Yesus, Tuhan yang Dinubuatkan Para Nabi
Pendahuluan
Kalau beberapa orang dalam tingkatan direktur pabrik mobil Toyota mengatakan bahwa 20 tahun lagi – semua produk mobil Toyota tidak akan menggunakan bensin, namun menggunakan tenaga surya, dan juga dapat bergerak dengan kecepatan 200 km/jam, ditambah dengan kemampuan yang lain – maka kita akan percaya, karena yang mengatakan adalah para pembuat mobil tersebut. Kalau yang mengatakan berita itu adalah saya sendiri, orang tidak akan percaya, karena saya tidak bekerja di Toyota. Kalau yang mengatakan seorang direktur dari Toyota, mungkin kita masih mempertanyakan kebenarannya. Kalau ada beberapa direktur memberikan pernyataan yang berlainan, maka kita masih akan bertanya-tanya. Namun kalau yang mengatakan beberapa orang dan orang-orang tersebut menduduki posisi yang begitu penting dalam perusahaan Toyota, dan pernyataan mereka saling melengkapi dan tidak bertentangan satu sama lain, maka kita akan percaya. Kita akan lebih yakin lagi, kalau pernyataan ini bukan hanya satu kali, namun dibuat berkali-kali, terutama kalau mereka mengundang banyak wartawan, sehingga semua pernyataan mereka dapat ditulis oleh wartawan dan semua orang dapat membacanya. Kalau kita masih tidak percaya dengan hal ini, maka orang lain akan mempertanyakan ketidaklogisan dalam cara berfikir kita.
Hal ini sama seperti yang terjadi dengan Nubuat. Nubuat di dalam Perjanjian Lama adalah salah satu dari alasan “motive of credibility” (motive yang dapat dipercaya), mengapa kita percaya akan Yesus Kristus sebagai Tuhan. Nubuat ini begitu penting, karena ini membuktikan bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan, sehingga manusia dapat mengenali dan menantikan kedatangan-Nya.
Kalau nubuat ini dibuat hanya satu kali, atau beberapa kali namun bertentangan satu sama lain, maka kita akan mempertanyakan kebenarannya. Namun nubuat tentang kedatangan Yesus diberitakan lebih dari 20 abad sebelum kedatangannya dan dilakukan secara terus-menerus. Kalau para nabi yang menubuatkan kurang dapat dipercaya, misalkan dapat disuap, atau tidak mempunyai karakter yang baik, kita mungkin masih dapat mempertanyakan kebenarannya. Namun, kita melihat bahwa para nabi yang memberitakan kedatangan Yesus adalah orang-orang yang dipakai oleh Tuhan sendiri, yang mempunyai prinsip yang teguh sampai pada titik mau mengorbankan nyawanya dalam mempertahankan kebenaran yang diwahyukan oleh Tuhan.
Kalau berita yang disampaikan oleh para nabi saling bertentangan, kita akan mempertanyakan kebenarannya. Namun yang terjadi adalah ratusan nubuat yang dibuat oleh para nabi dalam rentang waktu lebih dari 20 generasi memberikan gambaran yang tidak bertentangan, namun saling melengkapi sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang siapa itu Mesias.
Kalau nubuat ini dibuat oleh Gereja Katolik, mungkin orang akan berkata bahwa itu semua adalah karangan Gereja untuk mendukung ajarannya. Namun Kitab Perjanjian Lama adalah kitab yang dipercaya dan dipegang teguh oleh ajaran Yahudi, yang sebenarnya mereka juga tidak mempercayai Kristus sebagai Mesias yang dijanjikan Allah. Dengan ini, sebenarnya nubuat ini lebih dapat dipercaya lagi, karena bebas dari usaha pembenaran diri.
Saya mencoba untuk memikirkan apa lagi alasan yang dapat diberikan untuk menyanggah kebenaran ini. Mungkin ada yang mengatakan bahwa semua nubuat itu hanya karangan belaka. Namun kalau kita renungkan, kalau semua itu hanya merupakan suatu fantasi dan karangan belaka, sungguh mustahil untuk mempertahankan suatu karangan dalam kurun waktu 2000 tahun, dan juga nubuat tersebut tidaklah statik, namun terus berkembang, saling melengkapi dan tidak bertentangan. Lebih lagi, pemenuhan kebenaran bahwa akan kedatangan Yesus juga dicatat dalam Kitab Suci agama Islam, yang mengatakan: Yesus lahir dari perawan Maria, Yesus melakukan banyak mukjijat, dll. Jadi pemenuhan kebenaran ini bukan saja dicatat oleh Kitab Suci umat Nasrani, namun juga dalam Kitab Suci kaum Muslim.
Semua pemikiran di atas membuat orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, yang menjadi pemenuhan janji Allah. Apakah mungkin untuk percaya kepada nubuat tersebut, namun tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan? Hal ini tidaklah mungkin, karena ada banyak dari nubuat-nubuat tersebut yang hanya mungkin terjadi, kalau pemenuhannya hanya pada diri Allah. Mari kita teliti akan nubuat yang telah diberikan oleh Tuhan melalui para nabi, yang pemenuhan dari semua nubuat itu hanya ada pada Yesus Kristus, Putera Allah yang menjadi manusia.
Waktu, tempat, dan cara kedatangan Mesias
Kedatangannya telah diberitakan secara terus-menerus dari asal mula dunia ini. Mesias akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, dan Yakub, dan akhirnya Dia akan datang dari Isai, dari keturunan Daud. Dimana Mesias akan lahir? Nabi Mikha telah memberikan lokasi yang begitu tepat akan kedatangan Mesias, yaitu di salah satu desa yang terkecil di daerah Yudea, Betlehem Ephrathah.
Untuk meyakinkan manusia agar tidak sampai salah mengenali kedatangan Mesias, maka Tuhan telah memberitakan waktu dan tempat kedatangan-Nya. Karena Sang Mesias diberitakan datang dari suku Yehuda dan dari keturunan Daud, maka dapat kita simpulkan bahwa Mesias akan datang sebelum suku Yehuda dan keturunan Daud lenyap. Sejarah mencatat bahwa suku keturunan Yehuda dan keturunan Daud lenyap setelah uskup ke dua dari Yerusalem, pengganti Yakobus, yang kemungkinan menjadi uskup sampai kira-kira akhir abad pertama. Akhirnya, melalui nabi Daniel, Tuhan memberitahukan bahwa Mesias akan datang 70 minggu tahun (490 tahun) dari waktu pembangunan kembali Yerusalem (kira-kira tahun 458 BC) , dimana kalau dihitung akan membawa kita ke sekitar tahun 30 AD, waktu penyaliban Kristus. Dan, agar manusia tahu secara persis kedatangan Sang Mesias, Tuhan memberikan tanda yang lain, dimana dikatakan bahwa Mesias akan dilahirkan dari seorang perawan. Tanda ini adalah suatu tanda supernatural (di luar hukum alam) yang sungguh tepat, karena Sang Mesias adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Kita dapat menyimpulkan disini, bahwa garis keturunan, lokasi kedatangan-Nya, waktu, bagaimana Dia akan datang ke dunia ini, hanya dapat dipenuhi dalam diri Kristus, yang datang dari garis keturunan Daud, yang lahir dari Bunda Maria di Bethlehem, pada waktu sebelum suku Yehuda dan keturunan Daud lenyap.
Tuhan juga memberikan karakter-karakter spesifik seorang Mesias. Nabi Mikha mengatakan bahwa Sang Mesias sudah datang dari jaman purbakala, namun Mesias akan datang dan lahir di Bethlehem. Keallahan dari Anak Manusia dan Anak Allah telah dinubuatkan oleh nabi Daniel, dimana dia melihat bahwa Anak Manusia diberikan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja dan segala suku bangsa akan mengabdi kepada-Nya. Roh Tuhan juga akan ada pada-Nya, seperti Roh Hikmat dan Pengertian, Roh Nasihat dan keperkasaan, Roh Pengenalan dan Takut akan Tuhan. Memang, Mesias datang ke dunia ini adalah Tuhan, dan lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya, sehingga nabi Yesaya mengatakan bahwa Sang Mesias akan diberikan gelar: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Roh Kebijaksanaan dan Gelar ke-Ilahian Mesias sebagai Penasehat Ajaib mengingatkan kita akan suatu pribadi dari Kebijaksanaan Allah yang digambarkan dalam buku Amsal. Akhirnya, Nabi Yesaya dan Zakariah menggambarkan Sang Mesias sebagai sosok dengan Roh kelemahlembutan dan penuh belas kasih. Dan kalau kita perhatikan, itu hanya dapat dipenuhi dalam diri Kristus, Anak Allah yang menjadi manusia, lahir di Betlehem. Dia adalah penggenapan yang penuh dari Roh Allah, sehingga gelar-gelar Ilahi diberikan kepada Yesus, seperti yang diberitakan oleh Nabi Yesaya. Memang Yesus adalah Tuhan. Walaupun segala kekuasaan, kemuliaan, dan kerajaan diberikan kepada Kristus, Dia datang ke dunia dengan Roh yang lemah lembut dan penuh belas kasih. Hal ini terpenuhi dalam diri Kristus yang datang ke dunia ini untuk menyelamatkan pendosa, bukan dengan senjata di tangan, namun dengan hati yang penuh kasih, yang tidak mengendarai kuda perang, namun datang ke Yerusalem dengan keledai.
