Bunda Maria, tetap Perawan, mungkinkah?

  1. Gereja Katolik mengajarkan bahwa Bunda Maria adalah tetap perawan, sebelum, pada saat dan setelah melahirkan Yesus kristus, Putera Allah. Hal ini sering dipertanyakan oleh saudara-saudari kita dari gereja lain.
  2. Artikel ini menjabarkan penjelasan tentang dasar ajaran ini (‘Perpetual Virginity of Mary’) yang berasal dari:
    • Kitab Suci yang paling sering dikutip sehubungan dengan keperawanan Maria.
    • Pengajaran Bapa Gereja dari abad-abad awal yang telah mengajarkan Maria yang tetap perawan sehubungan dengan perannya sebagai Ibu Tuhan Yesus.
    • Pengajaran para pendiri gereja Protestan, seperti Martin Luther, John Calvin, Ulrich Zwingli dan John Wesley, yang mengakui bahwa Maria tetap perawan.
  3. Keperawanan Maria membawa akibat penting bagi Gereja Katolik:
    • sebagai contoh agar Gereja menjaga kemurnian ajaran-ajarannya.
    • sebagai contoh yang sempurna kepada para anggota Gereja yang mempersembahkan tubuh mereka sebagai persembahan yang hidup dengan menjaga kemurnian tubuh dan jiwa mereka.
  4. Kesimpulan: Keperawanan Maria adalah karunia Tuhan bagi Bunda Maria yang menyatakan bahwa kesempurnaan kasihNya tidak meninggalkan sedikitpun cacat atau noda pada tubuh Maria yang menyerahkan diri seutuhnya bagi rencana keselamatan Allah. Hal ini selayaknya kita terima dengan rasa kagum, karena sungguh tiada yang mustahil bagi Allah.

virginity Pendahuluan

Pernahkah anda mendengar komentar-komentar seperti: “Bunda Maria tetap perawan? Ah, tidak mungkin…” atau “Bagi saya, tidak penting Bunda Maria perawan atau bukan…” atau “Bunda Maria itu yang tetap perawan jiwanya, bukan tubuhnya…” Semua komentar ini meragukan atau mempertanyakan keperawanan Maria, atau bahkan menganggapnya tidak penting. Gereja Katolik tidak mengajarkan demikian, karena keperawanan Maria membawa arti penting, yang menunjukkan kesempurnaan kasih Allah dalam melaksanakan rencana keselamatanNya, dan bahwa Yesus yang dilahirkan oleh Bunda Maria adalah sungguh-sungguh Allah. Karena itu, Gereja dipanggil untuk menjaga kemurnian ajarannya, dan mencontoh teladan hidup Maria yang murni jiwa dan raganya.

Bunda Maria, tetap perawan

Gereja Katolik mengajarkan bahwa Bunda Maria adalah tetap perawan, sebelum, pada saat dan sesudah melahirkan Yesus.[1] Semua orang Kristen percaya bahwa Bunda Maria adalah perawan sebelum melahirkan Yesus, dan banyak dari mereka percaya bahwa Maria tetap perawan pada saat melahirkan Yesus. Tetapi hanya sedikit umat gereja Kristen Protestan yang percaya bahwa Bunda Maria tetaplah perawan setelah melahirkan Yesus Kristus. Kenapa hal Maria yang tetap perawan ini menjadi penting? Karena menurut sejarah, penyangkalan terhadap Maria yang tetap perawan akan menuju kepada penyangkalan terhadap kelahiran Yesus melalui Perawan Maria (the virgin birth of Christ), yang kemudian menjadi penyangkalan akan keilahian Yesus.[2] Berikut ini kita lihat penjelasan mengenai hal keperawanan Maria menurut pengajaran Gereja Katolik, yang berdasarkan Kitab Suci, tulisan para Bapa Gereja, dan berdasarkan akal sehat. Juga kita lihat pengajaran dari para pendiri gereja Protestan, karena mereka semua sebenarnya juga mengakui keperawanan Maria.

