh Raja Yosiah di suatu tempat rahasia seperti yang dipersiapkan oleh Raja Salomo, jika Bait Allah diserang atau dibakar. Namun tempat ini tidak diketahui.

5. Ada pula klaim dari archelogist Leen Ritmeyer yang mengadakan penyelidikan di Temple Mount, dan di dalam Dome of the Rock yang ada di Yerusalem. Ia mengklaim telah menemukan tempat di sana yang merupakan tempat Mahakudus di jaman Bait Allah yang pertama. Pada tempat itu terdapat potongan batu yang berukuran sesuai dengan ukuran yang disebutkan dalam Kitab Keluaran. Maka Ritmeyer memperkirakan bahwa Tabut perjanjian dikubur dalam-dalam di bawahnya. Namun sangat tidak mungkin bahwa akan diperbolehkan diadakan penggalian, baik oleh pemerintahan Muslim ataupun Israel.

Bagi saya, tak terlalu penting di mana tabut perjanjian tersebut berada. Yang terpenting adalah bahwa memang dahulu tabut itu pernah ada, dan memang menjadi tempat di mana Allah menyatakan kehadiran dan kemuliaan-Nya. Yang terlebih penting adalah Tabut Perjanjian Baru yang menurut Tradisi Gereja Katolik adalah sebagai berikut:

1. Bunda Maria adalah Tabut Perjanjian Baru, karena ia mengadung Kristus, sang Sabda yang menjadi manusia. Maka jika Tabut Perjanjian Lama mengandung 2 loh batu yang berisi sabda 10 perintah Allah dan roti manna, maka dalam diri Maria yang dikandung adalah Kristus, Sang Sabda yang menjelma menjadi manusia (Yoh 1: 14) dan yang adalah Sang Roti Hidup (Yoh 6:35). Pemahaman bahwa Bunda Maria adalah Tabut Perjanjian Baru memberikan pemahaman akan kesucian Bunda Maria, karena kalau terhadap Tabut Perjanjian Lama yang hanya menyangkut benda-benda mati saja Allah begitu spesifik dalam menguduskan Tabut-Nya, apalagi ketika isi Tabut Perjanjian Baru itu menyangkut Diri Putera-Nya sendiriyang bukan ‘benda mati’ melainkan Sang Hidup itu sendiri (lih. Yoh 14:6) . Tentu Allah lebih lagi menguduskan Tabut Perjanjian Baru ini yang mengandung Putera-Nya. Jika anda ingin membaca lebih lanjut tentang ini, silakan membaca lebih lanjut di artikel ini, silakan klik.

2. Sekarang kehadiran Kristus secara nyata hadir di dalam setiap tabernakel di dalam gedung Gereja Katolik, di mana disimpan Ekaristi, atau Sang Roti Hidup, yaitu Kristus sendiri. Umat Katolik yang menyambut Ekaristi-pun sebenarnya menjadi “tabut perjanjian baru” yang hidup, karena menerima Yesus di dalam diri mereka. Selanjutnya mengenai hal ini silakan baca di sini, silakan klik.

Demikianlah yang dapat saya tuliskan mengenai tabut perjanjian, semoga berguna bagi anda.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org

Share.

About Author

Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

33 Comments

  1. Dear pengasuh Katolisitas terkasih, Bpk. Stef dan Ibu Ingrid Listiati.

    Dalam doktrin Gereja Katolik, Bunda Maria kerap disebut sebagai tabut perjanjian baru. Jika kita membaca kitab perjanjian Lama maka kita ketahui bahwa tabut perjanjian baru adalah sakral bagi bangsa Israel. Bahkan utk pembuatannya dilakukan secara seksama oleh petunjuk Tuhan. Namun satu hal yang menarik dan istimewa adalah bahwa tabut perjanjian bangsa Israel selalu berfungsi sebagai Kekuatan bangsa Israel melawan bangsa-bangsa lain disaat bangsa israel dalam pengembaraan menuju tanah terjanji.

    Saat membaca buku perempuan dan naga karya David Michael Lindsey, dalam pengantarnya ia menuliskan: “Kapan saja bahaya besar mengancam kelangsungan hidup orang beriman atau kelangsungan hidup Gereja Katolik, Bunda Maria menampakkan diri di dunia dengan peringatan-peringatan , pesan-pesan profetis, dan permintaan-permintaan untuk bertobat.” Saya menyimpulkan bahwa yg disebut pertempuran antara perempuan dan naga yang dinubuatkan dalam kitab wahyu berlangsung sepanjang sejarah Gereja. Ketika naga berusaha memerangi umat Allah, merupakan gambaran atau sama seperti ketika bangsa-bangsa lain memerangi bangsa Israel. Dan bangsa Israel selalu menaklukan bangsa2 lain dengan mengusung tabut perjanjian. Demikianpula saat sekarang iblis berusaha terus memerangi Gereja katolik yg merupakan umat perjanjian baru, Bunda Maria sebagai tabut perjanjian baru diusung sebagai senjata untuk menaklukan iblis. Dan kita lihat pada masa perjanjian lama bangsa Israel selalu mengarak tabut tersebut sama seperti perarakan patung Maria yg sering dilakukan oleh umat Katolik.

    Yang ingin saya tanyakan, apakah pemahaman saya akan Maria sebagai Tabut perjanjian baru seperti yg saya jelaskan diatas bisa dibenarkan atau tidak?

    Salam Kasih

    [Dari Katolisitas: Silakan membaca terlebih dahulu artikel tentang topik ini, silakan klik. Ya, kesimpulan Anda merupakan konsekuensi logis yang bisa ditarik dari pengajaran Gereja bahwa Bunda Maria adalah Tabut Perjanjian Baru, sebagaimana pernah kami ulas di artikel di link tersebut.]