Mesias dinubuatkan akan menjalankan tiga misi, sebagai Raja, Nabi, dan Imam.
Nubuat yang lain, yang diberikan di dalam Perjanjian Lama adalah tiga misi Kristus, yaitu sebagai Raja, Nabi, dan Imam. Yakub memberikan berkat kepada Yehuda dan mengatakan bahwa dari keturunan tonggak kerajaannya Mesias akan datang untuk mendirikan kerajaan-Nya, dimana semua bangsa akan tunduk kepada-Nya. Dia akan seperti bintang, dimana semua kekuasaan diberikan kepada-Nya dan pemerintahan ada di pundak-Nya. Dan memang dalam kenyataannya, Yesus memenuhi misi-Nya sebagai raja di dunia ini dengan mengatur semua orang dan semua bangsa. Dia sendiri meminta kepada para murid-Nya dan orang-orang untuk mengikuti Dia, dan juga mengikuti segala perintah-Nya, karena Dia adalah Raja yang sesungguhnya.
Mesias juga adalah Nabi, seperti yang dikatakan oleh nabi Musa bahwa Tuhan akan memberikan seorang nabi seperti nabi Musa. Tidak ada gunanya Tuhan memberikan nabi yang baru dengan hukum dan peraturan yang sama. Namun, Tuhan memberikan Nabi yang baru, dimana Dia akan memberikan hukum yang baru, yang lebih sempurna daripada Musa. Kita dapat melihat hukum yang diberikan oleh Yesus pada saat Dia mulai pemberitaan Kerajaan Surga, yaitu dengan memberikan Delapan Sabda Bahagia. Hukum ini bukan seperti hukum yang diberikan oleh nabi-nabi sebelum kedatangan Kristus, atau bukan hukum yang dikenal oleh dunia dan manusia, karena Kristus adalah Tuhan.
Mesias juga menjadi Imam, yang berlaku untuk selama-lamanya menurut Melkizedek, dimana dipenuhi Yesus pada saat dia merayakan Perjamuan Terakhir. Dan persembahan ini mencapai kesempurnaannya dengan persembahan diri-Nya sendiri dengan kematian-Nya di kayu salib. Yesus, menjadi satu-satunya pengantara antara manusia dan Tuhan, yang memeteraikan perjanjian yang baru dengan darah-Nya sendiri di kayu salib. Dengan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Perjanjian Lama memberikan nubuat yang begitu akurat akan tiga misi Kristus sebagai Raja, Nabi, dan Imam.
Nubuat akan kehidupan, kematian, kebangkitan, dan Kemenangan Mesias
Setelah memberikan gambaran akan tiga misi Kristus, Tuhan, melalui nabi-nabi menubuatkan akan kehidupan, kematian kebangkitan, dan kemenangan Sang Mesias. Kehidupan-Nya akan diisi dengan perbuatan-perbuatan dan mukjijat-mukjijat yang ajaib, seperti: yang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu akan bernyanyi.
Meskipun orang melihat kuasa dan mukjijat yang dilakukan, orang-orang akan menolak-Nya dan Dia akan menderita dengan cara yang begitu kejam, dimana Yakub menggambarkannya bahwa Dia akan melumuri jubahnya dengan darah. Daniel memperkuat nubuat ini dengan mengatakan bahwa Mesias akan disingkirkan, walaupun Dia tidak melakukan kesalahan apapun. Dan nabi Yesaya menggambarkan-Nya sebagai Hamba yang menderita (the Suffering Servant). Kemudian, nabi Yesaya melanjutkannya dengan memberikan gambaran yang begitu jelas tentang bagaimana Mesias menderita. Dinubuatkan juga bahwa Mesias harus menderita untuk menebus dosa manusia sehingga manusia akan menerima keselamatan. Kemudian, Daud di dalam Mazmur dan Kitab Kebijaksanaan memberikan drama penyaliban Mesias. Namun, Daud juga menceritakan kebangkitan Mesias, ketika Daud mengatakan bahwa Tuhan tidak akan menyerahkan-Nya ke dunia orang mati. Walapun Mesias mengalami semua penderitaan yang begitu berat, Tuhan telah memberitakan kepada Adam dan Hawa, dan juga kepada ular, bahwa Mesias akan memenangkan pertempuran dengan meremukkan kepala Setan melalui penderitaan Kristus, yang dilambangkan dengan meremukkan tumit-Nya. Semua nubuat ini dipenuhi oleh Kristus dalam kehidupan-Nya, pelayanan-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya.
Gereja Katolik dinubuatkan sebagai sakramen keselamatan untuk seluruh dunia.
Memang sesungguhnya, melalui penderitaan Mesias, Tuhan telah mengatakannya dari semula bahwa Mesias akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa. Lebih lanjut, Daniel 9 menekankan bahwa kedatangan Mesias adalah untuk menghancurkan dosa dan membawa keadilan sejati. Dengan cara ini, maka Kerajaan Allah dapat terjadi di dunia ini dengan Kristus sendiri menjadi raja, batu penjuru, dimana Tuhan sendiri memberikan-Nya segala kekuasaan dan kemuliaan, dan kerajaan, sehingga semua orang dari segala penjuru dan bangsa dapat memuji dan menyembah-Nya. Dan Gereja menjadi sakramen keselamatan bagi seluruh bangsa.
Sang Mesias memberikan Perjanjian Baru
Efek yang lain dari kedatangan Mesias ke dunia adalah Dia akan menetapkan Perjanjian Baru. Dan Perjanjian yang baru ini tidak ditulis di atas batu, namun ditulis di setiap hati manusia. Dan ini mencapai pemenuhannya melalui pelayanan yang diberikan melalui Gereja dengan memberikan rahmat kekudusan dan berkat Roh Kudus yang diterimakan di dalam Sakramen Permandian dan Penguatan.
Kesimpulan
Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa begitu banyak nubuat tentang Mesias yang diberitakan oleh para nabi dalam kurun waktu lebih dari 20 generasi. Tuhan sendiri telah mempersiapkan kedatangan-Nya secara perlahan-lahan dan terus menerus dari awal mula, sehingga manusia akan dapat mengenali dan mempersiapkan kedatangan-Nya dengan pertobatan hati seperti yang diberitakan oleh Yohanes Pemandi.
Dengan mempelajari semua nubuat tersebut di atas secara jujur, sungguh sangat sulit untuk sampai tidak mengenali bahwa semua nubut tersebut hanya bermuara ke satu titik, lebih tepatnya satu pribadi, yaitu Yesus Kristus, Anak Allah yang menjadi manusia dan membawa keselamatan bagi seluruh bangsa. Kedatangan Yesus yang telah diberitakan sebelumnya ini membedakan Yesus dengan para pemimpin agama yang lain. Semua nubuat kedatangan Yesus ini menjadi salah satu “motives of credibility“, motif yang dapat dipercaya bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias, Anak Allah, yang dijanjikan.
Ringkasan dari nubuat tentang Mesias dalam kurun waktu 2000 tahun lebih, yang dipenuhi dalam diri Yesus:
A. Kedatangan Mesias
1. Dia akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, Yakub, dan Daud.
- Mesias akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, Yakub (Kej 2:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15).
- Mesias akan datang dari tunggul Isai (Yes 11:1-2). Isai adalah bapa dari Daud (1 Sam 16:19).
- Seorang nabi dari Moab, Bileam, bernubuat tentang kedatangan Mesias yang akan datang dari keturunan Yakub (Bil 24-17-19).
- Mesias akan datang dari keturunan Daud dari suku Yudah, dan Tuhan menjanjikan bahwa tahta-Nya akan berlangsung untuk selamanya (2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Maz 89:35-37).
- Pemenuhan janji ini adalah dalam diri Kristus, seperti yang ditunjukkan dalam garis keturunan yang diberikan oleh Matius dan Lukas (Mat 1:1-17; Luk 3:23-38). Perbedaan garis keturunan yang dikemukakan antara Matius dan Lukas, dikarenakan Matius membuat garis keturunan St. Yosef dan Lukas melihatnya dari Bunda Maria. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai bagaimana sebenarnya garis keturunan ini tidak bertentangan, silakan klik disini (dalam bahasa Inggris).
