Orang Katolik Tidak Menyembah Patung

Pendahuluan

Cerita ini adalah yang penulis alami pada tahun 2000. Saat itu saya sedang mengunjungi sanak keluarga suami yang tinggal di Jawa Tengah. Suami saya tidak ikut, karena sedang bertugas di luar negeri. Karena hampir semua dari anggota keluarga mereka beragama Kristen Protestan, maka pada hari Minggu terakhir sebelum saya pulang ke Jakarta, mereka mengajak saya ikut kebaktian di gereja mereka. Karena saya pikir saya toh masih dapat mengikuti misa sore setibanya saya di Jakarta, maka saya setuju saja, karena saya tidak ingin merepotkan mereka untuk mengantarkan saya spesial ke gereja Katolik.

Kebaktian berlangsung khusuk. Injil hari itu adalah mengenai “mengasihi Allah dan sesama”, dan Bapak Pendeta mengutip kesepuluh Perintah Allah yang ada di Kitab Keluaran 20. Ayat ke-3 menekankan supaya kita tidak menyembah allah yang lain selain Allah Tritunggal. “Oh, sama dengan ajaran Gereja Katolik”, pikir saya. Namun penjelasan ayat yang ke-4 dan ke-5 membuat saya terhenyak.[1] Saat itu, beliau meminta seseorang untuk memberikan selembar uang kertas sebagai contoh. Katanya perintah Tuhan pada kedua ayat ini seperti halnya uang kertas, harus tercetak di sisi atas dan di sisi baliknya, kalau tidak, uang tersebut tidak berlaku. Maka kedua ayat itu harus diterapkan sekaligus, karena jika tidak artinya kita melanggar perintah Allah. Maka Pak Pendeta mengatakan kita tidak boleh membuat patung yang menyerupai apapun di langit dan di bumi, dan tidak boleh menyembahnya. Dia menyebutkan ‘kekeliruan’ gereja lain (beliau tidak menyebutkan Gereja Katolik) yang mengajarkan bahwa membuat patung itu boleh saja, asalkan kita tidak sujud menyembahnya sebagai Allah. Kemudian, beliau bertanya kepada jemaat, siapa dari antara hadirin yang berpendapat demikian. Hati saya bergemuruh, karena yang saya tahu, yang dilarang adalah membuat ‘patung’ yang kemudian disembah sebagai Tuhan. Jadi, saya memutuskan untuk mengangkat tangan saya, walaupun saya dipandang dengan tatapan aneh oleh banyak yang hadir. Hanya ada dua orang (termasuk saya) yang mengangkat tangan, dari sekitar 400 orang yang hadir. “Anggapan yang keliru”, kata Bapak Pendeta, dan saya bertekad dalam hati untuk menjelaskan hal ini kepadanya setelah kebaktian.

Sayangnya, saya tidak berkesempatan untuk bertemu dengan Pak Pendeta setelah kebaktian. Saya pulang ke Jakarta dengan hati gundah. Satu minggu berikutnya saya isi dengan mempelajari Kitab Suci dan buku-buku ajaran Gereja Katolik mengenai hal patung ini. Minggu berikutnya saya menulis surat kepada beliau, dengan menuliskan ayat-ayat Alkitab yang menjadi dasar bagi Gereja Katolik yang menganggap bahwa membuat patung, memajang patung ataupun berdoa di depan patung bukanlah suatu penyembahan berhala, asalkan kita tidak tunduk menyembah patung itu dan menganggapnya sebagai Tuhan. Sampai sekarang, saya tidak pernah menerima balasan dari Bapak Pendeta tersebut. Namun, saya hanya berharap agar beliau dapat memahami dasar pengajaran Gereja Katolik dalam hal patung ini dan tidak beranggapan bahwa Gereja Katolik mengajarkan sesuatu yang ‘keliru’.

Surat kami kepada Bapak Pendeta

Berikut ini saya sertakan surat kepada Bapak Pendeta tersebut, yang sesungguhnya dapat ditujukan juga kepada siapa saja yang menganggap orang Katolik menyembah patung:

Salam damai dalam kasih Kristus,

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengikuti Kebaktian Minggu tanggal 17 September 2000, yang bertemakan “Kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri”.

Saya terkesan dengan kotbah tersebut, hanya ada beberapa bagian yang berbeda dengan pengajaran di dalam Gereja saya, yaitu Gereja Katolik. Memang, Pak Pendeta tidak menyebut langsung ‘Gereja Katolik’ dalam khotbah Bapak, tetapi saya merasa terdorong untuk menjelaskan hal itu mengingat banyaknya kesalahpahaman yang terjadi antara jemaat Kristen Protestan dangan kami umat Katolik.

Dan setelah mendiskusikannya dengan suami saya, maka kami memutuskan untuk menulis surat ini dalam semangat kasih persaudaraan dalam Kristus.

Kami menyadari, bahwa perbedaan adalah hal yang wajar. Dan dengan semangat mencari kebenaran itu sendiri yang berasal dari Tuhan, kami ingin menjelaskan hal-hal dan latar belakang, serta dasar iman Katolik yang berkaitan dengan kotbah Bapak pada saat itu, yaitu mengenai ayat:

Keluaran 20:3-5 (menurut : Lembaga Alkitab Indonesia, 1999)

3)Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

4)Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

5)Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci aku.

Menurut khotbah Bapak, ayat yang ke-4 dan ke-5 tidak dapat dipisahkan, sehingga artinya adalah kita tidak boleh membuat patung, dan tidak boleh menyembah sujud kepadanya.

(Analogi yang Bapak sampaikan pada waktu itu adalah uang kertas dua puluh ribu rupiah yang memiliki 2 sisi). Jadi anggapan bahwa membuat patung itu diperbolehkan asal tidak sujud menyembahnya, dianggap KELIRU.

Kami ingin mengutip dari beberapa ayat kitab suci dari beberapa terjemahan, untuk mengurangi kemungkinan distorsi dari bahasa itu sendiri.

3) You shall not have other gods besides me (NAB, CCB); no other gods before me (RSV, NIV, KJV);

4) You shall not carve idols (NAB); a graven image (RSV); any graven image (NIV, KJV); a carved image (CCB) for yourselves in the shape of anything in the sky above or on the earth below or in the waters beneath the earth;

5)you shall not bow down (NAB, RSV, NIV, KJV, CCB) before them or worship them: for I the LORD your God am a jealous God, visiting the iniquity of the fathers upon the children to the third and the fourth generation of those who hate me.

Catatan: NAB= New American Bible; RSV= Revised Standard Version; NIV= New International Version; CCB= Christian Community Bible.

Dari referensi di atas, maka terlihat bahwa istilah yang digunakan adalah:

Carved idol, yang artinya adalah “patung berhala” dan carved/graven image yang berarti “ukiran dari suatu gambaran”. Kalaupun hal ini masih bisa diperdebatkan, namun tetap tidak mengurangi esensi dari ayat tersebut, bahwa yang paling penting adalah kita tidak membuat image/patung/gambaran untuk disembah sebagai allah lain (dalam kaitannya dengan ayat yang ke 3).

Jadi, penyembahan “patung berhala” adalah dosa. Namun anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa orang-orang Katolik adalah “sebagian orang Kristen” yang menyembah “patung” karena memiliki patung Yesus, Maria, santo/santa adalah sungguh-sungguh keliru. Hal ini adalah karena kesalahpahaman atau pengabaian dari apa yang dikatakan oleh kitab suci tentang maksud dan penggunaan patung. (Karena orang Katolik tidak menghormati patung, tetapi menghormati pribadi yang digambarkan di dalamnya). [2]

Anggapan bahwa “Tuhan melarang penggunaan image/gambaran/patung”, seperti yang dikotbahkan Bapak, menjadi anggapan umum jemaat Protestan, (sedangkan Gereja Katolik memang melarang patung berhala, tetapi tidak melarang penggunaan patung untuk keperluan ibadah, karena patung hanya merupakan lambang saja yang membantu untuk mengarahkan hati kepada Tuhan).

Kalau kita sungguh-sungguh menyelidiki seluruh kitab suci, kita dapat menemukan bahwa penggunaan image/gambaran/patung dalam ibadah kepada Tuhan diperbolehkan, bahkan Allah sendiri yang “memerintahkan” penggunaan hal tersebut.

Tuhan memerintahkan untuk membuat patung untuk keperluan ibadah

Di samping kutipan kitab Keluaran 20:4-5, marilah kita melihat beberapa kutipan lain dimana Tuhan memerintahkan untuk membuat patung yang digunakan sebagai lambang yang memberikan gambaran/menunjuk kepada kehadiran Yesus pada Perjanjian Baru dan kekal, sebagai yang terkandung dalam ‘Tabut Perjanjian baru’ itu sendiri, dan Putera Allah yang ditinggikan[3]:

1. Keluaran 25:1,18-20

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Dan haruslah kau buat dua kerub (English: cherubims/angels) dari emas, kau buatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini, dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya”. Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.”

2. Ketika raja Daud memberikan rencana pembuatan bait Allah kepada Salomo

2. 1 Tawarikh 28:18-19

”..juga emas yang disucikan untuk mezbah pembakaran ukupan seberat yang diperlukan dan emas yang diperlukan untuk pembentukan kereta yang menjadi tumpangan kedua kerub yang mengembangkan sayapnya sambil menudungi tabut perjanjian Tuhan. Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh Tuhan yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.”

Lihatlah bahwa semua yang tertulis di atas diilhami oleh Tuhan sendiri.

Memang bukan raja Daud yang membangun bait Allah, melainkan raja Salomo pada tahun ke-empat setelah ia menjadi raja atas Israel. Dan dia melakukan yang diperintahkan oleh raja Daud, seperti yang tertulis dalam kitab 1 Raja-raja 6:23-35, “selanjutnya di dalam ruang belakang itu dibuatnya dua kerub dari kayu minyak, masing-masing sepuluh hasta tingginya ……..” (Dua kerub yang terdapat pada bait Allah ini menunjuk kepada kehadiran Allah di dalam tabut perjanjian; dan Yesuslah yang kemudian menjadi pemenuhan dari perjanjian Allah ini).

3. Yehezkiel 41:17-18

… dan di seluruh dinding bagian dalam dan bagian luar, terukir gambar-gambar kerub dan pohon-pohon korma, di antara dua kerub sebatang pohon korma, dan masing-masing kerub itu mempunyai dua muka.

4. Bilangan 21:8

Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa:”Buatlah (sebuah patung) ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” (Ular ini yang ditinggikan Musa menjadi gambaran dari Yesus Putera Allah yang harus ditinggikan (Yoh 3:14)).

Berdasarkan dasar-dasar tersebut di atas, yang dilarang adalah image/ gambaran/ patung yang dijadikan “allah-allah yang lain” dan menyaingi Allah yang Satu. Yang dilarang oleh hukum Allah adalah pemujaan terhadap image /gambaran/patung itu sendiri. Dengan demikian, Keluaran 20:4-5 berkaitkan dengan Keluaran 20:3, yaitu jangan ada padamu allah lain di hadapanKu.

Bagaimana kita menjelaskan kontradiksi ayat-ayat tersebut diatas butir 1-4 dengan kitab Keluaran 20:4-5?

Jawabannya sangat sederhana. Kerub/malaikat tidak dianggap sebagai allah dan tidak memerlukan pemujaan: Mereka adalah gambaran hamba Tuhan. Hal yang sama diterima oleh gereja Katolik saat ini, adalah penggunaan patung Yesus, Maria, santo/santa karena mereka bukan allah melainkan gambaran hamba Tuhan. (Jadi kita tidak menghormati patung itu apalagi menyembahnya, melainkan menghormati pribadi yang dilambangkannya, karena mereka membantu kita mengarahkan hati kepada Allah dan bukannya menjadi ‘saingan’ Allah).

Bagaimana umat Katolik menggunakan image/gambaran/patung:

1. Sebagai salah satu alat bantu umat untuk lebih menghayati kedekatannya dengan Yesus Kristus.

Penggunaan patung, lukisan, elemen artistik lainnya bagi umat Katolik adalah untuk membantu mengingat seseorang atau sesuatu yang digambarkannya. Sama seperti seseorang mengingat ibunya dengan melihat fotonya, demikian juga umat Katolik mengingat Yesus, Maria dan orang kudus lainnya dengan melihat patung/ gambar mereka. (Lagipula, Yesus sendiri sebagai Sang Putera Allah telah menjadi manusia, sehingga Yesus sendiri telah menjadi ‘gambaran Allah yang nyata.’ (lihat Kol 1:15) Karena itu, dengan kedatangan Yesus ke dunia, Allah yang tak kelihatan menjadi kelihatan, Allah yang dalam Perjanjian Lama dilarang untuk digambarkan, maka di Perjanjian Baru malah dinyatakan sebagai ‘gambar hidup’ di dalam diri Yesus. Jadi Yesus memperbaharui ‘tata gambar’ tentang Allah, sebab Ia adalah gambaran Allah sendiri.[4]) Renungkanlah ini: Jika di rumah kita memasang gambar/ foto keluarga kita, mengapakah kita tidak boleh memasang gambar/foto Tuhan yang kita sayangi? Gambar/ patung Tuhan Yesus dipasang tidang untuk disembah, tetapi hanya untuk mengingatkan kita tentang betapa istimewanya Ia di dalam hidup kita.

2. Sebagai sarana pengajaran

Umat Katolik juga menggunakan image/gambar/patung sebagai sarana pengajaran, seperti yang diterapkan juga oleh umat Kristen lain terutama dalam mengajar anak-anak di sekolah minggu, seperti: menerangkan siapa Tuhan Yesus, mukjijat yang dibuatNya, dll dengan gambar-gambar. (Kita mengetahui bahwa masalah ‘buta huruf’ baru dapat dikurangi secara signifikan di Eropa pada abad ke-12; bahkan untuk negara-negara Asia dan Afrika baru pada abad 19/20. Jadi tentu selama 12 abad, bahkan lebih, secara khusus, gambar-gambar dan patung mengambil peran untuk pengajaran iman, karena praktis, mayoritas orang pada saat itu tidak dapat membaca! Penggunaan gambar/ patung untuk maksud pengajaran ini tentu bukan berhala, karena mereka akhirnya malah menuntun orang beriman kepada Tuhan. Hal serupa terjadi waktu kita pertama kali mengajar anak-anak kecil mengenali benda-benda tertentu. Kita membuat/ menunjukkan pada mereka gambar-gambar sederhana, seperti apel, ikan, rumah, dst. Tentu saja hal ini tidak bertentangan dengan perintah Tuhan. Jadi membuat gambar yang menyerupai sesuatu di sekitar kita bukan merupakan dosa asal kita tidak menyembah gambar- gambar itu).

3. Digunakan untuk peristiwa-peristiwa tertentu

Umat Katolik juga menggunakan hal tersebut dalam kesempatan tertentu, sama seperti umat Kristen pada umumnya mempunyai patung-patung kandang natal, gambar peristiwa natal, atau mengirim kartu natal bergambar pada hari natal. (Jika membuat segala gambar/ patung yang menyerupai segala sesuatu dianggap dosa, apakah berarti kebiasaan mengirimkan kartu Natal dan menghias pohon Natal dengan kandang Natal, adalah dosa? Jika ya berarti bahkan menonton TV pun adalah dosa, melihat segala buku bergambar adalah dosa, menggambar/ melukis adalah dosa, karena semua objeknya adalah segala sesuatu yang ‘menyerupai apapun yang di langit dan di bumi’).

Kesimpulan

Jadi, Tuhan memang melarang pemujaan terhadap image/gambaran/patung, tetapi Ia tidak melarang pembuatan image/ gambaran tersebut secara umum. Seandainya Ia melarangnya, maka film, televisi, video, foto, lukisan, kartu natal bergambar, uang, ataupun gambar-gambar lainya akan juga dilarang, karena semua itu mengandung unsur image/ gambaran yang menyerupai sesuatu di bumi atau di atas bumi….(lihat Kel 20:4) Karena itu, Gereja Katolik melihat ayat ke-4 ini sebagai kelanjutan dari ayat ke-3, yaitu, agar jangan kita membuat gambar/ patung untuk disembah sebagai allah lain di hadapan Allah.

Dengan demikian sebenarnya menjadi sangat jelas bahwa baik umat Katolik maupun umat Kristen lainnya hanya memuja Tuhan yang satu dan sama, dan sama-sama menentang penyembahan patung berhala.

Kami yakin bahwa masih ada perbedaan-perbedaan yang ada dalam pengajaran Katolik dan Kristen Protestan. Alangkah baiknya jika kita masing-masing mau mengerti dasar-dasar atau latar belakang alkitabiah dan ajaran Gereja yang mendasari pengajaran tersebut untuk mengetahui kebenaran itu sendiri. Janganlah kita lupa bahwa di antara kita lebih banyak persamaannya dari pada perbedaannya.

Akhirnya, kami mengucapkan salam hangat kami untuk Bapak Pendeta dan seluruh jemaat Bapak. Semoga kasih Tuhan Yesus selalu mengikat kita semua sebagai satu saudara.

Salam dalam damai Kristus,

Ingrid Listiati & Wijoyo Tay

Penutup

Surat ini saya kirimkan kepada Bapak Pendeta tersebut. Nama dan alamat bapak Pendeta tersebut sengaja tidak saya cantumkan di sini karena saya pandang tidak perlu, karena yang terpenting adalah isi dari surat tersebut, untuk kita renungkan bersama. Kesaksian serupa ini mungkin dapat pula saudara/i alami dengan situasi yang berbeda, dan saya berharap artikel ini dapat sedikit membantu. Di atas semua itu, ingatlah bahwa kita harus selalu siap untuk menjelaskan iman kita, namun harus selalu dengan kelemah-lembutan dan hormat (lih. 1Pet 3:15).

Perlu kita ingat di sini bahwa berhala yang lebih ‘berbahaya’ sekarang adalah bukan terbatas hanya patung, tetapi segala ciptaan yang kita anggap lebih utama dari Tuhan, misal, uang, TV, pekerjaan, kedudukan, kecantikan, koleksi barang antik, main game, dst., yang menggeserkan peran Tuhan di dalam hidup kita, dan yang menyita waktu kita sampai tidak ada waktu untuk ke gereja, berdoa dan membaca sabda-Nya. Hal ini malah lebih nyata pada jaman sekarang, ketimbang hal membuat patung lembu tuangan (lih. Ul 9:16), namun prinsipnya sama, yaitu menyembah ciptaan dan bukan Sang Pencipta.

Mari kita refleksikan, apa yang menjadi ‘patung berhala’ di dalam hidup kita, yang mengambil tempat Tuhan di hati kita. Mari kita berdoa agar Tuhan membantu kita mengangkat keterikatan kita terhadap benda-benda tersebut. Dengan demikian kita dapat mengasihi Allah dengan lebih sungguh, tidak hanya di mulut, tetapi sungguh turun sampai ke hati.


[1] Perintah kedua yang dibahas oleh Bapak Pendeta adalah “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit… di bumi … atau yang ada di dalam air di bawah bumi.”(Kel 20:4) Dalam pengajaran Gereja Katolik, perintah kedua adalah: “Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan (Kel 20:7), karena ayat ke-4 yang mengacu pada patung berhala merupakan kesatuan/kelanjutan dari perintah pertama yaitu, “Jangan ada allah lain dihadapan-Ku…”(Kel 20:3)

[2] Lihat Katekismus Gereja Katolik 2132, Penghormatan Kristen terhadap gambar tidak bertentangan dengan perintah pertama, yang melarang patung berhala. Karena ‘penghormatan yang kita berikan kepada satu gambar menyangkut gambar asli di baliknya” (Basilius Spir 18,45) dan “siapa yang menghormati gambar, menghormati pribadi yang digambarkan di dalamnya” (Konsili Nisea II, DS 601). Penghormatan yang kita berikan kepada gambar-gambar adalah satu ‘penghormatan yang khidmat’, bukan penyembahan; penyembahan hanya boleh diberikan kepada Allah.

[3] Lihat KGK 2130, Tetapi di dalam Perjanjian Lama, Allah sudah menyuruh dan mengizinkan pembuatan patung, yang sebagai lambang harus menunjuk kepada keselamatan dengan perantaraan Sabda yang menjadi manusia: sebagai contoh, ular tembaga (bdk Bil 21:4-9; Keb 16-5-14, Yoh 3:14-15), tabut perjanjian dan kerub (bdk. Kel 25:10-22; 1 Raj 6:23-28; 7:23-26).

[4] Lihat KGK 2131, …Dengan penjelmaan menjadi manusia, Putera Allah membuka satu “tata gambar” yang baru.

Beberapa artikel yang berhubungan:

Beberapa artikel di kategori yang sama:

220 Komentar to Orang Katolik Tidak Menyembah Patung

  1. @Sdri lucia,

    Haleluyah karena anda sudah menemukan Kebenaran di Gereja Tiberias Indonesia. Arah dan iman anda sudah benar, dan saya sarankan anda untuk tidak terlibat terlalu dalam pada perdebatan doktrin di situs ini karena disini terdapat banyak kontra faham yang saya khawatirkan dapat mengganggu suasana hati anda yang sudah tenang di dalam Kristus dng solagracia, solafide, sola scriptura. Teguhkan iman anda pada apa yang telah anda dapat dan pelajari dari Tiberias, karena anda sudah mengenal kebenaran, jamahan kasih Tuhan, dan sakramen yang benar. Perkuatlah wawasan anda dari Alkitab, dimana Tuhan telah mengajarkan banyak hal langsung kepada setiap anakNya.

    Saya juga beribadah di GTI Tiberias (sama dng anda) sudah lebih dari 10 tahun hingga saat ini, dan saya dijamah Tuhan dng luarbiasa, mengalami mujijat yg spektakuler dlm hidup saya, dan bertumbuh dng iman sederhana dari Tuhan Yesus, serta menerapkan sakramen Perjamuan Kudus dan Minyak Urapan. Ingatlah Sdri lucia, anda sudah berada dalam komunitas yang baik, jadi hati-hatilah ketika anda berada disini. 1 Kor 15:33. Dan menurut saya disini bukan tempat yang tepat untuk anda berdebat, tapi tempat yang baik untuk memberitakan iman yang benar seperti yang sudah anda temukan di Tiberias. Anda sudah berada di tanah yang baik, hati2 ketika anda menginjak jalanan dan tanah berbatu. Silakan baca Lukas 8:5-8.

    Demikian saran saya sebagai saudara seiman, doa saya kiranya anda bertumbuh makin kuat di Tiberias dan berbuah makin banyak bagi kemuliaan nama TUHAN kita YESUS KRISTUS. Segala pujian, hormat, sembah, syukur, dan doa kita hanya layak kita panjatkan kepada TUHAN YESUS KRISTUS saja.

    Jesus Bless You Lucia…

    • Shalom Kevin dan Lucia,

      Terima kasih atas tanggapannya. Saya tidak mempermasalahkan kalau anda berdua telah merasakan kasih Tuhan di gereja Tiberias. Namun, anda berdua yang datang ke site ini dan mempertanyakan iman Gereja Katolik. Menjadi hak anda untuk bertanya dan menjadi hak kami untuk menjawab sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Dan kalau Lucia maupun anda ingin berdiskusi tentang dogma dan doktrin dari Gereja Katolik yang dipandang salah dan tidak sesuai dengan Alkitab, maka saya membuka diri saya. Saya percaya, seperti yang Lucia katakan bahwa dia pindah ke gereja Tiberias karena alasan kebenaran dan bukan karena alasan pribadi. Dan kebenaran inilah yang dapat didiskusikan kalau masing-masing pihak bersedia untuk berdiskusi. Dengan berdialog, maka anda dapat memberitakan kebenaran yang telah anda temukan, dan sebaliknya saya juga memberitakan apa yang dipercayai oleh Gereja Katolik. Jadi, kalau anda mengatakan “hati-hatilah ketika anda berada disini“, maka saya tidak tahu apa yang perlu dihati-hatikan, apalagi kalau anda mengumpamakan site ini sebagai jalanan dan tanah yang berbatu (Lk 8:5-8) dan membawa pengaruh buruk (1Kor 15:33). Namun, akhirnya semua itu adalah keputusan dan hak anda berdua. Kalaupun ada dialog yang terjadi, semoga dialog tersebut dapat membawa kita kepada Sang Kebenaran itu sendiri. Jadi, mari kita bersama-sama membawa hal ini di dalam doa.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

    • Abraham Martinus Setyabudi July 19, 2010 at 3:08 pm

      @lucia dan kevin
      Saya setuju dengan saudara kevin, firman tidak untuk diperdebatkan tetapi untuk di percaya, sampaikan aja kebenaran biar roh kudus sendiri yang akan mencelikkan mata mereka yang buta. Doktrin gereja tuh perintah manusia dan sangat berlawanan dengan firman Tuhan sendiri, Jesus is God

      • Shalom Abraham,
        Terima kasih atas tanggapannya. Seperti yang telah saya jelasan kepada anda, katolisitas.org adalah situs yang memberikan pengajaran Gereja Katolik. Kami terbuka kalau anda ingin berdiskusi. Adalah menjadi hak anda untuk mengatakan sesuatu yang berbeda dengan pengajaran Gereja Katolik, namun di satu sisi menjadi hak dari tim katolisitas.org untuk menyanggahnya dan memaparkan apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik. Kalau anda mengatakan bahwa kami buta dan doktrin Gereja Katolik hanyalah buatan manusia semata, silakan menyebutkan satu doktrin dari Gereja Katolik yang berlawanan dengan Firman Tuhan. Dan kemudian kita dapat membahasnya secara lebih mendalam. Dengan demikian dapat terjadi dialog yang baik dan tidak hanya sekedar tuduhan yang tidak disertai dengan bukti-bukti yang baik. Semoga hal ini dapat diterima oleh Abraham.
        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,stef – katolisitas.org

        • Abraham Martinus Setyabudi August 28, 2010 at 5:58 pm

          Shalom Stefanus,
          Saya bukan ingin berdiskusi tetapi saya hanya menyampaikan kebenaran firman Tuhan, karena itu perintah Tuhan sendiri. setiap firman yang ditabur tidak akan kembali dengan sia-sia tetapi dia akan melaksanakan kehendak Tuhan dengan kekuatan kuasanya. Oke saya kasik doktrin mu yang yang bertentangan dengan firman Tuhan, salah satunya adalah maria sebagai mama nya Allah. padahal Dia adalah yang awal dan yang akhir, kalo mama artinya lebih awal dari Dia sendiri dan ini juga jelas salah, baca juga galatia 4:4-5 maria tuh perempuan yang takluk akan hukum taurat (BERDOSA) oleh sebab itu Yesus menebusnya atau menggantikan tempat kita dengan cara lahir dari perempuan berdosa diwakili oleh Maria ( keturunan hawa yang jatuh dalam dosa asal) supaya kita diangkat menjadi anak bapa yang disurga. Di ayat itulah menerangkan dengan jelas tentang siapa Maria itu. jadi dia sebagai bunda allah tuh pemikiran manusia aja yang melihat secara daging bukan secara roh. Kalo anda berpikir secara logika maka maria adalah istri Allah, sedangkan Allah tidak kawin, karena yang kawin adalah manusia. ratu surga yang kalian klaim sebagai maria tuh terlalu dipaksakan karena dalam perjanjian lama pun Allah menentang penyembahan ratu surga. iblis yang menyesatkan pemikiran kalian tuh dengan segala cara supaya anda menyembah figur ratu surga tetapi supaya tidak terkena firman Tuhan dia memakai figur Maria jadi seakan2 benar tetapi salah supaya tidak kena firman Tuhan tapi sayangnya Anak2 Tuhan yang benar tidak bisa ditipu. anda juga membuat tanda salib dengan bapa putra roh kudus. kan ga ada ibunya? jadi salah tuh maria bunda allah. Tuhan Yesus mengubahkan anda. Halleluya . Amen

          • Shalom Abraham,

            Terima kasih atas tanggapannya. Kalau anda mengatakan bahwa anda tidak ingin berdiskusi namun hanya menyampaikan kebenaran Firman Tuhan, maka sebenarnya ini adalah pernyataan yang berat sebelah. Di satu sisi, apa yang kita lakukan adalah suatu diskusi. Di sisi lain, anda mengatakan hanya menyampaikan kebenaran Firman Allah. Tidak menjadi masalah kalau anda hendak menyampaikan apa yang anda pandang adalah suatu kebenaran Firman Allah. Untuk mengatakan bahwa apa yang anda paparkan adalah sesuai dengan kebenaran Firman Allah, maka harus dibuktikan lebih lanjut. Dengan demikian, mari kita berdiskusi dengan baik.

            Anda telah menyampaikan beberapa keberatan doktrin dari ajaran Gereja Katolik yang anda pandang tidak alkitabiah. Saya telah menghapus beberapa komentar anda, mengingat apa yang anda kemukakan sebenarnya telah dibahas secara panjang lebar di dalam beberapa link yang saya berikan. Saya menyarankan, agar anda membaca link-link yang saya berikan, dan kemudian, bergabunglah dalam diskusi tersebut. Mohon untuk tidak memulai diskusi dari awal, namun usahakan memberikan argumentasi yang baru, sehingga substansi dari diskusi menjadi semakin dalam. Cobalah berkonsentrasi pada satu topik diskusi dan kemudian berfokuslah pada satu topik. Setelah diskusi satu topik selesai, maka anda dapat melanjutkannya ke topik yang lain. Berikut ini adalah link-link yang menjawab semua pertanyaan anda:

            1. Keberatan tentang Maria sebagai Bunda Allah – silakan klik.

            2. Keberatan Maria yang tanpa dosa – silakan klik dan klik ini.

            3. Tentang Maria sebagai Ratu Sorga – silakan klik.

            4. Tentang menyembah patung – silakan klik dan klik ini dan klik ini juga. Silakan membaca artikel ini – silakan klik.

            5. Tentang Gereja Katolik didirikan oleh Yesus di atas rasul Petrus:

            Apa artinya menjadi seorang Kristen?
            Keutamaan Petrus (4): Menurut Dokumen paling awal Gereja
            Keutamaan Petrus (3): Tanggapan terhadap mereka yang menentang keberadaan Petrus di Roma
            Keutamaan Petrus (2): Bukti sejarah tentang keberadaan Rasul Petrus di Roma
            Keutamaan Petrus (1): Menurut Kitab Suci
            Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan (Bagian 5 – Selesai)
            Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan (Bagian 4)
            Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan (Bagian 3)
            Mengapa Kita Memilih Gereja Katolik
            Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan (Bagian 2)
            Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan (Bagian 1)
            Diskusi yang lain dapat dilihat di sini – silakan klik.

            6. Tentang ekklesiologi dan perpecahan gereja – silakan klik.

            7. Tentang Wahyu Allah dan kebenaran – silakan klik.

            8. Tentang Ex-Cathedra (Paus tidak dapat salah) – silakan klik dan klik ini.

            9. Tentang Perjamuan Suci – silakan klik dan klik ini.

            10. Tentang menerima satu rupa dalam Ekaristi – silakan klik.

            Jadi, sekali lagi, pilihlah satu topik saja dari beberapa hal yang telah anda komentari. Silakan melihat diskusi yang telah berlangsung, baik diskusi dengan dasar Alkitab, sejarah, apa yang dikatakan oleh jemaat perdana, dll. Minimal, anda dapat melihat bahwa dogma dan doktrin dari Gereja Katolik mempunyai dasar yang kuat. Anda dapat tidak setuju dengan beberapa pemaparan di atas, namun kalau anda memang berniat berdiskusi secara serius, cobalah membaca terlebih dahulu link-link di atas, dan kemudian anda dapat memberikan argumentasi yang baru yang belum pernah dibahas. Atau anda juga dapat memberikan argumentasi yang lebih mendalam. Saya minta maaf, terus terang kami tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memulai diskusi dari awal. Mohon dapat dimaklumi. Dan anda juga dapat melihat ada banyak diskusi dilakukan oleh orang-orang yang dulunya Katolik dan kemudian berpindah ke gereja lain. Jadi, sama seperti anda, mereka juga mempunyai niat baik untuk memperingatkan umat Katolik dari pengajaran yang seolah-olah bertentangan dengan Firman Tuhan. Namun, dari pengalaman berdiskusi, banyak dari antara mereka sebenarnya tidak mengerti secara persis apa yang dipercayai oleh Gereja Katolik. Oleh karena itu, bacalah terlebih dahulu diskusi tersebut, sehingga minimal anda dapat menangkap secara persis apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik, dan kemudian anda dapat membuat sanggahan. Semoga usulan saya dapat diterima.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – katolisitas.org

  2. untuk IBU LUCIA
    Saya seorang KATOLIK…
    kepindahan anda menjadi seorang Kristen Protestan sebuah hal yang menggembirakan APABILA selama di Gereja tersebut ibu bisa lebih dekat dengan TUHAN YESUS…
    setelah ibu pindah dari Katolik apakah Ibu Benar” mendapatkaN perubahan???
    APAKAH SETIAP PERBUATAN DAN PERKATAAN IBU MENCERMINKAN SEORANG KRISTIANI (PENGIKUT KRISTUS)???

    INI TIDAK HANYA UNTUK IBU LUCIA, KITA SEMUA MERENUNGKAN APAKAH SAYA/KITA SEBAGAI PENGIKUT KRISTUS TELAH MENCERMINKAN TUHAN DALAM KEHIDUPAN KITA?
    APALAGI DALAM KEHIDUPAN SEKARANG APAKAH KITA SUDAH MEMBERIKAN YANG TERBAIK BAGI TUHAN YESUS?
    APAKAH KITA KITA SUDAH SALING MELAYANI? SALING MENGASIHI? SALING MENGHORMATI? SALING MENGAMPUNI? SALING MENGINGATKAN…

    MARI KITA SEBAGAI PENGIKUT KRISTUS SALING BERSATU UNTUK MEMPERMULIAKAN NAMA TUHAN YESUS…
    AMIN

    [dari katolisitas: pertanyaan utamanya adalah apakah sebelum berpindah ke gereja lain, Lucia telah benar-benar mempelajari iman Katolik dengan sungguh-sungguh? Hanya Tuhan dan Lucia yang dapat menjawabnya.]

  3. Terima kasih kepada Ibu Ingrid dan seorang Ibu yang telah merespond saya….salam damai dan sejahtera untuk kita semua. Mari kita berdamai dan berpikiran positif….Tuhan beserta kita.

  4. [Dari Katolisitas: Komentar ini dipindahkan dari artikel Akhir Jaman -1, karena lebih menyangkut ke topik di atas]

    SHALOM: Ingrid Listiati

    Saya hanya ingin tau sedikit penjelesannya dari agama katolik..

    *Kenapa di katolik membuat patung bunda maria?? dan boleh disembah didepan patung tersebut?

    Untuk pertanyaan diatas tersebut: Karena ada alasan di dalam Firman Tuhan:

    Keluaran 20:3-5
    * Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
    *Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
    * Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

    Dari pertanyaan diatas, jelas mengatakan patung yang menyerupai apapun tidak boleh disembah, termaksud patung Yesus dan bunda maria. Bila menyembahnya maka akan terkena kutukan 4generasinya, dari anak, cucu, dan seterusnya.
    knapa di katolik menyembahnya dengan membuat patung bunda maria dan juga patung Yesus??
    Karena setiap apapun yang disembah di depan patung, yang buatan tangan manusia patung tersebut, yang masuk adalah roh yang menyerupai patung tersebut. tetapi bukan Allah.
    doa yang benar adalah berdoa melalui roh dan kebenaran.
    itu yang perlu saya tau dari agama katolik knapa juga diperbolehkan menyembah bunda maria dan dibuatnya patung tersebut.

    Tolong penjelasannya, karena kebenaran Firman penting buat semuanya.

    Yesus memberkatimu.

    Nael

    • Shalom Nael,
      Komentar anda saya pindahkan ke bawah artikel di atas: “Orang Katolik tidak menyembah patung” karena artikel di atas lebih berkaitan dengan pertanyaan anda. Silakan anda membaca artikel di atas, silakan klik terlebih dahulu, dan juga tanya jawab tentang berhala, di sini, silakan klik. Sebab dari situ anda akan mengetahui dasar ajaran Gereja Katolik tentang hal yang anda tanyakan. Karena di kedua artikel tersebut beserta tanya jawab di bawahnya sudah sangat panjang lebar dijabarkan, maka saya tidak ingin mengulanginya lagi di sini.

      Prinsipnya, bagi Gereja Katolik, patung itu hanya lambang/ alat bantu untuk mengarahkan hati kepada Allah, sehingga karena hanya alat, maka tidak disembah.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

      • Abraham Martinus Setyabudi July 19, 2010 at 3:32 pm

        @ Inggrid
        Tuhan Yesus tidak mau disamakan oleh apapun apalagi dengan benda buatan tangan manusia seperti Patung. Dia hanya mau tinggal didalam Manusia melalui roh kudusnya. Patung tuh bisa dimasuki oleh setan karena setan juga ingin disembah, Setan lebih suka masuk ke patung Figur yang seharusnya disembah karena dia adalah bapa penipu, Iblis akan menyamar sebagai malaikat terang. ada tertulis di alkitab, Baca yesaya 42:8 Tuhan tidak akan memberikan kemuliaan dan kemasyuran kepada patung. Jangan mau ditipu iblis, senjatanya adalah firman Tuhan sendiri JBU All, Amen

        • Shalom Abraham Martinus,

          Ya, saya juga setuju bahwa Yesus tidak mau disamakan dengan patung; dan Gereja Katolik tidak pernah menyamakan Yesus dengan patung. Jika anda sampai berpendapat bahwa Gereja Katolik menyembah patung atau menyamakan Yesus dengan patung, anda salah paham.

