<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Maria Dikandung Tanpa Noda: Apa Maksudnya?</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 11:26:12 +0000</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: Phiner</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-16549</link> <dc:creator>Phiner</dc:creator> <pubDate>Sun, 13 Jun 2010 10:01:26 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-16549</guid> <description>Pesta Hati Maria Tak Bernoda (Heart of Mary Immacilate) dirayakan pada hari Sabtu setelah Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus (hari Jumad). Maka ada tradisi setiap hari Sabtu ada devosi ke Bunda Maria.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pesta Hati Maria Tak Bernoda (Heart of Mary Immacilate) dirayakan pada hari Sabtu setelah Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus (hari Jumad). Maka ada tradisi setiap hari Sabtu ada devosi ke Bunda Maria.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-15207</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Wed, 19 May 2010 00:22:12 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-15207</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Medya Ika Ayu,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya hubungan antara kehendak bebas Bunda Maria. Justru karena Bunda Maria telah dipersiapkan oleh Allah secara khusus, mengingat peran yang harus dijalankannya sebagai Bunda Allah, maka dia telah menerima rahmat khusus dari Allah, yaitu dia dilahirkan tanpa noda asal. Namun, rahmat Allah ini tidak menjadikan Bunda Maria kehilangan kehendak bebasnya. Kita melihat hawa pertama, yang diciptakan tanpa noda asal, memilih untuk melawan Allah dengan kesombongannya dan berkata &quot;tidak&quot; dengan melawan Allah. Sedangkan Bunda Maria, Hawa kedua, memilih untuk mengatakan &quot;ya&quot; kepada rencana keselamatan Allah. Karena Allah maha tahu, maka sebelum dunia dijadikan Dia juga telah tahu bahwa Bunda Maria akan menjawab ya terhadap rencana keselamatan Allah. Dan Allah memberikan rahmat secara khusus kepada Bunda Maria untuk mengemban misi sebagai Bunda Allah, tanpa menghilangkan kehendak bebas dari Bunda Maria. Diskusi secara lebih mendalam tentang hal ini dapat dibaca di sini - &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2010/02/01/kerjasama-antara-rahmat-dan-kehendak-bebas-dalam-diri-bunda-maria/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;. Silakan membacanya, dan kalau masih ada yang tidak jelas, dapat bertanya kembali. Semoga dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Medya Ika Ayu,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya hubungan antara kehendak bebas Bunda Maria. Justru karena Bunda Maria telah dipersiapkan oleh Allah secara khusus, mengingat peran yang harus dijalankannya sebagai Bunda Allah, maka dia telah menerima rahmat khusus dari Allah, yaitu dia dilahirkan tanpa noda asal. Namun, rahmat Allah ini tidak menjadikan Bunda Maria kehilangan kehendak bebasnya. Kita melihat hawa pertama, yang diciptakan tanpa noda asal, memilih untuk melawan Allah dengan kesombongannya dan berkata &#8220;tidak&#8221; dengan melawan Allah. Sedangkan Bunda Maria, Hawa kedua, memilih untuk mengatakan &#8220;ya&#8221; kepada rencana keselamatan Allah. Karena Allah maha tahu, maka sebelum dunia dijadikan Dia juga telah tahu bahwa Bunda Maria akan menjawab ya terhadap rencana keselamatan Allah. Dan Allah memberikan rahmat secara khusus kepada Bunda Maria untuk mengemban misi sebagai Bunda Allah, tanpa menghilangkan kehendak bebas dari Bunda Maria. Diskusi secara lebih mendalam tentang hal ini dapat dibaca di sini &#8211; <a
href="http://katolisitas.org/2010/02/01/kerjasama-antara-rahmat-dan-kehendak-bebas-dalam-diri-bunda-maria/" rel="nofollow">silakan klik</a>. Silakan membacanya, dan kalau masih ada yang tidak jelas, dapat bertanya kembali. Semoga dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: MEDYA IKA AYU</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-15185</link> <dc:creator>MEDYA IKA AYU</dc:creator> <pubDate>Tue, 18 May 2010 05:24:11 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-15185</guid> <description>Shalom mba Inggrid,Saya ingin menanyakan bahwa diterangkan di artikel diatas bahwa Bunda Maria telah dipersiapkan sejak awal dan dibebaskan dari dosa asal. Lalu bagaimana dengan kehendak bebas (free will) yang dimiliki oleh setiap manusia, tak terkecuali Bunda Maria. Bunda Maria juga sebagai manusia bukan?? Nah, kalau begitu berarti sejak awal Allah sudah tahu bahwa kelak Bunda Maria akan menjawab &quot;iya/fiat&quot; untuk menjadi tabut perjanjian baru. Bagaimana kalau Bunda Maria kelak tidak menjawab &quot;ya&quot; melainkan &quot;tidak&quot;, apakah ia tetap terbebas dari dosa asal atau bagaimana dengan kekudusannya yang sudah Allah persiapkan sejak ia belum dilahirkan ke dunia??Terima kasih sebelumnya,
Tuhan Memberkati
Salam dari
Ayu</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom mba Inggrid,</p><p>Saya ingin menanyakan bahwa diterangkan di artikel diatas bahwa Bunda Maria telah dipersiapkan sejak awal dan dibebaskan dari dosa asal. Lalu bagaimana dengan kehendak bebas (free will) yang dimiliki oleh setiap manusia, tak terkecuali Bunda Maria. Bunda Maria juga sebagai manusia bukan?? Nah, kalau begitu berarti sejak awal Allah sudah tahu bahwa kelak Bunda Maria akan menjawab &#8220;iya/fiat&#8221; untuk menjadi tabut perjanjian baru. Bagaimana kalau Bunda Maria kelak tidak menjawab &#8220;ya&#8221; melainkan &#8220;tidak&#8221;, apakah ia tetap terbebas dari dosa asal atau bagaimana dengan kekudusannya yang sudah Allah persiapkan sejak ia belum dilahirkan ke dunia??</p><p>Terima kasih sebelumnya,<br
/> Tuhan Memberkati<br
/> Salam dari<br
/> Ayu</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Novan</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-14134</link> <dc:creator>Novan</dc:creator> <pubDate>Mon, 19 Apr 2010 17:58:21 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-14134</guid> <description>Shalom pengurus katolisitas,untuk topik ini, kenapa tidak ditambahkan juga mengenai penampakan Bunda Maria di Lourdes? Bukankah saat itu Bunda Maria sendiri yang mengatakan bahwa Dia adalah yang dikandung tanpa noda?Salam, Novan.[&lt;em&gt;Dari Katolisitas: Terima kasih, ini adalah saran yang baik. Kami sudah menambahkannya di artikel di atas&lt;/em&gt;]</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom pengurus katolisitas,</p><p>untuk topik ini, kenapa tidak ditambahkan juga mengenai penampakan Bunda Maria di Lourdes? Bukankah saat itu Bunda Maria sendiri yang mengatakan bahwa Dia adalah yang dikandung tanpa noda?</p><p>Salam, Novan.</p><p>[<em>Dari Katolisitas: Terima kasih, ini adalah saran yang baik. Kami sudah menambahkannya di artikel di atas</em>]</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-5815</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Mon, 24 Aug 2009 18:34:48 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-5815</guid> <description>Shalom Pramudhianto,
Jika melihat dari namanya, maka memang nama pelindung paroki Hati Maria yang tak bernoda diambil dari nama Maria Perawan yang tak bernoda, atau dalam bahasa Inggrisnya, &quot;&lt;em&gt;The Immaculate Conception&lt;/em&gt;&quot;
Perayaan Bunda Maria yang dikandung tak bernoda dirayakan tanggal 8 Desember, dihitung 9 bulan sebelum perayaan hari kelahiran Bunda Maria yaitu 8 September.Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Pramudhianto,<br
/> Jika melihat dari namanya, maka memang nama pelindung paroki Hati Maria yang tak bernoda diambil dari nama Maria Perawan yang tak bernoda, atau dalam bahasa Inggrisnya, &#8220;<em>The Immaculate Conception</em>&#8221;<br