  2. SSLO Pardosi on

    Salam, Ibu Ingrid,…
    Saya mau bertanya Bu, saya yakin Ibu bisa menjawab rasa penasaran saya melihat berkat pengajaran ataupun wawasan yang Tuhan berikan pada Ibu.
    Yang ingin saya tanyakan ialah, Apakah TABUT PERJANJIAN yang berisi 1O PERINTAH ALLAH masih eksis hari – hari ini? Karena Setahu saya Tabut itu dijaga oleh Malaikat Allah dan tdk akan mungkin jatuh ke dalam kuasa orang – orang jahat.
    Dan di manakah Tabut Perjanjian itu sekarang berada? Bagaimana Pendapat Katolik tentang ini, atau pendapat para Arkeolog, atau pendapat Ibu Ingrid sendiri? Mohon penjelasannya.
    Terimakasih Ibu, Pax Vobiscum…

    [Dari Katolisitas: Silakan membaca artikel di atas terlebih dahulu, silakan klik]

  3. S.S.L.O Pardosi on

    Salam Bu Ingrid,…
    Saya mau bertanya Bu,… Menurut Pengetahuan Ibu, Atau Menurut Pengetahuan Katholik, Atau Pengetauan Antropologi, Apakah TABUT PERJANJIAN yang dulu yang dibuat bangsa Israel masih ada hari ini? Apakah TABUT PERJANJIAN itu masih Eksis hingga saat ini? Dan Dimakah Tabut itu sekarang berada? Mohon penjelasannya, t’kasih.
    Pax Vobiscum,…!

    [Dari Katolisitas: Silakan terlebih dahulu membaca artikel di atas, silakan klik]

  4. bernard tanlain on

    tabut ALLAH telah ditemukan kembali. Untuk menggenapi dibangun kembalinya bait ALLAH yahudi.

    [dari katolisitas: Dimanakah adanya tabut tersebut sekarang? Dari manakah kita tahu bahwa itu adalah tabut yang asli?]

  5. ..” Jika anda ingin bertanya tentang ALLAH, tanyakan dalam hati-mu “..
    ..” dan jika anda ingin menjawab tentang ALLAH, jawablah dengan iman-mu “..
    ..” bahwa sudah tertulis dalam setiap kitab suci, ..BAHWA TIDAK ADA SEORANGPUN YANG MENGETAHUI RAHASIA ALLAH “..

    Jika anda bertanya kepada manusia , maka manusia itu akan menjawab sesuai dengan akal pikirannya.
    …..HANYA IMAN DAN KASIH YANG AKAN MENJAWAB SEMUANYA….

    • Shalom Ao Ao,

      Yang anda tulis memang ada benarnya, bahwa Tuhan menyatakan diri-Nya dalam hati kita dan juga secara lebih jelas dalam Kitab Suci. Namun, kita juga tahu bahwa Rasul Petrus menuliskan “nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri” (2Pet 1:20) Dengan demikian, kita harus mempunyai kerendahan hati dalam menginterpretasikan Kitab Suci, dan memberikan diri kita pada interpretasi yang diberikan oleh Magisterium Gereja, karena Kristus sendiri telah memberikan kuasa mengajar kepada Paus (penerus rasul Petrus) dan para uskup (penerus para rasul). (lih. Mat 16:16-19; Yoh 20:21-23) Kasih adalah refleksi dari iman dan sebagai umat Katolik, iman kita mempunyai tiga pilar, yaitu Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

        • Shalom Machmud,

          Tidak semua ayat-ayat di dalam Kitab Suci harus diinterpretasikan oleh Magisterium Gereja, karena tidak semua ayat memberikan pernyataan dogma yang spesifik atau ayat-ayat tersebut mempunyai pengajaran seperti yang telah didefinisikan dalam ayat-ayat lain. Kalau anda mau melihat apa yang benar-benar diajarkan oleh Gereja Katolik dalam hubungannya dengan ayat-ayat di dalam Kitab Suci adalah dengan melihat Katekismus Gereja Katolik. Di bagian belakang dari buku itu ada indeks ayat-ayat, yang menjadi dasar dari pengajaran. Semoga dapat membantu.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

          • Syalom Katolisitas

            Terima kasih atas penjelasannya.

            Jadi pertanyaan saya tentang Injil Lukas 10 : 4 dan Injil Lukas 22 : 36 tentang perintah yang berbeda 180 derajat; barangkali juga tidak ada interpretasinya dalam Magisterium Gereja.
            Mohon maaf jika terlalu mendesak , karena sampai sekarang saya belum mendapatkan arti dari ayat tersebut ; terutama tentang perintah untuk membeli pedang.
            Atau barangkali ada interpretasinya di KGK.

            Terima kasih
            mac

            • Shalom Machmud,

              Sebenarnya dari pertanyaan anda, maka kita dapat melihat bahwa memang benar seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus bahwa dalam Alkitab ada hal-hal yang sukar dipahami (lih. 2Pet 3:16), yang mungkin salah satunya adalah Luk 10:4 dan Luk 22:36. Kita juga harus mengakui bahwa masih begitu banyak ayat-ayat yang memang tidak mudah dipahami, apalagi jika menyangkut doktrinal. Inilah sebabnya di dalam Gereja Katolik, untuk ayat-ayat yang sulit, maka kami harus menginterpretasikannya dengan melihat apa yang dikatakan oleh Gereja, sebagai pilar kebenaran (lih. 1Tim 3:15)

              Memang ke-dua ayat tersebut tidak disebutkan dalam Katekismus Gereja Katolik, karena kedua ayat tersebut tidak mengajarkan dogma tertentu. Namun, walaupun tidak disebutkan dalam dokumen Gereja, kita juga dapat berpaling pada tulisan-tulisan dari Bapa Gereja. Luk 10:4 “Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.” dan Luk 22:36 menuliskan “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang

              Pada Luk 10:4, St. Gregorius mengatakan bahwa Yesus ingin menekankan bahwa dalam memberitakan Kristus dan melakukan karya misi, maka seseorang jangan tergantung dari kekayaan duniawi atau hal-hal yang bersifat sementara. St. Gregorius, St. Agustinus, St. Ambrose mengatakan lebih lanjut bahwa dalam memberitakan Injil, maka seseorang harus berfokus pada misi yang diembannya dan jangan terganggu dengan hal-hal lain – yang digambarkan “janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.”