- Untuk menyimpulkan bahwa kerajaan yang dijanjikan oleh Tuhan adalah kerajaan Daud atau Salomo adalah tidak mungkin, karena kerajaan mereka telah runtuh. Pemenuhan janji ini hanya ada pada diri Kristus, dimana kerajaan-Nya akan terus ada sampai akhir jaman. Dan kerajaan-Nya di dunia ini adalah Gereja Katolik, dimana Yesus sendiri menjanjikan akan melindungi Gereja-Nya sampai akhir jaman (Mat 16:16-20).
2. Dia akan datang di Bethlehem.
- Betlehem Efrata, di daerah Yudea adalah lokasi yang sangat spesifik untuk kelahiran Mesias, seperti yang diberitakan oleh nabi Mikah (Mic 5:2).
- Yesus adalah pemenuhan janji ini, karena Yesus lahir di Betlehem di daerah Yudea (Mat 2:6; Yoh 7:42; Luk 2:4). Hal ini menjadi begitu penting, karena dengan mengatakan Mesias lahir di Betlehem, sama saja kalau di Indonesia mengatakan bahwa Mesias akan lahir di Mojokerto di daerah Jawa Timur. Jadi Tuhan memilih tempat yang begitu kecil, yang secara manusia tidak mungkin terjadi, namun semua ini terpenuhi dalam diri Yesus.
3. Dia akan datang pada waktunya, yaitu sebelum kehancuran Yerusalem.
- Sang Mesias akan datang sebelum suku Yehuda benar-benar lenyap (Kej 49:8-11; Bil 24:17-19).
- Karena dinubuatkan bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud, suku Yehuda, maka Mesias akan datang sebelum keturunan Daud lenyap (2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Maz 89:35-37). Kita tahu bahwa pada tahun 70AD, Yerusalem mengalami kerusakan total karena kepungan tentara Roma dibawah jendral Titus, dimana kehancuran ini telah dinubuatkan oleh Yesus sendiri (Mat 24:3-21).
- Malaikat Gabriel mengatakan kepada nabi Daniel bahwa Mesias akan datang dalam waktu 70 minggu tahun dari saat pembangunan kembali Yerusalem (Dan 9:1-27).
- 70 minggu tahun (490 tahun) dari saat pembangunan kembali Yerusalem (sekitar tahun 458 BC), membawa kita kepada sekitar tahun 32 AD, tahun dimana Yesus disalibkan.
- Semua nubuat di atas dipenuhi oleh Yesus Kristus, keturunan Daud, yang berkarya sampai tahun 33 AD. Jadi Mesias datang sebelum kehancuran total Yerusalem tahun 70 AD.
4. Dia akan dilahirkan oleh seorang perawan.
- Mesias akan lahir dari seorang perawan, seperti yang diberitakan kepada raja Ahab oleh nabi Yesaya (Yes 7:13-14).
- Pemenuhan janji ini adalah Yesus Kristus, yang lahir dari perawan Maria. (Luk 1:26-38). Hal ini juga dicatat dalam Kitab Suci agama Islam.
B. Karakter dari Mesias yang dijanjikan
1. Dia adalah abadi
- Nabi Mikah menubuatkan tentang Mesias, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala, namun Dia akan lahir di Betlehem (Mik 5:2; Ams 8:22-31).
- Ini adalah dua hal yang mempunyai sifat yang berbeda. Di satu sisi, Dia ada sejak asal mula, namun di satu sisi dia masuk dalam sejarah manusia, yang bermula di Betlehem. Disinilah pemenuhan janji Allah pada diri Yesus, yang mempunyai dua kodrat, Tuhan dan Manusia (one person with two nature).
2. Dia adalah Anak Manusia dan Anak Allah
- Nabi Daniel mengalami suatu penglihatan, dimana datang Anak Manusia dan kepada-Nya diberikan segala kuasa, kemuliaan, dan kerajaan (Dan 7:13-14; Maz 2:7-8; 2 Sam 7:14).
- Orang Yahudi mengerti bahwa Anak Manusia berarti “Manusia itu” atau Anak Allah berarti “Allah”.
- Dan semua dipenuhi dalam diri Yesus, dimana dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Manusia (Mat 8:20, 18:11,12:8, 12:38-42, 13:37,41-42; Lk 9:58, 6:5, 11:29-32, 18:31-34, 20:17-19, 16:27-28, 9:26-27; Mk 2:27-28, 8:11-13, 8:38-9:1, 10:32-34).
3. Dia mempunyai Roh Allah dan diberi gelar Ilahi
- Roh Allah akan ada pada diri Mesias: roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan (Yes 11:2).
- Mesias akan diberi gelar-gelar Ilahi, seperti: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yes 9:6).
- Semua gelar di atas adalah hanya untuk Tuhan, yang terpenuhi dalam diri Kristus, karena memang Yesus datang ke dunia dan Dia telah menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan.
- Gelar Penasehat Ajaib mengingatkan kita akan suatu figur kebijaksaan (Am 8:22-31). Dan Roh Tuhan ini adalah Tuhan sendiri, seperti yang kita lihat dalam penciptaan dunia (Kej 1:2).
4. Mesias akan mempunyai Roh Kelemahlembutan dan Belas Kasihan
- Seluruh ajaran dan pengadilan dari Mesias akan ditandai dengan Roh kelemahlembutan dan belas kasihan, dimana nabi Zakaria mengatakan bahwa Raja yang rendah hati akan naik keledai (Yes 42:3; Zak 9:9).
- Hal ini terpenuhi dalam diri Yesus, yang mengajarkan ajaran cinta kasih, seperti yang tercermin dalam kotbah di bukit (Mat 5:1-12).
- Yesus juga memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai (Mat 21:5-7)
C. Mesias mempunyai 3 misi utama: menjadi Raja, Nabi, dan Imam.
1. Mesias adalah Raja
- Mesias digambarkan sebagai Raja, pada waktu Yakob memberkati Yehuda, dimana Yakob mengatakan bahwa tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda sampai Dia datang yang berhak atasnya, dan kepada-Nya akan takluk bangsa-bangsa. (Kej 49:8-10).
- Sampai Dia yang berhak atasnya merujuk kepada Mesias, dimana Dia datang untuk mendirikan kerajaan-Nya yang memang menjadi hak-Nya, sebelum suku Yehuda benar-benar musna. Jadi nubuat ini merujuk kepada Kristus, yang juga memprediksikan kehancuran Yerusalem.
- Bileam, bernubuat tentang Mesias, yang akan menjadi bintang, dan mempunyai kekuasaan seluruh bangsa (Bil 24:17-19).
- Bintang dari Yakub terpenuhi dari diri Yesus, dimana kelahiran-Nya ditandai dengan bintang yang diikuti oleh orang-orang magus. Bintang Israel bukanlah raja dari dunia ini, namun Dia adalah Raja Surgawi yang bertahta dalam hati setiap orang.
- Yesaya mengatakan bahwa seorang anak akan lahir dan pemerintahan akan ada pada pundak-Nya (Yes 9:6).
- Zakaria mengatakan bahwa seorang Raja yang rendah hati akan menaiki keledai (Zak 9:9).
2. Mesias adalah Nabi
- Musa berkata bahwa Tuhan akan memberikan nabi yang baru seperti dia diantara kaum Israel (Ul 18:15-19).
- Rasul Petrus dan diakon Stefanus mengatakan bahwa Yesus adalah pemenuhan dari Nabi yang Baru seperti yang telah dijanjikan oleh Musa karena Dia memberikan hukum yang baru, yang lebih sempurna daripada hukum Musa (Kis 3:22-23; Kis 7:37).
- Yesus adalah Musa yang baru, seorang Nabi, perantara antara manusia dan Tuhan, yang memateraikan perjanjian baru dengan darah-Nya sendiri di kayu salib. Perjanjian Baru ini lebih sempurna daripada Perjanjian Lama yang diadakan di gunung Sinai.
3. Mesias adalah Imam
- Mesias akan menjadi imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek (Maz 110:4).
- Yesus adalah Imam Agung menurut Melkisedek dimana Dia menggenapi nubuat ini dengan kurban imamat pada saat perjamuan terakhir (Ibr 5:1-10; 6:20).
D. Kehidupan, penderitaan, kematian, kebangkitan, dan kemenangan Sang Mesias.
1. Dia akan melakukan banyak mukjijat
- Nabi Yesaya menubuatkan bahwa Mesias akan melakukan banyak mukjijat, seperti: orang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu bersorak-sorai (Yes 29:18, 35:5-6, 61:1).
- Yesus menjadi pemenuhan nubuat ini, seperti yang dikutip-Nya pada waktu Dia menjawab utusan Yohanes Pemandi (Mat 11:5; Luk 4:18; Mat 15:30).
- Kita juga melihat dalam seluruh Injil, Yesus melakukan banyak sekali mukjijat.
- Bahwa Yesus melakukan banyak sekali mukjijat, juka di akui oleh kaum Muslim.
