9 pertanyaan kekristenan
- Pertanyaan:
- Jawaban:
- I. Tentang pengakuan Yesus bahwa Dia beragama Kristen.
- II. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13-29 tahun?
- III. Yesus tidak pernah mengatakan “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja.
- IV. Yesus tidak pernah mengatakan “”Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya”
- V. Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?
- VI. Dimanakah Alkitab mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia?
- VII. Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga”?
- VIII. Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya?
- IX. Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!!
Pertanyaan:
[Tanpa mengurangi esensi dari pertanyaan Bong Felix, Admin telah mengedit komentar ini, karena ada 9 tulisan yang panjang sekali dalam pesan ini. Semoga bisa dimengerti]
Terima kasih Kepada para moderator Katolisitas.org yang cukup membantu kita sebagai umat/bagian dari gereja,untuk mendapat informasi yang tepat guna dalam pengembangan iman secara Katolik. Terus terang saya agak sedikit gusar dengan perkembangan dewasa ini yang begitu bebas menyatakan pendapatnya tentang hal-hal yang bekenaan dengan agama dan keyakinan, dan baru-baru ini saya sempat masuk ke webside nya komunitas muslim, mereka begitu antusias mempelajari Injilnya Kristen dan tentunya hal ini membuat kita senang , namun diluar dugaan juga bermunculan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan Komunitas Kristiani, dan disini saya mau bertanya: apa yang harus kita lakukan apabila mendapatkan pertanyaan-pertanyan berikut ini
- Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?
Yesus tidak pernah berkata bahwa Dia beragama Kristen. Kristen mulai dipakai di Antiokia (Kis 11:23-26). Jadi yang membuat nama Kristen adalah adalah Barnabas dan Paulus. Kristen hanya disebut 6x (Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2 Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16). - Mana ajaran Yesus ketika berumur 13-29 tahun? Injil tidak menceritakan hal ini, dan ini berarti Injil tidak komplit.
- Yesus tidak pernah mengatakan “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja.
- Yesus tidak pernah mengatakan “”Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya”
- Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu? Kemudian membandingkan dengan sepuluh perintah Allah yang mengharuskan seseorang beribadah pada hari Sabat.
- Dimanakah Alkitab mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia? Yesus tidak pernah mengatakan hal itu. Kemudian argumentasi berkembang dengan memberikan Jesus seminar sebagai dasar bahwa Yesus tidak pernah mengatakan hal tersebut, dan Jesus seminar menyimpulkan bahwa 82% dari Injil bukan benar-benar diucapkan oleh Yesus.
- Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga”?
- Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya?
- Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!
Jawaban:
Shalom Bong Felix,
Terima kasih atas semua pertanyaannya. Kita tidak boleh gusar, karena memang Islam tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Kami minta maaf, bahwa jawaban yang akan kami berikan mungkin tidak dapat terlalu panjang mengingat waktu yang terbatas. Namun secara perlahan-lahan kita akan menjawabnya dalam bentuk artikel-artikel yang lebih lengkap di masa datang. Jadi mohon kesabarannya. Artikel-artikel yang berhubungan dengan jawaban ini dapat dilihat di: Yesus Tuhan, Gereja Katolik, Inkarnasi, nubuat, Yesus menurut sejarah.
Mari kita sekarang melihat pertanyaan-pertanyaan tersebut. Yang menjadi permasalah di sini adalah pertanyaan-pertanyaan di atas (1-6) mencoba memaksakan suatu bukti dengan cara yang kriteria yang dibuat sendiri, tanpa melihat bukti-bukti lain yang mendukung suatu pernyataan. Ini dapat digambarkan seperti seseorang berkata:
- “Tunjukkan kepada saya, bahwa Bill Gates adalah orang kaya. Kalau dia tidak pernah mengatakan bahwa dia orang kaya, saya tidak akan percaya bahwa dia orang kaya.” Pernyataan seperti ini tidak mendasar, karena kita dapat melihat buktinya bahwa Bill Gates mempunyai uang 58 milyar US$, yang kurang lebih sekitar 60% dari budget negara Indonesia tahun 2008. Organisasi amalnya mempunyai uang sekitar 32% dari total budget negara indonesia selama satu tahun. Kalau kita tetap bersikeras bahwa Bill Gates tidak kaya, karena Bill Gates tidak pernah mengatakan bahwa dia kaya walaupun bukti-bukti di atas sudah menunjukkan bahwa Bill Gates orang yang sangat kaya, rasanya keberatan seperti itu kurang dapat dipertanggungjawabkan.
- Atau contoh yang lain, seorang anak mengatakan “saya tidak percaya bahwa orang tua saya mencintai saya, karena mereka tidak pernah mengatakan bahwa mereka mencintai saya.” Namun orang tua dari anak itu, sebenarnya begitu memperhatikan, berlaku lemah lembut, selalu ada di samping anak itu kalau anak itu mengalami kesulitan, mencukupi semua kebutuhan anak itu, meluangkan waktu untuk bercanda, bercerita, dll.
- Contoh yang mungkin lebih gamblang adalah seseorang yang bertanya kepada seorang suami dan mengatakan “Saya tidak akan percaya bahwa istri kamu adalah seorang wanita, karena dia tidak pernah mengatakan bahwa dia seorang wanita.” Tentu saja sang suami tidak terpengaruh, karena sang suami tahu persis bahwa istrinya adalah seorang wanita, karena istrinya telah melahirkan beberapa anak, dll.
- Begitu mudah orang untuk mengatakan bahwa “saya kaya, saya mengasihi engkau”, namun belum tentu terbukti. Nah dalam hal ini, Tuhan kita yang menjelma menjadi manusia, telah menunjukkannya dalam segala perkataan dan juga dalam perbuatan, bahwa dia adalah Allah yang benar-benar mengasihi umat-Nya. Mana yang lebih besar tanda kasihnya “perkataan saya mengasihi engkau” atau “mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia”? Oleh karena itu, jawaban-jawaban berikut ini tidak akan mencoba untuk mencari-cari perkataan seperti yang diinginkan oleh penanya, namun membuktikan apa yang sesungguhnya mau ditanya.
Mari sekarang kita melihat pertanyaan-pertanyaan tersebut:
I. Tentang pengakuan Yesus bahwa Dia beragama Kristen.
- Yesus memang tidak pernah mengatakan bahwa Dia datang ke dunia ini untuk mendirikan agama Kristen. Namun Yesus mengatakan bahwa Dia datang ke dunia ini untuk menebus dosa dan menyelamatkan manusia dari belenggu dosa (Yoh 3:17; Yoh 12:47). Yesus juga mendirikan Gereja, seperti yang dikatakan-Nya di Mat 16:18, bahwa Dia mendirikan Gereja-Nya di atas Petrus (batu karang) dan berjanji bahwa alam maut tidak akan menguasainya. Dan juga begitu banyak perkataan akan “kerajaan Allah”, yang sebenarnya merujuk kepada “Gereja”. Nah, sampai di sini, kita setuju bahwa Yesus mendirikan Gereja. Apakah nama Gereja-Nya? Dalam perkembangannya, memang betul bahwa nama Kristen mulai dipakai di Antiokia (Kis 11:23-26). Dan agama Kristen terus berkembang, yang mendasari ajarannya berdasarkan akan perkataan dan perbuatan Kristus.
- Dan Gereja Katolik mulai dipakai pada tahun 110 AD oleh St. Ignasius, seperti yang tertulis dalam suratnya kepada Smyrnaeans (jemaat di Smyrna), dimana dia mengatakan bahwa dimana uskup ada, disitu juga umat berada, dan dimana Jesus ada, disitu juga ada Gereja Katolik. Dan ini terus diteguhkan dengan surat dari St. Polikarpus, dll, sampai saat ini. Dan begitu banyak surat-surat yang ada untuk membuktikan hal ini.
- Jadi, sampai sini, kita tahu bahwa Yesus telah mendirikan Gereja, kemudian berkembang dengan nama Kristen, yang dimanifestasikan dalam Gereja Katolik. Nah, Yesus dalam banyak kesempatan mengatakan “ikutlah aku” (Mat 4:19; Mat 9:9; Mk 1:17; Lk 9:59; Yoh 1:43). Seseorang yang mengikuti Kristus disebut “Kristen” atau “Christian“. Jadi Yesus tidak mengakan Dia beragama Kristen, namun Dia mengatakan “Ikutlah Aku”. Jadi, Yesus Kristus memang bukan beragama Kristen, namun Dia adalah pendiri agama Kristen; karena Ia memberikan perintah untuk mengikuti Dia. Pengikut Kristus inilah yang disebut Kristen.
II. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13-29 tahun?
- Kalau dikatakan bahwa ketidakkomplitan Injil karena kurang lengkapnya memuat biografi dari Yesus, maka pernyataan tersebut adalah benar. Bahkan, Alkitab menegaskan kebenaran ini, seperti yang dikatakan oleh Rasul Yohanes, bahwa tidak semua tercantum di sini (Yoh 21:25). Namun Kitab Suci ditulis bukan untuk memuat biografi Yesus secara lengkap. Namun Kitab Suci memuat perkataan dan perbuatan Yesus, sehingga semua orang dapat percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan yang mengikuti Dia akan memperoleh keselamatan. Kita mempercayai bahwa ketika Yesus berumur 13-29 tahun, Yesus tidak melakukan karya publik apapun untuk menyatakan diri-Nya sebagai Mesias, namun Yesus hidup sebagaimana layaknya manusia biasa. Tentu saja hal seperti ini tidak perlu ditulis dalam Alkitab.
- Namun dibalik sesuatu yang sederhana ketika Yesus melakukan tugas sehari-hari, kekayaan dan keindahan doktrin Inkarnasi menjadi semakin jelas dan terkuak. Yesus datang ke dunia dan mengambil nature/kodrat manusia dengan segala kelemahan dan keterbatasannya, sehingga Yesus bisa mengangkatnya dan menjadikannya kudus. Jadi pada saat Yesus datang ke dunia ini dan menjadi manusia, Yesus mempunyai intelek dan keinginan, seperti manusia. Dan akal budi inilah yang diangkat oleh Yesus, sehingga menjadi kudus. Pada saat Yesus lahir ke dunia, Dia mengangkat kodrat manusia yang dilahirkan ke dunia ini, sebagai gambaran Allah. Pada saat Yesus melakukan tugas sehari-hari sampai berumur 30 tahun, bukan berarti Dia tidak melakukan apa-apa. Yang dilakukan adalah mengangkat semua pekerjaan sehari-hari untuk menjadi kudus dan memuliakan Allah.
- Disinilah pentingnya untuk menyadari bahwa, Yesus, dengan memutuskan hidup sebagai manusia, Dia sungguh-sungguh hidup seperti layaknya manusia, yang harus bekerja, menurut perkataan orang tua, belajar, melakukan pekerjaan sehari-hari, dll. Dan inilah yang menunjukkan kedalaman kasih Allah kepada manusia, bahwa Dia rela untuk menjadi terbatas, seperti manusia, sehingga Dia dapat menyelamatkan manusia. Kalau kita mau menerima alasan Inkarnasi, kita akan dapat menerima bahwa Yesus melakukan pekerjaan sebagaimana layaknya manusia sebelum Dia melakukan karya publik-Nya. Dan tidak ada yang aneh dengan hal ini. Dan sebagai pengikut Kristus, kita semakin didorong untuk mengkuduskan segala sesuatu yang kita lakukan sehari-hari, karena Yesus juga melakukan hal yang sama.
III. Yesus tidak pernah mengatakan “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja.
- Ini adalah contoh bagaimana seseorang ingin memaksakan bahwa Bill Gates kaya hanya kalau dia pernah mengatakan bahwa dia kaya. Ini merupakan suatu argumen yang menurut saya kurang masuk diakal. Dengan mudah sekali orang berkata, bahwa saya adalah yang paling pintar di kelas, namun belum tentu dia benar-benar paling pintar di kelas. Namun kalau dia dapat membuktikan bahwa dia benar-benar mendapatkan nilai A dalam setiap ujian, dan nilainya paling tinggi di kelas itu, maka tanpa dia pernah mengucapkan bahwa dia paling pintar, orang akan mengakui bahwa dia paling pintar di kelas.
- Inilah yang dilakukan Yesus, tanpa Dia berkata “Akulah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja,” orang percaya kepada-Nya bahwa Dia Tuhan. Kenapa? Karena para nabi di Perjanjian Lama telah memberitakannya melalui ratusan nubuat. Kalau memang Tuhan tidak datang ke dunia ini, kenapa para nabi memberikan ratusan nubuat? Dan nubuat ini dipenuhi secara persis dalam diri Yesus. Tentang hal ini dapat dibaca di artikel ini. Tidak ada tokoh-tokoh agama lain yang kedatangannya diberitakan sebelumnya dengan ratusan nubuat.
- Dan, di dalam kehidupannya, Yesus dalam beberapa kesempatan menyatakan ke-Allahan-Nya, baik dengan perkataan maupun dari mukjijat yang Dia lakukan. Tentang hal ini, dapat dibaca di artikel ini.
- Jadi dapat disimpulkan bahwa Yesus tidak mengatakan bahwa “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja,” namun dia menyatakannya dalam kesempatan yang berbeda-beda dan dalam perbuatan nyata. Orang mengatakan “Action speaks lauder than words.”
IV. Yesus tidak pernah mengatakan “”Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya”
- Memang Yesus tidak mengatakan bahwa Dialah yang mewahyukan Alkitab, dan kemudian berjanji menjaga-Nya. Namun Dia berkata bahwa Dia akan mendirikan Gereja-Nya, dan alam maut tidak akan menguasainya (Mat 16:18). Dan dengan kelahiran Gereja, maka lahir pulalah Alkitab. Alkitab menjadi salah satu pilar dari Gereja bersama dengan Tradisi. Alkitab dan Tradisi berasal dari sumber yang sama, yaitu Roh Kudus. Dan karena Gereja yang melahirkannya, Gereja pulalah yang berhak untuk menginterpretasikannya melalui Magisterium. Jadi dengan ini, Gereja mempunyai tiga pilar yang tak terpisahkan, yaitu Sacred Scripture, Sacred Tradition, dan Sacred Magisterium (KGK 95). Ketiga hal ini tak terpisahkan, dimana yang satu tidak dapat berdiri sendiri tanpa yang lain. (Lihat artikel: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan bagian ke-3)
- Ketika Gereja Katolik mengatakan tentang “Sacred Tradition“, ini merujuk kepada elemen-elemen dari Sabda Allah yang tidak tertulis (Lih. 1 Kor 11:2; 2 Thes 2:15; KGK 81, 83). Oleh karena itu, Tradisi ini menduduki tempat yang penting sama seperti Kitab Suci, karena keduanya berasal dari sumber yang sama (KGK, 80). Karena Gereja Katolik percaya bahwa tiang penopang dan dasar kebenaran adalah Gereja (1 Tim 3:15) dan Yesus sendiri yang akan melindungi Gereja-Nya (Mat 16:18), maka Gereja Katolik mempunyai Sacred Magisterium, yang mempunyai otoritas tertinggi untuk menginterpretasikan doktrin dan ajaran Gereja. Inilah yang membuat pengajaran Gereja Katolik tidak berubah dari awal sampai saat ini, karena kebenaran tidak berubah.
- Jadi memang benar, bahwa Yesus datang ke dunia ini bukan untuk mewahyukan alkitab, namun Dia datang ke dunia ini untuk menyelamatkan manusia, yang karya-Nya dilakukan dilanjutkan oleh Gereja-Nya yaitu Gereja Katolik. Dan Melalui Gereja Katolik inilah, maka keselamatan dapat menjangkau seluruh bangsa. Dan janji Yesus terpenuhi sampai saat ini, bahwa Gereja-Nya dilindungi sampai akhir jaman. Sejarah membuktikan bahwa walaupun banyak sekali tantangan, namun Gereja tetap bertahan. Mengapa Gereja-Nya ada di Gereja Katolik dapat dibaca di artikel ini.
V. Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?
- Disini perlu dijelaskan bahwa ibadah merupakan suatu bentuk penghayatan untuk merayakan secara publik apa yang dipercayai. Dari definisi ini, agama Kristen mempunyai kepercayaan bahwa Yesus bangkit pada hari Minggu, dimana ini adalah kemenangan atas maut yang telah diberitakan dari awal mula (Gen 3:15).
- Jadi dengan beribadah pada hari Minggu, agama Kristen memperingati kebangkitan Kristus yang melambangkan bahwa kita menjadi ciptaan baru di dalam Dia. Sehingga hari Tuhan tidak diperingati pada hari Sabat atau hari terakhir penciptaan, dimana Tuhan beristirahat, namun menjadi hari pertama penciptaan, yang terjadi pada hari Minggu. Disinilah pentingnya memperingati hari Tuhan pada hari Minggu, karena kita telah menjadi ciptaan baru di dalam Kristus.
