<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Dari seorang Atheis menjadi seorang Katolik</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 11:26:12 +0000</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: fransiska</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-12390</link> <dc:creator>fransiska</dc:creator> <pubDate>Fri, 12 Mar 2010 01:37:36 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-12390</guid> <description>Dear Pak Stef,Terimakasih banyak pak Stef untuk jawaban2nya dan juga informasi2 yang diberikan.
Sangat membantu sekali untuk penguatan dan pendalaman iman saya.Terimakasih juga untuk saudara &quot;Sibejo&quot; atas informasinya.GBU bothFransiska</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Dear Pak Stef,</p><p>Terimakasih banyak pak Stef untuk jawaban2nya dan juga informasi2 yang diberikan.<br
/> Sangat membantu sekali untuk penguatan dan pendalaman iman saya.</p><p>Terimakasih juga untuk saudara &#8220;Sibejo&#8221; atas informasinya.</p><p>GBU both</p><p>Fransiska</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Sibejo</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-12383</link> <dc:creator>Sibejo</dc:creator> <pubDate>Thu, 11 Mar 2010 21:45:09 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-12383</guid> <description>Syalom FransiskaUntuk membaca kesaksian2 dari orang non katolik menjadi katolik dapat anda baca diwww.gerejakatolik.org disitu banyak sekali kesaksian2.Coba anda buka web situ ya...Salam</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Syalom Fransiska</p><p>Untuk membaca kesaksian2 dari orang non katolik menjadi katolik dapat anda baca di</p><p><a
href="http://www.gerejakatolik.org" rel="nofollow">http://www.gerejakatolik.org</a> disitu banyak sekali kesaksian2.</p><p>Coba anda buka web situ ya&#8230;</p><p>Salam</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-12380</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Thu, 11 Mar 2010 17:02:09 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-12380</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Fransiska,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya. Tentang kesaksian dari umat Protestan yang berpindah ke Katolik, sebagian dapat dilihat di sini (&lt;a href=&quot;http://gerejakatolik.net/kesaksian/index.htm&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;). Kalau seseorang telah menemukan kepenuhan kebenaran di Gereja Katolik, dia harus hidup dalam kebenaran tersebut, dan tidak akan mempertahankan pandangannya yang keliru. Dengan demikian, apakah seorang ahli Alkitab atau teolog Protestan dapat pindah ke Gereja Katolik? Tentu saja, dan ini dibuktikan dengan begitu banyak kesaksian. Anda juga mendengar kesaksian dari begitu banyak umat Kristen non-Katolik yang menjadi Katolik di EWTN (&lt;a href=&quot;http://www.ewtn.com/vondemand/audio/seriessearchprog.asp?seriesID=-6892289&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;). Dan seseorang yang berpindah ke Gereja Katolik, apalagi orang tersebut mempunyai posisi sebagai pendeta sebelumnya, maka dia telah mempertaruhkan segalanya - termasuk mata pencahariannya, teman-teman. Dengan demikian, orang seperti ini tidak akan setengah-setengah dalam menjalankan iman Katolik, melainkan akan dengan sungguh-sungguh menjalankan iman Katolik dan meninggalkan segala pengajaran yang bertentangan dengan iman Katolik. Dan pada akhirnya, kita harus menyadari bahwa Roh Kudus sendiri yang berkarya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Fransiska,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya. Tentang kesaksian dari umat Protestan yang berpindah ke Katolik, sebagian dapat dilihat di sini (<a
href="http://gerejakatolik.net/kesaksian/index.htm" rel="nofollow">silakan klik</a>). Kalau seseorang telah menemukan kepenuhan kebenaran di Gereja Katolik, dia harus hidup dalam kebenaran tersebut, dan tidak akan mempertahankan pandangannya yang keliru. Dengan demikian, apakah seorang ahli Alkitab atau teolog Protestan dapat pindah ke Gereja Katolik? Tentu saja, dan ini dibuktikan dengan begitu banyak kesaksian. Anda juga mendengar kesaksian dari begitu banyak umat Kristen non-Katolik yang menjadi Katolik di EWTN (<a
href="http://www.ewtn.com/vondemand/audio/seriessearchprog.asp?seriesID=-6892289" rel="nofollow">silakan klik</a>). Dan seseorang yang berpindah ke Gereja Katolik, apalagi orang tersebut mempunyai posisi sebagai pendeta sebelumnya, maka dia telah mempertaruhkan segalanya &#8211; termasuk mata pencahariannya, teman-teman. Dengan demikian, orang seperti ini tidak akan setengah-setengah dalam menjalankan iman Katolik, melainkan akan dengan sungguh-sungguh menjalankan iman Katolik dan meninggalkan segala pengajaran yang bertentangan dengan iman Katolik. Dan pada akhirnya, kita harus menyadari bahwa Roh Kudus sendiri yang berkarya.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: fransiska</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-12371</link> <dc:creator>fransiska</dc:creator> <pubDate>Thu, 11 Mar 2010 04:27:07 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-12371</guid> <description>Syalom Pak Stef / Bu Inggrid,Apakah masih ada kesaksian2 dari orang2 non katolik yang menjadi katolik? Terutama dari para teolog atau ahli alkitab?
Karena menurut saya, para ahli alkitab khususnya yang beragama non katolik, yang mencoba mencari kebenaran2 yang ada di alkitab, akan mendapatkan bahwa kebenaran2 itu ada dalam gereja katolik. Apakah mereka kemudian beralih agama dari non katolik menjadi katolik?
Misalnya seorang ahli alkitab protestan, apakah dia akan pindah ke katolik? ataukah dia tetap mempertahankan ajaran dari Marthin Luther? ataukah dia berhenti dan malah beralih ke agama yang lain?TerimakasihFransiska</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Syalom Pak Stef / Bu Inggrid,</p><p>Apakah masih ada kesaksian2 dari orang2 non katolik yang menjadi katolik? Terutama dari para teolog atau ahli alkitab?<br
/> Karena menurut saya, para ahli alkitab khususnya yang beragama non katolik, yang mencoba mencari kebenaran2 yang ada di alkitab, akan mendapatkan bahwa kebenaran2 itu ada dalam gereja katolik. Apakah mereka kemudian beralih agama dari non katolik menjadi katolik?<br
/> Misalnya seorang ahli alkitab protestan, apakah dia akan pindah ke katolik? ataukah dia tetap mempertahankan ajaran dari Marthin Luther? ataukah dia berhenti dan malah beralih ke agama yang lain?</p><p>Terimakasih</p><p>Fransiska</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: poNy</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-5244</link> <dc:creator>poNy</dc:creator> <pubDate>Sun, 09 Aug 2009 16:38:20 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-5244</guid> <description>shalom...sy suka membaca di laman ni...setiap hari saya akan membaca setiap artikel dan kesaksian...dan puji TUHAN,lama kelamaan saya semakin tumbuh dalam IMAN....saya dapat mengenali kasih BAPA yang tidak terhad.... terima kasih pada semua yang memberikan kesaksian...semoga lebih ramai yang kembali ke RUMAH BAPA....amin....</description> <content:encoded><![CDATA[<p>shalom&#8230;</p><p>sy suka membaca di laman ni&#8230;setiap hari saya akan membaca setiap artikel dan kesaksian&#8230;dan puji TUHAN,lama kelamaan saya semakin tumbuh dalam IMAN&#8230;.saya dapat mengenali kasih BAPA yang tidak terhad&#8230;. terima kasih pada semua yang memberikan kesaksian&#8230;</p><p>semoga lebih ramai yang kembali ke RUMAH BAPA&#8230;.</p><p>amin&#8230;.