          Patung Yesus yang ada dalam gedung gereja atau yang ada di rumah- rumah umat Katolik, bukan untuk disamakan dengan Yesus. Patung atau gambar Yesus itu hanya simbol saja, sama seperti ketika anda memasang foto anda sekeluarga di ruang tamu rumah anda. Tentu foto itu bukan anda sendiri, dan bukan keluarga anda. Dan kalau anda saja mempunyai foto anda di rumah anda, atau di KTP anda, tentu adalah sah untuk memasang foto Tuhan kita di rumah kita, dan di rumah Tuhan (yaitu gereja). Semua orang yang berakal sehat mengetahui bahwa gambar orang itu tidak sama dengan orang yang digambarkannya, sehingga tidak perlulah anda menuduh bahwa orang Katolik menyamakan patung Yesus dengan Yesus. Adapun jika umat Katolik memasang gambar Yesus di tempat yang layak, adalah sesuatu yang normal, seperti halnya anda memperlakukan gambar foto keluarga anda di rumah anda, yang juga akan ditempatkan di tempat yang layak. Jika sampai patung/ gambar Yesus diberikan tempat yang khusus, juga merupakan sesuatu yang normal, sebab Yang digambarkan bukan orang biasa, tetapi adalah Tuhan kita. Gereja Lutheran- pun ada juga menempatkan patung Yesus di tempat yang khusus, dengan relief gambar Yesus yang diberi tempat lilin- lilin di depannya, tempat umat dapat berdoa. Silakan melihat gambarnya dalam dialog berikut.

          Apakah Gereja Katolik menyembah berhala, dialog 1
          Apakah Gereja Katolik menyembah berhala, dialog 2

          Apakah berhala itu?

          Silakan anda membacanya terlebih dahulu, sebelum anda memberikan argumen, sebab kami juga menerima dan mengamini Yes 42:8.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          Ingrid Listiati- katolisitas.org

  5. Salam Damai/Shalom semuanya.

    Saya datangnya daripada Malaysia dan sangat berterima kasih atas perbincangan ini yang banyak membantu kita agar kita tumbuh dalam iman kita sebagai seorang katolik. Ini la curahan cinta kasih yang diberikan oleh Yesus sendiri dimana kesannya sehingga kini kita rasai… Ini la dia kuasa Roh Kudus yang mengikat kita menjadi satu seiring dengan misi Yesus. Saya sangat terharu dengan perbincangan ini walaupun ada beberapa perkataan yang saya tidak begitu fahami, tetapi Dia, telah menyentuh hati saya untuk membaca perbincangan ini dan lebih mendalami Alkitab.

    Terima kasih sekali lagi

    Damai berserta kita semua.

  6. Syalommmm……..buat saudara/i yang dikasihi YESUS KRISTUS
    Jangan pernah menghakimi, jika tidak ingin dihakimi, karena yang layak melakukan itu hanyalah DIA.
    Saya adalah dari aliran protestan….
    Menurut iman saya, tidak peduli kamu dari gereja mana, asalkan beralaskan KRISTUS!!!!
    Sekalipun banyak patung2 di sekitarmu, jika hati kita fokus hanya untuk menyembah DIA, pastinya akan dilihat, bukan dengan mata manusia, tetapi mata TUHAN. Karena apapun yang ada di dalam hati kita tidak ada yang dapat menerawangnya, hanya TUHAN YESUS KRISTUS yang mampu lakukan….
    Siapa yang menerima AKU (YESUS) dan mengakui AKU sebagai Juruselamat manusia dia adalah orang-orang yang memperoleh keselamatan…., Bukan tergantung di mana kita berGEREJA….karena GEREJA itu hanya gedung, Tapi jadikanlah hidup kita menjadi rumah ibadah bagi DIA. MAri lebih tingkatkan lagi hubungan intim kita pribadi dengan ALLAH melalui YESUS KRISTUS…..

    TUHAN memberkati…………….

    • Shalom Medi,
      Ya benar, yang menghakimi kita manusia adalah Kristus. Maka rubrik ini memang tidak dimaksudkan untuk saling menghakimi. Yang kami usahakan untuk disampaikan di sini adalah kebenaran ajaran Kristus, yang tertuang dalam Kitab Suci dan Tradisi suci para rasul, yang sampai sekarang dilestarikan oleh Gereja Katolik.
      Maka, kami mengucapkan selamat datang kepada anda, meskipun anda bukan Katolik. Kita mempunyai banyak persamaan dalam hal iman, terutama karena kita sama- sama mengimani Kristus sebagai Tuhan dan Penyelamat kita; dan ini sangat besar artinya. Namun karena ini adalah situs Katolik, maka tentu wajar jika kami menyampaikan pengajaran Gereja Katolik; dalam hal ini adalah bahwa kami tidak menyembah patung. Syukurlah kalau Medi dapat melihat bahwa kami tidaklah demikian.
      Namun mengenai Gereja, Kitab Suci tidak mengajarkan bahwa Gereja itu hanyalah gedung atau rumah ibadah. Gereja adalah keluarga Allah, “jemaat Allah yang hidup”, maka bukan hanya sekedar bangunan. Rasul Paulus mengatakan,

      “Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.”(1 Tim 3: 15)

      Oleh karena itu Gereja Katolik juga mengajarkan demikian. Sebab, Kristus hanya mendirikan satu Gereja, yaitu pada saat Ia mengatakan kepada Rasul Petrus,

      Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat 16:18).

      Maka Gereja Katolik juga mengajarkan demikian, dan bahwa Gereja yang dibangun di atas batu karang (Petrus) ini masih eksis sampai saat ini di dalam Gereja Katolik. Jika Medi ingin membaca mengenai hal ini, anda mungkin dapat membaca artikel ini, silakan klik.

      Demikian yang dapat saya tuliskan untuk komentar anda.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  7. Yupz….
    intinya…gereja Katholik adalah gereja yang paling kaya….
    tapi…Yesus itu maha baik dan maha Kasih…
    jadi….
    biarlah..kekayaan itu dipinjam oleh beberapa saudara kita….untuk mendirikan sebuah “gereja baru”..
    dan biarlah kita tetap rendah hati…
    yang terpenting adalah…
    diama ada Yesus…disana ada keselamatan…
    semua kembali pada kita..”Maukah kita menikmati kekayaan yang terbesar yang ada di dalam gereja Katolik”.
    JBU

  8. Begitu banyak sudah ku datangi berbagai website untuk memenuhi dahaga ku terhadap pengetahuan iman katolik yang kusadari sangat minim skl.Namun kini, pencarian ku sepertinya akan berakhir sudah karena telah menemukan salah satu sumber mata air iman yang bukan hanya menyegarkan namun juga menyejukkan.trims utk tim katolisitas.org…Tuhan Memberkati kita semua. amin

  9. Bernabas Irijanto Batu February 15, 2010 at 3:02 pm

    Damai Sejahtera bagimu Sobat LUCIA.

    Saya sangat sedih, Yesus Kristus yang kamu kenal adalah Yesus Kristus yang ‘ kaya ‘ materi semata.
    Padahal, Yesus Kristus dalam Menyampaikan Kabar Keselamatan dengan sikap dan tauladan yang sangat sederhana dan cendrung pada standar hidup manusia yang paling ‘ minim ‘.
    Perhatikan pada kelahirannya hanya di ‘ palungan ‘ bukan di fasilitas bersalin yang mewah kala itu. Mengabarkan Kabar Keselamatan dengan berjalan kaki, walaupun pada zaman itu ada unta terbaik dan mahal untuk dapat DIA pakai dengan kuasa dan kekayaannya. Justru memakai ‘ keledai ‘ sebagai simbol kerajaanNYA.

    Saya setuju Yesus Kristus ‘ kaya ‘ di bumi dan di surga, tetapi itu bukan materi duniawi. Sehingga umat katholik yang misa ditenda tenda adalah sesuai dengan ‘ pengharapan ‘ Yesus Kristus sendiri :

    HAL MENGUMPULKAN HARTA
    Injil Matius 6 : 19 – 24

    6:19 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
    6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
    6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
    6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
    6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
    6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

    ORANG MUDA YANG KAYA
    Injil Matius 19 : 21 – 26

    19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
    19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
    19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
    19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
    19:25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
    19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

    YESUS MENYUCIKAN BAIT ALLAH
    Injil Matius 21 : 12 – 14

    21:12 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
    21:13 dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
    21:14 Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.

    Bagaimana sobat Lucia ….???

    Semoga bermanfaat ….!!!

    Damai Kristus berserta kita .

    Demi nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amiiiin.

  10. Walaupun Katholik bilang tidak menyembah patung, fakta dan praktek nya adalah katholik berperilaku, bertindak menyembah patung. itu adalah realitas

    • Shalom Bejo,
      Agaknya kita berbeda pendapat dalam hal ini, sebab dasar pengertian anda berbeda dengan pengertian kami. Penghormatan yang dilakukan oleh orang Katolik adalah kepada siapa yang dilambangkan oleh patung itu, jadi hampir mirip dengan penghormatan bendera kebangsaan. Jika kita melihat bahwa tiang bendera ditempatkan di tempat yang layak di gedung-gedung pemerintahan, dan orang menunjukkan sikap hormat kepada bendera pada saat menyanyikan “Indonesia Raya”, tentu kita tidak mengatakan bahwa orang-orang sedang “menyembah” bendera, tetapi sedang menghormati negara Indonesia.

      Demikianlah, Gereja Katolik hanya menggunakan simbol/ lambang saja untuk menggambarkan Yesus atau orang-orang Kudus untuk membantu umat mengangkat hati kepada Tuhan. Saya juga pernah sesekali mengikuti kebaktian umat Kristen Protestan, dan mereka juga menggunakan gambar-gambar Yesus di layar proyektor ketika diadakan lagu pujian dan penyembahan. Ini juga sebenarnya sama saja maksudnya, untuk mengangkat hati kepada Tuhan. Dan kalau dalam lagu-lagu jemaat mengangkat tangan, itu juga bukan untuk menyembah gambar di layar proyektor, tetapi untuk menyembah Tuhan Yesus yang digambarkan oleh proyektor itu.

      Alangkah baiknya jika kita sebagai sesama saudara di dalam Kristus tidak berpikir negatif satu sama lain, apalagi menuduh sesuatu yang sudah jelas tidak demikian halnya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

      • Abraham Martinus Setyabudi July 19, 2010 at 4:53 pm

        @ Inggrid
        Penghinaan banget perumpamaan kamu yang menyamakan Tuhan Yesus yang berkuasa dengan sebuah bendera yang merupakan benda mati yang dibuat oleh tangan manusia yang fana. Jangan menyebut nama Tuhan AllahMu dengan sembarangan Allah akan memandang bersalah orang yang menyebut namanya dengan sembarangan. Ayatnya udah aku kasik diatas jadi ga tak ulang2. Iman yang kita anut bukan karena melihat tetapi percaya, berbahagialah orang yg tidak melihat namun percaya. Tapi iman kmu iman katolik ya? kalau iman saya akan Yesus Kristus bkan iman rasuli. Penyembah2 yang benar adalah menyembah dalam roh dan kebenaran, bukan dalam patung ato gambar, sekarang saya tanya gimana dengan orang buta? berarti orang buta ga bisa menyembah Tuhan donk? kan ga kelitan patungnya? tetapi orang buta punya roh dan perbuatan serta sikap hati. Ya itu gereja terpengaruh gereja mu

        • Shalom Abraham,

          Terima kasih atas tanggapannya. Menurut saya, anda sebenarnya terlalu emosional dalam menyikapi analogi yang diberikan oleh Ingrid. Silakan anda membaca secara lengkap kalimat yang ditulis, yaitu “Penghormatan yang dilakukan oleh orang Katolik adalah kepada siapa yang dilambangkan oleh patung itu, jadi hampir mirip dengan penghormatan bendera kebangsaan. Jika kita melihat bahwa tiang bendera ditempatkan di tempat yang layak di gedung-gedung pemerintahan, dan orang menunjukkan sikap hormat kepada bendera pada saat menyanyikan “Indonesia Raya”, tentu kita tidak mengatakan bahwa orang-orang sedang “menyembah” bendera, tetapi sedang menghormati negara Indonesia.” Jadi tidak ada yang menyamakan Yesus dengan bendera. Apalagi dengan mengingat perbedaan kata menghormati (dulia) dan menyembah (latria) – yang hanya dapat diberikan kepada Tuhan. Dan dalam kalimat di atas dikatakan “penghormatan” dan bukan “penyembahan“.

          Anda mengatakan bahwa iman yang anda pegang bukan karena melihat namun percaya. Namun, bukankah iman juga timbul dari pendengaran (Rm 10:17)? Iman kita bukanlah iman yang buta, namun iman yang berdasarkan fakta yang diberitakan oleh para nabi, Yesus, para rasul, yang diteruskan oleh Gereja Katolik. Cobalah anda melihat apa yang anda imani – sebagai contoh tentang Perjamuan Suci – dan bandingkan dengan denominasi lain. Apakah keduanya mempunyai iman yang sama? Kalau tidak sama, apakah alasannya dan manakah yang benar?

          Tentang gambar dan patung, bukanlah suatu esensi agar umat Katolik dapat berdoa, namun hanya sebagai sarana yang membantu. Jadi, tanpa patung maupun gambar, umat Katolik tetap dapat berdoa dan menyelenggarakan Perjamuan Suci. Namun, pembahasan di atas hanya untuk menerangkan bahwa tidaklah benar untuk mengatakan bahwa umat Katolik menyembah berhala karena ada banyak gambar dan patung di dalam gereja Katolik. Kalau anda ingin berdiskusi secara lebih mendalam tentang hal ini, saya mengundang anda untuk membaca dan berpartisipasi dalam diskusi ini – silakan klik dan juga di sini – silakan klik. Dan cobalah untuk memberikan argumentasi dengan baik, terstruktur dan tidak emosional. Semoga hal ini dapat diterima dengan baik.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

        • @Abraham:
          anak binatang bisa mengenali induknya waktu kecil, tetapi sesudah besar mungkin pengenalan itu menjadi hilang dan bahkan bisa membunuh induknya.
          Hal ini jangan sampai terjadi kepada manusia. Kalau ini terjadi alangkah lebih hinanya manusia itu dibandingkan dengan binatang tadi.
          Kesimpulan: Gereja anda hari terpisah dari gereja induk karena perpecahan dan kesombongan [edit]. Kalau anda rendah hati dan memiliki hati seorang anak yang terpisah dari ibunya, maka anda akan berusaha untuk mencari tahu sebenarnya ibu yang melahirkan kamu ke dunia ini siapa? Kenalilah dia, jangan mendengarkan kata kata orang tentang ibu yang melahirkan kamu, tapi carilah dia ada di mana?dan bertanyalah langsung kepadanya mengapa kalian sampai terpisah. tidak ada ibu yang meninggalkan anak. yang ada anak meninggalkan ibu, dari analogi tadi , kita jangan kalah level dari binatang karena kita manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah.

          Pengenalan anda kepada Yesus hari ini ada karena pengajaran para rasul, sekaligus menunjukkan bahwa iman yang diteruskan oleh para Rasul . jadi tolong hapus kata kata “iman rasuli” dalam tanggapan anda. Hargailah setiap jasa para rasul yang mengorbankan diri buat iman anda. Jangan menjadi kacang lupa kulit. atau jangan seperti analogi binatang yang saya sebutkan diatas. Karena mereka(para rasul) anda dapat beriman pada hari ini. [edit] Yesus bisa saja menyelamatkan manusia secara langsung, tetapi Dia tetap butuh kerjasama manusia dalam peranNya dan salah satunya para Rasul dan para Kudus, Santo dan Santa untuk melibatkan semua manusia dalam karya keselamatan Allah. [edit]. semuanya tercatat di ATAS.

    • Salam damai kasih Kristus untuk semuanya.

      Saya sunjoyo, dibaptis menjadi katolik roma sejak saya smp kelas 1. Sejak kecil saya memang mempunyai jiwa pemberontak, kekanak2an, egois, dan selalu ingin menang sendiri biarpun orang lain susah karena perbuatan saya.
      Lalu pada tahun 2000-an(tepatnya saya lupa), seorang teman mengajak saya ke “pertapaan karmel” di Tumpang-Malang. Malam hari diadakan acara sharing oleh para pengunjung dengan didampingi beberapa suster dan frater, tapi saya tidak ikut sharing masalah atau pengalaman, hanya mendengarkan saja, sebab saya merasa tidak ada yang salah dengan diri saya dan tidak ada beban pula. Kemudian di tengah acara seorang suster berkata, ” Jangan khawatir, bawalah segala beban, dan masalahmu kepada Yesus. Dia sungguh mengasihi engkau, lihatlah luka2 dan bilur2 yang telah Dia tanggung untukmu(sambil menunjuk pada patung Yesus disalib di depan ruangan). Saya melihat patung tersebut, tidak ada yang istimewa memang, tapi ketika melihat tangan dan kaki patung yang tertembus paku, terasa ada ngilu di dada dan mulailah saya introspeksi diri tentang apa yang sudah saya lakukan selama ini. Rasa sesal karena tidak melakukan perintahnya untuk mengasihi sesama, menghormati orang tua dll, sekejap muncul. Tak terasa air mata menitik, tubuh terasa gerah, wajah terasa panas dan saat itu juga saya mohon ampun kepada Tuhan Yesus karena kesalahan saya. Tak lama kemudian saya merasakan desiran angin lembut yang sejuk berhembus pada tubuh saya, dan merasakan bahwa Tuhan Yesus bersedia hadir dalam hati saya.
      Yang ingin saya sampaikan adalah, saat saya berdoa atau bermeditasi dengan mata tertuju pada patung, hati saya tetap tertuju pada Tuhan. Patung bagi saya adalah media pembantu seperti saat kita ingin minum, kita menggunakan alat berupa gelas. Itu saja tidak lebih. Dan bagi saya pribadi hal tersebut sangat membantu.

      Shalom, Sunjoyo.

      • Salam kasih persaudaraan dalam Kristus.

        Saya senang sekali dengan adanya situs ini, sehingga kita bisa bertanya tentang iman ajaran katolik yang benar, atau bisa sharing seperti yang saya, sdri Lucia, dan yang lain lakukan. Saya yakin dengan bertanya dan sharing kita akan semakin berkembang dalam iman sebab kiata sama2 meyakini Trinitas.

        Saya hanya ingin menyampaikan kepada sdri Lucia bahwa sebelum tahun 2000 saya hanyalah katolik KTP saja, saya juga mengalami keadaan iman seperti saat saudari Lucia masih bergumul(kalau sekarang sy tdk tahu apakah sdri Lucia msh dalam pergumulan) terutama sejak saya kuliah di salah satu univ Kristen di Sby dimana banyak teman2 Kristen yg sangat pintar berkotbah. Namun saya tidak begitu saja mentah2 menerima pendapat mereka sebab saya ingin apabila saya pindah ke Kristen, maka kepindahan itu haruslah benar2 menyelamatkan. Lalu saya mulai banyak membaca buku, artikel, literatur kuno di perpustakaan. Dari situ saya menjadi tahu bahwa Rasul Petrus ditunjuk oleh Yesus sebagai pemegang kunci “pintu” menuju kerajaan surga sebenarnya mempunyai tujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan sebagai satu tubuh, yakni dalam gerejanya. Dan karena sesuai tradisi gereja, Paus adalah penggati yang ditunjuk oleh Rasul Petrus, saya yakin “pintu” itu adalah gereja Katolik.

        Jadi, saya merasa senang dan bersyukur sebab saya ada di depan “pintu” itu dan tidak jadi lewat jendela.

        Semoga ini juga bisa menjadi bahan permenungan sdri Lucia, dan seandainya sdri Lucia ingin tahu buku2 yang sy baca, sy sarankan untuk yg pertama judul buku ” Mengapa saya berpindah menjadi Katolik”, sebab buku ini msh termasuk baru sehingga saya rasa masih ada di toko.

        Dengan banyak membaca buku, artikel, bahkan kitab suci agama lain kita akan semakin bertumbuh dalam iman, jangan khawatir tersesat, mintalah bimbingan roh kudus selalu.

        Shalom, GBU.

      • Adri Amanupunnjo May 13, 2010 at 11:19 am

        Shalom sanjoyo,

        Rasanya sangat sedih kalau berkata bahwa dengan patung tersebut menjadi media pembantu, berarti anda tidak perlu Roh Kudus yang anda perlukan adalah patung, maaf kalau saya salah mengeri pernyataan kesaksian anda

        • Shalom Adri A,

          Terima kasih atas komentarnya tentang masalah patung di dalam Gereja Katolik. Kalau anda ingin berdiskusi secara serius tentang topik ini, silakan bergabung di dalam diskusi ini – silakan klik. Dalam diskusi di link tersebut disebutkan dasar-dasar dari Alkitab.

          Anda mengatakan “Rasanya sangat sedih kalau berkata bahwa dengan patung tersebut menjadi media pembantu, berarti anda tidak perlu Roh Kudus yang anda perlukan adalah patung, maaf kalau saya salah mengeri pernyataan kesaksian anda“. Tidak ada yang salah menjadikan patung sebagai media pembantu, sama seperti kita menemui salib kayu atau gambar-gambar Yesus dalam slide yang diproyeksikan untuk praise & worship di gereja-gereja non-Katolik. Tentu saja saya tidak dapat mengatakan bahwa umat gereja non-Katolik menyembah balok kayu atau menyembah gambar Yesus yang diproyeksikan, karena semuanya itu hanya sebagai alat bantu. Kita tahu bahwa penyembahan dan pujian umat Katolik kepada Tuhan tidak tergantung dari patung. Hal ini terlihat dari bentuk penyembahan tertinggi dari Gereja Katolik, yaitu Ekaristi, yang tidak memerlukan patung. Hal-hal external, seperti patung, lilin, ukupan, dll, hanyalah sebagai media pembantu, sehingga umat dapat lebih masuk dalam penyembahan kepada Tuhan. Jadi, kalau anda menyimpulkan bahwa dengan adanya patung menjadikan umat Katolik tidak perlu Roh Kudus, maka saya pikir argumentasi ini terlalu jauh, yang harus dibuktikan kebenarannya. Dengan logika yang sama, maka saya dapat mengatakan, bahwa kalau anda mempunyai foto istri anda, maka anda tidak perlu mengasihi istri anda, karena yang anda perlukan adalah foto istri anda. Silakan masuk ke link yang saya berikan, dan kita dapat berdiskusi dengan dasar-dasar Alkitab.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

    • Betul. secara logika & kasat mata, ya menyembah patung. dulu saya katolik, akhirnya saya memutuskan keluar & skrng saya jemaat di Gereja Tiberias Indonesia-Balai Sarbini. saya bnyk belajar. setelah saya di Tiberias, saya diselamatkan Tuhan keluar dari katolik. sungguh ajaran katolik jauh sekali dari Alkitab, sbb :
      - di Alkitab tdk pernah mengajarkan adanya Misa/Kebaktian Arwah.
      - Maria, bunda Surgawi. tolong sebutkan ada di ayat apa dalam Alkitab?
      - Kuburan Santo Petrus di Roma. yg benar aja? Petrus itu punya Istri & Ibu Mertua. Tolong baca PB.
      - Barongsai masuk gereja katolik? aneh !!!! rumah Tuhan disatukan dng adat istiadat.
      Anda orang katolik bisa mneghubungi Pdt. Theodores Tabaraka (Gereja Tiberias) yang akan menjawabnya.
      - anak bayi dibaptis? aneh, bayi itu msh suci ,…… buat apa dibaptis,nanti dong bila sdh tau dosa …

      Intinya : Terima Kasih Yesus Engkau telah menyelamatkan saya keluar dari katolik ….

      • Shalom Lucia,

        Terima kasih atas kunjungannya ke website ini. Terima kasih juga untuk membagikan kisah anda yang sebelumnya umat Katolik dan kemudian berpindah ke gereja Tiberias. Saya tidak tahu apa alasan Lucia untuk berpindah ke gereja Tiberias. Apakah Lucia berpindah karena alasan mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh atau karena alasan pribadi. Hanya Tuhan dan Lucia yang dapat menjawab pertanyaan ini. Apakah sebelum pindah, Lucia benar-benar mencari tahu dan belajar apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik? Saya mengundang Lucia untuk membaca artikel ini (silakan klik).

        Lucia mengatakan “saya diselamatkan Tuhan keluar dari katolik“. Dari pernyataan ini, maka seolah-olah, anda berpendapat bahwa pada waktu anda di Gereja Katolik, anda tidak mendapatkan keselamatan. Menurut Lucia, bagaimana seseorang diselamatkan? Apakah umat Katolik dapat memperoleh keselamatan? Siapa sajakah yang dapat diselamatkan? Mungkin dari pertanyaan-pertanyaan ini dapat membawa kita kepada dialog tentang konsep keselamatan.

        Lucia mengatakan “sungguh ajaran katolik jauh sekali dari Alkitab“. Semoga saja, pertanyataan ini dituliskan karena ketidaktahuan anda. Sebenarnya, semua pengajaran Gereja Katolik adalah Alkitabiah. Saya akan mencoba untuk menjawabnya satu persatu-satu. Semua pertanyaan Lucia sebenarnya telah dijawab di beberapa artikel dan tanya jawab di katolisitas. Lucia dapat melihat arsip tanya jawab di sini (silakan klik). Mari sekarang kita membahas keberatan-keberatan yang diajukan oleh Lucia:

        1) Betul. secara logika & kasat mata, ya menyembah patung.

        Silakan Lucia memberikan bukti-bukti tentang hal ini. Mungkin ada baiknya kita mulai dari definisi “menyembah“. Apakah yang dimaksud menyembah? Apakah karena umat Katolik berdoa di depan patung, maka secara otomatis umat Gereja Katolik menyembah patung? Apakah di gereja anda mempunyai salib? Apakah saya dapat mengatakan bahwa kalau semua umat berdoa di depan salib, maka semua umat berarti menyembah kayu salib? Apakah Lucia berdoa kepada kayu salib?

        2) di Alkitab tdk pernah mengajarkan adanya Misa/Kebaktian Arwah.

        a) Mungkin kalau dapat saya simpulkan, keberatan ini adalah suatu pernyataan bahwa Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa orang yang hidup tidak perlu berdoa untuk arwah, karena hubungan antara orang yang hidup dan yang mati tidak terjembatani. Pertanyaan ini telah dijawab dalam beberapa diskusi di sini (silakan klik), di sini (silakan klik), di sini (silakan klik), silakan juga melihat dialog panjang tentang hal ini di sini (silakan klik) – lihat juga di bagian bawah artikel tersebut, yang memuat begitu banyak dialog.

        b) Secara prinsip, Gereja Katolik melihat bahwa orang yang telah meninggal di dalam Kristus adalah tetap hidup. Dengan demikian, maka ikatan antara orang yang hidup dan orang yang telah meninggal tidaklah terputus. Kita melihat bahwa Yesus bercakap-cakap dengan Musa dan Elia pada peristiwa transfigurasi. Inilah sebabnya, umat Gereja di dunia ini dapat juga mendoakan orang yang telah meninggal, yang mungkin masih berada di Api Penyuciaan – artikelnya dapat dibaca di sini (silakan klik). Dan umat yang berada di Sorga dapat mendoakan umat yang berada di Api Penyucian dan di dunia. Dengan demikian, semua umat (di Sorga, di Api Penyucian, di dunia) terikat dalam ikatan yang kudus, yaitu ikatan kasih di dalam Kristus.

        3) Maria, bunda Surgawi. tolong sebutkan ada di ayat apa dalam Alkitab?

        a) Lucia dapat melihat ayat tentang “Maria, bunda Sorgawi” di sebelah kanan kata Trinitas di dalam Alkitab, atau juga dapat dilihat setelah kalimat “sola scriptura” dan “sola fide“. Maaf, itu adalah jawaban yang tidak serius, namun juga mempunyai argumentasi yang cukup dalam. Gereja Katolik melihat bahwa pilar kebenaran ada tiga, yaitu: 1) Kitab Suci, 2) Tradisi Suci, dan 3) Magisterium Gereja. Silakan melihatnya di artikel ini (silakan klik).

        Kalau Lucia mau konsisten bahwa kepercayaan anda bergantung pada kata-kata secara persis seperti yang disebutkan di dalam Alkitab, maka, anda juga tidak dapat percaya akan Trinitas, karena tidak ada kata Trinitas di dalam Alkitab. Anda juga tidak dapat percaya akan “sola fide atau iman saja” dan “sola scriptura atau Alkiatab saja”, dengan alasan yang sama. Iman yang kita percayai tidak harus bergantung kepada kata-kata secara persis, seperti yang disebutkan di dalam Alkitab. Namun, bukan berarti pengajaran tersebut – seperti Maria, Bunda Sorgawi, atau Ratu Sorgawi – tidak Alkitabiah. Pertanyaan ini juga telah dijawab di sini (silakan klik).

        b) Secara prinsip, inilah jawaban yang dapat saya berikan:

        Gelar ratu sorga ini mempunyai hubungan yang erat dengan Maria sebagai ibu dari Yesus, yang telah diberikan kepada umat Allah. Kalau Kol 1:18 dan Ef 4:15 mengatakan bahwa Yesus adalah kepala dari Tubuh, dan Gereja adalah Tubuh Kristus. Karena Maria melahirkan Sang Kepala dari Gereja, maka Maria juga menjadi ibu dari seluruh umat beriman. Martin Luther juga meyakini hal ini, sehingga dia mengatakan “Adalah sebuah penghiburan dan kebaikan Allah yang sangat berlimpah, bahwa manusia dapat bersuka ria dalam hal kekayaan [rohani] ini. Maria adalah ibunya, Kristus adalah Saudaranya, dan Tuhan adalah Bapanya. (Sermon, Natal, 1522) Maria adalah Bunda Kristus, dan Bunda semua dari kita, meskipun hanya Kristus sendiri yang beristirahat di lututnya…. Jika Ia [Kristus] adalah milik kita, maka kita harus berada di dalam keadaan-Nya’; di manapun Ia berada kitapun berada, dan semua yang menjadi milik-Nya adalah milik kita juga, dan ibu-Nya juga menjadi ibu kita.“(Sermon, Natal, 1529).

        Bahwa Maria menjadi ibu kita adalah karena perintah dari Kristus sendiri yang mengatakan “26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” 27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” (Yoh 19:26-27). Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, bahwa Maria adalah ibunya. Oleh karena itu, mengikuti apa yang dikatakan oleh Yesus, kita harus menerima Maria sebagai ibu spiritual kita.

        Dan kalau Maria sebagai ibu dari Yesus yang menjadi raja di dalam Kerajaan Sorga, maka secara otomatis Maria menjadi ratu Sorga, karena dalam konteks kerajaan pada waktu itu, seorang ratu adalah ibu dari raja. Hal ini sama seperti kalau Yesus menjadi kepada dari Gereja, maka Maria menjadi ibu Gereja.

        Dengan menerima Maria sebagai ratu sorga, maka kita harus juga menerima Maria sebagai ibu spiritual umat beriman. Dengan menerima Maria sebagai ibu, maka kita dapat dengan kepercayaan meminta doa-doa dari ibu kita, yang pasti mengasihi anak-anak-nya. Dan hal ini dapat berpengaruh kepada keselamatan kita, karena doa orang yang benar adalah besar kuasanya (Yak 5:16).

        4) Kuburan Santo Petrus di Roma. yg benar aja? Petrus itu punya Istri & Ibu Mertua. Tolong baca PB.

        Mungkin alasan bahwa Santo Petrus tidak mungkin ke Roma karena punya istri dan ibu mertua, kurang dapat dipertanggungjawabkan. Terlalu banyak bukti-bukti yang mendukung bahwa Petrus datang ke Roma dan menjadi paus pertama, serta akhirnya meninggal di Roma. Untuk itu, silakan membaca artikel ini (silakan klik).

        5) Barongsai masuk gereja katolik? aneh !!!! rumah Tuhan disatukan dng adat istiadat.

        Ada baiknya, kita tidak menghakimi ajaran Gereja Katolik yang sesungguhnya, dengan beberapa kasus, yang dapat digolongkan liturgi yang tidak benar. Kita dapat berdiskusi tentang topik ini secara tersendiri, yaitu tentang inkulturasi. Diperlukan kebijaksanaan dalam mengaplikasikan inkulturasi. Beberapa dialog dapat dilihat di sini (silakan klik). Tidak semua gereja melakukan hal yang sama. Di gereja Pluit, yang mayoritas umatnya adalah keturunan Tiong Hoa, mereka tidak memperkenankan barongsai masuk ke dalam Gereja.

        Anda mengatakan “Anda orang katolik bisa mneghubungi Pdt. Theodores Tabaraka (Gereja Tiberias) yang akan menjawabnya.” Umat Katolik mempunyai pastor dan uskup yang dapat membimbing umatnya secara spiritual dan tidak perlu untuk menghubungi pendeta dari gereja lain.

        6) anak bayi dibaptis? aneh, bayi itu msh suci ,…… buat apa dibaptis,nanti dong bila sdh tau dosa …

        a) Untuk menjawab tentang hal ini, kita harus mengerti bahwa baptisan adalah perlu untuk mendapatkan keselamatan. Apakah dasarnya? Silakan melihat ayat-ayat ini: Mt 28:19-20; Kis 2:38; Mk 16:16; Yoh 3:3-5; Kis 8:12-13, 36, Kis 10:47; Kis 16:15, 31-33; Kis 18:8; Kis 19:2-5; Kis 9:18; Kis 22:16; Rm 6:4; 1 Kor 6:11; Gal 3:27; Kol 2:12; Tit 3:5-7; Ibr 10:22; 1 Pet 3:20-21.

        Kalau Lucia ingin membaca dialog secara panjang lebar, silakan untuk membacanya di sini (silakkan klik). Kalau baptisan diperlukan untuk keselamatan, mengapa kita harus menghalangi bayi-bayi untuk datang kepada Tuhan? Bukankah Yesus mengatakan kepada para murid untuk tidak menghalangi anak-anak yang datang kepada-Nya? (lih. Mk 10:14).

        7) Lucia mengatakan “Intinya : Terima Kasih Yesus Engkau telah menyelamatkan saya keluar dari katolik ….” Pertanyaan saya kepada Lucia, apakah sebelum keluar dari Gereja Katolik, Lucia benar-benar mencari tahu apa yang sebenarnya dipercaya oleh Gereja Katolik? Kalau alasan anda untuk keluar dari Gereja Katolik adalah karena pengajaran Gereja Katolik, saya bersedia berdialog dengan Lucia. Lucia dapat memilih salah satu topik yang paling mengganjal – misal tentang Maria, Api Penyucian, konsep keselamatan, dll. Pilihlah salah satu topik dan kita dapat mendiskusikannya secara mendalam.

        Namun, kalau alasan Lucia untuk pindah ke gereja lain adalah karena merasa mendapatkan pertumbuhan spiritual, mendapatkan kotbah yang bagus, mendapatkan komunitas, karena pernah sakit hati dengan pastor atau umat dari Gereja Katolik, maka menurut saya alasan-alasan tersebut bukanlah alasan yang kuat (Saya tidak tahu tahu secara persis alasan Lucia dan hanya Lucia dan Tuhan yang tahu secara persis). Semua hal-hal di atas adalah berfokus kepada “saya” dan bukan kepada Tuhan. Dalam pencarian kebenaran, maka fokus utamanya bukan kepada saya, namun kepada kebenaran, baik kebenaran tersebut sulit maupun gampang. Menempatkan perasaan pribadi di atas kebenaran adalah bertentangan dengan kebenaran, karena kebenaran adalah lebih tinggi dari kita sendiri. Kebenaran tetap bertahan walaupun kita setuju maupun tidak setuju. Saya percaya bahwa kebenaran penuh ada di dalam Gereja Katolik yang telah Lucia tinggalkan. Silakan membaca artikel tentang hal ini di sini (silakan klik).