              Luk 22:36, merupakan kelanjutan dari ayat 35 – yang membuktikan bahwa walaupun para murid di utus Kristus tanpa membawa apapun, termasuk pundi, bekal, kasut, ternyata mereka tidak kekurangan apapun. Namun, kemudian di ayat 36, Kristus mengatakan bahwa kalau mereka mempunyai pundi dan bekal, maka mereka sekarang harus membawanya, bahkan mereka disuruh membeli pedang. Dari sini kita melihat adanya perbedaan perintah Kristus. St. Bede mengatakan bahwa Kristus mengajarkan bagaimana harus bersikap dalam waktu damai dan penindasan. Dalam waktu damai, maka mereka senantiasa mengabarkan Kabar Gembira, namun pada waktu penindasan mereka harus bersiap-siap. Dan St. Agustinus menegaskan bahwa dua perintah yang berbeda ini, bukanlah satu bentuk ketidakkonsistenan, karena diajarkan untuk menghadapi waktu dan situasi yang berbeda.

              Persiapan untuk mempertahankan diri ini digambarkan sebagai membeli pedang. Namun, kita harus mengartikannya secara allegoris, karena, tidak mungkin Kristus yang berkata kepada Petrus “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang” (lih. Mat 26:52) menyuruh para muridnya menggunakan pedang. Dan Kristus juga tahu bahwa beberapa murid yang bersenjata pedang tidaklah berarti apa-apa dibandingkan dengan tentara Romawi, seperti yang juga ditegaskan oleh St. Krisostomus. Lebih lanjut St. Krisostomus mengatakan bahwa Yesus mengatakan untuk membeli pedang, yang berarti persiapan untuk bertahan – yaitu dari serangan kaum Yahudi. Dari uraian ini, maka kita dapat melihat bahwa tidak ada pertentangan antara Luk 10:4 dan Luk 22:36 karena dipergunakan untuk waktu dan situasi yang berbeda. Semoga dapat membantu.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – katolisitas.org

              • Gery Mudaya on

                Shalom team Katolisitas

                Membaca jawaban dari Pak Stef atas pertanyaan sdr.Machmud, saya rasa ayat yang tertulis di dalam Luk 22: 36 adalah pesan yang ditingkatkan dari Yesus kepada murid2Nya.
                Kalau sebelumnya tanpa membawa dompet mereka sukses melaksanakan tugasnya, sekarang setelah Tuhan memberi berkat cukup sehingga mereka punya uang yang cukup dalam dompetnya, apakah mereka tetap bisa melakukan tugasnya tanpa dipengaruhi oleh uang (harta) yang dimiliki dalam dompetnya. Jadi sebenarnya pesan ini tetap tetapi ditingkatkan.
                Di dalam jawabannya pak Stef menuliskan : Lebih lanjut St. Krisostomus mengatakan bahwa Yesus mengatakan untuk membeli pedang, yang berarti persiapan untuk bertahan – yaitu dari serangan kaum Yahudi.
                Rasanya tidak mungkin Yesus menyuruh membeli pedang untuk bertahan dari serangan kaum Yahudi, sebab :
                1. Tuhan menyuruh Petrus menyarungkan pedangnya (Mat 26 : 52)
                2. Korban dari pedang Petrus (yaitu Malkus) dipulihkan
                3. Tuhan mengatakan bahwa orang yang main pedang (jasmani) akan mati kena pedang (Wah 13 : 10)
                Jadi yang dimaksud dalam ayat ini adalah pedang rohani (Efe 6 : 17)
                Sayang pak Stef tidak mengupas tentang “menjual jubah untuk membeli pedang”, sehingga kita dapat melihat tentang apa yang dimaksud oleh Yesus tentang pedang tsb.
                Jubah atau pakaian ini adalah gambaran tentang hidup kesucian umat Tuhan (Wah 3 : 4 & Wah 16 : 15). Orang yang mempunyai pakaian kesucian akan mendapat pedang ini, sehingga punya perlengkapan ilahi untuk menghadapi segala problem yang semakin dahsyat dalam kehidupan di dunia ini.

                Gery

                • Shalom Gery,

                  Terima kasih atas masukannya. Dalam jawaban yang saya berikan, kalau anda membaca di paragraf terakhir, maka saya juga tidak mengatakan bahwa membeli pedang diartikan secara literal. Saya menuliskan “Persiapan untuk mempertahankan diri ini digambarkan sebagai membeli pedang. Namun, kita harus mengartikannya secara allegoris, karena, tidak mungkin Kristus yang berkata kepada Petrus “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang” (lih. Mat 26:52) menyuruh para muridnya menggunakan pedang. Dan Kristus juga tahu bahwa beberapa murid yang bersenjata pedang tidaklah berarti apa-apa dibandingkan dengan tentara Romawi, seperti yang juga ditegaskan oleh St. Krisostomus.

                  Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                  stef – katolisitas.org

  6. Budy Supardi on

    Salam Pa. Stef.
    saya ingin bertanya, apakah masih ada piala yang dipakai Yesus pada saat perjamuan malam terakhir?
    Trima kasih.
    Budy.


    [dari katolisitas: Keberadaan dari piala yang dipakai Yesus (Holy Grail) tidak jelas keberadaannya. Ada beberapa teori, namun sungguh sulit untuk membuktikan kebenarannya. Kalau anda mencari di google dengan kata kunci "holy grail", maka anda akan menemukan beberapa teori tersebut.]

  7. Tabut perjanjian yang disebut dalam Perjanjian Lama adalah yang berisi dua loh batu sepuluh perintah Allah (Kel 25:16), kitab-kitab Musa, roti Manna (Kel 25:30) dan tongkat imam Harun (Ibr 9:4). Isi Tabut Perjanjian Lama ini telah digenapi di dalam Yesus, yaitu Sabda Allah yang menjadi manusia, Roti Surga dan Imam Agung yang mengorbankan diri sebagai korban penebus dosa manusia.
    yesus akan diturunkan kmbali ke bumi, jadi yakinlah terhadap apa yang kita yakini sekarang karena nanti ketika dia turun kembali k bumi ini dia akan menjadi sebuah bukti nyata terrhadap apa apa yang kita tidak ketahui hingga saat ini.