2. Dia akan dianiaya, mengalami penderitaan dan mati di kayu salib
- Sang Mesias digambarkan mengalami penderitaan
- Yakob menggambarkan bahwa Mesias akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur (Kej 49:11).
- Daniel 9 memberikan gambaran akan Mesias yang menderita, dimana dia akan disingkirkan, walaupun tidak mempunyai kesalahan apapun (Dan 9: 26).
- Gambaran akan penderitaan Mesias:
- Nabi Yesaya memberikan gambaran yang begitu jelas akan penderitaan Sang Mesias (Yes 42; 49; 50; 53).
- Mesias harus menderita untuk menanggung dosa dunia; oleh bilur-bilur-Nya, kita disembuhkan (Yes 53:5).
- Mesias juga akan ditolak oleh orang-orang (Maz 118:22).
- Yesus ditolak bukan hanya oleh orang-orang, namun terutama adalah para ahli farisi, imam agung. Namun penolakan ini melahirkan Kerajaan Allah, dengan Yesus sendiri sebagai batu penjuru (Mat 21:42).
- Daud berbicara tentang penderitaan Kristus di kayu salib, seperti: tangan dan kakinya akan ditusuk, segala tulangnya terlihat, membagi pakaiannya, menderita kehausan yang sangat (Maz 22). Dan lebih lanjut nabi Yesaya mengatakan bahwa Mesias akan memberikan punggungnya bagi orang-orang yang memukulnya, dan memberikan pipinya bagi yang mencabut janggutnya. Dia dinodai dan diludahi, namun dia tidak menyembunyikan mukanya (Yes 50:6). Lebih lanjut buku Kebijaksanaan Salomo menceritakan tentang penganiayaan dan penolakan Kristus (Keb 2:12-20).
- Drama yang begitu kejam ini terpenuhi dalam diri Kristus yang mengalami penderitaan begitu hebat sesuai dengan yang dinubuatkan nabi Daud dan Yesaya (Mat 27:39-42).
3. Dia akan bangkit
- Daud berbicara tentang kebangkitan Mesias ketika dia berkata bahwa Tuhan tidak akan memberikan Dia kepada dunia orang mati (Maz 49:15).
- Yesus adalah pemenuhan nubuat ini, karena Yesus telah bangkit dari mati dengan begitu banyak saksi yang masih hidup pada waktu Injil dan Surat Rasul Paulus ditulis (Mat 28:7).
- Yesus juga mengatakan bahwa Dia adalah kebangkitan dan hidup dan barangsiapa percaya kepada-Nya, dia akan hidup walaupun dia sudah mati (John 11:25).
4. Dia akan menjadi pemenang
- Namun Sang Mesias telah dinubuatkan akan menjadi pemenang, seperti yang dikatakan oleh Tuhan sendiri, ketika Tuhan berbicara di hadapan Adam, Hawa, dan ular, dan mengatakan ” Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kej 3:15).
- Wanita ini dapat diinterpretasikan sebagai Maria, yang melahirkan Yesus.
- Jadi Yesus, anak dari Maria, adalah pemenuhan dari nubuat ini, yang telah meremukkan kepala setan, namun dengan mengalami keremukan tumit, atau penderitaan yang berat, yang mencapai puncaknya pada penderitaan Kristus di kayu salib.
E. Mesias akan menghapus dosa manusia dengan Perjanjian yang baru, yang akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa dan dicapai melalui Gereja-Nya.
1. Mesias akan menghapuskan dosa dan membawa keadilan yang sejati
- Daniel 9 mengatakan bahwa Mesias akan melenyapkan kefasikan, mengakhiri dosa, menghapuskan kesalahan, mendatangkan keadilan yang kekal (Dan 9:24).
- Nubuat ini terpenuhi dalam diri Yesus, yang kedatanga-Nya memberikan kesempatan kepada manusia untuk bersatu kembali dengan Tuhan.
2. Mesias akan membuat Perjanjian yang Baru.
- Nabi Yeremiah dan Ezekiel mengatakan bahwa Mesias akan memberikan perintah yang baru, Perjanjian yang Baru, dimana tidak ditulis di atas batu, namun ditulis di dalam hati setiap orang (Yer 31:31-33; Ez 36:24-27).
- Dan semua ini dipenuhi oleh pelayanan Gereja dalam memberikan rahmat kekudusan dan karunia Roh Kudus melalui Sakramen Permandian dan Sakramen Penguatan.
3. Dia akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa
- Berkat bagi seluruh bangsa telah dijanjikan oleh Tuhan kepada Abraham, Iskak, Yakob (Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15).
- Berkat untuk seluruh bangsa mengalir dari Yesus, melalui Gereja-Nya, sehingga Gereja Katolik menjadi sakramen keselamatan bagi seluruh bangsa.
4. Mesias akan mendirikan Kerajaan Allah
- Daniel menafsirkan mimpi dari raja tentang patung yang terdiri dari empat elemen, dimana akhirnya dihancurkan oleh tangan Ilahi, yang dilambangkan dengan batu yang bukan dari tangan manusia (Dan 2:32-45).
- Empat kerajaan melambangkan: Babilonia, Persia & Media, Aleksandria, Roma.
- Batu melambangkan sesuatu yang lebih besar dari kerajaan Roma dan terbuat dari tangan Ilahi. Batu ini melambangkan Mesias.
- Batu itu kemudian tumbuh menjadi gunung yang besar dan memenuhi bumi, yang melambangkan Gereja Katolik yang menjadi sakramen Keselamatan bagi seluruh bangsa.
- Daniel melihat Anak Manusia, yang diberikan kekuasaan, kemuliaan, dan kekuasaan sebagai raja, dan semua orang dari segala penjuru, bangsa, dan bahasa akan melayani Dia dan kekuasaan ini tidak akan berakhir (Dan 7:13-14; Maz 72:4-17).
- Dan semua dipenuhi dalam diri Yesus, dimana dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah (Mat 8:20, 18:11,12:8, 12:38-42, 13:37,41-42; Lk 9:58, 6:5, 11:29-32, 18:31-34, 20:17-19, 16:27-28, 9:26-27; Mk 2:27-28, 8:11-13, 8:38-9:1, 10:32-34).
- Kedatangan Yesus yang kedua digambarkan seperti Anak Manusia yang datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan (Dan 7:13-14).
5. Gereja Katolik adalah Kerajaan Allah yang didirikan oleh Mesias
- Yesaya menubuatkan bahwa rumah Allah akan didirikan dan dimuliakan, dimana seluruh orang dan bangsa akan datang kepadanya (Yes 2:2-3). Lebih lanjut, Yesaya berkata bahwa Mesias adalah terang bagi bangsa-bangsa, dimana keselamatana akan mencapai seluruh dunia. (Yes 49:5-12).
- Semua ini dipenuhi dalam Gereja Katolik yang didirikan oleh Kristus, dimana segala macam suku dan bahasa datang dan bergabung menjadi anggota Gereja.
Lih. Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:1315; Bil 24:17-19.
Lih. 2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Mzm 89:35-37; Yes 11:1-2.
Lih. Kej 49:8-11; Bil 24:17-19; 2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Mzm 89:35-37.
Lih. Dan 7:13-14; Mzm 2:7-8; 2 Sam 7:14.
Roh Tuhan adalah Allah sendiri yang disebutkan di dalam kitab Kejadian (Kej 1:2).
Lih. Mzm 110:5; Heb 5:1-10, 6:20.
Lih. Yes 29:18, 35:5-6, 61:1; Mat 11:5; Luk 4:18; Mat 15:30.
Lih. Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15.
Lih Yer 31:31-33; Ez 36:24-27.

















Shalom pengasuh katolisitas,
Saya ingin bertanya mengenai kata-kata Yesus di Luk 24:46.
“Kata-Nya kepada mereka: Ada tertulis demikian, Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga”.
Di manakah dinubuatkan mengenai Mesias bangkit dari antara orang mati pada hari yang KETIGA? Karena Yesus sendiri mengatakan “ada tertulis demikian”.
Mengapa harus hari ketiga? Apakah hari ketiga ini ada makna tertentu atau hanya “kebetulan” saja?
Sekian pertanyaan saya. Terima kasih atas perhatiannya.
Shalom Irena,
1. Nubuat bahwa Yesus harus bangkit pada hari ketiga paling jelas adalah melalui nubuat Nabi Yunus. Nabi Yunus tinggal di dalam perut ikan besar itu tiga hari lamanya (Yun 1:17), dan tanda inilah yang disebutkan oleh Yesus sendiri dalam pengajaran-Nya (Mat 12:39-41; Luk 11:29-32). Yesus mengatakan, "Sebab seperti Yunus tinggal dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam." (Mat 12:40)
Lalu dalam kitab Hosea juga disebutkan, "Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari ketiga Ia akan membangkitkan kita dan kita akan hidup di hadapan-Nya." (Hos 6:2) Ayat ini memang menggambarkan bahwa bangsa Israel dibangkitkan oleh Allah secara rohani setelah masa pembuangan. Namun para Bapa Gereja banyak yang menginterpretasikan ayat ini sebagai nubuatan bahwa Kristus, sebagai Israel yang baru, akan bangkit dari kematian setelah hari ketiga.