Ayat dari Kitab Suci yang paling sering dikutip

1. Matius 13:55 “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?”

Di dalam Alkitab, istilah “saudara” dipakai untuk menjelaskan banyak arti. Kata “saudara” memang dapat berarti saudara kandung, namun dapat juga berarti saudara seiman (Kis 21:7), saudara sebangsa (Kis 22:1), ataupun kerabat, seperti pada kitab asli bahasa Ibrani yang mengatakan Lot sebagai saudara Abraham (Kej 14:14), padahal Lot adalah keponakan Abraham.

Jadi untuk memeriksa apakah Yakobus dan Yusuf itu adalah saudara Yesus, kita melihat kepada ayat-ayat yang lain, yaitu ayat Matius 27:56 dan Markus 15:40, yang menuliskan nama-nama perempuan yang ‘melihat dari jauh’ ketika Yesus disalibkan. Mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yohanes, dan ibu anak-anak Zebedeus (Mat 27:56); atau Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda, Yoses dan Salome (Mar 15:40). Alkitab menunjukkan bahwa Maria ibu Yakobus ini tidak sama dengan Bunda Maria.[3]

Mungkin yang paling jelas adalah kutipan dari Injil Yohanes, yang menyebutkan bahwa yang hadir dekat salib Yesus adalah, Bunda Maria, saudara Bunda Maria yang juga bernama Maria, istri dari Klopas, dan Maria Magdalena (Yoh 19:25). Jadi di sini jelaslah bahwa Maria (saudara Bunda Maria) ini adalah istri Klopas/ Kleopas[4], yang adalah juga ibu dari Yakobus dan Yoses. Kesimpulannya, Yakobus dan Yoses ini bukanlah saudara kandung Yesus.

2. Mat 1:24-25: Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki …

Banyak saudara-saudari kita dari gereja lain mengartikan ayat ini bahwa Maria tidak lagi perawan setelah melahirkan Yesus. Kata kuncinya di sini adalah kata ’sampai’. Di dalam Alkitab, kata ‘sampai‘ ini tidak selalu berarti diikuti oleh perubahan kondisi. Contoh, pada 1 Kor 15:25, dikatakan, “Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.” Hal ini tidak bermaksud bahwa setelah Yesus mengalahkan musuh-Nya Ia tidak lagi menjadi Raja.

3. Luk 2:7: …dan ia (Maria) melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin…

Kata kunci di sini adalah, ’sulung’. Sulung di sini tidak berarti bahwa Yesus kemudian mempunyai adik-adik. ‘Sulung’ di dalam Alkitab menerangkan hak istimewa dari seseorang. Contoh, pada Kitab Mazmur, Allah menyebut Daud ‘anak sulung’ (Mzm 89:28), meskipun Daud adalah anak ke-8 dari Isai (1 Sam 16).

Allah menyebut bangsa Israel disebut sebagai anak yang sulung (Kel 4:22). Kristus disebut ’sulung’ adalah untuk menunjukkan bahwa Ia adalah ‘Israel’ yang baru, yang menjadi yang sulung dari banyak saudara (Rom 8:29), yang sulung dari segala ciptaan (Kol 1:15).

4. Mat 15:1-9 dan Yoh 19:27: Dalam Injil Matius bab 15, Yesus mengecam orang-orang Farisi yang mempersembahkan korban tetapi kemudian menelantarkan orang tua mereka. Hukum pada Perjanjian Lama seharusnya mewajibkan seorang anak untuk menanggung orang tuanya, sehingga praktek orang Farisi yang melanggar hal ini membuat Yesus menyebut mereka sebagai ‘munafik’ (Mat 15:1-7).

Dalam Yoh 19:26-27, pada saat Yesus disalibkan, Yesus memberikan Maria ibu-Nya kepada Yohanes (anak Zebedeus) rasul yang dikasihi-Nya, yang bukan saudara-Nya. Seandainya Yesus mempunyai adik-adik, seperti yang dianggap oleh gereja Protestan, perbuatan Yesus ini sungguh tidak masuk di akal. Yesus yang mengecam orang Farisi yang menelantarkan orang tuanya tidak mungkin menyebabkan saudara-Nya sendiri menelantarkan ibu-Nya. Kenyataan bahwa Yesus mempercayakan Maria kepada Yohanes adalah karena Ia tidak mempunyai saudara kandung, karena Bapa Yusuf-pun telah meninggal dunia, dan Yesus tidak mau meninggalkan ibu-Nya sebatang kara.