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: gensnm</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-3118</link> <dc:creator>gensnm</dc:creator> <pubDate>Fri, 15 May 2009 05:34:43 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-3118</guid> <description>&lt;p&gt;terima kasih atas tulisan anda... saya sekarang semakin mantap dan yakin untuk menjadi seorang Katolik... saya yakin bahwa tulisan anda dapat menjadi inspirasi bagi mereka yang dulunya sama spt saya... saya dulu percaya Tuhan tapi tidak punya agama... saya lalu mencoba banyak agama dan dibaiat di banyak tempat agama seperti masjid , kelenteng , vihara , dll. lalu saya tanpa sengaja mendengar lagu untuk worship di gereja.Tanpa sadar saya jadi merasa damai... lalu saya mencari cara u/ menjadi katolik dan saya membaca tulisan anda.. sekali lagi saya ucapkan terima kasih... God Bless You All...&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih atas tulisan anda&#8230; saya sekarang semakin mantap dan yakin untuk menjadi seorang Katolik&#8230; saya yakin bahwa tulisan anda dapat menjadi inspirasi bagi mereka yang dulunya sama spt saya&#8230; saya dulu percaya Tuhan tapi tidak punya agama&#8230; saya lalu mencoba banyak agama dan dibaiat di banyak tempat agama seperti masjid , kelenteng , vihara , dll. lalu saya tanpa sengaja mendengar lagu untuk worship di gereja.Tanpa sadar saya jadi merasa damai&#8230; lalu saya mencari cara u/ menjadi katolik dan saya membaca tulisan anda.. sekali lagi saya ucapkan terima kasih&#8230; God Bless You All&#8230;</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-1634</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Tue, 03 Feb 2009 15:55:59 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-1634</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Martha,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaan dan sharingnya. Memang kalau kita mengenal dan mengasihi Iman Katolik, maka kita akan semakin berpartisipasi di dalam kehidupan Kristus. Dan kita juga menyadari bahwa Ekaristi adalah bentuk doa dan penyembahan yang tertinggi, dimana tidak dapat digantikan dengan apapun juga. Hal ini dikarenakan misteri Paska: penderitaan, wafat, dan kebangkitan Yesus, dihadirkan kembali di dalam setiap perayaan Ekaristi. Di dalam Ekaristi, Yesus yang menjadi Korban dan Yesus juga yang menjadi Imam. Karena korban dan imamnya adalah Yesus, maka Allah Bapa akan menerima persembahan korban yang sempurna dengan kasih.&lt;br&gt;
Silakan membaca beberapa artikel tentang Ekaristi (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/25/sudahkah-kita-pahami-pengertian-ekaristi/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;1&lt;/a&gt;, &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/19/ekaristi-sumber-dan-puncak-spiritualitas-kristiani/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;2&lt;/a&gt;, &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;3&lt;/a&gt; - silakan klik).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ekaristi Kudus mempunyai beberapa nama. Silakan melihat Katekismus Gereja Katolik (KGK, 1328-1332): Untuk pengertian &lt;em&gt;Misa&lt;/em&gt; ada di KGK 1332.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;&lt;em&gt;1328&lt;/em&gt; &#160;&#160;&#160; Kekayaan isi Sakramen ini menyata dalam aneka ragam nama. Tiap-tiapnya menunjuk kepada aspek tertentu. Orang menamakannya: &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Ekaristi&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;, karena ia adalah ucapan terima kasih kepada Allah. Kata-kata &quot;eucharistein&quot; Bdk Luk 22:19; 1 Kor 11:24. dan &quot;eulogein&quot; Bdk. Mat 26:26; Mrk 14:22. mengingatkan pujian bangsa Yahudi, yang - terutama waktu makan - memuliakan karya Allah: penciptaan, penebusan, dan pengudusan.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;&lt;em&gt;1329 &lt;/em&gt;&#160;&#160;&#160; &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Perjamuan Tuhan&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; Bdk. 1 Kor 11:20., karena ia menyangkut perjamuan malam, yang Tuhan adakan bersama murid-murid-Nya pada malam sebelum sengsara-Nya. Tetapi ia juga menyangkut antisipasi perjamuan pernikahan Anak Domba Bdk. Why 19:9. dalam Yerusalem surgawi.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Pemecahan roti&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;, karena ritus yang khas pada perjamuan Yahudi ini, dipergunakan oleh Yesus: pada waktu makan - sebagai kepala persekutuan - Ia memberkati roti dan membagi-bagikan-Nya Bdk. Mat 14:19; 15:36; Mrk 8:6.19.; Ia melakukan ini terutama dalam perjamuan malam terakhir Bdk. Mat 26:26; 1 Kor 11:24.. Dari tindakan ini para murid mengenal-Nya kembali sesudah kebangkitan Bdk. Luk 24:13-35.. Dengan istilah &quot;memecahkan roti&quot; orang Kristen pertama menggambarkan perkumpulan Ekaristi mereka Bdk. Kis 2:42.46; 20:7.11.. Dengan itu, mereka hendak menyatakan bahwa semua orang yang makan satu roti yang dipecahkan - dari Kristus itu - masuk ke dalam persekutuan-Nya dan membentuk di dalam-Nya satu tubuh Bdk. 1 Kor 10:16-17..&lt;br&gt;
&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Perhimpunan Ekaristi&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; (synaxis), karena Ekaristi dirayakan dalam perhimpunan umat beriman, di mana Gereja dinyatakan secara kelihatan Bdk. 1 Kor 11:17-34.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;&lt;em&gt;1330 &#160;&lt;/em&gt;&#160;&#160; &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Kenangan akan kesengsaraan dan kebangkitan Tuhan&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;.&lt;br&gt;
&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Kurban kudus&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;, karena ia menghadirkan kurban tunggal Kristus, Penebus dan mencakup pula penyerahan diri Gereja. Atau juga kurban misa kudus, &quot;Kurban Syukur&quot; (Ibr 13:15) Bdk. Mzm 116:13.17., persembahan rohani Bdk. 1 Ptr 2:5., kurban murni Bdk. Mal 1:11. dan kudus, karena ia menyempumakan dan melebihi segala kurban Perjanjian Lama.&lt;br&gt;
&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Liturgi kudus dan ilahi&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;, karena seluruh liturgi Gerej a berpusat dalam perayaan Sakramen ini dan paling jelas terungkap di dalamnya. Dalam arti yang sama orang juga menamakannya perayaan misteri kudus. Juga orang mengatakan Sakramen mahakudus, karena Ekaristi adalah Sakramen segala Sakramen. Disimpan dalam rupa Ekaristi di dalam tabernakel, orang menamakan tubuh Kristus itu Yang Maha Kudus.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;&lt;em&gt;1331&lt;/em&gt; &#160;&#160;&#160; &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Komuni,&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt; karena didalam Sakramen ini kita menyatukan diri dengan Kristus yang mengundang kita mengambil bagian dalam tubuh dan darah-Nya, supaya kita membentuk satu tubuh Bdk. 1 Kor 10:16-17.. Orang juga menamakan Ekaristi hal-hal kudus [ta hagia; sancta] (const. ap. 8,13,12; Didache 9,5; 10,6) - ini sejajar dengan arti pertama ungkapan &quot;persekutuan para kudus&quot; dalam syahadat apostolik. Nama-nama yang lain adalah: roti malaikat, roti surgawi, &quot;obat kebakaan&quot; (Ignasius dari Antiokia, Eph. 20,2) dan bekal perjalanan.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1332 &lt;/em&gt;&#160;&#160;&#160; &lt;u&gt;Misa kudus&lt;/u&gt;, karena liturgi, dimana misteri keselamatan dirayakan, berakhir dengan pengutusan umat beriman [missio], supaya mereka melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupannya sehari-hari.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 80px;&quot;&gt;Jadi setelah menerima Tubuh dan Darah Kristus di dalam perayaan Ekaristi, maka kita sebagai umat beriman diutus untuk membagikan Kristus yang telah kita terima kepada semua orang. &lt;em&gt;Hal ini sama seperti Maria, yang menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel dan menerima Yesus di dalam kandungannya, maka Maria tidak dapat menyimpannya sendiri. Maria dengan sukacita pergi ke saudaranya Elizabeth untuk membagikan Yesus yang ada di dalam kandungannya, sehingga Elizabeth dan bayinya dapat juga memuliakan Yesus&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga kita bersama semakin menghayati perayaan Ekaristi dan dengan setia menghadiri perayaan Ekaristi Kudus, sehingga kita juga menyadari tugas perutusan (Missio) yang diberikan oleh Gereja kepada kita untuk hidup kudus, menjadi saksi Kristus yang hidup, dan menyebarkan kabar gembira kepada semua orang yang kita jumpai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dari www.katolisitas.org&lt;br&gt;
