<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Apakah Berdoa itu Percuma (bagian 1)</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 03:06:08 +0700</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-16673</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Wed, 16 Jun 2010 21:55:24 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-16673</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Gedhang Kukus,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya. Secara prinsip, kita memang mengenal doa spontan maupun doa yang baku, baik yang diajarkan oleh Kristus sendiri - yaitu doa Bapa Kami, maupun doa yang diajarkan oleh santa-santo. Kalau kita melihat, doa-doa dari santa-santo memang begitu indah, karena kedekatan mereka dengan Tuhan. Kita memakai doa mereka, kalau dengan doa-doa mereka, kita lebih masuk dalam hadirat Tuhan dan bukan termotivasi karena terkabulnya doa-doa. Terkabulnya suatu doa memang memerlukan iman dan ketekunan, namun pada akhirnya terkabulnya doa adalah karena Tuhan sendiri yang dalam kebijaksanaannya melihat bahwa semuanya itu baik. Yang penting, doa harus dapat membawa kedekatan dengan Tuhan, baik dengan doa-doa spontan, maupun dengan doa-doa baku. Jangan lupa, bahwa Yesus juga mengajarkan doa yang paling sempurna, doa yang baku, yaitu doa Bapa Kami. St. Teresa dari Avilla sering mendoakan dan merenungkan doa Bapa Kami sepanjang hari. Jadi, doa yang baku bukanlah sesuatu yang salah, namun tentu saja harus dihayati dengan baik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mungkin ada sebagian orang anda pandang mendewa-dewakan teks doa. Namun, kita tidak tahu secara persis alasan mereka. Kalau dengan teks doa tersebut mereka menjadi benar-benar dekat dengan Tuhan, maka tidaklah salah untuk melakukan teks doa tersebut, yang penting doa tersebut juga harus keluar dari hati mereka. Konsep doa dapat dibaca pada artikel tentang doa sebagai berikut:&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 40px;&quot;&gt;Doa menjadi bagian yang terpisahkan dari kehidupan seorang Kristen.   Namun ada tiga kesalahan persepsi tentang doa yang dinyatakan oleh St.   Thomas Aquinas. Tiga kesalahan tersebut dapat dilihat pada tulisan   berikut ini: 1) &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Tuhan  tidak campur tangan&lt;/a&gt;,  2)&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/24/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-2/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt; Tuhan sudah menakdirkan  segalanya sehingga doa tidak diperlukan&lt;/a&gt;,  3)&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/27/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-3/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt; Kita dapat merubah keputusan  Tuhan dalam doa. Kemudian sebagai  kesimpulan dijelaskan&lt;/a&gt; 4) &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/18/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-4/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;konsep  doa dengan mengambil  definisi doa menurut St. Teresia kanak-kanak  Yesus&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga keterangan singkat di atas dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Gedhang Kukus,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya. Secara prinsip, kita memang mengenal doa spontan maupun doa yang baku, baik yang diajarkan oleh Kristus sendiri &#8211; yaitu doa Bapa Kami, maupun doa yang diajarkan oleh santa-santo. Kalau kita melihat, doa-doa dari santa-santo memang begitu indah, karena kedekatan mereka dengan Tuhan. Kita memakai doa mereka, kalau dengan doa-doa mereka, kita lebih masuk dalam hadirat Tuhan dan bukan termotivasi karena terkabulnya doa-doa. Terkabulnya suatu doa memang memerlukan iman dan ketekunan, namun pada akhirnya terkabulnya doa adalah karena Tuhan sendiri yang dalam kebijaksanaannya melihat bahwa semuanya itu baik. Yang penting, doa harus dapat membawa kedekatan dengan Tuhan, baik dengan doa-doa spontan, maupun dengan doa-doa baku. Jangan lupa, bahwa Yesus juga mengajarkan doa yang paling sempurna, doa yang baku, yaitu doa Bapa Kami. St. Teresa dari Avilla sering mendoakan dan merenungkan doa Bapa Kami sepanjang hari. Jadi, doa yang baku bukanlah sesuatu yang salah, namun tentu saja harus dihayati dengan baik.</p><p>Mungkin ada sebagian orang anda pandang mendewa-dewakan teks doa. Namun, kita tidak tahu secara persis alasan mereka. Kalau dengan teks doa tersebut mereka menjadi benar-benar dekat dengan Tuhan, maka tidaklah salah untuk melakukan teks doa tersebut, yang penting doa tersebut juga harus keluar dari hati mereka. Konsep doa dapat dibaca pada artikel tentang doa sebagai berikut:</p><p
style="padding-left: 40px;">Doa menjadi bagian yang terpisahkan dari kehidupan seorang Kristen.   Namun ada tiga kesalahan persepsi tentang doa yang dinyatakan oleh St.   Thomas Aquinas. Tiga kesalahan tersebut dapat dilihat pada tulisan   berikut ini: 1) <a
href="http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/" rel="nofollow">Tuhan  tidak campur tangan</a>,  2)<a
href="http://katolisitas.org/2008/06/24/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-2/" rel="nofollow"> Tuhan sudah menakdirkan  segalanya sehingga doa tidak diperlukan</a>,  3)<a
href="http://katolisitas.org/2008/06/27/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-3/" rel="nofollow"> Kita dapat merubah keputusan  Tuhan dalam doa. Kemudian sebagai  kesimpulan dijelaskan</a> 4) <a
href="http://katolisitas.org/2008/07/18/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-4/" rel="nofollow">konsep  doa dengan mengambil  definisi doa menurut St. Teresia kanak-kanak  Yesus</a>.</p><p>Semoga keterangan singkat di atas dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-16671</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Wed, 16 Jun 2010 20:58:40 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-16671</guid> <description>Shalom Gedhang Kudus,
Silakan anda menyebut teks doa seperti apa yang anda maksud.