        Kita tidak dapat mengasihi Yesus secara penuh, kalau kita tidak mengasihi Tubuh-Nya, yaitu Gereja Katolik. Di artikel tersebut, saya mencoba untuk membuktikannya. Oleh karena itu, saya mengundang Lucia untuk kembali ke Gereja Katolik, sehingga Lucia dapat mengasihi Yesus secara penuh. Saya mengundang Lucia untuk benar-benar mempelajari apakah Yesus sungguh mendirikan Gereja Katolik. Kalau memang hal ini benar, dan anda meninggalkan-Nya, maka anda tidak mengasihi Kristus secara penuh. Saya mengundang Lucia untuk membawa hal ini di dalam doa. Mintalah rahmat Tuhan untuk dapat mencari kebenaran dengan segala pikiran, hati dan kekuatan. Dan kalau Lucia bersedia, saya bersedia berdialog dengan Lucia. Saya juga turut berdoa. Lucia juga dapat membaca kesaksian Maria Brownell di sini (silakan klik). Cobalah baca perjalanan imannya dan bawalah hal ini di dalam doa. Mari kita bersama-sama mengasihi Yesus dengan segenap pikiran, hati dan kekuatan kita.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        stef – http://www.katolisitas.org

        • terima kasih atas infonya.
          maaf sebelumnya ada artikel dari anda utk saya kembali ke katolik. Jawaban saya “Tidak”.
          di Gereja Tiberias inilah mata hati saya lebih terbuka apa yang harus saya lakukan untuk memuliakan Tuhan.

          saya pindah katolik bukan alasan pribadi tetapi mencari kebenaran Firman Tuhan, dan ternyata luar biasa setelah saya pindah saya diajarkan untuk puasa, baca Alkitab, hidup jujur, takut akan Tuhan. dari ini semua akhirnya Yesus memberikan saya bahasa roh yang belum pernah saya dapat akhirnya saya dapatkan, saya bangga. banyak mukjizat yang telah saya dapatnya.

          Ajaran yang diterapkan di Gereja Tiberias sesuai dengan di Alkitab, makanya tidak heran, coba anda cari di Wikipedia bahwa Gereja Tiberias mempunyai perkembangan jemaat tercepat dalam sejarah gereja di Indonesia. dan misinya adalah Mempersiapkan Jemaat Yang Kudus Misionaris dan siap ke Surga. Gereja yang mendapatkan banyak kuasa dari Tuhan.

          Pendeta-pendeta Tiberias yang sangat luar biasa dipakai Tuhan. Saya bangga bisa beribadah di Tiberias.

          mungkin ada tambahan sedikit info, saya lulus dari sekolah katolik, saya keluar dari katolik. jadi saya sdh tau semua katolik itu seperti apa?

          saya 2x berdiskusi dengan Bapak Ir. Ciputra / owner Ciputra group, saat saya bertemu beliau beribadah Tiberias Hotel Ciputra, mengapa beliau sekeluarga besar keluar dari katolik sama dengan saya alasannya : mencari kebenaran Firman Tuhan.

          GBU

          • Shalom Lucia,

            Terima kasih atas komentarnya. Adalah menjadi hak anda untuk tidak mau kembali kepada Gereja Katolik, dan adalah menjadi hak kami untuk memaparkan iman Gereja Katolik. Dan karena saya percaya bahwa perpindahan anda dari Gereja Katolik ke gereja non-Katolik adalah bukan karena alasan pribadi semata, namun terutama karena kerinduan untuk menemukan kebenaran, maka saya membuka diri kalau anda ingin berdiskusi tentang dogma dan doktrin Gereja Katolik. Anda dapat bergabung dalam diskusi di topik “Mengapa berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain” di sini (silakan klik). Di link tersebut anda dapat melihat point-point diskusi baik dari Sherly maupun Indah. Silakan anda bergabung dan memberikan argumentasi yang baru atau menambahkan point-point yang ada.

            Anda mengatakan “saya pindah katolik bukan alasan pribadi tetapi mencari kebenaran Firman Tuhan, dan ternyata luar biasa setelah saya pindah saya diajarkan untuk puasa, baca Alkitab, hidup jujur, takut akan Tuhan. dari ini semua akhirnya Yesus memberikan saya bahasa roh yang belum pernah saya dapat akhirnya saya dapatkan, saya bangga. banyak mukjizat yang telah saya dapatnya.” Justru karena saya percaya bahwa anda berpindah karena mencari kebenaran, maka saya membuka diri saya untuk berdiskusi dengan anda tentang dogma dan doktrin dari Gereja Katolik yang anda pandang tidak Alkitabiah. Kalau saja anda mau mencari dengan benar-benar kekayaan iman Katolik dan komunitas Katolik, maka anda akan mendapatkan semua hal tersebut.

            Anda mengatakan “Ajaran yang diterapkan di Gereja Tiberias sesuai dengan di Alkitab, makanya tidak heran, coba anda cari di Wikipedia bahwa Gereja Tiberias mempunyai perkembangan jemaat tercepat dalam sejarah gereja di Indonesia. dan misinya adalah Mempersiapkan Jemaat Yang Kudus Misionaris dan siap ke Surga. Gereja yang mendapatkan banyak kuasa dari Tuhan.” Kalau anda mau berdiskusi tentang dogma dan doktrin, silakan memberikan argumentasi dan saya akan mencoba menjawab semampu saya. Tentang jumlah anggota, silakan anda melihat di wikipedia maupun di link-link yang lain, yang menyebutkan jumlah umat Katolik di dunia sekitar 1 – 1.2 Milyar. Tentu saja, saya menghargai kalau anda berbangga dengan gereja yang anda ikuti saat ini.

            Anda mengatakan “mungkin ada tambahan sedikit info, saya lulus dari sekolah katolik, saya keluar dari katolik. jadi saya sdh tau semua katolik itu seperti apa?” Sayangnya, anda mempunyai banyak kesalahpahaman tentang apa yang sebenarnya dipercayai oleh Gereja Katolik. Kembali, saya membuka diri untuk berdiskusi dengan anda. Kalau anda benar-benar mengerti apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik, anda tidak akan berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain, karena kepenuhan kebenaran ada di dalam Gereja Katolik. Kalau mau, silakan memilih satu topik tentang dogma Gereja Katolik yang menjadi batu sandungan bagi anda, sehingga kita dapat membahasnya secara lebih mendalam.

            Anda mengatakan “saya 2x berdiskusi dengan Bapak Ir. Ciputra / owner Ciputra group, saat saya bertemu beliau beribadah Tiberias Hotel Ciputra, mengapa beliau sekeluarga besar keluar dari katolik sama dengan saya alasannya : mencari kebenaran Firman Tuhan.” Saya tidak meragukukan niat baik anda dan Ir. Ciputra untuk mencari kebenaran sejati. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah sebelum anda pindah anda telah benar-benar mencari dengan sungguh-sungguh apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik? Hanya anda dan Tuhan yang tahu jawabannya.

            Semoga Tuhan memberkati perjalanan spiritualitas anda dan mari kita bawa diskusi ini di dalam doa, mohon agar Roh Kudus sendiri memberikan penerangan bagi akal budi kita.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – katolisitas.org

        • Abraham Martinus Setyabudi July 19, 2010 at 5:14 pm

          Jangan ditanggapi Lucia, stefanus berbicara tidak hanya tentang Alkitab tetapi alkitab yang sudah ditambahi dengan ajaran2 manusia jadi ga bakal ketemu. hukuman menambahi firman Tuhan Sudah menanti di kitab wahyu. Kita berdoa aja untuk saudara kita stefanus agar dia hanya mendengar Firman Yang Benar dan murni. No Added

          • Shalom Abraham,

            Terima kasih atas tanggapannya yang menyarankan orang lain untuk tidak menanggapi. Adalah menjadi hak anda dan Lucia untuk mau atau tidak menanggapi komentar yang diberikan oleh katolisitas. Dan saya yakin anda juga menyadari, bahwa menjadi hak katolisitas untuk menanggapi atau tidak menanggapi komentar yang masuk. Kalau anda memang beranggapan bahwa tulisan yang saya berikan tidaklah sesuai dengan Alkitab, maka anda dapat menunjukkan bagian mana dari tulisan saya yang bertentangan dengan Alkitab. Silakan bergabung dalam diskusi ini – silakan klik. Kalau anda percaya anda mendengarkan Firman yang benar dan murni, maka dibagian manakah dikatakan pengajaran Sola Scriptura dan bagaimana anda menerangkan pengajaran yang benar dan murni dengan perpecahan 28,000 denominasi Kristen? Bagaimanakah menentukan gereja mana yang benar-benar menjalankan Firman secara benar dan murni? Silakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya berikan, sehingga kita dapat meneruskan diskusi ini.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – katolisitas.org

          • Alexander Pontoh July 23, 2010 at 2:17 am

            Bisa tolong dijelaskan ajaran-ajaran manusia yang anda maksud itu yang mana?

          • Belajar agama itu Pake Iman bukan Logika apalagi Emosi….

            Aku percaya akan roh kudus
            Gereja Katolik yang kudus
            Persekutuan para kudus
            Pengampunan dosa
            Kebangkitan badan
            Kehidupan kekal
            Amin………

            Salam Damai………

      • @Lucia: Tolong beli dan baca buku berikut ini jika anda berminat mencari kebenaran dan keutuhan iman dalam Gereja Katolik :

        1. MENGAPA SAYA BERPINDAH KE KATOLIK karya PENDETA DAVID B CURRIE (ada di Gramedia)
        2. ROME SWEET HOME karya PENDETA SCOTT HANN (ada di Gramedia)
        3. sementara dua buku ini sudah cukup buat Anda….

        [dari katolisitas: 2 kalimat di hapus] Intinya: apakah Anda merasa diselamatkan oleh ajaran iman yang baru diajarkan oleh Tiberias 17 thn yg lalu…yang artinya Anda sekaligus menyetujui Tuhan Yesus membohongi jemaatNya selama hampir 2000 tahun!!!! dan sekaligus membuktikan Yesus adalah seorang pendusta karna Dia pernah bilang sebelum kenaikanNya ke Surga untuk mengajarkan segala bangsa dan menjadikan mereka sebagai murid dan Ia akan menyertai GerejaNya sampai akhir jaman.

        Saya dengan sangat berani mengatakan bahwa gereja Tiberias MELECEHKAN arti dan makna Perjamuan Tuhan sendiri. Lihatlah betapa berbedanya perlakukan Sakramen Maha Kudus yang disembah dan dihormati oleh jemaat Katolik dengan cara perjamuan gereja anda yang “seadanya saja”. Bahakan saya pernah melihat anggur perjamuan gerejaTiberias belum habis diminum sudah dibuang di tong sampah………..Bukankah itu Darah Kristus? Sungguh suatu pelecehan …..Satu tetes anggur yang tidak sengaja jatuh di lantai Gereja Katolik saja diperlakukan dengan sangat hormat!!

        Anda dari Katolik, kenapa anda tidak melihat hal tersebut? Benar kata Steff sebelumnya, seberapa paham dan benar anda memahami pengajaran iman Gereja Katolik pada masa anda di Gereja Katolik? semoga Roh Kudus menggerakkan hati anda dan memakai website ini untuk menegur dan membantu anda mengimani Kekristenan yang benar.

        Bukan setiap orang yang berseru kepadaKU Tuhan, Tuhan ….dan melakukan banyak mukjizat …..akan masuk Surga……tetapi Tuhan berkata ….Enyahlah kamu sekalian angkatan yang jahat…….

        • Johanes,

          Inilah contohnya “IDOLATRY” yg anda lakukan. Jika melihat tulisan anda diatas, anda lebih mementingkan segi “MISTIK” dari ajaran gereja Katolik, daripada dengan “FAITH, HOPE and LOVE” yg diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri. Saya melihat anda memandang agama sebagai sarana anda untuk “DIKUDUSKAN’ melalui ritual2 dan sakramen2 gereja.
          Ingatlah, Yesus Kristus datang kedunia bukan untuk membuat organisasi gereja yg penuh dengan ritual2 pemujaan, seperti konsekrasi dll.
          Tuhan Yesus rela didera untuk menggantikan kita didera. Sebenarnya, kita penuh dengan dosa2. Hanya dengan melanggar 1 perintah Allah saja sudah cukup untuk memasukkan kita ke neraka.
          Tuhan Yesus datang untuk menggantikan kita masuk neraka dan didera. Tetapi umat Katolik menjadikan IDOLATRY untuk hal2 yg sama sekali buat ttg Tuhan Yesus. Lebih pada komuni, novena, rosario dll. Malah lebih berterima kasih pada santo santa daripada kpd Tuhan Yesus.
          Apakah kalo anda menerima Hosti tiap minggu maka dosa2 anda diampuni dan bisa masuk surga?
          Apakah anggur itu bisa benar2 menjadi darah Kristus? Mana buktinya???
          Tuhan Yesus menyarankan kita untuk mengenang Dia dengan mengadakan perjamuan bersama. Bukan untuk mengIDOLATRIkan hosti dan berharap hosti bisa berganti menjadi tubuh Tuhan dan anggur bisa berganti menjadi darah Tuhan.
          Semoga Tuhan memaafkan motivasi anda menjadi Katolik.
          Semoga Roh Kudus bisa membukakan mata anda. Saya yakin anda tidak bisa berbahasa roh kan?? Karena itu anda tidak mengerti.

          Sherly.

          • Shalom Sherly,

            Terima kasih atas tanggapannya. Saya mengusulkan agar anda memberikan bukti-bukti yang mendukung argumentasi anda, baik dari Alkitab maupun dari sisi sejarah, kalau anda mau, kita juga dapat berdiskusi tentang Sakramen Ekaristi dan perkembangannya. Pernyataan-pertanyaan yang tidak disertai bukti malah membuat posisi anda tidak baik. Saya juga percaya bahwa anda ingin memberikan bukti dari ayat-ayat di Alkitab, karena anda senantiasa mengatakan bahwa ajaran Gereja Katolik tidak mempunyai dasar Alkitab. Oleh karena itu, kalau anda memang mau berdiskusi tentang Sakramen Ekaristi, maka silakan berdiskusi di artikel tentang Ekaristi di salah satu artikel Ekaristi (1, 2, 3, 4). Di situ telah dijelaskan dasar-dasar biblis, seperti:

            Perjanjian Lama:

            Imam Agung Melkisedek mempersembahkan roti dan anggur (Kej 14:18) yang menggambarkan Perjamuan Yesus pada Perjamuan Terakhir. Yesus sendiri dikatakan sebagai Imam Besar menurut peraturan Melkisedek (Ibr 6:20).
            Kurban anak domba Paska yang menyelamatkan umat Israel merupakan kurban yang dimakan sebagai makanan untuk menguatkan mereka menempuh perjalanan ke Tanah Terjanji (Kej 12:1-20). Hal ini menggambarkan Ekaristi yang merupakan kurban Anak Domba Allah, yaitu Yesus, yang dimakan sebagai makanan untuk menjadi bekal perjalanan kita ke Tanah Terjanji, yaitu surga.
            Roti Manna yang menjadi simbol Ekaristi pada Perjanjian Lama. Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia adalah Roti manna yang turun dari surga (lih. Yoh 6:32-51). Seperti halnya bahwa manna menguatkan bangsa Israel sepanjang perjalanan di gurun dan berhenti dicurahkan setelah mereka sampai di Tanah Terjanji; Ekaristi juga diberikan untuk menguatkan kita di perjalanan hidup di dunia, dan berhenti setelah kita sampai di surga.
            Pada Tabut Perjanjian Lama menggambarkan tabernakel pada gereja Katolik di manapun, yang merujuk pada Ekaristi. Dua loh batu (Kel 25:16) menggambarkan sabda kehidupan yang terkandung dalam Ekaristi. Manna (Kel 16:34) menggambarkan Ekaristi sebagai roti hidup yang turun dari surga (Yoh 6:51). Tongkat Harun (Bil 17: 5) yang menandai imamatnya, menggambarkan peran Imamat kudus dalam Kristus, yaitu tubuhNya. Seperti tongkat Harun yang bertunas, tubuh Yesus yang ditembus oleh tombak mengeluarkan air dan darah yang melambangkan sakramen Pembaptisan dan Ekaristi.[2]

            Perjanjian Baru:

            Yesus sungguh-sungguh hadir di dalam Ekaristi, seperti dinyatakan:

            Pada Perjamuan Terakhir Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengenangkan Dia dengan merayakan perjamuan tersebut. Yesus berkata, “Inilah Tubuh-Ku… (bukan ini melambangkan Tubuh-Ku)… (lih Mat 26-28; Mrk 14:22-24; Luk 22:15-20).”
            Yesus mengatakan sendiri bahwa Ia adalah “Roti hidup yang turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, dia akan hidup selama-lamanya; dan roti yang Ku-berikan itu ialah daging-Ku yang Kuberikan untuk hidup dunia (Yoh 6:35, 51).
            Pengajaran ini diberikan setelah Yesus mengadakan mukjizat pergandaan roti, yaitu mukjizat yang ditulis di dalam ke-empat Injil (Mat 14:13-21; Mrk 6:32-44; Luk 9:10-17; Yoh 6:1-15). Lima roti yang sama yang dibagikan oleh para rasul dapat memberi makan 5000 orang, dengan sisa 12 keranjang. Ini menggambarkan Yesus yang satu dan sama hadir dalam Ekaristi, dapat dibagikan kepada semua orang, tanpa Dia sendiri menjadi terbagi-bagi atau berkurang/ hilang.
            Yesus berkata bahwa Ia lebih tinggi nilainya dari pada manna yang diberikan kepada orang Israel di gurun. Padahal mukjizat manna adalah suatu mukjizat yang besar, setiap harinya berjuta orang Israel menerima 1 omer (1.1 liter) roti manna per orang, sehingga tiap harinya ada beberapa ratus ton roti manna tercurah dari langit, selama 40 tahun.[3] Yesus mengatakan bahwa mukjizat-Nya lebih hebat daripada mukjizat manna ini, sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa di dalam Ekaristi, roti dapat sungguh-sungguh diubah Yesus menjadi diri-Nya sendiri, seperti yang dikatakan-Nya.
            Orang-orang yang mendengarkan pengajaran ‘Roti Hidup’ ini memahami bahwa Yesus mengajarkan sesuatu yang literal (tidak figuratif/ simbolis), sehingga mereka meninggalkan Yesus sambil berkata, “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya untuk dimakan” (Yoh 6:52)
            Yesus menggunakan gaya bahasa yang kuat untuk menjelaskan arti literal pengajaran ini dengan mengulangi pengajaran ini sampai 6 kali di dalam 6 ayat (ay. 53-58),… jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu (Yoh 6:53); Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman (Yoh 6:55). Ini adalah gaya bahasa yang bukan kiasan/ simbolis!
            Banyak murid tidak dapat menerima pengajaran ini, dan meninggalkan Yesus (ay.66), tetapi Yesus tidak menarik kembali pengajaran-Nya tentang diri-Nya sebagai “Roti Hidup”. Dia tidak mengatakan bahwa Dia hanya berkata secara figuratif/simbolis. Pada beberapa kesempatan, jika Ia berbicara secara figuratif, Yesus menerangkan kembali maksud perkataan-Nya pada para murid-Nya yang mengartikannya secara literal. (Contohnya pada Yoh 4:31-34, Yesus menjelaskan bahwa ‘makanan-Nya yang tidak mereka kenal’ adalah melakukan kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Atau pada Mat 16:5-12; tentang ragi orang-orang Farisi dan Saduki, maksudnya adalah bukan ragi secara literal, tetapi pengajaran mereka)[4]
            Setelah banyak yang meninggalkan Dia karena pengajaran ini, Yesus bahkan bertanya kepada ke dua-belas rasulNya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”(Yoh 6:67). Namun Petrus menjawab, “Tuhan kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal (Yoh 6:69). Pertanyaan yang sama ditujukan pada kita, apakah kita mau percaya akan pengajaran ini seperti Petrus, ataukah kita seperti murid-murid lain yang meninggalkan Dia?
            Rasul Paulus mengingatkan jemaat agar tidak menerima Ekaristi secara tidak layak, supaya tidak berdosa terhadap Tubuh dan Darah Tuhan (1 Kor 11:27). Rasul Paulus juga menambahkan, jika seseorang makan dan minum tanpa mengakui Tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya sendiri (1 Kor 11:28-29). Pengajaran ini tidak masuk di akal, jika kehadiran Yesus dalam Ekaristi hanya simbolis belaka. Kesimpulannya, St. Paulus jelas mengajarkan bahwa Yesus sungguh-sungguh hadir di dalam Ekaristi.

            Dan kalau anda tidak menyetujui, maka anda dapat memberikan argumentasi yang jelas, dengan dasar-dasar dari Alkitab. Kembali saya menyediakan diri saya untuk berdiskusi dengan anda tentang topik Sakramen Ekaristi maupun topik yang lain. Semoga usulan saya dapat diterima dengan baik.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – katolisitas.org

            PS: Menurut pendapat saya, pernyataan seperti ini “Saya yakin anda tidak bisa berbahasa roh kan?? Karena itu anda tidak mengerti.” tidaklah perlu dituliskan. Kalau anda mau berdiskusi tentang peran Roh Kudus secara mendalam, kita dapat mendiskusikannya. Anda dapat membaca diskusi tentang bahasa roh dan baptisan di sini – silakan klik. Jangan lupa melihat komentar-komentar di bagian bawah artikel tersebut yang membahas tentang hal ini. Untuk mempermudah, anda dapat melihatnya di sini – silakan klik. Semoga diskusi tersebut dapat membantu.

          • @Sherly:anda menulis:
            Inilah contohnya “IDOLATRY” yg anda lakukan. Jika melihat tulisan anda diatas, anda lebih mementingkan segi “MISTIK” dari ajaran gereja Katolik, daripada dengan “FAITH, HOPE and LOVE” yg diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri.
            Komentar: Maaf anda tidak akan bisa menilai iman ,harapan dan kasih yang ada dalam diri saya. jadi saya tidak memerlukan penilaian dari sdr. Cukup itu antara saya dan Tuhan saja dan Tuhan yang menilai saya . Idolatry menurut anda: Justru karena Tuhan mengajarkan Ekaresti sebagai Tubuh dan DarahNYa yang adalah TUHAN sendiri (sudah dijelaskan oleh Steff panjang lebar atas komentar km dan di bagian ekaresti) maka saya mengidolakan Tuhan sendiri dan itu yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dan jemaat perdana hingga kini.

            Saya melihat anda memandang agama sebagai sarana anda untuk “DIKUDUSKAN’ melalui ritual2 dan sakramen2 gereja.
            komentar: terserah km melihatnya dari mana . Tapi bagi saya pribadi sebagai orang Katolik saya melihat karena TUHAN YESUS maka saya dikuduskan dan tandanya yang kelihatan adalah lewat sakramen karena sakramen adalah tanda yg kelihatan dari Tuhan untuk manusia. Justru karena kemuran Tuhanlah maka sakramen sakramen itu ada. Jadi melihat sakramen bermuara kepada memandang ALLAH yang memberikan keselamatan. sebagaimana Yesus menjadi tanda keselamatan yang kelihatan bagi keselamatan manusia.Bagi ALLAH, semuanya bisa. Tetapi Tuhan mengutus PutraNya agar manusia melihat tanda keselamatan yang kelihatan ini agar bertobat. Demikian juga dengan sakramen. Tolong perdalam pengertian sakramen sebelum anda berkomentar.

            Ingatlah, Yesus Kristus datang kedunia bukan untuk membuat organisasi gereja yg penuh dengan ritual2 pemujaan, seperti konsekrasi dll.
            komentar: Kalau ALLAH menghendaki hal itu terjadi, dari mana hal sdr untuk menyangkal hal itu? Kalau Tuhan menginginkan sesuatu yang ritual seperti jaman perjanjian lama dengan tata cara ibadah orang Israel sesuaiyang diperintahkan Tuhan pada Musa, apa hak sdr untuk menolaknya?Kalau Tuhan menghendaki Israel Baru melakukan ritual juga .Apakah hak anda untuk menolak? Tuhan kita Tuhan yang sangat rapi dan terstruktur. Buktinya pada saat penciptaan dunia betapa terstrukturnya Allah kita?Bahasa sekarang adalah ALLAH kita terskedul dengan rapi. Kalau kini Dia meminta kita beribadah kepadaNya dengan rapi ,indah, terstruktur dan penuh keagungan (seperti di Gereja Katolik) apa hak saudara untuk menolaknya?Kalau dulu bangsa Israel saja rapi dengan aturannya apalagi sekarang sesudah kedatangan PutraNya, pasti jauh lebih sempurna.

            Tuhan Yesus rela didera untuk menggantikan kita didera. Sebenarnya, kita penuh dengan dosa2. Hanya dengan melanggar 1 perintah Allah saja sudah cukup untuk memasukkan kita ke neraka
            Komentar: apakah sdr belajar dari agama Ismael?Mengapa anda berada dalam bayang bayang Tuhan yang menghukum. Konsep Tuhan dalam Kristen tidak demikian. Allah adalah ALLAH yang kasih dan mengampuni.
            .
            Tuhan Yesus datang untuk menggantikan kita masuk neraka dan didera. Tetapi umat Katolik menjadikan IDOLATRY untuk hal2 yg sama sekali buat ttg Tuhan Yesus. Lebih pada komuni, novena, rosario dll. Malah lebih berterima kasih pada santo santa daripada kpd Tuhan Yesus.
            komentar:
            sampai saat ini anda belum mengerti mengapa orang Katolik memiliki persekutuan dengan paru kudus,silahkan anda belajar dulu di web ini baru memberi komentar. Intinya: lewat para Kudus ini kami memandang wajah Tuhan dengan kata lain, Tuhan memberikan contoh contoh pribadi orang Kudus untuk memotivasi kami agar bisa lebih hidup kudus.

            Apakah kalo anda menerima Hosti tiap minggu maka dosa2 anda diampuni dan bisa masuk surga?
            Komentar: tolong kasih tahu saya ini pendapat kamu atau pendapat Gereja Katolik? Kalau pendapat kamu maka tolong kamu mendalami lagi iman Katolik. Dan saya memaafkan pendapat kamu yang salah tentang Katolik. Kalau pendapat Gereja Katolik , tolong kasih tahu saya di mana hal ini anda dapatkan dan tertulis dalam ajaran Gereja Katolik atau katekismus yang mana?

            Apakah anggur itu bisa benar2 menjadi darah Kristus? Mana buktinya???
            Sudah banyak mukjizat Ekaresti terjadi dan pernah dibahas di web ini .Tolong baca di Mukjizat Ekaresti. sampai titik ini sdr tidak mengimani anggur dan roti adalah Tubuh dan Darah Tuhan sendiri. Dan Alkitab terang terang mengatakan kalau kita makan dan minum dengan tidak hormat kita bedosa kepada Tubuh dan DarahNya Tuhan? Kenapa berdosa kalau hanya lambang? Tuhan Yesus tidak pernah mengatakan “INilah lambang TubuhKu” Mengapa kamu merubahnya menjadi lambang?Tolong sdr membaca lagi tentang perjamuan Kudus dan maknanya di web ini.

            Tuhan Yesus menyarankan kita untuk mengenang Dia dengan mengadakan perjamuan bersama. Bukan untuk mengIDOLATRIkan hosti dan berharap hosti bisa berganti menjadi tubuh Tuhan dan anggur bisa berganti menjadi darah Tuhan
            Komentar: Mengenang memiliki makna yang dalam dalam kosa kata bahasa aslinya. yaitu menyangkut pengurbanan. Mengidolakan hosti? saya tidak mengidolakan hosti, tapi lewat iman dan perkataan Tuhan saya mengakui itulah TUHAN sendiri bukan lagi hosti. jadi saya mengidolakan Tuhan, lebih dari yang sdr tuduhkan bahwa saya mengidolakan hosti.

            Semoga Tuhan memaafkan motivasi anda menjadi Katolik.
            komentar: terimakasih, Tuhan mengetahuinya. dan semoga juga Tuhan memaafkan motivasi anda keluar dari Katolik (mungkin karena misanya boring karena kamu tidak mengerti,mungkin nyanyian koornya fales membuat kamu ngantuk.mungkin kotbahnya tidak menarik buatmu-Tapi kamu tidak bisa melihat kehadiranNya dalam Ekaresti, sungguh amat disayangkan) Semoga Tuhan membantumu menemukan kembali makna Ekaresti dalam masa dan saat yang tepat.

            Semoga Roh Kudus bisa membukakan mata anda. Saya yakin anda tidak bisa berbahasa roh kan?? Karena itu anda tidak mengerti.
            komentar: Bahasa Roh bukan untuk di pamer bu..dan juga bahasa roh buat orang yang tidak beriman kata alkitab.Saya pernah berbahasa roh seperti anda dan saya pernah mendapat karunia ini. Puji Tuhan , tapi saya tidak membanggakan diri saya karena merasa lebih suci dari orang lain . Setelah saya tahu bahasa roh akan berakhir, nubuat akan berhenti yang ada hanya bahasa kasih. maka saya coba mempraktekkan bahasa kasih ini walaupun susah.Buat apa berbahasa roh kalau tutur kata dan perbuatan kita tidak rohani?

        • Dear Pak Johanes,

          thanks atas infonya.

          apapun yg orang katakan buruk atau baik gereja Tiberias, tidak akan menggoyahkan kami utk pindah beibadah di tempat lain. Perjamuan Kudus tumpah, itu urusan manusianya dengan Tuhan, bukan gerejanya.

          anda maksud Pdt Pariadji, terserah anda mau bicara apa? toh Tiberias tidak pernah menjelekkan gereja lain. kami berdoa “Kami tolak dalam nama Yesus fitnah atas gereja dan keluarga”.
          gereja paroki cilangkap masih pakai tenda? anda bantu itu paroki, tidak usah urus gereja lain. ingat pak Yesus itu kaya. anak Tuhan Yesus diurapi?

          kuasa apa yang ada di katolik? sptnya tidak ada.
          Ingat, agama tidak membawa keselamatan, tetapi Yesus lah jalan keselamatan.

          saya lulus dari LPK Tarakanita, teman saya hubungan / pacaran dng pastur [dari katolisitas: nama paroki dihapus], suster [dari katolisitas: nama suster dihapus] kepala asrama tau hal tsb, tp tidak berani menegurnya. semua orang tau itu adalah hal terburuk. lalu dimanakah kebenaran Firman Tuhan ditegakkan?

          maaf saya sdh tidak akan berbicara mengenai katolik. it was over.

          • Shalom Lucia,

            Terima kasih atas komentarnya. Saya setuju bahwa kasus-kasus yang disebutkan adalah merupakan kasus yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Yang mungkin lebih esensial adalah diskusi apakah Kristus sendiri hadir secara nyata (Tubuh, Jiwa dan ke-Allahan-Nya) dalam setiap Perayaan Perjamuan Suci atau Ekaristi. Kalau anda mau, kita dapat berdiskusi tentang hal ini secara lebih mendalam.

            Kita tidak perlu memperpanjang diskusi masing-masing pribadi atau kasus-kasus yang terjadi di dalam gereja Tiberias maupun Gereja Katolik. Diskusi yang lebih esensial adalah tentang dogma dan doktrin. Tentang kasus yang anda sebutkan, saya tidak tahu kebenarannya dan kalaupun itu benar, anda tidak dapat menilai Gereja Katolik dari orang-orang yang tidak menjalankan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Nilailah Gereja Katolik dari orang-orang yang menjalankan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Kalau anda tidak mau berdiskusi tentang Katolik lagi, itu juga menjadi hak anda. Namun, selama anda memberikan komentar di site ini, adalah menjadi hak kami untuk memberikan tanggapan. Semoga hal ini dapat diterima dengan baik.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – katolisitas.org

          • @Lucia:
            apapun yg orang katakan buruk atau baik gereja Tiberias, tidak akan menggoyahkan kami utk pindah beibadah di tempat lain. Perjamuan Kudus tumpah, itu urusan manusianya dengan Tuhan, bukan gerejanya.
            (urusan manusianya tergantung bagaimana pengajaran dan gereja ini memandang Perjamuan Tuhan. Bagi anda sendiri: sesudah anda minum dari cup plastik yang berisi anggur /darah Tuhan , apa yang anda lakukan dengan cup itu? langsung membuangnya ke tong sampah bukan?Perlakuan selanjutnya apa atas cup itu?
            Mengapa? karena tidak ada tempat terhormat untuk menghargai perjamuan Tuhan sendiri padahal itu darahNya sendiri.Ingat , barang siapa yang tidak dengan hormat makan dan minum ia berdosa. )

            anda maksud Pdt Pariadji, terserah anda mau bicara apa? toh Tiberias tidak pernah menjelekkan gereja lain. kami berdoa “Kami tolak dalam nama Yesus fitnah atas gereja dan keluarga”.
            Tidak pernah menjelekkan gereja lain? bagaimana pendapat anda tentang mencuri domba dari kandang lain? Tiberias pernah lakukan itu di Gereja katedral jakarta dengan membagi bagi brosur waktu misa Natal malam(tahun lupa) selesai. Bukankah mencuri lebih tidak terhormat dibandingkan menjelekkan?Anda harus berdoa bagi gereja anda agar tidak melakukan hal hal yang tidak terpuji.

            gereja paroki cilangkap masih pakai tenda? anda bantu itu paroki, tidak usah urus gereja lain. ingat pak Yesus itu kaya. anak Tuhan Yesus diurapi?
            mereka tertahan oleh ijin, bukan dana. mohon dilihat dengan jelas.

            kuasa apa yang ada di katolik? sptnya tidak ada.
            2000thn gereja Katolik sudah menghasilkan buah buah yang banyak. Kuasa? anda bergereja hanya mencari kuasa saja? sangat amat disayangkan….pengertian anda dasar sekali.

            Ingat, agama tidak membawa keselamatan, tetapi Yesus lah jalan keselamatan.
            Yesus jalan keselamatan buat jemaat yang dipilihNYa dan kepenuhan kebenaran dalam Gereja Katolik

            saya lulus dari LPK Tarakanita, teman saya hubungan / pacaran dng pastur [dari katolisitas: nama paroki dihapus], suster [dari katolisitas: nama suster dihapus] kepala asrama tau hal tsb, tp tidak berani menegurnya. semua orang tau itu adalah hal terburuk. lalu dimanakah kebenaran Firman Tuhan ditegakkan?
            komen: maaf anda jangan mengerumpi di sini .Bentuk dosa salah satunya adalah ngerumpi

            • Shalom Lucia dan Johanes,
              Terima kasih atas komentarnya. Diskusi akan menjadi substansial, kalau dapat didiskusikan apakah kita harus percaya bahwa Yesus hadir secara nyata (Tubuh, Jiwa, dan ke-Allahan-Nya) dalam setiap Perjamuan Suci / Ekaristi. Semua sikap-sikap yang lain adalah bergantung dari apa yang dipercayai tentang Ekaristi. Oleh karena itu, silakan bergabung di link ini (silakan klik). Hal-hal yang lain, mohon tidak perlu diperpanjang, karena pembahasan seperti itu tidak akan selesai dan tidak dapat membangun diskusi yang baik. Semoga dapat dimengerti.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – katolisitas.org

        • Adri Amanupunnjo May 13, 2010 at 11:33 am

          Halo johanes,
          Saya mau tanya perjamuan yang benar itu yang mana? apa ekaristi yang begitu di banggakan oleh Gereja katolik? apa ekaristi atau perjamuan GK katolik itu sudah benar sesuai dengan yang Tuhan Yesus lakukan atau contohkan bersama2 murid2NYA.
          Yang saya lihat ekaristi di gereja katolik perjamuan khas cara gereja katolik buakan cara yg Tuhan Yesus lakukan btw kalau di gereja tiberias anggur yg melambagkan TY di buang bagai mana dengan GK pada saat ekaristi pastor makan dan minum perjamuan sedangkan jemaatnya hanya makan hosti lah anggurnya di habiskan ama siapa? pastor? maaf kenyataannya perjamuan di GK katolik tidak sesuai dengan apa yg Tuhan Yesus lakukan kecuali kalau pengakuan GK yang mengaku kalau GK itu di bangun oleh Tuhan Yesus sendir makanya boleh memodifikasi perjamuan sesuai kebutuhan, peace baca Firman jangan setengah2 lalu di artikan dengen sekehendak hati itu akan menjadi batu sandungan bagi orang2 yang mau mengenal Kristus buakan utk mengenalgereja ya,peace.

