Mengapa ada nama baptis?

70

Pertanyaan:

Penulis mungkin bisa membantu saya. 1. Mengapa orang Katolik setelah dibabtis harus mengunakan embel-embel nama babtis yang diabil dari orang-orang suci? Contoh : Nama saya Santoso setelah dibabtis ditambah nama Julius. 2. Sejak kapan pengunaan nama babtis?. 3. Penggunaan nama babtis apakah termasuk tradisi?. 4. Latar belakang pengunaan nama babtis?.
Trima kasih, smg Roh Tuhan berkarya dalam diri kita. – Julius Santoso

Jawaban:

Shalom Santoso,

1. Nama baptis sebenarnya mengingatkan orang yang dibaptis bahwa ia tergabung dengan Kristus sebagai anggota-Nya dan ia didorong untuk hidup sesuai dengan panggilannya sebagai anak angkat Allah, sebagaimana telah ditunjukkan oleh teladan orang kudus yang namanya diambilnya melalui Pembaptisan itu.

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan:

KGK 2156 Sakramen Pembaptisan diberikan “dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Mat 28:19). Di dalam Pembaptisan, nama Tuhan menguduskan manusia dan seorang Kristen mendapat namanya di dalam Gereja. Nama itu boleh dari orang kudus, artinya seorang murid Yesus yang telah hidup dalam kesetiaan kepada Tuhannya. Pelindung adalah satu contoh kasih Kristen dan menjanjikan doa syafaatnya. Nama baptis dapat juga menyatakan satu misteri Kristen atau satu kebajikan Kristen. “Orang-tua, wali baptis, dan pastor paroki hendaknya menjaga agar jangan diberikan nama yang asing dari semangat kristiani” (KHK, Kan. 855).

Dikatakan di sana, nama baptis ‘boleh’ diambil dari nama orang kudus, namun tidak dikatakan ‘harus’.

Demikian juga, menurut Hukum Kanonik Gereja 1983 yang berlaku sekarang, orang Katolik tidak diharuskan mempunyai nama baptis yang diambil dari orang kudus.

KHK Kanon #855 Hendaknya orangtua, wali baptis dan pastor paroki menjaga agar jangan memberikan nama yang asing dari citarasa kristiani.

Jadi dari pernyataan ini, baik Katekismus maupun Hukum Kanonik Gereja tidak mengharuskan nama santo/santa, namun yang harus dijaga adalah, jangan sampai dipakai nama yang ‘melawan’ kekristenan, contohnya saja diberi nama ‘Hitler’ atau ‘Lenin’.
Namun demikian, harus diakui bahwa pemakaian nama orang kudus sebagai nama baptis sangatlah bermakna dalam, dan karenanya sangat baik dan dianjurkan oleh Gereja, untuk beberapa alasan:

  • Pemberian nama baru pada saat pembaptisan sesuai dengan maksud dari Pembaptisan itu sendiri, yaitu ‘lahir’ sebagai manusia baru.
  • Pemberian nama santo/ santa mengingatkan kita akan adanya persekutuan orang kudus sehingga harta rohani mereka dapat mereka bagikan kepada kita. Lihat KGK 947 dan 952.
  • Para orang kudus di surga tidak berpangku tangan saja, melainkan tak henti-hentinya berdoa bagi kita di hadapan Yesus, sehingga kelemahan kita dibantu oleh perhatian mereka sebagai saudara. (Lumen Gentium 49, KGK 956)
  • Santo/ santa pelindung kita yang kita ambil namanya, dapat menjadi teladan bagi kita, sehingga kita dapat meniru contoh kehidupannya dan mereka membantu kita mengamalkan cinta kasih agar kita semakin mendekati Kristus (lihat KGK 957).

2. Sejarah penggunaan nama baptis sesungguhnya telah berlangsung sejak zaman abad pertama. Beberapa contoh yang dapat saya kutip misalnya:

