<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Menuju Kedewasaan Iman di dalam Kristus</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 11:26:12 +0000</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/comment-page-1/#comment-4275</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Fri, 10 Jul 2009 16:46:47 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/#comment-4275</guid> <description>Shalom Sugeng,
Sebenarnya di website ini sudah pernah ditulis 4 artikel seri tentang Sakramen Pengakuan Dosa, yaitu: Masih Perlukah Sakramen Pengakuan Dosa, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/18/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-1/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;bagian 1&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;bagian 2&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/14/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-3/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;bagian 3&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;bagian 4&lt;/a&gt;. Silakan anda membacanya terlebih dahulu. Dan jika masih ada pertanyaan silakan bertanya di bawah artikel-artikel tersebut.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Sugeng,<br
/> Sebenarnya di website ini sudah pernah ditulis 4 artikel seri tentang Sakramen Pengakuan Dosa, yaitu: Masih Perlukah Sakramen Pengakuan Dosa, <a
href="http://katolisitas.org/2008/07/18/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-1/" rel="nofollow">bagian 1</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/" rel="nofollow">bagian 2</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/14/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-3/" rel="nofollow">bagian 3</a> dan <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/" rel="nofollow">bagian 4</a>. Silakan anda membacanya terlebih dahulu. Dan jika masih ada pertanyaan silakan bertanya di bawah artikel-artikel tersebut.<br
/> Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: sugeng</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/comment-page-1/#comment-4261</link> <dc:creator>sugeng</dc:creator> <pubDate>Thu, 09 Jul 2009 22:45:48 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/#comment-4261</guid> <description>yth katolisitas.saya mahasiswa STP Sto. Agustinus pontianak, kebetulan saya sekarang semester 7, dan kami di tuntut sudah mengajukan judul skripsi, walau mkin sedikit menyimpang, tapi saya ingin tahu lebih jauh mengenai sakramen tobat, dalam pandangan  tologis dan sosiologis. kebetulan saya sangat tertarik dengan sakramen tobat.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>yth katolisitas.</p><p> saya mahasiswa STP Sto. Agustinus pontianak, kebetulan saya sekarang semester 7, dan kami di tuntut sudah mengajukan judul skripsi, walau mkin sedikit menyimpang, tapi saya ingin tahu lebih jauh mengenai sakramen tobat, dalam pandangan  tologis dan sosiologis. kebetulan saya sangat tertarik dengan sakramen tobat.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/comment-page-1/#comment-4234</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Wed, 08 Jul 2009 18:05:52 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/#comment-4234</guid> <description>Shalom Chris,
Pertama-tama, silakan Chris membaca artikel di atas, yang berjudul Menuju Kedewasaan Iman dalam Kristus, yang menceritakan tentang Sakramen Penguatan, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;
Seharusnya, sakramen &lt;b&gt;Pembaptisan, Penguatan dan Ekaristi merupakan satu kesatuan sebagai Sakramen Inisiasi Kristen.&lt;/b&gt; Maka hal ini pulalah yang ditekankan kembali melalui Konsili Vatikan II dan Katekismus Gereja Katolik. Keadaan bahwa sakramen Pembaptisan dan Penguatan dilakukan terpisah, yaitu misalnya mereka yang menerima Pembaptisan sejak bayi/ anak-anak, dan Penguatan sekitar umur 15 tahun itu, tak terlepas dari pengaruh pemberian kedua sakramen ini dalam sejarah Gereja. Silakan membaca artikel tersebut untuk mendapatkan gambaran secara umum. Namun demikian, tidak dapat disangkal bahwa dalam kasus orang dewasa, sebaiknya memang digabungkan, karena orang yang dewasa yang lahir baru dalam Kristus, sesungguhnya dapat pula dipersiapkan rohaninya sehingga dapat pula menerima kepenuhan Roh Kudus sehingga dapat menjadi anggota Kristus dan Gereja-Nya secara penuh.