2. Mengenai kenapa Yesus dibangkitkan pada hari ketiga, itu bukan suatu kebetulan. "Tiga hari" tersebut mempunyai makna yang dalam, dan hal ini sudah pernah dijawab oleh Stefanus di sini, silakan klik
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
shalom…..
Saya punya teman-teman (agama kristian juga tapi bukan katolik..saya tidak tahu aliran apa ereka anuti) yang mengatakan bahawa “krismas” itu menyambut kelahiran YESUS dan 25 DEC itu bukan hari kelahiran YESUS.Jadi menyambut krismas pada 25 DEC adala tidak masuk akal kata mereka.untukpengetahuan pak, teman2 saya tidak merayakan krismas pada 25 DEC(xtahu mereka rayakan atau tidak)…sebab mereka kata itu seolah2 menyembah matahari….saya jadi kebingungan…kok begitu mudah dia mengatakan perayaan krismas 25DEC itu menyembah matahari..pada saat itu saya sendiri xmenyetujui apa yang dikatakan oleh teman saya…tetapi saya di tanya dia pula. teman saya menanya saya ” jadi beritahu saya bila yesus dilahirkan?” adakah bible menyatakan yesus lahir 25DEC?jadi mengapa merayakan krismas pada 25 DEC?
saya mau menjawap saja tetapi saya tidak dapat menghuraikan kepada nya mengenai kelahiran YESUS dengan 25DEC…mohon bantuan penjelasan pak..agar saya bisa menjelaskan kepada teman-teman saya….
oya, sebelum kelupaan, saya mau tanya, perayaan “krismas” itu dirayakan oleh semua agama kristian atau hanya kristian katolik??
salam kasih….
Shalom PoNy,
Pertanyaan anda tentang asal-usul perayaan Natal (Christmas) 25 Desember, sudah pernah dijawab di sini, silakan klik.
Karena hari Natal adalah peringatan kelahiran Tuhan Yesus di dunia, maka hari Natal layak dirayakan oleh semua pengikut Kristus. Dapat dikatakan secara umum di dunia, hari Natal dirayakan oleh kaum Kristiani, tidak hanya Katolik saja.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
Syallom,
Buat Saudara Pony..
Setahu saya, agama Kristen yang tidak merayakan natal ada 2, yaitu Advent dan Yehova.
Untuk yang Yehova, ALKITAB mereka memang tidak mengakui adanya TRINITAS.
Bagi mereka. Yesus hanyalah seorang NABI. Yahwe ada sendiri, Roh kudus ada sendiri. Dan mereka memang tidak diperbolehkan memberikan ucapan selamat. (sepertinya mereka juga tidak merayakan ulang tahun).
Menurut pemahaman mereka juga, Yesus disalib dengan sebatang kayu horisontal (bukan salib), tangan Yesus kedua-duanya dipaku diatas kepala. Dan ketika Yesus disalib, badanNya sudah diganti oleh Yahwe dengan badan yang sesuai dengan alamnya surga, supaya bisa masuk ke surga.
Pada saat kiamat, bumi dibersihkan (dari manusia2/ roh2 jahat) dan akan dijadikan bumi yang baru, yang juga mereka sebut sebagai taman Eden (dianalogkan sebagai surga).
Untuk yang Advent saya kurang tahu banyak, karena tidak ada kontak langsung dengan mereka.
Demikian sedikit informasi dari saya.
Georgius dan keluarga.
Shalom Pak Stef dan Bu Ingrid,
Saya pernah membaca buku (lupa pengarangnya) yang menceritakan bahwa diperkirakan Yesus lahir sekitar tahun 6 SM. Yang menjadi pertanyaan saya (jika cerita dibuku itu benar) adalah apa yang mendasari dimulainya tahun Masehi? Ada yang bilang bahwa tahun Masehi adalah tahun yang dihitung berdasarkan kedatangan (lahir)nya Sang Mesias (Yesus). Jika demikian berarti Yesus lahir ditahun 0 (nol) donk! Mohon pencerahan. Terima kasih. Tuhan Memberkati. – Simon
[Dari katolisitas: telah dijawab di artikel di atas - silakan klik]
semoga Tuhan bserta kita,
trm kasih atas pnjelasan Romo yg sangat bagus. Saya ada sedikit ptanyaan: kalo nubuat akan Yesus bgtu jelas di PL, mngpa umat Yahudi smp saat ini blm pcaya Yesus. Bukankah itu brarti nubuat2 tsb multi tafsir? Sama spt pnafsiran nubuat akhir zaman skrg pun dlm pdebatan. Seandainya nanti Yesus dtg ke-2x, kita pun mgkn masìh bdebat, apakah Dia yg datang? Seandainya pd zaman dulu masyarakat mengenali Yesus dgn jelas, mgkn tdk ada pnyaliban.
Pertanyaan brikut: adakakah rencana katolisitas.org untuk me-release versi mobile? Saya sgt suka mengunjungi site ini, di sela2 ksibukan sehari2 scr mobile. Saya rasa bnyk orang2 lain spt saya.
Demikian ptanyaan saya, smga Romo bkenan mnanggapi. Trm ksh.
Shalom Fxe,
Terima kasih atas pertanyaannya. Pertama, saya ingin menjelaskan bahwa saya bukan seorang Romo, namun seorang awam biasa, yang telah menikah dengan Ingrid. Mari kita membahas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
1) Tentang mengapa kalau nubuat tersebut begitu jelas, umat Yahudi sampai sekarang belum percaya kepada Yesus. Jangankan umat Yahudi pada jaman ini, ada banyak umat Yahudi yang tahu akan nubuat tentang Sang Mesias, dan pada saat yang bersamaan menyaksikan keajaiban-keajaiban yang dilakukan Yesus, namun banyak dari antara mereka tetap tidak percaya. Jadi adalah wajar ada banyak dari umat Yahudi sampai saat ini masih tidak percaya bahwa nubuat kedatangan Sang Mesias telah dipenuhi dalam diri Yesus. Hal ini terutama disebabkan kesalahan konsep tentang Sang Mesias itu sendiri. Orang-orang Yahudi pada waktu itu beranggapan bahwa Sang Mesias akan membawa kebangkitan kerajaan Daud, dimana Dia akan menjadi seorang pembebas. Namun mereka tidak menyadari bahwa Yesus adalah Sang Raja Abadi, Sang Pembebas, yang bertahta selamanya, kerajaan-Nya tidak pernah berakhir, dan yang membebaskan manusia dari belenggu dosa. Ketidakmengertian ini juga dialami oleh para murid yang bertanya "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" (Kis 1:6).
Kalau begitu, apakah nubuat tersebut bersifat multi-tafsir? Kalau nubuat tersebut hanya satu atau dua, mungkin orang dapat salah untuk menafsirkannya. Namun kalau nubuat tersebut adalah begitu banyak dan tersebar selama 20 generasi dan saling melengkapi, maka seharusnya tidak akan dapat ditafsirkan sebaliknya. Kalaupun orang Yahudi pada jaman Yesus tidak percaya, seharusnya mereka percaya akan mukjijat-mukjijat yang dilakukan oleh Yesus. Yesus berkata "Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri." (Yoh 14:11; lihat juga Yoh 10:38).
Dan hal lain yang menguatkan ajaran Yesus adalah bukti bahwa Gereja Katolik tetap bertahan selama dua ribu tahun, dengan pengajaran yang sama dan dengan kesatuan dibawah Bapa Paus. Ketiga hal tersebut: 1) Nubuat, 2) Mukjijat, 3) Gereja Katolik, membuat kepercayaan kita terhadap Yesus seharusnya dapat dipertanggungjawabkan.
2) Namun kita juga melihat pada jaman Yesus, banyak juga orang yang percaya kepada Yesus, dan juga pengajaran para murid. Kita melihat di Kisah Para Rasul, bagaimana dalam satu hari, setelah Pentakosta, para murid membaptis 3,000 orang. (Kis 2:41). Juga kita melihat bahwa ada banyak kesaksian orang-orang Yahudi yang menjadi Katolik. Salah satu professor di sekolah saya juga seorang Yahudi yang akhirnya menjadi Katolik. Lihat kesaksiannya disini (silakan klik).
