Yesus, Tuhan yang Dinubuatkan Para Nabi

Yesus Tuhan yang Dinubuatkan Para Nabi Pendahuluan

Kalau beberapa orang dalam tingkatan direktur pabrik mobil Toyota mengatakan bahwa 20 tahun lagi - semua produk mobil Toyota tidak akan menggunakan bensin, namun menggunakan tenaga surya, dan juga dapat bergerak dengan kecepatan 200 km/jam, ditambah dengan kemampuan yang lain – maka kita akan percaya, karena yang mengatakan adalah para pembuat mobil tersebut. Kalau yang mengatakan berita itu adalah saya sendiri, orang tidak akan percaya, karena saya tidak bekerja di Toyota. Kalau yang mengatakan seorang direktur dari Toyota, mungkin kita masih mempertanyakan kebenarannya. Kalau ada beberapa direktur memberikan pernyataan yang berlainan, maka kita masih akan bertanya-tanya. Namun kalau yang mengatakan beberapa orang dan orang-orang tersebut menduduki posisi yang begitu penting dalam perusahaan Toyota, dan pernyataan mereka saling melengkapi dan tidak bertentangan satu sama lain, maka kita akan percaya. Kita akan lebih yakin lagi, kalau pernyataan ini bukan hanya satu kali, namun dibuat berkali-kali, terutama kalau mereka mengundang banyak wartawan, sehingga semua pernyataan mereka dapat ditulis oleh wartawan dan semua orang dapat membacanya. Kalau kita masih tidak percaya dengan hal ini, maka orang lain akan mempertanyakan ketidaklogisan dalam cara berfikir kita.

Hal ini sama seperti yang terjadi dengan Nubuat. Nubuat di dalam Perjanjian Lama adalah salah satu dari alasan “motive of credibility” (motive yang dapat dipercaya), mengapa kita percaya akan Yesus Kristus sebagai Tuhan. Nubuat ini begitu penting, karena ini membuktikan bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan, sehingga manusia dapat mengenali dan menantikan kedatangan-Nya.

Kalau nubuat ini dibuat hanya satu kali, atau beberapa kali namun bertentangan satu sama lain, maka kita akan mempertanyakan kebenarannya. Namun nubuat tentang kedatangan Yesus diberitakan lebih dari 20 abad sebelum kedatangannya dan dilakukan secara terus-menerus. Kalau para nabi yang menubuatkan kurang dapat dipercaya, misalkan dapat disuap, atau tidak mempunyai karakter yang baik, kita mungkin masih dapat mempertanyakan kebenarannya. Namun, kita melihat bahwa para nabi yang memberitakan kedatangan Yesus adalah orang-orang yang dipakai oleh Tuhan sendiri, yang mempunyai prinsip yang teguh sampai pada titik mau mengorbankan nyawanya dalam mempertahankan kebenaran yang diwahyukan oleh Tuhan.

Kalau berita yang disampaikan oleh para nabi saling bertentangan, kita akan mempertanyakan kebenarannya. Namun yang terjadi adalah ratusan nubuat yang dibuat oleh para nabi dalam rentang waktu lebih dari 20 generasi memberikan gambaran yang tidak bertentangan, namun saling melengkapi sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang siapa itu Mesias.

Kalau nubuat ini dibuat oleh Gereja Katolik, mungkin orang akan berkata bahwa itu semua adalah karangan Gereja untuk mendukung ajarannya. Namun Kitab Perjanjian Lama adalah kitab yang dipercaya dan dipegang teguh oleh ajaran Yahudi, yang sebenarnya mereka juga tidak mempercayai Kristus sebagai Mesias yang dijanjikan Allah. Dengan ini, sebenarnya nubuat ini lebih dapat dipercaya lagi, karena bebas dari usaha pembenaran diri.

Saya mencoba untuk memikirkan apa lagi alasan yang dapat diberikan untuk menyanggah kebenaran ini. Mungkin ada yang mengatakan bahwa semua nubuat itu hanya karangan belaka. Namun kalau kita renungkan, kalau semua itu hanya merupakan suatu fantasi dan karangan belaka, sungguh mustahil untuk mempertahankan suatu karangan dalam kurun waktu 2000 tahun, dan juga nubuat tersebut tidaklah statik, namun terus berkembang, saling melengkapi dan tidak bertentangan. Lebih lagi, pemenuhan kebenaran bahwa akan kedatangan Yesus juga dicatat dalam Kitab Suci agama Islam, yang mengatakan: Yesus lahir dari perawan Maria, Yesus melakukan banyak mukjijat, dll. Jadi pemenuhan kebenaran ini bukan saja dicatat oleh Kitab Suci umat Nasrani, namun juga dalam Kitab Suci kaum Muslim.

Semua pemikiran di atas membuat orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, yang menjadi pemenuhan janji Allah. Apakah mungkin untuk percaya kepada nubuat tersebut, namun tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan? Hal ini tidaklah mungkin, karena ada banyak dari nubuat-nubuat tersebut yang hanya mungkin terjadi, kalau pemenuhannya hanya pada diri Allah. Mari kita teliti akan nubuat yang telah diberikan oleh Tuhan melalui para nabi, yang pemenuhan dari semua nubuat itu hanya ada pada Yesus Kristus, Putera Allah yang menjadi manusia.

Waktu, tempat, dan cara kedatangan Mesias

Kedatangannya telah diberitakan secara terus-menerus dari asal mula dunia ini. Mesias akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, dan Yakub[1], dan akhirnya Dia akan datang dari Isai, dari keturunan Daud[2]. Dimana Mesias akan lahir? Nabi Mikha telah memberikan lokasi yang begitu tepat akan kedatangan Mesias, yaitu di salah satu desa yang terkecil di daerah Yudea, Betlehem Ephrathah. [3]

Untuk meyakinkan manusia agar tidak sampai salah mengenali kedatangan Mesias, maka Tuhan telah memberitakan waktu dan tempat kedatangan-Nya. Karena Sang Mesias diberitakan datang dari suku Yehuda dan dari keturunan Daud, maka dapat kita simpulkan bahwa Mesias akan datang sebelum suku Yehuda dan keturunan Daud lenyap.[4] Sejarah mencatat bahwa suku keturunan Yehuda dan keturunan Daud lenyap setelah uskup ke dua dari Yerusalem, pengganti Yakobus, yang kemungkinan menjadi uskup sampai kira-kira akhir abad pertama. Akhirnya, melalui nabi Daniel, Tuhan memberitahukan bahwa Mesias akan datang 70 minggu tahun (490 tahun) dari waktu pembangunan kembali Yerusalem (kira-kira tahun 458 BC) [5], dimana kalau dihitung akan membawa kita ke sekitar tahun 30 AD, waktu penyaliban Kristus. Dan, agar manusia tahu secara persis kedatangan Sang Mesias, Tuhan memberikan tanda yang lain, dimana dikatakan bahwa Mesias akan dilahirkan dari seorang perawan. [6] Tanda ini adalah suatu tanda supernatural (di luar hukum alam) yang sungguh tepat, karena Sang Mesias adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Kita dapat menyimpulkan disini, bahwa garis keturunan, lokasi kedatangan-Nya, waktu, bagaimana Dia akan datang ke dunia ini, hanya dapat dipenuhi dalam diri Kristus, yang datang dari garis keturunan Daud, yang lahir dari Bunda Maria di Bethlehem, pada waktu sebelum suku Yehuda dan keturunan Daud lenyap.

Tuhan juga memberikan karakter-karakter spesifik seorang Mesias. Nabi Mikha mengatakan bahwa Sang Mesias sudah datang dari jaman purbakala, namun Mesias akan datang dan lahir di Bethlehem.[7] Keallahan dari Anak Manusia dan Anak Allah telah dinubuatkan oleh nabi Daniel, dimana dia melihat bahwa Anak Manusia diberikan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja dan segala suku bangsa akan mengabdi kepada-Nya.[8] Roh Tuhan[9] juga akan ada pada-Nya, seperti Roh Hikmat dan Pengertian, Roh Nasihat dan keperkasaan, Roh Pengenalan dan Takut akan Tuhan.[10] Memang, Mesias datang ke dunia ini adalah Tuhan, dan lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya, sehingga nabi Yesaya mengatakan bahwa Sang Mesias akan diberikan gelar: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.[11] Roh Kebijaksanaan dan Gelar ke-Ilahian Mesias sebagai Penasehat Ajaib mengingatkan kita akan suatu pribadi dari Kebijaksanaan Allah yang digambarkan dalam buku Amsal. [12] Akhirnya, Nabi Yesaya dan Zakariah menggambarkan Sang Mesias sebagai sosok dengan Roh kelemahlembutan dan penuh belas kasih.[13] Dan kalau kita perhatikan, itu hanya dapat dipenuhi dalam diri Kristus, Anak Allah yang menjadi manusia, lahir di Betlehem. Dia adalah penggenapan yang penuh dari Roh Allah, sehingga gelar-gelar Ilahi diberikan kepada Yesus, seperti yang diberitakan oleh Nabi Yesaya. Memang Yesus adalah Tuhan. Walaupun segala kekuasaan, kemuliaan, dan kerajaan diberikan kepada Kristus, Dia datang ke dunia dengan Roh yang lemah lembut dan penuh belas kasih. Hal ini terpenuhi dalam diri Kristus yang datang ke dunia ini untuk menyelamatkan pendosa, bukan dengan senjata di tangan, namun dengan hati yang penuh kasih, yang tidak mengendarai kuda perang, namun datang ke Yerusalem dengan keledai.[14]

Mesias dinubuatkan akan menjalankan tiga misi, sebagai Raja, Nabi, dan Imam.

Nubuat yang lain, yang diberikan di dalam Perjanjian Lama adalah tiga misi Kristus, yaitu sebagai Raja, Nabi, dan Imam. Yakub memberikan berkat kepada Yehuda dan mengatakan bahwa dari keturunan tonggak kerajaannya Mesias akan datang untuk mendirikan kerajaan-Nya, dimana semua bangsa akan tunduk kepada-Nya.[15] Dia akan seperti bintang, dimana semua kekuasaan diberikan kepada-Nya dan pemerintahan ada di pundak-Nya.[16] Dan memang dalam kenyataannya, Yesus memenuhi misi-Nya sebagai raja di dunia ini dengan mengatur semua orang dan semua bangsa. Dia sendiri meminta kepada para murid-Nya dan orang-orang untuk mengikuti Dia, dan juga mengikuti segala perintah-Nya, karena Dia adalah Raja yang sesungguhnya.

Mesias juga adalah Nabi, seperti yang dikatakan oleh nabi Musa bahwa Tuhan akan memberikan seorang nabi seperti nabi Musa.[17] Tidak ada gunanya Tuhan memberikan nabi yang baru dengan hukum dan peraturan yang sama. Namun, Tuhan memberikan Nabi yang baru, dimana Dia akan memberikan hukum yang baru, yang lebih sempurna daripada Musa.[18] Kita dapat melihat hukum yang diberikan oleh Yesus pada saat Dia mulai pemberitaan Kerajaan Surga, yaitu dengan memberikan Delapan Sabda Bahagia.[19] Hukum ini bukan seperti hukum yang diberikan oleh nabi-nabi sebelum kedatangan Kristus, atau bukan hukum yang dikenal oleh dunia dan manusia, karena Kristus adalah Tuhan.

Mesias juga menjadi Imam, yang berlaku untuk selama-lamanya menurut Melkizedek, dimana dipenuhi Yesus pada saat dia merayakan Perjamuan Terakhir.[20] Dan persembahan ini mencapai kesempurnaannya dengan persembahan diri-Nya sendiri dengan kematian-Nya di kayu salib. Yesus, menjadi satu-satunya pengantara antara manusia dan Tuhan, yang memeteraikan perjanjian yang baru dengan darah-Nya sendiri di kayu salib. Dengan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Perjanjian Lama memberikan nubuat yang begitu akurat akan tiga misi Kristus sebagai Raja, Nabi, dan Imam.

Nubuat akan kehidupan, kematian, kebangkitan, dan Kemenangan Mesias

Setelah memberikan gambaran akan tiga misi Kristus, Tuhan, melalui nabi-nabi menubuatkan akan kehidupan, kematian kebangkitan, dan kemenangan Sang Mesias. Kehidupan-Nya akan diisi dengan perbuatan-perbuatan dan mukjijat-mukjijat yang ajaib, seperti: yang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu akan bernyanyi.[21]

Meskipun orang melihat kuasa dan mukjijat yang dilakukan, orang-orang akan menolak-Nya dan Dia akan menderita dengan cara yang begitu kejam, dimana Yakub menggambarkannya bahwa Dia akan melumuri jubahnya dengan darah. Daniel memperkuat nubuat ini dengan mengatakan bahwa Mesias akan disingkirkan, walaupun Dia tidak melakukan kesalahan apapun.[22] Dan nabi Yesaya menggambarkan-Nya sebagai Hamba yang menderita (the Suffering Servant).[23] Kemudian, nabi Yesaya melanjutkannya dengan memberikan gambaran yang begitu jelas tentang bagaimana Mesias menderita. Dinubuatkan juga bahwa Mesias harus menderita untuk menebus dosa manusia sehingga manusia akan menerima keselamatan.[24] Kemudian, Daud di dalam Mazmur dan Kitab Kebijaksanaan memberikan drama penyaliban Mesias.[25] Namun, Daud juga menceritakan kebangkitan Mesias, ketika Daud mengatakan bahwa Tuhan tidak akan menyerahkan-Nya ke dunia orang mati.[26] Walapun Mesias mengalami semua penderitaan yang begitu berat, Tuhan telah memberitakan kepada Adam dan Hawa, dan juga kepada ular, bahwa Mesias akan memenangkan pertempuran dengan meremukkan kepala Setan melalui penderitaan Kristus, yang dilambangkan dengan meremukkan tumit-Nya.[27] Semua nubuat ini dipenuhi oleh Kristus dalam kehidupan-Nya, pelayanan-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya.