/> Perayaan Bunda Maria yang dikandung tak bernoda dirayakan tanggal 8 Desember, dihitung 9 bulan sebelum perayaan hari kelahiran Bunda Maria yaitu 8 September.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: redemptus Pramudhianto</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-5638</link> <dc:creator>redemptus Pramudhianto</dc:creator> <pubDate>Thu, 20 Aug 2009 14:44:28 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-5638</guid> <description>shalom Katolisitassaya mau bertanya tentang Maria dikandung tanpa noda apakah sama pengertian dan pemahamannya dengan pilihan nama pelindung paroki Hati Maria Tak Bernoda?. kalau sama tanggal berapa yach hati maria tak bernoda ini diperingati sebagai hari pestanya?</description> <content:encoded><![CDATA[<p>shalom Katolisitas</p><p>saya mau bertanya tentang Maria dikandung tanpa noda apakah sama pengertian dan pemahamannya dengan pilihan nama pelindung paroki Hati Maria Tak Bernoda?. kalau sama tanggal berapa yach hati maria tak bernoda ini diperingati sebagai hari pestanya?</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-3587</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Thu, 04 Jun 2009 20:05:03 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-3587</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Machmud,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya. Di dalam Alkitab sesuatu yang penting bukan tergantung dari banyaknya bab atau ayat. Oleh karena itu buku yang isinya lebih pendek sama pentingnya dengan buku yang isinya lebih panjang. Sebagai contoh, Surat Rasul Yohanes 1, 2, 3 termasuk buku-buku yang isinya pendek, namun menyajikan begitu banyak hal-hal penting. &lt;br&gt;
Untuk pertanyaan Machmud kenapa Allah memberikan perintah yang begitu detil tentang kemah Allah dan tabut perjanjian, saya telah menjawabnya dalam jawaban yang lain, dimana saya katakan:&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;Mengenai pertanyaan tentang arti dari ukuran-ukuran tentang tabernakel, kemah Allah seperti yang disebutkan di Kel 25-31, saya belum riset secara mendalam. Jadi saya belum dapat menjawabnya saat ini. Beberapa gambar tentang tabut perjanjian dan juga kemah Allah dapat dilihat di sini (&lt;a href=&quot;http://www.bibleplaces.com/tabernaclemore.htm&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;). Namun ada hal-hal yang lebih penting dari simbol-simbol tersebut. Kalau kita melihat secara typology (melihat apa yang terjadi di dalam Perjanjian Lama yang dapat mempresentasikan apa yang terjadi di dalam Perjanjian Lama), maka kita dapat menghubungkan antara Hukum di dalam Perjanjian Lama yang tersimpan di dalam tabut perjanjian, dengan Yesus yang merupakan hukum dalam Perjanjian Baru. Hukum Tuhan yang tertulis di dalam PL menjadi Firman yang menjadi manusia, yaitu Yesus. Kalau Allah sendiri mempersiapkan segala sesuatunya secara mendetil segala sesuatu yang berhubungan dengan tabut perjanjian, maka pasti Allah juga akan melakukan hal yang sama (bahkan lebih lagi) untuk tabut perjanjian yang baru. Dan hukum Allah yang baru, yang menjadi manusia - dalam diri Yesus- berdiam di dalam tabut PB, yaitu rahim Bunda Maria. Inilah salah satu alasan mengapa umat Katolik mengakui bahwa Bunda Maria adalah manusia yang tak bernoda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dan kalau kita mau menerapkan kemah Allah di dalam keadaan sekarang maka Machmud dapat melihatnya di dalam Gereja Katolik. Gereja Katolik mempunyai tabernakel, tempat menyimpan Tubuh Kristus. Sama seperti imam yang dapat memberikan korban seperti yang dikatakan di Alkitab, maka hanya pastor yang dapat mempersembahkan kurban Ekaristi. Namun setiap hati yang telah dibaptis juga menjadi tabernakel suci, dimana Tritunggal Maha Kudus dapat bertahta di dalamnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga keterangan singkat ini dapat menjawab pertanyaan Machmud.&lt;br&gt;
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br&gt;
stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Machmud,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya. Di dalam Alkitab sesuatu yang penting bukan tergantung dari banyaknya bab atau ayat. Oleh karena itu buku yang isinya lebih pendek sama pentingnya dengan buku yang isinya lebih panjang. Sebagai contoh, Surat Rasul Yohanes 1, 2, 3 termasuk buku-buku yang isinya pendek, namun menyajikan begitu banyak hal-hal penting. <br
/> Untuk pertanyaan Machmud kenapa Allah memberikan perintah yang begitu detil tentang kemah Allah dan tabut perjanjian, saya telah menjawabnya dalam jawaban yang lain, dimana saya katakan:</p><p
style="margin-left: 40px;">Mengenai pertanyaan tentang arti dari ukuran-ukuran tentang tabernakel, kemah Allah seperti yang disebutkan di Kel 25-31, saya belum riset secara mendalam. Jadi saya belum dapat menjawabnya saat ini. Beberapa gambar tentang tabut perjanjian dan juga kemah Allah dapat dilihat di sini (<a
href="http://www.bibleplaces.com/tabernaclemore.htm" rel="nofollow">silakan klik</a>). Namun ada hal-hal yang lebih penting dari simbol-simbol tersebut. Kalau kita melihat secara typology (melihat apa yang terjadi di dalam Perjanjian Lama yang dapat mempresentasikan apa yang terjadi di dalam Perjanjian Lama), maka kita dapat menghubungkan antara Hukum di dalam Perjanjian Lama yang tersimpan di dalam tabut perjanjian, dengan Yesus yang merupakan hukum dalam Perjanjian Baru. Hukum Tuhan yang tertulis di dalam PL menjadi Firman yang menjadi manusia, yaitu Yesus. Kalau Allah sendiri mempersiapkan segala sesuatunya secara mendetil segala sesuatu yang berhubungan dengan tabut perjanjian, maka pasti Allah juga akan melakukan hal yang sama (bahkan lebih lagi) untuk tabut perjanjian yang baru. Dan hukum Allah yang baru, yang menjadi manusia &#8211; dalam diri Yesus- berdiam di dalam tabut PB, yaitu rahim Bunda Maria. Inilah salah satu alasan mengapa umat Katolik mengakui bahwa Bunda Maria adalah manusia yang tak bernoda.</p><p>Dan kalau kita mau menerapkan kemah Allah di dalam keadaan sekarang maka Machmud dapat melihatnya di dalam Gereja Katolik. Gereja Katolik mempunyai tabernakel, tempat menyimpan Tubuh Kristus. Sama seperti imam yang dapat memberikan korban seperti yang dikatakan di Alkitab, maka hanya pastor yang dapat mempersembahkan kurban Ekaristi. Namun setiap hati yang telah dibaptis juga menjadi tabernakel suci, dimana Tritunggal Maha Kudus dapat bertahta di dalamnya.</p><p>Semoga keterangan singkat ini dapat menjawab pertanyaan Machmud.<br
/> Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Machmud</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-3512</link> <dc:creator>Machmud</dc:creator> <pubDate>Tue, 02 Jun 2009 03:43:40 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-3512</guid> <description>Salam SejahteraSaya mengutip sedikit ulasan yang diberikan oleh Ingrid tentang Bunda Maria sbb :Bunda Maria sebagai Tabut Perjanjian yang Baru.Di dalam Kitab Perjanjian Lama, yaitu di Kitab Keluaran bab 25 sampai dengan 31, Kita melihat bagaimana ’spesifik-nya’ Allah saat Ia memerintahkan Nabi Musa untuk membangun Kemah suci dan Tabut Perjanjian. Ukurannya, bentuknya, bahannya, warnanya, pakaian imamnya, sampai seniman-nya (lih. Kel 31:1-6)Kalau pada saat Allah menciptaan alam semesta beserta dengan segala isinya Alkitab hanya menuliskannya dalam 2 bab saja, sedangkan didalam pembuatan Kemah Suci Alkitab menuliskan demikian teliti sampai memerlukan 7 bab.Apakah ada makna atau arti  yang dalam dan yang tersembunyi dari peralatan Kemah Suci tersebut sehingga diberitahukan kepada MUSA sampai ke detail2nya ?Jika tidak ada artinya , untuk apa sedemikian njelimet Alkitab menerangkannya . Terima kasihSalam
Machmud</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Salam Sejahtera</p><p>Saya mengutip sedikit ulasan yang diberikan oleh Ingrid tentang Bunda Maria sbb :</p><p>Bunda Maria sebagai Tabut Perjanjian yang Baru.</p><p>Di dalam Kitab Perjanjian Lama, yaitu di Kitab Keluaran bab 25 sampai dengan 31, Kita melihat bagaimana ’spesifik-nya’ Allah saat Ia memerintahkan Nabi Musa untuk membangun Kemah suci dan Tabut Perjanjian. Ukurannya, bentuknya, bahannya, warnanya, pakaian imamnya, sampai seniman-nya (lih. Kel 31:1-6)</p><p>Kalau pada saat Allah menciptaan alam semesta beserta dengan segala isinya Alkitab hanya menuliskannya dalam 2 bab saja, sedangkan didalam pembuatan Kemah Suci Alkitab menuliskan demikian teliti sampai memerlukan 7 bab.</p><p>Apakah ada makna atau arti  yang dalam dan yang tersembunyi dari peralatan Kemah Suci tersebut sehingga diberitahukan kepada MUSA sampai ke detail2nya ?</p><p>Jika tidak ada artinya , untuk apa sedemikian njelimet Alkitab menerangkannya . Terima kasih</p><p>Salam<br
