Mengapa Orang Kristen Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan?
|
Pencarian kebenaran akan Tuhan mengarahkan manusia kepada kepercayaan akan satu Tuhan. Namun pengetahuan dari Allah yang dinyatakan kepada manusia membuka pengetian yang baru, bahwa Tuhan, selain Maha Besar, juga Immanuel, yaitu Tuhan yang bersama dengan manusia. Dia Immanuel karena Dia adalah Tuhan Allah yang menjelma menjadi manusia, hadir di dalam sejarah umat manusia, dan dinamakan Yesus Kristus. Kehadiran-Nya di dunia dan ke-Allahan dari Yesus dapat dijelaskan melalui:
|
Yesus Kristus, Allah yang menyatakan diri-Nya kepada manusia.
Setelah kita melihat pembuktian tentang keberadaan Tuhan yang Satu, maka sekarang kita akan meneliti Tuhan, seperti yang dipercayai oleh agama-agama yang percaya akan satu Tuhan. Kristen, Islam, dan agama Yahudi adalah tiga agama yang percaya akan satu Tuhan, dan juga dimulai di daerah yang sama. Yang paling membedakan antara dua agama monotheism yang lain dengan Kristen adalah figur “Yesus”. Bahkan bisa dikatakan, bahwa agama Kristen adalah bukan agama yang berdasarkan buku, namun berdasarkan sosok Pribadi, yaitu Yesus Kristus.
Untuk menjawab, kenapa orang Kristen percaya kepada Yesus, kita tidak bisa hanya mendasarkan argumen pada filosofi, karena keterbatasan dari pemikiran manusia. Yesus, Tuhan yang dilahirkan sebagai manusia, tidak dapat diterangkan dengan pemikiran manusia semata, namun harus digabungkan dengan iman[1]. Filosofi dapat membantu untuk menerangkan bahwa kepercayaan itu adalah “yang sudah selayaknya”. Disini kita dapat menggunakan “argument of fittingness.” Argumen ini untuk menunjukkan bahwa sesuatu yang dinyatakan oleh Tuhan adalah memang sudah seharusnya atau selayaknya terjadi.
Argumen dari prinsip kesempurnaan mahluk berakal budi.
Yesus Kristus hanya dapat dijelaskan dalam relasinya dengan Allah, yaitu Allah yang mempunyai tiga kepribadian. Sesuatu yang dapat disetujui bersama tentang Tuhan, yaitu Tuhan adalah Maha sempurna. Kesempurnaan manusia dikarenakan oleh keberadaan manusia sebagai mahluk personal atau “personal being,” yang mempunyai kemampuan untuk mengasihi, memberikan dirinya kepada orang lain, dan juga mempunyai kemampuan untuk berkumpul dengan sesama. Kalau ini benar untuk manusia (tingkat natural), maka di tingkat supernatural ada kebenaran yang sama dalam tingkatan yang paling sempurna. Jadi Tuhan tidak mungkin Tuhan yang sendirian, namun “keluarga Tuhan”, dimana keberadaan-Nya, kasih-Nya, dan kemampuan-Nya untuk bersekutu dapat terwujud.
Argumen dari definisi kasih.
Kasih tidak mungkin dapat berdiri sendiri. Kasih senantiasa melibatkan dua pihak. Sebagai contoh, kasih suami istri, masing-masing dapat mengasihi secara lengkap, karena suami-istri “saling” mengasihi. Kalau Tuhan adalah kasih, kasih yang paling sempurna, maka tidak mungkin Tuhan tidak mempunyai seseorang yang dapat menjadi saluran kasih-Nya dan juga dapat membalas kasih-Nya dengan derajat yang sama. Jadi Tuhan itu harus satu, namun bukan Tuhan yang terisolasi sendirian. Jika tidak demikian, maka Tuhan tidak mungkin untuk menyalurkan kasih-Nya yang sejati.
Orang mungkin berargumentasi bahwa Tuhan bisa saja satu dan Dia dapat menyalurkan kasih-Nya dan menerima balasan kasih dari manusia. Namun, kalau kita pikir secara logis, hal ini tidaklah mungkin karena Tuhan tidak mungkin tergantung dari manusia yang kasihnya tidaklah berarti dibandingkan dengan kasih Tuhan. Dengan demikin, sangatlah logis, kalau Tuhan mempunyai “kehidupan interior/ interior life,” sehingga Dia dapat memberikan cinta sempurna yang rela berkorban. Dan dalam kehidupan interior inilah ada Yesus Kristus, Allah Putera, yang mempunyai derajat kasih yang sama dengan Allah Bapa. Operasi dari Allah Bapa dan Allah Putera adalah mengasihi secara kekal, sempurna, dan tak terbatas. Dan buah dari kasih ini adalah Roh Kudus.[2] Dan dengan kematian Yesus di kayu salib, Tuhan menunjukkan akan bukti adanya kasih yang sempurna, yaitu dengan memberikan diri sendiri kepada orang lain.[3] Pembahasan lengkap tentang Trinitas akan dibahas dalam tulisan yang lain.
Yesus adalah Tuhan – melalui empat pilihan
Salah satu cara untuk membuktikan ke-Allahan dari Yesus adalah dengan memberikan beberapa pilihan sehingga pada akhirnya kita dapat menentukan pilihan secara logis. Pembuktian ini (pilihan satu - tiga) disarikan dari pembuktian menurut C.S. Lewis dalam bukunya “Mere Christianity”[4] dengan maksud untuk memberikan penjelasan kepada orang-orang - termasuk yang bukan Kristen - yang mungkin berkata “Saya percaya kepada Yesus hanya sebagai nabi, atau orang yang yang baik, atau sebagai guru moral yang besar, namun saya tidak mau mempercayai Yesus sebagai Tuhan.” Percaya kepada Yesus tidak bisa setengah-setengah. Mungkin terjemahan dalam bahasa Indonesia terdengar kasar, namun kontras ini dibuat agar kita dapat memilih pilihan yang paling logis bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Tuhan.
Pilihan 1 – Yesus adalah sungguh Tuhan Allah yang menjelma menjadi manusia
Di dalam sejarah manusia, tidak ada manusia yang pernah mengaku dirinya sebagai Tuhan dan juga mempunyai kemampuan dan kuasa Tuhan. Para nabi dari berbagai agama tidak pernah mengaku bahwa mereka adalah satu (hypostatic union) dengan Tuhan seperti yang ditunjukkan oleh Yesus sendiri.
