<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Masih Perlukah Sakramen Pengakuan Dosa (Bagian 4-Selesai) ?</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 11:26:12 +0000</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-2/#comment-17897</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Wed, 28 Jul 2010 07:07:26 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-17897</guid> <description>Shalom Theresia T,
Ya, silakan anda meng-copy tanya jawab di sini di facebook anda, asalkan anda sebutkan sumbernya, dari katolisitas.org. Harapannya agar jika ada yang mau bertanya atau menyampaikan masukan, dapat menghubungi kami.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid &amp; Stef- katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Theresia T,<br
/> Ya, silakan anda meng-copy tanya jawab di sini di facebook anda, asalkan anda sebutkan sumbernya, dari katolisitas.org. Harapannya agar jika ada yang mau bertanya atau menyampaikan masukan, dapat menghubungi kami.<br
/> Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid &amp; Stef- katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: theresia t.</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-2/#comment-17872</link> <dc:creator>theresia t.</dc:creator> <pubDate>Wed, 28 Jul 2010 05:05:34 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-17872</guid> <description>salam damai Kristus,
saya mau tanya apakah boleh mengcopy tanya-jawab yg ada di sini untuk diposting di facebook (khususnya saya tertarik berbagi soal pengakuan dosa) karena banyak orang katolik kurang menyadari pentingnya sakramen tobat dan menganggap sakramen tobat tidak penting.
terimakasih. berkat Tuhan</description> <content:encoded><![CDATA[<p>salam damai Kristus,<br
/> saya mau tanya apakah boleh mengcopy tanya-jawab yg ada di sini untuk diposting di facebook (khususnya saya tertarik berbagi soal pengakuan dosa) karena banyak orang katolik kurang menyadari pentingnya sakramen tobat dan menganggap sakramen tobat tidak penting.<br
/> terimakasih. berkat Tuhan</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-2/#comment-17364</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Tue, 13 Jul 2010 12:41:45 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-17364</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Danang,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya tentang apakah berciuman dengan pacar adalah suatu dosa. Secara prinsip, kita harus mengerti bahwa tindakan seksualitas - termasuk melakukan rangsangan seksualitas - harus dilakukan dalam konteks perkawinan, karena tindakan seksual bukanlah hanya untuk meningkatkan keintiman hubungan suami istri, namun juga harus terbuka terhadap kelahiran. Oleh karena itu, kalau kita terapkan prinsip ini, maka semua tindakan dalam masa persiapan perkawinan yang dapat memberikan rangsangan seksual harus dihindari. Dengan demikian, maka ciuman yang dapat menimbulkan rangsangan seksual jangalah dilakukan, karena dapat meningkat kepada tindakan-tindakan lebih lanjut yang tidak dapat dibenarkan. Namun, ciuman untuk mengungkapkan kasih tentu saja dapat dibenarkan. Semoga prinsip umum ini dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Danang,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya tentang apakah berciuman dengan pacar adalah suatu dosa. Secara prinsip, kita harus mengerti bahwa tindakan seksualitas &#8211; termasuk melakukan rangsangan seksualitas &#8211; harus dilakukan dalam konteks perkawinan, karena tindakan seksual bukanlah hanya untuk meningkatkan keintiman hubungan suami istri, namun juga harus terbuka terhadap kelahiran. Oleh karena itu, kalau kita terapkan prinsip ini, maka semua tindakan dalam masa persiapan perkawinan yang dapat memberikan rangsangan seksual harus dihindari. Dengan demikian, maka ciuman yang dapat menimbulkan rangsangan seksual jangalah dilakukan, karena dapat meningkat kepada tindakan-tindakan lebih lanjut yang tidak dapat dibenarkan. Namun, ciuman untuk mengungkapkan kasih tentu saja dapat dibenarkan. Semoga prinsip umum ini dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: danang</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-2/#comment-16617</link> <dc:creator>danang</dc:creator> <pubDate>Tue, 15 Jun 2010 18:20:22 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-16617</guid> <description>apakah berciuman dengan pacar itu dosa...?? karena di jaman sekarang banyak sekali remaja tanpa status perkawinan melakukan hal tersebut, termasuk saya... terimakasih atas penjelasannya ... berkah dalem..</description> <content:encoded><![CDATA[<p>apakah berciuman dengan pacar itu dosa&#8230;?? karena di jaman sekarang banyak sekali remaja tanpa status perkawinan melakukan hal tersebut, termasuk saya&#8230; terimakasih atas penjelasannya &#8230; berkah dalem..</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-2/#comment-13970</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Wed, 14 Apr 2010 19:45:28 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-13970</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Larry,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas kunjungannya. Kita semua adalah orang yang berdosa. Dan kesadaran bahwa kita adalah orang berdosa merupakan suatu rahmat Roh Kudus, karena Roh Kudus sendirilah yang menyingkapkan dosa-dosa kita. Namun, kenyataan ini tidak membuat kita berputus asa, karena menyadari bahwa Tuhan begitu mengasihi umat-Nya, sehingga Dia mengutus Putera-Nya yang tunggal untuk membebaskan manusia dari ikatan dosa. Dalam kebijaksanaan dan rencana-Nya, Yesus sendiri telah memberikan Sakramen Tobat kepada umat Allah, sehingga kita dapat mengakukan dosa dan mendapatkan pengampunan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun, Sakramen Tobat adalah merupakan suatu Sakramen bagi umat dari Gereja Katolik, yang dapat diterima kalau orang tersebut telah dibaptis dan berada dalam kesatuan dengan Gereja Katolik. Kalau anda ingin melakukan pengakuan dosa kepada pastor, maka anda dapat memintanya kepada pastor di paroki terdekat. Namun, pengakuan dosa ini bukan merupakan suatu sakramen namun sebagai suatu konsultasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalau suatu saat Larry masuk ke dalam Gereja Katolik, maka anda dapat menerima Sakramen Tobat dan sakramen-sakramen lain, seperti Ekaristi, Penguatan, Perminyakan, dll. Silakan melihat beberapa artikel tentang sakramen:&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 40px;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/23/apa-yang-harus-kuketahui-tentang-liturgi/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Liturgi&lt;/a&gt; tak perpisahkan dengan &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/17/sakramen-apa-pentingnya-di-dalam-kehidupan-iman-kita/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;sakramen&lt;/a&gt;.   Ada 7 sakramen dalam Gereja Katolik. Dari tujuh sakramen Gereja, 3  yang  pertama – &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/02/sudahkah-kita-diselamatkan/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Baptis&lt;/a&gt;,   Ekaristi (&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/25/sudahkah-kita-pahami-pengertian-ekaristi/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;1&lt;/a&gt;,   &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/19/ekaristi-sumber-dan-puncak-spiritualitas-kristiani/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;2&lt;/a&gt;,   &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;3&lt;/a&gt;,  &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2009/04/27/sejarah-yang-mendasari-pengajaran-tentang-ekaristi/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;4&lt;/a&gt;),   &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Penguatan&lt;/a&gt; – adalah sakramen inisiasi yang menjadi sakramen-sakramen dasar bagi   kehidupan orang Kristen. &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/09/25/jamahan-tuhan-dalam-sakramen-pengurapan-orang-sakit/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Sakramen   Urapan Orang Sakit&lt;/a&gt; dan Sakramen Tobat (bagian &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/18/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-1/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;1&lt;/a&gt;,   &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;2&lt;/a&gt;,   &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/14/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-3/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;3&lt;/a&gt;,   &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;4&lt;/a&gt;),   diberikan untuk kesembuhan baik fisik maupun rohani. Dan akhirnya,   Sakramen Perkawinan (bagian &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;1&lt;/a&gt;,   &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/31/humanae-vitae-itu-benar/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;2&lt;/a&gt;)   dan &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/10/23/kami-mengasihimu-pastor/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Imamat&lt;/a&gt; diberikan untuk menguatkan kita dalam menjalankan misi di dunia ini   dalam mencapai tujuan akhir, yaitu Kristus.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dan silakan juga membaca artikel tentang Gereja Katolik di sini - &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalau masih ada pertanyaan tentang iman Katolik, silakan menyampaikannya kepada kami, dan kami akan menjawab semampu kami. Tuhan memberkati anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Larry,</p><p>Terima kasih atas kunjungannya. Kita semua adalah orang yang berdosa. Dan kesadaran bahwa kita adalah orang berdosa merupakan suatu rahmat Roh Kudus, karena Roh Kudus sendirilah yang menyingkapkan dosa-dosa kita. Namun, kenyataan ini tidak membuat kita berputus asa, karena menyadari bahwa Tuhan begitu mengasihi umat-Nya, sehingga Dia mengutus Putera-Nya yang tunggal untuk membebaskan manusia dari ikatan dosa. Dalam kebijaksanaan dan rencana-Nya, Yesus sendiri telah memberikan Sakramen Tobat kepada umat Allah, sehingga kita dapat mengakukan dosa dan mendapatkan pengampunan.</p><p>Namun, Sakramen Tobat adalah merupakan suatu Sakramen bagi umat dari Gereja Katolik, yang dapat diterima kalau orang tersebut telah dibaptis dan berada dalam kesatuan dengan Gereja Katolik. Kalau anda ingin melakukan pengakuan dosa kepada pastor, maka anda dapat memintanya kepada pastor di paroki terdekat. Namun, pengakuan dosa ini bukan merupakan suatu sakramen namun sebagai suatu konsultasi.</p><p>Kalau suatu saat Larry masuk ke dalam Gereja Katolik, maka anda dapat menerima Sakramen Tobat dan sakramen-sakramen lain, seperti Ekaristi, Penguatan, Perminyakan, dll. Silakan melihat beberapa artikel tentang sakramen:</p><p
