<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Cara Mempersiapkan Diri Menyambut Ekaristi</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 11:26:12 +0000</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: piet</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-17405</link> <dc:creator>piet</dc:creator> <pubDate>Fri, 16 Jul 2010 08:54:41 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-17405</guid> <description>proficiat utk tim kaolisitas. saya merasa bangga dgn pengetahuan tim katolisitas yg luas dan mendalam. website ini sangat berguna bukan saja utk umat katolik tetapi untuk semua manusia yg mencari Yesus dan ajarannya. Trims berat</description> <content:encoded><![CDATA[<p>proficiat utk tim kaolisitas. saya merasa bangga dgn pengetahuan tim katolisitas yg luas dan mendalam. website ini sangat berguna bukan saja utk umat katolik tetapi untuk semua manusia yg mencari Yesus dan ajarannya. Trims berat</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: thomas trika</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-12862</link> <dc:creator>thomas trika</dc:creator> <pubDate>Mon, 29 Mar 2010 13:12:53 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-12862</guid> <description>Sdr Paskalis, memang jadi perdebatan ya di pengurus gereja2, apakah boleh anak2 ikut misa dgn resiko mrk rewel dan mengganggu dgn teriakan2nya atau aktivitas-nya yg mondar-mandir dst..
Tapi saya pribadi merasa (mgkn krn sdh punya anak ya, jd agak bias sih), biarkan saja anak2 ikut misa dgn kondisi apapun mrk itu.  Krn saya yakin, anak2 itu diundang secara khusus oleh Yesus utk ikuti misa bersama dgn orang-tuanya.Lagipulan, kita gak boleh kalah dong dgn produsen barang2 konsumsi yg udah siapkan program2 mem-brainwash anak2 kita sejak muda, jd wkt mrk besar mrk sudah menjadi konsumen yg loyal dari merk2 makanan/minuman/barang itu.Memang sih kita kadang2 terganggu dgn mrk kalau ribut/bolak-balik, tapi sikapi positif aja bahwa itu adalah bagian dari ibadah..kita dilatih sabar kan jadinya. PLUS latihan konsentrasi.  Yang sedih itu justru kalau kita orang dewasa jadi jutek &amp; misuh2 sama anak2 itu...nanti malah yg seharusnya ada shalom di dalam gereja, malah jadi hilang. Kan sayang itu...Pax
thomas</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sdr Paskalis, memang jadi perdebatan ya di pengurus gereja2, apakah boleh anak2 ikut misa dgn resiko mrk rewel dan mengganggu dgn teriakan2nya atau aktivitas-nya yg mondar-mandir dst..<br
/> Tapi saya pribadi merasa (mgkn krn sdh punya anak ya, jd agak bias sih), biarkan saja anak2 ikut misa dgn kondisi apapun mrk itu.  Krn saya yakin, anak2 itu diundang secara khusus oleh Yesus utk ikuti misa bersama dgn orang-tuanya.</p><p>Lagipulan, kita gak boleh kalah dong dgn produsen barang2 konsumsi yg udah siapkan program2 mem-brainwash anak2 kita sejak muda, jd wkt mrk besar mrk sudah menjadi konsumen yg loyal dari merk2 makanan/minuman/barang itu.</p><p>Memang sih kita kadang2 terganggu dgn mrk kalau ribut/bolak-balik, tapi sikapi positif aja bahwa itu adalah bagian dari ibadah..kita dilatih sabar kan jadinya. PLUS latihan konsentrasi.  Yang sedih itu justru kalau kita orang dewasa jadi jutek &amp; misuh2 sama anak2 itu&#8230;nanti malah yg seharusnya ada shalom di dalam gereja, malah jadi hilang. Kan sayang itu&#8230;</p><p>Pax<br
/> thomas</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: thomas trika</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-12861</link> <dc:creator>thomas trika</dc:creator> <pubDate>Mon, 29 Mar 2010 12:35:07 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-12861</guid> <description>Shalom Sdr Gemma,Membaca posting ini sy langsung diingatkan bacaan Injil Yoh 8:2-11&quot;......
8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: &quot;Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.&quot;
8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: &quot;Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?&quot;
8:11 Jawabnya: &quot;Tidak ada, Tuhan.&quot; Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”Pax et Bonum
Thomas</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Sdr Gemma,</p><p>Membaca posting ini sy langsung diingatkan bacaan Injil Yoh 8:2-11</p><p>&#8220;&#8230;&#8230;<br
/> 8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: &#8220;Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.&#8221;<br
/> 8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.<br
/> 8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.<br
/> 8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: &#8220;Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?&#8221;<br
/> 8:11 Jawabnya: &#8220;Tidak ada, Tuhan.&#8221; Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”</p><p>Pax et Bonum<br
/> Thomas</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: thomas trika</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-12860</link> <dc:creator>thomas trika</dc:creator> <pubDate>Mon, 29 Mar 2010 12:22:25 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-12860</guid> <description>Shalom Sdr Krisman,Sharing sedikit, dulu sy sering doa pribadi dlm bentuk macam2 alias freestyle, tapi belakangan Doa Sebelum Komuni saya ada di PS no. 210.  Pertama kali baca agak jadul &amp; kaku, tapi lama2 ternyata maknanya dalam (sangat Alkitabiah) &amp; singkat..he..he..&quot;Ya Allah, bagaikan rusa merindukan sungai, demikianlah hatiku rindu pada-Mu. Hatiku haus akan Dikau, Allah yang hidup.Tuhan Yesus Kristus, seperti kerinduan pemazmur akan Allah yang hidup, demikianlah hatiku rindu akan Tubuh dan Darah-Mu, akan Dikau sendiri. Maka sudilah Engkau datang, dan bersemayamlah di dalam hatiku. Jadikanlah aku kemah kediaman-Mu sendiri.Tuhan, sucikanlah hatiku, agar pantas menyambut-Mu. Semoga kehadiran-Mu memberikan kekuatan untuk mengamalkan amanat kasih-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. (Amin.)Puji Syukur No.210 Tahun 1992&quot;Doa Setelah Komuni, ya..nomor 211-nya:&quot;Tuhan Yesus Kristus, selamat datang dihatikuKini Engkau sungguh tinggal dalam aku
Dan aku tinggal didalam Engkau
Seperti Sabda-Mu sendiri
Yang makan Tubuh-Ku tinggal dalam aku
Dan Aku dalam diaTuhan, Engkau Roti hidup yang turun dari Surga
Aku percaya akan Sabda-Mu
Jikalau seseorang makan dari roti ini
Dia akan hidup selama-lamnyaTuhan, karena Tubuh-Mu adalah Satu
Sudilah Engkau mempersatukan
Semua yang menyambut Tubuh dan Darah-Mu
Agar mereka semua sungguh bersatu
Dan mewujudkan diri sebagai Tubuh-Mu sendiri,
Yakni Jemaat.
