Apakah berfantasi seks itu dosa?

108

Pertanyaan:

Helo, Saya hendak bertanya satu soalan…saya rasa ini sesuatu yang memalukan bagi saya sendiri..harap beri pedoman dan penjelasan saudari. Saya selalu melakukan fantasi seks yang saya anggap kurang ajar bagi diri saya sendiri…saya kira ini adalah satu dosa tetapi saya tidak melakukan seks dengan orang hanya anggapan ini berada dalam fikiran kotor saya….saya ingin berhenti melakukan hal ini kerana saya tahu saya berdosa bagi diri saya sendiri….saya selalu berdoa supaya perkara ini tidak diulangi lagi…

Pertanyaan saya adalah adakah dosa saya adalah dosa yang berat atau ringan? Saya selalu minta ampun dengan Tuhan atas segala dosa saya dan adakah ianya berbaloi untuk mendapatkan pengampunan terus dari Tuhan atau melalui paderi supaya saya dapat melakukan indulgensi.

Hamba Berdosa – Esther

Jawaban:

Shalom Esther,

Terima kasih atas kunjungannya ke situs katolisitas.org dan juga atas keterbukaannya untuk membagikan pengalaman Esther. Pertama-tama, perlu disadari bahwa semua orang berjuang untuk dapat hidup dalam kekudusan. Setiap orang juga mempunyai kelemahan masing-masing dan kelemahan-kelemahan ini dipakai oleh iblis untuk membuat kita berputus asa dan tak berdaya. Namun, kelemahan-kelemahan ini juga dipakai oleh Kristus untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Dan hal ini hanya dapat terjadi, kalau kita mempunyai hubungan yang baik dengan Yesus serta terus bekerjasama dengan rahmat Tuhan untuk bertumbuh dalam kekudusan.

Keinginan untuk bertobat dapat menjadi “efficacious” (memberikan efek) dan bisa juga “inefficacious” (tidak memberikan efek). Hal ini dikarenakan kita sebagai manusia sering untuk berusaha memerangi dosa dengan kekuatan kita sendiri. Dan hal inilah yang dialami oleh St. Agustinus dari Hippo. Semakin kita ingin memerangi dosa dengan kekuatan sendiri, maka semakin kita terjatuh dalam lumpur keputusasaan, karena kita akan gagal. Kalau dosa adalah ketidakadaan kasih, maka dosa hanya dapat ditangani dengan cara mengisinya dengan kasih. Dan kasih ini hanya didapatkan dari Kristus, yang terlebih dahulu mengasihi kita. Jadi, cara untuk mengatasi keterikatan kita akan dosa adalah dengan mempunyai hubungan yang baik dengan Kristus, melalui doa pribadi, sakramen (terutama Ekaristi dan sakramen pengakuan) dan devosi kepada Bunda Maria.

Pada saat fantasi sex datang, maka hal ini belum termasuk dosa. Namun pada saat kita secara sadar melayani fantasi sex ini, maka kita mulai berdosa, dalam kategori dosa ringan. Kalau hal ini terus dipupuk, maka kita harus berhati-hati, karena tinggal tunggu waktu, maka dosa yang ada di dalam pikiran akan membuahkan maut, seperti melakukan masturbasi, dll. Dan pada saat kita melakukan dosa ini, maka kita melakukan dosa berat (mortal sin). Pembahasan lebih terperinci tentang perkembangan dosa, silakan untuk melihat artikel “Pengakuan Dosa – bagian 1″, terutama bagian “bagaimana proses dosa berkembang” (silakan klik).

Katekismus Gereja Katolik (KGK, 2352): “Masturbasi adalah rangsangan alat-alat kelamin yang disengaja dengan tujuan membangkitkan kenikmatan seksual. “Kenyataan ialah bahwa, baik Wewenang Mengajar Gereja dalam tradisinya yang panjang dan tetap sama maupun perasaan susila umat beriman tidak pernah meragukan, untuk mencap masturbasi sebagai satu tindakan yang sangat bertentangan dengan ketertiban”, karena penggunaan kekuatan seksual dengan sengaja, dengan motif apa pun itu dilakukan, di luar hubungan suami isteri yang normal, bertentangan dengan hakikat tujuannya”. Kenikmatan seksual yang dicari karena dirinya sendiri tidak mempunyai “tujuan susila yang dituntut oleh hubungan seksual, yaitu yang melaksanakan arti sepenuhnya dari penyerahan diri secara timbal balik dan juga satu pembuahan manusiawi yang sebenarnya di dalam cinta yang sebenarnya” (CDF, Perny. “Persona humana” 9).
Supaya membentuk satu penilaian yang matang mengenai tanggung jawab moral dari mereka yang bersalah dalam hal ini, dan untuk menyusun bimbingan rohani supaya menanggapinya, orang harus memperhatikan ketidakmatangan afektif, kekuatan kebiasaan yang sudah mendarah daging, suasana takut, dan faktor-faktor psikis atau kemasyarakatan yang lain, yang dapat mengurangkan kesalahan moral atau malahan menghilangkannya sama sekali.”

KGK 2396   Masturbasi, percabulan, pornografi, dan praktek homoseksual termasuk dosa-dosa yang sangat melanggar kemurnian.”

Bagaimana untuk memperbaikinya? Berikut ini adalah beberapa usulan yang mungkin dapat dijalankan.

1) Mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan, melalui doa pribadi, sakramen-sakramen, devosi terhadap Bunda Maria. Dosa dan doa senantiasa berbanding terbalik. Kalau kita terus bertekun dan setia dalam doa, maka biasanya kita tidak akan melakukan dosa berat. St. Teresa dari Avila mengatakan bahwa salah satu – dosa berat atau doa – harus menyerah dan tidak mungkin kedua-duanya berjalan bersamaan.

2) Pada saat fantasi itu datang, berdoalah dan mohon kekuatan dari Tuhan dan berdoalah juga agar Bunda Maria membantu. Bunda Maria, wanita tersuci akan membantu kita untuk mengatasi dosa ketidaksucian. Ucapkan doa yang pendek, namun berulang-ulang, seperti “Jesus, have mercy on me” atau “Yesus, kasihanilah aku“. Dan setelah itu, lanjutkan dengan aktifitas yang lain. Kita juga harus mencoba untuk menghindari situasi yang dapat membangkitkan fantasi seksual, misalkan, membaca  buku bacaaan, website, ataupun melihat gambar-gambar, film-film ataupun foto-foto yang dapat mengarahkan pikiran kepada fantasi-fantasi seksual, dll.

3) Pada saat kita gagal dan kembali pada dosa yang sama, maka secepatnya kita harus datang kepada romo untuk menerima Sakramen Tobat. Dan mulai lagi dari awal, dan jangan berputus asa. Dosa yang telah menjadi kebiasaan (habitual sin) akan membutuhkan waktu untuk dipatahkan. Hanya berkat Tuhan dan kerjasama dari kita, yang dapat mengalahkannya. Alangkah baiknya kalau anda dapat mempunyai pembimbing rohani dan bapa pengakuan yang sama, sehingga dia dapat membantu anda untuk mengatasi masalah ini. Habitual sin ini hanya dapat dikalahkan dengan “virtue” (kebajikan). Karena kebajikan adalah “the habit of the soul to perform good action with easiness and competent“, maka diperlukan suatu latihan untuk mengerjakan kebajikan tersebut secara berulang-ulang, sehingga dapat menjadi suatu kebiasaan/habit Pada saat yang bersamaan, kita dapat minta kepada Tuhan untuk memberikan kebajikan tertentu – dalam hal ini kebajikan kemurnian – , karena hanya Tuhan yang dapat masuk ke dalam jiwa kita dan memberikan rahmat yang diperlukan untuk mendapatkan kebajikan yang kita minta.

Semoga jawaban singkat di atas dapat membantu anda. Jangan berputus asa, karena sesungguhnya kesadaran akan kesalahan itu berasal dari  karya Roh Kudus yang dapat membawa seseorang kepada pertobatan dan kerendahan hati. Mari kita bersama-sama berjuang untuk hidup kudus, dengan mengandalkan rahmat Allah yang berlimpah. Dan percayalah senantiasa pada belas kasihan Allah.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org

Share.

About Author

Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

108 Comments

  1. sya masih SMA. sya memiliki bbrp masalah aneh. entah knapa sejak bbrp tahun yg lalu ketika sya pakai kaos dalam sya apalagi jika agak ketat,agak terangsang. padahal kan sya harus slalu pakai kaos dalam ke sekolah. sya jg ngefans sama seorang artis dan hanya ketika mendownload galeri fotonya saja saya mengeluarkan sperma.. saya sama sekali tidak berniat untuk onani tapi malah terjadi seperti ini bbrapa kali. apalagi klo sya sedang pake kaos dalam, terjadi lebih cepat.
    apakah saya berdosa seperti itu? sama skali dr dalam diri saya tdk berniat untuk memuaskan napsu seksual saya. bahkan teman2 sya yg lain biasa2 saja ketika melihat foto2 idola mereka, tapi saya terkadang malah mengeluarkan sperma saat melihat foto org yg sya sukai/ fans berat. sya sungguh merasa terganggu dan bahkan sya jdi sulit bergaul karena ini benar2 mengganggu saya. saya tkut hal ini membuat saya berdosa. sungguh sya tdk ingin menikmati kepuasan seksual melalui hal2 ini. saya pernah onani dengan sangat sadar namun terakhir saya melakukannya 7 bln lalu dan saya sudah bertobat sejak itu dan tdk melakukannya lagi.
    Tolong bantu sya agar jelas

    • Shalom Billy,

      Menurut saya, ada baiknya Anda dapat berkonsultasi kepada orang yang ahli di bidangnya, yaitu yang mempelajari sexology. Siapa tahu hal ini berhubungan dengan faktor-faktor yang dapat dijelaskan secara medis.

      Dari sisi spiritualitas, secara prinsip kita harus menjauhi hal-hal yang dapat menyebabkan kita berbuat dosa. Sebagai contoh, dalam kasus Anda, mungkin ada baiknya kalau Anda tidak perlu untuk browsing gambar-gambar yang berhubungan dengan artis-artis yang Anda sukai, karena dari aktifitas yang kelihatannya tidak berbahaya bagi orang lain, namun justru dapat membahayakan Anda. Hal ini menjadi satu perjuangan bagi Anda. Namun, jangan berputus asa kalau Anda gagal. Yang terpenting adalah Anda mencoba bangkit kembali dan dengan niat yang tulus dan kuat dan dengan bantuan rahmat Allah, Anda berusaha untuk tidak jatuh lagi ke dalam dosa yang sama. Kalau Anda jatuh ke dalam dosa yang sama, maka secepatnya Anda pergi ke Sakramen Tobat. Semoga secara berangsur-angsur, Anda dapat terbebas dari hal ini. Semoga dapat membantu.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  2. Dear katolisitas.. akhir-akhir ini saya merasa benci dan kecewa terhadap laki-laki. Rasanya rasa cinta saya terhadap pacar saya sirna seketika ketika saya tahu dia suka melihat video porno memilih siapa bintang porno favoritnya. Membuat saya cemburu benci kecewa juga tidak tahu harus bagaimana menerima kodrat lelaki tersebut. Saya merasa ini semua tidak adil. Saya tidak tertarik untuk punya bintang porno fave atau pun melihat video2 porno. Tapi dia.. Saya merasa diduakan dan tidak berarti. Merasa malu atas sikap kebanyakan lelaki tersebut. Bagaimana seharusnya saya bersikap? Ada perasaan tawar dan malas menikah atas hal ini. Apakah saya tidak normal?