Memang menurut pengertian yang sebenarnya,&#160; hanya Uskuplah yang berhak memberikan Krisma/ pengurapan Roh Kudus, karena &lt;b&gt;Bapa Uskup-lah yang merupakan penerus para rasul&lt;/b&gt;, sehingga krisma yang diberikannya kepada umat adalah &lt;b&gt;untuk mengikat umat dengan lebih erat kepada Gereja dan asal-usul apostolik Gereja&lt;/b&gt;. Namun demikian, jika diperlukan oleh karena kebutuhan yang mendesak, Bapa Uskup dapat memberikan kuasa kepada imam tertentu untuk memberikan Krisma ini. Hal ini diajarkan dalam Katekismus:
&lt;b&gt;KGK 1312&lt;/b&gt; &#160;&#160;&#160;&lt;b&gt; Pemberi Penguatan&lt;/b&gt; &lt;b&gt;yang sebenarnya adalah&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Uskup &lt;/b&gt;Bdk. LG 26..Di Timur, biasanya imam yang membaptis langsung memberikan Penguatan, dalam upacara yang satu dan sama. Tetapi ia melaksanakan ini dengan krisma kudus yang diberkati oleh Batrik atau Uskup, yang menandaskan kesatuan Gereja, yang ikatannya diperkuat oleh Sakramen Penguatan. Gereja Latin juga mengikuti susunan ini dalam Pembaptisan orang dewasa atau juga, kalau seorang yang dibaptis dalam persekutuan Kristen lain, dan belum menerima Sakramen Penguatan secara sah, diterima secara penuh dalam persekutuan dengan Gereja Bdk. CIC, can. 883,
&lt;b&gt;KGK 1313 &lt;/b&gt;&#160;&#160;&#160; Dalam ritus Latin &lt;b&gt;Uskuplah pemberi Penguatan&lt;/b&gt; yang biasa Bdk. CIC, can. 882.. Walaupun &lt;b&gt;Uskup&lt;/b&gt; karena alasan-alasan berat, &lt;b&gt;dapat memberi wewenang kepada para imam supaya menerimakan Penguatan, namun sesuai dengan arti Sakramen, kalau ia sendirilah yang memberikannya&lt;/b&gt;. Sebab justru dengan alasan ini maka upacara Penguatan dipisahkan dari upacara Pembaptisan. &lt;b&gt;Para Uskup adalah pengganti para Rasul &lt;/b&gt;dan dalam status itu mereka telah menerima Sakramen Tahbisan secara penuh. Kalau mereka sendiri memberikan Penguatan Bdk. CIC, can. 884, ? 2., maka dinyatakan dengan tepat bahwa ia &lt;b&gt;mengikat penerimanya lebih erat dengan Gereja, dengan asal-usul apostoliknya&lt;/b&gt; dan dengan perutusannya sebagai saksi Kristus.
Selanjutnya, syarat untuk menerima sakramen Penguatan tidaklah sukar, sebab pada dasarnya siapa saja yang sudah dibaptis dan belum menerima Penguatan, dapat menerima sakramen Penguatan tersebut. Biasanya, prosedurnya harus mendaftar terlebih dahulu di paroki untuk mengikuti semacam program persiapan Krisma/ Penguatan. Gereja juga mensyaratkan adanya wali/ pembimbing yang dapat mendampingi setiap para calon penerima Krisma tersebut, yang nantinya dapat juga berperan sebagai wali. Selanjutnya, sebelum menerima sakramen Krisma, seseorang harus mengaku dosa dalam Sakramen Tobat.