          • Shalom Adri A,

            Terima kasih atas komentarnya tentang Perjamuan Suci. Diskusi akan menjadi substansial, kalau anda dapat memberikan argumentasi apakah Perjamuan Suci di Mt 26:26-28 hanyalah sekedar simbol atau Kristus hadir secara nyata (Tubuh, Jiwa dan ke-Allahan-Nya). Untuk itu, saya mengundang anda untuk bergabung dalam diskusi ini di sini – silakan klik. Dalam link tersebut dibahas dasar-dasar Alkitab, etimologi, Tradisi Suci, dll. Dengan demikian, anda mempunyai kesempatan untuk membuktikan apakah yang sebenarnya diajarkan dalam Alkitab. Tentang mengapa dalam perayaan Ekaristi, umat dapat menerima Tubuh Kristus dan atau darah Kristus, anda dapat melihat pembahasannya di sini – silakan klik. Secara prinsip dalam setiap species Tubuh Kristus juga mengandung Darah Kristus, karena Yesus hadir secara utuh (Tubuh, Jiwa dan ke-Allahan) dalam setiap partikel roti maupun setiap tetes anggur. Namun, topik terakhir ini akan lebih baik dibahas setelah melakukan pembahasan yang lebih fundamental, yaitu apakah Perjamuan Suci adalah sekedar simbol atau kehadiran Kristus secara nyata. Saya menyarankan, daripada menuduh Gereja Katolik memodifikasi Firman Allah sesuai kebutuhan, maka akan lebih baik kalau diskusi justru berdasarkan Firman Allah sendiri, seperti yang telah saya paparkan di link tersebut. Kalau anda mempunyai argumentasi yang baru, silakan untuk memaparkannya, dan kita dapat mendiskusikannya secara lebih mendalam. Semoga hal ini dapat diterima oleh Adri.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – katolisitas.org

        • Abraham Martinus Setyabudi July 19, 2010 at 5:39 pm

          @johanes
          Anda mengikuti sesuatu berdasarkan kesaksian orang lain, sekarang saya tanya gimana kalau orang bersaksi bahwa dia diselamatkan oleh seseorang selain Tuhan Yesus apa anda juga mengikutinya? Hanya firman saja yang benar, karena Yesus adalah firman yang menjadi manusia, dan Dia adalah kebenaran itu sendiri, Didalam dirinya tidak ada dusta, Kami di Tiberias diselamatkan oleh Yesus 2000 tahun yang lalu, dan kami di Tiberias baru baru menyadari kasih Tuhan Yang sangat besar ini, Yesus tidak pernah bohong tetapi manusia yang disusupi oleh penyesat yang bohong. Tetapi sayangnya di gereja anda perjamuan kudus sudah dikurangi menjadi Tubuh saja, bukannya darah Yesus amat penting berkaitan dengan keselamatan? Kalau kasus belum habis terus dibuang itu oknum orangnya aja, jadi bukan sengaja, Yesus lebih tau dari anda. Firman jangan dipotong2 gitu, Kita ada muzizat karena kepercayaan kita Dalam Nama Yesus, kehendak Bapa adalah percaya kepada Anak. Jadi apa yang salah? JBU All

          • Shalom Abraham,
            Terima kasih atas komentarnya. Saya merasa bahwa diskusi yang memberikan contoh oknum-oknum tidak akan mempunyai substansi diskusi yang baik. Oleh karena itu, kalau anda ingin berdiskusi tentang Perjamuan Suci, saya mengundang anda untuk bergabung dalam diskusi ini (silakan klik). Dan tentang mengapa dalam Gereja Katolik sering diberikan Tubuh Kristus saja tidak beserta dengan Darah Kristus, telah dijawab di sini – silakan klik. Secara prinsip, Tubuh Kristus telah mengandung Darah Kristus. Silakan membaca link tersebut dan melanjutkan diskusi di link yang saya berikan. Diskusi akan lebih substansial kalau kita membahas lebih dalam tentang apakah kita percaya Yesus hadir secara nyata (Tubuh, Jiwa dan ke-Allahan) atau hanya sekedar simbol. Oleh karena itu, silakan membaca diskusi panjang di link yang saya berikan. Semoga dapat diterima.
            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,stef – katolisitas.org

      • saya hanya bisa berdoa agar Tuhan memberikan jalan untuk anda bertobat [edit: agar] kembali ke Gereja Katolik.

        Jeanedith

      • Felix Sugiharto March 26, 2010 at 2:14 pm

        Shalom Lucia

        Saya sangat… sangat prihatin sekali membaca penuturan anda, bahwa anda tadinya seorang Katolik kemudian menyeberang ke Gereja Tiberias, dengan anda menyebutkan nama komunitas tersebut lebih memudakam penyampaian pengalaman saya untuk berbagi rasa.. Disini saya tidak membicara kan “perbedaan sebuah agama” akan tetapi membagikan apa yang saya ketahui saja..

        Saya di baptis di Gereja Katolik, pernah hampir 3 tahun lamanya berkecimpung di dalam komunitas ini bergaul kental dan bersukacita seperti yang anda rasakan. Alasannya saya sangat sederhana, yaitu: tidak lama setelah saya di Baptis, saya menanyakan kepada Pastor Paroki: “apa artinya Kehidupan Dalam Roh itu, Pastor ..?” kepada Pastor yang membaptis saya. Karena beliau menjawab: “nantilah, kamu perlahan-lahan akan mengerti”. Dan jawaban ini tidak memuaskan kemudian membuat saya bergabung dalam komunitas ini untuk mencari-tahu arti Kehidupan dalam Roh tadi… Satu hal yang berbeda dengan anda adalah saya tidak meninggalkan Gereja Katolik.

        Saya aktif dalam komunitas mereka (seperti: FA, Komsel, Kebangkitan Rohani, KKR. KOM 100 dsb). Tak jarang mendapat hujan pertanyaan seperti yang anda utarakan kepada katolisitas, dan masih lebih banyak lagi. namun semua saya terangkan menurut apa yang saya ketahui serta sharing-sharing bersama untuk membangun iman. cirri-ciri pemahaman Alkitab pada mereka adalah pemahaman firman dengan pengertian sendiri secara bebas dan terbuka, banyak persepsi didasari oleh pandangan masing-masing anggota sehingga terkesan seolah-olah “Iman bertumbuh dan barkembang” (fefleksi : Apakah ini yang anda maksudkan bahwa iman telah tumbuh berkembang?)

        Jika saya mengingat khotbah2 pendetanya tentang: “kehidupan alam Roh” “kedatangan Tuhan” “zaman antikris” “Repture/Pengangkatan” “1000 tahun memerintah bersama Kristus” “masa penganiyaan umat percaya” “Pelepasan” “kutuk” “Kemampuan ber Bahasa Roh” “Baptisan Roh Kudus” “Doa Pujian dan Penyembahan” dll.. Jika topiknya menarik yang belum kita pahami, bahkan pendeta pembawa khotbah berada dimana kita kejar sampai kemana… mungkin inilah yang anda maksudkan – iman anda tumbuh bukan di Gereja Katolik.
        Justru sebaliknya, kehidupan demikian malah telah membuka mata rohani saya tentang pengertian “penyembahan berhala” sebab pengertian “Menyembahan Berhala” pada zaman sekarang adalah: mengagung-agungkan sesuatu (ciptaan) yang diciptakan oleh Tuhan… dalam hal ini,

        di satu sisi kita ingin mencari Tuhan, namun pada sisi lain kita mengagungkan pengkhotbahnya dengan pembicaraan2 yang asyik di dengar…nah saat inilah (detik-detik tersebut) penyembahan berhala itu terjadi atas diri kita – karena mengagungkan pendetanya pembawa khotbah.

        Contoh, Meskipun Tidak ada Patung dan tidak ada gambar, kalau kita menganggap seseorang
        kelakuannya selalu benar, namanya mem-BERHALA-kan manusia.
        Menurut saya bagi yang melihat dan menilai Gereja Katolik hanya dengan patung2nya saja, karena Tidak Mengetahui / memahami patung itu hanya merupakan sarana bagi seseorang untuk mengarahkan hati dalam berdoa kepada Tuhan Kita. Dan satu cirri pokok ibadah umat Gereja Katolik adalah “merenungkan dalam (refleksi; anda yang berasal dari Katolik, hendaknya lebih paham dari pada mereka. dibandingkan mereka yang sama sekali tidak pernah menginjakkan kakinya di Gereja Katolik.)

        Pdt Teodores Tabaraka saya kenal, kesaksian dan kotbahnya memang berorientasi pada kuasa kegelapan dunia hitam, saya pernah ikut seminar yang diadakannya dalam beberapa sesi penuh, kita juga pernah bercakap2 selesai seminar.

        Tentang kebaktian arwah.

        umat Protestan mempunyai perbedaan pengertian “Tubuh dan Jiwa” seseorang, juga tidak mengenal pengajaran Api Penyucian (memurnian jiwa-jiwa bagi yang telah meninggal di dalam Kristus). yang mereka ajarkan berpedoman pada manusia yang meninggal dalam Kristus (menuju Taman Firdaus) dan yang tidak dalam Kristus (menuju Hadez/Neraka). Ini dampak dari pengertian tentang manusia terdiri dari 3 unsur yang disebut “Tubuh, Roh dan Jiwa” yang di ajarkan pengajar dari mereka.

        (Refleksi; Yang perlu Lucia pikirkan, apakah orang yang telah meninggal dalam Kristus pasti mesuk ke Sorga, karena semuanya sudah dalam keadaan Kudus? dan semua orang ini sudah “Siap” dan “Layak” untuk menerima mahkota kemuliaan sambil menunggu kedatangan Tuhan..?)

        Tentang arti “Keselamatan”

        Keselamatan diperoleh karena seseorang mengakui Yesus sebagai Tuhan, dengan menerima baptisan di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. (Bukan di baptis di Gereja mana atau dengan cara apa di Bapts.)

        Baptisan sendiri menghasilkan “Pemulihan hubungan seseorang dengan Allah yang terputus” oleh Dosa Asal dan Dosa Manusia tsb sebelum menerima Baptisannya.

        Konsekwensi orang tersebut ialah, mencintai Tuhan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hatinya, mentaati ajaran Tuhan, sesuai denga Firman…. Sesuai ajaran yang berasal dari Tuhan sendiri.

        (Refleksi; anda harus bisa membedakan yang mana adalah ajaran berasal dari Tuhan dan dari Manusia.)

        Jika anda ingin dan rindu di dalam pertumbuhan iman, perhatikan yang di bawah ini:

        Perbedaan makna dalam Perjamuan Kudus… (yang berdampak pada pertumbuhan iman seseorang)

        Gereja Katolik konsisten mengajarkan arti Sakramen Ekaristi. dalam setiap Misa Ekaristi

        Umat Katolik di wajibkan mempersiapkan diri untuk “menyambut” Tubuh dan Darah Kristus. sehingga umat Katolik”di undang oeh Kristus” yang “Hadir sendiri dalam Gereja-Nya” agar umat di kuduskan, di persatukan dan di kuatkan dalam rupa roti dan anggur, untuk mencapai Kekudusan.

        (umat Protestan menerima roti dan anggur sebagai lambang Kristus oleh iman mereka karena Percaya)
        Coba anda baca dalam Alkitab : Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsipa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. (Yoh 6: 58)

        Kemudian….

        Kristus mendirikan Gereja-Nya (Gereja Katolik, sejak jemaat awal hingga sekarang), bukan mendirikan gereja-gereja (maksudnya dengan gereja dengan jumlahnya yang banyak). Yangmana gereja-gereja ini didirikan oleh manusia-manusia.

        (Refleksi; Kenyataan ini sesuai dengan perintah-Nya dan semua tertera dalam Kitab Suci.)
        Kehidupan para Imam di Gereja Katolik mencerminkan kesederhanaan, seperti Kristus sendiri yang lahir dalamm palungan, hidup dan tumbuh dalam keluarga tukang kayu. Namun kaya dalam arti “Rohani”

        (Refleksi; Sangat berbeda dengan gaya hidup para Gembala Sidang Gereja Protestan yang penuh kemewahaan.)
        Hal Perpuluhan. Kristus mengajarkan “Kasih” kepada sesama, namun Gereja Protestan menggalakan Perpuluhan untuk kelangsungan hidup menggereja mereka. Persembahan Perpuluhan sebenaranya di ajarkan kaum Farisi, oleh kelompok bangsa Yahudi yang paling menentang ajaran-ajaran Yesus waktu itu, bahkan yang menyalibkan Tuhan kita. (Refleksi; Lucia mencintai Yesus, mengapa berpaling pada pihak yang mengajarkan/mempraktekkan bukan ajaran Tuhan Yesus?)

        Hal Kebenaran (pengajaran Tuhan), bukan diperoleh kita karena “merasa di benarkan” tapi perlu kita gali dengan mengasihi Yesus, dengan membangun Gereja-Nya, mencintai Gereja-Nya, mewartakan Kebenaran-Nya dengan iman yang bersumber pada Kebenaran Kristus.

        (Refleksi: Bukan kebenaran yang berasal dari manusia-manusia menurut penafsiran sendiri.)

        Dari pihak katolisitas.ord telah menganjurkan Lucia membuka (membaca) beberapa topic utama bahasan yang berkaitan dengan pertanyaan anda juga sangat bermanfaat, termasuk asal pengajaran mereka dan bersumber dari mana sebenarnya…

        Saya yakin, saat ini Lucia masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya yang menjadi pergumulan bagi anda, saran saya berpalinglah sementara untuk mencari misteri ke Kristenan itu. Karena Gereja Katolik mempunyai banyak Pastor yang pandai dan berwawasan luas, juga sumber-sumber yang lengkap. mudah2an dengan penuturan pengalaman saya diatas anda akan mempunyai kesimpulan lain tentang pamahaman sebuah arti: iman yang tumbuh menjadi dewasa.

        Salam Damai Kristus

        Felix Sugiharto.

        • Halo Felix,

          Untuk menanggapi komentar panjang saudara, saya lihat semua ajaran2 ekaristi adalah sama seperti law and order semata. Jikalau kita melanggar, maka kita salah. Dan untuk menjadi umat yg baik, maka kita haruslah menaati peraturan2nya.
          Tetapi jujur saja, pada saat ekaristi dilakukan – banyak org 2 yg pikirannya kemana2. hati mereka tidak menyatu dengan Tuhan. mereka hanyalah seperti patung, tepatnya seperti tentara yg harus mengikuti protokol2 gereja.
          Bagi saya, saya ke Gereja untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Selama saya ke gereja Katolik, saya menemukan kehampaan semata. Saya merasa kata2 yg kita ucapkan berkali2 dalam sakramen Ekaristi tidak mendekatkan saya dengan Tuhan.
          Tolong jujur kepada diri anda sendiri, apa yg anda2 rasakan.
          Bagi saya, setelah saya meninggalkan gereja Katolik, saya merasakan kedekatan yg luar biasa kepada Tuhan. Saya bisa merasakan “PEACE” lebih daripada ketika saya menjadi Katolik.
          Saya bisa lebih melayani sesama daripada saat saya menjadi Katolik.

          SAYA MENDUKUNG KEBERANIAN SAUDARA2 YG MENINGGALKAN GEREJA KATOLIK DAN PINDAH KE GEREJA KRISTEN, SEBAB KITA TIDAKLAH MENGKHIANATI TUHAN KITA, KITA TIDAK MENGKHIANATI YESUS KRISTUS. YG KITA TINGGALKAN ADALAH KEBIASAAN LAMA KITA YG SALAH. DENGAN MENINGGALKAN GEREJA KATOLIK, KITA AKAN SEMAKIN DEKAT DENGAN TUHAN, KITA AKAN HIDUP LEBIH DAMAI, DAN KITA AKAN HIDUP SESUAI DENGAN AJARAN TUHAN, BUKAN SESUAI DENGAN AJARAN HUKUM KANON.

          Sherly

          • Shalom Sherly,

            Terima kasih atas komentarnya. Suatu “kebenaran” tidak menjadi “tidak benar” dengan kita percaya atau kita tidak percaya. Sama seperti kebenaran bahwa Yesus Tuhan tidak akan berubah walaupun 2/3 dari penduduk bumi ini tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Oleh karena itu, kalau anda ingin berdiskusi tentang dogma dan doktrin Gereja Katolik berdasarkan pengalaman pribadi anda, maka diskusi tidak menyentuh permasalahan pokoknya, yaitu “Apakah benar-benar Yesus hadir – Tubuh, Jiwa dan ke-Allahan-Nya dalam setiap perayaan Ekaristi?” Kalau memang Yesus mengajarkan hal ini, maka sungguh kita berdosa kalau kita tahu namun tidak melakukannya. Jadi, diskusikanlah dengan memberikan argumentasi yang jelas di artikel-artikel Ekaristi (1, 2, 3, 4) ini.

            Orang yang ingin berpindah gereja bukan masalah berani atau tidak, namun mencari kebenaran seperti yang diajarkan oleh Kristus. Tidak ada gunanya untuk berani tapi menyalahi perintah Kristus. Dan sebaliknya kalau memang itu perintah Kristus, maka kita harus menjalankannya, baik kita berani maupun tidak berani – yang berarti kita minta rahmat Allah untuk memampukan kita. Dengan dasar mencari kebenaran inilah, maka kita dapat berdiskusi tentang iman Gereja Katolik. Silakan memberikan argumentasi dari Alkitab, sehingga diskusi kita menjadi lebih Alkitabiah dan bukan sekedar tuduhan semata. Silakan juga memberikan bukti bahwa ajaran Gereja Katolik bertentangan dengan Alkitab dan hanya merupakan ajaran hukum kanon, yang anda belum memberikan definisinya. Semoga dapat dimengerti.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – katolisitas.org

          • Berkah Dalem,

            Jujur, saya merasakan Berkah dan Berkat Tuhan yang luar biasa setiap ikut Ekaristi.
            Amin.

            Peace & Love.

          • Shalom saudara-saudara seiman,

            Ada rasa perih, sedih, malu, membaca artikel ini….mengapa ??? Agama adalah pengkotak2an yang dibuat oleh manusia. Pengkotak2an ini menggambarkan arogansi dari para pihak….yang merasa benar/paling benar, yg merasa terselamatkan, yang merasa terlepas dari kebodohan yg tidak sepantasnya, yang merasa itu salah, yang merasa itu tidak pantas….apakah ini semua ajaran dari Bapa kita di Surga?

            Bapa kita tidak pernah mengajarkan kita anak-anak Nya untuk saling bertikai, berargumen yang tiada juntrung nya, saling menyalahkan, saling merasa paling benar, saling merasa ini dan itu???? menyedihkan dan memilukan saudara-saudara ku.

            Saya bukan ahli agama, alkitabiah…saya hanyalah orang awam yang bodoh…tapi saya percaya dan mengimani apa yg Tuhan Yesus ajarkan pada kita anak2 Nya…untuk tidak saling membenci , tidak merasa paling benar, tidak menunjukkan arogansi dengan menengadahkan wajah, tidak saling menyulut genderang perang, tidak saling bersilat lidah dg alibi sebagai orang yg paling benar…kerendah hatian…kesederhanaan…dengan menunjukkan tingkah laku, tutur kata, perbuatan yang meneladani Yesus…bukan dengan memperdebatkan tapi tidak menunjukkan teladan Yesus….

            Mari kita saling merangkul wahai saudara seiman….saling memaafkan dan saling introspeksi, apakah kita sudah meneladani Yesus? sudah benarkan tingkah laku, tutur kata , way of lfe kita dalam keseharian????

            Salam damai dalam Tuhan……

            • Shalom Cisca,
              Ya, seharusnya memang kita tidak saling menuduh apalagi bertengkar. Sebenarnya apa yang kami sampaikan di situs ini bukanlah untuk memancing segala bentuk perselisihan, namun hanya ingin menyampaikan ajaran Gereja Katolik, terutama kepada para pembaca yang Katolik, yang ingin memperdalam iman mereka. Sayangnya, memang ada beberapa topik terutama tentang patung ini, yang tidak sepenuhnya disetujui oleh saudara- saudari kita yang Protestan, sehingga timbullah diskusi yang seperti anda baca. Kami dari Gereja Katolik hanya ingin menyampaikan apa yang menjadi ajaran Gereja Katolik sehubungan dengan topik ini, sebab kamipun mempunyai alasannya, yang tidak bertentangan dengan Kitab Suci. Perihal umat Protestan tidak bisa menerimanya, karena mereka sudah mempunyai pandangan sendiri, kami juga tidak memaksanya. Yang kami sampaikan adalah dasar pemahaman Gereja Katolik. Jika anda jeli membaca komentar- komentar di sini, ada juga pembaca Protestan yang setuju juga dengan pemahaman Gereja Katolik dan tidak mempermasalahkannya, karena mengetahui bahwa sebenarnya tidak ada yang perlu dipermasalahkan, sebab umat Katolik juga menyembah Allah dan tidak menyembah patung itu, yang hanya sebagai simbol saja.

              Ya, mari kita berusaha meneladani Kristus, dalam tingkah laku dan tutur kata kita.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              Ingrid Listiati- katolisitas.org

            • Halo Cisca,

              Saya melihat bahwa org2 Katolik merasa takut dengan banyaknya kepindahan umatnya ke Kristen, karena itu mereka merasa perlu untuk melakukan pembelaan diri/pembelaan terhadap agamanya – dengan menjabarkan hukum2 Kanon mereka ttp tdk dengan injil.
              Tetapi umat Kristen adalah sebaliknya. Saya tidak melihat ada umat Kristen yg mencoba menghalang2i umatnya untuk pindah ke agama Katolik. Mengapa??? Siapakah yg punya masalah, agama Katolik ataukah agama Kristen?? Mengapa org Katolik selalu tersinggung jikalau org2 Kristen mengungkapkan kebenaran?

              Tuhan Yesus berkata:
              John 8:32: Then you will know the truth, and the truth will set you free.”

              Mengapa takut dengan kebenarannya??? Bagaimana jika ternyata agama Katolik tidak berjalan sesuai dengan tujuan kematian Yesus Kristus?? Apa tujuan anda menjadi Katolik? Untuk menyucikan diri melalui sakramen2 dan Ekaristi? Tidak cukupkah kematian Tuhan Yesus menjadikan anda bertobat dan sadar? Masih perlukah sakramen2 dilakukan setelah Tuhan Yesus rela menggantikan kita didera di neraka? Begitukah cara org Katolik menghargai kematian Tuhan Yesus? Kematian Tuhan Yesus = sarana penyucian diri. Sudah seberapa sucikah anda? Berapa banyak sakramen2 yg harus anda lakukan supaya anda suci dan bisa masuk surga???

              Saya tidak takut dengan dikatakan pengkhianat dsb. Sebab saya percaya saya mengikuti kebenaran. Saya percaya Tuhan Yesus mencintai setiap org dan menebus dosa2 setiap org. Itulah tujuanNya datang ke bumi. Saya percaya Tuhan kita adalah Tuhan yg Pencinta – tidak menghakimi umatnya karena sakramen2 yg mereka terima atau tdk mereka terima. Saya tahu bagi org Katolik tdk menerima sakramen berarti berdosa.
              Yesus berkata:
              Matthew 7:1-2
              1Do not judge, or you too will be judged. 2For in the same way you judge others, you will be judged, and with the measure you use, it will be measured to you.

              Sherly

              • Shalom Sherly,

                Terima kasih atas tanggapannya. Komentar seperti ini “Saya melihat bahwa org2 Katolik merasa takut dengan banyaknya kepindahan umatnya ke Kristen, karena itu mereka merasa perlu untuk melakukan pembelaan diri/pembelaan terhadap agamanya – dengan menjabarkan hukum2 Kanon mereka ttp tdk dengan injil.
                Tetapi umat Kristen adalah sebaliknya. Saya tidak melihat ada umat Kristen yg mencoba menghalang2i umatnya untuk pindah ke agama Katolik. Mengapa??? Siapakah yg punya masalah, agama Katolik ataukah agama Kristen?? Mengapa org Katolik selalu tersinggung jikalau org2 Kristen mengungkapkan kebenaran?
                ” sebenarnya tidak perlu dituliskan, karena justru memperlemah anda, karena anda belum dapat memberikan bukti-bukti akan pernyataan tersebut. Anda ingin berdiskusi dengan menggunakan Alkitab khan? Silakan untuk melanjutkan diskusi di sini – silakan klik, di mana saya telah mencoba untuk memberikan tanggapan akan semua pertanyaan anda. Menurut saya, akan lebih bijaksana jika anda memberikan argumentasi yang baik atas jawaban-jawaban yang telah saya berikan di link tersebut daripada memberikan komentar-komentar seperti ini:

                Mengapa takut dengan kebenarannya??? Bagaimana jika ternyata agama Katolik tidak berjalan sesuai dengan tujuan kematian Yesus Kristus?? Apa tujuan anda menjadi Katolik? Untuk menyucikan diri melalui sakramen2 dan Ekaristi? Tidak cukupkah kematian Tuhan Yesus menjadikan anda bertobat dan sadar? Masih perlukah sakramen2 dilakukan setelah Tuhan Yesus rela menggantikan kita didera di neraka? Begitukah cara org Katolik menghargai kematian Tuhan Yesus? Kematian Tuhan Yesus = sarana penyucian diri. Sudah seberapa sucikah anda? Berapa banyak sakramen2 yg harus anda lakukan supaya anda suci dan bisa masuk surga???

                Anda mempunyai kesempatan untuk menunjukkan di bagian mana dari pengajaran Gereja Katolik yang salah. Komentar di atas, sebenarnya dapat diganti dengan: “Sakramen-sakramen di Gereja Katolik terlalu berlebihan, terutama Sakramen Ekaristi. Alasannya adalah karena Alkitab tidak mengatakan akan perlunya sakramen untuk keselamatan. Alkitab mengatakan bahwa ….dst-nya.” Dengan demikian anda memberikan suatu pernyataan yang didukung dengan bukti-bukti yang jelas dan argumentasi yang kuat. Silakan anda juga melihat komentar-komentar dari katolisitas akan semua pertanyaan dan sanggahan dari umat Protestan maupun umat Muslim atau dari agama yang lain. Apakah ada nada tersinggung dan marah di dalamnya?

                Jadi, tidak ada yang takut akan kebenaran. Bahkan kita harus menempatkan kebenaran di atas kepentingan pribadi. Silakan memberikan argumentasi yang baik, sehingga terlihat bahwa anda juga memberikan dasar-dasar dari Alkitab dan keputusan anda untuk meninggalkan Gereja Katolik dibuat dengan dasar yang kuat. Tuduhan-tuduhan yang bersifat subyektif dan emosional tidak dapat membantu anda mengungkapkan kebenaran. Tidak ada juga yang mengatakan anda sebagai penghianat. Justru saya menyambut baik keinginan anda untuk berdiskusi tentang iman Katolik. Anda telah memberikan 9 point diskusi di link tersebut – silakan klik, maka mulailah menggali lebih dalam lagi dengan membahas point demi point. Tidak ada batas waktu dalam menjawab. Setiap saat anda dapat memberikan jawaban di link tersebut. Semoga usulan saya dapat diterima dengan baik, sehingga kita dapat berdiskusi secara lebih dalam dan lebih Alkitabiah sesuai dengan keinginan anda.

                Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                stef – katolisitas.org

              • Sdr Sherly, mestinya anda tetap konsisten di diskusi “Mengapa berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain?” bukan lari ke sana ke mari kasih komentar. Saya melihat diskusi anda di topik di atas sudah dijawab dengan detail olah team katolisitas, tapi anda lebih banyak tidak menanggapi, malah berkomentar yang lain di sana sini di topik lain. seperti topik ini. [edit 3 kalimat]

                • Alexander Pontoh May 13, 2010 at 4:08 am

                  @ johanes : Kalau benar Sherly seperti itu, lebih baik kita tidak perlu lagi menanggapinya. Lebih baik menanggapi yang berbicara tidak seperti Sherly.

                  1. Kadang saya merasakan seperti ada kesamaan antara kefanatikan distributor MLM dengan kefanatikan orang Protestan.

                  2. sepertinya jg ada kesamaan antara KKR dengan Seminar Motivasi Perusahaan MLM.

                  itu yang saya rasakan dari Sherly. benar tidak ya?

                  • Shalom Alexander,
                    Terima kasih atas komentarnya. Memang kita melihat dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, saudara/i kita dari Protestan begitu bersemangat, yang kadang terlihat menjadi sangat ngotot. Namun, di satu sisi lain, menjadi suatu kenyataan bahwa ada sebagian umat Katolik yang cenderung suam-suam kuku, yang tidak perduli akan imannya. Oleh karena itu, masing-masing dari kita harus berdoa agar Roh Kudus memberikan semangat kepada kita semua untuk menyebarkan kabar gembira dan pada saat yang bersamaan minta kepada Roh Kudus untuk memberikan kebijaksanaan kepada kita agar kita semua dapat menyampaikan kebenaran dengan bijaksana (prudence). Bagaimanapun juga, hanya Roh Kudus yang dapat merubah hati seseorang. Oleh karena itu, cukuplah kalau kita melakukan tugas kita untuk mewartakan iman kita. Selebihnya, biarlah Roh Kudus sendiri bekerja.

                    Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                    stef – katolisitas.org

              • @Sherly:
                anda menulis:
                Mengapa org Katolik selalu tersinggung jikalau org2 Kristen mengungkapkan kebenaran?

                Seharusnya pertanyaan ini anda tujukan kepada diri anda. anda renungkan dan anda jawab dengan jawaban jujur. di sini pertanyaan mu akan menjadi: mengapa orang Protestan (anda) selalu tersinggung jikalau org Katolik(Stef dan Ingrid) mengungkapkan kebenaran di http://www.katolisitas.org ? Coba lihat komentar komentar anda di berbagai topik . Kelihatan sekali siapa yang tersinggung dan siapa yang tidak tersinggung. Mungkin anda bisa menjawabnya sendiri.

          • tarsisiusdidik April 27, 2010 at 2:21 pm

            saya adalah katholik sejak bayi dan itu adalah pilihan keturunan, dibesarkan di kalimantan sampai sma. selama saya menjadi muda mudi saya aktif di kegiatan gereja seperti mudika, koor, atau doa lingkungan. sSetelah tamat sma saya bersekolah di Yogyakarta karena di yogya saya kost dan jauh dari orangtua kadang-kadang saya merasa kesepian, meskipun begitu saya masih aktif ke gereja, Suatui hari saya jalan jalan di Malioboro berkenalan dengan seseorang kalau tidak salah dia seorang yang beragama protestan dari sekte mana saya agak lupa. setelah lama berkenalan saya diajak mengikuti kebaktian dengan menggunakan band sambil bersorak sorak dan jingkrat-jingkrat. karena saya tidak bisasa seperti itu saya agak canggung. SAYA BERPIKIR KENAPA HARUS JINGKRAT SEPERTI INI SAYA BISA MELAKUKAN INI DIDISKOTIK ATAU DIRUANG KONSER. Teman saya tersebut mengatakan nanti lamakelamaan saya akan terbiasa. setelah sekian lama saya bergaul dengannya saya sering dijemput untuk kebaktian. dan saya tetap tidak bisa mengikutinya karna saya merasa ada sesuatu yang hilang yaitu ekaristi yang selalu saya terima setiap minggu di gereja Katholik. Ahirnya lama kelamaan teman saya tersebut tidak datang untuk menjemput saya lagi mungkin dia bosan karna saya tidak mau pindah kegerejanya. Akhirnya sayapun semakin mendekatkan diri dengan teman-teman yang katholik hingga sekarang saya sudah menjadi ketua lingkungan dan selalu menjadi pelayan bagi jemaat jemaat yang ada dilingkungan saya. Trimakasih Tuhan karna aku tetap dalam gerejaMU yang KUDUS KATHOLIK DAN APOSTOLIK.

            [Dari Katolisitas: Pesan berikut ini disatukan, karena masih satu topik. Kami mohon untuk lain kali agar anda tidak menggunakan huruf besar semua dalam menuliskan pesan; sebab dalam internet itu artinya berteriak. ]

            APALAGI SAYA SANGAT SANGAT SETUJU BANGET SUDAH MENJADI JEMAAT KAHTOLIK, YANG SATU, KUDUS, KATHOLIK DAN APOSTOLIK. KITA ADALAH WARGA KATHOLIK YANG SATU DI SELURUH DUNIA. TIDAK ADA YANG LAIN YANG BISA BERSATU SEPERTI KITA. BRAVO KATHOLIK………………….

          • Dear Sherly,

            percuma sharing dengan agama lama. yang terpenting kita hidup baru dengan apa yang kita dapatkan sekarang.

            saya yakin kamu akan diberkati Tuhan Yesus 1000x ganda.

            saya sdh mantap 1000000000% keluar dari katolik.

            Saya cinta YESUS, saya bangga dng Gereja Tiberias.
            terima kasih gembala sidang kami Bpk. Pdt. Yesaya Pariadji kuasa di balik Perjamuan Kudus dan minyak Urapan, dahsyat.
            Pastur Price di Singapore yg telah merasakan jamahan Tuhan. begitupun Sherly anda akan menerima jamahan tsb.

            anda sekarang ibadah di gereja mana?

            oh ya om saya dewan paroki Maria Bunda Karmel minggu lalu keluar, pindah ke Gereja Bethel Indonesia, minggu ini akan baptis selam. hebat ya Yesus …..

            GBU always ……

            • Shalom Lucia,
              Terima kasih atas komentarnya. Mungkin perlu diluruskan, bahwa katolisitas.org adalah website yang memaparkan pengajaran Gereja Katolik. Sherly dan anda tidak mempercayai iman Katolik dan berusaha untuk berdiskusi dengan kami. Keinginan baik anda kami terima dengan tangan terbuka, sehingga terjadi dialog yang panjang dengan tim katolisitas. Silakan melihat dialog panjang tersebut di sini – silakan klik. Kalau anda merasa percuma untuk sharing dengan agama lain, itu adalah hak anda dan kami menghormati keputusan anda. Namun, kalau anda mau berdiskusi, kami dengan senang hati menerimanya. Adalah suatu kenyataan bahwa ada yang berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain, namun adalah menjadi suatu kenyataan bahwa ada juga yang berpindah dari gereja lain ke Gereja Katolik. Permasalahannya adalah, apakah alasan perpindahan ini? Hanya Tuhan sendiri yang tahu, apakah orang tersebut perpindah karena menempatkan kebenaran di atas kepentingan pribadi atau berpindah karena alasan pribadi-pribadi yang lain.

              Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
              stef – katolisitas.org

            • Budi Darmawan Kusumo May 12, 2010 at 3:18 am

              Shalom saudaraku Lucia

              menurut saya justru itulah yang disayangkan ketika anda bertanya ‘anda sekarang ibadah di gereja mana ?’

              karena perpecahan inilah,Gereja Katolik yang menyayangkan.karena pertanyaan – pertanyaan tersebut tidak pernah muncul di Gereja Katolik.Yang ada adalah pertanyaan, “anda di paroki mana ?” ( karena gerejanya tetap 1 ). kami rindu kalau seluruh umat kristiani bisa bersatu sehingga umat agama lain benar – benar takjub atas perbuatan YESUS

            • @Lucia:
              Anda menulis sbb:
              percuma sharing dengan agama lama. yang terpenting kita hidup baru dengan apa yang kita dapatkan sekarang.
              komentar:
              Tidak ada yang memaksa anda sharing di sini, justru anda berdua yang pada awalnya berkunjung di sini dan mau bertanya kepada Steff dan Ingrid (mudah2an begitu) malah setelah dijawab dengan terurai kalian malah menjelek jelekkan iman Katolik. Ingat anda berdua lagi bertamu di rumah website Katolik yang jelas pasti berisi pengajaran katolik. [edit] Dengan sikap anda berdua yang terang terangan menjelekkan Katolik tidak membuat kami berkesan sedikitpun tentang protestan, meskipun anda memuat berita 1000orang pindah ke protestan.

              saya yakin kamu akan diberkati Tuhan Yesus 1000x ganda.
              Komentar:
              Itu hak Tuhan Yesus untuk memberkati umatNya. Tidak ada peran manusia didalamnya.dan haknya Tuhan untuk memberi berkat 10xganda atau1.000.000xganda. Jadi tolong jangan mendikte Tuhan Yesus dengan 1000x ganda atau tunggal. [edit]

              Saya cinta YESUS
              komentar:
              amin saya juga cinta Yesus.Hanya bagian ini saya setuju dengan anda.

              saya bangga dng Gereja Tiberias.
              komentar:
              saya lebih bangga Gereja Katolik yang didirikan oleh Kristus [edit]. Hanya Tuhan Yesus yang layak menerima pengagungan. Gereja Katolik sudah 2000 thn meragi dunia dan terbukti. Tiberias baru 17 tahun meragi umatnya. [edit 2 kalimat]

              terima kasih gembala sidang kami Bpk. Pdt. Yesaya Pariadji kuasa di balik Perjamuan Kudus dan minyak Urapan, dahsyat.
              komentar:
              Seyogianya anda berterimakasih kepada Tuhan terlebih dulu sebelum kepada manusia.Apalagi ini menyangkut apa yang anda imani.