    • Caecilia Triastuti on

      Shalom Ane,

      Perasaan Anda sangat terpahami, walaupun situasi yang Anda alami tidak harus membuat Anda membenci laki-laki atau menjadi malas menikah. Sebagaimana halnya dengan kalau kita tidak suka dengan rasa pedas  lalu kita tidak pernah ingin makan lagi. Seperti yang Anda sendiri tuliskan dengan kata “kebanyakan”, tidak semua laki-laki mempunyai kesukaan sedemikian dan kalaupun ya, bukan berarti hal itu tidak bisa diubah. Dengan baik-baik, dan pada suatu kesempatan yang baik, Anda dapat mengutarakan perasaan Anda kepada pacar Anda, sambil jangan lupa doakanlah dia. Melihat video prono menimbulkan kecenderungan perbuatan dosa melanggar kemurnian, bahkan sudah termasuk dalam dosa percabulan, sehingga menghalangi perjuangan kita untuk mengejar kekudusan. Silakan membaca artikel yang disusun Pak Stef di atas, atau silakan klik di sini 

      Maka hal ini juga bisa menjadi kesempatan bagi Anda untuk mengajak pacar Anda menyadari kekeliruannya dan mengajaknya bertukar pikiran mengenai pentingnya menjaga kemurnian pikiran dan perbuatan, agar pertama-tama tidak mendukakan hati Tuhan dan juga agar tidak membuka kemungkinan mengundang timbulnya kebiasaan lain yang berdosa misalnya melakukan kegiatan seksual di luar perkawinan, masturbasi, perselingkuhan (saat sudah menikah). Sambil tetap membawanya dalam doa-doa Anda, setelah ia mulai mendengarkan Anda, cobalah mengajaknya datang kepada pastor untuk menerima Sakramen Pengakuan Dosa. Lalu usahakanlah menyemangatinya untuk aktif dalam aneka kegiatan yang sehat, misalnya olahraga, hobi yang produktif dan kreatif, belajar ketrampilan baru, menghadiri bersama kegiatan gereja dan OMK, pelayanan, dan kegiatan yang bersifat membangun lainnya. Dengan demikian waktu dan energinya lebih dapat dipakai untuk kegiatan yang bermanfaat. Tuhan tentu akan sangat menghargai usaha Anda, serahkanlah semua usaha Anda pada bimbinganNya. Apakah dia nantinya akan berubah atau tidak bukan menjadi tanggungjawab Anda lagi melainkan dirinya pribadi. Baik juga bila pergumulan, komunikasi, dan dinamika hubungan Anda karena permasalahan ini menjadi semacam test case untuk relasi Anda berdua apakah dia memang pasangan yang paling tepat untuk Anda. Semoga sharing ini dapat berguna.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan.

      Triastuti – katolisitas.org

  3. saya ingin bertanya, kenapa Tuhan menciptakan hasrat/nafsu sex sebelum adanya pernikahan? kenapa tidak diciptakan hasrat/nafsu sex hanya kepada orang yang sudah menikah saja?

    [dari katolisitas: Tuhan tidak pernah menciptakan nafsu, dalam pengertian nafsu-nafsu kedagingan yang liar - yang sering bertentangan dengan akal sehat. Nafsu kedagingan muncul karena adanya dosa asal. Namun, para santo-santa menunjukkan bahwa dengan bantuan rahmat Allah, maka manusia dapat mengatasi nafsu-nafsu liar ini.]

  4. membaca komentar di artikel ini, membuat saya ingin berbagi akan masa kehidupan saya, sya juga melakukan onani, entah dari mana awalnya saya melakukan itu smpai skrang.

    sebenarnya saya juga sangat senang mengikuti misa di Gereja, gelisah rasanya jika tidak mengikuti ibadat 1 x sja…. tapi kebiasaan saya melakukan onani sangat sulit di hentikan,,, saya mencoba searching di google apakah itu dosa atau bukan,,,ternyata demikian hasilnya… rasa godaan itu sangat lah besar… apalagi saya orangnya penyendiri, pemalu dan susah bergaul,,,, ,jadi godaan itu smkin mudah untuk sya melakukannnya…

    saya ingin sekali mengaku dosa kepada pastor, tapi saya malu dan takut… sya sngat tertutup… sudah dari kecil sifat ini saya bawa smpai saat ini. dan hal itu lah yang memudahkan keinginan badan menguasai pikiran sya,, mungkin sminggu atau 2 mggu sya coba tidak melakukannya, tapi godaan dan rasa nikmat itu terus memaksa sya melakukannya… saya sangat takut dan malu rasanya mengaku hal ini kepada Pastor, jdi rahasia ini coba saya pendam smpai saat ini. sya sebelumnya juga belum tahu, dalam menyambut komuni, kita tidak boleh memiliki dosa berat kepada Tuhan..jadi saya tetap menyambut komuni dan masih melakukan hal itu ketika itu.

    disaat SMA lah, sya mengetahui itu semua, bhwa ada larangan dlam mnymbut komuni bagi umatnya yg memiliki dosa berat. , sya sblumnya juga mrasa itu bukan lah dosa, karena mendengar cerita2 pengalaman seminaris menengah juga melakukannya….

    saya mohon saran dan jalan keluar atas yang saya alami…

    [dari katolisitas: Silakan melihat artikel yang baru saja kami buat di sini - silakan klik]

  5. nico nama samaran on

    syalom…

    saya kalo mau tdr saya terlebih dulu onani, kalo saya tdk onani saya tdk bsh tdr

    pertanyaan saya:apakah Tuhan menerima doa saya jika saya onani terlebih dulu daripada berdoa

    • Shalom Nico,

      Yang perlu disadari adalah bahwa Onani adalah merupakan perbuatan dosa. Kalau kemudian kita menyadari bahwa hal ini berdosa, namun terus kita lakukan dan tidak ada penyesalan, atau tidak ada usaha untuk menghentikannya, maka sesungguhnya kita telah melawan Allah secara sadar. Adalah baik dalam kondisi ini kita berdoa. Harapannya dengan berdoa, maka kita akan memperoleh pertobatan yang benar, yaitu pertobatan dengan semangat untuk tidak lagi jatuh dalam dosa yang sama. Kalau kita menyadari bahwa itu dosa tapi melakukan setiap hari karena kalau tidak melakukan maka tidak bisa tidur, maka sebenarnya sama saja kita mengatakan kita tidak peduli apa yang diperintahkan Tuhan, apakah Tuhan sedih atau tidak, yang penting kita melakukan kesenangan kita.

      Jadi, apakah Tuhan mendengarkan doa kita ketika kita dalam kondisi berdosa, maka jawabannya adalah Tuhan ingin mendengarkan doa pertobatan kita. Dan kalau Dia mendengar pertobatan yang sungguh dari kita, maka Dia akan mendengarkan dan memberikan kita hati yang baru, hati yang mau mengasihi Tuhan dengan sungguh, dengan cara berkata tidak terhadap dosa. Langkah pertama adalah bawalah dalam doa dan minta kekuatan kepada Tuhan untuk dapat terlepas dari dosa ini, dan kemudian pergilah ke Sakramen Tobat. Dan biarlah rahmat dari Sakramen Tobat memberikan kekuatan kepada Anda sehingga Anda mempunyai kekuatan untuk tidak melakukan dosa yang sama.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  6. shalom tim katolisitas…
    saya ingin bertanya,saya sering ke gereja tiap hari dan berusaha membangun hubungan yang baik dengan Tuhan, bahkan saya berusaha mengaku dosa tiap minggu. Di rumah pun saya selalu berdoa bukan hanya bagi diri saya tapi juga bagi orang lain..Kebiasaan ini membawa perubahan besar dalam diri saya yaitu saya berhenti onani (itu memang tujuan saya melakukan semua praktik di atas) namun saya masih tetap melakukan hubungan seks di luar nikah dengan pacar saya..sebenarnya saya tidak ingin melakukannya namun saya takut jika saya tidak melakukannya lagi, dia akan merasa sakit hati dan pergi melakukannya dengan orang lain…saya hanya tidak ingin membuat dia merasa saya hanya memanfaatkan tubuhnya saja…apakah yang harus saya lakukan?apakah petting tanpa penetrasi itu termasuk dosa berat?bagaimana cara saya menjelaskannya kepada dia sehingga dia tidak marah dan merasa dimanfaatkan?terima kasih atas penjelasannya.

    • Caecilia Triastuti on

      Shalom Rudolf,

      Syukur atas niat dan kasih Anda untuk merayakan Ekaristi harian di gereja serta mengaku dosa setiap minggu, demi membangun relasi yang baik dan dekat dengan Tuhan, demikian juga kebiasaan doa Anda. Semuanya perlu dipupuk dan dipertahankan, serta terus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam sikap kemurnian dengan pacar Anda di dalam masa pacaran ini. Dasar yang benar dan kokoh dalam masa pacaran bukanlah relasi seksual, apalagi hubungan seks selayaknya suami istri, karena Tuhan menghendaki bahwa relasi seksual itu hanya dilakukan dalam sebuah perkawinan yang sah yang diberkatiNya dalam sebuah sakramen perkawinan.  Bahkan sampai setelah menikah, kita tetap masih harus menjaga dan menghormati tubuh pasangan kita. Sebab hubungan seks suami istri harus tetap menempatkan penghormatan kepada keluhuran tubuh manusia, dan bukan semata untuk mengikuti dorongan kesenangan daging.

      Mendasarkan kekuatan hubungan masa pacaran hanya pada relasi seksual, yang sebetulnya belum saatnya dan belum menjadi haknya, maka sesungguhnya relasi itu kehilangan unsur-unsur pengikat yang sejati di dalam hakekat relasi dua manusia yang sedang saling mengikatkan diri untuk menjalani komitmen hidup berdua untuk selamanya kelak. Ada banyak aspek hidup perkawinan yang harus disiapkan dalam masa pacaran, termasuk kedewasaan, tanggungjawab, pengertian, saling menjaga kemurnian, saling menerima kelebihan dan kekurangan pribadi masing-masing. Sebuah masa membangun dasar hidup berkeluarga dalam semangat kasih yang tulus dan belajar arti kesetiaan, demi keharmonisan keluarga yang kelak akan dibangun. Kesetiaan untuk mentaati perintah Tuhan dalam menahan diri untuk tidak berhubungan badan sebelum menikah adalah justru salah satu parameter kekuatan untuk membangun hidup keluarga yang kokoh dan berkenan di hadapan Tuhan. Maka semua bentuk hubungan seksual termasuk petting, belum saatnya untuk dilakukan. Menjaga kemurnian akan memberikan kekuatan mendasar selama masa pacaran hingga perjalanan perkawinan kelak. Karena kekuatan pribadi yang dibangun, bukan hanya kesenangan fisik, yang justru membuat makin nyata kesan hanya memanfaatkan tubuh fisik pasangan kita saja. Silakan membaca artikel-artikel ini untuk membantu Anda memahami mengenai dosa percabulan dan usaha menjaga kemurnian selama masa pacaran: “Nasehat terhadap percabulan”, silakan klik. “Kemurnian di luar perkawinan”, klik di sini, dan “Pacaran yang sehat jalan menuju perkawinan bahagia”, silakan klik.