  • Menurut tradisi Gereja awal, Raja Fulvian yang membunuh Rasul Matius, akhirnya menjadi Kristen. Sesaat sebelum dibaptis, konon terdengarlah suara dari langit yang dinyatakan kepada Uskup yang akan membaptisnya, “Jangan memanggil dia Fulvian, tetapi Matius.” Kemudian Raja itu diberi nama baptis, “Matius” yang diambil dari nama Rasul Matius. (Cerita ini dimasukkan olah St. Dmitri Rostov di dalam bukunya, “Collection of the Lives of the Saints, diterbitkan di Moskow 1914).
  • St. Ev(u)stathios, yang sebelumnya bernama Placidas, diberi nama “Evstathios” pada Pembaptisannya pada tahun 80 AD. Ia dibunuh sebagai martir pada tahun 100 AD. Istrinya, Theopiste, juga diberi nama baptis, demikian juga kedua anaknya Agapios dan Theopistos. Cerita ini dikompilasi pada abad ke 11 oleh St. Symeon Metaphrastes.
  • Di buku Ekklesiastike Historia, karangan Eusebius, abad ke 4, kita menemukan sejarah pemberian nama-nama Rasul kepada anak-anak yang dibaptis (Buku ke VII, bab 25).
  • Dalam “Homilia enkomiastike eis ton en Hagiois Patera hemon Meletion…,” St. Yohanes Krisostomus (abad ke 4) mengajarkan agar umat Kristen menamai anak-anak mereka dengan nama para orang kudus (Santo/ Santa).

3. Penggunaan nama baptis bukan merupakan Tradisi (dengan huruf besar) yang setara dengan Kitab suci, melainkan hanya tradisi(dengan huruf kecil)kebiasaan Gereja. Tradisi/ Sacred Tradition (dengan huruf besar) yang dimaksud di sini adalah yang berhubungan dengan pengajaran lisan dari Kristus dan Para Rasul-Nya, yang kemudian diturunkan oleh para penerus Para Rasul tersebut oleh tugas wewenang mengajar (Sacred Magisterium). Lebih lanjut tentang Tradisi dan Magisterium silakan baca Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan bagian ke -3.

4. Latar belakang pemberian nama baptis: saya rasa sudah terjawab dari point 1-2.

5. Sebagai tambahan, jika St. Julius yang menjadi nama baptis Santoso diambil dari Paus Julius I, berikut ini riwayat singkat hidupnya:

Paus St. Julius I (337-352). Ia adalah penerus Paus St. Mark Arcus, dan diangkat menjadi Paus pada tanggal 6 Feb 337. Selama tugas pontifikatnya, ia dikenal sebagai Paus yang tegas dalam menolak ajaran sesat Arianisme (ajaran yang mengatakan bahwa Yesus Kristus bukan Allah).

Ia wafat pada tanggal 12 April, 352, dan dikubur di Katakomb Calepodius, namun kemudian dipindahkan ke gereja St. Maria di Trastevere. Segera setelah wafatnya, ia dinobatkan menjadi Santo. Pesta namanya dirayakan tgl 12 April.

Semoga teladan St. Julius selalu mendorong Santoso untuk menjadi seorang pembela kebenaran.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati – http://www.katolisitas.org

Share.

About Author

Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

70 Comments

  1. Antonius Leonardus on

    Salam Damai
    Saya mau bertanya tentang nama Santo Ansgar atau Santo Anskar,kebetulan saya membuka di wikipedia bahwa nama Santo Ansgar atau Anskar juga mempunyai nama lain yaitu Saint Oscar,hanya saja wikipedia yg saya baca itu dalam teks english,yg ingin saya tanyakan apa boleh dalam Pembaptisan Agama Katolik di Indonesia memakai nama Santo Oscar? atau nama Saint Oscar itu hanya berlaku untuk di luar Indonesia saja dan di Indonesia hanya diperbolehkan untuk memakai nama Santo Ansgar saja

    Terima Kasih
    Semoga Tuhan Memberkati Kita Semua

    [Dari Katolisitas: Ya, Anda dapat memakai nama St. Oscar, atau St. Ansgar, ataupun Anskar. Tidak menjadi masalah.]

  2. Kepada Yth.
    Saya ingin bertanya tentang kisah hidup nama santa yang dipakai anak anak saya. beberapa sudah ketemu hanya tinggal st. Renata

    [Dari Katolisitas: Kemungkinan nama Renata diambil dari St. Renatus [dijadikan versi femininnya, seperti Josefa adalah bentuk feminin dari St. Josef, ataupun Clementine dari Clement. Tentang St. Renatus dari Sorrento ataupun St. Renatus dari Angers, silakan membaca di link ini, silakan klik].

  3. Saya mau bertanya apakah boleh jika saya menggunakan nama baptis dalam bahasa asing?
    Contohnya: saya ingin memiliki nama baptis augustine, namun jika di indonesia kan nama itu menjadi agustinus. Bolehkah saya tetap menggunakan nama augustine tanpa dirubah ke bahasa indonesia?

    Terimakasih, Damai Kristus Berserta Kita.

    [Dari Katolisitas: Gereja Katolik adalah Gereja universal, maka ya, Anda tetap dapat menggunakan nama baptis walaupun dalam bahasa Inggris.]

