Apakah Yesus mempunyai istri?

Pertanyaan:

Salam sejahtera…
Saya mau tanya, benar atau tidak Yesus mempunyai istri?sejak kecil saya suka dan bahkan dengan senang hati mengikuti sekolah minggu, dan tidak pernah ada yang mengajarkan kalau yesus punya istri.dan tidak satu pun ada tulisan yang mengatakan yesus punya istri( alkitap ).saya berharap jawabannya bisa membantu saya, Tuhan memberkati.
Salam – Jonner

Jawaban:

Salam damai Jonner,

Terima kasih atas pertanyaannya. Pertanyaan tentang apakah Yesus mempunyai istri atau tidak, mungkin tidak pernah terlintas oleh orang yang beragama Kristen, karena umat Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Mari sekarang kita lihat satu persatu keberatan tersebut:

  1. Ada yang mengajukan argumentasi bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena berdasarkan beberapa kitab-kitab yang tidak termasuk dalam alkitab. Dan inilah yang dijabarkan secara panjang lebar dalam karya fiksi (fiksi = tidak nyata) dalam Da Vinci Code tulisan Dan Brown.
  2. Karena Yesus seorang rabbi (Yoh 1:38) dan hampir semua rabbi di jaman Yesus menikah, maka Yesus pasti menikah.

Dari keberatan-keberatan tersebut, mari kita menganalisanya satu-persatu.

I. Maria Magdalena di Kitab Perjanjian Baru.

  1. Dalam Injil diceritakan akan beberapa nama Maria, seperti: Maria – Bunda Yesus, Maria – saudara Lazarus dan Marta (Luk 10:38-42), Maria Magdalena (Maria yang berasal dari Magdala, di daerah sekitar Danau Galilea).
  2. Maria Magdalena ini adalah yang diceritakan dalam Injil bahwa Maria Magdalena bersama dengan beberapa perempuan lain melayani para Yesus dan murid dalam pelayanan mereka (Luk 8:1-3). Dia juga dibebaskan dari tujuh roh jahat (Luk 8:2). Dan dia juga yang menyaksikan dari dekat drama penyaliban Kristus (Mk 15:40), dan kemudian Yesus menyatakan kebangkitan-Nya kepada Maria Magdalena (Yoh 20:1-18).
  3. Dan kemudian di Luk 7:36-50 dikatakan ada seorang wanita pendosa yang menangis dan meminyaki kaki Yesus, serta mengusap kaki Yesus dengan rambutnya. Dalam tradisi Katolik, beberapa bapa Gereja masih memperdebatkan apakah wanita ini adalah Maria Magdalena atau seorang wanita pendosa yang lain. Cerita ini justru menunjukkan bahwa Yesus adalah Tuhan, karena di ayat 48 dan 50 dikatakan bahwa Yesus mengampuni dosa wanita pendosa tersebut. Hanya Tuhan yang dapat mengampuni dosa.
  4. Itulah sekilas yang diceritakan dalam Injil tentang keberadaan Maria Magdalena, yang sebenarnya dari semua cerita tersebut, tidak ada hal yang yang mendukung tentang keistimewaan hubungan antara Yesus dan Maria Magdalena.

II. Maria Magdalena di kitab-kitab yang tidak termasuk dalam Alkitab.

  1. The Gospel of Thomas, The Gospel of Peter, The Sophia of Jesus Christ, The Pistis Sophia, The Gospel of Mary, The Dialogue of the Saviour, The Gospel of Philip, adalah buku-buku yang sering dipakai untuk membuktikan bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena. Namun di semua buku-buku tersebut, setahu saya tidak berkata bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena, yang ada hanya menceritakan kedekatan mereka. Jadi pernyataan bahwa Yesus menikah adalah merupakan kesimpulan dari kedekatan yang digambarkan antara Yesus dan Maria Magdalena dalam buku-buku tersebut.
  2. Buku-buku yang disebutkan di atas ditulis sekitar abad ke 2-3, mungkin yang paling awal adalah The Gospel of Thomas. Sedangkan buku-buku yang termasuk di dalam Alkitab Perjanjian Baru ditulis dari sekitar tahun 50 – 100 AD, seperti: Matius, 1 dan 2 Tesalonika (50-55), Markus, Lukas, Kisah Para Rasul (55-62), dan paling akhir Yohanes dan Wahyu (90-100). Kesimpulannya, apa yang terlebih dahulu ditulis mempunyai kemungkinan untuk yang lebih besar bahwa dokumen tersebut tidak ditambah-tambah karena ketidakbenaran suatu fakta. Kalau memang fakta di dalam dokumen perjanjian baru tidak benar-benar terjadi, seperti: mukjijat, kematian Yesus, kebangkitan Yesus, maka akan ada banyak orang yang menuliskan dokumen lain dan memprotes akan ketidakbenaran Injil dan buku yang lain pada saat itu. Namun kenyataannya, kita tidak menemukan dokumen-dokumen tersebut di tengah-tengah begitu banyak saksi yang masih hidup pada waktu Perjanjian Baru ditulis. Mengapa kita percaya akan kemurnian dari Alkitab, dapat dibaca di artikel ini.
  3. Yang terjadi dengan perkembangan kekristenan di masa jemaat awal adalah suatu konsistensi yang mempertahankan bahwa Yesus adalah satu Pribadi yang mempunyai dua nature (manusia dan Tuhan). Dan inilah yang diperjuangkan dan diimani oleh Gereja Katolik.