stef&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Martha,</p><p>Terima kasih atas pertanyaan dan sharingnya. Memang kalau kita mengenal dan mengasihi Iman Katolik, maka kita akan semakin berpartisipasi di dalam kehidupan Kristus. Dan kita juga menyadari bahwa Ekaristi adalah bentuk doa dan penyembahan yang tertinggi, dimana tidak dapat digantikan dengan apapun juga. Hal ini dikarenakan misteri Paska: penderitaan, wafat, dan kebangkitan Yesus, dihadirkan kembali di dalam setiap perayaan Ekaristi. Di dalam Ekaristi, Yesus yang menjadi Korban dan Yesus juga yang menjadi Imam. Karena korban dan imamnya adalah Yesus, maka Allah Bapa akan menerima persembahan korban yang sempurna dengan kasih.<br
/> Silakan membaca beberapa artikel tentang Ekaristi (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/06/25/sudahkah-kita-pahami-pengertian-ekaristi/" rel="nofollow">1</a>, <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/08/19/ekaristi-sumber-dan-puncak-spiritualitas-kristiani/" rel="nofollow">2</a>, <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/" rel="nofollow">3</a> &#8211; silakan klik).</p><p>Ekaristi Kudus mempunyai beberapa nama. Silakan melihat Katekismus Gereja Katolik (KGK, 1328-1332): Untuk pengertian <em>Misa</em> ada di KGK 1332.</p><p
style="margin-left: 40px;"><em>1328</em> &nbsp;&nbsp;&nbsp; Kekayaan isi Sakramen ini menyata dalam aneka ragam nama. Tiap-tiapnya menunjuk kepada aspek tertentu. Orang menamakannya: <u><strong>Ekaristi</strong></u>, karena ia adalah ucapan terima kasih kepada Allah. Kata-kata &quot;eucharistein&quot; Bdk Luk 22:19; 1 Kor 11:24. dan &quot;eulogein&quot; Bdk. Mat 26:26; Mrk 14:22. mengingatkan pujian bangsa Yahudi, yang &#8211; terutama waktu makan &#8211; memuliakan karya Allah: penciptaan, penebusan, dan pengudusan.</p><p
style="margin-left: 40px;"><em>1329 </em>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <u><strong>Perjamuan Tuhan</strong></u> Bdk. 1 Kor 11:20., karena ia menyangkut perjamuan malam, yang Tuhan adakan bersama murid-murid-Nya pada malam sebelum sengsara-Nya. Tetapi ia juga menyangkut antisipasi perjamuan pernikahan Anak Domba Bdk. Why 19:9. dalam Yerusalem surgawi.</p><p
style="margin-left: 40px;"><u><strong>Pemecahan roti</strong></u>, karena ritus yang khas pada perjamuan Yahudi ini, dipergunakan oleh Yesus: pada waktu makan &#8211; sebagai kepala persekutuan &#8211; Ia memberkati roti dan membagi-bagikan-Nya Bdk. Mat 14:19; 15:36; Mrk 8:6.19.; Ia melakukan ini terutama dalam perjamuan malam terakhir Bdk. Mat 26:26; 1 Kor 11:24.. Dari tindakan ini para murid mengenal-Nya kembali sesudah kebangkitan Bdk. Luk 24:13-35.. Dengan istilah &quot;memecahkan roti&quot; orang Kristen pertama menggambarkan perkumpulan Ekaristi mereka Bdk. Kis 2:42.46; 20:7.11.. Dengan itu, mereka hendak menyatakan bahwa semua orang yang makan satu roti yang dipecahkan &#8211; dari Kristus itu &#8211; masuk ke dalam persekutuan-Nya dan membentuk di dalam-Nya satu tubuh Bdk. 1 Kor 10:16-17..<br
/> <u><strong>Perhimpunan Ekaristi</strong></u> (synaxis), karena Ekaristi dirayakan dalam perhimpunan umat beriman, di mana Gereja dinyatakan secara kelihatan Bdk. 1 Kor 11:17-34.</p><p
style="margin-left: 40px;"><em>1330 &nbsp;</em>&nbsp;&nbsp; <u><strong>Kenangan akan kesengsaraan dan kebangkitan Tuhan</strong></u>.<br
/> <u><strong>Kurban kudus</strong></u>, karena ia menghadirkan kurban tunggal Kristus, Penebus dan mencakup pula penyerahan diri Gereja. Atau juga kurban misa kudus, &quot;Kurban Syukur&quot; (Ibr 13:15) Bdk. Mzm 116:13.17., persembahan rohani Bdk. 1 Ptr 2:5., kurban murni Bdk. Mal 1:11. dan kudus, karena ia menyempumakan dan melebihi segala kurban Perjanjian Lama.<br
/> <u><strong>Liturgi kudus dan ilahi</strong></u>, karena seluruh liturgi Gerej a berpusat dalam perayaan Sakramen ini dan paling jelas terungkap di dalamnya. Dalam arti yang sama orang juga menamakannya perayaan misteri kudus. Juga orang mengatakan Sakramen mahakudus, karena Ekaristi adalah Sakramen segala Sakramen. Disimpan dalam rupa Ekaristi di dalam tabernakel, orang menamakan tubuh Kristus itu Yang Maha Kudus.</p><p
style="margin-left: 40px;"><em>1331</em> &nbsp;&nbsp;&nbsp; <u><strong>Komuni,</strong></u> karena didalam Sakramen ini kita menyatukan diri dengan Kristus yang mengundang kita mengambil bagian dalam tubuh dan darah-Nya, supaya kita membentuk satu tubuh Bdk. 1 Kor 10:16-17.. Orang juga menamakan Ekaristi hal-hal kudus [ta hagia; sancta] (const. ap. 8,13,12; Didache 9,5; 10,6) &#8211; ini sejajar dengan arti pertama ungkapan &quot;persekutuan para kudus&quot; dalam syahadat apostolik. Nama-nama yang lain adalah: roti malaikat, roti surgawi, &quot;obat kebakaan&quot; (Ignasius dari Antiokia, Eph. 20,2) dan bekal perjalanan.</p><p
style="margin-left: 40px;"><strong><em>1332 </em>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <u>Misa kudus</u>, karena liturgi, dimana misteri keselamatan dirayakan, berakhir dengan pengutusan umat beriman [missio], supaya mereka melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupannya sehari-hari.</strong></p><p
style="margin-left: 80px;">Jadi setelah menerima Tubuh dan Darah Kristus di dalam perayaan Ekaristi, maka kita sebagai umat beriman diutus untuk membagikan Kristus yang telah kita terima kepada semua orang. <em>Hal ini sama seperti Maria, yang menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel dan menerima Yesus di dalam kandungannya, maka Maria tidak dapat menyimpannya sendiri. Maria dengan sukacita pergi ke saudaranya Elizabeth untuk membagikan Yesus yang ada di dalam kandungannya, sehingga Elizabeth dan bayinya dapat juga memuliakan Yesus</em>.</p><p>Semoga kita bersama semakin menghayati perayaan Ekaristi dan dengan setia menghadiri perayaan Ekaristi Kudus, sehingga kita juga menyadari tugas perutusan (Missio) yang diberikan oleh Gereja kepada kita untuk hidup kudus, menjadi saksi Kristus yang hidup, dan menyebarkan kabar gembira kepada semua orang yang kita jumpai.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> stef</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: martha</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-1630</link> <dc:creator>martha</dc:creator> <pubDate>Tue, 03 Feb 2009 09:05:46 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-1630</guid> <description>Saya beragama katolik. sebelumnya saya ke gereja cuma sebagai kewajiban. tapi 2 tahun terakhir ini saya aktif dalam Komunitas Katolik melalui komunitas ini iman saya bertumbuh dan timbul kerinduan setiap kali mengikuti ekristi, dan saya menyadari ternyata dalam gereja katolik begitu banyak tradisi2 yang sangat indah yang maknanya sangat dalam, dan liturgi yang sangat indah.  saya ingin bertanya mengenai arti kata MISA?
