Beberapa ayat Alkitab yang terlihat bertentangan dengan iman Kristiani
Pertanyaan:
Shalom ,
Saya adalah pembaca setia Katolisitas.org. Saya melihat bahwa katolisitas.org adalah website yang bisa dijadikan acuan untuk pertumbuhan iman Katolik.
Saat ini saya sedang berdiskusi dengan seorang beberapa saudara muslim di facebook. Saya sempat menjawab pertanyaan mereka yang meminta bukti bahwa Yesus adalah Tuhan, dengan menggunakan referensi dari Katolisitas.org. Namun ada seorang yang lain, menyerang dengan membeberkan puluhan ayat Alkitab yang kontradiktif dengan iman kristiani, misalnya: ayat-ayat yang merendahkan martabat wanita (1Kor 14:34-35), mengandung kalimat pornografi (Yeh 23:20-21), tentang saingan Yesus yang lebih hebat, yaitu Melkisedek (Ibrani 7:1-3), mengajarkan penipuan dengan sengaja berbicara dengan perumpaan supaya mereka tidak memahami dan bertobat (Mark 4:12) dan masih banyak lagi. [edit: link di hapus]
Terus terang, saya, yang bukan seorang Katolik yang mendalami ilmu apologetik dan kitab suci, mengalami kesulitan memberikan jawaban. Mungkin Bp. Stef dan Bu Ingrid bisa membantu, entah dengan menampilkannya di Katolisitas.org (Sehingga saya tinggal merefer ke sana nanti dalam jawaban saya), atau menjawab langsung di facebook.
Terima kasih sebelumnya.
God Bless You
Primadi Wirawan
Jawaban:
Shalom Primadi Wirawan,
Terima kasih atas pertanyaannya tentang beberapa ayat di Alkitab yang terlihat kontradiktif dengan iman Kristiani. Saya terus terang tidak dapat menjabarkan satu-persatu dari ayat-ayat tersebut, karena keterbatasan waktu dan tenaga. Namun, site ini mungkin dapat membantu (silakan klik). Mari kita bahas beberapa ayat yang anda kutip:
1) 1 Kor 14:34-35 “34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. 35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.”
a) Kalau ayat ini dipergunakan untuk mencoba membuktikan bahwa Alkitab tidak menghargai wanita, saya kira tidak pada tempatnya. Pengarang yang sama, yaitu Rasul Paulus mengatakan “Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.” (Ef 5:33). Dan kita juga melihat ada beberapa wanita yang ikut terlibat dalam pelayanan, seperti yang disebutkan di Rm 16:1-12; Phil 4:2-3. Dan rasul Paulus juga menyebutkan kesetaraan wanita dengan pria di ayat Gal 3:27-28; 1 Kor 11:11. Dan hubungan antara wanita dan pria adalah seperti hubungan antara Gereja dan Kristus, dimana rasul Paulus mengatakan “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” (Eph 5:25) Inilah sebabnya, mengikuti perintah Kristus, maka Gereja Katolik memandang bahwa perkawinan adalah suatu hal yang sakral, sama seperti hubungan Gereja dan Kristus. Dan hal ini terlihat dari pernikahan Katolik yang monogami antara laki-laki dan perempuan.
b) Rasul Paulus juga tidak melarang bagi perempuan untuk berdoa dan bernubuat (lih. 1 Kor 11:5). Lalu mengapa rasul Paulus mengatakan agar wanita harus diam di 1 Kor 14:34-35? Hal ini merujuk kepada fungsi mengajar yang resmi, yang dilakukan oleh para pastor, uskup, dan Paus, yang semuanya adalah laki-laki. Namun, hal ini tidaklah mengurangi derajat wanita, kalau seorang wanita tidak dapat menjadi imam (pastor/uskup/paus), karena hubungan antara Kristus dan Gereja-Nya, dimana digambarkan sebagai hubungan antara suami dan istri. Dan karena para imam bertindak dalam nama Kristus, maka sudahlah sepantasnya bahwa seorang imam adalah laki-laki, sama seperti suami adalah laki-laki. Kaum wanita tetap dapat mengambil bagian yang lain dalam membangun Gereja, yang dapat kita lihat dari begitu banyak santa dalam sejarah Gereja Katolik. Derajat kaum pria tidak berkurang walaupun tidak dapat melahirkan, karena memang bukan merupakan kodratnya untuk dapat melahirkan.