5. Luk 1:34: Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami?”

Ayat ini sesungguhnya merupakan terjemahan dari “How shall this be, since I have no husband” (RSV) atau, “I am a virgin” (Jerusalem Bible), atau “I know not man” (Duoay -Rheims terjemahan dari Vulgate). Sesungguhnya terjemahan yang benar adalah aku tidak bersuami (jika mengikuti RSV), atau aku seorang perawan (Jerusalem Bible) atau aku tidak mengenal/ berhubungan dengan laki-laki (D-R). Kalimat ini hanya masuk akal jika Maria telah memiliki kaul keperawanan -meskipun pada saat itu ia sudah bertunangan dengan Yusuf- karena, jika tidak demikian, pernyataan ini akan terdengar ‘ganjil’. Sebagai contoh, jika seseorang ditawari rokok, dan ia menjawab ’saya tidak merokok’, maka maksudnya adalah ’saya tidak pernah merokok’, dan bukan ’saya tidak sedang merokok sekarang’.[5]

Pengajaran Bapa Gereja dari Gereja awal

Para Bapa Gereja secara konsisten mengajarkan Maria tetap Perawan (Perpetual Virginity of Mary). Sejarah membuktikan bahwa pengajaran tentang keperawanan Maria ini telah berakar dari sejak Gereja awal, seperti pengajaran dari:

1. Ignatius dari Antiokhia (meninggal tahun 110), Origen (233), Hilarius dari Poiters (m. 367) dan Gregorius Nissa (m. 394).[6]

2. St. Athanasius (293-373) menyebutkan Maria sebagai Perawan selamanya (Ever Virgin)[7] dalam bukunya Discourses Against the Arians.

3. St. Jerome (347- 420) tidak hanya menyebutkan keperawanan Maria, tetapi juga keperawanan Yusuf. Ia menulis, “…You say that Mary did nor continue a virgin: I claim still more, that Joseph himself on account of Mary was (also) a virgin, so that from wedlock a virgin son was born.[8]

4. St. Agustinus dan St. Ambrosius (akhir abad ke- 4), mengajarkan keperawanan Maria sebelum, pada saat dan sesudah melahirkan Yesus Kristus, sehingga Maria adalah perawan selamanya.[9] Dengan kuasa Roh Kudus yang sama, Yesus lahir tanpa merusak keperawanan Bunda Maria, seperti halnya setelah kebangkitan-Nya, Dia dapat datang ke dalam ruang tempat para murid-Nya berdoa, tanpa merusak semua pintu yang terkunci.[10]

4. St. Petrus Kristologus (406- 450), St. Paus Leo Agung (440-461)dan St. Yohanes Damaskus (676- 749) juga mengatakan hal yang sama.[11]

5. Konsili Konstantinopel II (553) menyebutkan Bunda Maria sebagai, “kudus, mulia, dan tetap-Perawan Maria”.[12] Konsili ini merangkum ajaran-ajaran penting berkaitan dengan bahwa Yesus, adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Termasuk dalam ajaran ini adalah tentang keperawanan Maria.

Pengajaran dari para pendiri gereja Protestan

Mungkin banyak dari saudara-saudari yang kita yang beragama Kristen non-Katolik tidak mengetahui bahwa para pendiri gereja Protestan awal juga mengajarkan mengenai hal Maria yang tetap perawan, seperti berikut ini:

1. Martin Luther (1483-1546): “Sudah menjadi iman kita bahwa Maria adalah Ibu Tuhan dan tetap perawan…. Kristus, kita percaya, lahir dari rahim yang tetap sempurna (‘a womb left perfectly intact’)”[13]