3) Oleh karena itu, iman adalah suatu anugerah (Ef 2:8). Dan yang harus kita lakukan adalah mohon kepada Tuhan untuk memberikan berkat yang berlimpah agar orang-orang dapat percaya kepada Kristus, dan pada saat yang bersamaan, kita harus turut ambil bagian dalam rencana keselamatan Allah. Hal ini dapat kita lakukan dengan berdoa, menjadi saksi Kristus yang baik dengan hidup kudus, dan juga mempelajari iman Katolik, sehingga kita dapat membagikannya kepada sesama.
4) Tentang katolisitas.org: mobile version. Saya sendiri belum terfikir akan adanya vesi mobile dari katolisitas.org. Saya terus terang tidak mempunyai pengetahuan akan hal ini. Mungkin kalau ada yang mempunyai kemampuan di bidang ini dan mau membantu, dengan senang hati saya akan melakukannya.
Demikian jawaban yang dapat saya berikan, semoga dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Tambahan: Untuk pertanyaan tentang kedatangan Yesus yang ke-dua, orang tidak akan berdebat tentang hal ini, karena pada saat kedatangan-Nya yang ke-dua, Dia akan datang dalam kemuliaan-Nya, sepeti yang dikatakan oleh Yesus sendiri "Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya" (Mt 16:27).
Pak Stef & Bu Ingrid,
terima kasih atas jawaban yang telah diberikan.
Saya minta maaf salah menduga. Sekarang saya malah jadi kagum, ada keluarga awam yang begitu mendalami ajaran Gereja. Saya rasa hal ini sangat langka di kalangan Katolik (betul ngga?). Bolehkah suatu saat nanti Bapak/Ibu memberikan sedikit sharing perjalanan rohani Anda, sehingga menjadi spt sekarang?
Sejauh pengamatan saya, di Katolik bimbingan belajar untuk awam sangat minim, selain kursus setahun sebelum Baptis. Setelah itu umat hanya mengandalkan homili romo di setiap Misa. Kursus yg mendalam dan berjenjang untuk awam sepertinya belum ada. Maksud saya kursus yang menggali Tradisi/Spiritualitas Katolik.
Shalom Fxe,
Terima kasih atas dukungannya. Sebenarnya baik awam maupun imam, semua dipanggil untuk lebih mendalami iman Katolik. Mungkin sekarang sudah mulai banyak kaum awam yang mencoba untuk mendalami ajaran Gereja Katolik. Untuk permintaan tentang perjalanan iman, nanti suatu saat Ingrid dan saya akan menuliskannya. Untuk beberapa kursus yang dapat diikuti oleh kaum awam, cobalah untuk menjajagi KPKS (silakan klik). Fxe juga dapat mengkoordinir pertemuan di gereja dan kemudian mengundang pembicara dari keuskupan atau dari LBI (Lembaga Biblika Indonesia). Kursus-kursus yang lain adalah KEP (Kursus Evangelisasi Pribadi) dan juga SEP (Sekolah Evangelisasi Pribadi).
Mari kita bersama-sama giat belajar iman Katolik yang benar, indah, dan baik, sehingga kita lebih mengasihi Yesus dan Gereja-Nya.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Shalom Pak Stefanus Tay
Saya mau bertanya apakah ada hubungan antara Mat 24:15 dengan
YL1:9,YL1:13,Dan9:27,Dan11:31,Dan12:11-12,Dan8:11-12,Dan8:13-14?
dengan nubuatan akhir zaman?
sekian, terimakasih.
Tuhan berserta kita…
Sekarang dan selama-lamanya…
Shalom Ario,
Terima kasih atas pertanyaannya. Mari kita membahasnya. Mat 24:15 mengatakan "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel–para pembaca hendaklah memperhatikannya." 1) Mat 24:15-20 memang mengacu kepada nubuat Daniel 9, yang menceritakan tentang kedatangan Sang Mesias yang akan datang dalam waktu 70×7 minggu atau 490 tahun. Istilah 70 minggu tahun atau 490 tahun adalah penglihatan yang diperoleh oleh Daniel dari Malaikat Gabriel (Dan 9:24-27). Ada begitu banyak teori tentang hal ini. Ada yang mengatakan bahwa 490 tahun dari pembangunan kembali Yerusalem dipenuhi pada masa Yudas Makabe. Namun, St. Jerome, Bapa Gereja dalam salah satu bukunya mengupas hal ini dan memaparkan pendapat dari beberapa ahli, seperti: Julius Africanus, Eusebius Pamphili, Hippolytus, Apollinarius of Laodicea, Clement of Alexandria, Origen, Tertullian, St. Jerome sendiri. Memang mereka memberikan perhitungan yang berbeda-beda, namun semuanya merujuk bahwa “seorang yang diurapi/ Mesias” adalah Yesus Kristus. Yang paling penting bagi kita adalah 70 minggu tahun (490 tahun) dari pembangunan kembali Yerusalem (458 SM) akan membawa kita kepada tahun dimana Yesus wafat (sekitar 29-33 AD). Ini berarti bahwa Kitab Daniel memberikan nubuat yang menunjuk kepada Kristus dan juga masa dimana Kristus datang. 2) Nabi Daniel yang juga menceritakan kehancuran Yerusalem digenapi pada tahun 168 SM (lih. 1 Mak 1:57; 2 Mak 6:1-5). 3) Dan Mesias yang dinubuatkan dalam kitab Daniel memberikan nubuat akan terjadinya kekejaman perang (lih Mt 25:15-28) yang terpenuhi pada tahun 70, ketika Titus dan Tiberius Julius Alexander memusnahkan kota Yerusalem beserta dengan tempat kudusnya. 4) Sedangkan Yehezkiel 1, lebih mengarah kepada Yehezkiel yang melihat kemuliaan Tuhan. Semoga jawaban tersebut berguna.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
Shalom pak Stef
jadi menurut bapak tidak ada kaitanya antara Mat24:15, dengan YL1:9,YL1:13,Dan9:27,Dan11:31,Dan12:11-12,Dan8:11-12,Dan8:13-14, dengan nubutan di akhir zaman?
trimakasih atas jawabanya..
GBU
Shalom Ario,
Terima kasih atas pertanyaannya. Mungkin saya belum menjawab secara tuntas pertanyaan Ario sebelumnya, yaitu tentang nubuat akhir jaman di Injil Matius.
1) Ayat-ayat yang mendukung tentang akhir jaman, juga dapat dilihat di Mt 24-25; Mk 13:1-37; Lk 21:5-36; Lk 17:20-37.
2) Memang tidak mudah untuk mengartikan ayat ini, bagian mana yang telah terjadi pada waktu kehancuran Yerusalem atau bagian mana yang menyatakan akhir jaman atau kedatangan Kristus yang ke-dua. Menurut A Catholic Commentary on Holy Scripture, ed. by Dom Orchard, p. 894-895, 925, dikatakan bahwa memang ada beberapa pendapat tentang hal ini. Sebagian tentang nubuat dari Daniel (Dn 9:27; cf. 11:31; 12:11) terpenuhi di jaman Antiochus Epiphanes yang mendirikan altar zeus (1 Mak 1:57; 2 Mak 6:1-5). Sebagain beranggapan bahwa sebagian nubuat di dalam Mt 24, Mk 13 terpenuhi pada tahun 70 dengan kehancuran Yerusalem dan bait Allah. Dan sebagian dari ayat tersebut mengacu kepada sesuatu yang akan datang, yaitu akhir jaman.
Karena rumitnya penafsiran tentang akhir jaman, suatu saat kita akan menuliskannya dalam tulisan yang lebih lengkap. Namun beberapa hal dapat kita pegang secara pasti adalah:
a) Sejak kenaikan ke surga, terbayanglah kedatangan Kristus dalam kemuliaan (Bdk. Kis 22:20.), hanya saja kita "tidak tahu masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kekuasaan-Nya (Bdk. Mrk 13:32. (Kis 1:7) Bdk. Mat 24:44. 1 Tes 5:2.). Kedatangan eskatologis ini dapat terjadi setiap saat, meskipun ia dan ujian di waktu terakhir, yang harus mendahului kedatangan itu (Bdk. 2 Tes 2:3-12.), masih "ditahan". (KGK, 673)
b) Sebelum kedatangan Kristus, Gereja harus mengalami ujian terakhir yang akan menggoyahkan iman banyak orang (Bdk. Luk 18:8. Mat 24:12.). Penghambatan, yang menyertai penziarahannya di atas bumi (Bdk. Luk 21:12. Yoh 15:19-20.), akan menyingkapkan "misteri kejahatan". Satu khayalan religius yang bohong memberi kepada manusia satu penyelesaian semu untuk masalah-masalahnya sambil menyesatkan mereka dari kebenaran. Kebohongan religius yang paling buruk datang dari Anti-Kristus, artinya dari mesianisme palsu, di mana manusia memuliakan diri sendiri sebagai pengganti Allah dan mesias-Nya yang telah datang dalam daging (Bdk. 2 Tes 2:4-12; 1 Tes 5:2-3; 2Yoh 7; 1 Yoh 2:18.22). (KGK, 675)
c) Tidak ada yang tahu kapan terjadinya kedatangan Kristus yang kedua (Mk 13:33-37). Yang penting adalah sebagai umat Allah, kita harus terus berjaga-jaga. Bahkan Gereja sebenarnya merindukan untuk bertemu dengan Kristus, Kepala dari Tubuh Mistik Kristus.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
tugas nabi isa turun ke bumi di akhir jaman:
1.membunuh dajal al masih palsu:dg pengikut 70.000 orang yahudi
2.membunuh babi : seperti di vcd porno,pesta sex
3.menegakkan syariat islam : bersama imam mahdi pemimpin umat islam sedunia
4.membebaskan pajak
Salam damai Isa,
Terima kasih telah berkunjung ke katolisitas.org. Dalam hal kedatangan Kristus, kita mempunyai pandangan yang sangat berbeda. Apakah yang dipercayai oleh umat Katolik pada saat kedatangan yang kedua dari Isa atau Kristus, Putera Allah:
1) Sebelum kedatangan Kristus yang kedua, maka akan banyak percobaan yang dialami oleh umat Allah. Percobaan yang mencoba mengaburkan kebenaran, sehingga banyak terjadi kesesatan, yang memuncak dengan kesesatan oleh Anti-Kristus.
