<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Tentang perzinahan</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 08:45:03 +0700</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-18928</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Tue, 31 Aug 2010 12:56:46 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-18928</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Dionisius,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Katekismus Gereja Katolik mengajarkan definisi percabulan sebagai berikut:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;KGK 2353     Percabulan adalah hubungan badan antara  seorang pria dan seorang wanita yang tidak menikah satu dengan yang  lain. Ini adalah satu pelanggaran besar terhadap martabat orang-orang  ini dan terhadap seksualitas manusia itu sendiri, yang dari kodratnya  diarahkan kepada kebahagiaan suami isteri serta kepada turunan dan  pendidikan anak-anak. Selain itu ia juga merupakan skandal berat, karena  dengan demikian moral anak-anak muda dirusakkan.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Maka percabulan artinya adalah hubungan seksual yang dilakukan oleh pria dan wanita yang belum menikah/ tidak terikat perkawinan. Namun dalam Kitab Suci diajarkan bahwa hanya keinginan berbuat cabul itu sendiri sudah merupakan dosa percabulan. Yesus mengatakan jika seorang pria memandang seorang wanita lalu menginginkan dia [dalam konteks untuk memuaskan nafsu/ keinginan daging], maka pria tersebut telah berzinah/ berbuat cabul di dalam hatinya (lih. Mat 5: 28). Dengan demikian, percabulan itu berkaitan dengan sikap hati, apakah hati seseorang dikuasai oleh nafsu atau tidak. Jika mencium tanpa melibatkan nafsu, maka itu tidak merupakan dosa, namun jika sudah melibatkan nafsu, maka itu sudah merupakan perbuatan dosa melanggar perintah Tuhan (perintah ke-9 dalam kesepuluh perintah Allah). Walaupun sekedar mencium ini bukan dosa, namun tentu harus diakui bahwa perbuatan tersebut dapat mendorong untuk tindakan selanjutnya yang dapat mengarah kepada percabulan, sehingga, dalam hal ini diperlukan juga kebijaksanaan dari baik pihak wanita maupun pria, untuk dapat bersama- sama menahan diri dan menjaga kemurnian.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan, &lt;br /&gt;Ingrid Listiati- katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Dionisius,</p><p>Katekismus Gereja Katolik mengajarkan definisi percabulan sebagai berikut:</p><blockquote><p>KGK 2353     Percabulan adalah hubungan badan antara  seorang pria dan seorang wanita yang tidak menikah satu dengan yang  lain. Ini adalah satu pelanggaran besar terhadap martabat orang-orang  ini dan terhadap seksualitas manusia itu sendiri, yang dari kodratnya  diarahkan kepada kebahagiaan suami isteri serta kepada turunan dan  pendidikan anak-anak. Selain itu ia juga merupakan skandal berat, karena  dengan demikian moral anak-anak muda dirusakkan.</p></blockquote><p>Maka percabulan artinya adalah hubungan seksual yang dilakukan oleh pria dan wanita yang belum menikah/ tidak terikat perkawinan. Namun dalam Kitab Suci diajarkan bahwa hanya keinginan berbuat cabul itu sendiri sudah merupakan dosa percabulan. Yesus mengatakan jika seorang pria memandang seorang wanita lalu menginginkan dia [dalam konteks untuk memuaskan nafsu/ keinginan daging], maka pria tersebut telah berzinah/ berbuat cabul di dalam hatinya (lih. Mat 5: 28). Dengan demikian, percabulan itu berkaitan dengan sikap hati, apakah hati seseorang dikuasai oleh nafsu atau tidak. Jika mencium tanpa melibatkan nafsu, maka itu tidak merupakan dosa, namun jika sudah melibatkan nafsu, maka itu sudah merupakan perbuatan dosa melanggar perintah Tuhan (perintah ke-9 dalam kesepuluh perintah Allah). Walaupun sekedar mencium ini bukan dosa, namun tentu harus diakui bahwa perbuatan tersebut dapat mendorong untuk tindakan selanjutnya yang dapat mengarah kepada percabulan, sehingga, dalam hal ini diperlukan juga kebijaksanaan dari baik pihak wanita maupun pria, untuk dapat bersama- sama menahan diri dan menjaga kemurnian.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan, <br
/>Ingrid Listiati- katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Dionisius</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-18651</link> <dc:creator>Dionisius</dc:creator> <pubDate>Mon, 23 Aug 2010 08:01:01 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-18651</guid> <description>syalomsaya tertarik dengan perbedaan perzinahan dengan percabulan.kalo perzinahan jelas jika telah melakukan hubungan seksual dengan pasangan bukan istri/suami. sedangkan batas - batas percabulan itu sendiri apa saja? apakah orang yang belum terikat pernikahan pada saat ita mencium pasangan (pacar) sudah melakukan percabulan. mohon penjelasannya.Terimakasihsalam sejahtera</description> <content:encoded><![CDATA[<p>syalom</p><p>saya tertarik dengan perbedaan perzinahan dengan percabulan.kalo perzinahan jelas jika telah melakukan hubungan seksual dengan pasangan bukan istri/suami. sedangkan batas &#8211; batas percabulan itu sendiri apa saja? apakah orang yang belum terikat pernikahan pada saat ita mencium pasangan (pacar) sudah melakukan percabulan. mohon penjelasannya.Terimakasih</p><p>salam sejahtera</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Romo Wanta, Pr.</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-17358</link> <dc:creator>Romo Wanta, Pr.</dc:creator> <pubDate>Tue, 13 Jul 2010 10:16:34 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-17358</guid> <description>Antonius Yth
Pernikahan siri dalam Gereja Protestan apakah diakui? setahu saya hanya dalam Islam itupun masih diperdebatkan apakah sah secara sipil dan hukum Islam. Menurut saya pernikahan siri tidak sah secara gerejawi baik katolik maupun protestan. Perkawinan harus bersifat publik dan dalam keadaan status bebas tanpa ikatan, jika melanggar ini maka tidak sah. Berbicara saja cerai bukan bukti legal formal untuk pernyataan cerai. Karena itu harus dinyatakan dalam pengadilan. Perkawinan kedua tidak sah, anda boleh menghadiri perkawinannya bukan berarti mendukung perkawinan itu. Jika anda tidak datang juga tidak apa dengan alasan anda sendiri tentunya. Katolisitas tidak bisa memberikan alasan untuk orang lain agar tidak datang. Silakan anda menyampaikan alasan sendiri. Jika anda berat tidak perlu datang dan sampaikan alasannya.