Memang benar, doa yang terbaik adalah doa yang keluar dari hati kita yang paling dalam. Namun jangan lupa, bahwa Kristus juga mengajarkan doa Bapa Kami kepada kita, sehingga tidak ada salahnya untuk menggunakan teks doa untuk membantu kita berdoa, ataupun tidak ada salahnya kita menghafalkan suatu teks doa, asalkan pada saat kita mengucapkannya, kita menghayati isi teks tersebut. Selain itu,  Gereja juga menganjurkan kita agar di dalam doa kita tidak melupakan adanya persekutuan orang kudus yang dapat mendukung doa- doa permohonan kita. Seandainya anda tidak ingin memohon dukungan doa dari para orang kudus, itu juga tidak apa-apa. Ini ibaratnya seseorang diberi kemudahan/ fasilitas lebih, tetapi tidak mempergunakannya. Tidak apa-apa, tetapi kalau digunakan tentu lebih baik.Memohon dukungan doa dari para orang kudus itu juga adalah latihan rohani, agar kita dapat belajar rendah hati, mengakui bahwa ada banyak orang yang lebih kudus daripada kita, yang kini telah mencapai surga; dan doa mereka besar kuasanya, karena mereka telah dibenarkan oleh Tuhan (Yak 5:16) sebab mereka telah bersatu dengan Kristus.  Selanjutnya, jika kita memohon dukungan doa dari para orang kudus di Surga, kita juga selayaknya terdorong untuk mengikuti teladan hidup mereka. Demikian maka sebenarnya teks doa itu hanya alat bantu saja untuk berdoa, namun sebenarnya yang terpenting adalah sikap batin yang mengangkat doa- doa di dalam kerendahan hati di hadapan Allah.Jadi sikap mendewa-dewakan teks doa itu adalah sikap yang keliru. Yang terpenting adalah sikap batin kita yang memasrahkan segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan, di dalam persekutuan kita dengan para kudus yang mendoakan kita, sebab kita yakin dan percaya bahwa Tuhan mengetahui segala yang terbaik bagi kita, dan para orang kudus itu juga akan mendoakan kita demi terpenuhinya rencana keselamatan Allah bagi kita.Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Gedhang Kudus,<br
/> Silakan anda menyebut teks doa seperti apa yang anda maksud.<br
/> Memang benar, doa yang terbaik adalah doa yang keluar dari hati kita yang paling dalam. Namun jangan lupa, bahwa Kristus juga mengajarkan doa Bapa Kami kepada kita, sehingga tidak ada salahnya untuk menggunakan teks doa untuk membantu kita berdoa, ataupun tidak ada salahnya kita menghafalkan suatu teks doa, asalkan pada saat kita mengucapkannya, kita menghayati isi teks tersebut. Selain itu,  Gereja juga menganjurkan kita agar di dalam doa kita tidak melupakan adanya persekutuan orang kudus yang dapat mendukung doa- doa permohonan kita. Seandainya anda tidak ingin memohon dukungan doa dari para orang kudus, itu juga tidak apa-apa. Ini ibaratnya seseorang diberi kemudahan/ fasilitas lebih, tetapi tidak mempergunakannya. Tidak apa-apa, tetapi kalau digunakan tentu lebih baik.</p><p>Memohon dukungan doa dari para orang kudus itu juga adalah latihan rohani, agar kita dapat belajar rendah hati, mengakui bahwa ada banyak orang yang lebih kudus daripada kita, yang kini telah mencapai surga; dan doa mereka besar kuasanya, karena mereka telah dibenarkan oleh Tuhan (Yak 5:16) sebab mereka telah bersatu dengan Kristus.  Selanjutnya, jika kita memohon dukungan doa dari para orang kudus di Surga, kita juga selayaknya terdorong untuk mengikuti teladan hidup mereka. Demikian maka sebenarnya teks doa itu hanya alat bantu saja untuk berdoa, namun sebenarnya yang terpenting adalah sikap batin yang mengangkat doa- doa di dalam kerendahan hati di hadapan Allah.</p><p>Jadi sikap mendewa-dewakan teks doa itu adalah sikap yang keliru. Yang terpenting adalah sikap batin kita yang memasrahkan segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan, di dalam persekutuan kita dengan para kudus yang mendoakan kita, sebab kita yakin dan percaya bahwa Tuhan mengetahui segala yang terbaik bagi kita, dan para orang kudus itu juga akan mendoakan kita demi terpenuhinya rencana keselamatan Allah bagi kita.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: gedhang kukus</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-16550</link> <dc:creator>gedhang kukus</dc:creator> <pubDate>Sun, 13 Jun 2010 10:42:06 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-16550</guid> <description>Saya sering membaca teks doa-doa yg katanya dari santo ini, santa itu dsb , yg menurut saya pribadi sepertinya tidak seperti itu. Bukankah doa yg paling baik itu adalah doa yg keluar dr hati kita yg paling dalam ? mengapa banyak orang jadi terjebak dan cenderung mendewa-dewakan teks doa tsb kalau mau doanya terkabul ?</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Saya sering membaca teks doa-doa yg katanya dari santo ini, santa itu dsb , yg menurut saya pribadi sepertinya tidak seperti itu. Bukankah doa yg paling baik itu adalah doa yg keluar dr hati kita yg paling dalam ? mengapa banyak orang jadi terjebak dan cenderung mendewa-dewakan teks doa tsb kalau mau doanya terkabul ?</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-12961</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Wed, 31 Mar 2010 20:25:53 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-12961</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Alexander Pontoh,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya tentang apakah boleh memberikan deadline kepada Tuhan untuk suatu ujud doa. Mungkin kalau kita mengumpamakan Tuhan sebagai seorang presiden, maka situasinya akan lebih jelas, sehingga kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan baik. Bayangkan kita datang kepada SBY dan kemudian kita minta kepada dia sebuah rumah, dan permintaan ini juga disertai dengan deadline. Kalau telah melewati deadline tersebut, maka kita mengecap bahwa SBY tidak memenuhi permintaan kita, bahkan dapat timbul juga rasa kecewa kepada SBY yang seolah-olah tidak mau mengerti kebutuhan kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Itulah gambarannya jika kita membuat deadline untuk terkabulnya doa kita. Dalam kebijaksanaan-Nya, Tuhan dapat saja mengabulkan doa-doa yang disertai deadline, sehingga orang tersebut dapat lebih percaya lagi kepada Tuhan. Namun, kalau hubungan dengan Tuhan semakin dewasa, maka bukanlah kehendak kita (apalagi yang disertai deadline) yang kita paksakan, namun sebaliknya kita menginginkan agar kehendak Tuhan saja yang terjadi dalam kehidupan kita. Ini berarti, kita berserah kepada Tuhan bukan hanya akan bentuk terkabulnya doa kita, namun juga waktu terkabulnya. Kalau kita meminta kepada Tuhan, maka jawaban Tuhan dapat &quot;ya&quot; atau &quot;tidak&quot; atau &quot;tunggu&quot;. Yang terpenting adalah kita harus meniru doa yang diucapkan oleh Yesus sendiri &quot;&lt;em&gt;tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.&lt;/em&gt;&quot; (Lk 22:42) Kita boleh saja minta sesuatu kepada Tuhan, karena Dia adalah Bapa kita. Namun, kita harus percaya bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi kita, sehingga kita harus senantiasa mencari kehendak Tuhan, berdoa untuk sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan, dan kemudian melaksanakan kehendak Tuhan. Semoga dapat membantu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Alexander Pontoh,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya tentang apakah boleh memberikan deadline kepada Tuhan untuk suatu ujud doa. Mungkin kalau kita mengumpamakan Tuhan sebagai seorang presiden, maka situasinya akan lebih jelas, sehingga kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan baik. Bayangkan kita datang kepada SBY dan kemudian kita minta kepada dia sebuah rumah, dan permintaan ini juga disertai dengan deadline. Kalau telah melewati deadline tersebut, maka kita mengecap bahwa SBY tidak memenuhi permintaan kita, bahkan dapat timbul juga rasa kecewa kepada SBY yang seolah-olah tidak mau mengerti kebutuhan kita.</p><p>Itulah gambarannya jika kita membuat deadline untuk terkabulnya doa kita. Dalam kebijaksanaan-Nya, Tuhan dapat saja mengabulkan doa-doa yang disertai deadline, sehingga orang tersebut dapat lebih percaya lagi kepada Tuhan. Namun, kalau hubungan dengan Tuhan semakin dewasa, maka bukanlah kehendak kita (apalagi yang disertai deadline) yang kita paksakan, namun sebaliknya kita menginginkan agar kehendak Tuhan saja yang terjadi dalam kehidupan kita. Ini berarti, kita berserah kepada Tuhan bukan hanya akan bentuk terkabulnya doa kita, namun juga waktu terkabulnya. Kalau kita meminta kepada Tuhan, maka jawaban Tuhan dapat &#8220;ya&#8221; atau &#8220;tidak&#8221; atau &#8220;tunggu&#8221;. Yang terpenting adalah kita harus meniru doa yang diucapkan oleh Yesus sendiri &#8220;<em>tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.</em>&#8221; (Lk 22:42) Kita boleh saja minta sesuatu kepada Tuhan, karena Dia adalah Bapa kita. Namun, kita harus percaya bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi kita, sehingga kita harus senantiasa mencari kehendak Tuhan, berdoa untuk sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan, dan kemudian melaksanakan kehendak Tuhan. Semoga dapat membantu.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Alexander Pontoh</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-12928</link> <dc:creator>Alexander Pontoh</dc:creator> <pubDate>Wed, 31 Mar 2010 03:01:37 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-12928</guid> <description>saya pernah berdoa memohon kepada Tuhan, anggap saja permohonan saya adalah &quot;X&quot; kemudian saya memberi &quot;deadline&quot; jika sampai deadline itu terlewati, saya anggap Tuhan tidak mengabulkan permohonan saya. Kemudian... kalau tidak salah, waktu itu saya juga mengatakan, jika kau sungguh ada, kabulkan permohonan saya ini.saya pernah membaca artikel Apakah berdoa itu percuma. tetapi ada yang saya masih belum begitu mengerti dan sedikit mengganjal. saya ingin tanya, apakah saya salah berdoa seperti itu kepada Tuhan?</description> <content:encoded><![CDATA[<p>saya pernah berdoa memohon kepada Tuhan, anggap saja permohonan saya adalah &#8220;X&#8221; kemudian saya memberi &#8220;deadline&#8221; jika sampai deadline itu terlewati, saya anggap Tuhan tidak mengabulkan permohonan saya. Kemudian&#8230; kalau tidak salah, waktu itu saya juga mengatakan, jika kau sungguh ada, kabulkan permohonan saya ini.</p><p>saya pernah membaca artikel Apakah berdoa itu percuma. tetapi ada yang saya masih belum begitu mengerti dan sedikit mengganjal. saya ingin tanya, apakah saya salah berdoa seperti itu kepada Tuhan?</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Nimrod Siahaan</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-12654</link> <dc:creator>Nimrod Siahaan</dc:creator> <pubDate>Mon, 22 Mar 2010 13:45:25 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-12654</guid> <description>Mari memelihara hidup doa, dengan berdoa saat malas berdoa</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Mari memelihara hidup doa, dengan berdoa saat malas berdoa</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Lukas Cung</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-12277</link> <dc:creator>Lukas Cung</dc:creator> <pubDate>Mon, 08 Mar 2010 03:13:47 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-12277</guid> <description>Shalom Sdr. Aquilino Amaral,
Saya ikutan komen, ya…Usai menikah secara Katolik, saya berdoa memohon agar segera diberi anak. Ternyata doa saya langsung dikabulkan.