style="padding-left: 40px;"><a
href="http://katolisitas.org/2008/07/23/apa-yang-harus-kuketahui-tentang-liturgi/" rel="nofollow">Liturgi</a> tak perpisahkan dengan <a
href="http://katolisitas.org/2008/07/17/sakramen-apa-pentingnya-di-dalam-kehidupan-iman-kita/" rel="nofollow">sakramen</a>.   Ada 7 sakramen dalam Gereja Katolik. Dari tujuh sakramen Gereja, 3  yang  pertama – <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/02/sudahkah-kita-diselamatkan/" rel="nofollow">Baptis</a>,   Ekaristi (<a
href="http://katolisitas.org/2008/06/25/sudahkah-kita-pahami-pengertian-ekaristi/" rel="nofollow">1</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/19/ekaristi-sumber-dan-puncak-spiritualitas-kristiani/" rel="nofollow">2</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/" rel="nofollow">3</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2009/04/27/sejarah-yang-mendasari-pengajaran-tentang-ekaristi/" rel="nofollow">4</a>), <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/" rel="nofollow">Penguatan</a> – adalah sakramen inisiasi yang menjadi sakramen-sakramen dasar bagi   kehidupan orang Kristen. <a
href="http://katolisitas.org/2008/09/25/jamahan-tuhan-dalam-sakramen-pengurapan-orang-sakit/" rel="nofollow">Sakramen   Urapan Orang Sakit</a> dan Sakramen Tobat (bagian <a
href="http://katolisitas.org/2008/07/18/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-1/" rel="nofollow">1</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/" rel="nofollow">2</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/14/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-3/" rel="nofollow">3</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/" rel="nofollow">4</a>),   diberikan untuk kesembuhan baik fisik maupun rohani. Dan akhirnya,   Sakramen Perkawinan (bagian <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/" rel="nofollow">1</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/31/humanae-vitae-itu-benar/" rel="nofollow">2</a>)   dan <a
href="http://katolisitas.org/2008/10/23/kami-mengasihimu-pastor/" rel="nofollow">Imamat</a> diberikan untuk menguatkan kita dalam menjalankan misi di dunia ini   dalam mencapai tujuan akhir, yaitu Kristus.</p><p>Dan silakan juga membaca artikel tentang Gereja Katolik di sini &#8211; <a
href="http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/" rel="nofollow">silakan klik</a>.</p><p>Kalau masih ada pertanyaan tentang iman Katolik, silakan menyampaikannya kepada kami, dan kami akan menjawab semampu kami. Tuhan memberkati anda.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Larry</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-2/#comment-13905</link> <dc:creator>Larry</dc:creator> <pubDate>Tue, 13 Apr 2010 03:22:43 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-13905</guid> <description>shallom kepada semua..
saya larry dari malaysia..saya sungguh tertarik membaca tentang Sakramen Pengakuan dosa ini..saya seorang yang telah banyak melakukan dosa..saya ingin sekali mengikuti Sakramen Pengakuan Dosa ini..saya bukan seorang katolik.. bolehkah seseorang yang bukan katolik mengikuti Sakramen Pengakuan dosa?
trima kasih ya...</description> <content:encoded><![CDATA[<p>shallom kepada semua..<br
/> saya larry dari malaysia..saya sungguh tertarik membaca tentang Sakramen Pengakuan dosa ini..saya seorang yang telah banyak melakukan dosa..saya ingin sekali mengikuti Sakramen Pengakuan Dosa ini..saya bukan seorang katolik.. bolehkah seseorang yang bukan katolik mengikuti Sakramen Pengakuan dosa?<br
/> trima kasih ya&#8230;</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-12538</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Wed, 17 Mar 2010 22:45:50 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-12538</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Wilfridus k.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selamat datang di situs ini dan terima kasih atas pertanyannya. Memang kalau kita tidak mengaku dosa satu kali dalam setahun, maka sebenarnya sangat sulit bagi seseorang terlepas dari dosa berat. Hal ini disebabkan bahwa dosa ringan secara perlahan-lahan akan membawa seseorang untuk berbuat dosa berat. Apakah menghindari pengakuan dosa adalah merupakan dosa berat, maka kita perlu meneliti lebih lanjut. Kita tahu sesuatu menjadi dosa berat, kalau: 1) menyangkut dosa besar, 2) mengetahui bahwa tindakan tersebut salah, 3) dengan sadar melakukan tindakan yang salah tersebut. Oleh karena itu, kalau orang tersebut menghindari Pengakuan dosa karena tidak percaya akan Sakramen Tobat, maka dosa besarnya adalah tidak mempercayai kebenaran yang telah ditetapkan oleh Gereja Katolik, apalagi kalau ada yang telah memberikan keterangan kepadanya dengan baik dan orang tersebut tetap bersikeras menghindari pengakuan dosa. Dengan demikian orang tersebut telah tahu akan kebenaran tersebut, namun tidak melakukannya. Kita sebenarnya, harus melihat bahwa Sakramen Pengakuan Dosa adalah Sakramen yang ditetapkan oleh Yesus sendiri, sehingga Dia dapat memberikan rahmat pengampunan kepada umat-Nya, sehingga umat Allah dapat bertumbuh dalam kekudusan. Dengan demikian, seharusnya umat Katolik harus mengaku dosa minimal satu bulan sekali.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2) Tentang pertanyaan-pertanyaan yang lain, silakan melihat di arsip (&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/arsip/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;). Di bagian tanya jawab anda dapat melihat beberapa pengelompokan. Silakan melihat bagian TJ-Apologetik non-Kristen dan TJ-Apologetik Kristen. Silakan melihat beberapa link tersebut. Semoga dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Wilfridus k.</p><p>Selamat datang di situs ini dan terima kasih atas pertanyannya. Memang kalau kita tidak mengaku dosa satu kali dalam setahun, maka sebenarnya sangat sulit bagi seseorang terlepas dari dosa berat. Hal ini disebabkan bahwa dosa ringan secara perlahan-lahan akan membawa seseorang untuk berbuat dosa berat. Apakah menghindari pengakuan dosa adalah merupakan dosa berat, maka kita perlu meneliti lebih lanjut. Kita tahu sesuatu menjadi dosa berat, kalau: 1) menyangkut dosa besar, 2) mengetahui bahwa tindakan tersebut salah, 3) dengan sadar melakukan tindakan yang salah tersebut. Oleh karena itu, kalau orang tersebut menghindari Pengakuan dosa karena tidak percaya akan Sakramen Tobat, maka dosa besarnya adalah tidak mempercayai kebenaran yang telah ditetapkan oleh Gereja Katolik, apalagi kalau ada yang telah memberikan keterangan kepadanya dengan baik dan orang tersebut tetap bersikeras menghindari pengakuan dosa. Dengan demikian orang tersebut telah tahu akan kebenaran tersebut, namun tidak melakukannya. Kita sebenarnya, harus melihat bahwa Sakramen Pengakuan Dosa adalah Sakramen yang ditetapkan oleh Yesus sendiri, sehingga Dia dapat memberikan rahmat pengampunan kepada umat-Nya, sehingga umat Allah dapat bertumbuh dalam kekudusan. Dengan demikian, seharusnya umat Katolik harus mengaku dosa minimal satu bulan sekali.</p><p>2) Tentang pertanyaan-pertanyaan yang lain, silakan melihat di arsip (<a
href="http://katolisitas.org/arsip/" rel="nofollow">silakan klik</a>). Di bagian tanya jawab anda dapat melihat beberapa pengelompokan. Silakan melihat bagian TJ-Apologetik non-Kristen dan TJ-Apologetik Kristen. Silakan melihat beberapa link tersebut. Semoga dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: wilfridus k.</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-12527</link> <dc:creator>wilfridus k.</dc:creator> <pubDate>Wed, 17 Mar 2010 09:09:44 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-12527</guid> <description>dengan hormat,
Maaf bila pertanyaan sifatnya mengulang karena saya baru membuka web ini. Pertanyaannya adalah mengenai pengakuan dosa. Bila tidak melakukan pengakuan dosa setahun sekali apakah dapat dapat disebut sebagai dosa berat, apalagi sampai berpuluh tahun tidak pernah mengaku dosa karena merasa tidak melanggar apa2.