salam
Rm Wanta</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Antonius Yth</p><p>Pernikahan siri dalam Gereja Protestan apakah diakui? setahu saya hanya dalam Islam itupun masih diperdebatkan apakah sah secara sipil dan hukum Islam. Menurut saya pernikahan siri tidak sah secara gerejawi baik katolik maupun protestan. Perkawinan harus bersifat publik dan dalam keadaan status bebas tanpa ikatan, jika melanggar ini maka tidak sah. Berbicara saja cerai bukan bukti legal formal untuk pernyataan cerai. Karena itu harus dinyatakan dalam pengadilan. Perkawinan kedua tidak sah, anda boleh menghadiri perkawinannya bukan berarti mendukung perkawinan itu. Jika anda tidak datang juga tidak apa dengan alasan anda sendiri tentunya. Katolisitas tidak bisa memberikan alasan untuk orang lain agar tidak datang. Silakan anda menyampaikan alasan sendiri. Jika anda berat tidak perlu datang dan sampaikan alasannya.</p><p>salam<br
/> Rm Wanta</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Antonius S</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-17239</link> <dc:creator>Antonius S</dc:creator> <pubDate>Tue, 06 Jul 2010 00:56:00 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-17239</guid> <description>Dear Katolisitas...
Saya kemarin sudah menulis pertanyaan baru tentang perkawinan di buku tamu, tapi stelah itu saya tidak bisa menemukannya kembali.. Isi tulisan saya kurang lebih seperti ini.
Saya mempunyai saudara (protestan) yang pernah menikah dibawah tangan (siri) dan mempunyai 2 orang putra. Selama mereka menikah, sodara saya ini lebih banyak bekerja diluar negeri, sedangkan keluarganya tinggal di Indonesia. Menurut mereka, mereka sudah bercerai hanya karena saudara saya ini pernah mengeluarkan kata2 cerai lewat telepon dimana menurut Islam hal tersebut telah sah dan membuat mereka telah bercerai.
Kemudian, saudara saya ini ingin menikah lagi di GKI dengan seorang janda yg menurut pengakuannya, suaminya meninggal karena narkoba. saya tidak tau pertimbangan GKI ini mengapa bisa menikahkan mereka tanpa meneliti surat2 pendukung status masing2, karena yg saya tau mereka mengaku single kepada pendeta. dan menurut saya ini adalah sebuah kebohongan.
Menurut saya, secara hukum GK, pernikahan ini tidak sah karena salah satunya saudara saya ini masih terikat dengan istrinya yg dinikahi secara siri. Pertanyaan saya adalah :
1. Benarkah pandangan saya yg mengatakan bahwa rencana pernikahan saudara saya ini tidak sah ?
2. Jika menurut GK tidak sah, apakah saya boleh menghadiri pemberkatan pernikahan mereka ?
3. Bagaimana cara terbaik atau alasan yg pas utk menolak menghadiri pemberkatan tersebut tanpa membuat saudara saya itu tersinggung ? karena saya pribadi merasa berat utk menghadiri pemberkatan tersebut krn ketidaksahan perkawinan tersebut menurut saya.terima kasih...
Salam damai</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Dear Katolisitas&#8230;<br
/> Saya kemarin sudah menulis pertanyaan baru tentang perkawinan di buku tamu, tapi stelah itu saya tidak bisa menemukannya kembali.. Isi tulisan saya kurang lebih seperti ini.<br
/> Saya mempunyai saudara (protestan) yang pernah menikah dibawah tangan (siri) dan mempunyai 2 orang putra. Selama mereka menikah, sodara saya ini lebih banyak bekerja diluar negeri, sedangkan keluarganya tinggal di Indonesia. Menurut mereka, mereka sudah bercerai hanya karena saudara saya ini pernah mengeluarkan kata2 cerai lewat telepon dimana menurut Islam hal tersebut telah sah dan membuat mereka telah bercerai.<br
/> Kemudian, saudara saya ini ingin menikah lagi di GKI dengan seorang janda yg menurut pengakuannya, suaminya meninggal karena narkoba. saya tidak tau pertimbangan GKI ini mengapa bisa menikahkan mereka tanpa meneliti surat2 pendukung status masing2, karena yg saya tau mereka mengaku single kepada pendeta. dan menurut saya ini adalah sebuah kebohongan.<br
/> Menurut saya, secara hukum GK, pernikahan ini tidak sah karena salah satunya saudara saya ini masih terikat dengan istrinya yg dinikahi secara siri. Pertanyaan saya adalah :<br
/> 1. Benarkah pandangan saya yg mengatakan bahwa rencana pernikahan saudara saya ini tidak sah ?<br
/> 2. Jika menurut GK tidak sah, apakah saya boleh menghadiri pemberkatan pernikahan mereka ?<br
/> 3. Bagaimana cara terbaik atau alasan yg pas utk menolak menghadiri pemberkatan tersebut tanpa membuat saudara saya itu tersinggung ? karena saya pribadi merasa berat utk menghadiri pemberkatan tersebut krn ketidaksahan perkawinan tersebut menurut saya.</p><p>terima kasih&#8230;<br
/> Salam damai</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Tuah Talino</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-16483</link> <dc:creator>Tuah Talino</dc:creator> <pubDate>Thu, 10 Jun 2010 23:48:17 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-16483</guid> <description>Gereja katholik adalah gereja yang didirikan oleh Yesus sendiri, iblis sangat tidak suka dengan kemajuan Gereja ini, maka dengan berbagai cara dilakukan iblis dan pengikut-pengikutnya supaya hancur, dan itu sudah berlangsung sejak dulu kala. tapi dengan kebesaran kristus dan pengikutnya yang benar Gereja ini tidak akan hancur. Jangan lihat pelecehannya yang dilakukan oknum tertentu, tapi lihatlah semangat orang-orang yang takpernah padam untuk kemajuan Gereja Katholik. JBU ALL...