<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Indah dan Dalamnya Makna Sakramen Perkawinan Katolik</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 11:26:12 +0000</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: Romo Wanta, Pr.</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-17939</link> <dc:creator>Romo Wanta, Pr.</dc:creator> <pubDate>Thu, 29 Jul 2010 02:30:25 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-17939</guid> <description>Chaterine YthApakah dia mau diajak untuk konsultasi ke dokter spesialis yang ahli bidang seks. Karena penting, mungkin ada sesuatu yang mengganjal dirinya untuk melakukan hubungan intim. Saya pribadi prihatin dengan keadaanmu ini karena salah stu hal penting dalam perkawinan dan menjadi esensi perkawinan adalah phyisical touch yg berpuncak pada hubungan intim maka jika hal ini tidak dilakukan merupakan sesuatu yang kurang lengkap. Saya bisa mengerti keadaanmu karena itu anjuran saya berdua ke dokter spesialis seks. Semoga berhasil dan anda menemukan hidup keluarga yang baik.salam
Rm Wanta</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Chaterine Yth</p><p>Apakah dia mau diajak untuk konsultasi ke dokter spesialis yang ahli bidang seks. Karena penting, mungkin ada sesuatu yang mengganjal dirinya untuk melakukan hubungan intim. Saya pribadi prihatin dengan keadaanmu ini karena salah stu hal penting dalam perkawinan dan menjadi esensi perkawinan adalah phyisical touch yg berpuncak pada hubungan intim maka jika hal ini tidak dilakukan merupakan sesuatu yang kurang lengkap. Saya bisa mengerti keadaanmu karena itu anjuran saya berdua ke dokter spesialis seks. Semoga berhasil dan anda menemukan hidup keluarga yang baik.</p><p>salam<br
/> Rm Wanta</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Romo Wanta, Pr.</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-17606</link> <dc:creator>Romo Wanta, Pr.</dc:creator> <pubDate>Mon, 26 Jul 2010 15:55:22 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-17606</guid> <description>Agie yth
Semua perkara dalam perkawinan bisa diajukan ke pengadilan Gereja asal memenuhi syarat hukum seperti membuat surat permohonan (libellus), ada  bukti- bukti yang kuat dan layak untuk diajukan, nanti semoga bisa cepat pihak tribunal akan menjawab permohonan anda. Bisa ditujukan ke keuskupan tempat perkawinan anda diteguhkan, bisa juga di domisili anda (tempat anda tinggal) sekarang, bisa juga keuskupan di mana banyak saksi bertempat tinggal atau pihak tergugat. Silakan kalau dialamatkan ke pengadilan gereja KAJ.
Sekali lagi yang perlu disiapkan;
1. surat permohonan (libellus) pengajuan perkara untuk proses pembatalan perkawinan
2. surat dan bukti tertulis fotoco[y dari surat baptis, perkawinan, surat cerai sipil jika ada, keterangan dokter dll yang menyangkut perkara.
3. nama saksi alamat untuk diinterogasi minimal 5 orang
4. jika pastor paroki memberi surat pengantar alangkah baiknya.
salam
Rm Wanta</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Agie yth</p><p>Semua perkara dalam perkawinan bisa diajukan ke pengadilan Gereja asal memenuhi syarat hukum seperti membuat surat permohonan (libellus), ada  bukti- bukti yang kuat dan layak untuk diajukan, nanti semoga bisa cepat pihak tribunal akan menjawab permohonan anda. Bisa ditujukan ke keuskupan tempat perkawinan anda diteguhkan, bisa juga di domisili anda (tempat anda tinggal) sekarang, bisa juga keuskupan di mana banyak saksi bertempat tinggal atau pihak tergugat. Silakan kalau dialamatkan ke pengadilan gereja KAJ.<br
/> Sekali lagi yang perlu disiapkan;<br
/> 1. surat permohonan (libellus) pengajuan perkara untuk proses pembatalan perkawinan<br
/> 2. surat dan bukti tertulis fotoco[y dari surat baptis, perkawinan, surat cerai sipil jika ada, keterangan dokter dll yang menyangkut perkara.<br
/> 3. nama saksi alamat untuk diinterogasi minimal 5 orang<br
/> 4. jika pastor paroki memberi surat pengantar alangkah baiknya.</p><p>salam<br
/> Rm Wanta</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Chaterine</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-17223</link> <dc:creator>Chaterine</dc:creator> <pubDate>Mon, 05 Jul 2010 08:24:05 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-17223</guid> <description>Romo, saya ingin meminta tanggapan dan petunjuk Romo.
Romo, saya sdh menikah hampir 6 th. Tetapi sampai sekarang saya dan suami blm pernah berhubungan selayaknya suami istri. Saya bingung, setiap kali saya ajak bicara mengenai hal tersebut dia banyak sekali alasannya utk tdk melakukan hal tersebut. Saya juga sering ajak suami utk komunikasi dari hati ke hati dan dia selalu janji utk berubah. Tapi sampai sekarang dia tdk pernah menunjukkan perubahan tersebut. Padahal saya juga telah melakukan apapun untuk melengkapi apa yang menjadi alasannya. Terus terang lama kelamaan saya merasa capek, sampai sampai saya pernah mencoba utk mengakhiri hubungan kami ini. Tetapi suami saya tdk mau pisah, alasannya bahwa dia benar-benar sayang dan cinta sama saya. Saya sendiri juga tidak ingin pisah, tapi kalo melihat dan merasakan keadaan seperti ini saya benar-benar bingung. Perasaan dan pikiran saya benar-benar kacau, saya merasa stress. Tdk tahu mau berbuat &amp; berbicara apa lagi mengenai keadaan kami ini. Utk petunjuk dan bantuannya saya ucapkan terima kasih banyak.TUHAN memberkati.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Romo, saya ingin meminta tanggapan dan petunjuk Romo.<br
/> Romo, saya sdh menikah hampir 6 th. Tetapi sampai sekarang saya dan suami blm pernah berhubungan selayaknya suami istri. Saya bingung, setiap kali saya ajak bicara mengenai hal tersebut dia banyak sekali alasannya utk tdk melakukan hal tersebut. Saya juga sering ajak suami utk komunikasi dari hati ke hati dan dia selalu janji utk berubah. Tapi sampai sekarang dia tdk pernah menunjukkan perubahan tersebut. Padahal saya juga telah melakukan apapun untuk melengkapi apa yang menjadi alasannya. Terus terang lama kelamaan saya merasa capek, sampai sampai saya pernah mencoba utk mengakhiri hubungan kami ini. Tetapi suami saya tdk mau pisah, alasannya bahwa dia benar-benar sayang dan cinta sama saya. Saya sendiri juga tidak ingin pisah, tapi kalo melihat dan merasakan keadaan seperti ini saya benar-benar bingung. Perasaan dan pikiran saya benar-benar kacau, saya merasa stress. Tdk tahu mau berbuat &amp; berbicara apa lagi mengenai keadaan kami ini. Utk petunjuk dan bantuannya saya ucapkan terima kasih banyak.</p><p>TUHAN memberkati.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Agie</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-16792</link> <dc:creator>Agie</dc:creator> <pubDate>Tue, 22 Jun 2010 06:30:04 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-16792</guid> <description>Yth. Romo Wanta,Romo, saya seorang wanita dan ibu dari satu orang anak. 12 tahun yang lalu saya menikah dan sakramen pernikahan dilakukan di malang. Pernikahan saya dulu karena perjodohan orang tua, jadi tanpa ada proses pacaran dan nampak sekali memang tidak ada cinta diantara kami. Dan sejak menikah suami saya tidak pernah memberi nafkah ekonomi walaupun dia mempunyai pekerjaan tetap. Dan sejak saya mengandung, dia pun berhenti memberi nafkah batin. Selain itu dia lebih sering tinggal di rumah adiknya, jadi otomatis komunikasi diantara kami sangat kurang.Dan sejak 11 tahun yang lalu, kami sudah total berpisah rumah.