    • Shalom Asha,

      Benar bahwa di dalam Perjanjian Baru, isi Tabut Perjanjian Lama itu telah digenapi oleh Kristus, dan tabut itu sendiri telah digenapi oleh Bunda Maria yang mengandung Kristus. Yesus akan datang kembali ke bumi di akhir jaman nanti, dan ya, Ia akan menyatakan segala sesuatu yang tidak kita ketahui sekarang ini.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  8. Syalom. kalau boleh bergabung tentang Tabut Perjanjian .kita tidak perlu pusing 7keliling.kita semua tau,kasih sayang Tuhan kepada bangsa yang sulung(Israel) .Dan juga Tuhan adalah Maha kuasa dan Maha Benar.Tuhan tidak pernah salah memilih pilihannya.kalau boleh sih,saran saya,marilah kita mempersiapkan diri ,SEBAIK-BAIKnya mempersiapkan Pelita bagi Yang Maha Kudus,Tuhan kita YESUS KRISTUS.Amen.

  9. @jie: tabut perjanjian belum ditemukan,karna kalau sudah pasti sudah dipublikasikan sebab berkaitan erat dgn agama.
    @mac:tabut perjanjian terakhir kali terlihat pada waktu masanya salomo(lihat kitab raja2).pada waktu israel runtuh diserang babilon 35 SM apa2 yg diambil dari yerusalem dapat dilihat di: 2 raja-raja 25:13-15,yeremia 22:17-19;tak ada tabut perjanjian.perkataan anda mungkin benar hanya saja apakah negeri syeba=etiopia saya kurang sependapat dgn anda.alasannya adalah:
    1,negeri syeba terletak di ujung bumi selatan(lukas 11:29-32) apa etiopia terletak di ujung bumi selatan?
    2,negeri syeba merupakan negeri penghasil permata,emas,rempah2.(1 raja-raja 10).khusus rempah2 dikatakan :belum pernah ada yang terlihat menyamai seperti yang dibawa ratu tsb sampai hari ini.penulis/bangsa israel terkejut,dan takjub dengan banyaknya rempah yang diangkut oleh begitu banyak bala tentara.
    artinya negeri syeba merupekan negeri “gudangnya rempah-rempah”.apakah etiopia menghasilkan permata,emas,rempah2-negeri gudanya rempah2?

    kedua alasan tsb jelaslah membuktikan etiopia bukanlah negeri syeba.
    tabut perjanjian tak akan punah sampai pada kesudahan,karna didalam nya terdapat manna.tuhan menyuruh utk di simpan di dlm tabut perjanjian(manna) supaya dapat disaksikan oleh anak cucu kita hingga akhir zaman.

    • Shalom Sangat,
      Perkiraan bahwa Sheba adalah Etiophia masih merupakan hipotesa para ahli Kitab Suci. Jika demikian, maka ungkapan Ratu dari Selatan, memang diartikan relatif, jika dibandingkan dengan keadaan lokasi bangsa Israel di bumi. Bahwa negara itu menghasilkan rempah- rempah dan emas juga masih diperdebatkan, sebab memang belum dapat diketahui dengan pasti apakah negara itu benar- benar kaya pada jaman dahulu, atau tidak.
      Apapun pandangan para ahli Kitab Suci, yang terpenting adalah sampai sekarang kita belum dapat memastikan di manakah sebenarnya tabut perjanjian itu. Yang terpenting adalah, tabut perjanjian lama itu merupakan gambaran bagi tabut perjanjian baru, yaitu Bunda Maria, yang mengandung Kristus Sang Roti Hidup (bukan lagi manna), Kristus Sang Imam Agung (bukan lagi tongkat Harun), Kristus Sang Sabda yang menjelma menjadi manusia (bukan lagi kedua loh batu Sepuluh Perintah Allah). Kitapun, melalui sakramen Pembaptisan dan Ekaristi, menjadi Tabut Perjanjian Baru, karena tubuh kita menjadi bait Allah (1 Kor 3:16). Dengan demikian, makna tabut Perjanjian Baru menggenapi dan menyempurnakan makna tabut perjanjian lama.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  10. semua pihak mencari tabut perjanjian dan yang pasti belum ditemukan coz kalau uda ketemu pasti sudah dipublikasikan supaya semua manusia percaya bahwa allah itu ada.mengenai dimana itu berhubungan erat dgn kedatangan ratu syeba sebelum salomo menyembah berhala.negeri syeba haruslah menghasilkan permata,emas,rempah2,kayu cendana.kayu cendana lihat ensiklopedia asalnya dari mana.setelah itu menurut cerita anak salomo dan ratu syeba dtg kpd ayahnya{salomo},berarti setelah kedatangan ratu syeba salomo masih mempunyai hubungan dgn negeri syeba.kera&burung merak {baca kunjungan ratu negeri syeba}.negeri syeba adalah negeri yg didalamnya terdapat:permata,emas,rempah2,kayu cendana&burung merak.disitu mungkin tabut berada.

  11. 2Taw 5:5 Mereka mengangkut tabut itu dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi.
    2Taw 5:6 Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya.
    2Taw 5:7 Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian TUHAN itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub;
    2Taw 5:8 jadi kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungnya dari atas.
    2Taw 5:9 Kayu-kayu pengusung itu demikian panjangnya, sehingga ujungnya kelihatan dari tempat kudus, yang di depan ruang belakang itu, tetapi tidak kelihatan dari luar; dan di situlah tempatnya sampai hari ini.

    Dari 2 Tawarikh 5:2-10 bisa disimpulkan dimana lokasi terakhir dari Tabut Allah tersebut.

    Pertama-tama tahukah teman2 tentang seorang arkeolog bernama Ron Wyatt ?
    Dia adalah seorang arkeolog yang mengkhususkan dalam hal pencarian benda2 purbakala yang ada di alkitab.

