<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Tugas, ajaran, sikap, dan dialog dari Gereja Katolik</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2008/09/22/tugas-ajaran-sikap-dan-dialog-dari-gereja-katolik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2008/09/22/tugas-ajaran-sikap-dan-dialog-dari-gereja-katolik/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 04:19:01 +0700</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/22/tugas-ajaran-sikap-dan-dialog-dari-gereja-katolik/comment-page-1/#comment-12231</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Sat, 06 Mar 2010 02:13:14 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=2009#comment-12231</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Margaretha,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya tentang pertemuan antar agama. Kalau kita mengerti akan apa yang diucapkan dan tidak bertentangan dengan iman Katolik, sebenarnya tidaklah menjadi masalah untuk menjawabnya. &quot;&lt;em&gt;Assalamu alaikum&lt;/em&gt;&quot; adalah merupakan salam yang berarti &quot;damai besertamu&quot; dan kemudian dijawab &quot;&lt;em&gt;Wa alaikum assalaam&lt;/em&gt;&quot; yang berarti &quot;dan damai besertamu&quot;. Ini adalah suatu salam damai dalam bahasa Arab. Atau kadang dalam bentuk panjangnya &quot;&lt;em&gt;Assalamu alaikum wa rahmatullah&lt;/em&gt;&quot; yang berarti &quot;Semoga damai dan belas kasih Allah besertamu&quot; dan kemudian dijawab &quot;&lt;em&gt;Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh&lt;/em&gt;&quot; yang berarti &quot;semoga damai, belas kasih, dan rahmat Allah besertamu&quot;. Oleh karena arti yang begitu positif dan tidak bertentangan dengan iman Katolik, sebenarnya tidaklah menjadi masalah kalau kita juga mengucapkan salam tersebut. Namun, tidak menjadi keharusan bagi kita untuk mengucapkan salam ini pada saat pertemuan, apalagi karena mungkin kita tidak terbiasa untuk mengucapkannya. Kita dapat mengucapkan salam yang lebih netral sifatnya, seperti: selamat pagi, terima kasih, dll.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalau kita diundang datang kepada upacara keagamaan, kita harus melihat situasinya. Kalau misalkan ini adalah upacara pesta Idul Fitri maupun pesta-pesta keagamaan yang lain, maka tentu saja kita dapat menghadirinya dan mengucapkan selamat kepada umat dari agama lain. Namun, kalau acara ini adalah mengaji, maka saya pikir kalau mereka tahu bahwa kita mempunyai iman yang berbeda, tentu saja tidak menjadi masalah kalau kita tidak datang. Doa merupakan komunikasi kita dengan Tuhan, dan setiap agama mempunyai ekpresi yang berbeda-beda. Maka, kalau kita mau menghormati agama masing-masing, kita tidak perlu untuk berusaha saling mengunjungi dan berpartisipasi dalam doa dan liturgi dari agama yang berbeda, karena akan membuat seseorang merasa &lt;em&gt;terpaksa&lt;/em&gt;. Namun, kalau doa tersebut adalah merupakan doa ekumene, maka kita tentu saja dapat menghadirinya, asalkan doa-doa tersebut tidak dalam bentuk sakramen-sakramen. Semoga dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Margaretha,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya tentang pertemuan antar agama. Kalau kita mengerti akan apa yang diucapkan dan tidak bertentangan dengan iman Katolik, sebenarnya tidaklah menjadi masalah untuk menjawabnya. &#8220;<em>Assalamu alaikum</em>&#8221; adalah merupakan salam yang berarti &#8220;damai besertamu&#8221; dan kemudian dijawab &#8220;<em>Wa alaikum assalaam</em>&#8221; yang berarti &#8220;dan damai besertamu&#8221;. Ini adalah suatu salam damai dalam bahasa Arab. Atau kadang dalam bentuk panjangnya &#8220;<em>Assalamu alaikum wa rahmatullah</em>&#8221; yang berarti &#8220;Semoga damai dan belas kasih Allah besertamu&#8221; dan kemudian dijawab &#8220;<em>Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh</em>&#8221; yang berarti &#8220;semoga damai, belas kasih, dan rahmat Allah besertamu&#8221;. Oleh karena arti yang begitu positif dan tidak bertentangan dengan iman Katolik, sebenarnya tidaklah menjadi masalah kalau kita juga mengucapkan salam tersebut. Namun, tidak menjadi keharusan bagi kita untuk mengucapkan salam ini pada saat pertemuan, apalagi karena mungkin kita tidak terbiasa untuk mengucapkannya. Kita dapat mengucapkan salam yang lebih netral sifatnya, seperti: selamat pagi, terima kasih, dll.