<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan (Bagian 1)</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 03:06:08 +0700</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: johanes</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-9356</link> <dc:creator>johanes</dc:creator> <pubDate>Tue, 08 Dec 2009 17:03:57 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-9356</guid> <description>saya sangat setuju dengan pendapat sdr Steff di atas:
.......Namun, perbedaan dan perpecahan adalah dua hal yang berbeda. Perbedaan tetap dapat disikapi tanpa ada perpecahan..........yang terus membangun Gereja dari dalam.Gereja Katolik memang sangat kaya akan perbedaan tapi semua perbedaan yang ada tersebut tetap tidak membawa perpecahan dalam Gereja. Coba kita lihat berapa banyak ordo-ordo religius para imam dab suster: SJ,SVD,SSCC,Pr,Ocarm,dan masih banyak benar yang saya sendiri tidak hafal semuanya.Belum lagi kelompok2 kerasulan awam dengan cara berdoa mereka masing2...ada Legio Maria, karismatik, Taize,kelompok Kitab Suci,Kerasulan Doa,kelompok Rosario dll....Semuanya tetap berada dalam kesatuan Gereja Universal yang satu,kudus,katolik dan apostolik. semuanya menggabungkan diri membentuk bunga beraneka warna untuk Altar Tuhan yang indah dalam liturgi agung gereja.Sungguh indah.........dan dari kenyataan ini sepertinya doa yang tiap hari kita pribadi dan Gereja universal ucapkan dalam Misa Kudus akan tetap diperhitungkan oleh Tuhan: &quot;Tuhan Yesus Kristus,janganlah memperhitungkan dosa kami.Tetapi perhatikanlah iman GerejaMu dan restuilah kami, supaya HIDUP BERSATU DENGAN RUKUN, sesuai dengan kehendakMu.Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang segala masa Amin.&quot; (Doa sesudah doa Bapa Kami).Semoga Tuhan selalu menjawab kerinduan kita untuk persatuan semua umatNya di muka bumi ini dalam satu iman,satu baptisan,dan satu perjamuan. Amin</description> <content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat setuju dengan pendapat sdr Steff di atas:<br
/> &#8230;&#8230;.Namun, perbedaan dan perpecahan adalah dua hal yang berbeda. Perbedaan tetap dapat disikapi tanpa ada perpecahan&#8230;&#8230;&#8230;.yang terus membangun Gereja dari dalam.</p><p>Gereja Katolik memang sangat kaya akan perbedaan tapi semua perbedaan yang ada tersebut tetap tidak membawa perpecahan dalam Gereja. Coba kita lihat berapa banyak ordo-ordo religius para imam dab suster: SJ,SVD,SSCC,Pr,Ocarm,dan masih banyak benar yang saya sendiri tidak hafal semuanya.Belum lagi kelompok2 kerasulan awam dengan cara berdoa mereka masing2&#8230;ada Legio Maria, karismatik, Taize,kelompok Kitab Suci,Kerasulan Doa,kelompok Rosario dll&#8230;.Semuanya tetap berada dalam kesatuan Gereja Universal yang satu,kudus,katolik dan apostolik. semuanya menggabungkan diri membentuk bunga beraneka warna untuk Altar Tuhan yang indah dalam liturgi agung gereja.Sungguh indah&#8230;&#8230;&#8230;</p><p>dan dari kenyataan ini sepertinya doa yang tiap hari kita pribadi dan Gereja universal ucapkan dalam Misa Kudus akan tetap diperhitungkan oleh Tuhan: &#8220;Tuhan Yesus Kristus,janganlah memperhitungkan dosa kami.Tetapi perhatikanlah iman GerejaMu dan restuilah kami, supaya HIDUP BERSATU DENGAN RUKUN, sesuai dengan kehendakMu.Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang segala masa Amin.&#8221; (Doa sesudah doa Bapa Kami).Semoga Tuhan selalu menjawab kerinduan kita untuk persatuan semua umatNya di muka bumi ini dalam satu iman,satu baptisan,dan satu perjamuan. Amin</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-9330</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Mon, 07 Dec 2009 18:52:43 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-9330</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Johannes Yus,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas pertanyaannya. Memang diperlukan kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan. Namun, perbedaan dan perpecahan adalah dua hal yang berbeda. Perbedaan tetap dapat disikapi tanpa ada perpecahan, dan ini adalah suatu hal yang positif. Namun, perpecahan Gereja tidaklah sesuai dengan pesan Yesus yang terakhir, dimana Yesus mengatakan &quot;&lt;em&gt;supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.