      Berdoalah mohon niat teguh kepada Tuhan agar Anda dimampukan meninggalkan perbuatan itu dan agar Tuhan menyentuh hati pacar Anda untuk mengerti ajakan Anda untuk berhenti. Kemudian ajaklah dia mengaku dosa bersama-sama di hadapan pastor, sehingga berdua Anda bisa sama-sama melangkah dalam semangat yang baru untuk menjalani masa pacaran yang sehat dan berkenan di hadapan Tuhan, sampai ke jenjang perkawinan kelak, atas dasar sendi-sendi yang kuat sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan yang indah, hingga akhir hayat. Semoga Tuhan memberkati usaha Anda dan memampukan Anda berdua menjalani masa pacaran yang bahagia dan berkenan kepadaNya

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,

      Triastuti- katolisitas.org

  7. Shalom Katolisitas.
    Sy ingin sharing dan sekaligus minta didoakan.
    Selalu saja sy berpikir bahwa suara yg pernah kudengar itu adalah pikiranku. Tapi ternyata bukan. Setiap kali sy digodai Setan untuk melihat pornografi dan pada akhirnya muncul keinginan untuk melakukan onani.

    Godaan setan itu seperti ini:
    Neraka itu tidak ada. Itu hanya aka-akalan Tuhan Yesus untuk membuat umat-Nya takut dan mau mengikuti ajaran-Nya.

    Anehnya jika sy tidak mempercayai kebohongan setan itu, maka ia akan datang lagi menggodaku seperti ini:
    Jangan khawatir jika nantinya saya akan masuk Neraka, karena Tuhan akan menyelamatkan saya dari sana setelah melihat penderitaan saya yang tak tertahankan dan membawa saya kembali ke surga.

    Hanya itu dua godaan setan yg paling jelas kurasakan.
    Sy baru menyadarinya setelah membaca:
    link to jalanallah.com

    Memang sy agak bodoh dan sy sdh terjatuh ke dalam dosa yg berat dan termasuk dosa habitual karena sudah sering dilakukan bahkan bertahun-tahun. Sy hanya berharap sy masih dapat kesempatan untuk merubah diriku untuk menyerahkan diriku seutuhnya pada Tuhan.

    Oh iya, selama ini sy pernah mengikuti kelompok sel dan ada sesuatu yang aneh terjadi setelah beberapa kali mengikutinya. Saat itu sy pulang dari sel hendak ke rumahku naik motor. Sy sdh sampai di tikungan jalan. Tiba-tiba saja sy mendengar diriku sendiri berkata: “Setan” dan diriku menoleh ke arah kiri belakangku. Tidak lama kemudian datanglah motor pembalap yg sangat ribut dari arah itu. Ternyata yg dimaksud dgn “Setan” adalah pembalap itu.

    Memang sebelumnya sy selalu merasa terganggu dgn suara motor itu. Sepertinya dia mau melihat saya takut. Sy pernah dulu trauma krn pernah ditabrak dgn motor seperti itu. Tapi entah kenapa sy merasa ada yang mau saya kembali takut lagi seperti dulu?

    Ternyata diriku yang tiba-tiba menyebut: “Setan” hendak menyadarkan saya bahwa selama ini itu adalah Setan yang menghendaki saya menjadi takut lagi. Oleh karena itu sy merasa bersyukur karena telah bergabung dengan kelompok sel. Tapi suara motor ribut itu tak pernah berhenti. Tiap hari selalu saja ada yang begitu. Pertanyaan saya adalah bagaimana menghadapi setan yang demikian??? Saya selalu saja merasa bahwa ada yang menghendaki saya menjadi takut. Bagaimana saya bisa mengalahkan setan itu? Saya sangat tidak suka diganggu begitu. Apakah ada saran yang baik untukku? Tips mungkin berupa bentuk doa yang baik.
    Terimakasih.

    • Shalom William,

      Kita perlu menyadari hakekat dosa. Orang lain, keinginan diri sendiri maupun setan, dapat menggoda kita, namun pada akhirnya, kita sendirilah yang secara sadar mau untuk melakukan dosa tersebut. Dengan demikian, kalau kita jatuh ke dalam dosa – perbuatan yang melanggar perintah Tuhan – maka kita harus bertanggung jawab, karena kita lakukan secara sadar. Untuk dapat lepas dari godaan seperti ini, kita harus bergantung pada rahmat Allah. Menyadari kelemahan kita, maka kita juga harus menghindari kesempatan berbuat dosa, sehingga kita dapat memadamkan api selagi api tersebut masih kecil. Dalam kasus yang Anda ceritakan, maka coba Anda telusuri kapan godaan tersebut muncul. Apakah pada saat mulai membuka internet, apakah bergaul dengan orang-orang tertentu, dll. Cobalah menjauhi hal-hal tersebut.

      Secara prinsip, sebelum kita berdosa, maka kita mengingat keadilan Tuhan dan menyadari bahwa kalau kita melakukannya, maka neraka menanti kita; sebaliknya setelah kita berbuat dosa, maka kita harus mengingat bahwa Allah adalah maha kasih, yang mau menerima kita kembali kalau kita bertobat dengan sungguh-sungguh. Jadi, sebelum melakukan dosa pornografi maupun onani, maka sudah seharusnya kita menyadari bahwa kalau dibiarkan, dosa-dosa ini dapat membawa kita ke neraka. Namun, kalau kita telah melakukannya, maka kita secepatnya mengaku dosa di dalam Sakramen Tobat, mempercayai bahwa tidak ada satu dosapun yang terlalu berat untuk diampuni oleh Allah. Hanya dengan terus berakar pada Firman Tuhan, doa pribadi, tekun dalam Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat, maka kita dengan bantuan rahmat Allah, dapat dengan teguh melawan godaan dari diri sendiri, orang lain maupun setan. Semoga dapat membantu.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

    • Anastasia Rafaela on

      Salam kasih saudara William,

      Bila boleh kasih saran, ada baiknya saudara berfokus untuk lebih mengenali dan memperdulikan suara Roh Kudus ketimbang suara-suara saru yang tak pasti lainnya. Silahkan saudara baca dan renungkan penjelasan Paus Fransiskus berikut ini di sini:
      •http://katolisitas.org/11415/paus-rasa-takjub-yang-membahagiakan-sebagai-seorang-kristen
      •http://katolisitas.org/11430/paus-mari-dengarkan-roh-kudus

      Semoga dapat membantu.

      Peace and Best Wishes
      Anastasia Rafaela

  8. salam….
    saya sudah menjalin hubungan sejak intim semasa kuliah di tahun 2001,namun waktu terus berjalan kami tidak melanjutkan hubungan kita ke pernikahan saat sekarang ini saya telah menemukan seorang wanita diapun mengalami hal yang hampir serupa dengan saya, kami berdua selama ini sudah tidak lagi menerima komuni di saat ada misa mingguan dan sekarang saya mengalami problema yang sangat membuat saya jadi bingung harus bagaimana yakni orang tua wanita tersebut tidak merestui kami.kami sdh berusaha dega berbagai macam cara namun tdk menemukan solusi yang terbaik oleh karena itu kami mohon petunjuk.

    • Shalom Kelly,
      Sudahkah Anda mengaku dosa dalam Sakramen Pengakuan Dosa? Jika belum mungkin Masa Prapaska inilah saatnya bagi Anda untuk kembali ke jalan Tuhan. Artinya untuk hidup menjaga kemurnian, dan tidak melakukan hal yang seharusnya tidak Anda lakukan dengan kekasih (teman wanita) Anda itu. Silakan memeriksa batin Anda, apakah kiranya yang membuat Anda tidak mau menerima Komuni? Apakah yang telah Anda lakukan, yang telah Anda pandang sebagai dosa berat, sehingga Anda terhalang untuk menerima Komuni Kudus? Jika orang tua wanita itu mengetahui masa lalu Anda, maka tak mengherankan jika mereka tidak merestui hubungan Anda. Maka nampaknya yang terpenting adalah membuktikan bahwa Anda telah sungguh bertobat, dapat bertanggungjawab dan dapat membawa teman wanita Anda juga untuk bertobat dan meninggalkan masa lalu masing-masing.

      Bawalah pergumulan ini di dalam doa-doa pribadi Anda, dan lakukanlah sesuatu yang konkret sebagai bukti keinginan Anda untuk hidup lebih baik dari sebelumnya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  9. Syalom Katolitas
    saya mau bercerita tentang masalah saya ini, saya dulu hampir terjrumus dalam dunia Gay dengan teman saya, namun puji Tuhan semenjak saya mengenal Tuhan Yesus saya berhasil menjahui itu. Tapi setelah saya menerima Tuhan Yesus dalam kehidupan saya, godaan untuk onani selalu datang, kerap kali saya terjrumus melakukannya,saya sudah berdoa minta kekuatan dan berjanji untuk tidak melakukannya namun setelah sekian waktu saya jatuh lagi ke dosa itu. Saya merasa bersalah kepada Tuhan,tapi saya juga sedih dan hampir putus asa karna sampai saat ini keluarga saya tidak merestui saya ikut Tuhan,saya belum di baptis secara Katolik,saya menjalani hidup sesuai dengan keyakinan keluarga saya,walaupun saya melakukannya atas dasar perintah Tuhan untuk berbakti pada Orang tua,karna saya sendiri tidak mau meninggalkan Tuhan dan juga durhaka pada orang tua. Waktu untuk doa pun saya harus sembunyi2, saya tdk bisa ke greja.
    saya mohon saran dan solusi apa yang harus saya lakukan dengan kehidupan saya yang seperti ini

    • Shalom Anto,
      Syukurlah, atas rahmat Tuhan, Anda tidak sampai terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat antara sesama jenis. Namun bahwa sekarang Anda sering tergoda untuk melakukan masturbasi, itu juga merupakan hal yang perlu diwaspadai. Sebagaimana telah disampaikan di tulisan di atas, masturbasi merupakan dosa dan karena itu harus dihindari. Caranya yang terutama adalah dengan: 1) berdoa memohon kekuatan dari Tuhan, 2) menghindari berbagai kesempatan yang memungkinkan datangnya godaan itu, 3) lakukanlah kegiatan/ hobby yang membangun; 4) bergabunglah dengan komunitas yang lebih kondusif bagi pertobatan Anda.
      Selanjutnya, sampaikanlah keinginan Anda untuk dibaptis kepada Tuhan, dan juga keinginan untuk selalu menghormati orang tua Anda. Bawalah niat yang tulus ini selalu di dalam doa-doa Anda. Semoga Tuhan sendiri membukakan jalannya bagi Anda sehingga keinginan Anda ini dapat terwujud. Sebab hal menghormati dan mengasihi orang tua tetaplah merupakan perintah yang harus dilakukan, bahkan lebih lagi jika kita sudah menjadi murid Kristus.
      Kami akan turut mendoakan Anda. Sementara ini, silakan juga Anda menemui imam di paroki yang terdekat di mana Anda tinggal, dan ceritakanlah pergumulan Anda. Semoga Anda dapat memperoleh bantuan dan nasehat rohani sehingga Anda dapat terus berjuang untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,Ingrid Listiati- katolisitas.org