/> Machmud</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Florence W</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-2081</link> <dc:creator>Florence W</dc:creator> <pubDate>Tue, 24 Feb 2009 13:26:58 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-2081</guid> <description>Pak Kusnadi,Shalom,Saya ingin sharing sedikit pengetahuan untuk melengkapi penjelasan dan pencerahan Ibu Inggrid yang sangat lengkap yaitu bahwa untuk menghormati Bunda Maria kita berdevosi dengan menggunakan Rosario   yang selain Rosario biasa sangat banyak antara lain, 7 Duka Bunda Maria,Bunda Maria Penolong Abadi, Bunda Maria Guadalupe, Bunda Maria Mejugorje (Rosario Perdamaian)(demikian juga rosario untuk berdoa kepada Jesus , antara lain Kanak-kanak Jesus dari Praha, Rosario Jesus, Luka-luka Jesus, Hati Kudus Jesus, Jalan Salib) dan juga ada rosario Roh Kudus.Apabila bapak berminat mengetahui lebih lanjut silahkan....Salam dalam KristusFlorence W</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pak Kusnadi,</p><p>Shalom,</p><p>Saya ingin sharing sedikit pengetahuan untuk melengkapi penjelasan dan pencerahan Ibu Inggrid yang sangat lengkap yaitu bahwa untuk menghormati Bunda Maria kita berdevosi dengan menggunakan Rosario   yang selain Rosario biasa sangat banyak antara lain, 7 Duka Bunda Maria,Bunda Maria Penolong Abadi, Bunda Maria Guadalupe, Bunda Maria Mejugorje (Rosario Perdamaian)(demikian juga rosario untuk berdoa kepada Jesus , antara lain Kanak-kanak Jesus dari Praha, Rosario Jesus, Luka-luka Jesus, Hati Kudus Jesus, Jalan Salib) dan juga ada rosario Roh Kudus.</p><p>Apabila bapak berminat mengetahui lebih lanjut silahkan&#8230;.</p><p>Salam dalam Kristus</p><p>Florence W</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: V.P.Kusnadi Sutedjo</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-2053</link> <dc:creator>V.P.Kusnadi Sutedjo</dc:creator> <pubDate>Mon, 23 Feb 2009 00:19:12 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-2053</guid> <description>Bu Ingrid yg terkasih;
Banyak terima kasih atas pencerahannya yg sangat bagus dan cepat.Saya sangat salut dgn pelayanan ibu yg canggih.Sebenarnya saya ini sedang membuat tulisan ttg Bunda Maria dimana saya akan singgung juga ttg Devosi,namun saya tak punya referensi utk itu.sekarang saya telah dpt bantuan bu Ingrid.Terima kasih sekali lagi dan Tuhan memberkati ibu &amp; pelayanan ibu.Syalom</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Bu Ingrid yg terkasih;<br
/> Banyak terima kasih atas pencerahannya yg sangat bagus dan cepat.Saya sangat salut dgn pelayanan ibu yg canggih.Sebenarnya saya ini sedang membuat tulisan ttg Bunda Maria dimana saya akan singgung juga ttg Devosi,namun saya tak punya referensi utk itu.sekarang saya telah dpt bantuan bu Ingrid.Terima kasih sekali lagi dan Tuhan memberkati ibu &amp; pelayanan ibu.Syalom</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-2041</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Sun, 22 Feb 2009 02:57:58 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-2041</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Kusnadi, &lt;br&gt;
Menurut pengetahuan saya, tidak ada dokumen yang mengharuskan kita sebagai umat Katolik untuk mempunyai devosi kepada Bunda Maria, namun banyak sekali dokumen yang menganjurkan kita agar kita berdoa/ melakukan devosi dan penghormatan kepada Bunda Maria. Gereja Katolik sebagai satu kesatuan mengakui penghormatan kepada Bunda Maria, sehingga jika kita tidak mempunyai devosi dan penghormatan kepada Maria, sesungguhnya kita tidak mempunyai pemahaman yang sama dengan penghayatan Gereja Katolik terhadap Bunda Maria. Berikut ini beberapa dokumen Gereja yang menyebutkan dan menganjurkan devosi kepada Bunda Maria (saya hanya menyebutkan 10 saja, namun sesungguhnya masih banyak lagi dokumen tentang devosi kepada Bunda Maria ini):&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;1) &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Katekismus Gereja Katolik (KGK) 971&lt;/span&gt; menyebutkan: &quot;Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia&quot; (Luk 1:48). &quot;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Penghormatan Gereja untuk Perawan Maria tersuci termasuk dalam inti ibadat Kristen&lt;/span&gt;&quot; (MC 56). &quot;Tepatlah bahwa ia dihormati oleh Gereja dengan kebaktian istimewa. Memang sejak zaman kuno santa Perawan dihormati dengan gelar &#039;Bunda Allah&#039;; dan dalam segala bahaya dan kebutuhan mereka umat beriman sambil berdoa mencari perlindungannya... Kebaktian Umat Allah terhadap Maria... meskipun bersifat istimewa, namun secara hakiki berbeda dengan bakti sembah sujud, yang dipersembahkan kepada Sabda yang menjelma seperti juga kepada Bapa dan Roh Kudus, lagi pula sangat mendukungnya&quot; (LG 66). Ia mendapat ungkapannya dalam pesta-pesta liturgi yang dikhususkan untuk Bunda Allah Bdk. SC 103. dan dalam doa marian - seperti doa rosario, yang merupakan &quot;ringkasan seluruh Injil&quot; Bdk. MC 42.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;2) &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Vatikan II&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; text-decoration: underline;&quot;&gt;, Lumen Gentium &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;69&lt;/span&gt;, &quot;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Hendaklah segenap Umat kristiani sepenuh hati menyampaikan doa-permohonan kepada Bunda Allah dan Bunda umat manusia&lt;/span&gt;, supaya dia, yang dengan doa-doanya menyertai Gereja pada awal-mula, sekarang pun di sorga &#8211; dalam kemuliaannya melampaui semua para suci dan para malaikat, dalam persekutuan para kudus &#8211; menjadi pengantara pada Puteranya, sampai semua keluarga bangsa-bangsa, entah yang ditandai nama kristiani, entah yang belum mengenal Penyelamat mereka, dalam damai dan kerukunan di himpun dalam kebahagiaan menjadi satu Umat Allah, demi kemuliaan Tritunggal yang Mahakudus dan Esa tak terbagi.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;3) &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Kitab Hukum Kanonik, Kan. 1186&lt;/span&gt;, &quot;Untuk memupuk pengudusan umat Allah, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Gereja menganjurkan agar umat beriman kristiani secara khusus dan dengan sikap seorang anak menghormati Santa Maria selalu Perawan dan Bunda Allah, yang diangkat oleh Kristus menjadi Bunda semua orang&lt;/span&gt;; Gereja juga memajukan penghormatan yang benar dan sejati kepada Orang-orang Kudus lain, yang dengan teladannya umat beriman kristiani dibangun serta dengan pengantaraannya umat itu didukung.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;4) &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Apostolic Bull dari Paus Pius IX&lt;/span&gt;, saat mengeluarkan Dogma Maria Dikandung Tanpa Noda, &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Ineffabilis Deus&lt;/span&gt;, 31&lt;/span&gt;, mencantumkan juga anjuran untuk terus berdoa dan menghormati Bunda Maria.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;5) &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Surat Apostolik Paus Yohanes Paulus II, &quot;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; text-decoration: underline;&quot;&gt;Rosarium Virginis Mariae&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;/ Tentang Rosario&quot;, 43&lt;/span&gt;, &quot;Saya menganjurkan pada engkau, para saudara dan saudari dalam setiap status kehidupan, kepadamu para keluarga Kristiani, para penderita sakit dan kaum manula dan kepadamu kaum muda: &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;berdoalah Rosario lagi dengan yakin&lt;/span&gt;. Temukanlah/ doakanlah kembali Rosario di dalam terang Alkitab, dalam keharmonisan dengan liturgi dan dalam konteks kehidupanmu sehari-hari.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;6) &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Surat Ensiklik Paus Leo XIII, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Magnae Dei Matris&lt;/span&gt;, 29&lt;/span&gt;, Rosario yang adalah alat yang dapat membantu mempertahankan iman dan contoh tentang kebajikan ilahi, seharusnya berada di tangan umat Kristiani yang sejati, dan didoakan dan dimeditasikan dengan khusuk.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;7) &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Surat Ensiklik Paus Pius XII, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Ingruentium Malorum&lt;/span&gt;, Tentang Mengucapkan Doa Rosario, 11, 12&lt;/span&gt;. Umat Kristiani harus dipimpin untuk memahami kebesaran, kekuasaan, dan keistimewaan doa Rosario. Di dalam keluarga, kami mengharapkan agar dibiasakan berdoa Rosario, dan ini agar rajin dilakukan.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;8) &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Surat Ensiklik Paus Yohanes XXIIi, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Grata Recordatio&lt;/span&gt;, Tentang Rosario, Doa untuk Gereja,10,&lt;/span&gt; Nyalakanlah semangat dengan keyakinan kepada Bunda Perawan Maria, yang selalu menjadi pelindung umat Kristiani dalam kesusahan.