Berbagai cara dilakukan oleh saya dan orang tua supaya suami mau kembali berkumpul dengan saya dan anaknya. Tapi semuanya tanpa hasil karena suami lebih nyaman tinggal dengan adiknya.Akhirnya beberapa saat yang lalu saya mengajukan gugatan cerai lewat pengadilan negeri jakarta timur. Dan pengadilan mengabulkan gugatan saya, itupun secara verstek karena suami tidak pernah datang selama persidangan. Jadi saat ini secara hukum negara, saya sudah resmi bercerai dengan suami.Saat ini saya ingin mengajukan pembatalan pernikahan di gereja. Pertanyaan saya,
1.  Bagaimana cara mengajukan pembatalan pernikahan?Tapi saya tidak tahu caranya.
2.  Apakah saya bisa mengajukan pembatalan di Jakarta? Dan bukan di Malang. Karena saat ini saya tinggal di Jakarta.
3.  Apa saja yang perlu saya siapkan untuk mengajukan pembatalan pernikahan?
4.  Berapa lama prosesnya?Demikian pertanyaan saya ROmo.
Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.Salam dan doaAgie</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Romo Wanta,</p><p>Romo, saya seorang wanita dan ibu dari satu orang anak. 12 tahun yang lalu saya menikah dan sakramen pernikahan dilakukan di malang. Pernikahan saya dulu karena perjodohan orang tua, jadi tanpa ada proses pacaran dan nampak sekali memang tidak ada cinta diantara kami. Dan sejak menikah suami saya tidak pernah memberi nafkah ekonomi walaupun dia mempunyai pekerjaan tetap. Dan sejak saya mengandung, dia pun berhenti memberi nafkah batin. Selain itu dia lebih sering tinggal di rumah adiknya, jadi otomatis komunikasi diantara kami sangat kurang.</p><p>Dan sejak 11 tahun yang lalu, kami sudah total berpisah rumah.<br
/> Berbagai cara dilakukan oleh saya dan orang tua supaya suami mau kembali berkumpul dengan saya dan anaknya. Tapi semuanya tanpa hasil karena suami lebih nyaman tinggal dengan adiknya.</p><p>Akhirnya beberapa saat yang lalu saya mengajukan gugatan cerai lewat pengadilan negeri jakarta timur. Dan pengadilan mengabulkan gugatan saya, itupun secara verstek karena suami tidak pernah datang selama persidangan. Jadi saat ini secara hukum negara, saya sudah resmi bercerai dengan suami.</p><p>Saat ini saya ingin mengajukan pembatalan pernikahan di gereja. Pertanyaan saya,<br
/> 1.  Bagaimana cara mengajukan pembatalan pernikahan?Tapi saya tidak tahu caranya.<br
/> 2.  Apakah saya bisa mengajukan pembatalan di Jakarta? Dan bukan di Malang. Karena saat ini saya tinggal di Jakarta.<br
/> 3.  Apa saja yang perlu saya siapkan untuk mengajukan pembatalan pernikahan?<br
/> 4.  Berapa lama prosesnya?</p><p>Demikian pertanyaan saya ROmo.<br
/> Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.</p><p>Salam dan doa</p><p>Agie</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Budi Darmawan Kusumo</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-14935</link> <dc:creator>Budi Darmawan Kusumo</dc:creator> <pubDate>Tue, 11 May 2010 01:46:31 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-14935</guid> <description>Shalom saudarku Felix, saya salut atas perjuangan anda di dalam pernikahan.Saya akan selalu bawa anda didalam doa.Menurut apa yang saya pernah alami, bahwa pernikahan anda memang tidak akan pernah terceraikan secara IMAN, walaupun pemerintah menceraikan, dia mungkin menikah lagi dan sebagainya. TAPI di hadapan TUHAN, istri anda tetap dia dan suami dia adalah anda sendiri.Jadi tetaplah menjadi suami yang baik, meskipun anda diperlakukan dengan kasar oleh istri anda dan oleh pihak keluarga dari istri anda. Karena anda wajib mencerminkan kerakter2 YESUS pada istri anda dan biarlah THE TRUTH SPEAK ITSELF. Mana yang baik dan mana yang tidak baikTUHAN YESUS memberkati dan BUNDA MARIA selalu menuntun anda kepada putraNYA</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom saudarku Felix, saya salut atas perjuangan anda di dalam pernikahan.</p><p>Saya akan selalu bawa anda didalam doa.</p><p>Menurut apa yang saya pernah alami, bahwa pernikahan anda memang tidak akan pernah terceraikan secara IMAN, walaupun pemerintah menceraikan, dia mungkin menikah lagi dan sebagainya. TAPI di hadapan TUHAN, istri anda tetap dia dan suami dia adalah anda sendiri.</p><p>Jadi tetaplah menjadi suami yang baik, meskipun anda diperlakukan dengan kasar oleh istri anda dan oleh pihak keluarga dari istri anda. Karena anda wajib mencerminkan kerakter2 YESUS pada istri anda dan biarlah THE TRUTH SPEAK ITSELF. Mana yang baik dan mana yang tidak baik</p><p>TUHAN YESUS memberkati dan BUNDA MARIA selalu menuntun anda kepada putraNYA</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Romo Wanta, Pr.</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-14920</link> <dc:creator>Romo Wanta, Pr.</dc:creator> <pubDate>Mon, 10 May 2010 14:56:49 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-14920</guid> <description>Antonius Agus Yth.Saya salut dengan kerinduanmu mau diteguhkan dalam Gereja Katolik. Masih ada kesempatan diberkati dan diteguhkan dalam Gereja Katolik jika halangan dari perkawinan calon istri anda meski sudah perceraian sipil tetap perlu kekuatan hukum dari pihak pimpinan Gereja Katolik melalui permohonan pemutusan ikatan perkawinan demi iman katolik. Hendaknya calon anda mau menjadi katolik dan memberikan alasan sebagai motivasi mengapa mau menjadi katolik dan menikah secara katolik. Semua jawaban dilampirkan dalam permohonan kemurahan pemutusan ikatan perkawinan calon istri anda dengan mantan suaminya. Semoga dipahami.
Sesudah itu baru dia memiliki status bebas jika sudah mendapat dispensasi dari Uskup, baru dapat menikah dengan anda secara katolik. Karena syarat utama yang mau menikah di Gereja Katolik status bebas calon pengantin dan bebas halangan.salam
Rm Wanta</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Antonius Agus Yth.</p><p>Saya salut dengan kerinduanmu mau diteguhkan dalam Gereja Katolik. Masih ada kesempatan diberkati dan diteguhkan dalam Gereja Katolik jika halangan dari perkawinan calon istri anda meski sudah perceraian sipil tetap perlu kekuatan hukum dari pihak pimpinan Gereja Katolik melalui permohonan pemutusan ikatan perkawinan demi iman katolik. Hendaknya calon anda mau menjadi katolik dan memberikan alasan sebagai motivasi mengapa mau menjadi katolik dan menikah secara katolik. Semua jawaban dilampirkan dalam permohonan kemurahan pemutusan ikatan perkawinan calon istri anda dengan mantan suaminya. Semoga dipahami.<br
/> Sesudah itu baru dia memiliki status bebas jika sudah mendapat dispensasi dari Uskup, baru dapat menikah dengan anda secara katolik. Karena syarat utama yang mau menikah di Gereja Katolik status bebas calon pengantin dan bebas halangan.</p><p>salam<br
/> Rm Wanta</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Romo Wanta, Pr.</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-14916</link> <dc:creator>Romo Wanta, Pr.</dc:creator> <pubDate>Mon, 10 May 2010 14:36:00 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-14916</guid> <description>Felix YthSaya ikut prihatin dengan peristiwa yang anda alami. Saya memahami keadaanmu dan memang berat sekali namun tegarlah menghadapi semua peristiwa ini dengan siap dan berani mengambil resiko atas apa yang akan terjadi dalam perkawinan campur beda agama, dan selalu membawa masalah keluarga kalau tidak didasarkan pada cinta yang kokoh kuat dan saling pengertian yang  mendalam. Dari cerita anda cinta dan pengertian perkawinan campur rapuh sehingga mudah goyah sekarang kelihatan persoalan itu. Saya menganjurkan agar anda siap menghadapi apa saja yang terjadi di dalam perkawinan anda termasuk perpisahan dengan istri anda. Jalan yang perlu ditempuh adalah anda memberikan pengertian akan perkawinan yang tidak terputuskan dan bahwa perkawinan di Gereja Katolik juga sudah sah. Kemudian terimalah kenyataan ini dan berdamailah dengan peristiwa itu, mulailah menjaga kesehatanmu dan pikirkan masa depanmu. Pelan tapi pasti harus bisa menerima kenyataan ini dan mementingkan kesehatan dirimu. Berdoalah selalu meminta kekuatan dari Tuhan agar diberi kebijaksanaan dari Tuhan.Salam
Rm Wanta</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Felix Yth</p><p>Saya ikut prihatin dengan peristiwa yang anda alami. Saya memahami keadaanmu dan memang berat sekali namun tegarlah menghadapi semua peristiwa ini dengan siap dan berani mengambil resiko atas apa yang akan terjadi dalam perkawinan campur beda agama, dan selalu membawa masalah keluarga kalau tidak didasarkan pada cinta yang kokoh kuat dan saling pengertian yang  mendalam. Dari cerita anda cinta dan pengertian perkawinan campur rapuh sehingga mudah goyah sekarang kelihatan persoalan itu. Saya menganjurkan agar anda siap menghadapi apa saja yang terjadi di dalam perkawinan anda termasuk perpisahan dengan istri anda. Jalan yang perlu ditempuh adalah anda memberikan pengertian akan perkawinan yang tidak terputuskan dan bahwa perkawinan di Gereja Katolik juga sudah sah. Kemudian terimalah kenyataan ini dan berdamailah dengan peristiwa itu, mulailah menjaga kesehatanmu dan pikirkan masa depanmu. Pelan tapi pasti harus bisa menerima kenyataan ini dan mementingkan kesehatan dirimu. Berdoalah selalu meminta kekuatan dari Tuhan agar diberi kebijaksanaan dari Tuhan.</p><p>Salam<br
/> Rm Wanta</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Antonius Agus</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-14845</link> <dc:creator>Antonius Agus</dc:creator> <pubDate>Fri, 07 May 2010 07:50:22 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-14845</guid> <description>salam damai Kristus Romo..Saya sedang menghadapi masalah Romo..