      • Syalom Ibu Ingrid
        Trima kasih Ibu Ingrid atas saran,bimbingan serta doa.x dari Tim katolitas.Melalui artikel2 di katolitas ini banyak membantu saya dalam memperdalam iman.Saat ini saya merasa damai hidup dengan iman saya.Saya juga puji Tuhan bisa pergi ke Gereja walaupun itu jarang karna saya pergi tanpa sepengetahuan Ortu sewaktu pulang sekolah.
        Trima kasih untuk Tim katolitas,Semoga Tuhan memberkati Ibu Ingrid dan Tim katolitas semua.
        Salam Damai Kristus

        • Shalom anto…
          Saya ingin sharing sedikit tentang pergumulan dosa seksualitas… Mungkin saya juga seperti anto dulunya… Jika ada kesempatan pasti saya akan masturbasi… Puji Tuhan sekarang saya sudah bisa melepaskannya walaupun terkadang terasa masih ingin melakukannya…
          Saya mendapatkan saran dari pastor pas saya ikut retret…dia menyarankan saya tuk membeli salib/medali benediktus… Salib/medali benediktus adalah salib/medali yang dipercaya oleh sebagian orang sebagai salib/medali pengusir setan… Dan saya merasakan hal itu… Keinginan masturbasi bisa saya atasi sekarang… Dan tidak lupa juga haus dibantu dengan doa pribadi kita… (mungkin bisa di searching dulu apa itu salib/medali benediktus)
          Sekian yang bisa saya sharingkan semoga bermanfaat…

          • Syalom NN…
            Trima kasih atas saran anda,Tapi untuk saat ini saya hanya punya rosario yang selalu saya bawa kemana-mana.Karna saya masih bermasalah dengan keluarga yang belum merestui saya menjadi kristiani.
            Trima kasih atas saran dan usul yang anda brikan

    • Salam, Anto

      Syukur kepada Allah atas rahmat dan penyertaanNya dalam kehidupan Anto. Semoga Anto semakin mencintai Kristus dalam hidup anda.

      Semoga Anto tidak meragukan kekuatan doa. Kerinduan Anto untuk bersatu dengan Tubuh Kristus dibarengi dengan doa sungguh memiliki kuasa yang besar. Dalam keluarga besar saya, hanya saya sendiri seorang Katolik. Keluarga saya sendiri bergabung dengan Pentakostal dan selebihnya masih kong hu cu. Bagi saya, ini justru menjadi kesempatan untuk bersaksi dan menyatakan Kristus bagi keluarga. Tentu saja ini menuntut tanggung jawab dan pertobatan saya yang terus menerus. Apabila saya gagal menunjukkan pertobatan saya, keluarga saya tidak akan percaya bahwa sumber kebaikan adalah Kristus.

      Semoga Anto semakin dikuatkan untuk mendalami iman dan mencintai Kristus. Persekutuan Para Kudus menanti kedatangan anda.

      Pacem,
      Ioannes

      • Syalom Ioannes
        Trima kasih atas doa dan motivasi anda.Semoga saja kita smua bisa menjadi saksi Tuhan dan berkat bagi semua orang yang belum mengenal Kristus.
        Salam kenal Ioannes,dan Salam Damai Kristus

  10. apakah jka kita melihat foto-foto porno juga termasuk dosa ? dan apabila sudah terlanjur apa yang harus kita lakukan setelahnya ?

    [Dari Katolisitas: Melihat foto-foto porno dapat mengarahkan pikiran untuk berfantasi seks ataupun mengarah kepada perbuatan seksual lainnya yang menyimpang. Jika ini yang terjadi, maka melihat foto-foto tersebut jika dilakukan dengan sengaja, maka itu adalah dosa. Sedangkan kalau tidak sengaja, misalnya di salah satu iklan TV tampillah gambar/ foto wanita berpakaian minim, tanpa Anda sengaja memilih channel tersebut, maka itu bukan dosa. Itu baru godaan, yang baru menjadi dosa, kalau Anda mengikutinya. Silakan membaca di sini tentang bagaimana membedakan godaan, dosa ringan dan dosa berat, silakan klik. Jika dosa sudah dilakukan, terutama dosa berat, silakan mengaku dosa dalam Sakramen Pengakuan Dosa. Selanjutnya tentang topik Kemurnian ini, silakan klik di sini:
    Kemurnian di luar perkawinan
    Kemurnian di dalam perkawinan]

  11. Menurut saya masturbasi itu bukanlah dosa berat.Lebih pantas digolongkan dalam dosa ringan atau bahkan bukan dosa sama sekali.
    Menurut dunia medis akan cukup berbahaya bila sperma yang banyak itu tidak dikeluarkan.bisa menyebabkan penyakit kanker prostat.
    Masturbasi tidak merugikan orang lain,apakah dapat dikategorikan dosa berat???? Dorongan biologis seharusnya tidak dikategorikan dosa, asalkan tidak berlebihan.
    Seseorang yang belum siap secara ekonomi dan mental untuk menikah akan melakukan masturbasi untuk memenuhi dorongan biologisnya.Bukankah hal tersebut masih lebih baik dibanding main dengan pelacur,hubungan seks di luar nikah,memperkosa,dsb
    Mohon tanggapan dari team Katolisitas

    • Shalom Tarsisius,

      Terima kasih atas tanggapan Anda. Seperti yang telah dijelaskan, 3 persyaratan dosa berat adalah kalau memenuhi: 1) yang dilakukan termasuk pelanggaran hal-hal yang berat (lih. KGK 1858); 2) tahu bahwa itu adalah perbuatan dosa (lih. KGK 1859); 3) sudah tahu kalau berdosa, namun tetap dilakukan juga (lih. KGK 1859). Sekarang, yang perlu dibahas adalah apakah masturbasi termasuk dalam pelanggaran hal-hal yang berat. Kalau kita melihat Katekismus Gereja Katolik, (KGK, 2352) seperti yang telah disebutkan di atas, maka sebenarnya memang masturbasi termasuk dalam pelanggaran yang berat. Kita dapat juga belajar dari Onan (Kej 38:8-10), yang mati karena perbuatannya yang tidak berkenan di mata Tuhan. Jadi, kalau kita kita tahu bahwa masturbasi adalah pelanggaran berat dan secara sadar dilakukan, maka kita telah melakukan dosa berat.

      Tentu saja, ada kondisi yang dapat mengurangi bobot dosa, namun alasan tersebut tidak menghilangkan kenyataan bahwa masturbasi adalah merupakan pelanggaran yang berat. Alasan bahwa melakukan masturbasi lebih baik daripada melakukan dosa lain sebenarnya juga tidak dapat dibenarkan. Hal ini sama seperti seseorang mengatakan mencuri uang 100 juta tidaklah berdosa daripada korupsi 1 milyar. Mencuri dan juga masturbasi adalah berdosa, baik dibandingkan dengan dosa yang lebih besar maupun dosa yang lebih ringan.

      Dalam hubungannya dengan dunia medis, setahu saya tidak ada kesimpulan dari dunia medis yang mengatakan bahwa kalau sperma tidak dikeluarkan akan berbahaya, karena secara alami, sperma dapat diserap oleh tubuh.

      Kemudian, ada orang yang mengatakan bahwa masturbasi tidaklah berdosa karena tidak merugikan orang lain. Orang yang melakukan masturbasi terutama merugikan diri sendiri – ketidakmurnian, ketidakmampuan untuk berkata tidak terhadap hal-hal yang tidak murni, terjebak dalam pornografi, melihat lawan jenis sebagai obyek seks, dll – yang pada akhirnya dapat berakibat kepada sikap yang negatif kepada orang lain, terutama yang berlawan jenis. Yesus berkata “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Mat 5:28) Jadi, kalau menginginkan di dalam hati telah masuk dalam perzinahan, apalagi yang telah menjadi perbuatan, yaitu masturbasi. Mari bersama-sama, kita minta agar Roh Kudus memberikan kemampuan kepada kita untuk menjaga kemurnian – baik tubuh maupun jiwa kita.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  12. Salam.

    Just sharing.

    Saya sangat tertarik tentang topik kebiasaan onani yang sudah membuahkan maut. Saya juga mengalaminya. Berkali-kali mengaku dosa dan berkali-kali jatuh dalam dosa yang sama.

    Namun jujur saya akui, saya belum cukup tekun disiplin dalam doa, tekun membaca Kitab Suci, tekun menghadiri Misa, tekun berdoa Rosario, tekun memeriksa batin. Usaha saya belum maksimal. Inti dari kelemahan saya adalah kemalasan dan ketidaktegasan.

    Saya tidak pernah kehilangan harapan untuk bangkit dan terus berjuang. Karena saya yakin Kristus akan menunjukkan kuasanya pada saya saat Ia nantinya melepaskan saya dari belenggu dosa onani selamanya, walaupun itu membutuhkan proses.

    Jika Santo Bapa Suci Petrus yang semula sangat rapuh, bisa Ia ubah menjadi batu karang, saya yakin Kristus akan mengubah saya (dan saya sadari memang Ia sudah dan sedang dalam proses mengubah saya) dari seorang yang rapuh menjadi seorang yang tangguh. Asal saya tetap rendah hati, seperti yang dikatakan Rasul Paulus.

    Memang kita sangat rapuh jika terjebak dalam kebiasaan buruk yang membawa maut. Tapi jangan lupa, rahmat Kristus jauh lebih tangguh dari itu. Saya percaya. Mari berjuang bersama saya. Jangan putus asa.

    Tidak ada yang dapat mengalahkan Kristus, asalkan kita mau.

    [dari katolisitas: Benar sekali, bahwa kekudusan hanya mungkin kalau kita mau bersandar pada rahmat Allah dan terus bekerjasama dengan rahmat Allah setiap hari.]

  13. Saya mau tanya,saya pernah berpelukan dan berciuman dengan pacar saya namun tidak sampai melakukan hal yang lebih buruk lainnya, saya merasa sangat bersalah dan juga ketakutan kehilangan kesucian saya, karena saat itu saya masih belum paham betul makna keperawanan ditambah pengetahuan yang minim. Saya mulai mencari-cari di internet, dan sering mampir ke situs-situs porno untuk mencari tahu, saya menemukan cara untuk mengetahui keperawanan dan saya mencotohnya dengan cara (maaf)memasukan jari saya ke liang vagina saya. Setelah tahu bahwa berpelukan saja tidak menyebabkan kehilangan kesucian dan yang saya lakukan itu malah yang dapat menghilangkan keperawanan saya, saya malah tambah merasa bersalah, namun saya murni melakukannya karena ingin tahu dan saat itu saya tidak tahu bahwa hal itu disebut masturbasi. Pertanyaan saya, apakah kebodohan saya itu termasuk dalam dosa besar?

    terima kasih sebelumnya

    • Shalom Benedicta,

      Seseorang melakukan dosa berat, jika 3 persyaratan ini terpenuhi: 1) yang dilakukan termasuk pelanggaran hal-hal yang berat (lih. KGK 1858); 2) tahu bahwa itu adalah perbuatan dosa (lih. KGK 1859); 3) sudah tahu kalau berdosa, namun tetap dilakukan juga (lih. KGK 1859).