Hanya, saya juga berdoa begini:
1)	kalau boleh, saya minta anak laki-laki, tetapi terserah saja apa yang terbaik untuk kami
2)	kalau diberi anak laki-laki, saya mohon agar ia: sehat, cerdas, ganteng, lucu dll…
3)	kalau memang diberi anak perempuan, saya mohon agar ia: sehat, cerdas, cantik, lucu dll…
4)	saya mohon agar kelahiran anak saya lancar dan tanpa operasiKenyataan yang terjadi adalah:
1)	dua kali istri saya harus dirawat di rumah sakit karna hampir melahirkan premature
2)	istri saya harus menjalani operasi Caesar
3)	anak sulung saya ternyata perempuan
4)	dua jam setelah dilahirkan, anak perempuan saya mengalami keracunan air ketuban
5)	besoknya saya harus membawa ia ke rumah sakit lain untuk dirawat di bagian perinatologi.Kontan kami marah-marah sama Tuhan.Kami merasa sudah berdoa setiap malam selama ia masih di dalam kandungan.
Kami merasa sudah mengaku dosa sebelum saling menerimakan Sakramen Perkawinan.
Kami merasa pun sudah mengaku dosa sebelum melakukan usaha-usaha untuk memiliki anak.Tetapi, kenyataannya harus seperti di atas itu…Sedangkan, saya tahu persis, orang-orang lain yang saya kenal, mereka tidak berdoa seperti kami, pun mereka tidak merasa perlu mengaku dosa terlebih dahulu seperti kami. Akan tetapi pada mereka-mereka itu lancar-lancar saja, tidak seperti pada kami…Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?Syukurlah, setelah dirawat selama beberapa hari, putri sulung saya mulai sembuh. Padahal sewaktu masih dirawat, jika keadaannya tidak semakin baik, saya sudah bersiap-siap membaptisnya sendiri jika tak ada pastor yang bisa dipanggil untuk itu.Saya bersyukur sekali. Benar-benar bersyukur. Walaupun saya diberi anak perempuan, ternyata semua doa saya dikabulkan. Saat ini ia: sangat sehat, sangat cerdas, sangat cantik, juga sangat lucu. Benar deh, kalau Anda melihatnya, Anda pasti akan bilang ia sangat cantik, hahahaha….Setelah berumur 52 hari, kami membawa ia untuk dibaptis dengan nama Ignasia Givalen Charitas Cung.Sedikit pamer tak apa, ya? Karna saya begitu bangga padanya… Begitu bersyukur sama Tuhanku.Ya, ternyata berkat bantuan Bunda Maria, akhirnya Tuhan Yesus memberikan apa yang terbaik dan yang kami perlukan.Seringkali aku tidak mendapatkan apa yang kuminta dalam doa, tetapi aku selalu memperoleh segala sesuatu yang kuperlukan.Salam kasih dalam Tuhan Yesus,
Lukas Cung</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Sdr. Aquilino Amaral,<br
/> Saya ikutan komen, ya…</p><p>Usai menikah secara Katolik, saya berdoa memohon agar segera diberi anak. Ternyata doa saya langsung dikabulkan.<br
/> Hanya, saya juga berdoa begini:<br
/> 1)	kalau boleh, saya minta anak laki-laki, tetapi terserah saja apa yang terbaik untuk kami<br
/> 2)	kalau diberi anak laki-laki, saya mohon agar ia: sehat, cerdas, ganteng, lucu dll…<br
/> 3)	kalau memang diberi anak perempuan, saya mohon agar ia: sehat, cerdas, cantik, lucu dll…<br
/> 4)	saya mohon agar kelahiran anak saya lancar dan tanpa operasi</p><p>Kenyataan yang terjadi adalah:<br
/> 1)	dua kali istri saya harus dirawat di rumah sakit karna hampir melahirkan premature<br
/> 2)	istri saya harus menjalani operasi Caesar<br
/> 3)	anak sulung saya ternyata perempuan<br
/> 4)	dua jam setelah dilahirkan, anak perempuan saya mengalami keracunan air ketuban<br
/> 5)	besoknya saya harus membawa ia ke rumah sakit lain untuk dirawat di bagian perinatologi.</p><p>Kontan kami marah-marah sama Tuhan.</p><p>Kami merasa sudah berdoa setiap malam selama ia masih di dalam kandungan.<br
/> Kami merasa sudah mengaku dosa sebelum saling menerimakan Sakramen Perkawinan.<br
/> Kami merasa pun sudah mengaku dosa sebelum melakukan usaha-usaha untuk memiliki anak.</p><p>Tetapi, kenyataannya harus seperti di atas itu…</p><p>Sedangkan, saya tahu persis, orang-orang lain yang saya kenal, mereka tidak berdoa seperti kami, pun mereka tidak merasa perlu mengaku dosa terlebih dahulu seperti kami. Akan tetapi pada mereka-mereka itu lancar-lancar saja, tidak seperti pada kami…</p><p>Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?</p><p>Syukurlah, setelah dirawat selama beberapa hari, putri sulung saya mulai sembuh. Padahal sewaktu masih dirawat, jika keadaannya tidak semakin baik, saya sudah bersiap-siap membaptisnya sendiri jika tak ada pastor yang bisa dipanggil untuk itu.</p><p>Saya bersyukur sekali. Benar-benar bersyukur. Walaupun saya diberi anak perempuan, ternyata semua doa saya dikabulkan. Saat ini ia: sangat sehat, sangat cerdas, sangat cantik, juga sangat lucu. Benar deh, kalau Anda melihatnya, Anda pasti akan bilang ia sangat cantik, hahahaha….</p><p>Setelah berumur 52 hari, kami membawa ia untuk dibaptis dengan nama Ignasia Givalen Charitas Cung.</p><p>Sedikit pamer tak apa, ya? Karna saya begitu bangga padanya… Begitu bersyukur sama Tuhanku.</p><p>Ya, ternyata berkat bantuan Bunda Maria, akhirnya Tuhan Yesus memberikan apa yang terbaik dan yang kami perlukan.</p><p>Seringkali aku tidak mendapatkan apa yang kuminta dalam doa, tetapi aku selalu memperoleh segala sesuatu yang kuperlukan.</p><p>Salam kasih dalam Tuhan Yesus,<br
/> Lukas Cung</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Aquilino Amaral</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-12273</link> <dc:creator>Aquilino Amaral</dc:creator> <pubDate>Mon, 08 Mar 2010 00:14:18 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-12273</guid> <description>Salam bu Ingrid,Terima kasih atas jawaban ibu, memang penjelasan ibu aku terima 100%.
setelah aku baca memang begitu kita tidak bisa mengubah keputusan Allah, tetapi dengan melalui iman tulus dan penyerahan total kepada Trinitas, Tuhan dapat mengabulkan permintaan kita.Salam buat bu Ingrid dan keluarganya, semoga dalam masa puasa ini, kita akan dikuatkan oleh salib suci.