Semoga mereka semua bersatu
Seperti yang Engkau dambakanTuhan, lewat Tubuh-Mu
Berilah kami semangat persaudaraan sejati
Sehingga dalam hidup sehari-hari
Kami semua selalu berjuang
Untuk membangun Jemaat-Mu
Menjadi Tubuh-Mu yang hidup
Yang bersatu padu dalam semangat Kasih.
Amin. &quot;Kemudian biasanya saya sambung dgn Nomor 212, Jiwa Kristus&quot;Jiwa Kristus, kuduskanlah aku.
Tubuh Kristus, selamatkanlah aku.
Darah Kristus, sucikanlah aku.
Air lambung Kristus, basuhlah aku.
Sengsara Kristus, kuatkanlah aku.
Yesus yang murah hati, dengarkanlah aku.
Dalam luka-luka-Mu, sembunyikanlah kami.
Janganlah aku dipisahkan dari-Mu, ya Tuhan.
Terhadap musuh yang jahat, lindungilah aku.
Di waktu ajal, terimalah aku.
Supaya bersama para Kudus,
aku memuji-Mu untuk selama-lamnya.
Amin.&quot;(Doa ini adalah suatu bentuk Devosi Ekaristi yang di doakan setelah Misa, diperkirakan doa ini berasal dari awal abad XIV sekitar tahun 1300, pengarangnya tidak diketahui doa ini menjadi popular terutama karena Indulgensi Khusus yang diberikan oleh Puas Yohanees XXII pada tahun 1370 dan karena penggunaannya dalam Latihan Rohani oleh St. Iganasius dari Loyola)Pax
Thomas</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Sdr Krisman,</p><p>Sharing sedikit, dulu sy sering doa pribadi dlm bentuk macam2 alias freestyle, tapi belakangan Doa Sebelum Komuni saya ada di PS no. 210.  Pertama kali baca agak jadul &amp; kaku, tapi lama2 ternyata maknanya dalam (sangat Alkitabiah) &amp; singkat..he..he..</p><p>&#8220;Ya Allah, bagaikan rusa merindukan sungai, demikianlah hatiku rindu pada-Mu. Hatiku haus akan Dikau, Allah yang hidup.</p><p>Tuhan Yesus Kristus, seperti kerinduan pemazmur akan Allah yang hidup, demikianlah hatiku rindu akan Tubuh dan Darah-Mu, akan Dikau sendiri. Maka sudilah Engkau datang, dan bersemayamlah di dalam hatiku. Jadikanlah aku kemah kediaman-Mu sendiri.</p><p>Tuhan, sucikanlah hatiku, agar pantas menyambut-Mu. Semoga kehadiran-Mu memberikan kekuatan untuk mengamalkan amanat kasih-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. (Amin.)</p><p>Puji Syukur No.210 Tahun 1992&#8243;</p><p>Doa Setelah Komuni, ya..nomor 211-nya:</p><p>&#8220;Tuhan Yesus Kristus, selamat datang dihatiku</p><p>Kini Engkau sungguh tinggal dalam aku<br
/> Dan aku tinggal didalam Engkau<br
/> Seperti Sabda-Mu sendiri<br
/> Yang makan Tubuh-Ku tinggal dalam aku<br
/> Dan Aku dalam dia</p><p>Tuhan, Engkau Roti hidup yang turun dari Surga<br
/> Aku percaya akan Sabda-Mu<br
/> Jikalau seseorang makan dari roti ini<br
/> Dia akan hidup selama-lamnya</p><p>Tuhan, karena Tubuh-Mu adalah Satu<br
/> Sudilah Engkau mempersatukan<br
/> Semua yang menyambut Tubuh dan Darah-Mu<br
/> Agar mereka semua sungguh bersatu<br
/> Dan mewujudkan diri sebagai Tubuh-Mu sendiri,<br
/> Yakni Jemaat.<br
/> Semoga mereka semua bersatu<br
/> Seperti yang Engkau dambakan</p><p>Tuhan, lewat Tubuh-Mu<br
/> Berilah kami semangat persaudaraan sejati<br
/> Sehingga dalam hidup sehari-hari<br
/> Kami semua selalu berjuang<br
/> Untuk membangun Jemaat-Mu<br
/> Menjadi Tubuh-Mu yang hidup<br
/> Yang bersatu padu dalam semangat Kasih.<br
/> Amin. &#8221;</p><p>Kemudian biasanya saya sambung dgn Nomor 212, Jiwa Kristus</p><p>&#8220;Jiwa Kristus, kuduskanlah aku.<br
/> Tubuh Kristus, selamatkanlah aku.<br
/> Darah Kristus, sucikanlah aku.<br
/> Air lambung Kristus, basuhlah aku.<br
/> Sengsara Kristus, kuatkanlah aku.<br
/> Yesus yang murah hati, dengarkanlah aku.<br
/> Dalam luka-luka-Mu, sembunyikanlah kami.<br
/> Janganlah aku dipisahkan dari-Mu, ya Tuhan.<br
/> Terhadap musuh yang jahat, lindungilah aku.<br
/> Di waktu ajal, terimalah aku.<br
/> Supaya bersama para Kudus,<br
/> aku memuji-Mu untuk selama-lamnya.<br
/> Amin.&#8221;</p><p>(Doa ini adalah suatu bentuk Devosi Ekaristi yang di doakan setelah Misa, diperkirakan doa ini berasal dari awal abad XIV sekitar tahun 1300, pengarangnya tidak diketahui doa ini menjadi popular terutama karena Indulgensi Khusus yang diberikan oleh Puas Yohanees XXII pada tahun 1370 dan karena penggunaannya dalam Latihan Rohani oleh St. Iganasius dari Loyola)</p><p>Pax<br
/> Thomas</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: johanes</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-12839</link> <dc:creator>johanes</dc:creator> <pubDate>Sun, 28 Mar 2010 11:02:42 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-12839</guid> <description>thanks banyak sdri Inggrid.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>thanks banyak sdri Inggrid.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-12834</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Sun, 28 Mar 2010 02:08:10 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-12834</guid> <description>Shalom Johanes,