- Pada masa Gereja awal, banyak orang-orang Kristen yang berasal dari Yahudi hendak memaksakan ibadah pada hari Sabat. Namun Bapa Gereja di masa-masa Gereja perdana menentang hal ini, karena seolah-olah mereka yang merayakan ibadah pada hari Sabat tidak pernah menerima berkat dari Yesus, atau seolah-olah keselamatan di dapat karena pekerjaan dari hukum Taurat. Namun seorang Kristen diselamatkan bukan karena menjalankan hukum Taurat, namun karena rahmat Tuhan semata, dimana diterima lewat berkat pengorbanan Kristus di kayu salib.
VI. Dimanakah Alkitab mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia?
- Pertanyaan seperti ini, sebenarnya mau mengatakan bahwa Yesus tidak pernah berkata bahwa Dia Tuhan namun pada saat yang bersamaan Dia adalah manusia. Pertanyaan ini bukan hanya berkembang pada saat ini, namun sudah mulai berkembang di masa-masa Gereja awal. Namun di Gereja awal, ada yang mempertentangkan dua nature Yesus, yaitu bagaimana dalam satu orang mempunyai dua nature? Dan semua heresy/bidaah tentang Yesus adalah yang terlalu memandang rendah kemanusiaan atau ke-Allahan Yesus Kristus. Bagaimana intelect dan keinginan (will) dari nature Yesus sebagai manusia dan nature Yesus sebagai Tuhan saling berkerjasama dalam karya keselamatan?
- Saya tidak mau mengomentari terlalu panjang lebar tentang The Jesus Seminar. Secara logika, mari kita renungkan, kalau kita mau mendengar cerita tentang nenek moyang kita 4 generasi yang lalu, kita lebih percaya akan perkataan tetangga kita yang hidup 1 generasi yang lalu, atau berdasarkan catatan teman-teman nenek moyang kita, yang hidup di masa yang sama? Kalau kita lebih percaya kepada perkataan tetangga kita daripada catatan teman-teman nenek moyang kita, maka rasanya tidak logis. Inilah yang menjadi dasar kenapa orang Kristen percaya akan keaslian dari Kitab Suci. Karena trustworthiness (kepercayaan) terhadap sumbernya. Jadi, kalau Alkitab, yang ditulis relatif dengan banyak saksi yang masih hidup, tidak memberikan pernyataan yang benar, misalkan bahwa Yesus tidak bangkit, maka pasti ada banyak dokumen pada masa awal, yang menentang kebohongan ini. Namun kita tidak pernah menemukan dokumen yang mempertentangkan hal ini pada masa-masa awal kekristenan. Untuk lebih lengkapnya, baca artikel ini.
- Kembali untuk mengatakan bahwa Yesus tidak 100% manusia dan juga bukan 100% Tuhan, karena Yesus tidak pernah mengatakannya, adalah argumentasi yang terlalu dibuat-buat. Mungkin ini akan menjadi pertanyaan yang lebih masuk logis, kalau pertanyaan ini diubah menjadi “bagaimana membuktikan bahwa Yesus 100% manusia dan 100% Tuhan?” Ini berarti pembuktian bukan hanya terbatas pada ayat yang mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia. Dengan ini, kita dapat melihat konteks dari Alkitab secara keseluruhan.
- Bagaimana membuktikan bahwa Yesus adalah 100% manusia? Josephus, sejarahwan berkebangsaan Yahudi menjelaskan adanya keberadaan Yesus di dalam sejarah manusia. Dan Injil menyatakan bagaimana Dia melakukan segala sesuatunya seperti manusia, kecuali dalam hal dosa. Jadi pembuktian ini tidaklah terlalu sulit. Kenyataan bahwa Yesus mengalami penderitaan dan mati seperti manusia, juga membuktikan bahwa Dia manusia seperti kita. Jadi Yesus adalah 100% manusia.
- Namun kita kembali kepada pertanyaan yang lain, bagaimana membuktikan bahwa Yesus Tuhan? Untuk menjawab pertanyaan ini silakan membaca artikel ini. Dimana Yesus menyatakan bahwa Dia Tuhan dengan cara yang berbeda-beda. Dan mukjijat seperti menyembuhkan berbagai penyakit, membangkitkan orang mati dan juga kebangkitan-Nya adalah bukti yang kuat bahwa Dia adalah Tuhan. Juga, bahwa Dia mengampuni dosa seseorang adalah suatu pernyataan yang cukup explisit bahwa Yesus itu Tuhan, karena hanya Tuhan saja yang dapat mengampuni dosa. Dan kedua nature ini dirangkum dalam St. Paulus yang mengatakan “Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenal-Nya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia” (1 Cor 2:8).
VII. Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga”?
- Telah diterangkan di depan bahwa Gereja Katolik mempunyai tiga pilar, yaitu Sacred Scripture, Sacred Tradition, dan Sacred Magisterium. Dalam hal-hal yang begitu penting, seperti konsep keselamatan, kita tidak dapat menginterpretasikannya menurut kehendak kita pribadi, namun harus berdasarkan Sacred Magisterium. Saya rasa, hal ini bukanlah hal yang aneh, karena kalau kita mau meniliti banyak umat dari agama-agama lain juga tidak mengerti 100% akan arti dari banyak ayat di dalam Kitab Suci mereka. Dan para ahli membantu untuk menafsirkannya. Perbedaannya, dalam Gereja Katolik, kita mengakui bahwa penafsiran yang pasti ada pada Sacred Magisterium. Dengan ini, umat Katolik mendapatkan kepastian suatu ajaran, yang bersumber pada Alkitab dan Tradisi Gereja, yang diwariskan dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan, karena kebenaran tidak berubah.
- Jadi apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik tentang keselamatan? Gereja Katolik mengajarkan bahwa keselamatan datang dari berkat Tuhan semata yang mengalir dari Misteri Paska, yaitu penderitaan, wafat dan kebangkitan Kristus. Karena Kristuslah, manusia memperoleh jalan untuk bersatu dengan Tuhan. Jalan sudah tersedia, mamun karena manusia mempunyai kehendak bebas, manusia dapat mengatakan “tidak” atau “ya” terhadap jalan yang telah ditawarkan oleh Kristus. Dengan ini, maka Gereja Katolik mengajarkan bahwa kita harus berusaha dengan segala kekuatan kita dan juga bergantung kepada rahmat Tuhan untuk berkata “ya” secara terus-menerus terhadap kehendak Tuhan, sampai pada saat kita dipanggil Tuhan.
- Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa sekali mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, maka dia akan diselamatkan sampai selamanya. Di sinilah, terlihat bahwa dalam menafsirkan Kitab Suci, perlu dilihat secara keseluruhan. Gereja Katolik percaya bahwa keselamatan adalah suatu yang telah (past), sedang (present), dan akan datang (future), dengan dasar ini:
- Telah diselamatkan (Rom 8:24; Ef 2:5,8; 2 Tim 1:9; Tit 3:5).
- Sedang dalam proses (1 Kor 1:18; 2 Kor 2:15; Fil. 2:12; 1 Pet 1:9).
- Akan diselamatkan (Mt 10:22, 24:13; Mk 13:13; Mk 16:16; Kis 15:11; Rm 5:9-10; Rm 13:11; 1 Kor 3:15; 2 Tim. 2:11-12; Ibr. 9:28).
- Kesadaran bahwa keselamatan adalah suatu berkat dan Rahmat Tuhan semata – karena hanya semata perbuatan kita, kita tidak mendapatkan keselamatan -, namun pada saat yang bersamaan Tuhan menuntut kerjasama dari umat-Nya untuk senantiasa bekerjasama dengan rahmat Tuhan, membuat umat Katolik senantiasa berjuang dalam kekudusan, yang diwujudkan dalam kasih kepada Tuhan dan sesama. Dan ini adalah perjuangan seumur hidup.
- Mungkin untuk keterangan detail tentang keselamatan menurut Gereja Katolik, akan ditulis dalam artikel tersendiri. Artikel yang berhubungan dengan hal ini, dapat dibaca di artikel ini.
VIII. Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya?
- Manusia mempunyai keinginan untuk menggambarkan apa yang dia percayai, karena manusia mempunyai senses. Di dalam Perjanjian Lama, umat Tuhan tidak dapat mempresentasikan Tuhan dengan benda-benda atau gambaran apapun, namun di dalam Perjanjian Baru, Tuhan telah menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus, seperti yang dikatakan bahwa Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan (1 Kol 1:15). Dengan ini, maka manusia mempunyai kesempatan untuk mempresentasikan Yesus dalam gambar atau seni yang lain.