2. John Calvin (1509-1564): “Ada orang-orang yang ingin mengartikan dari perikop Mat 1:25 bahwa Perawan Maria mempunyai anak-anak selain dari Kristus, Putera Allah, dan bahwa Yusuf berhubungan dengannya kemudian, tetapi, betapa bodohnya pemikiran seperti ini! Sebab penulis Injil tidak bermaksud merekam apa yang terjadi sesudahnya; ia hanya mau menyampaikan dengan jelas hal ketaatan Yusuf dan untuk menyatakan bahwa Yusuf telah diyakinkan bahwa Tuhanlah yang mengirimkan malaikatNya kepada Maria. Yusuf tidak pernah berhubungan dengan Maria …(He had therefore never dwelt with her nor had he shared her company)… Dan selanjutnya Tuhan kita Yesus Kristus dikatakan sebagai yang sulung. Hal ini bukan berarti bahwa ada anak yang kedua dan ketiga, tetapi karena penulis Injil ingin menyampaikan hak-hak yang lebih tinggi (precedence). Alkitab menyebutkan hal ’sulung’ (firstborn), baik ada atau tidaknya anak yang kedua.”[14]

John Calvin bahkan mengecam Helvidius, yang mengatakan bahwa Maria mempunyai banyak anak.[15]

3. Ulrich Zwingli (1484-1531): “Saya yakin dan percaya bahwa Maria, sesuai dengan perkataan Injil, sebagai Perawan murni melahirkan Putera Allah dan pada saat melahirkan dan sesudahnya selalu tetap murni dan tetap perawan (’forever remained a pure, intact Virgin’).”[16]

4. John Wesley (1703-1791)menulis: “Saya percaya bahwa Dia (Tuhan Yesus) telah menjadi manusia, menyatukan kemanusiaan dengan keilahian dalam satu Pribadi; dikandung oleh satu kuasa Roh-Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria yang terberkati, yang setelah melahirkan-Nya tetap murni dan tetap perawan tak bernoda.”[17]

Pentingnya Keperawanan Maria bagi Gereja

Keperawanan Maria berakibat penting pada Gereja karena Maria adalah ‘model’/ teladan bagi Gereja. Misteri keperawanan Maria dilanjutkan oleh Gereja dalam dua hal. Yang pertama Gereja menjaga kemurnian pengajarannya terhadap ajaran yang menyimpang (”heresy“). Kedua, Gereja memberikan tempat khusus pada penerapan ‘keperawanan’ secara jasmani, sepanjang sejarah Gereja.[18] Keperawanan jasmani ini bukan dimaksudkan untuk merendahkan arti perkawinan, tetapi untuk menunjukkan kesempurnaan sesuai dengan teladan yang dicontohkan oleh Yesus sendiri yang mempersembahkan seluruh tubuh dan jiwa untuk pemenuhan rencana keselamatan Allah.

Roh Kudus yang bekerja menaungi Bunda Maria untuk mengandung dan melahirkan Yesus itu juga bekerja menaungi kita saat kita menerima Sakramen Pembaptisan. Dengan demikian, Kristus juga menjadikan Gereja-Nya sebagai Perawan, sebagaimana Bunda Maria adalah Perawan.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui bahwa pengajaran Gereja Katolik tentang Bunda Maria yang tetap Perawan memiliki dasar yang kuat. Sebagai orang Katolik kitapun harus meyakini tentang keperawanan Bunda Maria ini, dan mensyukuri teladan kemurniannya. Maka, janganlah kita sampai meragukan keperawanan Maria, hanya karena kita berpikir itu tidaklah mungkin dari kacamata kita sebagai manusia. Karena tiada yang mustahil bagi Allah, apalagi jika itu menyangkut segala pernyataan tentang Diri-Nya yang kudus dan penuh kasih. Dengan perbuatan-Nya menguduskan Maria sedemikian rupa, Ia menunjukkan betapa kasih-Nya yang sempurna tidak meninggalkan sedikitpun cacat dan noda pada kemurnian Bunda Maria. Bunda Maria menjadi teladan bagi Gereja yang menjunjung tinggi nilai kemurnian tubuh dan jiwa dalam mengabdi Tuhan, dan memberi contoh bagi kita bagaimana memberikan diri seutuhnya bagi rencana Keselamatan Allah.