Kedua mengenai seringnya menerima pertanyaan dari umat mslim, adakah buku2 yang membahas pertanyaan tsb, misalnya mengapa Yesus adalah nabi,bukan Tuhan, tentang Trinitas, penyembahan patung,pengakuan dosa kok kepastur bukan ke Tuhan, Tuhan kok digambarkan secara visual, pastur kan homo dsb tentu pengasuh tahu. Atau sudah ada kumpulan jawaban atas pertanyaan2 tsb, mohon bisa dijawab via email, hal ini penting sekali untuk pembekalan kepada umat yang benar2 awam tentang Kitab Suci, sehingga dapat langsung meredam pertanyaan tersebut</description> <content:encoded><![CDATA[<p>dengan hormat,<br
/> Maaf bila pertanyaan sifatnya mengulang karena saya baru membuka web ini. Pertanyaannya adalah mengenai pengakuan dosa. Bila tidak melakukan pengakuan dosa setahun sekali apakah dapat dapat disebut sebagai dosa berat, apalagi sampai berpuluh tahun tidak pernah mengaku dosa karena merasa tidak melanggar apa2.<br
/> Kedua mengenai seringnya menerima pertanyaan dari umat mslim, adakah buku2 yang membahas pertanyaan tsb, misalnya mengapa Yesus adalah nabi,bukan Tuhan, tentang Trinitas, penyembahan patung,pengakuan dosa kok kepastur bukan ke Tuhan, Tuhan kok digambarkan secara visual, pastur kan homo dsb tentu pengasuh tahu. Atau sudah ada kumpulan jawaban atas pertanyaan2 tsb, mohon bisa dijawab via email, hal ini penting sekali untuk pembekalan kepada umat yang benar2 awam tentang Kitab Suci, sehingga dapat langsung meredam pertanyaan tersebut</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-12217</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Fri, 05 Mar 2010 15:54:51 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-12217</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Maria,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya tentang pengakuan dosa. Ada baiknya Maria dapat membaca artikel di atas (&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;). Kalau ingin mengetahui tentang Sakramen Pengakuan dosa, Maria dapat membaca beberapa artikel ini (bagian &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/18/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-1/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;1&lt;/a&gt;,   &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;2&lt;/a&gt;,   &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/14/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-3/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;3&lt;/a&gt;,   &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;4&lt;/a&gt;). Menjawab pertanyaan Maria:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1) Kalau kita telah mengaku dosa, benar-benar menyesal atas dosa-dosa kita, mendapatkan absolusi yang benar, serta menjalankan penitensi yang diberikan, maka dosa kita telah diampuni. Jadi, kita tidak perlu mengaku dosa lagi. Namun, kalau kita merasa bahwa kita tidak mengakukan dosa dengan benar atau menutup-nutupi dosa kita pada pengakuan sebelumnya, maka silakan mengakukan dosa lagi. Alangkah baiknya kalau kita dapat melakukan &quot;&lt;em&gt;general confession&lt;/em&gt;&quot;, yaitu mengakukan seluruh dosa-dosa kita yang dapat kita ingat setahun sekali. Hal ini tidak menjadi peraturan Gereja, namun sangat dianjurkan oleh para santa-santo. Silakan melihat keterangan tentang &quot;&lt;em&gt;general confession&lt;/em&gt;&quot; pada artikel di atas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2) Apakah mungkin mengaku dosa lewat telpon? Jawaban dari pertanyaan ini adalah &quot;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tidak bisa&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&quot;.  Hal ini dikarenakan Sakramen adalah suatu &quot;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;hubungan pribadi  dengan Yesus&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&quot;, dimana dalam Sakramen Pengampunan Dosa,  terlihat begitu jelas dalam cerita anak yang hilang. Sakramen  Pengampunan Dosa juga merupakan ungkapan pertobatan kita, dimana kita  berlutut dan memohon ampun atas dosa-dosa kita. Dengan mengaku dosa  lewat telpon, maka dimensi &quot;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;personal&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&quot; dan &quot;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;ungkapan  pertobatan yang baik&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&quot; dipertanyakan. Sebenarnya, dosa berat juga diampuni pada saat kita &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;membuat keputusan untuk mengaku dosa secepatnya&lt;/span&gt; dan &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;melakukan &lt;em&gt;tobat sempurna&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;, yaitu penyesalan yang terdorong bukan karena rasa takut akan hukuman namun karena kasih kita kepada Tuhan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;3) Tentang apakah sah (valid) atau tidak pengakuan dosa, jika tidak ada bahasa yang dapat dimengerti oleh pastor yang memberikan pengakuan dosa maupun orang yang mengaku dosa, maka kita dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 40px;&quot;&gt;a) Dalam kasus anda, apakah anda benar-benar telah mencari pastor-pastor yang dapat mengerti bahasa Inggris di Fatima-Portugal? Biasanya mereka mempunyai begitu banyak pastor, yang sebagian juga mengerti bahasa Inggris.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 40px;&quot;&gt;b) Kalau setelah dicari dengan segala kemampuan anda, ternyata tidak ditemukan, maka peraturan dari Kitab Hukum Kanonik (kan. 960) dapat diterapkan, karena dikatakan:&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 80px;&quot;&gt;&quot;&lt;em&gt;Pengakuan pribadi dan utuh serta absolusi merupakan cara biasa satu-satunya, dengannya  orang beriman yang sadar akan dosa beratnya diperdamaikan kembali dengan Allah dan Gereja; hanya &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;ketidakmungkinan fisik atau moril&lt;/span&gt; saja membebaskannya dari pengakuan semacam itu, dalam hal itu rekonsiliasi dapat diperoleh juga dengan cara-cara lain.&lt;/em&gt;&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 40px;&quot;&gt;c) Dengan demikian, maka kalau sampai pengakuan dosa harus menggunakan bahasa yang dimengerti oleh pastor, dan tidak ditemukan pastor yang mengerti bahasa tersebut, maka hal ini dapat digolongkan sebagai &quot;&lt;em&gt;ketidakmungkinan fisik atau moril&lt;/em&gt;&quot;. Dengan demikian, Pengakuan Dosa tersebut adalah sah.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 40px;&quot;&gt;d) Cara yang kedua adalah dengan meminta tolong orang untuk menerjemahkan, yang diatur di &lt;em&gt;&lt;strong&gt;kan. 990&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, yang mengatakan &quot;&lt;em&gt;Tak seorang pun dilarang mengaku dosa &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;lewat penerjemah&lt;/span&gt;, dengan menghindari penyalahgunaan dan sandungan, serta dengan tetap berlaku ketentuan kan. 983, § 2.&lt;/em&gt;&quot; Dan dikatakkan di &lt;strong&gt;&lt;em&gt;kan. 983, § 2&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &quot;&lt;em&gt;Terikat kewajiban menyimpan rahasia itu juga penerjemah, jika ada, serta semua orang lain yang dengan cara apapun memperoleh pengetahuan mengenai dosa-dosa dari pengakuan.&lt;/em&gt;&quot; Dan kalau sampai penerjemah membocorkan rahasia di kamar pengakuan dosa, maka penerjemah tersebut akan dihukum, dan bahkan dapat diberikan hukuman ekskomunikasi (lih. &lt;em&gt;Kan. 1388, §2&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga jawaban tersebut dapat membantu. Mari, pada masa prapaskah ini, kita dapat mengakukan dosa kita dengan baik. Kalau belum pernah melakukan &lt;em&gt;general confession&lt;/em&gt;, mungkin ini adalah saat yang tepat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Maria,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya tentang pengakuan dosa. Ada baiknya Maria dapat membaca artikel di atas (<a