Sikap anda sudah benar, untuk tetap memakan Hosti yang jatuh ke lantai. Karena kita percaya bahwa yang jatuh itu adalah Tubuh Kristus sendiri, sehingga jika masih berbentuk Hosti yang dapat dimakan, silakan anda memakannya.
Jika saya boleh menganjurkan, mungkin lebih baik, agar lain kali anda menerima Hosti dengan lidah anda, sehingga kemungkinan jatuhnya lebih kecil. Lagipula jika kita membaca tulisan para Bapa Gereja, cara menerima Hosti dengan mulut/ lidah ini adalah yang lebih dianjurkan. Di Vatikan sendiri, penerimaan Komuni dari Bapa Paus adalah dengan lidah dan berlutut. Tentang hal menerima Komuni di tangan dan di lidah sudah pernah dibahas di sini, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2009/02/12/menerima-komuni-dengan-tangan-atau-lidah/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;. Pihak Magisterium Gereja Katolik memang tidak mengharuskan secara tertulis bagaimana seharusnya menerima Komuni, sehingga menerima dengan tangan atau dengan lidah kedua- duanya diperbolehkan. Yang ditekankan adalah harus menerimanya dengan iman dan dengan hormat.Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Johanes,<br
/> Sikap anda sudah benar, untuk tetap memakan Hosti yang jatuh ke lantai. Karena kita percaya bahwa yang jatuh itu adalah Tubuh Kristus sendiri, sehingga jika masih berbentuk Hosti yang dapat dimakan, silakan anda memakannya.<br
/> Jika saya boleh menganjurkan, mungkin lebih baik, agar lain kali anda menerima Hosti dengan lidah anda, sehingga kemungkinan jatuhnya lebih kecil. Lagipula jika kita membaca tulisan para Bapa Gereja, cara menerima Hosti dengan mulut/ lidah ini adalah yang lebih dianjurkan. Di Vatikan sendiri, penerimaan Komuni dari Bapa Paus adalah dengan lidah dan berlutut. Tentang hal menerima Komuni di tangan dan di lidah sudah pernah dibahas di sini, <a
href="http://katolisitas.org/2009/02/12/menerima-komuni-dengan-tangan-atau-lidah/" rel="nofollow">silakan klik</a>. Pihak Magisterium Gereja Katolik memang tidak mengharuskan secara tertulis bagaimana seharusnya menerima Komuni, sehingga menerima dengan tangan atau dengan lidah kedua- duanya diperbolehkan. Yang ditekankan adalah harus menerimanya dengan iman dan dengan hormat.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: johanes</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-12814</link> <dc:creator>johanes</dc:creator> <pubDate>Sat, 27 Mar 2010 07:24:38 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-12814</guid> <description>Bagaimanakah pengajaran Gereja Katolik mengenai Hosti Kudus yang jatuh ke lantai?Bagaimanakah perlakuannya?  Kemarin saya mengalami kejadian ini di Gereja Katedral. Pro diakon kurang hati2 dalam membagikan Hosti Kudus ini ke saya sehingga sebelum sampai di telapak tangan saya, terjatuh ke lantai. Namun dengan penuh iman saya meng-amini bahwa itu Tuhan sendiri, langsung saja saya ambil dari lantai dan saya makan. Meskipun secara logika ,logika saya meragukan  makan sesuatu yang sudah jatuh di lantai(Tuhan ampunilah saya) namun  dgn iman saya makan juga. dan iman ini  melampui logika saya.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimanakah pengajaran Gereja Katolik mengenai Hosti Kudus yang jatuh ke lantai?Bagaimanakah perlakuannya?  Kemarin saya mengalami kejadian ini di Gereja Katedral. Pro diakon kurang hati2 dalam membagikan Hosti Kudus ini ke saya sehingga sebelum sampai di telapak tangan saya, terjatuh ke lantai. Namun dengan penuh iman saya meng-amini bahwa itu Tuhan sendiri, langsung saja saya ambil dari lantai dan saya makan. Meskipun secara logika ,logika saya meragukan  makan sesuatu yang sudah jatuh di lantai(Tuhan ampunilah saya) namun  dgn iman saya makan juga. dan iman ini  melampui logika saya.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-11483</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Sat, 13 Feb 2010 00:06:31 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-11483</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Krisman,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya. Artikel di atas sebenarnya telah memuat doa sebelum dan setelah komuni. Tentang frekuensi untuk menyambut komuni adalah maksimal 2x dalam sehari, dimana komuni yang kedua tidak boleh hanya menyambut komuni saja, namun harus mengikuti ibadah Ekaristi secara penuh - kecuali untuk orang yang menghadapi bahaya maut. Hal ini diatur di dalam Kitab Hukum Kanonik, yang mengatakan:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kan. 917&lt;/strong&gt; - Yang telah menyambut Ekaristi mahakudus, &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;dapat menerimanya lagi hari itu hanya dalam perayaan Ekaristi yang ia ikuti&lt;/span&gt;, dengan tetap berlaku ketentuan kan. 921 § 2.