[1] Lihat Michael O’Caroll C.S. Sp, Theotokos, A Theological Encyclopedia of the Blessed Virgin Mary, ( Michael Glazier Inc. Dublin, Ireland, reprint in 1982 in the USA), p. 357. “Mary of Nazareth conceived her Son Jesus while remaining a virgin; her virginity was not altered by childbirth; she remained a virgin in her marriage with St. Joseph.” Jadi, Maria tetap perawan sebelum, pada saat dan setelah melahirkan Yesus (virginitas ante partum, in partu, post partum)

[2] Robert Payesko, The Truth about Mary, A Summary of the Trilogy, (Queenship Publishing Company, CA, 1998), p.110

[3] Maria ibu Yakobus dan Yoses (Yusuf) dicatat dalam Alkitab sebagai salah satu wanita yang menyaksikan penyaliban Kristus (Mt 25:56; Mk 15:40) dan kubur Yesus yang kosong/ kebangkitan Yesus (Mk 16:1; Lk 24:10).

[4] Kleopas adalah salah satu dari murid-murid Yesus yang berjalan ke Emmaus dan mengalami penampakan diri Yesus setelah kebangkitan-Nya (Luk 24:18).

[5] Lihat Rene Laurentine, A Short Treatise on the Virgin Mary, (Washington, New Jersey: AMI Press, 1991),p 285.

[6] Robert Payesko, The Truth about Mary, Volume II, p. 2-155

[7] St. Athanasius, Discourses Against the Arians, 2, 70, Jurgens, Vol.1, n. 767a.

[8] St. Jerome, The Perpetual Virginity of Blessed Mary, Chap 21, seperti dikutip oleh John R. Willis, SJ, The Teaching of the Church Fathers (Ignatius Press, San Francisco, 2002 reprint, original print by Herder and Herder, 1966) p. 358.

[9] Lihat St. Agustinus, Sermons, 186, Heresies, 56; Jurgens, vol.3, n. 1518 dan 1974d.

[10] St. Agustinus, Letters no. 137., seperti dikutip oleh John R. Willis, SJ, The Teaching of the Church Fathers, p. 360.

[11] St Petrus Kristologus, “The Virgin conceives, the Virgin brings forth her child, and she remains a virgin.” (Sermons, no. 117); St Leo Agung, “…a Virgin conceived, a Virgin bare and a Virgin she remained.”

[12] Robert Payesko, The Truth about Mary, Volume II, Mary in Scripture and the Historic of Christian Faith, (Queenship Publishing Company, CA, 1998), p.2-155,

Salah satu butir pengajaran untuk menjawab ajaran yang keliru tentang Bunda Maria di dalam Konsili Konstantinopel II, butir 6, “If anyone declares that it can be only inexactly and not truly said that the holy and glorious ever-virgin Mary is the mother of God, or says that she is so only in some relative way, considering that she bore a mere man and that God the Word was not made into human flesh in her, holding rather that the nativity of a man from her was referred, as they say, to God the Word as he was with the man who came into being; if anyone misrepresents the holy synod of Chalcedon, alleging that it claimed that the virgin was the mother of God only according to that heretical understanding which the blasphemous Theodore put forward; or if anyone says that she is the mother of a man or the Christ-bearer, that is the mother of Christ, suggesting that Christ is not God; and does not formally confess that she is properly and truly the mother of God, because he who before all ages was born of the Father, God the Word, has been made into human flesh in these latter days and has been born to her, and it was in this religious understanding that the holy synod of Chalcedon formally stated its belief that she was the mother of God: let him be anathema.”

[13] Diterjemahkan dari Martin Luther, Works of Luther, Vol. 11, p. 319-320; Vol. 6, p. 510.

[14] Diterjemahkan dari John Calvin, Sermon on Matthew, 1:22-25, published in 1562.

[15] Lihat Bernard Leeming, “Protestants and Our Lady, Marian Library Studies, January 1967, p.9.

[16] Diterjemahkan dari Zwingli Opera, Vol. 1, p. 424.

[17] Diterjemahkan dari John Wesley, Letter to a Roman Catholic, July 18, 1749.