Juga dapat dibuktikan bahwa di masa hidupnya, Yesus melakukan sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan, sebagai contoh: 1) Yesus mengampuni dosa manusia, seperti yang ditunjukkan dalam cerita penyembuhan orang yang lumpuh (Mat 9:2-8), 2) Yesus menempatkan diri sebagai Pemberi dan Pengatur dari hukum moral, seperti yang ditunjukkan dalam kotbah di bukit (Mat 5:27-28), 3) Dia juga memberikan peneguhan bahwa Yesus dan Allah adalah satu (Yoh 10:30), 4) Yesus juga mengatakan bahwa segala kuasa di bumi dan di surga diberikan kepada-Nya (Mat 28:18). Kalau kita tidak percaya akan pilihan ini, maka kita akan mengambil kesimpulan dengan pilihan-pilihan di bawah ini.
Pilihan 2 – Yesus adalah seorang yang tidak dapat menggunakan akal sehat (dalam bukunya, C.S Lewis mengatakan “madman”)
Di dalam Kitab Suci tidak pernah ada yang mengindikasikan bahwa Yesus adalah seseorang yang tidak dapat menggunakan akal sehat. Adalah sangat tidak mungkin, kalau para rasul, para santa dan santo mau mengorbankan nyawa mereka untuk seseorang yang tidak dapat menggunakan akal sehat. Jadi pilihan ini sebetulnya sangatlah tidak mungkin.
Pilihan 3 – Yesus adalah seorang yang lebih buruk dari itu (dalam bukunya, C.S Lewis mengatakan “something worse”)
Kalau Dia mengaku bahwa diri-Nya adalah Tuhan – padahal bukan – maka dapat disimpulkan bahwa Dia adalah seseorang yang jahat. Namun untuk mengambil kesimpulan bahwa Yesus adalah seorang yang jahat adalah tidak mungkin, karena Dia hanya melakukan sesuatu yang baik, dan ajaran moral yang disampaikan kepada manusia adalah begitu sempurna dan tidak ada duanya dibandingkan dengan ajaran agama yang lain. Mungkin ada yang pernah mendengar bahwa Mahatma Gandi begitu mengagumi Yesus, terutama ajaran kotbah di bukit. Jadi pilihan ini juga tidak mungkin.
Pilihan 4 – Cerita tentang Yesus adalah kebohongan belaka
Ada beberapa kesaksian dari agama lain yang mengatakan bahwa Yesus dijadikan Tuhan oleh manusia – yaitu oleh para murid dan pengikut dan juga pada jaman Konstantinopel, di Konsili Niceae (325). Ini adalah pernyataan yang mau membagi dan memisahkan antara Yesus menurut sejarah (Jesus of History) dan Yesus menurut iman (Jesus of faith). Namun pernyataan ini sangatlah tidak mendasar kalau kita melihat bahwa pernyataan para murid, juga termasuk St. Paulus yang dibuat sekitar beberapa tahun setelah Yesus wafat. Bayangkan kalau misalkan ada banyak tulisan bahwa di Jakarta tidak pernah terjadi banjir. Dan berita ini terus diberitakan di dalam koran, televisi, dll. Tentu saja ini berita yang tidak benar, dan orang-orang yang mengalami kebanjiran akan protes dan membuat surat pernyataan, demo, dll. Namun pernyataan bahwa Yesus adalah Tuhan di depan saksi banyak orang – yang mengalami kehidupan Yesus – tidak mengundang protes atau tulisan yang menyanggah. Sejarah tidak menemukan tulisan asli abad awal yang menyanggah tentang kebangkitan Kristus. Jadi, kesimpulannya, Yesus sungguh bangkit; kebangkitanNya adalah sesuatu yang nyata dan bukan karangan para muridNya. Jadi kemungkinan bahwa Yesus adalah kebohongan belaka, sangatlah tidak mungkin.
Kalau kemungkinan 2,3, dan 4 adalah tidak mungkin, maka hanya kemungkinan 1 saja yang paling mungkin, yaitu “Yesus adalah Tuhan Allah yang menjelma menjadi manusia.”
Pembuktian indah dari seorang kepala Rabi Yahudi yang menjadi Katolik
Pembuktian yang indah dari hal sama ditulis juga dalam buku autobiografi Eugenio Zolli, kepala rabi Yahudi pada masa perang dunia ke-2 yang kemudian menjadi Katolik pada tahun 1945.[5] Di Polandia, dia sering mengunjungi rumah teman sekolahnya yang bernama Stanislaus, yang beragama Katolik. Di dinding rumah itu tergantung salib kayu yang sederhana. Eugenio mengatakan dalam bukunya
“Sering – aku tidak tahu kenapa – aku akan menatap salib itu dan memandang cukup lama pada “seseorang” yang tergantung di salib. Sejujurnya, permenungan ini selalu diikuti gejolak di dalam jiwaku.
Mengapa orang ini disalibkan? Aku bertanya kepada diriku sendiri. Apakah dia orang jahat? …. Mengapa banyak orang mengikuti dia, kalau dia jahat dan mengapa temanku dan ibunya yang juga mengikuti dia adalah orang-orang yang baik? Bagaimana bahwa Stanislaus dan ibunya begitu baik dan mereka menyembah dia yang disalibkan ini? Dia tidak mengeluh, dia tidak melawan. Di wajah-nya tidak ada ekspresi kebencian ataupun kemarahan….Tidak. dia, Yesus, orang itu – sekarang menjadi “Dia” untukku dengan huruf besar “D.” Dia tidak jahat. Dia tidak mungkin jahat…. Satu hal yang kutahu dengan pasti “Dia sungguh baik“.
Pembuktian Gamaliel, dari Kisah Para Rasul.
Kita melihat di Kisah Para Rasul (Kis 5:26-42), bahwa Gamaliel, seorang ahli taurat yang sangat dihormati menasehatkan kepada orang banyak agar mempertimbangkan perbuatan terhadap pengikut Yesus (Petrus dan rasul-rasul lainnya). Sebab, di waktu yang lalu, setelah kematian Teudas yang mengaku sebagai orang yang istimewa, 400 pengikutnya tercerai berai dan lenyap. Jadi jika perbuatan para murid Kristus berasal dari manusia, mereka akan lenyap dengan sendirinya. Namun jika dari Allah, semua itu tidak dapat dilawan.
Kenyataan bahwa sampai sekarang, setelah 2000 tahun dari kejadian itu, para pengikut Kristus masih bertahan di dalam Gereja Katolik, membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan, dan ajaran-Nya adalah dari Allah.
Yesus adalah Tuhan – melalui ” Motif yang meyakinkan / Motive of credibility”
Motif 1 – Nubuat
Motif pertama adalah nubuat atau diberitakan sebelumnya. Kedatangan Tuhan sudah dinubuatkan beribu-ribu tahun sebelum Yesus datang, dengan melalui persiapan yang panjang.[6] Adalah sangat logis, kalau kedatangan Yesus untuk misi keselamatan seluruh umat manusia dipersiapkan dengan matang, dengan tanda-tanda, sehingga orang tidak sampai salah mengerti. Kita bisa mengambil contoh: Kalau beberapa orang dalam tingkatan direktur pabrik mobil Toyota mengatakan bahwa 20 tahun lagi - semua produk mobil Toyota tidak akan menggunakan bensin, namun menggunakan tenaga surya, juga dapat bergerak dengan kecepatan 200 km/jam, ditambah dengan kemampuan yang lain – maka kita akan percaya, karena yang mengatakan adalah para pembuat mobil tersebut.
