<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Nasib orang yang bunuh diri dan hubungannya dengan baptisan</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2010/03/10/nasib-orang-yang-bunuh-diri-dan-hubungannya-dengan-baptisan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2010/03/10/nasib-orang-yang-bunuh-diri-dan-hubungannya-dengan-baptisan/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 08:45:03 +0700</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/10/nasib-orang-yang-bunuh-diri-dan-hubungannya-dengan-baptisan/comment-page-1/#comment-12920</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Tue, 30 Mar 2010 23:00:40 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4234#comment-12920</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Miki,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya tentang bunuh Diri. Berikut ini adalah beberapa dokumen Gereja yang menyangkut bunuh diri:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KGK, 2280.&lt;/strong&gt;Tiap orang bertanggung jawab  atas kehidupannya. Allah memberikan hidup kepadanya. Allah ada dan tetap  merupakan Tuhan kehidupan yang tertinggi. Kita berkewajiban untuk  berterima kasih karena itu dan mempertahankan hidup demi kehormatan-Nya  dan demi keselamatan jiwa kita. Kita hanya pengurus, bukan pemilik  kehidupan, dan Allah mempercayakannya itu kepada kita. Kita tidak  mempunyai kuasa apa pun atasnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KGK, 2281.&lt;/strong&gt;Bunuh diri bertentangan dengan  kecondongan kodrati manusia supaya memelihara dan mempertahankan  kehidupan. Itu adalah pelanggaran berat terhadap cinta diri yang benar.  Bunuh diri juga melanggar cinta kepada sesama, karena merusak ikatan  solidaritas dengan keluarga, dengan bangsa, dan dengan umat manusia,  kepada siapa kita selalu mempunyai kewajiban. Akhirnya bunuh diri  bertentangan dengan cinta kepada Allah yang hidup.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KGK, 2282.&lt;/strong&gt;Kalau bunuh diri dilakukan  dengan tujuan untuk memakainya sebagai contoh - terutama bagi  orang-orang muda - maka itu pun merupakan satu skandal yang besar.  Bantuan secara sukarela dalam hal bunuh diri, melawan hukum moral.  Gangguan psikis yang berat, ketakutan besar, atau kekhawatiran akan  suatu musibah, akan suatu kesusahan, atau suatu penganiayaan, dapat  mengurangi tanggung jawab pelaku bunuh diri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KGK, 2283.&lt;/strong&gt;Orang tidak boleh kehilangan  harapan akan keselamatan abadi bagi mereka yang telah mengakhiri  kehidupannya. Dengan cara yang diketahui Allah, Ia masih dapat memberi  kesempatan kepada mereka untuk bertobat supaya diselamatkan. Gereja  berdoa bagi mereka yang telah mengakhiri kehidupannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Catechism of the Council of Trent on Negative Part-Part 3 - The Decalogue- Fifth Commandment&lt;/strong&gt; &quot;...It also forbids suicide. No man possesses such power over his own life as to be at liberty to put himself to death. Hence we find that the Commandment does not say: Thou shalt not kill another, but simply: Thou shalt not kill.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Silakan juga melihat:&lt;/strong&gt; Declaration on Euthanasia; Gaudium et spes no.27; Evangelium Vitae no.65,72; Ecclesia in America no.63; Veritatis Splendor no.80; Christifideles Laici no.38; lih. KHK, 1041; lih. Summa Theology, II-II, q.64, a.5.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Dari dokumen-dokumen di atas, maka jelas bahwa bunuh diri adalah merupakan dosa berat, karena melanggar keadilan dan melanggar kasih. Orang yang melakukan hal ini melanggar kasih karena dia telah melukai diri sendiri dan melanggar keadilan karena dia telah melepaskan diri dari tanggung jawab keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Namun, di satu sisi, kita tidak dapat mengatakan bahwa seseorang yang bunuh diri pasti masuk neraka, karena kita tidak tahu detik-detik terakhir sebelum dia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Inilah sebabnya KGK, 2283 mengatakan&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&quot;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Orang tidak boleh kehilangan  harapan akan keselamatan  abadi bagi mereka yang telah mengakhiri  kehidupannya. Dengan cara yang  diketahui Allah, Ia masih dapat memberi  kesempatan kepada mereka untuk  bertobat supaya diselamatkan. Gereja  berdoa bagi mereka yang telah  mengakhiri kehidupannya.