2) Yeh 23:20-21 “20 Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda. 21 Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.”
a) Untuk mengerti ayat-ayat ini dengan benar, maka kita harus mengerti juga genre penulisan di Alkitab. Dalam hal ini, terlihat jelas bahwa penulisan bab 23 ini menggunakan bahasa puitis dan metaphor, seperti yang dapat kita lihat di ayat 4, yang mengatakan “Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah Yerusalem.” Di sini, terlihat jelas, bahwa kakak beradik ini, yang digambarkan sebagai Ohola dan Oholiba adalah menggambarkan Samaria (10 suku Israel) dan Yerusalem (2 suku Israel). Diceritakan bagaimana Ohola telah berzinah atau dalam hubungan dengan Tuhan telah berpaling pada berhala-berhala sejak dari Mesir (ay. 8) dan kepada orang-orang Asyur (ay. 5-10).
b) Dan kemudian adiknya, yaitu Oholiba juga terlibat pada penyembahan berhala, bukan hanya dengan berhala-berhala Asyur namun juga dengan berhala-berhala Babel. (ay. 11-21). Dan kemudian diceritakan bagaimana Tuhan menghukum perbuatan berhala mereka – yaitu perbuatan menduakan Tuhan (ay. 22-35). Kemudian hal ini dipertegas dengan perkataan:
“37. Sebab mereka berzinah, tangan mereka berlumuran darah dan mereka berzinah dengan menyembah berhala-berhalanya, bahkan anak-anak lelaki mereka yang dilahirkan bagi-Ku dipersembahkannya sebagai korban dalam api kepada berhala-berhalanya menjadi makanan.
38 Selain itu hal ini juga mereka lakukan terhadap Aku, mereka menajiskan tempat kudus-Ku pada hari itu dan melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku.
39 Dan sedang mereka menyembelih anak-anak mereka untuk berhala-berhalanya, mereka datang pada hari itu ke tempat kudus-Ku dan melanggar kekudusannya. Sungguh, inilah yang dilakukan mereka di dalam rumah-Ku.“
c) Justru dengan pemaparan yang terlihat vulgar di Yehezkiel 23 ini, maka kita dapat melihat betapa menduakan Tuhan (dengan menyembah allah-allah lain) adalah sungguh memalukan dan mendatangkan suatu hukuman yang berat. Dan nilai-nilai moral yang dikemukan adalah jelas, yaitu agar kita dapat terus setia kepada Tuhan dan tidak boleh menyembah berhala. Justru dengan membandingkan berhala dan perzinahan, maka kita dapat melihat bahwa tubuh manusia juga merupakan sesuatu yang suci, bahwa seksualitas adalah sesuatu yang suci, di mana pasangan suami istri harus melakukan hubungan seks atas dasar kasih.
3) Heb 7:1-3 “1 Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. 2 Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. 3 Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.”
Kalau ayat tersebut dipakai untuk menyatakan adanya persaingan antara Melkisedek dan Yesus, saya pikir argumentasinya kurang kuat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kita tahu bahwa PL harus dibaca dalam terang PB. Dalam PL, imam senantiasa berasal dari suku Lewi (lih. Ul 18:1). Dan kita tahu bahwa Yesus bukan dari suku Lewi, namun dari suku Yehuda. Pertanyaannya adalah, mengapa Yesus menjadi imam agung, padahal Dia bukan dari suku Lewi? Di sinilah rasul Paulus memberikan argumentasi bahwa Yesus adalah imam agung bukan menurut suku/keturunan, namun menurut peraturan Melkisedek. (lih. Ibr 5:6) Dengan demikian, kita tidak melihat adanya persaingan antara Melkisedek dengan Yesus, namun, justru Melkisedek menjadi gambaran akan Yesus, imam yang benar dan agung, karena Dia telah mempersembahkan Diri-Nya sendiri menjadi korban abadi, korban yang sempurna (karena kematian-Nya dilandasi oleh kasih) di kayu salib, sehingga Dia dapat menjadi perantara antara manusia dan Tuhan.
4) Mark 4:12 “supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”
a) Untuk melihat arti dari ayat ini, kita harus melihat ayat-ayat mulai dari Mk 4:3, di mana Yesus memberikan perumpamaan tentang penabur benih. Benih yang ditabur adalah sama, namun jatuh pada kondisi yang berbeda-beda, yaitu: di tanah yang berbatu-batu, di tengah semak berduri, dan di tanah yang baik. Tiga kondisi tersebut menggambarkan kondisi hati manusia, yang kemudian diterangkan di ayat Mk 4:14-20. Pertanyaannya, mengapa Yesus mengatakan “supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.” di ayat 12?
b) Mk 4:12 adalah merupakan kutipan dari Yes 6:9-10, yang mengatakan “9 Kemudian firman-Nya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan!
10 Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh.“
Hal ini dipertegas dalam Mt 13:14-15, di mana Yesus berkata “14. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.“
c) Dengan demikian, kalau para pendengar tidak dapat mengerti pelajaran Yesus, bukan Yesus yang menyembunyikan sesuatu, namun, karena sebagian orang yang mendengarkan Firman Allah telah menutup hatinya dan mengeraskan hatinya, sehingga tidak akan dapat mengerti. Kita melihat, kalau Yesus berbicara dengan perumpamaan justru untuk mempermudah para pendengar untuk mengerti pesan yang ingin disampaikan, sama seperti pengkotbah jaman ini, yang memberikan begitu banyak contoh dan perumpaan, sehingga mudah ditangkap. Dan ini dibuktikan bahwa kaum Farisi juga mengerti perkataan dan perumpamaan yang diberikan oleh Yesus, sehingga dikatakan “Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. (Mt. 21:45)
Demikian apa yang dapat saya sampaikan untuk menjawab tuduhan bahwa ada ayat-ayat yang terlihat bertentangan atau tidak sesuai dengan moral kekristenan. Yang harus kita lakukan adalah menganalisa satu-persatu tuduhan tersebut dan kemudian mencoba menerangkannya dengan baik. Namun, saya minta maaf, karena keterbatasan waktu, saya tidak dapat membahasnya satu-persatu. Pada dasarnya, kalau kita mau mencari ayat-ayat dari Kitab Suci dari agama yang berbeda-beda, kita selalu akan dapat menemukan hal-hal yang dapat dipertanyakan (baik dipertanyakan secara moral atau dipertanyakan sejarahnya, dll.), tidak terkecuali Kitab Suci dari agama Islam. Semoga dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org

















Berkah dalem,
Mohon penjelasan tentang 10 perintah Allah, kenapa 10 perintah Allah yg ada sekarang ini beda dengan yg tertulis di Alkitab PL? Terima kasih.
