Beda Baptis Protestan dengan Katolik, dan hal Perjamuan Kudus
Pertanyaan:
Dear Bp. Stefanus,
Terima kasih atas jawabannya.
Saya ingin bertanya beberapa hal :
1. Apa bedanya babtisan secara protestan dan secara katholik?
2. Salah apa tidak seorang protestan yang telah dibabtis secara protestan, akan tetapi menerima komuni pada saat penerimaan komuni.
3.Saya pernah membaca surat babtis istri saya, bahwa ia telah dibabtis dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Samakah Bapa, Putera dan Roh Kudus dengan Tuhan Yesus Kristus
Terima kasih, Daniel
Jawaban:
Shalom Daniel,
Berikut ini adalah yang dapat saya sampaikan untuk pertanyaan anda:
1. Gereja Katolik mengakui adalanya satu Pembaptisan, dan karenanya Gereja Katolik mengakui Pembaptisan dari gereja lain, asalkan dilakukan dengan forma/ rumusan yang benar, dan dengan intensi/ maksud yang sesuai dengan yang dilakukan oleh Gereja Katolik. Forma/rumusan yang benar adalah Pembaptisan dilakukan dalam nama Allah Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.
Pastor Paroki mempunyai daftar nama-nama gereja Protestan yang Pembaptisannya diakui oleh Gereja Katolik, yaitu yang tergabung dalam PGI. Silakan klik di sini untuk mengetahui daftar nama gereja-gereja tersebut. Jika gereja tempat istri anda termasuk di dalamnya, maka seandainya ia ingin menjadi Katolik, maka ia tidak perlu dibaptis ulang, hanya perlu dikukuhkan saja, setelah memperoleh pengajaran beberapa topik sesuai dengan ajaran Gereja Katolik seperti tentang sakramen-sakramen, Maria, Gereja, dst. Jika tidak, maka jika istri anda mau menjadi Katolik, maka ia harus mengikuti masa katekumen, dan kemudian dibaptis menurut ketentuan yang berlaku dalam Gereja Katolik.
Sesungguhnya makna umum Pembaptisan Katolik ada dua: yaitu penghapusan dosa (dosa asal dan dosa aktual/ pribadi) dan kebangkitan dan kehidupan baru bersama Yesus oleh kuasa Roh Kudus. Maka Pembaptisan bagi orang Katolik merupakan semacam ‘pintu gerbang’ untuk memperoleh rahmat Allah yang diberikan melalui sakramen- sakramen yang lain, yang memungkinkan umat beriman untuk mengambil bagian dalam kehidupan ilahi yang menghantar kita kepada hidup yang kekal. Silakan membaca lebih lanjut dalam artikel Sudahkan kita diselamatkan, silakan klik, memperoleh penjelasan akan makna Pembaptisan dalam Gereja Katolik.
2. Apakah seorang Protestan dapat menerima Komuni?
Saya pernah menjawabnya di sini, silakan klik.
Meskipun istri anda percaya akan kehadiran Yesus dalam Komuni kudus, namun komuni kudus juga dimaksudkan sebagai persatuan yang total antara kita dengan Tubuh Kristus, termasuk persatuan dengan Gereja Katolik sebagai Tubuh Mistik Kristus yang didirikan atas dasar iman Para Rasul. Di sinilah letak perbedaan pandangan, karena meskipun seseorang Protestan dapat mengakui bahwa Hosti itu adalah benar-benar Tubuh Kristus, namun ia tidak [belum] mengakui Gereja Katolik sebagai Tubuh Mistik Kristus di mana ia mau menggabungkan dirinya.
3. Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah Allah Tritunggal MahaKudus (Trinitas). Tuhan Yesus Kristus adalah Pribadi kedua dalam Allah Tritunggal. Rumusan baptisan “dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus,” sesungguhnya bukan rumusan yang sah menurut Gereja Katolik.
Romo Wanta menulis,
Rumusan baptis yang sah katolik: …. (nama baptis, misalnya Theresia) aku membaptis engkau dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. (dengan materi air dan forma seperti itu) dilakukan dengan menuangkan air di dahi-kepala calon baptis atau ditenggelamkan sebanyak 3 kali.
Maka di luar rumusan di atas, dianggap tidak sah.
Demikian yang dapat saya tuliskan tentang pertanyaan anda. Semoga berguna.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati – www.katolisitas.org

















Shalom Tim Katolisitas,
Saya ingin menanyakan hal2 yang berkaitan dg sakramen ekaristi. Karena saya ingin bs mempertahankan iman Katholik saya apabila ditanya oleh teman2 dr yg bukan Kristen Katholik.