Saya dan pasangan saya berencana menikah secara Katolik, Kebetulan calon saya sebelumnya pernah menikah dan dikaruniai seorang anak. Pernikahan calon istri saya dengan suaminya gagal di tengah jalan dan mereka telah bercerai menurut Negara. Sebelumnya saya lanjutkan, Calon istri saya sebelumnya menikah secara Gereja Kristen GPIB, karena Suaminya terdahulu adalah Kristen Protestan. Pernikahan mereka tidak langgeng dan banyak percekcokan dan sering terjadi KDRT dimana Suaminya memukuli terus setiap hari. Dan dengan alasan tersebut, Calon Istri saya mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri dan sudah ada putusan Cerainya. Kembali ke masalah saya Romo.. sekarang (saya dan calon istri saya yang sudah cerai tsb) berencana melangsungkan pernikahan, dan kami ingin sekali Pernikahan kami diberkati di Gereja Katolik seperti keyakinan kami dari kecil yaitu Katolik. Yang jadi pertanyaan saya Romo... apakah kami masih diberi kesempatan untuk bisa menikah dan diberkati secara Katolik? Kami saling mencintai tapi kami sangat berharap agar Pernikahan kami bisa Langgeng karena diberkati secara Katolik. Kemudian apa saja yang harus kami persiapkan untuk Pernikahan kami ini Romo... Mohon Saran dari Romo...Terima kasih,Salam Damai Kristus.....</description> <content:encoded><![CDATA[<p>salam damai Kristus Romo..</p><p>Saya sedang menghadapi masalah Romo..<br
/> Saya dan pasangan saya berencana menikah secara Katolik, Kebetulan calon saya sebelumnya pernah menikah dan dikaruniai seorang anak. Pernikahan calon istri saya dengan suaminya gagal di tengah jalan dan mereka telah bercerai menurut Negara. Sebelumnya saya lanjutkan, Calon istri saya sebelumnya menikah secara Gereja Kristen GPIB, karena Suaminya terdahulu adalah Kristen Protestan. Pernikahan mereka tidak langgeng dan banyak percekcokan dan sering terjadi KDRT dimana Suaminya memukuli terus setiap hari. Dan dengan alasan tersebut, Calon Istri saya mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri dan sudah ada putusan Cerainya. Kembali ke masalah saya Romo.. sekarang (saya dan calon istri saya yang sudah cerai tsb) berencana melangsungkan pernikahan, dan kami ingin sekali Pernikahan kami diberkati di Gereja Katolik seperti keyakinan kami dari kecil yaitu Katolik. Yang jadi pertanyaan saya Romo&#8230; apakah kami masih diberi kesempatan untuk bisa menikah dan diberkati secara Katolik? Kami saling mencintai tapi kami sangat berharap agar Pernikahan kami bisa Langgeng karena diberkati secara Katolik. Kemudian apa saja yang harus kami persiapkan untuk Pernikahan kami ini Romo&#8230; Mohon Saran dari Romo&#8230;</p><p>Terima kasih,</p><p>Salam Damai Kristus&#8230;..</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Felix</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-14810</link> <dc:creator>Felix</dc:creator> <pubDate>Thu, 06 May 2010 02:16:18 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-14810</guid> <description>Berkah Dalem Romo
Saya seorang Katholik yang 3 tahun lalu menikah dengan wanita muslim. Pemberkatan nikah kami dilakukan tanpa dihadiri keluarga pihak istri. Sebenarnya dalam kurun waktu sebelumnya pernikahan kami berjalan baik-baik saja adapun percekcokan hanya terjadi sesekali dan dapat dengan cepat terselesaikan namun sudah satu bulan ini kami pisah rumah, awalnya saya marah karena istri saya tidak mau mencantumkan status pernikahannya dalam facebooknya dan akhirnya saya tahu bahwa istri saya sering chating dengan mantan pacarnya yang juga sudah menikah, percekcokan pun terjadi, kemudian yang menggagetkan istri saya merasa bahwa selama ini pernikahan kami tidaklah sah menurut dia ( agama dan ketidakhadiran orangtuanya) dan merasa bahwa dia telah berdosa dan berzinah. Saya langsung meminta maaf kalau saya terlalu keras menanggapi permasalahan facebooknya dan chatingannya dengan mantan pacarnya. namun dia terus bersikeras bahwa pernikahannya tidak sah dan meminta saya untuk menjadi mualaf dan menikah lagi di KUA, SAYA TERKEJUT KARENA SEJARAH PERNIKAHAN KAMI YANG BERAT. Istri saya karena tidak disetujui menikah dengan saya lari dari rumah dan tinggal dirumah orangtua saya saat itu. Lamaran saya bersama orangtua dan segala ubo rampenya ditolak mentah2 oleh orangtuanya, hingga pada akhirnya saya menemukan cara untuk bisa memindah kartu keluarga istri saya dan saya ikutkan KK paman saya, dan singkat kata kami bisa menikah di gereja. Setiap saat saya berusaha mengingatkan istri saya selalu dia menjawab bahwa dia terpaksa menyanggupi menikah di gereja, padahal saat itu tidak ada satu orangpun yang memaksa dia untuk menikah di gereja, sehingga saya benar2 terkejut dengan perkataannya sekarang. Saat ini kami sudah pisah rumah dan saya masih mencoba untuk menjadi suami yang baik walaupun setiap kali saya mendatangi istri saya hanya rasa sakit atas segala perkataannya dan perbuatannya kepada saya. Saya masih mencintainya dan berusaha mempertahankan perkawinan kami namun hingga sekarang dia tetap bersikukuh akan menceraikan saya kalau saya tidak menjadi mualaf dan menikah lagi di KUA. Saat ini saya terus berdoa novena agar terus dikuatkan dan perkawinan bisa kembali baik kembali. Namun ternyata tubuh saya tidak bisa mentoleransi depresi yang saya alami, saya sakit2tan dan sering pingsan (ada riwayat kesehatan yang tidak bisa saya ceritakan disini)...saya paham dalam Iman saya perceraian bukanlah sebuah pilihan namun menjadi mualaf juga bukanlah sebuah pilihan bagi saya, apakah dimungkinkan pembatalan nikah apabila nanti istri saya benar2 menceraikan saya secara sepihak?.  Mohon bantuan doa dan jawabannya sekiranya bisa membuat saya lebih tenang. Berkah Dalem.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Berkah Dalem Romo<br
/> Saya seorang Katholik yang 3 tahun lalu menikah dengan wanita muslim. Pemberkatan nikah kami dilakukan tanpa dihadiri keluarga pihak istri. Sebenarnya dalam kurun waktu sebelumnya pernikahan kami berjalan baik-baik saja adapun percekcokan hanya terjadi sesekali dan dapat dengan cepat terselesaikan namun sudah satu bulan ini kami pisah rumah, awalnya saya marah karena istri saya tidak mau mencantumkan status pernikahannya dalam facebooknya dan akhirnya saya tahu bahwa istri saya sering chating dengan mantan pacarnya yang juga sudah menikah, percekcokan pun terjadi, kemudian yang menggagetkan istri saya merasa bahwa selama ini pernikahan kami tidaklah sah menurut dia ( agama dan ketidakhadiran orangtuanya) dan merasa bahwa dia telah berdosa dan berzinah. Saya langsung meminta maaf kalau saya terlalu keras menanggapi permasalahan facebooknya dan chatingannya dengan mantan pacarnya. namun dia terus bersikeras bahwa pernikahannya tidak sah dan meminta saya untuk menjadi mualaf dan menikah lagi di KUA, SAYA TERKEJUT KARENA SEJARAH PERNIKAHAN KAMI YANG BERAT. Istri saya karena tidak disetujui menikah dengan saya lari dari rumah dan tinggal dirumah orangtua saya saat itu. Lamaran saya bersama orangtua dan segala ubo rampenya ditolak mentah2 oleh orangtuanya, hingga pada akhirnya saya menemukan cara