<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Tanggapan tentang kesalahpahaman Protestan (bagian ke-2)</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2009/07/15/tanggapan-tentang-kesalahpahaman-protestan-bagian-ke-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2009/07/15/tanggapan-tentang-kesalahpahaman-protestan-bagian-ke-2/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 08:45:03 +0700</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: antonius</title><link>http://katolisitas.org/2009/07/15/tanggapan-tentang-kesalahpahaman-protestan-bagian-ke-2/comment-page-1/#comment-4524</link> <dc:creator>antonius</dc:creator> <pubDate>Tue, 21 Jul 2009 01:09:38 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=2229#comment-4524</guid> <description>Terima Kasih atas tanggapannya bu Ingrid... saya tidak sabar menunggu artikel2 lain dari katolistas termasuk mengenai keutamaan Paus...
Kiranya melalui situs ini, makin banyak orang yang tau tentang iman GK terutama orang2 spt saya yang lagi belajar :)
Kiranya Tuhan memberkati pelayanan yang ibu dan rekan2 katolisitas berikan terutama melalui forum ini..Salam damai...</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Terima Kasih atas tanggapannya bu Ingrid&#8230; saya tidak sabar menunggu artikel2 lain dari katolistas termasuk mengenai keutamaan Paus&#8230;<br
/> Kiranya melalui situs ini, makin banyak orang yang tau tentang iman GK terutama orang2 spt saya yang lagi belajar :)<br
/> Kiranya Tuhan memberkati pelayanan yang ibu dan rekan2 katolisitas berikan terutama melalui forum ini..</p><p>Salam damai&#8230;</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2009/07/15/tanggapan-tentang-kesalahpahaman-protestan-bagian-ke-2/comment-page-1/#comment-4490</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Mon, 20 Jul 2009 04:02:58 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=2229#comment-4490</guid> <description>Shalom Antonius,
Memang untuk menerima keutamaan kepemimpinan Paus di Roma / &lt;i&gt;the Primacy of Peter in Rome,&lt;/i&gt; kita perlu melihat kepada sejarah, dan juga pada ayat Kitab Suci. Kedudukan Roma menjadi penting dalam hirarki Gereja, bukan karena ibukota kekaisaran Romawi, tetapi karena pendiri keuskupan Roma itu, yaitu Rasul Petrus, yang kepadanya Kristus telah berjanji akan mendirikan Gereja-Nya, dan alam maut tidak akan menguasainya (lih. Mat 16:18). Sedangkan kota Roma dipilih oleh rasul Petrus sebagai tempat kepemimpinannya, mengingat pada saat itu Roma adalah ibukota kerajaan Romawi yang merupakan tempat yang dianggap menjadi pusat dunia; sehingga dengan demikian, ajaran Kristus dapat disebarkan sampai ke ujung bumi. Maka pemilihan kota Roma, sejalan dengan pesan Yesus dalam Kis 2:8, &quot;Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan &lt;b&gt;sampai ke ujung bumi&lt;/b&gt;.&quot;
Maka kita ketahui&#160; bahwa yang menjadi figur pemimpin dan pemersatu Gereja di dunia setelah kenaikan Yesus adalah Rasul Petrus dan para penerusnya, yaitu para Paus. Roma &#039;hanyalah&#039; tempatnya, walaupun memang tak bisa dipungkiri, memainkan peran yang juga cukup penting. Sejak abad awal Gereja, kepemimpinan Paus di Roma lebih utama daripada keuskupan yang lain. Hal ini kita ketahui melalui surat St. Klemens (96 AD) yang menjadi Paus ketiga di Roma ketika ia menyelesaikan konflik jemaat di Korintus. Kemudian keutamaan Paus di Roma juga dituliskan oleh St. Ignatius dari Antiokia (110 AD). St. Ignatius menggambarkan Gereja- gereja lokal sebagai kumpulan umat yang merayakan Ekaristi, namun Gereja Roma menduduki tempat utama. St Irenaeus (180 AD) juga mengajarkan keutamaan Gereja di Roma, karena didirikan oleh Rasul Petrus dan Paulus, maka Tradisi apostoliknya sungguh dijaga dengan lebih sempurna, atau lebih termanifestasi. St Cyprian dari Carthage (250 AD) yang juga mengakui keutamaan Gereja Roma. Meskipun ia mengatakan bahwa setiap uskup menempati kursi Petrus, namun ia mengatakan bahwa keuskupan Roma merupakan kursi Petrus yang paling sempurna &quot;par