terima kasih</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Saya beragama katolik. sebelumnya saya ke gereja cuma sebagai kewajiban. tapi 2 tahun terakhir ini saya aktif dalam Komunitas Katolik melalui komunitas ini iman saya bertumbuh dan timbul kerinduan setiap kali mengikuti ekristi, dan saya menyadari ternyata dalam gereja katolik begitu banyak tradisi2 yang sangat indah yang maknanya sangat dalam, dan liturgi yang sangat indah.  saya ingin bertanya mengenai arti kata MISA?<br
/> terima kasih</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-1342</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Wed, 07 Jan 2009 19:28:50 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-1342</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Agustina,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terimakasih atas kunjungannya ke www.katolisitas.org. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;A). Untuk pertanyaan tentang Natal yang jatuh tanggal 25 Desembar, saya pernah menjawabnya di sini (&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/#comment-241&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;
B). Untuk kesaksian mantan saksi Yehuwa kami masih belum ada. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(128, 0, 0);&quot;&gt;Apakah ada dari pengunjung katolisitas.org yang mau bersaksi?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dari http://www.katolisitas.org&lt;br /&gt;
stef&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Agustina,</p><p>Terimakasih atas kunjungannya ke <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a>.</p><p>A). Untuk pertanyaan tentang Natal yang jatuh tanggal 25 Desembar, saya pernah menjawabnya di sini (<a
href="http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/#comment-241" rel="nofollow">silakan klik</a>).<br
/> B). Untuk kesaksian mantan saksi Yehuwa kami masih belum ada. <strong><em><span
style="color: rgb(128, 0, 0);">Apakah ada dari pengunjung katolisitas.org yang mau bersaksi?</span></em></strong></p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> stef</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Agustina</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-1339</link> <dc:creator>Agustina</dc:creator> <pubDate>Wed, 07 Jan 2009 06:17:43 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-1339</guid> <description>saya seorang katolik dan sangat senang untuk mencari informasi atau bacaan apa saja tentang katolik. apalagi kesaksian dari orang orang mantan non katolik. Disini ada beberapa pertanyaan saya mohon dijawab dengan bahasa indonesia karena saya kurang paham bahasa inggris.
a. penjelsan mengenai Natal dan  kenapa harus 25 desember serta segala pernak perniknya. ini pertanyaan dari agama lain yang katanya perayaan ini tidak alkitabiah. mohon penjelasan, supaya kami bisa menjawab pertanyaan mereka.
b  Apa ada kesaksian dari para mantan saksi yehuwa dalam bahasa indonesia. terima kasih. mohon maaf kalau pertanyaan ini sudah pernah dibahas tolong tunjukan alamatnya.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>saya seorang katolik dan sangat senang untuk mencari informasi atau bacaan apa saja tentang katolik. apalagi kesaksian dari orang orang mantan non katolik. Disini ada beberapa pertanyaan saya mohon dijawab dengan bahasa indonesia karena saya kurang paham bahasa inggris.<br
/> a. penjelsan mengenai Natal dan  kenapa harus 25 desember serta segala pernak perniknya. ini pertanyaan dari agama lain yang katanya perayaan ini tidak alkitabiah. mohon penjelasan, supaya kami bisa menjawab pertanyaan mereka.<br
/> b  Apa ada kesaksian dari para mantan saksi yehuwa dalam bahasa indonesia. terima kasih. mohon maaf kalau pertanyaan ini sudah pernah dibahas tolong tunjukan alamatnya.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-1169</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Thu, 18 Dec 2008 16:26:55 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-1169</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Semang,&lt;br&gt;
Memang kalau kita melihat ke belakang, ada begitu banyak hal yang perlu kita syukuri, karena rahmat Tuhan yang begitu besar telah tercurah di dalam kehidupan kita. Mari kita melihat pertanyaan-pertanyaan dari Semang.&lt;br&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: underline;&quot;&gt;A. Kenapa lahir Kristen Protestan&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: underline;&quot;&gt;
Saya pernah menjawab pertanyaan ini di sini (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/#comment-836&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;), dimana saya membahas tentang perpecahan Gereja:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1) &lt;b&gt;Ini membawa kita kepada sejarah perkembangan Gereja&lt;/b&gt;. Apakah di dalam sejarah Gereja ada kesalahan yang dilakukan oleh Gereja Katolik? Tentu saja ada, namun kesalahan ini bukan merupakan kesalahan doktrin/ pengajarannya melainkan karena faktor manusia; dan ini tidak mengaburkan kebenaran bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang didirikan oleh Kristus. Gereja Katolik berjuang terus untuk memelihara kesatuan Gereja sesuai dengan amanat Yesus, sebelum Yesus mengalami penderitaan (Lih Yoh 17). Dalam artikel &quot;&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Mengapa memilih Gereja Katolik&lt;/a&gt;&quot;, saya mencoba memaparkan bahwa perpecahan telah terjadi pada jemaat awal dari: Docetism (90-451), Gnosticism (100), Manichaeism (250) dan seterusnya. Ini terus berkembang dengan perpecahan gereja: Gereja Timur Orthodox (1054),Gereja Anglikan di Inggris (abad ke 16), didirikan oleh Raja Henry VIII,Lutheran dan Calvinis di Jerman (abad ke 16), didirikan oleh Luther dan Calvin,Methodis di Inggis (1739), didirikan oleh John Wesley,Kristen Baptis (1639), didirikan oleh Roger Williams, Anabaptis (1521), didirikan oleh Nicolas Stork, Presbyterian di Skotlandia (1560), Mormon di Amerika (1830), didirikan oleh Joseph Smith, Saksi Yehovah di Amerika (1852-1916), didirikan oleh Charles Taze Russell,Unification Church di Korea (1954), didirikan oleh Rev. Sun Myung Moon, dll.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2) Perpecahan-perpecahan gereja-gereja kalau ditelusuri akan adalah karena menginterpretasikan ayat-ayat Kitab Suci, tanpa ada otoritas yang menentukan bagaimana sebenarnya arti dari ayat-ayat tersebut. Kita mengingat akan apa yang dikatakan oleh Rasul Petrus yang mengingatkan akan jemaat Kristen bahwa ada perkataan-perkataan dari Rasul Paulus yang sulit dimengerti dan dapat dibelokkan oleh orang-orang (lih. 2 Pet 3:15-17; 2 Pet 1:20-21). &lt;b&gt;Menjadi bahan permenungan bagi kita semua, mengapa hanya berdasarkan Alkitab saja dapat membawa perpecahan?