1. Mengapa didalam Ekaristi kita hanya menerima hosti yang telah dikonsekrasikan (tubuh Kristus) saja?
[Dari katolisitas: silakan melihat jawaban ini - silakan klik]
Salam Pa Stefanus
Baptisan yg benar menurut bapak harus secara apa ya? Khatolik, protestan, atau sesuai dengan contoh kebenaran Firman Tuhan?
Utk perjamuan, yg benar mana apa yg dilakukan di gereja khatolik yg jemaatnya makan hosty sedangkan pastor makan hosty dan minum anggur?
Tolong ya pa di jawab
Shalom Adri,
1. Baptisan yang benar adalah baptisan yang diadakan sesuai dengan Firman Tuhan, yaitu baptisan yang dilakukan di dalam nama Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus, dengan air, yang dimaksudkan untuk melambangkan "pembersihan" dari dosa. Maka Pembaptisan yang demikianlah yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Sesuai dengan pengajaran Yesus sendiri dalam Yoh 3:5 bahwa seseorang harus dilahirkan kembali dalam air dan Roh untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah, maka Gereja Katolik mengajarkan pentingnya Pembaptisan bagi seseorang untuk diselamatkan, yang melibatkan pertobatan dan kehidupan yang baru di dalam Kristus, dengan menjadi anggota Gereja-Nya. Silakan membaca dalam artikel "Sudahkah kita diselamatkan" silakan klik, untuk mengetahui tentang pengajaran Gereja Katolik tentang Pembaptisan, yang didasari atas pengajaran Alkitab.
Sedangkan mengenai cara Pembaptisan, Gereja Katolik mengambil sikap seperti yang diajarkan oleh St. Thomas Aquinas. Berikut adalah tanggapan Gereja Katolik tentang Baptis selam, yang umum dilakukan oleh gereja Protestan, silakan klik
Karena Gereja Katolik menghormati otoritas Yesus sendiri yang menginstitusikan Pembaptisan dan menyadari akan kehendak Tuhan yang universal akan keselamatan manusia, maka Gereja Katolik mengakui Pembaptisan yang dilakukan oleh gereja Protestan, asalkan dilakukan dengan forma yang benar (yaitu dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus) dan dengan materia yang benar (yaitu air), dan dengan maksud yang benar, yaitu demi keselamatan. Hal ini diajarkan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) 1256.
2. Tentang pengajaran Gereja Katolik tentang Perjamuan Ekaristi, silakan anda membaca artikel Sudahkah kita pahami Ekaristi, silakan klik dan Ekaristi sumber dan puncak kehidupan Kristiani, silakan klik.
Pada prinsipnya, karena umat Katolik menyadari kehadiran Kristus yang seutuhnya pada setiap partikel hosti dan setiap tetes anggur (setelah hosti dan anggur tersebut dikonsekrasikan oleh doa imam), maka hanya menerima Ekaristi dalam satu rupa (hosti saja atau anggur saja) itu tidak mengurangi makna/ hakekatnya. Maka tidak menjadi masalah jika umat hanya menerima Ekaristi dalam satu rupa yaitu hosti saja, sedangkan Imam dalam dua rupa, yaitu hosti dan anggur. Imam yang pada saat Misa Kudus bertindak "in persona Christi" (sebagai Kristus), menerima dalam dua rupa, karena ia mengucapkan doa konsekrasi yang diucapkan Kristus untuk mengubah kedua rupa tersebut, yaitu hosti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah-Nya.
Umumnya dalam perayaan Ekaristi di Indonesia, memang yang dibagikan kepada umat hanya Tubuh Kristus dalam rupa hosti, tanpa anggur, tetapi hal ini tidak mengubah kenyataan bahwa kita menerima keseluruhan Kristus, “Tubuh, Darah, Jiwa dan ke-Allah-an-Nya” KGK 1374, 1413, bdk. Konsili Trente, DS 1640; 1651. Selanjutnya ini dijelaskan sebagai berikut:
KGK 1390 Karena Kristus hadir secara sakramental dalam setiap rupa itu [dalam rupa roti dan dalam rupa anggur], maka seluruh buah rahmat Ekaristi dapat diterima, walaupun komuni hanya diterima dalam rupa Roti saja. Karena alasan-alasan pastoral, maka cara menerima komuni inilah yang paling biasa di dalam ritus Latin. Tetapi “arti perlambangan komuni dinyatakan secara lebih penuh, apabila ia diberikan dalam dua rupa. Dalam bentuk ini lambang perjamuan Ekaristi dinyatakan atas cara yang lebih sempurna” (General Instruction of the Roman Missal/ GIRM 240). Di dalam ritus Gereja-gereja Timur cara menerima komuni macam inilah yang biasa dipergunakan.