- Sebenarnya, setiap orang, dapat menangkap universality dari sesuatu yang digambarkan dalam imaginasinya. Sebagai contoh, kalau kita bilang kata kucing, maka secara otomatis, kita menggambarkan kucing yang ada di dalam imaginasi kita. Kemampuan untuk menangkap universalitas, membuat manusia dapat menangkap esensi kucing, walaupun kucing itu kecil, besar, berbeda warna, dll. Contoh ini juga dapat diterapkan di semua agama. Pada waktu seseorang ditanya, apa yang tergambar pada waktu seseorang berdoa? Mungkin umat dari agama lain dapat mengatakan bahwa yang tergambar dalam pemikirannya adalah cahaya, atau huruf, atau yang lain. Namun bagi umat Kristen sebagian besar tergambar wajah Yesus, karena umat Kristen mempercayai bahwa Yesus, adalah Tuhan yang datang menjadi manusia. Itu adalah latar belakang dari seni atau gambar yang mempresentasikan Yesus.
- Nah, permasalahannya adalah bagaimana kita tahu bahwa Yesus yang ada sekarang adalah Yesus seperti yang ada pada gambar-gambar yang kita kenal? Namun sebelum kita melihat hal ini, kita perlu menganalisa bahwa ada hal-hal yang bersifat accidental dan essensi. Accidental dari manusia adalah berkumis, berjenggot, tinggi/pendek, kulit hitam atau putih, rambut panjang atau pendek, dll. Namun essensi dari manusia adalah mempunyai tubuh dan juga jiwa, dimana jiwanya adalah bersifat kekal dan juga spiritual. Spiritualnya karena manusia mempunyai akal budi (intellect dan juga keinginan/will). Dan kesempurnaan manusia ditunjukkan dengan bagaimana manusia dapat bersikap sebagaimana layaknya manusia, dimana tujuan akhirnya adalah Tuhan. Disinilah, Yesus sebagai Tuhan datang ke dunia ini untuk memberikan jalan kepada manusia dan menunjukkan bagaimana seharusnya manusia bersikap sebagaimana layaknya manusia menurut gambaran Allah (yaitu dengan kasih, baik terhadap Allah dan sesama), sehingga manusia pada akhirnya akan memperoleh persatuan dengan Allah. Jadi dari sini, tidaklah terlalu penting apakah Yesus berjenggot atau tidak, karena jenggot, warna kulit, dll adalah accidental, yang tidak menentukan kualitas dari orang tersebut. Yang menentukan kualitas dari orang adalah esensi, bagaimana seseorang menjadi gambaran Allah. Dan Yesus, bukan hanya kepenuhan dari gambaran Allah, namun Dia sendiri adalah Allah. Jadi dalam seni, yang paling penting adalah mempresentasikan dan mengekspresikan tentang sosok tersebut, misalkan Yesus akan terlihat: lemah lembut, penuh kasih, dll.
- Nah, kenapa kita sampai kepada gambar Yesus seperti yang digambarkan saat ini adalah melalui perkembangan yang panjang. Sumber-sumber yang paling penting adalah “shroud of Turin” dan gambar-gambar dari katakombe, yang menjadi tempat penguburan jemaat Kristen pada sekitar abad ke 2. Ditemukan gambar Yesus, seperti yang kita lihat saat ini di Katakombe Domitilla. Beberapa galeri dari katombe bisa dilihat di website ini. Beberapa dokumen bisa dibaca di website ini, dimana dikatakan bahwa Yesus yang kita lihat sekarang adalah perkembangan dari Gereja Kristen Timur sekitar abad ke 6.
IX. Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!!
- Saya pernah menjawab pertanyaan ini di jawaban ini (silakan klik). Tidak terlalu penting tahu tanggal Yesus lahir di dunia ini secara persis. Namun kita percaya bahwa Yesus datang ke dunia ini. Dan kedatangan-Nya bahkan membagi sejarah dalam dua, sebelum masehi (BC / Before Christ) dan setelah masehi atau AD (Anno Domini Nostri Iesu Christi atau In the Year of Our Lord Jesus Christ / di tahun Tuhan kita Yesus Kristus). Sadar atau tidak, perhitungan tahun yang kita pakai sekarang berdasarkan kedatangan Kristus di dunia ini. Kalaupun benar bahwa tanggal 25 Desember adalah diambil dari tradisi orang pagan, juga tidak menjadi masalah, karena dengan ini, memberikan nilai yang baru dan benar terhadap kepercayaan yang salah. Dan memang, kita tidak tahu secara persis tanggal lahir dari Yesus. Namun kembali tanggal persis tidaklah penting, namun kita harus mengakui bahwa ada suatu tanggal dan tahun, dimana Yesus, Tuhan Allah masuk dalam sejarah manusia. Namun, Gereja Katolik tidak berkompromi terhadap keinginan pada masa awal, dimana banyak orang Yahudi yang menjadi Kristen ingin menyelenggarakan ibadah pada hari Sabat. Kenapa? Karena, kita tahu secara persis, bahwa kebangkitan Kristus jatuh pada hari Minggu, dan juga karena alasan yang saya sudah uraikan di nomor V.
- Semua manusia pada dasarnya mempunyai kebutuhan untuk mengekpresikan rasa syukur, hormat, dan hal-hal lain dalam bentuk yang dapat dirasakan, diraba, atau dilihat, yang intinya adalah dapat dirasakan oleh senses kita. Pertanyaan ini sama seperti, mana dalilnya manusia di dunia ini harus merayakan ulang tahun seseorang? Tidak peduli agama apapun, sudah jamak bahwa orang merayakan ulang tahun seseorang. Kalau manusia merayakan ulang tahun sesamanya tidak dipertanyakan, kenapa mempertanyakan ulang tahun dari Yesus Kristus, Tuhan yang datang ke dunia ini?
Demikitan jawaban singkat kami dan semoga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Kembali kita harus mengingat apa yang dikatakan oleh Rasul Petrus dalam 1 Pet 3;15 “Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat“.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef - http://www.katolisitas.org

















[Tanpa mengurangi esensi dari pertanyaan Bong Felix, Admin telah mengedit komentar ini, karena ada 9 tulisan yang panjang sekali dalam pesan ini. Semoga bisa dimengerti]
Terima kasih Kepada para moderator Katolisitas.org yang cukup membantu kita sebagai umat/bagian dari gereja,untuk mendapat informasi yang tepat guna dalam pengembangan iman secara Katolik. Terus terang saya agak sedikit gusar dengan perkembangan dewasa ini yang begitu bebas menyatakan pendapatnya tentang hal-hal yang bekenaan dengan agama dan keyakinan, dan baru-baru ini saya sempat masuk ke webside nya komunitas muslim, mereka begitu antusias mempelajari Injilnya Kristen dan tentunya hal ini membuat kita senang , namun diluar dugaan juga bermunculan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan Komunitas Kristiani, dan disini saya mau bertanya: apa yang harus kita lakukan apabila mendapatkan pertanyaan-pertanyan berikut ini
1) Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?
Yesus tidak pernah berkata bahwa Dia beragama Kristen. Kristen mulai dipakai di Antiokia (Kis 11:23-26). Jadi yang membuat nama Kristen adalah adalah Barnabas dan Paulus. Kristen hanya disebut 6x (Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2 Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16).
2) Mana ajaran Yesus ketika berumur 13-29 tahun? Injil tidak menceritakan hal ini, dan ini berarti Injil tidak komplit.
3) Yesus tidak pernah mengatakan "Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja.
4) Yesus tidak pernah mengatakan ""Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya"
5) Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu? Kemudian membandingkan dengan sepuluh perintah Allah yang mengharuskan seseorang beribadah pada hari Sabat.
6) Dimanakah Alkitab mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia? Yesus tidak pernah mengatakan hal itu. Kemudian argumentasi berkembang dengan memberikan Jesus seminar sebagai dasar bahwa Yesus tidak pernah mengatakan hal tersebut, dan Jesus seminar menyimpulkan bahwa 82% dari Injil bukan benar-benar diucapkan oleh Yesus.
7) Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin "pasti masuk surga"?
8) Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya?
9) Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!
[dari katolisitas: telah dijawab di atas - silakan klik]
Buat saudara Bong Felix. Ini comment dari orang awam seperti saya.