&lt;/b&gt; Apakah Gereja Katolik tidak bersalah terhadap perpecahan-perpecahan tersebut? Tentu saja ada kesalahan yang dilakukan pihak Gereja, yang pada abad-abad tertentu kurang dapat memantulkan kasih Allah. Namun hal ini tidak mengaburkan akan kebenaran bahwa Gereja Katolik didirikan oleh Kristus sendiri, dimana Kristus berjanji untuk melindungi Gereja-Nya. Tanpa Kristus, seharusnya Gereja Katolik telah punah ditengah-tengah penyalahgunaan kekuasaan di dalam Gereja. Namun Yesus setia terhadap janji-Nya, dan terbukti sampai saat ini, Gereja Katolik tetap satu, kudus, katolik, dan apostolik, dengan pengikutnya 1.13 milyard lebih. Ini dimungkinkan hanya karena perlindungan Tuhan dan kesatuan di bawah kepemimpinan Bapa Paus.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: underline;&quot;&gt;B. Perbedaan Gereja Katolik dan gereja protestan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada akhirnya semua bersumber pada otoritas. Pada saat denominasi Kristen tidak mengakui otoritas Paus, sebagai pemersatu Gereja di dunia ini, maka persatuan Gereja yang didoakan oleh Kristus tidak dapat terwujud (Lih. Yoh 17). Dari penolakan otoritas ini, kemudian berkembang isu-isu yang lain, seperti: Sola Scriptura (Hanya Alkitab), Sola Fide (Hanya Iman), isu tentang Maria, purgatory, konsep keselamatan, dll.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;br&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold; text-decoration: underline;&quot;&gt;C. Tentang Gereja Timur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1) Hal ini pernah dijawab disini (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/#high_1&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;), dimana dikatakan:&lt;br&gt;
Pertama-tama perlu diketahui bahwa tidak semua Gereja Timur memisahkan diri dari Gereja Katolik. Dokumen Vatikan II mengenai &lt;span id=&quot;high_1&quot; class=&quot;searchterm1&quot;&gt;Gereja Timur&lt;/span&gt; yang mempunyai kesatuan dengan Gereja Katolik ditulis dalam &lt;i&gt;Orientalium Ecclesiarum&lt;/i&gt; (OE) yaitu Dekrit Tentang Gereja-gereja Timur Katolik. Istilah &#8216;Orthodox&#8217; yang berarti &#8220;true believer/ orang beriman sejati&#8221; pada mulanya digunakan oleh Gereja-gereja Timur yang menolak ajaran sesat Nestorians dan Monophysites. Namun kemudian gereja-gereja Orthodox ini tergabung dalam schism Photius (abad ke 9) dan Cerularius (abad ke 11) yang kemudian memisahkan dari dari kesatuan Gereja Katolik Roma. Maka &#8220;Orthodox&#8221; ini adalah nama teknis dari Gereja-&lt;span class=&quot;searchterm1&quot;&gt;gereja Timur&lt;/span&gt; (di Eropa Timur, Mesir dan Asia) yang tidak mengakui kesatuan dengan Gereja Katolik. Untuk lebih lengkapnya mungkin uraian ini akan dapat kami tuliskan di artikel terpisah di waktu yang akan datang. &lt;br&gt;
Dengan demikian, terdapat 2 kelompok Gereja Timur, yang pertama masih dalam kesatuan dengan Gereja Katolik Roma, dan yang kedua tidak dalam kesatuan penuh dengan Gereja Katolik Roma (yang dikenal dengan Gereja Orthodox). Gereja Katolik mempunyai ikatan yang erat dengan Gereja-&lt;span class=&quot;searchterm1&quot;&gt;gereja Timur&lt;/span&gt; tersebut, termasuk Gereja Orthodox yang walaupun tidak berada dalam kesatuan penuh dengan Gereja Katolik, namun mereka mempunyai apostolik, imamat dan Ekaristi (KGK, 1399). Jadi secara prinsip Gereja Orthodox mempunyai pengajaran dan sakramen seperti yang ada dalam Gereja Katolik, namun mereka tidak mengakui otoritas Gereja Katolik Roma. Namun, melalui Vatikan II Gereja Katolik berusaha mengusahakan kesatuan kembali dengan Gereja-gerja tersebut, yang dapat dilihat misalnya dalam hal pemberian sakramen. &lt;i&gt;Orientalium Ecclesiarum 27&lt;/i&gt; mengatakan,&#8221;&#8230;kepada para anggota Gereja-&lt;span class=&quot;searchterm1&quot;&gt;Gereja Timur&lt;/span&gt;, yang tanpa kesalahan apapun terpisah dari Gereja Katolik, dapat diterimakan Sakramen Tobat, Ekaristi dan Pengurapan Orang Sakit, bila mereka sendiri memintanya dan berada dalam disposisi baik. Bahkan orang-orang Katolik pun boleh meminta Sakramen-Sakramen itu kepada pelayan-pelayan yang tidak Katolik (imam Orthodox- red), bila Gereja-Gereja mereka mempunyai Sakramen-Sakramen yang sah, setiap kali itu dibutuhkan, atau sungguh ada manfaat rohaninya, dan bila secara fisik atau moril tidak dapat ditemui seorang imam katolik (maksudnya, jika dalam keadaan darurat atau di daerah itu tidak terdapat imam Katolik- red).&#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2) Juga pernah dibahas disini (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/#comment-351&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;).&lt;br&gt;
Katolik Latin adalah Western Church, atau Katolik Roma. Sedangkan Katolik Timur adalah Gereja Katolik Timur, yang tetap dalam kesatuan Gereja Katolik.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Gereja Katolik Timur ini mempunyai pengajaran yang sama dengan Katolik Roma, dan mereka mengakui Paus sebagai pemimpin Gereja Katolik. Mereka mempunyai liturgi yang begitu indah, dimana Konsili Vatican II dalam Orientalium Ecclesiarum mengatakan bahwa mereka didorong untuk merayakan Ekaristi dengan tradisi yang sudah ada, karena Gereja ingin mempertahankan warisan ini.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Kitab Hukum Gereja yang dipakai mereka adalah CCEO (Code of the Canons of the Eastern Church), yang dipakai oleh 21 Gereja Katolik Timur. &lt;span id=&quot;high_1&quot; class=&quot;searchterm1&quot;&gt;CCEO&lt;/span&gt; ini disahkan oleh Paus John Paul II tanggal 18 Oktober 1990, yang mulai berlaku tanggal 1 Oktober 1991. Sedangkan Latin Church memakai Kitab Hukum Kanonik 1983, yang disahkan oleh Paus Yohanes Paulus II tanggal 25 Januari 1983, dan berlaku mulai tangal 27 November 1983 (hari pertama advent). Namun semuanya adalah Gereja Katolik yang satu, kudus, katolik dan apostolik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demikian apa yang dapat saya sampaikan, semoga uraian di atas dapat menjawab pertanyaan Semang.&lt;br&gt;
Mari kita bersama-sama mensyukuri dan membangun Gereja Katolik yang kita kasihi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br&gt;
stef -  http://www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Semang,<br
/> Memang kalau kita melihat ke belakang, ada begitu banyak hal yang perlu kita syukuri, karena rahmat Tuhan yang begitu besar telah tercurah di dalam kehidupan kita. Mari kita melihat pertanyaan-pertanyaan dari Semang.<br
/> <span
style="font-weight: bold; text-decoration: underline;">A. Kenapa lahir Kristen Protestan</span><br
style="font-weight: bold; text-decoration: underline;"/><br