excellence&quot;, karena uskup Roma merupakan penerus Rasul Petrus yang langsung, sedangkan uskup yang lain, merupakan penerus yang tidak langsung. Silakan anda membaca lebih lanjut tentang pengajaran para Bapa Gereja ini tentang keutamaan Gereja Roma, di link ini, &lt;a href=&quot;http://www.bringyou.to/apologetics/num12.htm&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;. Artikel di link tersebut memuat komentar dari Nicholas Afanassieff yang adalah seorang profesor hukum kanonik dan sejarah Gereja di Orthodox Theological Institute di Paris (dari buku: &lt;i&gt;The Primacy of Peter: Essays in Ecclesiology and the Early Church&lt;/i&gt;, ed. John Meyendorff (St. Valdimir&#039;s Seminary Press, 1992):
&quot;&lt;i&gt;As we study the problem of primacy in general, and especially the primacy of Rome, we must not be ruled by polemical motives: the problem is to be solved to satisfy ourselves and Orthodox theology. The solution of the problem is urgent, since &lt;b&gt;Orthodox theology has not yet built up any systematic doctrine on Church government&lt;/b&gt;. And although we have a doctrine concerning Ecumenical Councils as organs of government in the Church, we shall see presently that &lt;b&gt;our doctrine is not enough to refute the Catholic doctrine of primacy&lt;/b&gt; [of Peter]&lt;/i&gt;.&quot; (Afanassieff, p. 92)
Pernyataan di atas adalah sebuah penyataan objektif, bahwa keutamaan kepemimpinan Rasul Petrus adalah sesuatu yang tak bisa dipungkiri, bahkan dari kalangan umat Kristen Orthodox sendiri, atau oleh umat Kristen Protestan lain. &lt;a href=&quot;http://www.bringyou.to/apologetics/PeterRockKeysPrimacyRome.htm&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Silakan klik di sini&lt;/a&gt; untuk membaca keutamaan kepemimpinan Petrus, yang diakui juga oleh para tokoh gereja Protestan, berdasarkan ayat Mat 16:18. Sedangkan tentang keutamaan kepemimpinan Paus, dan bahwa pengajarannya iman dan moralnya yang secara definitif adalah infallible (tidak dapat sesat) itu diajarkan secara resmi dan definitif pada Konsili Vatikan I (1870), walaupun sebenarnya prinsipnya sudah diajarkan dan diterima oleh seluruh Gereja sejak abad awal sampai jaman Reformasi Protestan.
Bunyi Dogma (In fide) mengenai keutamaan Petrus dalam Konsili Vatikan I demikian:
1. Kristus menunjuk Rasul Petrus menjadi &lt;strong&gt;yang pertama dari semua Rasul&lt;/strong&gt; dan menjadi Kepala/ pemimpin&#160; yang kelihatan dari semua Gereja, dengan menunjuknya secara langsung dan secara pribadi sebagai keutamaan yurisdiksi.
2. Menurut ketentuan yang ditetapkan Kristus, Petrus harus mempunyai para penerus yang memegang &lt;strong&gt;keutamaannya di atas seluruh Gereja untuk sepanjang masa.&lt;/strong&gt;
3. Para penerus Petrus dalam keutamaan adalah para uskup Roma.
4. Paus mempunyai kuasa penuh dan &lt;strong&gt;kuasa utama yurisdiksi&lt;/strong&gt; di atas semua Gereja, tidak hanya di dalam hal iman dan moral, tetapi juga dalam hal disiplin Gereja dan pemerintahan Gereja.
5. &lt;strong&gt;Paus tidak dapat sesat&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;infallible&lt;/em&gt;) ketika ia berbicara &lt;strong&gt;ex-cathedra.&lt;/strong&gt; Lebih lanjut mengenai ex-cathedra ini silakan membaca di jawaban ini, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/11/22/paus-yang-tak-dapat-bersalah-adalah-doktrin-manusia/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;
Maka, saya rasa tidak benar jika dikatakan bahwa keutamaan kepemimpinan Paus di Roma hanya karena pada waktu itu Roma adalah ibukota kerajaan Romawi. Keutamaan kepemimpinan Paus di Roma berhubungan dengan keutamaan Rasul Petrus yang telah dipilih oleh Yesus sendiri untuk memimpin Gereja-Nya (Mat 16:18), dan ini diakui oleh para Bapa Gereja, dan bahkan juga oleh tokoh-tokoh gereja Orthodox dan Protestan. Sikap yang tidak mengakui hal ini sebenarnya merupakan sikap yang tidak sejalan dengan ajaran Yesus dalam Mat 16:18, dan penolakan terhadap fakta obyektif yang begitu nyata terlihat sejak Gereja awal.