    Dia seorang anak Tuhan yang sungguh-sungguh, sehingga Roh Kuduslah yang memimpin dia dalam penemuan benda2 purbakala alkitab.

    Mungkin teman-teman dapat mengunjungi situsnya http://www.wyattmuseum.com untuk melihat penemuannya
    yang antara lain sebagai berikut :

    -Noah’s Ark [bahtera nuh] = ditemukan dalam bentuk fosil [membatu]. dan setelah dironsen ternyata ditemukan bilik-bilik untuk tempat pemisah hewan.untuk jelasnya visit aja ke situsnya.

    – Lokasi kota soddom and gomorah = melalui pimpinan roh kudus ron wyatt berhasil menemukan suatu lokasi [deket2 israel sono] yang memiliki kandungan sulfur dan belerang yg sangat besar. dan ternyata setelah dikorek-korek ia menemukan sisa2 perkakas rumah tangga jaman dulu yang sudah memfosil tertutup abu dan sulfur. Melalui penelitian yang lebih intensif lagi dia menemukan kenyataan yabahwa soddom dan gomorah benar2 di bakar habis dengan hujan api[dia meneliti batuan disana pernah terbakar dengan panas yang tinggi].

    – Spot/titik tempat musa membelah laut merah = temen2 pasti pada mikir bahwa negara israel udah nemukan tempat ini kan kenyataanya tidak. ron wyatt lah yang menemukannya. Melalui pimpinan roh kudus dia menemukan titik tempat musa membelah laut merah. Dia juga menemukan rute yang sebenarnya ketika org israel keluar dari mesir. Di laut merah titik tempat musa menyebrang Ron wyatt menemukan fosil2 kereta kuda org mesir yang sudah mengarang [menjadi batu karang]. selain itu ditemukan juga bangke2 fosil prajurit mesir. Tapi yg paling heboh diantara tumpukan fosil roda kereta, ron menemukan sebuah fosil roda kereta yang berlapis emas. Dan perlu diketahui hanya seorang raja lah yang kereta kudanya dilapisi oleh emas yaitu Firaun.Anehnya pemerintah israel tidak membuka tempat itu untuk objek wisata(mungkin dilindungi supaya gak rusak terkena tangan2 busuk turis2)

    Dan masih banyak lagi yang lainnya.

    Dan tentang penemuan tabut perjanjian [Ark of the convenant] mungkin disitu ron tidak mau membeberkannya kesembarang orang. Dia menjual liputan pencarian tabut perjanjiannya dalam bentuk DVD. Jadi teman2 saya critain saja ya. Karena temen mami saya kebetulan udah pernah liat dipidi nya jadi saya dapet crita ini juga dari dia. :

    “ketika ron berjalan di sekitar jerusalem tiba2 tangannya digerakan oleh roh kudus dan menunjuk suatu titik dan roh kudus berbicara dihatinya bahwa itu adalah tempat disembunyikannya tabut perjanjian. Tak lain tempat yang ditunjuk itu adalah timbunan sampah di area bukit golgota. Setelah dikorek-korek mereka tak menemukan apa2. kemudian ron wyatt mencoba mengetuk2 dinding batu disekitar situ dan terdengar “bung2″ ada rongga rupanya. Dengan semangat dia memecah batu tersebut dan mendapati sebuat terowongan bawah tanah yang berliku-liku. Dan diketahuilah bahwa itu adalah tempat di jaman Nabi Elia [perjanjian lama] dikejar-kejar ahab dan ternyata diterowongan yang berliku-liku itulah tempat imam zedekia menyembunyikan 3000 nabi tuhan yang tidak mencium patung baal[baca alkitab supaya lebih muantaps].Diceritakan bahwa terowongan itu luas sekali dibawah kota jerusalem [jelas saja mampu muat 3000 orang gitchu/kalian bisa liat gambarna di situsnya kalo mao]. Ketika ron wyatt menyelidik kedalam terowongan sampailan ia kesebeuah ruangan dan disitu tersimpan “Tabut perjanjian” [diasumsikan orang lewi/atau malaikat tuhan lah yang menyembunyikannya disitu]. Kemudian ron keluar dari terowongan itu, karena hari udah gelap mungkin. Tetapi esoknya roh kudus melarang ron untuk masuk kembali ke terowongan Zedekia tsb, dia dan rombongan hanya boleh masuk sampai ke hall depan dari terowongan tsb [diasumsikan bahwa hall luas tsb tempat para imam berkumpul karena sangat luas]. Dan ketika ada orang yagn nekat dan berlari masuk ke dalam terowongan yg lain, seketika juga org itu mampus. Melalui penglihatan seseorang diketahui bahwa tempat tsb telah dijaga oleh “KErub” [malaikat berpedang]. Pemerintah israel menutup lokasi tersebut, namun bila ktia jalan2 ke jerusalem dapat terlihat pintu dari terowongan tersebut yang ditulisi “Zedekia cave” tidak ada yg menjaga cuma ada tulisan dilarang masuk.

    Sumber: link to warkop.forumotion.com
    link to wyattmuseum.com

    Yang paling penting adalah bangunlan hubungan kita sama Tuhan semakin erat, agar tidak terombang-ambingkan oleh kabar-kabar yang membuat kita jauh dari Tuhan, ingat pada jaman akhir akan banyak orang yang mengaku-aku sebagai tuhan. Waspadalah..waspadalah kedatangan Tuhan sudah semakin dekat.