      Hal kemurnian tubuh adalah hal yang serius, mengingat tubuh adalah tempat kediaman Roh Kudus (1Kor 3:16, 6:19), maka pelanggarannya termasuk pelanggaran berat. Namun jika seseorang melanggarnya karena tidak mengetahuinya, seperti yang Anda katakan, maka nampaknya bobotnya tidak sama dengan jika ia sudah mengetahui bahwa suatu perbuatan tententu (seperti masturbasi) jelas melanggar kemurnian tubuh, namun tetap melakukannya. Maka pelanggaran Anda yang pertama itu tidak seberat jika misalnya, sekarang setelah Anda mengetahui bahwa itu adalah dosa berat, namun Anda tetap melakukannya.

      Fakta bahwa Anda terganggu dengan hal yang telah Anda lakukan, itu juga karena Roh Kudus yang menyatakan kesalahan tersebut dalam hati Anda. Adalah baik jika Anda pergi mengaku dosa dalam sakramen Pengakuan Dosa, agar diberi rahmat pengampunan oleh Tuhan dan diberi kekuatan untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Diperlukan kerendahan hati untuk mengakui kesalahan/ dosa kita, namun hal itu perlu, agar kita tidak jatuh di dalam kesalahan yang sama dan terikat di dalamnya. Kejatuhan kita ke dalam dosa, membuat kita sadar bahwa kita adalah manusia yang lemah, dan kita sungguh membutuhkan rahmat pengampunan dan pertolongan Tuhan. Percayalah bahwa rahmat Tuhan sungguhlah cukup untuk membuat kita mampu berkata “tidak” terhadap dosa, asalkan kita sungguh mengandalkan pertolongan Tuhan dan menghindari kesempatan-kesempatan yang dapat menyeret kita kepada perbuatan dosa tersebut.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  14. Bernadeta D on

    Salam Bu, Pak..

    saya ingin bertanya mengenai artikel di atas.. mengenai tulisan ini.

    Habitual sin ini hanya dapat dikalahkan dengan “virtue” (kebajikan). Karena kebajikan adalah “the habit of the soul to perform good action with easiness and competent“, maka diperlukan suatu latihan untuk mengerjakan kebajikan tersebut secara berulang-ulang, sehingga dapat menjadi suatu kebiasaan/habit Pada saat yang bersamaan, kita dapat minta kepada Tuhan untuk memberikan kebajikan tertentu – dalam hal ini kebajikan kemurnian – , karena hanya Tuhan yang dapat masuk ke dalam jiwa kita dan memberikan rahmat yang diperlukan untuk mendapatkan kebajikan yang kita minta.

    apakah yang dimaksud dengan kebajikan yang “maka diperlukan suatu latihan untuk mengerjakan kebajikan tersebut secara berulang-ulang”, langkah konkret apa semisalnya Pak, Bu ? apakah spesifik dengan berpuasa, berdoa ? atau dengan membantu sesama & keluarga juga dapat disebut kebajikan seperti yang dimaksud di atas? atau dengan melaksanakan hobi seperti merawat tanaman sebab perintah Tuhan & ajaran Gereja kita juga harus melestarikan keutuhan ciptaan? atau dengan rajin bekerja ?
    maaf Pak, Bu, biar lebih mampu untuk saya pahami dan laksanakan karena saya kurang berpengalaman… terima kasih…

    • Shalom Bernadeta,

      Untuk menjawab pertanyaan anda, maka kita harus mengerti kebajikan mana yang ingin dilatih. Sebagai contoh, kita ingin melatih kebajikan pengendalian diri (temperance). Penguasaan diri dapat didefinisikan sebagai berikut:

      KGK 1809.    Penguasaan diri adalah kebajikan moral yang mengekang kecenderungan kepada berbagai macam kenikmatan dan yang membuat kita mempergunakan benda-benda duniawi dengan ukuran yang tepat. Ia menjamin penguasaan kehendak atas kecenderungan dan tidak membiarkan kecenderungan melampaui batas-batas yang patut dihormati. Manusia yang menguasai diri mengarahkan kehendak inderawi-nya kepada yang baik, mempertahankan kemampuan sehat untuk menilai, dan berpegang pada kata-kata: “Jangan mengikuti setiap kecenderungan walaupun engkau mampu, dan jangan engkau mengikuti hawa nafsumu” (Sir 5:2; Bdk. Sir 37:27-31). Kebajikan penguasaan diri sering dipuji dalam Perjanjian Lama: “Jangan dikuasai oleh keinginan-keinginanmu, tetapi kuasailah segala nafsumu” (Sir 18:30). Dalam Perjanjian Baru ia dinamakan “kebijaksanaan” atau “ketenangan”. Kita harus hidup “bijaksana, adil, dan beribadah di dalam dunia sekarang ini” (Tit 2:12).
      “Hidup yang baik itu tidak lain dari mencintai Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dan dengan segenap pikiran. (Oleh penguasaan diri) orang mencintai-Nya dengan cinta sempurna, yang tidak dapat digoyahkan oleh kemalangan apa pun (karena keberanian yang hanya mematuhi Dia (karena keadilan) dan yang siaga supaya menilai semua hal, supaya jangan dikalahkan oleh kelicikan atau penipuan (inilah kebijaksanaan)” (Agustinus, mor. Eccl. 1,25,46).

      Bagaimana untuk melatih kebajikan ini? Tentu saja doa dan terus bertumbuh dalam sakramen – terutama Sakramen Pengakuan Dosa dan Ekaristi – adalah menjadi keharusan. Namun, terkait dengan kebajikan pengendalian diri, maka kita mulai berlatih dari hal-hal yang sederhana, seperti: berlatih untuk menahan omongan kita, berlatih untuk menahan nafsu kita, mulai dari nafsu makan: kalau menyukai makanan tertentu, maka kita mencoba untuk mengurangi atau tidak menyantapnya. Masa prapaskah dan hari Jumat sepanjang tahun adalah waktu yang tepat untuk melakukan hal ini. Dengan terus menerus melatih nafsu-nafsu yang tidak teratur ini, maka lama kelamaan nafsu-nafsu ini akan dapat ditundukkan oleh akal budi. Tentu saja, kita harus terus bekerjasama dengan rahmat Allah, sehingga pada akhirnya kita mendapatkan kekuatan untuk mengalahkan nafsu-nafsu yang tidak teratur, sehingga kebajikan penguasaan diri dapat terwujud. Semoga contoh ini dapat menjelaskan.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

      • Bernadeta D on

        Salam Pak,

        terima kasih atas penjelasan dari Bapak sehingga dapat saya mengerti dengan gamblang…
        mohon doa dari Bapak & tim supaya kami semua dapat sungguh2 menjalankan semua itu sesuai kehendak Tuhan yang mengasihi kami…

  15. salam

    masturbasi adl dosa besar,itu berarti sama spti membunuh,aborsi,berzinah.bukankah itu tdk adil.masturbasi adl penyalahgunaan diri sendiri sama spti halnya merokok yg dpt menyebabkn kanker,makan berlebih yg dpt menyebabkn berbagai penyakit.mmg masturbasi dpt menyebabkn dosa perzinahan tp knp merokok dn makan berlebih tdk dosa bsr?merokok jd suatu kebiasaan buruk bkn(dosa yg mjd kebiasaan)?pornografi jg dosa bsr.bagaimana dg para model pakaian dlm(victoria secret misalnya)apakah mrk jg melakukan dosa pornografi krn mrk memperlihatkn tubuh mrk?apakah mrk jg berdosa berat krn membuat org lain dg mempertontonkn lekuk tubuh mrk?atau krn saat berpose seksi?
    bagaimana dg tradisi org barat yg memakai bikini/berciuman di publik?atau tradisi berjemur yg ada kalanya mereka topless?bukankah itu jg dosa besar krn jg penyalahgunaan diri sendiri/tdk menghargai diri mrk sendiri sm halnya masturbasi?

    terima kasih

    • Shalom Maria,

      Mohon dipahami terlebih dahulu pengertian dari apa itu dosa, dan adanya tiga syarat yang menjadikan pelanggaran dapat dikatakan sebagai dosa berat, sebagaimana dapat dibaca di artikel ini, silakan klik.

      Masturbasi adalah dosa yang serius sebab pertama-tama tindakan itu melawan kebenaran kodrat maksud penciptaan Allah. Masturbasi yang identik dengan tindakan menggunakan alat kelamin untuk memuaskan nafsu, bertentangan dengan maksud Allah menciptakan bagian tubuh tersebut. Allah merencanakannya demi tujuan yang mulia, yaitu untuk mengungkapkan kasih yang mempersatukan suami dan istri, dan bukan demi memuaskan nafsu jasmani, yang bahkan dapat menggeserkan posisi Allah dalam kehidupan orang tersebut (hal ini berpotensi melanggar perintah Allah yang pertama dalam ke-sepuluh perintah Allah). Justru karena Allah menguduskan hubungan suami dan istri sebagai sesuatu yang sakral -karena membuka kesempatan manusia untuk mengambil bagian dalam karya penciptaan-Nya-, maka perilaku yang menyimpang dari maksud ini (termasuk di sini adalah masturbasi dan pornografi), disebut sebagai pelanggaran/ dosa yang serius.

      Hal merokok, sudah pernah dibahas di sini, silakan klik.

      Pada akhirnya, dalam menentukan segala sesuatu, ‘prudence‘ (kebijaksanaan) merupakan sesuatu yang sangat penting. Secara prinsip, memang sudah menjadi tanggung jawab kita yang telah ditebus oleh Kristus, untuk menjaga tubuh kita, sebab melalui Baptisan, Roh Kudus telah berdiam di dalam kita, dan tubuh kita adalah ‘bait Allah’ (1Kor 3:16; 6:19). Jika seseorang telah memahami dan menghayati hal ini, maka ia akan dapat menentukan menurut hati nuraninya tentang sikap tubuh dan cara berpakaian yang seperti apa yang layak dilakukannya demi menghormati Roh Allah yang berdiam di dalam tubuhnya. Penghayatan ini berbeda antara satu orang dengan yang lainnya; ini juga merupakan suatu proses pemurnian dalam kehidupan rohani orang yang bersangkutan. Sebab semakin orang bertumbuh dalam kebijakan kemurnian ada tiga hal yang dapat dicapainya: 1) tidak melakukan hal- hal yang mendorong orang lain ataupun dirinya sendiri untuk berpikir, berkata, ataupun bertindak, yang tidak murni; 2) semakin memahami makna kekudusan tubuh, sehingga tidak dikuasai oleh nafsu, bahkan jika godaan dari luar datang; 3) semakin memusatkan pikiran dan hati kepada hal-hal surgawi (lih. Kol 3:1; Mat 5:8).

