<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Maria, Bunda Allah</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 11:26:12 +0000</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: darmadi</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-13859</link> <dc:creator>darmadi</dc:creator> <pubDate>Sun, 11 Apr 2010 23:30:21 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-13859</guid> <description>terimakasih Bunda Maria , dgn bantuanmu juga kami turut berharap dan memuliakan Tuhan Yesus.semoga Bunda Maria bahagia selalu bersama Tuhan Yesus.amin</description> <content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih Bunda Maria , dgn bantuanmu juga kami turut berharap dan memuliakan Tuhan Yesus.semoga Bunda Maria bahagia selalu bersama Tuhan Yesus.amin</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-12536</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Wed, 17 Mar 2010 21:00:19 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-12536</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Chris,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaanya  tentang ular di bawah kaki Bunda Maria dan tentang kabar sukacita. Tentang pertanyaan pertama, anda dapat melihatnya di sini (&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2009/12/03/ekumene-gereja-katolik-menurut-salah-satu-gereja-protestan/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;) point 7.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tentang pesta kabar sukacita (&lt;em&gt;annunciation&lt;/em&gt;), Gereja Katolik memperingatinya setiap tanggal 25 Maret, sedangkan perayaan Paskah jatuh pada tanggal 22 Maret sampai 25 April. Oleh karena itu, kalau hari Paskah jatuh pada tanggal setelah 25 Maret, maka Pesta Kabar Gembira akan dirayakan pada masa prapaskah. Kalau tanggal 25 Maret jatuh pada masa prapaskah, maka pada hari pesta tersebut, umat Katolik tidak berpuasa, meskipun pada masa prapaskah. Pesta ini dimulai sekitar abad ke-6, yaitu dinyatakan dalam kotbah Abraham dari Efesus dalam &quot;&lt;em&gt;on the feast of the Annunciation (&lt;em&gt;Euangelismos&lt;/em&gt;)&lt;/em&gt;&quot;. Dan hal ini dikuatkan oleh dokumen pada abad ke-7, yaitu &quot;&lt;em&gt;Gelasian Sacramentary&lt;/em&gt;&quot;, dan ditegaskan kembali pada sinode Toledo (656 AD) dan sinode Trullan (692AD) - yang membuat pesta ini dirayakan di seluruh Gereja Katolik di manapun. Sampai sekitar abad ke-2, diperhitungkan bahwa Yesus meninggal pada tanggal 25 Maret 29 AD. Dan menurut perhitungan tradisi Yahudi, seorang nabi meninggal pada hari yang sama dengan hari kelahirannya atau &lt;em&gt;conception&lt;/em&gt;. Dengan demikian, kalau Yesus meninggal pada tanggal 25 Maret, maka pesta kabar gembira (&lt;em&gt;annunciation&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;conception&lt;/em&gt;) terjadi pada tanggal 25 Maret. Hal ini ditegaskan juga dalam tulisan St. Agustinus. Kalau kita melihat memang 25 Maret ini adalah 9 bulan sebelum kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Namun, tidak terlalu jelas apakah &lt;em&gt;annunciation &lt;/em&gt;mempengaruhi tanggal natal atau sebaliknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demikian jawaban yang dapat saya berikan. Semoga dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Chris,</p><p>Terima kasih atas pertanyaanya  tentang ular di bawah kaki Bunda Maria dan tentang kabar sukacita. Tentang pertanyaan pertama, anda dapat melihatnya di sini (<a
href="http://katolisitas.org/2009/12/03/ekumene-gereja-katolik-menurut-salah-satu-gereja-protestan/" rel="nofollow">silakan klik</a>) point 7.</p><p>Tentang pesta kabar sukacita (<em>annunciation</em>), Gereja Katolik memperingatinya setiap tanggal 25 Maret, sedangkan perayaan Paskah jatuh pada tanggal 22 Maret sampai 25 April. Oleh karena itu, kalau hari Paskah jatuh pada tanggal setelah 25 Maret, maka Pesta Kabar Gembira akan dirayakan pada masa prapaskah. Kalau tanggal 25 Maret jatuh pada masa prapaskah, maka pada hari pesta tersebut, umat Katolik tidak berpuasa, meskipun pada masa prapaskah. Pesta ini dimulai sekitar abad ke-6, yaitu dinyatakan dalam kotbah Abraham dari Efesus dalam &#8220;<em>on the feast of the Annunciation (</em><em>Euangelismos</em>)&#8220;. Dan hal ini dikuatkan oleh dokumen pada abad ke-7, yaitu &#8220;<em>Gelasian Sacramentary</em>&#8220;, dan ditegaskan kembali pada sinode Toledo (656 AD) dan sinode Trullan (692AD) &#8211; yang membuat pesta ini dirayakan di seluruh Gereja Katolik di manapun. Sampai sekitar abad ke-2, diperhitungkan bahwa Yesus meninggal pada tanggal 25 Maret 29 AD. Dan menurut perhitungan tradisi Yahudi, seorang nabi meninggal pada hari yang sama dengan hari kelahirannya atau <em>conception</em>. Dengan demikian, kalau Yesus meninggal pada tanggal 25 Maret, maka pesta kabar gembira (<em>annunciation</em> atau <em>conception</em>) terjadi pada tanggal 25 Maret. Hal ini ditegaskan juga dalam tulisan St. Agustinus. Kalau kita melihat memang 25 Maret ini adalah 9 bulan sebelum kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Namun, tidak terlalu jelas apakah <em>annunciation </em>mempengaruhi tanggal natal atau sebaliknya.</p><p>Demikian jawaban yang dapat saya berikan. Semoga dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: chris</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-12463</link> <dc:creator>chris</dc:creator> <pubDate>Mon, 15 Mar 2010 13:01:15 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-12463</guid> <description>Yth Pak Stef, Bu Ingrid, Rm Wantaapa arti ular yang berada di bawah kaki Bunda Maria? Sering saya temui. Apa arti ular yang diinjak Bunda Maria? Perlawanan dengan iblis?Kemudian saya ingin tanya tentang Hari Raya Kabar Sukacita&lt;i&gt; (saya bingung dimana kalau mau membuka topik baru).&lt;/i&gt;Sejak kapan Hari Raya Kabar Sukacita dirayakan oleh Gereja Katolik? Tanggal penetapannya apakah selalu 9 bulan sebelum hari raya Natal? Kalau saya perhatikan Hari Raya ini diperingati di tengah masa Prapaskah.Terima kasih
Tuhan memberkati.