Perlu juga kita ketahui bahwa Gereja-gereja Timur tidak semuanya termasuk Orthodox yang tidak mengakui kesatuan dengan Gereja Katolik. Terdapat 22 Gereja Timur yang ada dalam kesatuan dengan Gereja Katolik, dan Gereja Timur ini tetap mengakui kepemimpinan Bapa Paus. Silakan membaca lebih lanjut mengenai 22 Gereja-gereja Timur ini di jawaban ini, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2009/05/22/apa-saja-yang-termasuk-gereja-timur-katolik/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;.
Karena Paus yang adalah penerus Rasul Petrus merupakan prinsip yang tak terputuskan dan yang kelihatan dan dasar persatuan dari para uskup dan para umat beriman (lihat &lt;i&gt;Lumen Gentium&lt;/i&gt; 23), maka kepemimpinan ada dalam diri Paus dan bukan pada tempatnya yaitu Roma. Sejarah memang pernah mencatat saat adanya kepausan di Avignon (Klemens VII), Perancis, yang diadakan berbarengan dengan kepausan di Roma pada masa Paus Urban VI (1378), yang dikenal dengan &lt;i&gt;Western Schism&lt;/i&gt;, namun skisma ini berakhir tahun 1417, dengan dipilihnya Paus Martin V, dengan pusat kepausan (hanya) di Roma. Setelah itu, memang tidak pernah ada pemindahan kepausan, dan sampai sekarang kepausan/ Tahta suci memang berada di Roma. Saya rasa, hampir tidak mungkin Tahta suci ini dipindahkan, mengingat tingkat kepentingan historis yang melekat pada kota Roma, di mana telah menjadi tempat Rasul Petrus dan Paulus dibunuh sebagai martir demi iman mereka akan Kristus. Namun seandainyapun sampai pindah, tidak akan menghancurkan Gereja, sebab prinsip pemersatunya ada pada Bapa Paus, dan bukan pada &#039;tempat&#039;-nya.
Mungkin di waktu mendatang Katolisitas akan menuliskan topik keutamaan kepemimpinan Paus ini. Mohon kesabarannya, ya.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati, www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Antonius,<br
/> Memang untuk menerima keutamaan kepemimpinan Paus di Roma / <i>the Primacy of Peter in Rome,</i> kita perlu melihat kepada sejarah, dan juga pada ayat Kitab Suci. Kedudukan Roma menjadi penting dalam hirarki Gereja, bukan karena ibukota kekaisaran Romawi, tetapi karena pendiri keuskupan Roma itu, yaitu Rasul Petrus, yang kepadanya Kristus telah berjanji akan mendirikan Gereja-Nya, dan alam maut tidak akan menguasainya (lih. Mat 16:18). Sedangkan kota Roma dipilih oleh rasul Petrus sebagai tempat kepemimpinannya, mengingat pada saat itu Roma adalah ibukota kerajaan Romawi yang merupakan tempat yang dianggap menjadi pusat dunia; sehingga dengan demikian, ajaran Kristus dapat disebarkan sampai ke ujung bumi. Maka pemilihan kota Roma, sejalan dengan pesan Yesus dalam Kis 2:8, &quot;Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan <b>sampai ke ujung bumi</b>.&quot;<br
/> Maka kita ketahui&nbsp; bahwa yang menjadi figur pemimpin dan pemersatu Gereja di dunia setelah kenaikan Yesus adalah Rasul Petrus dan para penerusnya, yaitu para Paus. Roma &#8216;hanyalah&#8217; tempatnya, walaupun memang tak bisa dipungkiri, memainkan peran yang juga cukup penting. Sejak abad awal Gereja, kepemimpinan Paus di Roma lebih utama daripada keuskupan yang lain. Hal ini kita ketahui melalui surat St. Klemens (96 AD) yang menjadi Paus ketiga di Roma ketika ia menyelesaikan konflik jemaat di Korintus. Kemudian keutamaan Paus di Roma juga dituliskan oleh St. Ignatius dari Antiokia (110 AD). St. Ignatius menggambarkan Gereja- gereja lokal sebagai kumpulan umat yang merayakan Ekaristi, namun Gereja Roma menduduki tempat utama. St Irenaeus (180 AD) juga mengajarkan keutamaan Gereja di Roma, karena didirikan oleh Rasul Petrus dan Paulus, maka Tradisi apostoliknya sungguh dijaga dengan lebih sempurna, atau lebih termanifestasi. St Cyprian dari Carthage (250 AD) yang juga mengakui keutamaan Gereja Roma. Meskipun ia mengatakan bahwa setiap uskup menempati kursi Petrus, namun ia mengatakan bahwa keuskupan Roma merupakan kursi Petrus yang paling sempurna &quot;par excellence&quot;, karena uskup Roma merupakan penerus Rasul Petrus yang langsung, sedangkan uskup yang lain, merupakan penerus yang tidak langsung. Silakan anda membaca lebih lanjut tentang pengajaran para Bapa Gereja ini tentang keutamaan Gereja Roma, di link ini, <a