      Setiap orang di dunia berjuang untuk hidup semakin murni/ kudus di hadapan Tuhan, dan marilah kita melakukan bagian yang dapat kita lakukan, dan tidak terlalu dipusingkan dengan hal- hal yang melampaui dari apa yang dapat kita lakukan. Mari berjuang mengatur diri kita sendiri, dan anak- anak atau orang-orang yang dipercayakan Tuhan kepada kita; namun selebihnya jangan terlalu terpengaruh akan apa yang terjadi di dunia, yang ada di luar kuasa ataupun kehendak kita.

      Ada baiknya Anda membaca buku Theology of the Body (Teologi Tubuh) yaitu kumpulan homili dari Paus Yohanes Paulus II, atau buku ulasan tentang topik tersebut yang ditulis oleh Christopher West.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

      • salam

        terima kasih atas jwbnnya tp jwbn anda sdh bisa sy tebak.pengertian dosa:tdk termasuk dosa ringan,tahu bhwa hal tsb dosa,sadar tp msh melakukan wlaupun dosa.
        rokok,kt tau berbhya,dilabel rokoknya sdh dicantumkn jd setiap perokok tahu akn hal tsb.sadar walaupun berbahaya tp ttp merokok dan dilakukan scr bebas tdk ada paksaan.mungkin anda akan mengatakan tdk termasuk dosa berat jd hnya melemahkn kasih/tdk dosa.menurut sy smua faktor terpenuhi jd merokok dosa.
        dlm artikel ttg pengertian dosa,anda mengambil contoh di Amerika setiap 30 detik,ada 1 bayi digugurkn.menurut WHO setiap 1jam,rokok membunuh 560 org disel dunia,menurut menteri pemberdayaan perempuan ibu Meutia Hatta 43% anak Ind mjd perokok pasif.rokok utk ibu hamil baik perokok pasif/aktif bisa menyebabkn kerusakan genetik/kematian dini pd bayi dan menimbulkn sakit saat lahir.dg fakta2 diatas rokok dn perokok msh tdk dosa asal tdk berlebihan,dosanya pun msh serius/berat dosa masturbasi yg mngkin hnya wil moral sj.
        merokok adl dosa melawan akal budi.dg akal budi tdk seharusnya manusia membunuh dirinya sendiri(perokok aktif) apalagi sesama(perokok pasif).kita mmg dituntut hidup kudus tp bagaimana jika Gereja memberikan kelonggaran sdgkan banyak pihak berupaya utk melawannya.
        pemerintah memerintahkn mencantumkan bhy rokok pd bungkus rokok,mencanangkan hari bebas tembakau,menaikan pajak rokok dll
        pimpinan agama islam menyatakan rokok haram krn dianggap tdk baik dn utk melindungi umatnya
        pihak gereja reformasi menganggap dosa krn melanggar maksud penciptaan Allah krn tubuh adl Bait Allah
        GK menganggap hal tsb tdk dosa asal tdk berlebihan
        maaf sy tdk bs utk tdk memperdulikan sekitar sy dn hnya memperdulikan diri sendiri,keluarga dn org2 yg dipercayakan Tuhan kpd sy.Tuhan memerintahkn umatNya utk saling mengasihi sesama.mrk(perokok aktif,pasif/para pendosa)adl sesama sy walaupun sy tdk knl mrk.
        mungkin anda perlu membaca bahayanya rokok terutama akibatnya pd ibu hamil,anak2 dn perokok pasif lainnya krn perokok pasif lbh berbhy drpd perokok aktif.
        saya adl salah satu perokok pasif dn sy sakit bronkitis krn jd perokok pasif.mungkin anda ingin tau jwbn para perokok ttg akibat rokok pd sekitar?mrk menyalahkn perokok pasif yg tdk melakukan pencegahan sehingga asap rokok terhirup.jd anak2,ibu hamil dn perokok pasif lainnya dilarang bernafas saat ada yg merokok.benar2 sikap yg bertanggungjawab

        terima kasih

        • Shalom Maria,

          Kita sama- sama mengetahui dan mengakui bahwa kebiasaan merokok bukanlah kebiasaan yang baik apalagi kebiasaan yang sehat. Tetapi masalahnya di sini, Anda bertanya apakah itu dosa berat; maka saya mengatakan mari kita menggunakan prinsip yang didefinisikan oleh Gereja tentang dosa berat, untuk menilai apakah seseorang yang melakukan perbuatan tersebut dapat dikatakan berdosa berat atau tidak. Karena salah satu kriteria dosa berat menyangkut tahu atau tidak, dan menyangkut kesengajaan atau tidak, dan apakah obyek pelanggarannya serius atau tidak (membawa akibat negatif yang besar bagi hubungan dengan Allah, orang lain dan diri sendiri, sebagaimana disebutkan dalam 10 perintah Allah); maka untuk menilainya tergantung dari kasus per kasus.

          Kalau misalnya perbuatan tersebut dilakukan karena sudah kecanduan berat, tidak lagi peduli akan kesehatan sendiri, tidak lagi ada pengendalian diri, merokok di manapun tanpa mempedulikan orang lain, terutama dengan sengaja merokok di dekat anak-anak/ ibu yang hamil, maka kondisi ini tidak lagi termasuk di dalam dosa ringan, tetapi dosa berat, atas dasar ajaran Katekismus KGK 1858 dan 1859.

          Demikian semoga menjadi jelas. Kami di katolisitas juga tidak menganjurkan ataupun membenarkan kebiasaan merokok. Namun kami tidak juga dapat mengatakan bahwa merokok itu pasti adalah dosa berat, sebab prinsip penilaian akan dosa berat harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum dapat dikatakan demikian.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          Ingrid Listiati- katolisitas.org

          • salam

            tepat sekali.jawaban yang sama juga saya terima dari teman2 seiman saya dan admin dari salah satu laman katolik.mereka mengatakan “merokok tidak dosa asal tdk berlebihan /kecanduan,itu aturan Gereja,terima tdk terima itu urusan kamu.bukankah itu diktator namanya?kenapa GK tetap menyatakan merokok itu tdk dosa sedangkan banyak pihak mengatakan sebaliknya tanpa ada embel2 asal tidak berlebihan.apakah karena GK bukan agama sebelah yang selalu mengurusi hal2 yang tdk penting seperti yang kebanyakan orang katakan?kalau hal tersebut dapat membuat banyak nyawa terselamatkan dan membawa kebaikan untuk semua orang,kenapa GK tdk meniru?
            apa yang menjadi dasar GK menjadikan sesuatu hal dosa berat ato tidak?apakah hanya dilihat dari nafsu sex saja?apa yang menjadikan GK menyatakan merokok tidak dosa/dosa berat setelah begitu banyak akibat dari rokok?
            bukankah GK pro life?knp tidak memperdulikan umatnya,terutama orang2 yang harus menanggung akibat dari rokok tersebut?
            bagaimana dengan perokok pasif yang harus ikut menderita dari akibat rokok?harus terima karena itu aturan Gereja?menyalahkan perokok?mereka sendiri tidak perduli dengan tubuh mereka,apalagi orang lain.
            kenapa ada pastor yang menyatakan merokok dosa dan ada yang menyatakan sebaliknya?apakah ini menandakan peraturan tersebut bermasalah?
            terima kasih

            • Shalom Maria,

              Rokok, sebagaimana makanan ataupun minuman, berhubungan dengan kebajikan pengendalian diri. Katekismus Gereja Katolik mengajarkan:

              KGK 2290    Kebajikan penguasaan diri menjauhkan segala bentuk keterlaluan: tiap penggunaan makanan, minuman, rokok, dan obat-obatan yang berlebihan. Siapa yang dalam keadaan mabuk atau dengan kecepatan tinggi membahayakan keamanan orang lain dan keamanannya sendiri di jalan, di air, atau di udara, membuat dosa besar.

              Dalam mengeluarkan suatu peraturan tentang makan, minum dan rokok ini, nampaknya yang dipandang oleh Gereja Katolik adalah aturan umum, yaitu sejauh itu tidak keterlaluan, dan tidak membahayakan orang lain. Inilah yang secara nyata disebutkan dalam KGK tersebut. Sebab jika tolok ukurnya adalah penyebab kematian, sakit gula (diabetes) karena terlalu banyak makan manis, juga termasuk dari salah satu sebab kematian di seluruh dunia. Namun kan bukan berarti lalu Gereja melarang orang makan gula, atau menjadikan makan gula sebagai suatu dosa. (Demikian juga dengan kebiasaan minum kopi, makan makanan berlemak, kalau sampai ketagihan juga tidak baik buat kesehatan, tetapi tidak berarti dengan demikian minum kopi atau makan makanan berlemak adalah perbuatan dosa). Maka yang menjadi tolok ukurnya di sini ada dua hal itu: jangan sampai ketagihan/ keterlaluan dan jangan sampai membahayakan keselamatan/ kesehatan orang lain. Jika kedua prinsip ini dilanggar, maka orang yang merokok tersebut berdosa. Jadi bukannya Gereja Katolik tidak mengatakan bahwa merokok itu dalam keadaan apapun tidak termasuk dosa.

              Untuk penjelasan pengertian dosa berat dan dosa ringan, silakan membaca di sini, terutama di sub-judul Apakah bobot dosa berbeda-beda? silakan klik.

              Jadi tidak ada masalah dengan prinsip dasar peraturannya, yang salah adalah orang-orang yang tidak mempunyai ‘prudence’/ kebijaksanaan untuk memilah apakah cara makan/ minum dan merokoknya itu masih dalam tahap wajar.

              Maria, mohon maaf saya tidak dapat melanjutkan diskusi dengan Anda tentang rokok ini. Silakan Anda membaca kembali komentar Anda dan periksalah apakah komentar tersebut cukup memancarkan semangat kasih dalam dialog ini. Kami di Katolisitas tidak dapat menyampaikan pandangan pribadi, namun hanya menyampaikan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Jika Anda sungguh merasa tidak terjawab dengan jawaban kami, silakan Anda menulis kepada CDF (Kongregasi Ajaran Iman) di Vatikan dan tanyakanlah kepada mereka, apakah secara definitif tindakan merokok dengan sendirinya adalah dosa, baik itu dilakukan sekali- kali atau jika sudah menjadi kebiasaan. Bukan wewenang Katolisitas untuk membuat pernyataan definitif dari suatu ajaran iman ataupun moral. Bagi saya pribadi sesungguhnya prinsip ajaran Gereja Katolik sudah sangat jelas, kalau dilanggar adalah kesalahan orang yang melanggar. Nampaknya hanya Tuhan dan orang yang bersangkutan itulah yang tahu, apakah ia sudah melakukan dosa berat atau tidak dengan perbuatannya merokok.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              Ingrid Listiati- katolisitas.org

               