Kita dapat menerapkan prinsip ini pada hal persiapan Yesus datang ke dunia ini, yang sudah diberitakan beribu-ribu tahun sebelumnya. Bahkan Nabi Yesaya yang menulis kitab Yesaya sekitar 700 tahun sebelum kedatangan Yesus Kristus, dapat secara persis menggambarkan tentang Kristus yang menderita (Lih. Yes 53). Yesaya dapat menggambarkan secara persis apa yang akan dialami oleh Kristus, karena dia mendapatkan pengetahuan dari Tuhan sendiri. Dan bahwa di dalam sejarah, semua itu terpenuhi dalam diri Yesus, maka ini menjadi bukti akan kebenaran bahwa yang dinubuatkan adalah benar, yaitu Yesus sungguh- sungguh datang dari Tuhan dan Yesus adalah Tuhan.
Hal yang lain adalah Tuhan ingin memberitahu manusia tentang Mesias jauh hari sebelumnya, sehingga pada saatnya tiba, manusia akan dapat mengenali Mesias yang dijanjikan. Dan inilah yang membedakan antara Yesus dengan tokoh-tokoh dalam agama yang lain. Tokoh-tokoh dalam agama lain tidak pernah diberitakan sebelumnya, sebaliknya Yesus diberitakan secara konsisten dalam rangkaian waktu lebih dari 1500 tahun.
Motif 2 – Mukjizat
Motif ke-2 adalah mukjizat. Kita bisa melihat di dalam Alkitab, bahwa Yesus melakukan banyak sekali mukjizat, yang membuktikan bahwa Dia adalah Putera Allah, yang juga menjadi konfirmasi akan kebenaran semua pengajaran-Nya. Kita bisa menemukan bahwa Yesus menyembuhkan orang buta (Mat 9:27-31), orang bisu (Mat 9:32-35), orang tuli (Mk 7:31-37), orang lumpuh (Mat 9:1-8), bahkan membangkitkan orang mati (Yoh 11:1-46).
Yesus juga mengatakan bahwa “ …. tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa” (Yoh 10:37-38).
Di atas semua itu, mukjizat terpenting adalah kebangkitan Kristus (Mat 28:1-10; Mar 16:1-20; Luk 24:1-53; Yoh 20:1-29, 21:1-19; Kis 1:3; 1 Kor 15:17; 1 Kor 15:5-8). Mungkin ada banyak orang yang dapat melakukan mukjizat dan menyembuhkan penyakit-penyakit. Namun orang tersebut pada akhirnya meninggal dan tidak dapat bangkit dengan kekuatan sendiri. Namun Yesus menunjukkan bahwa Ia mempunyai kuasa di atas segalanya, termasuk kematian. Hanya Tuhan yang dapat melakukan hal ini.
Motif 3 – Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus
Keberadaan Gereja Katolik, Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus sendiri menjadi bukti akan janji-Nya sebagai Allah untuk melidungi Gereja-Nya sampai akhir jaman (lih. Mat 16:18) di bawah kepemimpinan rasul Petrus dan juga penerusnya, yaitu para paus. Sudah begitu banyak percobaan yang dialami oleh Gereja Katolik, baik dari dalam Gereja maupun dari luar Gereja. Namun sesuai dengan janji Kristus, Gereja Katolik tetap bertahan dengan mengajarkan kebenaran yang penuh, ditandai dengan sifat: satu, kudus, katolik, dan apostolik. (lihat artikel: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan - Bagian 1).
Kesimpulan
Dari semua pembuktian tersebut di atas, secara filosofi - yaitu dengan “argument of fittingness,” kita dapat menyimpulkan bahwa adalah sudah sepantasnya bahwa Yesus menjelma menjadi manusia untuk keselamatan seluruh umat manusia. Pembuktian “empat pilihan” membuat kita memilih kemungkinan yang paling logis, yaitu Yesus adalah Putera Allah. Pembuktian dari cerita Eugenio Zolli membuktikan bahwa seseorang yang tidak mengenal Kristus, akan mau mengenal dan menjadi pengikut Kristus, kalau dia melihat akan saksi hidup dari pengikut Kristus, dalam hal ini adalah Stanislaus dan ibunya. Gamaliel semakin memperkuat argumen dari “motive of credibility”, karena pengikut Kristus ada dan berkembang terus sampai saat ini. Pembuktian dari “motive of credibility” semakin meyakinkan kita bahwa Yesus adalah Putera Allah yang sudah dijanjikan, yang mampu melakukan mukjizat-mukjizat, dan keberadaan Gereja Katolik selama 2000 tahun menjadi tanda mukjizat yang terbesar setelah mukjizat kebangkitan Tuhan Yesus.
Semoga bagi yang belum mengenal dan percaya kepada Kristus dan sedang mencari kebenaran, Tuhan sendiri akan menuntun saudara untuk menemukan kebenaran itu sendiri, yaitu Kristus Yesus (Yoh 14:6). Bagi yang sudah mengenal Kristus, mari kita mencontoh kehidupan para Kudus, dan juga Stanislaus dan ibunya. Kekudusan akan membuat kita menjadi saksi Kristus yang hidup dan membawa orang untuk mengenal dan mengasihi Kristus.
Dan di dalam proses pencarian kebenaran untuk mengikuti Kristus, silakan membaca artikel: Mengapa kita memilih Gereja Katolik.
[1] Trinitas, inkarnasi, surga, dll, adalah sesuatu di luar kemampuan dan jangkauan manusia. Manusia tahu tentang semua ini kalau Tuhan sendiri yang memberikan pengetahuan kepada manusia. Tanpa komunikasi ini tidak mungkin manusia menjangkau hal ini. Untuk memaksakan akal budi mengerti kenapa Tuhan mengirimkan Putera-Nya, sama saja dengan mencoba membaca pikiran Tuhan.
[2] Roh Kudus adalah buah dari operasi kasih antara Allah Bapa dan Allah Putera. Ini sebabnya bahwa setelah Pentakosta terjadi setelah Yesus wafat di kayu salib. Bapa mengasihi Putera-Nya, dan Putera-Nya menunjukkan kasih-Nya dengan sempurna di kayu salib. Buah dari pertukaran dan kasih yang mengorbankan diri inilah yang menghasilkan Roh Kudus. Sehingga dalam ibadat iman yang panjang (Nicene Creed), kita melihat pernyataan “….Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa dan Putera….”
