Yesus, Tuhan yang Dinubuatkan Para Nabi
Pendahuluan
Kalau beberapa orang dalam tingkatan direktur pabrik mobil Toyota mengatakan bahwa 20 tahun lagi - semua produk mobil Toyota tidak akan menggunakan bensin, namun menggunakan tenaga surya, dan juga dapat bergerak dengan kecepatan 200 km/jam, ditambah dengan kemampuan yang lain – maka kita akan percaya, karena yang mengatakan adalah para pembuat mobil tersebut. Kalau yang mengatakan berita itu adalah saya sendiri, orang tidak akan percaya, karena saya tidak bekerja di Toyota. Kalau yang mengatakan seorang direktur dari Toyota, mungkin kita masih mempertanyakan kebenarannya. Kalau ada beberapa direktur memberikan pernyataan yang berlainan, maka kita masih akan bertanya-tanya. Namun kalau yang mengatakan beberapa orang dan orang-orang tersebut menduduki posisi yang begitu penting dalam perusahaan Toyota, dan pernyataan mereka saling melengkapi dan tidak bertentangan satu sama lain, maka kita akan percaya. Kita akan lebih yakin lagi, kalau pernyataan ini bukan hanya satu kali, namun dibuat berkali-kali, terutama kalau mereka mengundang banyak wartawan, sehingga semua pernyataan mereka dapat ditulis oleh wartawan dan semua orang dapat membacanya. Kalau kita masih tidak percaya dengan hal ini, maka orang lain akan mempertanyakan ketidaklogisan dalam cara berfikir kita.
Hal ini sama seperti yang terjadi dengan Nubuat. Nubuat di dalam Perjanjian Lama adalah salah satu dari alasan “motive of credibility” (motive yang dapat dipercaya), mengapa kita percaya akan Yesus Kristus sebagai Tuhan. Nubuat ini begitu penting, karena ini membuktikan bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan, sehingga manusia dapat mengenali dan menantikan kedatangan-Nya.
Kalau nubuat ini dibuat hanya satu kali, atau beberapa kali namun bertentangan satu sama lain, maka kita akan mempertanyakan kebenarannya. Namun nubuat tentang kedatangan Yesus diberitakan lebih dari 20 abad sebelum kedatangannya dan dilakukan secara terus-menerus. Kalau para nabi yang menubuatkan kurang dapat dipercaya, misalkan dapat disuap, atau tidak mempunyai karakter yang baik, kita mungkin masih dapat mempertanyakan kebenarannya. Namun, kita melihat bahwa para nabi yang memberitakan kedatangan Yesus adalah orang-orang yang dipakai oleh Tuhan sendiri, yang mempunyai prinsip yang teguh sampai pada titik mau mengorbankan nyawanya dalam mempertahankan kebenaran yang diwahyukan oleh Tuhan.
Kalau berita yang disampaikan oleh para nabi saling bertentangan, kita akan mempertanyakan kebenarannya. Namun yang terjadi adalah ratusan nubuat yang dibuat oleh para nabi dalam rentang waktu lebih dari 20 generasi memberikan gambaran yang tidak bertentangan, namun saling melengkapi sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang siapa itu Mesias.
Kalau nubuat ini dibuat oleh Gereja Katolik, mungkin orang akan berkata bahwa itu semua adalah karangan Gereja untuk mendukung ajarannya. Namun Kitab Perjanjian Lama adalah kitab yang dipercaya dan dipegang teguh oleh ajaran Yahudi, yang sebenarnya mereka juga tidak mempercayai Kristus sebagai Mesias yang dijanjikan Allah. Dengan ini, sebenarnya nubuat ini lebih dapat dipercaya lagi, karena bebas dari usaha pembenaran diri.
Saya mencoba untuk memikirkan apa lagi alasan yang dapat diberikan untuk menyanggah kebenaran ini. Mungkin ada yang mengatakan bahwa semua nubuat itu hanya karangan belaka. Namun kalau kita renungkan, kalau semua itu hanya merupakan suatu fantasi dan karangan belaka, sungguh mustahil untuk mempertahankan suatu karangan dalam kurun waktu 2000 tahun, dan juga nubuat tersebut tidaklah statik, namun terus berkembang, saling melengkapi dan tidak bertentangan. Lebih lagi, pemenuhan kebenaran bahwa akan kedatangan Yesus juga dicatat dalam Kitab Suci agama Islam, yang mengatakan: Yesus lahir dari perawan Maria, Yesus melakukan banyak mukjijat, dll. Jadi pemenuhan kebenaran ini bukan saja dicatat oleh Kitab Suci umat Nasrani, namun juga dalam Kitab Suci kaum Muslim.
Semua pemikiran di atas membuat orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, yang menjadi pemenuhan janji Allah. Apakah mungkin untuk percaya kepada nubuat tersebut, namun tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan? Hal ini tidaklah mungkin, karena ada banyak dari nubuat-nubuat tersebut yang hanya mungkin terjadi, kalau pemenuhannya hanya pada diri Allah. Mari kita teliti akan nubuat yang telah diberikan oleh Tuhan melalui para nabi, yang pemenuhan dari semua nubuat itu hanya ada pada Yesus Kristus, Putera Allah yang menjadi manusia.
Waktu, tempat, dan cara kedatangan Mesias
Kedatangannya telah diberitakan secara terus-menerus dari asal mula dunia ini. Mesias akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, dan Yakub[1], dan akhirnya Dia akan datang dari Isai, dari keturunan Daud[2]. Dimana Mesias akan lahir? Nabi Mikha telah memberikan lokasi yang begitu tepat akan kedatangan Mesias, yaitu di salah satu desa yang terkecil di daerah Yudea, Betlehem Ephrathah. [3]
Untuk meyakinkan manusia agar tidak sampai salah mengenali kedatangan Mesias, maka Tuhan telah memberitakan waktu dan tempat kedatangan-Nya. Karena Sang Mesias diberitakan datang dari suku Yehuda dan dari keturunan Daud, maka dapat kita simpulkan bahwa Mesias akan datang sebelum suku Yehuda dan keturunan Daud lenyap.[4] Sejarah mencatat bahwa suku keturunan Yehuda dan keturunan Daud lenyap setelah uskup ke dua dari Yerusalem, pengganti Yakobus, yang kemungkinan menjadi uskup sampai kira-kira akhir abad pertama. Akhirnya, melalui nabi Daniel, Tuhan memberitahukan bahwa Mesias akan datang 70 minggu tahun (490 tahun) dari waktu pembangunan kembali Yerusalem (kira-kira tahun 458 BC) [5], dimana kalau dihitung akan membawa kita ke sekitar tahun 30 AD, waktu penyaliban Kristus. Dan, agar manusia tahu secara persis kedatangan Sang Mesias, Tuhan memberikan tanda yang lain, dimana dikatakan bahwa Mesias akan dilahirkan dari seorang perawan. [6] Tanda ini adalah suatu tanda supernatural (di luar hukum alam) yang sungguh tepat, karena Sang Mesias adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Kita dapat menyimpulkan disini, bahwa garis keturunan, lokasi kedatangan-Nya, waktu, bagaimana Dia akan datang ke dunia ini, hanya dapat dipenuhi dalam diri Kristus, yang datang dari garis keturunan Daud, yang lahir dari Bunda Maria di Bethlehem, pada waktu sebelum suku Yehuda dan keturunan Daud lenyap.
Tuhan juga memberikan karakter-karakter spesifik seorang Mesias. Nabi Mikha mengatakan bahwa Sang Mesias sudah datang dari jaman purbakala, namun Mesias akan datang dan lahir di Bethlehem.[7] Keallahan dari Anak Manusia dan Anak Allah telah dinubuatkan oleh nabi Daniel, dimana dia melihat bahwa Anak Manusia diberikan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja dan segala suku bangsa akan mengabdi kepada-Nya.[8] Roh Tuhan[9] juga akan ada pada-Nya, seperti Roh Hikmat dan Pengertian, Roh Nasihat dan keperkasaan, Roh Pengenalan dan Takut akan Tuhan.[10] Memang, Mesias datang ke dunia ini adalah Tuhan, dan lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya, sehingga nabi Yesaya mengatakan bahwa Sang Mesias akan diberikan gelar: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.[11] Roh Kebijaksanaan dan Gelar ke-Ilahian Mesias sebagai Penasehat Ajaib mengingatkan kita akan suatu pribadi dari Kebijaksanaan Allah yang digambarkan dalam buku Amsal. [12] Akhirnya, Nabi Yesaya dan Zakariah menggambarkan Sang Mesias sebagai sosok dengan Roh kelemahlembutan dan penuh belas kasih.[13] Dan kalau kita perhatikan, itu hanya dapat dipenuhi dalam diri Kristus, Anak Allah yang menjadi manusia, lahir di Betlehem. Dia adalah penggenapan yang penuh dari Roh Allah, sehingga gelar-gelar Ilahi diberikan kepada Yesus, seperti yang diberitakan oleh Nabi Yesaya. Memang Yesus adalah Tuhan. Walaupun segala kekuasaan, kemuliaan, dan kerajaan diberikan kepada Kristus, Dia datang ke dunia dengan Roh yang lemah lembut dan penuh belas kasih. Hal ini terpenuhi dalam diri Kristus yang datang ke dunia ini untuk menyelamatkan pendosa, bukan dengan senjata di tangan, namun dengan hati yang penuh kasih, yang tidak mengendarai kuda perang, namun datang ke Yerusalem dengan keledai.[14]
Mesias dinubuatkan akan menjalankan tiga misi, sebagai Raja, Nabi, dan Imam.
Nubuat yang lain, yang diberikan di dalam Perjanjian Lama adalah tiga misi Kristus, yaitu sebagai Raja, Nabi, dan Imam. Yakub memberikan berkat kepada Yehuda dan mengatakan bahwa dari keturunan tonggak kerajaannya Mesias akan datang untuk mendirikan kerajaan-Nya, dimana semua bangsa akan tunduk kepada-Nya.[15] Dia akan seperti bintang, dimana semua kekuasaan diberikan kepada-Nya dan pemerintahan ada di pundak-Nya.[16] Dan memang dalam kenyataannya, Yesus memenuhi misi-Nya sebagai raja di dunia ini dengan mengatur semua orang dan semua bangsa. Dia sendiri meminta kepada para murid-Nya dan orang-orang untuk mengikuti Dia, dan juga mengikuti segala perintah-Nya, karena Dia adalah Raja yang sesungguhnya.
Mesias juga adalah Nabi, seperti yang dikatakan oleh nabi Musa bahwa Tuhan akan memberikan seorang nabi seperti nabi Musa.[17] Tidak ada gunanya Tuhan memberikan nabi yang baru dengan hukum dan peraturan yang sama. Namun, Tuhan memberikan Nabi yang baru, dimana Dia akan memberikan hukum yang baru, yang lebih sempurna daripada Musa.[18] Kita dapat melihat hukum yang diberikan oleh Yesus pada saat Dia mulai pemberitaan Kerajaan Surga, yaitu dengan memberikan Delapan Sabda Bahagia.[19] Hukum ini bukan seperti hukum yang diberikan oleh nabi-nabi sebelum kedatangan Kristus, atau bukan hukum yang dikenal oleh dunia dan manusia, karena Kristus adalah Tuhan.
Mesias juga menjadi Imam, yang berlaku untuk selama-lamanya menurut Melkizedek, dimana dipenuhi Yesus pada saat dia merayakan Perjamuan Terakhir.[20] Dan persembahan ini mencapai kesempurnaannya dengan persembahan diri-Nya sendiri dengan kematian-Nya di kayu salib. Yesus, menjadi satu-satunya pengantara antara manusia dan Tuhan, yang memeteraikan perjanjian yang baru dengan darah-Nya sendiri di kayu salib. Dengan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Perjanjian Lama memberikan nubuat yang begitu akurat akan tiga misi Kristus sebagai Raja, Nabi, dan Imam.
Nubuat akan kehidupan, kematian, kebangkitan, dan Kemenangan Mesias
Setelah memberikan gambaran akan tiga misi Kristus, Tuhan, melalui nabi-nabi menubuatkan akan kehidupan, kematian kebangkitan, dan kemenangan Sang Mesias. Kehidupan-Nya akan diisi dengan perbuatan-perbuatan dan mukjijat-mukjijat yang ajaib, seperti: yang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu akan bernyanyi.[21]
Meskipun orang melihat kuasa dan mukjijat yang dilakukan, orang-orang akan menolak-Nya dan Dia akan menderita dengan cara yang begitu kejam, dimana Yakub menggambarkannya bahwa Dia akan melumuri jubahnya dengan darah. Daniel memperkuat nubuat ini dengan mengatakan bahwa Mesias akan disingkirkan, walaupun Dia tidak melakukan kesalahan apapun.[22] Dan nabi Yesaya menggambarkan-Nya sebagai Hamba yang menderita (the Suffering Servant).[23] Kemudian, nabi Yesaya melanjutkannya dengan memberikan gambaran yang begitu jelas tentang bagaimana Mesias menderita. Dinubuatkan juga bahwa Mesias harus menderita untuk menebus dosa manusia sehingga manusia akan menerima keselamatan.[24] Kemudian, Daud di dalam Mazmur dan Kitab Kebijaksanaan memberikan drama penyaliban Mesias.[25] Namun, Daud juga menceritakan kebangkitan Mesias, ketika Daud mengatakan bahwa Tuhan tidak akan menyerahkan-Nya ke dunia orang mati.[26] Walapun Mesias mengalami semua penderitaan yang begitu berat, Tuhan telah memberitakan kepada Adam dan Hawa, dan juga kepada ular, bahwa Mesias akan memenangkan pertempuran dengan meremukkan kepala Setan melalui penderitaan Kristus, yang dilambangkan dengan meremukkan tumit-Nya.[27] Semua nubuat ini dipenuhi oleh Kristus dalam kehidupan-Nya, pelayanan-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya.
Gereja Katolik dinubuatkan sebagai sakramen keselamatan untuk seluruh dunia.
Memang sesungguhnya, melalui penderitaan Mesias, Tuhan telah mengatakannya dari semula bahwa Mesias akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa.[28] Lebih lanjut, Daniel 9 menekankan bahwa kedatangan Mesias adalah untuk menghancurkan dosa dan membawa keadilan sejati. Dengan cara ini, maka Kerajaan Allah dapat terjadi di dunia ini dengan Kristus sendiri menjadi raja, batu penjuru, dimana Tuhan sendiri memberikan-Nya segala kekuasaan dan kemuliaan, dan kerajaan, sehingga semua orang dari segala penjuru dan bangsa dapat memuji dan menyembah-Nya.[29] Dan Gereja menjadi sakramen keselamatan bagi seluruh bangsa. [30]
Sang Mesias memberikan Perjanjian Baru
Efek yang lain dari kedatangan Mesias ke dunia adalah Dia akan menetapkan Perjanjian Baru. Dan Perjanjian yang baru ini tidak ditulis di atas batu, namun ditulis di setiap hati manusia.[31] Dan ini mencapai pemenuhannya melalui pelayanan yang diberikan melalui Gereja dengan memberikan rahmat kekudusan dan berkat Roh Kudus yang diterimakan di dalam Sakramen Permandian dan Penguatan.
Kesimpulan
Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa begitu banyak nubuat tentang Mesias yang diberitakan oleh para nabi dalam kurun waktu lebih dari 20 generasi. Tuhan sendiri telah mempersiapkan kedatangan-Nya secara perlahan-lahan dan terus menerus dari awal mula, sehingga manusia akan dapat mengenali dan mempersiapkan kedatangan-Nya dengan pertobatan hati seperti yang diberitakan oleh Yohanes Pemandi.
Dengan mempelajari semua nubuat tersebut di atas secara jujur, sungguh sangat sulit untuk sampai tidak mengenali bahwa semua nubut tersebut hanya bermuara ke satu titik, lebih tepatnya satu pribadi, yaitu Yesus Kristus, Anak Allah yang menjadi manusia dan membawa keselamatan bagi seluruh bangsa. Kedatangan Yesus yang telah diberitakan sebelumnya ini membedakan Yesus dengan para pemimpin agama yang lain. Semua nubuat kedatangan Yesus ini menjadi salah satu “motives of credibility“, motif yang dapat dipercaya bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias, Anak Allah, yang dijanjikan.
Ringkasan dari nubuat tentang Mesias dalam kurun waktu 2000 tahun lebih, yang dipenuhi dalam diri Yesus:
A. Kedatangan Mesias
1. Dia akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, Yakub, dan Daud.
- Mesias akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, Yakub (Kej 2:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15).
- Mesias akan datang dari tunggul Isai (Yes 11:1-2). Isai adalah bapa dari Daud (1 Sam 16:19).
- Seorang nabi dari Moab, Bileam, bernubuat tentang kedatangan Mesias yang akan datang dari keturunan Yakub (Bil 24-17-19).
- Mesias akan datang dari keturunan Daud dari suku Yudah, dan Tuhan menjanjikan bahwa tahta-Nya akan berlangsung untuk selamanya (2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Maz 89:35-37).
- Pemenuhan janji ini adalah dalam diri Kristus, seperti yang ditunjukkan dalam garis keturunan yang diberikan oleh Matius dan Lukas (Mat 1:1-17; Luk 3:23-38). Perbedaan garis keturunan yang dikemukakan antara Matius dan Lukas, dikarenakan Matius membuat garis keturunan St. Yosef dan Lukas melihatnya dari Bunda Maria. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai bagaimana sebenarnya garis keturunan ini tidak bertentangan, silakan klik disini (dalam bahasa Inggris).
- Untuk menyimpulkan bahwa kerajaan yang dijanjikan oleh Tuhan adalah kerajaan Daud atau Salomo adalah tidak mungkin, karena kerajaan mereka telah runtuh. Pemenuhan janji ini hanya ada pada diri Kristus, dimana kerajaan-Nya akan terus ada sampai akhir jaman. Dan kerajaan-Nya di dunia ini adalah Gereja Katolik, dimana Yesus sendiri menjanjikan akan melindungi Gereja-Nya sampai akhir jaman (Mat 16:16-20).
2. Dia akan datang di Bethlehem.
- Betlehem Efrata, di daerah Yudea adalah lokasi yang sangat spesifik untuk kelahiran Mesias, seperti yang diberitakan oleh nabi Mikah (Mic 5:2).
- Yesus adalah pemenuhan janji ini, karena Yesus lahir di Betlehem di daerah Yudea (Mat 2:6; Yoh 7:42; Luk 2:4). Hal ini menjadi begitu penting, karena dengan mengatakan Mesias lahir di Betlehem, sama saja kalau di Indonesia mengatakan bahwa Mesias akan lahir di Mojokerto di daerah Jawa Timur. Jadi Tuhan memilih tempat yang begitu kecil, yang secara manusia tidak mungkin terjadi, namun semua ini terpenuhi dalam diri Yesus.
3. Dia akan datang pada waktunya, yaitu sebelum kehancuran Yerusalem.
- Sang Mesias akan datang sebelum suku Yehuda benar-benar lenyap (Kej 49:8-11; Bil 24:17-19).
- Karena dinubuatkan bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud, suku Yehuda, maka Mesias akan datang sebelum keturunan Daud lenyap (2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Maz 89:35-37). Kita tahu bahwa pada tahun 70AD, Yerusalem mengalami kerusakan total karena kepungan tentara Roma dibawah jendral Titus, dimana kehancuran ini telah dinubuatkan oleh Yesus sendiri (Mat 24:3-21).
- Malaikat Gabriel mengatakan kepada nabi Daniel bahwa Mesias akan datang dalam waktu 70 minggu tahun dari saat pembangunan kembali Yerusalem (Dan 9:1-27).
- 70 minggu tahun (490 tahun) dari saat pembangunan kembali Yerusalem (sekitar tahun 458 BC), membawa kita kepada sekitar tahun 32 AD, tahun dimana Yesus disalibkan.
- Semua nubuat di atas dipenuhi oleh Yesus Kristus, keturunan Daud, yang berkarya sampai tahun 33 AD. Jadi Mesias datang sebelum kehancuran total Yerusalem tahun 70 AD.
4. Dia akan dilahirkan oleh seorang perawan.
- Mesias akan lahir dari seorang perawan, seperti yang diberitakan kepada raja Ahab oleh nabi Yesaya (Yes 7:13-14).
- Pemenuhan janji ini adalah Yesus Kristus, yang lahir dari perawan Maria. (Luk 1:26-38). Hal ini juga dicatat dalam Kitab Suci agama Islam.
B. Karakter dari Mesias yang dijanjikan
1. Dia adalah abadi
- Nabi Mikah menubuatkan tentang Mesias, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala, namun Dia akan lahir di Betlehem (Mik 5:2; Ams 8:22-31).
- Ini adalah dua hal yang mempunyai sifat yang berbeda. Di satu sisi, Dia ada sejak asal mula, namun di satu sisi dia masuk dalam sejarah manusia, yang bermula di Betlehem. Disinilah pemenuhan janji Allah pada diri Yesus, yang mempunyai dua kodrat, Tuhan dan Manusia (one person with two nature).
2. Dia adalah Anak Manusia dan Anak Allah
- Nabi Daniel mengalami suatu penglihatan, dimana datang Anak Manusia dan kepada-Nya diberikan segala kuasa, kemuliaan, dan kerajaan (Dan 7:13-14; Maz 2:7-8; 2 Sam 7:14).
- Orang Yahudi mengerti bahwa Anak Manusia berarti “Manusia itu” atau Anak Allah berarti “Allah”.
- Dan semua dipenuhi dalam diri Yesus, dimana dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Manusia (Mat 8:20, 18:11,12:8, 12:38-42, 13:37,41-42; Lk 9:58, 6:5, 11:29-32, 18:31-34, 20:17-19, 16:27-28, 9:26-27; Mk 2:27-28, 8:11-13, 8:38-9:1, 10:32-34).
3. Dia mempunyai Roh Allah dan diberi gelar Ilahi
- Roh Allah akan ada pada diri Mesias: roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan (Yes 11:2).
- Mesias akan diberi gelar-gelar Ilahi, seperti: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yes 9:6).
- Semua gelar di atas adalah hanya untuk Tuhan, yang terpenuhi dalam diri Kristus, karena memang Yesus datang ke dunia dan Dia telah menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan.
- Gelar Penasehat Ajaib mengingatkan kita akan suatu figur kebijaksaan (Am 8:22-31). Dan Roh Tuhan ini adalah Tuhan sendiri, seperti yang kita lihat dalam penciptaan dunia (Kej 1:2).
4. Mesias akan mempunyai Roh Kelemahlembutan dan Belas Kasihan
- Seluruh ajaran dan pengadilan dari Mesias akan ditandai dengan Roh kelemahlembutan dan belas kasihan, dimana nabi Zakaria mengatakan bahwa Raja yang rendah hati akan naik keledai (Yes 42:3; Zak 9:9).
- Hal ini terpenuhi dalam diri Yesus, yang mengajarkan ajaran cinta kasih, seperti yang tercermin dalam kotbah di bukit (Mat 5:1-12).
- Yesus juga memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai (Mat 21:5-7)
C. Mesias mempunyai 3 misi utama: menjadi Raja, Nabi, dan Imam.
1. Mesias adalah Raja
- Mesias digambarkan sebagai Raja, pada waktu Yakob memberkati Yehuda, dimana Yakob mengatakan bahwa tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda sampai Dia datang yang berhak atasnya, dan kepada-Nya akan takluk bangsa-bangsa. (Kej 49:8-10).
- Sampai Dia yang berhak atasnya merujuk kepada Mesias, dimana Dia datang untuk mendirikan kerajaan-Nya yang memang menjadi hak-Nya, sebelum suku Yehuda benar-benar musna. Jadi nubuat ini merujuk kepada Kristus, yang juga memprediksikan kehancuran Yerusalem.
- Bileam, bernubuat tentang Mesias, yang akan menjadi bintang, dan mempunyai kekuasaan seluruh bangsa (Bil 24:17-19).
- Bintang dari Yakub terpenuhi dari diri Yesus, dimana kelahiran-Nya ditandai dengan bintang yang diikuti oleh orang-orang magus. Bintang Israel bukanlah raja dari dunia ini, namun Dia adalah Raja Surgawi yang bertahta dalam hati setiap orang.
- Yesaya mengatakan bahwa seorang anak akan lahir dan pemerintahan akan ada pada pundak-Nya (Yes 9:6).
- Zakaria mengatakan bahwa seorang Raja yang rendah hati akan menaiki keledai (Zak 9:9).
2. Mesias adalah Nabi
- Musa berkata bahwa Tuhan akan memberikan nabi yang baru seperti dia diantara kaum Israel (Ul 18:15-19).
- Rasul Petrus dan diakon Stefanus mengatakan bahwa Yesus adalah pemenuhan dari Nabi yang Baru seperti yang telah dijanjikan oleh Musa karena Dia memberikan hukum yang baru, yang lebih sempurna daripada hukum Musa (Kis 3:22-23; Kis 7:37).
- Yesus adalah Musa yang baru, seorang Nabi, perantara antara manusia dan Tuhan, yang memateraikan perjanjian baru dengan darah-Nya sendiri di kayu salib. Perjanjian Baru ini lebih sempurna daripada Perjanjian Lama yang diadakan di gunung Sinai.
3. Mesias adalah Imam
- Mesias akan menjadi imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek (Maz 110:4).
- Yesus adalah Imam Agung menurut Melkisedek dimana Dia menggenapi nubuat ini dengan kurban imamat pada saat perjamuan terakhir (Ibr 5:1-10; 6:20).
D. Kehidupan, penderitaan, kematian, kebangkitan, dan kemenangan Sang Mesias.
1. Dia akan melakukan banyak mukjijat
- Nabi Yesaya menubuatkan bahwa Mesias akan melakukan banyak mukjijat, seperti: orang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu bersorak-sorai (Yes 29:18, 35:5-6, 61:1).
- Yesus menjadi pemenuhan nubuat ini, seperti yang dikutip-Nya pada waktu Dia menjawab utusan Yohanes Pemandi (Mat 11:5; Luk 4:18; Mat 15:30).
- Kita juga melihat dalam seluruh Injil, Yesus melakukan banyak sekali mukjijat.
- Bahwa Yesus melakukan banyak sekali mukjijat, juka di akui oleh kaum Muslim.
2. Dia akan dianiaya, mengalami penderitaan dan mati di kayu salib
- Sang Mesias digambarkan mengalami penderitaan
- Yakob menggambarkan bahwa Mesias akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur (Kej 49:11).
- Daniel 9 memberikan gambaran akan Mesias yang menderita, dimana dia akan disingkirkan, walaupun tidak mempunyai kesalahan apapun (Dan 9: 26).
- Gambaran akan penderitaan Mesias:
- Nabi Yesaya memberikan gambaran yang begitu jelas akan penderitaan Sang Mesias (Yes 42; 49; 50; 53).
- Mesias harus menderita untuk menanggung dosa dunia; oleh bilur-bilur-Nya, kita disembuhkan (Yes 53:5).
- Mesias juga akan ditolak oleh orang-orang (Maz 118:22).
- Yesus ditolak bukan hanya oleh orang-orang, namun terutama adalah para ahli farisi, imam agung. Namun penolakan ini melahirkan Kerajaan Allah, dengan Yesus sendiri sebagai batu penjuru (Mat 21:42).
- Daud berbicara tentang penderitaan Kristus di kayu salib, seperti: tangan dan kakinya akan ditusuk, segala tulangnya terlihat, membagi pakaiannya, menderita kehausan yang sangat (Maz 22). Dan lebih lanjut nabi Yesaya mengatakan bahwa Mesias akan memberikan punggungnya bagi orang-orang yang memukulnya, dan memberikan pipinya bagi yang mencabut janggutnya. Dia dinodai dan diludahi, namun dia tidak menyembunyikan mukanya (Yes 50:6). Lebih lanjut buku Kebijaksanaan Salomo menceritakan tentang penganiayaan dan penolakan Kristus (Keb 2:12-20).
- Drama yang begitu kejam ini terpenuhi dalam diri Kristus yang mengalami penderitaan begitu hebat sesuai dengan yang dinubuatkan nabi Daud dan Yesaya (Mat 27:39-42).
3. Dia akan bangkit
- Daud berbicara tentang kebangkitan Mesias ketika dia berkata bahwa Tuhan tidak akan memberikan Dia kepada dunia orang mati (Maz 49:15).
- Yesus adalah pemenuhan nubuat ini, karena Yesus telah bangkit dari mati dengan begitu banyak saksi yang masih hidup pada waktu Injil dan Surat Rasul Paulus ditulis (Mat 28:7).
- Yesus juga mengatakan bahwa Dia adalah kebangkitan dan hidup dan barangsiapa percaya kepada-Nya, dia akan hidup walaupun dia sudah mati (John 11:25).
4. Dia akan menjadi pemenang
- Namun Sang Mesias telah dinubuatkan akan menjadi pemenang, seperti yang dikatakan oleh Tuhan sendiri, ketika Tuhan berbicara di hadapan Adam, Hawa, dan ular, dan mengatakan ” Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kej 3:15).
- Wanita ini dapat diinterpretasikan sebagai Maria, yang melahirkan Yesus.
- Jadi Yesus, anak dari Maria, adalah pemenuhan dari nubuat ini, yang telah meremukkan kepala setan, namun dengan mengalami keremukan tumit, atau penderitaan yang berat, yang mencapai puncaknya pada penderitaan Kristus di kayu salib.
E. Mesias akan menghapus dosa manusia dengan Perjanjian yang baru, yang akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa dan dicapai melalui Gereja-Nya.
1. Mesias akan menghapuskan dosa dan membawa keadilan yang sejati
- Daniel 9 mengatakan bahwa Mesias akan melenyapkan kefasikan, mengakhiri dosa, menghapuskan kesalahan, mendatangkan keadilan yang kekal (Dan 9:24).
- Nubuat ini terpenuhi dalam diri Yesus, yang kedatanga-Nya memberikan kesempatan kepada manusia untuk bersatu kembali dengan Tuhan.
2. Mesias akan membuat Perjanjian yang Baru.
- Nabi Yeremiah dan Ezekiel mengatakan bahwa Mesias akan memberikan perintah yang baru, Perjanjian yang Baru, dimana tidak ditulis di atas batu, namun ditulis di dalam hati setiap orang (Yer 31:31-33; Ez 36:24-27).
- Dan semua ini dipenuhi oleh pelayanan Gereja dalam memberikan berkat kekudusan dan karunia Roh Kudus melalui Sakramen Permandian dan Sakramen Penguatan.
3. Dia akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa
- Berkat bagi seluruh bangsa telah dijanjikan oleh Tuhan kepada Abraham, Iskak, Yakob (Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15).
- Berkat untuk seluruh bangsa mengalir dari Yesus, melalui Gereja-Nya, sehingga Gereja Katolik menjadi sakramen keselamatan bagi seluruh bangsa.
4. Mesias akan mendirikan Kerajaan Allah
- Daniel menafsirkan mimpi dari raja tentang patung yang terdiri dari empat elemen, dimana akhirnya dihancurkan oleh tangan Ilahi, yang dilambangkan dengan batu yang bukan dari tangan manusia (Dan 2:32-45).
- Empat kerajaan melambangkan: Babilonia, Persia & Media, Aleksandria, Roma.
- Batu melambangkan sesuatu yang lebih besar dari kerajaan Roma dan terbuat dari tangan Ilahi. Batu ini melambangkan Mesias.
- Batu itu kemudian tumbuh menjadi gunung yang besar dan memenuhi bumi, yang melambangkan Gereja Katolik yang menjadi sakramen Keselamatan bagi seluruh bangsa.
- Daniel melihat Anak Manusia, yang diberikan kekuasaan, kemuliaan, dan kekuasaan sebagai raja, dan semua orang dari segala penjuru, bangsa, dan bahasa akan melayani Dia dan kekuasaan ini tidak akan berakhir (Dan 7:13-14; Maz 72:4-17).
- Dan semua dipenuhi dalam diri Yesus, dimana dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah (Mat 8:20, 18:11,12:8, 12:38-42, 13:37,41-42; Lk 9:58, 6:5, 11:29-32, 18:31-34, 20:17-19, 16:27-28, 9:26-27; Mk 2:27-28, 8:11-13, 8:38-9:1, 10:32-34).
- Kedatangan Yesus yang kedua digambarkan seperti Anak Manusia yang datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan (Dan 7:13-14).
5. Gereja Katolik adalah Kerajaan Allah yang didirikan oleh Mesias
- Yesaya menubuatkan bahwa rumah Allah akan didirikan dan dimuliakan, dimana seluruh orang dan bangsa akan datang kepadanya (Yes 2:2-3). Lebih lanjut, Yesaya berkata bahwa Mesias adalah terang bagi bangsa-bangsa, dimana keselamatana akan mencapai seluruh dunia. (Yes 49:5-12).
- Semua ini dipenuhi dalam Gereja Katolik yang didirikan oleh Kristus, dimana segala macam suku dan bahasa datang dan bergabung menjadi anggota Gereja.
[1] Lih. Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:1315; Bil 24:17-19.
[2] Lih. 2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Mzm 89:35-37; Yes 11:1-2.
[3] Lih. Mik 5:2.
[4] Lih. Kej 49:8-11; Bil 24:17-19; 2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Mzm 89:35-37.
[5] Lih. Dan 9:1-27.
[6] Lih. Yes 7:13-14.
[7] Lih. Mik 5:2; Pro 8:22-31.
[8] Lih. Dan 7:13-14; Mzm 2:7-8; 2 Sam 7:14.
[9] Roh Tuhan adalah Allah sendiri yang disebutkan di dalam kitab Kejadian (Kej 1:2).
[10] Lih. Yes 11:2.
[11] Lih. Is 9:6.
[12] Lih. Ams 8:22-31.
[13] Lih. Is 42:3; Zech 9:9.
[14] Lih. Zak 9:9.
[15] Lih. Kej 49:8-10.
[16] Lih. Yes 9:6.
[17] Lih. Ul 18:15-19.
[18] Lih. Kis 3:22-23; Kis 7:37.
[19] Lih. Mat 5:1-12.
[20] Lih. Mzm 110:5; Heb 5:1-10, 6:20.
[21] Lih. Yes 29:18, 35:5-6, 61:1; Mat 11:5; Luk 4:18; Mat 15:30.
[22] Dan 9:26
[23] Lih. Yes 42, 49, 50, 53.
[24] Lih. Yes 42; 49; 50; 53.
[25] Lih. Mzm 22; WYes 2:12-20.
[26] Lih. Mzm 16:11.
[27] Lih. Kej 3:15.
[28] Lih. Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15.
[29] Lih. Dan 7:13-14.
[30] Lih. Yes. 49:5-12, 60:1-13.
[31] Lih Yer 31:31-33; Ez 36:24-27.
5 artikel/gambar terakhir di kategori Apologetik
- Bersyukurlah, ada Api Penyucian! - November 28th, 2008
- Maria, Bunda Allah - September 7th, 2008
- Masih Perlukah Sakramen Pengakuan Dosa (Bagian 2) ? - July 23rd, 2008
- Orang Katolik Tidak Menyembah Patung - July 12th, 2008
- Bunda Maria, tetap Perawan, mungkinkah? - July 8th, 2008
5 artikel/gambar terakhir di kategori Fundamental Teologi
- Trinitas: Satu Tuhan dalam Tiga Pribadi - October 6th, 2008
- Kristus yang kita imani = Yesus menurut sejarah - September 18th, 2008
- Maria, Bunda Allah - September 7th, 2008
- Masih Perlukah Sakramen Pengakuan Dosa (Bagian 1) ? - July 18th, 2008
- Apakah Berdoa itu Percuma (bagian 4 - Selesai) - July 18th, 2008
5 artikel/gambar terakhir di kategori Kristologi
- Kristus yang kita imani = Yesus menurut sejarah - September 18th, 2008
- Inkarnasi adalah Immanuel, Allah yang Beserta Kita - September 17th, 2008
- Kristologi - July 21st, 2008
- Mengapa Orang Kristen Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan? - June 13th, 2008
5 artikel/gambar terakhir di kategori Semua Artikel
- Bersyukurlah, ada Api Penyucian! - November 28th, 2008
- Cara Mempersiapkan Diri Menyambut Ekaristi - October 26th, 2008
- Kami mengasihimu, pastor! - October 23rd, 2008
- Trinitas: Satu Tuhan dalam Tiga Pribadi - October 6th, 2008
- Jamahan Tuhan dalam Sakramen Pengurapan Orang Sakit - September 25th, 2008
Comment by isa on 4 November 2008:
tugas nabi isa turun ke bumi di akhir jaman:
1.membunuh dajal al masih palsu:dg pengikut 70.000 orang yahudi
2.membunuh babi : seperti di vcd porno,pesta sex
3.menegakkan syariat islam : bersama imam mahdi pemimpin umat islam sedunia
4.membebaskan pajak
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Salam damai Isa,
Terima kasih telah berkunjung ke katolisitas.org. Dalam hal kedatangan Kristus, kita mempunyai pandangan yang sangat berbeda. Apakah yang dipercayai oleh umat Katolik pada saat kedatangan yang kedua dari Isa atau Kristus, Putera Allah:
Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan secara singkat tentang kedatangan Yesus yang ke-dua. Yesus adalah Tuhan yang akan menghakimi seluruh umat manusia. Untuk melihat artikel-artikel yang berhubungan dengan Yesus Kristus, sosok yang dipercayai oleh umat Kristen sebagai Tuhan, silakan untuk membacanya disini:
Mari kita saling mendoakan, sehingga pencarian kita akan kebenaran benar-benar membawa kepada Sang Kebenaran itu sendiri. Dan bagi umat Kristen, kebenaran itu adalah Yesus, yang mengatakan "Aku adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup" (Yoh 14:6). Dan dalam pengadilan terakhir, kita akan bersama-sama akan melihat Kristus yang mengadili seluruh umat manusia. Mari kita bersama-sama berusaha dengan segenap hati, pikiran, dan kekuatan kita untuk mengasihi Tuhan dan sesama, sehingga kita dapat mencapai kebahagiaan abadi di surga.
Salam kasih dari: http://www.katolisitas.org
stef
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Dari topik diatas mengenai akhir jaman, bisa saya ringkaskan sbb:
1. Terjadi kekecauan dunia dengan adanya anti “christ”
2. Terjadi pengadilan oleh “jesus”
3. Melihat Tuhan di surga
Ketiga hal tersebut jika kata “christ”, “jesus” di ganti dengan kata “Tuhan” maka keimanan katolik tidak ada perbedaan dengan Islam mengenai hal-hal tersebut.
——————————–
Apakah ada keberatan dari katolik mengganti kata tersebut dengan Tuhan? Bagaimanakan umat katolik yang awam menerima hal tersebut?
Terima kasih
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Shalom J1lan,
Terimakasih atas pertanyaannya. Pertanyaan tentang akhir jaman, lebih lengkapnya dapat dilihat disini (silakan klik), dimana dikatakan:
Dasar bahwa hanya tinggal surga dan neraka sesudah Penghakiman Terakhir, dapat kita lihat melalui pengajaran Yesus sendiri tentang akhir zaman. Yesus berkata bahwa pada akhir zaman itu Ia akan memisahkan seorang dengan yang lain seperti gembala memisahkan domba dari kambing (lihat Mat 25: 31-46). Semua orang yang semasa hidupnya berbuat kasih, terutama kasih kepada mereka yang paling kecil dan menderita, akan masuk kerajaan-Nya yang abadi (surga), sedangkan orang-orang yang semasa hidupnya tidak berbuat kasih akan masuk kepada penghukuman yang kekal (neraka).
Kita tidak dapat memisahkan segala hal di dalam kekristenan dari pribadi Yesus, karena inti dari kekristenan adalah Yesus sendiri. Semua nubuat di dalam Perjanjian Lama memberikan nubuat kepada sosok Yesus (silakan klik artikel ini). Dan Perjanjian Baru merupakan pemenuhan akan Perjanjian Lama, dengan Yesus sebagai Figur Utama. Seluruh penginjilan yang dilakukan oleh para rasul dan para murid adalah mengajarkan pribadi Yesus. Dan seluruh sakramen dari Gereja Katolik adalah menghadirkan kembali misteri Kristus. Dan pada akhir jaman, Yesus sendiri yang akan mengadili seluruh umat manusia, karena Dia telah menebus umat manusia dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib. Dan pada akhirnya semua yang masuk surga akan melihat, mengenal dan mengasihi Tuhan sebagaimana adanya Dia, yaitu dalam kehidupan Trinitas, dengan Yesus sebagai pribadi kedua.
Jadi dari hal ini, kita dapat mengatakan bahwa tanpa Yesus, maka umat Katolik dan Kristen yang lain tidak dapat disebut Kristen lagi. Mari kita bersama-sama mensyukuri akan Tuhan yang menjadi manusia, yaitu Kristus, yang menebus dosa manusia.
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Terima kasih atas jawabannya,
Jadi kesimpulan jawaban saudara, umat katolik memegang “nama” dengan pem-”material”-an Tuhan (anthromorphis) sebagai suatu keimanan, tanpa hal itu maka bukan umat katolik.
Inikah yang dikatakan oleh Jesus putra Maryam (keselamatan atas beliau) bahwa beliau adalah inkarnasi tuhan, dan bagi siapa yang menolak bahwa dia bukan tuhan adalah bukan katolik?
Hhh…akan banyak peng-”aku”-an tuhan seperti fir’aun, yang sangat bertentangan dengan hukum pertama Musa.
Segala puji bagi Tuhan semesta alam
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Shalom J1lan,
Terima kasih atas balasan pesannya. Tentu saja perbedaan adalah hal yang wajar. Oleh karena itu saya ingin memberikan argumentasi sebagai berikut ini:
"Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia."
Di dalam beberapa artikel tersebut, kami mencoba menjelaskan mengapa kami percaya akan Yesus sebagai Tuhan.
Semasa hidup Kristus di dunia, kuasa Allah ditunjukkan di dalamNya dengan Ia melakukan banyak mukjizat-mukjizat, dari meredakan angin ribut, mengusir roh jahat, menyembuhkan orang sakit, sampai membangkitkan orang mati, termasuk juga kebangkitanNya sendiri dari kematian-Nya (Silakan membaca: Kristus yang kita imani= Yesus yang menurut sejarah).
Selanjutnya, kami meyakini bahwa Kristus datang untuk mendirikan Gereja yang dibentukNya sendiri untuk terus bertahan sampai akhir jaman, dan itu berada di dalam Gereja Katolik. Paus pemimpin Gereja ini dapat ditelusuri asalnya sampai kepada Petrus, Rasul Yesus Kristus. Hal ini juga merupakan sesuatu mukjizat tersendiri, sebab jika Gereja hanya ‘organisasi’ manusia, maka sudah sejak lama ia bubar/ tak bertahan. Untuk lengkapnya, silakan membaca: mengapa kita memilih Gereja Katolik.
Semoga uraian tersebut dapat memperjelas jawaban saya sebelumnya. Minimal J1lan dapat melihat ada alasan yang kuat bagi umat Katolik untuk mempercayai bahwa Yesus adalah Tuhan, Tuhan yang Immanuel - yang beserta dengan manusia.
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
[Dari admin: tanpa merubah isi, tanggal penulisan saya ubah, sehingga masih dapat terlihat di kolom kanan - "pesan atau komentar terbaru"]
1. Terima kasih atas penjelasannya, terminologi yang paling tepat untuk kasus Jesus purtra Maryam (keselamatan atas beliau) adalah [b]inkarnasi[/b] dalam keimanan katolik. Mari lanjutkan ke point 2.
2. Keimanan akan [b]inkarnasi[/b], secara manusiawi dapat dikatakan kebutuhan mahluk untuk lebih mengenal Penciptanya (atau sebaliknya), sehingga menjelmakan Pencipta kedalam bentuk mahluk, dengan Sifat-sifat sebagaimana mahluk yang bukan hanya dalam ungkapan saja(”anthropomorphism”) sehingga menjadi nyata misalnya berjalan, makan, minum dan seterusnya.
3. Jika, misalnya ada seseorang yang mempunyai keimanan bahwa dahlu kala tuhan turun kebumi menjelma menjadi seseorang dengan segala macam “keajaiban” nya, dan tuhan yang menjadi mahluk tersebut bernama Yeshua ben shirach, apakah orang ini termasuk “katolik” ? tolong penjelasannya.
4. Jesus putra maryam tidak pernah meng-aku-kan sebagai tuhan (saya telah baca artikel mengenai ini dibawah dengan contoh bill gates). Tapi di tuhankan karena berdasarkan
a. Nubuat
hal ini bisa ditafsirkan dari berbagai sisi, sudah banyak tulisan yang saling membantah mengenai nubuat “mesiash”, jadi bukan nubuat ketuhanan.
b. Keajaiban
saya tidak banyak berkomentar mengenai “keajaiban” dengan kondisi dan tolak ukur yang berlaku pada saat itu. Bagaimana mungkin menimbang satu keajaiban lebih besar dari keajaiban lainnya. Apalagi dengan parameter masa kini. Tentunya umum dapat memikirkan dengan mudah.
c. saya tidak mengerti maksudnya, apakah paus yang sekarang, dan sebelum-sebelumnya masih keluarga / keturunan petrus? Ehmm… banyak diantara kita yang berlangganan koran dan punya TV saya kira…
Segala puji bagi Tuhan semesta alam
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Salam damai J1lan,
Terima kasih atas balasannya.
Memang terminology yang digunakan oleh umat Kristen tentang Yesus, Tuhan yang menjadi manusia adalah "Inkarnasi".
I. Inkarnasi:
Jadi untuk mengungkapkan akan keberadaan Sang Pencipta, manusia tidak perlu untuk membuat-Nya menjadi berjalan, makan dan minum. Namun manusia dapat membuat suatu persembahan kepada Sang Pencipta, seperti yang ditunjukkan oleh hampir semua agama didunia, baik "natural religion" maupun "revealed religion". Dan persembahan ini adalah sebagai suatu cara untuk menebus dosa manusia. Persembahan yang bersifat exterior adalah merupakan sesuatu dari dalam hati manusia atau "interior".
Dan dalam konteks Inkarnasi, Yesus menyediakan diri sebagai kurban yang paling sempurna, karena kurban ini dilakukan oleh Tuhan yang menjadi manusia (mempunyai dignity yang sempurna) dan dilakukan atas dasar kasih yang sempurna. Hal inilah yang menjadikan persembahan Kristus di kayu salib menjadi sempurna dan tak bercacat.
Kalau ingin berdiskusi tentang hal ini lebih lanjut, silakan membaca terlebih dahulu tentang artikel-artikel Kristologi.
Dan kalau J1lan ingin mengatakan bahwa Inkarnasi hanyalah merupakan suatu khayalan belaka dari kebutuhan manusia, maka kita sungguh mempunyai perbedaan pendapat. Jadi, menurut saya, untuk tahap awal, silakan J1lan membuktikan dahulu bahwa Inkarnasi adalah tidak mungkin.
Kalau mau melihat dokumen resmi dari Gereja Katolik silakan membaca Lumen Gentium, yang dapat dilihat disini (silakan klik).
"mereka, yang mempunyai Roh Kristus, menerima baik seluruh tata-susunan Gereja serta semua upaya keselamatan yang diadakan didalamnya, dan dalam himpunannya yang kelihatan digabunggkan dengan Kristus yang membimbingnya melalui Imam Agung dan para uskup, dengan ikatan-ikatan ini, yakni: pengakuan iman, sakramen-sakramen dan kepemimpinan gerejani serta persekutuan." (LG, 14).
II. Tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.
Mari kita melihat sekarang, bahwa pada akhrinya J1lan ingin membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Dan disinilah memang kita berbeda pendapat dalam melihat sosok Yesus. Bagi umat Kristen, Yesus adalah Tuhan, sedangkan bagi agama yang dipercayai oleh J1lan, Yesus dilihat hanya sebagai nabi, walaupun mungkin J1lan juga percaya bahwa yang menghakimi pada pengadilan terakhir adalah Yesus.
"Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia."
Di dalam beberapa artikel tersebut, kami mencoba menjelaskan mengapa kami percaya akan Yesus sebagai Tuhan.
III. Yesus Tuhan ataukah Yesus dibuat manusia menjadi Tuhan?
Mari kita sekarang melihat argumentasi dari J1lan yang mencoba membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, namun dibuat oleh manusia sebagai Tuhan. Dalam empat artikel tentang Kristologi yang saya sebutkan di atas, saya merasa bahwa telah begitu banyak bukti-bukti yang kami coba paparkan bahwa Yesus menyatakan diri sebagai Tuhan. Mari kita sekarang melihat tentang tiga hal pembuktian bahwa Yesus adalah Tuhan dengan "motive of credibility", yang terdiri dari nubuat, mukjijat, dan Gereja Katolik, dan kalau mau ditambahkan adalah ajaran Yesus yang terbukti melebihi pemikiran manusia.
I. NUBUAT:
Demikian juga dengan Yesus, kita tidak dapat berfikir terbalik bahwa Yesus di-Tuhankan karena nubuat, mukjijat, dan Gereja Katolik. Namun, karena Yesus adalah Tuhan, maka Dia dinubuatkan, melakukan mukjijat yang tak mungkin dilakukan oleh manusia biasa, dan menjadi Kepala dari Gereja Katolik, yang satu, Kudus, katolik, dan apostolik.
Dan keberadaan Yesus juga diterangkan dalam sejarah, yang ditulis oleh Josephus, sejarahwan Yahudi, dimana dalam bukunya "Jewish Antiquity, book XVIII - ch.iii" dia mengatakan: (sumber: newadvent - silakan klik).
"About this time lived Jesus, a man full of wisdom, if indeed one may call Him a man. For He was the doer of incredible things, and the teacher of such as gladly received the truth. He thus attracted to Himself many Jews and many of the Gentiles. He was the Christ. On the accusation of the leading men of our people, Pilate condemned Him to death upon the cross; nevertheless those who had previously loved Him still remained faithful to Him. For on the third day He again appeared to them living, just as, in addition to a thousand other marvellous things, prophets sent by God had foretold. And to the present day the race of those who call themselves Christians after Him has not ceased. ".
II. KEAJAIBAN:
III. GEREJA KATOLIK
Saya tidak tahu maksudnya dengan komentar J1lan yang ini "Paus yang sekarang, dan sebelum-sebelumnya masih keluarga / keturunan petrus? Ehmm… banyak diantara kita yang berlangganan koran dan punya TV saya kira…" Silakan memberikan komentar secara langsung dan mudah dimengerti. Apakah hubungannya hal ini dengan koran dan TV?
Berikut ini adalah keterangan yang dapat saya sampaikan mengenai hal ini:
Saya telah mencoba memaparkan dari apa yang saya percayai sebagai seorang Katolik. Semoga jawaban saya minimal dapat memberikan alasan-alasan bahwa mempercayai Yesus sebagai Tuhan bukanlah suatu hal yang tidak masuk diakal, namun menjadi mungkin karena Tuhan sendiri yang turun ke dunia dengan begitu banyak bukti-bukti yang mendukung. Semoga keterangan ini dapat menjawab pertanyaan J1lan.
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Comment by Julius Santoso on 29 September 2008:
Sdr, Stefanus Tay yang kami banggakan.
Saya mohon penjelasannya khususnya Matius 10:34 karena ayat ini dipakai perbandingan oleh banyak orang untuk melegalkan perbuatannya karena Yesus sendiri memberi contoh. Dan ayat ini sebagai bahan cemooh di banyak tulisan kepada orang Kristen.
* Matius 10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”
10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
Terima kasih atas penjelasannya.
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Shalom Julius,
Terima kasih atas pertanyaannya. Mat 10:34 mengatakan "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang." Bagaimana kita mengartikan ayat ini? Apakah dengan ini Yesus mengajarkan kekerasan? Mari kita menganalisanya bersama-sama:
Semoga uraian di atas dapat menjawab pertanyaan Julius. Mari kita sama-sama berbangga akan Kristus dan juga Gereja-Nya, dan terlebih lagi, mari kita sama-sama mengasihi Kristus dan Gereja-Nya.
Salam kasih dari: http://www.katolisitas.org
stef
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Comment by Bong Felix.H on 24 September 2008:
[Tanpa mengurangi esensi dari pertanyaan Bong Felix, Admin telah mengedit komentar ini, karena ada 9 tulisan yang panjang sekali dalam pesan ini. Semoga bisa dimengerti]
Terima kasih Kepada para moderator Katolisitas.org yang cukup membantu kita sebagai umat/bagian dari gereja,untuk mendapat informasi yang tepat guna dalam pengembangan iman secara Katolik. Terus terang saya agak sedikit gusar dengan perkembangan dewasa ini yang begitu bebas menyatakan pendapatnya tentang hal-hal yang bekenaan dengan agama dan keyakinan, dan baru-baru ini saya sempat masuk ke webside nya komunitas muslim, mereka begitu antusias mempelajari Injilnya Kristen dan tentunya hal ini membuat kita senang , namun diluar dugaan juga bermunculan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan Komunitas Kristiani, dan disini saya mau bertanya: apa yang harus kita lakukan apabila mendapatkan pertanyaan-pertanyan berikut ini
Yesus tidak pernah berkata bahwa Dia beragama Kristen. Kristen mulai dipakai di Antiokia (Kis 11:23-26). Jadi yang membuat nama Kristen adalah adalah Barnabas dan Paulus. Kristen hanya disebut 6x (Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2 Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16).
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Shalom Bong Felix,
Terima kasih atas semua pertanyaannya. Kita tidak boleh gusar, karena memang Islam tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Kami minta maaf, bahwa jawaban yang akan kami berikan mungkin tidak dapat terlalu panjang mengingat waktu yang terbatas. Namun secara perlahan-lahan kita akan menjawabnya dalam bentuk artikel-artikel yang lebih lengkap di masa datang. Jadi mohon kesabarannya. Artikel-artikel yang berhubungan dengan jawaban ini dapat dilihat di: Yesus Tuhan, Gereja Katolik, Inkarnasi, nubuat, Yesus menurut sejarah.
Mari kita sekarang melihat pertanyaan-pertanyaan tersebut. Yang menjadi permasalah di sini adalah pertanyaan-pertanyaan di atas (1-6) mencoba memaksakan suatu bukti dengan cara yang kriteria yang dibuat sendiri, tanpa melihat bukti-bukti lain yang mendukung suatu pernyataan. Ini dapat digambarkan seperti seseorang berkata:
Mari sekarang kita melihat pertanyaan-pertanyaan tersebut:
I. Tentang pengakuan Yesus bahwa Dia beragama Kristen.
II. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13-29 tahun?
III. Yesus tidak pernah mengatakan "Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja.
IV. Yesus tidak pernah mengatakan ""Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya"
V. Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?
VI. Dimanakah Alkitab mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia?
VII. Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin "pasti masuk surga"?
<