&lt;/em&gt;&quot; (Yoh 17:21)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bahwa ada kesalahan kedua belah pihak, karena oknum-oknum yang kurang bijaksana dalam menyikapi perbedaan secara dogmatik maupun secara praktikal, memang dapat didiskusikan. Namun, kalau perbedaan tersebut membawa perpecahan Gereja, maka hal ini tidak lagi sesuai dengan pesan Yesus yang terakhir sebelum penderitaan-Nya. Dalam sejarah Gereja, ada santa-santo, yang walaupun mendapatkan tekanan dari hirarki Gereja karena perbedaan paham atau kesalahpahaman, namun mereka tetap tinggal di dalam Gereja Katolik, dan berusaha untuk memperbaiki dan membangun Gereja Katolik dari dalam. Lihatlah St. Fransiskus dari Asisi, yang melawan kemewahan yang dilakukan oknum-oknum Gereja dengan kaul kemiskinannya yang begitu ekstrim. Apakah kemudian dia keluar dari Gereja Katolik? Tidak, dia terus membangun Gereja Katolik dari dalam.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama gereja-gereja hanya berpegang pada Firman Tuhan (Sola Scriptura) dan senantiasa merasa bahwa apapun yang dikatakannya adalah berasal dari Roh Kudus, dan tidak ada otoritas apapun yang memberikan kepastian doktrin, maka perpecahan tidak akan terhindari. Ini telah terbukti di dalam sejarah, bahwa mulai dari Martin Luther sampai sekarang ada sekitar 28,000 denominasi, yang mempunyai ajaran-ajaran yang berbeda-beda, dimana semuanya mengaku mendasarkan ajarannya dari Alkitab dan Roh Kudus. Kalau anda mau, silakan untuk mempelajari sejarah dari gereja anda: mulai tahun berapa, bagaimana sampai gereja tersebut berdiri, ajarannya bersumber dari mana, kalau ada perbedaan bagaimana menyikapinya, dll. Silakan juga membaca artikel &quot;Mengapa kita memilih Gereja Katolik&quot; (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;). Setelah mempelajari hal tersebut, anda dapat merenungkan alasan perpindahan anda dari Gereja Katolik ke gereja yang lain. Saya tidak dapat menilai secara persis alasan kepindahan anda, namun perpindahan dari Gereja Katolik ke gereja lain dengan dasar kepentingan pribadi bukanlah alasan yang kuat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah, setelah meneliti semuanya itu, maka anda dapat membawa hal ini di dalam doa. Saya ingin menyarankan Johannes Yus untuk melakukan beberapa hal tersebut, karena mengingat bahwa anda sebelumnya adalah beragama Katolik. Kita semua harus menempatkan kebenaran di atas kepentingan pribadi kita masing-masing, karena kebenaran adalah Tuhan sendiri (lih. Yoh 8:32). Kalau kita pindah ke gereja lain karena alasan bahwa kita kurang bisa bertumbuh di dalam Gereja Katolik, atau karena  kita mendapatkan komunitas yang lebih baik di gereja lain, atau kotbah di gereja lain lebih mengena, dll. bukanlah alasan-alasan yang menempatkan kebenaran di atas kepentingan pribadi, karena fokus dari alasan-alasan tersebut adalah kita sendiri dan bukan Tuhan. Pertanyaan yang benar-benar mendasar bagi orang-orang yang berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain adalah: &lt;strong&gt;apakah sebelum pindah, orang-orang tersebut benar-benar mencari tahu dan mempelajari apakah yang sebenarnya dipercaya oleh Gereja Katolik?&lt;/strong&gt; Tanpa hal ini, maka perpindahan mereka tidak dapat dipertanggungjawabkan dan setiap orang harus mempertanggungjawabkannya di depan Yesus sendiri. Kalau Johannes mau, maka anda dapat memilih satu pengajaran dari Gereja Katolik yang mengganjal anda, sehingga anda meninggalkan Gereja Katolik, dan kemudian kita mendiskusikannya secara mendalam.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Akhirnya, Gereja adalah ibaratnya adalah ibu kita. Kita tidak pernah mau meninggalkan ibu kita, walaupun kita tidak setuju dengannya. Bawalah hal ini di dalam doa dan minta Roh Kudus untuk memberikan kebenaran dan kekuatan kepada anda. Gereja Katolik senantiasa menunggu anda untuk pulang ke rumah anda. Bacalah juga kesaksian Lia (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/11/08/thank-you-jesus-i-am-home/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;), yang tadinya seorang Katolik, perpindah ke gereja lain, dan akhirnya pulang kembali. Sekali lagi, marilah kita menempatkan kebenaran di atas segala kepentingan pribadi kita. Saya minta maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan, namun semuanya saya lakukan atas dasar kasih terhadap sesama saudara di dalam Kristus, yang telah diikat oleh baptisan yang sama di dalam Gereja Katolik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br&gt;
stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Johannes Yus,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya. Memang diperlukan kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan. Namun, perbedaan dan perpecahan adalah dua hal yang berbeda. Perbedaan tetap dapat disikapi tanpa ada perpecahan, dan ini adalah suatu hal yang positif. Namun, perpecahan Gereja tidaklah sesuai dengan pesan Yesus yang terakhir, dimana Yesus mengatakan &quot;<em>supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.</em>&quot; (Yoh 17:21)</p><p>Bahwa ada kesalahan kedua belah pihak, karena oknum-oknum yang kurang bijaksana dalam menyikapi perbedaan secara dogmatik maupun secara praktikal, memang dapat didiskusikan. Namun, kalau perbedaan tersebut membawa perpecahan Gereja, maka hal ini tidak lagi sesuai dengan pesan Yesus yang terakhir sebelum penderitaan-Nya. Dalam sejarah Gereja, ada santa-santo, yang walaupun mendapatkan tekanan dari hirarki Gereja karena perbedaan paham atau kesalahpahaman, namun mereka tetap tinggal di dalam Gereja Katolik, dan berusaha untuk memperbaiki dan membangun Gereja Katolik dari dalam. Lihatlah St. Fransiskus dari Asisi, yang melawan kemewahan yang dilakukan oknum-oknum Gereja dengan kaul kemiskinannya yang begitu ekstrim. Apakah kemudian dia keluar dari Gereja Katolik? Tidak, dia terus membangun Gereja Katolik dari dalam.</p><p>Selama gereja-gereja hanya berpegang pada Firman Tuhan (Sola Scriptura) dan senantiasa merasa bahwa apapun yang dikatakannya adalah berasal dari Roh Kudus, dan tidak ada otoritas apapun yang memberikan kepastian doktrin, maka perpecahan tidak akan terhindari. Ini telah terbukti di dalam sejarah, bahwa mulai dari Martin Luther sampai sekarang ada sekitar 28,000 denominasi, yang mempunyai ajaran-ajaran yang berbeda-beda, dimana semuanya mengaku mendasarkan ajarannya dari Alkitab dan Roh Kudus. Kalau anda mau, silakan untuk mempelajari sejarah dari gereja anda: mulai tahun berapa, bagaimana sampai gereja tersebut berdiri, ajarannya bersumber dari mana, kalau ada perbedaan bagaimana menyikapinya, dll. Silakan juga membaca artikel &quot;Mengapa kita memilih Gereja Katolik&quot; (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/" rel="nofollow">silakan klik</a>). Setelah mempelajari hal tersebut, anda dapat merenungkan alasan perpindahan anda dari Gereja Katolik ke gereja yang lain. Saya tidak dapat menilai secara persis alasan kepindahan anda, namun perpindahan dari Gereja Katolik ke gereja lain dengan dasar kepentingan pribadi bukanlah alasan yang kuat.</p><p>Nah, setelah meneliti semuanya itu, maka anda dapat membawa hal ini di dalam doa. Saya ingin menyarankan Johannes Yus untuk melakukan beberapa hal tersebut, karena mengingat bahwa anda sebelumnya adalah beragama Katolik. Kita semua harus menempatkan kebenaran di atas kepentingan pribadi kita masing-masing, karena kebenaran adalah Tuhan sendiri (lih. Yoh 8:32). Kalau kita pindah ke gereja lain karena alasan bahwa kita kurang bisa bertumbuh di dalam Gereja Katolik, atau karena  kita mendapatkan komunitas yang lebih baik di gereja lain, atau kotbah di gereja lain lebih mengena, dll. bukanlah alasan-alasan yang menempatkan kebenaran di atas kepentingan pribadi, karena fokus dari alasan-alasan tersebut adalah kita sendiri dan bukan Tuhan. Pertanyaan yang benar-benar mendasar bagi orang-orang yang berpindah dari Gereja Katolik ke gereja lain adalah: <strong>apakah sebelum pindah, orang-orang tersebut benar-benar mencari tahu dan mempelajari apakah yang sebenarnya dipercaya oleh Gereja Katolik?</strong> Tanpa hal ini, maka perpindahan mereka tidak dapat dipertanggungjawabkan dan setiap orang harus mempertanggungjawabkannya di depan Yesus sendiri. Kalau Johannes mau, maka anda dapat memilih satu pengajaran dari Gereja Katolik yang mengganjal anda, sehingga anda meninggalkan Gereja Katolik, dan kemudian kita mendiskusikannya secara mendalam.</p><p>Akhirnya, Gereja adalah ibaratnya adalah ibu kita. Kita tidak pernah mau meninggalkan ibu kita, walaupun kita tidak setuju dengannya. Bawalah hal ini di dalam doa dan minta Roh Kudus untuk memberikan kebenaran dan kekuatan kepada anda. Gereja Katolik senantiasa menunggu anda untuk pulang ke rumah anda. Bacalah juga kesaksian Lia (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/11/08/thank-you-jesus-i-am-home/" rel="nofollow">silakan klik</a>), yang tadinya seorang Katolik, perpindah ke gereja lain, dan akhirnya pulang kembali. Sekali lagi, marilah kita menempatkan kebenaran di atas segala kepentingan pribadi kita. Saya minta maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan, namun semuanya saya lakukan atas dasar kasih terhadap sesama saudara di dalam Kristus, yang telah diikat oleh baptisan yang sama di dalam Gereja Katolik.