[3] John Paul II, Encyclical Letter on The Redeemer Of Man: Redemptor Hominis (Pauline Books & Media, 1979), no. 10 – Paus Yohanes Paulus II menekankan bahwa kasih yang sempurna adalah kasih yang dapat memberikan diri sendiri kepada orang lain. Dengan demikian, adalah “sesuai atau fitting” bahwa Tuhan, melalui Putera-Nya menjadi contoh yang sempurna bagaimana menerapkan kasih. Dengan demikian ini juga membuktikan bahwa Tuhan bukanlah Allah yang sendirian.
[4] C. S. Lewis, Mere Christianity (HarperOne, 2001), p.52 – C.S. Lewis mengatakan bahwa tidaklah mungkin untuk menjadi Kristen dan menerima semua ajaran moral dari Yesus kecuali pengakuan bahwa Yesus Tuhan. Dasar kekristenan adalah Yesus Tuhan.
[5] Before the Dawn (New Your: Sheed and Ward, 1954) p.24-25
[6] Kita bisa melihat bahwa Tuhan mempersiapkan perjanjian yang mengarah kepada inkarnasi Yesus Kristus. Perjanjian Allah mulai dari: 1) Adam dan Hawa (tingkatan pribadi), 2) Nabi Nuh (tingkatan keluarga), 3) Abraham (pada tingkatan suku), 4) Israel (pada tingkatan bangsa), 5) dan kemudian mencapai puncaknya dengan kedatangan Yesus yang mau mengikat perjanjian dengan seluruh bangsa. Jadi, bangsa Yahudi adalah menjadi bukti persiapan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini.
5 artikel/gambar terakhir di kategori Apologetik
- Bersyukurlah, ada Api Penyucian! - November 28th, 2008
- Yesus, Tuhan yang Dinubuatkan Para Nabi - September 18th, 2008
- Maria, Bunda Allah - September 7th, 2008
- Masih Perlukah Sakramen Pengakuan Dosa (Bagian 2) ? - July 23rd, 2008
- Orang Katolik Tidak Menyembah Patung - July 12th, 2008
5 artikel/gambar terakhir di kategori Fundamental Teologi
- Trinitas: Satu Tuhan dalam Tiga Pribadi - October 6th, 2008
- Yesus, Tuhan yang Dinubuatkan Para Nabi - September 18th, 2008
- Kristus yang kita imani = Yesus menurut sejarah - September 18th, 2008
- Maria, Bunda Allah - September 7th, 2008
- Masih Perlukah Sakramen Pengakuan Dosa (Bagian 1) ? - July 18th, 2008
5 artikel/gambar terakhir di kategori Kristologi
- Yesus, Tuhan yang Dinubuatkan Para Nabi - September 18th, 2008
- Kristus yang kita imani = Yesus menurut sejarah - September 18th, 2008
- Inkarnasi adalah Immanuel, Allah yang Beserta Kita - September 17th, 2008
- Kristologi - July 21st, 2008
5 artikel/gambar terakhir di kategori Semua Artikel
- Bersyukurlah, ada Api Penyucian! - November 28th, 2008
- Cara Mempersiapkan Diri Menyambut Ekaristi - October 26th, 2008
- Kami mengasihimu, pastor! - October 23rd, 2008
- Trinitas: Satu Tuhan dalam Tiga Pribadi - October 6th, 2008
- Jamahan Tuhan dalam Sakramen Pengurapan Orang Sakit - September 25th, 2008
Comment by Ferdy on 5 January 2009:
apakah nubuat dan ramalan berbeda arti ?
mengapa murid Tuhan Yesus hanya berjumlah 12 orang ?
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Shalom Ferdy,
Pertama-tama, saya mohon maaf karena baru dapat menjawab pertanyaan anda sekarang.
I. Apakah nubuat dan ramalan berbeda arti?
Ya, ada perbedaan arti antara nubuat dan ramalan. Nubuat berarti pengetahuan akan hal-hal yang akan terjadi di masa mendatang, walaupun kadang dapat pula berarti pengetahuan akan hal yang lampau yang tidak diingat, atau akan hal rahasia yang terjadi sekarang, yang tidak dapat diketahui melalui akal budi. Dalam 1 Kor 14, Rasul Paulus tidak membatasi nubuat pada pengetahuan akan hal-hal yang akan datang, tetapi termasuk juga dorongan-dorongan Ilahi tentang sesuatu yang rahasia/ misteri, baik yang terjadi saat ini maupun saat nanti. Maka, menurut New Advent Catholic Encyclopedia, nubuat merupakan:
Contoh yang paling mengagumkan dari nubuat dalam kitab suci adalah nubuat tentang Yesus Kristus oleh para nabi berabad-abad sebelum kelahiran Yesus, yang menggambarkan ciri-ciri Yesus sang Mesias, dari kelahiranNya, sampai kematian-Nya (silakan membaca artikel Yesus - Tuhan yang dinubuatkan para nabi (silakan klik)
Menurut Kitab Suci, nubuat adalah salah satu dari karunia Roh Kudus (lihat 1Kor 12:10) yang digunakan untuk membangun umat Allah. Karunia nubuat ini sesungguhnya perlu diuji dan dibawa terus di dalam doa, karena mungkin saja terjadi seseorang berpikir ia menerima karunia nubuat, padahal gambaran yang diperoleh datang dari dirinya sendiri. Maka jika nubuat itu benar datang dari Allah, maka hal itu akan terjadi, sedangkan jika datang dari sendiri, hal itu bisa tidak terjadi atau salah.
Di sinilah bedanya nubuat dengan ramalan, sebab:
Maka di sini kita melihat bahwa ramalan tidak sama dengan nubuat. Nubuat yang sungguh-sungguh dari Allah akan terjadi, sesuai dengan yang dinyatakan Allah, kecuali jika Allah memang menyatakan nubuat tersebut untuk semata-mata memberi peringatan keras demi pertobatan, seperti nubuat yang disampaikan oleh nabi Yunus kepada orang-orang Niniwe. Dapat pula terjadi bahwa nubuat itu sungguh benar dari Tuhan, namun manusia yang menginterpretasikannya yang membuat kekeliruan.
Namun, nubuat para nabi yang tercantum dalam Kitab suci berasal dari Allah, dan sungguh terpenuhi dalam Kristus. Contoh lain tentang nubuat misalnya pada penampakan Bunda Maria di Fatima tahun 1917, Bunda Maria menyebutkan nubuat tentang kehancuran komunisme Rusia, terpenuhi pada tahun 1989, diikuti dengan diruntuhkannya tembok Berlin tanggal 9 Nov 1989.
