Dosa menghujat Roh Kudus – dosa yang tak terampuni

103

Pertanyaan:

Yth Katolisitas,

Saya ingin bertanya tentang Dosa menghujat Roh Kudus, bagaimana jika seseorang menghujat Allah atau Yesus Kristus, Putra-Nya apakah juga takkan terampuni seperti halnya menghujat Roh Kudus?

Demikian pertanyaan dari saya, terima kasih
Tuhan memberkati -Chris

Jawaban:

Shalom Chris,
Terima kasih atas pertanyaannya. Saya pernah menjawab pertanyaan sehubungan dengan dosa menghujat Roh Kudus disini (silakan klik), dimana saya mengatakan:
I. Dosa Menghujat Roh Kudus:
1) Di dalam Katekismus Gereja Katolik 1864 dikatakan “Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus”, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, tetapi bersalah karena berbuat dosa kekal” (Mrk 3:29). Kerahiman Allah tidak mengenal batas; tetapi siapa yang dengan sengaja tidak bersedia menerima kerahiman Allah melalui penyesalan, ia menolak pengampunan dosa-dosanya dan keselamatan yang ditawarkan oleh Roh Kudus. Ketegaran hati semacam itu dapat menyebabkan sikap yang tidak bersedia bertobat sampai pada saat kematian dan dapat menyebabkan kemusnahan abadi.
2) Jadi secara prinsip dosa adalah suatu kesalahan yang membuat manusia membelok dari tujuan akhir, yaitu persatuan dengan Tuhan. Semakin parah suatu dosa, maka pembelokannya terhadap tujuan akhir akan semakin besar. Dan dosa menghujat Roh Kudus, adalah suatu pembelokan yang benar-benar bertentangan dengan tujuan akhir. Hal ini dapat juga dimanifestasikan dengan keputus-asaan dan tidak mempunyai sikap untuk sampai pada tujuan akhir.
3) Perwujudan dari dosa ini adalah keputusasaan karena meragukan kasih Allah (despair) dan juga anggapan yang salah tentang keadilan Allah (sin of presumption). Dua hal ini adalah akibat dari kesalahan menilai hakekat Allah. Keputus-asaan melawan kebijaksanaan ilahi harapan (hope), di mana harapan ini diperlukan untuk percaya akan janji Allah tentang kehidupan kekal di surga. Keputus-asaan sebenarnya memberikan tuduhan yang tidak benar akan Allah yang sebenarnya maha pengampun dan maha kasih. Dengan demikian seseorang yang berputus asa akan menganggap dosanya lebih besar dari kasih Allah. Oleh karena itu, orang ini dapat melakukan apa saja yang melawan Allah, dengan anggapan bahwa dia tidak mungkin mendapatkan kasih Allah.
Di sisi yang lain, anggapan yang salah tentang keadilan Allah (sin of presumption) adalah dosa yang melawan Roh Kudus, yang bertolak belakang dengan dosa keputus-asaan. Presumption percaya akan janji Allah tentang Surga, namun menyalahi Allah yang sebenarnya Maha Adil, sehingga orang ini berfikir dapat mencapai surga dengan caranya sendiri tanpa mempedulikan bahwa Allah menghendaki pertobatan dan bahwa ada konsekuensi dari dosa/ kesalahan yang diperbuat olehnya. Orang macam ini menempatkan anggapan sendiri lebih tinggi dari pada hukum Tuhan. Dia juga berfikir bahwa dia dapat terlepas dari hukuman Tuhan walaupun dia berdosa. Oleh karena itu, pertobatan yang membawa kepada kebahagiaan kekal, menjadi suatu yang sulit sekali dilakukan, sebab orang ini tidak melihat bahwa pertobatan itu diperlukan. Dan akhirnya orang ini juga dapat terjebak untuk tidak mengakui adanya hukum moral dan kebenaran yang bersumber dari Tuhan. Oleh karena itu orang ini sulit diselamatkan, karena menolak kebenaran berarti menolak Tuhan, sumber dari kebenaran atau kebenaran itu sendiri.
II. Bagaimana dengan dosa menghujat Allah Putera dan Allah Bapa?
1) Dalam konteks perikop tersebut (Mt 12:22-37), dikatakan bahwa Yesus telah begitu banyak menyembuhkan orang, yang tidak mungkin dapat dilakukan tanpa kuasa Allah. Walaupun dengan bukti-bukti tersebut dan ditambah dengan begitu banyak orang yang mengatakan bahwa “Yesus adalah anak Daud (yang berkonotasi Sang Mesias)” (Mt 12:23), kaum farisi masih tetap tidak percaya. Dari perikop tersebut, kita melihat bahwa Yesus mengusir setan, menyembuhkan yang buta dan bisu, seperti yang diceritakan demikian, “Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.” (Mt 12:22). Seharusnya, sebagai seorang farisi, mereka tahu akan nubuat nabi Yesaya, “Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara.“(Is 35:5-6). Namun bukannya percaya atau minimal mempelajari hal ini, mereka dengan serta merta mereka berkata “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.” (Mt 12:24). Dalam konteks inilah Yesus mengatakan bahwa “Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.” (Mt 12:31).

Kalau mereka masih meragukan kehadiran Mesias dalam rupa manusia, mungkin mereka masih dapat dimaafkan (lihat Catena Aurea, komentar dari Santo John Chrysostom pada Mt 12:31-32). Rasul Paulus mengatakan “bahwa tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan” (1 Kor 1:23). Namun pada saat mereka menghujat karya Allah, Roh Kristus yang sebenarnya terbentang di hadapan mereka – seperti pengajaran dan banyak mukjijat – kemudian mengatakan bahwa semua itu adalah dari Setan, mereka telah mengeraskan hati mereka dan secara jelas menolak Allah, yang telah berbicara kepada bangsa Yahudi lewat para nabi.
2) Kalau begitu apakah dosa terhadap Allah Putera dan Allah Bapa dapat diampuni?
Dosa pada dasarnya adalah melawan Allah, dan tidak dapat dipisahkan antara dosa melawan Allah Bapa, Putera, Roh Kudus, karena tiga Pribadi tersebut adalah Allah yang satu. Namun bagaimana menjawab ayat Mt 12:31, yang seolah-olah menempatkan Roh Kudus lebih tinggi dari pribadi yang lain, sehingga dosa terhadap Roh Kudus tidak dapat diampuni dan dosa terhadap yang lain dapat diampuni. Kita dapat meninjaunya dari sisi “appropriation“, dimana hal ini digunakan untuk membedakan tiga Pribadi dalam Tritunggal Maha Kudus, seperti yang diterangkan oleh St. Thomas Aquinas, ST, I, q. 39, a. 7.
Tentang Roh Kudus yang dijanjikan, Yesus berkata “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.” (Yoh 16:8). Oleh karena itu, tugas utama Roh Kudus adalah ‘menginsafkan’ manusia dari dosanya. Jika manusia tidak mau insaf, maka ia berdosa melawan Roh Kudus. Maka adalah benar, kalau seseorang menolak Roh Kudus, berarti ia menolak kebenaran dan menolak kasih Allah, serta menolak pengampunan dari Allah, maka tidak mungkin diampuni baik di kehidupan sekarang maupun yang akan datang.
Demikianlah penjelasan singkat tentang “dosa menghujat Roh Kudus”.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Share.