href="http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/" rel="nofollow">silakan klik</a>). Kalau ingin mengetahui tentang Sakramen Pengakuan dosa, Maria dapat membaca beberapa artikel ini (bagian <a
href="http://katolisitas.org/2008/07/18/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-1/" rel="nofollow">1</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/" rel="nofollow">2</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/14/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-3/" rel="nofollow">3</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/" rel="nofollow">4</a>). Menjawab pertanyaan Maria:</p><p>1) Kalau kita telah mengaku dosa, benar-benar menyesal atas dosa-dosa kita, mendapatkan absolusi yang benar, serta menjalankan penitensi yang diberikan, maka dosa kita telah diampuni. Jadi, kita tidak perlu mengaku dosa lagi. Namun, kalau kita merasa bahwa kita tidak mengakukan dosa dengan benar atau menutup-nutupi dosa kita pada pengakuan sebelumnya, maka silakan mengakukan dosa lagi. Alangkah baiknya kalau kita dapat melakukan &#8220;<em>general confession</em>&#8220;, yaitu mengakukan seluruh dosa-dosa kita yang dapat kita ingat setahun sekali. Hal ini tidak menjadi peraturan Gereja, namun sangat dianjurkan oleh para santa-santo. Silakan melihat keterangan tentang &#8220;<em>general confession</em>&#8221; pada artikel di atas.</p><p>2) Apakah mungkin mengaku dosa lewat telpon? Jawaban dari pertanyaan ini adalah &#8220;<em><strong>Tidak bisa</strong></em>&#8220;.  Hal ini dikarenakan Sakramen adalah suatu &#8220;<em><strong>hubungan pribadi  dengan Yesus</strong></em>&#8220;, dimana dalam Sakramen Pengampunan Dosa,  terlihat begitu jelas dalam cerita anak yang hilang. Sakramen  Pengampunan Dosa juga merupakan ungkapan pertobatan kita, dimana kita  berlutut dan memohon ampun atas dosa-dosa kita. Dengan mengaku dosa  lewat telpon, maka dimensi &#8220;<em><strong>personal</strong></em>&#8221; dan &#8220;<em><strong>ungkapan  pertobatan yang baik</strong></em>&#8221; dipertanyakan. Sebenarnya, dosa berat juga diampuni pada saat kita <span
style="text-decoration: underline;">membuat keputusan untuk mengaku dosa secepatnya</span> dan <span
style="text-decoration: underline;">melakukan <em>tobat sempurna</em></span>, yaitu penyesalan yang terdorong bukan karena rasa takut akan hukuman namun karena kasih kita kepada Tuhan.</p><p>3) Tentang apakah sah (valid) atau tidak pengakuan dosa, jika tidak ada bahasa yang dapat dimengerti oleh pastor yang memberikan pengakuan dosa maupun orang yang mengaku dosa, maka kita dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:</p><p
style="padding-left: 40px;">a) Dalam kasus anda, apakah anda benar-benar telah mencari pastor-pastor yang dapat mengerti bahasa Inggris di Fatima-Portugal? Biasanya mereka mempunyai begitu banyak pastor, yang sebagian juga mengerti bahasa Inggris.</p><p
style="padding-left: 40px;">b) Kalau setelah dicari dengan segala kemampuan anda, ternyata tidak ditemukan, maka peraturan dari Kitab Hukum Kanonik (kan. 960) dapat diterapkan, karena dikatakan:</p><p
style="padding-left: 80px;">&#8220;<em>Pengakuan pribadi dan utuh serta absolusi merupakan cara biasa satu-satunya, dengannya  orang beriman yang sadar akan dosa beratnya diperdamaikan kembali dengan Allah dan Gereja; hanya <span
style="text-decoration: underline;">ketidakmungkinan fisik atau moril</span> saja membebaskannya dari pengakuan semacam itu, dalam hal itu rekonsiliasi dapat diperoleh juga dengan cara-cara lain.</em>&#8220;</p><p
style="padding-left: 40px;">c) Dengan demikian, maka kalau sampai pengakuan dosa harus menggunakan bahasa yang dimengerti oleh pastor, dan tidak ditemukan pastor yang mengerti bahasa tersebut, maka hal ini dapat digolongkan sebagai &#8220;<em>ketidakmungkinan fisik atau moril</em>&#8220;. Dengan demikian, Pengakuan Dosa tersebut adalah sah.</p><p
style="padding-left: 40px;">d) Cara yang kedua adalah dengan meminta tolong orang untuk menerjemahkan, yang diatur di <em><strong>kan. 990</strong></em>, yang mengatakan &#8220;<em>Tak seorang pun dilarang mengaku dosa <span
style="text-decoration: underline;">lewat penerjemah</span>, dengan menghindari penyalahgunaan dan sandungan, serta dengan tetap berlaku ketentuan kan. 983, § 2.</em>&#8221; Dan dikatakkan di <strong><em>kan. 983, § 2</em></strong> &#8220;<em>Terikat kewajiban menyimpan rahasia itu juga penerjemah, jika ada, serta semua orang lain yang dengan cara apapun memperoleh pengetahuan mengenai dosa-dosa dari pengakuan.</em>&#8221; Dan kalau sampai penerjemah membocorkan rahasia di kamar pengakuan dosa, maka penerjemah tersebut akan dihukum, dan bahkan dapat diberikan hukuman ekskomunikasi (lih. <em>Kan. 1388, §2</em>).</p><p>Semoga jawaban tersebut dapat membantu. Mari, pada masa prapaskah ini, kita dapat mengakukan dosa kita dengan baik. Kalau belum pernah melakukan <em>general confession</em>, mungkin ini adalah saat yang tepat.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Maria</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-12174</link> <dc:creator>Maria</dc:creator> <pubDate>Thu, 04 Mar 2010 14:43:50 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-12174</guid> <description>Yth Romo Wanta, PrSaya ingin menanyakan sedikit ttg sakramen tobat:1. Bila kita sudah mengaku dosa, apakah kita harus menyebutkan/mengakukan dosa2 kita pada pengakuan yang berikutnya?2. Dapatkah kita mengaku dosa lewat telephone?on 2010/03/06 at 10:31am
3.apakah bisa mengaku dosa dengan romo yang tidak mengerti bahasa indonesia/bahasa inggris? sebagai contoh, saya sedang berziarah di Fatima-Portugal, dan saya ingin mengaku dosa dg romo setempat, tetapi berhubung si romo tidak bisa berbahasa inggris maupun indonesia dapatkah kami mengaku dosa dalam bahasa yang berbeda? Sahkah itu?Terimakasihsalam dan doa
Maria</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Yth Romo Wanta, Pr</p><p>Saya ingin menanyakan sedikit ttg sakramen tobat:</p><p>1. Bila kita sudah mengaku dosa, apakah kita harus menyebutkan/mengakukan dosa2 kita pada pengakuan yang berikutnya?</p><p>2. Dapatkah kita mengaku dosa lewat telephone?</p><p>on 2010/03/06 at 10:31am<br
/> 3.apakah bisa mengaku dosa dengan romo yang tidak mengerti bahasa indonesia/bahasa inggris? sebagai contoh, saya sedang berziarah di Fatima-Portugal, dan saya ingin mengaku dosa dg romo setempat, tetapi berhubung si romo tidak bisa berbahasa inggris maupun indonesia dapatkah kami mengaku dosa dalam bahasa yang berbeda? Sahkah itu?</p><p>Terimakasih</p><p>salam dan doa<br
/> Maria</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Romo Wanta, Pr.</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-9936</link> <dc:creator>Romo Wanta, Pr.</dc:creator> <pubDate>Mon, 04 Jan 2010 16:58:55 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-9936</guid> <description>Laurensius Yth
Rumusan yang demikian tetap valid namun tidak layak kalau tidak lengkap sesuai dengan rumusan yang baku ditetapkan oleh Gereja. Kadang kita suka instan biar cepat selesai pada hal ada doanya yang bagus meski panjang. Hal itu merupakan bagian pastoral dalam liturgi rekonsiliasi, perdamaian antara Tuhan dan manusia. Coba lihat rumusan Absolusi yang lengkap dan sangat indah ini:&quot;Allah Bapa yang mahamurah telah mendamaikan dunia dengan diriNya dalam wafat dan kebangkitan PuteraNya. Ia telah mencurahkan Roh Kudus demi pengampunan dosa. Dan berkat pelayanan Gereja, Ia melimpahkan pengampunan dan damai kepada orang yang bertobat. Maka saya melepaskan saudara dari dosa-dosa saudara demi nama Bapa + dan Putera dan Roh Kudus. Amin.&quot;Semoga bermanfaat.