II. Mengapa jumlah rasul Yesus hanya 12 orang?
Sedikitnya terdapat dua alasan utama yang dapat menjelaskan jumlah rasul Yesus yang terdiri dari 12 orang tersebut, yaitu:
Maka bangsa Israel/ Yahudi yang dipimpin oleh Nabi Musa pada Perjanjian Lama menjadi gambaran akan Gereja yang didirikan oleh Kristus pada Perjanjian Baru. Gereja sebagai bangsa baru pilihan Allah (the New People of God) ini terdiri dari bangsa Yahudi maupun bangsa-bangsa lain yang dipersatukan oleh Pembaptisan. Hal ini dijelaskan dalam Lumen Gentium 9 (bab II), Vatikan II, Konstitusi Dogmatik tentang Gereja. Di sinilah kita melihat peran "pengantara" untuk menyampaikan rencana keselamatan Allah itu, mulai dari para nabi yang menunjuk pada Kristus, Kristus sendiri (sebagai Pengantara yang esa -1 Tim 2:5), kemudian peran pengantara ini dilanjutkankan oleh para rasul dan para penerus mereka untuk melanjutkan karya penyelamatan Kristus di dunia, yang nyata terlihat dalam Gereja Katolik sampai sekarang.
Demikian jawaban saya atas pertanyaan Ferdy.
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
Ingrid Listiati
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Comment by roman danis on 28 December 2008:
[Dari admin: tanpa merubah isi, tanggal penulisan saya ubah, sehingga masih dapat terlihat di kolom kanan - "pesan atau komentar terbaru", dan 3 pesan saya jadikan satu]
salah satu kelemahan setiap pemeluk agama manapun didunia adalah takut untuk melakukan perbandingan agama secara mendalam, tidak berani membaca kitab-kitab semua agama, tidak berani bertanya kepada ahli agama yang bersangkutan, tidak berani berdiri diluar untuk melihat kedalam semua agama ( termasuk agama yang dianutnya ) untuk kemudian melakukan pencarian dengan hati, fikiran, PERASAAN DAN PENALARAN YANG MERDEKA. KALAU MAU JUJUR DALAM BERAGAMA, MAKA SIKAP INI HARUS DIAMBIL DAN DITERAPKAN, BARULAH KITA DAPT MEMPEROLEH IMAN YANG SEBENARNYA
10 TAHUN MELANGLANG BUANA, MENCARI KEBENARAN HAKIKI, DARI PAPUA SAMPAI SUMATRA, PULUHAN PENDETA, PASTOR, GURU AGAMA, KIYAI, USTADZ, DAN ROHANIAWAN DARI AGAMA HINDU, BUDHA DAN KONGHUCU YANG SAYA TEMUI,
RATUSAN BUKU, KITAB, MAJALAH, BULETIN, SERTA BEBERAPA VERSI KITAB SUCI YANG SAYA BACA, MENGANTARKAN SAYA PADA KEYAKINAN BAHWA SESUNGGUHNYA TIDAK ADA TUHAN YANG BERHAK DISEMBAH KECUALI ALLAH, YESUS ADALAH UTUSANNYA, MUHAMMAD ADALAH UTUSANNYA, AL-QOR’AN ADALAH KEBENARAN MUTLAK DAN ABADI. TIDAK PERCAYA??? BERANILAH BACA AL-QUR’AN.
SESUNGGUHNYA YESUS TIDAK SEKALIPUN DIA BERKATA BAHWA DIRINYA ADALAH TUHAN’ KARENA MEMANG DIA BUKAN TUHAN. APAKAH DIA PERNAH BERKATA BAHWA DIRINYALAH YANG MENCIPTAKAN SELURUH ALAM??? MENCIPTAKAN MANUSIA??? MENURUNKAN HUJAN, MEMBERI REZEKI, MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN??? MENGETAHUI SEGALA YANG TAMPAK DAN TERSEMBUNYI???
TAPI ALLAH, TUHANKU BERBUAT ITU SEMUA. TIDAK PERCAYA??? BERANILAH BACA AL-QUR’AN.
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Salam damai Roman,
Terima kasih atas tanggapannya tentang artikel "Mengapa Orang Kristen Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan." Dengan hormat, saya ingin menyarankan, bahwa sebaiknya dalam memberikan pesan jangan memakai huruf besar semua, karena di dalam internet, itu berarti seseorang menyampaikan pendapat sambil berteriak. Dan saya yakin tidak mungkin Roman yang ingin berdiskusi tapi melakukannya sambil berteriak. Hal tersebut mungkin karena salah pencet keyboard. Mari kita bersama-sama berdiskusi dengan hormat dan lemah-lembut.
Mari sekarang kita melihat beberapa keberatan Roman.
I. Tentang perbandingan agama
II. Apakah Yesus adalah Tuhan?
Saya juga sedang berdiskusi dengan saudara J1lan tentang hal yang sama. Kalau mau silakan Roman memberikan tanggapan di sini (silakan klik). Namun sebelum memberikan tanggapan, silakan untuk membaca beberapa artikel tentang Kristologi:
Di dalam beberapa artikel tersebut, kami mencoba menjelaskan mengapa kami percaya akan Yesus sebagai Tuhan.
Mari kita bersama-sama berdialog dengan penuh hormat dan lemah lembut untuk bersama-sama mencari kebenaran. Mungkin pada akhirnya kita tetap pada pendirian kita masing-masing. Namun masing-masing pihak tahu, bahwa agama yang lain juga mempunyai alasan tentang kepercayaan masing-masing.
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Comment by Ridhawati Handayani on 23 December 2008:
Kalo wujud pisiknya manusia yah manusia bukan TUHAN seperti yang dipersepsi oleh cerita Yohanes itu ? dan siapa yang bisa menjamin bahwa YESUS itu betul-2 TUHAN yang asli, karena YESUS tidak pernah menyatakan dan mengatakan bahwa dirinya itu TUHAN satu-2-nya, coba renungkan kembali hal ini ?
trims saudara saya
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Salam damai saudari Ridhawati,
Terima kasih atas pesannya. Saya juga menerima pesan yang lain, namun tidak saya tampilkan, karena dulu pernah saya tampilkan disini (silakan klik) dan saya telah menjawabnya disini (silakan klik).
Dengan segala kerendahan hati, saya ingin menyarankan Ridhawati untuk membaca artikel-artikel tentang Kristologi disini: "Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia."
Setelah membaca artikel tersebut, maka kita dapat melanjutkan dialog kita.
Untuk pertanyaan yang baru ini, maka saya ingin menjawabnya:
I. Tuhan menjadi manusia adalah mungkin dan tidak bertentangan dengan sifat Tuhan yang Esa dan Kekal.
Namun Tuhan tidak dapat mempertentangkan Diri-Nya sendiri, sebagai contoh, Dia tidak mungkin berdosa, karena Tuhan adalah kudus. Nah, sesuai dengan prinsip non-contradiction yang mengatakan "sesuatu tidak dapat ‘menjadi’ dan ‘tidak menjadi’ pada waktu yang sama dan dengan cara yang sama", maka dengan Tuhan menjadi manusia, dalam diri Yesus, tidaklah bertentangan dengan Tuhan yang bersifat kekal. Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa dengan menjadi manusia, Tuhan berhenti menjadi Tuhan. Kalau Tuhan berhenti menjadi Tuhan, barulah itu bertentangan dengan Tuhan yang mempunyai sifat kekal.