III. Apakah seorang Yahudi dan Rabbi harus menikah.

  1. Kita tahu dari beberapa tulisan pakar histori, bahwa ada banyak orang yang tidak menikah pada jaman Yesus, sebagai contoh:

    - Menurut Philo (filsuf Yahudi yang tinggal di Alexandria, Mesir) dalam bukunya Hypothetica 11.14-17, dikatakan bahwa suku Essenes tidak memiliki istri.

    - Menurut Josephus (sejarahwan Yahudi) dalam bukunya Jewish War, 2.8.2 dan juga Antiquities 18.1.5 mengatakan bahwa banyak orang dari suku Essenes yang mempraktekkan kaul kemurnian seumur hidup, yang berarti tidak menikah.

  2. Jadi, tidaklah aneh kalau orang-orang seperti Yohanes Pembaptis, Rasul Yohanes atau Rasul Paulus tidak menikah. Dan tentu saja tidaklah aneh kalau Yesus sendiri tidak menikah.

Jadi, kenapa Yesus tidak menikah?

  1. Kita melihat dari percakapan Yesus dengan murid-muridnya di Mat 19:3-12, bahwa Yesus mengajarkan akan kesucian akan pernikahan dan tidak mengijinkan akan perceraian. Namun di ayat 11-12, dikatakan bahwa ada orang-orang yang tidak menikah karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Nah dari sini, kalau ada orang-orang yang untuk kerajaan surga tidak menikah, apalagi Yesus, yang datang dari Sorga, yang adalah Allah sendiri, sungguh menjadi layak untuk tidak menikah di dunia ini. Bukan karena Yesus merendahkan perkawinan, namun menjadi layak (fitting) bahwa Dia tidak menikah, sehingga Dia dapat menyebarkan Kerajaan Allah secara total. Dan ini juga ditegaskan oleh Rasul Paulus yang mengatakan bahwa orang-orang yang tidak menikah lebih memusatkan perhatiannya kepada perkara Tuhan (1 Kor 7:32-33). Dan inilah yang dilakukan oleh para pastor dan suster, yang mau meneladani secara penuh apa yang dicontohkan oleh Yesus.
  2. Akan menjadi fitting kalau Yesus tidak menikah, karena kedatangan-Nya adalah untuk menebus dosa manusia. Dimana karya penebusan ini jauh lebih tinggi/ infinite (tak terbatas) jika dibandingkan dengan pernikahan. Sebagai contoh, seorang penjual yang mempunyai proyek 900 triliun US$ tidak akan tergoda dengan proyek yang bernilai 100 rupiah. Ini adalah contoh yang sungguh tidak sempurna untuk membandingkan nature dari karya penebusan (yang sifatnya supernatural/grace) dibandingkan dengan natural. Perbedaan antara nature dan grace/supernatural level adalah tidak terbatas, sehingga contoh di atas sesungguhnya tidak dapat menggambarkan perbedaan tersebut.
  3. Sebenarnya pernikahan adalah suatu gambaran yang sekilas akan Kerajaan Allah yang abadi, dimana sepasang suami istri dapat memberikan diri masing-masing dalam kasih yang tulus. Disinilah inti dari kasih yang sebenarnya terwujud dalam kesucian perkawinan, dimana suami istri mengatakan satu-sama lain: saya memberikan diriku, dan saya adalah milikmu. Pernikahan adalah suatu cara untuk mengekpresikan kasih seperti ini. Namun di dalam diri Yesus, ada kepenuhan kasih yang paling sempurna, yaitu kasih di dalam kehidupan Tritunggal Maha Kudus, sehingga dalam kesatuan dengan Allah ini (karena memang Yesus adalah Allah) tidak diperlukan pernikahan dengan manusia.
  4. Pernikahan yang kita kenal di dunia ini bersifat sementara sampai maut memisahkan suami istri. Inilah yang diajarkan oleh Yesus sendiri, bahwa di Surga tidak ada hubungan pernikahan seperti yang kita kenal di dunia ini (Mat 22:23-32). Jadi, kalau Yesus sendiri senantiasa mengalami Kerajaan Surga (karena Yesus mempunyai Beatific Vision secara terus-menerus), maka adalah fitting bahwa Yesus tidak memilih pernikahan seperti yang ada di dunia ini.
  5. Karya penebusan ini menempatkan Yesus sebagai mempelai laki-laki, dengan Gereja sebagai mempelai perempuan yang dikuduskan-Nya dengan air dan firman, seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus (Ef 5:25-32). Akan tidak fitting kalau Yesus menikah, karena ini berarti ada dua mempelai perempuan. Sedangkan Yesus sendiri mengatakan bahwa perkawinan hanya untuk 1 laki-laki dan 1 perempuan (Mat 19:3-12). Di sini, Gereja sebagai Mempelai Yesus memiliki arti Ilahi, sehingga makna Perkawinan Kristus dengan Gereja jauh melampaui makna perkawinan antar manusia di dunia. Gambaran kasih antara Yesus dan Gereja inilah yang menjadi acuan/ teladan kasih suami istri dalam Sakramen Perkawinan Katolik, yaitu kasih mempelai laki-laki yang sampai menyerahkan nyawa bagi mempelai perempuan-nya dan kasih mempelai perempuan yang tunduk menghormati suaminya. Persatuan antara Yesus dengan GerejaNya di akhir zaman digambarkan sebagai Perjamuan Kawin Anak Domba dalam kitab Wayhu 19:6-10.