2) Dan pada waktu kedatangan Kristus yang ke dua, seperti yang diucapkan oleh umat Katolik dalam doa sahadat, dikatakan bahwa "Kristus akan datang untuk mengadili orang hidup dan mati". Jadi pada waktu kedatangan Kristus yang ke dua, maka berakhirlah dunia ini, dan kemudian disusul dengan kebangkitan orang mati. Setelah itu, terjadilah Pengadilan Terakhir. Pada saat pengadilan terakhir ini, Kristus akan memisahkan yang baik dan yang jahat, dan masing-masing akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya di dunia ini. Bagi yang baik dan setia kepada-Nya, maka jiwa dan tubuhnya akan mendapatkan kebahagiaan kekal di Surga. Bagi yang menolak kasih Tuhan dan pengampunan Tuhan, maka jiwa dan tubuhnya akan mendapatkan hukuman kekal di neraka.
3) Pengadilan terakhir ini adalah suatu harapan bagi umat Katolik, karena ini adalah saat dimana keadilan yang seadil-adilnya ditegakkan. Di sinilah, Yesus Kristus akan mengadili seluruh manusia. Dan di surga, nanti kita akan melihat Tuhan muka dengan muka dan mengasihi Tuhan sebagaimana adanya Dia.
Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan secara singkat tentang kedatangan Yesus yang ke-dua. Yesus adalah Tuhan yang akan menghakimi seluruh umat manusia. Untuk melihat artikel-artikel yang berhubungan dengan Yesus Kristus, sosok yang dipercayai oleh umat Kristen sebagai Tuhan, silakan untuk membacanya disini:
Mengapa orang Kristen percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.
Yesus, Tuhan yang dinubuatkan para nabi.
Kristus yang kita imani = Yesus menurut sejarah.
Mari kita saling mendoakan, sehingga pencarian kita akan kebenaran benar-benar membawa kepada Sang Kebenaran itu sendiri. Dan bagi umat Kristen, kebenaran itu adalah Yesus, yang mengatakan "Aku adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup" (Yoh 14:6). Dan dalam pengadilan terakhir, kita akan bersama-sama akan melihat Kristus yang mengadili seluruh umat manusia. Mari kita bersama-sama berusaha dengan segenap hati, pikiran, dan kekuatan kita untuk mengasihi Tuhan dan sesama, sehingga kita dapat mencapai kebahagiaan abadi di surga.
Salam kasih dari: http://www.katolisitas.org
stef
Dari topik diatas mengenai akhir jaman, bisa saya ringkaskan sbb:
1. Terjadi kekecauan dunia dengan adanya anti “christ”
2. Terjadi pengadilan oleh “jesus”
3. Melihat Tuhan di surga
Ketiga hal tersebut jika kata “christ”, “jesus” di ganti dengan kata “Tuhan” maka keimanan katolik tidak ada perbedaan dengan Islam mengenai hal-hal tersebut.
——————————–
Apakah ada keberatan dari katolik mengganti kata tersebut dengan Tuhan? Bagaimanakan umat katolik yang awam menerima hal tersebut?
Terima kasih
Shalom J1lan,
Terimakasih atas pertanyaannya. Pertanyaan tentang akhir jaman, lebih lengkapnya dapat dilihat disini (silakan klik), dimana dikatakan:
1) Mereka yang hidup dari antara awal mula sejarah manusia sampai sebelum akhir jaman. Pada mereka Tuhan telah memberi kesempatan untuk bertobat. Mereka yang meninggal pada saat belum sempurna akan dimurnikan terlebih dahulu, entah di masa hidupnya atau di Api Penyucian, sebelum kemudian masuk ke surga. Sedangkan yang meninggal dalam keadaan tidak bertobat dan berdosa berat akan masuk neraka.
2) Mereka yang mengalami akhir zaman, juga pasti akan diberikan kesempatan untuk bertobat sebelum akhir hidupnya. Bermacam kesulitan dan musibah yang akan terjadi sebelum akhir zaman juga dapat kita lihat sebagai masa pemurnian. Pada akhir dunia, semua jiwa yang masih ada di Api Penyucian akan beralih ke surga. Api Penyucian tidak ada lagi. Mereka yang hidup mengalami akhir jaman (kedatangan Kristus yang kedua) tidak mengalami kematian (lih. 1 Kor 15:51; 1 Tes 4:17). Pada akhir jaman berakhirlah waktu (segalanya tidak dapat diukur menurut waktu manusia lagi yang diukur berdasarkan matahari). Pada akhir jaman ini terjadilah Kebangkitan Badan (Yoh 5:27-29; 11:23-24) dan Penghakiman Terakhir (Mat 25:31-46; Why 20:1-15), saat setiap orang akan diadili oleh Kristus di hadapan semua orang. Pada Penghakiman Terakhir ini, maka keadilan Tuhan akan ditegakkan: Sebab yang salah akan dinyatakan salah, yang benar dinyatakan benar, dan semua dinyatakan secara obyektif. Sesudah Penghakiman Terakhir ini maka tidak ada lagi Api Penyucian, karena tinggal ada dua kemungkinan ini: Orang-orang yang benar akan masuk ke surga, jiwa dan badannya; sedangkan orang-orang yang jahat akan masuk neraka, jiwa dan badannya.
Dasar bahwa hanya tinggal surga dan neraka sesudah Penghakiman Terakhir, dapat kita lihat melalui pengajaran Yesus sendiri tentang akhir zaman. Yesus berkata bahwa pada akhir zaman itu Ia akan memisahkan seorang dengan yang lain seperti gembala memisahkan domba dari kambing (lihat Mat 25: 31-46). Semua orang yang semasa hidupnya berbuat kasih, terutama kasih kepada mereka yang paling kecil dan menderita, akan masuk kerajaan-Nya yang abadi (surga), sedangkan orang-orang yang semasa hidupnya tidak berbuat kasih akan masuk kepada penghukuman yang kekal (neraka).
Kita tidak dapat memisahkan segala hal di dalam kekristenan dari pribadi Yesus, karena inti dari kekristenan adalah Yesus sendiri. Semua nubuat di dalam Perjanjian Lama memberikan nubuat kepada sosok Yesus (silakan klik artikel ini). Dan Perjanjian Baru merupakan pemenuhan akan Perjanjian Lama, dengan Yesus sebagai Figur Utama. Seluruh penginjilan yang dilakukan oleh para rasul dan para murid adalah mengajarkan pribadi Yesus. Dan seluruh sakramen dari Gereja Katolik adalah menghadirkan kembali misteri Kristus. Dan pada akhir jaman, Yesus sendiri yang akan mengadili seluruh umat manusia, karena Dia telah menebus umat manusia dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib. Dan pada akhirnya semua yang masuk surga akan melihat, mengenal dan mengasihi Tuhan sebagaimana adanya Dia, yaitu dalam kehidupan Trinitas, dengan Yesus sebagai pribadi kedua.
Jadi dari hal ini, kita dapat mengatakan bahwa tanpa Yesus, maka umat Katolik dan Kristen yang lain tidak dapat disebut Kristen lagi. Mari kita bersama-sama mensyukuri akan Tuhan yang menjadi manusia, yaitu Kristus, yang menebus dosa manusia.
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef
Terima kasih atas jawabannya,
Jadi kesimpulan jawaban saudara, umat katolik memegang “nama” dengan pem-”material”-an Tuhan (anthromorphis) sebagai suatu keimanan, tanpa hal itu maka bukan umat katolik.