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: johannes yus</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-9220</link> <dc:creator>johannes yus</dc:creator> <pubDate>Thu, 03 Dec 2009 03:59:34 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-9220</guid> <description>perbedaan pengajaran memang sudah jadi tantangan umat kristus tetapi saya percaya setiap gereja mem bawa visi misi sendiri artinya ada kebenaran yang disuarakan masalah jadi begitu banyak denominasi memang memprihatin kan seperti kata paulus ini menunjukan kita masih manusia duniawi bukan rohani sebenarnya kalau bisa bersatu bisa luar biasa mengumpulkan kelebihan yang dipuyai masing- masing gereja masalah keterpecahan menurut saya karena ke salahan bersama tokoh masa lalu masing masing pihak tetapi selama masih berpegang firman dan ROH KUDUS serta tuhan yesus sediri saya percaya pada waktu nya tubuh kristus akan bersatu -padu dan kebenaran itu kan menjangkau dunia seperti amanat agung cuma saat ini yang perlu diperjuangan kan menghormati per bedaan yang ada. GBU ,saya sendiri masih terlalu hijau untuk campur tangan</description> <content:encoded><![CDATA[<p>perbedaan pengajaran memang sudah jadi tantangan umat kristus tetapi saya percaya setiap gereja mem bawa visi misi sendiri artinya ada kebenaran yang disuarakan masalah jadi begitu banyak denominasi memang memprihatin kan seperti kata paulus ini menunjukan kita masih manusia duniawi bukan rohani sebenarnya kalau bisa bersatu bisa luar biasa mengumpulkan kelebihan yang dipuyai masing- masing gereja masalah keterpecahan menurut saya karena ke salahan bersama tokoh masa lalu masing masing pihak tetapi selama masih berpegang firman dan ROH KUDUS serta tuhan yesus sediri saya percaya pada waktu nya tubuh kristus akan bersatu -padu dan kebenaran itu kan menjangkau dunia seperti amanat agung cuma saat ini yang perlu diperjuangan kan menghormati per bedaan yang ada. GBU ,saya sendiri masih terlalu hijau untuk campur tangan</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-3950</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Thu, 25 Jun 2009 13:02:57 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-3950</guid> <description>Shalom Isa,
Terima kasih banyak koreksinya. Itu benar-benar saya salah ketik, saya juga baru sadar. Saya yang harusnya minta maaf. Benar, maksudnya satu milyar, bukan satu trilyun, &lt;em&gt;wong&lt;/em&gt; penduduk dunia seluruhnya saja hanya sekitar 6 milyar.... Ya, sudah langsung saya perbaiki di artikel tersebut. Sekali lagi terima kasih.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Isa,<br
/> Terima kasih banyak koreksinya. Itu benar-benar saya salah ketik, saya juga baru sadar. Saya yang harusnya minta maaf. Benar, maksudnya satu milyar, bukan satu trilyun, <em>wong</em> penduduk dunia seluruhnya saja hanya sekitar 6 milyar&#8230;. Ya, sudah langsung saya perbaiki di artikel tersebut. Sekali lagi terima kasih.<br
/> Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Isa Inigo</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-3949</link> <dc:creator>Isa Inigo</dc:creator> <pubDate>Thu, 25 Jun 2009 10:57:43 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-3949</guid> <description>Bu Ingrid, maaf ya, mungkin jumlah umat Katolik yang disebut &quot;satu trilyun&quot;  pada tulisan ttg Gereja itu kebanyakan. Apakah itu maksudnya satu milyar? Terima kasih. Shaloom. Isa Inigo</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Bu Ingrid, maaf ya, mungkin jumlah umat Katolik yang disebut &#8220;satu trilyun&#8221;  pada tulisan ttg Gereja itu kebanyakan. Apakah itu maksudnya satu milyar? Terima kasih. Shaloom. Isa Inigo</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-3488</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Mon, 01 Jun 2009 03:46:38 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-3488</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Dica,&lt;br&gt;
Terima kasih atas pertanyaannya. Untuk mengetahui pokok-pokok ajaran Gereja Katolik, Katekismus Gereja Katolik (KGK) adalah sumber yang paling tepat. Secara prinsip KGK terdiri dari empat pilar yang semuanya bersumber pada Kristus, yaitu:&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;a) &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Aku Percaya&lt;/span&gt; (apakah yang dipercayai atau diimani oleh Gereja).&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; Sakramen&lt;/span&gt; (bagaimana untuk merayakan apa yang kita percayai).&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 80px;&quot;&gt;Rangkaian artikel tentang Sakramen dapat dibaca disini:&lt;br&gt;