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Umat yang mengikuti perayaan Ekaristi setiap hari adalah sangat baik dan sangat membantu dalam pertumbuhan spiritualitas seseorang. Bukan berarti bahwa kalau seseorang menerima Kristus setiap hari, maka orang tersebut tidak menghargai Ekaristi. Justu sebaliknya, karena sadar bahwa Yesuslah yang disambut dalam setiap perayaan Ekaristi, maka seharusnya kalau keadaan memungkinkan, umat Katolik seharusnya mengikuti misa harian.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kemudian pertanyaan apakah kita berdosa kalau tidak menyambut komuni karena merasa tidak pantas. Pada dasarnya tidak ada yang pantas untuk menyambut Kristus. Namun Kristuslah yang memberikan perintah untuk makan Tubuh-Nya dan minum Darah-Nya. Mengikuti perintah Kristus, maka dengan perasaan syukur yang tak terhingga, kita menerima Tuhan sendiri dalam setiap perayaan Ekaristi. Kalau kita dalam kondisi dosa berat, kita tidak boleh menerima Ekaristi sebelum mengakukan dosa kita dalam Sakramen Tobat. Sebaliknya, kalau kita berdosa ringan, maka kita tetap dapat menerima Ekaristi. Bahkan Sakramen Ekaristi dapat menghapuskan dosa ringan. Jadi intinya adalah, kita harus melakukan pemeriksaan batin. Kalau memang kita dalam kondisi dosa berat, cepat-cepatlah mengaku dosa, sehingga kita dapat menyambut Yesus dalam kondisi rahmat. Namun, kalau kita tidak berdosa berat, namun merasa tidak layak, maka kita sebaiknya tetap menyambut dan mensyukuri bahwa Yesus sendiri mau bersatu dengan kita. Dengan demikian, hal ini akan semakin memacu kita agar kita dapat terus berjuang dalam kekudusan dan menjadi saksi Kristus yang baik. Dan pada saat bersamaan, rahmat yang mengalir dari Sakramen Ekaristi menguatkan kita dalam perjuangan untuk hidup kudus. Semoga dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Krisman,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya. Artikel di atas sebenarnya telah memuat doa sebelum dan setelah komuni. Tentang frekuensi untuk menyambut komuni adalah maksimal 2x dalam sehari, dimana komuni yang kedua tidak boleh hanya menyambut komuni saja, namun harus mengikuti ibadah Ekaristi secara penuh &#8211; kecuali untuk orang yang menghadapi bahaya maut. Hal ini diatur di dalam Kitab Hukum Kanonik, yang mengatakan:</p><blockquote><p><strong>Kan. 917</strong> &#8211; Yang telah menyambut Ekaristi mahakudus, <span
style="text-decoration: underline;">dapat menerimanya lagi hari itu hanya dalam perayaan Ekaristi yang ia ikuti</span>, dengan tetap berlaku ketentuan kan. 921 § 2.</p></blockquote><p>Umat yang mengikuti perayaan Ekaristi setiap hari adalah sangat baik dan sangat membantu dalam pertumbuhan spiritualitas seseorang. Bukan berarti bahwa kalau seseorang menerima Kristus setiap hari, maka orang tersebut tidak menghargai Ekaristi. Justu sebaliknya, karena sadar bahwa Yesuslah yang disambut dalam setiap perayaan Ekaristi, maka seharusnya kalau keadaan memungkinkan, umat Katolik seharusnya mengikuti misa harian.</p><p>Kemudian pertanyaan apakah kita berdosa kalau tidak menyambut komuni karena merasa tidak pantas. Pada dasarnya tidak ada yang pantas untuk menyambut Kristus. Namun Kristuslah yang memberikan perintah untuk makan Tubuh-Nya dan minum Darah-Nya. Mengikuti perintah Kristus, maka dengan perasaan syukur yang tak terhingga, kita menerima Tuhan sendiri dalam setiap perayaan Ekaristi. Kalau kita dalam kondisi dosa berat, kita tidak boleh menerima Ekaristi sebelum mengakukan dosa kita dalam Sakramen Tobat. Sebaliknya, kalau kita berdosa ringan, maka kita tetap dapat menerima Ekaristi. Bahkan Sakramen Ekaristi dapat menghapuskan dosa ringan. Jadi intinya adalah, kita harus melakukan pemeriksaan batin. Kalau memang kita dalam kondisi dosa berat, cepat-cepatlah mengaku dosa, sehingga kita dapat menyambut Yesus dalam kondisi rahmat. Namun, kalau kita tidak berdosa berat, namun merasa tidak layak, maka kita sebaiknya tetap menyambut dan mensyukuri bahwa Yesus sendiri mau bersatu dengan kita. Dengan demikian, hal ini akan semakin memacu kita agar kita dapat terus berjuang dalam kekudusan dan menjadi saksi Kristus yang baik. Dan pada saat bersamaan, rahmat yang mengalir dari Sakramen Ekaristi menguatkan kita dalam perjuangan untuk hidup kudus. Semoga dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: krisman manik</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-11437</link> <dc:creator>krisman manik</dc:creator> <pubDate>Fri, 12 Feb 2010 02:45:23 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-11437</guid> <description>syalom katolisitas....