Semoga uraian di atas dapat menjawab pertanyaan Jonner.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org

Ditulis oleh Stefanus Tay pada 27 09 08 Disimpan dalam TJ: Apologetik Non Kristen, TJ: Kristologi, Tanya-Jawab. Anda dapat mengikuti pesan-pesan di artikel ini melalui RSS 2.0. Anda dapat meninggalkan pesan atau trackback di artikel ini

7 komentar untuk “Apakah Yesus mempunyai istri?”

  1. 4
    Aquilino Amaral says:

    salam pak Step tay,

    Saya kurang setuju dengan pendapat bapak dengan membandingkan Yesus dengan Para pastor dan suster yang tidak menikah. Para pastor bisa saja menikah dan cenderung untuk melakukan hubungan badan dengan wanita atau laki-laki secara tidak sah. karena banyak pastor tidak menikah tapi mereka mempunyai anak diluar nikah. oleh karena itu saya kurang setuju dengan itu. menurut hemat saya, bahwa Yesus tidak menikah, karena bukan dari keturunan gen (bukan hasil dari pernikahan, tetapi dari Roh. Roh tidak mungking melebur dengan daging.

    Makasih

    Aquilino Amaral
    +6707274749
    +670 3323131/2

    Embassy of Japan in Timor-Leste

    • 4.1

      Shalom Aquilino Amaral,

      Terima kasih atas tanggapannya tentang mengapa Yesus tidak menikah. Dalam jawaban saya sebelumnya, saya bukan membandingkan Yesus dengan para pastor dan suster. Namun, saya ingin menekankan bahwa pernikahan bukanlah merupakan akibat bahwa manusia adalah keturunan Adam dan Hawa. Untuk itu, saya memberikan contoh, bahwa para pastor dan suster, yang merupakan keturunan Adam dan Hawa, memilih untuk tidak menikah. Oleh karena itu, komentar dari anda yang mengatakan “Para pastor bisa saja menikah dan cenderung untuk melakukan hubungan badan dengan wanita atau laki-laki secara tidak sah.” tidaklah pada tempatnya, karena tidak sesuai dengan topik diskusi ini dan mayoritas dari pastor dan suster benar-benar memberikan hidup mereka untuk melayani umat demi kemuliaan nama Tuhan. Kita dapat mendiskusikan hal ini secara terpisah.
      Di satu sisi, karena Yesus adalah sungguh manusia, maka Dia juga mempunyai gen dari Maria, yang mengambil makanan dari Maria, dll. Bahkan Yesus, Tuhan yang menjadi manusia, yang mengambil gen dari Maria, mempunyai kodrat sungguh Allah dan sungguh manusia (sungguh manusia, sama seperti kodrat kita, yang mempunyai daging, dll, kecuali tanpa dosa). Jadi bukan masalah gen inilah yang membuat Yesus tidak menikah, namun karena beberapa alasan yang saya paparkan di atas dalam lima points. Semoga dapat memperjelas.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – http://www.katolisitas.org

  2. 3
    Aquilino Amaral says:

    tanggapan saja atas komentar diatas tentang Yesus menikah.