Kalau bung Stef pasti secara bukti yg konkrit.
Lebih baik saya mengajak siapa pun yang PERCAYA YESUS SEBAGAI JURU SELAMAT KITA maka
1. Ingatlah bahwa Yesus mengajarkan KASIH.
2. Berkat Yesus, apakah kita cukup bahagia?.
3. Berkat Yesus, apakah kita sudah cukup dekat Dia?.
saya pribadi, jika saya merasa pertanyaan di atas sudah memenuhi standar baik maka saya TIDAK PEDULI apa yang mau dipertanyakan tentang TUHAN YESUS.
Film Da Vinci Code pernah nonton?. enjoy dan percaya TUHAN YESUS.
Tuhan kita mengalahkan segala sesuatu perkara dengan KASIH.
Tidak dengan jalan kekerasan dan berlaku semena-mena.
kalau anda marah maka tidak beda dengan mereka. iya,kan?.
[dari admin: Maaf, pengalaman pribadinya saya hapus, semoga dapat dimengerti]
JEZU UFAM TOBIE.
shalom..
tman sy yg merupakan saudara kita dari islam ingin menanyakan beberapa hal, ia ingin jwbnnya brdsrkan ayat2 di kitab suci. begini:
1. Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?
Semua pengikut Yesus pasti mengakui bahwa mereka beragama Kristen. Tetapi apakah ada di antara mereka bisa memberikan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam Alkitab bahwa Yesus beragama Kristen?
Pertanyaan seperti itu tampak sepele atau main-main, padahal kami benar-benar serius dan akan menepati janji bila ada diantara umat Kristiani atau dari agama manapun yang bisa memberikan bukti berupa ayat-ayatnya yang tertulis dalam Alkitab tentang pengakuan Yesus bahwa dia beragama Kristen.
Jika Yesus ternyata bukan beragama Kristen, lalu apa nama agama Yesus yang sebenarnya? Siapa saja yang bisa menunjukkan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang benar-benar tertulis di dalam Alkitab (Bible), pengakuan Yesus bahwa dia beragama Kristen?
Banvak umat Kristiani tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Yesus bukan beragama Kristen dan yang menamakan agama itu `Kristen’ bukan Yesus, tapi Barnabas dan Paulus (Saulus) di Antiokhia. Perhatikan ayat-ayat Alkitab dibawah ini :
“Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Sauius; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang.
Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.’
(Kis 11:23-26)
Ayat diatas membuktikan bahwa yang menamakan agama itu “Kristen’ bukan Yesus. tetapi Barnabas dan Paulus.
Seumur hidupnya Yesus tidak pernah tahu kalau agama yang dibawanya dinamai Kristen, sebab nama “Kristen’ itu baru muncul jauh setelah Yesus mati. Timbul pertanyaan; kalau begitu kapan Yesus mati dan kapan agama yang dibawanva dinama Kfisten? Menurut data yang kami baca dalam beberapa buku yang ditulis oleh kalangan Kristen sendiri, diantara-nya dalam buku “Religions on File” Yesus lahir sekitar tahun 4 SM (Sebelum Masehi) dan wafat sekitar tahun 29 M (Masehi). Sementara Paulus dan Barnabas memberi nama “Kristen” terhadap agama yang mereka bentuk, yaitu sekitar tahun 42 M. Ini berarti sekitar 13 tahun (42-29=13) setelah Yesus mati, baru muncul agama Kristen bentukan Barnabas dan Paulus.
Didalam kitab suci agama Islam yaitu A1 Qur`an, tidak dijumpai satu pun kata “Kristen”, yang ada kata “Nashara” karena Yesus berasal dari kota Nazareth. Dan pengikut ajaran Yesus disebut “Nashrani” bukan Kristen. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, kata “Kristen’ hanya disebutkan paling banyak 6 (enam) kali, yaitu pada Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2 Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16)
2. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13 sampai 29 tahun?
Tidak semua umat Kristini mengetahu: bahwa cerita atau kisah tentang diri Yesus di dalam Alkitab ada banyak yang hilang Bahkan yang hilang itu, tidak tanggungtanggung, yaitu lebih separoh dari umur Yesus sendiri.
Hampir dapat dipastikan, sebagian besar umat Kristiani yakin dan percaya bahwa Yesus mati pada usia sekitar 33 (tiga pulultiga) tahun. Sementara didalam Alkitat (Bible), yang tertulis hanya kisah Yesus sejak dia dilahirkan sampai berumur 12 (dua belas) tahun, lalu menghilang ketika berumur 13 (tiga belasj tahun sampa: dengan 29 (dua puluh sembilan) tahun kemudian muncul lagi pada usia 30 (tiga puluh) tahun, dan mati pada usia 33 (tiga puluh tiga) tahun.
Hilangnya kisah Yesus ketika beliau berumur 13 s/d 29 tahun, berarti selama 17 (tujuh belas) tahun kisah Yesus tidak ada atau hilang dan tidak tercatat di dalam Alkitab.
Jika Yesus mati pada usia 33 tahun, sementara kisahnya ada yang hilang selama 17 tahun, berarti yang masuk kedalam Alkitab hanyalah kisah Yesus selama 16 tahun saja. Yesus dipercayai oleh umat Kristiani sebagai “Firman Yang Hidup”. Kalau begitu berarti ada sebagian besar atau lebih separuh dari umurnya ada “Firman Yang Hilang”. Bayangkan saja, 17 tahun adalah lebih separuh umurnya Yesus, hilang atau tidak tercatat dalam kitab Injil. Padahal pada usia 13 s/d 29 tahun merupakan usia Yesus ketika remaja menuju dewasa, dimana sudah barang tentu banyak sekali hal-hal atau peristiwa yang lebih berguna dan lebih besar yang mungkin saja beliau lakukan, tetapi tidak tercatat didalam Alkitab. Jadi sangatlah beralasan sekali bahwa Injil itu dikatakan tidak komplit atau sempurna, karena banyak bagian-bagian atau sisi-sisi lain yang pernah Yesus lakukan atau perbuat, tetapi tidak dicatat oleh para penulis Injl, karena kehilangan jejak atau kisahnya benar-benar hilang. Seandainya jika murid-murid Yesus yang 12 orang itu selalu mengikuti kemana saja Yesus berdakwah, tentu apa yang beliau lakukan atau sabdakan selama 17 tahun , mereka tulis dalam Injilnya bukan??
Timbul pertanyaan:
Apakah yang dilakukan Yesus selama berumur 13 sampai dengan 29 tahun?
1. Menerima dan menulis wahyu Allah (mana dan apa saja bunyi wahyu tersebut?)
2. Mengajar dan berdakwah kemana-mana (apa saja yang diajarkannya)
3. Menulis Injil yang difirmankan kepadanya (Injil yang mana? Kan tidak ada Injil Yesus bukan?)
4. Membantu ibunya Maryam (memasak dan mencuci? rasanya tidak mungkin)
5. Tidak berbuat apa pun, hanya menunggu firman (Tuhan koq nganggur, pasif?)
6. Menikah / berumahtangga (mungkin saja, tapi tidak tercatat karena kisahnya selama 17 tahun hilang)
7. Membantu ayahnya Yusuf sebagai tukang kayu (Tuhan jadi tukang kayu?)
8. Nganggur saja, makan, tidur, tidak melakukan kegiatan apapun (Tuhan koq nganggur, tidak berkarya?)
9. Pergi mengembara (kemana saja perginya, dan apa yang dilakukannya?)
10. Kembali kepada Bapanya selama 17 tahun lalu turun lagi kebumi (mana ‘ buktinya?)
Bukti-bukti Yesus berdakwah ketika berusia 12 dan 30 tahun:
“Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.” (Lukas 2:42)
“Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur’ kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, la adalah anak Yusuf, anak Eli….” (Lukas 3:23)
Lukas 2:42 diatas itu menceritakan kisah Yesus ketika dia memulai berdakwah dan mengikuti kajian yang disampaikan para alim ulama di dalam Bait Allah (Luk 2:46-49). Kemudian kisah beliau hilang samasekali ketika dia berumur 13 s/d 29 tahun, dan baru muncul kembali ketika beliau berumur 30 tahun, seperti yang tertulis dalam Injil Lukas 3:23 diatas tadi.
Lukas 3:23 memberikan bukti kemunculan Yesus pada usia 30 tahun, kemudian beliau wafat dalam usia sekitar 33 tahun.