              Pastur Prince di Singapore yg telah merasakan jamahan Tuhan. begitupun Sherly anda akan menerima jamahan tsb.
              komentar:
              Sama dengan komentar saya di atas ttg 1000x ganda. Karunia dan jamahan adalah kuasa dari Tuhan, bukannya ditentukan dan dipastikan oleh anda.Anda telah melampaui kuasa Tuhan. Bertobatlah!

              anda sekarang ibadah di gereja mana?
              Komentar:
              datang dan perdalamlah iman Katolik yang dulu anda tinggalkan karena ketidakmengertian .Anda berdua akan menemukan rumahmu yang sebenarnya adalah di Gereja Katolik.

              oh ya om saya dewan paroki Maria Bunda Karmel minggu lalu keluar, pindah ke Gereja Bethel Indonesia, minggu ini akan baptis selam. hebat ya Yesus …..
              komentar:
              Pendeta Alex Jones dan istri dari Gereja Pantekosta Maranatha diAmerika, Pendeta Cw Lewis, Evangelist David B Currie dan istri dari Gereja Presbyterian, Pendeta Scoot Hann dan Kimberly Hann, Gereja2 Anglican dan lain lain keluar dari gereja protestan ke Gereja Katolik dan mengakui kebenaran iman Katolik karena mereka dengan rendah hati dan tulus mencari kebenaran itu satu per satu sesuai yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dalam Gereja Katolik. Hebat ya Tuhan Yesus……

            • Lucia Wrote :
              Saya cinta YESUS, saya bangga dng Gereja Tiberias.
              terima kasih gembala sidang kami Bpk. Pdt. Yesaya Pariadji kuasa di balik Perjamuan Kudus dan minyak Urapan, dahsyat.
              Pastur Price di Singapore yg telah merasakan jamahan Tuhan. begitupun Sherly anda akan menerima jamahan tsb.
              ————————————————————

              Pusat ibadah Kristen bukanlah penggunaan Roh Kudus yang melimpah-limpah, bukan khotbah-khotbah yang hebat, bukan kemampuan berbahasa roh, bukan pula mujizat-mujizat dan urapan-urapan, melainkan Kurban Tubuh dan Darah Kristus, yaitu Ekaristi.

              [dari katolisitas: silakan melanjutkan diskusi tentang Ekaristi di sini - silakan klik]

            • Abraham Martinus Setyabudi July 19, 2010 at 5:54 pm

              @Sherly & Lucia
              Iya bener mereka orang2 bebal. Biar Tuhan sendiri yang mengubahkan mereka kita doa aja untuk mereka, Saya juga lagi berdoa untuk ortu saya yang masih terikat dengan gereja lama. dukung doa ya JBU Always

              • Shalom Abraham Martinus,

                Terima kasih atas tanggapannya dalam diskusi ini. Menurut pendapat saya, pernyataan yang menyatakan orang lain “bebal” tanpa memberikan argumentasi yang baik, sebenarnya justru memperlemah posisi anda. Oleh karena itu, kalau anda memang mau berdiskusi tentang berbagai doktrin Gereja Katolik, maka silakan untuk bergabung dalam diskusi antara saya dan Sherly – silakan klik dan Indah – silakan klik. Dalam dialog tersebut, anda mempunyai kesempatan untuk mengungkapkan argumentasi anda secara baik. Dan kalau orang tua anda beragama Katolik (yang anda sebut “gereja lama”) dan anda ingin mengubah agama mereka karena anda pandang iman Katolik adalah salah, maka saya bersedia berdiskusi dengan anda tentang berbagai topik sekitar iman Katolik. Dengan demikian, anda mempunyai kesempatan untuk mengemukakan keberatan tentang iman Katolik yang anda pandang salah. Semoga hal ini dapat diterima.

                Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                stef – katolisitas.org

        • Dear Pak Felix,

          itulah keburukan katolik, mengatakan ‘MENYEBERANG KE GEREJA LAIN”. aneh tidak masuk akal. saya pengikut Yesus, bukan islam , kenapa anda komentar spt itu. anda bukan orang suci, anda orang berdosa sama spt saya.

          ingat kuasa Yesus lebih besar. saat saya pindah beribadah temen2 gereja dari katolik (dulu saya paroki kelurga kudus rawamangun) berdoa utk saya supaya kembali ke katolik, tp Yesus mengatakan melalui pergumulan doa saya dan menjawab “TIDAK”. saya harus tetap beribadah di Tiberias.

          gereja yg tidak ada kuasa, tidak akan maju. lihat dalam kurun waktu -/+ 17 tahun Yesus Memberkati Geraja Tiberias dengan luar biasa.
          Lihat kaum muda Boanerges Tiberias baru 2 thn berdiri tp Yesus sdh memakainya sampai manca negara. Prinsip mereka “Menjadi Kepala Bukan Ekor, Naik Bukan Turun, Apa yang Kau Kerjakan dibuat Berhasil Dalam Nama Tuhan Yesus”.
          ada gak di katolik spt itu? TIDAK !!!

          mana keberhasilan anak-anak mudika?

          dan prinsip gereja Tiberias “Tidak pernah meminta-minta”, hny minta kepada Yesus.
          tp pekerjaan Roh Kudus luar biasa thd gereja Tiberias.

          saya sdh tau katolik, jd mau apa lg yg dibicarakan.

          • Shalom Lucia,
            Terima kasih atas komentarnya. Adalah menjadi kenyataan bahwa yang berpindah ke gereja lain, ya memang berpindah atau menyeberang. Apapun perkataannya, tidak merubah kenyataan bahwa seseorang berpindah. Kalau anda memang telah membawa dalam doa bahwa anda harus tetap di Gereja Tiberias, maka itu adalah hak anda. Pertanyaan saya hanya satu: apakah sebelum anda pindah, anda benar-benar mempelajari kebenaran iman Katolik? Anda juga dapat berdiskusi tentang iman Katolik di website ini. Kalau anda telah tahu iman Gereja Katolik secara benar, maka anda tidak akan berpindah ke gereja lain. Kalau anda ingin berdiskusi secara mendalam tentang hal ini, dengan senang hati saya membuka diri untuk berdiskusi dengan anda. Sebenarnya parameter yang jelas dari suatu gereja yang baik adalah bagaimana gereja tersebut dapat membawa umatnya untuk hidup kudus dan menampakkan buah-buah Roh.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – katolisitas.org

            • Alexander Pontoh May 13, 2010 at 3:56 am

              Dan… apakah buah-buah roh itu? apakah buah-buah roh itu sama dengan kekayaan materi? ataukah kekayaan materi adalah turunan (akibat/efek) dari buah-buah roh?

              mungkin Pak Stef bisa membuat artikel ttg buah-buah roh.

              • Shalom Alexander Pontoh,
                Terima kasih atas tanggapannya. Nanti kalau waktu memungkinkan, tentu saja kami dapat membuat artikel ini. Namun buah-buah Roh sebenarnya dapat dirangkum dalam satu kata, yaitu kekudusan. Semua yang disebutkan di Galatia 5:22-23 “…buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri…” merupakan manifestasi dari kekudusan. Kita dapat melihat kaitannya dengan senandung kasih yang begitu indah di 1Kor 13. Kekudusan adalah kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama atas dasar kasih kita kepada Tuhan. Kekudusan adalah kesempurnaan kasih, di mana memungkinkan kita untuk berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan Trinitas. Jadi, kita dapat melihat bahwa di Gal 5 maupun 1Kor13, tidak ada yang menyebut kekayaan materi sebagai buah-buah Roh maupun ciri-ciri kasih. Yesus telah membuktikan kasih-Nya yang sempurna tidak dengan membebaskan manusia dari kemiskinan, namun dengan membebaskan manusia dari belenggu dosa.

                Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                stef – katolisitas.org

            • Abraham Martinus Setyabudi July 20, 2010 at 2:00 pm

              @ stefanus
              Tuhannya orang Katolik siapa? Kalau Tuhan Kami di Tiberias adalah Yesus, Yesus tidak pernah berkata iman katolik tetapi ia berkata imanmu telah menyelamatkanMu. Artinya iman yang percaya kepada Yesus dan bukan iman yang percaya terhadap apa yang dikatakan kepausan(gereja katolik). tunjukkan ayatnya iman katolik di alkitab dan tunjukkan pula kata katolik dalam alkitab. kalau ada saya kasih 10 juta. ha ha JBU

              • Shalom Abraham,

                Terima kasih atas komentarnya. Kita mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, dan saya pikir hal seperti ini tidak perlu dipertanyakan.

                1. Anda mengatakan “Yesus tidak pernah berkata iman katolik tetapi ia berkata imanmu telah menyelamatkanMu. Artinya iman yang percaya kepada Yesus dan bukan iman yang percaya terhadap apa yang dikatakan kepausan(gereja katolik)

                a. Memang Yesus berkata “imanmu telah menyelamatkanmu”. Dan iman ini memang bersumber pada Yesus. Namun, Yesus yang sama mengatakan “Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
                56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
                ” (Yoh 6:56-57). Dan Dia juga mengatakan “Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “19 Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” 20 Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.” (Lk 22:19-20)

                b. Dengan demikian terlihat bahwa mungkin kita mengimani Yesus yang sama, namun apakah kita juga mengimani bahwa Yesus hadir secara nyata (Tubuh, Jiwa dan ke-Allahan-Nya) dalam setiap Perjamuan Suci? Apakah kita hanya percaya sebagai simbol? Dan mengapa ada begitu banyak denominasi Kristen yang percaya bahwa Perjamuan Suci hanyalah sebagai simbol, walaupun Martin Luther percaya bahwa Yesus hadir secara nyata dalam Perjamuan Suci? Kalau ada perbedaaan demikian, dapatkan anda menjelaskan definisi iman dan bagaimana perbedaan ini dapat terjadi dan iman yang mana yang harus dipegang? Atau dapatkah anda menjelaskan perbedaaan paham predestination maupun double predestination dalam hubungannya dengan denominasi-denomasi Kristen saat ini? Manakah yang harus diimani? Bukankah semuanya mendasarkan iman kepada Yesus, namun mengapa terjadi perbedaan yang kontras?

                c. Gereja Katolik percaya bahwa apa yang diimaninya berasal dari Yesus dan tidak pernah bertentangan dengan Alkitab, yang didukung oleh tulisan Bapa Gereja. Dan ini juga berlaku untuk doktrin-doktrin yang lain. Hal ini terlihat dari konsistensi doktrin dari Alkitab, jemaat perdana, sampai saat ini. Kalau anda ingin mencari kata “iman Katolik”, anda dapat menemukannya di sebelah kata “Trinitas”. Bukankah anda percaya akan Trinitas, walaupun kata Trinitas tidak disebutkan di dalam Alkitab?

                2. Anda mengatakan “tunjukkan ayatnya iman katolik di alkitab dan tunjukkan pula kata katolik dalam alkitab. kalau ada saya kasih 10 juta. ha ha JBU” Kami pernah menjawab pertanyaan ini di sini – silakan klik, yang memperlihatkan bahwa Kis 9:31 memberikan kata “Ekklesia Katha Holos“, yang berarti Gereja Katolik. Semoga keterangan ini dapat menjawab pertanyaan anda. Saya ingin mengusulkan, kalau anda memang benar-benar ingin berdiskusi secara serius, pilihlah satu topik dan kemudian berikanlah argumentasi yang baik dan terstruktur, sehingga kita dapat membahasnya secara mendalam. Semoga hal ini dapat diterima dengan baik.

                Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                stef – katolisitas.org

          • @Lucia: [edit 3 kalimat] Anda berbeda sama sekali sama stef dan ingrid di sini. Meskipun dicecar oleh pertanyaan mu dan pertanyaan lain yang bagi saya yang membacanya sudah membuat tensi darah naik tapi dibalas dengan kata kata yang menyejukkan hati. [edit]

    • mohon maaf bila saya sedikit mengomentari anda saudara bejo. bagi saya hanya orang2 tidak mempunyai otak normal saja yg mau menyembah patung. tidak ada satu orangpun yg mau menyembah benda yg tidak mampu bergerak seperti patung. dan sungguh aneh bila melihat keluaran 20:4 diartikan sebagai patung sebenarnya karena tidak mungkin Allah begitu khawatir dengan patung sehingga melarang umatnya untuk membuat patung yg kemudian disembah. Allah tidak mungkin bersaing dengan benda mati yg tidak mampu melakukan apa2. patung disini tentu saja diartikan sebagai patung yg dianggap sebagai perwujudan Tuhan yg kemudian disembahw layaknya Tuhan sebenarnya. keluaran 20:4 dapat diartikan bahwa Allah melarang manusia membuat patung diriNya dengan menyerupainya dengan mahkluk2 ciptaanNya baik yg ada dilangit, bumi maupun air, dan kemudian disembah selayaknya menyembahNya. JAdi sungguh lugu bila keluaran 20:4 ini diartikan sebagai patung yg sebenarnya karena tidak mungkin Allah takut bersaing dengan benda mati yg tidak mampu bergerak. tentu yg dimaksud patung disini adalah patung Allah yg dibuat sebagai sarana ibadah, yg disembah-sembah seperti menyembah Allah. Wujud/bentuk Allah tidak ada satu manusiapun yg tahu. jadi bila ada manusia yg dikatakan sebagai bentuk Allah, maka itulah berhala. berhala itu berarti menyerupakan wujud/bentuk Allah dengan bentuk yg ada dilangit, bumi maupun air. menyembah berhala (wujud/bentuk Allah) adalah dilarang, apalagi membuat patungnya yg kemudian disembah. itulah maksud dari keluaran 20:4. kalo salah silahkan dikoreksi……

      [dari Katolisitas: berikut ini kami gabungkan komentar yang masuk beberapa hari sebelumnya, karena masih satu topik]

      Mohon maaf bila sekiranya saya lancang ikut bertanya di forum ini, sebetulnya saya tidak ingin melakukannya, tetapi salah seorang teman katolik saya menyarankan saya untuk masuk dalam diskusi ini dan ikut berdiskusi.
      sedikit saya luruskan bahwa dalam ajaran Hindu, Kresna juga adalah perwujudan Tuhan. Dalam sebuah sloka kresna pernah mengajarkan bahwa menyembah Tuhan yg tidak berwujud adalah sukar bagi mahluk yg berdaging, maka untuk memudahkannya maka Tuhan menjelma menjadi manusia yg memiliki wujud sehingga dalam bermeditasi, manusia akan mudah memusatkan pikiran. Maka jawaban yg saudara Inggrid sampaikan sangat sesuai dengan ajaran Hindu bahwa Tuhan harus menjelma menjadi manusia bahkan dibuatkan patungnya agar dapat membantu manusia untuk memudahkan dalam menyembahNya.
      Tidak ada satu agama manapun yg mengajarkan untuk menyembah ciptaanNya, semuanya mengajarkan untuk hanya menyembah kepada Tuhan saja. Jadi agama2 yg menyembah Kresna, Sidharta, atau yg lainnya pada dasarnya adalah menyembah inkarnasi Tuhan atau bisa dikatakan Tuhan yg berwujud ciptaan (manusia). Jadi ajaran penyembah berhala dapat diartikan sebagai ajaran penyembahan kepada Inkarnasi Tuhan atau ajaran yg mengajarkan penyembahan kepada Tuhan yg berwujud ciptaanNya (manusia).
      ok, mohon maaf atas tulisan saya. mudah2an anda tidak menafsirkan tulisan saya sebagai bentuk penggunjangan iman anda karena saya sangat menghormati iman setiap manusia. ini hanyalah sebuah bentuk argumen lain yg seharusnya anda fikirkan jawabannya agar anda bisa menjawab segala bentuk pertanyaan yg ada sehingga akan makin memperkuat iman anda. Saya harap anda dapat mengambil hal yg positif dari tulisan saya, bila anda ingin melanjutkan diskusi ini maka saya persilahkan, namun bila tidak, maka saya hanya memenuhi undangan teman saya yg beragama katolik, dan saya mengakhirinya sampai disini.

      • Shalom Hamba Tuhan,

        Selamat datang dalam forum ini, meskipun anda mungkin bukan umat Kristiani. Pertama- tama, karena anda mengutip Kitab Suci kami, maka saya juga menganggap bahwa anda juga menghormati pesan yang disampaikannya. Selanjutnya, saya juga mengajak anda untuk melihat ayat-ayat lain dalam Kitab Suci kami yang mendasari pengajaran Gereja Katolik tentang topik yang sedang dibahas ini. Untuk memahami ajaran tentang larangan menyembah berhala ini, maka kita harus melihat ayat- ayat lainnya dalam Kitab Suci, dan bukan hanya ayat Kel 20:4 saja.

        1. Kel 20:4 berkaitan dengan ayat sebelumnya dan sesudahnya, sehingga secara keseluruhan perintah Tuhan adalah demikian:

        “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu ….” (Kel 20:3-5)

        Maka kesimpulan dari ayat ini adalah: 1) Allah tidak menginginkan kita manusia menganggap sesuatu sebagai “allah yang lain” daripada-Nya. 2) Allah tidak menginginkan manusia membuat patung atau gambar yang menyerupai apapun di dunia dan di langit, untuk kemudian disembah sebagai “allah lain” itu.

        Anda mengatakan, “Jadi sungguh lugu bila keluaran 20:4 ini diartikan sebagai patung yg sebenarnya karena tidak mungkin Allah takut bersaing dengan benda mati yg tidak mampu bergerak. Tentu yg dimaksud patung di sini adalah patung Allah yg dibuat sebagai sarana ibadah, yg disembah-sembah seperti menyembah Allah.”

        Memang jika kita membandingkannya dengan keadaan sekarang, tentu benar bahwa jaman sekarang sudah jarang atau bisa dikatakan tidak ada orang yang menyembah patung, di mana patungnya itu sendiri dianggap sebagai allah. Maka benar, anda katakan “sungguh lugu“, tetapi jika anda membaca banyak ayat di Perjanjian Lama, yang terjadinya ribuan tahun sebelum masehi, di mana peradaban manusia jauh berbeda dengan peradaban manusia saat ini, kita dapat mengetahui bahwa hal itulah yang terjadi. Banyak orang pada jaman itu benar-benar menyembah patung, dan patungnya benar-benar dianggap sebagai allah. Jika anda membaca kitab Keluaran selanjutnya yaitu Kel 32, anda akan melihat bagaimana bangsa Israel ini tidak sabar menunggu Musa yang saat itu sedang berada di atas gunung Sinai bersama Allah, lalu mereka mengumpulkan semua perhiasan emas yang mereka miliki untuk dileburkan menjadi patung anak lembu emas, dan esoknya mereka sembah dengan korban bakaran. Maka mereka benar-benar menyembah patung sebagai allah dan perbuatan ini sungguh membangkitkan amarah Allah. Kisah serupa terulang berkali-kali dalam sejarah bangsa Israel, seperti yang dikisahkan dalam 2 Raj 17:16, 2 Raj 21:3; 2 Taw 33:7, Hos 2:8; Hos 13:2, dengan gambaran seperti yang dikatakan Mzm 106:19-21:

        “Mereka [bangsa Israel] membuat anak lembu di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan; mereka menukar Kemuliaan mereka dengan bangunan sapi jantan yang makan rumput. Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di Mesir: perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham, perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.”

        Maka esensi dari penyembahan berhala yang sangat dibenci oleh Allah adalah jika manusia menyembah suatu ciptaan sebagai allah, dan dengan demikian mereka menempatkan ciptaan di tempat kedudukan Sang Allah Pencipta. Jadi, dari ayat- ayat di atas tidak ada pernyataan yang mengacu kepada pengertian anda, bahwa penyembahan berhala artinya “penyembahan kepada Inkarnasi Tuhan / penyembahan kepada Tuhan yang berwujud ciptaanNya (manusia).”

        Penerapannya sekarang adalah, meskipun sekarang sudah tidak ada lagi patung-patung tuangan yang disembah, namun banyak orang yang menggeserkan tempat Allah dalam hidup mereka dengan uang, kekuasaan, pesta pora, kenikmatan seksual, bahkan TV! Inilah bentuk berhala baru jaman sekarang, yang sesuai dengan definisi berhala dalam Kitab Suci, yaitu: manusia menganggap ‘ciptaan’ lebih utama dari Tuhan Sang ‘Pencipta’. Dengan demikian mereka melanggar perintah yang terutama dari kesepuluh perintah Allah dalam Kel 20:3, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”

        2. Kitab Suci tidak pernah menyebutkan bahwa Allah berinkarnasi menjadi manusia dalam wujud Kresna atau Sidharta, namun Kitab Suci jelas menyebutkan bahwa Allah berinkarnasi menjadi manusia dalam Diri Kristus Tuhan. Tertulis dalam Kitab Suci demikian:

        Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan…. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yoh 1:1-3, 14)

        Dari sini, kami umat Kristiani mengimani bahwa Kristus adalah “Sang Firman Allah yang menjelma menjadi manusia”, sebab Allah sendiri mewahyukan demikian. Maka Gereja Katolik mengajarkan bahwa Kristus adalah sungguh-sungguh Allah walaupun juga sungguh-sungguh manusia. Penjelasan tentang hal ini dapat anda ketahui lebih lanjut dalam dua artikel ini: Kristus yang kita imani = Yesus menurut sejarah, silakan klik; dan Yesus sungguh Allah, sungguh manusia, silakan klik. Namun dasar dari ajaran ini adalah bahwa menurut iman Kristiani, Allah yang satu itu mempunyai Tiga Pribadi. Allah Bapa, selalu dalam kesatuan dengan Firman-Nya (yaitu Allah Putera) dalam Kasih yang sempurna, yaitu Allah Roh Kudus. Hal ini tidak mudah diterima oleh umat muslim, yang memang menganggap bahwa Allah tidak mungkin mempunyai Pribadi lebih dari satu. Jika anda tertarik untuk memahami mengapa Gereja Katolik mengajarkan tentang Allah Tritunggal ini, silakan klik di sini.

        Sebab sesungguhnya hakekat Allah yang Satu dalam Tiga Pribadi ini bukanlah spekulasi, justru karena Allah sendiri, melalui Kristus, menyatakan demikian. Jika bukan Allah sendiri yang menyatakannya maka memang manusia tidak mungkin mengetahuinya, namun karena Allah sendiri yang menyatakannya, dan Allah tidak mungkin berbohong, maka ada alasan yang sungguh kuat bagi manusia untuk mempercayainya. Selanjutnya, silakan membaca di tanya jawab berikut, silakan klik. Hanya dengan memahami bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Allah yang menjelma menjadi manusia, maka seseorang dapat memahami bahwa umat Kristiani tidak menyembah berhala pada saat mereka menyembah Yesus Kristus. Namun tentu untuk sampai pada kesimpulan ini ia harus terlebih dahulu menerima kebenaran Firman Tuhan yang tertulis dalam Kitab Suci. Dikatakan demikian:

        “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.” (Kol 1:15-20)

        Dengan adanya penjelmaan Allah Putera dalam diri Kristus, maka manusia dapat melihat Allah, sebab yang tadinya tidak kelihatan menjadi kelihatan. Yesus sendiri mengatakan demikian, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh 14:8). Dengan demikian, Allah sendiri telah memperbaharui hukum tentang “penggambaran Diri-Nya” melalui Inkarnasi Kristus. Allah yang dulunya melarang manusia membuat “gambaran” apapun tentang Diri-Nya yang di surga, malah memperlihatkan diri-Nya di dalam diri Kristus. Dengan demikian, sekarang tidaklah salah jika manusia membuat gambar wajah Yesus atau membuat patung Yesus, sebab Allah sendiri sudah menyatakan Diri-Nya terlebih dahulu. Namun tentu, segala gambar dan patung Yesus ini tidak untuk disembah sebagai allah, sebab jika demikian, itu menyalahi perintah pada Kel 20:3-5 tersebut.

        Nah memang di sinilah letaknya perbedaan antara ajaran Gereja Katolik dan Protestan. Umat Protestan mengira, bahwa umat Katolik menyembah patung, karena memang umumnya ada patung dan gambar-gambar Tuhan Yesus di gedung gereja ataupun di rumah-rumah umat. Namun tentu itu tidak benar sama sekali. Kami hanya menganggap patung sebagai tanda/ lambang saja, untuk mengingatkan kami kepada Siapa yang digambarkannya, yaitu dalam hal ini Tuhan Yesus.

        Saya menyadari, mungkin saja anda tidak sepaham dengan kami dalam hal “berhala” dan patung ini. Namun karena anda menanyakannya kepada kami di situs Katolik, maka kami menyampaikan ajaran Gereja Katolik, yang kami yakini sebagai kebenaran. Selanjutnya memang kami serahkan kepada hati nurani anda tentang bagaimana anda akan menyikapinya.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

        • terimakasih kepada saudari Inggrid atas jawabannya. saya sangat mengapresiasi anda dan sangat berharap diskusi ini akan jadi sangat menarik. dari diskusi dengan beberapa orang katolik, saya lihat mereka menggunakan argumen2 yg ada dalam situs ini dalam menjelaskan diskusi mereka. cuma sayang, karena mereka cuma bisa mengcopy paste saja, maka ketika diskusi semakin diperdalam, maka ketidakmengertian mereka semakin kelihatan sehingga mereka tidak bisa menjelaskan argumen2 yg mereka copypaste yg ada dalam situs ini. akhirnya yg terjadi adalah penyerangan terhadap diri saya yg dianggap berusaha merusak keimanan katolik. setelah mempelajari alkitab, banyak hipotesa2 dalam otak saya yg harus saya uji dengan orang2 seperti anda untuk membuktikan apakah hipotesa saya benar atau salah. jadi diskusi saya ini tidak bertujuan untuk merusak keimanan seseorang, melainkan untuk membuktikan dari apa yg telah saya pelajari dari Alkitab. kalo memang dianggap bisa merusak keimanan umat katolik maka saya meminta kepada saudara Inggrid untuk membuatkan satu thread pribadi yg cuma bisa diakses oleh kita berdua saja dengan melalui password. password bisa dikirimkan ke alamat email saya.

          • Shalom Hamba Tuhan,
            Karena pertanyaan ini adalah pertanyaan yang menyangkut iman Katolik, (dan tidak bersifat pribadi) maka kami bermaksud untuk mem-pos-kannya di situs, dan tidak melalui jalur pribadi. Karena dalam hal iman, tidak ada yang perlu dirahasiakan, dan saya percaya, umat Katolik dapat juga belajar dari pertanyaan anda.
            Mohon kesabarannya, maka pertanyaan anda akan saya jawab. Tidak usah kuatir, kami umat Katolik tidak mencurigai anda bahwa anda mau “merusak keimanan seseorang”. Kami menyambut baik setiap pengunjung situs ini, karena kami percaya semua bermaksud baik dan pertanyaan yang masuk adalah karena memang didasari rasa ingin tahu atau keinginan berdialog dalam hal iman.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

    • salam Bejo
      anda ternyata tidak membaca secara jelas apa yg dijelaskan oleh ibu Inggrid dengan segala bahan pertimbangan mohon dibaca sekali lagi
      trimakasih

  11. Thomas Rudianto October 24, 2009 at 2:34 am

    Syalom,
    Sia-sialah “perjuangan” anda yang berusaha keras meluruskan apa yang bengkok dalam pandangan seseorang (non-katolik/pendeta/dll) yang sedari awal memang sudah salah menafsirkan kitab suci.
    Mereka (yang non-katolik), mayoritas memang punya pandangan miring dan sinis tentang apa yang kita imani di dalam gereja katolik, antara lain:

    (1) tentang romo yang tidak menikah, menurut mereka berarti tidak normal dan mengingkari kodrat manusia
    (2) tentang pengampunan dosa, mereka mengatakan itu menghujat Tuhan
    (3) tentang Bunda Maria, mereka mengatakan mana mungkin bisa dikatakan tetap perawan padahal pernah melahirkan
    (4) tentang Tritunggal, mereka mengatakan orang katolik hebat, punya 3 Tuhan
    (5) tentang patung, mereka mengatakan orang katolik menyembah berhala, dan banyak lagi lainnya.

    Dalam pandangan saya, tidak semua orang kristen atau non-katolik lainnya akan mengatakan hal yang sama seperti yang saya uraikan di atas. Namun kita perlu membekali diri kita dengan pengetahuan iman, apabila mendapat serangan, kita mampu menangkalnya. Tidak perlu berapi-api atau penuh emosi menanggapi kebebalan mereka. Cukup beri penjelasan seperlunya, selebihnya kalau mereka tetap tidak mau berusaha mengerti, segeralah menyingkir, karena iblis sedang berusaha menebar bibit permusuhan.

    Jadi beginilah kesimpulannya.
    (1) mereka mempunyai iman dan doktrin sendiri yang dianggap paling sempurna dibanding agama lain
    (2) mereka tidak akan pernah mengimani ajaran katolik, kecuali mereka yang merasa bahwa agama yang mereka tekuni saat ini ternyata tidak membuat mereka bahagia
    (3) sudah menjadi rahasia umum, agama non-katolik yang “ekstrim” akan bersaing mencari umat katolik yang lemah imannya, mereka akan menggunakan segala cara untuk mempengaruhi agar berpaling kepada agama dan ajaran mereka
    (4) agar bisa “memenangkan perang”, mereka mempunyai doktrin (sekalipun doktrin itu salah, tetap akan diupayakan menjadi benar, dan doktrin yang benar menjadi salah)
    (5) umat mereka sendiri (non-katolik) yang ternyata mempunyai pandangan benar tentang agama katolik (misalnya dalam hal patung), tidak akan didukung oleh pimpinannya (pendeta, dll). Kalau umat itu masih tetap berpegang pada pendiriannya, jelaslah hukumannya: dikucilkan.
    (6) satu hal yang pasti: mereka menafsirkan kitab suci menurut bahasa mereka sendiri (bahasa Indonesia), bukan menurut bahasa Roh Kudus.

    Berpijak pada item (6), kesimpulannya:
    Mereka bukanlah orang-orang bodoh yang tidak berpendidikan tinggi.
    Mereka juga bukan orang yang butuh perhatian, mencari sensasi.
    Mereka adalah orang-orang yang sedang berburu mangsa.
    Siapa mangsanya? Kita-kita orang katolik (yang imannya lemah dan penuh emosi)

    Jadi, jelaslah bagi kita adalah sia-sia meluruskan pandangan mereka yang bengkok sedari sononya. Mereka memang punya doktrin yang salah, yang dipakai untuk menyesatkan umat mereka sendiri, dengan tujuan akhir menyerang iman umat beragama lain. Nah, kalau umat tersebut kalah dalam berperang, otomatis akan mengalami kebimbangan dalam imannya. Kalau dalam keadaan demikian umat tersebut masih ingat kepada siapa harus bertanya, maka selamatlah imannya. Celakanya, kalau dalam kebimbangannya umat itu malah mempertanyakan kebenaran katolik dengan berpesta di diskotik, tinggal masalah waktu saja imannya akan berpindah mengikuti pemenang perang tadi.

    Memang menjadi orang katolik itu susah. Untuk mau dibaptis saja susah, apalagi menjalaninya seumur hidup. Kalau mau jalan yang gampang masuk saja jadi kristen (kristen aliran apapun), siap kapan saja dibaptis, mau terima tubuh Kristus pun tinggal minta pendetanya pasti dikasih, apalagi kalau kita bilang awalnya mau masuk katolik tapi jalannya susah.

    Setelah jadi katolik pun tambah susah. Selain beban salibnya berat, juga mesti tahan serangan dan tahan bantingan. Belum lagi kalau sudah menikah tidak boleh cerai. Menggugurkan kandungan pun tidak boleh.
    Tapi herannya, masih saja selalu ada orang yang mau jadi katolik. Mengapa? Jawab saja sendiri.

    Saran saya, kepada Ibu Ingrid Listiati & Bapak Wijoyo Tay, tidak perlu bersikap emosi atau merasa bimbang apakah keyakinan yang Bapak/Ibu imani saat ini salah atau tidak.
    Yakinlah dengan kata hati Bapak/Ibu. Tidak perlu menyurati (sekalipun sudah terjadi) Pendeta tersebut, karena mailbox beliau hanya untuk orang-orang yang pro-non berhala dan orang berduit yang siap menyumbangkan perpuluhan mereka.
    Kalau menurut Bapak/Ibu iman itu sudah benar, jalani saja dan perdalam lagi. Sebarkanlah dalam kesaksian iman di lingkungan atau wilayah gereja, untuk umat yang sedang memerlukan dukungan iman, siapa tahu mereka juga mengalami guncangan iman seperti yang Bapak/Ibu alami namun malu untuk bertanya.

    Sekian saja komentar saya.

    • Shalom Thomas,

      Terima kasih atas tanggapannya tentang surat yang kami kirimkan kepada pendeta. Mungkin perlu kami luruskan, bahwa kami melakukan hal tersebut tanpa emosi, namun hanya didasarkan akan perlunya umat Katolik untuk memberitakan kebenaran, yang seringkali salah dimengerti oleh umat dari agama lain. Memang ada sebagian umat non-Katolik yang mempunyai pandangan miring kepada pengajaran Gereja Katolik, namun ada banyak di antara mereka mempunyai pandangan dan persepsi yang salah akan pengajaran Gereja Katolik. Oleh karena itu, kami mempunyai pandangan yang sama dengan Thomas, bahwa dalam kondisi yang memungkinkan, kami mencoba untuk menerangkan apa sebenarnya yang dipercaya oleh Gereja Katolik. Dan kita tidak perlu risau dengan apakah setelah diterangkan mereka akan menjadi Katolik atau tidak, karena yang dapat merubahnya adalah Roh Kudus. Sejauh kita menjalankan bagian kita, maka Roh Kudus yang akan melakukan bagian-Nya.

      Dan kami juga perlu meluruskan, bahwa kami tidak bimbang akan pengajaran Gereja Katolik. Dan soal menyurati pendeta adalah hal yang wajar dan dilakukan tanpa emosi. Terima kasih untuk sarannya agar kami memperdalam imam Katolik kami. Kami mencoba untuk melakukannya dengan segenap hati, pikiran dan kekuatan kami. Mohon doanya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef & ingrid – http://www.katolisitas.org

    • maaf saudara Thomas Rudianto,anda mengaku orang katholik yang pintar,dan tidak emosi dalam menanggapi kasus keraguan umat non-katholik. Nah klo pinter semestinya anda membantu menyatukan kembali yang telah pecah,bukannya membuat makin pecah. Saya seorang Kristen Protestan,dan anda secara tidak sopan melecehkan agama Qta. Qta tuh bersaudara Thomas, jadi anda itu yang seharusnya lebih bijak, jangan berani komentar dulu sebelum tau informasi yang penuh..

      Saya bukan bermaksud mengintimidasi saudara Thomas, cuma saran aja, coba deh saudara thomas berkomunikasi dengan orang2 diluar dari lingkungan saudara thomas, Trus baca lagi komentar mas thomas ini..nanti saudara thomas juga sadar apa yang saudara lakukan.

      PS: bergaul makanya mas thomas, liat dunia, yang susah bukan katholik aja UMAT KRISTIANI juga susah. pertahanin imannya klo ketemunya orang kaya mas thomas…Sempit..

      • Shalom Nevigo dan Thomas Rudianto,
        Pertama-tama mari kita sadari bahwa tulisan-tulisan maupun diskusi-diskusi yang ada di situs ini dimaksudkan bagi kita semua yang ingin semakin mengenal dan mencintai kebenaran. Maka jika kita ingin mengungkapkan pandangan, kita semua harus berusaha melakukannya dengan semangat kasih, sebab itulah yang menjadi bukti yang nyata akan adanya Roh Kudus yang bekerja di dalam kita. Dengan semangat kasih ini, kita berdialog sebagai sesama saudara dalam Kristus. Jika sampai ada perbedaan, mari kita diskusikan dengan kepala dingin, dengan maksud agar dapat diketahui argumen masing-masing. Tentu sebagai situs Katolik, kami berusaha menyampaikan ajaran Gereja Katolik, yang diambil dari pengajaran Kristus, para rasul dan para Bapa Gereja. Perihal bagaimana para pembaca menyikapinya, memang itu dikembalikan kepada hati nurani masing-masing.
        Maka perihal perpecahan Gereja yang sudah terjadi memang memprihatinkan, dan sudah selayaknya kita doakan semoga suatu hari Gereja dapat kembali bersatu. Dan sementara itu, mari kita kembali memeriksa apa yang dapat kita lakukan untuk mengusahakan persatuan Gereja. Dari pihak umat Katolik, sudah selayaknya kita meluruskan kesalahpahaman tentang iman Katolik (seperti halnya tuduhan yang sungguh keliru bahwa umat Katolik menyembah patung, yang dituliskan di artikel di atas), namun juga dari pihak umat Protestan, silakan juga mendengarkan penjelasan dari Gereja Katolik dan merenungkannya. Setidaknya dengan demikian umat Protestan dapat mengetahui dasar pengajaran Katolik dalam hal ini, yang juga mengambil sumber dari Alkitab.
        Nah, dengan berbekal keyakinan bahwa pihak umat Protestan yang berniat berdialog juga pasti berniat baik, maka sebagai umat Katolik kita tidak selayaknya menuduh mereka yang Protestan dengan tuduhan yang macam-macam, soal keyakinan mereka ‘berbelok’ atau apapun itu yang cenderung ‘menghakimi’. Sebab mungkin mereka mempunyai anggapan yang negatif tentang Gereja katolik, karena mereka diajarkan demikian oleh para pengajar mereka, tanpa sempat mendengarkan penjelasan dari Gereja Katolik. Maka di situs ini, kami mencoba untuk menyampaikan penjelasan berdasarkan ajaran Gereja Katolik. Perihal bagaimana hasilnya atau akibatnya bagi para pembaca Protestan, itu sudah bukan bagian kami lagi. Kami biarkan Roh Kudus yang adalah Roh Kebenaran untuk berbicara di hati para pembaca, untuk membantu mereka melihat kebenaran itu sendiri. Sebab yang namanya kebenaran sesungguhnya akan menarik tiap-tiap orang dengan sendirinya, sebab manusia diciptakan Allah untuk mencari kebenaran itu sendiri, yang hanya dapat mereka temukan di dalam Yesus Kristus, dan yang ajaran-Nya diteruskan dengan setia oleh Gereja Katolik.