chris</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Yth Pak Stef, Bu Ingrid, Rm Wanta</p><p>apa arti ular yang berada di bawah kaki Bunda Maria? Sering saya temui. Apa arti ular yang diinjak Bunda Maria? Perlawanan dengan iblis?</p><p>Kemudian saya ingin tanya tentang Hari Raya Kabar Sukacita<i> (saya bingung dimana kalau mau membuka topik baru).</i></p><p>Sejak kapan Hari Raya Kabar Sukacita dirayakan oleh Gereja Katolik? Tanggal penetapannya apakah selalu 9 bulan sebelum hari raya Natal? Kalau saya perhatikan Hari Raya ini diperingati di tengah masa Prapaskah.</p><p>Terima kasih<br
/> Tuhan memberkati.<br
/> chris</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-11836</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Mon, 22 Feb 2010 20:54:27 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-11836</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Machmud,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1. Bunda Maria dan para saudara Yesus mencari-Nya pada saat Ia mengajar, dan inilah jawaban Yesus, &lt;span id=&quot;r&quot;&gt;“Ibu-Ku dan saudara- saudaraKu ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;r&quot;&gt;” (Luk 8:19, lih. Mat 12:49-50, Mrk 3: 31-35)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span id=&quot;r&quot;&gt; &lt;/span&gt;Di sini Yesus juga tidak bermaksud menghina ataupun menyangkal ibu-Nya ataupun saudara-saudara-Nya. [Di sini saudara- saudaranya adalah saudara sepupu dan bukan saudara/i kandung Yesus].  Sebaliknya Yesus mengajarkan bahwa barangsiapa yang melakukan kehendak Bapa-Nya adalah anggota keluarga-Nya dalam kerajaan Allah. Maka yang Yesus ajarkan adalah keutamaan agar seseorang melakukan kehendak Allah. Dengan demikian ungkapan ini bahkan dapat bermaksud sebagai pujian kepada Bunda Maria, sebab Yesus mengakui bahwa Bunda Maria pertama-tama adalah seseorang yang melakukan kehendak Allah Bapa. Ketaatan Maria kepada kehendak Bapa inilah yang menyatukannya dengan Kristus melebihi dari hubungan darah. Maka ayat di atas tidak untuk diartikan bahwa Yesus menyangkal ibu-Nya, melainkan untuk mengatakan bahwa Maria layak untuk dihormati bukan saja karena ia telah melahirkan Yesus tetapi karena ia pertama-tama menaati kehendak Allah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jadi, &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;tidak benar&lt;/span&gt; jika dikatakan bahwa Yesus tidak pernah mengakui Bunda Maria sebagai ibuNya,        atau tidak pernah menganggap Maria sebagai ibu-Nya. Kitab Suci mengajarkan kepada kita bahwa Bunda Maria adalah ibu Tuhan Yesus (lihat Luk 1:43, Mat 1:23, Luk 1:35, Gal 4:4), sebab ia telah dipilih Allah untuk melahirkan Yesus Sang Allah Putera, ke dunia. Silakan jika anda belum membaca, untuk membaca artikel tentang Maria Bunda Allah, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;, dan di tanya jawab ini, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2009/06/05/apakah-ajaran-maria-sebagai-bunda-allah-dan-bunda-gereja-ada-dalam-alkitab/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;. Jika Tuhan Yesus mengajarkan agar kita menghormati bapa dan ibu kita, pasti Ia terlebih dahulu melaksanakannya sendiri perintah ini, dengan menghormati Bunda Maria dan St. Yusuf, sebagai orang tua-Nya di dunia ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2. Kenyataan bahwa Yesus  sebelum wafat-Nya menyerahkan Bunda Maria kepada Yohanes, Rasul yang dikasihinya [yang mewakili kita semua murid-murid yang dikasihi-Nya](lih Yoh 19: 26-27) semakin menunjukkan betapa besar kasih-Nya, baik kepada kita semua maupun kepada ibu-Nya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada waktu sebelum wafat-Nya, Yesus memasrahkan Bunda Maria kepada Rasul yang dikasihi-Nya, karena memang Yesus tidak mempunyai saudara kandung yang lain, dan St. Yusuf bapa angkat-Nya telah lama wafat. Maka walaupun dalam kesengsaraan yang sangat, di sakrat maut-Nya, Ia tetap memikirkan ibu-Nya, yaitu Maria, agar ia tidak hidup seorang diri setelah Ia wafat. Kita ketahui bahwa setelah itu, Rasul Yohanes menerima Maria di dalam rumahnya (Yoh 19:27). Adalah suatu pertanyaan juga buat kita yang mengaku sebagai &#039;murid- murid-Nya&#039;, karena, kepada &#039;murid- murid-Nya&#039; (ay. 27), Yesus memberikan Bunda Maria: Maukah kita menerima Maria sebagai ibu kita? Tuhan Yesus yang mengasihi kita, telah memberikan segala sesuatunya kepada kita, baik kasih-Nya, jiwa- dan raga-Nya, maupun juga ibu-Nya sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tanya jawab mengenai Maria sebagai Bunda Allah sudah banyak sekali tercantum dalam Tanya Jawab (TJ) perihal Bunda Maria di situs ini. Silakan anda membacanya, untuk menambah wawasan anda tentang ajaran Gereja Katolik mengenai hal ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan, &lt;br /&gt;Ingrid Listiati- www.katolisitas.org&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Machmud,</p><p>1. Bunda Maria dan para saudara Yesus mencari-Nya pada saat Ia mengajar, dan inilah jawaban Yesus, <span