/> Saya pernah menjawab pertanyaan ini di sini (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/#comment-836" rel="nofollow">silakan klik</a>), dimana saya membahas tentang perpecahan Gereja:</p><p>1) <b>Ini membawa kita kepada sejarah perkembangan Gereja</b>. Apakah di dalam sejarah Gereja ada kesalahan yang dilakukan oleh Gereja Katolik? Tentu saja ada, namun kesalahan ini bukan merupakan kesalahan doktrin/ pengajarannya melainkan karena faktor manusia; dan ini tidak mengaburkan kebenaran bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang didirikan oleh Kristus. Gereja Katolik berjuang terus untuk memelihara kesatuan Gereja sesuai dengan amanat Yesus, sebelum Yesus mengalami penderitaan (Lih Yoh 17). Dalam artikel &quot;<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/" rel="nofollow">Mengapa memilih Gereja Katolik</a>&quot;, saya mencoba memaparkan bahwa perpecahan telah terjadi pada jemaat awal dari: Docetism (90-451), Gnosticism (100), Manichaeism (250) dan seterusnya. Ini terus berkembang dengan perpecahan gereja: Gereja Timur Orthodox (1054),Gereja Anglikan di Inggris (abad ke 16), didirikan oleh Raja Henry VIII,Lutheran dan Calvinis di Jerman (abad ke 16), didirikan oleh Luther dan Calvin,Methodis di Inggis (1739), didirikan oleh John Wesley,Kristen Baptis (1639), didirikan oleh Roger Williams, Anabaptis (1521), didirikan oleh Nicolas Stork, Presbyterian di Skotlandia (1560), Mormon di Amerika (1830), didirikan oleh Joseph Smith, Saksi Yehovah di Amerika (1852-1916), didirikan oleh Charles Taze Russell,Unification Church di Korea (1954), didirikan oleh Rev. Sun Myung Moon, dll.</p><p>2) Perpecahan-perpecahan gereja-gereja kalau ditelusuri akan adalah karena menginterpretasikan ayat-ayat Kitab Suci, tanpa ada otoritas yang menentukan bagaimana sebenarnya arti dari ayat-ayat tersebut. Kita mengingat akan apa yang dikatakan oleh Rasul Petrus yang mengingatkan akan jemaat Kristen bahwa ada perkataan-perkataan dari Rasul Paulus yang sulit dimengerti dan dapat dibelokkan oleh orang-orang (lih. 2 Pet 3:15-17; 2 Pet 1:20-21). <b>Menjadi bahan permenungan bagi kita semua, mengapa hanya berdasarkan Alkitab saja dapat membawa perpecahan?</b> Apakah Gereja Katolik tidak bersalah terhadap perpecahan-perpecahan tersebut? Tentu saja ada kesalahan yang dilakukan pihak Gereja, yang pada abad-abad tertentu kurang dapat memantulkan kasih Allah. Namun hal ini tidak mengaburkan akan kebenaran bahwa Gereja Katolik didirikan oleh Kristus sendiri, dimana Kristus berjanji untuk melindungi Gereja-Nya. Tanpa Kristus, seharusnya Gereja Katolik telah punah ditengah-tengah penyalahgunaan kekuasaan di dalam Gereja. Namun Yesus setia terhadap janji-Nya, dan terbukti sampai saat ini, Gereja Katolik tetap satu, kudus, katolik, dan apostolik, dengan pengikutnya 1.13 milyard lebih. Ini dimungkinkan hanya karena perlindungan Tuhan dan kesatuan di bawah kepemimpinan Bapa Paus.</p><p><span
style="font-weight: bold; text-decoration: underline;">B. Perbedaan Gereja Katolik dan gereja protestan</span></p><p>Pada akhirnya semua bersumber pada otoritas. Pada saat denominasi Kristen tidak mengakui otoritas Paus, sebagai pemersatu Gereja di dunia ini, maka persatuan Gereja yang didoakan oleh Kristus tidak dapat terwujud (Lih. Yoh 17). Dari penolakan otoritas ini, kemudian berkembang isu-isu yang lain, seperti: Sola Scriptura (Hanya Alkitab), Sola Fide (Hanya Iman), isu tentang Maria, purgatory, konsep keselamatan, dll.</p><p> <span
style="font-weight: bold; text-decoration: underline;">C. Tentang Gereja Timur</span></p><p>1) Hal ini pernah dijawab disini (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/#high_1" rel="nofollow">silakan klik</a>), dimana dikatakan:<br
/> Pertama-tama perlu diketahui bahwa tidak semua Gereja Timur memisahkan diri dari Gereja Katolik. Dokumen Vatikan II mengenai <span
id="high_1" class="searchterm1">Gereja Timur</span> yang mempunyai kesatuan dengan Gereja Katolik ditulis dalam <i>Orientalium Ecclesiarum</i> (OE) yaitu Dekrit Tentang Gereja-gereja Timur Katolik. Istilah &lsquo;Orthodox&rsquo; yang berarti &ldquo;true believer/ orang beriman sejati&rdquo; pada mulanya digunakan oleh Gereja-gereja Timur yang menolak ajaran sesat Nestorians dan Monophysites. Namun kemudian gereja-gereja Orthodox ini tergabung dalam schism Photius (abad ke 9) dan Cerularius (abad ke 11) yang kemudian memisahkan dari dari kesatuan Gereja Katolik Roma. Maka &ldquo;Orthodox&rdquo; ini adalah nama teknis dari Gereja-<span
class="searchterm1">gereja Timur</span> (di Eropa Timur, Mesir dan Asia) yang tidak mengakui kesatuan dengan Gereja Katolik. Untuk lebih lengkapnya mungkin uraian ini akan dapat kami tuliskan di artikel terpisah di waktu yang akan datang. <br
/> Dengan demikian, terdapat 2 kelompok Gereja Timur, yang pertama masih dalam kesatuan dengan Gereja Katolik Roma, dan yang kedua tidak dalam kesatuan penuh dengan Gereja Katolik Roma (yang dikenal dengan Gereja Orthodox). Gereja Katolik mempunyai ikatan yang erat dengan Gereja-<span
class="searchterm1">gereja Timur</span> tersebut, termasuk Gereja Orthodox yang walaupun tidak berada dalam kesatuan penuh dengan Gereja Katolik, namun mereka mempunyai apostolik, imamat dan Ekaristi (KGK, 1399). Jadi secara prinsip Gereja Orthodox mempunyai pengajaran dan sakramen seperti yang ada dalam Gereja Katolik, namun mereka tidak mengakui otoritas Gereja Katolik Roma. Namun, melalui Vatikan II Gereja Katolik berusaha mengusahakan kesatuan kembali dengan Gereja-gerja tersebut, yang dapat dilihat misalnya dalam hal pemberian sakramen. <i>Orientalium Ecclesiarum 27</i> mengatakan,&rdquo;&hellip;kepada para anggota Gereja-<span
class="searchterm1">Gereja Timur</span>, yang tanpa kesalahan apapun terpisah dari Gereja Katolik, dapat diterimakan Sakramen Tobat, Ekaristi dan Pengurapan Orang Sakit, bila mereka sendiri memintanya dan berada dalam disposisi baik. Bahkan orang-orang Katolik pun boleh meminta Sakramen-Sakramen itu kepada pelayan-pelayan yang tidak Katolik (imam Orthodox- red), bila Gereja-Gereja mereka mempunyai Sakramen-Sakramen yang sah, setiap kali itu dibutuhkan, atau sungguh ada manfaat rohaninya, dan bila secara fisik atau moril tidak dapat ditemui seorang imam katolik (maksudnya, jika dalam keadaan darurat atau di daerah itu tidak terdapat imam Katolik- red).&rdquo;</p><p>2) Juga pernah dibahas disini (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/#comment-351" rel="nofollow">silakan klik</a>).<br
/> Katolik Latin adalah Western Church, atau Katolik Roma. Sedangkan Katolik Timur adalah Gereja Katolik Timur, yang tetap dalam kesatuan Gereja Katolik.</p><p>Gereja Katolik Timur ini mempunyai pengajaran yang sama dengan Katolik Roma, dan mereka mengakui Paus sebagai pemimpin Gereja Katolik. Mereka mempunyai liturgi yang begitu indah, dimana Konsili Vatican II dalam Orientalium Ecclesiarum mengatakan bahwa mereka didorong untuk merayakan Ekaristi dengan tradisi yang sudah ada, karena Gereja ingin mempertahankan warisan ini.</p><p>Kitab Hukum Gereja yang dipakai mereka adalah CCEO (Code of the Canons of the Eastern Church), yang dipakai oleh 21 Gereja Katolik Timur. <span
id="high_1" class="searchterm1">CCEO</span> ini disahkan oleh Paus John Paul II tanggal 18 Oktober 1990, yang mulai berlaku tanggal 1 Oktober 1991. Sedangkan Latin Church memakai Kitab Hukum Kanonik 1983, yang disahkan oleh Paus Yohanes Paulus II tanggal 25 Januari 1983, dan berlaku mulai tangal 27 November 1983 (hari pertama advent). Namun semuanya adalah Gereja Katolik yang satu, kudus, katolik dan apostolik.</p><p>Demikian apa yang dapat saya sampaikan, semoga uraian di atas dapat menjawab pertanyaan Semang.<br