[18] Lihat Hugo Rahner, SJ., Our Lady and the Church, (Zaccheus Press, 2004, reprint, original print by Tyrolia- Verlag, Innsbruck, Vienna, 1961), p. 32-33


5 artikel/gambar terakhir di kategori Apologetik


5 artikel/gambar terakhir di kategori Maria

Tentang Penulis

author photo

Ingrid Listiati sedang menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat. Ingrid telah menyelesaikan 5 semester dari total 6 semester untuk menyelesaikan program studi ini.

Lihat Semua Artikel oleh Penulis Ini

Ada 13 Komentar Sampai Saat Ini. (klik ini untuk menulis pesan "TOPIK BARU")

  1. Dear Stef & Ingrid

    Kita tahu bahwa selain KS masih ada lagi Katekismus yg perlu diketahui oleh orang orang Katolik. Oleh karena itu alangkah baiknya bila katekismus tsb bisa dimasukkan juga dlm website kesayangan kita ini. Jadi bila ada diantara kita ingin tahu apa saja yg ada di katekismus bisa didonlod dari website ini.
    Semoga usulan saya bisa diterima.
    Terima kasih

    GBU

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

    Stefanus Tay menjawab pada tanggal August 22nd, 2008 11:04 am:

    Shalom Singodimejo,

    Terimakasih atas usulannya. Memang ada 3 hal yang menjadi pilar kebenaran Gereja Katolik, yaitu: Kitab Suci (Sacred Scripture), Tradisi Suci (Sacred Tradition), dan Wewenang Mengajar Gereja (Sacred Magisterium), dimana ketiganya adalah saling terkait dan tak perpisahkan (lihat KGK, 95). Dan diharapkan agar website ini dapat menyajikan ketiga hal tersebut, baik dalam Dokumen Gereja itu sendiri, maupun dalam semua artikel yang ada.

    Untuk Katekismus Gereja Katolik, kita sedang dalam proses penyusunan, yang diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat, sehingga kita dapat menyajikannya di dalam katolisitas.org.

    Sekali lagi terimakasih atas usulannya, dan mohon doanya juga agar website ini dapat membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.

    Salam kasih dari: http://www.katolisitas.org
    stef & ing

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

  2. Shalom
    Terima kasih banyak atas penjelasannya yg panjang lebar mengenai Bunda kita yg tetap perawan. Salut atas kerja keras kalian untuk berbagi iman kepada kami kami yg terkadang mudah goyah bila mendapat “serangan” dari saudara saudara kita non katolik.
    Saya sangat senang dengan adanya website ini, saya tahu website ini dari anak saya yg getol belajar iman katolik lewat dunia maya.
    Maju terus. GBU

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

  3. Luar biasa, penjelasan Bunda Maria yang tetap Perawan, terima kasih banyak saya akan tunjukan kepada suami walaupun katholik sejak lahir tetapi dia masih berpikir sama seperti saudara kita yang beragama lain mengenai Keperawanan Bunda Maria. Thanx, JBU.

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

  4. Kebenaran ini sungguh memberkati. Dulu aku juga pernah berpikir apakah hal keperawanan itu memang penting dipersoalkan karna kupikir yang terutama adalah misi kelahiran Kristus melalui Perawan Maria dan ternyata artikel diatas sangat memberkati dan memberi pencerahan.

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

  5. Hi Dominic dan Aditya,
    Mohon doa agar website ini dapat menjadi sarana untuk memuliakan nama Tuhan.

    Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
    stef & ing

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

  6. Wauww…….
    keren sekarang tampilannya.
    Maju terus, semangat dalam melayani.
    GBU

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

  7. hi,web ini mempunyai gebrakan luar biasa mengenai doktrin katolik. Saya sangat berterima kasih atas kerja keras kalian dan moga2X web ini berjalan terus dari tahun ke tahun.web ini juga banyak membuka mata kami mengenai doktrin untuk mempertanggung jawabkan keyakinan kita sebagai orang katolik.
    Tuhan yesus memberkati kalian dan doa-doa dari para santo-a bersama Bunda Maria selalu besertamu
    thanks

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

  8. Shalom Petra,
    Senang sekali Oom dan Tante dapat pesan dari kamu. Iya, web-site ini masih baru, makanya masih banyak yang harus ditambahkan. Sementara ini memang belum ada bagian khusus buat youth, barangkali nanti kalau ada yang bisa bantu koordinasi baru bisa ditambahkan.
    Soal panjangnya artikel… ya nanti kami usahakan lebih singkat, hanya kalau itu menyangkut pengajaran penting, mungkin kami memilih manyampaikannya apa adanya. Sedikit panjang, tapi mudah-mudahan tidak membosankan.
    Kalau ada ide topik, silakan juga disampaikan, nanti kami usahakan menulis artikel mengenai hal itu.