Amin,Aquilino Amaral</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Salam bu Ingrid,</p><p>Terima kasih atas jawaban ibu, memang penjelasan ibu aku terima 100%.<br
/> setelah aku baca memang begitu kita tidak bisa mengubah keputusan Allah, tetapi dengan melalui iman tulus dan penyerahan total kepada Trinitas, Tuhan dapat mengabulkan permintaan kita.</p><p>Salam buat bu Ingrid dan keluarganya, semoga dalam masa puasa ini, kita akan dikuatkan oleh salib suci.<br
/> Amin,</p><p>Aquilino Amaral</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-12214</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Fri, 05 Mar 2010 15:19:52 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-12214</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Aquilino Amaral&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Memang tidak mudah memahami konsep Allah yang Maha Tahu (&lt;em&gt;God&#039;s foreknowledge&lt;/em&gt;) dalam kaitannya dengan pengabulan doa- doa kita. Seringnya manusia berpendapat dua titik ekstrim, yaitu 1) Tuhan tidak campur dalam hidup kita, atau ekstrim lainnya yaitu 2) Tuhan bisa berubah sesuai dengan kemauan kita atau kita bisa mengubah Tuhan (seolah- olah kita bisa &#039;mengatur keputusan Tuhan&#039;). Nah kedua ekstrim ini keliru. Itulah sebenarnya yang mau disampaikan dalam rangkaian artikel tentang doa (Apakah berdoa percuma, dari bagian 1 s/d 4) &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kesulitan untuk memahami hal ini terletak pada pola pikir sendiri, karena kita membayangkan Tuhan berpikir linear seperti kita, yang terikat oleh ruang dan waktu. Pada manusia memang ada hari kemarin, sekarang dan esok, dan esok bagaimana manusia belum tahu persis. Tetapi bagi Tuhan semuanya adalah &quot;saat ini&quot;, sehingga segala yang lampau dan yang akan datang, sudah diketahui oleh Tuhan, karena Dia adalah Maha Tahu. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sehubungan dengan kasus anda, maka sudah sejak awal mula, Tuhan sudah mengetahui bahwa anak anda itu adalah anak laki-laki. (Kalau Tuhan tidak tahu, maka Ia bukan Maha Tahu, dan tentu ini keliru!). Namun dari segi manusia, anda tidak tahu, dan karenanya anda berdoa menginginkan anak laki- laki. Jadi dari sejak awal Allah sudah tahu bahwa Ia akan memberikan kepada anda, seorang anak laki-laki melalui doa anda. Maka dalam hal ini ada peran doa anda, dan ada peran penyelenggaraan Tuhan dalam hidup anda. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jadi bukan doa anda yang merubah gender manusia (dalam hal ini anak anda) tetapi, karena sejak awal Tuhan sudah merencanakannya semikian. Pemeriksaan dokter atau perkiraan orang lain dapat salah, tetapi rencana Tuhan tidak pernah salah; dan Allah selalu mengetahui dengan persis segala perbuatan-Nya, yang tertuju untuk kebaikan bagi semua orang yang mengasihi Dia. Peran iman di sini adalah agar kita mempunyai keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita. Rasul Paulus mengatakan, &quot;Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.&quot; (Ibr 11:1) Maka kemurahan Allah memberikan kepada anda sesuatu yang anda harapkan, namun itu tidak berarti anda mengubah rencana Allah. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga berguna. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br&gt;
Ingrid Listiati- www. katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Aquilino Amaral</p><p>Memang tidak mudah memahami konsep Allah yang Maha Tahu (<em>God&#8217;s foreknowledge</em>) dalam kaitannya dengan pengabulan doa- doa kita. Seringnya manusia berpendapat dua titik ekstrim, yaitu 1) Tuhan tidak campur dalam hidup kita, atau ekstrim lainnya yaitu 2) Tuhan bisa berubah sesuai dengan kemauan kita atau kita bisa mengubah Tuhan (seolah- olah kita bisa &#8216;mengatur keputusan Tuhan&#8217;). Nah kedua ekstrim ini keliru. Itulah sebenarnya yang mau disampaikan dalam rangkaian artikel tentang doa (Apakah berdoa percuma, dari bagian 1 s/d 4)</p><p>Kesulitan untuk memahami hal ini terletak pada pola pikir sendiri, karena kita membayangkan Tuhan berpikir linear seperti kita, yang terikat oleh ruang dan waktu. Pada manusia memang ada hari kemarin, sekarang dan esok, dan esok bagaimana manusia belum tahu persis. Tetapi bagi Tuhan semuanya adalah &quot;saat ini&quot;, sehingga segala yang lampau dan yang akan datang, sudah diketahui oleh Tuhan, karena Dia adalah Maha Tahu.</p><p>Sehubungan dengan kasus anda, maka sudah sejak awal mula, Tuhan sudah mengetahui bahwa anak anda itu adalah anak laki-laki. (Kalau Tuhan tidak tahu, maka Ia bukan Maha Tahu, dan tentu ini keliru!). Namun dari segi manusia, anda tidak tahu, dan karenanya anda berdoa menginginkan anak laki- laki. Jadi dari sejak awal Allah sudah tahu bahwa Ia akan memberikan kepada anda, seorang anak laki-laki melalui doa anda. Maka dalam hal ini ada peran doa anda, dan ada peran penyelenggaraan Tuhan dalam hidup anda.</p><p>Jadi bukan doa anda yang merubah gender manusia (dalam hal ini anak anda) tetapi, karena sejak awal Tuhan sudah merencanakannya semikian. Pemeriksaan dokter atau perkiraan orang lain dapat salah, tetapi rencana Tuhan tidak pernah salah; dan Allah selalu mengetahui dengan persis segala perbuatan-Nya, yang tertuju untuk kebaikan bagi semua orang yang mengasihi Dia. Peran iman di sini adalah agar kita mempunyai keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita. Rasul Paulus mengatakan, &quot;Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.&quot; (Ibr 11:1) Maka kemurahan Allah memberikan kepada anda sesuatu yang anda harapkan, namun itu tidak berarti anda mengubah rencana Allah.</p><p>Semoga berguna.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- www. katolisitas.org</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Aquilino Amaral</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-12071</link> <dc:creator>Aquilino Amaral</dc:creator> <pubDate>Tue, 02 Mar 2010 07:21:48 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-12071</guid> <description>salam buat Bu Ingrid,Saya pada dasarnya menerima penjelasan ibu, dan saya totally understand what you explained, karena dalam pribadi saya, dan saya berhasil dalam berpendidikan dan mendapat pekerjaan semua atas campur tangan Tuhan, dimana saya saya selalu berdoa kepada Allah Tritunggal.Selebih dari itu juga, ketika saya berdoa kepada Allah Tritunggal, saat istri saya hamil satu bulan, saya berdoa agar bayi yang dikandung itu adalah laki-laki. untuk ada yang berkomentar bahwa anak saya perempuan, tetapi tidak. dan saya berdoa trus agar doa dikabulkan, memang hasil positif. dan juga telah memberi nama: Jika: laki-laki- namanya: Aristoteles, jika perempuan: Platonia., nama tersebut saya simpang di dalam alkitab. dan berdoa. ternyata doa saya dikabulkan.Note: Berhubungan dengan argumen teman-teman diatas