Inikah yang dikatakan oleh Jesus putra Maryam (keselamatan atas beliau) bahwa beliau adalah inkarnasi tuhan, dan bagi siapa yang menolak bahwa dia bukan tuhan adalah bukan katolik?
Hhh…akan banyak peng-”aku”-an tuhan seperti fir’aun, yang sangat bertentangan dengan hukum pertama Musa.
Segala puji bagi Tuhan semesta alam
Shalom J1lan,
Terima kasih atas balasan pesannya. Tentu saja perbedaan adalah hal yang wajar. Oleh karena itu saya ingin memberikan argumentasi sebagai berikut ini:
1) Pemakaian kata "anthromorphis" tidak tepat untuk diterapkan pada pribadi Yesus. Anthropomorphism adalah penggambaran karakter manusia untuk sesuatu yang bersifat supernatural. Kata ini berasal dari (anthropos), "human" dan (morphe), "shape" or "form". (silakan klik wikipedia). Namun dalam pengertian yang lebih luas dapat digambarkan sebagai upaya untuk menggambarkan sesuatu yang bersifat supernatural dan digambarkan sebagai sesuatu yang mempunyai sifat-sifat manusia. Hal ini dapat terlihat di dalam Perjanjian Lama, dimana Tuhan digambarkan berjalan, melihat, berbicara, bernafas, dll. Namun penggambaran ini tidak dapat terlepas dari sifat Tuhan yang hakiki, seperti: maha kuasa, maha esa, maha kasih, maha adil, dll.
2) Nah, kalau diterapkan bahwa Yesus hanyalah merupakan suatu "anthropomorphism", maka tidaklah tepat, karena Gereja Katolik percaya bahwa Yesus bukan hanya merupakan penggambaran karakter dari Tuhan, namun Dia sendiri adalah Tuhan. Untuk membuktikan hal ini, maka silakan membaca beberapa artikel tentang Kristologi:
"Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia."
Di dalam beberapa artikel tersebut, kami mencoba menjelaskan mengapa kami percaya akan Yesus sebagai Tuhan.
3) Seseorang kalau tidak mempercayai Yesus sebagai Tuhan tentu saja tidak dapat disebut sebagai seorang Katolik, Hal ini sangat logis, karena Yesus adalah salah satu pokok utama kepercayaan iman Katolik. Sama seperti seseorang tidak dapat mengaku berkebangsaan Indonesia, kalau dia tidak mengakui presiden Indonesia, tidak mengakui dasar negara, dan tidak mengakui kedaulatan Indonesia.
4) Yesus tidak dapat disamakan dengan "peng-aku-an" tuhan seperti firaun, karena seperti yang saya jelaskan di atas, Yesus adalah Tuhan. Untuk lebih lengkapnya silakan membaca artikel-artikel Kristologi di atas, yang pada dasarnya adalah: (bandingkan tiga alasan di bawah ini dengan Firaun atau tokoh-tokoh yang lain).
Kedatangan Yesus telah dinubuatkan oleh para nabi. Bukan hanya sekali, namun berkali-kali dalam kurun waktu 20 generasi. Hal ini membuktikan bahwa Allah mempersiapkan kedatangan-Nya sehingga kalau Dia datang, maka manusia akan mengenalinya. Untuk lengkapnya, silakan membaca artikel: Mengapa orang Kristen percaya bahwa Yesus Tuhan, dan juga Yesus yang dinubuatkan oleh para nabi.
Yesus melakukan banyak sekali Mukjijat, yang hanya Tuhan sendiri yang mampu melakukannya.
Semasa hidup Kristus di dunia, kuasa Allah ditunjukkan di dalamNya dengan Ia melakukan banyak mukjizat-mukjizat, dari meredakan angin ribut, mengusir roh jahat, menyembuhkan orang sakit, sampai membangkitkan orang mati, termasuk juga kebangkitanNya sendiri dari kematian-Nya (Silakan membaca: Kristus yang kita imani= Yesus yang menurut sejarah).
Yesus mempercayakan umat-Nya kepada Gereja-Nya, yaitu Gereja Katolik.
Selanjutnya, kami meyakini bahwa Kristus datang untuk mendirikan Gereja yang dibentukNya sendiri untuk terus bertahan sampai akhir jaman, dan itu berada di dalam Gereja Katolik. Paus pemimpin Gereja ini dapat ditelusuri asalnya sampai kepada Petrus, Rasul Yesus Kristus. Hal ini juga merupakan sesuatu mukjizat tersendiri, sebab jika Gereja hanya ‘organisasi’ manusia, maka sudah sejak lama ia bubar/ tak bertahan. Untuk lengkapnya, silakan membaca: mengapa kita memilih Gereja Katolik.
Semoga uraian tersebut dapat memperjelas jawaban saya sebelumnya. Minimal J1lan dapat melihat ada alasan yang kuat bagi umat Katolik untuk mempercayai bahwa Yesus adalah Tuhan, Tuhan yang Immanuel – yang beserta dengan manusia.
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef
1. Terima kasih atas penjelasannya, terminologi yang paling tepat untuk kasus Jesus purtra Maryam (keselamatan atas beliau) adalah [b]inkarnasi[/b] dalam keimanan katolik. Mari lanjutkan ke point 2.
2. Keimanan akan [b]inkarnasi[/b], secara manusiawi dapat dikatakan kebutuhan mahluk untuk lebih mengenal Penciptanya (atau sebaliknya), sehingga menjelmakan Pencipta kedalam bentuk mahluk, dengan Sifat-sifat sebagaimana mahluk yang bukan hanya dalam ungkapan saja(“anthropomorphism”) sehingga menjadi nyata misalnya berjalan, makan, minum dan seterusnya.
3. Jika, misalnya ada seseorang yang mempunyai keimanan bahwa dahlu kala tuhan turun kebumi menjelma menjadi seseorang dengan segala macam “keajaiban” nya, dan tuhan yang menjadi mahluk tersebut bernama Yeshua ben shirach, apakah orang ini termasuk “katolik” ? tolong penjelasannya.
4. Jesus putra maryam tidak pernah meng-aku-kan sebagai tuhan (saya telah baca artikel mengenai ini dibawah dengan contoh bill gates). Tapi di tuhankan karena berdasarkan
a. Nubuat
hal ini bisa ditafsirkan dari berbagai sisi, sudah banyak tulisan yang saling membantah mengenai nubuat “mesiash”, jadi bukan nubuat ketuhanan.
b. Keajaiban
saya tidak banyak berkomentar mengenai “keajaiban” dengan kondisi dan tolak ukur yang berlaku pada saat itu. Bagaimana mungkin menimbang satu keajaiban lebih besar dari keajaiban lainnya. Apalagi dengan parameter masa kini. Tentunya umum dapat memikirkan dengan mudah.
c. saya tidak mengerti maksudnya, apakah paus yang sekarang, dan sebelum-sebelumnya masih keluarga / keturunan petrus? Ehmm… banyak diantara kita yang berlangganan koran dan punya TV saya kira…
Segala puji bagi Tuhan semesta alam
Salam damai J1lan,
Terima kasih atas balasannya.
Jawaban ini telah saya jadikan artikel tersendiri di sini (silakan klik).
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef
Salam Kasih Dalam Tuhan kita Yesus Kristus.
Semoga penulis tidak jemu menanggapinya.
Mohon dijelaskan istilah 70 minggu tahun = 490 tahun.
Tujuh puluh kali tujuh masa dan
Enam puluh dua kali tujuh masa ?. (Dan 9:24-25)
Terima kasih.
Shalom Julius,
Istilah 70 minggu tahun atau 490 tahun adalah penglihatan yang diperoleh oleh Daniel dari Malaikat Gabriel (Dan 9:24-27). Ada begitu banyak teori tentang hal ini. Ada yang mengatakan bahwa 490 tahun dari pembangunan kembali Yerusalem dipenuhi pada masa Judas Maccabee. Namun, St. Jerome, Bapa Gereja dalam salah satu bukunya mengupas hal ini dan memaparkan pendapat dari beberapa ahli, seperti: Julius Africanus, Eusebius Pamphili, Hippolytus, Apollinarius of Laodicea, Clement of Alexandria, Origen, Tertullian, St. Jerome. Memang mereka memberikan perhitungan yang berbeda-beda, namun semuanya merujuk bahwa “seorang yang diurapi/ Mesias” adalah Yesus Kristus. Yang paling penting bagi kita adalah 70 minggu tahun (490 tahun) dari pembangunan kembali Yerusalem (458 SM) akan membawa kita kepada tahun dimana Yesus wafat (sekitar 29-33 AD). Ini berarti bahwa Kitab Daniel memberikan nubuat yang menunjuk kepada Kristus dan juga masa dimana Kristus datang.
Semoga hal ini dapat menjawab pertanyaan Julius.
Salam kasih dari: http://www.katolisitas.org
stef