<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Masih Perlukah Sakramen Pengakuan Dosa (Bagian 2) ?</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 11:26:12 +0000</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: Adi</title><link>http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/comment-page-1/#comment-11454</link> <dc:creator>Adi</dc:creator> <pubDate>Fri, 12 Feb 2010 11:01:06 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=222#comment-11454</guid> <description>bagaimana sejarah perkembangan sakramen tobat?&lt;em&gt;[dari katolisitas: silakan melihat artikel di atas - &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/#perkembangan-sakramen-tobat&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;]&lt;/em&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana sejarah perkembangan sakramen tobat?</p><p><em>[dari katolisitas: silakan melihat artikel di atas - <a
href="http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/#perkembangan-sakramen-tobat" rel="nofollow">silakan klik</a>]</em></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: jeanedith</title><link>http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/comment-page-1/#comment-10179</link> <dc:creator>jeanedith</dc:creator> <pubDate>Tue, 12 Jan 2010 19:25:31 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=222#comment-10179</guid> <description>sebagai orang Katolik, sudah selayaknya kita ke gereja. Perayaan Ekaristi adalah &quot;Pesta&quot; perayaan. Tuan rumahnya Allah lhooo.....kalau anda jarang datang ke gereja untuk mengikuti perayaan Ekaristi, gimana Allah mau mengenal anda &quot;Kelak&quot;, kan jarang datang.apakah tetap berdosa?, itu urusan anda dengan Tuhan</description> <content:encoded><![CDATA[<p>sebagai orang Katolik, sudah selayaknya kita ke gereja. Perayaan Ekaristi adalah &#8220;Pesta&#8221; perayaan. Tuan rumahnya Allah lhooo&#8230;..kalau anda jarang datang ke gereja untuk mengikuti perayaan Ekaristi, gimana Allah mau mengenal anda &#8220;Kelak&#8221;, kan jarang datang.</p><p>apakah tetap berdosa?, itu urusan anda dengan Tuhan</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/comment-page-1/#comment-7763</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Sat, 17 Oct 2009 17:02:29 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=222#comment-7763</guid> <description>Shalom Leon,
Terima kasih atas pertanyaannya tentang pengakuan dosa. Sama seperti pengakuan dosa yang kita lakukan saat ini, maka di dalam kamar pengakuan biasanya dibatasi oleh penyekat (kisi-kisi, teralis, korden kecil). Intinya adalah agar pastor tidak perlu untuk mengenali siapa yang mengaku dosa. Namun, kalau kita mengaku dosa secara teratur kepada pastor yang sama, maka akan lebih baik jika pastor tahu dosa apa yang kita perbuat, sehingga pastor dapat mengenali kelemahan kita dan dapat memberikan nasehat yang lebih baik, yang berguna bagi pertumbuhan spiritual kita. Semoga keterangan ini dapat menjawab pertanyaan Leon.Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef - www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Leon,<br
/> Terima kasih atas pertanyaannya tentang pengakuan dosa. Sama seperti pengakuan dosa yang kita lakukan saat ini, maka di dalam kamar pengakuan biasanya dibatasi oleh penyekat (kisi-kisi, teralis, korden kecil). Intinya adalah agar pastor tidak perlu untuk mengenali siapa yang mengaku dosa. Namun, kalau kita mengaku dosa secara teratur kepada pastor yang sama, maka akan lebih baik jika pastor tahu dosa apa yang kita perbuat, sehingga pastor dapat mengenali kelemahan kita dan dapat memberikan nasehat yang lebih baik, yang berguna bagi pertumbuhan spiritual kita. Semoga keterangan ini dapat menjawab pertanyaan Leon.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Leon</title><link>http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/comment-page-1/#comment-7751</link> <dc:creator>Leon</dc:creator> <pubDate>Sat, 17 Oct 2009 07:43:18 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=222#comment-7751</guid> <description>Shalom,Apa maksud dari  &quot;dibatasi oleh penyekat&quot; tsb?? maaf karena saya kurang mengerti, kiranya ibu/bpk mau menjawabnya. Thx</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom,</p><p>Apa maksud dari  &#8220;dibatasi oleh penyekat&#8221; tsb?? maaf karena saya kurang mengerti, kiranya ibu/bpk mau menjawabnya. Thx</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/comment-page-1/#comment-328</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Tue, 05 Aug 2008 15:34:34 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=222#comment-328</guid> <description>Shalom Christianto,Kalau jarang ke gereja dan berdoa, tapi kehidupannya baik adalah tetap berdosa. Kenapa?