saya keberatan kalau Tuhan tidak campur tangan atas hidup kita.pertanyaan saya: Apakah pengalam itu menunjukkan bahwa Tuhan mengabulkan doa kita? apakah doa kita dapat merubah Gender Manusia? atau karena Iman kita kepada Tuhan, sehingga segala akan terjadi karena iman?</description> <content:encoded><![CDATA[<p>salam buat Bu Ingrid,</p><p>Saya pada dasarnya menerima penjelasan ibu, dan saya totally understand what you explained, karena dalam pribadi saya, dan saya berhasil dalam berpendidikan dan mendapat pekerjaan semua atas campur tangan Tuhan, dimana saya saya selalu berdoa kepada Allah Tritunggal.</p><p>Selebih dari itu juga, ketika saya berdoa kepada Allah Tritunggal, saat istri saya hamil satu bulan, saya berdoa agar bayi yang dikandung itu adalah laki-laki. untuk ada yang berkomentar bahwa anak saya perempuan, tetapi tidak. dan saya berdoa trus agar doa dikabulkan, memang hasil positif. dan juga telah memberi nama: Jika: laki-laki- namanya: Aristoteles, jika perempuan: Platonia., nama tersebut saya simpang di dalam alkitab. dan berdoa. ternyata doa saya dikabulkan.</p><p>Note: Berhubungan dengan argumen teman-teman diatas<br
/> saya keberatan kalau Tuhan tidak campur tangan atas hidup kita.</p><p>pertanyaan saya: Apakah pengalam itu menunjukkan bahwa Tuhan mengabulkan doa kita? apakah doa kita dapat merubah Gender Manusia? atau karena Iman kita kepada Tuhan, sehingga segala akan terjadi karena iman?</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-4134</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Fri, 03 Jul 2009 23:57:19 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-4134</guid> <description>Shalom Lucius,
Anda dapat membaca artikel yang baru saja saya post-kan di website, tentang doa Bapa Kami (&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2009/07/03/doa-bapa-kami-doa-yang-sempurna/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;).Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Lucius,<br
/> Anda dapat membaca artikel yang baru saja saya post-kan di website, tentang doa Bapa Kami (<a
href="http://katolisitas.org/2009/07/03/doa-bapa-kami-doa-yang-sempurna/" rel="nofollow">silakan klik</a>).</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Lucius Dalius</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-4026</link> <dc:creator>Lucius Dalius</dc:creator> <pubDate>Mon, 29 Jun 2009 16:53:05 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-4026</guid> <description>Semua orang dari semua agama menjadikan Doa itu sebahagian dalam kehidupan mereka. Tetapi masih  banyak yang TIDAK MENGETAHUI AKAN ARTI DOA itu sendiri. Selain itu banyak umat kristian sendiri seringkali bertanya MENGAPA KITA HARUS BERDOA SEDANGKAN SEGALANYA SUDAH DITENTUKAN OLEH ALLAH? dan BAGAIMANA CARA BERDOA DENGAN BAIK. akhir sekali, MENGAPA KRISTIAN KATOLIK MENGATAKAN BAHAWA DOA BAPA KAMI ADALAH DOA YANG PALING BAIK &amp; ISTEMEWA. Bolehkah saudara Stef  perjelaskan?..</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Semua orang dari semua agama menjadikan Doa itu sebahagian dalam kehidupan mereka. Tetapi masih  banyak yang TIDAK MENGETAHUI AKAN ARTI DOA itu sendiri. Selain itu banyak umat kristian sendiri seringkali bertanya MENGAPA KITA HARUS BERDOA SEDANGKAN SEGALANYA SUDAH DITENTUKAN OLEH ALLAH? dan BAGAIMANA CARA BERDOA DENGAN BAIK. akhir sekali, MENGAPA KRISTIAN KATOLIK MENGATAKAN BAHAWA DOA BAPA KAMI ADALAH DOA YANG PALING BAIK &amp; ISTEMEWA. Bolehkah saudara Stef  perjelaskan?..</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-3897</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Tue, 23 Jun 2009 02:12:04 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-3897</guid> <description>Shalom Ign Misna,
1) Sebagai pengikut Kristus, kita semua diajar untuk mengasihi Allah dan sesama. Dan, jika kita mengatakan bahwa kita mengasihi Allah, maka kita akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi segala perintah-Nya. Perintah Allah nyata dalam perintah untuk mengasihi, dan yang dijabarkan dalam kesepuluh perintah Allah. Nah, perintah ke-empat dari sepuluh perintah Allah itu adalah agar kita menghormati orang tua kita. Dan sebenarnya hormat ini juga termasuk mengasihi mereka. Jika kita perhatikan, tiga perintah Tuhan yang pertama adalah yang menyangkut kasih kepada Tuhan (yaitu Jangan menyembah berhala, jangan menyebut nama Tuhan dengan tidak hormat, dan perintah untuk menguduskan hari Tuhan) Sedangkan perintah ke-empat sampai ke sepuluh adalah berhubungan dengan kasih kepada sesama. Dan kasih kepada sesama ini pertama-tama ditujukan kepada orang tua kita. Menurut St. Thomas Aquinas, urutan ini bukannya kebetulan, tetapi karena di antara sesama kita, yang paling terutama adalah kita &#039;berhutang&#039; pada orang tua kita yang melahirkan kita ke dunia. Maka kita harus menghormati dan mengasihi mereka dengan segenap hati kita, sebagai bentuk kasih dan penghargaan kita kepada Allah yang memberikan mereka sebagai orang tua kita.
2) Kasih kepada orang tua, memang dapat dinyatakan dengan perhatian/ perbuatan, perkataan dan doa. Jadi tentu baik dan berguna jika kita mendoakan orang tua kita. Dan Tuhan tentu berkenan mendengarkan doa-doa kita untuk orang tua kita. Tetapi jika orang tua kita masih hidup, tentu hal ini tidak cukup. Kita perlu juga berkomunikasi dengan mereka, apalagi jika itu memungkinkan, minimal melalui telpon/ surat.
3) Untuk menghilangkan ke-engganan, maka sebaiknya anda berdoa mohon agar Tuhan yang memberikan keinginan yang kuat untuk mengalahkan rasa enggan tersebut. Ingatlah, bahwa tanpa mereka, anda tidak ada di dunia ini. Dan bagaimanapun juga, karunia kehidupan yang diberikan kepada anda dari Tuhan, adalah melalui orang tua anda. Anda juga dapat memohon kepada Tuhan agar menumbuhkan rasa kasih kepada orang tua anda, sebab bagaimanapun Tuhan adalah sumber Kasih, dan dengan menimba kasih dari pada-Nya kita dapat mengasihi sesama, apapun kondisinya.  Jika saya dapat menyarankan, janganlah terus mempertanyakan masa lalu, misalnya, mengapa sampai anda terpisah dari orang tua dan tinggal di Semarang, padahal orang tua tinggal di Jakarta. Yang sudah berlalu, biarlah berlalu, namun yang terpenting adalah masa sekarang dan di masa depan. Seandainya anda merasa janggal karena lama tak berbicara dengan orang tua, dapat anda mulai dengan langkah sederhana: tulislah surat, atau kirimkanlah kartu dan foto keluarga anda, berikan catatan kecil, betapa anda mengingat mereka dan mengasihi mereka. Mungkin dari awal yang sederhana ini, maka hubungan anda dengan orang tua dapat bertumbuh dan menjadi lebih dekat dan hangat.