About Author

Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

103 Comments

  1. Saya seorang Katolik ingin menanyakan kepada dosa Hujat. Saya pernah membaca sebuah tulisan yang dengan seenaknya ditulis oleh kawan protestan tentang Bunda Maria yg sangat tidak berkenan. Jika ada yang menghina, menyerang dan melecehkan Bunda Maria dan para kudus dengan sengaja apakah dapat kita katakan sebagai bentuk hujatan kepada TUHAN juga? Sebab saya bagi saya ejekan serius terhadap Bunda Maria, para kudus, ataupun orang-orang yang dikonsekrasikan bagi Tuhan adalah juga hujat sebab Tuhan-lah yang secara tidak langsung diserang. Bukankah dalam sebuah kerajaan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa jika seorang utusan Raja dilecehkan maka seringkali pelecehan tersebut dianggap ditujukan kepada Sang Raja itu sendiri.

    Apakah pendapat saya ini benar?

    Salam Kasih

    • Shalom Timotius,

      Pada umumnya, tidak ada orang yang berkenan, jika ibunya atau bapanya dilecehkan orang lain. Maka, kita dapat membayangkan bahwa Yesus mungkin juga tidak berkenan jika ibu-Nya dilecehkan ataupun dihina. Namun ada kalanya orang menghina Bunda Maria, karena ketidaktahuannya bahwa hal ini tidak berkenan di hadapan Tuhan, atau orang itu hanya meneruskan saja pengajaran yang diterimanya dari para pendahulunya. Nah, biarkanlah kita serahkan kepada Tuhan, yang memahami isi hati setiap orang untuk menilai tentang hal ini.

      Kristus pernah bersabda kepada para murid-Nya demikian, “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.” (Luk 10:16) Bayangkan, kalau Yesus berkata bahwa jika orang menolak murid-Nya saja, itu sama dengan menolak Yesus dan menolak Bapa; apakah yang akan dikatakan Yesus, jika orang itu menolak ibu-Nya? Nampaknya logika Anda benar, bahwa jika orang menolak utusan raja, maka sebenarnya yang ditolak adalah rajanya sendiri. Namun marilah jangan terlalu cepat menghakimi, sebab kita tidak mengetahui secara persis apakah penyebabnya sehingga orang tersebut menolak (ataupun mengejek) Bunda Maria dan para orang kudus. Kemungkinan itu dilakukan karena mereka takut atau curiga, bahwa dengan menghormati Bunda Maria dan para orang kudus itu, maka itu akan mengurangi penghormatan kepada Yesus. Ini tentu keliru, sebab kita umat Katolik tidak pernah mensejajarkan penghormatan kepada orang kudus, dengan penghormatan kepada Tuhan Yesus. Tentang topik ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik dan klik di sini.

      Nah, maka dasar penghormatan kita kepada Bunda Maria adalah karena Kristus telah menghormatinya terlebih dahulu, dengan memilihnya untuk menjadi ibu-Nya; dan bahwa Yesus telah memberikan Bunda Maria untuk menjadi ibu kita (Yoh 19:26-27). Kita ini hanya mengikuti teladan Yesus, untuk menghormati ibu-Nya. Bahwa saudara-saudari kita yang non-Katolik tidak memiliki penghayatan yang sama, tidak perlu menyurutkan semangat kita untuk tetap mengikuti teladan Yesus dan berdoa bagi mereka yang demikian menentang ajaran ini. Semoga dengan cara-Nya sendiri dan dalam waktu-Nya sendiri, Tuhan Yesus menyatakan kehendak-Nya kepada mereka yang berpandangan negatif terhadap Bunda Maria dan para orang kudus-Nya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,Ingrid Listiati- katolisitas.org

  2. Salam dalam Kasih Kristus

    kepada tim katolisitas,sy mau bertanya apakah:
    1.Dosa sakralegi,apa conto nya dlm kehidupa sehari”?
    2.Profanasi?conto nya?

    Trima Kasi
    Berkah Dalem

    • Shalom Michael,

      Sakrilegi, menurut pengertian umum adalah ‘the violation or injurious treatment of a sacred object‘, atau pelanggaran ataupun perlakuan yang tidak senonoh untuk suatu benda yang sakral. Contohnya misalnya jika orang tidak memperlakukan hosti yang sudah dikonsekrasi dengan tidak semestinya.

      Profanasi, adalah tindakan yang menunjukkan sikap ‘irreverence or contempt for God or sacred principles or things, not devoted to holy or religious purposes‘, atau kurang hormatnya kepada Tuhan atau benda-benda/ prinsip yang sakral, tidak menghargai maksud yang suci atau religius. Contohnya adalah menyanyikan lagu-lagu sekular dalam perayaan Ekaristi Kudus, atau menyambut Komuni kudus dengan cara yang tidak mencerminkan iman akan kehadiran Kristus dalam Ekaristi kudus tersebut.

      Kedua tindakan ini memang memiliki kemiripan dan keduanya adalah dosa berat, jika dilakukan dengan sengaja dan dengan pengetahuan yang penuh. Namun, jika seseorang sungguh menghormati dan mengasihi Tuhan, maka sepertinya kedua hal ini tidak akan dilakukannya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

       

      • Trima kasi bu inggrid atas penjelasan nya,
        Lalu apa kah,semisal ketika kita tidak sengaja menerima haosti dengan tangan,dan ada remahan nya yg jatuh(dlm hal ini remahan sangat kecil dan kita tidak tahu)itu termasuk dosa sakralegi?
        apa dosa sakralegi dn profanasi tsb hanya bisa d ampuni oleh tahta suci vatikan saja?apa kah tidak bisa dengan menerima Sak.Tobat?mohon penjelasannya,
        Berkah Dalem

        • Shalom Michael,

          Dosa sakrilegi dan profanasi merupakan pelanggaran perintah Tuhan yang pertama dalam ke-10 perintah Allah, dan karena itu merupakan dosa yang serius. Namun baru dapat dikatakan dosa berat, jika yang melakukannya mengetahuinya bahwa itu dosa berat, dengan sadar tetap melakukannya, meskipun ia tahu bahwa itu dosa.