Maka karena Kristus hadir secara penuh secara sakramental dalam kedua rupa, yaitu rupa hosti saja atau Anggur saja, maka sesungguhnya seseorang dapat menerima keseluruhan rahmat hanya dengan menerima salah satu rupa, walaupun tentu dua rupa memang merupakan cara yang lebih sempurna dalam hal arti perlambangannya. Bahwa dalam perayaan misa di Indonesia, yang dibagikan adalah hosti saja, itu hanya untuk alasan kepraktisan, namun itu tidak mengurangi maknanya dan rahmat yang diterima tetap sama.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
Dear Inggrid,
Saya lagi ikut katekumen tp saya tidak akan di baptis di gereja katolik karena saya sudah di baptis selam di gereja lain dan tentu dengan pendalaman iman tentang baptisan itu sendiri apakah baptisan saya sudah sah menurut GK, apakah sy boleh ikut komuni?
Pertanyaan saya yg satu ini berbeda dgn topik, ketika saya mengikuti pendalaman iman tentang baptisan, saya diajarkan byk hal dan yg menjadi pelajaran yg saja dapat adalah saya diajarkan jangan hanya jadi pendengar saja tp jadi pelaku pernyataan ini bisa jadi byk arti salah satunya yg saya dapat, apa yg di dapat dan di dengar di gereja saat misa atau bentuk apa pun persekutuan pendalaman alkitab saya hrs mencari kebenarannya, yg menarik sejak kecil saya diajari bahwa maria naik kesurga dalam bentuk jiwa raga dan roh bersama2 Tuhan Yesus naik kesurga dan ungkapan ini juga dinyatakan oleh pastor di paroki salib suci bandung saya pulang dan sy tergerak baca alkitab tentang kenaikan Tuhan Yesus yg saya dapat tdk ada kata bahwa maria naik ke sorga tp saya tidak kecewa saya diajarkan bahwa orang katolik mengimani maria naik kesorga dan mendapatkan tempat yg luar biasa di sorga yaitu dijadikan ratu sorga, tp saya baca lagi di perikop setelah Yesus terangkat ke sorga di kisah para rasul 1:12-14 tentang para rasul berdoa dgn tekun menantikan Roh Kudus yg menarik di perikop ini adalah di ayat 14; Mereka semua bertekun dgn sehati dalam doa bersama sama dengan beberapa perempuan serta Maria ibu Yesus dan dengan saudara2 Yesus. Saya kaget dan bertanya2 siapakah yg diangkat Tuhan Yesus ke sorga bersama2 dengan Dia kata GK itu adalah maria tp alkitab berkata lain.
Pastor di paroki salib suci bertanya mana yg lebih penting Alkitab atau rosario; jawaban pastor itu adalah Alkitab, setelah sy baca ayat itu saya mengambil keputusan bahwa saya harus menyelidiki alkitab lebih sungguh utk mencari kebenaran karena saya ingin masuk sorga.
Satu lagi aja pertanyaan, saya ditanya teman yg seorang protestan ” kalau kamu mati kamu masuk sorga ngak?” saya bingung karena di GK tidak pernah di ajarkan bagaimana harus masuk sorga apa lagi istri saya yg aktivis di gereja dia sendiri tidak tau. Saya bilang masuk sorga tp ketika ditanya kenapa? saya bingung
Tolong apa yg saya harus lakukan
Adri
Shalom Adri,
1. Jika anda sudah pernah dibaptis, dan gereja yang membaptis anda termasuk dalam daftar gereja -gereja di PGI (yang berarti anda telah dibaptis dengan menggunakan materi dan forma yang benar, serta intensi yang benar), maka anda tidak perlu dibaptis ulang, sebab baptisan anda sah dan jika anda ingin menjadi Katolik anda hanya perlu diteguhkan. Untuk pastinya, silakan berkonsultasi dengan Romo Paroki anda. Jika anda sudah diteguhkan maka anda boleh menerima Komuni di Gereja Katolik. Namun jika anda belum diteguhkan, anda tidak bisa menerima Komuni di Gereja Katolik, karena Komuni bagi Gereja Katolik tidak hanya bermakna persatuan dengan Tubuh dan Darah Yesus, namun juga persatuan dengan Gereja-Nya (yang adalah Tubuh Mistik-Nya), dalam hal ini Gereja Katolik, dengan menerima dan menaati semua ajaran-ajarannya.