1) Karena perintah Yesus dapat dibagi menjadi dua (Mat 22:37-38), yaitu (a) Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu, (b) Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Kalau kita teliti, 10 perintah Allah juga dibagi menjadi dua: (a) perintah 1-3 adalah perintah untuk mengasihi Tuhan, (b) perintah 4-10 adalah perintah untuk mengasihi sesama.&lt;b&gt;Dua perintah tersebut di atas tidak dapat dipisahkan satu sama lain. &lt;/b&gt;
Berdoa dan ke gereja adalah bentuk kasih kepada Tuhan. Jadi, kita dapat mempertanyakan kepada diri kita sendiri apakah kita benar-benar mengasihi Tuhan tanpa meluangkan sedikit waktu untuk berdoa dan ke gereja.
Namun sebaliknya orang yang berdoa dan ke gereja terus-menerus, namun tidak ada kasih kepada sesama juga berdosa, karena orang tersebut melupakan penerapan kasih kepada sesama. Bahkan dapat dipertanyakan kasih orang ini kepada Tuhan, karena kasih kepada Tuhan juga harus diwujudkan dalam bentuk kasih kepada sesama.Kalau kita teliti, pertanyaan di atas mirip seperti kalau kita berkata &quot;saya mengasihi orang tua saya, namun saya tidak punya waktu untuk bicara dan meluangkan waktu bersama dengan mereka.&quot;
Ini bukanlah kasih yang diinginkan oleh Yesus.2) Doa dan ke Gereja (Misa merupakan bentuk doa dan penyembahan yang tertinggi, karena Yesus sendiri hadir dan menjadi kurban persembahan) adalah menjadi &lt;b&gt;sumber kekuatan&lt;/b&gt; bagi kita untuk mengasihi sesama dan memampukan kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik. Kita memerlukan rahmat Tuhan - yang didapat melalui doa - untuk dapat menerapkan pengajaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dapat dikatakan bahwa &lt;b&gt;kekudusan adalah merupakan buah dari persatuan dengan Kristus&lt;/b&gt; (KGK, 2074).Semoga penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan Christianto.
Mari kita bersama-sama mengasihi Tuhan dan sesama kita.Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Christianto,</p><p>Kalau jarang ke gereja dan berdoa, tapi kehidupannya baik adalah tetap berdosa. Kenapa?<br
/> 1) Karena perintah Yesus dapat dibagi menjadi dua (Mat 22:37-38), yaitu (a) Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu, (b) Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.<br
/> Kalau kita teliti, 10 perintah Allah juga dibagi menjadi dua: (a) perintah 1-3 adalah perintah untuk mengasihi Tuhan, (b) perintah 4-10 adalah perintah untuk mengasihi sesama.</p><p><b>Dua perintah tersebut di atas tidak dapat dipisahkan satu sama lain. </b><br
/> Berdoa dan ke gereja adalah bentuk kasih kepada Tuhan. Jadi, kita dapat mempertanyakan kepada diri kita sendiri apakah kita benar-benar mengasihi Tuhan tanpa meluangkan sedikit waktu untuk berdoa dan ke gereja.<br
/> Namun sebaliknya orang yang berdoa dan ke gereja terus-menerus, namun tidak ada kasih kepada sesama juga berdosa, karena orang tersebut melupakan penerapan kasih kepada sesama. Bahkan dapat dipertanyakan kasih orang ini kepada Tuhan, karena kasih kepada Tuhan juga harus diwujudkan dalam bentuk kasih kepada sesama.</p><p>Kalau kita teliti, pertanyaan di atas mirip seperti kalau kita berkata &#8220;saya mengasihi orang tua saya, namun saya tidak punya waktu untuk bicara dan meluangkan waktu bersama dengan mereka.&#8221;<br
/> Ini bukanlah kasih yang diinginkan oleh Yesus.</p><p>2) Doa dan ke Gereja (Misa merupakan bentuk doa dan penyembahan yang tertinggi, karena Yesus sendiri hadir dan menjadi kurban persembahan) adalah menjadi <b>sumber kekuatan</b> bagi kita untuk mengasihi sesama dan memampukan kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik. Kita memerlukan rahmat Tuhan &#8211; yang didapat melalui doa &#8211; untuk dapat menerapkan pengajaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dapat dikatakan bahwa <b>kekudusan adalah merupakan buah dari persatuan dengan Kristus</b> (KGK, 2074).</p><p>Semoga penjelasan di atas dapat menjawab pertanyaan Christianto.<br
/> Mari kita bersama-sama mengasihi Tuhan dan sesama kita.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> stef</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: christianto</title><link>http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/comment-page-1/#comment-192</link> <dc:creator>christianto</dc:creator> <pubDate>Tue, 05 Aug 2008 12:30:58 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=222#comment-192</guid> <description>kalau jarang ke gereja dan berdoa tapi dalam kehidupan nya baik begitu ? apakah tetap berdosa?</description> <content:encoded><![CDATA[<p>kalau jarang ke gereja dan berdoa tapi dalam kehidupan nya baik begitu ? apakah tetap berdosa?</p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 30/52 queries in 0.027 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-07-30 16:25:09 -->