Tuhan hanya memberi kita kesempatan hidup di dunia satu kali. Mari kita mengasihi orang tua kita semampu kita, agar jika nanti kita bertemu dengan Tuhan di surga, kita dapat menatap Dia, dan mengatakan bahwa kita telah berusaha mengasihi orang tua kita, yang telah diberikan-Nya kepada kita.Salam kasih dalam Tuhan Yesus,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.orgSalam kasih dalam Kristus Tuhan,</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Ign Misna,<br
/> 1) Sebagai pengikut Kristus, kita semua diajar untuk mengasihi Allah dan sesama. Dan, jika kita mengatakan bahwa kita mengasihi Allah, maka kita akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi segala perintah-Nya. Perintah Allah nyata dalam perintah untuk mengasihi, dan yang dijabarkan dalam kesepuluh perintah Allah. Nah, perintah ke-empat dari sepuluh perintah Allah itu adalah agar kita menghormati orang tua kita. Dan sebenarnya hormat ini juga termasuk mengasihi mereka. Jika kita perhatikan, tiga perintah Tuhan yang pertama adalah yang menyangkut kasih kepada Tuhan (yaitu Jangan menyembah berhala, jangan menyebut nama Tuhan dengan tidak hormat, dan perintah untuk menguduskan hari Tuhan) Sedangkan perintah ke-empat sampai ke sepuluh adalah berhubungan dengan kasih kepada sesama. Dan kasih kepada sesama ini pertama-tama ditujukan kepada orang tua kita. Menurut St. Thomas Aquinas, urutan ini bukannya kebetulan, tetapi karena di antara sesama kita, yang paling terutama adalah kita &#8216;berhutang&#8217; pada orang tua kita yang melahirkan kita ke dunia. Maka kita harus menghormati dan mengasihi mereka dengan segenap hati kita, sebagai bentuk kasih dan penghargaan kita kepada Allah yang memberikan mereka sebagai orang tua kita.<br
/> 2) Kasih kepada orang tua, memang dapat dinyatakan dengan perhatian/ perbuatan, perkataan dan doa. Jadi tentu baik dan berguna jika kita mendoakan orang tua kita. Dan Tuhan tentu berkenan mendengarkan doa-doa kita untuk orang tua kita. Tetapi jika orang tua kita masih hidup, tentu hal ini tidak cukup. Kita perlu juga berkomunikasi dengan mereka, apalagi jika itu memungkinkan, minimal melalui telpon/ surat.<br
/> 3) Untuk menghilangkan ke-engganan, maka sebaiknya anda berdoa mohon agar Tuhan yang memberikan keinginan yang kuat untuk mengalahkan rasa enggan tersebut. Ingatlah, bahwa tanpa mereka, anda tidak ada di dunia ini. Dan bagaimanapun juga, karunia kehidupan yang diberikan kepada anda dari Tuhan, adalah melalui orang tua anda. Anda juga dapat memohon kepada Tuhan agar menumbuhkan rasa kasih kepada orang tua anda, sebab bagaimanapun Tuhan adalah sumber Kasih, dan dengan menimba kasih dari pada-Nya kita dapat mengasihi sesama, apapun kondisinya.  Jika saya dapat menyarankan, janganlah terus mempertanyakan masa lalu, misalnya, mengapa sampai anda terpisah dari orang tua dan tinggal di Semarang, padahal orang tua tinggal di Jakarta. Yang sudah berlalu, biarlah berlalu, namun yang terpenting adalah masa sekarang dan di masa depan. Seandainya anda merasa janggal karena lama tak berbicara dengan orang tua, dapat anda mulai dengan langkah sederhana: tulislah surat, atau kirimkanlah kartu dan foto keluarga anda, berikan catatan kecil, betapa anda mengingat mereka dan mengasihi mereka. Mungkin dari awal yang sederhana ini, maka hubungan anda dengan orang tua dapat bertumbuh dan menjadi lebih dekat dan hangat.<br
/> Tuhan hanya memberi kita kesempatan hidup di dunia satu kali. Mari kita mengasihi orang tua kita semampu kita, agar jika nanti kita bertemu dengan Tuhan di surga, kita dapat menatap Dia, dan mengatakan bahwa kita telah berusaha mengasihi orang tua kita, yang telah diberikan-Nya kepada kita.</p><p>Salam kasih dalam Tuhan Yesus,<br
/> Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ign misna</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-3881</link> <dc:creator>Ign misna</dc:creator> <pubDate>Mon, 22 Jun 2009 05:56:24 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-3881</guid> <description>Saya  selalu berdoa untuk ,ibu  , keluarga saudara  saya yang berada diJakarta ,sedangkan saya berada diSemarang.Tetapi ada sesuatu hal yang saya alami dan saya sendiri tidak tahu mengapa?.
Saya selalu mempunyai perasaan enggan dan malas apabila saya ingin berkomunikasi langsung dengan mereka melalui telpon, padahal sarana untuk itu sudah ada dan siap untuk dipergunakan.Sewaktu kecil memang saya tinggal tidak dengan mereka ,saya tinggal sendiri di Semarang, sampai saya  menikah dan mempunyai anak hingga sekarang.
Yang ingin saya tanyakan adalah   :
1.    Atas sikap saya itu yang berhubungan dengan iman Katolik.
2.    Apakah doa saya itu  berguna bagi mereka dapat diterima oleh Tuhan ?
3 .   Apa yang seharusnya saya lakukan untuk menghilangkan keengganan tersebut .
Terima kasih atas semua sarannya ,semoga Tuhan selalu menyertai anda .Amin.
Salam hornat dari saya.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Saya  selalu berdoa untuk ,ibu  , keluarga saudara  saya yang berada diJakarta ,sedangkan saya berada diSemarang.Tetapi ada sesuatu hal yang saya alami dan saya sendiri tidak tahu mengapa?.<br
/> Saya selalu mempunyai perasaan enggan dan malas apabila saya ingin berkomunikasi langsung dengan mereka melalui telpon, padahal sarana untuk itu sudah ada dan siap untuk dipergunakan.Sewaktu kecil memang saya tinggal tidak dengan mereka ,saya tinggal sendiri di Semarang, sampai saya  menikah dan mempunyai anak hingga sekarang.<br
/> Yang ingin saya tanyakan adalah   :<br
/> 1.    Atas sikap saya itu yang berhubungan dengan iman Katolik.<br
/> 2.    Apakah doa saya itu  berguna bagi mereka dapat diterima oleh Tuhan ?<br
/> 3 .   Apa yang seharusnya saya lakukan untuk menghilangkan keengganan tersebut .<br
/> Terima kasih atas semua sarannya ,semoga Tuhan selalu menyertai anda .Amin.<br
/> Salam hornat dari saya.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-3859</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Sat, 20 Jun 2009 21:01:21 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-3859</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Dewi, &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pertama- tama, mari kita sadari terlebih dahulu, bahwa setiap kali kita menyesali perbuatan kita yang salah, itu sesungguhnya karena berkat Roh Kudus yang bekerja, untuk membawa kita kepada pertobatan. Maka dalam hal ini, Dewi patut bersyukur, bahwa Tuhan menyadarkan anda atas segala kesalahan anda. Perbuatan mencuri tentulah tidak berkenan di mata Tuhan, dan karena Tuhan tak ingin anda semakin dalam jatuh ke dalam dosa ini, maka Ia memanggil anda untuk menyadari betapa ini tidak sesuai dengan ajaran-Nya.  Maka, jika saya boleh mengusulkan, maka inilah yang mungkin dapat Dewi lakukan jika anda seorang Katolik: &lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;1) Berdoalah terlebih dahulu dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Anda boleh menentukan sendiri tempatnya, entah di rumah, atau di gereja, namun sedapat mungkin carilah tempat dan waktu di mana anda dapat sungguh berkomunikasi dengan Tuhan: hanya anda dengan Dia, dan mulailah dengan sikap sujud dan berlutut di hadapan-Nya. Anda dapat mulai dengan membaca Mazmur 51, Luk 15: 11-32 sambil mengarahkan pandangan kepada salib Tuhan Yesus, atau katakanlah berulang kali, &quot;Tuhan, kasihanilah aku....