untuk bisa memindah kartu keluarga istri saya dan saya ikutkan KK paman saya, dan singkat kata kami bisa menikah di gereja. Setiap saat saya berusaha mengingatkan istri saya selalu dia menjawab bahwa dia terpaksa menyanggupi menikah di gereja, padahal saat itu tidak ada satu orangpun yang memaksa dia untuk menikah di gereja, sehingga saya benar2 terkejut dengan perkataannya sekarang. Saat ini kami sudah pisah rumah dan saya masih mencoba untuk menjadi suami yang baik walaupun setiap kali saya mendatangi istri saya hanya rasa sakit atas segala perkataannya dan perbuatannya kepada saya. Saya masih mencintainya dan berusaha mempertahankan perkawinan kami namun hingga sekarang dia tetap bersikukuh akan menceraikan saya kalau saya tidak menjadi mualaf dan menikah lagi di KUA. Saat ini saya terus berdoa novena agar terus dikuatkan dan perkawinan bisa kembali baik kembali. Namun ternyata tubuh saya tidak bisa mentoleransi depresi yang saya alami, saya sakit2tan dan sering pingsan (ada riwayat kesehatan yang tidak bisa saya ceritakan disini)&#8230;saya paham dalam Iman saya perceraian bukanlah sebuah pilihan namun menjadi mualaf juga bukanlah sebuah pilihan bagi saya, apakah dimungkinkan pembatalan nikah apabila nanti istri saya benar2 menceraikan saya secara sepihak?.  Mohon bantuan doa dan jawabannya sekiranya bisa membuat saya lebih tenang. Berkah Dalem.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-14538</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Tue, 27 Apr 2010 18:28:59 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-14538</guid> <description>Shalom Grace Helen,
Saya akan turut mendoakan John dan mungkin kita dapat pula memohon agar para pembaca  mendoakan John, serta rencana anda untuk menikah dengan calon suami anda.
Kita percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi anda; dan menjadikan segala sesuatu indah pada waktu-Nya.Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Grace Helen,<br
/> Saya akan turut mendoakan John dan mungkin kita dapat pula memohon agar para pembaca  mendoakan John, serta rencana anda untuk menikah dengan calon suami anda.<br
/> Kita percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi anda; dan menjadikan segala sesuatu indah pada waktu-Nya.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Grace Helen.R</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-14514</link> <dc:creator>Grace Helen.R</dc:creator> <pubDate>Tue, 27 Apr 2010 07:12:37 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-14514</guid> <description>Shalom Mbak Ingrid
Sebelumnya terima kasih atas saran dan doanya buat John.
Mungkin di surat saya sebelumnya saya belum menjelaskan bahwa calon suami saya ini duda karena istrinya meninggal ketika anaknya John berumur 5 thn.
Saya juga sangat bersedih telefon  terakhir yang saya dapat  John coma sekarang sdh berada di USA,semoga doa kita semua menjadi kesembuhan buat John karena tidak ada yang mustahil kalau Allah bapa disurga menghendaki  dan  diberi kekuatan buat calon suami saya dan family.
Salam Kasih Tuhan kita Yesus Kristus
Grace H.R</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Mbak Ingrid<br
/> Sebelumnya terima kasih atas saran dan doanya buat John.<br
/> Mungkin di surat saya sebelumnya saya belum menjelaskan bahwa calon suami saya ini duda karena istrinya meninggal ketika anaknya John berumur 5 thn.<br
/> Saya juga sangat bersedih telefon  terakhir yang saya dapat  John coma sekarang sdh berada di USA,semoga doa kita semua menjadi kesembuhan buat John karena tidak ada yang mustahil kalau Allah bapa disurga menghendaki  dan  diberi kekuatan buat calon suami saya dan family.<br
/> Salam Kasih Tuhan kita Yesus Kristus<br
/> Grace H.R</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-14506</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Tue, 27 Apr 2010 02:11:00 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-14506</guid> <description>Shalom Grace Helen,
Saya tidak tahu, apakah calon suami anda itu adalah duda karena istri pertamanya sudah meninggal dunia, ataukah karena duda cerai. Sebab kalau ia adalah seorang duda karena perceraian, maka sebenarnya perkawinan anda tidak dapat disahkan di Gereja Katolik, sebab di hadapan Allah, pria tersebut masih terikat pada istrinya dengan ikatan perkawinan sebelumnya. Jika ini yang terjadi, jika saya boleh menyarankan, maka sebaiknya anda mempertimbangkan kembali untuk menikah dengannya; sebab ini tidak berkenan di hadapan Tuhan. Firman Tuhan jelas mengatakan, &quot;Apa yang telah dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.&quot; (Mat 19:6). Gereja Katolik tidak mengakui perceraian secara sipil, sebab perkawinan kristiani menurut Alkitab bersifat eksklusif (antara satu pria dan satu wanita), total/ tanpa syarat dan seumur hidup. Jika anda berkeras menikah dengannya dalam keadaan ia masih terikat dengan istrinya dari perkawinan terdahulu, maka sesungguhnya anda melanggar hukum Tuhan, dan selanjutnya anda tidak dapat menerima Komuni kudus.Tentu lain halnya jika pria tersebut adalah duda karena istrinya sudah meninggal dunia. Jika demikian halnya anda bebas untuk menikah dengannya.Ya, kami akan mendukung dengan doa, untuk kesembuhan John, dan agar anda dapat memutuskan yang terbaik demi masa depan dan kehidupan rohani anda.Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Grace Helen,<br
/> Saya tidak tahu, apakah calon suami anda itu adalah duda karena istri pertamanya sudah meninggal dunia, ataukah karena duda cerai. Sebab kalau ia adalah seorang duda karena perceraian, maka sebenarnya perkawinan anda tidak dapat disahkan di Gereja Katolik, sebab di hadapan Allah, pria tersebut masih terikat pada istrinya dengan ikatan perkawinan sebelumnya. Jika ini yang terjadi, jika saya boleh menyarankan, maka sebaiknya anda mempertimbangkan kembali untuk menikah dengannya; sebab ini tidak berkenan di hadapan Tuhan. Firman Tuhan jelas mengatakan, &#8220;Apa yang telah dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia.&#8221; (Mat 19:6). Gereja Katolik tidak mengakui perceraian secara sipil, sebab perkawinan kristiani menurut Alkitab bersifat eksklusif (antara satu pria dan satu wanita), total/ tanpa syarat dan seumur hidup. Jika anda berkeras menikah dengannya dalam keadaan ia masih terikat dengan istrinya dari perkawinan terdahulu, maka sesungguhnya anda melanggar hukum Tuhan, dan selanjutnya anda tidak dapat menerima Komuni kudus.</p><p>Tentu lain halnya jika pria tersebut adalah duda karena istrinya sudah meninggal dunia. Jika demikian halnya anda bebas untuk menikah dengannya.</p><p>Ya, kami akan mendukung dengan doa, untuk kesembuhan John, dan agar anda dapat memutuskan yang terbaik demi masa depan dan kehidupan rohani anda.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Grace Helen.R</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-14393</link> <dc:creator>Grace Helen.R</dc:creator> <pubDate>Sat, 24 Apr 2010 15:22:37 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-14393</guid> <description>Shalom....