href="http://www.bringyou.to/apologetics/num12.htm" rel="nofollow">silakan klik</a>. Artikel di link tersebut memuat komentar dari Nicholas Afanassieff yang adalah seorang profesor hukum kanonik dan sejarah Gereja di Orthodox Theological Institute di Paris (dari buku: <i>The Primacy of Peter: Essays in Ecclesiology and the Early Church</i>, ed. John Meyendorff (St. Valdimir&#8217;s Seminary Press, 1992):<br
/> &quot;<i>As we study the problem of primacy in general, and especially the primacy of Rome, we must not be ruled by polemical motives: the problem is to be solved to satisfy ourselves and Orthodox theology. The solution of the problem is urgent, since <b>Orthodox theology has not yet built up any systematic doctrine on Church government</b>. And although we have a doctrine concerning Ecumenical Councils as organs of government in the Church, we shall see presently that <b>our doctrine is not enough to refute the Catholic doctrine of primacy</b> [of Peter]</i>.&quot; (Afanassieff, p. 92)<br
/> Pernyataan di atas adalah sebuah penyataan objektif, bahwa keutamaan kepemimpinan Rasul Petrus adalah sesuatu yang tak bisa dipungkiri, bahkan dari kalangan umat Kristen Orthodox sendiri, atau oleh umat Kristen Protestan lain. <a
href="http://www.bringyou.to/apologetics/PeterRockKeysPrimacyRome.htm" rel="nofollow">Silakan klik di sini</a> untuk membaca keutamaan kepemimpinan Petrus, yang diakui juga oleh para tokoh gereja Protestan, berdasarkan ayat Mat 16:18. Sedangkan tentang keutamaan kepemimpinan Paus, dan bahwa pengajarannya iman dan moralnya yang secara definitif adalah infallible (tidak dapat sesat) itu diajarkan secara resmi dan definitif pada Konsili Vatikan I (1870), walaupun sebenarnya prinsipnya sudah diajarkan dan diterima oleh seluruh Gereja sejak abad awal sampai jaman Reformasi Protestan.<br
/> Bunyi Dogma (In fide) mengenai keutamaan Petrus dalam Konsili Vatikan I demikian:<br
/> 1. Kristus menunjuk Rasul Petrus menjadi <strong>yang pertama dari semua Rasul</strong> dan menjadi Kepala/ pemimpin&nbsp; yang kelihatan dari semua Gereja, dengan menunjuknya secara langsung dan secara pribadi sebagai keutamaan yurisdiksi.<br
/> 2. Menurut ketentuan yang ditetapkan Kristus, Petrus harus mempunyai para penerus yang memegang <strong>keutamaannya di atas seluruh Gereja untuk sepanjang masa.</strong><br
/> 3. Para penerus Petrus dalam keutamaan adalah para uskup Roma.<br
/> 4. Paus mempunyai kuasa penuh dan <strong>kuasa utama yurisdiksi</strong> di atas semua Gereja, tidak hanya di dalam hal iman dan moral, tetapi juga dalam hal disiplin Gereja dan pemerintahan Gereja.<br
/> 5. <strong>Paus tidak dapat sesat</strong> (<em>infallible</em>) ketika ia berbicara <strong>ex-cathedra.</strong> Lebih lanjut mengenai ex-cathedra ini silakan membaca di jawaban ini, <a
href="http://katolisitas.org/2008/11/22/paus-yang-tak-dapat-bersalah-adalah-doktrin-manusia/" rel="nofollow">silakan klik</a><br
/> Maka, saya rasa tidak benar jika dikatakan bahwa keutamaan kepemimpinan Paus di Roma hanya karena pada waktu itu Roma adalah ibukota kerajaan Romawi. Keutamaan kepemimpinan Paus di Roma berhubungan dengan keutamaan Rasul Petrus yang telah dipilih oleh Yesus sendiri untuk memimpin Gereja-Nya (Mat 16:18), dan ini diakui oleh para Bapa Gereja, dan bahkan juga oleh tokoh-tokoh gereja Orthodox dan Protestan. Sikap yang tidak mengakui hal ini sebenarnya merupakan sikap yang tidak sejalan dengan ajaran Yesus dalam Mat 16:18, dan penolakan terhadap fakta obyektif yang begitu nyata terlihat sejak Gereja awal.<br