/> Mari kita bersama-sama mensyukuri dan membangun Gereja Katolik yang kita kasihi.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: semang</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-1088</link> <dc:creator>semang</dc:creator> <pubDate>Thu, 18 Dec 2008 02:05:42 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-1088</guid> <description>saya memang katolik sejak lahir tetapi saya(mula2)betul-betul mengenali Tuhan hanyalah pada tahun 1999(dibaptis) semasa umur saya 21 tahun.Awal kesedaran itu datang pada 1997 bila sahaja saya lulus peperiksaan Sijil Pelajaran Malaysia(SPM)1996.Bila saya sendirian saya renungkan semula perjalanan hidup saya akhirnya saya mengakui dan menginsafi diri bahawa begitu banyak dan setianya cintakasih Tuhan untuk saya.Antaranya adalah saya kehilangan ibu semasa umur saya 8 bulan(November 1979),saya hampir mati lemas(sungai)1983 dan saya lulus peperiksaan itu(1996) semuanya kerana cintakasih Tuhan.Saya masih ingat bagaimana saya menangis seperti bayi di depan paderi yang datang melawat paroki kami seminggu sebelum saya menduduki peperiksaan dan betapa damainya hati saya bila paderi tadi menjamah dahi lalu berdoa untuk saya akhirnya dengan kuasa Tuhan saya lulus. jadi saya menyoal diri saya sendiri bagaimanakah caranya saya hendak membalas kebaikan Tuhan itu? masa itu saya belum baptis lagi akhirnya saya membuat keputusan mendaftarkan diri untuk kelas baptis. Hingga ke saat ini(2008)iman saya masih lagi mengembara mencari kekuatan jadinya saya mengucapkan terima kasih kepada saudara/i di atas jawapan yang anda telah emailkan untuk saya berkenaan dengan pertanyaan saya berkenaan dengan agama jews,Kristian dan islam minggu lepas hingga ke saat ini saya masih dapat merasakan kegembiraan di hati kerana saya telah memilih agama dan gereja yang betul iaitu Katolik,sungguh indah rasanya bila saya imagine pengembaraan gereja Katolik bermula dari St peter hinggalah ke Pope kita yang sekarang ini bahawa gereja Katolik penuh dengan Tradisi yang indah.Dan kesaksian Iman Dr.Lawrence ini sangat indah bagi saya.
dan kesempatan ini saya ingin bertanya:
a)kenapa Kristian Protestan ini mesti wujud/lahir di dunia ini
b)secara generalnya apakah tradisi2 sembahyang/gereja katolik yang ditolak oleh protestan ini
c)benarkah gereja Katolik ada dua?satu yang berpusat di Rome/Vatikan satu lagi yang disebut Katolik Timur?sekian,salam kasih</description> <content:encoded><![CDATA[<p>saya memang katolik sejak lahir tetapi saya(mula2)betul-betul mengenali Tuhan hanyalah pada tahun 1999(dibaptis) semasa umur saya 21 tahun.Awal kesedaran itu datang pada 1997 bila sahaja saya lulus peperiksaan Sijil Pelajaran Malaysia(SPM)1996.Bila saya sendirian saya renungkan semula perjalanan hidup saya akhirnya saya mengakui dan menginsafi diri bahawa begitu banyak dan setianya cintakasih Tuhan untuk saya.Antaranya adalah saya kehilangan ibu semasa umur saya 8 bulan(November 1979),saya hampir mati lemas(sungai)1983 dan saya lulus peperiksaan itu(1996) semuanya kerana cintakasih Tuhan.Saya masih ingat bagaimana saya menangis seperti bayi di depan paderi yang datang melawat paroki kami seminggu sebelum saya menduduki peperiksaan dan betapa damainya hati saya bila paderi tadi menjamah dahi lalu berdoa untuk saya akhirnya dengan kuasa Tuhan saya lulus. jadi saya menyoal diri saya sendiri bagaimanakah caranya saya hendak membalas kebaikan Tuhan itu? masa itu saya belum baptis lagi akhirnya saya membuat keputusan mendaftarkan diri untuk kelas baptis. Hingga ke saat ini(2008)iman saya masih lagi mengembara mencari kekuatan jadinya saya mengucapkan terima kasih kepada saudara/i di atas jawapan yang anda telah emailkan untuk saya berkenaan dengan pertanyaan saya berkenaan dengan agama jews,Kristian dan islam minggu lepas hingga ke saat ini saya masih dapat merasakan kegembiraan di hati kerana saya telah memilih agama dan gereja yang betul iaitu Katolik,sungguh indah rasanya bila saya imagine pengembaraan gereja Katolik bermula dari St peter hinggalah ke Pope kita yang sekarang ini bahawa gereja Katolik penuh dengan Tradisi yang indah.Dan kesaksian Iman Dr.Lawrence ini sangat indah bagi saya.<br
/> dan kesempatan ini saya ingin bertanya:<br
/> a)kenapa Kristian Protestan ini mesti wujud/lahir di dunia ini<br
/> b)secara generalnya apakah tradisi2 sembahyang/gereja katolik yang ditolak oleh protestan ini<br
/> c)benarkah gereja Katolik ada dua?satu yang berpusat di Rome/Vatikan satu lagi yang disebut Katolik Timur?</p><p>sekian,salam kasih</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Justinus</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-907</link> <dc:creator>Justinus</dc:creator> <pubDate>Mon, 24 Nov 2008 17:10:17 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-907</guid> <description>Salam damaiMungkin sdr Ali dapat mencari di http://www.indocell.net/yesaya/id12.htm atau di toko buku Gramedia ada buku yang berisi Santo dan SantaMudah-mudah informasi ini bermanfaatAMDG</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Salam damai</p><p>Mungkin sdr Ali dapat mencari di <a
href="http://www.indocell.net/yesaya/id12.htm" rel="nofollow">http://www.indocell.net/yesaya/id12.htm</a> atau di toko buku Gramedia ada buku yang berisi Santo dan Santa</p><p>Mudah-mudah informasi ini bermanfaat</p><p>AMDG</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Julia</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-896</link> <dc:creator>Julia</dc:creator> <pubDate>Mon, 24 Nov 2008 09:26:53 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-896</guid> <description>Hallo semuanya, hallo Ali!Saya baru pertama kali buka website ini. :)
Salam kenal Ali dan Stef.Ingin sharing sedikit saja ttg nama baptisan. Kita bisa mengambil hikmah dari kesaksian Dr. Lawrence Feingold di atas.Dia bingung, bergumul, tetapi dia melakukan sesuatu yang sangat bagus, yaitu BERDOA. Dengan berdoa, Tuhan menuntun dia ke jalan yang benar.Dalam memilih nama Baptis juga harus diterapkan seperti itu. Coba pilih max. 3 nama Baptis yang paling menyentuhmu, lalu bawalah nama2 tersebut ke hadapan Tuhan. Minta Tuhan yang memilihkannya bagimu, maka Tuhan akan memilihkan yang terbaik.Ingat, Tuhan yang paling tahu tentang diri kita, bahkan jauh melebihi diri kita sendiri.Tuhan memberkati!Julia</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Hallo semuanya, hallo Ali!</p><p>Saya baru pertama kali buka website ini. :)<br