II. Kenapa Tuhan mau menjadi manusia?
Saya telah menjawabnya dalam pertanyaan Ridhawati sebelumnya (silakan klik), dimana saya mengatakan:
III. Yesus tidak pernah menyatakan bahwa dirinya Tuhan?
Saya telah menjawab pertanyaan ini disini (silakan klik), dimana intinya adalah sebagai berikut:
Semoga keterangan di atas dapat menjawab pertanyaan Ridhawati. Mari kita bersama-sama mencari kebenaran, sehingga kita dapat sampai kepada kebenaran itu sendiri. Bagi orang Katolik, kebenaran ditemukan di dalam diri Yesus, yang mengatakan "Akulah Jalan, dan Kebenaran, dan Hidup." (Yoh 14:6).
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Comment by Jonner on 26 September 2008:
Salam sejahtera…
saya mau tanya, benar atau tidak Yesus mempunyai istri?sejak kecil saya suka dan bahkan dengan senang hati mengikuti sekolah minggu, dan tidak pernah ada yang mengajarkan kalau yesus punya istri.dan tidak satu pun ada tulisan yang mengatakan yesus punya istri( alkitap ).saya berharap jawabannya bisa membantu saya, Tuhan memberkati.
[Dari admin: kami memindahkan pertanyaan ini ke artikel Mengapa Orang Kristen Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan?]
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Salam damai Jonner,
Terima kasih atas pertanyaannya. Pertanyaan tentang apakah Yesus mempunyai istri atau tidak, mungkin tidak pernah terlintas oleh orang yang beragama Kristen, karena umat Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Mari sekarang kita lihat satu persatu keberatan tersebut:
Dari keberatan-keberatan tersebut, mari kita menganalisanya satu-persatu.
I. Maria Magdalena di Kitab Perjanjian Baru.
II. Maria Magdalena di kitab-kitab yang tidak termasuk dalam Alkitab.
III. Apakah seorang Yahudi dan Rabbi harus menikah.
- Menurut Philo (filsuf Yahudi yang tinggal di Alexandria, Mesir) dalam bukunya Hypothetica 11.14-17, dikatakan bahwa suku Essenes tidak memiliki istri.
- Menurut Josephus (sejarahwan Yahudi) dalam bukunya Jewish War, 2.8.2 dan juga Antiquities 18.1.5 mengatakan bahwa banyak orang dari suku Essenes yang mempraktekkan kaul kemurnian seumur hidup, yang berarti tidak menikah.
Jadi, kenapa Yesus tidak menikah?
Semoga uraian di atas dapat menjawab pertanyaan Jonner.
Salam kasih dari: http://www.katolisitas.org
stef
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Sekedar sharing dari seorang pembelajar….
Manusia telah menjadi bukti paling otentik dari keberhasilan evolusi jagat raya. Sejak awal jagat raya, dari setitik big bang menjadi bilyunan bintang dan runtutan generasi semua makhluk dalam rentang bermilyar tahun.
Dan di tiap masa terjadilah lompatan genetik, menghasilkan evolusi dan seleksi alam seperti kondisi saat ini.
Adalah wajar bila ditiap generasi selalu ada sesuatu atau seseorang yang seolah melompat ke depan, seperti tidak hidup pada jamannya, bak tidak menginjak bumi, atau dianggap seperti datang dari planet lain. Karena itu menjadi hukum alam terjadinya lompatan genetik dari tiap jaman menuju evolusi dan kesempurnaan makhluk.
Di jaman purba ada Adam yang genetiknya melompat dari para makhluk purba. Teori Darwin bisa jadi memang benar (apalagi memang didukung bukti ilmiah). Sebagai makhluk berakal dan fakta bahwa hidup kita selama ini tergantung dan dipenuhi dengan fasilitas-fasilitas hasil sains dan ilmu pengetahuan, sudah sepatutnya kita respek dengan cara berpikir metoda ilmiah. Tapi disisi lain teori agama juga benar, ditilik dari bahasa agama yang biasanya penuh lambang dan multi tafsir, tidak ada yang benar-benar dapat membuktikan apakah Adam di surga itu ada di awang-awang atau sekedar symbol istilah hidup di suatu tempat di bumi juga, semisal di sebuah dataran tinggi yang subur bak surga. Tercipta dari tanah karena memang semua makhluk makan dari saripati tanah, yang mana dimakan lewat tumbuhan yang menyerapnya, dan memang kandungan tubuh kita pada dasarnya seperti unsur-unsur tanah juga: kalium, kalsium, zat besi, air, megnesium, etc. Jadi asal mula kita sebenarnya memang tanah, dan bumi adalah ibu kita yang sebenar-benarnya. Bumi dari pecahan matahari dan matahari dari pecahan galaksi dan galaksi dari pecahan big bang. Jadi memang kita adalah turunan ke sekian dari Big-bang…. Sebuah percikan ruh Tuhan. Karenanya semua dari kita mewarisi sifat-sifat Tuhan meski juga hanya sepercik “melihat”, sepercik “mendengar”, sepercik “mencipta”, sepercik “mengasihi”, dan lain-lain yang jauh dari sempurna. Dan gangguan lingkungan yang menyebabkan kadar sifat Tuhan dalam tiap individu jadi berbeda-beda.
Dan lompatan genetik di setiap generasi senantiasa ada. Adam, Nuh, Musa, Ibrahim, Isa, Sidharta, Muhammad, Tao, Einstein, Alfa Edison bahkan dijaman kita kini para peraih nobel di berbagai bidang juga mewakili para pelompat genetik, meski tidak dengan lompatan panjang.
Jadi……. janganlah kita terlalu berlebihan….. menerka sang tuhan adalah ini dan itu. Padahal tidak ada hal yang bersifat materi (masih dalam lingkup 3 dimensi + dimensi waktu) yang tidak dipengaruhi oleh pemikiran dan opini pada jaman atau peradaban tertentu. Dan biasanya yang berkuasa pada jaman tertentu adalah yang menentukan arah sejarah. Kadang arahnya sedikit melenceng, kadang menyimpang agak jauh. Kebenaran 100% hanya ada pada fakta itu sendiri. Fakta pada waktu yang telah lewat hanya upaya pendekatan. Dan kembali lagi… dari semua pendekatan, yang paling ilmiahlah yang akan bisa dipertanggung jawabkan, ia tidak akan goyah oleh arus jaman yang kian maju dalam menemukan cara untuk mempersempit deviasi fakta sejarah. Hingga kelak mungkin manusia nyata-nyata bisa menembus kerucut waktu supaya bisa melihat realitas masa lampau.