/> Perlu juga kita ketahui bahwa Gereja-gereja Timur tidak semuanya termasuk Orthodox yang tidak mengakui kesatuan dengan Gereja Katolik. Terdapat 22 Gereja Timur yang ada dalam kesatuan dengan Gereja Katolik, dan Gereja Timur ini tetap mengakui kepemimpinan Bapa Paus. Silakan membaca lebih lanjut mengenai 22 Gereja-gereja Timur ini di jawaban ini, <a
href="http://katolisitas.org/2009/05/22/apa-saja-yang-termasuk-gereja-timur-katolik/" rel="nofollow">silakan klik</a>.<br
/> Karena Paus yang adalah penerus Rasul Petrus merupakan prinsip yang tak terputuskan dan yang kelihatan dan dasar persatuan dari para uskup dan para umat beriman (lihat <i>Lumen Gentium</i> 23), maka kepemimpinan ada dalam diri Paus dan bukan pada tempatnya yaitu Roma. Sejarah memang pernah mencatat saat adanya kepausan di Avignon (Klemens VII), Perancis, yang diadakan berbarengan dengan kepausan di Roma pada masa Paus Urban VI (1378), yang dikenal dengan <i>Western Schism</i>, namun skisma ini berakhir tahun 1417, dengan dipilihnya Paus Martin V, dengan pusat kepausan (hanya) di Roma. Setelah itu, memang tidak pernah ada pemindahan kepausan, dan sampai sekarang kepausan/ Tahta suci memang berada di Roma. Saya rasa, hampir tidak mungkin Tahta suci ini dipindahkan, mengingat tingkat kepentingan historis yang melekat pada kota Roma, di mana telah menjadi tempat Rasul Petrus dan Paulus dibunuh sebagai martir demi iman mereka akan Kristus. Namun seandainyapun sampai pindah, tidak akan menghancurkan Gereja, sebab prinsip pemersatunya ada pada Bapa Paus, dan bukan pada &#8216;tempat&#8217;-nya.<br
/> Mungkin di waktu mendatang Katolisitas akan menuliskan topik keutamaan kepemimpinan Paus ini. Mohon kesabarannya, ya.<br
/> Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati, <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Tarsisius Didik</title><link>http://katolisitas.org/2009/07/15/tanggapan-tentang-kesalahpahaman-protestan-bagian-ke-2/comment-page-1/#comment-4429</link> <dc:creator>Tarsisius Didik</dc:creator> <pubDate>Sat, 18 Jul 2009 00:08:20 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=2229#comment-4429</guid> <description>Kalau umat katholik mau belajar banyak tentang iman mereka saya yakin dan percaya tidak ada satupun dari ajaran yang menyimpang dari Alkitab. yang jadi pertanyaan adalah masih banyak saudara2 kita yang malas untuk mempelajari agamanya sendiri (katholik) sehingga kalau ada yang bertanya tentang iman kita, lalu bingung seperti katak dalam tempurung, itu karna kita sendiri yang memang malas dan menjadi katolik KTP atau napas. jadi jangan ragu untuk banyak belajar. GBU.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Kalau umat katholik mau belajar banyak tentang iman mereka saya yakin dan percaya tidak ada satupun dari ajaran yang menyimpang dari Alkitab. yang jadi pertanyaan adalah masih banyak saudara2 kita yang malas untuk mempelajari agamanya sendiri (katholik) sehingga kalau ada yang bertanya tentang iman kita, lalu bingung seperti katak dalam tempurung, itu karna kita sendiri yang memang malas dan menjadi katolik KTP atau napas. jadi jangan ragu untuk banyak belajar. GBU.