salam
Rm Wanta</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Laurensius Yth</p><p>Rumusan yang demikian tetap valid namun tidak layak kalau tidak lengkap sesuai dengan rumusan yang baku ditetapkan oleh Gereja. Kadang kita suka instan biar cepat selesai pada hal ada doanya yang bagus meski panjang. Hal itu merupakan bagian pastoral dalam liturgi rekonsiliasi, perdamaian antara Tuhan dan manusia. Coba lihat rumusan Absolusi yang lengkap dan sangat indah ini:</p><p>&#8220;Allah Bapa yang mahamurah telah mendamaikan dunia dengan diriNya dalam wafat dan kebangkitan PuteraNya. Ia telah mencurahkan Roh Kudus demi pengampunan dosa. Dan berkat pelayanan Gereja, Ia melimpahkan pengampunan dan damai kepada orang yang bertobat. Maka saya melepaskan saudara dari dosa-dosa saudara demi nama Bapa + dan Putera dan Roh Kudus. Amin.&#8221;</p><p>Semoga bermanfaat.</p><p>salam<br
/> Rm Wanta</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Laurentius</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-9714</link> <dc:creator>Laurentius</dc:creator> <pubDate>Wed, 23 Dec 2009 16:04:57 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-9714</guid> <description>Mengenai &quot;Absolusi Forma Alternatif&quot;:Apakah valid absolusi dengan forma: &quot;Semoga Allah yang Mahakuasa mengapuni dosa-dosamu, dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.&quot;Apakah dosa diampuni setelah pengakuan dengan absolusi macam itu?Apakah perlu mengakukan dosa2 yang diakukan dalam pengakuan dosa tersebut di pengakuan selanjutnya?Salam,
Laurensius(silahkan kalau mau ditampilkan. tolong notify saya via e-mail jika sudah dijawab. terima kasih)</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Mengenai &#8220;Absolusi Forma Alternatif&#8221;:</p><p>Apakah valid absolusi dengan forma: &#8220;Semoga Allah yang Mahakuasa mengapuni dosa-dosamu, dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin.&#8221;</p><p>Apakah dosa diampuni setelah pengakuan dengan absolusi macam itu?</p><p>Apakah perlu mengakukan dosa2 yang diakukan dalam pengakuan dosa tersebut di pengakuan selanjutnya?</p><p>Salam,<br
/> Laurensius</p><p>(silahkan kalau mau ditampilkan. tolong notify saya via e-mail jika sudah dijawab. terima kasih)</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-9219</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Thu, 03 Dec 2009 03:09:20 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-9219</guid> <description>Shalom Adihanapi,
Bersyukurlah kepada Tuhan, karena rahmat Allah dan tanggapan anda terhadap rahmat Allah, telah membawa anda kepada Sakramen Tobat, yang memberikan pengampunan, damai dan sukacita. Dan memang kalau kita telah berbuat dosa dan harus mengaku dosa di depan pastor sering timbul perasaan malu, karena memang dosa memalukan, bahkan mematikan. Namun penyesalan kita akan dosa yang kita buat harus lebih kuat dari perasaan malu, sehingga kita dapat mengaku dosa dengan baik dan jujur di depan pastor. Dan dengan pengakuan dosa yang baik, maka rahmat Allah mengalir secara bebas dalam kehidupan kita, sehingga kita diberikan kekuatan untuk hidup kudus. Dalam perjuangan untuk hidup kudus, doa pribadi sangatlah penting. Apapun karunia Roh Kudus yang anda terima harus semakin memacu anda untuk terus berakar pada sakramen, terutama Sakramen Tobat dan Sakramen Ekaristi. Teruslah bertumbuh secara spiritual dengan berpegang pada Firman Allah dan pengajaran Gereja. Mari, kita bersama-sama berjuang untuk hidup kudus.Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef - www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Adihanapi,<br
/> Bersyukurlah kepada Tuhan, karena rahmat Allah dan tanggapan anda terhadap rahmat Allah, telah membawa anda kepada Sakramen Tobat, yang memberikan pengampunan, damai dan sukacita. Dan memang kalau kita telah berbuat dosa dan harus mengaku dosa di depan pastor sering timbul perasaan malu, karena memang dosa memalukan, bahkan mematikan. Namun penyesalan kita akan dosa yang kita buat harus lebih kuat dari perasaan malu, sehingga kita dapat mengaku dosa dengan baik dan jujur di depan pastor. Dan dengan pengakuan dosa yang baik, maka rahmat Allah mengalir secara bebas dalam kehidupan kita, sehingga kita diberikan kekuatan untuk hidup kudus. Dalam perjuangan untuk hidup kudus, doa pribadi sangatlah penting. Apapun karunia Roh Kudus yang anda terima harus semakin memacu anda untuk terus berakar pada sakramen, terutama Sakramen Tobat dan Sakramen Ekaristi. Teruslah bertumbuh secara spiritual dengan berpegang pada Firman Allah dan pengajaran Gereja. Mari, kita bersama-sama berjuang untuk hidup kudus.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Adihanapi</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-9215</link> <dc:creator>Adihanapi</dc:creator> <pubDate>Thu, 03 Dec 2009 01:10:26 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-9215</guid> <description>Shalom Pak Stefanus,Saya termasuk orang Katolik yang tadinya tidak mengimani Sakrament Pengakuan Dosa, saya mempunyai dosa berat, tetapi saya pikir cukup mengakui langsung kepada Yesus saja.
Setelah banyak membaca artikel-artikel tentang pengakuan dosa pada site ini dan beberapa kejadian aneh dalam Ekaristi, seperti beberapa kali pada saat pemercikan air suci saya tidak terkena percikannya padahala Romo dekat sekali, saya bulan kemaren, pada saat retret,  mengaku dosa lagi untuk pertama kali setelah 28 tahun tidak mengaku dosa.
Suatu perjuangan berat untuk mengakukan dosa berat kepada seorang Imam, kita dapat dengan gampang untuk langsung minta ampun kepada Yesus tetapi jika melalui seorang Imam butuh keberanian yang sangat.
Pada saat itu saya merasa sangat malu untuk mengatakan dosa saya,  tetapi bersamaan itu juga timbul suatu penyesalan yang sangat mendalam, rupanya dengan rasa malu ini yang Yesus inginkan agar kita lebih menyesal dengan sungguh2 akan dosa kita sehingga kita tidak akan mengulanginya kembali.
Setelah pengakuan dosa ada acara pencurahan Roh Kudus, pada saat itu saya mendapatkan salah satu karunia Roh Kudus, hal mana ini sangat memperjelas arti dari Sakrament Pengampunan Dosa bagi saya.
Akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa orang enggan melakukan pengakuan dosa kepada Imam lebih disebabkan karena ego, dari situ mulailah kita mencari pembenaran untuk menolak Sakrament Pengakuan Dosa.
Untuk semuanya, seperti yang Pak Stefanus katakan pada bagian-1dari tulisan ini bahwa &quot;biar kita sudah diampuni tetapi kita tetap mendapat hukuman dari dosa kita&quot;, oleh karena itu janganlah pernah jatuh dalam dosa apalagi dosa berat. Tetap dalam doa dalam kegiatan sehari-hari, doa Yesus sangat luar biasa untuk membentengi kita.