&lt;/em&gt;&quot;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Semoga keterangan di atas dapat menjawab pertanyaan anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Miki,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya tentang bunuh Diri. Berikut ini adalah beberapa dokumen Gereja yang menyangkut bunuh diri:</p><blockquote><p><strong>KGK, 2280.</strong>Tiap orang bertanggung jawab  atas kehidupannya. Allah memberikan hidup kepadanya. Allah ada dan tetap  merupakan Tuhan kehidupan yang tertinggi. Kita berkewajiban untuk  berterima kasih karena itu dan mempertahankan hidup demi kehormatan-Nya  dan demi keselamatan jiwa kita. Kita hanya pengurus, bukan pemilik  kehidupan, dan Allah mempercayakannya itu kepada kita. Kita tidak  mempunyai kuasa apa pun atasnya.</p><p><strong>KGK, 2281.</strong>Bunuh diri bertentangan dengan  kecondongan kodrati manusia supaya memelihara dan mempertahankan  kehidupan. Itu adalah pelanggaran berat terhadap cinta diri yang benar.  Bunuh diri juga melanggar cinta kepada sesama, karena merusak ikatan  solidaritas dengan keluarga, dengan bangsa, dan dengan umat manusia,  kepada siapa kita selalu mempunyai kewajiban. Akhirnya bunuh diri  bertentangan dengan cinta kepada Allah yang hidup.</p><p><strong>KGK, 2282.</strong>Kalau bunuh diri dilakukan  dengan tujuan untuk memakainya sebagai contoh &#8211; terutama bagi  orang-orang muda &#8211; maka itu pun merupakan satu skandal yang besar.  Bantuan secara sukarela dalam hal bunuh diri, melawan hukum moral.  Gangguan psikis yang berat, ketakutan besar, atau kekhawatiran akan  suatu musibah, akan suatu kesusahan, atau suatu penganiayaan, dapat  mengurangi tanggung jawab pelaku bunuh diri.</p><p><strong>KGK, 2283.</strong>Orang tidak boleh kehilangan  harapan akan keselamatan abadi bagi mereka yang telah mengakhiri  kehidupannya. Dengan cara yang diketahui Allah, Ia masih dapat memberi  kesempatan kepada mereka untuk bertobat supaya diselamatkan. Gereja  berdoa bagi mereka yang telah mengakhiri kehidupannya.</p><p><strong>Catechism of the Council of Trent on Negative Part-Part 3 &#8211; The Decalogue- Fifth Commandment</strong> &#8220;&#8230;It also forbids suicide. No man possesses such power over his own life as to be at liberty to put himself to death. Hence we find that the Commandment does not say: Thou shalt not kill another, but simply: Thou shalt not kill.&#8221;</p><p><strong>Silakan juga melihat:</strong> Declaration on Euthanasia; Gaudium et spes no.27; Evangelium Vitae no.65,72; Ecclesia in America no.63; Veritatis Splendor no.80; Christifideles Laici no.38; lih. KHK, 1041; lih. Summa Theology, II-II, q.64, a.5.</p></blockquote><p>Dari dokumen-dokumen di atas, maka jelas bahwa bunuh diri adalah merupakan dosa berat, karena melanggar keadilan dan melanggar kasih. Orang yang melakukan hal ini melanggar kasih karena dia telah melukai diri sendiri dan melanggar keadilan karena dia telah melepaskan diri dari tanggung jawab keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Namun, di satu sisi, kita tidak dapat mengatakan bahwa seseorang yang bunuh diri pasti masuk neraka, karena kita tidak tahu detik-detik terakhir sebelum dia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Inilah sebabnya KGK, 2283 mengatakan</p><blockquote><p>&#8220;<em><strong></strong>Orang tidak boleh kehilangan  harapan akan keselamatan  abadi bagi mereka yang telah mengakhiri  kehidupannya. Dengan cara yang  diketahui Allah, Ia masih dapat memberi  kesempatan kepada mereka untuk  bertobat supaya diselamatkan. Gereja  berdoa bagi mereka yang telah  mengakhiri kehidupannya.</em>&#8220;</p></blockquote><p>Semoga keterangan di atas dapat menjawab pertanyaan anda.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: miki</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/10/nasib-orang-yang-bunuh-diri-dan-hubungannya-dengan-baptisan/comment-page-1/#comment-12850</link> <dc:creator>miki</dc:creator> <pubDate>Mon, 29 Mar 2010 05:33:58 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4234#comment-12850</guid> <description>Saya ingin menayakan perihal bagaimana tinjauan moral katolik mengenai tidakan bunuh diri tersebut?