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Agios</title><link>http://katolisitas.org/2009/07/15/tanggapan-tentang-kesalahpahaman-protestan-bagian-ke-2/comment-page-1/#comment-4426</link> <dc:creator>Agios</dc:creator> <pubDate>Fri, 17 Jul 2009 20:58:50 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=2229#comment-4426</guid> <description>Saya pikir sangat penting sekali bagi orang yang mengklaim segala sesuatu untuk mengerti konteks sejarahnya dahulu. Kalau konteksnya sendiri sudah bias dan tidak obyektif, maka tulisannya pun malah menyesatkan orang lain, karena informasinya juga tidak benar.Saya kira kalau kita hanya mendasari pengetahuan kita pada satu buku atau satu pengarang buku, maka tentunya informasi yang kita terima sangat mungkin menjadi tidak benar. Tetapi kalau memang kita belajar dan sehingga mengerti konteksnya, dan even bisa memeriksa sumber2 referensinya apakah kredibel/tidak, saya kira kesalahpahaman tidak perlu terjadi...Saya pikir jawaban bu ingrid di atas sangat bagus sekali. =)
Sangat meluruskan pemahaman yang diambil dari Loraine Boettner...</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Saya pikir sangat penting sekali bagi orang yang mengklaim segala sesuatu untuk mengerti konteks sejarahnya dahulu. Kalau konteksnya sendiri sudah bias dan tidak obyektif, maka tulisannya pun malah menyesatkan orang lain, karena informasinya juga tidak benar.</p><p>Saya kira kalau kita hanya mendasari pengetahuan kita pada satu buku atau satu pengarang buku, maka tentunya informasi yang kita terima sangat mungkin menjadi tidak benar. Tetapi kalau memang kita belajar dan sehingga mengerti konteksnya, dan even bisa memeriksa sumber2 referensinya apakah kredibel/tidak, saya kira kesalahpahaman tidak perlu terjadi&#8230;</p><p>Saya pikir jawaban bu ingrid di atas sangat bagus sekali. =)<br
/> Sangat meluruskan pemahaman yang diambil dari Loraine Boettner&#8230;</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: antonius</title><link>http://katolisitas.org/2009/07/15/tanggapan-tentang-kesalahpahaman-protestan-bagian-ke-2/comment-page-1/#comment-4411</link> <dc:creator>antonius</dc:creator> <pubDate>Fri, 17 Jul 2009 03:19:45 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=2229#comment-4411</guid> <description>salam damai katolisitas
menarik sekali 2 artikel ini.... sungguh menambah pengetahuan tentang GK...
saya mau bertanya tentang masalah posisi Roma dan Paus... (saya sdh tulis pertanyaan hari sebelumnya, tapi sptnya tidak masuk..jadi maaf klo berulang)...
diatas ibu ingrid mengatakan, bhw Karena kota Roma adalah ibukota kekaisaran Romawi, dan Paus juga berada disitu...
apakah, jika seandainya Paus pindah dari Roma, katakanlah ke Indonesia, apakah pusat Gereja juga akan berpindah ke Indonesia ??
saya punya teman dari Orthodox yg mengatakan, bhw keutamaan Roma itu hanya krn Roma ada ibu kota..
nah, adakah tulisan bapa2 Gereja or bukti2 sejarah gereja spt hasil konsili utk menjawab hal ini ??
setahu saya, dimana Paus bertahta, maka pusat gereja pun akan berada disana...</description> <content:encoded><![CDATA[<p>salam damai katolisitas<br
/> menarik sekali 2 artikel ini&#8230;. sungguh menambah pengetahuan tentang GK&#8230;<br
/> saya mau bertanya tentang masalah posisi Roma dan Paus&#8230; (saya sdh tulis pertanyaan hari sebelumnya, tapi sptnya tidak masuk..jadi maaf klo berulang)&#8230;<br
/> diatas ibu ingrid mengatakan, bhw Karena kota Roma adalah ibukota kekaisaran Romawi, dan Paus juga berada disitu&#8230;<br
/> apakah, jika seandainya Paus pindah dari Roma, katakanlah ke Indonesia, apakah pusat Gereja juga akan berpindah ke Indonesia ??<br
/> saya punya teman dari Orthodox yg mengatakan, bhw keutamaan Roma itu hanya krn Roma ada ibu kota..<br
/> nah, adakah tulisan bapa2 Gereja or bukti2 sejarah gereja spt hasil konsili utk menjawab hal ini ??<br
/> setahu saya, dimana Paus bertahta, maka pusat gereja pun akan berada disana&#8230;</p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 2/50 queries in 0.638 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-09-10 03:34:44 -->