Maaf saya mau sharing dan minta doanya.
Saya berkenalan dengan pria asing dia berasal dari negara Italia kita sering curhat dan  telefon kebetulan dia duda anak satu (anaknya laki-laki) dia sering menceritakan perkembangan anaknya .
sekarang hubungan kami sudah berjalan 3 bulan kami sudah saling suka dan merencanakan pernikahan di Indonesia, rencananya dia mau datang bulan Mei ini tapi kehendak kami bukan kehendak Tuhan disaat dia sibuk mengurus pasportnya dia dtlp sama orang tuanya bahwa anaknya masuk rumah sakit ternyata ada kelainan di dalam darahnya.
Gagal sdh harapan kami utk menikah tapi saya iklas asal untuk kesembuhan anaknya karena saya sayang sama dia dan anaknya.Saya  tiap malam doa Novena untuk kesembuhan anaknya saya mohon minta bantu doa  kepada saudaraku yang seiman  untuk kesembuhan John anak saya (sudah saya anggap seperti anak kandung saya sendiri).Sekarang dia berada di USA untuk berobat.
Tuhan Yesus Berkati
terima kasih</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom&#8230;.<br
/> Maaf saya mau sharing dan minta doanya.<br
/> Saya berkenalan dengan pria asing dia berasal dari negara Italia kita sering curhat dan  telefon kebetulan dia duda anak satu (anaknya laki-laki) dia sering menceritakan perkembangan anaknya .<br
/> sekarang hubungan kami sudah berjalan 3 bulan kami sudah saling suka dan merencanakan pernikahan di Indonesia, rencananya dia mau datang bulan Mei ini tapi kehendak kami bukan kehendak Tuhan disaat dia sibuk mengurus pasportnya dia dtlp sama orang tuanya bahwa anaknya masuk rumah sakit ternyata ada kelainan di dalam darahnya.<br
/> Gagal sdh harapan kami utk menikah tapi saya iklas asal untuk kesembuhan anaknya karena saya sayang sama dia dan anaknya.Saya  tiap malam doa Novena untuk kesembuhan anaknya saya mohon minta bantu doa  kepada saudaraku yang seiman  untuk kesembuhan John anak saya (sudah saya anggap seperti anak kandung saya sendiri).Sekarang dia berada di USA untuk berobat.<br
/> Tuhan Yesus Berkati<br
/> terima kasih</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Romo Wanta, Pr.</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-12793</link> <dc:creator>Romo Wanta, Pr.</dc:creator> <pubDate>Fri, 26 Mar 2010 14:22:11 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-12793</guid> <description>Veni Yth
Saya turut prihatin dengan keadaan itu, apakah sudah berusaha konseling dengan dokter yang ahli seks, mungkin ada kelainan dalam diri suamimu dan semoga bisa diobati. Kedua, saya mengerti permohonanmu maksudnya adalah memohon pembatalan perkawinan? Jalan ini adalah jalan terburuk karena dengan itu akan mencederai suami dan anak2 (maaf apakah sudah anak?) Tapi anda berhak untuk memohon pembatalan perkawinan jika memang ada kebohongan (niat pelampiasan) yang ada sebelum perkawinan diteguhkan dan juga karena adanya kelainan seksual (jika memang demikian). Perlu kiranya anda membuat sejarah perjumpaan dan masa perkawinan dengan dia selama 6 tahun agar ada dokumen yang bisa menjadi acuan oleh pengadilan Gereja. Jawaban saya tidak bisa menjawab semua persoalan anda karena pelayanan web ini lewat tulisan di dunia maya tidak face to face, sehingga komunikasi yang terjadi tidak  langsung. Maka sebaiknya anda bisa mencari rama paroki anda atau kenalan rama yang bisa mendengarkan persoalan anda dan mengarahkan langkah selanjutnya. Semoga Tuhan memberkati anda.
salam
Rm Wanta</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Veni Yth</p><p>Saya turut prihatin dengan keadaan itu, apakah sudah berusaha konseling dengan dokter yang ahli seks, mungkin ada kelainan dalam diri suamimu dan semoga bisa diobati. Kedua, saya mengerti permohonanmu maksudnya adalah memohon pembatalan perkawinan? Jalan ini adalah jalan terburuk karena dengan itu akan mencederai suami dan anak2 (maaf apakah sudah anak?) Tapi anda berhak untuk memohon pembatalan perkawinan jika memang ada kebohongan (niat pelampiasan) yang ada sebelum perkawinan diteguhkan dan juga karena adanya kelainan seksual (jika memang demikian). Perlu kiranya anda membuat sejarah perjumpaan dan masa perkawinan dengan dia selama 6 tahun agar ada dokumen yang bisa menjadi acuan oleh pengadilan Gereja. Jawaban saya tidak bisa menjawab semua persoalan anda karena pelayanan web ini lewat tulisan di dunia maya tidak face to face, sehingga komunikasi yang terjadi tidak  langsung. Maka sebaiknya anda bisa mencari rama paroki anda atau kenalan rama yang bisa mendengarkan persoalan anda dan mengarahkan langkah selanjutnya. Semoga Tuhan memberkati anda.</p><p>salam<br
/> Rm Wanta</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Veni</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-12769</link> <dc:creator>Veni</dc:creator> <pubDate>Thu, 25 Mar 2010 17:30:41 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-12769</guid> <description>Romo,Setelah lebih dari 6 tahun usia perkawinan saya, akhirnya saya berani mengambil keputusan secara bulat, bahwa saya akan menngajukan pembatalan pernikahan dengan suami saya...Tahun pertama pernikahan kami, saya telah berusaha untuk mencoba mencintai dia. Saat perasaan itu perlahan - lahan tumbuh, saya memergoki suami saya nonton blue film sambil masturbasi. Dan itu dia lakukan hampir tiap malam. Sementara saat saya terjaga, saya merasa sangat takut untuk bangun dan tidak tenang tidur, dan hanya menangis. Hal ini mengacaukan konsentrasi bekerja saya. Berkli kali kebiasaan itu dia lakukan. saya pernah membuang 30 keping CD porno dan sekarang ada lagi koleksinya mencapai 100 keping.akhirnya saya berdamai dengan keadaan. artinya, saya membiarkan itu terjadi. Romo pastinya bisa membayangkan betapa perasaan saya pada saat itu, saya merasa tidak berarti sebagai seorang istri.Hubungan seksual kami pun tidak berjalan baik, walhasil sejak tahun kedua perkawinan kami, kami sangat jarang melakukan hubungan seksual, dan sejak 4 tahun lalu kami tidak pernah melakukannya.suami saya sangat tidak care, cenderung cuek dan asyik dengan dunianya sendiri. Saya letih menjalani hidup seperti ini. terkahir dia mengakui bahwa kebiasaan penyimpangan seksualnya ini telah dia alami sejak remaja, dan selama ini, saya dijadikan alasan penyebab, karena dia merasa hampa dan kesepian jadi penyipangan seksualnya itu sebagai pelampiasan... dia telah membohongi saya selama 6 tahun lebih... ini benar2 mengecilkan hati saya.Saya memaafkan semua yang dilakukan suami saya, tapi saya merasa berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dan saya selalu berdoa, agar suami saya mendapatkan perempuan lain yang mencintai dia seperti suami saya mencintai perempuan itu, sehingga dia bisa belajar bagaimana berkorban dan berjuang bagi perempuan yang dia cintai.Veni</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Romo,</p><p>Setelah lebih dari 6 tahun usia perkawinan saya, akhirnya saya berani mengambil keputusan secara bulat, bahwa saya akan menngajukan pembatalan pernikahan dengan suami saya&#8230;</p><p>Tahun pertama pernikahan kami, saya telah berusaha untuk mencoba mencintai dia. Saat perasaan itu perlahan &#8211; lahan tumbuh, saya memergoki suami saya nonton blue film sambil masturbasi. Dan itu dia lakukan hampir tiap malam. Sementara saat saya terjaga, saya merasa sangat takut untuk bangun dan tidak tenang tidur, dan hanya menangis. Hal ini mengacaukan konsentrasi bekerja saya. Berkli kali kebiasaan itu dia lakukan. saya pernah membuang 30 keping CD porno dan sekarang ada lagi koleksinya mencapai 100 keping.