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;9) &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Surat Ensiklik Paus Paulus VI, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; text-decoration: underline;&quot;&gt;Christi Matri, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Tentang Doa untuk Perdamaian dalam bulan Oktober&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;9, 10&lt;/span&gt; menganjurkan agar umat berdoa dengan tekun sepanjang bulan Oktober. Doa Rosario dapat mendatangkan berkat-berkat surgawi. Sejarah telah membuktikan bahwa doa rosario telah sangat berguna untuk mengusir kejahatan, mencegah bencana, dan menjadi bantuan yang besar untuk menunjang kehidupan iman Kristiani.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;10) &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Surat Wejangan Apostolik Paus Paulus VI, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; text-decoration: underline;&quot;&gt;Marialis Cultus, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Tentang Devosi Maria&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;,&lt;/span&gt; menjelaskan panjang lebar tentang Devosi kepada Bunda Maria, atas dasar Maria sebagai teladan iman, kasih dan persatuan dengan Kristus (bdk. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Lumen Gentium &lt;/span&gt;63), yang oleh sikap batinnya Gereja memohon kepada Kristus, dan melalui-Nya menyembah Allah Bapa (bdk. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Sacrosanctum Concilium &lt;/span&gt;7).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demikian, maka kita mengetahui bahwa Gereja menganjurkan kita untuk menghormati Maria, dan menjalankan devosi kepada Bunda Maria, sebab ialah teladan iman dan kasih yang dapat menghantar kita lebih dekat lagi kepada Yesus. Jika kita sebagai orang Katolik tidak melakukan devosi ini, tentu yang &#039;rugi&#039; adalah kita sendiri, karena kita &#039;menutup&#039; kemungkinan untuk lebih bertumbuh di dalam iman dengan bantuan dari Bunda Maria. Ibaratnya sebagai murid sekolah, kita tidak mau belajar dari kakak kelas, tapi mau belajar sendiri, padahal sudah jelas kakak kelas kita dapat membantu, dan bahkan sudah ditugaskan oleh guru untuk membantu kita. Mari kita mengingat bahwa Yesus mempercayakan Bunda Maria kepada Yohanes, yang mewakili semua murid yang dikasihi-Nya (Yoh 19:26-27). Jika kita mengasihi Yesus, tentu kita juga pasti akan mengasihi Ibu-Nya dan menerima Maria di rumah hati kita, sesuai dengan pesan terakhir Yesus sebelum wafat-Nya.&#160;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dari www.katolisitas.org&lt;br&gt;
Ingrid Listiati&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Kusnadi, <br
/> Menurut pengetahuan saya, tidak ada dokumen yang mengharuskan kita sebagai umat Katolik untuk mempunyai devosi kepada Bunda Maria, namun banyak sekali dokumen yang menganjurkan kita agar kita berdoa/ melakukan devosi dan penghormatan kepada Bunda Maria. Gereja Katolik sebagai satu kesatuan mengakui penghormatan kepada Bunda Maria, sehingga jika kita tidak mempunyai devosi dan penghormatan kepada Maria, sesungguhnya kita tidak mempunyai pemahaman yang sama dengan penghayatan Gereja Katolik terhadap Bunda Maria. Berikut ini beberapa dokumen Gereja yang menyebutkan dan menganjurkan devosi kepada Bunda Maria (saya hanya menyebutkan 10 saja, namun sesungguhnya masih banyak lagi dokumen tentang devosi kepada Bunda Maria ini):</p><p
style="margin-left: 40px;">1) <span
style="text-decoration: underline;">Katekismus Gereja Katolik (KGK) 971</span> menyebutkan: &quot;Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia&quot; (Luk 1:48). &quot;<span
style="font-weight: bold;">Penghormatan Gereja untuk Perawan Maria tersuci termasuk dalam inti ibadat Kristen</span>&quot; (MC 56). &quot;Tepatlah bahwa ia dihormati oleh Gereja dengan kebaktian istimewa. Memang sejak zaman kuno santa Perawan dihormati dengan gelar &#8216;Bunda Allah&#8217;; dan dalam segala bahaya dan kebutuhan mereka umat beriman sambil berdoa mencari perlindungannya&#8230; Kebaktian Umat Allah terhadap Maria&#8230; meskipun bersifat istimewa, namun secara hakiki berbeda dengan bakti sembah sujud, yang dipersembahkan kepada Sabda yang menjelma seperti juga kepada Bapa dan Roh Kudus, lagi pula sangat mendukungnya&quot; (LG 66). Ia mendapat ungkapannya dalam pesta-pesta liturgi yang dikhususkan untuk Bunda Allah Bdk. SC 103. dan dalam doa marian &#8211; seperti doa rosario, yang merupakan &quot;ringkasan seluruh Injil&quot; Bdk. MC 42.</p><p
style="margin-left: 40px;">2) <span
style="text-decoration: underline;">Vatikan II</span><span
style="font-style: italic; text-decoration: underline;">, Lumen Gentium </span><span
style="text-decoration: underline;">69</span>, &quot;<span
style="font-weight: bold;">Hendaklah segenap Umat kristiani sepenuh hati menyampaikan doa-permohonan kepada Bunda Allah dan Bunda umat manusia</span>, supaya dia, yang dengan doa-doanya menyertai Gereja pada awal-mula, sekarang pun di sorga &ndash; dalam kemuliaannya melampaui semua para suci dan para malaikat, dalam persekutuan para kudus &ndash; menjadi pengantara pada Puteranya, sampai semua keluarga bangsa-bangsa, entah yang ditandai nama kristiani, entah yang belum mengenal Penyelamat mereka, dalam damai dan kerukunan di himpun dalam kebahagiaan menjadi satu Umat Allah, demi kemuliaan Tritunggal yang Mahakudus dan Esa tak terbagi.&quot;</p><p
style="margin-left: 40px;">3) <span
style="text-decoration: underline;">Kitab Hukum Kanonik, Kan. 1186</span>, &quot;Untuk memupuk pengudusan umat Allah, <span
style="font-weight: bold;">Gereja menganjurkan agar umat beriman kristiani secara khusus dan dengan sikap seorang anak menghormati Santa Maria selalu Perawan dan Bunda Allah, yang diangkat oleh Kristus menjadi Bunda semua orang</span>; Gereja juga memajukan penghormatan yang benar dan sejati kepada Orang-orang Kudus lain, yang dengan teladannya umat beriman kristiani dibangun serta dengan pengantaraannya umat itu didukung.&quot;</p><p
style="margin-left: 40px;">4) <span
style="text-decoration: underline;">Apostolic Bull dari Paus Pius IX</span>, saat mengeluarkan Dogma Maria Dikandung Tanpa Noda, <span
style="text-decoration: underline;"><span
style="font-style: italic;">Ineffabilis Deus</span>, 31</span>, mencantumkan juga anjuran untuk terus berdoa dan menghormati Bunda Maria.</p><p
style="margin-left: 40px;">5) <span
style="text-decoration: underline;">Surat Apostolik Paus Yohanes Paulus II, &quot;</span><span
style="font-style: italic; text-decoration: underline;">Rosarium Virginis Mariae</span><span
style="text-decoration: underline;">/ Tentang Rosario&quot;, 43</span>, &quot;Saya menganjurkan pada engkau, para saudara dan saudari dalam setiap status kehidupan, kepadamu para keluarga Kristiani, para penderita sakit dan kaum manula dan kepadamu kaum muda: <span
style="font-weight: bold;">berdoalah Rosario lagi dengan yakin</span>. Temukanlah/ doakanlah kembali Rosario di dalam terang Alkitab, dalam keharmonisan dengan liturgi dan dalam konteks kehidupanmu sehari-hari.&quot;</p><p
style="margin-left: 40px;">6) <span
style="text-decoration: underline;">Surat Ensiklik Paus Leo XIII, <span
style="font-style: italic;">Magnae Dei Matris</span>, 29</span>, Rosario yang adalah alat yang dapat membantu mempertahankan iman dan contoh tentang kebajikan ilahi, seharusnya berada di tangan umat Kristiani yang sejati, dan didoakan dan dimeditasikan dengan khusuk.</p><p
style="margin-left: 40px;">7) <span
style="text-decoration: underline;">Surat Ensiklik Paus Pius XII, <span
style="font-style: italic;">Ingruentium Malorum</span>, Tentang Mengucapkan Doa Rosario, 11, 12</span>. Umat Kristiani harus dipimpin untuk memahami kebesaran, kekuasaan, dan keistimewaan doa Rosario. Di dalam keluarga, kami mengharapkan agar dibiasakan berdoa Rosario, dan ini agar rajin dilakukan.</p><p
style="margin-left: 40px;">8) <span
style="text-decoration: underline;">Surat Ensiklik Paus Yohanes XXIIi, <span
style="font-style: italic;">Grata Recordatio</span>, Tentang Rosario, Doa untuk Gereja,10,</span> Nyalakanlah semangat dengan keyakinan kepada Bunda Perawan Maria, yang selalu menjadi pelindung umat Kristiani dalam kesusahan.</p><p
style="margin-left: 40px;">9) <span
style="text-decoration: underline;">Surat Ensiklik Paus Paulus VI, </span><span