        Maka, saya mengundang para pembaca yang ingin memasukkan komentar di situs ini untuk tidak lagi menunjuk kepada pribadi, misal dengan komentar-komentar yang cenderung menyudutkan, seperti anda sinis, anda bersikap emosi, anda mengaku pintar, anda melecehkan, ‘sempit’…. dst. itu adalah kalimat-kalimat yang tidak produktif dalam dialog. Kalau kita tidak setujupun, sampaikanlah pandangan kita dengan cara yang sopan, seperti: saya tidak setuju dengan pendapat anda yang mengatakan……, karena ……. Jadi dalam dialog, bukan selalu harus menghapus perbedaan, namun jika sampai ada perbedaan, mari kita utarakan dengan maksud positif.

        Jika komentar dimasukkan dengan bahasa yang kasar ataupun menuduh, apalagi tanpa argumen yang jelas, maka terpaksa kami tidak dapat menayangkannya.

        PS: Jangan lupa bahwa umat Katolikpun adalah juga umat Kristiani. Malah sebenarnya, dengan menjadi Katolik, maka seseorang menjadi umat Kristiani yang sepenuhnya, sebab ia memilih untuk menggabungkan diri dengan Gereja yang didirikan oleh Kristus sendiri di atas Rasul Petrus, di mana Kristus sendiri berjanji untuk menyertai Gereja-Nya ini sampai akhir jaman dan maut tak akan menguasainya (Mat 16:18, Mat 28:19-20); dan ini nyata adalah Gereja Katolik, yang sampai sekarang bersatu dibawah pimpinan Bapa Paus, yang adalah penerus Rasul Petrus.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

      • Dear Nevigo,

        benar sekali yg anda komentarkan. saya setuju.

        katolik itu merasa bahwa agama mereka The Best? pdhal Yesus datang bukan bawa2 agama, dalam arti kata dangkal sekali pemikiran mereka. hanya berpikir di luar katolik tdk benar! aneh bukan!!!

        memang orang katolik tuh mustinya gaul dong dng agama lain, tp pengalaman pribadi saya, saat katolik gabung dengan komunitas Pantekosta, Karismatik dll, mereka tidak bisa bicara apa2 diam 1000 bahasa, mereka tidak mengerti, mungkin aliran Pantekosta, Karismatik dll ketinggian kali ya ilmunya karena mereka musti benar2 mengerti dan diterapkan dalam hidup. katolik hanya bisanya salam maria, devosi maria dll. memangnya ada di Alkitab?
        intinya begini, ajaran diluar Alkitab adalah ajaran sesat ………. itu adalah perbuatan iblis ……

        makanya yg aliran protestan paling tidak mau digabung dengan katolik, gak bisa sejalan pemikirannya.
        ok, Nevigo Yesus memberkati anda 100x ganda. hahahah memang katolik ngerti bahasa itu?

        GBU always

        • Shalom Lucia,

          Terima kasih atas komentar-komentarnya. Saya minta maaf bahwa komentar-komentar anda yang lain tidak dapat saya masukkan, karena tidak memberikan argumentasi yang baik dan tidak mempunyai diskusi dogma maupun doktrin. Adalah sangat mudah untuk memberikan tuduhan-tuduhan. Contoh komentar anda di atas, tidaklah didukung dengan argumentasi yang baik. Di site ini, anda mempunyai kesempatan untuk membuktikan keyakinan anda yang ingin membuktikan bahwa banyak pengajaran Gereja Katolik yang salah. Namun, untuk membuktikan hal ini, anda harus memberikan argumentasi yang baik, dengan disertai bukti-bukti dari Alkitab. Dengan demikian, maka akan terjadi dialog yang membangun.

          Menurut saya, diskusi akan menjadi substansial, jika anda dapat menyusun argumentasi seperti: 1) Apakah Yesus mendirikan satu Gereja atau banyak gereja, apakah Gereja tersebut Gereja Katolik atau bukan? (lihat diskusi ini – silakan klik, dan diskusi tentang ekklesiologi – silakan klik) Apakah doa Salam Maria adalah Alkitabiah? (lihat diskusi ini – silakan klik). Silakan bergabung dalam diskusi tersebut. Kalau anda mau, silakan memilih satu topik tentang dogma/doktrin dari Gereja Katolik, yang anda pandang bertentangan dengan Alkitab, sehingga kita dapat membahasnya secara mendalam. Dan anda juga mempunyai kesempatan untuk membuktikan bahwa ajaran Gereja Katolik tidak Alkitabiah. Sebaliknya, saya akan mencoba untuk menjawab keberatan-keberatan anda semampu saya. Mari, kita memulai diskusi dengan hormat dan lemah lembut (1 Pet 3:15), yang disertai dengan argumentasi yang baik, sehingga terjadi dialog yang membangun. Saran saya sebagai saudara di dalam Kristus, mulailah dengan diskusi yang disertai dengan argumentasi yang baik, karena tuduhan-tuduhan tanpa argumentasi justru akan memperlemah posisi anda. Jadi, sekali lagi saya mohon maaf, kalau pesan-pesan anda yang lain, yang tidak mempunyai argumentasi tidak dapat saya masukkan dalam website ini, karena tidak akan membangun diskusi yang sehat. Semoga hal ini dapat dimengerti oleh Lucia.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

    • kita tdk pernah mengatakan berperang. itu lah istilah orang katolik. sekarang secara logika : gereja katolik +/- sdh 100 thn, Gereja Tiberias Indonesia +/- 17 thn, tp Tuhan pakai Gereja Tiberias luar biasa. anda bisa baca majalah gereja / Ensiklopedia di Indonesia, jemaat yg memiliki perkembangan jumlah jemaat terbesar adalah Tiberias. banyak kan gereja katolik yg masih di tenda-tenda? makanya banyak2 berdoa. Yesus itu kaya, gak mungkin dong orang2 yg percaya dng-Nya miskin?

      Ir. Ciputra (yg punya Mal Ciputra), dulu katolik, skrng evangelis di Tiberias, kenapa? di doakan oleh Pdt Tiberias, sembuh dalam nama Yesus …

      Doa orang/gereja benar besar kuasanya.

      GBU

      • Shalom Lucia,

        Terima kasih atas komentarnya. Memang istilah perang tidak dapat digunakan. Tentang data Gereja Katolik dan Gereja Tiberias, saya tidak ingin berkomentar lebih jauh, karena terlalu banyak data yang tidak akurat yang diberikan oleh Lucia. Mungkin Lucia dapat melihat link di sini (silakan klik) dan juga link ini (silakan klik). Dan silakan Lucia mempelajari lagi data-data tentang karya-karya yang dilakukan, baik dari sisi sekolah, rumah sakit, karya-karya sosial lain di Indonesia, dan juga dari banyaknya Gereja Katolik di Indonesia, serta jumlah umat Gereja Katolik. Apakah ada yang perlu ditingkatkan oleh Gereja Katolik di Indonesia? Tentu saja ada banyak hal yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki.

        Dan seperti yang disarankan oleh Lucia, umat Gereja Katolik memang perlu berdoa lebih banyak lagi dan berdoa tanpa henti. Dan ini adalah perjuangan terus-menerus sampai akhir zaman. Saya akan ambilkan contoh bagaimana di dalam Tubuh Mistik Kristus, terdiri dari banyak anggota, dan masing-masing anggota melakukan bagiannya masing-masing. Banyak anggota biara dari Gereja Katolik yang membaktikan diri mereka dalam kehidupan doa yang tanpa henti, dimana salah satu contohnya adalah biara trappist-rawaseneng di Indonesia. Silakan melihat jadwal mereka sehari-hari (silakan klik), sehingga kita tahu bagaimana kehidupan doa mereka. Dan kehidupan biara seperti ini tersebar di seluruh dunia. Di site tersebut disebutkan kegiatan mereka sehari-hari:

        03.15 Bangun
        03.30 Ibadat Bacaan, Meditasi bersama di gereja (30 menit) Bacaan Suci
        06.00 Ibadat Pagi Makan pagi, Bacaan Suci/studi/waktu luang
        08.00 Ibadat Siang I
        08.15 Bekerja/pelajaran/studi
        11.30 Akhir kerja
        12.00 Ibadat Siang II, Pemeriksaan batin, Makan siang bersama, Istirahat
        14.15 Akhir istirahat
        14.30 Ibadat Sore
        15.00 Bekerja/pelajaran/studi
        16.30 Akhir kerja
        16.45 Bacaan Suci
        17.30 Perayaan Ekaristi, Meditasi/doa pribadi (15 menit), Makan malam bersama, Bacaan Suci/studi/konperensi rohani
        19.45 Ibadat Penutup
        20.15 Istirahat

        Pernyataan Lucia bahwa "Yesus itu kaya, gak mungkin dong orang2 yg percaya dng-Nya miskin?" adalah pandangan yang condong kepada teologi kemakmuran. Untuk itu, silakan membaca jawaban ini (silakan klik). Salah satu tujuan Yesus datang ke dunia ini adalah untuk memberikan contoh kepada manusia, bagaimana seharusnya hidup sebagai anak Allah, baik dalam kondisi miskin maupun kaya. Di bagian mana dari Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus adalah orang yang kaya? Dan pernyataan Lucia adalah sama saja dengan berkata "Karena Tidak mungkin orang-orang yang percaya kepada Yesus menjadi miskin, maka orang yang miskin pasti tidak percaya kepada Yesus". Cobalah kita melihat begitu banyak santa-santo sepanjang sejarah Gereja yang memilih hidup miskin mengikuti Yesus. Lihatlah, kehidupan dari yang terberkati Ibu Teresa dari Kalkuta? Apakah dia hidup miskin? Apakah dia percaya kepada Yesus? Apakah dia menampakkan buah-buah Roh Kudus?

        Pernyataan Lucia yang lain "Ir. Ciputra (yg punya Mal Ciputra), dulu katolik, skrng evangelis di Tiberias, kenapa? di doakan oleh Pdt Tiberias, sembuh dalam nama Yesus …" Kalau memang benar-benar kesembuhan yang membuat beliau pindah dari Gereja Katolik, maka hal tersebut bukanlah alasan yang kuat. Penyakit dapat disembuhkan, namun akan datang lagi, sampai pada akhirnya semua orang akan mengalami kematian. Orang yang pindah agama harus mempunyai alasan yang kuat, yaitu karena mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh dan menempatkan kebenaran itu lebih tinggi dari dirinya sendiri. Kalau memang kesembuhan yang membuat seseorang pindah agama, bagaimana kalau seseorang yang tadinya adalah seorang Kristen dan mengalami kesembuhan oleh biksu dari agama Budha atau tetua dari agama yang lain? Apakah orang tersebut harus berpindah dari agama Kristen ke agama yang lain?

        Dapat menyembuhkan suatu penyakit bukanlah tolak ukur bahwa suatu komunitas diberkati oleh Tuhan. Memang kita dapat mengatakan bahwa doa orang benar besar kuasanya (lih. Yak 5:16), namun bukankah Alkitab juga mengatakan "(22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Mt 7:22-23). Di dalam Gereja Katolik, sebenarnya ada begitu banyak kesembuhan-kesembuhan. Namun, bukan ini yang ditonjolkan, karena kesembuhan fisik adalah bersifat sementara. Namun, yang dipentingkan adalah pertobatan sejati, kerendahan hati, perjuangan untuk hidup kudus.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        stef – http://www.katolisitas.org

        • Shalom P.Stef dan sdri Lucia.

          Saya sangat setuju bahwa kesembuhan fisik memang bermanfaat dan membuat orang yang mengalami menjadi gembira dan memuji Tuhan, tetapi kesembuhan rohani lah yang sangat diharapkan oleh Tuhan.
          Seandainya sdri Lucia berkenan, luangkanlah waktu untuk pergi ke pertapaan karmel di Tumpang-Malang tiap minggu ketiga. Disana sdri Lucia akan mendapatkan bahwa di gereja Katolik juga terjadi banyak kesembuhan. Seorang teman saya menderita tumor jinak di tulang punggung, kakaknya perempuan menderita tumor ganas kandungan stadium 3, dan saya sendiri menderita alergi kulit akut dimana saya tidak bisa bersentuhan dengan bahan karet dan plastik. Dan kami semua telah mengalami kesembuhan saat Adorasi.
          Tetapi itu semua tidak membuat kami berkoar-koar dengan bangga merasa dicintai oleh Yesus secara special/lebih dari yang lain, melainkan kami merasa bersyukur dan bertekat untuk lebih lagi membalas kebaikan dan kasihnya dengan membantu sesama semapu kami. Tuhan Yesus telah naik ke surga, begitu pula dengan para rasulNya, maka kini kitalah yang harus menjadi kaki dan tangannya untuk berbuat kebaikan dan kasih tanpa pandang SARA.

          Kalau sdri Lucia terlalu menekankan pada apa yang kelihatan baik, sehat, kaya dan mewah saja, saya khawatir semangat kemiskinan yang telah ditunjukkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus akan kehilangan arti dan makna.

          Salam kasih dalam Kristus. GBU.

      • @sdr Lucia: [edit] Anda tidak bercerita kenapa Pdt Gilbert Lumoindong dan beberapa pendeta lain hengkang dari Gereja Tiberias? [edit] .sepertinya Ir.Ciputra yang membuat anda bangga dengan Tiberias dibandingkan dengan Tuhan Yesus, Bunda Maria, Semua orang Kudus, Para martir dan Rasul….
        [edit]

        • Pdt. Gilbert sdh memiliki gereja sendiri. gereja nya di Gedung Marina Kelapa Gading.

          saya tdk bangga dng ciputra? memang anda malaikat? lihat dong konteks nya? saya bangga dan Cinta YESUS. saya tidak bangga dengan maria. siapa dia?

          saya bangga dng Tiberias karena disitu jemaat hanya boleh menyembah YESUS sang JURUSELAMAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! tidak ada maria …..

          anda salah besar, tdk ada manusia yg kudus entah itu martir ato apapun jg , hanya YESUS, INGAT !!!!!

          wah spt nya anda musti banyak belajar ya?

          • Shalom Lucia,
            Anda salah besar kalau mengira umat Katolik menyembah Maria. Umat Katolik tahu bahwa Maria adalah mahluk ciptaan yang istimewa, sehingga umat Katolik menghormatinya, namun tidak menyembahnya. Umat Katolik juga tahu bahwa penyembahan hanya ditujukan kepada Tuhan semata. Kalau anda ingin berdiskusi tentang hal ini, silakan memberikan argumentasi yang baik dan terstruktur. Semoga dapat diterima.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – katolisitas.org

          • @Lucia: Jangan emosi bu…tenang aja.kan kita berdiskusi? katanya murid Yesus harus punya kasih. Ayo kita praktekkan ajaran ini.bukan hanya di bibir saja. Dan katanya buah roh itu salah satunya adalah kasih. Mari kita menghasilkan buah buah roh itu.
            Mengenai Pdt. Gilbert, saya tahu dia sudah punya gereja sendiri.(Tapi Gereja Katolik punyanya Tuhan lho?. Bukan punya pastor tertentu. dan tidak didirikan oleh pastor manapun) Tapi hendaknya anda menyelidiki lebih saksama: mengapa dia bisa sampai punya gereja sendiri yang terpisah dari induknya Gereja Tiberias? Mengapa tidak bersama2 di Tiberias? Mengapa sampai itu terjadi? Salah siapahkah? Apa Tuhan Yesus salah berdoa untuk persatuan umatNYa? Tapi yang terjadi mengapa malah Tiberias “bercerai” dengan Pdt Gilbert?Adakah pernah khotbah mereka yang saling “mengkritik”?Itukah perwujudan doa Yesus?

            Penyembahan hanya ditujukan satu satu nya kepada ALLAH saja. Jemaat Katolik tidak menyembah Maria, tapi memberikan tempat khusus karena kerendahan hatinya. Kalau anda tidak bangga dengan Maria, berarti anda tidak setuju (bagaimana mungkin?)dengan apa yang ada di Injil Luk 1:48 “sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia”. Segala keturunan akan menyebut Maria berbahagia. Mengapa kamu tidak? mengapa anda tidak bangga dengan seorang yang segala keturunan menyebut orang ini bahagia yaitu “MAria”.Tidak ada wanita satu pun di alkitab yang mendapat gelar seperti itu.Tidakkah anda bangga dengan Maria seperti yang alkitab katakan karena ia adalah Bunda Yesus?Mengapa anda tidak termasuk keturunan yang disebut dalam Luk 1:48 ini? Gereja Katolik menggenapi nats ini. Apakah anda tidak mau turut menggenapi nats ini?

            Anda salah besar mengenai orang kudus. Silahkah buka alkitab anda dan temukan kata “orang orang kudus” di surat rasul Paulus dan kitab wahyu bertebaran di mana mana.Orang -orang kudus adalah jemaat yang dikuduskan oleh Yesus dan senantiasa tidak terpisahkan meski maut memisahkan mereka, justru karena maut itu mereka masuk kepada kehidupan yang kekal bersama Yesus. kalau orang orang itu disebut orang orang Kudus, maka Yesus mendapatkan posisi sebagai SUMBER DARI SEGALA KEKUDUSAN. Justru dari Yesuslah semua orang dikuduskan.

            Ayo belajar lebih banyak lagi di sini

          • Budi Darmawan Kusumo May 12, 2010 at 3:30 am

            Shalom saudaraku Lucia, saya akan mengutip beberapa dari perkataan anda dan memberikan sedikit tanggapan :

            Lucia
            Pdt. Gilbert sdh memiliki gereja sendiri. gereja nya di Gedung Marina Kelapa Gading.
            Tanggapan :
            Semoga TUHAN YESUS selalu memberikan yang terbaik bagi beliau dan BUNDA MARIA selalu menuntunnya kepada kebenaran putraNYA.

            Lucia
            saya tdk bangga dng ciputra?
            Tanggapan :
            karena terlihat dari perkataan anda bahwa anda bercerita tentang ir.ciputra, bukan YESUS yang merubah ciputra, sehingga kesannya anda lebih bangga terhadap ciputra. tapi ini bukan jadi masalah karena anda sudah meluruskan pengertian yang benar.

            Lucia
            memang anda malaikat? lihat dong konteks nya?
            Tanggapan :
            Pastinya bukan. Justru karena perkataan anda kurang lengkap itu sehingga terjadi kesalahmengertian dari konteks ini, tapi sekali lagi sudah saya ungkapkan bahwa ini tidak menjadi masalah karena anda sudah meluruskan.

            Lucia :
            saya bangga dan Cinta YESUS. saya tidak bangga dengan maria. siapa dia?
            Tanggapan :
            PUJI TUHAN kalo anda berbangga akan YESUS KRISTUS. masalah anda bangga atau tidak terhadap maria itu memang terserah pendapat anda, karena itu adalah pilihan dari masing – masing pihak. Siapa dia ? Ibu YESUS yang sudah melahirkan TUHAN dan menyimpan segala perkara di dalam hatinya ketika melihat putranya yang terkasih menderita. ( mungkin lebih bisa dikatakan bangga sebagai seorang ibu yang luar biasa ).

            Lucia :
            saya bangga dng Tiberias karena disitu jemaat hanya boleh menyembah YESUS sang JURUSELAMAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! tidak ada maria …..
            Tanggapan :
            bangga sebagai apa ? anda mengatakan bangga kepada TUHAN YESUS, sekarang bangga terhadap gereja ? mungkin bisa dijelaskan lebih detail. apakah pendeta alex abraham bangga akan tiberias atau bethany ?

            Lucia :
            anda salah besar, tdk ada manusia yg kudus entah itu martir ato apapun jg , hanya YESUS, INGAT !!!!!
            Tanggapan :
            Betul, memang tidak ada orang kudus di bumi, yang ada orang hampir kudus ( mendekati 100 % KUDUS ). kalau di surga itu hanyalah orang – orang kudus yang dikuduskan TUHAN sehingga bukan karena usaha manusia, tapi usaha TUHAN. jadi perkataan lucia yang ‘tidak ada manusia yang kudus’ itu salah, karena orang – orang di surga itu orang kudus. kalau di bumi, memang tidak ada, yang ada hanyalah mendekati kudus. jadi konteksnya bisa diperjelas lagi, di bumi atau di surga

            Lucia :
            wah spt nya anda musti banyak belajar ya?
            Tanggapan :
            mari kita sama – sama belajar agar lebih dalam mengenal kebenaran TUHAN YESUS.

            • Dear Pak Budi,

              thanks for your comment.

              I appreciated you.

              GBU

            • Alexander Pontoh May 14, 2010 at 4:59 pm

              Mantep Ko ! sering2 dateng pigi website ini. mbantu ndingino orang2 seng wes kepanasen nde sini.

              [dari katolisitas: mohon lain kali dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang baku, sehingga semua pembaca dapat mengerti]

          • thomas vernando May 14, 2010 at 8:01 am

            @lucia
            [edit]

            Bunda Maria siapa?
            dialah Bunda Allah..Bunda Yesus..dan Bunda Umat beriman.
            http://katolisitas.org/2009/08/19/sejak-kapan-protestan-percaya-bahwa-bunda-maria-adalah-orang-kudus/ (coba anda baca yang ini saja, maaf kalo sudah)

            oy, kalo anda ingin menyalahkan Gereja..
            salahkan pendirinya, kenapa Dia mendirikan Gereja di atas rasul Petrus, bukan di atas pendeta anda..
            Santo Agustinus pernah berkata “Outside the Church you can have everything – except salvation…. You can have dignity [of bishop], you can have the sacrament [baptism], you can sing Alleluia, you can answer Amen, you can hold the Gospel [in your hand], you can have and preach the faith in the name of the Father and the Son and of the Holy Spirit. But nowhere except in the Catholic Church can you have salvation….” You can even be a martyr outside the Church, but you cannot have the martyr’s crown. (St. Augustine, Sermon ad Caes. eccl. plebem 6, as quoted in Agostino Trape, St. Augustine, Man, Pastor and Mystic, p. 194).

            yah..
            bagaimanapun, anda tidak sedang ‘menghadapi’ gereja yang didirikan oleh seorang pendeta, tapi Gereja yang didirikan oleh Kristus.
            mengenai anda terus begitu, siapa yang rugi??
            sebagai jemaat dari sebuah gereja yang didirikan diatas rasul dan sudah berumur hampir 2000 tahun, saya hanya bisa tersenyum ketika ada orang yang tiba-tiba mengaku sebagai gereja’Nya, padahal baru kemarin muncul..

            dadah..
            Semoga kelak Bunda menyambut’mu..
            (kalo anda benci Maria, [edit: akan mempunyai masalah].. karena dia pasti sedang bersama Anak’nya di Sorga)

            (Kak stef, maaf kalo saya kasar.. abisnya gak bisa diem kalo orang gitu)

          • Lucia Wrote :
            saya bangga dng Tiberias karena disitu jemaat hanya boleh menyembah YESUS sang JURUSELAMAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! tidak ada maria …..
            anda salah besar, tdk ada manusia yg kudus entah itu martir ato apapun jg , hanya YESUS, INGAT !!!!!
            —————————————————————————

            Bunda Maria adalah Perawan Suci, Allah sendiri yang mengkuduskan Bunda Maria sebelum Yesus tinggal dalam rahim Bunda Maria, mengapa?

            Kodrat Allah adalah suci, sementara manusia sudah berdosa karena tercemar dosa Adam dan Hawa ;

            Suci dan dosa tidak dapat bersatu, jika Bunda Maria tidak suci, maka mungkinkah Yesus (yang adalah Allah yang suci) dapat tinggal dalam rahim yang penuh dosa?

            Bunda Maria adalah Tabut Perjanjian Baru.

            Sebagaimana Tabut bait Allah (Peti Perjanjian) disebutkan di Kel 25, bahwa Tabut bait Allah adalah benda suci yang memiliki persyaratan yang rumit dan suci dalam cara pembuatan maupun cara penyimpanannya. Di dalamnya terdapat sepuluh perintah Allah (Firman Allah) dan manna (roti yang jatuh dari surga).

            Betapa sucinya Peti Perjanjian dapat kita lihat kisah Uza yang dihukum Tuhan. Walaupun niatnya baik, namun dengan menyentuh Tabut Perjanjian, Uza telah menajiskannya, karena tidak sembarang orang dapat menyentuhnya dan kemudian Tuhan menghukumnya (2 Sam 6:6-7)

            Maria dalam PB adalah Tabut Firman Allah yang menjadi daging, Inkarnasi. Maria dikatakan sebagai Tabut Perjanjian Baru, karena Maria mengandung Inkarnasi firman Allah yaitu Yesus.

            Coba bandingkan Peti Perjanjian yang membawa firman Allah dengan Peti (Maria) yang mengandung Firman Allah yang hidup yaitu Yesus. Tentu akan lebih suci dan bersih dari kenajisan apalagi dosa, karena muatannya lebih suci dan lebih penting yaitu Yesus yang adalah Allah sendiri.

            Seperti Tuhan tidak membiarkan Peti Perjanjian bernodaan ternajiskan demikian pula Tuhan tidak akan membiarkan Maria (Peti Perjanjian Baru) yang mengandung dan memberikan darah dan daging yang mengalir dalam tubuh Yesus, ternajiskan oleh noda dosa.

            Bunda Maria telah terjaga dan bebas dari noda dosa asal sejak awal dia diciptakan.
            Keistimewaan ini dikaruniakan dalam konteks perbuatan dan pengorbanan Yesus. Istilah yang tepat untuk menggambarkan peran Maria mungkin adalah ‘proto-aktif’.

            Pengorbanan Yesus diaplikasikan kepada kita sebagai penebusan (PENGHAPUSAN DOSA), sedangkan kepada Bunda Maria dalam wujud PENJAGAAN TERHADAP DOSA. Karya keselamatan Yesus terhadap Bunda Maria diwujudkan dengan cara MENJAGANYA DARI DOSA.

          • Sdr ku Lucia,

            Saya senang melihat diskusi ini begitu mengalir, walaupun ada ‘ketegangan-ketegangan’ disana-sini. Gak masalah. Yang penting kita semua bersaudara kan ? Dan semoga kuasa Roh Kudus membimbing kita terus dalam diskusi-diskusi ini.

            Tapi, mohon maaf sebelumnya, kalau saya mau “menegur” Anda dengan komen Anda yg bunyinya “saya bangga dan Cinta YESUS. saya tidak bangga dengan maria. siapa dia?”

            Mohon dengan sangat teguran saya ini diterima dengan rendah hati ya, karena saya sedih sekali Anda menulis demikian.

            Sdri ku Lucia, saya saja seorang pria yang dilahirkan dari rahim seorang ibu yang walaupun dengan segala ketidak-sempurnaannya, tetap bangga, mencintai & menghormati-nya. Apalagi dengan Ibu Maria yang adalah bunda dari Tuhan kita Kristus Yesus sendiri…

            Ndak apa kalau Anda tidak ‘bangga’ dengan beliau, tapi at the very least, hormatilah ibu dari Tuhan-mu. Show some respect, bahasa Jawa-nya.

            Lah wong saya & Anda saja pasti tidak rela kok kalau ibu kita diremehkan…

            Segitu saja ‘teguran’ saya, mohon dimaafkn ya kalau menyinggung hati Anda, Sdri ku Lucia.

            Yak, silahkan berdiskusi lagi. Monggo & JBU.

            Peace And All Good,
            Thomas

      • tarsisiusdidik April 27, 2010 at 2:37 pm

        Dear Ibu Lucy. Siapa bilang Ciputra itu Katholik, setahu saya dia cuma semasa sma sekolah di sekolah katholik di Manado namanya Don Bosco. dia tidak katholik, saya tahu banyak tentang dia. Anda lupa Yesus dulu lahir dimana? di kandang kan tidak dihotel; siapa yang pertama mengetahui kelahiraanNya? para gembala yang miskin kan bukan orang orang kaya atau herodes yang berkuasa…. [dari Katolisitas: kami edit]

      • Sdri ku Lucia,

        Nah ini saya senang bacanya nih, mengenai fenomena banyak-nya umat Katolik yang masih harus beribadah di tenda-tenda/atau sarana-sarana pertemuan lain yg non-permanen..

        Sedih ya dengarnya ? Saya juga sempat miris. Dan saya ingat saya sempat tanyakan mgn hal ini ke pastor paroki saya swkt saya ngobrol dengan beliau, “kenapa kok banyak umat Katolik yang harus misa di tenda atau bangunan setengah-jadi (atau malah gak jadi-jadi, he..he.) atau tempat2 yang non-permanen sih romo?. Kenapa kita nggak sewa tempat aja di mal-mal atau gedung-gedung seperti saudara-saudara kita yang dari Protestan? apa susahnya ? dana ?”

        Eh jawabannya khas banget pastor Katolik, yaitu enteng & menusuk ke dalam (krn Alkitabiah ternyata), yaitu: “itu karena kita ingin umat merasakan bagaimana Gereja yang berjuang bersama Tuhan. Maksudnya, kita ingin segala kesulitan yg dialami umat, mulai dari membebaskan tanah, meminta izin masyarakat setempat, dituduh yg tdk-tidak oleh bbrp oknum masyarakat setempat, dirusak (spt bbrp gereja Katolik sempat dirusak), bersilaturahmi dgn masyarakat sekitar supaya meluruskan pandangan-pandangan yg salah & membangun komunikasi dgn masyarakat yg mayoritas non-Kristen, semuanya itu disyukuri sebagai perjuangan kita bersama Tuhan. Yaitu supaya kita bisa merasakan betapa Dia turut bekerja dalam segala hal. Memang lama kadang, tapi itupun sudah rencana-Nya. Memang makan hati seringkali, tapi itupun Dia sedang melatih kita sabar. Tapi, dari tali silaturahmi yg sudah dijalin, fasilitas-fasilitas yg dibangun di dalam gereja (misalnya Balai Kesehatan, ruang rapat utk Forum Dialog Antar Agama, dll) itu semua ternyata adalah sebagai wujud nyata kita menjadi garam & terang dunia, spy kesannya tidak ekslusif.”

        Wah saya denger gitu jadi merasa diberkati. Seringkali, kita manusia dengan mata & pemahaman-nya yg terbatas melihat kelambatan, ketidaksempurnaan, tapi ternyata bagi Tuhan itu adalah progress, pertumbuhan, pengajaran, penguatan, bukti penyertaan dll…

        Dan itu dibuktikan sewaktu kerusuhan Mei 98, gereja kita itu dijagain sama masyarakat sekitar. Mgkn bukan krn itu rumah ibadah atau apa kali ya, tapi mgkn karena bond/ikatan yang sdh tercipta selama ini, itulah yg membuat mrk merasa punya ownership terhadap fasilitas gereja.

        Terimakasih Sdri ku Lucia utk posting-nya yg mengingatkan saya kembali akan percakapan saya dengan pastor di paroki saya. Tuhan memberkati Anda.

        Pace e Bene
        Thomas

  12. wahyu nugroho June 9, 2009 at 12:17 am

    saya mau tanya kenapa di gereja katolik tu banyak patung kristus, bunda maria, yusuf dan para orang kudus? itu maksudnya apa? terus kenapa orang kristen kebanyakan tidak seperti di katolik meneladani bunda maria?

    • Shalom Wahyu,
      Berikut ini adalah yang dapat saya tuliskan sehubungan dengan pertanyaan anda: 1) Mengapa di gereja Katolik terdapat banyak patung Kristus, Bunda Maria, dan para Orang Kudus? Apa maksudnya? Patung bagi kita umat Katolik hanya merupakan alat bantu untuk mengarahkan pikiran dan hati kita untuk berdoa. Perlu kita ingat, sejak Yesus yang adalah ‘gambaran Allah yang nyata’ (Kol 1:15) menjelma menjadi manusia, maka Yesus memperbaharui arti penggambaran Allah. Allah yang tak kelihatan menjadi kelihatan dalam diri Yesus. Selain untuk maksud menggambarkan Kristus dan Para Kudus-Nya, patung dan lukisan Kristus dan Para Kudus memang sudah menjadi bagian dalam sejarah Gereja yang membantu umat dalam pengajaran iman umat. Seperti kita ketahui dari sejarah bahwa masalah ‘buta huruf’ baru dapat dikurangi secara signifikan di Eropa pada abad ke-12; bahkan untuk negara-negara Asia dan Afrika baru pada abad 19/20. Jadi tentu selama 12 abad, bahkan lebih, secara khusus, gambar-gambar dan patung mengambil peran untuk pengajaran iman, karena praktis, mayoritas orang pada saat itu tidak dapat membaca! Penggunaan gambar/ patung untuk maksud pengajaran ini tentu bukan berhala, karena mereka akhirnya malah menuntun orang beriman kepada Tuhan. Hal serupa terjadi waktu kita pertama kali mengajar anak-anak kecil mengenali benda-benda tertentu. Kita membuat/ menunjukkan pada mereka gambar-gambar sederhana, seperti apel, ikan, rumah, dst. Tentu saja hal ini tidak bertentangan dengan perintah Tuhan. Jadi membuat gambar yang menyerupai sesuatu di sekitar kita bukan merupakan dosa asal kita tidak menyembah gambar- atau patung itu). Selanjutnya tentang patung ini, silakan membaca artikel Orang Katolik tidak menyembah patung, silakan klik di sini.
      2) Kenapa orang Kristen Protestan kebanyakan tidak meneladani Bunda Maria? Mungkin istilahnya bukannya mereka tidak meneladani Bunda Maria, sebab saya percaya bahwa jemaat Protestan juga percaya bahwa Bunda Maria adalah seorang yang kudus, sehingga patut diteladani. Hanya saja memang, mereka tidak menghormati Bunda Maria dengan pengertian yang sama dengan pengertian umat Katolik tentang dia. Bagi orang Protestan, Bunda Maria adalah orang biasa, sama dengan para nabi dan tokoh Alkitab lainnya (silakan klik di sini untuk melihat  tanya jawab tentang hal ini) sedangkan bagi umat Katolik, Bunda Maria adalah seorang yang khusus dipilih Allah sebagai Bunda Allah, dan sebagai Hawa yang baru, yang bekerjasama dengan Yesus (sebagai Adam yang baru) untuk membawa keselamatan ke dunia. Dengan perannya dan kedekatannya yang istimewa ini dengan Yesus, maka Bunda Maria juga mengambil bagian yang istimewa dalam karya keselamatan Yesus. Ia diberikan oleh Yesus menjadi ibu bagi para murid-Nya, dan dengan demikian menjadi Ibu/ Bunda Gereja. Dia telah menjadi teladan bagi kita yang masih berziarah di dunia, sebab kita percaya Bunda Maria telah dimuliakan di surga, setelah perjalanan hidupnya di dunia yang dilewatinya dengan ketaatan kepada kehendak Allah.

      Untuk selanjutnya, silakan anda membaca rangkaian artikel ini, Maria, Bunda Allah (silakan klik), Maria dikandung tanpa noda (silakan klik), dan Bunda Maria tetap perawan (silakan klik). Jika masih ada pertanyaan silakan anda bertanya lagi di bawah artikel tersebut. Salam kasih dalam Kristus Yesus,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org  

    • Dear Pak Tarsisius,

      saya dinner dengan beliau & istri (Ibu Dian Ciputra) bersama 10 orang & 3 orang pendeta di Mercantile. kami sharing. beliau mengungkapkan ucapan syukur kepada Yesus.

      ciputra itu dulu katolik. apakah anda pernah ketemu muka langsung & sharing? jng menebak-nebak. A ya A, B ya B.

      intinya dari sharing tsb Yesus sangat baik, mengasihi kami.
      kami bangga bisa keluar dari agama lama.

      • Shalom Lucia,
        Terima kasih atas komentarnya. Saya tidak akan mempermasalahkan apakah dia sebelumnya Katolik atau bukan. Namun, saya tidak tahu alasan kepindahannya. Kalau memang anda senantiasa mengatakan bahwa Gereja Katolik salah dan lama, maka kita dapat berdiskusi tentang doktrin dan dogma dari Gereja Katolik. Anda juga dapat bergabung dalam diskusi dengan beberapa orang yang berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain di sini – silakan klik. Saya yakin anda bukan bangga karena sekedar keluar dari Gereja Katolik, namun anda bangga karena menemukan kebenaran. Oleh karena itu, kalau anda mau, kita dapat mendiskusikan kebenaran yang anda temukan. Bacalah dulu beberapa diskusi yang ada, dan kemudian, kalau anda mempunyai argumentasi yang baru, silakan menuliskannya dan kami akan mencoba menjawab semampu kami.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        stef – katolisitas.org

      • Budi Darmawan Kusumo May 12, 2010 at 2:30 am

        Shalom Saudaraku Lucia.

        Kalau melihat post anda, saya merasa anda bangga dengan adanya orang – orang ‘terkenal’ secara dunia untuk keluar dari gereja Katolik. Hal ini tidak bisa menjadi tolok ukur kebenaran, karena yang dilihat YESUS adalah hati dan kebenaran orang itu.