kalau dalam komuni sesudah dan sebelum doa apa yang paling baik untuk disampaikan???ada enggak batasan baut sambut komuni misalnya saya pernah punya teman yang tinggal di lingkup seminari dan saya kira hampir tiap hari dia minimal 1x untuk sambut komuni bahkan lebih,,,jadi apa makna dia untuk sambut komuni tersebut????
terakhir apabila kita  mengikuti misa dosa tidak apabila tidak sambut komuni karena memiliki perasaan kurang pantas,,,,???
terimakasih,,,,</description> <content:encoded><![CDATA[<p>syalom katolisitas&#8230;.<br
/> kalau dalam komuni sesudah dan sebelum doa apa yang paling baik untuk disampaikan???ada enggak batasan baut sambut komuni misalnya saya pernah punya teman yang tinggal di lingkup seminari dan saya kira hampir tiap hari dia minimal 1x untuk sambut komuni bahkan lebih,,,jadi apa makna dia untuk sambut komuni tersebut????<br
/> terakhir apabila kita  mengikuti misa dosa tidak apabila tidak sambut komuni karena memiliki perasaan kurang pantas,,,,???<br
/> terimakasih,,,,</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-11435</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Fri, 12 Feb 2010 02:27:37 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-11435</guid> <description>Shalom Teddy,
Apa yang disyaratkan oleh Gereja adalah syarat yang paling minimal, yaitu menerima komuni sedikitnya sekali setahun, agar seorang masih dapat dikatakan anggota Gereja Katolik. Jadi tentu ini adalah syarat yang paling minim, dan bukan untuk diartikan bahwa memang demikian yang seharusnya, sebab yang dianjurkan oleh Gereja adalah mengikuti Misa Kudus dan menerima Komuni setiap Minggu dan hari raya, dan bahkan setiap hari. Katekismus Gereja Katolik menuliskan demikian,KGK 1389    Gereja mewajibkan umat beriman, &quot;menghadiri ibadat ilahi pada hari Minggu dan hari raya&quot; (OE 15) dan sesudah mempersiapkan diri melalui Sakramen Pengakuan, sekurang-kurangnya satu kali setahun menerima komuni suci, sedapat mungkin dalam masa Paska (Bdk. CIC/ KHK, can. 920). Tetapi &lt;strong&gt;Gereja menganjurkan dengan tegas kepada umat beriman, supaya menerima komuni suci pada hari Minggu dan hari raya atau lebih sering lagi, malahan setiap hari&lt;/strong&gt;.Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Teddy,<br
/> Apa yang disyaratkan oleh Gereja adalah syarat yang paling minimal, yaitu menerima komuni sedikitnya sekali setahun, agar seorang masih dapat dikatakan anggota Gereja Katolik. Jadi tentu ini adalah syarat yang paling minim, dan bukan untuk diartikan bahwa memang demikian yang seharusnya, sebab yang dianjurkan oleh Gereja adalah mengikuti Misa Kudus dan menerima Komuni setiap Minggu dan hari raya, dan bahkan setiap hari. Katekismus Gereja Katolik menuliskan demikian,</p><p>KGK 1389    Gereja mewajibkan umat beriman, &#8220;menghadiri ibadat ilahi pada hari Minggu dan hari raya&#8221; (OE 15) dan sesudah mempersiapkan diri melalui Sakramen Pengakuan, sekurang-kurangnya satu kali setahun menerima komuni suci, sedapat mungkin dalam masa Paska (Bdk. CIC/ KHK, can. 920). Tetapi <strong>Gereja menganjurkan dengan tegas kepada umat beriman, supaya menerima komuni suci pada hari Minggu dan hari raya atau lebih sering lagi, malahan setiap hari</strong>.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Teddy</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-11395</link> <dc:creator>Teddy</dc:creator> <pubDate>Thu, 11 Feb 2010 08:10:29 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-11395</guid> <description>Shalom katolisitas,Sepanjang pengetahuan saya Gereja hanya mewajibkan 2 kali dalam setahun untuk menghadiri Ekaristi.  Sekalipun setiap minggu saya percaya lebih baik, apa alasan Gereja hanya mensyaratkan 2 kali?Terima kasih atas pelayanannya Tuhan memberkati.Teddy</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom katolisitas,</p><p>Sepanjang pengetahuan saya Gereja hanya mewajibkan 2 kali dalam setahun untuk menghadiri Ekaristi.  Sekalipun setiap minggu saya percaya lebih baik, apa alasan Gereja hanya mensyaratkan 2 kali?</p><p>Terima kasih atas pelayanannya Tuhan memberkati.</p><p>Teddy</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-11332</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Tue, 09 Feb 2010 02:14:39 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-11332</guid> <description>Shalom Inus,
Prinsipnya orang yang diberi Komuni itu harus memiliki disposisi hati yang baik saat menerima Komuni suci. Jadi memang disyaratkan tidak dalam keadaan dosa berat, dan ia menyambutnya dengan iman dan kesatuan dengan Gereja Katolik. Maka jika anda diminta untuk memberikan komuni, silakan bertanya saja, kapan terakhir ia mengaku dosa dalam sakramen tobat, dan apakah ia mau mengaku dosa? Jika belum lama ini dia menerima Sakramen Tobat, dan ia biasa ikut Misa Kudus, dan baru beberapa hari ini sakit sehingga tidak dapat ke gereja, maka tentu tidak menjadi halangan bagi anda untuk memberikan Komuni kepadanya. Namun jika dari pertanyaan anda ternyata orang itu sudah lama tidak ke gereja, bertahun-tahun tidak mengaku dosa, maka selayaknya anda menganjurkannya untuk menerima sakramen pengurapan orang sakit, yang diberikan oleh Pastor, termasuk di dalamnya pemberian Sakramen Tobat.