</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Gereja katholik adalah gereja yang didirikan oleh Yesus sendiri, iblis sangat tidak suka dengan kemajuan Gereja ini, maka dengan berbagai cara dilakukan iblis dan pengikut-pengikutnya supaya hancur, dan itu sudah berlangsung sejak dulu kala. tapi dengan kebesaran kristus dan pengikutnya yang benar Gereja ini tidak akan hancur. Jangan lihat pelecehannya yang dilakukan oknum tertentu, tapi lihatlah semangat orang-orang yang takpernah padam untuk kemajuan Gereja Katholik. JBU ALL&#8230;</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-16469</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Thu, 10 Jun 2010 17:21:56 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-16469</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Marc,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya. Memang kasus-kasus pelecehan seksual sungguh sangat menyedihkan. Namun, yang perlu disadari adalah kasus-kasus ini juga menimpa saudara-saudara kita dari denominasi Kristen yang lain, dan juga terjadi di dalam masyarakat secara luas. Tentu saja, bukan berarti kita hendak membela diri untuk melakukan pembenaran, karena apapun juga alasannya, pelecehan seksual adalah tindakan yang berdosa, dan mencoreng Gereja Katolik. Namun, kita harus berfokus pada Kristus dan pengajaran Gereja Katolik yang benar dan bukan pada kasus-kasus yang salah. Beberapa jawaban tentang hal ini dapat di lihat di sini - &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2010/04/01/mengapa-berpindah-dari-gereja-katolik-ke-gereja-lain/comment-page-2/#comment-14344&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2010/04/01/mengapa-berpindah-dari-gereja-katolik-ke-gereja-lain/comment-page-2/#comment-14340&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;klik ini&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekali lagi, kalau kita ingin mengukur tentang Gereja Katolik, kita harus mengukur dengan parameter  dari orang-orang yang menjalankan apa yang diajarkan oleh Gereja  Katolik, bukan pada kasus-kasus yang salah. Gereja Katolik tetap mempunyai empat tanda: satu, kudus, katolik dan apostolik. Hanya, Gereja Katolik terdiri dari orang-orang kudus dan pendosa. Orang-orang kudus akan membangun Gereja dari dalam, dan pendosa akan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Mari, dalam kapasitas kita masing-masing, kita membangun Gereja Katolik yang kita kasihi. Semoga keterangan ini dan link-link tersebut dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Marc,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya. Memang kasus-kasus pelecehan seksual sungguh sangat menyedihkan. Namun, yang perlu disadari adalah kasus-kasus ini juga menimpa saudara-saudara kita dari denominasi Kristen yang lain, dan juga terjadi di dalam masyarakat secara luas. Tentu saja, bukan berarti kita hendak membela diri untuk melakukan pembenaran, karena apapun juga alasannya, pelecehan seksual adalah tindakan yang berdosa, dan mencoreng Gereja Katolik. Namun, kita harus berfokus pada Kristus dan pengajaran Gereja Katolik yang benar dan bukan pada kasus-kasus yang salah. Beberapa jawaban tentang hal ini dapat di lihat di sini &#8211; <a
href="http://katolisitas.org/2010/04/01/mengapa-berpindah-dari-gereja-katolik-ke-gereja-lain/comment-page-2/#comment-14344" rel="nofollow">silakan klik</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2010/04/01/mengapa-berpindah-dari-gereja-katolik-ke-gereja-lain/comment-page-2/#comment-14340" rel="nofollow">klik ini</a>.</p><p>Sekali lagi, kalau kita ingin mengukur tentang Gereja Katolik, kita harus mengukur dengan parameter  dari orang-orang yang menjalankan apa yang diajarkan oleh Gereja  Katolik, bukan pada kasus-kasus yang salah. Gereja Katolik tetap mempunyai empat tanda: satu, kudus, katolik dan apostolik. Hanya, Gereja Katolik terdiri dari orang-orang kudus dan pendosa. Orang-orang kudus akan membangun Gereja dari dalam, dan pendosa akan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Mari, dalam kapasitas kita masing-masing, kita membangun Gereja Katolik yang kita kasihi. Semoga keterangan ini dan link-link tersebut dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Marc</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-16456</link> <dc:creator>Marc</dc:creator> <pubDate>Thu, 10 Jun 2010 07:24:26 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-16456</guid> <description>shalom..
saya mau dengar tanggapan dari tim katolisitas mengenai pelecehan seksual yang terjadi di vatikan maupun greja2 lainnya di berbagai negara....sejujurnya saya merasa kesal dan kecewa sekali mengapa di katolik harus ada kejadian  pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang2 &quot;dalam&quot; greja serta penyelewengan2 lainnya...sungguh amat disayangkan sekali...
Tuhan Yesus memberkati...</description> <content:encoded><![CDATA[<p>shalom..<br
/> saya mau dengar tanggapan dari tim katolisitas mengenai pelecehan seksual yang terjadi di vatikan maupun greja2 lainnya di berbagai negara&#8230;.sejujurnya saya merasa kesal dan kecewa sekali mengapa di katolik harus ada kejadian  pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang2 &#8220;dalam&#8221; greja serta penyelewengan2 lainnya&#8230;sungguh amat disayangkan sekali&#8230;<br
/> Tuhan Yesus memberkati&#8230;</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-12764</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Thu, 25 Mar 2010 15:34:33 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-12764</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Thino Lonis,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yesus tidak menghukum wanita yang berzinah tersebut, bukan karena Ia sendiri berdosa (lih. Ibr 4:15), tetapi karena Ia sebagai Allah ingin menunjukkan kepada kita akan belas kasihan Allah kepada orang yang bertobat. Tuhan Yesus mengampuni dosa wanita itu dan tidak menghukumnya -dengan standar hukum seperti tertulis dalam hukum taurat- sebab hukum tersebut telah dipenuhi/ disempurnakan oleh-Nya dalam hukum kasih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maka di sini Yesus tidak membatalkan hukum Taurat, tetapi menggenapi/ menyempurnakannya dengan hukum kasih karunia yang memberikan prinsip: &quot;&lt;em&gt;hate the sin, but love the sinner&lt;/em&gt;&quot; (bencilah dosa, tetapi kasihilah pendosa). Sebab dengan