    Salam

    • Shalom Jie,
      Terima kasih atas sharing informasi yang anda berikan sehubungan dengan klaim Ron Wyatt. Saya dan Stef sudah mengunjungi situsnya, dan memang jika dilihat sekilas, sepertinya memang telah diadakan upaya yang serius untuk membuktikan keberadaan tabut perjanjian tersebut. Namun, harus diakui bahwa klaim ini belum secara luas diakui oleh semua kaum beriman di dunia, karena memang penelitian lebih lanjut masih sangat diperlukan, seperti halnya upaya untuk membuktikan ke-otentikan kain kafan Turin. Gereja Katolik sangat berhati- hati untuk memberikan pernyataan apapun sehubungan dengan klaim- klaim semacam ini. Maka umat Katolik memang mempunyai kebebasan untuk menyikapinya klaim- klaim tersebut, dan benar seperti saran anda, yang terpenting adalah membangun hubungan yang erat antara kita dengan Tuhan, agar tidak terombang- ambing oleh berbagai kabar, klaim-klaim ataupun wahyu pribadi.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

    • Jessica Celinne Kusnadi on

      Jie, terima kasih atas tuntunannya.
      Ijinkan Celinne bertanya padamu juga terkait pada peristiwa yg tercatat olehmu:

      Spot/titik tempat musa membelah laut merah = temen2 pasti pada mikir bahwa negara israel udah nemukan tempat ini kan kenyataanya tidak. ron wyatt lah yang menemukannya. Melalui pimpinan roh kudus dia menemukan titik tempat musa membelah laut merah. Dia juga menemukan rute yang sebenarnya ketika org israel keluar dari mesir. Di laut merah titik tempat musa menyebrang Ron wyatt menemukan fosil2 kereta kuda org mesir yang sudah mengarang [menjadi batu karang]. selain itu ditemukan juga bangke2 fosil prajurit mesir. Tapi yg paling heboh diantara tumpukan fosil roda kereta, ron menemukan sebuah fosil roda kereta yang berlapis emas. Dan perlu diketahui hanya seorang raja lah yang kereta kudanya dilapisi oleh emas yaitu Firaun.Anehnya pemerintah israel tidak membuka tempat itu untuk objek wisata(mungkin dilindungi supaya gak rusak terkena tangan2 busuk turis2)

      Mengapa Museum di Mesir tidak mencatat peristiwa sejarah yang sungguh merupakan fenomena alam yang sangat kontroversial?

      Sebab kita tau, fenomena alam terlebih hingga laut terbelah pada masa itu tidak mungkin tidak tercatat di dalam prasasti kerajaan bangsa Mesir.

      Mudah2an Jie boleh menjawabnya dengan dasar ajaran bro Ron Wyatt.

      Terima Kasih.

      • Shalom Celinne,

        Ron Wyatt, seorang arkeolog amatir, memang dikenal dengan klaim-klaimnya yang sensasional sehubungan dengan penemuan-penemuannya tentang tempat-tempat dan artifak yang disebutkan dalam Kitab Suci. Namun para arkeologis profesional, baik yang Kristen maupun yang non- Kristen, menganggap penemuannya itu sebagai “junk science“. Wyatt kemudian membalas bahwa kritik terhadap dirinya itu adalah datang dari setan.

        Biblical Archeological Review menulis demikian tentang Wyatt (selengkapnya, silakan klik di link ini):

        “Kantor kami secara teratur menerima telpon dan surat-surat dari orang-orang yang telah mendengar Wyatt berbicara atau telah melihat video-videonya dan bertanya, apakah mereka harus percaya atau tidak kepada klaim-klaim Wyatt yang terlihat luar biasa itu. Kami menanggapi bahwa kami- dan para arkeolog yang terlatih secara akademis yang ada pada kami- memberikan hanya sedikit kepercayaan kepada Wyatt. Jika klaimnya terdengar terlalu baik (too good to be true), kami katakan, mungkin benar. Wyatt adalah seorang arkeolog amatir; ia mencari nafkah sebagai seorang anastetik (dokter yang bertugas dalam pembiusan pasien)…. Dalam kasus Wyatt, harta karun yang dicarinya bukanlah emas atau perhiasan, tetapi obyek-obyek suci dan tempat-tempat yang disebut dalam Alkitab. Seperti banyak orang yang tidak mempunyai kepekaan arkeologis yang serius, Wyatt percaya bahwa segala yang sifatnya hebat dan ajaib –seperti bahtera Nuh dan seluruh kota-kota- dapat ditemukan hanya jika kamu membaca Alkitab dan mencari dengan sungguh-sungguh…. ‘Junk science‘ memiliki beberapa tanda: mendukung sebuah sebab, hanya sedikit memperhatikan proses penyelidikan, mengabaikan bukti yang menentang dan mempromosikan maksud moral yang tinggi. Semua tanda ini ada dalam klaim Ron Wyatt, dari the Wyatt Archaeological Museum in Cornersville, Tennessee, dan dalam ‘penemuannya’ tentang sisa Sodom dan Gomorah di sepanjang Laut Mati….” (Biblical Archeological Review, Sept/ Oct, 1998).

        Agaknya, Celinne, dalam menyikapi segala informasi, kita perlu juga meneliti keabsahan sumbernya, untuk menentukan apakah suatu klaim dapat sungguh dipercaya. Walau kami di Katolisitas juga bukan ahli arkeologi, namun kami menghormati penilaian para arkeolog yang profesional dalam menyikapi klaim Wyatt ini. Sebab penelitian yang tidak komprehensif dalam hal arkeologis, juga dapat menggiring orang kepada kesimpulan yang salah, seperti yang terjadi pada klaim sejumlah orang yang memperkirakan lokasi alternatif dari bukit Golgota, seperti yang pernah dijabarkan di artikel ini, silakan klik.

        Demikianlah, mari kita menyikapi informasi dengan cerdas dan bijaksana, agar tidak mudah dibingungkan oleh banyak klaim yang beredar di sekitar kita.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        Ingrid Listiati- katolisitas.org

        PS: Sekilas tentang kebenaran kisah eksodus bangsa Israel, silakan klik di sini.

  12. tabut perjanjian betul-betul ada….bangsa yahudi ingin membangun kembali bait suci Allah ke 3…tanpa tabut perjanjian tidak mungkin bait suci dibangun..