id="r">“Ibu-Ku dan saudara- saudaraKu ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.</span><span
id="r">” (Luk 8:19, lih. Mat 12:49-50, Mrk 3: 31-35)</span></p><p><span
id="r"> </span>Di sini Yesus juga tidak bermaksud menghina ataupun menyangkal ibu-Nya ataupun saudara-saudara-Nya. [Di sini saudara- saudaranya adalah saudara sepupu dan bukan saudara/i kandung Yesus].  Sebaliknya Yesus mengajarkan bahwa barangsiapa yang melakukan kehendak Bapa-Nya adalah anggota keluarga-Nya dalam kerajaan Allah. Maka yang Yesus ajarkan adalah keutamaan agar seseorang melakukan kehendak Allah. Dengan demikian ungkapan ini bahkan dapat bermaksud sebagai pujian kepada Bunda Maria, sebab Yesus mengakui bahwa Bunda Maria pertama-tama adalah seseorang yang melakukan kehendak Allah Bapa. Ketaatan Maria kepada kehendak Bapa inilah yang menyatukannya dengan Kristus melebihi dari hubungan darah. Maka ayat di atas tidak untuk diartikan bahwa Yesus menyangkal ibu-Nya, melainkan untuk mengatakan bahwa Maria layak untuk dihormati bukan saja karena ia telah melahirkan Yesus tetapi karena ia pertama-tama menaati kehendak Allah.</p><p>Jadi, <span
style="text-decoration: underline;">tidak benar</span> jika dikatakan bahwa Yesus tidak pernah mengakui Bunda Maria sebagai ibuNya,        atau tidak pernah menganggap Maria sebagai ibu-Nya. Kitab Suci mengajarkan kepada kita bahwa Bunda Maria adalah ibu Tuhan Yesus (lihat Luk 1:43, Mat 1:23, Luk 1:35, Gal 4:4), sebab ia telah dipilih Allah untuk melahirkan Yesus Sang Allah Putera, ke dunia. Silakan jika anda belum membaca, untuk membaca artikel tentang Maria Bunda Allah, <a
href="http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/" rel="nofollow">silakan klik</a>, dan di tanya jawab ini, <a
href="http://katolisitas.org/2009/06/05/apakah-ajaran-maria-sebagai-bunda-allah-dan-bunda-gereja-ada-dalam-alkitab/" rel="nofollow">silakan klik</a>. Jika Tuhan Yesus mengajarkan agar kita menghormati bapa dan ibu kita, pasti Ia terlebih dahulu melaksanakannya sendiri perintah ini, dengan menghormati Bunda Maria dan St. Yusuf, sebagai orang tua-Nya di dunia ini.</p><p>2. Kenyataan bahwa Yesus  sebelum wafat-Nya menyerahkan Bunda Maria kepada Yohanes, Rasul yang dikasihinya [yang mewakili kita semua murid-murid yang dikasihi-Nya](lih Yoh 19: 26-27) semakin menunjukkan betapa besar kasih-Nya, baik kepada kita semua maupun kepada ibu-Nya.</p><p>Pada waktu sebelum wafat-Nya, Yesus memasrahkan Bunda Maria kepada Rasul yang dikasihi-Nya, karena memang Yesus tidak mempunyai saudara kandung yang lain, dan St. Yusuf bapa angkat-Nya telah lama wafat. Maka walaupun dalam kesengsaraan yang sangat, di sakrat maut-Nya, Ia tetap memikirkan ibu-Nya, yaitu Maria, agar ia tidak hidup seorang diri setelah Ia wafat. Kita ketahui bahwa setelah itu, Rasul Yohanes menerima Maria di dalam rumahnya (Yoh 19:27). Adalah suatu pertanyaan juga buat kita yang mengaku sebagai &#8216;murid- murid-Nya&#8217;, karena, kepada &#8216;murid- murid-Nya&#8217; (ay. 27), Yesus memberikan Bunda Maria: Maukah kita menerima Maria sebagai ibu kita? Tuhan Yesus yang mengasihi kita, telah memberikan segala sesuatunya kepada kita, baik kasih-Nya, jiwa- dan raga-Nya, maupun juga ibu-Nya sendiri.</p><p>Tanya jawab mengenai Maria sebagai Bunda Allah sudah banyak sekali tercantum dalam Tanya Jawab (TJ) perihal Bunda Maria di situs ini. Silakan anda membacanya, untuk menambah wawasan anda tentang ajaran Gereja Katolik mengenai hal ini.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan, <br
/>Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Machmud</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-11628</link> <dc:creator>Machmud</dc:creator> <pubDate>Wed, 17 Feb 2010 01:49:55 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-11628</guid> <description>Salam damai sejahteraDear StefCuma ingin tahu saja :Mengapa jawaban yang diberikan Yesus pada orang yang berkata kepada-Nya tentang ibu dan saudara2-Nya dalam (Mat 12 : 47) koq tidak sesuai dengan kenyataan.