style="font-style: italic; text-decoration: underline;">Christi Matri, </span><span
style="text-decoration: underline;">Tentang Doa untuk Perdamaian dalam bulan Oktober<span
style="font-style: italic;">, </span>9, 10</span> menganjurkan agar umat berdoa dengan tekun sepanjang bulan Oktober. Doa Rosario dapat mendatangkan berkat-berkat surgawi. Sejarah telah membuktikan bahwa doa rosario telah sangat berguna untuk mengusir kejahatan, mencegah bencana, dan menjadi bantuan yang besar untuk menunjang kehidupan iman Kristiani.</p><p
style="margin-left: 40px;">10) <span
style="text-decoration: underline;">Surat Wejangan Apostolik Paus Paulus VI, </span><span
style="font-style: italic; text-decoration: underline;">Marialis Cultus, </span><span
style="text-decoration: underline;">Tentang Devosi Maria</span><span
style="font-style: italic;">,</span> menjelaskan panjang lebar tentang Devosi kepada Bunda Maria, atas dasar Maria sebagai teladan iman, kasih dan persatuan dengan Kristus (bdk. <span
style="font-style: italic;">Lumen Gentium </span>63), yang oleh sikap batinnya Gereja memohon kepada Kristus, dan melalui-Nya menyembah Allah Bapa (bdk. <span
style="font-style: italic;">Sacrosanctum Concilium </span>7).</p><p>Demikian, maka kita mengetahui bahwa Gereja menganjurkan kita untuk menghormati Maria, dan menjalankan devosi kepada Bunda Maria, sebab ialah teladan iman dan kasih yang dapat menghantar kita lebih dekat lagi kepada Yesus. Jika kita sebagai orang Katolik tidak melakukan devosi ini, tentu yang &#8216;rugi&#8217; adalah kita sendiri, karena kita &#8216;menutup&#8217; kemungkinan untuk lebih bertumbuh di dalam iman dengan bantuan dari Bunda Maria. Ibaratnya sebagai murid sekolah, kita tidak mau belajar dari kakak kelas, tapi mau belajar sendiri, padahal sudah jelas kakak kelas kita dapat membantu, dan bahkan sudah ditugaskan oleh guru untuk membantu kita. Mari kita mengingat bahwa Yesus mempercayakan Bunda Maria kepada Yohanes, yang mewakili semua murid yang dikasihi-Nya (Yoh 19:26-27). Jika kita mengasihi Yesus, tentu kita juga pasti akan mengasihi Ibu-Nya dan menerima Maria di rumah hati kita, sesuai dengan pesan terakhir Yesus sebelum wafat-Nya.&nbsp;</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: V.P.Kusnadi Sutedjo</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-2039</link> <dc:creator>V.P.Kusnadi Sutedjo</dc:creator> <pubDate>Sun, 22 Feb 2009 00:03:19 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-2039</guid> <description>Terima kasih atas pencerahannya.Saya tolong tanya,apakah Devosi pada Bunda Maria itu HARUS  dilakukan oleh orang Katolik?.Kalau ya apakah dasar hukum/ajaran Gerejanya dan kalau tidak apa dasar hukum Gerejanya.Terima kasih atas pencerahannya.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas pencerahannya.Saya tolong tanya,apakah Devosi pada Bunda Maria itu HARUS  dilakukan oleh orang Katolik?.Kalau ya apakah dasar hukum/ajaran Gerejanya dan kalau tidak apa dasar hukum Gerejanya.Terima kasih atas pencerahannya.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-569</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Thu, 23 Oct 2008 23:53:37 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-569</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Andry,&lt;br /&gt;
Terima kasih atas dukungan kepada website ini. Memang sampai saat ini kami belum mempunyai rencana untuk men-sosialisasikan website ini ke majalah Katolik seperti Hidup, dst, karena beberapa alasan, seperti keterbatasan dana. Yang sudah terjadi adalah mereka yang merasa terbantu dengan website ini menyebarkannya melalui mailing list. Dari hal ini saja kami bersyukur kepada Tuhan, bahwa jumlah pengunjung website ini telah terus meningkat sejak website ini dibentuk 4 bulan yang lalu. Mungkin dalam waktu yang akan datang hal ini akan kami pikirkan. Terima kasih atas saran anda.&lt;br /&gt;
Mengenai ajaran dan tradisi agama Katolik yang sering dipertanyakan oleh saudara-saudari kita yang non-Katolik, terutama Kristen Protestan, seperti: Pengakuan dosa dan penggunaan patung, telah dibahas di dalam beberapa artikel di web-site ini. Namun tentang persekutuan orang kudus, doa berulang (rosario/ novena) dan perpuluhan, memang belum pernah kita ulas. Suatu hari nanti pasti akan kami tuliskan. Mohon bersabar, ya. Masukan ini akan kami perhatikan.&lt;br /&gt;
Semoga kita sebagai orang Katolik dapat terus mempelajari iman kita sehingga kita dapat memberi pertanggunganjawab jika ada yang bertanya pada kita. Namun di atas semua itu, kita mempelajari iman kita karena kasih kita kepada Tuhan. Sebab, seperti pepatah mengatakan, &quot;jika kita tak kenal, maka kita tak sayang&quot;, maka pertanyaannya, sejauh mana kita telah berjuang untuk mengenal Tuhan kita? Mari bersama kita berjuang untuk mengenal Tuhan, melalui ajaran-Nya yang dipercayakan-Nya dalam Gereja-Nya, yaitu Gereja Katolik. Dengan iringan doa yang tulus, kita percaya bahwa Tuhan sendiri akan membantu kita semua untuk lebih mengenal dan mengasihi Dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam kasih dari www.katolisitas.org&lt;br /&gt;
Ingrid Listiati&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Andry,<br
/> Terima kasih atas dukungan kepada website ini. Memang sampai saat ini kami belum mempunyai rencana untuk men-sosialisasikan website ini ke majalah Katolik seperti Hidup, dst, karena beberapa alasan, seperti keterbatasan dana. Yang sudah terjadi adalah mereka yang merasa terbantu dengan website ini menyebarkannya melalui mailing list. Dari hal ini saja kami bersyukur kepada Tuhan, bahwa jumlah pengunjung website ini telah terus meningkat sejak website ini dibentuk 4 bulan yang lalu. Mungkin dalam waktu yang akan datang hal ini akan kami pikirkan. Terima kasih atas saran anda.<br
/> Mengenai ajaran dan tradisi agama Katolik yang sering dipertanyakan oleh saudara-saudari kita yang non-Katolik, terutama Kristen Protestan, seperti: Pengakuan dosa dan penggunaan patung, telah dibahas di dalam beberapa artikel di web-site ini. Namun tentang persekutuan orang kudus, doa berulang (rosario/ novena) dan perpuluhan, memang belum pernah kita ulas. Suatu hari nanti pasti akan kami tuliskan. Mohon bersabar, ya. Masukan ini akan kami perhatikan.<br
/> Semoga kita sebagai orang Katolik dapat terus mempelajari iman kita sehingga kita dapat memberi pertanggunganjawab jika ada yang bertanya pada kita. Namun di atas semua itu, kita mempelajari iman kita karena kasih kita kepada Tuhan. Sebab, seperti pepatah mengatakan, &quot;jika kita tak kenal, maka kita tak sayang&quot;, maka pertanyaannya, sejauh mana kita telah berjuang untuk mengenal Tuhan kita? Mari bersama kita berjuang untuk mengenal Tuhan, melalui ajaran-Nya yang dipercayakan-Nya dalam Gereja-Nya, yaitu Gereja Katolik. Dengan iringan doa yang tulus, kita percaya bahwa Tuhan sendiri akan membantu kita semua untuk lebih mengenal dan mengasihi Dia.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: andryhart</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-567</link> <dc:creator>andryhart</dc:creator> <pubDate>Thu, 23 Oct 2008 22:27:42 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-567</guid> <description>Shalom,Terima kasih atas penjelasan anda. Melalui situs ini, saya bersyukur karena dapat belajar bukan hanya alkitab (sola scriptura) tetapi juga ajaran gereja Katolik yang benar sesuai dengan pedoman sola verbum dei. Mudah-mudahan mereka yang ingin belajar  tetapi sangat sibuk untuk hadir di kelas juga dapat mengikuti situs ini (untuk itu, situs ini dapat disosialisasikan lewat majalah Katolik seperti Majalah Hidup dan selebaran di gereja). Kalau tidak, kita tidak bisa menjawab pertanyaan kritis dari pengikut agama lain dan hanya berargumentasi bahwa semua itu merupakan iman keyakinan yang tidak dapat didiskusikan. Ini berbeda dengan teman-teman Kristen yang sekalipun bukan pendeta sangat menguasai isi alkitab, khususnya Perjanjian Lama. Teman-teman Kristen sering menunjukkan bahwa beberapa iman keyakinan gereja Katolik tidak bersumber dari kitab suci seperti pengakuan dosa, persekutuan dengan orang kudus, perpuluhan, doa    berulang (Rosario atau Novena), penggunaan patung dll. di samping iman keyakinan tentang peranan Bunda Maria yang dikuduskan tanpa noda dosa.
Namun demikian, sebagai orang Katolik kita juga harus mengakui beberapa kesalahan kita sendiri seperti ketika ziarah ke Goa Maria tidak mengutamakan jalan salib tetapi langsung berdoa di depan Bunda Maria atau ketika mengikuti misa, berdoa rosario.