&quot; Anda dapat pula berdoa rosario, sambil memohon agar Bunda Maria mendoakan anda, dan dengan doa-doanya membantu anda untuk sungguh-sungguh bertobat. Lihatlah ke dalam hati anda dengan jujur, untuk melihat apakah yang menyebabkan anda mencuri? Apakah akarnya demi kesenangan membeli barang-barang mewah, atau karena anda terlibat pergaulan yang tidak baik, ketagihan obat-obatan, taruhan/ gambling atau apa? Periksalah batin anda (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik di sini&lt;/a&gt;) untuk melihat adakah dosa lain yang memisahkan anda dengan Tuhan. Akuilah semua ini di hadapan-Nya, dan selanjutnya, anda dapat mengucapkan doa spontan, mohonlah kekuatan kepada Tuhan Yesus agar anda dapat mengakukan dosa ini di hadapan pastor dalam Sakramen Pengakuan Dosa, agar sungguh anda dapat menerima karunia pengampunan dari Tuhan, dan dikuatkan untuk tidak lagi mengulangi dosa yang sama. Tutuplah doa anda dengan doa Bapa Kami, renungkanlah setiap kata-katanya dengan sepenuh hati. &lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;2) Datanglah mengaku dosa dalam Sakramen Pengakuan dosa. Jika anda tidak mengetahui jadwalnya, silakan menghubungi Pastor Paroki, dan buatlah janji untuk bertemu, untuk dapat menerima sakramen Tobat ini. Katakan sejujurnya, apa yang terjadi dalam kehidupan anda, terutama tentang dorongan untuk mencuri yang mengganggu anda. Dengarkan nasehat pastor, terutama bagaimana caranya agar anda tidak lagi jatuh ke dalam dosa yang sama. Lakukan penitensi yang disyaratkan. Berdoalah dengan ucapan syukur, bahwa Tuhan telah mengampuni anda. &lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;3) Isilah kehidupan selanjutnya dengan doa, dan berdoa, mohon bimbingan Tuhan. Datanglah kepada ibu anda, dan katakanlah segala yang sejujurnya, dan sampaikan juga penyesalan anda yang paling dalam dan tulus kepadanya. Semoga ibu anda dapat mengampuni anda. &lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;4) Perbaikilah kehidupan anda, jauhilah pergaulan yang tidak sehat, usahakanlah pola hidup yang sederhana.  Semoga Tuhan Yesus sendiri memberikan rahmat kepada Dewi untuk meninggalkan kehidupan yang lama, menuju kehidupan yang baru bersama Kristus. Percayalah bahwa Tuhan Yesus Maha Pengampun, namun juga, mohonlah kepada-Nya agar diberi kekuatan untuk menolak dosa. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demikianlah, kita sebagai orang beriman harus mengimani kasih Tuhan yang tiada terbatas, namun kita harus pula berusaha dengan segenap kekuatan kita untuk mengasihi-Nya dengan menjauhi segala dosa yang bertentangan dengan perintah-perintah-Nya.   Salam kasih dalam Kristus Tuhan,  Ingrid Listiati- www.katolisitas.org  PS: Saya mohon maaf karena saya terlambat membalas surat anda.&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Dewi,</p><p>Pertama- tama, mari kita sadari terlebih dahulu, bahwa setiap kali kita menyesali perbuatan kita yang salah, itu sesungguhnya karena berkat Roh Kudus yang bekerja, untuk membawa kita kepada pertobatan. Maka dalam hal ini, Dewi patut bersyukur, bahwa Tuhan menyadarkan anda atas segala kesalahan anda. Perbuatan mencuri tentulah tidak berkenan di mata Tuhan, dan karena Tuhan tak ingin anda semakin dalam jatuh ke dalam dosa ini, maka Ia memanggil anda untuk menyadari betapa ini tidak sesuai dengan ajaran-Nya.  Maka, jika saya boleh mengusulkan, maka inilah yang mungkin dapat Dewi lakukan jika anda seorang Katolik:</p><p
style="margin-left: 40px;">1) Berdoalah terlebih dahulu dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Anda boleh menentukan sendiri tempatnya, entah di rumah, atau di gereja, namun sedapat mungkin carilah tempat dan waktu di mana anda dapat sungguh berkomunikasi dengan Tuhan: hanya anda dengan Dia, dan mulailah dengan sikap sujud dan berlutut di hadapan-Nya. Anda dapat mulai dengan membaca Mazmur 51, Luk 15: 11-32 sambil mengarahkan pandangan kepada salib Tuhan Yesus, atau katakanlah berulang kali, &quot;Tuhan, kasihanilah aku&#8230;.&quot; Anda dapat pula berdoa rosario, sambil memohon agar Bunda Maria mendoakan anda, dan dengan doa-doanya membantu anda untuk sungguh-sungguh bertobat. Lihatlah ke dalam hati anda dengan jujur, untuk melihat apakah yang menyebabkan anda mencuri? Apakah akarnya demi kesenangan membeli barang-barang mewah, atau karena anda terlibat pergaulan yang tidak baik, ketagihan obat-obatan, taruhan/ gambling atau apa? Periksalah batin anda (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/" rel="nofollow">silakan klik di sini</a>) untuk melihat adakah dosa lain yang memisahkan anda dengan Tuhan. Akuilah semua ini di hadapan-Nya, dan selanjutnya, anda dapat mengucapkan doa spontan, mohonlah kekuatan kepada Tuhan Yesus agar anda dapat mengakukan dosa ini di hadapan pastor dalam Sakramen Pengakuan Dosa, agar sungguh anda dapat menerima karunia pengampunan dari Tuhan, dan dikuatkan untuk tidak lagi mengulangi dosa yang sama. Tutuplah doa anda dengan doa Bapa Kami, renungkanlah setiap kata-katanya dengan sepenuh hati.</p><p
style="margin-left: 40px;">2) Datanglah mengaku dosa dalam Sakramen Pengakuan dosa. Jika anda tidak mengetahui jadwalnya, silakan menghubungi Pastor Paroki, dan buatlah janji untuk bertemu, untuk dapat menerima sakramen Tobat ini. Katakan sejujurnya, apa yang terjadi dalam kehidupan anda, terutama tentang dorongan untuk mencuri yang mengganggu anda. Dengarkan nasehat pastor, terutama bagaimana caranya agar anda tidak lagi jatuh ke dalam dosa yang sama. Lakukan penitensi yang disyaratkan. Berdoalah dengan ucapan syukur, bahwa Tuhan telah mengampuni anda.</p><p
style="margin-left: 40px;">3) Isilah kehidupan selanjutnya dengan doa, dan berdoa, mohon bimbingan Tuhan. Datanglah kepada ibu anda, dan katakanlah segala yang sejujurnya, dan sampaikan juga penyesalan anda yang paling dalam dan tulus kepadanya. Semoga ibu anda dapat mengampuni anda.</p><p
style="margin-left: 40px;">4) Perbaikilah kehidupan anda, jauhilah pergaulan yang tidak sehat, usahakanlah pola hidup yang sederhana.  Semoga Tuhan Yesus sendiri memberikan rahmat kepada Dewi untuk meninggalkan kehidupan yang lama, menuju kehidupan yang baru bersama Kristus. Percayalah bahwa Tuhan Yesus Maha Pengampun, namun juga, mohonlah kepada-Nya agar diberi kekuatan untuk menolak dosa.</p><p>Demikianlah, kita sebagai orang beriman harus mengimani kasih Tuhan yang tiada terbatas, namun kita harus pula berusaha dengan segenap kekuatan kita untuk mengasihi-Nya dengan menjauhi segala dosa yang bertentangan dengan perintah-perintah-Nya.   Salam kasih dalam Kristus Tuhan,  Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a> PS: Saya mohon maaf karena saya terlambat membalas surat anda.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: dewi retha</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-3779</link> <dc:creator>dewi retha</dc:creator> <pubDate>Sat, 13 Jun 2009 06:46:52 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-3779</guid> <description>Shaloom....hidup saya sangatlah complicated. Pada dasarnya saya dari keluarga mampu. Tapi entah kenapa saya selalu berusaha memiliki sesuatu tidak dengan cara yang baik. Saya telah mencuri sesuatu yang bukan punya saya dan itu adalah kepunyaan ibu saya. Jutaan sudah saya mencuri dari orang tua saya. Dari hati saya sangat menyesalinya. Saya ingin mengakui semua yang telah saya lakukan tapi saya takut menhadapi kemarahan orangtua saya....Sangat takut....Saya mohon doa supaya Tuhan mendampingi saya dan memberikan saya kekuatan untuk jalani semua proses pertobatan saya ini. Tapi saya ragu apakah orangtua saya akan memaafkan saya? dan apakah Tuhan akan mengampuni saya? Sudah berulangkali saya jatuh pada kesalahan yang sama.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shaloom&#8230;.hidup saya sangatlah complicated. Pada dasarnya saya dari keluarga mampu. Tapi entah kenapa saya selalu berusaha memiliki sesuatu tidak dengan cara yang baik. Saya telah mencuri sesuatu yang bukan punya saya dan itu adalah kepunyaan ibu saya. Jutaan sudah saya mencuri dari orang tua saya. Dari hati saya sangat menyesalinya. Saya ingin mengakui semua yang telah saya lakukan tapi saya takut menhadapi kemarahan orangtua saya&#8230;.Sangat takut&#8230;.Saya mohon doa supaya Tuhan mendampingi saya dan memberikan saya kekuatan untuk jalani semua proses pertobatan saya ini. Tapi saya ragu apakah orangtua saya akan memaafkan saya? dan apakah Tuhan akan mengampuni saya? Sudah berulangkali saya jatuh pada kesalahan yang sama.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-3236</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Mon, 25 May 2009 03:01:07 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-3236</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Ryan,&lt;br&gt;