Bahkan Yesus mengatakan bahwa ibunya adalah seperti yang ditulis dalam  (Mat 12 : 48 - 49 - 50)Sedangkan di Yoh 19 : 26 - 27 , malah menyuruh Maria untuk menerima Yohanes sebagai anaknya dan Yohanes menerima Maria sebagai ibunya .Dari ayat2 tersebut diatas, tidak ada pernyataan dari Yesus bahwa Maria adalah ibu-Nya, mengapa ?Salam
Mac : 17.February.2010</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Salam damai sejahtera</p><p>Dear Stef</p><p>Cuma ingin tahu saja :</p><p>Mengapa jawaban yang diberikan Yesus pada orang yang berkata kepada-Nya tentang ibu dan saudara2-Nya dalam (Mat 12 : 47) koq tidak sesuai dengan kenyataan.<br
/> Bahkan Yesus mengatakan bahwa ibunya adalah seperti yang ditulis dalam  (Mat 12 : 48 &#8211; 49 &#8211; 50)</p><p>Sedangkan di Yoh 19 : 26 &#8211; 27 , malah menyuruh Maria untuk menerima Yohanes sebagai anaknya dan Yohanes menerima Maria sebagai ibunya .</p><p>Dari ayat2 tersebut diatas, tidak ada pernyataan dari Yesus bahwa Maria adalah ibu-Nya, mengapa ?</p><p>Salam<br
/> Mac : 17.February.2010</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Aloysius Suhardi</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-4855</link> <dc:creator>Aloysius Suhardi</dc:creator> <pubDate>Sat, 01 Aug 2009 11:10:13 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-4855</guid> <description>Ma kasih membantu saya menemukan makna Maria sebagai Buda Allah.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Ma kasih membantu saya menemukan makna Maria sebagai Buda Allah.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-3589</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Thu, 04 Jun 2009 20:31:42 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-3589</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Bernardus Eric, &lt;br&gt;
Jika kita berdoa rosario atau novena, sesungguhnya kita berdoa memohon agar Bunda Maria mendoakan kita, atau dapat juga diartikan, kita memohon kepada Yesus melalui perantaraan Bunda Maria. Gereja Katolik mengajarkan bahwa pengantaraan Bunda Maria tidak disebabkan oleh dirinya sendiri, tetapi oleh kehendak Allah, dan pengantaraan Maria terjadi karena jasa Yesus, dan sepenuhnya tergantung dari Pengantaraan Yesus. Jadi pengantaraan Maria bukan untuk menyaingi pengantaraan Yesus, tetapi malah untuk mendukungnya. Selengkapnya hal ini diajarkan dalam &lt;em&gt;Lumen Gentium&lt;/em&gt; 60, Vatikan II: &quot;&lt;strong&gt;Pengantara kita hanya ada satu&lt;/strong&gt;, menurut sabda Rasul: &#8220;Sebab Allah itu esa, dan &lt;strong&gt;esa pula pengantara antara Allah dan manusia, yakni manusia Kristus Yesus&lt;/strong&gt;, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua orang&#8221; (1Tim 2:5-6). Adapun peran keibuan Maria terhadap umat manusia sedikit pun &lt;strong&gt;tidak menyuramkan atau mengurangi pengantaraan Kritus yang tunggal itu&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;melainkan justru menunjukkan kekuatannya&lt;/strong&gt;. Sebab segala pengaruh Santa Perawan yang menyelamatkan manusia tidak berasal dari suatu keharusan objektif, melainkan dari kebaikan ilahi, pun dari kelimpahan pahala Kristus. Pengaruh itu &lt;strong&gt;bertumpu pada pengantaraan-Nya, sama sekali tergantung dari padanya, dan menimba segala kekuatannya dari padanya.&lt;/strong&gt; Pengaruh itu sama sekali &lt;strong&gt;tidak merintangi persatuan langsung kaum beriman dengan Kristus, melainkan justru mendukungnya.&quot;&lt;/strong&gt; Gereja Katolik percaya bahwa Bunda Maria, sebagai Ibu Yesus telah dibenarkan oleh Allah: ia dikandung tidak bernoda untuk melahirkan Yesus, dan karena ketaatannya, pada akhir hidupnya, ia diangkat ke surga (&lt;em&gt;Munificentissimus Deus&lt;/em&gt;, oleh Bapa Paus Pius XII).  Jika dikatakan dalam Alkitab, &quot;Doa orang benar ...sangat besar kuasanya&quot; (Yak 5:16), maka sangat besarlah kuasa doa dari Bunda Maria yang telah dibenarkan oleh Tuhan. Kuasa doanya ini tidak diperolehnya atas dirinya sendiri, tetapi oleh kuasa yang diberikan oleh Tuhan kepadanya.  Demikianlah seharusnya sikap batin kita sebagai orang Katolik, jika kita berdoa rosario ataupun novena. &lt;strong&gt;Kita memohon kepada Bunda Maria agar ia mendoakan kita, dan membawa permohonan doa kita kepada Yesus.&lt;/strong&gt; Permohonan ini dapat berupa syukur ataupun petisi. Jika kita lakukan dengan setia, maka kita akan mengalami kedekatan dengan Yesus dengan lebih lagi, sebab kita berdoa dengan &#039;dukungan doa&#039; dari Ibu Yesus yang juga adalah ibu kita juga, sebab Bunda Maria telah diberikan kepada kita semua yang percaya kepada-Nya. &lt;br&gt;
Salam kasih dalam Kristus Tuhan, &lt;br&gt;
Ingrid Liatiati- www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Bernardus Eric, <br
/> Jika kita berdoa rosario atau novena, sesungguhnya kita berdoa memohon agar Bunda Maria mendoakan kita, atau dapat juga diartikan, kita memohon kepada Yesus melalui perantaraan Bunda Maria. Gereja Katolik mengajarkan bahwa pengantaraan Bunda Maria tidak disebabkan oleh dirinya sendiri, tetapi oleh kehendak Allah, dan pengantaraan Maria terjadi karena jasa Yesus, dan sepenuhnya tergantung dari Pengantaraan Yesus. Jadi pengantaraan Maria bukan untuk menyaingi pengantaraan Yesus, tetapi malah untuk mendukungnya. Selengkapnya hal ini diajarkan dalam <em>Lumen Gentium</em> 60, Vatikan II: &quot;<strong>Pengantara kita hanya ada satu</strong>, menurut sabda Rasul: &ldquo;Sebab Allah itu esa, dan <strong>esa pula pengantara antara Allah dan manusia, yakni manusia Kristus Yesus</strong>, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua orang&rdquo; (1Tim 2:5-6). Adapun peran keibuan Maria terhadap umat manusia sedikit pun <strong>tidak menyuramkan atau mengurangi pengantaraan Kritus yang tunggal itu</strong>, <strong>melainkan justru menunjukkan kekuatannya</strong>. Sebab segala pengaruh Santa Perawan yang menyelamatkan manusia tidak berasal dari suatu keharusan objektif, melainkan dari kebaikan ilahi, pun dari kelimpahan pahala Kristus. Pengaruh itu <strong>bertumpu pada pengantaraan-Nya, sama sekali tergantung dari padanya, dan menimba segala kekuatannya dari padanya.