Tuhan memberkati.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom,</p><p>Terima kasih atas penjelasan anda. Melalui situs ini, saya bersyukur karena dapat belajar bukan hanya alkitab (sola scriptura) tetapi juga ajaran gereja Katolik yang benar sesuai dengan pedoman sola verbum dei. Mudah-mudahan mereka yang ingin belajar  tetapi sangat sibuk untuk hadir di kelas juga dapat mengikuti situs ini (untuk itu, situs ini dapat disosialisasikan lewat majalah Katolik seperti Majalah Hidup dan selebaran di gereja). Kalau tidak, kita tidak bisa menjawab pertanyaan kritis dari pengikut agama lain dan hanya berargumentasi bahwa semua itu merupakan iman keyakinan yang tidak dapat didiskusikan. Ini berbeda dengan teman-teman Kristen yang sekalipun bukan pendeta sangat menguasai isi alkitab, khususnya Perjanjian Lama. Teman-teman Kristen sering menunjukkan bahwa beberapa iman keyakinan gereja Katolik tidak bersumber dari kitab suci seperti pengakuan dosa, persekutuan dengan orang kudus, perpuluhan, doa    berulang (Rosario atau Novena), penggunaan patung dll. di samping iman keyakinan tentang peranan Bunda Maria yang dikuduskan tanpa noda dosa.<br
/> Namun demikian, sebagai orang Katolik kita juga harus mengakui beberapa kesalahan kita sendiri seperti ketika ziarah ke Goa Maria tidak mengutamakan jalan salib tetapi langsung berdoa di depan Bunda Maria atau ketika mengikuti misa, berdoa rosario.<br
/> Tuhan memberkati.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-566</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Thu, 23 Oct 2008 19:20:11 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-566</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Andry,&lt;br /&gt;
Sebenarnya jawaban Andry sudah tepat, sebab alasan orang Katolik &#039;nderek&#039;/ ikut Bunda Maria adalah karena kita &#039;nderek&#039; Gusti Yesus. Sebab Bunda Maria tidak pernah menjadi tujuan akhir bagi kita; dan karena &lt;b&gt;Bunda Maria selalu mengarahkan kita kepada Yesus&lt;/b&gt;. Tujuan kita ikut Bunda Maria bukan berarti ada jalan lain kepada Allah Bapa selain dari Yesus, namun jika kita berjalan bersama Maria, pastilah kita sampai kepada Yesus yang mengantar kita kepada Allah Bapa. Jadi, perantaraan Maria adalah untuk mendukung perantaraan Yesus, sehingga Maria bukan &#039;saingan&#039; Yesus dalam hal membawa kita kepada Allah Bapa. Yesus tetaplah &#039;perantara yang esa /tunggal dan satu-satunya&#039; kepada Allah Bapa (1 Tim 2:5), dan peran Maria adalah untuk mendukung perantaraan Yesus itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Santo Bernardino dari&#160; Siena (1444) mengatakan, &quot;Maria adalah leher dari Kepala kita (yaitu Yesus Kristus); sehingga melalui Maria, semua rahmat diberikan dari Sang Kepala kepada Tubuh Mistik-Nya yaitu Gereja&quot;. Kita tahu bahwa peran leher adalah untuk menghubungkan kepala dengan anggota tubuh lainnya, dan sebaliknya. Juga kita mengetahui leher tidak pernah menunjuk kepada kepala yang lain, sebab kita hanya memiliki satu kepala; maka dengan perumpamaan ini kita mengetahui bahwa Bunda Maria bekerjasama dengan Yesus untuk mempersatukan anggota tubuh dalam kesatuan dengan kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vatikan II dalam &lt;i&gt;Lumen Gentium &lt;/i&gt;Bab VIII, tentang &quot;&lt;b&gt;Santa Perawan Maria, Bunda Allah dalam Misteri Kristus dan Gereja&lt;/b&gt;&quot;, # 60, mengajarkan:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Pengantara kita hanya ada satu, menurut sabda Rasul: &#8220;Sebab Allah itu esa, dan esa pula pengantara antara Allah dan manusia, yakni manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua orang&#8221; (1Tim 2:5-6). Adapun peran keibuan Maria terhadap umat manusia sedikit pun tidak menyuramkan atau mengurangi pengantaraan Kritus yang tunggal itu, melainkan justru menunjukkan kekuatannya. Sebab segala pengaruh Santa Perawan yang menyelamatkan manusia tidak berasal dari suatu keharusan objektif, melainkan dari kebaikan ilahi, pun dari kelimpahan pahala Kristus. Pengaruh itu bertumpu pada pengantaraan-Nya, sama sekali tergantung dari padanya, dan menimba segala kekuatannya dari padanya. Pengaruh itu sama sekali tidak merintangi persatuan langsung kaum beriman dengan Kristus, melainkan justru mendukungnya.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jadi, kembali ke soal &#039;nderek&#039; Maria atau &#039;nderek&#039; Gusti Yesus, tentu saja kita dapat menyanyikan keduanya, yaitu &#039;nderek&#039; Gusti Yesus lewat &#039;nderek&#039; Maria (mengikuti Yesus lewat mengikuti Maria). Mungkin saja suatu hari nanti ada yang mau menggubah lagunya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dari www.katolisitas.org&lt;br /&gt;
Ingrid Listiati&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Andry,<br
/> Sebenarnya jawaban Andry sudah tepat, sebab alasan orang Katolik &#8216;nderek&#8217;/ ikut Bunda Maria adalah karena kita &#8216;nderek&#8217; Gusti Yesus. Sebab Bunda Maria tidak pernah menjadi tujuan akhir bagi kita; dan karena <b>Bunda Maria selalu mengarahkan kita kepada Yesus</b>. Tujuan kita ikut Bunda Maria bukan berarti ada jalan lain kepada Allah Bapa selain dari Yesus, namun jika kita berjalan bersama Maria, pastilah kita sampai kepada Yesus yang mengantar kita kepada Allah Bapa. Jadi, perantaraan Maria adalah untuk mendukung perantaraan Yesus, sehingga Maria bukan &#8217;saingan&#8217; Yesus dalam hal membawa kita kepada Allah Bapa. Yesus tetaplah &#8216;perantara yang esa /tunggal dan satu-satunya&#8217; kepada Allah Bapa (1 Tim 2:5), dan peran Maria adalah untuk mendukung perantaraan Yesus itu.</p><p>Santo Bernardino dari&nbsp; Siena (1444) mengatakan, &quot;Maria adalah leher dari Kepala kita (yaitu Yesus Kristus); sehingga melalui Maria, semua rahmat diberikan dari Sang Kepala kepada Tubuh Mistik-Nya yaitu Gereja&quot;. Kita tahu bahwa peran leher adalah untuk menghubungkan kepala dengan anggota tubuh lainnya, dan sebaliknya. Juga kita mengetahui leher tidak pernah menunjuk kepada kepala yang lain, sebab kita hanya memiliki satu kepala; maka dengan perumpamaan ini kita mengetahui bahwa Bunda Maria bekerjasama dengan Yesus untuk mempersatukan anggota tubuh dalam kesatuan dengan kepalanya.</p><p>Vatikan II dalam <i>Lumen Gentium </i>Bab VIII, tentang &quot;<b>Santa Perawan Maria, Bunda Allah dalam Misteri Kristus dan Gereja</b>&quot;, # 60, mengajarkan:</p><p>&quot;Pengantara kita hanya ada satu, menurut sabda Rasul: &ldquo;Sebab Allah itu esa, dan esa pula pengantara antara Allah dan manusia, yakni manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua orang&rdquo; (1Tim 2:5-6). Adapun peran keibuan Maria terhadap umat manusia sedikit pun tidak menyuramkan atau mengurangi pengantaraan Kritus yang tunggal itu, melainkan justru menunjukkan kekuatannya. Sebab segala pengaruh Santa Perawan yang menyelamatkan manusia tidak berasal dari suatu keharusan objektif, melainkan dari kebaikan ilahi, pun dari kelimpahan pahala Kristus. Pengaruh itu bertumpu pada pengantaraan-Nya, sama sekali tergantung dari padanya, dan menimba segala kekuatannya dari padanya. Pengaruh itu sama sekali tidak merintangi persatuan langsung kaum beriman dengan Kristus, melainkan justru mendukungnya.&quot;</p><p>Jadi, kembali ke soal &#8216;nderek&#8217; Maria atau &#8216;nderek&#8217; Gusti Yesus, tentu saja kita dapat menyanyikan keduanya, yaitu &#8216;nderek&#8217; Gusti Yesus lewat &#8216;nderek&#8217; Maria (mengikuti Yesus lewat mengikuti Maria). Mungkin saja suatu hari nanti ada yang mau menggubah lagunya.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: andryhart</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-560</link> <dc:creator>andryhart</dc:creator> <pubDate>Thu, 23 Oct 2008 06:09:37 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-560</guid> <description>Seorang teman Kristen bertanya kepada saya, mengapa orang Katolik menyanyikan nderek Bunda Maria dan bukan nderek Gusti Yesus. Jawab saya, karena kita ikut Bunda Maria yang mengarahkan pandangan dan harapan kita kepada Yesus. Bunda Maria sebagai individu yang paling dekat dengan Yesus dapat menuntun kita menuju kepada puteranya Yesus sebagaimana Yesus yang menjadi jalan bagi kita untuk menuju kepada Allah. Barangkali rama atau teman Katolik memiliki jawaban yang lebih tepat terhadap pertanyaan orang Kristen bukan-Katolik ini?</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Seorang teman Kristen bertanya kepada saya, mengapa orang Katolik menyanyikan nderek Bunda Maria dan bukan nderek Gusti Yesus. Jawab saya, karena kita ikut Bunda Maria yang mengarahkan pandangan dan harapan kita kepada Yesus. Bunda Maria sebagai individu yang paling dekat dengan Yesus dapat menuntun kita menuju kepada puteranya Yesus sebagaimana Yesus yang menjadi jalan bagi kita untuk menuju kepada Allah. Barangkali rama atau teman Katolik memiliki jawaban yang lebih tepat terhadap pertanyaan orang Kristen bukan-Katolik ini?