    Kalau mendalami iman katolik dan mempelajari TRINITAS, maka Yesus adalah Allah (baca Injil Yohanes. Pernikahan yang dilakukan di kita manusia, adalah hanya untuk memuliah akan Allah dan menggenapi rencana Allah sebelum Yesus lahir. Yesus tidak menikah dan tidak boleh menikah dengan manusia. karena Yesus itu Firman Allah yang telah menjadi manusia. Roh tidak pernah melebur dengan daging. semua umat yang menikah itu karena sifat gen dari Adam dan Hawa. tetapi Yesus bukan bagian dari gen itu.
    sehingga mustahil sekali kalau kita mendiskusi bahwa Yesus itu menikah.

    Mana mungkin Allah menciptakan Manusia, yang maha suci bisa berbuat dosa? Karena akibat dari dosa itulah ada nya kematian. Didalam Yesus tidak dosa, karena dia maha suci.

    Semoga kalangan non katolik dapat mengerti

    salam semoga Yesus memberkati anda yang tidak percaya.

    • 3.1

      Shalom Aquilino Amaral,
      Terima kasih atas tanggapannya bahwa Yesus tidak mungkin menikah. Namun saya ingin memberikan klarifikasi, bahwa pernikahan tidaklah berhubungan dengan sifat gen dari Adam dan Hawa. Kita melihat ada banyak pastor dan suster yang tidak menikah walaupun semuanya adalah keturunan Adam dan Hawa. Namun, memang benar, bahwa Yesus yang mengambil kodrat manusia tidak mempunyai dosa, baik dosa asal maupun dosa pribadi. Menikah atau tidak adalah merupakan suatu pilihan hidup, dimana setiap manusia dituntut untuk berpartisipasi dalam misi keselamatan Allah. Oleh karena itu, tidaklah mungkin Yesus menikah dalam mengemban misi yang diemban-Nya, yaitu untuk menebus dosa manusia, menjadi kepala Gereja, dan mempelai pria dari Gereja.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – http://www.katolisitas.org

  3. 2
    glenn says:

    tidak akan pernah kekurangan kemuliaan yesus jika ia menikah,.,.,.,.,.
    karena yesus ialah nabi yang telah diutus allah untuk menggenapi nabi2 sebelumnya,.,.,
    sama seperti nabi Muhammmad SAW yang tidak akan pernah hilang kemuliannya,.,.,.

  4. 1
    Jonner says:

    Salam sejahtera…
    saya mau tanya, benar atau tidak Yesus mempunyai istri?sejak kecil saya suka dan bahkan dengan senang hati mengikuti sekolah minggu, dan tidak pernah ada yang mengajarkan kalau yesus punya istri.dan tidak satu pun ada tulisan yang mengatakan yesus punya istri( alkitap ).saya berharap jawabannya bisa membantu saya, Tuhan memberkati.
    [Dari katolisitas: pertanyaan ini telah dijawab di artikel di atas - silakan klik ]

Menginggalkan pesan

MENDUKUNG KATOLISITAS.ORG

Kalau anda ingin mendukung karya kerasulan ini secara finansial, silakan menghubungi: donation[at]katolisitas.org atau melalui Paypal / Credit Card di bawah ini. Karya kerasulan ini dapat terus berlangsung karena rahmat Tuhan dan juga dukungan dari semuanya. Tuhan memberikati.

TRANSLATE FROM INDONESIAN TO:

KOMENTAR TERAKHIR

© Copyright katolisitas - 2008 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja.

Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial.

Renungan dan doa diterjemahkan dari: Every Day Is a Gift by Frederick Schroeder, CBPC, 1984.

 

Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, Hari dimana Gereja memperingati  Bunda Maria mengunjungi Elizabeth

Romo pembimbing: Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ.  |  Ahli Hukum Gereja dan Perkawinan: RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. |  Ahli Sakramen dan Liturgi: Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD
Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. |  Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min., Th.M.
Penulis tetap: Romo Bernardus Boli Ujan SVD  |  Romo Wanta, Pr  |  Stefanus Tay, M.T.S  |  Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
Penanggung jawab situs: Stefanus Tay, M.T.S  |  Ingrid Listiati Tay, M.T.S.