2. Mengenai Maria diangkat ke surga, sudah dijawab oleh Stef, ya, silakan klik di sini. Perlu anda ketahui bahwa dogma Maria diangkat ke surga, tidak pernah menyebutkan bahwa Maria ‘diangkat ke surga bersama-sama/ pada saat Yesus terangkat ke surga’. Mungkin maksud pastor di paroki anda berkata, ‘ Maria bersama- sama dengan Yesus’ itu maksudnya untuk menunjukkan bahwa sampai sekarang hanya Maria-lah yang diangkat oleh Tuhan tubuh dan jiwanya sehingga sekarang ia ada bersama-sama dengan Yesus di surga, tubuh dan jiwa-nya. (sedangkan para kudus di surga hanya jiwanya saja, sebab tubuh mereka baru dibangkitkan pada akhir jaman). Maka tidak ada pertentangan antara ajaran Katolik dan Kitab Suci. Bahwa di Kitab Suci (Kis 1:14) dikatakan bahwa setelah kenaikan Yesus ke surga, maka Maria bersama-sama para rasul sehati sejiwa menantikan Roh Kudus itu juga diajarkan oleh Gereja Katolik. Sebab Maria diangkat ke surga baru pada saat akhir hidupnya di dunia, seperti yang diyakini oleh para Bapa Gereja. Bahwa hal itu tidak dituliskan dalam Alkitab, itu tidak menjadikannya tidak benar. Sebab Alkitab sendiri mengatakan, "Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu dituliskan satu persatu maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. " (Yoh 21:25). Oleh karena itu, sebagai orang Katolik kita berpegang juga pada pengajaran lisan dari para rasul yang diturunkan kepada para penerus mereka. Dari mereka inilah kita mengetahui banyak hal tentang Bunda Maria. Alkitab memang tidak menuliskannya, sebab fokus utama Alkitab adalah Yesus Kristus. Namun bukan berarti bahwa ajaran para rasul yang lisan tersebut boleh diabaikan, apalagi jika prinsip-prinsip ajaran yang mendukungnya jelas ada di dalam Alkitab.
3. Jika anda bertanya mana yang lebih penting, Rosario atau Alkitab? Tentu jawabnya Alkitab, namun itu bukan berarti bahwa doa Rosario tidak penting. Rosario yang didoakan dengan benar melibatkan renungan akan Peristiwa-peristiwa hidup Yesus seperti yang tertulis dalam Alkitab. Sehingga, mendoakan Rosario itu sama saja dengan merenungkan Alkitab. Kita merenungkan peristiwa hidup Yesus agar dapat menerangi peristiwa hidup kita. Dan dalam kita merenungkannya, kita memohon agar Bunda Maria mendoakan kita.
4. Apakah Gereja Katolik tidak pernah mengajarkan bagaimana kita bisa masuk surga? Wah, ini pertanyaan yang saya rasa kurang tepat. Karena kalau anda benar-benar memahami pengajaran Gereja Katolik, maka anda akan mengetahui bahwa Gereja Katolik mengajarkan caranya agar kita masuk surga.
Caranya?
a. Dengan bertobat dan menyatakan iman kita kepada Allah Tritunggal yang telah mengutus Yesus Kristus Putera-Nya untuk menyelamatkan kita, melalui Sakramen Pembaptisan. Melalui Pembaptisan inilah kita menerima pengampunan dosa, pembaharuan hidup di dalam Roh Kudus, dan tergabung dengan Gereja Katolik menjadi anggota Tubuh Kristus.
b. Dengan selalu bertobat dan hidup di dalam Kristus, yaitu dengan hidup kudus dan melakukan perbuatan-perbuatan kasih. Tentang apa itu kekudusan, silakan klik di sini, dan di sini. Panggilan hidup kudus bagi semua orang inilah yang menjadi pesan utama Konsili Vatikan ke II (1962-1965), yaitu pengajaran Magisterium Gereja Katolik, yang diteruskan sampai sekarang.
c. Bertumbuh dalam iman melalui doa, Sabda Tuhan dan sakramen-sakramen Gereja Katolik, terutama Sakramen Ekaristi, karena Ekaristi merupakan "sumber dan puncak kehidupan Kristiani" (KGK 1324)
Jadi tidak usah bingung kalau ada orang yang bertanya, apakah kita masuk surga atau tidak? Jawabnya sederhana:
"Dengan bantuan rahmat Allah, saya mohon untuk tetap setia dalam iman dan kasih, dan kalau sampai saya bisa setia sampai mati kepada-Nya, saya punya pengharapan besar, bahwa Tuhan akan membawa saya ke dalam kerajaan Surga."