[dari katolisitas: Terima kasih atas pertanyaannya tentang 10 perintah Allah. Tentang hal ini telah dibahas di sini (silakan klik). semoga dapat membantu.]
Terima kasih untuk penjelasannya. Dengan adanya web ini sangat membantu untuk saya dapat lebih memahami tentang ajaran iman katolik.
Berkah Dalem.
Shalom Bp. Stef,
Terima kasih atas jawaban yang diberikan. Saya sudah mengarahkan rekan diskusi saya di FB ke website ini. Sisanya nanti akan saya jawab sendiri secara bertahap dengan menggunakan referensi yang Bapak berikan.
Salam Kasih dalam Kristus,
Primadi W.
Shalom saudara Primadi
Memang saya punya pengalaman berdiskusi dengan agama Islam, kebetulan diskusi kita dengan penuh kasih dan saling menghargai, sehingga tidak ada unsur mengejek atau berusaha menyalahkan. Namun ada 3 hal yang perlu anda ketahui dalam membaca Injil
1. Kita harus membaca PL dengan terang PB, dan membaca PB dengan terang PL.
2.Dalam menafsirkan ayat – ayat, kita harus melihat Surat – Surat Para Bapa Gereja agar kita bisa mengerti maksud dari tiap – tiap ayat tersebut pada jaman Alkitab ditulis ( tanpa salah interpretasi ).
3. Dalam menafsirkan ayat – ayat, Anda perlu mengetahui kondisi sosial, politik, ekonomi, agama pada jaman dahulu.
4. Anda perlu berdoa biar Roh Kudus yang memberikan pengertian dan sabdaNYA sendiri.
Nah ke-4 hal inilah yang tidak dimiliki orang – orang Non-Kristiani. mungkin teman anda Agama Islam asal gradak ( tanpa mempertimbangkan & diterjemahkan mentah – mentah ) untuk memberikan pertanyaan – pertanyaan seperti itu.
Kalau anda lihat website http://www.faithfreedom.org, itu adalah situs yang tersedia untuk kalangan Non-Islam dalam “[edit: mendebat]” orang – orang Islam, dan yang ada disana mulai dari kelas orang biasa sampai professor yang [edit: berdialog]. Situs itu yang di Indonesia pernah ditutup. Jadi pada dasarnya apa yang dikatakan oleh saudara Stef itu benar, setiap agama kalau mau ditanyakan baik secara moral maupun sejarah itu bisa.
Saran saya :
Hindari perdebatan, doa’kan mereka, biar roh kudus yang akan membuka hatinya pada kebenaran JESUS
JESUS Bless You
Shalom ,
Saya adalah pembaca setia Katolisitas.org. Saya melihat bahwa katolisitas.org adalah website yang bisa dijadikan acuan untuk pertumbuhan iman Katolik.
Saat ini saya sedang berdiskusi dengan seorang beberapa saudara muslim di facebook. Saya sempat menjawab pertanyaan mereka yang meminta bukti bahwa Yesus adalah Tuhan, dengan menggunakan referensi dari Katolisitas.org. Namun ada seorang yang lain, menyerang dengan membeberkan puluhan ayat Alkitab yang kontradiktif dengan iman kristiani, misalnya: ayat-ayat yang merendahkan martabat wanita (1Kor 14:34-35), mengandung kalimat pornografi (Yeh 23:20-21), tentang saingan Yesus yang lebih hebat, yaitu Melkisedek (Ibrani 7:1-3), mengajarkan penipuan dengan sengaja berbicara dengan perumpaan supaya mereka tidak memahami dan bertobat (Mark 4:12) dan masih banyak lagi. [edit: link dihapus]
Terus terang, saya, yang bukan seorang Katolik yang mendalami ilmu apologetik dan kitab suci, mengalami kesulitan memberikan jawaban. Mungkin Bp. Stef dan Bu Ingrid bisa membantu, entah dengan menampilkannya di Katolisitas.org (Sehingga saya tinggal merefer ke sana nanti dalam jawaban saya), atau menjawab langsung di facebook.
Terima kasih sebelumnya.
God Bless You
Primadi Wirawan
[dari katolisitas: silakan melihat jawaban di atas - silakan klik]