prinsip kasih karunia inilah barulah seseorang dapat sungguh- sungguh bertobat atas dasar kasih kepada Tuhan, dan bukannya atas dasar takut hukuman. Sebab tujuan Yesus ke dunia adalah untuk menunjukkan kepada dunia akan kasih Allah, dan untuk menunjukkan kepada manusia untuk hidup dalam kasih karunia Allah. Kasih karunia dan kebenaran Allah inilah diberikan melalui Kristus (lih. Yoh 1:17), yang menyelamatkan kita, dan bukannya hukum Taurat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rasul Yohanes mengatakan:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&quot;Di dalam &lt;span id=&quot;w&quot;&gt;kasih&lt;/span&gt; &lt;span id=&quot;w&quot;&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span id=&quot;w&quot;&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span id=&quot;w&quot;&gt;ketakutan&lt;/span&gt;: &lt;span id=&quot;w&quot;&gt;kasih&lt;/span&gt; yang sempurna melenyapkan &lt;span id=&quot;w&quot;&gt;ketakutan&lt;/span&gt;; sebab &lt;span id=&quot;w&quot;&gt;ketakutan&lt;/span&gt; mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia &lt;span id=&quot;w&quot;&gt;tidak&lt;/span&gt; sempurna di dalam &lt;span id=&quot;w&quot;&gt;kasih&lt;/span&gt;.&quot; (1 Yoh 4:18)&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Maka Tuhan Yesus yang menginginkan kita sempurna di dalam kasih, mengajarkan agar manusia menghindari dosa bukan atas dasar takut kepada hukuman, tetapi atas dasar kasih kepada Allah. Dan kasih Allah ini ditunjukkan-Nya secara nyata dengan pengampunan-Nya, dan penyerahan Diri-Nya sampai wafat di salib, kepada kita semua &quot;ketika kita masih berdosa&quot; (Rom 5:8). Supaya dengan melihat teladan itu, manusia dapat bertobat dan selanjutnya menghindari dosa demi kasih kita kepada Tuhan &quot;yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.&quot; (Gal 2:20)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jadi di sini persiapan hukum taurat juga diperlukan agar manusia mengetahui mana yang dosa/ salah, dan mana yang tidak, namun kesempurnaannya hanyalah dapat diperoleh dalam hukum kasih karunia Allah, yang diajarkan oleh Kristus.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga uraian ini menjawab pertanyaan anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan, &lt;br /&gt;Ingrid Listiati- www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Thino Lonis,</p><p>Yesus tidak menghukum wanita yang berzinah tersebut, bukan karena Ia sendiri berdosa (lih. Ibr 4:15), tetapi karena Ia sebagai Allah ingin menunjukkan kepada kita akan belas kasihan Allah kepada orang yang bertobat. Tuhan Yesus mengampuni dosa wanita itu dan tidak menghukumnya -dengan standar hukum seperti tertulis dalam hukum taurat- sebab hukum tersebut telah dipenuhi/ disempurnakan oleh-Nya dalam hukum kasih.</p><p>Maka di sini Yesus tidak membatalkan hukum Taurat, tetapi menggenapi/ menyempurnakannya dengan hukum kasih karunia yang memberikan prinsip: &#8220;<em>hate the sin, but love the sinner</em>&#8221; (bencilah dosa, tetapi kasihilah pendosa). Sebab dengan prinsip kasih karunia inilah barulah seseorang dapat sungguh- sungguh bertobat atas dasar kasih kepada Tuhan, dan bukannya atas dasar takut hukuman. Sebab tujuan Yesus ke dunia adalah untuk menunjukkan kepada dunia akan kasih Allah, dan untuk menunjukkan kepada manusia untuk hidup dalam kasih karunia Allah. Kasih karunia dan kebenaran Allah inilah diberikan melalui Kristus (lih. Yoh 1:17), yang menyelamatkan kita, dan bukannya hukum Taurat.</p><p>Rasul Yohanes mengatakan:</p><blockquote><p>&#8220;Di dalam <span
id="w">kasih</span> <span
id="w">tidak</span> <span
id="w">ada</span> <span
id="w">ketakutan</span>: <span
id="w">kasih</span> yang sempurna melenyapkan <span
id="w">ketakutan</span>; sebab <span
id="w">ketakutan</span> mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia <span
id="w">tidak</span> sempurna di dalam <span
id="w">kasih</span>.&#8221; (1 Yoh 4:18)</p></blockquote><p>Maka Tuhan Yesus yang menginginkan kita sempurna di dalam kasih, mengajarkan agar manusia menghindari dosa bukan atas dasar takut kepada hukuman, tetapi atas dasar kasih kepada Allah. Dan kasih Allah ini ditunjukkan-Nya secara nyata dengan pengampunan-Nya, dan penyerahan Diri-Nya sampai wafat di salib, kepada kita semua &#8220;ketika kita masih berdosa&#8221; (Rom 5:8). Supaya dengan melihat teladan itu, manusia dapat bertobat dan selanjutnya menghindari dosa demi kasih kita kepada Tuhan &#8220;yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.&#8221; (Gal 2:20)</p><p>Jadi di sini persiapan hukum taurat juga diperlukan agar manusia mengetahui mana yang dosa/ salah, dan mana yang tidak, namun kesempurnaannya hanyalah dapat diperoleh dalam hukum kasih karunia Allah, yang diajarkan oleh Kristus.</p><p>Semoga uraian ini menjawab pertanyaan anda.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan, <br
/>Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Felix Sugiharto</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-12758</link> <dc:creator>Felix Sugiharto</dc:creator> <pubDate>Thu, 25 Mar 2010 10:41:27 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-12758</guid> <description>Shalom pak StefTerima kasih penjabarannya, memang dalam menilai perbuataan seseorang apakah dapat disebut bermoral, harus di pandang 3 faktor dari latar belakang pendidikannya, pergaulan dan agama (pemahaman iman) dari seseorang, di dalam pandangan yang sempit sering mengakibatkan perbedaan pandangan dan penilaian terhadap dosa perzinahan. Sedangkan salah satu Perintah Allah adalah melarang kita berbuat “zinah”Penjelasan anda sangat baik, lebih terfokus, memberikan parameter yang jelas pada penilaian terhadap yang di sebut “Dosa Perzinahan” (yang muncul oleh pikiran, perkataan, perbuatan manusia). mudah-mudahan bermanfaat bagi semua pihak.Salam didalam Kristus