Terimakasih kepada Pak Stefanus dan team untuk artikel2nya.Salam kasih dalam Yesus Kristus
Adihanapi</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Pak Stefanus,</p><p>Saya termasuk orang Katolik yang tadinya tidak mengimani Sakrament Pengakuan Dosa, saya mempunyai dosa berat, tetapi saya pikir cukup mengakui langsung kepada Yesus saja.<br
/> Setelah banyak membaca artikel-artikel tentang pengakuan dosa pada site ini dan beberapa kejadian aneh dalam Ekaristi, seperti beberapa kali pada saat pemercikan air suci saya tidak terkena percikannya padahala Romo dekat sekali, saya bulan kemaren, pada saat retret,  mengaku dosa lagi untuk pertama kali setelah 28 tahun tidak mengaku dosa.<br
/> Suatu perjuangan berat untuk mengakukan dosa berat kepada seorang Imam, kita dapat dengan gampang untuk langsung minta ampun kepada Yesus tetapi jika melalui seorang Imam butuh keberanian yang sangat.<br
/> Pada saat itu saya merasa sangat malu untuk mengatakan dosa saya,  tetapi bersamaan itu juga timbul suatu penyesalan yang sangat mendalam, rupanya dengan rasa malu ini yang Yesus inginkan agar kita lebih menyesal dengan sungguh2 akan dosa kita sehingga kita tidak akan mengulanginya kembali.<br
/> Setelah pengakuan dosa ada acara pencurahan Roh Kudus, pada saat itu saya mendapatkan salah satu karunia Roh Kudus, hal mana ini sangat memperjelas arti dari Sakrament Pengampunan Dosa bagi saya.<br
/> Akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa orang enggan melakukan pengakuan dosa kepada Imam lebih disebabkan karena ego, dari situ mulailah kita mencari pembenaran untuk menolak Sakrament Pengakuan Dosa.<br
/> Untuk semuanya, seperti yang Pak Stefanus katakan pada bagian-1dari tulisan ini bahwa &#8220;biar kita sudah diampuni tetapi kita tetap mendapat hukuman dari dosa kita&#8221;, oleh karena itu janganlah pernah jatuh dalam dosa apalagi dosa berat. Tetap dalam doa dalam kegiatan sehari-hari, doa Yesus sangat luar biasa untuk membentengi kita.<br
/> Terimakasih kepada Pak Stefanus dan team untuk artikel2nya.</p><p>Salam kasih dalam Yesus Kristus<br
/> Adihanapi</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-8566</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Mon, 09 Nov 2009 03:00:14 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-8566</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Vinsensius,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selamat datang di katolisitas.org dan terima kasih atas pertanyaannya tentang Sakramen Tobat. Video tentang Sakramen Pengakuan Dosa dapat dilihat di sini (&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2009/11/08/bagaimana-menerima-sakramen-tobat/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;). Memang ekpresi adalah penting, namun yang paling penting dalam Sakramen Pengakuan Dosa adalah persiapan dan penyesalan hati, karena hati yang remuk redam adalah yang berkenan kepada Allah (Mzm 51:17). Silakan juga Vinsen membaca beberapa artikel tentang Sakramen Pengakuan Dosa ini (bagian &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/18/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-1/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;1&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;2&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/14/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-3/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;3&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;4&lt;/a&gt;), Sebaiknya kita juga mengaku dosa secara teratur, sebulan sekali atau setiap dua kali seminggu. Dengan mengadakan pengakuan dosa yang teratur, maka kehidupan spiritualitas kita akan terbantu. Mari kita bersama-sama mensyukuri rahmat Allah yang mengalir dalam Sakramen Tobat ini dan mari kita benar-benar mempergunakannya sesering mungkin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br&gt;
stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Vinsensius,</p><p>Selamat datang di katolisitas.org dan terima kasih atas pertanyaannya tentang Sakramen Tobat. Video tentang Sakramen Pengakuan Dosa dapat dilihat di sini (<a
href="http://katolisitas.org/2009/11/08/bagaimana-menerima-sakramen-tobat/" rel="nofollow">silakan klik</a>). Memang ekpresi adalah penting, namun yang paling penting dalam Sakramen Pengakuan Dosa adalah persiapan dan penyesalan hati, karena hati yang remuk redam adalah yang berkenan kepada Allah (Mzm 51:17). Silakan juga Vinsen membaca beberapa artikel tentang Sakramen Pengakuan Dosa ini (bagian <a
href="http://katolisitas.org/2008/07/18/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-1/" rel="nofollow">1</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/" rel="nofollow">2</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/14/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-3/" rel="nofollow">3</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/" rel="nofollow">4</a>), Sebaiknya kita juga mengaku dosa secara teratur, sebulan sekali atau setiap dua kali seminggu. Dengan mengadakan pengakuan dosa yang teratur, maka kehidupan spiritualitas kita akan terbantu. Mari kita bersama-sama mensyukuri rahmat Allah yang mengalir dalam Sakramen Tobat ini dan mari kita benar-benar mempergunakannya sesering mungkin.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Vinsensius Wawan Hardjomuliono</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-8521</link> <dc:creator>Vinsensius Wawan Hardjomuliono</dc:creator> <pubDate>Fri, 06 Nov 2009 16:05:51 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-8521</guid> <description>Berkah Dalem....
Saya terhitung baru di dalam katolisitas org, sebelumnya mohon maaf bila ada kesalahan didalam penulisan ini. Saya melihat disitus ini ada tulisan video. Tergelitik oleh rasa keingintahuan saya, kira-kira adakah di situs ini yang mana saya bisa mendapatkan cuplikan video mengenai sikap yang harus dilakukan didalam sakramen pengakuan dosa. Mengingat jaman sekarang banyak umat katolik yang kurang memahami tata cara yang benar pada saat pengakuan dosa. Terima kasih dan mohon maaf sekali lagi bilamana ada kesalahan di dalam penulisan teks ini.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Berkah Dalem&#8230;.<br
/> Saya terhitung baru di dalam katolisitas org, sebelumnya mohon maaf bila ada kesalahan didalam penulisan ini. Saya melihat disitus ini ada tulisan video. Tergelitik oleh rasa keingintahuan saya, kira-kira adakah di situs ini yang mana saya bisa mendapatkan cuplikan video mengenai sikap yang harus dilakukan didalam sakramen pengakuan dosa. Mengingat jaman sekarang banyak umat katolik yang kurang memahami tata cara yang benar pada saat pengakuan dosa. Terima kasih dan mohon maaf sekali lagi bilamana ada kesalahan di dalam penulisan teks ini.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-6537</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Sat, 12 Sep 2009 23:35:24 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-6537</guid> <description>Shalom Lusia,
Terima kasih atas sharing pengalaman anda. Ya, marilah kita selalu bersyukur kepada Tuhan atas rahmat pertobatan yang diberikan-Nya kepada kita. Sebab dengan kita bertobat, maka hubungan kita dengan Tuhan yang terputus oleh dosa dapat disambung kembali.Tak apa jika anda merasa perlu untuk menuliskan di secarik kertas, dosa-dosa anda, sebelum anda menghadap Romo untuk menerima Sakramen Tobat. Lebih baik lagi jika anda menuliskan dosa yang paling berat terlebih dahulu, dan baru diikuti oleh dosa-dosa yang lain.
Semoga dengan demikian anda dapat mengadakan pengakuan dosa dengan lebih baik. Namun di atas semuanya itu yang terpenting adalah sikap batin yaitu dengan penyesalan yang sungguh- sungguh dan ketetapan hati untuk memperbaiki diri. Alangkah baik, apabila anda membaca dan merenungkan Mazmur 51, baik sebelum ataupun sesudah anda mengaku dosa. Saya percaya bahwa dalam setiap kesempatan, Mazmur 51 tersebut dapat mengingatkan kita untuk selalu bertobat atas segala pelanggaran kita.