</p><p>Kalau kita diundang datang kepada upacara keagamaan, kita harus melihat situasinya. Kalau misalkan ini adalah upacara pesta Idul Fitri maupun pesta-pesta keagamaan yang lain, maka tentu saja kita dapat menghadirinya dan mengucapkan selamat kepada umat dari agama lain. Namun, kalau acara ini adalah mengaji, maka saya pikir kalau mereka tahu bahwa kita mempunyai iman yang berbeda, tentu saja tidak menjadi masalah kalau kita tidak datang. Doa merupakan komunikasi kita dengan Tuhan, dan setiap agama mempunyai ekpresi yang berbeda-beda. Maka, kalau kita mau menghormati agama masing-masing, kita tidak perlu untuk berusaha saling mengunjungi dan berpartisipasi dalam doa dan liturgi dari agama yang berbeda, karena akan membuat seseorang merasa <em>terpaksa</em>. Namun, kalau doa tersebut adalah merupakan doa ekumene, maka kita tentu saja dapat menghadirinya, asalkan doa-doa tersebut tidak dalam bentuk sakramen-sakramen. Semoga dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: margaretha</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/22/tugas-ajaran-sikap-dan-dialog-dari-gereja-katolik/comment-page-1/#comment-12138</link> <dc:creator>margaretha</dc:creator> <pubDate>Wed, 03 Mar 2010 17:40:18 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=2009#comment-12138</guid> <description>shalom katolisitas,
saya ingin menanyakan hal yang sepele,
seandainya seorang katholik meminpin suatu pertemuan, dimana pertemuan tersebut mayoritas dihadiri umat agama mayoritas, sedangkan sudah umum kebiasaan di Indonesia bila memulai suatu pertemuan diawali dan diakhiri dengan kalimat arab yang lazim namun saya tidak tahu artinya, apakah baik bila mengikuti kebiasaan tersebut demi menjaga perasaan anggota2nya? baikkah seorang katholik mengikuti acara keagamaan umat mayoritas demi menjaga perasaan orang yang mengundang? sebagai seorang yang bekerja pada instansi pemerintah sering mendapat undangan untuk hadir dalam perayaan umat mayoritas.. tentu sekedar datang dan tidak mengimaninya.
terimakasih jawabannya. Berkah dalem..</description> <content:encoded><![CDATA[<p>shalom katolisitas,<br
/> saya ingin menanyakan hal yang sepele,<br
/> seandainya seorang katholik meminpin suatu pertemuan, dimana pertemuan tersebut mayoritas dihadiri umat agama mayoritas, sedangkan sudah umum kebiasaan di Indonesia bila memulai suatu pertemuan diawali dan diakhiri dengan kalimat arab yang lazim namun saya tidak tahu artinya, apakah baik bila mengikuti kebiasaan tersebut demi menjaga perasaan anggota2nya? baikkah seorang katholik mengikuti acara keagamaan umat mayoritas demi menjaga perasaan orang yang mengundang? sebagai seorang yang bekerja pada instansi pemerintah sering mendapat undangan untuk hadir dalam perayaan umat mayoritas.. tentu sekedar datang dan tidak mengimaninya.<br
/> terimakasih jawabannya. Berkah dalem..</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: sam</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/22/tugas-ajaran-sikap-dan-dialog-dari-gereja-katolik/comment-page-1/#comment-362</link> <dc:creator>sam</dc:creator> <pubDate>Mon, 22 Sep 2008 07:50:13 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=2009#comment-362</guid> <description>aku mau tanya tugas agama katolik di sini
ajaran imannya bagaima?
bagaiman sikapnya dengan orang lain?
bentuk dialog yang dia bangun?
dasar imannya?
&lt;em&gt;
[dari katolisitas: telah dijawab - &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/09/22/tugas-ajaran-sikap-dan-dialog-dari-gereja-katolik/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;]&lt;/em&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>aku mau tanya tugas agama katolik di sini<br
/> ajaran imannya bagaima?<br
/> bagaiman sikapnya dengan orang lain?<br
/> bentuk dialog yang dia bangun?<br
/> dasar imannya?<br
/> <em><br
/> [dari katolisitas: telah dijawab - <a
href="http://katolisitas.org/2008/09/22/tugas-ajaran-sikap-dan-dialog-dari-gereja-katolik/" rel="nofollow">silakan klik</a>]</em></p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 29/53 queries in 0.021 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-09-08 11:28:16 -->