    • Shalom Ziddu,
      Ya, memang tabut perjanjian itu betul-betul pernah ada. Hanya saja, sekarang keberadaannya di mana, menjadi misteri. Beberapa kemungkinannya telah saya sampaikan di atas berdasarkan pandangan para ahli kitab suci dan arkeologi. Namun kepastian dari kemungkinan-kemungkinan itu tidaklah diketahui sekarang ini. Perihal keinginan bansa Yahudi membangun kembali Bait Allah tidaklah menjadi rahasia. Jika kita mengunjungi lokasi tembok Bait Allah yang terkenal dengan sebutan “The Western Wall” yaitu lokasi potongan tembok yang diyakini sebagai peninggalan sebagian tembok Bait Allah di Yerusalem, kita dapat melihat kerinduan para umat Yahudi itu bahwa mereka dapat membangun Bait Allah kembali. Namun apakah mereka dapat mewujudkannya, dan kapankah rencana ini terpenuhi, tak ada seorangpun yang dapat memastikannya, terutama dengan kenyataan di lokasi yang dulunya adalah Bait Allah tersebut kini berdiri salah satu mesjid yang terbesar di dunia, Dome of the Rock. Maka agaknya keinginan bangsa Yahudi tersebut tidak secara mudah terlaksana.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  13. tidak ada seorangpun yang tahu pastinya Tabut Perjanjian itu berada, tetapi kita dapat melihat secara jelas bahwa di mekah muslim sering bepergian ke sana jadi bisa di pastikan bahwa Tabut Tuhan ada di Mekah (Saudi Arabia). dan yg terpenting adalah bagaimana kita harus menyadari bahwa Yesus Berkata “Tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah Bait Allah dan Roh Allah berdiam dalam kamu. jadi Sesungguhnya Tabut Perjanjian itu ada di dalam hatimu dan hatiku, jadi kita tidak perlu lagi mencari dimana Tabut Tuhan itu berada krn sesungguhnya sekali lagi Tabut Tuhan itu ada didalam hati kita. amen

    • Shalom Ester,
      Ya benar, yang terpenting adalah kita menyadari bahwa setelah Pembaptisan, kita semua menjadi tempat kediaman Allah. Tubuh kita menjadi kenisah/ bait Allah yang kudus (lih. 1 Kor 3:16). Sehingga memang tidaklah menjadi soal apakah tabut perjanjian Allah dengan bangsa Israel ditemukan kembali atau tidak. Namun sebagai tambahan, kaaba tidak sama dengan tabut perjanjian yang disebutkan di dalam Alkitab Perjanjian Lama. Silakan anda membaca penjelasan tentang kaaba di situs umum Wikipedia, misalnya, dan anda akan mengetahui itu tidak sama dengan tabut perjanjian yang sedang kita bicarakan di sini. Tabut perjanjian yang disebut dalam Perjanjian Lama adalah yang berisi dua loh batu sepuluh perintah Allah (Kel 25:16), kitab-kitab Musa, roti Manna (Kel 25:30) dan tongkat imam Harun (Ibr 9:4). Isi Tabut Perjanjian Lama ini telah digenapi di dalam Yesus, yaitu Sabda Allah yang menjadi manusia, Roti Surga dan Imam Agung yang mengorbankan diri sebagai korban penebus dosa manusia. Maka jika kita telah dibaptis dan hidup di dalam Dia, maka kita-pun membawa Kristus di dalam hati kita, dan menjadi “tabut perjanjian baru”.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  14. John Fx Fatty on

    menurut pandangan saya Kebenaran tidak bisa di jelaskan ataupun di bedah dengan akal pikiran manusia jadi sebaiknya, kita tanyakan saja kepada Roh Kudus yang sudah jelas merupakan Representasi dari Jesus di muka bumi ini dan saya yakin Roh Kudus akan memberitahukan kepada kita di mana Tabut Tuhan itu berada sekarang. sekian dan terima kasih

    • Shalom John,
      Memang kita sepenuhnya dapat memahami Kebenaran di dunia dengan sempurna, tetapi kita tetap dapat menangkap prinsip-prinsip kebenaran tersebut, dengan iman dan aka budi kita. Ini setidak-tidaknya yang diajarkan oleh Gereja Katolik, berdasarkan Alkitab. Karena baik iman dan akal budi berasal dari Allah, maka seharusnya tidak terdapat pertentangan di antara kedua hal itu.

      Paus Yohanes Paulus II, dalam surat ensikliknya Fides et Ratio, (Faith and Reason), mengajarkan:

      “Faith and reason are like two wings on which the human spirit rises to the contemplation of truth; and God has placed in the human heart a desire to know the truth—in a word, to know himself—so that, by knowing and loving God, men and women may also come to the fullness of truth about themselves (cf. Ex 33:18; Ps 27:8-9; 63:2-3; Jn 14:8; 1 Jn 3:2).”