        Kalau hanya melihat materi dan keterkenalan. orang terkaya nomer 1 di dunia ( yang dari mexico ) saya lupa namanya ( yang mengalahkan BILL GATES ), itu adalah orang katolik.

        Pak CIPUTRA memang orang hebat, tapi kehebatannya di segi bisnis. bukan doktrin dan kebenaran atau dalam segi agama. jadi menurut saya kepindahan Pak Ciputra itu tidak akan mempengaruhi apa – apa dari segi umat beriman.

        Saya harap Saudara Lucia bisa berdiskusi hal – hal yang lebih inti daripada kasus – kasus ( yang sering saudara Sherly ungkapkan )

        TUHAN YESUS memberkati dan BUNDA MARIA selalu menuntun anda ke putraNYA

      • tarsisiusdidik May 13, 2010 at 1:16 am

        Maaf Ibu Lucia saya juga sangat bangga tidak menjadi Protestan, karena agama yang dibuat manusia. Dulu keluarga kami protestan, sayalah yang pertama masuk katholik kemudian diikuti oleh semua keluarga saya. trima kasih YESUS Engkau sudah membimbingku Trimakasih BUNDA MARIA Engkau sudah menjadi teladan hidup untuk menemukan kembali jalan yang benar. Saya sudah berapa kali mendengar kesaksian langsung bapak Ciputra. beliau adalah cuma ex sma DONBOSCO MANADO. Dia dari dulu memang bukan katholik. Katholik yang sudah paham betul tentang DOGMA KATOLIK tidak akan pernah pindah pindah kekandang lain, kecuali katolik-katolikan.

        Saya sangat bangga dengan pendeta-pendeta protestan yang ada di Amerika kemudian secara bertahun-tahun sudah belajar dogma protestan kemudian mencari jalan keselamatan dan kembali kepangkuan GEREJA SATU KUDUS KATHOLIK DAN APOSTOLIK. dengan buku buku kesaksian mereka saya sangat sangat diteguhkan. [dari katolisitas: 3 kalimat dihapus]

        [edit: 4 kalimat di hapus]. Terima kasih saudara Lucia semoga anda sadar. Tuhan memberkati

        • Adri Amanupunnjo May 13, 2010 at 11:07 am

          Salam Kasih didik,
          Sayang ya kalau hanya bicara soal agama kayanya anda lebih senang dan bangga mempunyai agama katolik ( nothing wrong about that ) dan sepertinya gereja katolik tidak suka pada gereja protestan, apakah agama itu menyelamatkan? atau apakah katolik itu bisa menyelamatkan? nanti sama kaya orang muslim yg begitu bangga akan agamanya seharusnya anda berbangga kalau anda punya Tuhan Yesus itu yang membedakan orang percaya dan tidak percaya, apakah kalau gereja protestan tidak percaya pada doktrin gereja katolik membuat gereja2 protestan salah karena kita berbicara Tuhan yang sama Roh kudus yang sama Bapa yang sama yang membedakan adalah kita pakai doktrin yang berasal dari Firman Tuhan contoh YOH 14:6 Akulah jalan kebenaran dan hidup….. tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku ya ini doktrin gereja protestan Firman Tuhan bilang kalau tidak melalui Aku ( Yesus ) bukan lewat orang2 kudus yang sudah mati doktrin orang percaya adalah Firman Tuhan karena firman Tuhan menyatakan 2 statement YA atau TIDAK tp saya cendrung mengatakan untuk orang2 percaya ya, Roh Kudus bekerja pada setiap orang percaya maka orang percaya akan selalu bertanya ama Tuhan mana yang dari Tuhan atau mana yang dari manusia apakah doktrin itu di buat manusia atau doktrin yang benar datangnya dari Firman Tuhan? saya hanya mau mengingatkan iblis itu pintar membuat orang jatuh dalam dosa tanpa kita sadari makanya saya ingin mengajak anda menyelidiki dan baca firman Tuhan pribadai jangan seperti KC yang hanya mendengar dan telen tapi ngak tau makanan yang diterima itu dari mana saya sudah hampir satu tahun mengikuti tanya jawab dan artikel2 katolisitas tp Tuhan tetep tutup mata hati Rohani saya dengan pengajaran ini malah saya bersyukur Tuhan menambahkan ilmu kebenaran Firman Tuhan yang saya jadikan fondasi dasar hidup Rumah tangga saya apa lagi saya punya istri seorang katolik yang karismatik yang tidak bisa di goyahkan iman katoliknya tapi saya tidak takut Tuhan ada di pihak saya dan Tuhan akan membukakan mata dan hati rohaninya utk sadar dan mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan, orang pindah agama buakan karena panggilan Tuhan tp karena panggilan hati manusia.

          • Shalom Adri A,

            Terima kasih atas komentarnya. Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan:

            1. Untuk mengerti sikap Gereja Katolik kepada gereja-gereja lain, maka anda dapat membaca dokumen Vatikan II:

            15. (Hubungan gereja dengan orang kristen bukan katolik)

            Gereja tahu, bahwa karena banyak alasan ia berhubungan dengan mereka, yang karena dibaptis mengemban nama kristen, tetapi tidak mengakui ajaran iman seutuhnya atau tidak memelihara kesatuan persekutuan dibawah Pengganti Petrus[28]. Sebab memang banyaklah yang menghormati Kitab suci sebagai tolak ukur iman dan kehidupan, menunjukkan semangat keagamaan yang sejati, penuh kasih beriman akan Allah Bapa yang mahakuasa dan akan Kristus, Putera Allah dan Penyelamat[29], ditandai oleh baptis yang menghubungkan mereka dengan Kristus, bahkan mengakui dan menerima sakramen-sakramen lainnya juga di Gereja-Gereja atau jemaat-jemaat gerejani mereka sendiri. Banyak pula di antara mereka yang mempunyai Uskup-uskup, merayakan Ekaristi suci, dan memelihara hormat bakti kepada Santa Perawan Bunda Allah[30]. Selain itu ada persekutuan doa-doa dan kurnia-kurnia rohani lainnya; bahkan ada suatu hubungan sejati dalam Roh Kudus, yang memang dengan daya pengudusan-Nya juga berkarya di antara mereka dengan melimpahkan anugerah-anugerah serta rahmat-rahmat-Nya, dan menguatkan beberapa di kalangan mereka hingga menumpahkan darahnya. Demikianlah Roh membangkitkan pada semua murid Kristus keinginan dan kegiatan, supaya semua saja dengan cara yang ditetapkan oleh Kristus secara damai dipersatukan dalam satu kawanan di bawah satu Gembala[31]. Untuk mencapai tujuan itu Bunda Gereja tiada hentinya berdoa, berharap dan berusaha, serta mendorong para puteranya untuk memurnikan dan membaharui diri, supaya tanda Kristus dengan lebih cemerlang bersinar pada wajah Gereja. (Lumen Gentium, 16)

            Anda juga dapat melihat dokumen Unitatis Redintegratio, par. 19-23 di sini (silakan klik).

            Semoga dengan demikian, anda dapat melihat sikap Gereja Katolik terhadap gereja-gereja non-Katolik. Untuk supaya seimbang, anda dapat mendiskusikan bagaimana sikap gereja-gereja non-Katolik terhadap Gereja Katolik. Coba diskusikan dengan beberapa denominasi, pertanyaan seperti: apakah Gereja Katolik adalah Kristen? Apakah umat Gereja Katolik dapat memperoleh keselamatan?

            2. Kami mengakui bahwa dalam agama-agama lain ada unsur-unsur kebenaran. Bahkan dengan gereja-gereja non-Katolik, Gereja Katolik mengakui pembaptisan yang sama (sejauh dilakukan dengan formula yang tepat dan mempunyai intensi yang benar). Inilah sebabnya kalau ada umat dari gereja lain pindah ke Gereja Katolik, dia tidak perlu dibaptis ulang, karena Alkitab mengatakan “Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan” (Ef 4:5).

            3. Anda mengatakan “tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku ya ini doktrin gereja protestan Firman Tuhan bilang kalau tidak melalui Aku ( Yesus ) bukan lewat orang2 kudus yang sudah mati doktrin orang percaya adalah Firman Tuhan karena firman Tuhan menyatakan 2 statement YA atau TIDAK

            a. Memang benar tidak seorangpun datang kepada Bapa kecuali lewat Yesus, karena Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup (lih. Yoh 14:6). Dan umat Katolik juga mengakui ini. Namun, perantara satu-satunya di dalam Yesus tidak menutup umat Allah untuk turut berpartisipasi dalam karya keselamatan Kristus. Bagaimana anda mengartikan perkataan rasul Paulus “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.” (Kol 1:24)? Apa yang kurang dalam penderitaan Kristus?

            b. Anda melanjutkan dengan mengatakan “tp saya cendrung mengatakan untuk orang2 percaya ya, Roh Kudus bekerja pada setiap orang percaya maka orang percaya akan selalu bertanya ama Tuhan mana yang dari Tuhan atau mana yang dari manusia apakah doktrin itu di buat manusia atau doktrin yang benar datangnya dari Firman Tuhan?Pertanyaannya adalah apakah parameter dari kebenaran ini? Darimana anda tahu mana yang benar dan mana yang tidak? Sebagai contoh: Martin Luther percaya akan kehadiran Yesus secara nyata bersama dengan roti dan anggur dalam perjamuan suci, sedangkan banyak umat gereja non-Katolik percaya bahwa perjamuan suci hanyalah merupakan simbol. Jadi, mana yang benar? Atau Martin Luther, Calvin, Zwingli, percaya bahwa Maria tetap perawan (sebelum, sedang dan setelah melahirkan Yesus); sedangkan banyak umat Kristen non-Katolik tidak mempercayainya. Kalau Roh Kudusnya sama, maka seharusnya tidak boleh ada pertentangan, karena tidak mungkin keduanya benar. Dalam kasus seperti ini, manakah yang anda pegang? Dari dua doktrin ini, manakah yang datang dari Tuhan dan manakah yang datang dari manusia?

            4. Anda mengatakan “saya sudah hampir satu tahun mengikuti tanya jawab dan artikel2 katolisitas tp Tuhan tetep tutup mata hati Rohani saya.” Saya senantiasa mengatakan dalam tulisan-tulisan saya, perkara mengubah hati, bukanlah tugas katolisitas. Kami tidak dapat merubah hati seseorang. Kami hanya memaparkan iman Katolik. Kalau ada yang bertanya, maka kami mencoba menjawab semampu kami sesuai dengan pengajaran dari Gereja Katolik. Perkara selanjutnya, apakah orang tersebut mau percaya atau tetap tidak percaya bukanlah urusan kami lagi. Kami serahkan semuanya pada penyelenggaraan Roh Kudus.

            5. Akhirnya anda menutup dengan “orang pindah agama buakan karena panggilan Tuhan tp karena panggilan hati manusia.” Tuhan adalah kebenaran dan senantiasa memanggil setiap manusia pada kepenuhan kebenaran. Setiap manusia punya kehendak bebas untuk menjawab panggilan Tuhan. Hanya Tuhan sendiri yang mengerti kedalaman hati manusia, apakah seseorang telah sungguh-sungguh menempatkan kebenaran di atas kepentingan pribadi, apakah seseorang telah benar-benar mencari kebenaran dengan segenap hati, pikiran dan kekuatan.

            Itulah jawaban yang dapat saya berikan.

            Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
            stef – katolisitas.org

            NB: Mohon untuk dapat memberikan pesan dengan kalimat baku (ada titik, koma, dll), sehingga pembaca tidak sampai salah menangkap pesan yang anda maksudkan. Semoga usulan ini dapat diterima dengan baik.

          • Didik Tarsisius May 14, 2010 at 4:13 am

            Maaf pak Adri kami orang katolik tidak pernah diajarkan mendewa dewakan agama, kami percaya pada Yesus sebagai juru slamat, justru kami merasa didoakan oleh Bunda Maria dan para kudus. itu sesuai dengan pengakuan iman kami.

            Kami memang harus bangga dengan agama Katholik karna hanya agama katholiklah yang didirikan oleh para rasul, bapa gereja, ini sesuai dengan Firman Yesus sendiri, saya kira pejelasan ini sudah banyak diutarakan di situs ini. tergantung bagaimana kita menanggapinya.

            Wah pegalaman kita hampir sama, istri saya dulu potestant tapi sekarang puji Tuhan dia sudah pulang kerumahnya home sweet rome. dan sekarang ikut aktif sebagai wanita katholik.

            Saya kira kami umat katholik setiap minggu dan hari biasa sering membaca firman kalau mau dihitung ada tahun A, B , dan C itu ada pedomannya, tapi kami tidak perlu berkoar-koar seperti orang farisi. boleh dikatakan semua kitab sudah kami baca. tapi biar Tuhan saja yang menilai. demikianlah tanggapan saya semoga tidak tersinggung.Tuhan memberkati.

            [dari katolisitas: dengan demikian argumentasi yang lebih esensial adalah apakah Kristus mendirikan satu gereja atau banyak gereja, apakah Kristus mendirikan Gereja Katolik atau tidak. Silakan bergabung dalam diskusi ini - silakan klik]

          • Budi Darmawan Kusumo May 14, 2010 at 5:01 am

            Shalom saudaraku Adri, saya akan memberi beberapa tanggapan atas pernyataan anda.

            Adri :
            dan sepertinya gereja katolik tidak suka pada gereja protestan ?
            Budi :
            Hal ini adalah hal yang sangat objektif [dari katolisitas: mungkin maksudnya subyektif], sama seperti ketika anda berkata, “sepertinya orang muslim tidak suka pada orang kristen”. jadi menurut saya kata – kata ini tidak perlu dituliskan. coba anda cari data – data digoogle pertengkaran antara KRISTEN & ISLAM dibandingkan dengan KATOLIK & ISLAM, maka anda akan melihat kenyataan yang mengejutkan, mana yang lebih agresif dari AGAMA KRISTIANI ?

            Adri:
            saya punya istri seorang katolik yang karismatik yang tidak bisa di goyahkan iman katoliknya tapi saya tidak takut Tuhan ada di pihak saya dan Tuhan akan membukakan mata dan hati rohaninya utk sadar dan mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan,
            Budi:
            Saya seorang katolik kharismatik dan memang kebanyakan dari kami imannya tidak tergoyahkan, karena yang membuat tidak tergoyahkan adalah YESUS sendiri. kharismatik di dalam katolik adalah membuat orang – orang katolik menjadi militan didalam GEREJA KATOLIK. Jadi saya mengucap syukur apabila istri anda ikut kharismatik.

            TUHAN YESUS Memberkati

      • Alexander Pontoh May 13, 2010 at 3:50 am

        Bu Lucia… Beliau (Pak Ciputra) mengungkapkan ucapan syukur kepada Yesus. Kita umat Katolik juga mengucap syukur kepada Yesus.

        saya mencurigai anda memiliki pandangan kalau umat Katolik tidak menyembah Bapa, Putera (Yesus) dan Roh Kudus tetapi menyembah Maria dan orang-orang Kudus (santo santa).

        benarkah kecurigaan saya?

        • Shalom Lucia dan rekan-rekan semua,

          Terima kasih atas partisipasinya dalam diskusi ini. Namun, dengan sangat menyesal, saya tidak dapat memasukkan komentar-komentar yang kurang dapat membangun diskusi yang membangun. Lucia, saya rasa anda telah cukup banyak mengekspresikan kebanggaan anda akan gereja Tiberias dan menyatakan bahwa ajaran dari Gereja Katolik adalah sesat. Hal ini tidak saya permasalahkan, karena memang ini semua adalah hak anda. Namun, pernyataan yang tidak disertai argumentasi justru memperlemah pernyataan anda. Oleh karena itu, kalau anda memang berniat berdiskusi secara sungguh-sungguh dan mendalam, pilihlah salah satu dogma dan doktrin dari Gereja Katolik yang sungguh tidak dapat anda terima. Kita dapat membahasnya dengan dasar-dasar Alkitab. Anda juga dapat bergabung dalam diskusi mengapa berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain di sini – silakan klik. Di link tersebut anda dapat bergabung dengan Sherly maupun Indah yang telah memberikan 18 point diskusi. Atau silakan melihat topik diskusi yang lain di arsip katolisitas di sini – silakan klik. Anda dapat memberikan argumentasi-argumentasi yang baru, yang berdasarkan Alkitab. Jadi, anda mempunyai kesempatan untuk menunjukkan bagian mana dari dogma dan doktrin Gereja Katolik yang dipandang tidak Alkitabiah. Dengan demikian, anda juga dapat membuktikan bahwa anda berpindah dari Gereja Katolik karena mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh.

          Untuk rekan-rekan yang lain, mohon untuk berfokus pada diskusi dogmatik dan tidak perlu membahas kasus-kasus maupun orang-orang, pendeta-pendeta, dll. Semoga hal ini dapat diterima oleh semua pihak. Mari, di dalam perbedaan, kita dapat berdialog dengan hormat dan lemah lembuh (lih. 1Pet 3:15). Mari, kita tunjukkan bagaimana umat yang mengasihi Yesus, dapat berdialog dengan baik.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – katolisitas.org

    • Dear Wahyu,

      katolik adalah agama lama.

      semua manusia yg lahir ke bumi berdosa, kecuali YESUS yg lahir ke dunia 2000 years ago.

      lahirnya protestan karena tidak setuju dengan ajaran katolik, mungkin bertentangan dengan Alkitab. makanya di protestan tdk mengenal maria.

      yang patut diteladani adalah Yesus bukan maria.

      GBU

      • Shalom Lucia,
        Terima kasih atas komentarnya. Saya pikir, daripada mengatakan bahwa Katolik adalah agama lama, diskusi akan lebih substansial dan membangun dengan memberikan argumentasi tentang dogma dan doktrin. Lagipula, sesuatu yang lama bukan berarti tidak benar. Kalau anda mau berdiskusi tentang lahirnya Protestan, kita juga dapat membahasnya lebih dalam. Yang paling penting di sini adalah memberikan alasan atau argumentasi yang baik, sehingga tidak hanya mengatakan “yang patut diteladani adalah Yesus bukan maria.“. Anda sendiri berbangga terhadap pendeta anda dan mungkin ingin meneladani beliau. Jadi, tidak ada yang salah dalam meneladani Maria, karena Maria telah menunjukkan bahwa walaupun dia adalah mahluk ciptaan, namun dia telah membuktikan diri bahwa selama hidupnya, dia terus bekerja sama dengan rahmat Tuhan. Dengan meneladani Maria bukan berarti kita mempertentangkan Maria dengan Yesus, karena mengikuti teladan Maria, maka kita dipanggil untuk setia terhadap Yesus. Semoga dapat diterima.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        stef – katolisitas.org

      • Budi Darmawan Kusumo May 14, 2010 at 4:36 am

        Katolik adalah agama lama ?

        Kebenaran, baik itu lama, baru, usang atau akan datang. yang namanya kebenaran ya kebenaran dan tidak bisa diganggu gugat. sama seperti YESUS yang tetap dari dulu sekarang dan selamanya.

        Lucia :
        ahirnya protestan karena tidak setuju dengan ajaran katolik, MUNGKIN bertentangan dengan Alkitab. makanya di protestan tdk mengenal maria.

        Budi:
        dari kata – kata anda sendiri anda mengatakan bahwa mungkin, berarti anda sendiri tidak jelas informasinya. alangkah baiknya kalau dicari informasi terlebih dahulu baru berpendapat, sehingga terjadi dialog yang baik

  13. isi sebuah doa yang baik menurut versi katolik bagaimana mengandung unsur-unsur apa saja!mohon penjelasan.

    • Shalom Haini,
      Terima kasih atas pertanyaan anda tentang doa. Memang hal penghayatan doa ini sungguh sangat penting. Maka saya bermaskud menjawabnya dalam bentuk artikel. Namun mohon maaf, karena kesibukan tugas kuliah dan ujian akhir semester akhir minggu ini, saya belum dapat menuliskannya sekarang. Mohon kesabarannya ya. Semoga minggu depan saya dapat menyelesaikan artikel tersebut, sehingga dapat saya poskan di website.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  14. Selamat Paskah…
    saya mau bertanya tentang pemberian sesajian kepada leluhur atau anggota keluarga yang meninggal yang saat ini masih dilakukan oleh sekelompok umat katolik.apakah itu dibenarkan oleh gereja? kalo tidak apakah dasar dalam kitab suci yang melarang kebiasaan itu? terima kasih

    • Shalom Chmel,
      Saya pernah menjawab pertanyaan serupa ini di sini, silakan klik.
      Pada dasarnya memang kita sebagai umat Katolik sebaiknya tidak membuat persembahan makanan kepada jiwa- jiwa orang tua, karena persembahan kita harusnya diberikan hanya kepada Allah. Namun, jika makanan itu dibuat demi tujuan untuk untuk mengenang mereka, itu diperkenankan. Sebagai orang Katolik, cara mengenang mereka yang paling dianjurkan Gereja adalah berdoa bagi jiwa-jiwa mereka dengan mempersembahkan ujud misa kudus. Hal ini secara khusus dapat dilakukan pada tanggal 2 November (Hari Arwah) dan juga sepanjang bulan November. Namun tentu juga hal ini dapat dilakukan pada hari-hari lainnya sepanjang tahun. Selanjutnya kita juga dapat berdoa setiap hari bagi jiwa-jiwa orang tua/ saudara yang telah meninggal. Kita juga dapat membawa ujud ini dalam doa pribadi kita, seperti, setiap kita rosario, atau setiap kali kita menghadiri misa kudus, terutama pada sesaat setelah konsekrasi. Panjatkanlah doa untuk keselamatan jiwa-jiwa mereka, dan satukanlah ujud doa itu dengan kurban persembahan Kristus yang satu-satunya itu, agar Allah Bapa berkenan mengabulkannya. Persembahan doa yang semacam ini jauh lebih berdaya guna untuk keselamatan jiwa-jiwa mereka, daripada ‘persembahan makanan’ seperti yang mungkin masih dilakukan oleh sebagian umat Katolik, yang hanya semata mengikuti tradisi keluarga. Alangkah baiknya, setelah kita menjadi Katolik, kita mengikuti tradisi keluarga besar kita yang baru, yang berpusat pada Allah Bapa, melalui Kristus oleh kuasa Roh Kudus-Nya, yang juga telah menentukan bagi kita cara yang terbaik untuk mendoakan jiwa orang tua kita.

      Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
      Ingrid Listiati

      • Abraham Martinus Setyabudi July 20, 2010 at 3:44 pm

        @ ingrid
        hebat ya katolik semua umatnya mempunyai wewenang bilang boleh atau ga tapi tidak berdasarkan firman Tuhan. sekarang saya tanya, semua orang mati di katolik pasti didoakan arwah kan? jadi semua orang katolik masuk api pencucian? kasian banget umat katolik. mau kesurga aja harus dibakar dulu? apa ga gosong? anda yakin dengan doa anda yang salah bisa menghantar arwah ke surga? yang membuat kita dikenal di surga adalah darah Yesus, karena darah Yesus yang memateraikan kita karena kita sudah dibayar lunas. mendoakan orang mati merupakan bentuk ketidak percayaan orang katolik akan penebusan Yesus dengan darah yang mahal oleh karena itu mereka dengan kekuatannya sendiri melalui doa untuk menghantar mereka ke surga. tapi sayangnya ga bisa. kasian. cape deh orang katolik. trus bagaimana ukurannya doa mu sudah menghantarkan jiwa orang itu kesurga? bukankah kamu sendiri berdoa arwah terus seumur hidupmu. itu menunjukkan kamu juga ga tau kan? kalau ga tau dan ga pasti ngapain kamu lakukan. cape tau. kalo firman Tuhan sih iya dan Amin, kalo api pencucian sama2 buta tapi sombong saling menuntun lagi didepan ada lubang neraka dikira api pencucian karena sama2 panasdan 2 orang buta itu akan berteriak panaaaaaaaaaaaaas. mumpung belum mending percaya Yesus aja deh pasti masuk surag kok. Oke? JBU……….

        • Shalom Abraham,

          Tanggapan saya atas pertanyaan anda:

          1. Benarkah semua orang Katolik bebas mengajarkan segala sesuatu yang tidak berdasarkan firman Tuhan?

          Anda keliru kalau mengatakan, “semua umat Katolik mempunyai wewenang bilang boleh atau ga tapi tidak berdasarkan firman Tuhan.” Yang kami sampaikan di situs ini bukanlah pandangan pribadi dari masing- masing penulis, melainkan tulisan yang berdasarkan pengajaran Magisterium Gereja Katolik. Dan jika anda mau membaca di sini, maka anda akan melihat bahwa semua pengajaran Magisterium Gereja Katolik mempunyai dasar Kitab Suci dan Tradisi Suci para rasul.

          Mengenai doa arwah dan Api Penyucian (bukan Api Pencucian), sudah pernah dibahas di sini:

          Bersyukurlah ada Api Penyucian
          Mengapa kita mendoakan jiwa orang-orang yang sudah meninggal?

          Apakah jemaat perdana percaya akan persekutuan para kudus

          2. Apakah semua orang Katolik masuk Api Penyucian?

          Apakah semua orang Katolik masuk Api Penyucian? Jawabnya tentu tidak. Bagi yang sudah dibaptis Katolik tetapi tidak setia beriman dan melaksanakan perintah Tuhan, atau bahkan akhirnya meninggalkan Tuhan dan tidak bertobat, maka ia tidak dapat masuk Surga, dan tidak dapat masuk Api Penyucian juga, karena tujuan Api Penyucian adalah Surga (Api Penyucian itu bukan tujuan akhir, hanya merupakan proses pemurnian terakhir sebelum seseorang dapat bersatu secara sempurna dengan Allah di surga.)

          Sebaliknya, jika seseorang didapati oleh Tuhan sudah sempurna dalam iman, harapan dan kasih sampai akhir hidupnya, maka ia dapat langsung masuk surga, dan tak perlu harus masuk Api Penyucian. Hal ini yang terjadi pada banyak orang kudus yang telah diakui oleh Gereja Katolik, maupun orang kudus lainnya yang tidak dikenal banyak orang, namun Tuhan yang mengetahuinya.

          3. Api Penyucian membuat “gosong”?

          Setelah seseorang meninggal dunia, yang ke surga atau ke neraka itu jiwanya, bukan tubuhnya yang lalu menjadi tanah/ debu. Tubuh manusia itu akan bersatu lagi dengan jiwanya pada saat kebangkitan badan di akhir jaman. Maka proses pemurnian di Api Penyucian itu tidak berkaitan dengan tubuh, tetapi dengan jiwa; maka tidak akan membuat “gosong” seperti halnya api membakar tubuh/ badan. Justru fungsi Api Penyucian adalah untuk menjadikan jiwa itu sungguh- sungguh siap untuk bersatu dengan Kristus dan menikmati keselamatan yang dijanjikan Kristus melalui pengorbanan-Nya dan darah-Nya yang tertumpah di kayu salib.

          Dasar orang Katolik mendoakan jiwa- jiwa orang yang sudah meninggal itu adalah adanya ikatan persekutuan orang- orang kudus yang tak terceraikan oleh maut, karena Kristus yang telah mempersatukannya telah bangkit dan mengatasi maut. Praktek mendoakan orang- orang yang sudah meninggal ini telah dilakukan oleh umat Yahudi, sebelum kedatangan Yesus. Hal ini dicatat dalam Kitab Makabe (lih. 2 Mak 12: 38-45) yang menjadi bagian dari Kitab Suci Septuagint, yaitu Kitab suci yang dipergunakan oleh Tuhan Yesus dan para Rasul. Maka jika Yesus mengatakan bahwa Ia tidak membatalkan hukum Taurat ataupun kitab para nabi (bahkan satu iota/ titik-pun- Mat 5:18) maka tentu hal mendoakan jiwa- jiwa orang yang sudah meninggal inipun tidak dibatalkan oleh Yesus. Ajaran ini diteruskan oleh para Rasul dan para Bapa Gereja; dan inilah yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Silakan jika anda tertarik, untuk mempelajari tulisan para Bapa Gereja dari jemaat abad- abad awal, dan anda akan menemukan bahwa jemaat awal-pun mengajarkan hal ini.

          4. Umat Katolik berdoa mengandalkan kekuatan sendiri?

          Anda keliru jika mengatakan bahwa orang Katolik dengan kekuatannya sendiri melalui doa menghantarkan jiwa- jiwa orang yang meninggal ke surga. Bentuk doa orang Katolik bagi para arwah yang paling dianjurkan oleh Gereja adalah dengan mengajukan ujud/ intensi doa pada Misa Kudus. Nah, Misa Kudus/ perayaan Ekaristi ini pada dasarnya adalah doa Yesus sendiri kepada Allah Bapa oleh kuasa Roh Kudus, dalam kesatuan dengan Tubuh-Nya yaitu Gereja-Nya. Di dalam Ekaristi ini umat Katolik mengenang pengorbanan Kristus dan kebangkitan-Nya, dan karena kehadiran-Nya yang nyata dalam Ekaristi ini, maka umat dapat memperoleh buah- buahnya; yaitu peningkatan rahmat pengudusan yang telah kita terima pada Pembaptisan, termasuk juga pengabulan atas doa- doa. Maka tidak benar bahwa umat Katolik “mengandalkan kekuatan sendiri” pada saat berdoa, terutama dalam perayaan Ekaristi. Sebab fokus dalam Misa adalah Kristus dan Misteri Paska-Nya. Silakan jika anda tertarik, untuk membaca makna Ekaristi menurut Gereja Katolik dalam artikel seri ini.

          Sudahkah Kita Pahami Pengertian Ekaristi?
          Ekaristi sumber dan puncak Spiritualitas Kristiani

          5. Ajaran Api Penyucian membuat orang sombong?

          Sesungguhnya, jika anda memahami ajaran Gereja Katolik tentang Api Penyucian, maka anda akan mengetahui bahwa kesimpulan anda ini keliru. Justru pengajaran ini membuat kita semakin rendah hati untuk berjuang untuk hidup kudus; agar sedapat mungkin terhindar dari masa pemurnian yang panjang di Api Penyucian ini. Orang yang sudah terlalu yakin akan masuk surga, mempunyai resiko untuk tidak lagi mau berjuang untuk hidup lebih kudus, dengan pikiran, perkataan dan perbuatan. Silakan kita menilai diri kita masing- masing, termasuk golongan manakah kita ini.

          Jiwa- jiwa yang ada dalam Api Penyucian tujuannya adalah Surga, dan bukan neraka. Jiwa- jiwa yang masuk neraka tidak perlu dimurnikan dulu, mereka sudah memilih sendiri kebinasaan sebagai tujuan akhir karena mereka telah menolak Allah. Antara Surga dan neraka ada jurang pemisah yang tak terseberangi, dan Api Penyucian bukan bagian dari neraka, sehingga tidak ada orang yang “keliru masuk ke neraka” dari Api Penyucian. Ini adalah anggapan anda sendiri dan bukan ajaran Gereja Katolik.

          6. Percaya Yesus pasti masuk surga?

          Jawabnya: Ya, asalkan iman kepercayaan ini disertai oleh perbuatan, sehingga dapat dikatakan sebagai iman yang hidup (lih. Yak 2:26). Namun jika tidak disertai dengan perbuatan, maka iman itu adalah mati, dan iman yang mati ini tidak menyelamatkan.

          Silakan jika anda tertarik akan topik ini, membaca lebih lanjut di artikel ini:

          Sekali selamat tetap selamat?
          Paus Benediktus dan Sola Fide
          Keselamatan dan hubungannya dengan Baptisan
          Apakah keselamatan yang sudah diperoleh melalui Pembaptisan dapat hilang?
          Sekali selamat tetap selamat – tidak Alkitabiah

          Akhirnya, Abraham, jika selanjutnya anda mempunyai niat yang baik untuk berdialog dengan kami, maka kami mengusulkan agar anda menggunakan gaya bahasa yang baik dan santun, yang mencerminkan bahwa anda adalah seorang murid Kristus.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          Ingrid Listiati- katolisitas.org

  15. Salam Kasih Ibu Inggrid ,

    Saya sangat bersyukur akan adanya web ini,
    penjelasan yang dilakukan dengan bahasa yang penuh kasih/santun sangat meneguhkan dan menjawab begitu banyak pergumulan saya tentang katolik.

    Masih ada satu hal yang saya masih bingung tentang penghormatan/ penciuman salib pada saat Jumat Agung.
    Apakah hal diatas tidak menjadi rancu dengan konsep “memperbolehkan penggunaan patung dan sejenisnya asalkan tidak melakukan penyembahan terhadapnya”.

    Terima Kasih

    • Shalom Cw,
      Untuk menjawab pertanyaanmu, mari kita melihat beberapa pengertian ini. Gereja Katolik membedakan arti penyembahan dan penghormatan sebagai berikut, berdasarkan yang diajarkan oleh St. Agustinus (City of God X. 2):
      1. Latria (penyembahan) yang hanya ditujukan kepada Allah Tritunggal (Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus)
      2. Dulia (penghormatan) yang ditujukan kepada:
      - Para orang Kudus, termasuk Bunda Maria (kadang kepada Maria, disebut hyper-dulia)
      - Penghormatan kepada benda tertentu yang melambangkan Allah ataupun Para Kudus dan Maria. Contohnya yaitu salib (crucifix), patung Bunda Maria, Patung santa-santo, dll. Penghormatan ini kadang disebut sebagai dulia- relatif.

      Kata ‘latria’ dan ‘dulia’ ini memang tidak secara eksplisit tertera di dalam Kitab Suci, tetapi, kita dapat melihat penerapannya dengan jelas. Misalnya:
      1. Perintah Tuhan yang pertama pada kesepuluh Perintah Allah adalah perintah untuk menyembah Allah saja dan jangan sampai ada allah lain yang kita sembah selain Dia. Di sini maksudnya adalah ‘latria’ (Kel 20: 1-6).
      2. Penghormatan Yusuf kepada ayahnya Yakub. Yusuf sujud sampai ke tanah untuk menghormati ayahnya Yakub (Kej 48:12), itu ‘dulia’.
      3. Penghormatan ‘dulia’ relatif ini misalnya saat Musa membuat ular dari tembaga yang dipasangnya di sebuah tiang, dan siapa yang memandang patung ular itu akan tetap hidup walaupun telah dipagut ular (Bil 21:8-9). Ular yang ditinggikan di tiang ini menjadi gambaran akan Yesus Kristus yang juga akan ditinggikan di kayu salib (lihat Yoh 3:14).  Pada PL, Allah menyuruh orang Israel ‘memandang ke atas’ ular tembaga yang ditinggikan tersebut agar disembuhkan; sedangkan pada PB, yang ditinggikan adalah Yesus Kristus dan siapa yang memandang Kristus dan percaya kepada-Nya maka ia akan disembuhkan dari dosa. Maka ular tembaga pada PL menjadi figur Kristus pada PB. Tentu pada PL, orang Israel tidak menyembah berhala, sebab mereka tidak menyembah ular tembaga itu tetapi sesungguhnya menyembah Kristus yang digambarkan oleh ular tembaga itu. Sebab Allah-lah yang menyuruh mereka menghormati/ memandang ke atas ular tembaga yang dibuat oleh Musa itu, yang merupakan gambaran Kristus yang dinyatakan pada PB.

      Maka hal penciuman salib pada Jumat Agung berkaitan dengan ‘dulia’ yang relatif ini, karena crucifix itu menggambarkan Tuhan Yesus yang tersalib. Tradisi mencium salib dimulai sejak Gereja awal, yaitu sejak ditemukannya salib Kristus yang asli oleh St. Helena, sekitar tahun 326. Sejak saat itu gereja-gereja menghormati salib, dan karena relikwi dari salib yang asli itu tidak dapat dibagikan kepada semua gereja di seluruh dunia, maka digunakan salib crucifix biasa, untuk menggambarkan salib Kristus. Prinsipnya tetap sama, kita menghormati salib ataupun mencium salib/ crucifix, tetapi bukan menghormati bendanya atau patungnya, tetapi apa yang diwakilkannya, yaitu Yesus Kristus yang tersalib. Ini mungkin maknanya serupa dengan jika kita menghormati bendera pusaka, yang melambangkan suatu negara. Penghormatan itu tentu bukan kepada sepotong kain, tetapi kepada negara yang dilambangkannya.
      Lain halnya pada kasus penghormatan berhala pada PL, dimana orang-orang Israel dulu sungguh-sungguh menghormati patung-nya sendiri yang mereka buat dari emas, sebagai tuhan (lihat Kel 32: 1-35). Inilah yang membuat Tuhan Allah sangat marah, karena berarti mereka mendua-kan Tuhan. Sedangkan jika kita menghormati salib, yang kita hormati sebenarnya Tuhan yang satu dan sama yang diwakilkan oleh salib itu, sehingga hal ini tidak cocok dengan definisi berhala sama sekali. Demikian pula dengan penghormatan kita kepada para orang Kudus, yang kita percayai telah bersatu dengan Tuhan di surga. Maka jika penghormatan kita kepada para kudus adalah juga terarah kepada Tuhan yang telah menguduskan mereka dan telah bersatu dengan mereka di surga.