          Selanjutnya Katekismus dan Kitab Hukum Kanonik mengajarkan:

          KGK 2118    Perintah Allah yang pertama mencela dosa-dosa melawan penyembahan Allah. Termasuk dalamnya pada tempat pertama: mencobai Allah dengan perkataan dan perbuatan, sakrilegi dan simoni.

          KGK 2120    Sakrilegi dilakukan seorang yang menajiskan atau tidak menghormati Sakramen-sakramen atau tindakan liturgi yang lain, pribadi, benda, atau tempat yang telah ditahbiskan kepada Allah. Sakrilegi itu lalu merupakan dosa berat khusus, apabila itu ditujukan kepada Ekaristi, karena di dalam Sakramen ini, Tubuh Kristus hadir secara substansial (Bdk. KHK, kann. 1367; 1376).

          KHK kan. 1367

          Yang membuang hosti suci atau membawa maupun menyimpannya untuk tujuan sakrilegi, terkena ekskomunikasi latae sententiae yang direservasi bagi Takhta Apostolik; seorang klerikus, selain itu, dapat dihukum dengan hukuman lain, tak terkecuali dikeluarkan dari status klerikal.

          KHK Kan 1376

          Yang memprofanasi suatu benda suci, baik benda bergerak maupun tak bergerak, hendaknya dihukum dengan hukuman yang adil.

          KGK 2139    Mencobai Allah dalam perkataan atau perbuatan, sakrilegi dan simoni adalah dosa-dosa melawan penghormatan kepada Allah, yang dilarang oleh perintah pertama.

          Maka sakrilegi yang berkaitan dengan Ekaristi (seperti membuangnya atau memperlakukannya dengan tidak semestinya) itulah yang mempunyai konsekuensi ekskomunikasi otomatis pada saat dilakukan pelanggaran hukum tersebut (ekskomunikasi latae sententiae) dan pengampunan dosa ini hanya dapat dilakukan oleh Takhta Apostolik. Sedangkan tindakan profanasi dan sakrilegi lainnya (misalnya tidak menghormati sakramen-sakramen lainnya/ atau pribadi/ benda/ tempat yang sudah ditahbiskan kepada Allah) dapat diakui dalam sakramen Pengakuan Dosa di hadapan imam.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          Ingrid Listiati- katolisitas.org

          • Salam dalam Kasih Kristus

            Trima kasi bu inggrid atas penjelasan nya,sungguh suatu yang sgt b’arti buat p’embangan iman,
            Berkah Dalem

  3. Salam kasih… saya seorang isteri dan ibu kepada 4 org anak. saya aktif dlm pelayanan gereja namun suami dan anak-anak saya tidak berminat dengan pelayanan saya. suami saya mengalami amputasi pada kaki kiri dan memang mengalami sedikit kesukaran untuk bergerak bebas. yang membuatkan saya kecewa, sikap suami saya tidak mahu menghadiri misa kudus. macam-macam alasan yg tidak relevan. anak-anak pun ikutan x mahu ke gereja. saya malu kerana setiap minggu hanya saya sendirian di bangku gereja. saya mengajak mereka tapi saya tidak akan memaksa kerana semakin dipaksa makin keras hati mereka… saya ada mencadangkan agar suami meminta pelayanan sakramen ekaristi di rumah tpi dia menolak dgn alasan nanti orang lain cakap2 dapat jalan liburan tapi sakramen minta di rumah.. apakah suami saya sudah menghujat Roh Kudus…? apakah saya juga bersalah kerana membiarkan dia begitu saja.

    • Shalom Florence,

      Saya tidak tahu, apakah Anda sudah pernah bicara dari hati ke hati dengan suami Anda untuk menanyakan, apakah sebenarnya alasannya tidak mau menghadiri Misa Kudus. (Jika belum dilakukan, silakan Anda membicarakannya dengan suami Anda). Mungkin saja suami Anda malu atau enggan, tapi setidaknya Anda mengetahui apakah alasannya. Bawalah semua keinginan Anda ini untuk membawa suami dan anak-anak lebih dekat kepada Tuhan, dalam doa-doa Anda setiap hari, melalui Novena ataupun perayaan Ekaristi yang Anda ikuti setiap hari. Bukannya tidak mungkin ini adalah cara Tuhan menguduskan Anda, dan menjadikan Anda sebagai tiang doa (pendoa syafaat) bagi keluarga Anda. Jika Anda aktif di paroki Anda, Anda juga dapat mengusahakan agar sesekali ada anggota sesama bapak-bapak dalam komunitas gerejawi, agar berkunjung ke rumah Anda untuk menjalin persahabatan dengan suami Anda. Semoga dengan adanya ajakan dari teman dalam komunitas gerejawi, suami Anda dapat tergerak hatinya untuk bergabung dengan komunitas gerejawi dan akhirnya mau mengikuti Misa Kudus.

      Ada banyak kemungkinan alasan, mengapa suami Anda urung mengikuti Misa Kudus. Namun janganlah terlalu cepat menyangka bahwa ia sudah menghujat Roh Kudus. Saat-saat sulit dalam keadaan sakit ataupun cacat memang dapat membuat seseorang menjadi sensitif dan justru dalam keadaan seperti ini, dukungan dan penghiburan dari orang-orang terdekatnya sangatlah dibutuhkan. Dalam keadaan seperti ini, ia membutuhkan kehadiran Anda sebagai istri di dekatnya, untuk menumbuhkan iman dan pengharapannya akan penyertaan Tuhan. Ada baiknya Anda mengatur waktu Anda agar tidak terlalu aktif di gereja, sementara anggota keluarga Anda sendiri sesungguhnya membutuhkan kehadiran Anda di rumah. Sebab bukannya tidak mungkin, jika Anda memberikan perhatian dan waktu yang berkualitas bagi anggota keluarga Anda, maka mereka malah terdorong untuk pergi bersama Anda ke gereja mengikuti Misa Kudus.

      Semoga Tuhan memberikan karunia kebijaksanaan bagi Anda untuk mengatur kegiatan Anda sehari-hari dengan seimbang, seturut dengan kehendak-Nya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

       

  4. Yophi Hudjantara on

    Salam sejahtera Pak Stef dan Bu Inggrid yang terkasih….