&quot;Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!.....&quot; (Mzm 51:3-)Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati - www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Lusia,<br
/> Terima kasih atas sharing pengalaman anda. Ya, marilah kita selalu bersyukur kepada Tuhan atas rahmat pertobatan yang diberikan-Nya kepada kita. Sebab dengan kita bertobat, maka hubungan kita dengan Tuhan yang terputus oleh dosa dapat disambung kembali.</p><p>Tak apa jika anda merasa perlu untuk menuliskan di secarik kertas, dosa-dosa anda, sebelum anda menghadap Romo untuk menerima Sakramen Tobat. Lebih baik lagi jika anda menuliskan dosa yang paling berat terlebih dahulu, dan baru diikuti oleh dosa-dosa yang lain.<br
/> Semoga dengan demikian anda dapat mengadakan pengakuan dosa dengan lebih baik. Namun di atas semuanya itu yang terpenting adalah sikap batin yaitu dengan penyesalan yang sungguh- sungguh dan ketetapan hati untuk memperbaiki diri. Alangkah baik, apabila anda membaca dan merenungkan Mazmur 51, baik sebelum ataupun sesudah anda mengaku dosa. Saya percaya bahwa dalam setiap kesempatan, Mazmur 51 tersebut dapat mengingatkan kita untuk selalu bertobat atas segala pelanggaran kita.<br
/> &#8220;Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!&#8230;..&#8221; (Mzm 51:3-)</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Lusia zee</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-6402</link> <dc:creator>Lusia zee</dc:creator> <pubDate>Wed, 09 Sep 2009 19:21:10 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-6402</guid> <description>Salam ,Saya jg da bbrp hr terakhir ini googling tentang pengakuan dosa, dan web ini sangat berguna skali dan menarik sekali untuk saya, bkn cuma ttg dosa , tp smua hal2 yang berhubungan tentang katolik dan gereja ada disini(biarpun saya sdh katolik, tp rasanya bnr2 blm memahami iman katolik, saya sangat terbantu sekali dan merasakan Tuhan Yesus bnr2 telah menerangi hati dan imanku.Bisa dibilang saya ini katolik KTP, yg cuma datang hari Natal dan Paskah, itu juga cuma dtg untuk ngerame-in, tanpa pernah menghayati arti sesungguhnya, hidup saya jalani selama ini semau2nya: (Bisa diartikan hidup saya slama 9 tahun ini benar2 bertolak belakang dgn ajaran Kristus , saya dengan sadar tau itu tapi saya tetap blm tergerak untuk tobat , dan sampai pada hal yg merupakan keajaiban bagi saya sendiri( terjadi stelah mengikuti kegiatan KPP(karena mau menikah Desember ini jadi terpaksa ikut kegiatan KPP, jujur sich cuma untuk mendapatkan sertifikatnya itu krn sbg syarat2 dokumen hrs ada ).Setelah sertifikat ditangan, minggu depan nya janjian sama pastor paroki utk kanonik bersama pasangan, dan pada saat giliran saya diintrogasi sama romonya(terpisah sama pasangan),
Romo mulailah bertanya kepada saya , padahal pertanyaan biasa skali (yang mana biasanya saya tidak pernah terbuka untuk menjawab, atau bisa dlm keadaan pilihan untuk berbohong, tapi seperti air yang mengalir begitu saja, saya bisa sangat terbuka dan jujur terhadap romo seolah2 di dlm dorongan hati ada yg membisikkan : tidak apa2, saya disini,.
Pada saat itu jga air mata mengalir tak henti dan penyesalan yg sangat menyiksa batin saya , saat itulah saya merasakan Rahmat Tuhan yang luar biasa yg tlh memberikan jalan baru untuk kembali ke Rumahnya.Mulai dari situ batin saya berbicara bahwa saya harus melakukan pengakuan,(karena sungguh batin saya tidak tenang sampe skrg) dan besokannya saya lsg menanyakan kepada romo apakah bisa mengadakn rekonsiliasi perorangan untuk saya(masih membingungkan diri sendiri karena biasanya pengakuan dosa yg diadakan gerejapun tidak pernah saya ikuti, malah ini saya yg minta sendiri kepada Romo, sungguh besar karunia Tuhan kepada hambaNya walaupun saya tlah meninggalkan Dia. Puji TUhan.
Dan saya tlah membuat janji temu sama Romo bbrp hr lagi.Nah , back ke topic lagi, karena dosa2 saya banyak skali (takut kelupaan or tau2 blank di pikiran) ,  hampir semua yg disebutkan point diatas), apakah boleh saya tulis dikertas?Salam Damai, Tuhan Yesus memberkati...</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Salam ,</p><p>Saya jg da bbrp hr terakhir ini googling tentang pengakuan dosa, dan web ini sangat berguna skali dan menarik sekali untuk saya, bkn cuma ttg dosa , tp smua hal2 yang berhubungan tentang katolik dan gereja ada disini(biarpun saya sdh katolik, tp rasanya bnr2 blm memahami iman katolik, saya sangat terbantu sekali dan merasakan Tuhan Yesus bnr2 telah menerangi hati dan imanku.</p><p>Bisa dibilang saya ini katolik KTP, yg cuma datang hari Natal dan Paskah, itu juga cuma dtg untuk ngerame-in, tanpa pernah menghayati arti sesungguhnya, hidup saya jalani selama ini semau2nya: (Bisa diartikan hidup saya slama 9 tahun ini benar2 bertolak belakang dgn ajaran Kristus , saya dengan sadar tau itu tapi saya tetap blm tergerak untuk tobat , dan sampai pada hal yg merupakan keajaiban bagi saya sendiri( terjadi stelah mengikuti kegiatan KPP(karena mau menikah Desember ini jadi terpaksa ikut kegiatan KPP, jujur sich cuma untuk mendapatkan sertifikatnya itu krn sbg syarat2 dokumen hrs ada ).</p><p>Setelah sertifikat ditangan, minggu depan nya janjian sama pastor paroki utk kanonik bersama pasangan, dan pada saat giliran saya diintrogasi sama romonya(terpisah sama pasangan),<br
/> Romo mulailah bertanya kepada saya , padahal pertanyaan biasa skali (yang mana biasanya saya tidak pernah terbuka untuk menjawab, atau bisa dlm keadaan pilihan untuk berbohong, tapi seperti air yang mengalir begitu saja, saya bisa sangat terbuka dan jujur terhadap romo seolah2 di dlm dorongan hati ada yg membisikkan : tidak apa2, saya disini,.<br
/> Pada saat itu jga air mata mengalir tak henti dan penyesalan yg sangat menyiksa batin saya , saat itulah saya merasakan Rahmat Tuhan yang luar biasa yg tlh memberikan jalan baru untuk kembali ke Rumahnya.</p><p>Mulai dari situ batin saya berbicara bahwa saya harus melakukan pengakuan,(karena sungguh batin saya tidak tenang sampe skrg) dan besokannya saya lsg menanyakan kepada romo apakah bisa mengadakn rekonsiliasi perorangan untuk saya(masih membingungkan diri sendiri karena biasanya pengakuan dosa yg diadakan gerejapun tidak pernah saya ikuti, malah ini saya yg minta sendiri kepada Romo, sungguh besar karunia Tuhan kepada hambaNya walaupun saya tlah meninggalkan Dia. Puji TUhan.<br
/> Dan saya tlah membuat janji temu sama Romo bbrp hr lagi.</p><p>Nah , back ke topic lagi, karena dosa2 saya banyak skali (takut kelupaan or tau2 blank di pikiran) ,  hampir semua yg disebutkan point diatas), apakah boleh saya tulis dikertas?</p><p>Salam Damai, Tuhan Yesus memberkati&#8230;</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-5374</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Thu, 13 Aug 2009 01:25:15 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-5374</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Budisan,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaan-pertanyaannya. Mari kita melihatnya satu-persatu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1) Gereja Katolik mengajarkan &quot;&lt;em&gt;just war&lt;/em&gt;&quot;, dimana pada kondisi-kondisi tertentu untuk &quot;greater good&quot; dan tidak ada cara lain yang dapat dilakukan selain dengan cara perang, tingkat keberhasilan yang baik, kerugian yang minimal. Katekismus Gereja Katolik mengatakan &quot;&lt;em&gt;Syarat-syarat yang memperbolehkan suatu bangsa membela diri secara militer, harus diperhatikan dengan baik. Keputusan semacam itu berakibat besar, sehingga hal itu hanya diperbolehkan secara moral dengan syarat-syarat berikut yang ketat, yang harus serentak terpenuhi: a) &lt;strong&gt;Kerugian&lt;/strong&gt; yang diakibatkan oleh penyerang atas bangsa atau kelompok bangsa, harus diketahui dengan pasti, berlangsung lama, dan bersifat berat. b) &lt;strong&gt;Semua cara&lt;/strong&gt; yang lain untuk mengakhirinya harus terbukti sebagai tidak mungkin atau tidak efektif. c) Harus ada &lt;strong&gt;harapan &lt;/strong&gt;yang sungguh akan keberhasilan. d)  &lt;strong&gt;Penggunaan senjata-senjata&lt;/strong&gt; tidak boleh mendatangkan kerugian dan kekacauan yang lebih buruk daripada kejahatan yang harus dielakkan. Dalam menentukan apakah syarat-syarat ini terpenuhi, daya rusak yang luar biasa dari persenjataan modern harus dipertimbangkan secara serius.Inilah unsur-unsur biasa, yang ditemukan dalam ajaran yang dinamakan ajaran tentang &quot;perang yang adil&quot;.  