Gereja Katolik dinubuatkan sebagai sakramen keselamatan untuk seluruh dunia.

Memang sesungguhnya, melalui penderitaan Mesias, Tuhan telah mengatakannya dari semula bahwa Mesias akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa.[28] Lebih lanjut, Daniel 9 menekankan bahwa kedatangan Mesias adalah untuk menghancurkan dosa dan membawa keadilan sejati. Dengan cara ini, maka Kerajaan Allah dapat terjadi di dunia ini dengan Kristus sendiri menjadi raja, batu penjuru, dimana Tuhan sendiri memberikan-Nya segala kekuasaan dan kemuliaan, dan kerajaan, sehingga semua orang dari segala penjuru dan bangsa dapat memuji dan menyembah-Nya.[29] Dan Gereja menjadi sakramen keselamatan bagi seluruh bangsa. [30]

Sang Mesias memberikan Perjanjian Baru

Efek yang lain dari kedatangan Mesias ke dunia adalah Dia akan menetapkan Perjanjian Baru. Dan Perjanjian yang baru ini tidak ditulis di atas batu, namun ditulis di setiap hati manusia.[31] Dan ini mencapai pemenuhannya melalui pelayanan yang diberikan melalui Gereja dengan memberikan rahmat kekudusan dan berkat Roh Kudus yang diterimakan di dalam Sakramen Permandian dan Penguatan.

Kesimpulan

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa begitu banyak nubuat tentang Mesias yang diberitakan oleh para nabi dalam kurun waktu lebih dari 20 generasi. Tuhan sendiri telah mempersiapkan kedatangan-Nya secara perlahan-lahan dan terus menerus dari awal mula, sehingga manusia akan dapat mengenali dan mempersiapkan kedatangan-Nya dengan pertobatan hati seperti yang diberitakan oleh Yohanes Pemandi.

Dengan mempelajari semua nubuat tersebut di atas secara jujur, sungguh sangat sulit untuk sampai tidak mengenali bahwa semua nubut tersebut hanya bermuara ke satu titik, lebih tepatnya satu pribadi, yaitu Yesus Kristus, Anak Allah yang menjadi manusia dan membawa keselamatan bagi seluruh bangsa. Kedatangan Yesus yang telah diberitakan sebelumnya ini membedakan Yesus dengan para pemimpin agama yang lain. Semua nubuat kedatangan Yesus ini menjadi salah satu “motives of credibility“, motif yang dapat dipercaya bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias, Anak Allah, yang dijanjikan.

 

Ringkasan dari nubuat tentang Mesias dalam kurun waktu 2000 tahun lebih, yang dipenuhi dalam diri Yesus:

A. Kedatangan Mesias

1. Dia akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, Yakub, dan Daud.

  • Mesias akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, Yakub (Kej 2:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15).
  • Mesias akan datang dari tunggul Isai (Yes 11:1-2). Isai adalah bapa dari Daud (1 Sam 16:19).
  • Seorang nabi dari Moab, Bileam, bernubuat tentang kedatangan Mesias yang akan datang dari keturunan Yakub (Bil 24-17-19).
  • Mesias akan datang dari keturunan Daud dari suku Yudah, dan Tuhan menjanjikan bahwa tahta-Nya akan berlangsung untuk selamanya (2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Maz 89:35-37).
    • Pemenuhan janji ini adalah dalam diri Kristus, seperti yang ditunjukkan dalam garis keturunan yang diberikan oleh Matius dan Lukas (Mat 1:1-17; Luk 3:23-38). Perbedaan garis keturunan yang dikemukakan antara Matius dan Lukas, dikarenakan Matius membuat garis keturunan St. Yosef dan Lukas melihatnya dari Bunda Maria. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai bagaimana sebenarnya garis keturunan ini tidak bertentangan, silakan klik disini (dalam bahasa Inggris).
    • Untuk menyimpulkan bahwa kerajaan yang dijanjikan oleh Tuhan adalah kerajaan Daud atau Salomo adalah tidak mungkin, karena kerajaan mereka telah runtuh. Pemenuhan janji ini hanya ada pada diri Kristus, dimana kerajaan-Nya akan terus ada sampai akhir jaman. Dan kerajaan-Nya di dunia ini adalah Gereja Katolik, dimana Yesus sendiri menjanjikan akan melindungi Gereja-Nya sampai akhir jaman (Mat 16:16-20).

2. Dia akan datang di Bethlehem.

  • Betlehem Efrata, di daerah Yudea adalah lokasi yang sangat spesifik untuk kelahiran Mesias, seperti yang diberitakan oleh nabi Mikah (Mic 5:2).
    • Yesus adalah pemenuhan janji ini, karena Yesus lahir di Betlehem di daerah Yudea (Mat 2:6; Yoh 7:42; Luk 2:4). Hal ini menjadi begitu penting, karena dengan mengatakan Mesias lahir di Betlehem, sama saja kalau di Indonesia mengatakan bahwa Mesias akan lahir di Mojokerto di daerah Jawa Timur. Jadi Tuhan memilih tempat yang begitu kecil, yang secara manusia tidak mungkin terjadi, namun semua ini terpenuhi dalam diri Yesus.

3. Dia akan datang pada waktunya, yaitu sebelum kehancuran Yerusalem.

  • Sang Mesias akan datang sebelum suku Yehuda benar-benar lenyap (Kej 49:8-11; Bil 24:17-19).
  • Karena dinubuatkan bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud, suku Yehuda, maka Mesias akan datang sebelum keturunan Daud lenyap (2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Maz 89:35-37). Kita tahu bahwa pada tahun 70AD, Yerusalem mengalami kerusakan total karena kepungan tentara Roma dibawah jendral Titus, dimana kehancuran ini telah dinubuatkan oleh Yesus sendiri (Mat 24:3-21).
  • Malaikat Gabriel mengatakan kepada nabi Daniel bahwa Mesias akan datang dalam waktu 70 minggu tahun dari saat pembangunan kembali Yerusalem (Dan 9:1-27).
    • 70 minggu tahun (490 tahun) dari saat pembangunan kembali Yerusalem (sekitar tahun 458 BC), membawa kita kepada sekitar tahun 32 AD, tahun dimana Yesus disalibkan.
    • Semua nubuat di atas dipenuhi oleh Yesus Kristus, keturunan Daud, yang berkarya sampai tahun 33 AD. Jadi Mesias datang sebelum kehancuran total Yerusalem tahun 70 AD.

4. Dia akan dilahirkan oleh seorang perawan.

  • Mesias akan lahir dari seorang perawan, seperti yang diberitakan kepada raja Ahab oleh nabi Yesaya (Yes 7:13-14).
    • Pemenuhan janji ini adalah Yesus Kristus, yang lahir dari perawan Maria. (Luk 1:26-38). Hal ini juga dicatat dalam Kitab Suci agama Islam.

B. Karakter dari Mesias yang dijanjikan

1. Dia adalah abadi

  • Nabi Mikah menubuatkan tentang Mesias, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala, namun Dia akan lahir di Betlehem (Mik 5:2; Ams 8:22-31).
    • Ini adalah dua hal yang mempunyai sifat yang berbeda. Di satu sisi, Dia ada sejak asal mula, namun di satu sisi dia masuk dalam sejarah manusia, yang bermula di Betlehem. Disinilah pemenuhan janji Allah pada diri Yesus, yang mempunyai dua kodrat, Tuhan dan Manusia (one person with two nature).

2. Dia adalah Anak Manusia dan Anak Allah

  • Nabi Daniel mengalami suatu penglihatan, dimana datang Anak Manusia dan kepada-Nya diberikan segala kuasa, kemuliaan, dan kerajaan (Dan 7:13-14; Maz 2:7-8; 2 Sam 7:14).
    • Orang Yahudi mengerti bahwa Anak Manusia berarti “Manusia itu” atau Anak Allah berarti “Allah”.
    • Dan semua dipenuhi dalam diri Yesus, dimana dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Manusia (Mat 8:20, 18:11,12:8, 12:38-42, 13:37,41-42; Lk 9:58, 6:5, 11:29-32, 18:31-34, 20:17-19, 16:27-28, 9:26-27; Mk 2:27-28, 8:11-13, 8:38-9:1, 10:32-34).

3. Dia mempunyai Roh Allah dan diberi gelar Ilahi

  • Roh Allah akan ada pada diri Mesias: roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan (Yes 11:2).
  • Mesias akan diberi gelar-gelar Ilahi, seperti: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yes 9:6).
    • Semua gelar di atas adalah hanya untuk Tuhan, yang terpenuhi dalam diri Kristus, karena memang Yesus datang ke dunia dan Dia telah menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan.
    • Gelar Penasehat Ajaib mengingatkan kita akan suatu figur kebijaksaan (Am 8:22-31). Dan Roh Tuhan ini adalah Tuhan sendiri, seperti yang kita lihat dalam penciptaan dunia (Kej 1:2).

4. Mesias akan mempunyai Roh Kelemahlembutan dan Belas Kasihan

  • Seluruh ajaran dan pengadilan dari Mesias akan ditandai dengan Roh kelemahlembutan dan belas kasihan, dimana nabi Zakaria mengatakan bahwa Raja yang rendah hati akan naik keledai (Yes 42:3; Zak 9:9).
    • Hal ini terpenuhi dalam diri Yesus, yang mengajarkan ajaran cinta kasih, seperti yang tercermin dalam kotbah di bukit (Mat 5:1-12).
    • Yesus juga memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai (Mat 21:5-7)

C. Mesias mempunyai 3 misi utama: menjadi Raja, Nabi, dan Imam.

1. Mesias adalah Raja

  • Mesias digambarkan sebagai Raja, pada waktu Yakob memberkati Yehuda, dimana Yakob mengatakan bahwa tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda sampai Dia datang yang berhak atasnya, dan kepada-Nya akan takluk bangsa-bangsa. (Kej 49:8-10).
    • Sampai Dia yang berhak atasnya merujuk kepada Mesias, dimana Dia datang untuk mendirikan kerajaan-Nya yang memang menjadi hak-Nya, sebelum suku Yehuda benar-benar musna. Jadi nubuat ini merujuk kepada Kristus, yang juga memprediksikan kehancuran Yerusalem.
  • Bileam, bernubuat tentang Mesias, yang akan menjadi bintang, dan mempunyai kekuasaan seluruh bangsa (Bil 24:17-19).
    • Bintang dari Yakub terpenuhi dari diri Yesus, dimana kelahiran-Nya ditandai dengan bintang yang diikuti oleh orang-orang magus. Bintang Israel bukanlah raja dari dunia ini, namun Dia adalah Raja Surgawi yang bertahta dalam hati setiap orang.
  • Yesaya mengatakan bahwa seorang anak akan lahir dan pemerintahan akan ada pada pundak-Nya (Yes 9:6).
  • Zakaria mengatakan bahwa seorang Raja yang rendah hati akan menaiki keledai (Zak 9:9).

2. Mesias adalah Nabi

  • Musa berkata bahwa Tuhan akan memberikan nabi yang baru seperti dia diantara kaum Israel (Ul 18:15-19).
    • Rasul Petrus dan diakon Stefanus mengatakan bahwa Yesus adalah pemenuhan dari Nabi yang Baru seperti yang telah dijanjikan oleh Musa karena Dia memberikan hukum yang baru, yang lebih sempurna daripada hukum Musa (Kis 3:22-23; Kis 7:37).
    • Yesus adalah Musa yang baru, seorang Nabi, perantara antara manusia dan Tuhan, yang memateraikan perjanjian baru dengan darah-Nya sendiri di kayu salib. Perjanjian Baru ini lebih sempurna daripada Perjanjian Lama yang diadakan di gunung Sinai.

3. Mesias adalah Imam

  • Mesias akan menjadi imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek (Maz 110:4).
    • Yesus adalah Imam Agung menurut Melkisedek dimana Dia menggenapi nubuat ini dengan kurban imamat pada saat perjamuan terakhir (Ibr 5:1-10; 6:20).