    Mau bertanya bagaimana dengan orang yang meninggalkan Kristus (semula beragama katolik)dan akirnya masuk dalam agama lain (tanpa Kristus) setelah melalui proses yang sangat panjang akibat pasang surutnya kehidupan yang dialami. HAl ini dialami oleh kawan saya yang akirnya katanya menemukan kedamaian setelah memeluk agama tersebut dimana menurutnya banyak petunjuk yang jelas dalam menjalakan kehidupannya. Apakah kawan saya tersebut termasuk yang menolak Roh Kudus yang pernah dimilikinya sebelumnya.

    Terimakasih

    NT. Yophi Hudjantara

    • Shalom Yophi,

      Terima kasih atas pertanyaannya. Apa yang dialami kawan Anda mungkin juga dialami oleh beberapa orang Katolik. Yang perlu diselidiki adalah apakah teman Anda sungguh-sungguh pindah agama karena dia telah mencari dengan sungguh-sungguh – dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan – tentang kebenaran iman Katolik? Kalau kepindahannya bukan disebabkan oleh pencarian yang sungguh-sungguh, namun lebih didominasi oleh kepentingan pribadi – mendapatkan suami / istri, mendapatkan pekerjaan, menghindari permasalahan – maka sesungguhnya dia telah membahayakan keselamatan kekal bagi dirinya. Dalam dokumen Vatikan II – Lumen Gentium 16 dituliskan sebagai berikut:

      Maka terutama kepada umat beriman Katoliklah Konsili suci mengarahkan perhatiannya. Berdasarkan Kitab suci dan Tradisi, Konsili mengajarkan bahwa Gereja yang sedang mengembara ini perlu untuk keselamatan. Sebab hanya satulah Pengantara dan jalan keselamatan, yakni Kristus. Ia hadir bagi kita dalam tubuh-Nya, yakni Gereja. Dengan jelas-jelas menegaskan perlunya iman dan baptis (lih. Mrk 16:16; Yoh 3:5). Kristus sekaligus menegaskan perlunya Gereja, yang dimasuki orang-orang melalui baptis bagaikan pintunya. Maka dari itu andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja Katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan.

      Dimasukkan sepenuhnya ke dalam sertifikat Gereja, mereka, yang mempunyai Roh Kristus, menerima baik seluruh tata-susunan Gereja serta semua upaya keselamatan yang diadakan di dalamnya, dan dalam himpunannya yang kelihatan digabungkan dengan Kristus yang membimbingnya melalui Imam Agung dan para uskup, dengan ikatan-ikatan ini, yakni: pengakuan iman, sakramen-sakramen dan kepemimpinan gerejani serta persekutuan. Tetapi tidak diselamatkan orang, yang meskipun termasuk anggota Gereja namun tidak bertambah dalm cinta-kasih; jadi yang “dengan badan” memang berada dalam pangkuan Gereja, melainkan tidak “dengan hatinya”[26]. Pun hendaklah semua putera Gereja menyadari, bahwa mereka menikmati keadaan yang istimewa itu bukan karena jasa-jasa mereka sendiri, melainkan berkat rahmat Kristus yang istimewa pula. Dan bila mereka tidak menanggapi rahmat itu dengan pikiran, perkataan dan perbuatan, mereka bukan saja tidak diselamatkan, malahan akan diadili lebih keras[27].

      Para calon babtis, yang karena dorongan Roh Kudus dengan jelas meminta supaya dimasukkan kedalam Gereja, karena kemauan itu sendiri sudah tergabung padanya. Bunda Gereja sudah memeluk mereka sebagai putera-puteranya dengan cinta kasih dan perhatiannya.

      Jadi, kalau teman Anda mengetahui bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang didirikan oleh Kristus, namun tetap meninggalkannya, maka sesungguhnya dia memang telah menolak kebenaran. Kalau hal ini diteruskan sampai akhir hidupnya, maka hal ini sama dengan dosa menghujat Roh Kudus. Pada akhirnya, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, sama seperti semua orang harus memberikan pertanggungjawaban di kehidupan mendatang. Namun, Allah juga berbelas kasih, sehingga menjadi tugas kita untuk turut mendoakannya, sehingga suatu saat dia juga dapat menyadari dan kemudian kembali kepada Gereja Katolik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  5. Ayoo kita menyatakan solidaritas sesama umat kristen dan mengutuk keras kejadian pengeboman gereja di Pakistan yg baru-baru ini terjadi, ratusan umat kristen tak bersalah tewas diterjang bom….itu perbuatan biadab yg dilakukan oleh kelompok yg mengatas namakan agamanya…Mari kita galang persaudaraan dan rasa solidaritas kita sesama umat kristen…kalau bukan kita siapa lagi

    [Dari Katolisitas: Nampaknya yang lebih efektif adalah menunjukkan solidaritas dengan mendoakan sesama kita, daripada aksi-aksi demo dan sejenisnya. Untuk selanjutnya mari kita dalam kapasitas kita masing-masing berusaha melakukan dialog atas dasar kasih dengan mereka yang tidak seiman dengan kita.]

  6. Salam hormat
    Sy seorang katolik.
    Sy ingin bertanya.

    1.Apakah orang2 Farisi yg menghujat Roh Kudus tsb tidak akan diampuni selamanya bahkan jika mereka kemudian bertobat?
    (Apakah orang yg PERNAH menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni jika kemudian mereka bertobat?)

    2.Bgmn dgn orang2 yg mengatakan dan yakin bahwa iman Kristen mengenai Allah Tritunggal itu tidak benar dan sesat? Dgn kata lain, selain menghujat Allah Bapa dan Putra, mereka menghujat Roh Kudus yg terlibat di dalamnya?

    Semoga Tuhan memberkati pengurus2 Katolisitas dgn semangat dan hikmat :)

    • Shalom Tyo,

      1. Orang yang sudah bertobat, artinya ia tidak menghujat Roh Kudus. Sebab hakekat dari ‘menghujat Roh Kudus’ adalah orang yang menolak pertobatan, entah karena tidak percaya bahwa Tuhan dapat mengampuni dosanya yang begitu besar, atau sebaliknya, merasa sudah menjadi orang yang sedemikian baik/ sempurna, sehingga tidak perlu bertobat lagi, dan tidak percaya kepada Tuhan yang berkehendak untuk mengampuni dosa manusia (ini yang terjadi pada orang-orang Farisi). Nah, maka jika orang Farisi itu bertobat, artinya ia tidak lagi termasuk dalam dua kriteria ‘menghujat Roh Kudus’. Silakan membaca kembali uraian di atas tentang dosa menghujat Roh Kudus.