/> Salam kenal Ali dan Stef.</p><p>Ingin sharing sedikit saja ttg nama baptisan. Kita bisa mengambil hikmah dari kesaksian Dr. Lawrence Feingold di atas.</p><p>Dia bingung, bergumul, tetapi dia melakukan sesuatu yang sangat bagus, yaitu BERDOA. Dengan berdoa, Tuhan menuntun dia ke jalan yang benar.</p><p>Dalam memilih nama Baptis juga harus diterapkan seperti itu. Coba pilih max. 3 nama Baptis yang paling menyentuhmu, lalu bawalah nama2 tersebut ke hadapan Tuhan. Minta Tuhan yang memilihkannya bagimu, maka Tuhan akan memilihkan yang terbaik.</p><p>Ingat, Tuhan yang paling tahu tentang diri kita, bahkan jauh melebihi diri kita sendiri.</p><p>Tuhan memberkati!</p><p>Julia</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-609</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Mon, 27 Oct 2008 21:32:21 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-609</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Ali, &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mungkin Ali dapat mencarinya &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://www.catholic.org/saints/calendar/october.php&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;di sini&lt;/a&gt; atau &lt;a href=&quot;http://saints.sqpn.com/calendar-of-saints/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;, hanya memang dalam bahasa Inggris. Semoga Ali dapat menemukan Santo yang tepat, yang akan menemani Ali dalam perjalanan spiritualitas Ali, sampai akhirnya dapat berkumpul dengan santo yang Ali pilih di surga. Cara mencari juga bukan hanya tergantung dari tanggal, namun bisa dari karakter. Misal: kalau kurang sabar, maka dapat memilih St. Fransiskus dari Sales, dimana santo ini mempunyai karakter yang kurang sabar namun dia berjuang sedemikian rupa sehingga dia dikenal santo yang lemah lembut. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dari http://www.katolisitas.org &lt;br /&gt;
stef&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Ali,</p><p>Mungkin Ali dapat mencarinya <a
rel="nofollow" href="http://www.catholic.org/saints/calendar/october.php" rel="nofollow">di sini</a> atau <a
href="http://saints.sqpn.com/calendar-of-saints/" rel="nofollow">disini</a>, hanya memang dalam bahasa Inggris. Semoga Ali dapat menemukan Santo yang tepat, yang akan menemani Ali dalam perjalanan spiritualitas Ali, sampai akhirnya dapat berkumpul dengan santo yang Ali pilih di surga. Cara mencari juga bukan hanya tergantung dari tanggal, namun bisa dari karakter. Misal: kalau kurang sabar, maka dapat memilih St. Fransiskus dari Sales, dimana santo ini mempunyai karakter yang kurang sabar namun dia berjuang sedemikian rupa sehingga dia dikenal santo yang lemah lembut.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a> <br
/> stef</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ali</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-608</link> <dc:creator>Ali</dc:creator> <pubDate>Mon, 27 Oct 2008 20:30:00 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-608</guid> <description>Saya seperti &quot;orang yang jatuh cinta yang ke-2 kalinya&quot;. karena saya betul2 ingin menjadi katolik seutuhnya.
Saya bingung mencari buku tentang santa/santo.
di beberapa web indonesia sedikit kurang lengkap.
Saya ada membaca sedikit dan itu bagian dimana iman saya semakin dikuatkan.
Saya bingung memilih nama untuk sendiri. lihat dari tgl dan bulan lahir seperti agak kurang sreg.
jujur saja, nama apapun saya tidak masalah tapi pastor bilang agar saya mencari figur santa yang saya sukai dan terus terang saya suka semua santa/santo.
terima kasih atas balasan dari anda. semoga segala usahamu di dunia akan berbuah kebaikan bagimu.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Saya seperti &#8220;orang yang jatuh cinta yang ke-2 kalinya&#8221;. karena saya betul2 ingin menjadi katolik seutuhnya.<br
/> Saya bingung mencari buku tentang santa/santo.<br
/> di beberapa web indonesia sedikit kurang lengkap.<br
/> Saya ada membaca sedikit dan itu bagian dimana iman saya semakin dikuatkan.<br
/> Saya bingung memilih nama untuk sendiri. lihat dari tgl dan bulan lahir seperti agak kurang sreg.<br
/> jujur saja, nama apapun saya tidak masalah tapi pastor bilang agar saya mencari figur santa yang saya sukai dan terus terang saya suka semua santa/santo.<br
/> terima kasih atas balasan dari anda. semoga segala usahamu di dunia akan berbuah kebaikan bagimu.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-599</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Mon, 27 Oct 2008 12:06:18 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-599</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Ali, &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terimakasih telah menjawab panggilan Tuhan untuk masuk dalam keluarga Gereja Katolik. Memang Ekaristi menjadi puncak perayaan dan liturgi Katolik, karena Yesus sendiri (tubuh, jiwa, dan ke-Allahannya) hadir. Ali dapat melihat artikel &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/19/ekaristi-sumber-dan-puncak-spiritualitas-kristiani/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;tentang Ekaristi&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita turut berdoa agar Ali dapat terus setia dalam proses katekumen, sehingga pada saat pembaptisan, Ali dapat menerima Tubuh dan Darah Kristus. Mari kita bersama-sama mengasihi Kristus yang terlebih dahulu mengasihi kita. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dari http://www.katolisitas.org &lt;br /&gt;
stef &amp; ingrid&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Ali,</p><p>Terimakasih telah menjawab panggilan Tuhan untuk masuk dalam keluarga Gereja Katolik. Memang Ekaristi menjadi puncak perayaan dan liturgi Katolik, karena Yesus sendiri (tubuh, jiwa, dan ke-Allahannya) hadir. Ali dapat melihat artikel <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/19/ekaristi-sumber-dan-puncak-spiritualitas-kristiani/" rel="nofollow">tentang Ekaristi</a>.</p><p>Kita turut berdoa agar Ali dapat terus setia dalam proses katekumen, sehingga pada saat pembaptisan, Ali dapat menerima Tubuh dan Darah Kristus. Mari kita bersama-sama mengasihi Kristus yang terlebih dahulu mengasihi kita.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a> <br
/> stef &amp; ingrid</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ali</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/comment-page-1/#comment-597</link> <dc:creator>Ali</dc:creator> <pubDate>Mon, 27 Oct 2008 06:38:24 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/30/dari-seorang-atheis-menjadi-seorang-katolik/#comment-597</guid> <description>Saya ikut katekumen tuk baptis jadi katolik. Sebelumnya saya tidak &quot;beriman&quot;. dibilang buddha juga jarang ke wihara. TETAPI saya suka membaca buku agama. dan buku2 yg menjadi inspirasi berasal dari yesuit katolik dan buddha dari biksu Thailand.
Dulu, saya sempat dibantu seorang pastor sehingga saya bisa masuk sekolah SMA Katolik. terus entah gimana istri saya katolik.
ternyata ke gereja mendengar kotbah pastor tidaklah cukup karena kita tidak dapat komuni. Yang mana makna dari komuni itu dimana Yesus ada di dalam kita dan kita ada di dalam Tuhan.
Iman saya sudah teguh untuk kemuliaanNya.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Saya ikut katekumen tuk baptis jadi katolik. Sebelumnya saya tidak &#8220;beriman&#8221;. dibilang buddha juga jarang ke wihara. TETAPI saya suka membaca buku agama. dan buku2 yg menjadi inspirasi berasal dari yesuit katolik dan buddha dari biksu Thailand.<br
/> Dulu, saya sempat dibantu seorang pastor sehingga saya bisa masuk sekolah SMA Katolik. terus entah gimana istri saya katolik.<br
/> ternyata ke gereja mendengar kotbah pastor tidaklah cukup karena kita tidak dapat komuni. Yang mana makna dari komuni itu dimana Yesus ada di dalam kita dan kita ada di dalam Tuhan.<br
/> Iman saya sudah teguh untuk kemuliaanNya.</p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 37/71 queries in 0.025 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-07-30 16:21:07 -->