</strong> Pengaruh itu sama sekali <strong>tidak merintangi persatuan langsung kaum beriman dengan Kristus, melainkan justru mendukungnya.&quot;</strong> Gereja Katolik percaya bahwa Bunda Maria, sebagai Ibu Yesus telah dibenarkan oleh Allah: ia dikandung tidak bernoda untuk melahirkan Yesus, dan karena ketaatannya, pada akhir hidupnya, ia diangkat ke surga (<em>Munificentissimus Deus</em>, oleh Bapa Paus Pius XII).  Jika dikatakan dalam Alkitab, &quot;Doa orang benar &#8230;sangat besar kuasanya&quot; (Yak 5:16), maka sangat besarlah kuasa doa dari Bunda Maria yang telah dibenarkan oleh Tuhan. Kuasa doanya ini tidak diperolehnya atas dirinya sendiri, tetapi oleh kuasa yang diberikan oleh Tuhan kepadanya.  Demikianlah seharusnya sikap batin kita sebagai orang Katolik, jika kita berdoa rosario ataupun novena. <strong>Kita memohon kepada Bunda Maria agar ia mendoakan kita, dan membawa permohonan doa kita kepada Yesus.</strong> Permohonan ini dapat berupa syukur ataupun petisi. Jika kita lakukan dengan setia, maka kita akan mengalami kedekatan dengan Yesus dengan lebih lagi, sebab kita berdoa dengan &#8216;dukungan doa&#8217; dari Ibu Yesus yang juga adalah ibu kita juga, sebab Bunda Maria telah diberikan kepada kita semua yang percaya kepada-Nya. <br
/> Salam kasih dalam Kristus Tuhan, <br
/> Ingrid Liatiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: bernardus</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-3506</link> <dc:creator>bernardus</dc:creator> <pubDate>Mon, 01 Jun 2009 23:51:36 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-3506</guid> <description>[Dari Admin: pertanyaan ini dipindahkan dari artikel lain]
Salam sejahtera,Saya ingin menanyakan tentang doa kepada Bunda Maria. Saat kita berdoa kepada Bunda Maria (rosario, novena, dll.), yang benar adalah:
1. kita memohon sesuatu kepada Bunda Maria, atau
2. kita memohon sesuatu kepada Tuhan Yesus melalui perantaraan Bunda Maria? (memohon didoakan)Karena topik ini juga sering menjadi perdebatan dengan &quot;tetangga&quot; kita. Dan banyak dari umat Katolik sendiri yang &quot;bingung&quot; saat ditanya mengenai hal ini. Tetangga kita menganggap umat Katolik melakukan yang no.1. Sedangkan saya pribadi menganggap bahwa umat Katolik (saya pribadi) melakukan yang no.2, seperti kita yang meminta ibu kita untuk membantu doa untuk mewujudkan sesuatu. Sekian pertanyaan dari saya. Semoga bisa membantu umat yang lain saat menghadapi pertanyaan yang sama. Jika salah ruang post, mohon dikoreksi. Terima Kasih.Bernardus Eric</description> <content:encoded><![CDATA[<p>[Dari Admin: pertanyaan ini dipindahkan dari artikel lain]<br
/> Salam sejahtera,</p><p>Saya ingin menanyakan tentang doa kepada Bunda Maria. Saat kita berdoa kepada Bunda Maria (rosario, novena, dll.), yang benar adalah:<br
/> 1. kita memohon sesuatu kepada Bunda Maria, atau<br
/> 2. kita memohon sesuatu kepada Tuhan Yesus melalui perantaraan Bunda Maria? (memohon didoakan)</p><p>Karena topik ini juga sering menjadi perdebatan dengan &#8220;tetangga&#8221; kita. Dan banyak dari umat Katolik sendiri yang &#8220;bingung&#8221; saat ditanya mengenai hal ini. Tetangga kita menganggap umat Katolik melakukan yang no.1. Sedangkan saya pribadi menganggap bahwa umat Katolik (saya pribadi) melakukan yang no.2, seperti kita yang meminta ibu kita untuk membantu doa untuk mewujudkan sesuatu. Sekian pertanyaan dari saya. Semoga bisa membantu umat yang lain saat menghadapi pertanyaan yang sama. Jika salah ruang post, mohon dikoreksi. Terima Kasih.</p><p>Bernardus Eric</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Gamaliel</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-1648</link> <dc:creator>Gamaliel</dc:creator> <pubDate>Wed, 04 Feb 2009 16:51:20 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-1648</guid> <description>Syalom, Saudari Inggrid dan pengelola website ini serta segenap pembaca!Saya mempunyai cerita unik tentang patung Bunda Maria di Ashram Gandhi Puri (komunitas Hindu, semacam &#039;pesantren&#039; Hindu di Bali). Di komunitas Hindu tersebut, ternyata ditempatkan pula patung Bunda Maria (serupa dengan patung-patung Bunda Maria di Gereja, tetapi uniknya Bunda Maria berdiri di atas teratai, seperti tokoh dalam patung Hindu).BR. Indra Udayana (Gus Indra) bertutur bahwa ia memasang patung Bunda Maria ini karena suatu pengalaman rohani berjumpa dengan Bunda Maria. BR. Indra saat itu sedang mengalami suatu problem yang cukup berat. Di dalam doanya, ia mengalami &#039;perjumpaan&#039; dengan Bunda Maria. Karena itulah, ia berpikir-pikir untuk menempatkan patung Bunda Maria di Ashram yang dipimpinnya. Kebetulan sekali, sebelum dia mengutarakan maksud hatinya ini, seorang sahabatnya, seorang Katolik, mengatakan, &quot;Gus, di sini bagus lho kalau dikasih patung Bunda Maria, kalau mau, entar aku kasih!