</p><p>akhirnya saya berdamai dengan keadaan. artinya, saya membiarkan itu terjadi. Romo pastinya bisa membayangkan betapa perasaan saya pada saat itu, saya merasa tidak berarti sebagai seorang istri.</p><p>Hubungan seksual kami pun tidak berjalan baik, walhasil sejak tahun kedua perkawinan kami, kami sangat jarang melakukan hubungan seksual, dan sejak 4 tahun lalu kami tidak pernah melakukannya.</p><p>suami saya sangat tidak care, cenderung cuek dan asyik dengan dunianya sendiri. Saya letih menjalani hidup seperti ini. terkahir dia mengakui bahwa kebiasaan penyimpangan seksualnya ini telah dia alami sejak remaja, dan selama ini, saya dijadikan alasan penyebab, karena dia merasa hampa dan kesepian jadi penyipangan seksualnya itu sebagai pelampiasan&#8230; dia telah membohongi saya selama 6 tahun lebih&#8230; ini benar2 mengecilkan hati saya.</p><p>Saya memaafkan semua yang dilakukan suami saya, tapi saya merasa berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dan saya selalu berdoa, agar suami saya mendapatkan perempuan lain yang mencintai dia seperti suami saya mencintai perempuan itu, sehingga dia bisa belajar bagaimana berkorban dan berjuang bagi perempuan yang dia cintai.</p><p>Veni</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Romo Wanta, Pr.</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-12323</link> <dc:creator>Romo Wanta, Pr.</dc:creator> <pubDate>Tue, 09 Mar 2010 17:45:04 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-12323</guid> <description>Margaretha YthJelas dosa berat karena setiap orang katolik harus mengikuti norma hukum Gereja Katolik (kan 11) karena itu berlaku aturan perkawinan dalam Gereja Katolik kalau peneguhan diluar Gereja Katolik berarti telah melanggar aturan itu. Apalagi menyatakan syahadat bukan iman katolik, karena itu jika kembali ke pangakuan Gereja Katolik harus bertobat mengaku dosa, diterima kembali ke Gereja Katolik dalam upacara, kemudian pengesahan perkawinan convalidatio simplex, baru bisa menerima komuni seperti umat yang lain.salam
Rm Wanta</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Margaretha Yth</p><p>Jelas dosa berat karena setiap orang katolik harus mengikuti norma hukum Gereja Katolik (kan 11) karena itu berlaku aturan perkawinan dalam Gereja Katolik kalau peneguhan diluar Gereja Katolik berarti telah melanggar aturan itu. Apalagi menyatakan syahadat bukan iman katolik, karena itu jika kembali ke pangakuan Gereja Katolik harus bertobat mengaku dosa, diterima kembali ke Gereja Katolik dalam upacara, kemudian pengesahan perkawinan convalidatio simplex, baru bisa menerima komuni seperti umat yang lain.</p><p>salam<br
/> Rm Wanta</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: margaretha</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-12297</link> <dc:creator>margaretha</dc:creator> <pubDate>Mon, 08 Mar 2010 19:35:50 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-12297</guid> <description>shalom katolisitas,
saya mohon maaf bila pertanyaan saya ini sudah pernah ditanyakan, terus terang saya memang belum membaca semua komentar diatas. Masalah saya: kakak saya menikah dengan wanita muslim secara Islam, namun setelah itu dia kembali ke gereja katolik dan menerima komuni, saya sudah mengingatkan agar dia membereskan perkawinan secara katholik dahulu, namun dia tidak pernah menanggapi, karena dia berpendapat itu adalah urusan pribadinya, menurutnya walaupun dia mengucapkan sahadat islam namun itu hanya mulutnya, dihatinya tetap menerima kristus, sehingga menurutnya tidak salah menerima komuni, dia juga tidak berminat untuk merubah KTPnya menjadi katolik lagi karena merasa hal tersebut hanya formalitas, yang penting kan hatinya... pertanyaan saya: apakah kakak saya sudah melakukan dosa berat?  saya sadari saya juga manusia yang masih bergulat dengan dosa dan masih berusaha untuk bertobat setiap hari, namun saya ingin membawa kakak saya kembali ke katholik secara penuh. saya mohon saran untuk hal tersebut.
terimakasih tanggapannya.
berkah dalem.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>shalom katolisitas,<br
/> saya mohon maaf bila pertanyaan saya ini sudah pernah ditanyakan, terus terang saya memang belum membaca semua komentar diatas. Masalah saya: kakak saya menikah dengan wanita muslim secara Islam, namun setelah itu dia kembali ke gereja katolik dan menerima komuni, saya sudah mengingatkan agar dia membereskan perkawinan secara katholik dahulu, namun dia tidak pernah menanggapi, karena dia berpendapat itu adalah urusan pribadinya, menurutnya walaupun dia mengucapkan sahadat islam namun itu hanya mulutnya, dihatinya tetap menerima kristus, sehingga menurutnya tidak salah menerima komuni, dia juga tidak berminat untuk merubah KTPnya menjadi katolik lagi karena merasa hal tersebut hanya formalitas, yang penting kan hatinya&#8230; pertanyaan saya: apakah kakak saya sudah melakukan dosa berat?  saya sadari saya juga manusia yang masih bergulat dengan dosa dan masih berusaha untuk bertobat setiap hari, namun saya ingin membawa kakak saya kembali ke katholik secara penuh. saya mohon saran untuk hal tersebut.<br
/> terimakasih tanggapannya.<br
/> berkah dalem.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-12103</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Tue, 02 Mar 2010 23:23:07 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-12103</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Yoyo,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika saya boleh menyarankan, silakan anda menggunakan Masa Prapaska ini untuk sungguh- sungguh berdoa dan berpuasa untuk mendoakan pertobatan suami anda, dan juga mohon agar anda dapat kembali mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan. Periksalah batin anda, dan silakan anda mengaku dosa di dalam Sakramen Pengakuan dosa di hadapan Pastor. (Tentang cara pemeriksaan batin yang baik, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik di sini&lt;/a&gt;). Terutama mohon ampunlah kepada Tuhan jika anda pernah lebih mengutamakan keluarga dan pekerjaan daripada hubungan anda dengan Tuhan, sehingga dengan demikian anda semakin menjauh dari-Nya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada saat anda mengaku dosa, katakanlah sejujurnya problem anda kepada pastor, dan mohonlah agar pastor mendoakan dan melepaskan anda dari pengaruh jahat. Terimalah rahmat pengampunan Allah melalui absolusi dari pastor dan dengarkanlah nasihatnya. Percayalah Tuhan Yesus yang hadir di dalam imam-Nya, adalah Tabib di atas segala tabib yang dapat menyembuhkan anda, terutama kerohanian anda yang sedang mengalami krisis saat ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Anda telah dibaptis, dan berarti Tuhan Yesus sudah memeteraikan anda sebagai milik-Nya, jadi tidak perlu takut terhadap kuasa- kuasa jahat. Anda dapat setiap hari berdoa agar Tuhan Yesus melindungi anda dan menjauhkan anda dari segala bentuk pengaruh kuasa jahat yang memisahkan anda dari Allah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah anda bertobat dan mengakui bahwa anda sendiri telah bersalah di hadapan Tuhan, berusahalah sedapat mungkin untuk menata kembali hidup anda dan hubungan anda dengan Tuhan. Tempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam hidup anda, berdoalah senantiasa. Mohonlah kepada Tuhan dengan sangat agar Roh Kudus menggerakkan hati suami untuk bertobat. Doa seorang istri yang didoakan dengan sungguh