Pada kondisi khusus di mana orang itu sudah 1-2 bulan sakit keras sehingga tak bisa ke gereja, berlaku prinsip yang sama. Silakan tanyakan dan menganjurkan, agar orang tersebut menerima sakramen Pengurapan orang sakit. Jika orang itu bersedia, silakan anda menghubungi Romo paroki untuk memberikan Sakramen Pengakuan Dosa dan Sakramen Pengurapan orang sakit (Anda bisa datang bersama Romo untuk mengunjungi umat yang sakit itu). Sesudah itu, baru anda dapat mengunjungi umat yang sakit itu secara berkala, misal seminggu sekali untuk memberikan komuni kudus kepadanya.Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Inus,<br
/> Prinsipnya orang yang diberi Komuni itu harus memiliki disposisi hati yang baik saat menerima Komuni suci. Jadi memang disyaratkan tidak dalam keadaan dosa berat, dan ia menyambutnya dengan iman dan kesatuan dengan Gereja Katolik. Maka jika anda diminta untuk memberikan komuni, silakan bertanya saja, kapan terakhir ia mengaku dosa dalam sakramen tobat, dan apakah ia mau mengaku dosa? Jika belum lama ini dia menerima Sakramen Tobat, dan ia biasa ikut Misa Kudus, dan baru beberapa hari ini sakit sehingga tidak dapat ke gereja, maka tentu tidak menjadi halangan bagi anda untuk memberikan Komuni kepadanya. Namun jika dari pertanyaan anda ternyata orang itu sudah lama tidak ke gereja, bertahun-tahun tidak mengaku dosa, maka selayaknya anda menganjurkannya untuk menerima sakramen pengurapan orang sakit, yang diberikan oleh Pastor, termasuk di dalamnya pemberian Sakramen Tobat.<br
/> Pada kondisi khusus di mana orang itu sudah 1-2 bulan sakit keras sehingga tak bisa ke gereja, berlaku prinsip yang sama. Silakan tanyakan dan menganjurkan, agar orang tersebut menerima sakramen Pengurapan orang sakit. Jika orang itu bersedia, silakan anda menghubungi Romo paroki untuk memberikan Sakramen Pengakuan Dosa dan Sakramen Pengurapan orang sakit (Anda bisa datang bersama Romo untuk mengunjungi umat yang sakit itu). Sesudah itu, baru anda dapat mengunjungi umat yang sakit itu secara berkala, misal seminggu sekali untuk memberikan komuni kudus kepadanya.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: inus</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-11306</link> <dc:creator>inus</dc:creator> <pubDate>Mon, 08 Feb 2010 05:40:07 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-11306</guid> <description>shalom katolisitas,....saya adalah seorang prodiakon baru di paroki kami dan juga seorang ketua lingkungan. beberapa waktu yang lalu saya selaku ketua lingkungan didatangi oleh ibu yang meminta kepada saya untuk mengirimkan komuni bagi suaminya sakit.lalu selaku ketua lingkungan sayapun pergi kerumah si ibu untuk melihat kondisi dan keadaan suaminya tersebut,dan menurut ketentuan dalam pengiriman komuni bagi orang yang sakit, sibapak tersebut telah memenuhi semua kriteria.yang ingin saya tanyakan adalah
1. apakah setiap orang yang dikirimi komuni harus menerima sakramen pengakuan dosa dulu?
2.apakah ada semacam dispensasi khusus dalam pengiriman komuni bagi yang baru  1 atau 2 bulan tidak kegereja karena sakit serta dan untuk kasus ini apakah saya wajib lapor Romo paroki dulu sebelum pengiriman?
terimakasih dan mohon pencerahannya</description> <content:encoded><![CDATA[<p>shalom katolisitas,&#8230;.saya adalah seorang prodiakon baru di paroki kami dan juga seorang ketua lingkungan. beberapa waktu yang lalu saya selaku ketua lingkungan didatangi oleh ibu yang meminta kepada saya untuk mengirimkan komuni bagi suaminya sakit.lalu selaku ketua lingkungan sayapun pergi kerumah si ibu untuk melihat kondisi dan keadaan suaminya tersebut,dan menurut ketentuan dalam pengiriman komuni bagi orang yang sakit, sibapak tersebut telah memenuhi semua kriteria.yang ingin saya tanyakan adalah<br
/> 1. apakah setiap orang yang dikirimi komuni harus menerima sakramen pengakuan dosa dulu?<br
/> 2.apakah ada semacam dispensasi khusus dalam pengiriman komuni bagi yang baru  1 atau 2 bulan tidak kegereja karena sakit serta dan untuk kasus ini apakah saya wajib lapor Romo paroki dulu sebelum pengiriman?<br
/> terimakasih dan mohon pencerahannya</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-10966</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Tue, 02 Feb 2010 15:50:12 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-10966</guid> <description>Shalom Chris,
Jika pria tersebut telah sampai melakukan perbuatan perselingkuhan yang bertentangan dengan hukum moral (melawan perintah ke-6 dalam kesepuluh perintah Allah) maka ya, orang terebut sesungguhnya telah melakukan dosa berat, dan sesungguhnya tidak dapat menerima Komuni, sebelum ia bertobat, mengaku dosa dalam Sakramen Tobat dan meninggalkan perbuatan dosa tersebut.