&quot; Gayung bersambut, Gus Indra pun kemudian memesan patung Bunda Maria dalam wajah yang menjumpainya (wajahnya memancarkan kecantikan seorang ibu, bukan gadis belia). Sebuah kebetulan pula, ketika Gus Indra sedang berpikir-pikir bagaimana memberkatkan patung itu, ada serombongan Pastor dari Jawa hendak berkunjung dan pastor itu pun bersedia memberkati patung itu. Tanggal 30 Januari kemarin, patung Bunda Maria di Ashram Gandhi Puri itu diberkati dalam sebuah perayaan Ekaristi.Usai perayaan ekaristi dan pemberkatan, Pastor JB Fitri Gutanto dari Jogja yang memimpin Ekaristi itu diwawancarai oleh seorang wartawan media komunikasi Keuskupan. Ditanya tentang bagaimana pandangannya mengenai adanya patung Bunda Maria di komunitas Hindu, pastor itu menjawab, &quot;Pada prinsipnya tak ada masalah, karena Bunda Maria bukanlah ibu bagi orang Katolik saja. Sebagai Bunda Penyelamat, yang memang berkehendak meneyelamatkan semua umat manusia bukan orang Kristiani apalagi hanya Katolik saja, maka ya memang Ibu Maria itu adalah ibu bagi semua manusia, bukan hanya orang Katolik saja. Di sisi lain, memang sikap kritis itu penting, janganlah Ibu Maria ditempatkan atau diperlakukan seperti Dewa atau Dewi seperti yang dikenal dalam agama Hindu. Tadi Gus Indra juga sudah menyatakan, patung Bunda Maria ditempatkan bukan untuk dipuja-puja tetapi untuk menjadi inspirasi dan membantu doa kita&quot;Sungguh beruntung saya dapat ikut menyaksikan peristiwa unik itu. Dan kiranya betul, Bunda Maria memang berperan besar dalam keselamatan umat manusia, semua umat manusia. Doa Bunda Maria adalah untuk seluruh umat manusia. Keteladanan iman Bunda Maria juga berlaku untuk siapa saja!Syalom! Semoga cerita ini semakin meneguhkan iman kita.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Syalom, Saudari Inggrid dan pengelola website ini serta segenap pembaca!</p><p>Saya mempunyai cerita unik tentang patung Bunda Maria di Ashram Gandhi Puri (komunitas Hindu, semacam &#8216;pesantren&#8217; Hindu di Bali). Di komunitas Hindu tersebut, ternyata ditempatkan pula patung Bunda Maria (serupa dengan patung-patung Bunda Maria di Gereja, tetapi uniknya Bunda Maria berdiri di atas teratai, seperti tokoh dalam patung Hindu).</p><p>BR. Indra Udayana (Gus Indra) bertutur bahwa ia memasang patung Bunda Maria ini karena suatu pengalaman rohani berjumpa dengan Bunda Maria. BR. Indra saat itu sedang mengalami suatu problem yang cukup berat. Di dalam doanya, ia mengalami &#8216;perjumpaan&#8217; dengan Bunda Maria. Karena itulah, ia berpikir-pikir untuk menempatkan patung Bunda Maria di Ashram yang dipimpinnya. Kebetulan sekali, sebelum dia mengutarakan maksud hatinya ini, seorang sahabatnya, seorang Katolik, mengatakan, &#8220;Gus, di sini bagus lho kalau dikasih patung Bunda Maria, kalau mau, entar aku kasih!&#8221; Gayung bersambut, Gus Indra pun kemudian memesan patung Bunda Maria dalam wajah yang menjumpainya (wajahnya memancarkan kecantikan seorang ibu, bukan gadis belia). Sebuah kebetulan pula, ketika Gus Indra sedang berpikir-pikir bagaimana memberkatkan patung itu, ada serombongan Pastor dari Jawa hendak berkunjung dan pastor itu pun bersedia memberkati patung itu. Tanggal 30 Januari kemarin, patung Bunda Maria di Ashram Gandhi Puri itu diberkati dalam sebuah perayaan Ekaristi.</p><p>Usai perayaan ekaristi dan pemberkatan, Pastor JB Fitri Gutanto dari Jogja yang memimpin Ekaristi itu diwawancarai oleh seorang wartawan media komunikasi Keuskupan. Ditanya tentang bagaimana pandangannya mengenai adanya patung Bunda Maria di komunitas Hindu, pastor itu menjawab, &#8220;Pada prinsipnya tak ada masalah, karena Bunda Maria bukanlah ibu bagi orang Katolik saja. Sebagai Bunda Penyelamat, yang memang berkehendak meneyelamatkan semua umat manusia bukan orang Kristiani apalagi hanya Katolik saja, maka ya memang Ibu Maria itu adalah ibu bagi semua manusia, bukan hanya orang Katolik saja. Di sisi lain, memang sikap kritis itu penting, janganlah Ibu Maria ditempatkan atau diperlakukan seperti Dewa atau Dewi seperti yang dikenal dalam agama Hindu. Tadi Gus Indra juga sudah menyatakan, patung Bunda Maria ditempatkan bukan untuk dipuja-puja tetapi untuk menjadi inspirasi dan membantu doa kita&#8221;</p><p>Sungguh beruntung saya dapat ikut menyaksikan peristiwa unik itu. Dan kiranya betul, Bunda Maria memang berperan besar dalam keselamatan umat manusia, semua umat manusia. Doa Bunda Maria adalah untuk seluruh umat manusia. Keteladanan iman Bunda Maria juga berlaku untuk siapa saja!</p><p>Syalom! Semoga cerita ini semakin meneguhkan iman kita.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: pangu</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-1459</link> <dc:creator>pangu</dc:creator> <pubDate>Mon, 19 Jan 2009 15:44:01 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-1459</guid> <description>bagus banget artikeleee... buat yg luwih apix meneng yo...aQ seneng lhooo.........</description> <content:encoded><![CDATA[<p>bagus banget artikeleee&#8230; buat yg luwih apix meneng yo&#8230;</p><p>aQ seneng lhooo&#8230;&#8230;&#8230;</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-637</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Thu, 30 Oct 2008 20:17:28 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-637</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Gendut,&lt;br /&gt;