      Jadi, benar bahwa penggunaan patung di sini diperbolehkan karena kita tidak menyembah patung itu sendiri, tetapi kepada Tuhan Yesus yang dilambangkannya.

      Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
      Ingrid Listiati

  16. Shalom Bu Ingrid dan Pak Stefanus.
    Mau tanya mengenai Pemberkatan Patung (Maria, Yesus dll)dan Rosario.
    Mengapa patung-2 tsb diberkati/dipercik dengan air suci?
    Apa maksudnya? Sementara ada sebagian orang mengatakan bahwa kalau benda mati (patung-2) tsb diberkati/dipercik dengan air suci, itu bukan berarti sama dengan memasukan sesuatu yang mistik (roh/setan/dll) kedalam patung-2 tsb. Dengan demikian bukankah orang katolik seperti menyembah berhala? Apalagi sampai ada yang meng-KUDUS-kan benda-2 mati tsb? Mohon penjelasan apa tujuan pemberkatan pada benda-2 mati tsb?

    Terima kasih, GBU

    • Shalom Simon,

      Pemberkatan benda-benda dengan air suci termasuk hal sakramentali, dan bukan sakramen.

      Dokumen Vatikan II tentang Konstitusi Liturgi Suci (Sacrosanctum Concilium) 60, menyatakan:

      "Selain itu Bunda Gereja kudus telah mengadakan sakramentali, yakni tanda-tanda suci, yang memiliki kemiripan dengan Sakramen-sakramen. Sakramentali itu menandakan kurnia-kurnia, terutama yang bersifat rohani, dan yang diperoleh berkat doa permohonan Gereja. Melalui sakramentali itu hati manusia disiapkan untuk menerima buah utama Sakramen-sakramen dan pelbagai situasi hidup disucikan."

      Jadi bedanya dengan sakramen adalah, kalau sakramen yang diinstitusikan oleh Yesus, menghasilkan efek karena ritual yang dijalankan. Sedangkan sakramentali tergantung dari doa-doa permohonan, persiapan spiritual yang menerima dan persetujuan Gereja yang menggunakan sakramentali dengan doa permohonan melalui perantaraan iman dan kasih sang pelayan. Maka kalau sakramen secara otomatis memberikan effek secara obyektif kepada yang menerimanya, sedangkan kalau sakramentali, efeknya tergantung dari devosi, iman, dan kasih yang menggunakannya. (sumber: Dictionary of the Liturgy, oleh Rev. Jovian P. Lang, OFM, Catholic Book Publishing Corp, New York, p. 560)

      Contoh sakramentali adalah: pemberkatan rumah, pemberkatan patung/ rosario/ benda-benda religius, penggunaan air suci, doa dengan rosario,penggunaan skapular, dst.

      Maka, sebenarnya maksud sakramentali, dalam hal ini, pemberkatan patung dengan air suci malah untuk mendatangkan karunia yang menyucikan. Prinsipnya hampir sama dengan pemberkatan rumah. Jadi maksudnya bukannya untuk mengisi benda dengan roh/ sejenisnya. Pendapat untuk ‘mengisi’ patung dengan roh adalah sangat keliru!
      Prinsipnya adalah Gereja mengakui bahwa Allah Pencipta segala sesuatu berkuasa untuk memakai benda-benda yang juga merupakan ciptaan-Nya, untuk menyucikan dan menandakan karunia kepada umat-Nya. Maka kita mengenal penggunaan air yang telah diberkati pada saat Sakramen Pembaptisan, sebagai materia yang dipakai Allah untuk menghapuskan dosa. Demikian pula minyak untuk Pengurapan orang sakit, yang diperoleh dari minyak yang telah diberkati secara khusus oleh Bapa Uskup yang biasanya diadakan sekali setahun pada misa pagi di hari Kamis Putih.
      Bagi kita yang percaya bahwa Allah Mahakuasa, dan karena itu dapat terus bekerja menyatakan kuasa-Nya di dalam Gereja-Nya dan secara khusus melalui para imam-Nya, maka tidak ada masalah bagi kita untuk menerima makna pemberkatan benda-benda dengan air suci. Benda-benda itu malah dapat dipakai Allah untuk mendekatkan diri kita kepada-Nya. Dalam kasus rumah yang diberkati, misalnya, rumah kita dapat menjadi tempat tinggal yang damai, dipenuhi kasih dan suka cita yang dari Allah. Dan dalam kasus patung, atau rosario yang diberkati, maka benda-benda itu dapat membantu kita untuk mengarahkan hati kita kepada Allah.

      Maka, dengan pemberkatan itu, kita tidak menyembah berhala, karena kita tidak menyembah benda-benda itu sebagai Tuhan. Sama seperti kita tidak menyembah rumah yang diberkati, demikian juga patung dan rosario juga tidak kita sembah. Kita hanya memakai benda-benda itu untuk menghantar kita mengarahkan hati kepada Tuhan. Dan memang harus diakui, benda-benda seperti patung atau lukisan dapat membantu kita untuk merenungkan kasih Allah. Ambil saja contoh, "Pieta"nya Michael Angelo. Bukankah kita dapat sungguh sangat terbantu untuk berdoa dengan melihat karya seni tersebut? Tentu kita tidak menyembah patung itu, sebab itu hanya sepotong batu, namun melalui Pieta kita dapat merenungkan sedikitnya ketiga hal ini: Kasih Allah yang menyerahkan Putera-Nya yang Tunggal untuk mati menebus dosa-dosa kita, ketaatan Bunda Maria yang setia sampai akhir, dan kemurahan hati Allah yang memberikan talenta yang luar biasa kepada seorang seniman untuk melukiskan kasih-Nya itu. Melalui renungan tersebut maka hati kita dipersiapkan untuk menghayati kisah sengsara Tuhan Yesus yang kita peringati dalam Ekaristi, dan karenanya kita dapat menerima karunia Tuhan yang menguduskan, yang kita peroleh melalui Ekaristi tersebut. Dengan demikian sakramentali menghantar kita untuk semakin menghayati sakramen yang dimaksudkan oleh Tuhan untuk menguduskan hidup kita.

      Demikian uraian saya, semoga bermanfaat.

      Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
      Ingrid Listiati

      • Terima kasih Bu Ingrid atas penjelasannya. Saya ada satu lagi pertanyaan (maaf), kapan tepatnya Katolik menggunakan Salib Yang ada Yesusnya sebagai simbol agama Katolik? Karena ada aliran kristen yang tidak ada Yesusnya di Salib. Thanks.

        • Shalom Simon,
          A. Sejarah Penggunaan Crucifix
          Berikut ini adalah perkembangan penggunaan salib/ crucifix dalam sejarah Gereja Katolik (sumber: New Advent Catholic Encyclopedia):
          (1) Memang pada abad-abad awal tidak ditemukan bukti peninggalan karya seni yang menggambarkan crucifix (salib dengan tubuh Yesus). Simbol yang digunakan untuk menggambarkan Yesus pada waktu itu adalah gambar ikan, roti (melambangkan Ekaristi) dan salib dengan dihiasi batu-batu hiasan untuk menandakan kemuliaan Yesus. Hal ini dapat dimengerti karena salib pada waktu itu merupakan simbol kematian yang sangat mengerikan, sehingga ada rasa enggan dari pihak jemaat Kristen awal untuk menggambarkan penganiayaan Kristus. Jangan lupa, seperti kata Rasul Petrus, pada saat itu salib memang dipandang sebagai batu sandungan oleh orang Yahudi dan kebodohan oleh non-Yahudi (lih.1 Kor 1:23)
          (2) Baru pada abad ke 5 mulai ditemukan bukti-bukti gambar, relief tentang salib Yesus dengan penggambaran tubuh Yesus yang tergantung di salib, yang kita kenal sebagai crucifix. Crucifix pada abad ke-5 ini salah satunya terdapat di Lateran, Italia.
          (3) Crucifix dan gambar penyaliban Kristus mulai menjadi umum pada abad ke -6, baik dalam bentuk naskah-naskah kuno (contoh: Codex Syriacus, 56, tentang Injil tahun 586), monumen-monumen milik pribadi ataupun milik publik. Sejak tahun 692 melalui Quinisect Council of Constantinople yang disebut Trullan, mulailah dianjurkan untuk menggambarkan tubuh Yesus yang tersalib sebagaimana adanya.
          (4) Beberapa contoh crucifix pada abad ini adalah: (a) Mosaik yang dibuat tahun 642 atas perintah Paus Theodorus di S. Stefano Rotondo, Roma, (b) lukisan penyaliban Kristus yang tersimpan di Crypt Gereja bawah tanah (katakombe) St. Valentinus, di Via Flaminia. (c) Relief pintu S. Sabina di Aventine Hill, Roma (abad -5).
          (5) Pada abad ke-8 (705) pada bangunan oratori di Vatikan, atas perintah Paus Yohanes VII dibuatlah gambar crucifix dalam bentuk mosaik. Tubuh Yesus ditutupi jubah. Sejak saat itu, mulai banyak ditemukan karya-karya seni yang menggambarkan crucifix (contoh lukisan di gereja St. Maria Antiqua di Roman Forum, lukisan di crypt SS. Giovanni e Paolo di Roma).
          (6) Penempatan crucifix di altar baru dimulai dari abad ke-11. Pada abad ke 13 mulailah dibuat gambar realism dari crucifix seperti yang kita kenal sekarang. Kristus digambarkan sebagai yang tersalib, dengan segala penghinaan dan penderitaan-Nya, agar mengingatkan kita bahwa kebangkitan-Nya hanya tercapai melalui penderitaan-Nya di kayu salib. Sejak saat itu, maka dikenal secara luas penggunaan crucifix di dalam Gereja Katolik.
          B. Dasar Ayat Alkitab
          (1)Sebenarnya, maksud penggunaan crucifix ini sesuai dengan ayat di Alkitab, yang mengatakan tentang inti pengabaran Injil yaitu Yesus Kristus yang disalibkan. Rasul Paulus berkata, "Aku memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan" (1 Kor 2:2). Dengan adanya tubuh Yesus yang tergantung disalib dengan tulisan INRI di atasnya, maka kita mengetahui bahwa salib itu menggambarkan salib Yesus dan bukan salib orang lain.
          (2) Crucifix bukan berarti hanya menonjolkan kematian Yesus saja [dan bukan kebangkitan-Nya] tetapi, justru sebaliknya, yaitu bahwa kebangkitan Yesus tidak dapat diperoleh tanpa kematian-Nya di kayu salib. Ini sesuai dengan pengajaran Rasul Paulus, "Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami." (2Kor 4:10)
          Demikian pula Rasul Paulus menekankan, "Yesus yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan" (Ibr 2:10).
          (3) Maka crucifix sesungguhnya adalah tanda yang sangat efektif untuk mengingatkan kita manusia, bahwa dalam kehidupan kita, kita dipanggil untuk mengambil bagian dalam penderitaan Kristus, supaya dapat mengambil bagian dalam sukacita kebangkitan-Nya pada saat Ia menyatakan kemuliaan-Nya (lihat 1 Pet 4:13, Rom 6:5, 11).
          C. Perbedaan dengan Gereja Protestan
          (1) Setelah Masa Reformasi yang dipelopori oleh Martin Luther, di abad ke 16, maka banyak gereja Protestan tidak menggambarkan Yesus yang tersalib lagi di kayu salib, karena mereka lebih menekankan kepada kebangkitan/ kemenangan. Sedangkan Gereja Katolik, mengajarkan lebih kepada keseimbangan antara memperingati wafat / kesengsaraan Kristus serta kebangkitan-Nya.  Maka hal itu nampak dalam liturgi, peringatan Tri hari suci Jumat Agung selalu dirayakan sebelum hari raya Paska. Tidak ada Paskah tanpa Jumat Agung. Implikasinya, kita baru bisa menjadi manusia baru di dalam Kristus, kalau kita sudah ‘mati’ dari dosa. Atau, kita baru bisa sampai pada keselamatan, kalau kita berjuang di dalam iman, dalam penderitaan sekalipun, untuk setia kepada Tuhan.
          (2) Orang Protestan banyak yang menyangka bahwa kita menyembah berhala, dengan adanya crucifix yang ada di salib-nya orang Katolik. Dalam hal ini mungkin disebabkan oleh bagaimana gereja Protestan mengadakan pemenggalan Kesepuluh Perintah Allah yang berbeda dengan Gereja Katolik, sehingga mereka melarang sama sekali penggunaan patung/ gambar. Untuk pengajaran Katolik mengenai hal ini, silakan membaca artikel di atas, dan lihat juga jawaban ini (silakan klik).
          (3) Maka orang Protestan mungkin juga tidak memahami mengapa kita orang Katolik menghormati crucifix. Tentang penghormatan crucifix pada Jumat Agung, telah dijawab di sini (silakan klik). Pada dasarnya, penghormatan crucifix ini tergolong penghormatan dulia- relatif.

          Jadi kesimpulannya, crucifix sebenarnya bukan penemuan sesaat dari Gereja Katolik. Crucifix ada berjalan dengan pertumbuhan penghayatan Gereja Katolik tentang iman Kristiani yang bersumber dari salib Kristus; dan ini sangat berakar kuat dari Alkitab.
          Demikian keterangan dari saya, semoga bermanfaat.

          Salam dari http://www.katolisitas.org
          Ingrid Listiati

          PS: Maaf atas keterlambatan saya menjawab pertanyaan anda.

  17. Ibu Ingrid terima kasih atas tulisan-tulisannya,sungguh merupakan suatu penerangan yang berarti bagi yang masih awam dengan hidup sebagai orang katolik, semoga semua orang memahami semua rahmat kasih ini. Saya mengutip artikelnya untuk dibagikan kepada semua, dengan menyertakan sumbernya, bolehkhan? Tuhan memberkati Ibu sekeluarga. Salam dalam kasihNya.Baru hari ini saya menemukan situs, yang indah ini.Terima kasih.

    • Shalom Martina, 
      Ya, tentu Martina boleh menyebarkan artikel dari situs ini, dengan menyebutkan sumbernya http://www.katolisitas.org. Kami berharap agar artikel-artikel di situs ini dapat membantu sesama umat yang ingin mempelajari iman Katolik. Tujuan kami memohon agar sumbernya disebutkan, adalah jika ada yang ingin bertanya dapat langsung menghubungi website ini; demikian juga jika ada koreksi atau masukan bagi kami.
      Semoga Tuhan juga memberkati Martina sekeluarga.

      Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
      Ingrid Listiati

    • Ibu Inggrid, saya senang sekali dengan gaya pewartaan Anda yang santun. terima kasih dari dalam hati saya untuk Ibu. Kini dengan mudah saya akan menjawab pertanyaan mengenai iman Katolik dengan mengajak si penanya pun mengacu ke web ini.
      Salam
      Yohanes Rasul

  18. Seperti yang Mbak/Ibu Ingrid tulis di atas dalam menanggapi komentar dari Felix, konsep “Tuhan” dalam Budha sangatlah tidak jelas. Dan dalam posisi seperti yang Felix alami, maka mempertanggungjawabkan iman Katolik kepada setiap orang (baik dari yang seiman maupun yang bukan) adalah wajib seperti yang dikatakan oleh Santo Paulus dalam suratnya (maaf, saya lupa ayat persisnya).
    Oleh karenanya, ketika kita berapologi terhadap mereka, adalah hal wajar dan tak dapat kita hindari ketika kita terpaksa “nyerempet2″ keyakinan mereka. Tentu, hal itu tidak dapat serta merta disebut sebagai sebuah penghakiman terhadap keyakinan orang lain karena toh yang kita bela adalah keyakinan iman kita, apa yang benar kita tegas katakan benar dan apa yang salah kita tegas katakan salah.
    Bagi saya, inilah salib yang harus kita pikul yaitu ketika berapologi terhadap mereka, maka kita pun harus bersiap menerima penolakan mereka.
    Ingat, St. Stefanus dan banyak Para Kudus Allah pun juga mengalami penolakan dari masyarakat yang hidup pada zaman mereka ketika mereka mewartakan Kebenaran Iman yang Satu, Kudus, Katolik & Apostolik.

    • Shalom Andi,
      Terima kasih atas komentarnya. Benar, saya juga setuju bahwa kita harus dapat mempertanggungjawabkan iman kita, seperti yang telah diajarkan oleh Rasul Petrus,”…siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi dengan lemah lembut dan hormat.” (1Pet 3:15). Dan oleh Rasul Paulus, “…siap sedialah,… nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran” (2 Tim 4:2).
      Dalam hal ini memang kita harus berani mengatakan kebenaran, yang mungkin saja tidak mudah diterima oleh orang lain, terutama mereka yang berbeda agama dengan kita.

      Dalam balasan surat kepada Felix tgl 24 Juli 2008, saya menyatakan posisi yang dipegang oleh Gereja Katolik bahwa penyembahan/ sembahyang kepada dewa-dewa itu bertentangan dengan perintah Tuhan, karena itu termasuk pemujaan berhala, dan tindakan yang ‘menduakan Tuhan’ (Silakan melihat Katekismus Gereja Katolik 2113 dan 2114), oleh karena itu sebagai orang Katolik kita tidak boleh sembahyang pekkong, atau kepada dewa-dewa lainnya.
      Namun, saya mengatakan kita tidak dapat menghakimi orang-orang yang beragama Budha (termasuk juga mereka yang beragama lain), dalam artian mengatakan apakah mereka itu masuk surga atau neraka. Jadi kita boleh mengatakan hal yang benar menurut iman kita, -malah seharusnya demikian- tetapi kita tidak boleh mengatakan soal apakah mereka masuk neraka karena agama mereka berbeda dengan kita.
      Karena pada akhirnya, hanya Kristuslah yang berhak menghakimi seseorang (lih. 2Tim 4:1, 2 Kor 5:10), apakah seseorang dapat masuk surga apa tidak, walaupun kita secara teoritis dapat mengetahui mana yang benar yang menghantar kita ke surga, mana yang salah yang menghantar kita ke neraka. Kenapa? Ada 3 alasan yang saling berkaitan:
      1) Karena Kristuslah yang paling tahu isi hati setiap orang. Oleh karena kasihNya kepada setiap orang, Ia dapat juga memberikan bantuan untuk keselamatan mereka, yang secara lengkap dikatakan di dalam Lumen Gentium 16, Dokumen Vatikan II, tentang Gereja:
      ” ….. Penyelenggaraan ilahi juga tidak menolak memberi bantuan yang diperlukan untuk keselamatan kepada mereka, yang tanpa bersalah [yang bukan karena kesalahan mereka sendiri] belum sampai kepada pengetahuan yang jelas tentang Allah, namun berkat rahmat ilahi berusaha menempuh hidup yang benar. Sebab apapun yang baik dan benar, yang terdapat pada mereka, dipandang oleh Gereja sebagai persiapan Injil, dan sebagai kurnia Dia, yang menerangi setiap orang, supaya akhirnya memperoleh kehidupan.”

      2) Karena jalan hidup orang-orang tersebut belum selesai. Allah sendiri menunggu pertobatan mereka, dengan mengirimkan ‘bantuan untuk keselamatan mereka’ selama mereka hidup di dunia ini. Bagaimana tanggapan mereka atas bantuan rahmat ini akan diperhitungkan oleh Tuhan Yesus pada saat pengadilan terakhir. Menyangkut hal ini, Lumen Gentium 16 mengajarkan,
      “Sebab mereka yang tanpa bersalah [yang bukan karena kesalahan mereka sendiri] tidak mengenal Injil Kristus serta Gereja-Nya, tetapi dengan hati tulus mencari Allah, dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendak-Nya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, dapat memperoleh keselamatan kekal.”

      3) Tuhan sendiri mengatakan agar kita tidak menghakimi orang lain (lih. Mat 7:1; Luk 6:37).

      Berdasarkan alasan-alasan di atas, maka kita harus bijaksana dalam bersikap jika kita berdiskusi dengan mereka yang berbeda agama dengan kita. Namun, saya setuju dengan pendapat Andi, bahwa oleh karena kasih kita kepada mereka, kita harus mewartakan kebenaran Injil, supaya merekapun dapat mengenal kebenaran itu dan dengan harapan bahwa pada akhirnya mereka dapat menerima kebenaran tersebut.

      Semoga tulisan di atas dapat memperjelas keterangan jawaban saya sebelumnya.

      Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
      Ingrid Listiati.

  19. Shalom Felix,
    Bagi kita pengikut Kristus, maka sembahyang pekkong (pada dewa-dewa agama Budha) adalah dosa, karena beberapa alasan:
    1) Sebab kita seharusnya sudah mengetahui dan mengimani kepenuhan Kebenaran, bahwa Tuhan itu benar-benar ada, Tuhan itu Esa, dan Tuhan itu menyatakan diriNya pada kita di dalam diri Yesus Putera-Nya. (Silakan membaca serial artikel tentang Kebenaran, terutama bagian yang ke 1: Bagaimana Membuktikan Tuhan itu ada?, dan bagian ke-2, Kebenaran akan Yesus sebagai Tuhan).
    Umat Katolik yang percaya pada Yesus, sudah tidak selayaknya untuk menyembah pekkong, sebab itu berarti ‘mendua-kan’ Tuhan. Ini melanggar perintah Allah yang pertama, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (Kel 20:3)
    2) Umat Kristiani hanya menyembah dan beribadah kepada Tuhan, sehingga menyembah patung pekkong sebagai tuhan dan beribadah kepadanya tidak berkenan kepada Tuhan. (lih. Kel 20:4-5). Jika kita sungguh mangasihi Tuhan, kita akan berusaha dengan sungguh untuk melakukan perintah ini.
    3) Umat Kristiani percaya pada Tuhan yang ‘personal’, yang dapat mendengar doa-doa kita, dapat berdialog dengan kita dan mewahyukan Diri-Nya agar dapat dikenal oleh manusia. Sedangkan konsep ‘tuhan’ bagi orang yang sembahyang pada banyak dewa adalah tuhan yang ‘impersonal’, sehingga memungkinkan dewa yang satu sepertinya bertentangan dengan dewa yang lainnya, dan sang ‘tuhan’ tidak dapat memberi kepastian, dewa manakah yang lebih benar. Hal ini tidak terjadi pada iman Kristiani, yang percaya pada Allah Tritunggal yang mewahyukan Diri-Nya dalam diri Yesus Kristus.

    Namun demikian, sebagai umat Katolik, kita tidak dapat menghakimi orang-orang yang beragama Buddha. Hanya Tuhan saja yang dapat melihat ketulusan hati mereka dalam mencari Tuhan. Seperti yang Felix katakan, mereka mungkin juga merasa bahwa ada tuhan yang di atas para pekkong itu. Jika mereka terus mencari dengan hati yang tulus, saya percaya, suatu hari nanti mereka akan menemukan Tuhan juga, sebab Tuhan sendiri berjanji, “apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku” (Yer 29:13-14).

    Di atas semua itu, kita percaya iman adalah suatu karunia. Iman adalah pemberian Tuhan, bukan semata-mata usaha manusia. Maka kita yang telah diberi karunia iman ini, dituntut untuk menerapkannya sehingga hidup kita terus bertumbuh menjadi makin kudus (lihat serial artikel tentang Kekudusan, terutama Semua orang dipanggil untuk hidup kudus). Injil mengatakan, “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut”(Luk 12:48). Maksudnya, kita yang sudah diberi karunia pengetahuan akan Kebenaran dan iman di dalam Yesus, dituntut untuk hidup lebih baik dan lebih mengasihi dari pada mereka yang belum mengenal Yesus.

    Selamat berjuang untuk menjadi saksi Kristus, Felix.

    Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
    Ingrid Listiati.

  20. Tentang artikel bunda Maria ini, membuat saya semakin mengerti arti keberadaan bunda Maria. Kemarin saya ditanyain soal sembahyang pekkong (dewa2 di agama buddha) sama temen. Nah, saya tidak bisa begitu menjawab, sebab pengertian aku tentang agama Katolik masih terbatas.

    Apakah mereka itu dosa dalam penyembahan pekkong di vihara? Sebab di dalam agama Kristen Protestan itu dikatakan dosa, karena menyembah berhala. Saya dari kecil juga belajar di Methodist dan berhubung temen saya ada org Kristen Protestan. Tapi saya lebih memilih untuk ikut ke Katolik, sebab saya menemukan kedamaian dalam ajaran Katolik.

    Kembali ke pembahasan tentang pekkong, menurut saya sih, walaupun mereka menyembah pekkong, tapi hati mereka juga masih percaya bahwa Tuhan di atas para pekkong itu kok. Nah, untuk menjawab temen saya itu, saya tidak tau caranya. Bagaimana seharusnya saya menjawab tentang ini?

    Terima kasih.
    felix

    • definisi BERHALA sudah tersurat dan tersirat dalam IMAMAT 19 : 4
      yang berbunyi :

      Jangan menyembah berhala. Jangan membuat patung dari logam dan menyembahnya. Akulah Tuhan Allahmu.
      ( dikutip dari ALKITAB KABAR BAIK / GOOD NEWS BIBLE, terbitan Lembaga Alkitab Indonesia, tahun 2004 ).

      TAFSIR / PENJELASAN :

      Asal patung TIDAK terbuat dari LOGAM, disembahpun BUKAN BERHALA !
      Asal TIDAK DISEMBAH, patung dari logam-pun BUKAN BERHALA !

      Terbuat dari LOGAM dan DISEMBAH-pun, kalau DISEMBAH BUKAN SEBAGAI
      TUHAN YANG MAHA ESA, juga BUKAN BERHALA !

      Tidak terbuat dari logam, DISEMBAH DENGAN MEMAKAI KORBAN MANUSIA,
      Ini yang namanya BERHALA zaman animisme.

      Tidak ada patung dan tidak ada gambar, kalau kita menganggap seseorang
      kelakuannya selalu benar, namanya mem-BERHALA-kan manusia.

      PESAN UNTUK FELIX :

      Inti dari ajaran tiap agama / kepercayaan adalah MORAL,
      bedanya hanya di TATA CARA / DOGMA dan ASUMSI !

      Yang menentukan DOSA atau tidak adalah TUHAN YANG MAHA ESA,
      bukan ditentukan / diputuskan oleh manusia, apalagi oleh sebuah buku !
      [ cari kriteria DOSA dalam ALKITAB pengikut Yesus, apa ada ? ].

      JANGAN membandingkan agama / kepercayaan yang satu dengan
      agama / kepercayaan yang lain,

      jalankan saja ajaran yang Felix yakini tanpa perlu bimbang,
      pek-kong patung Kwan-Kong, Kwan-In dan lainnya
      toh Felix sembah bukan sebagai THIAN atau
      TUHAN YANG MAHA ESA toh,
      jadi mengapa harus mendengarkan omongan orang lain
      yang belum tentu BENAR ?

      orang lain ngomong yang disembah Felix sebagai
      berhala, palsu, imitasi dan sebagainya,
      ya biarkan saja anggap angin busuk,
      yang ngomong belum mengerti yang Felix percayai,
      yang ngomong begitu jangan-jangan kelakuannya
      malah amburadul dibanding Felix !

      Kristen Protestan dan Kristen Katholik yang mempunyai
      Alkitab yang sama, malah saling menyalahkan,
      padahal Yesus-nya sama, ibu Yesus juga sama,
      juga sama-sama disalib, Allah-nya sama,
      bahkan Kristen Protestan punya banyak aliran,

      barangkali Yesus kalau datang kedua kalinya,
      jadi bingung, harus ke Gereja yang mana ?
      jangan-jangan saking bingungnya,
      Yesus malah ke Vihara-nya Felix,
      who knows ?

      sebaiknya jangan membahas PERBEDAAN !
      dari awal TUHAN sudah menciptakan perbedaan,
      ada TERANG ada GELAP,
      ada SAMUDRA ada DARATAN,

      ada LELAKI ada PEREMPUAN,
      Felix misalnya, jelas merupakan
      hasil kerja sama Lelaki dan Perempuan,
      kalau sama-sama Lelaki / sama-sama Perempuan,
      apa ada Felix ?

      • Salam damai Olala,
        Terima kasih atas kunjungan anda ke website ini. Apa yang anda tuliskan di dalam komentar ada benarnya namun tidak seluruhnya sesuai dengan sikap Gereja Katolik, sehingga saya ingin memperjelas dalam hal ini.

        1) Adalah benar jika soal berhala tidak hanya terbatas pada patung saja, apalagi terbatas pada patung logam tuangan dalam ayat Imamat 19:4. Berhala adalah menganggap ciptaan lebih tinggi dari pada Sang Pencipta (Tuhan), atau dengan kata lain, men-tuhankan ciptaan, yang bisa berupa benda atau seseorang, bahkan diri sendiri. Contoh, jika orang menganggap kekayaan dan kekuasaan sebagai sesuatu yang terpenting di dalam hidup, ia memberhalakan kekayaan dan kekuasaan. Jika ia menganggap diri sendiri yang paling benar, sehingga tidak mau menerima pengajaran Tuhan, maka sesungguhnya, ia memberhalakan diri sendiri.

        2) Jadi soal patung berhala, saya kira cukup jelas, bahwa masalahnya bukan apakah patung terbuat dari logam atau tidak, namun apakah patung itu disembah sebagai Tuhan atau tidak. Gereja Katolik membedakan 2 jenis penghormatan, yang dirumuskan pada Konsili Ecumenical ke tujuh di Nicea (787) yang ditujukan untuk menolak Iconoclasm (heresi yang tidak memperbolehkan penggunaan icon dan yang menolak inkarnasi Tuhan Yesus). Kedua jenis penghormatan yang disebutkan dalam Konsili adalah:

        a) Latria, yaitu penghormatan dan penyembahan/ ‘worship‘ yang ditujukan kepada Tuhan saja.

        b) Dulia, yaitu penghormatan kepada Bunda Maria (pada Maria dikatakan sebagai hyperdulia, karena peran khususnya dalam rencana keselamatan Allah) dan para kudus (para Santa/ Santo), dan penghormatan gambar/ icon/ patung Yesus dan Bunda Maria. Penghormatan/ ‘veneration‘ ini sama sekali bukan berarti kita memberikan penghormatan yang sama seperti kita menghormati Tuhan. Sebab hanya Tuhan yang kita sembah, sedangkan Maria, para santo dan santa tersebut tidak kita sembah.

        3) Agama bagi orang Katolik bukan hanya ‘mengikuti patokan moral’, melainkan karena kita mengikuti sosok ‘Tuhan yang menjelma menjadi manusia’ yaitu Kristus, yang mempercayakan kepenuhan kebenaran-Nya dalam Gereja Katolik.

        4) Kami tidak bermaksud untuk membandingkan agama yang satu dengan yang lain, tetapi dalam artikel dan tanya jawab di sini kami bermaksud memaparkan kebenaran yang diajarkan oleh Gereja Katolik, yang kami yakini sebagai kebenaran yang penuh. Jika ada orang yang dengan hati terbuka menerimanya, kami bersyukur, namun jika setelah diskusi ia tetap bertahan dengan pendapatnya, kami juga tidak memaksa, sebab Tuhan sendiri tidak pernah memaksa semua manusia untuk menerima karunia terbesar yang diberikan-Nya kepada manusia, yaitu Yesus Kristus, Putera-Nya sendiri.

        5) Bahwa kenyataannya ada bermacam gereja di masa sekarang, memang harus mengundang umat Kristiani untuk merenungkannya bersama, sebab bukan itu yang menjadi kehendak Yesus. Sebelum sengsara-Nya Yesus berdoa kepada Bapa agar semua murid-Nya menjadi satu, sehingga dunia percaya bahwa Ia dan Bapa adalah satu (Yoh 17: 21). Maka jika ada perbedaan dalam pemahaman iman, harusnya sikap yang diperlukan adalah berdialog, dan menyampaikan dasar pengajaran yang kami yakini, sambil juga mendengarkan apa yang menjadi keberatan dari pihak lain.

        6) Inti yang kami bicarakan di sini adalah ajaran Tuhan yang terutama: yaitu mengasihi Tuhan dan sesama. Berhala adalah bentuk pelanggaran akan kasih kepada Tuhan, yaitu dengan menyembah sesuatu di luar Tuhan (yang menyatakan diri-Nya di dalam Kristus), dengan mempercayai adanya kekuatan-kekuatan lain di luar Tuhan.
        Juga dengan memegang perintah Tuhan untuk mengasihi sesama, maka kami berusaha menyampaikan apa yang menjadi pengajaran Gereja Katolik dengan ketulusan hati dan dengan sikap menghormati setiap orang, sehingga kami tidak pernah menganjurkan seorangpun untuk menganggap komentar orang lain sebagai ‘angin busuk’ (seperti yang dituliskan oleh Olala). Juga, kami di sini tidak pernah mengatakan bahwa kami atau orang-orang Katolik berkelakuan lebih baik dari pada orang-orang yang beragama lain. Justru itu memang menjadi tantangan bagi semua orang Katolik, agar dapat hidup lebih baik setiap hari karena melihat teladan kesempurnaan kasih yang diberikan oleh Kristus kepada kita.

        7) Jadi,  di sini kami tidak anti perbedaan, karena kami tahu setiap kita diciptakan dengan keunikan masing-masing. Gereja Katolik yang tersebar di seluruh dunia adalah saksi yang hidup dalam menghormati perbedaan bangsa, bahasa dan budaya. Namun demikian, Gereja katolik mengusahakan kesatuan umat manusia, karena memang itulah yang menjadi misi Gereja. Maka, Gereja Katolik selalu aktif mengusahakan perdamaian dunia, dan menjunjung tinggi martabat manusia yang mempersatukan kita semua.

        Demikian yang dapat saya tanggapi dari pernyataan Olala. Mari kita berdialog atas dasar kasih, dengan tidak menggunakan kata-kata yang menyakitkan hati.

        Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
        Ingrid Listiati

        • Bernabas Irijanto Batu February 12, 2010 at 3:51 pm

          Damai Sejahtera Dalam Nama Yesus Kristus. Amiin

          Ibu Inggrid dan Teman seiman Katholik lainnya yang saya BANGGA-kan …!!!

          SATU, KUDUS, KATHOLIK dan APOSTOLIK adalah SEMPURNA …..!!!

          Sudah teruji dan terbukti selama 2.000 tahun lebih ….!!!
          Tuhan Yesus dengan Rasul Petrus kompak buanget ya …?!?!? semuanya terjadi ya ….!!!

          • saya setuju banget dng sdr irijanto, dan saya juga bangga menjadi saudara se iman dengan anda dan juga umat katholik laiinya di seluruh dunia.

            shalom.

        • Halo semua, khususnya Olala, saya tidak sependapat dengan usulan Olala agar “sebaiknya jangan membahas perbedaan”. Tidak membahas perbedaan malah mengaburkan pencarian kebenaran. Menurut saya, perbedaan itu sudah fakta dan tak bisa dipungkiri, yang membahayakan jika tidak dipahami secara rasional demi kebenaran, maka malah harus dibahas agar kita tahu ciri khas masing-masing agar bisa mengambil posisi yang tepat penuh hormat jika menghadapi saudara yang berbeda ajaran agama dan bisa menjelaskan agama kita sendiri. Saya makin berterima kasih pada Katolisitas karena menjawab semua dengan santun, memakai argumentasi tak terbantahkan dari dasar Alkitab, Tradisi dan praktek hidup Katolik sejak abad I hingga abad XXI. Sebaliknya kaum protestan tidak bisa menjelaskan argumentasi karena dasarnya hanya Alkitab. Sedangkan Alkitab itu terbatas karena St Yohanes sendiri dalam Injil Yohanes 21:25 menyatakan bahwa jika semua hal yang dibuat dan dikehendaki Kristus ditulis, dunia ini pun tak kan sanggup menampung semua hal yang harus ditulis itu. Bagaimana mungkin Alkitab menerangkan mengenai perkembangan dunia saat ini, sikap terhadap agama-agama lain, Pancasila, kasus korupsi, kemajuan komunikasi internet, kemajuan teknologi di bidang apapun, atheisme, agnostisisme, New Age, dan aneka berhala baru yang muncul di zaman ini ? Katolik sangat logis dalam argumentasi karena dasarnya jelas, bahwa Gereja yaitu para uskup dipimpin Paus pada abad-abad awal millennium pertama – lah yang menetapkan Alkitab seperti susunan yang yang diterima sampai sekarang ini. Gereja ada dulu dalam kepemimpinan Petrus dan para paus penerusnya, barulah Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ditetapkan untuk kepentingan iman Gereja. Setelah kumpulan buku-buku Alkitab ditetapkan, maka menyusul tulisan-tulisan dan pengajaran selanjutnya oleh Hirarki, yang tetap berdasar Alkitab, untuk menanggapi situasi zaman. Dengan logika ini, jadi masuk akal-lah argumen Katolik. Saya makin bangga dan mantap menjadi Katolik, tenang dan damai dalam iman harapan dan cinta. Terima kasih
          Salam: Isa Inigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CONNECT WITH US: