<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: 3 pertanyaan kekristenan</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2008/09/18/3-pertanyaan-kekristenan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2008/09/18/3-pertanyaan-kekristenan/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 03:06:08 +0700</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: Azwardini Ridhawati</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/18/3-pertanyaan-kekristenan/comment-page-1/#comment-344</link> <dc:creator>Azwardini Ridhawati</dc:creator> <pubDate>Wed, 17 Sep 2008 09:11:34 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=1995#comment-344</guid> <description>&lt;p&gt;[&lt;em&gt;Tanpa maksud buruk, komentar ini telah diedit oleh admin, berhubung Sdri. Azwardini tidak memberikan komentar namun memberikan tiga karangan yang panjang sekali. Saya juga memindahkan pesan ini dari buku tamu ke artikel &quot;&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/09/17/inkarnasi-tuhan-yang-beserta-kita/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Inkarnasi, Tuhan yang Beserta Kita&lt;/a&gt;&quot;&lt;/em&gt;].&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Secara singkat, isi dari karangan tersebut adalah:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;I. Pencarian akan Tuhan:&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1) Kita harus menyadari, mengapa kita perlu mencari Tuhan ?&#160; Dijelaskan bahwa kita mencari Tuhan untuk bisa memahami dan menyadari untuk apa kita diciptakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2) Bagaimana cara yang dibenarkan untuk mencari Tuhan?&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;a) Melalui buku-buku, diskusi dengan pakar, logic, bukti sejarah, proses terjadinya ajaran atau kitab atau kronologis kejadiaannya. Membaca semua Kitab Suci dari semua agama.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;b) Berdoa untuk mendapat petunjuk Tuhan&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;3) Filosofi atau Hukum Alam&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;a) Sesuatu harus ada yang menciptakan. Dan Pencipta tidak dapat menjadi yang diciptakan. Argumen ini saya kelompokkan menjadi bagian II.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;II. Menurut Sdri. Azwardini: Tuhan tidak mungkin menjadi manusia&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1) Tuhan tidak mungkin menjadi manusia atau Pencipta tidak dapat menjadi yang diciptakan, karena ini berarti bertentangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2) Tuhan tidak mungkin berwujud manusia, artinya tidak berjenis kelamin, tidak menempati ruang dan waktu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;3) Tidak mungkin dosa dihapuskan oleh Penebus Dosa (Yesus).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;4) Jangan mengandalkan kemampuan nalar atau otak kita untuk menemukan Tuhan. Dan kesimpulannya, menurut Sdri Azwardini, Al Quran adalah jalan yang terbaik untuk menemukan Tuhan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;5) Jangan memaksakan Tuhan untuk menampakkan wujud-Nya dalam rupa manusia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;6) Jadi Tuhan yang sesungguhnya seperti apa?&#160; setelah melihat tanda-tanda Tuhan dan tahu bagaimana mencari Tuhan secara benar, akhirnya Sdri. Azwardini menemukan bahwa Al-Quran mencakup semua itu: Tuhan adalah untuk semua orang, isinya berbeda dengan Kitab Suci lain, dll.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;III. Kemudian Sdri. Azwardini memberikan suatu artikel yang panjang tentang bukti-bukti bahwa &lt;u&gt;&lt;strong&gt;Yesus yang ada di Alkitab sekarang ini hanyalah merupakan karangan para rasul belaka, terutama Rasul Paulus&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;. Dan artikel terakhir yang diberikan menyatakan bahwa  Yesus ternyata bukan Tuhan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kira-kira itulah yang dapat disimpulkan dari komentar Sdri. Azwardini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;[dari katolisitas: telah dijawab di atas - &lt;/em&gt;&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/09/18/3-pertanyaan-kekristenan/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;em&gt;silakan klik&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;]&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>[<em>Tanpa maksud buruk, komentar ini telah diedit oleh admin, berhubung Sdri. Azwardini tidak memberikan komentar namun memberikan tiga karangan yang panjang sekali. Saya juga memindahkan pesan ini dari buku tamu ke artikel &quot;<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/09/17/inkarnasi-tuhan-yang-beserta-kita/" rel="nofollow">Inkarnasi, Tuhan yang Beserta Kita</a>&quot;</em>].</p><p>Secara singkat, isi dari karangan tersebut adalah:</p><p><u><strong>I. Pencarian akan Tuhan:</strong></u></p><p>1) Kita harus menyadari, mengapa kita perlu mencari Tuhan ?&nbsp; Dijelaskan bahwa kita mencari Tuhan untuk bisa memahami dan menyadari untuk apa kita diciptakan.</p><p>2) Bagaimana cara yang dibenarkan untuk mencari Tuhan?</p><p
style="margin-left: 40px;">a) Melalui buku-buku, diskusi dengan pakar, logic, bukti sejarah, proses terjadinya ajaran atau kitab atau kronologis kejadiaannya. Membaca semua Kitab Suci dari semua agama.</p><p
style="margin-left: 40px;">b) Berdoa untuk mendapat petunjuk Tuhan</p><p>3) Filosofi atau Hukum Alam</p><p
style="margin-left: 40px;">a) Sesuatu harus ada yang menciptakan. Dan Pencipta tidak dapat menjadi yang diciptakan. Argumen ini saya kelompokkan menjadi bagian II.</p><p><u><strong>II. Menurut Sdri. Azwardini: Tuhan tidak mungkin menjadi manusia</strong></u></p><p>1) Tuhan tidak mungkin menjadi manusia atau Pencipta tidak dapat menjadi yang diciptakan, karena ini berarti bertentangan.</p><p>2) Tuhan tidak mungkin berwujud manusia, artinya tidak berjenis kelamin, tidak menempati ruang dan waktu.</p><p>3) Tidak mungkin dosa dihapuskan oleh Penebus Dosa (Yesus).</p><p>4) Jangan mengandalkan kemampuan nalar atau otak kita untuk menemukan Tuhan. Dan kesimpulannya, menurut Sdri Azwardini, Al Quran adalah jalan yang terbaik untuk menemukan Tuhan.</p><p>5) Jangan memaksakan Tuhan untuk menampakkan wujud-Nya dalam rupa manusia.</p><p>6) Jadi Tuhan yang sesungguhnya seperti apa?&nbsp; setelah melihat tanda-tanda Tuhan dan tahu bagaimana mencari Tuhan secara benar, akhirnya Sdri. Azwardini menemukan bahwa Al-Quran mencakup semua itu: Tuhan adalah untuk semua orang, isinya berbeda dengan Kitab Suci lain, dll.</p><p>III. Kemudian Sdri. Azwardini memberikan suatu artikel yang panjang tentang bukti-bukti bahwa <u><strong>Yesus yang ada di Alkitab sekarang ini hanyalah merupakan karangan para rasul belaka, terutama Rasul Paulus</strong></u>. Dan artikel terakhir yang diberikan menyatakan bahwa  Yesus ternyata bukan Tuhan.</p><p>Kira-kira itulah yang dapat disimpulkan dari komentar Sdri. Azwardini.</p><p><em>[dari katolisitas: telah dijawab di atas - </em><a
href="http://katolisitas.org/2008/09/18/3-pertanyaan-kekristenan/" rel="nofollow"><em>silakan klik</em></a><em>]</em></p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 26/48 queries in 0.032 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-09-08 10:53:41 -->