Berikut ini adalah beberapa penekanan dari Katekismus mengenai persiapan Krisma:
&lt;b&gt;KGK 1309&lt;/b&gt; &#160;&#160;&#160;&lt;b&gt; Persiapan untuk Penguatan&lt;/b&gt; harus diarahkan sekian supaya menghantar warga Kristen &lt;b&gt;ke suatu kesatuan yang lebih erat dengan Kristus&lt;/b&gt;, ke suatu kemesraan yang lebih hidup dengan Roh Kudus, dengan perbuatan-Nya, dengan anugerah Nya, dan dengan dorongan-Nya, supaya ia dapat menanggung lebih baik kewajiban hidup Kristen yang sifatnya apostolik. Karena itu, katekese Penguatan harus berusaha membangkitkan pengertian tentang keanggotaan dalam Gereja Yesus Kristus - baik Gereja universal maupun Gereja lokal. Yang terakhir ini bertanggung jawab khusus dalam persiapan untuk Penguatan. &#160;&#160;&#160; &#160;
&lt;b&gt;KGK 1310&lt;/b&gt; &#160;&#160;&#160; &lt;b&gt;Untuk menerima Penguatan&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;orang harus berada dalam suasana rahmat.&lt;/b&gt; Karena itu, dihimbau supaya &lt;b&gt;menerima Sakramen tobat&lt;/b&gt;, sehingga dibersihkan &lt;b&gt;sebelum menerima anugerah Roh Kudus&lt;/b&gt;. Di samping itu doa yang intensif juga harus mempersiapkan orang untuk menerima kekuatan dan rahmat Roh Kudus dengan Kerelaan batin Bdk. Kis 1:14.. &#160;&#160;&#160; 2670
&lt;b&gt;KGK 1311&lt;/b&gt; &#160;&#160;&#160; Sangat dianjurkan bahwa yang menerima Penguatan, sama seperti waktu Pembaptisan, &lt;b&gt;menerima bantuan rohani dari seorang wali.&lt;/b&gt; Untuk menjelaskan kesatuan dari kedua Sakramen ini, maka dianjurkan agar wali Pembaptisan sekaligus juga menjadi wali Penguatan Bdk. Ocf praenotanda 15; 16; CIC, can. 893.1.2.. &#160;&#160;&#160;
Demikian Chris, semoga menjadi lebih jelas, ya. Waktu itu anda tidak dapat menemukan artikel Krisma, mungkin karena saya lupa menyertakan &#039;tag&#039; Krisma pada artikel tersebut. Sekarang sudah saya tambahkan, jadi seharusnya jika anda ketik Krisma, dapat masuk ke dalam artikel tersebut. Terima kasih masukannya.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati, www.katolisitas.org
&#160;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Chris,<br
/> Pertama-tama, silakan Chris membaca artikel di atas, yang berjudul Menuju Kedewasaan Iman dalam Kristus, yang menceritakan tentang Sakramen Penguatan, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/" rel="nofollow">silakan klik</a><br
/> Seharusnya, sakramen <b>Pembaptisan, Penguatan dan Ekaristi merupakan satu kesatuan sebagai Sakramen Inisiasi Kristen.</b> Maka hal ini pulalah yang ditekankan kembali melalui Konsili Vatikan II dan Katekismus Gereja Katolik. Keadaan bahwa sakramen Pembaptisan dan Penguatan dilakukan terpisah, yaitu misalnya mereka yang menerima Pembaptisan sejak bayi/ anak-anak, dan Penguatan sekitar umur 15 tahun itu, tak terlepas dari pengaruh pemberian kedua sakramen ini dalam sejarah Gereja. Silakan membaca artikel tersebut untuk mendapatkan gambaran secara umum. Namun demikian, tidak dapat disangkal bahwa dalam kasus orang dewasa, sebaiknya memang digabungkan, karena orang yang dewasa yang lahir baru dalam Kristus, sesungguhnya dapat pula dipersiapkan rohaninya sehingga dapat pula menerima kepenuhan Roh Kudus sehingga dapat menjadi anggota Kristus dan Gereja-Nya secara penuh.<br
/> Memang menurut pengertian yang sebenarnya,&nbsp; hanya Uskuplah yang berhak memberikan Krisma/ pengurapan Roh Kudus, karena <b>Bapa Uskup-lah yang merupakan penerus para rasul</b>, sehingga krisma yang diberikannya kepada umat adalah <b>untuk mengikat umat dengan lebih erat kepada Gereja dan asal-usul apostolik Gereja</b>. Namun demikian, jika diperlukan oleh karena kebutuhan yang mendesak, Bapa Uskup dapat memberikan kuasa kepada imam tertentu untuk memberikan Krisma ini. Hal ini diajarkan dalam Katekismus:<br