</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: andryhart</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-559</link> <dc:creator>andryhart</dc:creator> <pubDate>Thu, 23 Oct 2008 05:49:17 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-559</guid> <description>Bunda Maria merupakan tabut perjanjian baru karena mengandung Yesus yang merupakan simbol perjanjian baru yang dibuat Allah dengan seluruh umat manusia (bukan hanya bangsa Yahudi). Seperti halnya tabut perjanjian lama yang harus dihormati dan disucikan karena berisikan simbol perjanjian lama yang berbentuk loh batu Musa, maka Bunda Maria pun disucikan Allah sehingga dia patut disebut Maria immaculata. Hal lain yang istimewa bagi Bunda Maria adalah bahwa teladan ketaatannya kepada Allah telah membuatnya menjadi tokoh yang berlawanan dengan Hawa. Jika Hawa membuat manusia menanggung dosa asal, maka Bunda Maria turut membantu Yesus untuk membebaskan manusia dari dosa asal.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Bunda Maria merupakan tabut perjanjian baru karena mengandung Yesus yang merupakan simbol perjanjian baru yang dibuat Allah dengan seluruh umat manusia (bukan hanya bangsa Yahudi). Seperti halnya tabut perjanjian lama yang harus dihormati dan disucikan karena berisikan simbol perjanjian lama yang berbentuk loh batu Musa, maka Bunda Maria pun disucikan Allah sehingga dia patut disebut Maria immaculata. Hal lain yang istimewa bagi Bunda Maria adalah bahwa teladan ketaatannya kepada Allah telah membuatnya menjadi tokoh yang berlawanan dengan Hawa. Jika Hawa membuat manusia menanggung dosa asal, maka Bunda Maria turut membantu Yesus untuk membebaskan manusia dari dosa asal.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-554</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Thu, 24 Jul 2008 16:45:51 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-554</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Oelean,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berikut ini adalah tanggapan atas pertanyaanmu, berdasarkan atas A Catholic Commentary on Holy Scripture, Dom Bernard Orchard, ed. Thomas Nelson and Sons, Canada, 1953):&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;1) Pada saat Yesus berumur 12 tahun, Bunda Maria dan Yesus mengikuti Yusuf ke Bait Allah di Yerusalem, berkaitan dengan perintah bahwa laki-laki dewasa (di atas 13 tahun) harus beribadah di Bait Allah di Yerusalem tiga kali dalam setahun, termasuk pada hari raya Paska Yahudi (lih. Kel 23:14-17; Ul 16:16). Namun, kebiasaan ini kadang didahulukan satu atau dua tahun. Konon, menurut kebiasaan pula, orang-orang sekampung berangkat bersama-sama, rombongan pria dan wanita dipisah. Anak-anak kecil biasanya ikut ibu, di atas 13 tahun ikut ayah, sedangkan umur &#8216;perbatasan&#8217; 12 tahun, boleh ikut rombongan ibu atau ayahnya. Mungkin karena hal ini Yesus tertinggal sewaktu pulang, sebab Maria berpikir, Yesus ikut Yusuf, dan sebaliknya Yusuf berpikir Yesus ikut Maria (maklum jaman dulu tidak ada HP). Setelah Yusuf dan Maria tiba di rumah, dan mereka &#8216;kehilangan&#8217; Yesus, mereka kembali ke Yerusalem, untuk mencari Yesus, dan jarak antara Nazareth dan Yerusalem yang biasa ditempuh dalam 4 hari, mereka tempuh dalam 3 hari. Para orang tua yang pernah mengalami &#8216;kehilangan&#8217; anak akan sangat memahami perasaan Yusuf dan Bunda Maria pada saat itu. Jadi ketika mereka menemukan Yesus di Bait Allah, dan Yesus dengan tenang saja duduk dan bercakap-cakap dengan para alim ulama, kedua orang tuanya itu tercengang (mungkin ada rasa lega, rasa bingung, campur aduk, karena Yusuf dan Maria itu manusia biasa yang dapat memiliki perasaan sama seperti kita). Kita perlu belajar pada Bunda Maria, yang meskipun dalam keadaan campur aduk, masih dapat mengatakan dengan lembut dan penuh kasih, &#8220;Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami?&#8230;(Luk 2: 48) Jawab Yesus, &#8220;Mengapa engkau mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di rumah BapaKu?&#8221; Namun akhirnya Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazareth&#8230;.Dan Alkitab mencatat bahwa Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya (Luk 2:49). Nah, menjawab pertanyaan Oelean, kenapa kedua orang tua Yesus tidak tahu maksud perkataan Yesus itu; dapat saja disebabkan karena mereka pada saat itu belum sepenuhnya menyadari keunikan peran mereka dalam rencana keselamatan Allah. Setelah peristiwa itu, Maria menyimpan/ merenungkannya di dalam hatinya, sehingga ia semakin menyadari dimensi lain dari peran keibuan-nya, tidak hanya sebagai ibu yang melahirkan Yesus, tetapi ibu yang juga menjadi pengikut Yesus, yang mengutamakan misi keselamatan Yesus di atas segala sesuatu. Sehingga buah dari &#8216;menyimpan perkara itu di dalam hatinya&#8217;, Maria menjadi seorang pendengar Firman dan murid Yesus yang pertama, bahkan sebelum para rasul. Yesus sendiri memuji Maria sebagai yang pertama dari &#8216;mereka yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya&#8217; (lih. Lk 8 :20-21 dan surat ensiklik Paus Yohanes Paulus II, Redemptoris Mater, 21).&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;2) Alkitab memang tidak banyak menceritakan tentang peran Maria pada jaman Yesus dan jaman ke-12 rasul setelah Yesus naik ke surga, sebab memang Alkitab pertama-tama ditulis untuk menyatakan perwujudan rencana keselamatan Allah di dalam diri Yesus. Ibaratnya, Yesus adalah tokoh utama dalam Alkitab. Perjanjian Lama adalah persiapan bagi Perjanjian Baru yang dipenuhi dalam diri Yesus. Sedikitnya cerita peran Maria bahkan semakin membuktikan kerendahan hatinya, yang tidak ingin menonjolkan diri dan perannya di dalam kehidupan Yesus. Seperti halnya Yesus yang tidak pernah mengatakan secara eksplisit kebenaran mengenai Diri-Nya yang adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh manusia, dan mengenai Allah Tritunggal, maka Yesus-pun tidak secara eksplisit mengajarkan tentang Maria sebagai Bunda Allah, Bunda Maria selalu Perawan, Maria dikandung tanpa noda, Maria diangkat ke surga, dst. Semua kebenaran ini dinyatakan oleh Roh Kudus yang menyertai Gereja-Nya, dan disingkapkan seiring dengan perjalanan sejarah Gereja, di mana Roh Kebenaran memimpin kita kepada seluruh kebenaran (Yoh 16:13), berdasarkan dari apa yang tersirat dari pengajaran Yesus yang tertulis dalam Alkitab. Walaupun demikian, Alkitab menyatakan kehadiran Maria di dalam saat-saat penting kehidupan Yesus. Mulai dari saat Yesus menjelma menjadi manusia di dalam kandungan Maria, saat kelahiran-Nya di kandang Betlehem, saat Ia dipersembahkan di Bait Allah, masa hidup-Nya yang tersembunyi di Nazareth, masa pengajaranNya, sampai akhirnya pada saat puncak penderitaanNya di kayu salib, saat Ia dikuburkan, sampai pada hari Pentakosta. Peristiwa-peristiwa tersebut kita renungkan di dalam doa Rosario. Penghormatan kepada Maria juga didasari oleh tulisan-tulisan Bapa Gereja di abad-abad awal. Sejak akhir abad ke-1 oleh Santo Yustinus Martir, Santo Irenaeus dan Tertullian, Bunda Maria dikatakan sebagai Hawa yang baru (the New Eve), yang mendampingi Adam yang baru (Kristus) dalam mewujudkan karya keselamatan Allah. Pengajaran ini sangat kuat berakar dalam Tradisi suci, dan karena kita meyakini bahwa Wahyu Allah tidak saja terbatas pada Kitab Suci, namun juga pada Tradisi Suci, (lihat artikel: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan bagian ke 3), maka umat Katolik menghormati Maria seperti yang dilakukan oleh para rasul, Bapa Gereja, dan para jemaat perdana, meskipun Maria tidak banyak ditulis di dalam Kitab Suci.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;3) Pertanyaan ini mungkin akan saya jabarkan dalam suatu artikel yang lebih lengkap pada saat yang akan datang. Namun intinya saja, kebanyakan orang-orang Kristen non-Katolik meng-interpretasikan &#8216;perempuan&#8217; ini sebagai bangsa Israel, yang melahirkan Mesias (Yesus). Sedangkan pengajaran Katolik mengajarkan bahwa ada tiga arti yang mungkin bagi &#8216;perempuan&#8217; ini. Pertama adalah Maria, kedua adalah Gereja dan ketiga adalah bangsa Israel (Yerusalem). Arti kedua dan ketiga ini dipandang sebagai &#8216;pelengkap&#8217; dari arti pertama, yaitu Maria. Karena naga di sini (Wahyu 12) diartikan sebagai Iblis, dan sang Anak yang menggembalakan segala bangsa, adalah Yesus, maka ibu dari anak itu adalah Maria. Sebenarnya, interpretasi pertama ini demikian jelas dan sederhana, dan tidak memerlukan allegori. Namun pengertian lain, yaitu bahwa &#8216;perempuan&#8217; itu dapat pula berarti Gereja tidak bertentangan dengan pengertian yang pertama, karena Maria dan Gereja sangat berkaitan erat dan tak dapat dipisahkan, mengingat Maria adalah &#8216;model&#8217; Gereja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga uraian di atas menjawab pertanyaan Oelean. &lt;br&gt;
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org&lt;br&gt;
Ingrid Listiati&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Oelean,</p><p>Berikut ini adalah tanggapan atas pertanyaanmu, berdasarkan atas A Catholic Commentary on Holy Scripture, Dom Bernard Orchard, ed. Thomas Nelson and Sons, Canada, 1953):</p><p