dan dengan kasih akan sangat besarlah kuasanya. Mohonlah agar Tuhan mengubah hubungan antara anda dan suami yang sudah tawar seperti air menjadi manis kembali seperti anggur. Usahakanlah untuk berkomunikasi kembali dengan suami anda, walau dia kelihatan tidak bersahabat. Anggaplah anda melakukan semuanya ini demi kasih anda kepada Tuhan Yesus yang sudah terlebih dahulu mengasihi dan mengampuni anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga anda dapat melihat kepada suami dengan belas kasihan. Sebab benar pandangan anda, jika bukan anda yang menolong suami anda, siapa lagi? Terutama jika orang tuanya ternyata tidak terlalu memperhatikan dia lagi. Anda sebagai istrinya, sebenarnya telah ditentukan oleh Tuhan menjadi penolong baginya, dan mohonlah kekuatan dari Tuhan untuk melakukan tugas anda itu. Dengan kekuatan anda sendiri, akan sulit bagi anda, tetapi bersama Tuhan, tidak ada yang mustahil. Mungkin Tuhan mengizinkan hal ini terjadi, karena Ia sudah mengetahui bahwa andalah yang dapat dipakai-Nya untuk membawa suami anda kepada pertobatan yang sejati. Saya pernah mendengar beberapa kesaksian yang kisahnya serupa dengan kisah anda; dan sungguh oleh keteguhan iman istrinya, suami dapat kembali ke jalan Tuhan. Selanjutnya sebagai keluarga mereka dapat membina kehidupan yang bahagia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maka penting bagi anda sekarang untuk memperkokoh iman anda dan hubungan anda dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah pertolongan bagi anda, dan Ia tidak akan meninggalkan anda. Percayalah akan kuasa salib Kristus, yang olehnya Tuhan Yesus telah mengalahkan segala belenggu dosa. Namun diperlukan juga kerjasama dari pihak kita untuk menolak dosa, dan berteguh di dalam iman kepada-Nya. Janganlah berputus pengharapan, Yo. Jika Tuhan telah menolong banyak orang, Ia juga akan menolong anda, asalkan anda mempunyai iman dan pengharapan kepada-Nya. Kesengsaraan yang kita alami ini membuahkan ketekunan; dan ketekunan menimbulkan tahan uji; dan tahan uji menimbulkan pengharapan yang tidak pernah mengecewakan, sebab Roh Kudus telah dicurahkan kepada kita (lih. Rom 5:3-5). Ingatlah akan pengajaran dari Rasul Paulus, &quot;Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku&quot; (Fil 4:13).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga doa sederhana ini dapat terulang terus dalam hati anda, &quot;Tuhan Yesus, tambahkanlah kasih di dalam hatiku untuk suamiku, agar dengan kasih ini aku dapat membantunya bertobat dan kembali ke jalan-Mu.&quot; Saya akan turut mendoakan anda dan suami anda dari sini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan, &lt;br /&gt;Ingrid Listiati- www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Yoyo,</p><p>Jika saya boleh menyarankan, silakan anda menggunakan Masa Prapaska ini untuk sungguh- sungguh berdoa dan berpuasa untuk mendoakan pertobatan suami anda, dan juga mohon agar anda dapat kembali mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan. Periksalah batin anda, dan silakan anda mengaku dosa di dalam Sakramen Pengakuan dosa di hadapan Pastor. (Tentang cara pemeriksaan batin yang baik, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/" rel="nofollow">silakan klik di sini</a>). Terutama mohon ampunlah kepada Tuhan jika anda pernah lebih mengutamakan keluarga dan pekerjaan daripada hubungan anda dengan Tuhan, sehingga dengan demikian anda semakin menjauh dari-Nya.</p><p>Pada saat anda mengaku dosa, katakanlah sejujurnya problem anda kepada pastor, dan mohonlah agar pastor mendoakan dan melepaskan anda dari pengaruh jahat. Terimalah rahmat pengampunan Allah melalui absolusi dari pastor dan dengarkanlah nasihatnya. Percayalah Tuhan Yesus yang hadir di dalam imam-Nya, adalah Tabib di atas segala tabib yang dapat menyembuhkan anda, terutama kerohanian anda yang sedang mengalami krisis saat ini.</p><p>Anda telah dibaptis, dan berarti Tuhan Yesus sudah memeteraikan anda sebagai milik-Nya, jadi tidak perlu takut terhadap kuasa- kuasa jahat. Anda dapat setiap hari berdoa agar Tuhan Yesus melindungi anda dan menjauhkan anda dari segala bentuk pengaruh kuasa jahat yang memisahkan anda dari Allah.</p><p>Setelah anda bertobat dan mengakui bahwa anda sendiri telah bersalah di hadapan Tuhan, berusahalah sedapat mungkin untuk menata kembali hidup anda dan hubungan anda dengan Tuhan. Tempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam hidup anda, berdoalah senantiasa. Mohonlah kepada Tuhan dengan sangat agar Roh Kudus menggerakkan hati suami untuk bertobat. Doa seorang istri yang didoakan dengan sungguh dan dengan kasih akan sangat besarlah kuasanya. Mohonlah agar Tuhan mengubah hubungan antara anda dan suami yang sudah tawar seperti air menjadi manis kembali seperti anggur. Usahakanlah untuk berkomunikasi kembali dengan suami anda, walau dia kelihatan tidak bersahabat. Anggaplah anda melakukan semuanya ini demi kasih anda kepada Tuhan Yesus yang sudah terlebih dahulu mengasihi dan mengampuni anda.</p><p>Semoga anda dapat melihat kepada suami dengan belas kasihan. Sebab benar pandangan anda, jika bukan anda yang menolong suami anda, siapa lagi? Terutama jika orang tuanya ternyata tidak terlalu memperhatikan dia lagi. Anda sebagai istrinya, sebenarnya telah ditentukan oleh Tuhan menjadi penolong baginya, dan mohonlah kekuatan dari Tuhan untuk melakukan tugas anda itu. Dengan kekuatan anda sendiri, akan sulit bagi anda, tetapi bersama Tuhan, tidak ada yang mustahil. Mungkin Tuhan mengizinkan hal ini terjadi, karena Ia sudah mengetahui bahwa andalah yang dapat dipakai-Nya untuk membawa suami anda kepada pertobatan yang sejati. Saya pernah mendengar beberapa kesaksian yang kisahnya serupa dengan kisah anda; dan sungguh oleh keteguhan iman istrinya, suami dapat kembali ke jalan Tuhan. Selanjutnya sebagai keluarga mereka dapat membina kehidupan yang bahagia.</p><p>Maka penting bagi anda sekarang untuk memperkokoh iman anda dan hubungan anda dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah pertolongan bagi anda, dan Ia tidak akan meninggalkan anda. Percayalah akan kuasa salib Kristus, yang olehnya Tuhan Yesus telah mengalahkan segala belenggu dosa. Namun diperlukan juga kerjasama dari pihak kita untuk menolak dosa, dan berteguh di dalam iman kepada-Nya. Janganlah berputus pengharapan, Yo. Jika Tuhan telah menolong banyak orang, Ia juga akan menolong anda, asalkan anda mempunyai iman dan pengharapan kepada-Nya. Kesengsaraan yang kita alami ini membuahkan ketekunan; dan ketekunan menimbulkan tahan uji; dan tahan uji menimbulkan pengharapan yang tidak pernah mengecewakan, sebab Roh Kudus telah dicurahkan kepada kita (lih. Rom 5:3-5). Ingatlah akan pengajaran dari Rasul Paulus, &#8220;Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku&#8221; (Fil 4:13).</p><p>Semoga doa sederhana ini dapat terulang terus dalam hati anda, &#8220;Tuhan Yesus, tambahkanlah kasih di dalam hatiku untuk suamiku, agar dengan kasih ini aku dapat membantunya bertobat dan kembali ke jalan-Mu.&#8221; Saya akan turut mendoakan anda dan suami anda dari sini.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan, <br
/>Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Romo Wanta, Pr.</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-12063</link> <dc:creator>Romo Wanta, Pr.</dc:creator> <pubDate>Tue, 02 Mar 2010 03:51:39 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-12063</guid> <description>Fr Peter Malo Yth.