3.Pernahkah Yesus Mengatakan: “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja”
Pertanyaan yang ketiga ini sangat menantang bagi semua pihak, terutam: bagi umat Kristiani karena hampir semua umat Kristiani, rasanya tidak ada yang tidak menyembah kepada Yesus sebagai Tuhat dan juruselamat mereka. Mulai dari anak kecil, dewasa dan orang tua, mereka semu diajarkan bahwa Yesus adalah Tuhan ata Allah itu sendiri yang harus disembal Padahal setelah kami pelajari, kaji da dalami, ternyata tidak ada satu dalilpun di dalam Alkitab (Bible) itu sendiri diman Yesus pernah bersabda bahwa “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah aku saja.” Tidak ada!! Yang ada justru Yesus bersabda, “Sembahlah Allah Tuhanmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti. °
Ucapan atau sabda Yesus tersebut men berikan suatu pengertian kepada kita bahwa Yesus itu bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah, karena dia hanyalah seorang Nabi atau Rasul.
Untuk lebih jelasnya marilah kita simak kisah didalam Alkitab yaitu pada Injil Matius 4:8-10, yaitu ketika Yesus dicoba oleh Iblis sebagai berikut :
“Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepadaNya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku. ” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:8-10)
Ayat-ayat tersebut adalah seputar kisah tentang percobaan di padang gurun ketika Yesus akan dicobai Iblis. Sebelumnya Iblis mencoba Yesus dengan menyuruh membuat batu-batu jadi roti, namun tidak berhasil, kemudian percobaan kedua Iblis menyuruh Yesus jatuhkan dirinya dari atas bubungan Bait Allah, namun tidak berhasil. Terakhir Iblis membawa Yesus kepuncak gunung yang tinggi dan menawarkan untuk diberikan kepada Yesus semua kerajaan dunia ini dan kemegahannya, asalkan Yesus mau sujud menyembah kepadanya.
Pada percobaan yang ketiga inilah Yesus menghardik Iblis tersebut seraya berkata, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Dari ucapan Yesus tersebut dapat kita pahami:
1. Iblis tahu bahwa Yesus mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah hanya kepada Allah saja (laa ilaaha ilallaahu).
2. Terhadap Iblis saja Yesus perintahkan bahwa menyembah dan berbakti itu hanyalah kepada Allah saja, bukan lainnya, bukan juga pada dirinya.
3. Iblis tahu bahwa Yesus itu bukan Tuhan, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu katakata Yesus sebagai berikut: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah aku Tuhan, Allahmu, dan hanya kepadaku sajalah engkau berbakti!”
Yesus sendiri yang memberikan kesaksian bahwa menyembah dan berbakti itu, hanyalah kepada Allah, bukan kepada dirinya, mengapa justru Yesus itu yang dijadikan sesembahan oleh saudarasaudara kita umat Kristiani?
Dalam kitab suci Al Qur`an Nabi Isa as (Yesus) juga mengajarkan Tauhid, yaitu menyembah itu hanya kepada Allah saja, bukan kepada yang lainnya, bukan juga kepada dirinya. Perhatikan ucapan Nabi Isa as (Yesus) dalam Al Qur`an:
Innallaaha huwa rabbii wa rabbukumfa`buduuhu haadzaa shiraathum mustaqiim
“Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus. ”
Bahkan dalam kitab Taurat Musa Ulangan 6:4, dikatakan bahwa Tuhan itu Esa:
“Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!”
Berdasarkan Taurat, Injil dan Al Qur`an, Tuhan yang disembah itu adalah Tuhan yang Esa, bukan Yesus yang disembah. Bahkan Yesus sendiri menyuruh menyembah hanya kepada Allah yang dia sembah.
Seandainya tidak menemukannya berarti Yesus tidak pernah mengajarkan kepada umatnya bahwa dia adalah Tuhan atau Allah itu sendiri, yang harus disembah.
Menyamakan Yesus dengan Tuhan atau Allah, adalah suatu perbuatan dosa, sebab baik Yesus maupun Allah, tidak mengajarkan seperti itu. Bahkan didalam Alkitab itu sendiri, Allah melarang siapa saja yang, menyamakan Dia dengan yang lainnya Perhatikan ayat Alkitab sebagai berikut:
“Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? (Yesaya 46: 5)
4. Pernahkah Yesus Mengatakan: “Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya”
Semua umat Kristiani meyakini bahwa Alkitab itu 100% firman Allah. Menurut mereka, para penulis Alkitab itu semuanya di. ilhami oleh Roh Kudus ketika mereka menulis kitab tersebut. Kalau memang Alkitab itu benar-benar 100% firman Allah. tentu didalam Alkitab itu ada pernyataan dari Allah bahwa Dia-lah yang mewahyukan Alkitab itu, dan Dia pula yang menjaganya. Oleh sebab itu sangatlah wajar jika ada yang mempertanyakan mana dalilnya firman Allah didalam Alkitab yang mengatakan “Akulah yang mewahyukan Alkitab, dan Aku pula yang menjaganya. ”
Jika pertanyaan seperti itu diajukan kepada Al Qur`an, maka Al Qur’an bisa memberikan kesaksian dan bisa berbicara bahwa dia benar-benar dari Allah. Tetapi bila pertanyaan tersebut ditujukan kepada Alkitab, maka kami sediakan hadiah sebesar Rp. 10.000.000.- untuk satu pertanyaan tersebut.
Alkitab yang diantaranya terdiri dari Taurat, Zabur dan Injil, adalah nama-nama kitab suci yang banyak disebutkan oleh Al Qur`an. Bahkan ummat Islam wajib mengimaninya karena kitab-kitab tersebut adalah kitab-kitab yang pernah Allah turunkan kedunia ini. Taurat kepada Nabi Musa, Zabur kepada Nabi Daud, dan Injil kepada Nabi Isa. Karena Al Qur`an banyak menyebut-nyebut kitab-kitab tersebut, maka kami umat Islam juga mempelajari, apakah kitab-kitab yang dimaksud A1 Qur`an itu ialah seperti yang ada sekarang ini di tangan umat Kristiani. Dalam mempelajarinya, kami justru menemukan begitu banyaknya ayat-ayat yang jelas-jelas berasal dari penulis kitab itu sendiri maupun orang lain, seperti contoh dibawah ini:
“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.” (Roma 1:1)
“Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan AIIah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,…. (Galatia 1:1)
“Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa peristiwa yang telah ……. (Lukas 1:1)
Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis rentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,…. (Kisah Rasul 1:1 )
“Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan. “(Yakobus 1:1)
“Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil……. ” (1 Petrus 1: 1)
“Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran….. ” (2 Yohanes 1:1)
“Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa,…..” (Yudas 1:1)
Contoh dari semua ayat-ayat Alkitab tersebut jelas sekali itu berasal dari si penulis kitab itu sendiri. Siapa pun yang membacanya, akan mengatakan bahwa itu tulisan sipenulisnya. Makanya tidaklah keliru jika dikatakan bahwa Alkitab itu adalah 100% kitab Ilahi, dan 100% kitab Insani karena didalamnya bercampur antara firman Allah dan tulisan manusia dlsb. Dan hal itu merupakan suatu bukti yang tidak mungkin terbantahkan. Dalam meneliti, mempelajari dan mendalami kandungan Alkitab, kami tidak menemukan adanya ayat yang menjamin bahwa Alkitab itu benar-benar diturunkan oleh Allah dan Dia yang menjaganya.
5. Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?
Pertanyaan ini mungkin agak aneh dan bahkan dianggap sepele atau main-main saja. Padahal ini merupakan salah satu pertanyaan serius yang perlu dipikirkan, perlu diperhatikan, dan perlu dipertanyakan, karena menyangkut ritual yang secara terus menerus atau continue dilakukan dan diamalkan oleh hampir seluruh umat Kristiani di dunia.
Melakukan ritual ibadah wajib secara terus menerus tanpa dalil atau perintah dari Allah, merupakan ibadah yang sia-sia. Padahal apa yang dilakukan itu akan diminta pertanggung jawaban dihadap Allah. Oleh sebab itu wajarlah jika kita tirtjau kembali, apakah yang kita lakukan selama ini benar-benar punya dalil atau dasar yang kuat dari kitab suci kita, ataukah itu hanya berasal dari perintah Inanusia biasa atau pendapat para pemimpin agamanya, kemudian mewajibkan para pengikutnya untuk melakukannya.