Menurut St. Theresia Kanak-kanak Yesus, yang seharusnya juga menjadi pengertian kita: &lt;strong&gt;doa adalah ayunan hati yang terarah kepada Tuhan, ucapan syukur di dalam suka dan duka&lt;/strong&gt;. Jadi memang yang terpenting di dalam doa adalah bagaimana supaya kita dapat mengarahkan pikiran dan hati kita kepada Tuhan (silakan baca artikel: &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/18/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-4/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Apakah doa itu percuma? bagian ke-4&lt;/a&gt;). Untuk itu, cara orang bermacam-macam, ada yang memakai bantuan gambar, patung atau menyalakan lilin. Semua itu baik, asal tujuannya untuk mengarahkan hati kita kepada Tuhan. Mengenai apakah lilin itu membawa energi positif atau tidak, saya tidak tahu, maaf ya. Jika lilin itu dapat membantu Gendut untuk berdoa lebih baik, tentu kebiasaan itu baik diteruskan. Tetapi juga sebaiknya jangan dijadikan sugesti bahwa kalau tidak ada lilin, maka tidak bisa berdoa. Di atas semua itu kita harus mengingat bahwa di luar waktu doa kita (doa pagi, malam, doa sebelum dan sesudah makan, doa rosario, dst) kita seharusnya dapat terus berdoa senantiasa di dalam hati. Ini merupakan perjuangan buat semua dari kita, sebab tidak mudah untuk selalu mengingat Tuhan dalam setiap yang kita lakukan. Mungkin tips yang dapat kita lakukan adalah seperti yang pernah saya tuliskan &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/11/apakah-aku-sudah-berusaha-untuk-hidup-lebih-kudus-hari-ini/#comment-302&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;di sini (silakan klik)&lt;/a&gt;. Ya, tantangan bagi kita adalah pada keadaan apapun, susah ataupun senang, sehat ataupun sakit, di gereja, di rumah ataupun di kendaraan, ada lilin atau tidak, kita tetap harus dapat berdoa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam kasih dari www.katolisitas.org&lt;br /&gt;
Ingrid Listiati&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Gendut,<br
/> Menurut St. Theresia Kanak-kanak Yesus, yang seharusnya juga menjadi pengertian kita: <strong>doa adalah ayunan hati yang terarah kepada Tuhan, ucapan syukur di dalam suka dan duka</strong>. Jadi memang yang terpenting di dalam doa adalah bagaimana supaya kita dapat mengarahkan pikiran dan hati kita kepada Tuhan (silakan baca artikel: <a
href="http://katolisitas.org/2008/07/18/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-4/" rel="nofollow">Apakah doa itu percuma? bagian ke-4</a>). Untuk itu, cara orang bermacam-macam, ada yang memakai bantuan gambar, patung atau menyalakan lilin. Semua itu baik, asal tujuannya untuk mengarahkan hati kita kepada Tuhan. Mengenai apakah lilin itu membawa energi positif atau tidak, saya tidak tahu, maaf ya. Jika lilin itu dapat membantu Gendut untuk berdoa lebih baik, tentu kebiasaan itu baik diteruskan. Tetapi juga sebaiknya jangan dijadikan sugesti bahwa kalau tidak ada lilin, maka tidak bisa berdoa. Di atas semua itu kita harus mengingat bahwa di luar waktu doa kita (doa pagi, malam, doa sebelum dan sesudah makan, doa rosario, dst) kita seharusnya dapat terus berdoa senantiasa di dalam hati. Ini merupakan perjuangan buat semua dari kita, sebab tidak mudah untuk selalu mengingat Tuhan dalam setiap yang kita lakukan. Mungkin tips yang dapat kita lakukan adalah seperti yang pernah saya tuliskan <a
href="http://katolisitas.org/2008/06/11/apakah-aku-sudah-berusaha-untuk-hidup-lebih-kudus-hari-ini/#comment-302" rel="nofollow">di sini (silakan klik)</a>. Ya, tantangan bagi kita adalah pada keadaan apapun, susah ataupun senang, sehat ataupun sakit, di gereja, di rumah ataupun di kendaraan, ada lilin atau tidak, kita tetap harus dapat berdoa.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: gendut</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-635</link> <dc:creator>gendut</dc:creator> <pubDate>Thu, 30 Oct 2008 18:17:04 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-635</guid> <description>Salam dalam Kasih Tuhan.
Benarkah kalau berdoa  dengan lilin menyala, menjadi ruangan tempat kita berdoa bertambah banyak energi positif ?
Salam,</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Salam dalam Kasih Tuhan.<br
/> Benarkah kalau berdoa  dengan lilin menyala, menjadi ruangan tempat kita berdoa bertambah banyak energi positif ?<br
/> Salam,</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-429</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Wed, 01 Oct 2008 18:01:59 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-429</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Julius,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mengenai penjelasan Kej 3:15, saya sudah pernah menuliskannya di artikel: &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Maria Dikandung Tanpa Noda, apa maksudnya?&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Silakan membaca artikel tersebut, terutama di bagian sub-judul Dasar dari Kitab Suci. Semoga tulisan di atas dapat menjawab pertanyaan Julius.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dari www.katolisitas.org&lt;br /&gt;
Ingrid Listiati &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&#160;&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Julius,</p><p>Mengenai penjelasan Kej 3:15, saya sudah pernah menuliskannya di artikel: <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/" rel="nofollow">Maria Dikandung Tanpa Noda, apa maksudnya?</a></p><p>Silakan membaca artikel tersebut, terutama di bagian sub-judul Dasar dari Kitab Suci. Semoga tulisan di atas dapat menjawab pertanyaan Julius.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p><p>&nbsp;</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Julius Santoso</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-424</link> <dc:creator>Julius Santoso</dc:creator> <pubDate>Wed, 01 Oct 2008 07:05:59 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-424</guid> <description>Sdr. Ingrid Listiani, mohon penjelasan   ayat dibawah ini, saya sudah membaca berulang kali namun belum juga mengerti maksudnya.