Rahmat pengudusan dalam konteks Familiaris Consortio 56 adalah buah dari sakramen perkawinan yang diterima berkat perjanjian antara keduanya ketika menyatakan konsensus cinta dalam membangun keluarga kristiani, tanggungjawab orang tua  bagi anak-anak khususnya dalam pendidikan iman anak. Mohon dibaca teks Gaudium et Spes 47-50. Kekudusan konteksnya adalah kesetiaan dan kesempurnaan dalam panggilan entah sebagai suami isteri atau panggilan khusus sebagai rohaniwan, biarawan-wati (lihat Lumen Gentium 42, &quot;Maka semua orang beriman kristiani diajak dan memang wajib mengejar kesucian dan kesempurnaan status hidup mereka.&quot;) Kekudusan yang dimaksudkan bukan proses kanonisasi menjadi orang kudus. Maka kekudusan dalam hidup perkawinan konteksnya adalah panggilan keluarga, hasil buah sakramen perkawinan dimana ada rahmat panggilan untuk setia, berkorban, mengampuni satu sama lain dalam hidup berpasangan.
salam
Rm Wanta</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Fr Peter Malo Yth.</p><p>Rahmat pengudusan dalam konteks Familiaris Consortio 56 adalah buah dari sakramen perkawinan yang diterima berkat perjanjian antara keduanya ketika menyatakan konsensus cinta dalam membangun keluarga kristiani, tanggungjawab orang tua  bagi anak-anak khususnya dalam pendidikan iman anak. Mohon dibaca teks Gaudium et Spes 47-50. Kekudusan konteksnya adalah kesetiaan dan kesempurnaan dalam panggilan entah sebagai suami isteri atau panggilan khusus sebagai rohaniwan, biarawan-wati (lihat Lumen Gentium 42, &#8220;Maka semua orang beriman kristiani diajak dan memang wajib mengejar kesucian dan kesempurnaan status hidup mereka.&#8221;) Kekudusan yang dimaksudkan bukan proses kanonisasi menjadi orang kudus. Maka kekudusan dalam hidup perkawinan konteksnya adalah panggilan keluarga, hasil buah sakramen perkawinan dimana ada rahmat panggilan untuk setia, berkorban, mengampuni satu sama lain dalam hidup berpasangan.</p><p>salam<br
/> Rm Wanta</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: yoyo</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/comment-page-3/#comment-12031</link> <dc:creator>yoyo</dc:creator> <pubDate>Sun, 28 Feb 2010 06:10:23 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/#comment-12031</guid> <description>terima kasih atas tanggapan dan sarannya. Saya bersyukur karena memang sejak dulu keluarga saya dekat dengan pastor maupun suster di paroki kami. Namun setelah saya kuliah dan bekerja di luar kota saya tidak begitu mengenal mereka. Sehingga pada saat saya mengalami kebimbangan saya tidak memiiki teman atau orang yang bisa saya ajak sharing. setelah saya menikah saya semakin tidak punya teman karena saya harus bekerja mengurus usaha mertua. Sebenarnya rencana awal kami akan tinggal dengan ortu saya karena usaha saya ada di rumah ortu. Tetapi kurang 2 bulan calon suami ketahuan menggunakan obat lagi padahal semua sudah dipesan untuk acara perkawinan. Beberapa sanak keluarga menganjurkan untuk membatalkan tetapi pihak ortu tetap bersikukuh untuk tetap dilakukan sesuai rencana. Pada awalnya saya berpikir dia lebih membutuhkan saya karena dengan ortunya sendiri pun dia tidak diperhatikan. Saya mencoba untuk mendampingi dia terus supaya menjadi lebih baik meski saya yang menjadi lebih buruk. Selama saya tinggal bersama mertua saya tidak lagi bisa mengikuti kegiatan menggereja dengan alasan keluarga lebih penting dan usaha jg sangat penting. Saya menurut dan meninggalkan tugas dewan pastoral di paroki asal. Namun saya merasa tersiksa dengan kondisi itu dan kehidupan doa saya juga semakin buruk saya tidak bisa mengambil saat teduh untuk berdoa krn kehidupan di sana kalau malam menjadi siang semua orang tidurnya pagi. Karena stress saya sempat dirawat di RS karena muntah ada darah yang menggumpal. Tapi saya terus berusaha untuk menerima apa adanya kondisi tersebut. Setelah ada anak saya lebih fokus ke anak. Saya merawat sendiri tanpa bantuan siapapun meski tinggal bersama mertua. Mertua sering mencaci saya dan anak saya tapi saya mencoba untuk selalu berpikir positif  dan selalu berpengharapaan. Setelah 3 tahun hidup bersama mertua akhirnya saya boleh pindah ke rumah ortu karena adik ipar akan menikah. Setelah saya kembali ke paroki asal kerinduan saya untuk kegiatan gereja terpenuhi saya kembali dalam kegiatan sekolah minggu. Di sinilah saya mulai mendapat teman dan kehidupan menggereja saya lebih baik. tapi meski saya aktif di gereja saya merasa tidak bisa dekat dengan Tuhan. Setiap doa sulit untuk konsentrasi. Sampai saya didoakan oleh seseorang dan dia mengatakan akan melepaskan saya dari kuasa kegelapan. Sering saya berpikir kok aneh setelah saya menerima sakramen perkawinan bukannya saya semakin dekat dengan Tuhan kok malah semakin jauh. Sejak itu beberapa org yang dekat mengatakan bahwa dulu saya mungkin didukunkan. Saya coba konsultasikan dengan beberapa romo yang cukup dekat dengan kami bahkan beberapa kali saya ajak untuk konseling tapi tetap tidak ada arah untuk memperbaiki diri. Sudah tidak punya malu. Jika kondisi demikian apa yang harus saya lakukan? Terus terang batin saya berontak saya sudah tidak bisa mencintai dia ataupun menerima dia apa adanya. Kalau melihat pengennya emosi. Tapi kalau ingat sakramen perkawinan tak terceraikan saya jadi bingung. Mohon pencerahannya, terima kasih.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih atas tanggapan dan sarannya. Saya bersyukur karena memang sejak dulu keluarga saya dekat dengan pastor maupun suster di paroki kami. Namun setelah saya kuliah dan bekerja di luar kota saya tidak begitu mengenal mereka. Sehingga pada saat saya mengalami kebimbangan saya tidak memiiki teman atau orang yang bisa saya ajak sharing. setelah saya menikah saya semakin tidak punya teman karena saya harus bekerja mengurus usaha mertua. Sebenarnya rencana awal kami akan tinggal dengan ortu saya karena usaha saya ada di rumah ortu. Tetapi kurang 2 bulan calon suami ketahuan menggunakan obat lagi padahal semua sudah dipesan untuk acara perkawinan. Beberapa sanak keluarga menganjurkan untuk membatalkan tetapi pihak ortu tetap bersikukuh untuk tetap dilakukan sesuai rencana. Pada awalnya saya berpikir dia lebih membutuhkan saya karena dengan ortunya sendiri pun dia tidak diperhatikan. Saya mencoba untuk mendampingi dia terus supaya menjadi lebih baik meski saya yang menjadi lebih buruk. Selama saya tinggal bersama mertua saya tidak lagi bisa mengikuti kegiatan menggereja dengan alasan keluarga lebih penting dan usaha jg sangat penting. Saya menurut dan meninggalkan tugas dewan pastoral di paroki asal. Namun saya merasa tersiksa dengan kondisi itu dan kehidupan doa saya juga semakin buruk saya tidak bisa mengambil saat teduh untuk berdoa krn kehidupan di sana kalau malam menjadi siang semua orang tidurnya pagi. Karena stress saya sempat dirawat di RS karena muntah ada darah yang menggumpal. Tapi saya terus berusaha untuk menerima apa adanya kondisi tersebut. Setelah ada anak saya lebih fokus ke anak. Saya merawat sendiri tanpa bantuan siapapun meski tinggal bersama mertua. Mertua sering mencaci saya dan anak saya tapi saya mencoba untuk selalu berpikir positif  dan selalu berpengharapaan. Setelah 3 tahun hidup bersama mertua akhirnya saya boleh pindah ke rumah ortu karena adik ipar akan menikah. Setelah saya kembali ke paroki asal kerinduan saya untuk kegiatan gereja terpenuhi saya kembali dalam kegiatan sekolah minggu. Di sinilah saya mulai mendapat teman dan kehidupan menggereja saya lebih baik. tapi meski saya aktif di gereja saya merasa tidak bisa dekat dengan Tuhan. Setiap doa sulit untuk konsentrasi. Sampai saya didoakan oleh seseorang dan dia mengatakan akan melepaskan saya dari kuasa kegelapan. Sering saya berpikir kok aneh setelah saya menerima sakramen perkawinan bukannya saya semakin dekat dengan Tuhan kok malah semakin jauh. Sejak itu beberapa org yang dekat mengatakan bahwa dulu saya mungkin didukunkan. Saya coba konsultasikan dengan beberapa romo yang cukup dekat dengan kami bahkan beberapa kali saya ajak untuk konseling tapi tetap tidak ada arah untuk memperbaiki diri. Sudah tidak punya malu. Jika kondisi demikian apa yang harus saya lakukan? Terus terang batin saya berontak saya sudah tidak bisa mencintai dia ataupun menerima dia apa adanya. Kalau melihat pengennya emosi. Tapi kalau ingat sakramen perkawinan tak terceraikan saya jadi bingung. Mohon pencerahannya, terima kasih.</p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 41/79 queries in 0.030 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-07-30 16:16:57 -->