Kalau hal seperti itu yang terjadi, kemudian di ikuti oleh para pengikutnya, maka itu berarti yang kita ikuti adalah ajaran manusia, bukan ajaran Allah. Contohnya, beribadah atau masuk gereja pada hari Minggu, ternyata tidak ada satu dalilpun didalam Alkitab yang menyuruh beribadah atau menjadikan hari Minggu sebagai hari yang harus dipelihara, disucikan atau dikuduskan.
Sebenarnya jika benar-benar mengikuti firman Allah dalam Alkitab, maka hari peribadatan itu ialah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu! Hari inilah (Sabat) yang ada dalilnya dalam Alkitab, bahkan perintah untuk memelihara, menjaga dan mengkuduskannya, jelas sekali ada tertulis didalam Alkitab itu sendiri. Apalagi yang menulis perintah untuk mengkuduskan hari Sabat adalah Allah itu sendiri, yang telah menoreh diatas kedua loh batu.
Bahkan kedua loh batu tersebut ditulis dengan jari tangan Allah sendiri, lalu Dia sendiri yang menyerahkan kepada Nabi Musa as untuk disampaikan dan diajarkan kepada kaumnya. Simak ayat frman Allah dalam Alkitab sebagai berikut:
“Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah. Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu. ” (Ke132:15-16)
Sungguh ironis sekali, ternyata perintah Allah untuk menjaga, memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, ternyata dilanggar dan juga tidak dipatuhi lagi oleh hampir semua umat Kristiani di dunia, kecuali sebagian kecil sekte Advent.
Padahal kalau kita baca dalam Alkitab, ternyata ada ancaman yang sungguh mengerikan, yaitu ancaman hukuman mati bagi mereka yang tidak memelihara dan yang melanggar kekudusan hari Sabat. Coba kita simak ancaman Allah bagi yang tidak memelihara dan mengkususkan hari Sabat.
“Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.” (Ke131:12-14)
Yang lebih menarik lagi yaitu, ternyata Yesus seumur hidupnya tidak pernah mengkuduskan hari Minggu. Seumur hidupnya Yesus selalu mengkuduskan hari Sabat dan setiap mengajar selalu pada hari Sabat. Yesus tidak pernah satu kalipun menganjurkan untuk beribadah atau mengkuduskan hari Minggu.
banyak ayat-ayat yg menceritakan dimana Yesus memelihara dan mengkuduskan hari Sabat, tapi dari 7 (tujuh) ayat tadi saja, sudah lebih dari cukup memberikan buktibukti kepada kita bahwa sesungguhnya menurut Alkitab, hari yang diperintahkan untuk di ibadati, dipelihara, dan dikuduskan adalah hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu !!
Yesus tetap memelihara dan mengkuduskan Sabat, sebab dia yakin bahwa apa yang Allah tetapkan untuk berlaku kekal, tidak mungkin dibatalkan olehnya. Yesus sangat yakin dengan janji Allah bagi yang memelihara hari Sabat.
Mari kita renungkan janji Allah bagi yang memelihara dan mengkuduskan hari Sabat.
“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus Tuhan “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhan-lah yang mengatakannya. ” (Yesaya 58:13-14)
Bukankah ayat-ayat tersebut memberikan bukti bahwa sesungguhnya tidak ada satu perintah di dalam Alkitab masuk geieja hari Minggu atau mengkuduskan hari Minggu. Bahkan seumur hidup Yesus hanya beribadah pada hari Sabat (Sabtu) bukan Minggu. Ternyata hari Minggu dikuduskan karena menurut pendapat pemuka agamanya hari itu Yesus bangkit dari kuburnya
Sekarang bagaimana dengan hari Minggu? Apakah ada perintah atau jaminan berkat bagi mereka yang mengkuduskan hari Minggu?
Allah tidak berhenti bekerja pada hari Minggu.
Allah dan juga Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
Tidak ada hukum yang menyuruh memelihara hari Minggu.
Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
Hari Minggu tidak pernah dikuduskan oleh Allah maupun Yesus.
Tidak ada pelanggaran hukum jika bekerja pada hari Minggu.
Tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang melarang bekerja pada hari Minggu.
Tidak ada berkat yang dijanjikan bagi mereka yang memelihara hari Minggu.
Hari Minggu tidak pernah disebutkan dalam Alkitab sebagai hari ibadah bagi umat Kristiani.
Tidak pernah hari Minggu disebut sebagai hari perhentian.
Yesus tidak pernah menyinggung tentang hari Minggu.
Kata “Hari Minggu” bahkan tidak pernah muncul dalam Alkitab, kecuali disebut “pekan pertama minggu itu”, tapi bukan “Hari Minggu” dan hanya sekali disebutkan yaitu pada Kis 20:7, itupun hanya pertemuan dimalam hari, yaitu Sabtu malam.
Para nabi dan orang terdahulu tidak pernah memelihara hari Minggu.
Tidak ada ayat dalam Alkitab tentang perobahan Sabat jadi hari Minggu.
Tidak pernah Tuhan maupun Yesus berfirman bahwa ada dua hari Sabat yang dikuduskan dalam seminggu, yaitu hari Sabtu dan Minggu.
Tidak ada satupun perintah di dalam Alkitab yang menyuruh merayakan “hari kebangkitan” Yesus sebagai pengganti hari Sabat.
Tidak pernah Tuhan berfirman bahwa “hari kebangkitan” Yesus harus dikuduskan seperti hari Sabat.
Seumur hidupnya, Yesus hanya beribadah pada hari Sabat
Tidak ada seorang nabipun di dalam Alkitab yang pernah menvuruh mengkuduskan hari Minggu.
Seumur hidupnya, tidak sekalipun keluar dari mulut atau bibir Yesus tentang hari Minggu dan lain-lain.
Berdasarkan 20 alasan tersebut, maka dapatlah dipastikan bahwa sesungguhnya tidak ada satu dalilpun dalam Alkitab untuk mengkuduskan hari Minggu! Ternyata hari Minggu hanyalah hari yang diperintahkan oleh pengemuka agama Kristen hanya karena dianggap penting karena Yesus bangkit pada hari Minggu. Padahal tidak ada satu dalilpun didalam Alkitab itu yang menyuruh mengkuduskan hari Minggu dan tidak ada janji Allah atau berkat yang Allah janjikan bagi mereka yang memelihara dan yang mengkuduskan hari Minggu, tidak ada!! Justru yang ada ialah ancaman Allah bagi mereka yang tidak memelihara dan yang tidak mengkuduskan hari Sabat (Sabtu).
6. Mana dalilnya dalam Alkitab Yesus 100% Tuhan & 100% manusia???
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangat perlu kita pertanyakan kepada umat Kristiani, sebab hampir dalam setiap acara discusi atau perdebatan, alasan yang paling sering dipakai oleh mereka adalah bilamana dalam keadaan kepepet, yaitu bahwa Yesus adalah 100% Tuhan dan 100% manusia.
Alasan-alasan seperti itu sudah ketinggalan, karena bila alasan seperti itu masih terus dipertahankan, maka sampai kapan pun tidak akan menyelesaikan persoalan. Atau dengan kata lain alasan seperti itu dipakai sebenarnya hanya untuk menutupnutupi kelemahan Alkitab itu sendiri. Padahal alasan seperti itu samasekali tidak punya dalil dalam Alkitab. Artinya tidak ada satu dalilpun yang tertulis dalam Alkitab bahwa “Yesus adalah 100% Tuhan dan 100% manusia”. Jika ada yang bisa memberikan dalil tertulis dalam Alkitab seperti itu, kami sediakan hadiah Rp. 10.000.000.- (sepuluh juta) untuk satu pertanyaan ini saja.
Umumnya para Pendeta atau Misionaris, atau umat Kristiani lainnya sering menjawab dengan mengangkat dalil Yohanes pasal 1 ayat 1 & 14.
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”(Yohanes 1:1).
“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaannya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:14)
Menjadikan ayat ini sebagai refrensi bahwa Yesus adalah 100% Tuhan dan 100% manusia, sulit bisa diterima akal sehat. Maka untuk itu agar lebih mudah dipahami dicomotlah bagian pertama dari pembukaan Alkitab yaitu pada kitab Taurat Musa, ialah Kitab Kejadian 1 pasal 1 dan Kitab Kejadian pasal 1 ayat 26, yang bunyinya sebagai berikut:
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” (Kejadian 1:1)
“Berfirmanlah Allah “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:26).
Dari bunyi ayat Kejadian 1:26 ini, ada kata “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut rupa dan gambar Kita…..’ Yang dimaksud dengan kata “Kita,” menurut penafsiran umat Kristiani, itu adalah bentuk kata Trinitas yang tersembunyi sebelum Yesus datang kedunia dalam kitab Perjanjian Baru. Jadi kata “Kita” itu mengandung makna : Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus, atau dengan istilah lain dikenal Bapa, Firman dan Roh Kudus.