style="margin-left: 40px;">1) Pada saat Yesus berumur 12 tahun, Bunda Maria dan Yesus mengikuti Yusuf ke Bait Allah di Yerusalem, berkaitan dengan perintah bahwa laki-laki dewasa (di atas 13 tahun) harus beribadah di Bait Allah di Yerusalem tiga kali dalam setahun, termasuk pada hari raya Paska Yahudi (lih. Kel 23:14-17; Ul 16:16). Namun, kebiasaan ini kadang didahulukan satu atau dua tahun. Konon, menurut kebiasaan pula, orang-orang sekampung berangkat bersama-sama, rombongan pria dan wanita dipisah. Anak-anak kecil biasanya ikut ibu, di atas 13 tahun ikut ayah, sedangkan umur &lsquo;perbatasan&rsquo; 12 tahun, boleh ikut rombongan ibu atau ayahnya. Mungkin karena hal ini Yesus tertinggal sewaktu pulang, sebab Maria berpikir, Yesus ikut Yusuf, dan sebaliknya Yusuf berpikir Yesus ikut Maria (maklum jaman dulu tidak ada HP). Setelah Yusuf dan Maria tiba di rumah, dan mereka &lsquo;kehilangan&rsquo; Yesus, mereka kembali ke Yerusalem, untuk mencari Yesus, dan jarak antara Nazareth dan Yerusalem yang biasa ditempuh dalam 4 hari, mereka tempuh dalam 3 hari. Para orang tua yang pernah mengalami &lsquo;kehilangan&rsquo; anak akan sangat memahami perasaan Yusuf dan Bunda Maria pada saat itu. Jadi ketika mereka menemukan Yesus di Bait Allah, dan Yesus dengan tenang saja duduk dan bercakap-cakap dengan para alim ulama, kedua orang tuanya itu tercengang (mungkin ada rasa lega, rasa bingung, campur aduk, karena Yusuf dan Maria itu manusia biasa yang dapat memiliki perasaan sama seperti kita). Kita perlu belajar pada Bunda Maria, yang meskipun dalam keadaan campur aduk, masih dapat mengatakan dengan lembut dan penuh kasih, &ldquo;Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami?&hellip;(Luk 2: 48) Jawab Yesus, &ldquo;Mengapa engkau mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di rumah BapaKu?&rdquo; Namun akhirnya Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazareth&hellip;.Dan Alkitab mencatat bahwa Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya (Luk 2:49). Nah, menjawab pertanyaan Oelean, kenapa kedua orang tua Yesus tidak tahu maksud perkataan Yesus itu; dapat saja disebabkan karena mereka pada saat itu belum sepenuhnya menyadari keunikan peran mereka dalam rencana keselamatan Allah. Setelah peristiwa itu, Maria menyimpan/ merenungkannya di dalam hatinya, sehingga ia semakin menyadari dimensi lain dari peran keibuan-nya, tidak hanya sebagai ibu yang melahirkan Yesus, tetapi ibu yang juga menjadi pengikut Yesus, yang mengutamakan misi keselamatan Yesus di atas segala sesuatu. Sehingga buah dari &lsquo;menyimpan perkara itu di dalam hatinya&rsquo;, Maria menjadi seorang pendengar Firman dan murid Yesus yang pertama, bahkan sebelum para rasul. Yesus sendiri memuji Maria sebagai yang pertama dari &lsquo;mereka yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya&rsquo; (lih. Lk 8 :20-21 dan surat ensiklik Paus Yohanes Paulus II, Redemptoris Mater, 21).</p><p
style="margin-left: 40px;">2) Alkitab memang tidak banyak menceritakan tentang peran Maria pada jaman Yesus dan jaman ke-12 rasul setelah Yesus naik ke surga, sebab memang Alkitab pertama-tama ditulis untuk menyatakan perwujudan rencana keselamatan Allah di dalam diri Yesus. Ibaratnya, Yesus adalah tokoh utama dalam Alkitab. Perjanjian Lama adalah persiapan bagi Perjanjian Baru yang dipenuhi dalam diri Yesus. Sedikitnya cerita peran Maria bahkan semakin membuktikan kerendahan hatinya, yang tidak ingin menonjolkan diri dan perannya di dalam kehidupan Yesus. Seperti halnya Yesus yang tidak pernah mengatakan secara eksplisit kebenaran mengenai Diri-Nya yang adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh manusia, dan mengenai Allah Tritunggal, maka Yesus-pun tidak secara eksplisit mengajarkan tentang Maria sebagai Bunda Allah, Bunda Maria selalu Perawan, Maria dikandung tanpa noda, Maria diangkat ke surga, dst. Semua kebenaran ini dinyatakan oleh Roh Kudus yang menyertai Gereja-Nya, dan disingkapkan seiring dengan perjalanan sejarah Gereja, di mana Roh Kebenaran memimpin kita kepada seluruh kebenaran (Yoh 16:13), berdasarkan dari apa yang tersirat dari pengajaran Yesus yang tertulis dalam Alkitab. Walaupun demikian, Alkitab menyatakan kehadiran Maria di dalam saat-saat penting kehidupan Yesus. Mulai dari saat Yesus menjelma menjadi manusia di dalam kandungan Maria, saat kelahiran-Nya di kandang Betlehem, saat Ia dipersembahkan di Bait Allah, masa hidup-Nya yang tersembunyi di Nazareth, masa pengajaranNya, sampai akhirnya pada saat puncak penderitaanNya di kayu salib, saat Ia dikuburkan, sampai pada hari Pentakosta. Peristiwa-peristiwa tersebut kita renungkan di dalam doa Rosario. Penghormatan kepada Maria juga didasari oleh tulisan-tulisan Bapa Gereja di abad-abad awal. Sejak akhir abad ke-1 oleh Santo Yustinus Martir, Santo Irenaeus dan Tertullian, Bunda Maria dikatakan sebagai Hawa yang baru (the New Eve), yang mendampingi Adam yang baru (Kristus) dalam mewujudkan karya keselamatan Allah. Pengajaran ini sangat kuat berakar dalam Tradisi suci, dan karena kita meyakini bahwa Wahyu Allah tidak saja terbatas pada Kitab Suci, namun juga pada Tradisi Suci, (lihat artikel: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan bagian ke 3), maka umat Katolik menghormati Maria seperti yang dilakukan oleh para rasul, Bapa Gereja, dan para jemaat perdana, meskipun Maria tidak banyak ditulis di dalam Kitab Suci.</p><p
style="margin-left: 40px;">3) Pertanyaan ini mungkin akan saya jabarkan dalam suatu artikel yang lebih lengkap pada saat yang akan datang. Namun intinya saja, kebanyakan orang-orang Kristen non-Katolik meng-interpretasikan &lsquo;perempuan&rsquo; ini sebagai bangsa Israel, yang melahirkan Mesias (Yesus). Sedangkan pengajaran Katolik mengajarkan bahwa ada tiga arti yang mungkin bagi &lsquo;perempuan&rsquo; ini. Pertama adalah Maria, kedua adalah Gereja dan ketiga adalah bangsa Israel (Yerusalem). Arti kedua dan ketiga ini dipandang sebagai &lsquo;pelengkap&rsquo; dari arti pertama, yaitu Maria. Karena naga di sini (Wahyu 12) diartikan sebagai Iblis, dan sang Anak yang menggembalakan segala bangsa, adalah Yesus, maka ibu dari anak itu adalah Maria. Sebenarnya, interpretasi pertama ini demikian jelas dan sederhana, dan tidak memerlukan allegori. Namun pengertian lain, yaitu bahwa &lsquo;perempuan&rsquo; itu dapat pula berarti Gereja tidak bertentangan dengan pengertian yang pertama, karena Maria dan Gereja sangat berkaitan erat dan tak dapat dipisahkan, mengingat Maria adalah &lsquo;model&rsquo; Gereja.</p><p>Semoga uraian di atas menjawab pertanyaan Oelean. <br
/> Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Oelean</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-154</link> <dc:creator>Oelean</dc:creator> <pubDate>Thu, 24 Jul 2008 09:44:22 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-154</guid> <description>Terima kasih atas pencerahan yang luar biasa ini.Saya percaya jika Elizabeth saja kepenuhan Roh Kudus saat menerima kunjungan Maria, apalagi Bunda Maria yang sedang mengandung Kristus dalam rahimnya. (Luk 1: 39-54)Tapi maafkan pertanyaan dan pemikiran saya :1. Mengapa pada saat Yesus di Bait Allah, orang tuanya bahkan Bunda Maria sendiri tidak/ belum mengerti mengenai perkataan Yesus ; dan apa maksudnya ayat &quot;.. dan ibuNya menyimpan semua perkara itu dalam hatinya&quot; (Luk 2:48-51)2.  Selain pesta pernikahan di Kana, mengapa peranan Bunda Maria tidak dicatat secara lebih luas dan khusus lagi di alkitab, misalnya pada periode Yesus hidup atau pada jaman 12 Rasul?3.  Mengenai perempuan dan naga di kitab Wahyu, apakah pemahaman ini (Bunda Maria sebagai perempuan) juga diakui oleh kaum diluar katolik ?Mohon pencerahan dan GBU.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas pencerahan yang luar biasa ini.</p><p>Saya percaya jika Elizabeth saja kepenuhan Roh Kudus saat menerima kunjungan Maria, apalagi Bunda Maria yang sedang mengandung Kristus dalam rahimnya. (Luk 1: 39-54)</p><p>Tapi maafkan pertanyaan dan pemikiran saya :</p><p>1. Mengapa pada saat Yesus di Bait Allah, orang tuanya bahkan Bunda Maria sendiri tidak/ belum mengerti mengenai perkataan Yesus ; dan apa maksudnya ayat &#8220;.. dan ibuNya menyimpan semua perkara itu dalam hatinya&#8221; (Luk 2:48-51)</p><p>2.  Selain pesta pernikahan di Kana, mengapa peranan Bunda Maria tidak dicatat secara lebih luas dan khusus lagi di alkitab, misalnya pada periode Yesus hidup atau pada jaman 12 Rasul?</p><p>3.  Mengenai perempuan dan naga di kitab Wahyu, apakah pemahaman ini (Bunda Maria sebagai perempuan) juga diakui oleh kaum diluar katolik ?</p><p>Mohon pencerahan dan GBU.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: dominic kho</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/21/maria-dikandung-tanpa-noda-apa-maksudnya/comment-page-1/#comment-120</link> <dc:creator>dominic kho</dc:creator> <pubDate>Thu, 17 Jul 2008 07:03:40 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=153#comment-120</guid> <description>Yesus adalah Allah Putra yg ingin lahir di dunia ini melalui seorang gadis sederhana bernama Maria. Dan sebagai Allah Putra ,Ia mempunyai kuasa untuk mensucikan kandungan dan meniadakan dosa asal ibundaNya,siapakah yg berani menentang/melawan kehendakNya.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Yesus adalah Allah Putra yg ingin lahir di dunia ini melalui seorang gadis sederhana bernama Maria. Dan sebagai Allah Putra ,Ia mempunyai kuasa untuk mensucikan kandungan dan meniadakan dosa asal ibundaNya,siapakah yg berani menentang/melawan kehendakNya.</p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 39/76 queries in 0.035 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-07-30 16:32:14 -->