Penilaian, apakah semua prasyarat yang perlu ini agar diperbolehkan secara moral suatu perang pembelaan sungguh terpenuhi, terletak pada pertimbangan bijaksana dari mereka, yang kepadanya dipercayakan pemeliharaan kesejahteraan umum.&lt;/em&gt;&quot; (KGK, 2309).&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;St. Augustinus mengatakan &quot;&lt;em&gt;We do not seek peace in order to be at war, but we go to war that we may have peace. Be peaceful, therefore, in warring, so that you may vanquish those whom you war against, and bring them to the prosperity of peace.&lt;/em&gt;&quot; Oleh karena itu, bagi orang-orang yang memang dalam kondisi perang, memang tidak terhindarkan untuk membunuh orang lain.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;2) Tentang berpakaian pantas kalau ke Gereja. Kita harus menyadari bahwa kalau kita ke Gereja, kita bertemu Raja dari segala raja, sehingga kita harus berpakaian pantas dan baik. Hal-hal buruk yang terjadi di luar negeri jangan kita tiru.&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt; &lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;3) Merokok sejauh dilakukan dengan pengendalian diri yang baik adalah tidak berdosa. Silakan melihat tanya jawab ini (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/11/03/apakah-merokok-berdosa/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;). Apakah membeli saham rokok berdosa? Karena Gereja tidak melihat bahwa merokok pada dasarnya adalah dosa (&lt;em&gt;intrinsically sinful&lt;/em&gt;) sejauh dilakukan dengan pengendalian diri, maka membeli saham rokok bukanlah suatu dosa. Namun, saya percaya bahwa membeli saham-saham yang berhubungan secara langsung dengan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Gereja adalah berdosa, misalkan: membeli saham dari perusahaan yang membuat kontrasepsi, dll. Dengan membeli saham-saham yang memproduksi sesuatu yang melawan ajaran Gereja Katolik, maka secara tidak langsung kita turut berpartisipasi dalam dosa.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Semoga dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br&gt;
stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Budisan,</p><p>Terima kasih atas pertanyaan-pertanyaannya. Mari kita melihatnya satu-persatu.</p><p>1) Gereja Katolik mengajarkan &quot;<em>just war</em>&quot;, dimana pada kondisi-kondisi tertentu untuk &quot;greater good&quot; dan tidak ada cara lain yang dapat dilakukan selain dengan cara perang, tingkat keberhasilan yang baik, kerugian yang minimal. Katekismus Gereja Katolik mengatakan &quot;<em>Syarat-syarat yang memperbolehkan suatu bangsa membela diri secara militer, harus diperhatikan dengan baik. Keputusan semacam itu berakibat besar, sehingga hal itu hanya diperbolehkan secara moral dengan syarat-syarat berikut yang ketat, yang harus serentak terpenuhi: a) <strong>Kerugian</strong> yang diakibatkan oleh penyerang atas bangsa atau kelompok bangsa, harus diketahui dengan pasti, berlangsung lama, dan bersifat berat. b) <strong>Semua cara</strong> yang lain untuk mengakhirinya harus terbukti sebagai tidak mungkin atau tidak efektif. c) Harus ada <strong>harapan </strong>yang sungguh akan keberhasilan. d) <strong>Penggunaan senjata-senjata</strong> tidak boleh mendatangkan kerugian dan kekacauan yang lebih buruk daripada kejahatan yang harus dielakkan. Dalam menentukan apakah syarat-syarat ini terpenuhi, daya rusak yang luar biasa dari persenjataan modern harus dipertimbangkan secara serius.Inilah unsur-unsur biasa, yang ditemukan dalam ajaran yang dinamakan ajaran tentang &quot;perang yang adil&quot;.  Penilaian, apakah semua prasyarat yang perlu ini agar diperbolehkan secara moral suatu perang pembelaan sungguh terpenuhi, terletak pada pertimbangan bijaksana dari mereka, yang kepadanya dipercayakan pemeliharaan kesejahteraan umum.</em>&quot; (KGK, 2309).</p><blockquote><p>St. Augustinus mengatakan &quot;<em>We do not seek peace in order to be at war, but we go to war that we may have peace. Be peaceful, therefore, in warring, so that you may vanquish those whom you war against, and bring them to the prosperity of peace.</em>&quot; Oleh karena itu, bagi orang-orang yang memang dalam kondisi perang, memang tidak terhindarkan untuk membunuh orang lain.</p></blockquote><p>2) Tentang berpakaian pantas kalau ke Gereja. Kita harus menyadari bahwa kalau kita ke Gereja, kita bertemu Raja dari segala raja, sehingga kita harus berpakaian pantas dan baik. Hal-hal buruk yang terjadi di luar negeri jangan kita tiru.</p><blockquote></blockquote><p>3) Merokok sejauh dilakukan dengan pengendalian diri yang baik adalah tidak berdosa. Silakan melihat tanya jawab ini (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/11/03/apakah-merokok-berdosa/" rel="nofollow">silakan klik</a>). Apakah membeli saham rokok berdosa? Karena Gereja tidak melihat bahwa merokok pada dasarnya adalah dosa (<em>intrinsically sinful</em>) sejauh dilakukan dengan pengendalian diri, maka membeli saham rokok bukanlah suatu dosa. Namun, saya percaya bahwa membeli saham-saham yang berhubungan secara langsung dengan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Gereja adalah berdosa, misalkan: membeli saham dari perusahaan yang membuat kontrasepsi, dll. Dengan membeli saham-saham yang memproduksi sesuatu yang melawan ajaran Gereja Katolik, maka secara tidak langsung kita turut berpartisipasi dalam dosa.</p><p>Semoga dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: budisan</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/comment-page-1/#comment-5262</link> <dc:creator>budisan</dc:creator> <pubDate>Mon, 10 Aug 2009 06:09:48 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/#comment-5262</guid> <description>Dear Katolisitas,terima kasih sebelumnya untuk jawaban nya,1. Bagaimana kalau profesi seorang tentara, lalu dia dikirim untuk perang. Kita tahu, dalam perang pasti harus membunuh lawan, sedang membunuh tidak boleh, seharusnya bagaimana ? apa sebaiknya berhenti menjadi tentara ? atau kalau terpaksa, karena wajib militer bagaimana, sebaiknya ?
2. Apa boleh ke gereja memakai celana pendek ? Saya waktu smp pakai celana pendek masuk gereja, lalu di luar negri saya lihat banyak bule2 pakai celana pendek dan sandal jepit.
3.Apa boleh kita membeli saham rokok, lalu mendapat dividen dan mendapat untung darinya, sedang rokok kan tidak baik untuk kesehatan dan polusi.Terima kasih.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Dear Katolisitas,</p><p>terima kasih sebelumnya untuk jawaban nya,</p><p>1. Bagaimana kalau profesi seorang tentara, lalu dia dikirim untuk perang. Kita tahu, dalam perang pasti harus membunuh lawan, sedang membunuh tidak boleh, seharusnya bagaimana ? apa sebaiknya berhenti menjadi tentara ? atau kalau terpaksa, karena wajib militer bagaimana, sebaiknya ?<br
/> 2. Apa boleh ke gereja memakai celana pendek ? Saya waktu smp pakai celana pendek masuk gereja, lalu di luar negri saya lihat banyak bule2 pakai celana pendek dan sandal jepit.<br
/> 3.Apa boleh kita membeli saham rokok, lalu mendapat dividen dan mendapat untung darinya, sedang rokok kan tidak baik untuk kesehatan dan polusi.</p><p>Terima kasih.</p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 42/78 queries in 0.053 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-07-30 16:17:06 -->