Dengan jawaban ini, kita tetap tinggal dalam kerendahan hati, dan tetap menyerahkan segala keputusan di dalam tangan Tuhan, namun sebagai orang beriman, kita dapat memiliki pengharapan yang tidak mengecewakan, sebab Roh Kudus-Nya telah diutus-Nya kepada kita, sehingga Roh Kudus itu yang telah membangkitkan Yesus dari kematian akan juga membangkitkan kita dan memberi kita kehidupan kekal bersama Dia (lih. Rom 8: 11).
5. Apa yang harus anda lakukan? Berdoalah memohon pimpinan Tuhan, akan apa yang anda lakukan atas panggilan-Nya untuk membawa anda masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Jika anda terpanggil untuk menjadi Katolik, hubungilah pastor paroki anda, dan jika anda sudah mengikuti katekumen, pelajarilah sungguh-sungguh dengan keterbukaan hati. Iman kepada Kristus adalah anugerah, demikian pula keinginan untuk menjadi seorang Katolik untuk menyatakan iman anda itu. Jika memang sudah menjadi panggilan anda, percayalah, Tuhan akan membuat jalannya bagi anda sehingga anda menemukan kebenaran di dalam Gereja Katolik, yang membawa anda semakin mengenal dan mengasihi Tuhan yang menyelamatkan anda.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati – http://www.katolisitas.org
Shalom, Bp. Stef dan Bu Ingrid,
Pernah dikatakan di website ini, kalau pemahaman “Perjamuan kudus” menurut protestant dan katolik berbeda, bisa tolong dijelaskan perbedaan pemahaman tsb?
Terima kasih
Shalom Leon,
Pertanyaan anda sudah pernah dijawab di sini, silakan klik. Jika masih ada yang belum jelas, silakan bertanya kembali di bawah tulisan tersebut.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
saya mau bertanya beberapa hal, kiranya saya telah lama mencari jawapan akan persoalan saya ini.
1.apakah salah seorang katolik pergi ke gereja protestan (aliran SIB) untuk mengikuti misa?
2.apakah katolik mempunyai ketetapan masa untuk sembayang?maksudnya sebaik2nya kita sembayang sebelum tidur(malam) dan sewaktu bangun(pagi) sahaja?
makaseh…
Shalom PoNy,
1. Jika anda sudah dibaptis secara Katolik dan anda mengabaikan kewajiban anda untuk mengikuti misa sedikitnya sekali seminggu pada hari Minggu, maka memang anda berdosa. Karena Pembaptisan anda di Gereja Katolik menggabungkan anda pada Tubuh Mistik Kristus, yaitu Gereja Katolik, dan dengan demikian membawa serta kewajiban untuk membina persatuan dengan Gereja Katolik, yaitu dengan menerima Ekaristi sedikitnya sekali setiap hari Minggu dan dengan menerima dan menjalankan ajaran-ajaran Gereja Katolik.
Perlu anda ketahui bahwa upacara Misa dalam Gereja Katolik berbeda dengan perayaan kebaktian dalam gereja Protestan. Silakan membaca tulisan ini untuk mengetahui perbedaannya, silakan klik.
2. Gereja Katolik memang tidak mensyaratkan lamanya seseorang harus berdoa. Minimal memang yang diajarkan oleh Gereja adalah kita berdoa di pagi hari, malam hari, dan doa sebelum dan sesudah makan. Namun tentu, jika anda ingin bertumbuh secara rohani, tidak cukup dengan doa sekedarnya di pagi dan malam hari. Doa tersebut dapat dikembangkan menjadi saat teduh/ hening bersama Tuhan, sambil merenungkan Kitab Suci, berdoa rosario, doa Divine Office (Liturgy of the Hour) ataupun doa meditasi/ hening di hadapan Tuhan. Bagi kita orang Katolik, bentuk doa yang paling sempurna adalah Misa Kudus. Maka alangkah baiknya jika memungkinkan, anda dapat mengikuti misa harian di gereja, jika anda ingin bertumbuh secara rohani.