Dosa berat (mortal sin) mensyaratkan 3 hal: 1) moral obyeknya termasuk berat; 2) orang yang melakukan tahu bahwa itu adalah salah, 3) walaupun tahu bahwa itu salah, namun tetap melakukannya. Maka kelihatannya orang yang melakukan dosa selingkuh, apalagi yang melibatkan aktivitas seksual, seharusnya tahu bahwa itu salah, dan jika tetap melakukannya, itu adalah dosa berat.Sedangkan untuk menerima Komuni, aturannya adalah demikian,KGK 1385 Untuk menjawab undangan ini, kita harus mempersiapkan diri untuk saat yang begitu agung dan kudus. Santo Paulus mengajak supaya mengadakan pemeriksaan batin: &quot;barang siapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barang siapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya&quot; (1 Kor 11:27-29) Siapa yang sadar akan sebuah dosa besar, harus menerima Sakramen Pengakuan sebelum ia menerima komuni.Demikian jawaban saya.Salam kasih daam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Chris,<br
/> Jika pria tersebut telah sampai melakukan perbuatan perselingkuhan yang bertentangan dengan hukum moral (melawan perintah ke-6 dalam kesepuluh perintah Allah) maka ya, orang terebut sesungguhnya telah melakukan dosa berat, dan sesungguhnya tidak dapat menerima Komuni, sebelum ia bertobat, mengaku dosa dalam Sakramen Tobat dan meninggalkan perbuatan dosa tersebut.<br
/> Dosa berat (mortal sin) mensyaratkan 3 hal: 1) moral obyeknya termasuk berat; 2) orang yang melakukan tahu bahwa itu adalah salah, 3) walaupun tahu bahwa itu salah, namun tetap melakukannya. Maka kelihatannya orang yang melakukan dosa selingkuh, apalagi yang melibatkan aktivitas seksual, seharusnya tahu bahwa itu salah, dan jika tetap melakukannya, itu adalah dosa berat.</p><p>Sedangkan untuk menerima Komuni, aturannya adalah demikian,</p><p>KGK 1385 Untuk menjawab undangan ini, kita harus mempersiapkan diri untuk saat yang begitu agung dan kudus. Santo Paulus mengajak supaya mengadakan pemeriksaan batin: &#8220;barang siapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barang siapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya&#8221; (1 Kor 11:27-29) Siapa yang sadar akan sebuah dosa besar, harus menerima Sakramen Pengakuan sebelum ia menerima komuni.</p><p>Demikian jawaban saya.</p><p>Salam kasih daam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: chris</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-10916</link> <dc:creator>chris</dc:creator> <pubDate>Mon, 01 Feb 2010 06:21:04 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-10916</guid> <description>Yth Katolisitas,Jika seseorang yang sudah menikah namun dalam perjalanan perkawinannya melakukan tindakan yang tidak pantas (suami memiliki wanita idaman lain) apakah hal ini menghalangi ybs menerima komuni? Karena saya lihat dengan tenang-tenang saja ada seseorang (Katolik) ke Gereja menerima komuni, padahal di luar sering ia melakukan perbuatan yang tidak sehat, tidak pantas dengan wanita lain yang tidak memiliki hubungan pernikahan (alias &lt;i&gt;berselingkuh&lt;/i&gt;). Apakah ini termasuk dosa berat?</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Yth Katolisitas,</p><p>Jika seseorang yang sudah menikah namun dalam perjalanan perkawinannya melakukan tindakan yang tidak pantas (suami memiliki wanita idaman lain) apakah hal ini menghalangi ybs menerima komuni? Karena saya lihat dengan tenang-tenang saja ada seseorang (Katolik) ke Gereja menerima komuni, padahal di luar sering ia melakukan perbuatan yang tidak sehat, tidak pantas dengan wanita lain yang tidak memiliki hubungan pernikahan (alias <i>berselingkuh</i>). Apakah ini termasuk dosa berat?</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-10828</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Thu, 28 Jan 2010 16:36:31 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-10828</guid> <description>Shalom Piony,
Saya memindahkan tulisan anda ke bawah artikel ini, karena topiknya lebih sesuai dengan yanga anda tanyakan.