BAPA itu = Tuhan = Allah (oknum pertama) FIRMAN itu = Yesus = Anak Allah (oknum kedua) dan ROH KUDUS itu = Tuhan juga (oknum- ketiga).
Awal kitab Kejadian pasal 1:1 berbunyi “Pada mulanya Allah..:.’ Awal Yohanes pasal 1:1 berbunyi “Pada mulanya adalah Firman” dan pada awal kitab Kejadian pasal 1:26 berbunyi “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut rupa dan gambar Kita…..”
Dari ketiga dalil tersebut (Yoh 1:1 dan 14, dan Kej 1:1 dan 26) para misionaris menafsirkan Yoh 1:1 yang berbunyi “Pada mulanya adalah Firman…” selaras dengan Kejadian 1:1 yang berbunyi “Pada mulanya Allah… ” Dengan demikian menurut mereka Firman itu adalah Allah. Yang dimaksud dengan kata “Firman” adalah Yesus itu sendiri. Sementara Firman itu adalah Aliah, kalau begitu berarti Yesus = Allah. Kemudian pada Yoh 1:14 dikatakan bahwa “Firman itu telah menjadi manusia” Sedangkan manusia itu adalah Yesus. Kalau Firman itu adalah Yesus dan Yesus itu adalah Allah, berarti Allah itu telah menjadi manusia yang disebut Yesus. Oleh sebab itu makna dari Yoh 1:1 yang berbunyi: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah…’ yaitu Yesus yang mulanya ada bersama-sama dengan Allah, adalah Allah itu sendiri yang telah menjadi manusia.
Memang sulit sekali bisa diterima penafsiran ayat-ayat tersebut, sebab sesuatu yang tidak rasional dipaksakan harus menjadi rasional.
Menurut penafsiran kaum muslimin, kata “firman’° berarti “perkataan” atau “kalam” (kalamullah) yang bermakna “perkataan Allah.” Misalnya jika Allah ingin menciptakan sesuatu, cukup Dia berkata (berfirman) “KUN” (jadilah) maka jadilah. Contoh bagaimana penciptaan Nabi Isa as (Yesus) dan Nabi Adam as di dalam Al Qur’an.
Allah jelaskan sebagai berikut :
Inna matsala `iisaa `indallaahi ka matsali aadama khalaqahuu min turraabin tsumma qaala lahuu kun fa yakuun.
“Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Isa di sisi Allah adalah seperti (kejadian) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah” maka jadilah dia. ” (Qs 3 Aali `Imraan 59).
Mengenai Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 dan 14, dalam buku The Five Gospels yang diterbitkan oleh Harper San Fransisco, yang dikomentari oleh Robert W. Funk dan Roy W. Hoover, ternyata ayat-ayat tersebut tidak masuk dalam kategori ucapan Yesus yang diseminarkan.
Injil yang diakui di Indonesia ada empat yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Di Amerika sekitar tahun 1993, di kota Sanoma CaIifornia, disponsori oleh Westar Instituie, Injil itu diseminarkan oleh sekitar 76 orang ahli dari berbagai kalangan, seperti guru besar dari berbagai universitas terkenal didunia, para ahli ilmu theologi dari Katolik dan Protestan, ahli kitab suci, ahli bahasa Ibrani dll yang semuanya tidak ada orang Islam. Injil yang diseminarkan ada lima yaitu Injil Matius Markus, Lukas, Yohanes dan Injil Thomas. Ke lima Injil yang bernama “The Five Gospels” diseminarkan dalam rangka mengklasifikasikan sabda Yesus. Makanya dalam cover The Fiue Gospels tersebut tertulis What Did Jesus Really Say? The Search For The Authentic Words of Jesus. (Apa yang benar-benar Yesus ucapkan? Mencari ucapan asli dari Yesus).
Dalam kitab The Five Gospels tersebut, semua ucapan atau sabda Yesus, dicetak berwarna. Ada empat warna yang disepakati, yaitu merah (RED), merah muda (PINK), kelabu (GRAY) dan hitam bolt (BLACK).
Ada tiga option (pilihan) yang disepakati untuk menentukan derajat kebenaran sabda / ucapan Yesus, yaitu :
Option 1
** Red : I would include this item unequivocally in the database for determining who Jesus was.
** Pink : I would include this item with reservations (or modifications) in the database.
** Gray : I would not include this item in the database, but I might make use of some of the content in determining who Jesus was.
** Black : I would not include this item in the primary database.
Option 2
** Red : Jesus undoubtedly said this or something very like it.
** Pink : Jesus probably said something like this.
** Gray : Jesus did not say this, but they ideas contained in it are close to his own.
** Black : Jesus did not say this, it represents the perspective or content of a later or different tradtion.
Option 3
** Red : That`s Jesus !
** Pink : Sure sounds like Jesus. ** Gray : Well, maybe.
** Black : There`s been some mistake.
Dari hasil seminar, ternyata Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 & 14 tidak masuk kategori yang dinilai atau yang diseminar-kan, sebab ayat-ayat tersebut dianggap bukan sabda atau ucapan Yesus. Ayat itu hanyalah ucapan Yohanes saja! Dan ayat tersebut tidak masuk dalam kategori RED, PINK, GRAY & BLACK.
Hasil akhir dari penelitian dalam seminar yang dilakukan oleh 76 ahli dari berbagai kalangan, menyatakan sebagai berikut :
“Eighty-two percent of the words ascribed to Jesus in the gospels were not actually spoken by him, according to the Jesus Seminar.”
“Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di dalam Injil, tidaklah benar-benar diucapkan olehnya, menurut Seminar Yesus.”
Pernyataan 76 (tujuh puluh enam) ahli dari berbagai kalangan dari seluruh dunia dalam Seminar tentang Yesus, sungguh mengejutkan dunia, khususnya dikalangan kaum Kristiani, sebab kalau 82% (delapan puluh dua persen) isi Injil bukan benarbenar diucapkan Yesus, berarti hanya 18% (delapan belas persen) saja isi Injil yang dianggap ucapan Yesus. Ternyata Yoh 1:1 & 14 yang jadi acuan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia, menurut 76 ahli tersebut, bukan ucapan Yesus, tapi hanya pendapat penulis Injil itu saja, yaitu Yohanes. Padahal para perseta Seminar Yesus tersebut, tidak ada satupun orang Islam, dan tidak satupun berasal dari lndonesia.
Lebih ironis lagi, dari semua Injil-Injil yang diseminarkan tersebut, Injil Yohanes termasuk yang hampir 100% dianggap bukan ucapan Yesus.
Hasilnya sungguh mengejutkan, dari 4 (empat) kategori, tidak ada satu ayatpun dalam seluruh Injil Yohanes yang dicetak hurup Red. Hurup Pink saja hanya ada 1 (satu), hurup Grey hanya ada 4 (empat) ayat saja, selebihnya Black.
Perincian khusus Injil Yohanes sebagai berikut:
RED : (That is Jesus!), tidak satu ayat pun yang dicetak merah, berarti tidak ada satu ayatpun yang dianggap benar-benar ucapan Yesus.
PINK : (Sure sounds like Jesus), hanya ada satu ayat saja yaitu Yoh 4:43.
GRAY : (Well, maybe), hanya ada 4 (empat) ayat saja, yaitu pada Yoh 12 ayat 24, 25, 26 dan Yoh 13 ayat 20.
BLACK : (Jesus did not say this There’s been some mistake!) selebihnya bukan ucaan Yesus!
Bayangkan saja, Injil Yohanes terdiri dari 21 pasal, 878 ayat dan 19099 kata. Kalau RED tidak ada, PINK hanya 1 ayat, GRAY 4 ayat, berarti sisanya BLACK (bukan ucapan Yesus) ada 873 ayat.
Shalom Thomas,
Pertanyaan-pertanyaan ini telah saya jawab di tanya jawab di atas (silakan klik). Silakan membacanya, dan kalau masih ada pertanyaan silakan menanyakannya kembali.
Tambahan untuk pertanyaan tentang hari Sabat – lihat di sini (silakan klik)
Untuk argumentasi the Jesus seminar (red, pink, gray, black): silakan lihat di sini (silakan klik).
Dan untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan, silakan melihat beberapa arsip Kristologi (silakan klik).
Semoga jawaban-jawaban tersebut dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolsitas.org