Kejadian 3:15
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.&quot;Terima kasih.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sdr. Ingrid Listiani, mohon penjelasan   ayat dibawah ini, saya sudah membaca berulang kali namun belum juga mengerti maksudnya.<br
/> Kejadian 3:15<br
/> Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.&#8221;</p><p>Terima kasih.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-504</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Mon, 29 Sep 2008 17:54:35 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-504</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Felix,  Menyalakan lilin di depan patung Bunda Maria/ Santo/ Santa merupakan simbol yang memiliki makna yang mendalam, antara lain:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1) Lilin yang bernyala mengingatkan kita pada Pembaptisan kita, dan bahwa kita mengambil bagian di dalam hidup Kristus, dan di dalam hidup Gereja, termasuk dalam hubungan kita dengan para orang kudus yang sudah mendahului kita, terutama di sini adalah Bunda Maria, Bunda Yesus yang telah diberikan oleh Kristus menjadi Bunda Gereja dan Bunda kita juga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2) Saat kita meninggalkan lilin yang bernyala, kita diingatkan agar jiwa kita tidak akan pernah meninggalkan kehadiran Allah yang disertai dengan persekutuan para orang kudus-Nya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;3) Doa merupakan sesuatu yang tidak berpusat pada diri sendiri, melainkan berpusat pada Tuhan Yesus, yang adalah Terang Dunia. Doa juga mengarahkan kita untuk berdoa bagi orang lain dan juga untuk ujud-ujud tertentu.Pada saat menyalakan lilin, kita mengingat orang-orang yang kita doakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;4) Lilin bukan merupakan pengganti dari doa yang keluar dari hati, melainkan sebagai sesuatu yang menyertai doa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;5) Lilin merupakan sedikit tanda persembahan, yang melaluinya kita menghormati para orang kudus tersebut (dalam hal ini Bunda Maria) dan kita memuliakan Allah yang telah menciptakan mereka dan menguduskan mereka sehingga menjadi teladan bagi kita. Melalui doa dengan menyalakan lilin, kita berdoa agar para orang kudus (termasuk Bunda Maria) mendoakan kita di hadapan Tuhan. Dengan mengimani bahwa &#8220;Doa orang benar&#8230; besar kuasanya&#8221; (Yak 5:16), maka kita percaya bahwa doa para orang kudus yang sudah dibenarkan oleh Tuhan, besar kuasanya untuk membawa kita lebih dekat lagi kepada Tuhan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demikian sekilas tentang menyalakan lilin di depan patung Bunda Maria. Sekali lagi, menyalakan lilin bukan merupakan penyembahan kepada patung tersebut. Lilin hanya merupakan simbol/ tanda saja. Kita tentu saja dapat berdoa, tanpa menyalakan lilin. Namun, jika kita menghayati makna menyalakan lilin dan meresapkannya, tentu hal ini juga merupakan sesuatu yang baik dan membangun iman.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dari http://www.katolisitas.org&lt;br&gt;
Ingrid Listiati&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Felix,  Menyalakan lilin di depan patung Bunda Maria/ Santo/ Santa merupakan simbol yang memiliki makna yang mendalam, antara lain:</p><p>1) Lilin yang bernyala mengingatkan kita pada Pembaptisan kita, dan bahwa kita mengambil bagian di dalam hidup Kristus, dan di dalam hidup Gereja, termasuk dalam hubungan kita dengan para orang kudus yang sudah mendahului kita, terutama di sini adalah Bunda Maria, Bunda Yesus yang telah diberikan oleh Kristus menjadi Bunda Gereja dan Bunda kita juga.</p><p>2) Saat kita meninggalkan lilin yang bernyala, kita diingatkan agar jiwa kita tidak akan pernah meninggalkan kehadiran Allah yang disertai dengan persekutuan para orang kudus-Nya.</p><p>3) Doa merupakan sesuatu yang tidak berpusat pada diri sendiri, melainkan berpusat pada Tuhan Yesus, yang adalah Terang Dunia. Doa juga mengarahkan kita untuk berdoa bagi orang lain dan juga untuk ujud-ujud tertentu.Pada saat menyalakan lilin, kita mengingat orang-orang yang kita doakan.</p><p>4) Lilin bukan merupakan pengganti dari doa yang keluar dari hati, melainkan sebagai sesuatu yang menyertai doa.</p><p>5) Lilin merupakan sedikit tanda persembahan, yang melaluinya kita menghormati para orang kudus tersebut (dalam hal ini Bunda Maria) dan kita memuliakan Allah yang telah menciptakan mereka dan menguduskan mereka sehingga menjadi teladan bagi kita. Melalui doa dengan menyalakan lilin, kita berdoa agar para orang kudus (termasuk Bunda Maria) mendoakan kita di hadapan Tuhan. Dengan mengimani bahwa &ldquo;Doa orang benar&hellip; besar kuasanya&rdquo; (Yak 5:16), maka kita percaya bahwa doa para orang kudus yang sudah dibenarkan oleh Tuhan, besar kuasanya untuk membawa kita lebih dekat lagi kepada Tuhan.</p><p>Demikian sekilas tentang menyalakan lilin di depan patung Bunda Maria. Sekali lagi, menyalakan lilin bukan merupakan penyembahan kepada patung tersebut. Lilin hanya merupakan simbol/ tanda saja. Kita tentu saja dapat berdoa, tanpa menyalakan lilin. Namun, jika kita menghayati makna menyalakan lilin dan meresapkannya, tentu hal ini juga merupakan sesuatu yang baik dan membangun iman.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Felix</title><link>http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/comment-page-1/#comment-405</link> <dc:creator>Felix</dc:creator> <pubDate>Mon, 29 Sep 2008 05:56:16 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/09/07/maria-bunda-allah-2/#comment-405</guid> <description>Hi,Aku baru ingat soal menyalakan lilin di dkt Bunda Maria.Sebenernya apa artinya dari menyalakan lilin ini? Apakah dgn adanya lilin, itu sangat membantu di dlm doa?
Saya tau lilin itu melambangkan terang Kristus, tapi napa setiap org yg berdoa di dpn bunda Maria, rata2 itu menyalakan lilin.Terima kasih.Gbu
felix</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Hi,</p><p>Aku baru ingat soal menyalakan lilin di dkt Bunda Maria.</p><p>Sebenernya apa artinya dari menyalakan lilin ini? Apakah dgn adanya lilin, itu sangat membantu di dlm doa?<br
/> Saya tau lilin itu melambangkan terang Kristus, tapi napa setiap org yg berdoa di dpn bunda Maria, rata2 itu menyalakan lilin.</p><p>Terima kasih.</p><p>Gbu<br
/> felix</p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 36/72 queries in 0.023 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-07-30 16:19:07 -->