      2. Orang yang menolak Allah Tritunggal, belum tentu otomatis menghujat Roh Kudus. Sebab masih terdapat kemungkinan ia melakukan hal itu karena ketidaktahuannya yang tidak terhindari (invincible ignorance), dan karena itu ia tidak dapat dikatakan ‘menghujat Roh Kudus’. Silakan membaca beberapa artikel terkait dengan topik ini:

      Invincible ignorance dalam zaman ini
      Apakah yang diselamatkan hanya orang Katolik saja dan yang lain masuk neraka?
      Apakah arti EENS

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  7. hingga saat ini hampir setahun saya mengalami masalah dan saat saya berdoa memohon bantuan,Tuhan seakan sama sekali tidak perduli hingga saya cape,kecewa,frustasi,marah,bingung, saya merasa Tuhan benar2 tidak adil apa karna saya belum babtis jadi Tuhan tidak bersedia membantu.Dalam bekerja saya selalu jujur tapi yang ada saya malah hancur,dalam percintaan saya tidak pernah mempermainkan tetapi malah dipermainkan akhirnya saya tidak mau berdoa lagi,tetapi beberapa bulan saya tidak berdoa perasaan jadi kacau ada kerinduan untuk berdoa dan merasakan kedamaian jadi saya mulai berdoa kembali dan minta ampun tapi disatu sisi saya malu juga dosa saya sangat banyak sebentar2 minta ampun sebentar2 kecewa lagi terhadap Tuhan saya merasa bertobat tapi tidak serius walau begitu saya tetap berdoa tidak tau saya merasa putus asa ataukah pasrah saya berdoa bapa kami dan salam maria saja tidak ada doa permohonan maupun percakapan dengan Tuhan seperti sebelum2nya,saya belum babtis mengenal katholik dari sekolah,beberapa bulan yang lalu saya pernah meminta ke pastor untuk babtis pastor siap membantu sudah 3 kali saya mengutarakan niat ke pastor di bulan2 yang berbeda tapi selalu saja saya mengingkarinya saya merasa malu karna dosa saya bertambah banyak saja apakah masih bisa diampuni?dan bagaimana supaya saya merasa tenang karna dosa saya sudah diampuni?

    • Shalom Abc,

      Jika kita sedang menghadapi masalah, memang seringnya perhatian kita terarah kepada diri kita sendiri, sehingga kita dapat merasa sepertinya Tuhan meninggalkan kita. Tetapi sejujurnya pandangan ini keliru. Sebab sebaliknya, Tuhan justru menopang kita, di saat-saat yang sulit itu. Namun untuk melihat dan mengalami hal itu, kita perlu mengubah fokus perhatian kita. Janganlah terarah kepada diri kita sendiri, tetapi kepada Tuhan. Dengan mata hati tertuju kepada Tuhan, kita dapat melihat penyertaan tangan Tuhan, yang tetap memelihara kita dalam keadaan yang sulit itu. Kita akan dimampukan Allah untuk melihat berkat-berkat-Nya yang terus mengalir setiap hari yang memampukan kita menghadapi berbagai ujian hidup.

      Maka, jika saya boleh menyarankan, janganlah Anda hanya memusatkan perhatian kepada masalah Anda, entah itu masalah percintaan ataupun pekerjaan, tetapi juga kepada pemeliharaan Tuhan atas Anda sampai saat ini. Apakah itu berkat kesehatan, rejeki setiap hari sehingga Anda dapat makan tanpa kesulitan, keluarga yang mendampingi, rumah tempat Anda boleh berteduh, bekal pendidikan dan kepandaian ataupun bakat dan kemampuan Anda untuk berkarya, dsb. Jangan sampai berkat-berkat yang begitu besar ini Anda lewatkan saja tanpa Anda syukuri. Jangan sampai kita menjadi orang yang kurang berterima kasih, bersikap ‘take it for granted‘ terhadap berkat-berkat Tuhan, seolah Tuhan berhutang pada kita kalau tidak memberikan semua itu kepada kita. Padahal sebaliknya kita yang berhutang kepada Tuhan, karena segala dosa dan kesalahan kita.

      Dalam kesulitan memang kita mempunyai pilihan, entah mau menghadapinya sendiri atau menghadapinya bersama Tuhan. Dapat saja orang memilih untuk menghadapinya sendiri, tanpa minta pertolongan Tuhan, namun resikonya adalah tidak kuat dan tambah putus asa. Sedangkan jika dihadapi bersama Tuhan, Tuhan dapat mengubah segala kesulitan itu menjadi berkat yang mendatangkan kebaikan bagi kita, jika kita mengasihi Dia (Rom 8:28). Maka pilihan ada di tangan Anda. Kalau Anda terpanggil untuk menjadi Katolik, sebagai tanggapan Anda atas kasih Tuhan, silakan diwujudkan. Hubungilah imam paroki Anda, dan buatlah suatu niat yang kuat dalam diri Anda sehingga Anda dapat mengikuti proses katekumen, sampai Anda dibaptis.

      Allah itu Maha kasih dan pengampun. Ia tidak pernah menolak setiap orang yang datang kepada-Nya dengan pertobatan yang sejati. Maka janganlah meragukan pengampunan Tuhan. Jika Anda datang kepada-Nya dengan hati yang tulus, percayalah bahwa Tuhan akan menerima Anda sebagaimana Ia menerima kembali sang Anak yang Hilang (lih. Luk 15: 11:32).

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  8. Salam dalam kasih Kristus,

    Halo pak stef,bu inggrid dn para p’bimbing katolisitas
    Sy mau tanya sesuatu ttg kitab Kejadian,critanya siang td saat d kantor sy sempet m’uping (heheheheh) tmn’ kristen d kntor sy yg sdang b’bincang dn m’pertanyakan ttg saat’ penciptaan Allah menciptakan Cakrawala,mengapa tidak ada kata’ Allah melihat bahwa semua nya itu baik.?
    Lalu tmn sy itu mulai berargumen bahwa cakrawala itu adl tmp kerjaan setan(aneh mnrt sy)dn mulai dng yakin layak nya para org’ protestan lain yg senang menduga” ttg KS,m’hub.kan nya dng surat paulus(namun sy tidak tau pasti,krn mmg mereka tidak mnyebut dng pasti dr kitab mn ayat brp)

    Lalu mereka jg berdebat ttg pada saat Yesus m’ampuni wanita yg ketahuan berbuat zinah(Yoh.8:1-11)mereka mnerka” apa yg d tulis Yesus ketika itu,sbnernya apa yg d tulis Yesus pd saat itu,mnrt magisterium Gereja Katolik?