/> <b>KGK 1312</b> &nbsp;&nbsp;&nbsp;<b> Pemberi Penguatan</b> <b>yang sebenarnya adalah</b> <b>Uskup </b>Bdk. LG 26..Di Timur, biasanya imam yang membaptis langsung memberikan Penguatan, dalam upacara yang satu dan sama. Tetapi ia melaksanakan ini dengan krisma kudus yang diberkati oleh Batrik atau Uskup, yang menandaskan kesatuan Gereja, yang ikatannya diperkuat oleh Sakramen Penguatan. Gereja Latin juga mengikuti susunan ini dalam Pembaptisan orang dewasa atau juga, kalau seorang yang dibaptis dalam persekutuan Kristen lain, dan belum menerima Sakramen Penguatan secara sah, diterima secara penuh dalam persekutuan dengan Gereja Bdk. CIC, can. 883,<br
/> <b>KGK 1313 </b>&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dalam ritus Latin <b>Uskuplah pemberi Penguatan</b> yang biasa Bdk. CIC, can. 882.. Walaupun <b>Uskup</b> karena alasan-alasan berat, <b>dapat memberi wewenang kepada para imam supaya menerimakan Penguatan, namun sesuai dengan arti Sakramen, kalau ia sendirilah yang memberikannya</b>. Sebab justru dengan alasan ini maka upacara Penguatan dipisahkan dari upacara Pembaptisan. <b>Para Uskup adalah pengganti para Rasul </b>dan dalam status itu mereka telah menerima Sakramen Tahbisan secara penuh. Kalau mereka sendiri memberikan Penguatan Bdk. CIC, can. 884, ? 2., maka dinyatakan dengan tepat bahwa ia <b>mengikat penerimanya lebih erat dengan Gereja, dengan asal-usul apostoliknya</b> dan dengan perutusannya sebagai saksi Kristus.<br
/> Selanjutnya, syarat untuk menerima sakramen Penguatan tidaklah sukar, sebab pada dasarnya siapa saja yang sudah dibaptis dan belum menerima Penguatan, dapat menerima sakramen Penguatan tersebut. Biasanya, prosedurnya harus mendaftar terlebih dahulu di paroki untuk mengikuti semacam program persiapan Krisma/ Penguatan. Gereja juga mensyaratkan adanya wali/ pembimbing yang dapat mendampingi setiap para calon penerima Krisma tersebut, yang nantinya dapat juga berperan sebagai wali. Selanjutnya, sebelum menerima sakramen Krisma, seseorang harus mengaku dosa dalam Sakramen Tobat.<br
/> Berikut ini adalah beberapa penekanan dari Katekismus mengenai persiapan Krisma:<br
/> <b>KGK 1309</b> &nbsp;&nbsp;&nbsp;<b> Persiapan untuk Penguatan</b> harus diarahkan sekian supaya menghantar warga Kristen <b>ke suatu kesatuan yang lebih erat dengan Kristus</b>, ke suatu kemesraan yang lebih hidup dengan Roh Kudus, dengan perbuatan-Nya, dengan anugerah Nya, dan dengan dorongan-Nya, supaya ia dapat menanggung lebih baik kewajiban hidup Kristen yang sifatnya apostolik. Karena itu, katekese Penguatan harus berusaha membangkitkan pengertian tentang keanggotaan dalam Gereja Yesus Kristus &#8211; baik Gereja universal maupun Gereja lokal. Yang terakhir ini bertanggung jawab khusus dalam persiapan untuk Penguatan. &nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;<br
/> <b>KGK 1310</b> &nbsp;&nbsp;&nbsp; <b>Untuk menerima Penguatan</b>, <b>orang harus berada dalam suasana rahmat.</b> Karena itu, dihimbau supaya <b>menerima Sakramen tobat</b>, sehingga dibersihkan <b>sebelum menerima anugerah Roh Kudus</b>. Di samping itu doa yang intensif juga harus mempersiapkan orang untuk menerima kekuatan dan rahmat Roh Kudus dengan Kerelaan batin Bdk. Kis 1:14.. &nbsp;&nbsp;&nbsp; 2670<br
/> <b>KGK 1311</b> &nbsp;&nbsp;&nbsp; Sangat dianjurkan bahwa yang menerima Penguatan, sama seperti waktu Pembaptisan, <b>menerima bantuan rohani dari seorang wali.</b> Untuk menjelaskan kesatuan dari kedua Sakramen ini, maka dianjurkan agar wali Pembaptisan sekaligus juga menjadi wali Penguatan Bdk. Ocf praenotanda 15; 16; CIC, can. 893.1.2.. &nbsp;&nbsp;&nbsp;<br
/> Demikian Chris, semoga menjadi lebih jelas, ya. Waktu itu anda tidak dapat menemukan artikel Krisma, mungkin karena saya lupa menyertakan &#8216;tag&#8217; Krisma pada artikel tersebut. Sekarang sudah saya tambahkan, jadi seharusnya jika anda ketik Krisma, dapat masuk ke dalam artikel tersebut. Terima kasih masukannya.<br
/> Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati, <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> &nbsp;</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: chris</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/comment-page-1/#comment-4232</link> <dc:creator>chris</dc:creator> <pubDate>Wed, 08 Jul 2009 15:21:12 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/#comment-4232</guid> <description>Yth Katolisitas,Saya ingin tanya untuk Sakramen Krisma, mengapa ada yang baptis dewasa setelah dibaptis langsung menerima minyak (Krisma?) yang diberikan langsung oleh Pastor, namun ada juga yang menerima Krisma terpisah waktunya dengan Sakramen Baptis, kalau tak salah syarat menerima Krisma, sudah duduk kelas 2 SMP.  Dan Sakramen diberikan oleh Bapak Uskup. Sebetulnya prosedurnya bagaimana menerima Krisma itu? Saya cari di index Katolisitas belum ketemu tentang Sakramen Krisma ini.Saya sendiri menerima Krisma waktu kelas 2 SMP diberikan oleh Bpk Uskup .Terima kasih.Chris.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Yth Katolisitas,</p><p>Saya ingin tanya untuk Sakramen Krisma, mengapa ada yang baptis dewasa setelah dibaptis langsung menerima minyak (Krisma?) yang diberikan langsung oleh Pastor, namun ada juga yang menerima Krisma terpisah waktunya dengan Sakramen Baptis, kalau tak salah syarat menerima Krisma, sudah duduk kelas 2 SMP.  Dan Sakramen diberikan oleh Bapak Uskup. Sebetulnya prosedurnya bagaimana menerima Krisma itu? Saya cari di index Katolisitas belum ketemu tentang Sakramen Krisma ini.</p><p>Saya sendiri menerima Krisma waktu kelas 2 SMP diberikan oleh Bpk Uskup .</p><p>Terima kasih.</p><p>Chris.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/comment-page-1/#comment-2902</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Mon, 27 Apr 2009 16:03:56 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/#comment-2902</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Wahyu,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya. Kami sangat senang kalau ada artikel dan jawaban di katolisitas.org dapat berguna dan dipergunakan untuk membantu perkembangan iman Katolik. Mari sekarang kita melihat pertanyaan tentang Yoh 16:7 &quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Aku akan mengutus Dia kepadamu&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&quot; 1) Penghibur yang akan diutus adalah Roh Kudus, seperti yang dijanjikan oleh Yesus dalam beberapa kesempatan:&lt;/p&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;&quot;Y&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&quot; (Yoh 7:39)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;&quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Aku akan &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;minta kepada Bapa&lt;/span&gt;, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Roh Kebenaran&lt;/span&gt;. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.&lt;/span&gt;&quot; (Yoh 14:16-17)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;&quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;tetapi Penghibur, yaitu &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Roh Kudus&lt;/span&gt;, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku&lt;/span&gt;, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.&lt;/span&gt;&quot; (Yoh 14:26)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;&quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Jikalau &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang&lt;/span&gt;, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.&lt;/span&gt;&quot; (Yoh 15:26)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;&quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.&lt;/span&gt;&quot; (John 16:14)&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;2) Dan ayat-ayat tersebut, termasuk Yoh 16:7 menyatakan misteri dari Tritunggal Maha Kudus, yang dinyatakan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK, 244) &quot; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Asal Roh yang abadi menyata dalam perutusan-Nya di dalam waktu. Roh Kudus diutus kepada para Rasul dan Gereja oleh Bapa atas nama Putera dan oleh Putera sendiri, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;setelah Ia kembali kepada Bapa-Nya Perutusan Pribadi Roh sesudah pemuliaan Yesus menyatakan misteri Tritunggal Maha Kudus dalam kepenuhannya&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&quot; &lt;br /&gt;