Felix Sugiharto.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom pak Stef</p><p>Terima kasih penjabarannya, memang dalam menilai perbuataan seseorang apakah dapat disebut bermoral, harus di pandang 3 faktor dari latar belakang pendidikannya, pergaulan dan agama (pemahaman iman) dari seseorang, di dalam pandangan yang sempit sering mengakibatkan perbedaan pandangan dan penilaian terhadap dosa perzinahan. Sedangkan salah satu Perintah Allah adalah melarang kita berbuat “zinah”</p><p>Penjelasan anda sangat baik, lebih terfokus, memberikan parameter yang jelas pada penilaian terhadap yang di sebut “Dosa Perzinahan” (yang muncul oleh pikiran, perkataan, perbuatan manusia). mudah-mudahan bermanfaat bagi semua pihak.</p><p>Salam didalam Kristus<br
/> Felix Sugiharto.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Tine</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-12748</link> <dc:creator>Tine</dc:creator> <pubDate>Thu, 25 Mar 2010 01:29:44 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-12748</guid> <description>Syalom PAk Stef,Terima kasih atas tanggapan dan jawaban ats pertanyaan saya, sungguh amat membantu dan memperteguh saya. Kadang saya mudah percaya ats perkataan teman saya, aplg menyangkut dunia roh yg saya kurang terlalu tau ttg hal itu namun setelah membca tanggapan dari Pak Stef ,memperteguh saya bahwa tidak ad yg mustahil kl bekerja bersama Roh Kudus dan Tuhan. Terima kasih Pak, saya semakin mantap untuk membantu dan bersama-sama dengan dia semakin dekat dengan Tuhan.Tuhan memberkati</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Syalom PAk Stef,</p><p>Terima kasih atas tanggapan dan jawaban ats pertanyaan saya, sungguh amat membantu dan memperteguh saya. Kadang saya mudah percaya ats perkataan teman saya, aplg menyangkut dunia roh yg saya kurang terlalu tau ttg hal itu namun setelah membca tanggapan dari Pak Stef ,memperteguh saya bahwa tidak ad yg mustahil kl bekerja bersama Roh Kudus dan Tuhan. Terima kasih Pak, saya semakin mantap untuk membantu dan bersama-sama dengan dia semakin dekat dengan Tuhan.</p><p>Tuhan memberkati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-12745</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Wed, 24 Mar 2010 21:36:34 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-12745</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Felix Sugiharto,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya. Dalam menilai apakah suatu tindakan adalah baik secara moral, kita memang harus melihat tiga hal: 1) obyek moral, 2) keadaan, 3) intensi. Dalam kasus yang anda kemukakan, sebenarnya keadaan dari sang penjaja cinta mungkin dipaksa oleh keadaan, namun yang membeli cinta tidak mempunyai alasan apapun yang dapat dibenarkan. Sedangkan intensi untuk mendapatkan kenikmatan dengan menghalalkan segala cara bukanlah intensi yang baik. Kalau salah satu pihak memberikan alasan bahwa dia mempunyai intensi yang baik, yaitu dengan menberikan bantuan finansial namun menggunakan jasa penjual cinta, maka alasan ini terlalu dicari-cari. Kalau memang mau memberikan bantuan finansial, silakan memberikan pekerjaan yang layak kepada mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalaupun keadaan dan intensi dapat dibenarkan, namun moral obyeknya salah (dalam hal ini adalah: perzinahan, percabulan, melawan kemurnian), maka tindakan tersebut tetap berdosa, karena suatu tindakan disebut baik kalau ketiga hal tersebut terpenuhi. Semoga dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Felix Sugiharto,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya. Dalam menilai apakah suatu tindakan adalah baik secara moral, kita memang harus melihat tiga hal: 1) obyek moral, 2) keadaan, 3) intensi. Dalam kasus yang anda kemukakan, sebenarnya keadaan dari sang penjaja cinta mungkin dipaksa oleh keadaan, namun yang membeli cinta tidak mempunyai alasan apapun yang dapat dibenarkan. Sedangkan intensi untuk mendapatkan kenikmatan dengan menghalalkan segala cara bukanlah intensi yang baik. Kalau salah satu pihak memberikan alasan bahwa dia mempunyai intensi yang baik, yaitu dengan menberikan bantuan finansial namun menggunakan jasa penjual cinta, maka alasan ini terlalu dicari-cari. Kalau memang mau memberikan bantuan finansial, silakan memberikan pekerjaan yang layak kepada mereka.</p><p>Kalaupun keadaan dan intensi dapat dibenarkan, namun moral obyeknya salah (dalam hal ini adalah: perzinahan, percabulan, melawan kemurnian), maka tindakan tersebut tetap berdosa, karena suatu tindakan disebut baik kalau ketiga hal tersebut terpenuhi. Semoga dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Felix Sugiharto</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-12741</link> <dc:creator>Felix Sugiharto</dc:creator> <pubDate>Wed, 24 Mar 2010 19:07:01 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-12741</guid> <description>Shalom Pak Stef,Kita tahu banyak terjadi mana seseorang telah berbuat dosa kategori berzinah atau berbuat percabulan, saya berkesimpukan semua perbuatan melanggar Perintah Tuhan adalah sebuah “dosa” yang perlu dihindari. karena manusia di ciptakan sebagai ciptaan yang pandai, terjadilah apa yang kita sebut berdalih (motivasinya membela diri) dengan alasan2 tertentu… untuk mengkaburkan tuduhan diatas!Tentang : penjelasan pak Stef 3 unsur menjadi parameter sebuah perjinahan di terangkan:
1) obyek moral, 2) intensi, dan 3) keadaan.
Contoh kasus, seseorang (katakan X) bukan pekerja sex, menjalin hubungan dengan seorang lelaki (bebas).
keadaannya : faktor memperoleh tambahan nafkah kehidupan.
hal intensi tidak di dasari oleh untuk memuaskan diri (namun sama-sama menikmati kenikmatan itu)
kondisi atau alasannya – salah satu pihak berbaik hati (sifat dan bantuan financial), dapat saling membantu didalam pekerjaan dsb.
Bagaimana menurut penilaian kita. Terima kasih.Salam sejahtera.