Dokumen-dokumen apa saja yang terkait dengan pandangan moral katolik mengenai bunuh diri? apakah dari humanae vitae ataukah dari mana saja?Terima kasihTuhan Memberkati</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin menayakan perihal bagaimana tinjauan moral katolik mengenai tidakan bunuh diri tersebut?<br
/> Dokumen-dokumen apa saja yang terkait dengan pandangan moral katolik mengenai bunuh diri? apakah dari humanae vitae ataukah dari mana saja?</p><p>Terima kasih</p><p>Tuhan Memberkati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Felix Sugiharto</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/10/nasib-orang-yang-bunuh-diri-dan-hubungannya-dengan-baptisan/comment-page-1/#comment-12351</link> <dc:creator>Felix Sugiharto</dc:creator> <pubDate>Wed, 10 Mar 2010 07:20:38 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4234#comment-12351</guid> <description>Shalom pak Stef.Terima kasih penjelasannya atas pertanyaan dari saya yang berkaitan dengan iman dan perbuatan bunuh diri, mudah2an di masa yang akan datang saya lebih bisa menyikapi/tanggap atau setidaknya membantu memberikan pengarahan sikap hidup terhadap kemungkinan terjadinya kasus bunuh diri di sekitar saya. tidak seperti apa yang di ceritakan diatas, dimana saya mengetahui kerinduan sang suami berkeinginan untuk di baptis sampai akhirnya terjadi kasus bunuh dirinya.
Terima katolisitas.Tuhan memberkati.
Felix Sugiharto.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom pak Stef.</p><p>Terima kasih penjelasannya atas pertanyaan dari saya yang berkaitan dengan iman dan perbuatan bunuh diri, mudah2an di masa yang akan datang saya lebih bisa menyikapi/tanggap atau setidaknya membantu memberikan pengarahan sikap hidup terhadap kemungkinan terjadinya kasus bunuh diri di sekitar saya. tidak seperti apa yang di ceritakan diatas, dimana saya mengetahui kerinduan sang suami berkeinginan untuk di baptis sampai akhirnya terjadi kasus bunuh dirinya.<br
/> Terima katolisitas.</p><p>Tuhan memberkati.<br
/> Felix Sugiharto.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Felix Sugiharto</title><link>http://katolisitas.org/2010/03/10/nasib-orang-yang-bunuh-diri-dan-hubungannya-dengan-baptisan/comment-page-1/#comment-12287</link> <dc:creator>Felix Sugiharto</dc:creator> <pubDate>Mon, 08 Mar 2010 13:52:19 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=4234#comment-12287</guid> <description>Shalom Team katolisitas
Pak Stef &amp; Bu IngridSaya mau menanyakan tentang seorang kawan baik saya (perempuan agama Katolik), ketika suaminya meninggal karena kasus bunuh diri (di publikasikan meninggal karena sakit), mereka mempunyai status nikah secara Gereja Katolik (dispensasi beda agama), pernah ditolak permohonan Baptisan Katoliknya secara lisan oleh Pastor Paroki, disebabkan sang suami buta huruf sehingga tidak bisa mengikuti pelajaran katekumen untuk Baptisannya sampai hari2 terakhir menjelang sakit keras dan meninggal secara bunuh diri,.
......
Terima kasih dan mohon pencerahannya.Salam sejahtera,
Felix Sugiharto.
&lt;em&gt;
[dari katolisitas: silakan melihat jawaban di atas - &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2010/03/10/nasib-orang-yang-bunuh-diri-dan-hubungannya-dengan-baptisan/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;]&lt;/em&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Team katolisitas<br
/> Pak Stef &amp; Bu Ingrid</p><p>Saya mau menanyakan tentang seorang kawan baik saya (perempuan agama Katolik), ketika suaminya meninggal karena kasus bunuh diri (di publikasikan meninggal karena sakit), mereka mempunyai status nikah secara Gereja Katolik (dispensasi beda agama), pernah ditolak permohonan Baptisan Katoliknya secara lisan oleh Pastor Paroki, disebabkan sang suami buta huruf sehingga tidak bisa mengikuti pelajaran katekumen untuk Baptisannya sampai hari2 terakhir menjelang sakit keras dan meninggal secara bunuh diri,.<br
/> &#8230;&#8230;<br
/> Terima kasih dan mohon pencerahannya.</p><p>Salam sejahtera,<br
/> Felix Sugiharto.<br
/> <em><br
/> [dari katolisitas: silakan melihat jawaban di atas - <a
href="http://katolisitas.org/2010/03/10/nasib-orang-yang-bunuh-diri-dan-hubungannya-dengan-baptisan/" rel="nofollow">silakan klik</a>]</em></p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 29/49 queries in 0.043 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-09-10 03:27:29 -->