Lebih lanjut, Gereja Katolik dalam syahadat Nisea-Konstantinopel butir ke-8 menyatakan &quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ia berasal dari Bapa dan Putera; &lt;/span&gt;yang serta Bapa dan Putera, disembah dan dimuliakan; Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.&lt;/span&gt;&quot; Untuk penjelasan tentang Tritunggal Maha Kudus dapat dibaca di artikel &quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Trinitas, Satu Tuhan dalam Tiga Pribadi&lt;/span&gt;&quot; (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/10/06/trinitas-satu-tuhan-dalam-tiga-pribadi/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;3) Mungkin pertanyaan lebih lanjut tentang hal ini adalah &quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;mengapa Roh Kudus hanya datang pada saat Yesus dimuliakan?&lt;/span&gt;&quot; &lt;br /&gt;
Kita tahu dari Wahyu Allah, bahwa hal ini telah dinyatakan, seperti yang dinyatakan dalam ayat-ayat di atas.  Namun kita juga dapat melihat hal ini dari &quot;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;argument of fittingness&lt;/span&gt;&quot;.  &lt;br /&gt;
Pertama, kita perlu mengerti akan definisi dari Trinitas sendiri, yang merupakan satu Allah dalam tiga pribadi, dimana masing-masing pribadi hanyalah berbeda dalam hubungan asalnya &quot;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;relation of origin&lt;/span&gt;&quot;. KGK 254 menyatakan &quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Masing-masing berbeda satu dengan yang lain oleh hubungan asalnya: Adalah &quot;Bapa yang melahirkan, dan Putera yang dilahirkan dan Roh Kudus yang dihembuskan&lt;/span&gt;&quot;. Oleh karena itu adalah &quot;fitting&quot; kalau Yesus, pribadi ke-2 dari Trinitas dimuliakan terlebih dahulu, dan bersama-sama dengan Allah Bapa memberikan Roh Kudus (Yoh 14:26; 15:26; 16:14). &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;em&gt;Kalau&lt;/em&gt; Roh Kudus memanifesikan diri-Nya sebelum Kristus dimuliakan, maka seolah-olah Roh Kudus hanya berasal dari Bapa. &lt;em&gt;Kalau&lt;/em&gt; Roh Kudus hanya berasal dari Bapa, maka Roh Kudus tidak berbeda dengan Allah Putera. Oleh karena itu menjadi &quot;&lt;em&gt;fitting&lt;/em&gt;&quot; bahwa Roh Kudus turun kepada para rasul pada hari Pentakosta, yaitu setelah Yesus dipermuliakan, sehingga Roh Kudus ini dapat dikatakan berasal dari Allah Bapa dan Allah Putera. Semoga keterangan singkat di atas dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan. &lt;br /&gt;
stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Wahyu,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya. Kami sangat senang kalau ada artikel dan jawaban di katolisitas.org dapat berguna dan dipergunakan untuk membantu perkembangan iman Katolik. Mari sekarang kita melihat pertanyaan tentang Yoh 16:7 &quot;<span
style="font-style: italic;">Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, <span
style="font-weight: bold;">Aku akan mengutus Dia kepadamu</span>.</span>&quot; 1) Penghibur yang akan diutus adalah Roh Kudus, seperti yang dijanjikan oleh Yesus dalam beberapa kesempatan:</p><div
style="margin-left: 40px;">&quot;Y<span
style="font-style: italic;">ang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab <span
style="font-weight: bold;">Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan</span>.</span>&quot; (Yoh 7:39)</div><div
style="margin-left: 40px;">&quot;<span
style="font-style: italic;">Aku akan <span
style="font-weight: bold;">minta kepada Bapa</span>, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu <span
style="font-weight: bold;">Roh Kebenaran</span>. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.</span>&quot; (Yoh 14:16-17)</div><div
style="margin-left: 40px;">&quot;<span
style="font-style: italic;">tetapi Penghibur, yaitu <span
style="font-weight: bold;">Roh Kudus</span>, <span
style="font-weight: bold;">yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku</span>, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.</span>&quot; (Yoh 14:26)</div><div