Felix Sugiharto.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Pak Stef,</p><p>Kita tahu banyak terjadi mana seseorang telah berbuat dosa kategori berzinah atau berbuat percabulan, saya berkesimpukan semua perbuatan melanggar Perintah Tuhan adalah sebuah “dosa” yang perlu dihindari. karena manusia di ciptakan sebagai ciptaan yang pandai, terjadilah apa yang kita sebut berdalih (motivasinya membela diri) dengan alasan2 tertentu… untuk mengkaburkan tuduhan diatas!</p><p>Tentang : penjelasan pak Stef 3 unsur menjadi parameter sebuah perjinahan di terangkan:<br
/> 1) obyek moral, 2) intensi, dan 3) keadaan.<br
/> Contoh kasus, seseorang (katakan X) bukan pekerja sex, menjalin hubungan dengan seorang lelaki (bebas).<br
/> keadaannya : faktor memperoleh tambahan nafkah kehidupan.<br
/> hal intensi tidak di dasari oleh untuk memuaskan diri (namun sama-sama menikmati kenikmatan itu)<br
/> kondisi atau alasannya – salah satu pihak berbaik hati (sifat dan bantuan financial), dapat saling membantu didalam pekerjaan dsb.<br
/> Bagaimana menurut penilaian kita. Terima kasih.</p><p>Salam sejahtera.<br
/> Felix Sugiharto.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-12736</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Wed, 24 Mar 2010 15:32:25 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-12736</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Erikson,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya tentang pelacuran. Berikut ini adalah definisi dari pelacuran menurut Katekismus Gereja Katolik:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2355. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Prostitusi menodai martabat  orang yang melakukannya dan orang dengan demikian merendahkan diri  sendiri dengan menjadikan diri obyek kenikmatan semata-mata bagi orang  lain&lt;/strong&gt;. Siapa yang melakukannya, &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;berdosa berat&lt;/span&gt; terhadap diri sendiri; ia  memutuskan hubungan dengan &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;kemurnian&lt;/span&gt; yang telah ia janjikan pada waktu  Pembaptisan, dan &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;menodai tubuhnya&lt;/span&gt;, kenisah Roh Kudus Bdk. 1 Kor 6:15-20.. &lt;strong&gt;Prostitusi adalah satu bencana  untuk masyarakat&lt;/strong&gt;. Sebagaimana, biasa ia menyangkut para wanita, tetapi  juga para pria, anak-anak, atau orang muda (dalam kedua kelompok  terakhir masih ditambah lagi dosa karena penyesatan). &lt;strong&gt;Adalah selalu dosa  berat, menyerahkan diri kepada prostitusi&lt;/strong&gt;; keadaaan darurat, paksaan,  dan tekanan yang dilakukan oleh masyarakat dapat mengurangi bobot  kesalahan.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Dengan definisi tersebut, maka kita melihat bahwa prostisusi merupakan dosa berat, karena melawan merendahkan martabat tubuh yang merupakan kenisah Roh Kudus, dan melanggar kemurnian (&lt;em&gt;chastity&lt;/em&gt;). Walaupun suatu keadaan yang menekan (tekanan ekonomi, paksaan, dll) dapat membuat seseorang terpaksa melakukan dosa ini, namun perbuatan ini adalah suatu dosa, karena memang obyek moral dari perbuatan ini adalah berdosa. Keadaan dan intensi dapat mengurangi bobot dosa, namun perbuatan ini tetap dikategorikan sebagai suatu dosa. Harus diingat juga, orang yang menggunakan jasa prostitusi juga berdosa berat, apalagi kalau orang tersebut telah beristri. Namun, kita harus mengikuti Yesus untuk tetap mengasihi pendosa, namun membenci dosanya. Semoga dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Erikson,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya tentang pelacuran. Berikut ini adalah definisi dari pelacuran menurut Katekismus Gereja Katolik:</p><blockquote><p><strong>2355. </strong><strong>Prostitusi menodai martabat  orang yang melakukannya dan orang dengan demikian merendahkan diri  sendiri dengan menjadikan diri obyek kenikmatan semata-mata bagi orang  lain</strong>. Siapa yang melakukannya, <span
style="text-decoration: underline;">berdosa berat</span> terhadap diri sendiri; ia  memutuskan hubungan dengan <span
style="text-decoration: underline;">kemurnian</span> yang telah ia janjikan pada waktu  Pembaptisan, dan <span
style="text-decoration: underline;">menodai tubuhnya</span>, kenisah Roh Kudus Bdk. 1 Kor 6:15-20.. <strong>Prostitusi adalah satu bencana  untuk masyarakat</strong>. Sebagaimana, biasa ia menyangkut para wanita, tetapi  juga para pria, anak-anak, atau orang muda (dalam kedua kelompok  terakhir masih ditambah lagi dosa karena penyesatan). <strong>Adalah selalu dosa  berat, menyerahkan diri kepada prostitusi</strong>; keadaaan darurat, paksaan,  dan tekanan yang dilakukan oleh masyarakat dapat mengurangi bobot  kesalahan.</p></blockquote><p>Dengan definisi tersebut, maka kita melihat bahwa prostisusi merupakan dosa berat, karena melawan merendahkan martabat tubuh yang merupakan kenisah Roh Kudus, dan melanggar kemurnian (<em>chastity</em>). Walaupun suatu keadaan yang menekan (tekanan ekonomi, paksaan, dll) dapat membuat seseorang terpaksa melakukan dosa ini, namun perbuatan ini adalah suatu dosa, karena memang obyek moral dari perbuatan ini adalah berdosa. Keadaan dan intensi dapat mengurangi bobot dosa, namun perbuatan ini tetap dikategorikan sebagai suatu dosa. Harus diingat juga, orang yang menggunakan jasa prostitusi juga berdosa berat, apalagi kalau orang tersebut telah beristri. Namun, kita harus mengikuti Yesus untuk tetap mengasihi pendosa, namun membenci dosanya. Semoga dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-12735</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Wed, 24 Mar 2010 14:40:48 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-12735</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Tine,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya tentang perzinahan. Kalau anda mendengar dari teman tim karismatik anda, bahwa pacar anda terikat dengan roh perzinahan, maka hal ini tidak dapat langsung dipercaya, namun harus dibuktikan lebih jauh. Untuk itu, menurut saya, alangkah lebih baik membicarakan dengan pacar anda, tentang bagaimana untuk membentuk keluarga kudus, yaitu yang saling mengasihi, saling memberikan diri, setia, dll. Dengan demikian anda dapat membicarakan bahwa kesetiaan adalah merupakan elemen yang utama dalam perkawinan. Semua orang mempunyai masa lalu, namun yang penting adalah apakah orang tersebut mempunyai keinginan untuk berubah, berusaha untuk berubah, dan terus bekerjasama dengan rahmat Tuhan untuk dapat berubah menjadi manusia yang baru.