D. Kehidupan, penderitaan, kematian, kebangkitan, dan kemenangan Sang Mesias.

1. Dia akan melakukan banyak mukjijat

  • Nabi Yesaya menubuatkan bahwa Mesias akan melakukan banyak mukjijat, seperti: orang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu bersorak-sorai (Yes 29:18, 35:5-6, 61:1).
    • Yesus menjadi pemenuhan nubuat ini, seperti yang dikutip-Nya pada waktu Dia menjawab utusan Yohanes Pemandi (Mat 11:5; Luk 4:18; Mat 15:30).
    • Kita juga melihat dalam seluruh Injil, Yesus melakukan banyak sekali mukjijat.
    • Bahwa Yesus melakukan banyak sekali mukjijat, juka di akui oleh kaum Muslim.

2. Dia akan dianiaya, mengalami penderitaan dan mati di kayu salib

  • Sang Mesias digambarkan mengalami penderitaan
    • Yakob menggambarkan bahwa Mesias akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur (Kej 49:11).
    • Daniel 9 memberikan gambaran akan Mesias yang menderita, dimana dia akan disingkirkan, walaupun tidak mempunyai kesalahan apapun (Dan 9: 26).
  • Gambaran akan penderitaan Mesias:
    • Nabi Yesaya memberikan gambaran yang begitu jelas akan penderitaan Sang Mesias (Yes 42; 49; 50; 53).
    • Mesias harus menderita untuk menanggung dosa dunia; oleh bilur-bilur-Nya, kita disembuhkan (Yes 53:5).
    • Mesias juga akan ditolak oleh orang-orang (Maz 118:22).
      • Yesus ditolak bukan hanya oleh orang-orang, namun terutama adalah para ahli farisi, imam agung. Namun penolakan ini melahirkan Kerajaan Allah, dengan Yesus sendiri sebagai batu penjuru (Mat 21:42).
    • Daud berbicara tentang penderitaan Kristus di kayu salib, seperti: tangan dan kakinya akan ditusuk, segala tulangnya terlihat, membagi pakaiannya, menderita kehausan yang sangat (Maz 22). Dan lebih lanjut nabi Yesaya mengatakan bahwa Mesias akan memberikan punggungnya bagi orang-orang yang memukulnya, dan memberikan pipinya bagi yang mencabut janggutnya. Dia dinodai dan diludahi, namun dia tidak menyembunyikan mukanya (Yes 50:6). Lebih lanjut buku Kebijaksanaan Salomo menceritakan tentang penganiayaan dan penolakan Kristus (Keb 2:12-20).
      • Drama yang begitu kejam ini terpenuhi dalam diri Kristus yang mengalami penderitaan begitu hebat sesuai dengan yang dinubuatkan nabi Daud dan Yesaya (Mat 27:39-42).

3. Dia akan bangkit

  • Daud berbicara tentang kebangkitan Mesias ketika dia berkata bahwa Tuhan tidak akan memberikan Dia kepada dunia orang mati (Maz 49:15).
    • Yesus adalah pemenuhan nubuat ini, karena Yesus telah bangkit dari mati dengan begitu banyak saksi yang masih hidup pada waktu Injil dan Surat Rasul Paulus ditulis (Mat 28:7).
    • Yesus juga mengatakan bahwa Dia adalah kebangkitan dan hidup dan barangsiapa percaya kepada-Nya, dia akan hidup walaupun dia sudah mati (John 11:25).

4. Dia akan menjadi pemenang

  • Namun Sang Mesias telah dinubuatkan akan menjadi pemenang, seperti yang dikatakan oleh Tuhan sendiri, ketika Tuhan berbicara di hadapan Adam, Hawa, dan ular, dan mengatakan ” Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kej 3:15).
    • Wanita ini dapat diinterpretasikan sebagai Maria, yang melahirkan Yesus.
    • Jadi Yesus, anak dari Maria, adalah pemenuhan dari nubuat ini, yang telah meremukkan kepala setan, namun dengan mengalami keremukan tumit, atau penderitaan yang berat, yang mencapai puncaknya pada penderitaan Kristus di kayu salib.

E. Mesias akan menghapus dosa manusia dengan Perjanjian yang baru, yang akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa dan dicapai melalui Gereja-Nya.

1. Mesias akan menghapuskan dosa dan membawa keadilan yang sejati

  • Daniel 9 mengatakan bahwa Mesias akan melenyapkan kefasikan, mengakhiri dosa, menghapuskan kesalahan, mendatangkan keadilan yang kekal (Dan 9:24).
    • Nubuat ini terpenuhi dalam diri Yesus, yang kedatanga-Nya memberikan kesempatan kepada manusia untuk bersatu kembali dengan Tuhan.

2. Mesias akan membuat Perjanjian yang Baru.

  • Nabi Yeremiah dan Ezekiel mengatakan bahwa Mesias akan memberikan perintah yang baru, Perjanjian yang Baru, dimana tidak ditulis di atas batu, namun ditulis di dalam hati setiap orang (Yer 31:31-33; Ez 36:24-27).
    • Dan semua ini dipenuhi oleh pelayanan Gereja dalam memberikan berkat kekudusan dan karunia Roh Kudus melalui Sakramen Permandian dan Sakramen Penguatan.

3. Dia akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa

  • Berkat bagi seluruh bangsa telah dijanjikan oleh Tuhan kepada Abraham, Iskak, Yakob (Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15).
    • Berkat untuk seluruh bangsa mengalir dari Yesus, melalui Gereja-Nya, sehingga Gereja Katolik menjadi sakramen keselamatan bagi seluruh bangsa.

4. Mesias akan mendirikan Kerajaan Allah

  • Daniel menafsirkan mimpi dari raja tentang patung yang terdiri dari empat elemen, dimana akhirnya dihancurkan oleh tangan Ilahi, yang dilambangkan dengan batu yang bukan dari tangan manusia (Dan 2:32-45).
    • Empat kerajaan melambangkan: Babilonia, Persia & Media, Aleksandria, Roma.
    • Batu melambangkan sesuatu yang lebih besar dari kerajaan Roma dan terbuat dari tangan Ilahi. Batu ini melambangkan Mesias.
    • Batu itu kemudian tumbuh menjadi gunung yang besar dan memenuhi bumi, yang melambangkan Gereja Katolik yang menjadi sakramen Keselamatan bagi seluruh bangsa.
  • Daniel melihat Anak Manusia, yang diberikan kekuasaan, kemuliaan, dan kekuasaan sebagai raja, dan semua orang dari segala penjuru, bangsa, dan bahasa akan melayani Dia dan kekuasaan ini tidak akan berakhir (Dan 7:13-14; Maz 72:4-17).
    • Dan semua dipenuhi dalam diri Yesus, dimana dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah (Mat 8:20, 18:11,12:8, 12:38-42, 13:37,41-42; Lk 9:58, 6:5, 11:29-32, 18:31-34, 20:17-19, 16:27-28, 9:26-27; Mk 2:27-28, 8:11-13, 8:38-9:1, 10:32-34).
    • Kedatangan Yesus yang kedua digambarkan seperti Anak Manusia yang datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan (Dan 7:13-14).

5. Gereja Katolik adalah Kerajaan Allah yang didirikan oleh Mesias

  • Yesaya menubuatkan bahwa rumah Allah akan didirikan dan dimuliakan, dimana seluruh orang dan bangsa akan datang kepadanya (Yes 2:2-3). Lebih lanjut, Yesaya berkata bahwa Mesias adalah terang bagi bangsa-bangsa, dimana keselamatana akan mencapai seluruh dunia. (Yes 49:5-12).
    • Semua ini dipenuhi dalam Gereja Katolik yang didirikan oleh Kristus, dimana segala macam suku dan bahasa datang dan bergabung menjadi anggota Gereja. 

 

 


[1] Lih. Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:1315; Bil 24:17-19.

[2] Lih. 2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Mzm 89:35-37; Yes 11:1-2.

[3] Lih. Mik 5:2.

[4] Lih. Kej 49:8-11; Bil 24:17-19; 2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Mzm 89:35-37.

[5] Lih. Dan 9:1-27.

[6] Lih. Yes 7:13-14.

[7] Lih. Mik 5:2; Pro 8:22-31.

[8] Lih. Dan 7:13-14; Mzm 2:7-8; 2 Sam 7:14.

[9] Roh Tuhan adalah Allah sendiri yang disebutkan di dalam kitab Kejadian (Kej 1:2).

[10] Lih. Yes 11:2.

[11] Lih. Is 9:6.

[12] Lih. Ams 8:22-31.

[13] Lih. Is 42:3; Zech 9:9.

[14] Lih. Zak 9:9.

[15] Lih. Kej 49:8-10.

[16] Lih. Yes 9:6.

[17] Lih. Ul 18:15-19.

[18] Lih. Kis 3:22-23; Kis 7:37.

[19] Lih. Mat 5:1-12.

[20] Lih. Mzm 110:5; Heb 5:1-10, 6:20.

[21] Lih. Yes 29:18, 35:5-6, 61:1; Mat 11:5; Luk 4:18; Mat 15:30.

[22] Dan 9:26

[23] Lih. Yes 42, 49, 50, 53.

[24] Lih. Yes 42; 49; 50; 53.

[25] Lih. Mzm 22; WYes 2:12-20.

[26] Lih. Mzm 16:11.

[27] Lih. Kej 3:15.

[28] Lih. Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15.

[29] Lih. Dan 7:13-14.

[30] Lih. Yes. 49:5-12, 60:1-13.

[31] Lih Yer 31:31-33; Ez 36:24-27.


5 artikel/gambar terakhir di kategori Apologetik


5 artikel/gambar terakhir di kategori Fundamental Teologi


5 artikel/gambar terakhir di kategori Kristologi


5 artikel/gambar terakhir di kategori Semua Artikel

Tentang Penulis

author photo

Stefanus Tay Sedang menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat. Stefanus telah menyelesaikan 5 semester dari total 6 semester untuk menyelesaikan program studi ini.

Lihat Semua Artikel oleh Penulis Ini

Ada 15 Komentar Sampai Saat Ini. (klik ini untuk menulis pesan "TOPIK BARU")

  1. tugas nabi isa turun ke bumi di akhir jaman:
    1.membunuh dajal al masih palsu:dg pengikut 70.000 orang yahudi
    2.membunuh babi : seperti di vcd porno,pesta sex
    3.menegakkan syariat islam : bersama imam mahdi pemimpin umat islam sedunia
    4.membebaskan pajak

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

    Stefanus Tay menjawab pada tanggal November 5th, 2008 1:07 pm:

    Salam damai Isa,
    Terima kasih telah berkunjung ke katolisitas.org. Dalam hal kedatangan Kristus, kita mempunyai pandangan yang sangat berbeda. Apakah yang dipercayai oleh umat Katolik pada saat kedatangan yang kedua dari Isa atau Kristus, Putera Allah:

    1. Sebelum kedatangan Kristus yang kedua, maka akan banyak percobaan yang dialami oleh umat Allah. Percobaan yang mencoba mengaburkan kebenaran, sehingga banyak terjadi kesesatan, yang memuncak dengan kesesatan oleh Anti-Kristus.
    2. Dan pada waktu kedatangan Kristus yang ke dua, seperti yang diucapkan oleh umat Katolik dalam doa sahadat, dikatakan bahwa "Kristus akan datang untuk mengadili orang hidup dan mati". Jadi pada waktu kedatangan Kristus yang ke dua, maka berakhirlah dunia ini, dan kemudian disusul dengan kebangkitan orang mati. Setelah itu, terjadilah Pengadilan Terakhir. Pada saat pengadilan terakhir ini, Kristus akan memisahkan yang baik dan yang jahat, dan masing-masing akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya di dunia ini. Bagi yang baik dan setia kepada-Nya, maka jiwa dan tubuhnya akan mendapatkan kebahagiaan kekal di Surga. Bagi yang menolak kasih Tuhan dan pengampunan Tuhan, maka jiwa dan tubuhnya akan mendapatkan hukuman kekal di neraka.
    3. Pengadilan terakhir ini adalah suatu harapan bagi umat Katolik, karena ini adalah saat dimana keadilan yang seadil-adilnya ditegakkan. Di sinilah, Yesus Kristus akan mengadili seluruh manusia. Dan di surga, nanti kita akan melihat Tuhan muka dengan muka dan mengasihi Tuhan sebagaimana adanya Dia.

    Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan secara singkat tentang kedatangan Yesus yang ke-dua. Yesus adalah Tuhan yang akan menghakimi seluruh umat manusia. Untuk melihat artikel-artikel yang berhubungan dengan Yesus Kristus, sosok yang dipercayai oleh umat Kristen sebagai Tuhan, silakan untuk membacanya disini:

    Mari kita saling mendoakan, sehingga pencarian kita akan kebenaran benar-benar membawa kepada Sang Kebenaran itu sendiri. Dan bagi umat Kristen, kebenaran itu adalah Yesus, yang mengatakan "Aku adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup" (Yoh 14:6). Dan dalam pengadilan terakhir, kita akan bersama-sama akan melihat Kristus yang mengadili seluruh umat manusia. Mari kita bersama-sama berusaha dengan segenap hati, pikiran, dan kekuatan kita untuk mengasihi Tuhan dan sesama, sehingga kita dapat mencapai kebahagiaan abadi di surga.

    Salam kasih dari: http://www.katolisitas.org
    stef

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

    j1lan menjawab pada tanggal December 22nd, 2008 7:51 pm:

    Dari topik diatas mengenai akhir jaman, bisa saya ringkaskan sbb:

    1. Terjadi kekecauan dunia dengan adanya anti “christ”

    2. Terjadi pengadilan oleh “jesus”

    3. Melihat Tuhan di surga

    Ketiga hal tersebut jika kata “christ”, “jesus” di ganti dengan kata “Tuhan” maka keimanan katolik tidak ada perbedaan dengan Islam mengenai hal-hal tersebut.

    ——————————–

    Apakah ada keberatan dari katolik mengganti kata tersebut dengan Tuhan? Bagaimanakan umat katolik yang awam menerima hal tersebut?

    Terima kasih

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

    Stefanus Tay menjawab pada tanggal December 23rd, 2008 3:10 pm:

    Shalom J1lan,
    Terimakasih atas pertanyaannya. Pertanyaan tentang akhir jaman, lebih lengkapnya dapat dilihat disini (silakan klik), dimana dikatakan:

    1. Mereka yang hidup dari antara awal mula sejarah manusia sampai sebelum akhir jaman. Pada mereka Tuhan telah memberi kesempatan untuk bertobat. Mereka yang meninggal pada saat belum sempurna akan dimurnikan terlebih dahulu, entah di masa hidupnya atau di Api Penyucian, sebelum kemudian masuk ke surga. Sedangkan yang meninggal dalam keadaan tidak bertobat dan berdosa berat akan masuk neraka.
    2. Mereka yang mengalami akhir zaman, juga pasti akan diberikan kesempatan untuk bertobat sebelum akhir hidupnya. Bermacam kesulitan dan musibah yang akan terjadi sebelum akhir zaman juga dapat kita lihat sebagai masa pemurnian. Pada akhir dunia,  semua jiwa yang masih ada di Api Penyucian akan beralih ke surga. Api Penyucian tidak ada lagi. Mereka yang hidup mengalami akhir jaman (kedatangan Kristus yang kedua) tidak mengalami kematian (lih. 1 Kor 15:51; 1 Tes 4:17). Pada akhir jaman berakhirlah waktu (segalanya tidak dapat diukur menurut waktu manusia lagi yang diukur berdasarkan matahari). Pada akhir jaman ini terjadilah Kebangkitan Badan (Yoh 5:27-29; 11:23-24) dan Penghakiman Terakhir (Mat 25:31-46; Why 20:1-15), saat setiap orang akan diadili oleh Kristus di hadapan semua orang. Pada Penghakiman Terakhir ini, maka keadilan Tuhan akan ditegakkan: Sebab yang salah akan dinyatakan salah, yang benar dinyatakan benar, dan semua dinyatakan secara obyektif. Sesudah Penghakiman Terakhir ini maka tidak ada lagi Api Penyucian, karena tinggal ada dua kemungkinan ini: Orang-orang yang benar akan masuk ke surga, jiwa dan badannya; sedangkan orang-orang yang jahat akan masuk neraka, jiwa dan badannya.
      Dasar bahwa hanya tinggal surga dan neraka sesudah Penghakiman Terakhir, dapat kita lihat melalui pengajaran Yesus sendiri tentang akhir zaman. Yesus berkata bahwa pada akhir zaman itu Ia akan memisahkan seorang dengan yang lain seperti gembala memisahkan domba dari kambing (lihat Mat 25: 31-46). Semua orang yang semasa hidupnya berbuat kasih, terutama kasih kepada mereka yang paling kecil dan menderita,  akan masuk kerajaan-Nya yang abadi (surga), sedangkan orang-orang yang semasa hidupnya tidak berbuat kasih akan masuk kepada penghukuman yang kekal (neraka).

    Kita tidak dapat memisahkan segala hal di dalam kekristenan dari pribadi Yesus, karena inti dari kekristenan adalah Yesus sendiri. Semua nubuat di dalam Perjanjian Lama memberikan nubuat kepada sosok Yesus (silakan klik artikel ini). Dan Perjanjian Baru merupakan pemenuhan akan Perjanjian Lama, dengan Yesus sebagai Figur Utama. Seluruh penginjilan yang dilakukan oleh para rasul dan para murid adalah mengajarkan pribadi Yesus. Dan seluruh sakramen dari Gereja Katolik adalah menghadirkan kembali misteri Kristus. Dan pada akhir jaman, Yesus sendiri yang akan mengadili seluruh umat manusia, karena Dia telah menebus umat manusia dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib. Dan pada akhirnya semua yang masuk surga akan melihat, mengenal dan mengasihi Tuhan sebagaimana adanya Dia, yaitu dalam kehidupan Trinitas, dengan Yesus sebagai pribadi kedua.

    Jadi dari hal ini, kita dapat mengatakan bahwa tanpa Yesus, maka umat Katolik dan Kristen yang lain tidak dapat disebut Kristen lagi. Mari kita bersama-sama mensyukuri akan Tuhan yang menjadi manusia, yaitu Kristus, yang menebus dosa manusia.

    Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
    stef

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

    j1lan menjawab pada tanggal December 23rd, 2008 7:51 pm:

    Terima kasih atas jawabannya,

    Jadi kesimpulan jawaban saudara, umat katolik memegang “nama” dengan pem-”material”-an Tuhan (anthromorphis) sebagai suatu keimanan, tanpa hal itu maka bukan umat katolik.

    Inikah yang dikatakan oleh Jesus putra Maryam (keselamatan atas beliau) bahwa beliau adalah inkarnasi tuhan, dan bagi siapa yang menolak bahwa dia bukan tuhan adalah bukan katolik?

    Hhh…akan banyak peng-”aku”-an tuhan seperti fir’aun, yang sangat bertentangan dengan hukum pertama Musa.

    Segala puji bagi Tuhan semesta alam

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

    Stefanus Tay menjawab pada tanggal December 23rd, 2008 8:50 pm:

    Shalom J1lan,
    Terima kasih atas balasan pesannya. Tentu saja perbedaan adalah hal yang wajar. Oleh karena itu saya ingin memberikan argumentasi sebagai berikut ini:

    1. Pemakaian kata "anthromorphis" tidak terlalu tepat untuk diterapkan pada pribadi Yesus. Anthropomorphism adalah penggambaran karakter manusia untuk sesuatu yang bersifat supernatural. Kata ini berasal dari (anthropos), "human" dan (morphe), "shape" or "form". (silakan klik wikipedia). Namun dalam pengertian yang lebih luas dapat digambarkan sebagai upaya untuk menggambarkan sesuatu yang bersifat supernatural dan digambarkan sebagai sesuatu yang mempunyai sifat-sifat manusia. Hal ini dapat terlihat di dalam Perjanjian Lama, dimana Tuhan digambarkan berjalan, melihat, berbicara, bernafas, dll. Namun penggambaran ini tidak dapat terlepas dari sifat Tuhan yang hakiki, seperti: maha kuasa, maha esa, maha kasih, maha adil, dll.
    2. Nah, kalau diterapkan bahwa Yesus hanyalah merupakan suatu "anthropomorphism", maka tidaklah tepat, karena Gereja Katolik percaya bahwa Yesus bukan hanya merupakan penggambaran karakter dari Tuhan, namun Dia sendiri adalah Tuhan. Untuk membuktikan hal ini, maka silakan membaca beberapa artikel tentang Kristologi:
      "Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia."
      Di dalam beberapa artikel tersebut, kami mencoba menjelaskan mengapa kami percaya akan Yesus sebagai Tuhan.
    3. Seseorang kalau tidak mempercayai Yesus sebagai Tuhan tentu saja tidak dapat disebut sebagai seorang Katolik, Hal ini sangat logis, karena Yesus adalah salah satu pokok utama kepercayaan iman Katolik. Sama seperti seseorang tidak dapat mengaku berkebangsaan Indonesia, kalau dia tidak mengakui presiden Indonesia, tidak mengakui dasar negara, dan tidak mengakui kedaulatan Indonesia. 
    4. Yesus tidak dapat disamakan dengan "peng-aku-an" tuhan seperti firaun, karena seperti yang saya jelaskan di atas, Yesus adalah Tuhan. Untuk lebih lengkapnya silakan membaca artikel-artikel Kristologi di atas, yang pada dasarnya adalah: (bandingkan tiga alasan di bawah ini dengan Firaun atau tokoh-tokoh yang lain).
      • Kedatangan Yesus telah dinubuatkan oleh para nabi. Bukan hanya sekali, namun berkali-kali dalam kurun waktu 20 generasi. Hal ini membuktikan bahwa Allah mempersiapkan kedatangan-Nya sehingga kalau Dia datang, maka manusia akan mengenalinya. Untuk lengkapnya, silakan membaca artikel: Mengapa orang Kristen percaya bahwa Yesus Tuhan, dan juga  Yesus yang dinubuatkan oleh para nabi.
      • Yesus melakukan banyak sekali Mukjijat, yang hanya Tuhan sendiri yang mampu melakukannya.
        Semasa hidup Kristus di dunia, kuasa Allah ditunjukkan di dalamNya dengan Ia melakukan banyak mukjizat-mukjizat, dari meredakan angin ribut, mengusir roh jahat, menyembuhkan orang sakit, sampai membangkitkan orang mati, termasuk juga kebangkitanNya sendiri dari kematian-Nya (Silakan membaca: Kristus yang kita imani= Yesus yang menurut sejarah).
      • Yesus mempercayakan umat-Nya kepada Gereja-Nya, yaitu Gereja Katolik.
        Selanjutnya, kami meyakini bahwa Kristus datang untuk mendirikan Gereja yang dibentukNya sendiri untuk terus bertahan sampai akhir jaman, dan itu berada di dalam Gereja Katolik. Paus pemimpin Gereja ini dapat ditelusuri asalnya sampai kepada Petrus, Rasul Yesus Kristus. Hal ini juga merupakan sesuatu mukjizat tersendiri, sebab jika Gereja hanya ‘organisasi’ manusia, maka sudah sejak lama ia bubar/ tak bertahan. Untuk lengkapnya, silakan membaca: mengapa kita memilih Gereja Katolik.

    Semoga uraian tersebut dapat memperjelas jawaban saya sebelumnya. Minimal J1lan dapat melihat ada alasan yang kuat bagi umat Katolik untuk mempercayai bahwa Yesus adalah Tuhan, Tuhan yang Immanuel - yang beserta dengan manusia.

    Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
    stef

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

    j1lan menjawab pada tanggal December 28th, 2008 9:28 pm:

    [Dari admin: tanpa merubah isi, tanggal penulisan saya ubah, sehingga masih dapat terlihat di kolom kanan - "pesan atau komentar terbaru"]
    :)

    1. Terima kasih atas penjelasannya, terminologi yang paling tepat untuk kasus Jesus purtra Maryam (keselamatan atas beliau) adalah [b]inkarnasi[/b] dalam keimanan katolik. Mari lanjutkan ke point 2.

    2. Keimanan akan [b]inkarnasi[/b], secara manusiawi dapat dikatakan kebutuhan mahluk untuk lebih mengenal Penciptanya (atau sebaliknya), sehingga menjelmakan Pencipta kedalam bentuk mahluk, dengan Sifat-sifat sebagaimana mahluk yang bukan hanya dalam ungkapan saja(”anthropomorphism”) sehingga menjadi nyata misalnya berjalan, makan, minum dan seterusnya.

    3. Jika, misalnya ada seseorang yang mempunyai keimanan bahwa dahlu kala tuhan turun kebumi menjelma menjadi seseorang dengan segala macam “keajaiban” nya, dan tuhan yang menjadi mahluk tersebut bernama Yeshua ben shirach, apakah orang ini termasuk “katolik” ? tolong penjelasannya.