  4. Apakah nama babtis harus diletakkan di depan? Atau boleh diletakkan menjadi middle name?
    Bagaimana sebaiknya hal itu diberlakukan?
    Trims.

    [Dari Katolisitas: Umumnya memang nama baptis diletakkan di bagian depan, melambangkan bahwa yang dibaptis mau mengikuti teladan iman orang kudus yang namanya dijadikan nama baptis tersebut. Namun sepanjang pengetahuan kami, tidak ada ketentuan mutlak tentang di manakah harus diletakkan nama baptis. Dengan demikian jika ingin diletakkan di tengah/ middle name, dapat saja dilakukan.]

  5. jesaya eko sulistio on

    dear team katolistas.org

    salam damai yesus

    yg bagus buat nama baptis saya kira apa? terima kasih GBU…

    saya ingin bertanya mengenai nama baptis. nama saya jesaya eko sulistio
    saya mohon jawabanya

    terima kasih
    yesus memberkati

    [Dari Katolisitas: Silakan membaca riwayat hidup para orang kudus- klik di link ini, dan silakan memilih salah satu nama, di mana Anda terinspirasi oleh teladan imannya, dan Anda dapat menjadikannya sebagai nama baptis Anda.]

  6. Dear team katolisitas.org

    Salam damai Yesus

    Saya ingin bertanya mengenai pemberian nama babtis, anak saya perempuan tapi saya ingin memberikan nama baptis Gabriel. Salahkah jika saya memberikan nama itu, karena seperti yang diketahui secara umum itu malaikat laki2 dan biasanya diberikan untuk anak laki2. Mohon jawaban atau pertimbangannya.

    trimakasih
    Yesus memberkati

    [Dari Katolisitas: Sebenarnya Malaikat tidak mempunyai jenis kelamin, karena malaikat adalah mahluk rohani yang murni. Maka sesungguhnya dapat saja Anda memberikan nama Gabriel kepada anak Anda. Namun, umumnya, untuk nama anak perempuan, digunakan bentuk feminin dari Gabriel, yaitu Gabriella.]

  7. Eva Tona Manalu on

    nama saya adalah eva tona manalu..
    apakah eva merupakan nama orang kudus?
    mohon referensinya..
    terimakasih..

    [Dari Katolisitas: St. Eva adalah nama seorang kudus dari Afrika, yang wafat tanggal 12 Februari 304. Tentang hal ini silakan sekilas membaca di link ini, silakan klik]

  8. Menurut saya penulisan nama baptis Katolik memiliki kelemahan contohnya jika suatu saat anak saya akan di baptis dengan Beato Paus Yohanes Paulus II, apakah ada nama dengan menggunakan angka ( contohnya di sini angka 2 ), sesuatu hal yang aneh, kalau saya menghilangkan angka 2 maka nama Puas Yohanes Paulus 2 berbeda dengan Paus Yohanes Paulus ( link to id.wikipedia.org)… Mengapa Gereja Katolik tidak menggunakan nama aslinya yaitu Karol Józef Wojtyła sebagai nama baptis…

    Atau contoh lain Santo Gregorius VII, Kalau contohnya angka VII di hilangkan akan menjadi Santo Gregorius saja tetapi nama Santo Gregorius di Gereja Katolik ada beberapa seperti Santo Gregorius (link to yesaya.indocell.net ) atau Santo Gregorius Agung ( link to yesaya.indocell.net )

    Itu lah alasan mengapa seharusnya Gereja Katolik menggunakan nama asli dari para Santo Santa supaya tidak terjadi seperti yang di jelaskan di atas?

    Mohon di jelaskan…

    Thanks……

    • Krisna yth,

      Nama Baptis biasanya memakai nama yang resmi diumumkan dalam bulla kanonisasi. Nomor tidak perlu digunakan. Nama santo kembar juga tidak menjadi masalah yg penting kapan dirayakan. Dominikus itu banyak. Gregorius juga banyak yang penting semangat hidup santo tersebut.

      salam
      rm wanta

  9. Syalom..
    Sebentar lagi saya akan melahirkan anak kedua yang kata dokter berjenis kelamin perempuan. Saya bermaksud memakai nama malaikat michael sbg pelindungnya. Karena perempuan, bolehkah saya menggunakan nama michealee sbg nama baptisnya?
    Thx. Tuhan berkati.

    [Dari Katolisitas: Pada dasarnya, boleh saja. Umumnya untuk nama Mikael untuk putri menjadi Mikaela, atau Michelle, atau Micheline]

Add Comment Register



Leave A Reply