Dalam teks Bapa Kami dalam bahasa Latin, memang disebutkan demikian, &quot;...et dimitte nobis debita nostra sicut et nos dimittimus debitoribus nostris&quot; yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris, &quot;and forgive us our trespasses as we forgive those who trespass against us&quot; (or, forgive us our sins as we forgive those who sin against us) atau dalam bahasa Indonesia, &quot;dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.&quot;&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Memang jika dilihat terjemahan bebas dari &quot;&lt;em&gt;dimitte&lt;/em&gt;&quot; yang berasal dari kata &quot;&lt;em&gt;dimitto&lt;/em&gt;&quot; itu adalah untuk melepaskan/ to break up, dismiss, leave, abandon, leave behind, dan yang dilepaskan itu adalah &quot;debita&quot; yang berkonotasi &quot;hutang/debt&quot;. Maka di sini konteksnya adalah perbedaan derajat antara yang memberi hutang dan yang diberi hutang. Dan memang demikianlah sesungguhnya hubungan kita dengan Tuhan, karena kita manusia tidak pernah sejajar dengan Tuhan, dan kita selalu dalam posisi &#039;hutang&#039; karena segala dosa-dosa kita.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Saya bukan ahli bahasa, namun dari konteks di ataslah saya kira, mengapa kalimat tersebut diterjemahkan sebagai &#039;mengampuni&#039; daripada &#039;memaafkan&#039;, karena memang &#039;mengampuni&#039; lebih mengacu pada konteks &#039;hutang&#039; tersebut.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br&gt;
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Ryan,<br
/> Dalam teks Bapa Kami dalam bahasa Latin, memang disebutkan demikian, &quot;&#8230;et dimitte nobis debita nostra sicut et nos dimittimus debitoribus nostris&quot; yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris, &quot;and forgive us our trespasses as we forgive those who trespass against us&quot; (or, forgive us our sins as we forgive those who sin against us) atau dalam bahasa Indonesia, &quot;dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.&quot;</p><p>Memang jika dilihat terjemahan bebas dari &quot;<em>dimitte</em>&quot; yang berasal dari kata &quot;<em>dimitto</em>&quot; itu adalah untuk melepaskan/ to break up, dismiss, leave, abandon, leave behind, dan yang dilepaskan itu adalah &quot;debita&quot; yang berkonotasi &quot;hutang/debt&quot;. Maka di sini konteksnya adalah perbedaan derajat antara yang memberi hutang dan yang diberi hutang. Dan memang demikianlah sesungguhnya hubungan kita dengan Tuhan, karena kita manusia tidak pernah sejajar dengan Tuhan, dan kita selalu dalam posisi &#8216;hutang&#8217; karena segala dosa-dosa kita.</p><p>Saya bukan ahli bahasa, namun dari konteks di ataslah saya kira, mengapa kalimat tersebut diterjemahkan sebagai &#8216;mengampuni&#8217; daripada &#8216;memaafkan&#8217;, karena memang &#8216;mengampuni&#8217; lebih mengacu pada konteks &#8216;hutang&#8217; tersebut.</p><p>Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ryan09</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-3135</link> <dc:creator>Ryan09</dc:creator> <pubDate>Mon, 25 May 2009 02:52:23 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-3135</guid> <description>Shalom Bp StefanusApakah tidak lebih pas jika kata &quot;mengampuni&quot; diterjemahkan dengan &quot;memaafkan&quot;? O, ya untuk bahasa aslinya sendiri memakai kata apa? Kalau doa Bapa Kami bhs Inggris khan pakai kata forgive yang bisa berarti mengampuni/memaafkan. Untuk bahasa Indonesia sendiri kata mengampuni dan memaafkan menurut saya artinya tidak sama persis.GBU
Ryan09</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Bp Stefanus</p><p>Apakah tidak lebih pas jika kata &#8220;mengampuni&#8221; diterjemahkan dengan &#8220;memaafkan&#8221;? O, ya untuk bahasa aslinya sendiri memakai kata apa? Kalau doa Bapa Kami bhs Inggris khan pakai kata forgive yang bisa berarti mengampuni/memaafkan. Untuk bahasa Indonesia sendiri kata mengampuni dan memaafkan menurut saya artinya tidak sama persis.</p><p>GBU<br
/> Ryan09</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-3063</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Tue, 12 May 2009 14:26:30 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-3063</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Deasy,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya. Memang masalah takdir adalah sesuatu yang begitu sulit dipahami, karena takdir mengundang pertanyaan hubungan tentang kehendak bebas manusia dan Tuhan yang Maha Tahu. Yang menjadi masalah adalah bagaimana sebenarnya harmoni antara keduanya. Untuk itu, silakan membaca beberapa artikel berikut ini beserta dengan tanya-jawab:&lt;/p&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/?p=150&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kesalahan persepsi doa (bagian 1)&lt;/a&gt;: &quot;Tuhan tidak campur tangan dalam kejadian di dunia ini.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/?p=167&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kesalahan persepsi doa (bagian 2)&lt;/a&gt;: &quot;Semua sudah diatur dan ditakdirkan Tuhan, sehingga berdoa tidak mengubah apapun.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/?p=175&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kesalahan persepsi doa (bagian 3)&lt;/a&gt;: &quot;Berdoa dapat mengubah keputusan Tuhan.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kesimpulan: &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/?p=215&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kenapa kita harus berdoa&lt;/a&gt;?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tanya jawab tentang takdir (&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/#comment-2468&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Semoga artikel dan jawaban tersebut di atas dapat membantu.&lt;br&gt;
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br&gt;
stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Deasy,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya. Memang masalah takdir adalah sesuatu yang begitu sulit dipahami, karena takdir mengundang pertanyaan hubungan tentang kehendak bebas manusia dan Tuhan yang Maha Tahu. Yang menjadi masalah adalah bagaimana sebenarnya harmoni antara keduanya. Untuk itu, silakan membaca beberapa artikel berikut ini beserta dengan tanya-jawab:</p><div
class="MsoNormal"><a
href="http://katolisitas.org/?p=150" rel="nofollow">Kesalahan persepsi doa (bagian 1)</a>: &quot;Tuhan tidak campur tangan dalam kejadian di dunia ini.&quot;</div><div
class="MsoNormal"><a
href="http://katolisitas.org/?p=167" rel="nofollow">Kesalahan persepsi doa (bagian 2)</a>: &quot;Semua sudah diatur dan ditakdirkan Tuhan, sehingga berdoa tidak mengubah apapun.&quot;</div><div
class="MsoNormal"><a
href="http://katolisitas.org/?p=175" rel="nofollow">Kesalahan persepsi doa (bagian 3)</a>: &quot;Berdoa dapat mengubah keputusan Tuhan.&quot;</div><div
class="MsoNormal">Kesimpulan: <a
href="http://katolisitas.org/?p=215" rel="nofollow">Kenapa kita harus berdoa</a>?</div><div
class="MsoNormal">Tanya jawab tentang takdir (<a
href="http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/#comment-2468" rel="nofollow">silakan klik</a>).</div><p>Semoga artikel dan jawaban tersebut di atas dapat membantu.<br
/> Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Deasy</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/20/apakah-berdoa-itu-percuma-bagian-1/comment-page-1/#comment-3055</link> <dc:creator>Deasy</dc:creator> <pubDate>Tue, 12 May 2009 07:53:31 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=150#comment-3055</guid> <description>Salam dami dalam Yesus Kristus Pak Stef dan Bu Ingrid.Ada yang mau saya tanyakan. Apakah menurut Pak Stef dan Bu Ingrid kita manusia ikut menentukan takdir hidup kita? atau semuanya sudah &quot;dituliskan&quot;? atau di gariskan? mengingat Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih atau menentukan hidupnya. Kalau manusia yang menentukan pilihan hidupnya, bukankah berarti takdir itu ada ditangan manusia itu sendiri?. Terimakasih banyak atas penjelasannya.Tuhan berkati.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Salam dami dalam Yesus Kristus Pak Stef dan Bu Ingrid.</p><p>Ada yang mau saya tanyakan. Apakah menurut Pak Stef dan Bu Ingrid kita manusia ikut menentukan takdir hidup kita? atau semuanya sudah &#8220;dituliskan&#8221;? atau di gariskan? mengingat Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih atau menentukan hidupnya. Kalau manusia yang menentukan pilihan hidupnya, bukankah berarti takdir itu ada ditangan manusia itu sendiri?. Terimakasih banyak atas penjelasannya.</p><p>Tuhan berkati.</p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 10/82 queries in 0.119 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-09-08 10:39:12 -->