Mungkin Tuhan memang ada dimana-mana sejak pancaran awal dalam kejadian Big-bang, termasuk serpihannya tersemburat dalam diri kita dan semua makhluk di jagat raya. Hanya selama ini kita terlalu dibutakan bentuk materi yang kasad mata. Padahal semua bentuk 3 dimensi yang kita lihat kasad mata, ternyata masih jauh dari dimensi tuhan yang asli yang entah punya berapa dimensi. Bahkan bila ditambahpun oleh dimensi ke-4 (waktu), yang kata stephen Hawking berbentuk kerucut, yang bila kita berada di ujung kerucut akan melihat masa lalu-masa kini-masa depan, tetap saja belum menjangkauNya.
Jadi….. terus dan teruslah mencari.
Dan manusia senantiasa akan berevolusi menuju kesempurnaan. Karena memang mereka mewarisi sifat itu. Namun, karena hanya terdiri atas percikan-percikanNya belaka, maka prosesnya memerlukan waktu panjang. Tapi siapa nyana kalau dulu orang terbang hanya angan-angan sekarang kenyataan…. Kini ada teknologi super konduktor, laser, microchip, dunia atom (nano technology), penjelajahan antar tatasurya, kloning, dan kini juga sudah ada simulasi Big-bang dalam terowongan baja raksasa berdiameter 27km dibangun di Eropa.
Dan semua akan kembali pada asalnya saat big-bang kembali pada titik awal. (terbukti dari hasil teropong ilmuwan kalau galaksi kita sedang dalam proses memuai, jarak antar bintang makin menjauh). Lalu dari fenomena supernova, dapat disimpulkan setelah titik mengembangnya jenuh, galaksi akan menyusut menjadi black hole. Itulah awal sekaligus akhir.
Dan….. saat sekian milyar juta tahun lagi itu….
Kita akan bergabung menjadi satu………………..
Regards
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Shalom my soul,
Terima kasih telah berkunjung ke katolisitas.org dan terimakasih untuk sharingnya. Tentu saja hal yang wajar kalau kita mempunyai pendapat yang berbeda. Dan mari kita mendiskusikannya. Saya mencoba membuat point-point, sehingga mudah untuk mengulasnya. Dalam ulasan my soul dikatakan bahwa:
Itulah point-point yang disampaikan oleh my soul. Sekarang, marilah kita telusuri satu persatu.
Point 1: Big bang dan teori Darwin:
Point 2: Agama hanya suatu simbol, yang akhirnya kembali ke teori big bang.
Point 3: Kita merupakan percikan Roh Allah:
Point 4: Lompatan genetik dalam generasi ke generasi
Point 5: Jangan terlalu berlebihan menerka Tuhan itu siapa
Premise 1: Tuhan tidak ada
Premise 2: Teori big bang membuktikan bahwa segala sesuatu adalah merupakan kebetulan.
Kesimpulan: Karena semua terjadi secara kebetulan, yang berarti tidak ada yang mengatur, maka Tuhan tidak ada.
Untuk sampai pada kesimpulan yang benar, maka premise 1 dan 2 harus benar. Dan untuk itu, pertama harus membuktikan bagaimana seseorang dapat mengatakan bahwa Tuhan tidak ada.
Point 6: Sejarah dan fakta:
percaya tentang keaslian ayahnya? Bagaimana membuktikannnya? kecuali dengan percaya akan perkataan ayah atau ibunya. Demikian juga dengan Agama Kristen, kita percaya karena saksi yang kita percayai, yaitu Tuhan sendiri. Dan ini juga dapat dibuktikan dengan "motive of credibility", seperti yang dibahas dalam artikel: Mengapa orang Kristen percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Silakan juga membaca artikel Kristus yang kita imani = Yesus menurut sejarah, yang memaparkan akan trustwortiness of the witness.
Point 7: Terus mencari
Demikianlah jawaban yang dapat diberikan atas beberapa point yang dikemukakan my soul. Semoga jawaban-jawaban tersebut dapat membantu my soul untuk melihat bahwa beriman kepada Tuhan yang satu adalah sungguh sesuatu yang paling masuk akal, bahkan sebaliknya tidak beriman kepada Tuhan adalah sesuatu yang tidak masuk akal, seperti yang dipaparkan dalam artikel: Bagaimana membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Dan saya berdoa agar dalam proses pencarian akan kebenaran, my soul dapat menemukan kebenaran itu sendiri, yaitu Tuhan.
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
[dari admin: saya ubah tanggal pesan]
percaya teori evolusi juga ?
kenapa ya
GIORDANO BRUNO yang punya teori ALAM SEMESTA
sampai dibakar hidup-hidup
oleh Gereja Katholik pada tahun 1600 ?
GALILEO GALILEI yang mengatakan
bumi sambil ber-rotasi juga
ber-revolusi mengelilingi matahari,
juga dipenjara oleh Gereja Katholik pada tahun 1633,
bahkan PAUS PAULUS II
pada tanggal 31 Oktober 1992
hanya menyatakan PENYESALAN saja
TANPA MEMINTA MAAF pada
Giordano Bruno maupun Galileo Galilei
karena AROGANSI Gereja Katholik ?
anda juga percaya BIG BANG nya Stephen Hawking ?
lalu isi Alkitab bagaimana ?
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Salam damai Olala,
Terima kasih atas pesannya. Mari kita membahas dan berdialog tentang topik ini dengan hormat.
I. Teori Evolusi dan Big Bang:
Saya ingin menegaskan bahwa dalam jawaban saya terdahulu, saya tidak mengatakan bahwa saya mempercayai teori Evolusi atau Big Bang. Saya tidak tahu mengapa Olala dapat mengambil kesimpulan demikian. Dalam jawaban saya terdahulu saya ingin menegaskan bahwa yang paling penting adalah seseorang mengakui bahwa tidak mungkin semuanya terjadi secara kebetulan dan hanya merupakan seleksi alam belaka tanpa ada campur tangan Tuhan.
II. Giordano Bruno:
Dan oleh pengadilan negara atau secular power (bukan pengadilan agama Katolik di Roma atau Roman Inquisition), Giordano Bruno dihukum bakar.
III. Galileo Galilei: saya telah menjawabnya di sini (silakan klik).
III. Sikap Gereja:
Demikian jawaban yang dapat saya berikan kepada Olala dan semoga dapat menjawab pertanyaan dan keberatan Olala.
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Comment by Singodimejo on 23 August 2008:
Shalom Stef & Ingrid.
Terima kasih atas responnya.
Tadi pagi sebelum berangkat kerja saya baca Alkitab, khususnya Kisah Para Rasul.