Dalam Ekaristi, memang yang mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Yesus adalah Kristus sendiri oleh kuasa Roh Kudus. Pada saat perayaan Ekaristi ini memang para imam bertindak &quot;in persona Christi&quot;, yaitu sebagai Kristus, sehingga oleh ucapan perkataan mereka, maka Roh Kudus bekerja mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Jadi benar perkataan anda, kita para umat tidak punya kuasa untuk mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Kuasa itu hanya diberikan kepada para imam-Nya oleh rahmat Tahbisan imamat jabatan yang mereka terima dari para penerus rasul Kristus.Sebenarnya, saya pernah menuliskan beberapa tips untuk mempersiapkan diri menyambut Ekaristi, yaitu yang saya tulis di atas ini, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;. Silakan anda membacanya terlebih dahulu, dan jika masih ada pertanyaan silakan bertanya kembali.Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Piony,<br
/> Saya memindahkan tulisan anda ke bawah artikel ini, karena topiknya lebih sesuai dengan yanga anda tanyakan.<br
/> Dalam Ekaristi, memang yang mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Yesus adalah Kristus sendiri oleh kuasa Roh Kudus. Pada saat perayaan Ekaristi ini memang para imam bertindak &#8220;in persona Christi&#8221;, yaitu sebagai Kristus, sehingga oleh ucapan perkataan mereka, maka Roh Kudus bekerja mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Jadi benar perkataan anda, kita para umat tidak punya kuasa untuk mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Kuasa itu hanya diberikan kepada para imam-Nya oleh rahmat Tahbisan imamat jabatan yang mereka terima dari para penerus rasul Kristus.</p><p>Sebenarnya, saya pernah menuliskan beberapa tips untuk mempersiapkan diri menyambut Ekaristi, yaitu yang saya tulis di atas ini, <a
href="http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/" rel="nofollow">silakan klik</a>. Silakan anda membacanya terlebih dahulu, dan jika masih ada pertanyaan silakan bertanya kembali.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Piony</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-10787</link> <dc:creator>Piony</dc:creator> <pubDate>Wed, 27 Jan 2010 14:13:10 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-10787</guid> <description>Saya sangat salut dengan penjelasan bu Inggrid tentang semua persoalan dengan sangat logis karena selalu berdasarkan alkitab maupun tradisi suci. Saya termasuk orang yang tidak terlalu bisa berdoa dengan baik. Saya mau curhat sedikit bu, bisa kan.... Pada saat ekaristi, saat yang paling hikmat menurut saya adalah saat konsekrasi. Pada saat tersebut saya secara pribadi hanya menutup mata tetapi tidak tahu mau mendoakan apa, karean saya berpikir bahwa saya sendiri tidak punya kuasa sama sekali untuk mengubah roti dan anggur menjadi tubu dan darah Kristus. Pertanyaannya adalah: Lalau apa yang harus saya doakan pada saat konsekrasi tersebut. Mohon jawabannya....Thanks b4</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat salut dengan penjelasan bu Inggrid tentang semua persoalan dengan sangat logis karena selalu berdasarkan alkitab maupun tradisi suci. Saya termasuk orang yang tidak terlalu bisa berdoa dengan baik. Saya mau curhat sedikit bu, bisa kan&#8230;. Pada saat ekaristi, saat yang paling hikmat menurut saya adalah saat konsekrasi. Pada saat tersebut saya secara pribadi hanya menutup mata tetapi tidak tahu mau mendoakan apa, karean saya berpikir bahwa saya sendiri tidak punya kuasa sama sekali untuk mengubah roti dan anggur menjadi tubu dan darah Kristus. Pertanyaannya adalah: Lalau apa yang harus saya doakan pada saat konsekrasi tersebut. Mohon jawabannya&#8230;.</p><p>Thanks b4</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-4970</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Tue, 04 Aug 2009 19:35:25 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-4970</guid> <description>Shalom PoNy,
Saya rasa saya telah menjawabnya di pertanyaan anda sebelumnya. Maksudnya, jika setelah anda memeriksa batin anda menemukan bahwa anda telah melakukan dosa berat, maka anda harus secepatnya mengaku dosa dalam Sakramen Tobat. Jika hari itu tidak bisa, maka buatlah janji dengan Pastor Paroki untuk mengaku dosa secepatnya pada hari-hari berikutnya.Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom PoNy,<br
/> Saya rasa saya telah menjawabnya di pertanyaan anda sebelumnya. Maksudnya, jika setelah anda memeriksa batin anda menemukan bahwa anda telah melakukan dosa berat, maka anda harus secepatnya mengaku dosa dalam Sakramen Tobat. Jika hari itu tidak bisa, maka buatlah janji dengan Pastor Paroki untuk mengaku dosa secepatnya pada hari-hari berikutnya.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: poNy</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-4950</link> <dc:creator>poNy</dc:creator> <pubDate>Tue, 04 Aug 2009 05:22:18 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-4950</guid> <description>shalom...
sy ttarik dgn artikel ni...cuma sy mau btanya..mgenai petikan ini :&quot;Periksalah batin, dan jika kita menemukan dosa yang cukup berat, akukanlah dosa tersebut di hadapan Tuhan dan juga buatlah ketetapan hati untuk mengaku dosa pada Pastor dalam sakramen Tobat; jika memungkinkan sebelum misa, namun jika tidak, secepatnya pada hari-hari berikutnya&quot;yg sy ambi dr petikan di atas...sy cuma mau keterangan...sebab tidak berapa faham tentang ayat &quot;..NAMUN JIKA TIDAK,SECEPATNYA PADA HARI-HARI BERIKUTNYA&quot;....Makaseh...</description> <content:encoded><![CDATA[<p>shalom&#8230;<br
/> sy ttarik dgn artikel ni&#8230;cuma sy mau btanya..mgenai petikan ini :</p><p>&#8220;Periksalah batin, dan jika kita menemukan dosa yang cukup berat, akukanlah dosa tersebut di hadapan Tuhan dan juga buatlah ketetapan hati untuk mengaku dosa pada Pastor dalam sakramen Tobat; jika memungkinkan sebelum misa, namun jika tidak, secepatnya pada hari-hari berikutnya&#8221;</p><p>yg sy ambi dr petikan di atas&#8230;sy cuma mau keterangan&#8230;sebab tidak berapa faham tentang ayat &#8220;..NAMUN JIKA TIDAK,SECEPATNYA PADA HARI-HARI BERIKUTNYA&#8221;&#8230;.</p><p>Makaseh&#8230;</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Simon</title><link>http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/comment-page-1/#comment-3618</link> <dc:creator>Simon</dc:creator> <pubDate>Sat, 06 Jun 2009 03:18:52 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/#comment-3618</guid> <description>Terima kasih atas penjelasannya. Tuhan memberkati. Amin</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas penjelasannya. Tuhan memberkati. Amin</p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 40/79 queries in 0.055 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-07-30 16:16:33 -->