      Terjemahannya:
      Iman dan akal budi adalah seperti dua sayap yang dengannya roh manusia akan naik melihat kebenaran; dan Tuhan telah menempatkan di dalam hati manusia keinginan untuk mengetahui kebenaran – dengan perkataan lain, untuk mengetahui dirinya sendiri- sehingga, dengan Shalom John, Memang kita tidak sepenuhnya dapat memahami Kebenaran di dunia dengan sempurna, tetapi kita tetap dapat menangkap prinsip-prinsip kebenaran tersebut, dengan iman dan akal budi kita. Ini setidak-tidaknya yang diajarkan oleh Gereja Katolik, berdasarkan Alkitab. Karena baik iman dan akal budi berasal dari Allah, maka tidak terdapat pertentangan di antara kedua hal itu.Paus Yohanes Paulus II, dalam surat ensikliknya Fides et Ratio, (Faith and Reason), mengajarkan:”Faith and reason are like two wings on which the human spirit rises to the contemplation of truth; and God has placed in the human heart a desire to know the truth—in a word, to know himself—so that, by knowing and loving God, men and women may also come to the fullness of truth about themselves (cf. Ex 33:18; Ps 27:8-9; 63:2-3; Jn 14:8; 1 Jn 3:2).”Terjemahannya:Iman dan akal budi adalah seperti dua sayap yang dengannya roh manusia akan naik merenungkan kebenaran; dan Tuhan telah menempatkan di dalam hati manusia keinginan untuk mengetahui kebenaran – dengan perkataan lain, untuk mengetahui dirinya sendiri- sehingga, dengan mengetahui dan mengasihi Tuhan, para laki-laki dan perempuan dapat juga sampai kepada kepenuhan kebenaran tentang diri mereka sendiri (lih. Kej 33:18; Mz 27:8-9; 63:2-3; Yoh 14:8; 1 Yoh 3:2).”Mengenai di manakah sekarang tabut perjanjian (yang berisi dua loh batu sepuluh perintah Allah, kitab Musa, roti Manna dan tongkat imam Harun) memang menjadi pertanyaan banyak generasi. Namun masih ada atau tidaknya tabut tersebut, ataukah sudah hancur/ hilang karena peperangan, tidaklah mengubah iman kita. Karena Tabut Perjanjian Lama telah diperbaharui dan digenapi oleh Yesus sendiri, Sang Firman Allah yang menjadi manusia. Maka sabda Allah tidak lagi tertulis di dalam loh batu, tetapi telah menjelma di dalam Yesus. Ia adalah Roti Surga, Imam Agung, yang merupakan pemenuhan dari Perjanjian Lama.
      Maka bagi kita orang-orang percaya, tabut perjanjian itu memang ada di dalam hati kita masing-masing, karena sejak kedatangan Yesus yang menjadi Inti Tabut Perjanjian Baru, dan melalui Pembaptisan kita, maka tubuh kita menjadi bait Allah/ kenisah Alah (1 Kor 3:16) dan Roh Allah ada diam di dalam kita. Roh Kudus inilah yang membantu kita untuk hidup kudus, dengan menyatakan di dalam hati kita segala dosa dan kesalahan kita, menyatakan kebenaran dan penghakiman dosa (lih Yoh 16: 8-9) dan memberi kehidupan ilahi kepada kita (lih. Rom 8:11). Maka perihal menyatakan di mana tabut perjanjian dalam arti harafiah tidaklah menjadi misi utama Roh Kudus. Yang menjadi tugas/ misi Roh Kudus adalah menguduskan umat beriman, menjadikan kita Tabut Perjanjian yang baru yang membawa Kristus dan menyebarkan kasih-Nya kepada orang-orang di sekitar kita, sehingga Kristus dapat ‘hadir’ di dunia.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  15. syalom bu…..

    saya mau tanya sedikit, beberapa hari( minggu) yang lalu ketika memasuki sebuah gereja katolik, saya menjumpai lembaran2 kertas yg berjudul ” Miracle of Valengkani”..( valengkani merupakan sebuah gereja yg ada diindia & salah satunya di Indonesia )
    di selebaran itu tertulis tentang mukjizat2 yg terjadi ketika berdoa disana.. yang membuat saya binggung adalah pada paragraf penutup dituliskan bagaimana nasib orng yg mengabaikan atau tidak mempercayainya.

    saya teringat bebrapa tahun yang lalu juga pernah menerima selebaran sejenis itu tentang bapa Paus yg bermimpi bertemu dengan Tuhan Yesus, dan apa bila selebaran tsb tidak dibagikan ke orng lain, maka orng tersebut akan mengalami nasib yg tragis. teman2 saya yg mendapatkan selebaran tsb menjadi sangat takut dan khawatir..saya menjelaskan kepada mereka bahwa Tuhan Yesus bukan lah Tuhan yang suka mengancam umatnya, bukan Tuhan yg menakutkan, dan saya memberanikan diri untuk mengatakan kepada mereka untuk tidak usah menyebarkan selebaran seperti itu, karna orng lain yg menerima selebaran tsb juga menjadi ikut2an takut.

    pertanyaan saya :
    1. apakah tindakan saya salah??
    2. apa benar selabaran tentang bapa Paus yang bermimpi bertemu Tuhan Yesus tsb benar merupakan dari Bapa Paus/ Gereja ( selebaran tersebut resmi dari gereja ?/)
    3. kalau memang benar, mengapa gereja mengeluarkan selebaran spt itu ( yg disertai dgn teror yg menakutkan kl kita tdk menyebarkan nya ke orng lain)

    trima kasih atas bantuannya.

    Tuhan Yesus memberkati

    • Shalom Marselina,
      Sebenarnya jika kita ingin melihat apakah suatu selebaran itu resmi diedarkan oleh Gereja Katolik atau tidak, lihatlah apakah ada tulisan: Imprimatur yang artinya “boleh/ silakan dicetak” dan Nihil Obstat, yang artinya “tidak bertentangan dengan ajaran Gereja.” Dan di bawah tulisan itu ada nama-nama pihak otoritas Gereja Katolik. Silakan di-check jika ada nama yang tertera, dan jika perlu anda dapat menanyakan kepada kantor keuskupan yang bersangkutan.

      Seandainya kedua hal itu tidak ada, anda dapat mengetahui bahwa selebaran itu bukan selebaran resmi dari Gereja, dan karenanya dapat merupakan selebaran yang disebarkan oleh seseorang/ sekelompok orang. Saya pribadi belum pernah membaca selebaran yang anda maksud, namun jika melihat ada kalimat yang bernada ancaman, maka saya menduga itu bukan ajaran resmi Gereja.

      Jadi jangan kuatir. Ya, memang kita harus waspada terhadap berita-berita semacam ini. Yang Tuhan inginkan adalah kita berjaga-jaga menjelang kedatangan-Nya, namun bukan supaya kita ketakutan. Maka sepanjang pengetahuan saya, Gereja Katolik tidak pernah menyebarkan berita-berita untuk menakut-nakuti umat, namun pengajaran supaya kita bertobat dan menaruh pengharapan kepada Tuhan.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  16. Salam damai sejahtera
    Dear Ingrid
    Barangkali Ingrid bisa juga memberikan sedikit gambaran tentang TABUT, yang konon katanya dibawa oleh anak dari Ratu SYEBA ke Ethiopia.
    Apakah Tabut tersebut sudah kembali ke Israel, ataukah tabut tersebut sudah musnah dimakan zaman atau peperangan ?
    Terima kasih
    Mac

    [Dari Admin Katolisitas: Pertanyaan ini telah dijawab di atas, silakan klik]

Add Comment Register



Leave A Reply