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Memang anak-anak terang tidak dapat bersatu dengan anak-anak gelap. Namun, anak-anak terang dapat membawa anak-anak gelap menjadi anak-anak terang. Oleh karena itu, kalau anda ingin membantu pacar anda, janganlah mengatakan bahwa dia telah dikuasai oleh roh perzinahan, karena hal ini juga belum tentu benar. Yang harus anda lakukan adalah untuk membawa dia lebih dekat kepada Tuhan, baik dengan doa pribadi, berakar dalam Sakramen (Ekaristi dan Tobat), membaca Firman Tuhan, ikut dalam komunitas. Mungkin sesekali, anda berdua dapat membaca Firman Tuhan dan berdoa bersama. Anda juga dapat mengusulkan untuk bersama-sama menerima Sakramen  Pengakuan Dosa sebulan sekali. Dengan demikian, anda berdua dapat  semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Ketika kita mempunyai hubungan  yang dekat dengan Tuhan, maka segala roh jahat tidak dapat mempengaruhi  kita. Semoga dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Tine,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya tentang perzinahan. Kalau anda mendengar dari teman tim karismatik anda, bahwa pacar anda terikat dengan roh perzinahan, maka hal ini tidak dapat langsung dipercaya, namun harus dibuktikan lebih jauh. Untuk itu, menurut saya, alangkah lebih baik membicarakan dengan pacar anda, tentang bagaimana untuk membentuk keluarga kudus, yaitu yang saling mengasihi, saling memberikan diri, setia, dll. Dengan demikian anda dapat membicarakan bahwa kesetiaan adalah merupakan elemen yang utama dalam perkawinan. Semua orang mempunyai masa lalu, namun yang penting adalah apakah orang tersebut mempunyai keinginan untuk berubah, berusaha untuk berubah, dan terus bekerjasama dengan rahmat Tuhan untuk dapat berubah menjadi manusia yang baru.</p><p>Memang anak-anak terang tidak dapat bersatu dengan anak-anak gelap. Namun, anak-anak terang dapat membawa anak-anak gelap menjadi anak-anak terang. Oleh karena itu, kalau anda ingin membantu pacar anda, janganlah mengatakan bahwa dia telah dikuasai oleh roh perzinahan, karena hal ini juga belum tentu benar. Yang harus anda lakukan adalah untuk membawa dia lebih dekat kepada Tuhan, baik dengan doa pribadi, berakar dalam Sakramen (Ekaristi dan Tobat), membaca Firman Tuhan, ikut dalam komunitas. Mungkin sesekali, anda berdua dapat membaca Firman Tuhan dan berdoa bersama. Anda juga dapat mengusulkan untuk bersama-sama menerima Sakramen  Pengakuan Dosa sebulan sekali. Dengan demikian, anda berdua dapat  semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Ketika kita mempunyai hubungan  yang dekat dengan Tuhan, maka segala roh jahat tidak dapat mempengaruhi  kita. Semoga dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: erikson</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-12646</link> <dc:creator>erikson</dc:creator> <pubDate>Mon, 22 Mar 2010 04:37:35 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-12646</guid> <description>Shalom Katolisitas.
boleh saya bertanya bagaimana pandangan gereja katolik tentang pelacuran yang ada pada saat ini???</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Katolisitas.<br
/> boleh saya bertanya bagaimana pandangan gereja katolik tentang pelacuran yang ada pada saat ini???</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: tine</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-12645</link> <dc:creator>tine</dc:creator> <pubDate>Mon, 22 Mar 2010 04:05:15 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-12645</guid> <description>shalom katolisitas.....saya membaca artikel tentang perzinahan. saya ingin bertanya. saya merencanakan utk menikah tahun depan. krn saya merupakan anggota di salah satu team karismatik, teman saya berkata bahwa ad yg &quot;tidak beres&quot; di calon saya, yaitu keterikatan dengan roh perzinahan. saya tau kl anak2 gelap tidak bisa bersatu dengan anak2 terang. tp tidak memungkinkan kl ank2 terang membantu anak2 gelap spy kembali kan? krn memang itu tujuan Yesus datang ke dunia. yang ingin saya tanyakan adl bagaimana solusi untuk membawa dia untuk melepaskan itu krn sbnry dia awam dengan yg namanya  dunia roh2 seperti itu?? yg sekrg ini saya lakukan adl, mulai membawa dia dlm doa, mencintai ekaristi. and apakan roh perzinahan itu dapat dilepaskan?? mohon memberikan solusi. thax pak StefGod Bless u</description> <content:encoded><![CDATA[<p>shalom katolisitas&#8230;..</p><p>saya membaca artikel tentang perzinahan. saya ingin bertanya. saya merencanakan utk menikah tahun depan. krn saya merupakan anggota di salah satu team karismatik, teman saya berkata bahwa ad yg &#8220;tidak beres&#8221; di calon saya, yaitu keterikatan dengan roh perzinahan. saya tau kl anak2 gelap tidak bisa bersatu dengan anak2 terang. tp tidak memungkinkan kl ank2 terang membantu anak2 gelap spy kembali kan? krn memang itu tujuan Yesus datang ke dunia. yang ingin saya tanyakan adl bagaimana solusi untuk membawa dia untuk melepaskan itu krn sbnry dia awam dengan yg namanya  dunia roh2 seperti itu?? yg sekrg ini saya lakukan adl, mulai membawa dia dlm doa, mencintai ekaristi. and apakan roh perzinahan itu dapat dilepaskan?? mohon memberikan solusi. thax pak Stef</p><p>God Bless u</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Thino Lonis</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-12644</link> <dc:creator>Thino Lonis</dc:creator> <pubDate>Mon, 22 Mar 2010 03:48:57 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-12644</guid> <description>Selamat bergabung n bisa numpangkan pertanyaanku?