    4. Jesus putra maryam tidak pernah meng-aku-kan sebagai tuhan (saya telah baca artikel mengenai ini dibawah dengan contoh bill gates). Tapi di tuhankan karena berdasarkan
    a. Nubuat
    hal ini bisa ditafsirkan dari berbagai sisi, sudah banyak tulisan yang saling membantah mengenai nubuat “mesiash”, jadi bukan nubuat ketuhanan.

    b. Keajaiban
    saya tidak banyak berkomentar mengenai “keajaiban” dengan kondisi dan tolak ukur yang berlaku pada saat itu. Bagaimana mungkin menimbang satu keajaiban lebih besar dari keajaiban lainnya. Apalagi dengan parameter masa kini. Tentunya umum dapat memikirkan dengan mudah.

    c. saya tidak mengerti maksudnya, apakah paus yang sekarang, dan sebelum-sebelumnya masih keluarga / keturunan petrus? Ehmm… banyak diantara kita yang berlangganan koran dan punya TV saya kira…

    Segala puji bagi Tuhan semesta alam

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

    Stefanus Tay menjawab pada tanggal December 29th, 2008 8:36 pm:

    Salam damai J1lan,
    Terima kasih atas balasannya.
    Memang terminology yang digunakan oleh umat Kristen tentang Yesus, Tuhan yang menjadi manusia adalah "Inkarnasi".
    I. Inkarnasi:

    1. Manusia diciptakan untuk mengetahui dan mengasihi penciptanya. Dan keberadaan Sang Pencipta yang Maha Esa dapat dibuktikan dengan akal budi (lihat artikel: Membuktikan bahwa Tuhan Itu Ada). Hal ini dikarenakan mengetahui dan mengasihi Sang Pencipta telah menjadi bagian dari kodrat manusia, karena manusia diciptakan menurut citra Allah, yaitu dengan mempunyai akal budi (reason and will).
      Jadi untuk mengungkapkan akan keberadaan Sang Pencipta, manusia tidak perlu untuk membuat-Nya menjadi berjalan, makan dan minum. Namun manusia dapat membuat suatu persembahan kepada Sang Pencipta, seperti yang ditunjukkan oleh hampir semua agama didunia, baik "natural religion" maupun "revealed religion". Dan persembahan ini adalah sebagai suatu cara untuk menebus dosa manusia. Persembahan yang bersifat exterior adalah merupakan sesuatu dari dalam hati manusia atau "interior".
      Dan dalam konteks Inkarnasi, Yesus menyediakan diri sebagai kurban yang paling sempurna, karena kurban ini dilakukan oleh Tuhan yang menjadi manusia (mempunyai dignity yang sempurna) dan dilakukan atas dasar kasih yang sempurna. Hal inilah yang menjadikan persembahan Kristus di kayu salib menjadi sempurna dan tak bercacat.
      Kalau ingin berdiskusi tentang hal ini lebih lanjut, silakan membaca terlebih dahulu tentang artikel-artikel Kristologi.
      Dan kalau J1lan ingin mengatakan bahwa Inkarnasi hanyalah merupakan suatu khayalan belaka dari kebutuhan manusia, maka kita sungguh mempunyai perbedaan pendapat. Jadi, menurut saya, untuk tahap awal, silakan J1lan membuktikan dahulu bahwa Inkarnasi adalah tidak mungkin.
    2. Seseorang yang percaya (tergantung dari definisi percaya) bahwa Tuhan turun ke dunia dan menjadi manusia dalam diri Yesus tidak serta merta disebut Katolik, karena orang tersebut harus menerima Yesus sebagai Juru Selamatnya dan kemudian diwujudkan dalam tindakannya, yaitu masuk dalam Gereja Katolik melalui Sakramen Baptis. Ini berarti, orang tersebut harus menjalankan semua yang disebutkan di dalam doa "Aku Percaya" atau doa syahadat. Dan juga mengikuti apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik.
      Kalau mau melihat dokumen resmi dari Gereja Katolik silakan membaca Lumen Gentium, yang dapat dilihat disini (silakan klik).
      "mereka, yang mempunyai Roh Kristus, menerima baik seluruh tata-susunan Gereja serta semua upaya keselamatan yang diadakan didalamnya, dan dalam himpunannya yang kelihatan digabunggkan dengan Kristus yang membimbingnya melalui Imam Agung dan para uskup, dengan ikatan-ikatan ini, yakni: pengakuan iman, sakramen-sakramen dan kepemimpinan gerejani serta persekutuan." (LG, 14).
    3. Menurut saya, mendiskusikan point ini (point I) tidak akan memberikan kesimpulan apa-apa, karena kita masih berbeda pendapat tentang apakah Yesus itu Tuhan atau bukan. Pada intinya, J1lan ingin membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan, sehingga lebih baik kita berfokus pada point II, di bawah ini.

    II. Tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

    Mari kita melihat sekarang, bahwa pada akhrinya J1lan ingin membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Dan disinilah memang kita berbeda pendapat dalam melihat sosok Yesus. Bagi umat Kristen, Yesus adalah Tuhan, sedangkan bagi agama yang dipercayai oleh J1lan, Yesus dilihat hanya sebagai nabi, walaupun mungkin J1lan juga percaya bahwa yang menghakimi pada pengadilan terakhir adalah Yesus.

    1. Untuk mengatakan bahwa Yesus bukanlah Allah, silakan membaca beberapa artikel tentang Kristologi yang telah ditulis, karena saya melihat dari pertanyaan yang dikemukakan, J1lan belum membaca beberapa artikel di bawah ini:
      "Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia."
      Di dalam beberapa artikel tersebut, kami mencoba menjelaskan mengapa kami percaya akan Yesus sebagai Tuhan.
    2. J1lan mengatakan bahwa Yesus tidak pernah mengaku sebagai Tuhan. Saya telah mencoba untuk membuktikan dalam beberapa artikel di atas, bahwa Yesus sendiri menyatakan diri bahwa Dia adalah Tuhan. Silakan membaca artikel tentang"Kristus yang kita imani adalah Yesus menurut sejarah ( silakan klik)." Di dalamnya ada begitu banyak perkataan yang dikatakan oleh Yesus sendiri, yang membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan. Ini adalah sebagian isi dari artikel tersebut, yang membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan:
      1. Pertama-tama, ketika berusia 12 tahun dan Ia diketemukan di Bait Allah, Yesus mengatakan bahwa bait Allah adalah Rumah Bapa-Nya (lih. Luk 2:49). Dengan demikian, Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Putera Allah.
      2. Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh Allah Bapa pada saat Pembaptisan Yesus, saat terdengar suara dari langit, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan.”(Luk 3:22).
      3. Pada saat Yesus memulai pengajaranNya, terutama dalam Khotbah di Bukit (Delapan Sabda Bahagia), Ia berbicara di dalam nama-Nya sendiri, untuk menyatakan otoritas yang dimiliki-Nya (Mat 5:1-dst). Ini membuktikan bahwa Ia lebih tinggi dari Musa dan para nabi[6], sebab Musa berbicara dalam nama Tuhan (lih. Kel 19:7) ketika Ia memberikan hukum Sepuluh Perintah Allah; tetapi Yesus memberikan hukum dalam nama-Nya sendiri, “Aku berkata kepadamu….” Hal ini tertera sedikitnya 12 kali di dalam pengajaran Yesus di Mat 5 dan 6, dan dengan demikian Ia menegaskan DiriNya sebagai Pemberi Hukum Ilahi (the Divine Legislator) itu sendiri, yaitu Allah. Demikian pula dengan perkataan “Amen, amen…”, pada awal ajaranNya, Yesus menegaskan segala yang akan diucapkan-Nya sebagai perintah; bukan seperti orang biasa yang mengatakan ‘amen’ diakhir doanya sebagai tanda ‘setuju’.
      4. Jadi dengan demikian Yesus menyatakan bahwa Ia adalah Taurat Allah yang hidup, suatu peran yang sangat tinggi dan ilahi, sehingga menjadi batu sandungan bagi orang-orang Yahudi untuk mempercayai Yesus sebagai Sang Mesias. Hal ini dipegang oleh banyak orang Yahudi yang diceriterakan dengan begitu indah dalam buku Jesus of Nazareth, yaitu dalam percakapan imajiner seorang Rabi Yahudi dengan Rabi Neusner,[7] mengenai bagaimana mencapai kesempurnaan hidup. Kesempurnaan inilah yang dimaksudkan oleh Yesus ketika Ia berbicara dengan orang muda yang kaya, “Jika engkau mau sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan bagikanlah kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” (Mat 19:21). “Aku” di sini hanya mungkin berarti Tuhan sendiri.
      5. Yesus menyatakan DiriNya sebagai Seorang yang dinantikan oleh para Nabi sepanjang abad (lih. Mat 13:17). Ia juga berkata,“…supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, … sampai Zakharia… semuanya ini akan ditanggungkan pada angkatan ini!” (Mat 23:34-36). Secara tidak langsung Ia mengatakan bahwa darah-Nya yang akan tertumpah dalam beberapa hari berikutnya merupakan rangkuman dari penumpahan darah orang yang tidak bersalah sepanjang segala abad.
      6. Yesus sebagai Tuhan juga terlihat dengan jelas dari segala mukjizat yang dilakukan dalam nama-Nya sendiri, yang menunjukkan bahwa kebesaran-Nya mengatasi segala sesuatu. Yesus menghentikan badai (Mat 8: 26; Mrk 4:39-41) menyembuhkan penyakit (Mat 8:1-16), mengusir setan (Mat 8:28-34), mengampuni dosa (Luk5:24; 7:48), dan membangkitkan orang mati (Luk 7:14; Yoh 11:39-44). Di atas semuanya itu, mukjizat-Nya yang terbesar adalah: Kebangkitan-Nya sendiri dari mati (Mat 28:9-10; Luk 24:5-7,34,36; Mrk 16:9; Yoh 20:11-29; 21:1-19).
      7. Pada saat Ia menyembuhkan orang yang lumpuh, Yesus menyatakan bahwa Ia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa (Mat 9:2-8; Luk5:24), sehingga dengan demikian Ia menyatakan DiriNya sebagai Tuhan sebab hanya Tuhan yang dapat mengampuni dosa.
      8. Pada beberapa kesempatan, Yesus menyembuhkan para orang sakit pada hari Sabat, yang menimbulkan kedengkian orang-orang Yahudi. Namun dengan demikian, Yesus bermaksud untuk menyatakan bahwa Ia adalah lebih tinggi daripada hari Sabat (lih. Mat 12:8; Mrk 3:1-6).
      9. Yesus juga menyatakan Diri-Nya lebih tinggi dari nabi Yunus, Raja Salomo dan Bait Allah (lih. Mt 12:41-42; 12:6). Ini hanya dapat berarti bahwa Yesus adalah Allah, kepada siapa hari Sabat diadakan, dan untuk siapa Bait Allah dibangun.
      10. Yesus menyatakan Diri-Nya sebagai Tuhan, dengan berkata “Aku adalah… (I am)” yang mengacu pada perkataan Allah kepada nabi Musa pada semak yang berapi, “Aku adalah Aku, I am who I am” (lih. Kel 3:14):
        • Pada Injil Yohanes, Yesus mengatakan “Aku adalah….” sebanyak tujuh kali: Yesus menyatakan Dirinya sebagai Roti Hidup yang turun dari Surga (Yoh 6:35), Terang Dunia (Yoh 8:12), Pintu yang melaluinya orang diselamatkan (Yoh 10:9), Gembala yang Baik yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (Yoh 10:10), Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11:25), Jalan, Kebenaran, dan Hidup (Yoh 14:6), Pokok Anggur yang benar (Yoh 15:1).
        • Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber air hidup yang akan menjadi mata air di dalam diri manusia, yang terus memancar sampai ke hidup yang kekal (Yoh 4:14). Dengan demikian Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber rahmat; hal ini tidak mungkin jika Yesus bukan Tuhan, sebab manusia biasa tidak mungkin dapat menyatakan diri sebagai sumber rahmat bagi semua orang.
        • Yesus menyatakan, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6); dan dengan demikian Ia menempatkan diri sebagai Pengantara yang mutlak bagi seseorang untuk sampai kepada Allah Bapa.
        • Ia menyatakan bahwa “… kamu akan mati dalam dosamu… jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia” (Yoh 8:24) yang datang dari Bapa di surga (lih. Yoh 21-29).
        • Yesus mengatakan, “Aku ini (It is I)…”, pada saat Ia berjalan di atas air (Yoh 6:20) dan meredakan badai.
        • Yesus mengatakan, “Akulah Dia,” pada saat Ia ditangkap di Getsemani.
        • Ketika Yesus diadili di hadapan orang Farisi, dan mereka mempertanyakan apakah Ia adalah Mesias Putera Allah, Yesus mengatakan, “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.”[8]
        • Mungkin yang paling jelas adalah pada saat Yesus menyatakan keberadaan DiriNya sebelum Abraham, “…sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh 8:58)
      11. Dengan demikian, Yesus menyatakan DiriNya sudah ada sebelum segala sesuatunya dijadikan. Dan ini hanya mungkin jika Yesus sungguh-sungguh Tuhan. Mengenai keberadaan Yesus sejak awal mula dunia dinyatakan oleh Yesus sendiri di dalam doa-Nya sebelum sengsara-Nya, “Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” (Yoh 17:
      12. Dengan keberadaan Yesus yang mengatasi segala sesuatu, dan atas semua manusia, maka Ia mensyaratkan kesetiaan agar diberikan kepadaNya dari semua orang. “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10:37). Ia kemudian berkata bahwa apa yang kita lakukan terhadap saudara kita yang paling hina, itu kita lakukan terhadap Dia (lih. 25:40). Ini hanya dapat terjadi kalau Yesus adalah Tuhan yang mengatasi semua orang, sehingga Dia dapat hadir di dalam diri setiap orang, dan Ia layak dihormati di atas semua orang, bahkan di atas orang tua kita sendiri.
      13. Yesus menghendaki kita percaya kepada-Nya seperti kita percaya kepada Allah (lih. Yoh 14:1), dan Ia menjanjikan tempat di surga bagi kita yang percaya. Dengan demikian Ia menyatakan diriNya sebagai yang setara dengan Allah Bapa, “Siapa yang melihat Aku, melihat Bapa, (Yoh 14:9), Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa (Yoh 10:38). Tidak ada seorangpun yang mengenal Anak selain Bapa, dan mengenal Bapa selain Anak (lih. Mat 11:27). Yesus juga menyatakan DiriNya di dalam kesatuan dengan Allah Bapa saat mendoakan para muridNya dan semua orang percaya, ”… agar mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau…” (Yoh 17:21). Ini hanya mungkin jika Ia sungguh-sungguh Tuhan. Pernyataan Yesus ini berbeda dengan para pemimpin agama lain, seperti Muhammad dan Buddha, sebab mereka tidak pernah menyatakan diri mereka sendiri sebagai Tuhan.
      14. Ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitan-Nya, Thomas, Rasul yang awalnya tidak percaya menyaksikan sendiri bahwa Yesus sungguh hidup dan ia berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku”. Mendengar hal ini, Yesus tidak menyanggahnya (ini menunjukkan bahwa Ia sungguh Allah), melainkan Ia menegaskan pernyataan ini dengan seruanNya agar kita percaya kepadaNya meskipun kita tidak melihat Dia (Yoh 20: 28-29).
      15. Yesus menyatakan Diri sebagai Tuhan, dengan menyatakan diriNya sebagai Anak Manusia, yang akan menghakimi semua manusia pada akhir jaman (lih. Mat 24:30-31), sebab segala kuasa di Surga dan di dunia telah diberikan kepada-Nya, seperti yang dikatakanNya sebelum Ia naik ke surga, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus…” (Mat 28:18). Dengan demikian, Yesus menyatakan diriNya sebagai Pribadi Kedua di dalam Allah Tritunggal Maha Kudus, dan dengan kuasaNya sebagai Allah ini maka ia akan menghakimi semua manusia di akhir dunia nanti, seperti yang dinubuatkan oleh nabi Daniel (Dan 7:13-14). Yesus tidak mungkin membuat pernyataan sedemikian, jika Ia bukan sungguh-sungguh Tuhan.
    3. Mungkin J1lan akan mengatakan bahwa Yesus tidak memberikan perkataan "Akulah Tuhan dan sembahlah Aku". Kembali dalam analogi yang saya berikan:
      1. Jadi dalam kasus Bill Gates dengan bukti-bukti di bawah ini, apakah J1lan percaya bahwa Bill Gates adalah orang kaya walaupun dia tidak pernah mengatakan bahwa dia adalah orang kaya?
        • "Tunjukkan kepada saya, bahwa Bill Gates adalah orang kaya. Kalau dia tidak pernah mengatakan bahwa dia orang kaya, saya tidak akan percaya bahwa dia orang kaya." Pernyataan seperti ini tidak mendasar, karena kita dapat melihat buktinya bahwa Bill Gates mempunyai uang 58 milyar US$, yang kurang lebih sekitar 60% dari budget negara Indonesia tahun 2008. Organisasi amalnya mempunyai uang sekitar 32% dari total budget negara indonesia selama satu tahun. Kalau kita tetap bersikeras bahwa Bill Gates tidak kaya, karena Bill Gates tidak pernah mengatakan bahwa dia kaya walaupun bukti-bukti di atas sudah menunjukkan bahwa Bill Gates orang yang sangat kaya, rasanya keberatan seperti itu kurang dapat dipertanggungjawabkan.
      2. Atau dalam kasus seorang istri, apakah J1lan percaya bahwa seorang wanita yang telah bersuami dan mempunyai anak, adalah seorang wanita, walaupun wanita tersebut tidak pernah mengatakan bahwa dia adalah seorang wanita?
        • Contoh yang mungkin lebih gamblang adalah seseorang yang bertanya kepada seorang suami dan mengatakan "Saya tidak akan percaya bahwa istri kamu adalah seorang wanita, karena dia tidak pernah mengatakan bahwa dia seorang wanita." Tentu saja sang suami tidak terpengaruh, karena sang suami tahu persis bahwa istrinya adalah seorang wanita, karena istrinya telah melahirkan beberapa anak, dll.