Dari bacaan Kis. 2: 36. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”
Pertanyaan saya : Kenapa Allah membuat Yesus menjadi Tuhan, padahal kita mengimani bahwa Yesus adalah Tuhan.
Mohon pencerahannya.
Saya juga akan berdoa agar website ini dapat membawa kemuliaan bagi nama Tuhan’
GBU
[Dari katolisitas.org - kami memindahkan pertanyaan ini dari "Bunda Maria, tetap Perawan, mungkinkah?" ke artikel "Mengapa Orang Kristen Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan?, sehingga diskusi dapat terkoordinasi sesuai dengan tema]
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Shalom Singodimejo,
Kis 2:14-36 merupakan kotbah Petrus yang pertama dan menjadi suatu kesaksian yang begitu indah dan sekaligus mempunyai kekuatan yang begitu besar, yang mampu untuk membaptis tiga ribu orang pada saat itu juga. Dan hal ini disebabkan karena Roh Kudus, yang berkarya setelah kematian Tuhan Yesus di Salib. Dan Yesus merupakan kepenuhan dari janji Allah, seperti yang telah diberitakan di dalam Perjanjian Lama. Oleh karena itu, dalam perikop ini, kita melihat dimensi Tritunggal Maha Kudus atau Trinitas.
Jadi pada waktu Kis 2:36 mengatakan bahwa "Allah membuat Yesus menjadi Tuhan", ada dua hal penting yang dapat kita simpulkan:
Semoga keterangan tersebut dapat menjawab pertanyaan Bapak. Dan mari kita semakin percaya kepada Yesus, Putera Allah, yang mempunyai segala kuasa di bumi dan di surga, karena memang Yesus adalah Tuhan.
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Comment by Stefanus Tay on 1 August 2008:
Hi mawarni,
Terimakasih untuk komentarnya. Memang yang menebus seluruh umat manusia adalah Tuhan Yesus. Oleh karena itu doa dan permintaan maaf hanya ditujukan kepada Yesus. Dan untuk membalas kasih-Nya yang tak terhingga, kita bersama-sama harus mengasihi Yesus dengan segenap hati, pikiran, jiwa, dan kekuatan kita yang diwukudkan dalam kasih kepada sesama (1 Yoh 4:21).
Untuk membuktikan bahwa kita mengasihi Yesus, kita harus menjalankan perintah-perintah-Nya. (1 Yoh 5:2-3) Dan perintah-perintah-Nya adalah termasuk Sakramen Permandian untuk menerima berkat kekudusan dan keselamatan, cara pujian dan penyembahan tertinggi dalam Ekaristi, pengampunan Tuhan yang tercurah dalam Sakramen Pengampunan Dosa, dan juga menerima berkat-berkat selanjutnya dalam sakramen-sakramen yang lain. Kita juga harus mengasihi Gereja-Nya. Jika Gereja adalah tubuh Kristus dan dan Kristus adalah Kepalanya (Ef 5:23), maka kita hanya dapat mengasihi Kristus secara penuh dengan juga mengasihi tubuh-Nya, yaitu Gereja. Dan Gereja ini adalah Gereja Katolik (silakan membaca: Mengapa kita memilih Gereja Katolik dan juga rangkaian tulisan tentang Gereja).
Dan mari kita bersama-sama mengasihi Yesus.
Salam kasih dari: http://www.katolisitas.org
stef
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
[Dari admin: saya rubah tanggal penulisannya].
Yesus menebus dosa seluruh umat manusia ?
Alkitab anda sendiri tidak menyatakan demikian
dalam Yehezkiel 18:20 kan sudah jelas,
SETIAP MANUSIA MENANGGUNG DOSANYA MASING-MASING !
yang merubah ayat ini bukankah Palus yang
aslinya bernama Saulus ?
Yesus saja tidak merubah Hukum Agama Musa,
[ ada di MATIUS 5:17-19 dan MATIUS 22:40 ],
Paulus kan bukan murid Yesus,
[ Yesus sudah tidak ada waktu Paulus ada ],
Paulus hanya mengaku bertemu Yesus,
padahal yang dilihat adalah seberkas cahaya,
mimpi kaleee si Paulus ini.
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Shalom Olala,
Terima kasih atas beberapa pesan yang diberikan. Dari beberapa pesan, saya melihat gaya bahasa Olala yang kurang santun (maaf, saya bicara apa adanya) dan Olala tidak menyatakan argumentasi secara langsung. Saya minta maaf, kalau beberapa pesan yang saya anggap kasar tidak dapat saya masukkan dalam website ini.
Namun untuk komentar ini, mari kita berdiskusi dengan penuh hormat dan kelemahlembutan. Masing-masing kita tahu, bahwa memang ada perbedaan-perbedaan di antara kita dan adalah hal yang wajar untuk mempunyai perbedaaan pendapat. Mari kita bersama-sama belajar untuk menyampaikan kebenaran dengan baik tanpa menggunakan kata-kata yang kasar dan juga tanpa bermanis-manis yang mungkin hanya mengaburkan kebenaran itu sendiri. Saya akan postkan pesan Olala selanjutnya, dengan kondisi yang saya sebutkan di atas. Kalau Olala masih menggunakan kata-kata yang kasar, maka dengan sangat menyesal, saya tidak akan dapat mempostkan komentar Olala di website ini.
Mari sekarang kita mulai dengan dialog tentang dosa asal.
Argumentasi Olala:
Dari argumentasi Olala di atas, maka inilah yang dapat saya sampaikan:
I. Konsep tentang dosa asal dari Kitab Suci dan Tradisi Suci.
II. Yesus tidak pernah merubah hukum Musa?
Dan oleh karena doktrin dosa asal bersumber pada Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru seperti yang saya telah sebutkan di atas, maka keduanya tidak saling bertentangan, dan dengan demikian semakin memperkuat bahwa Yesus tidak pernah menghapuskan doktrin dosa asal.
Yesus adalah pemenuhan dari Perjanjian Lama dan hal yang baru yang diajarkan oleh Yesus adalah "Diri-Nya Sendiri", bukan hanya hukum-hukum, namun Sang Pembuat Hukum; bukan hanya peraturan namun disposisi hati yang bersumber pada kasih kepada Tuhan.
III. Kredibilitas Paulus:
Kalau apa yang diajarkan oleh rasul Paulus bertentangan dengan ajaran Kristus, pasti rasul-rasul yang lain akan menentang rasul Paulus. Namun hal ini tidaklah terjadi.
IV. Beberapa pertanyaan untuk Olala:
Kalau memang, Olala tidak menyetujui akan konsep dosa asal, saya ingin menanyakan tentang hal-hal berikut ini:
Semoga jawaban dan pertanyaan tersebut di atas dapat semakin membuat Olala dan saya sendiri untuk semakin merenungkan akan topik ini.
Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
stef
[KLIK DISINI ---- UNTUK MEMBALAS PESAN INI]
Comment by mawarni on