    Trima Kasih

    Berkah Dalem

    • Shalom Michael,

      Dalam Kitab Kejadian 1:8 dituliskan “Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.” Memang pada hari kedua ini tidak dituliskan “Allah melihat semuanya baik”, seperti pada ayat lain, yaitu: 10,12,18,21,25,31. Namun, kita tidak dapat menyimpulkan bahwa kalau Allah tidak mengatakan bahwa itu adalah baik, maka itu berarti tidak baik. Dengan kata lain, kita hanya dapat menyimpulkan bahwa semua yang diciptakan Allah adalah baik adanya. Dengan demikian, kita tidak perlu menghubungkan cakrawala dengan dengan tempat kerjaan setan dan terjebak pada pengertian yang salah. Dalam kisah penciptaan, kita belajar bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Dan semua yang diciptakan Tuhan adalah baik adanya, terutama adalah manusia – yang diciptakan menurut gambar Allah.

      Kemudian, tentang Yesus menulis di tanah, tidak akan pernah ada seorangpun yang tahu akan apa yang sebenarnya ditulis oleh Yesus. Kalau kita tidak tahu dan tidak mungkin tahu, maka percuma kita mereka-reka, karena malah dapat salah. Dan tentu saja, Magisterium Gereja tidak menuliskan apapun tentang hal ini. Kita percaya bahwa apa yang diperlukan untuk keselamatan kita, telah disampaikan oleh Kristus secara lengkap kepada kita.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,stef – katolisitas.org

      • Trima kasi pak steff atas pnjelasan nya

        Pak sy mau bertanya lg tp mgkn d luar kontek tema ini

        “Bagaimana gereja memandang seorang atlit pertarungan bebas(macam UFC,Pride)apakah d perbolehkan?mmg sbg olahraga cabang tsb tbilang ekstrim,krn tdk jarang kontestan nya smpe berdarah”

        Lalu sy jg mau bertanya interpretasi injil hri minggu 22’sept dr injil Lukas 16:1-13 mnrt ajaran gereja?apakah mamon bisa d artikan harta duniawi?

        • Shalom Michael,

          Prinsipnya, harus dilihat apakah cabang olah raga tersebut secara umum beresiko besar mengakibatkan kematian atau tidak. Jika secara umum dari hasil pertandingan salah satu dari orang yang bertarung pasti meninggal dunia, maka ada yang tidak dapat dibenarkan secara moral di sini. Tetapi jika tidak demikian, yaitu bahwa pertarungan itu memang keras, namun ada peraturannya untuk menghindari resiko yang membahayakan bagi petarung, maka pertarungan tersebut dapat dibenarkan secara moral. Ini seperti cabang oleh raga tinju, gulat, anggar dst, yang memang beresiko, namun tidak secara langsung dimaksudkan untuk membunuh orang yang bertarung.

          Katekismus mengajarkan:

          KGK 2269    Perintah kelima juga melarang melakukan sesuatu dengan maksud menyebabkan secara tidak langsung kematian seorang manusia. Hukum susila melarang membiarkan seorang tanpa alasan berat menghadapi bahaya maut, demikian juga penolakan memberi bantuan kepada seorang yang berada dalam bahaya maut. Bahwa masyarakat manusia membiarkan masa kelaparan yang mematikan tanpa memberi bantuan, adalah satu ketidakadilan besar dan satu kesalahan berat. Para pedagang yang dengan bisnisnya mengambil keuntungan berlebihan dan rakus, menyebabkan sesamanya kelaparan dan mati, membunuh secara tidak langsung; untuk ini mereka bertanggung jawab (Bdk. Am 8:4-10). Pembunuhan seorang manusia yang tidak dikehendaki [unintentional], tidak dapat diperhitungkan secara moral. Tetapi orang tidak dapat dibebaskan dari pelanggaran berat, apabila tanpa alasan setimpal bertindak demikian, sehingga menyebabkan kematian seorang manusia, juga apabila ia melakukannya tidak dengan sengaja.

          Selanjutnya tentang ulasan interpretasi Injil hari Minggu 22 Sept 2013, sudah diulas di sini, silakan klik.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          Ingrid Listiati- katolisitas.org

  9. Shalom team katolisitas

    apakah menyembah berhala dalam Mat 6:24 termasuk dosa menghujat Roh Kudus

    dan apakah dalam Ibr 10:27-29 bisa di kategorikan dosa menghujat Roh Kudus

    Mohon penjelasannya, terima kasih sebelumnya

    Semoga semangat team Katolisitas menyebarkan ajaran Tuhan dalam pelayanan di website ini terus berkembang dan semakin banyak orang yang percaya kepada Tuhan..

    Kasih Kristus Yesus menyertai team Katolisitas

    • Shalom Win,

      Mat 6:24 menuliskan “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Menduakan Allah kalau dilakukan penuh kesadaran, tidak ada penyesalan sampai seumur hidup, tentu saja masuk dalam kategori menghujat Roh Kudus. Ibr 10:27-29 menekankan bahwa penolakan akan pengorbanan Kristus dan menolak kasih karunia Allah adalah termasuk dosa yang menghujat Roh Kudus.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  10. Ayu Agustina L. on

    pada saat saya berbuat dosa, saya merasa bersalah sekaligus menyesal…pada saat itu saya merasa terlalu malu dan kotor untuk meminta maupun mereima pengampunan Tuhan. Setiap kali ada pikiran untuk meminta ampun, saya selalu menolaknya dan berusaha mengabaikannya.bukan karena marah atau kecewa dengan diri saya sendiri, melainkan karena saya merasa malu terhadap Tuhan yang kepada-Nya saya telah berlaku tidak setia dan mengkhianati-Nya.apakah ini merupakan dosa penolakan terhadap Roh Kudus yang tidak terampuni itu?mohon penjelasannya – dan apakah Tuhan selalu mengampuni dosa-dosa kita? sebesar apapun?bagaiaman agar saya menyadari hal ini sepenuhnya?
    terima kasih tim katolisitas atas tanggapannya…

    Submitted on 2013/09/06 at 6:29 pm

    bagaimanakah kita mengetahui bahwa pertobatan kita itu palsu atau tidak?

    • Shalom Ayu,

      Nampaknya, Anda perlu memeriksa batin Anda dengan jujur kepada diri Anda sendiri, untuk mengetahui, mengapa Anda enggan mengaku dosa ataupun malu terhadap Tuhan. Sebab perasaan itu sesungguhnya mempunyai dua akar permasalahan. Yang pertama, Anda berpikir bahwa dosa Anda sudah sedemikian besar, dan tak mungkin Tuhan mau mengampuni. Yang kedua adalah sebaliknya, Anda enggan mengaku, karena Anda berpikir, toh karena Tuhan Maha Kasih, maka pasti Tuhan memahami kesulitan Anda dan pada akhirnya akan mengampuni Anda, walaupun Anda tidak/ belum minta ampun.