    Terima kasih atas masukannya,ya. Mohon doa terus untuk web-site ini, semoga dapat terus memuliakan nama Tuhan.
    Semoga Tuhan memberkati Petra, bersama Mama dan Papa.

    Salam hangat dari http://www.katolisitas.org
    Oom Stef dan Tante Ingrid

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

  9. Hai oom,
    aku tau website ini dari mamiku. Websitenya kereen, dan hebat banget udah banyak yang visit site ini biarpun masih tergolong baru.
    good luck ya oom, tante.
    Hmmm..akhirnya aku baru tau sekarang penjelasan yang bener tentang Bunda Maria. Abis biasanya paling cuma sebatas tau kalo Bunda Maria itu tetep perawan sampai akhirnya diangkat ke surga, terus juga gak pernah nanya nanya bener apa enggak, soalnya nggak tau mau nanya kemana juga.hehe
    Btw, di web ini ada bagian khusus buat youth nggak sih? jadi yang bisa lebih mudah dibaca menurut anak muda. Habisnya biasanya seumuranku kan suka udah keburu pusing ngeliat artikel isinya tulisan panjang panjang gitu, hehehe.
    thx ya, GBU oom, tante :)

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

  10. Shalom Mey-Mey, Frank dan Nicola,
    Terima kasih atas dukungan kepada web-site ini, atas komentar-komentar yang positif. Mari kita berharap supaya sama-sama kita dapat semakin mengenal dan mendalami iman kita sebagai pengikut Kristus dalam Gereja Katolik. Mengenai artikel memang masih banyak yang harus ditambah, dan kami sedang berusaha menambahkannya sedikit demi sedikit. Masih ada beberapa tulisan tentang Bunda Maria yang akan kami pos-kan di web-site ini. Mohon doa supaya kami dapat terus menulis untuk kemuliaan Tuhan, dan jika ada usulan atau masukan, silakan memberitahu kami.
    Semoga Tuhan memberkati kita semua.
    Miss you, too, Mey-Mey & Frank. See you next year, God willing.

    Salam hangat dalam Kristus,
    http://www.katolisitas.org (stef tay & Ingrid)

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

  11. Hi…
    Belum pernah saya mendapatkan keterangan yang begini mengenai Bunda Maria. Sejauh ini saya ‘hanya’ mengimani bahwa memang begitulah adanya Bunda Maria, Sang Perawan Tak Bernoda. Tak pernah cari tau lebih lanjut, tak pernah penasaran -well, kalaupun penasaran, ga ngerti juga mau cari tau dari mana…-. Lho, ternyata malam ini ada penjelasannya dan semua ada dasarnya. Setuju banget dengan Mey2 Frank, sungguh membuka wawasan & memberi bekal untuk memberi penjelasan kepada org2 yang meragukan keperawanan Bunda Maria. Dan yang paling inti, lebih mantap lagi jadi orang Katolik :) Thanks God for sending us Tay & Ingrid.

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

  12. Hai Tay Inggrid, apa kabar? Luar biasa d, aku terima web ini 2 hari yl, baru sempat malam ini bukanya….luar biasa kerja kalian.Aku orang yang males membaca lho, tapi begitu buka web ini,rasanya gak kepengen berhenti baca..padahal udh lewat midnight nih..Artikel ini sungguh membuka wawasan & memberi bekal untuk memberi penjelasan kepada org2 yang meragukan keperawanan Bunda Maria , bahkan ada yang melecehkan…sedih lho tapi setelah membaca artikel ini aku tahu harus mengatakan apa….thanks ya.
    GBU- We Miss u, We love u & We Need u

    [KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]

Pesan atau Komentar baru