    III. Yesus Tuhan ataukah Yesus dibuat manusia menjadi Tuhan?

    Mari kita sekarang melihat argumentasi dari J1lan yang mencoba membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, namun dibuat oleh manusia sebagai Tuhan. Dalam empat artikel tentang Kristologi yang saya sebutkan di atas, saya merasa bahwa telah begitu banyak bukti-bukti yang kami coba paparkan bahwa Yesus menyatakan diri sebagai Tuhan. Mari kita sekarang melihat tentang tiga hal pembuktian bahwa Yesus adalah Tuhan dengan "motive of credibility", yang terdiri dari nubuat, mukjijat, dan Gereja Katolik, dan kalau mau ditambahkan adalah ajaran Yesus yang terbukti melebihi pemikiran manusia.

    I. NUBUAT:

    1. J1lan mengatakan bahwa Yesus diTuhankan karena berdasarkan nubuat, mukjijat, dan Gereja Katolik. Mari kita melihat analogi berikut ini: kita tidak dapat mengatakan seorang "diperempuankan" atau "diwanitakan" karena dia mengandung, menjadi istri, dll. Namun sebaliknya, karena dia perempuan dan mempunyai kodrat sebagai perempuan, maka dia dapat mengandung, dapat menjadi seorang istri.
      Demikian juga dengan Yesus, kita tidak dapat berfikir terbalik bahwa Yesus di-Tuhankan karena nubuat, mukjijat, dan Gereja Katolik. Namun, karena Yesus adalah Tuhan, maka Dia dinubuatkan, melakukan mukjijat yang tak mungkin dilakukan oleh manusia biasa, dan menjadi Kepala dari Gereja Katolik, yang satu, Kudus, katolik, dan apostolik.
    2. Dalam artikel tentang nubuat para nabi (Klik disini), saya mencoba mengemukan bukti-bukti dari nubuat para nabi. Kalau J1lan mengatakan bahwa banyak bantahan tentang hal tersebut, tolong sebutkan dari artikel yang saya buat, bagian mana yang menjadi bantahan dan bagaimana membuktikan bahwa nubuat tersebut tidaklah benar. Saya ingin bertanya hal berikut ini kepada J1lan:
      1. Apakah J1lan percaya bahwa, akan kitab Yesaya yang ditulis sekitar tahun 740 SM? Kalau tidak percaya apa alasannya, karena ada bukti dokumen tersebut, baik bukti secara fisik maupun secara science (silakan klik).
      2. Kalau memang percaya, Nabi Yesaya mengatakan hal ini:
        1. Nabi Yesaya memberikan gambaran yang begitu jelas akan karakter dan penderitaan Sang Mesias (Yes 42; 49; 50; 53).
        2. Mesias harus menderita untuk menanggung dosa dunia; oleh bilur-bilur-Nya, kita disembuhkan (Yes 53:5).
        3. Yesaya mengatakan bahwa Mesias akan memberikan punggungnya bagi orang-orang yang memukulnya, dan memberikan pipinya bagi yang mencabut janggutnya. Dia dinodai dan diludahi, namun dia tidak menyembunyikan mukanya (Yes 50:6).
        4. Mesias akan lahir dari seorang perawan, seperti yang diberitakan kepada raja Ahab oleh nabi Yesaya (Yes 7:13-14).
    3. Dan bagaimana menerangkan bahwa nubuat yang dibuat 8 abad SM terjadi secara persis 8 abad kemudian dalam diri Yesus?
      Dan keberadaan Yesus juga diterangkan dalam sejarah, yang ditulis oleh Josephus, sejarahwan Yahudi, dimana dalam bukunya "Jewish Antiquity, book XVIII - ch.iii" dia mengatakan: (sumber: newadvent - silakan klik).
      "About this time lived Jesus, a man full of wisdom, if indeed one may call Him a man. For He was the doer of incredible things, and the teacher of such as gladly received the truth. He thus attracted to Himself many Jews and many of the Gentiles. He was the Christ. On the accusation of the leading men of our people, Pilate condemned Him to death upon the cross; nevertheless those who had previously loved Him still remained faithful to Him. For on the third day He again appeared to them living, just as, in addition to a thousand other marvellous things, prophets sent by God had foretold. And to the present day the race of those who call themselves Christians after Him has not ceased. ".
    4. Nubuat begitu penting dalam membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Kenapa? Karena inilah yang dapat dilakukan oleh Tuhan, sehingga pada saatnya yang dijanjikan datang - dalam diri Yesus - maka manusia dapat mengenalinya. Tanpa nubuat, bagaimana seseorang tahu bahwa Yesus adalah yang dijanjikan? Jadi, kalau J1lan ingin membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, maka J1lan harus mencoba untuk membuktikan bahwa semua nubuat yang ada bukanlah menubuatkan Yesus. Nubuat adalah salah satu kredibilitas bahwa Yesus adalah Tuhan, yang tidak dialami oleh tokok-tokoh agama yang lain.

    II. KEAJAIBAN:

    1. Keajaiban adalah salah satu cara bagaimana Yesus membuktikan diri-Nya sebagai Tuhan. Dia melakukan begitu banyak mukjijat dimana membantu manusia untuk menyadari dan mengakui bahwa Dia adalah Tuhan.
    1. Jadi bagaimana kita mengartikan akan suatu mukjijat yang dilakukan oleh Yesus, baik yang terekam di Kitab Suci maupun yang terekam di dalam sejarah?
    2. J1lan bertanya, bagaimana kita menimbang bahwa keajaiban yang satu lebih besar dari yang lain? Saya rasa ini adalah pertanyaan yang dapat dijawab dengan mudah. Semakin keajaiban tersebut melebihi hukum alam, maka mukjijat tersebut akan dianggap semakin besar. Namun besar kecil dalam hal ini tidak masalah, karena Yesus melakukan mukjijat dari yang kecil sampai mukjijat yang terbesar. Dan mukjijatnya yang terbesar adalah kebangkitan Kristus (Mat 28:1-10; Mrk 16:1-20; Luk 24:1-53; Yoh 20:1-29, 21:1-19; Kis 1:3; 1 Kor 15:17; 1 Kor 15:5-8).

    III. GEREJA KATOLIK

    Saya tidak tahu maksudnya dengan komentar J1lan yang ini "Paus yang sekarang, dan sebelum-sebelumnya masih keluarga / keturunan petrus? Ehmm… banyak diantara kita yang berlangganan koran dan punya TV saya kira…"  Silakan memberikan komentar secara langsung dan mudah dimengerti. Apakah hubungannya hal ini dengan koran dan TV?
    Berikut ini adalah keterangan yang dapat saya sampaikan mengenai hal ini:

    1. Kalau kita ingin menelusuri tentang sejarah suatu negara, maka salah satu yang dapat kita lakukan adalah menelusuri urutan presiden atau orang yang memegang kekuasaan tertinggi di negara tersebut. Dalam hal ini, Gereja Katolik percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja di atas Rasul Petrus, yang menjadi Paus pertama. Kalau ditelusuri, maka kita akan dapat menelusuri bahwa rasul Petrus adalah Paus yang pertama, sampai Paus Benediktus XVI adalah Paus yang ke-265.
    2. Kita tidak dapat berdiskusi tentang hal ini, sebelum kita mempunyai pandangan yang sama tentang pokok diskusi yang pertama, yaitu apakah Yesus adalah Tuhan atau hanya seorang nabi biasa.

    Saya telah mencoba memaparkan dari apa yang saya percayai sebagai seorang Katolik. Semoga jawaban saya minimal dapat memberikan alasan-alasan bahwa mempercayai Yesus sebagai Tuhan bukanlah suatu hal yang tidak masuk diakal, namun menjadi mungkin karena Tuhan sendiri yang turun ke dunia dengan begitu banyak bukti-bukti yang mendukung. Semoga keterangan ini dapat menjawab pertanyaan J1lan.

    Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
    stef

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

  2. Sdr, Stefanus Tay yang kami banggakan.
    Saya mohon penjelasannya khususnya Matius 10:34 karena ayat ini dipakai perbandingan oleh banyak orang untuk melegalkan perbuatannya karena Yesus sendiri memberi contoh. Dan ayat ini sebagai bahan cemooh di banyak tulisan kepada orang Kristen.
    * Matius 10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”
    10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
    Terima kasih atas penjelasannya.