style="margin-left: 40px;">&quot;<span
style="font-style: italic;">Jikalau <span
style="font-weight: bold;">Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang</span>, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.</span>&quot; (Yoh 15:26)</div><div
style="margin-left: 40px;">&quot;<span
style="font-style: italic;">Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.</span>&quot; (John 16:14)</div><p>2) Dan ayat-ayat tersebut, termasuk Yoh 16:7 menyatakan misteri dari Tritunggal Maha Kudus, yang dinyatakan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK, 244) &quot; <span
style="font-style: italic;">Asal Roh yang abadi menyata dalam perutusan-Nya di dalam waktu. Roh Kudus diutus kepada para Rasul dan Gereja oleh Bapa atas nama Putera dan oleh Putera sendiri, <span
style="font-weight: bold;">setelah Ia kembali kepada Bapa-Nya Perutusan Pribadi Roh sesudah pemuliaan Yesus menyatakan misteri Tritunggal Maha Kudus dalam kepenuhannya</span>.</span>&quot; <br
/> Lebih lanjut, Gereja Katolik dalam syahadat Nisea-Konstantinopel butir ke-8 menyatakan &quot;<span
style="font-style: italic;">Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; <span
style="font-weight: bold;">Ia berasal dari Bapa dan Putera; </span>yang serta Bapa dan Putera, disembah dan dimuliakan; Ia bersabda dengan perantaraan para nabi.</span>&quot; Untuk penjelasan tentang Tritunggal Maha Kudus dapat dibaca di artikel &quot;<span
style="font-style: italic;">Trinitas, Satu Tuhan dalam Tiga Pribadi</span>&quot; (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/10/06/trinitas-satu-tuhan-dalam-tiga-pribadi/" rel="nofollow">silakan klik</a>).</p><p>3) Mungkin pertanyaan lebih lanjut tentang hal ini adalah &quot;<span
style="font-style: italic;">mengapa Roh Kudus hanya datang pada saat Yesus dimuliakan?</span>&quot; <br
/> Kita tahu dari Wahyu Allah, bahwa hal ini telah dinyatakan, seperti yang dinyatakan dalam ayat-ayat di atas.  Namun kita juga dapat melihat hal ini dari &quot;<span
style="font-weight: bold; font-style: italic;">argument of fittingness</span>&quot;. <br
/> Pertama, kita perlu mengerti akan definisi dari Trinitas sendiri, yang merupakan satu Allah dalam tiga pribadi, dimana masing-masing pribadi hanyalah berbeda dalam hubungan asalnya &quot;<span
style="font-weight: bold; font-style: italic;">relation of origin</span>&quot;. KGK 254 menyatakan &quot;<span
style="font-style: italic;">Masing-masing berbeda satu dengan yang lain oleh hubungan asalnya: Adalah &quot;Bapa yang melahirkan, dan Putera yang dilahirkan dan Roh Kudus yang dihembuskan</span>&quot;. Oleh karena itu adalah &quot;fitting&quot; kalau Yesus, pribadi ke-2 dari Trinitas dimuliakan terlebih dahulu, dan bersama-sama dengan Allah Bapa memberikan Roh Kudus (Yoh 14:26; 15:26; 16:14). <span
style="font-weight: bold;"><br
/> </span><em>Kalau</em> Roh Kudus memanifesikan diri-Nya sebelum Kristus dimuliakan, maka seolah-olah Roh Kudus hanya berasal dari Bapa. <em>Kalau</em> Roh Kudus hanya berasal dari Bapa, maka Roh Kudus tidak berbeda dengan Allah Putera. Oleh karena itu menjadi &quot;<em>fitting</em>&quot; bahwa Roh Kudus turun kepada para rasul pada hari Pentakosta, yaitu setelah Yesus dipermuliakan, sehingga Roh Kudus ini dapat dikatakan berasal dari Allah Bapa dan Allah Putera. Semoga keterangan singkat di atas dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan. <br
/> stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: BM. Wahyu Hajar</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/comment-page-1/#comment-2895</link> <dc:creator>BM. Wahyu Hajar</dc:creator> <pubDate>Mon, 27 Apr 2009 05:24:32 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/#comment-2895</guid> <description>Dear Pengasuh,
Terimakasih sekali atas artikel ini,dan juga jawaban atas pertanyaan saya tentang halangan menerima komuni. Artikel dan jawaban itu semua juga sudah saya gunakan sebagai referensi saat saya memberi pembekalan kepada para katekis volunteer yang sedang mengikuti kursus singkat pada hari minggu 26 April 2009.