              • salam

                terima kasih atas jawabannya, saya mohon maaf jika komentar2 saya tdk mencerminkan kasih. Saya hanya ingin mempertanggungjawabkan iman saya, seperti yang diajarkan GK kepada saya yaitu iman harus selaras dengan akal budi, dan jawaban anda sudah cukup memuaskan saya karena jawaban anda tidak berbeda dengan jawaban teman2 seiman saya dan hal tersebut saya bisa mengambil keputusan tentang apa yang benar dan yang salah di GK/peraturan2 yang ada di GK. Pertanyaan besar saya,kenapa ada pastor ynag menyatakan merokok berdosa dan ada yang menyatakan tidak berdosa? Sebagai pembimbing spiritual pendapat pastor mana yang harus saya ikuti maupun percayai? Pastor yang menyatakan merokok berdosa mengatakan: 10 perintah Allah,jangan membunuh, itu termasuk membunuh dirimu sendiri.rokok berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian,jadi merokok berdosa. Cintailah Tuhan Allahmu, kandungan rokok adalah zat2 kimia yang berbahaya dan dapat mengakibatkan kecanduan, jika kita mencintai Tuhan Allahmu tidak seharusnya kamu merusak tubuhmu yang bukan milikmu lagi dengan rokok. Jadi merokok berdosa. Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri. Rokok berdampak luas dan dapat merugikan orang lain, terutama merugikan dirimu sendiri. Jadi merokok dosa. Pastor yang menyatakan merokok tidak berdosa hanya mengacu pada peraturan Gereja dan umumnya mereka juga perokok, jadi merokok tidak berdosa. Saya juga tidak akan membahas hal ini lagi, jawabannya muter2 dan sama semua, semua didasari oleh peraturan Gereja. Terima kasih atas tanggapannya

                • Shalom Maria,

                  Sebelum kita mengakhiri diskusi ini, saya hanya ingin menyampaikan satu hal. Memang tubuh kita adalah bait Allah, yang harus dijaga dari tindakan yang membuat tubuh kita menjadi tidak sehat. Gereja Katolik mengajarkan pentingnya “pengendalian diri”dan tidak serta merta hal ini digolongkan sebagai dosa. Hanya menjadi berdosa, kalau memang orang tersebut menjadi kehilangan pengendalian diri dan mengkonsumsinya dalam kadar yang membahayakan tubuh serta mengganggu orang lain. Kalau kita mengatakan bahwa merokok pasti berdosa, tanpa memandang aspek yang lain, maka sesungguhnya kita harus menggolongkan makan coklat, makanan berlemak, makanan gorengan, snack yang penuh bahan pengawet, juga berdosa, karena secara tidak langsung makanan-makanan ini juga merusak tubuh. Memang masing-masing pihak mempunyai argumentasi masing-masing. Saya sendiri tidak merokok dan tidak pernah dan tidak akan merokok dengan pertimbangan yang sama, yaitu dapat mengganggu kesehatan jika dikonsumsi berlebihan dan dapat menggangu orang lain. Namun, pertanyaannya adalah apakah kalau merokok dilakukan di udara terbuka yang tidak mengganggu orang lain dan jika dikonsumsi tidak berlebihan masih disebut dosa? Kalau jawabannya tidak, maka kita juga dapat menerima bahwa merokoknya sendiri tidak berdosa, hanya harus dilakukan dalam kadar yang ringan dan tidak mengganggu orang lain. Akhirnya, saya ingin mengakhiri diskusi ini, karena masing-masing pihak telah menyampaikan argumentasi masing-masing.

                  Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                  stef – katolisitas.org

  16. Salam katolisitas,
    saya seorang mahasiswa,
    saya kadang ketika sedang berselancar dalam dunia maya alias INTERNET? Kadang saya tanpa sengaja menemui gambar atau semacamnya yg berbau porno kecuali video,, jadi tanpa disengaja harus terlihat oleh mata saya, itu terjadi tanpa ada niat sebelumnya. Apakah hal tersebut dosa atau tidak? Kemudian apakah adegan “berciuman ala orang barat ” yg kadang muncul di film2 barat adalah termasuk pornorafi? Karena saya termasuk penggemar film-film barat seperti film action,,, namun karena film yg saya suka tersebut kadang tidak disensor, akhirnya hal yg tidak diharapkan seperti berciuman muncul? Biasanya saya langsung mengalihkan perhatian ketika itu ditayangkan,,,,,, apakah saya berdosa karena hal itu? Mohon pencerahannya Tim Katolisitas

    Tuhan memberkati

    • Caecilia Triastuti on

      Shalom Edo,

      Membaca pertanyaan Anda, saya sangat menghargai niat Anda untuk menjaga diri dari ancaman dosa pornografi dengan usaha memurnikan pikiran dan penglihatan dari hal-hal yang mengarah ke sana. Memang arus informasi di dunia internet dan televisi kadang tak terhindarkan menyajikan gambar dan film yang menjurus kepada pornografi. Karena media semacam itu tidak ada filter (kendali)nya, maka filter (kendali) itu harus dikenakan pada diri kita, yaitu pada niat baik kita dan pikiran kita. Niat untuk mempertahankan kemurnian kita terapkan pada niat dan pikiran kita setiap saat. Kalau menemukan gambar atau video yang berbau pornografi secara tak sengaja, maka itu bukanlah dosa. Tetapi menjadi potensi dosa, jika kita mengunyah-ngunyahnya dalam pikiran. Atau dengan sengaja ingin kembali mencari untuk melihat sumber semacam itu. Silakan membaca bagaimana tahapan dosa itu terjadi, dalam artikel yang ditulis Pak Stef di sini, silakan klik. Di artikel itu disebutkan bagaimana sampai terjadinya proses orang jatuh ke dalam dosa, mulai dari “tergoda”. Jadi godaannya sendiri belum dosa, tapi kalau sampai kita membiarkan diri jatuh dalam godaan, maka di situ kita mulai berdosa.

      Jika kita bertekad menjaga kemurnian diri, maka setelah kita tak sengaja menemukan atau melihat gambar, adegan, atau video yang berbau pornografi, kita segera menyingkirkan dan menjauhi sumber media itu. Perhatikanlah situs yang berpotensi menyajikan hal seperti itu dan jangan lagi mengaksesnya di kesempatan lain. Kemudian kendalikanlah pikiran kita, supaya apa yang sudah kita lihat secara tak sengaja itu tidak berkembang menjadi potensi dosa di dalam pikiran dan perbuatan. Hal yang sama kita terapkan pada saat melihat film. Kalau ternyata harus ada adegan yang menjurus ke arah pornografi,  ya benar sebaiknya alihkan perhatian ke hal yang lain, supaya ia lewat dan berlalu dan tidak mengendap di pikiran.

      Supaya pikiran kita selalu bersih, dipenuhi oleh hal-hal yang baik dan terkendali, adalah sangat baik untuk menjaga diri kita tidak terekspose (terpapar) dengan hal-hal yang berpotensi membuat pikiran dan penglihatan kita berdosa. Jauhi sumber-sumber media yang kiranya banyak mengandung potensi pornografi. Perkaya diri sendiri dengan sumber-sumber pengetahuan yang memupuk rasa cinta kepada Tuhan dan penghormatan kepada ciptaan Tuhan dan martabat manusia. Maka punyailah dan pupuklah kebiasaan membaca dan merenungkan Firman Tuhan, pilihlah fim-film yang mendidik untuk ditonton, misalnya yang bernuansa kemanusiaan, atau berupa ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Perbanyaklah membaca bacaan-bacaan rohani semisal riwayat orang Kudus, majalah rohani, mendengarkan lagu-lagu rohani, dan bersekutu dengan sesama yang gemar mencari kebenaran Tuhan.

      Kita memang tidak selalu bisa menghindari hadirnya di depan mata kita berbagai muatan informasi dengan berbagai isi yang tidak berpotensi baik (disebut dengan tidak sengaja), tetapi kita selalu bisa memilih dengan sengaja untuk mendapatkan hiburan yang sehat dan bersih, serta memilih menggunakan waktu santai kita dengan hal-hal yang bermanfaat dan berkenan kepada Tuhan. Di situlah niat kita untuk menjaga kemurnian dan menjaga diri dalam kekudusan akan terbukti.

      Selanjutnya untuk memperkuat niat Anda, silakan membaca artikel di atas, yang berkaitan dengan hal ini, silakan klik.

      Kiranya Tuhan senantiasa memberkati usaha dan niat baik Anda. Salam kasih dalam Kristus Tuhan,

      Caecilia Triastuti dan Ingrid Listiati – katolisitas.org

    • yusup sumarno on

      Dear katolisitas,

      Apakah berdosa jika saya (sudah berkeluarga) menonton film “bokep” bersama istri untuk “pemanasan”?

      Bagaimana jika saya nonton sendirian? apakah ini juga dosa?

      terima kasih
      yusup

      [dari katolisitas: Semua tontonan yang demikian sebenarnya hanya mereduksi hubungan suami istri yang sesungguhnya sakral menjadi seperti "binatang", yang pada akhirnya dapat mengkontaminasi pikiran kita, dan dapat mempengaruhi kemurnian hubungan suami istri. Dengan demikian, tontonan seperti itu harus dihindari, baik untuk konsumsi suami istri maupun pribadi.]

  17. Saya seringkali juga melakukan onani saat saya bodoh, sebab saya tidak dapat menahannya dan kalau aku dapat, aku potong aja aku punya tapi saya ingat kata Tuhan, kalau itu tiada, saya bukan lelaki lagi… dan tetapi selepas itu (selesai melakukan), saya merasa malu dan saya berdoa terus menerus meminta pengampunan dari Tuhan Yesus dan berdoa rosari sehingga saya merasakan kembali semula ke posisi asal, dalam rahmat dan saya akan merasakan kembali urapan Tuhan, sehingga saya menangis…

    Memang terlalu sukar bagi saya untuk menghindarinya tetapi saya berusaha sebaik mungkin untuk melawan sedapat yang mungkin, tapi penolakan saya untuk meniduri wanita yang bukan isteri saya (saya belum beristeri lagi) adalah sangat kuat.

    Saya dapat katakan bahawa, satu kali saya membuat onani, tiga hari saya berusaha untuk memperbaiki telefon saya dan hari yg ketiga baru siap dibaiki sebab perhubungan saya dengan Allah Bapa di syurga, seolah2 terputus seketika.. dan kembali bersinar lagi, selepas tiga hari melakukan doa dan puasa lagi… dan keinginan untuk terus berdoa tidak pernah putus.

    Soalan pertama:
    Bagaimana pula dengan seorang suami isteri, seandainya suami itu isterinya mengandung, dan suami pula membuat onani dengan khayalannya ditujukan kepada isterinya, kerana tidak mungkin suami akan mencari lain dan mencari yg lain untuk ditiduri semasa isteri sedang mengandung?

    Soalan kedua:

    Saya mendengar bahawa ada suami yang ingin menjadi kudus, lalu dia tidak mahu meniduri isterinya, sebab suaminya takut , bila dia berfikir mengenai hal seks, dia (suami akan berdosa) dan akhirnya hubungan menjadi renggang, bagaimana pendapat Romo tentang hal ini?

    Soalan ketiga:
    Selepas berkhawin, tiada rangsangan seks yang dapat dirasai oleh isterinya, tetapi dengan melihat filem-filem porno, barulah rangsangan isteri kuat dan mereka dapat melakukan hubungan pada akhirnya. Jadi, berdosakah mereka jika harus melihat filem porno terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seks. Mereka sudah berkhawin dan belum ada rangsangan apa2 dari pihak wanita (isterinya) dan kadang2 mengakhibatkan kesuraman pada perkhawinan.