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

    Stefanus Tay menjawab pada tanggal September 29th, 2008 12:11 pm:

    Shalom Julius,

    Terima kasih atas pertanyaannya. Mat 10:34 mengatakan "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang." Bagaimana kita mengartikan ayat ini? Apakah dengan ini Yesus mengajarkan kekerasan? Mari kita menganalisanya bersama-sama:

    1. Yesus tidak pernah mengajarkan kekerasan. Di dalam keseluruhan Alkitab, dari nubuat di Perjanjian Lama dan juga di dalam Perjanjian baru, Sang Mesias yang terpenuhi dalam diri Yesus tidak pernah mengajarkan kekerasan, namun kasih. Kasih inilah yang membawa-Nya kepada kematian-Nya di kayu salib. Kematian-Nya di kayu Salib untuk menebus dosa manusia adalah bukti yang nyata bahwa Yesus datang ke dunia bukan untuk menghakimi, namun untuk menyelamatkan manusia (Yoh 3:17; Yoh 12:47). Ketika Petrus memotong telinga dengan pedangnya pada waktu serdadu hendak menangkap Yesus, maka Yesus yang sama mengatakan kepada Petrus "Masukkan pedang itu kembali kepada sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirimkan lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu aku?" (Mat 26:52-53)
    2. Perkataan pedang dari Mat 10:34 mengingatkan kita akan Ibr 4:12 yang mengatakan "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." Jadi pedang di Mat 10:34 bukan merujuk kepada kekerasan, namun ingin mengatakan bahwa doktrin atau ajaran Kristus seringkali tidak dapat diterima oleh banyak orang, seperti pengajaran tentang Salib. Rasul Paulus mengatakan bahwa dia memberitakan Kristus yang disalibkan, yang bagi orang Yahudi merupakan batu sandungan dan bagi orang Yunani adalah suatu kebodohan (1 kor 1:23).
      • Berapa banyak orang yang tidak dapat menerima bahwa Yesus adalah Immanuel, Allah yang beserta kita?
      • Atau berapa banyak orang yang mengalami kesulitan karena ingin menerapkan prinsip-prinsip ajaran Kristus di tempat kita bekerja, di masyarakat?
      • Berapa banyak orang yang dianggap sok suci, kalau dia berusaha untuk hidup sesuai dengan Firman Tuhan?
      • Berapa banyak para pastor dan suster yang menyalibkan kedagingan mereka untuk mengikuti jejak Kristus secara lebih sempurna? Dan sering orang menganggap bahwa ini adalah suatu kebodohan tanpa menyadari bahwa dengan melakukan hal itu para pastor dan suster telah memilih bagian yang terbaik.
    3. Jadi Yesus datang ke dunia ini bukan dengan pedang di tangan yang dapat menoreh daging, namun Dia datang ke dunia ini, dengan kasih yang dapat menoreh hati manusia, sehingga manusia dapat bertobat dan memperoleh keselamatan.
    4. Akhirnya, kita harus belajar dari Kristus, bahwa memang kadang kita harus berdiri teguh, namun dengan penuh kasih untuk mewartakan kebenaran, walaupun tentu saja mempunyai resiko. Namun diperlukan suatu sikap yang bijak untuk mewartakan kebenaran. Cara yang paling efektif adalah mewartakan kebenaran dengan kehidupan kita yang memancarkan kasih Kristus, atau dengan hidup kudus.

    Semoga uraian di atas dapat menjawab pertanyaan Julius. Mari kita sama-sama berbangga akan Kristus dan juga Gereja-Nya, dan terlebih lagi, mari kita sama-sama mengasihi Kristus dan Gereja-Nya.

    Salam kasih dari: http://www.katolisitas.org
    stef

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

  3. [Tanpa mengurangi esensi dari pertanyaan Bong Felix, Admin telah mengedit komentar ini, karena ada 9 tulisan yang panjang sekali dalam pesan ini. Semoga bisa dimengerti]

    Terima kasih Kepada para moderator Katolisitas.org yang cukup membantu kita sebagai umat/bagian dari gereja,untuk mendapat informasi yang tepat guna dalam pengembangan iman secara Katolik. Terus terang saya agak sedikit gusar dengan perkembangan dewasa ini yang begitu bebas menyatakan pendapatnya tentang hal-hal yang bekenaan dengan agama dan keyakinan, dan baru-baru ini saya sempat masuk ke webside nya komunitas muslim, mereka begitu antusias mempelajari Injilnya Kristen dan tentunya hal ini membuat kita senang , namun diluar dugaan juga bermunculan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan Komunitas Kristiani, dan disini saya mau bertanya: apa yang harus kita lakukan apabila mendapatkan pertanyaan-pertanyan berikut ini

    1. Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?
      Yesus tidak pernah berkata bahwa Dia beragama Kristen. Kristen mulai dipakai di Antiokia (Kis 11:23-26). Jadi yang membuat nama Kristen adalah adalah Barnabas dan Paulus. Kristen hanya disebut 6x (Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2 Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16).
    2. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13-29 tahun? Injil tidak menceritakan hal ini, dan ini berarti Injil tidak komplit.
    3. Yesus tidak pernah mengatakan “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja.
    4. Yesus tidak pernah mengatakan “”Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya”
    5. Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu? Kemudian membandingkan dengan sepuluh perintah Allah yang mengharuskan seseorang beribadah pada hari Sabat.
    6. Dimanakah Alkitab mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia? Yesus tidak pernah mengatakan hal itu. Kemudian argumentasi berkembang dengan memberikan Jesus seminar sebagai dasar bahwa Yesus tidak pernah mengatakan hal tersebut, dan Jesus seminar menyimpulkan bahwa 82% dari Injil bukan benar-benar diucapkan oleh Yesus.
    7. Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga”?
    8. Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya?
    9. Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

    Stefanus Tay menjawab pada tanggal September 25th, 2008 11:04 am:

    Shalom Bong Felix,

    Terima kasih atas semua pertanyaannya. Kita tidak boleh gusar, karena memang Islam tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Kami minta maaf, bahwa jawaban yang akan kami berikan mungkin tidak dapat terlalu panjang mengingat waktu yang terbatas. Namun secara perlahan-lahan kita akan menjawabnya dalam bentuk artikel-artikel yang lebih lengkap di masa datang. Jadi mohon kesabarannya. Artikel-artikel yang berhubungan dengan jawaban ini dapat dilihat di: Yesus Tuhan, Gereja Katolik, Inkarnasi, nubuat, Yesus menurut sejarah.

    Mari kita sekarang melihat pertanyaan-pertanyaan tersebut. Yang menjadi permasalah di sini adalah pertanyaan-pertanyaan di atas (1-6) mencoba memaksakan suatu bukti dengan cara yang kriteria yang dibuat sendiri, tanpa melihat bukti-bukti lain yang mendukung suatu pernyataan. Ini dapat digambarkan seperti seseorang berkata:

    1. "Tunjukkan kepada saya, bahwa Bill Gates adalah orang kaya. Kalau dia tidak pernah mengatakan bahwa dia orang kaya, saya tidak akan percaya bahwa dia orang kaya." Pernyataan seperti ini tidak mendasar, karena kita dapat melihat buktinya bahwa Bill Gates mempunyai uang 58 milyar US$, yang kurang lebih sekitar 60% dari budget negara Indonesia tahun 2008. Organisasi amalnya mempunyai uang sekitar 32% dari total budget negara indonesia selama satu tahun. Kalau kita tetap bersikeras bahwa Bill Gates tidak kaya, karena Bill Gates tidak pernah mengatakan bahwa dia kaya walaupun bukti-bukti di atas sudah menunjukkan bahwa Bill Gates orang yang sangat kaya, rasanya keberatan seperti itu kurang dapat dipertanggungjawabkan.
    2. Atau contoh yang lain, seorang anak mengatakan "saya tidak percaya bahwa orang tua saya mencintai saya, karena mereka tidak pernah mengatakan bahwa mereka mencintai saya." Namun orang tua dari anak itu, sebenarnya begitu memperhatikan, berlaku lemah lembut, selalu ada di samping anak itu kalau anak itu mengalami kesulitan, mencukupi semua kebutuhan anak itu, meluangkan waktu untuk bercanda, bercerita, dll.
    3. Contoh yang mungkin lebih gamblang adalah seseorang yang bertanya kepada seorang suami dan mengatakan "Saya tidak akan percaya bahwa istri kamu adalah seorang wanita, karena dia tidak pernah mengatakan bahwa dia seorang wanita." Tentu saja sang suami tidak terpengaruh, karena sang suami tahu persis bahwa istrinya adalah seorang wanita, karena istrinya telah melahirkan beberapa anak, dll.
    4. Begitu mudah orang untuk mengatakan bahwa "saya kaya, saya mengasihi engkau", namun belum tentu terbukti. Nah dalam hal ini, Tuhan kita yang menjelma menjadi manusia, telah menunjukkannya dalam segala perkataan dan juga dalam perbuatan, bahwa dia adalah Allah yang benar-benar mengasihi umat-Nya. Mana yang lebih besar tanda kasihnya "perkataan saya mengasihi engkau" atau "mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia"? Oleh karena itu, jawaban-jawaban berikut ini tidak akan mencoba untuk mencari-cari perkataan seperti yang diinginkan oleh penanya, namun membuktikan apa yang sesungguhnya mau ditanya.

    Mari sekarang kita melihat pertanyaan-pertanyaan tersebut:

    I. Tentang pengakuan Yesus bahwa Dia beragama Kristen.

    1. Yesus memang tidak pernah mengatakan bahwa Dia datang ke dunia ini untuk mendirikan agama Kristen. Namun Yesus mengatakan bahwa Dia datang ke dunia ini untuk menebus dosa dan menyelamatkan manusia dari belenggu dosa (Yoh 3:17; Yoh 12:47). Yesus juga mendirikan Gereja, seperti yang dikatakan-Nya di Mat 16:18, bahwa Dia mendirikan Gereja-Nya di atas Petrus (batu karang) dan berjanji bahwa alam maut tidak akan menguasainya. Dan juga begitu banyak perkataan akan "kerajaan Allah", yang sebenarnya merujuk kepada "Gereja". Nah, sampai di sini, kita setuju bahwa Yesus mendirikan Gereja. Apakah nama Gereja-Nya? Dalam perkembangannya, memang betul bahwa nama Kristen mulai dipakai di Antiokia (Kis 11:23-26). Dan agama Kristen terus berkembang, yang mendasari ajarannya berdasarkan akan perkataan dan perbuatan Kristus.
    2. Dan Gereja Katolik mulai dipakai pada tahun 110 AD oleh St. Ignasius, seperti yang tertulis dalam suratnya kepada Smyrnaeans (jemaat di Smyrna), dimana dia mengatakan bahwa dimana uskup ada, disitu juga umat berada, dan dimana Jesus ada, disitu juga ada Gereja Katolik. Dan ini terus diteguhkan dengan surat dari St. Polikarpus, dll, sampai saat ini. Dan begitu banyak surat-surat yang ada untuk membuktikan hal ini.
    3. Jadi, sampai sini, kita tahu bahwa Yesus telah mendirikan Gereja, kemudian berkembang dengan nama Kristen, yang dimanifestasikan dalam Gereja Katolik. Nah, Yesus dalam banyak kesempatan mengatakan "ikutlah aku" (Mat 4:19; Mat 9:9; Mk 1:17; Lk 9:59; Yoh 1:43). Seseorang yang mengikuti Kristus disebut "Kristen" atau "Christian". Jadi Yesus tidak mengakan Dia beragama Kristen, namun Dia mengatakan "Ikutlah Aku". Jadi, Yesus Kristus memang bukan beragama Kristen, namun Dia adalah pendiri agama Kristen; karena Ia memberikan perintah untuk mengikuti Dia. Pengikut Kristus inilah yang disebut Kristen.

    II. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13-29 tahun?

    1. Kalau dikatakan bahwa ketidakkomplitan Injil karena kurang lengkapnya memuat biografi dari Yesus, maka pernyataan tersebut adalah benar. Bahkan, Alkitab menegaskan kebenaran ini, seperti yang dikatakan oleh Rasul Yohanes, bahwa tidak semua tercantum di sini (Yoh 21:25). Namun Kitab Suci ditulis bukan untuk memuat biografi Yesus secara lengkap. Namun Kitab Suci memuat perkataan dan perbuatan Yesus, sehingga semua orang dapat percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan yang mengikuti Dia akan memperoleh keselamatan. Kita mempercayai bahwa ketika Yesus berumur 13-29 tahun, Yesus tidak melakukan karya publik apapun untuk menyatakan diri-Nya sebagai Mesias, namun Yesus hidup sebagaimana layaknya manusia biasa. Tentu saja hal seperti ini tidak perlu ditulis dalam Alkitab.
    2. Namun dibalik sesuatu yang sederhana ketika Yesus melakukan tugas sehari-hari, kekayaan dan keindahan doktrin Inkarnasi menjadi semakin jelas dan terkuak. Yesus datang ke dunia dan mengambil nature/kodrat manusia dengan segala kelemahan dan keterbatasannya, sehingga Yesus bisa mengangkatnya dan menjadikannya kudus. Jadi pada saat Yesus datang ke dunia ini dan menjadi manusia, Yesus mempunyai intelek dan keinginan, seperti manusia. Dan akal budi inilah yang diangkat oleh Yesus, sehingga menjadi kudus. Pada saat Yesus lahir ke dunia, Dia mengangkat kodrat manusia yang dilahirkan ke dunia ini, sebagai gambaran Allah. Pada saat Yesus melakukan tugas sehari-hari sampai berumur 30 tahun, bukan berarti Dia tidak melakukan apa-apa. Yang dilakukan adalah mengangkat semua pekerjaan sehari-hari untuk menjadi kudus dan memuliakan Allah.
    3. Disinilah pentingnya untuk menyadari bahwa, Yesus, dengan memutuskan hidup sebagai manusia, Dia sungguh-sungguh hidup seperti layaknya manusia, yang harus bekerja, menurut perkataan orang tua, belajar, melakukan pekerjaan sehari-hari, dll. Dan inilah yang menunjukkan kedalaman kasih Allah kepada manusia, bahwa Dia rela untuk menjadi terbatas, seperti manusia, sehingga Dia dapat menyelamatkan manusia. Kalau kita mau menerima alasan Inkarnasi, kita akan dapat menerima bahwa Yesus melakukan pekerjaan sebagaimana layaknya manusia sebelum Dia melakukan karya publik-Nya. Dan tidak ada yang aneh dengan hal ini. Dan sebagai pengikut Kristus, kita semakin didorong untuk mengkuduskan segala sesuatu yang kita lakukan sehari-hari, karena Yesus juga melakukan hal yang sama.