Dalam bacaan injil minggu pra paskah V dikatakan bahwa Yesus tidak menghukum wanita yang kedapatan berzinah yang ditangkap oleh orang-orang saduki. Ketika Yesus berkata kepada mereka yang membawa si wanita itu kepada-Nya ia berkata, jika diantara kamu tidak ada yang berdosa hendaklah dia yang pertama melemparkan batu ke wanita itu. Tetapi semua mundur dan hanya Yesus dan wanita itu seorang diri dan Yesus pun mengatakan bahwa Aku pun tidak menghukum engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi. Pertanyaan saya apakah Yesus juga berdosa, sehingga DIA juga tidak menghukum wanita itu. Padahal pada bagian injil lain Yesus mengatakan bahwa DIA datang untuk menggenapkan hukum taurat. Mohon penjelasan karena sekarang saya masih dilanda kebingungan. Sebelumnya terima kasih atas jawabannya.Salam
Thino Lonis</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Selamat bergabung n bisa numpangkan pertanyaanku?<br
/> Dalam bacaan injil minggu pra paskah V dikatakan bahwa Yesus tidak menghukum wanita yang kedapatan berzinah yang ditangkap oleh orang-orang saduki. Ketika Yesus berkata kepada mereka yang membawa si wanita itu kepada-Nya ia berkata, jika diantara kamu tidak ada yang berdosa hendaklah dia yang pertama melemparkan batu ke wanita itu. Tetapi semua mundur dan hanya Yesus dan wanita itu seorang diri dan Yesus pun mengatakan bahwa Aku pun tidak menghukum engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi. Pertanyaan saya apakah Yesus juga berdosa, sehingga DIA juga tidak menghukum wanita itu. Padahal pada bagian injil lain Yesus mengatakan bahwa DIA datang untuk menggenapkan hukum taurat. Mohon penjelasan karena sekarang saya masih dilanda kebingungan. Sebelumnya terima kasih atas jawabannya.</p><p>Salam<br
/> Thino Lonis</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-12571</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Fri, 19 Mar 2010 01:39:00 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-12571</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Nico,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya tentang memandang wanita cantik. Tidaklah berdosa kalau kita memandang wanita cantik dan mengaguminya. Yang menjadi berdosa adalah pada waktu kita &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;mengingingkanny&lt;/span&gt;a. Yesus mengatakan &quot;&lt;em&gt;Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;memandang perempuan serta menginginkannya&lt;/span&gt;, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.&lt;/em&gt;&quot; (Mt 5:28). Silakan melihat tahapan dosa di sini (&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/18/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-1/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;), di bagian perkembangan dosa, yang dimulai dari pikiran sampai membuahkan maut. Semoga dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Nico,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya tentang memandang wanita cantik. Tidaklah berdosa kalau kita memandang wanita cantik dan mengaguminya. Yang menjadi berdosa adalah pada waktu kita <span
style="text-decoration: underline;">mengingingkanny</span>a. Yesus mengatakan &#8220;<em>Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang <span
style="text-decoration: underline;">memandang perempuan serta menginginkannya</span>, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.</em>&#8221; (Mt 5:28). Silakan melihat tahapan dosa di sini (<a
href="http://katolisitas.org/2008/07/18/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-1/" rel="nofollow">silakan klik</a>), di bagian perkembangan dosa, yang dimulai dari pikiran sampai membuahkan maut. Semoga dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Nico</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-12551</link> <dc:creator>Nico</dc:creator> <pubDate>Thu, 18 Mar 2010 03:12:56 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-12551</guid> <description>Lalu tentang ayat yang mengatakan &quot;Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya&quot;, apakah itu berarti kita tidak boleh memandang wanita dan mengagumi kecantikannya? Misalkan saja kita bertemu seorang artis cantik, dan di dalam hati kita mengatakan &quot; wow..cantiknya orang itu&quot;. apakah itu disebut sebagai dosa?</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Lalu tentang ayat yang mengatakan &#8220;Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya&#8221;, apakah itu berarti kita tidak boleh memandang wanita dan mengagumi kecantikannya? Misalkan saja kita bertemu seorang artis cantik, dan di dalam hati kita mengatakan &#8221; wow..cantiknya orang itu&#8221;. apakah itu disebut sebagai dosa?</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/14/tentang-perzinahan/comment-page-1/#comment-12542</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Thu, 18 Mar 2010 00:37:06 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4287#comment-12542</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Aquilino Amaral,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Memang pada saat seseorang jauh dari istri, seorang suami memang dapat tergoda. Namun, justru ini adalah tantangan bagi suami untuk menunjukkan kasih kepada Tuhan dan istri dengan cara menghindari perbuatan-perbuatan dosa. Pertama, yang harus kita pegang adalah kita tidak mau menyedihkan hati Tuhan. Mungkin kita dapat menipu istri kita, namun kita tidak dapat menipu Tuhan, karena semua perbuatan kita terlihat dengan jelas di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, kasih kepada Tuhan dapat menghindarkan kita dari dosa, termasuk dosa perzinahan. Selama seseorang suami mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan, maka baik dekat maupun jauh dari istri, dia akan mencoba dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatannya untuk menghindari dosa. Untuk itu, kita harus mohon rahmat Tuhan, agar kita dikuatkan dari segala godaan dan dihindarkan dari yang jahat. Mari kita bersama-sama mengasihi Tuhan lebih dari apapun juga, sehingga hubungan kita dengan istri juga tetap baik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;
PS: Kalau ingin membalas pesan, harap menggunakan tombol &quot;&lt;strong&gt;REPLY&lt;/strong&gt;&quot;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Aquilino Amaral,</p><p>Memang pada saat seseorang jauh dari istri, seorang suami memang dapat tergoda. Namun, justru ini adalah tantangan bagi suami untuk menunjukkan kasih kepada Tuhan dan istri dengan cara menghindari perbuatan-perbuatan dosa. Pertama, yang harus kita pegang adalah kita tidak mau menyedihkan hati Tuhan. Mungkin kita dapat menipu istri kita, namun kita tidak dapat menipu Tuhan, karena semua perbuatan kita terlihat dengan jelas di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, kasih kepada Tuhan dapat menghindarkan kita dari dosa, termasuk dosa perzinahan. Selama seseorang suami mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan, maka baik dekat maupun jauh dari istri, dia akan mencoba dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatannya untuk menghindari dosa. Untuk itu, kita harus mohon rahmat Tuhan, agar kita dikuatkan dari segala godaan dan dihindarkan dari yang jahat. Mari kita bersama-sama mengasihi Tuhan lebih dari apapun juga, sehingga hubungan kita dengan istri juga tetap baik.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p><p>PS: Kalau ingin membalas pesan, harap menggunakan tombol &#8220;<strong>REPLY</strong>&#8220;</p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 17/88 queries in 0.179 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-09-10 03:25:38 -->