    Soalan ketiga:
    Jika benar melihat filem porno adalah dibenarkan pada waktu itu (untuk tujuan merangsang isteri/suami yg suram dalam seks) , tidakkah mereka akan menjadi ketagih filem porno nanti? dan ketagih porno itu dosa kalau keterlaluan atau sedang2 saja? Saya katakan ini semasa di dalam perkhawinan…

    Soalan keempat: Adakah perkataan yang diucapkan itu kotor kalau suami isteri berbicara keduanya dalam bilik dan berbicara mengenai perkara yg kotor2.. (tapi mengarah kepada perkhawinan) baru ada rangsangan seks untuk bersetubuh.. kedua2nya… dan adakah ini dosa?

    Saya bertanya seperti ini sebab saya tidak faham…. apabila geraja mengajarkan jangan berfikir mengenainya tapi di dalam kursus perkhawinan, waduh!! segala macam keluar.. kotor pun jadi normal semuanya… saya tidak faham… Mohon tolong jelaskan ya Romo atau siapa2 saja yang dapat menjawab soalan saya. ini bukan persoalan utama, cuma soalan aja sih.

    • Shalom Brandon,

      Terima kasih atas sharingnya. Saya rasa, pada tahap ini kita setuju bahwa onani maupun masturbasi adalah berdosa. Katekismus Gereja Katolik (KGK) menuliskannya demikian:

      KGK 2352    Masturbasi adalah rangsangan alat-alat kelamin yang disengaja dengan tujuan membangkitkan kenikmatan seksual. “Baik Wewenang Mengajar Gereja dalam tradisinya yang tidak berubah maupun perasaan susila umat beriman telah tidak pernah meragukan, untuk mencap masturbasi sebagai satu tindakan yang sangat menyimpang”. “Penggunaan kemampuan seksual dengan sengaja, dengan alasan apa pun, yang dilakukan di luar hubungan suami isteri yang normal, bertentangan dengan hakikat tujuannya”.  Sebab di sini, kenikmatan seksual dicari di luar “hubungan seksual yang diatur oleh hukum moral/ kesusilaan dan yang di dalamnya dicapai arti sepenuhnya dari penyerahan diri secara timbal balik dan juga suatu pembuahan manusiawi di dalam cinta yang sejati”

      Perbuatan dosa, termasuk dosa onani – kalau telah menjadi kebiasaan, memang tidak mudah untuk dilepaskan. Silakan melihat tahapan dosa di artikel tentang pengakuan dosa bagian 1 – silakan klik. Untuk lepas dari dosa yang telah menjadi kebiasaan, maka kita perlu benar-benar meminta rahmat Tuhan sehingga kita memperoleh kekuatan untuk dapat berkata “tidak” terhadap dosa. Tentu saja rahmat Allah ini harus dibarengi niat kita untuk benar-benar berubah, termasuk dengan menjauhi tempat atau kesempatan berbuat dosa, membangun iman dengan doa, Firman dan Sakramen serta komunitas. Dan yang terpenting, janganlah menyerah kalau kita jatuh. Bangkitlah kembali dan cepat-cepatlah untuk mengaku dosa dalam Sakramen Tobat. Sakramen ini akan memberikan kita rahmat dalam perjuangan kita untuk hidup kudus. Sekarang mari kita melihat pertanyaan-pertanyaan yang anda ajukan:

      1. Onani, yang walaupun dalam konteks karena istri mengandung, tetaplah berdosa. Oleh karena itu, perlu didiskusikan dengan dokter, bagaimana agar hubungan suami istri tetap dilakukan, namun  dengan posisi yang tidak membahayakan bayi yang sedang dikandung.

      2. Kekudusan suami istri bukanlah identik dengan menjauhi kehidupan seks. Dalam kasus-kasus tertentu, kalau suami istri setuju untuk melakukannya demi kebaikan atau tujuan yang lebih tinggi tentu saja memungkinkan. Namun, hubungan seks sendiri adalah hubungan yang sakral, yang secara kodrat telah diberikan oleh Tuhan, sehingga manusia dapat memperoleh keturunan dan juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri satu sama lain, dengan cara yang sungguh dalam dan indah. Jadi, dalam konteks suami istri, kalau seorang suami istri tidak mau meniduri istrinya, sehingga menyebabkan hubungan suami istri menjadi renggang dan menjadi sumber perceraian, maka suami tersebut sebenarnya telah berdosa. Dapat dikatakan dalam kehidupan perkawinan, kehidupan seks untuk mendapatkan keturunan dan memperkuat tali perkawinan, membesarkan anak, membina keluarga yang baik dan bertanggung jawab serta memberikan pendidikan anak dengan baik adalah merupakan satu paket, yang tidak terpisahkan.

      3 & 4. Menurut saya, menonton film porno karena diperlukan oleh suami atau istri untuk melakukan hubungan suami istri, perlu diteliti dan dicermati lebih lanjut. Menonton film porno walaupun ditonton oleh suami istri adalah tetap berdosa, karena melawan kemurnian dan merendahkan hubungan seks yang sakral ke taraf, maaf ‘hewan’. Apakah ini hanya sebagai alasan saja? Atau karena terbiasa dengan metode ini, sehingga kalau tidak melakukan metode ini, maka sulit melakukan hubungan suami istri? Jadi, menjadi tantangan bagi pasangan tersebut untuk mendiskusikan hal ini secara terbuka, sehingga dapat dicari jalan keluar tanpa melakukan dosa. Kalau pembicaraan mengenai seks (bukan kata-kata kotor, karena seks di dalam perkawinan bukanlah kotor, namun sesuatu yang sakral) dapat memberikan kualitas dalam hubungan suami istri, maka hal tersebut dapat saja dilakukan, asal tetap menjaga kehormatan pasangan. Semoga jawaban ini dapat membantu.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  18. Eduardo Meyrianso Simanjuntak on

    Sejak SMP, saya telah beronani. Sejak itu saya mulai kecanduan. Hampir setiap hari saya lakukan. Saya menyadari itu adalah dosa. Namun saya slalu tergoda untuk melakukannya. Saya selalu berusaha untuk tidak melakukannya, saya selalu berdoa dan melakukan berbagai cara untuk menghindari hal itu namun selalu gagal. Sejak SMA saya mampu mengurangi frekuensinya, menjadi seminggu sekali.Tapi saya tetap saja merasa hampa, saya merasa berdosa. Saya mulai mampu untuk menahan godaan2 tapi sering kali saya jatuh karena hal sepele. Saya juga sering terpengaruh teman2 saya. Saya juga sering membaca buku buku rohani untuk memperdalam iman saya. Tapi saya tetap tergoda. Pernah suatu kali saya bermimpi Yesus datang kepada saya, mengulurkan tanganNya dan menarik saya. Sejak itu saya seperti mndpt kekuatan untuk tidak melakukan itu lagi. Tapi tetap saja saya jatuh lagi. Sering saya merasa Tuhan menarik saya,tapi saya selalu jatuh. Saya mohon bantuan untuk membimbing saya ke jalan yang benar
    Dari seorang pendosa

    • Shalom Eduardo,

      Terima kasih atas keterbukaan anda untuk menceritakan permasalahan seksualitas. Suatu dosa yang sering dilakukan akan menjadi kebiasaan dosa. Kebiasaan yang buruk ini seolah-olah mengakar di dalam jiwa dan kalau tidak diatasi, maka seseorang dapat menjadi budak dosa, sehingga akhirnya akan mendatangkan maut. Rasul Yakobus menuliskan “Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” (Yak 1:15) Dosa yang menjadi kebiasaan dapat memperbudak kita, sehingga kita seolah-olah tidak mempunyai kekuatan untuk mengatakan “tidak” terhadap dosa tersebut. Silakan melihat tahapan dosa di sini – silakan klik. Dibutuhkan rahmat Tuhan dan keinginan kuat dari kita untuk bekerja sama dengan rahmat Tuhan, sehingga kita dapat dibebaskan dari dosa tersebut.

      Langkah pertama adalah menyadari bahwa kita memang lemah dan berdosa. Namun, kesadaran ini harus dibarengi dengan kesadaran bahwa Tuhan adalah segalanya, karena Tuhan mampu membebaskan semua dosa. Dia telah mengorbankan Diri-Nya dan wafat di kayu salib untuk menebus dosa kita semua. Pengorbanan-Nya adalah sempurna dan mampu membebaskan kita dari belenggu dosa yang paling kuat sekalipun. Setelah kita menyadari hal itu, maka kita harus mempunyai kesabaran dalam perjuangan untuk mengalahkan dosa yang telah menjadi kebiasaan ini. Ini adalah sebuah proses, sampai pada akhirnya kita dapat terbebas.

      Retret juga dapat membantu anda untuk mengatasi dosa ini. Namun, yang akhirnya harus anda lakukan – baik dengan atau tanpa retret – adalah senantiasa bertekun dalam doa pribadi, mempunyai komunitas sehingga anda dapat bertumbuh secara spiritual, bertekun dalam Firman Tuhan dan tentu saja berpartisipasi secara teratur dalam Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat. Usahakan agar anda dapat mengikuti perayaan Ekaristi bukan hanya pada hari Minggu, namun juga pada hari-hari biasa. Kemudian, anda juga harus mempunyai keteraturan dalam mengaku dosa (misal: satu bulan sekali) dan kalau memungkinkan dengan pastor yang sama, sehingga pastor tersebut dapat membimbing anda dengan lebih baik.

      Hal yang perlu anda lakukan adalah menjauhi kesempatan berbuat dosa. Jadi, kalau sebagian teman anda dapat membawa anda kepada kebiasaan buruk, maka jauhilah teman-teman tersebut. Nanti, kalau suatu saat anda mempunyai pondasi yang kuat dalam iman, maka anda dapat membawa teman-teman anda ke jalan yang benar. Namun, untuk sementara, jauhilah tempat-tempat, teman-teman, mengakses internet sendirian, jangan melihat majalah-majalah yang sedikit maupun sungguh vulgar, atau hal-hal sepele lain yang dapat membuat anda jatuh ke dalam dosa. Karena kita menyadari bahwa kita lemah, maka sudah selayaknya, kalau kita menjauh dari semua hal yang dapat membuat kita jatuh lagi.

      Kemudian, jangan juga hanya terfokus pada dosa anda. Lihatlah juga kebaikan Tuhan dan belas kasihnya, yang meskipun kita telah jatuh ke dalam dosa berulang-ulang, namun Dia tetap mau mengampuni kita. Fokuslah pada pengembangan kebajikan, sebagai contoh bagaimana mengembangkan kebajikan penguasaan diri dan juga minta karunia kemurniaan. Yakinlah, kalau anda menjalankan semuanya ini: mempunyai kerendahan hati, sabar dalam menanggung segala sesuatu, mempunyai komunitas, terus bertekun dalam doa dan Firman Tuhan, berpartisipasi secara teratur dalam Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat, berfokus juga pada pengembangan kebajikan dan meminta karunia kemurnian, serta menjauhi kesempatan berbuat dosa, maka tanpa anda sadari, suatu saat dosa yang telah menjadi kebiasaan tersebut akan tercabut sampai keakar-akarnya. Namun, kita juga diminta untuk terus waspada dan terus berakar dan bergantung pada Tuhan. Selamat berjuang dalam kekudusan.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

Add Comment Register



Leave A Reply