    III. Yesus tidak pernah mengatakan "Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja.

    1. Ini adalah contoh bagaimana seseorang ingin memaksakan bahwa Bill Gates kaya hanya kalau dia pernah mengatakan bahwa dia kaya. Ini merupakan suatu argumen yang menurut saya kurang masuk diakal. Dengan mudah sekali orang berkata, bahwa saya adalah yang paling pintar di kelas, namun belum tentu dia benar-benar paling pintar di kelas. Namun kalau dia dapat membuktikan bahwa dia benar-benar mendapatkan nilai A dalam setiap ujian, dan nilainya paling tinggi di kelas itu, maka tanpa dia pernah mengucapkan bahwa dia paling pintar, orang akan mengakui bahwa dia paling pintar di kelas.
    2. Inilah yang dilakukan Yesus, tanpa Dia berkata "Akulah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja," orang percaya kepada-Nya bahwa Dia Tuhan. Kenapa? Karena para nabi di Perjanjian Lama telah memberitakannya melalui ratusan nubuat. Kalau memang Tuhan tidak datang ke dunia ini, kenapa para nabi memberikan ratusan nubuat? Dan nubuat ini dipenuhi secara persis dalam diri Yesus. Tentang hal ini dapat dibaca di artikel ini. Tidak ada tokoh-tokoh agama lain yang kedatangannya diberitakan sebelumnya dengan ratusan nubuat.
    3. Dan, di dalam kehidupannya, Yesus dalam beberapa kesempatan menyatakan ke-Allahan-Nya, baik dengan perkataan maupun dari mukjijat yang Dia lakukan. Tentang hal ini, dapat dibaca di artikel ini.
    4. Jadi dapat disimpulkan bahwa Yesus tidak mengatakan bahwa "Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja," namun dia menyatakannya dalam kesempatan yang berbeda-beda dan dalam perbuatan nyata. Orang mengatakan "Action speaks lauder than words."

    IV. Yesus tidak pernah mengatakan ""Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya"

    1. Memang Yesus tidak mengatakan bahwa Dialah yang mewahyukan Alkitab, dan kemudian berjanji menjaga-Nya. Namun Dia berkata bahwa Dia akan mendirikan Gereja-Nya, dan alam maut tidak akan menguasainya (Mat 16:18). Dan dengan kelahiran Gereja, maka lahir pulalah Alkitab. Alkitab menjadi salah satu pilar dari Gereja bersama dengan Tradisi. Alkitab dan Tradisi berasal dari sumber yang sama, yaitu Roh Kudus. Dan karena Gereja yang melahirkannya, Gereja pulalah yang berhak untuk menginterpretasikannya melalui Magisterium. Jadi dengan ini, Gereja mempunyai tiga pilar yang tak terpisahkan, yaitu Sacred Scripture, Sacred Tradition, dan Sacred Magisterium (KGK 95). Ketiga hal ini tak terpisahkan, dimana yang satu tidak dapat berdiri sendiri tanpa yang lain. (Lihat artikel: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan bagian ke-3)
    2. Ketika Gereja Katolik mengatakan tentang "Sacred Tradition", ini merujuk kepada elemen-elemen dari Sabda Allah yang tidak tertulis (Lih. 1 Kor 11:2; 2 Thes 2:15; KGK 81, 83). Oleh karena itu, Tradisi ini menduduki tempat yang penting sama seperti Kitab Suci, karena keduanya berasal dari sumber yang sama (KGK, 80). Karena Gereja Katolik percaya bahwa tiang penopang dan dasar kebenaran adalah Gereja (1 Tim 3:15) dan Yesus sendiri yang akan melindungi Gereja-Nya (Mat 16:18), maka Gereja Katolik mempunyai Sacred Magisterium, yang mempunyai otoritas tertinggi untuk menginterpretasikan doktrin dan ajaran Gereja. Inilah yang membuat pengajaran Gereja Katolik tidak berubah dari awal sampai saat ini, karena kebenaran tidak berubah.
    3. Jadi memang benar, bahwa Yesus datang ke dunia ini bukan untuk mewahyukan alkitab, namun Dia datang ke dunia ini untuk menyelamatkan manusia, yang karya-Nya dilakukan dilanjutkan oleh Gereja-Nya yaitu Gereja Katolik. Dan Melalui Gereja Katolik inilah, maka keselamatan dapat menjangkau seluruh bangsa. Dan janji Yesus terpenuhi sampai saat ini, bahwa Gereja-Nya dilindungi sampai akhir jaman. Sejarah membuktikan bahwa walaupun banyak sekali tantangan, namun Gereja tetap bertahan. Mengapa Gereja-Nya ada di Gereja Katolik dapat dibaca di artikel iini.

    V. Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?

    1. Disini perlu dijelaskan bahwa ibadah merupakan suatu bentuk penghayatan untuk merayakan secara publik apa yang dipercayai. Dari definisi ini, agama Kristen mempunyai kepercayaan bahwa Yesus bangkit pada hari Minggu, dimana ini adalah kemenangan atas maut yang telah diberitakan dari awal mula (Gen 3:15).
    2. Jadi dengan beribadah pada hari Minggu, agama Kristen memperingati kebangkitan Kristus yang melambangkan bahwa kita menjadi ciptaan baru di dalam Dia. Sehingga hari Tuhan tidak diperingati pada hari Sabat atau hari terakhir penciptaan, dimana Tuhan beristirahat, namun menjadi hari pertama penciptaan, yang terjadi pada hari Minggu. Disinilah pentingnya memperingati hari Tuhan pada hari Minggu, karena kita telah menjadi ciptaan baru di dalam Kristus.
    3. Pada masa Gereja awal, banyak orang-orang Kristen yang berasal dari Yahudi hendak memaksakan ibadah pada hari Sabat. Namun Bapa Gereja di masa-masa Gereja perdana menentang hal ini, karena seolah-olah mereka yang merayakan ibadah pada hari Sabat tidak pernah menerima berkat dari Yesus, atau seolah-olah keselamatan di dapat karena pekerjaan dari hukum Taurat. Namun seorang Kristen diselamatkan bukan karena menjalankan hukum Taurat, namun karena rahmat Tuhan semata, dimana diterima lewat berkat pengorbanan Kristus di kayu salib.

    VI. Dimanakah Alkitab mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia?

    1. Pertanyaan seperti ini, sebenarnya mau mengatakan bahwa Yesus tidak pernah berkata bahwa Dia Tuhan namun pada saat yang bersamaan Dia adalah manusia. Pertanyaan ini bukan hanya berkembang pada saat ini, namun sudah mulai berkembang di masa-masa Gereja awal. Namun di Gereja awal, ada yang mempertentangkan dua nature Yesus, yaitu bagaimana dalam satu orang mempunyai dua nature? Dan semua heresy/bidaah tentang Yesus adalah yang terlalu memandang rendah kemanusiaan atau ke-Allahan Yesus Kristus. Bagaimana intelect dan keinginan (will) dari nature Yesus sebagai manusia dan nature Yesus sebagai Tuhan saling berkerjasama dalam karya keselamatan?
    2. Saya tidak mau mengomentari terlalu panjang lebar tentang The Jesus Seminar. Secara logika, mari kita renungkan, kalau kita mau mendengar cerita tentang nenek moyang kita 4 generasi yang lalu, kita lebih percaya akan perkataan tetangga kita yang hidup 1 generasi yang lalu, atau berdasarkan catatan teman-teman nenek moyang kita, yang hidup di masa yang sama? Kalau kita lebih percaya kepada perkataan tetangga kita daripada catatan teman-teman nenek moyang kita, maka rasanya tidak logis. Inilah yang menjadi dasar kenapa orang Kristen percaya akan keaslian dari Kitab Suci. Karena trustworthiness (kepercayaan) terhadap sumbernya. Jadi, kalau Alkitab, yang ditulis relatif dengan banyak saksi yang masih hidup, tidak memberikan pernyataan yang benar, misalkan bahwa Yesus tidak bangkit, maka pasti ada banyak dokumen pada masa awal, yang menentang kebohongan ini. Namun kita tidak pernah menemukan dokumen yang mempertentangkan hal ini pada masa-masa awal kekristenan. Untuk lebih lengkapnya, baca artikel ini.
    3. Kembali untuk mengatakan bahwa Yesus tidak 100% manusia dan juga bukan 100% Tuhan, karena Yesus tidak pernah mengatakannya, adalah argumentasi yang terlalu dibuat-buat. Mungkin ini akan menjadi pertanyaan yang lebih masuk logis, kalau pertanyaan ini diubah menjadi "bagaimana membuktikan bahwa Yesus 100% manusia dan 100% Tuhan?" Ini berarti pembuktian bukan hanya terbatas pada ayat yang mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia. Dengan ini, kita dapat melihat konteks dari Alkitab secara keseluruhan.
    4. Bagaimana membuktikan bahwa Yesus adalah 100% manusia? Josephus, sejarahwan berkebangsaan Yahudi menjelaskan adanya keberadaan Yesus di dalam sejarah manusia. Dan Injil menyatakan bagaimana Dia melakukan segala sesuatunya seperti manusia, kecuali dalam hal dosa. Jadi pembuktian ini tidaklah terlalu sulit. Kenyataan bahwa Yesus mengalami penderitaan dan mati seperti manusia, juga membuktikan bahwa Dia manusia seperti kita. Jadi Yesus adalah 100% manusia.
    5. Namun kita kembali kepada pertanyaan yang lain, bagaimana membuktikan bahwa Yesus Tuhan? Untuk menjawab pertanyaan ini silakan membaca artikel ini. Dimana Yesus menyatakan bahwa Dia Tuhan dengan cara yang berbeda-beda. Dan mukjijat seperti menyembuhkan berbagai penyakit, membangkitkan orang mati dan juga kebangkitan-Nya adalah bukti yang kuat bahwa Dia adalah Tuhan. Juga, bahwa Dia mengampuni dosa seseorang adalah suatu pernyataan yang cukup explisit bahwa Yesus itu Tuhan, karena hanya Tuhan saja yang dapat mengampuni dosa. Dan kedua nature ini dirangkum dalam St. Paulus yang mengatakan "Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenal-Nya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia" (1 Cor 2:8).

    VII. Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin "pasti masuk surga"?

    1. Telah diterangkan di depan bahwa Gereja Katolik mempunyai tiga pilar, yaitu Sacred Scripture, Sacred Tradition, dan Sacred Magisterium. Dalam hal-hal yang begitu penting, seperti konsep keselamatan, kita tidak dapat menginterpretasikannya menurut kehendak kita pribadi, namun harus berdasarkan Sacred Magisterium. Saya rasa, hal ini bukanlah hal yang aneh, karena kalau kita mau meniliti banyak umat dari agama-agama lain juga tidak mengerti 100% akan arti dari banyak ayat di dalam Kitab Suci mereka. Dan para ahli membantu untuk menafsirkannya. Perbedaannya, dalam Gereja Katolik, kita mengakui bahwa penafsiran yang pasti ada pada Sacred Magisterium. Dengan ini, umat Katolik mendapatkan kepastian suatu ajaran, yang bersumber pada Alkitab dan Tradisi Gereja, yang diwariskan dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan, karena kebenaran tidak berubah.
    2. Jadi apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik tentang keselamatan? Gereja Katolik mengajarkan bahwa keselamatan datang dari berkat Tuhan semata yang mengalir dari Misteri Paska, yaitu penderitaan, wafat dan kebangkitan Kristus. Karena Kristuslah, manusia memperoleh jalan untuk bersatu dengan Tuhan. Jalan sudah tersedia, mamun karena manusia mempunyai kehendak bebas, manusia dapat mengatakan "tidak" atau "ya" terhadap jalan yang telah ditawarkan oleh Kristus. Dengan ini, maka Gereja Katolik mengajarkan bahwa kita harus berusaha dengan segala kekuatan kita dan juga bergantung kepada rahmat Tuhan untuk berkata "ya" secara terus-menerus terhadap kehendak Tuhan, sampai pada saat kita dipanggil Tuhan.
    3. Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa sekali mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, maka dia akan diselamatkan sampai selamanya. Di sinilah, terlihat bahwa dalam menafsirkan Kitab Suci, perlu dilihat secara keseluruhan. Gereja Katolik percaya bahwa keselamatan adalah suatu yang telah (past), sedang (present), dan akan datang (future), dengan dasar ini:
        <