Selanjutnya, jika kita sudah terbiasa untuk membawa Tuhan dalam keseharian hidup kita, maka kita akan sering secara spontan di sela-sela kegiatan kita sehari-hari untuk mengucapkan doa-doa singkat sebagai ungkapan kasih kita kepada Tuhan. Inilah yang menjadi bentuk doa yang senantiasa tiada henti/ tiada terputus, seperti yang diajarkan oleh rasul Paulus (lih. 1 Tes 5:17), di mana hidup dan kegiatan kita sehari-hari kemudian menjadi ungkapan syukur dan doa kepada Tuhan. Jika kita menghayatinya dengan sungguh, maka kita dapat sedikit demi sedikit mengendalikan ucapan dan tingkah laku kita, sebab kita menyadari bahwa Tuhan menyaksikan segala sesuatu yang kita lakukan dan menatap kita dengan penuh kasih.Ya, semoga dengan kehidupan doa yang baik, maka keseluruhan hidup kita merupakan perwujudan iman dalam perbuatan kasih.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
Salam Pak Stef, Rm Wanta, Bu ingrid, saya mau tanya, teman saya baptis di GKJ (anggota PGI), tapi menurut pengakuannya, baptisannya dengan cara pendeta memercikkan air di kepalanya tiga kali dengan rumus Bapa anak dan Roh Kudus. Apakah jika jadi katolik harus dibaptis ulang karena airnya cuma dipercikan? Dia tidak mau baptisan ulang, hanya mau diterima di Katolik saja.
Salom: Isa
Shalom Isa Inigo,
Terima kasih atas pertanyaannya. Memang ada beberapa pendapat yang berbeda tentang hal ini. Berikut ini adalah pendapat saya, yang mungkin dapat didiskusikan dengan pastor paroki setempat. Secara prinsip, Sakramen Baptis di anggap sah (valid), kalau materi-nya adalah “air”, dan memakai forma yang tepat, yaitu “dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus” yang dilakukakan dengan intensi yang benar. Dalam kasus teman Isa, karena dia telah dibaptis di salah satu gereja anggota PGI (yang berarti dengan menggunakan materi dan forma yang benar, serta intensi yang benar), maka baptisan tersebut adalah sah (valid). Namun karena baptisan tersebut tidak dilakukan dengan selam atau tuang, melainkan dipercik, maka ini tidak sesuai dengan liturgi Gereja Katolik. Dan oleh karena itu, baptisan teman anda adalah valid namun tidak licit (tidak menurut aturan yang ada). Menurut pendapat saya, baptisan yang sah walaupun tidak licit tidak perlu diulang. Yang menjadi masalah dengan baptis percik adalah, belum tentu orang yang diperciki benar-benar terkena air yang menjadi materi dari Sakramen Baptis – apalagi kalau dilakukan baptisan bersama-sama dalam kelompok besar. Kalau teman anda ragu-ragu apakah dia telah terkena air atau tidak, maka teman anda dapat minta “conditional baptism” atau baptisan bersyarat, sesuai dengan Kan. 869 – § 1. “Jika diragukan apakah seseorang telah dibaptis, atau apakah baptisnya telah diberikan secara sah, dan setelah penyelidikan serius keraguan itu masih tetap ada, maka baptis hendaknya diberikan dengan bersyarat.”
Semoga keterangan ini dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Terima kasih banyak Pak Stef. Jawaban Pak Stef akan saya sampaikan ke teman GKJ itu. Tahun ini, mungkin menjelang Natal, ia akan diterima di Gereja Katolik. Maka mumpung masih lama, tentu semoga ia bisa berdiskusi dengan pastor mengenai baptisannya di GKJ. Sekali lagi terima kasih dan Katolisitas maju terus memberikan ajaran yang benar dari Gereja Katolik. Salom. Isa Inigo
Dear Bp. Stefanus,
Terima kasih atas jawabannya.
Saya ingin bertanya beberapa hal :
1. Apa bedanya babtisan secara protestan dan secara katholik?
2. Salah apa tidak seorang protestan yang telah dibabtis secara protestan, akan tetapi menerima komuni pada saat penerimaan komuni.
3.Saya pernah membaca surat babtis istri saya, bahwa ia telah dibabtis dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Samakah Bapa, Putera dan Roh Kudus dengan Tuhan Yesus Kristus
Terima kasih, Daniel
[Dari Admin Katolisitas: pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]