Selanjutnya mohon penjelasan lebih lanjut tentang teks Yohanes 16 : 7 yang isinya : &quot;Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jika
Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu&quot;. Kalau saya memahami; Penghibur itu adalah Roh Kudus yang akan berkarya setelah Yesus Naik Ke surga. Dan kehadiran Yesus saat ini dirasakan dalam diri Roh Kudus itu. Apakah teks Yoh 16 : 7 ini bersama dengan teks Yoh 1 : 1 - 11 juga bisa dikaitkan dengan &quot;Misteri Tri Tunggal Maha Kudus &quot;. Benarkah pemahaman saya ini ? mohon penjelasan lebih lanjut Trimakasih atas penjelasannya.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Dear Pengasuh,<br
/> Terimakasih sekali atas artikel ini,dan juga jawaban atas pertanyaan saya tentang halangan menerima komuni. Artikel dan jawaban itu semua juga sudah saya gunakan sebagai referensi saat saya memberi pembekalan kepada para katekis volunteer yang sedang mengikuti kursus singkat pada hari minggu 26 April 2009.<br
/> Selanjutnya mohon penjelasan lebih lanjut tentang teks Yohanes 16 : 7 yang isinya : &#8220;Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jika<br
/> Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu&#8221;. Kalau saya memahami; Penghibur itu adalah Roh Kudus yang akan berkarya setelah Yesus Naik Ke surga. Dan kehadiran Yesus saat ini dirasakan dalam diri Roh Kudus itu. Apakah teks Yoh 16 : 7 ini bersama dengan teks Yoh 1 : 1 &#8211; 11 juga bisa dikaitkan dengan &#8220;Misteri Tri Tunggal Maha Kudus &#8220;. Benarkah pemahaman saya ini ? mohon penjelasan lebih lanjut Trimakasih atas penjelasannya.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/comment-page-1/#comment-218</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Tue, 19 Aug 2008 15:55:45 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/#comment-218</guid> <description>Shalom Pak Antonius,
Puji Tuhan! Terima kasih juga sudah mengambil bahan dari Web-site ini untuk tugas pelayanan Bapak. Semoga siswa-siswi yang Bapak bina dapat semakin mengasihi Yesus dengan mengenal dan mendalami iman Katolik.
Silahkan memakai artikel yang lain dari web-site ini, asal menyertakan juga keterangan sumber: www.katolisitas.orgHal ini disebabkan karena:
1.Supaya bagi yang berminat mengetahui lebih lanjut tentang artikel tersebut dan kaitannya dengan artikel yang lain, dapat membaca di dalam web-site ini.
2.Supaya jika ada kekurangan/ masukan yang perlu disampaikan kepada kami, hal itu dapat dikomunikasikan kepada kami.Selamat melayani Tuhan, semoga Roh Kudus menyertai Bapak dan memberikan buah-buah yang limpah pada pelayanan Bapak.Salam kasih dari www.katolisitas.org
Ingrid Listiati</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Pak Antonius,<br
/> Puji Tuhan! Terima kasih juga sudah mengambil bahan dari Web-site ini untuk tugas pelayanan Bapak. Semoga siswa-siswi yang Bapak bina dapat semakin mengasihi Yesus dengan mengenal dan mendalami iman Katolik.<br
/> Silahkan memakai artikel yang lain dari web-site ini, asal menyertakan juga keterangan sumber: <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p><p>Hal ini disebabkan karena:<br
/> 1.Supaya bagi yang berminat mengetahui lebih lanjut tentang artikel tersebut dan kaitannya dengan artikel yang lain, dapat membaca di dalam web-site ini.<br
/> 2.Supaya jika ada kekurangan/ masukan yang perlu disampaikan kepada kami, hal itu dapat dikomunikasikan kepada kami.</p><p>Selamat melayani Tuhan, semoga Roh Kudus menyertai Bapak dan memberikan buah-buah yang limpah pada pelayanan Bapak.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Antonius Purbiatmadi</title><link>http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/comment-page-1/#comment-217</link> <dc:creator>Antonius Purbiatmadi</dc:creator> <pubDate>Tue, 19 Aug 2008 05:13:53 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/#comment-217</guid> <description>dear pengasuh,
terima kasih boleh mengutip artikel yang bagus ini untuk bahan referensi pembekalan penerimaan sakr. krisma bagi siswa-i dari sebuah smp.
PIC (pax in christo)
antonius purbiatmadi
Meta_Anima -Discovering The Higher Self</description> <content:encoded><![CDATA[<p>dear pengasuh,<br
/> terima kasih boleh mengutip artikel yang bagus ini untuk bahan referensi pembekalan penerimaan sakr. krisma bagi siswa-i dari sebuah smp.<br
/> PIC (pax in christo)<br
/> antonius purbiatmadi<br
/> Meta_Anima -Discovering The Higher Self</p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 32/56 queries in 0.030 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-07-30 16:31:43 -->