      Kedua akar ini termasuk dari dosa menghujat Roh Kudus, sebab keduanya menganggap “mengaku dosa” itu tidak perlu/ tidak ada gunanya. Padahal Roh Kudus justru datang ke dunia untuk menginsyafkan orang dari dosa, yang artinya manusia perlu mengakui dosanya, agar dapat menerima pengampunan Allah. Dengan tidak mau mengaku dosa, maka seseorang menghujat Roh Kudus, karena tidak mau menerima pengampunan Allah.

      Ya, seberapapun besarnya dosa kita, asalkan kita bertobat dengan sungguh, maka Tuhan akan mengampuni. Itu adalah janji Tuhan (lih. Yes 1:18, Luk 15:11-32). Pandanglah salib Kristus, dan teruslah memohon kepada Tuhan, dalam doa- doa Anda, agar Tuhan berkenan menyatakan sendiri kepada Anda, tentang kehendak-Nya agar Anda mau mengakui dosa-dosa Anda, meninggalkan kehidupan Anda yang lama, untuk hidup baru bersama Yesus dan di dalam Yesus.

      St. Fransiskus dari Sales menasihati kita, jika kita ingin sungguh meninggalkan dosa-dosa, adalah dengan merenungkan dalam batin kita, keadaan neraka, yaitu keterpisahan dengan Tuhan. Bayangkan bahwa kalau kita tetap tinggal dalam dosa-dosa kita dan tak mau bertobat, maka kelak kita akan terpisah dengan Tuhan selamanya, dalam kegelapan, kebencian, kesendirian tanpa akhir, dalam kekekalan. Bukan Tuhan yang menghendaki kita demikian, tetapi kita sendiri yang memisahkan diri daripada-Nya, jika kita bersikukuh tidak mau bertobat/ mengakui dosa-dosa kita di hadapan Tuhan. Renungkanlah tentang hal ini selama beberapa hari, sebelum kemudian merenungkan hal yang sebaliknya, yaitu bahwa jika kita bertobat, maka Tuhan akan menerima kembali, seperti Bapa menerima anak yang hilang. Akan ada sukacita surgawi atas pertobatan kita, dan jika kita setia kepadaNya dan terus hidup dalam semangat pertobatan. Jika kita setia dan tekun beriman sampai akhir hidup kita di dunia, maka Tuhan akan menyediakan tempat bagi kita di Surga. Sehingga di manapun Ia berada, kita berada, (lih. Yoh 14:3) sampai selama-lamanya. Kita akan mengalami kebahagiaan dalam persatuan dengan Tuhan dan sesama saudara/i kita dalam Kristus, dalam kekekalan. Anda dapat merenungkan hal ini dalam doa-doa Anda selama beberapa hari.

      Permenungan akan neraka dan Surga ini akan mendorong kita untuk mempunyai pertobatan yang tulus dan terus menerus di dalam hidup. Jika kita masih jatuh bangun dalam pertobatan itu, jangan menyerah. Yang terpenting adalah terus bangkit setiap kali jatuh, dan selalu berusaha untuk hidup lebih baik dari hari kemarin.

      Semoga dengan permenungan sederhana ini, Anda dapat meresapkan makna pertobatan dan merindukan hal itu dalam hidup Anda. Silakan memeriksa batin Anda, Anda dapat membaca artikel berikut, silakan klik. Setelah itu, jika Anda sudah dibaptis Katolik, silakan mengaku dosa dalam Sakramen Pengakuan Dosa. Percayalah bahwa Allah setia dengan janji-Nya, dan akan mengampuni Anda jika Anda sungguh bertobat. Seluruh isi Surga menantikan Anda kembali, agar mereka dapat bersuka cita memuliakan Tuhan, bersama-sama dengan Anda.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  11. Ferry Gh. Beu on

    Dalam Injil Mateus dikatakan dosa yang tak terampuni adalah dosa pengkhiatan terhadap roh kudus. Apa yang dimaksudkan dengan pengkhianatan roh kudus? perbuatan-perbuatan seperti apa dikatakan sebagai mengkhianati roh kudus?

    [dari katolisitas: Silakan melihat jawaban di atas - silakan klik. Lain kali, Anda dapat menggunakan fasilitas pencarian di kanan bagian atas]

  12. Shalom pak Stef & bu Ingrid yg t’kasih…

    Sya prnah t’baca ttg dosa m’hujat roh kdus ini. D stu dterang’n- skiranya kita ingn b’buat dosa, tp d hati kta msh tkut & ragu2, b’erti roh kdus sdg b’bsik kpd kta utk jangan b’buat dosa t’sbut. Tp skiranya kta degil & buat jg, malah b’kali2, roh kdus akn meninggal’n kta… Pd wktu itulah kita tdk akn b’rasa b’slah lg jka b’buat dosa krn roh kdus sdh xda dlm hati kita. & ini merupa’n 1 krugian krna khilangan kasih Tuhan…

    Soalan sya- skiranya slepas 1 wktu yg pnjang dlm dosa, kmudian kta merasa utk b’tobat, adakah mugkin Tuhan akn m’gurnia’n roh kdus kmbali dlm hati kta? Mrenung beratnya dosa yg kta laku’n (& ini sdh tntu m’hujat roh kdus)..? Mugkinkh s’mudah itu Tuhan mengasihi kita?

    Mohon p’cerahan…
    Thanx in advance.
    God bless…

    • Shalom John,

      Seseorang yang sungguh bertobat, sudah tidak dapat dikatakan menghujat Roh Kudus. Sebab orang yang menghujat Roh Kudus itu tidak mengakui perlunya pengampunan Allah, sebagaimana telah dijabarkan di artikel di atas.
      Bagi kita umat Katolik, jika kita sungguh bertobat dan mengaku dosa dalam sakramen Pengakuan Dosa, maka Tuhan akan mengampuni dosa-dosa kita sepenuhnya. Dan kita akan mengalami rahmat pengampunan Allah seperti dalam perumpamaan Anak yang hilang dalam Luk 15:11-32. Selanjutnya kita perlu mewujudnyatakan pertobatan kita dengan menghindari kesempatan berbuat dosa, dan bertumbuh dalam iman, harap dan kasih. Semua ini adalah tanggapan kita atas belas kasih dan pengampunan yang kita terima dari Allah. Sebab belas kasih Tuhan sungguh melampaui segala kelemahan dan dosa-dosa kita. Pengampunan Tuhan Yesus atas dosa-dosa penjahat yang disalibkan di sisi kanan-Nya adalah contohnya, demikian juga pengampunan-Nya atas Rasul Petrus yang telah menyangkal Dia bahkan sampai tiga kali.

      Maka, yang terpenting bagi kita adalah bertobat, dan mengakui dosa-dosa kita kepada Tuhan, yang diinginkan oleh Tuhan Yesus, agar dilakukan di hadapan para rasul (dan penerus mereka), lih. Yoh 20:21-23. Namun walaupun sudah diberikan jalan yang sedemikian, masih banyak orang yang memilih untuk tidak bertobat, entah karena mengeraskan hati, enggan atau karena ingin menunda. Kita tidak pernah bisa mengetahui kapan saatnya kita dipanggil Tuhan, saat tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat. Maka marilah kita mengusahakan pertobatan secara terus menerus, memeriksa batin kita setiap hari, dan tidak enggan untuk mengakui dosa kita dalam sakramen Tobat, agar rahmat pengampunan-Nya dapat terus kita terima dan memperbaharui hidup kita.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  13. selamat pagi, saya ingin bertanya, jika sewaktu bayi kita sudah dibaptis percik, lalu semasa anak2 sampai dewasa banyak sekali melakukan dosa, sama sekali tdk melambangkan kelakuan seorang anak Tuhan, padahal saya hidup di dalam keluarga kristen, ke gereja walaupun tdk rajin dan mengenal firmannya, mendapat karunia roh kudus (dicintai keluarga, berkat melimpah) tapi semasa itu juga saya tetap berkelakuan penuh dosa yg disengaja dan sadar sewaktu melakukannya, bahkan sewaktu hendak melakukan dosa besar, sudah terbayang neraka dipikirannya tapi tetap juga diterjang, lama lama saya melakukan dosa besar itu sehingga perbuatan dosa itu tidak terasa seperti dosa lagi, tidak ada perasaan gelisah dan takut yg mengusik walaupun hidup penuh dosa dan sewaktu tertangkap basah melakukan dosa tersebut, saya masih tetap berusaha berbohong untuk menutupi dosa2saya, bahkan bersumpah palsu dlm nama Tuhan, lalu setelah saya merasa jalannya sudah buntu, saya ketakutan, saya ingin bertobat tapi saya ketakutan tidak akan ada pengampunan untuk saya, dosa saya terlalu berat, karena saya cacat jiwa, cabul, malas, iri hati, serakah, dengki, suka mencuri, kelakuan saya mendukakan keluarga saya, saya merasa seperti orang yang tidak punya hati dan perasaan, bahkan sampai saat ini, apakah saya menghujat roh kudus? apakah saya bisa diampuni? apakah saya pasti masuk neraka? apakah saya bisa mendapat roh kudus lagi jika saya dibaptis dewasa? terima kasih

    • Shalom Dony,

      Pertama, kita harus bersyukur, bahwa dari pesan yang Anda sampaikan, maka sesungguhnya Anda mempunyai keinginan untuk bertobat. Keinginan akan pertobatan itu sendiri adalah karya Roh Kudus, yang menggugah hati nurani kita agar dapat kembali ke jalan Tuhan.

      Kedua, kita harus menyadari bahwa kita semua adalah pendosa, kita semua adalah orang sakit yang membutuhkan kesembuhan dari Sang Tabib Ajaib. Memang dengan permandian kita telah disucikan oleh Tuhan, namun dalam perjalanan, kita juga sering melakukan dosa – sebagian melakukan dosa ringan dan sebagian melakukan dosa berat. Kalau seseorang melakukan dosa berat dan tidak bertobat sampai akhir hayatnya, maka dia sesungguhnya telah menghujat Roh Kudus – dengan menolak pengampunan dan kasih Allah.

      Di satu sisi, si jahat sering menjebak kita dengan pemikiran bahwa dosa kita terlalu berat untuk diampuni, seperti yang dilakukannya terhadap Yudas -sehingga berakhir pada keputusasaan. Belajar dari kisah ini, maka sudah seharusnya, kalau kita berada dalam dosa berat, kita harus bertobat secara benar, yaitu dengan meminta pengampunan kepada Yesus. Bagi umat Katolik, kami pergi ke Sakramen Tobat.

      Kita harus mengingat bahwa Kristus datang ke dunia untuk orang yang sakit dan memanggil orang berdosa (lih. Mrk 2:17). Tidak ada yang dosa yang terlalu besar untuk diampuni oleh Kristus. Dia mengampuni dosa Maria Magdalena, yang dikatakan mempunyai tujuh roh jahat (Luk 8:2). Namun, kuncinya adalah untuk melakukan apa yang dikatakan oleh Kristus kepada Maria Magdalena “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yoh 8:11)

      Dari pemaparan di atas, maka berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat saya sampaikan: (1) Teruslah berdoa dan mohon pengampunan atas segala dosa-dosa yang Anda lakukan. Bersyukurlah juga atas karunia pertobatan yang diberikan oleh Tuhan kepada Anda dan karunia pengampunan yang diberikan Tuhan. (2) Kalau Anda adalah umat Katolik, maka silakan mengaku dosa kepada pastor secepatnya, dengan terlebih dahulu mengadakan persiapan batin yang baik. Anda dapat membaca artikel ini – silakan klik dan mengadakan general confession. (3) Kalau Anda umat Kristen non-Katolik, maka bertekunlah terus di dalam doa. Dan kalau Anda tertarik untuk menjadi umat Katolik, silakan datang kepada pastor. Kalau baptisan Anda sah (materi, forma dan intensi), maka Anda tidak perlu dibaptis lagi di dalam Gereja Katolik, karena Gereja Katolik percaya akan baptisan yang satu (lih. Ef 4:5). (4) Setelah Anda mengadakan pertobatan yang sungguh-sungguh, maka teruslah bertekun di dalam doa dan sakramen – terutama Sakramen Tobat dan Sakramen Ekaristi. Yang terpenting harus ada perubahan yang baik di dalam kehidupan dan tidak kembali lagi ke dalam kehidupan yang masa lalu. (5) Bergabunglah dengan komunitas Gereja, sehingga teman-teman komunitas juga dapat memberikan dukungan kepada Anda.

      Jadi, yakinlah bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni oleh Tuhan, selama kita datang kepada Tuhan dengan hati yang penuh pertobatan. Pertobatan ini yang akan membawa pada kekudusan dan kekudusan inilah yang membawa pada keselamatan.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

Add Comment Register



Leave A Reply