&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/23/apa-yang-harus-kuketahui-tentang-liturgi/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Liturgi&lt;/a&gt; tak perpisahkan dengan &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/17/sakramen-apa-pentingnya-di-dalam-kehidupan-iman-kita/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;sakramen&lt;/a&gt;. Ada 7 sakramen dalam Gereja Katolik. Dari tujuh sakramen Gereja, 3 yang pertama - &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/02/sudahkah-kita-diselamatkan/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Baptis&lt;/a&gt;, Ekaristi (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/25/sudahkah-kita-pahami-pengertian-ekaristi/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;1&lt;/a&gt;, &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/19/ekaristi-sumber-dan-puncak-spiritualitas-kristiani/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;2&lt;/a&gt;, &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;3&lt;/a&gt;), &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Penguatan&lt;/a&gt; &#8211; adalah sakramen inisiasi yang menjadi sakramen-sakramen dasar bagi kehidupan orang Kristen. &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/09/25/jamahan-tuhan-dalam-sakramen-pengurapan-orang-sakit/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Sakramen Urapan Orang Sakit&lt;/a&gt; dan Sakramen Tobat (bagian &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/18/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-1/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;1&lt;/a&gt;, &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;2&lt;/a&gt;, &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/14/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-3/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;3&lt;/a&gt;, &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;4&lt;/a&gt;), diberikan untuk kesembuhan baik fisik maupun rohani. Dan akhirnya, Sakramen Perkawinan (bagian &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;1&lt;/a&gt;, &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/31/humanae-vitae-itu-benar/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;2&lt;/a&gt;) dan &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/2008/10/23/kami-mengasihimu-pastor/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Imamat&lt;/a&gt; diberikan untuk menguatkan kita dalam menjalankan misi di dunia ini dalam mencapai tujuan akhir, yaitu Kristus.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;c) &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ajaran bagaimana untuk Hidup dalam Kristus atau Moral&lt;/span&gt; (bagaimana hidup sesuai dengan apa yang dipercayai)&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;d) &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Doa &lt;/span&gt;(bagaimana untuk mendapatkan kekuatan dalam menjalankan ajaran Allah serta bagaimana untuk mendapatkan relasi pribadi dengan Allah). &lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;
Jadi dari empat pilar ini, kita melihat adanya dimensi vertikal dan horisontal, dimensi pribadi dan komunitas, fokus terhadap pribadi Kristus dan bagaimana untuk mengikuti Kristus dengan baik dengan bergantung pada rahmat Allah dan kerjasama dari kita masing-masing terhadap rahmat Allah.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Secara umum, pokok-pokok iman Katolik juga dijabarkan dalam rangkaian artikel tentang Gereja:&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;Tulisan ini menjabarkan Gereja Katolik sebagai Gereja yang didirikan oleh Kristus sendiri, dan bahwa Gereja telah direncanakan oleh Allah sejak awal penciptaan dunia (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/?p=113&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Bagian 1&lt;/a&gt;). Gereja juga menjadi tujuan akhir manusia sekaligus sarana untuk mencapai tujuan itu (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/?p=121&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Bagian 2&lt;/a&gt;). Untuk itu Gereja menyampaikan keutuhan rencana Allah (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/?p=138&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Bagian 3&lt;/a&gt;), sebagai Tanda Kasih- Nya untuk semua manusia (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/?p=141&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Bagian 4&lt;/a&gt;). Kebenaran ini merupakan karunia, tetapi juga membawa tugas bagi kita sebagai orang Katolik &lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://katolisitas.org/?p=143&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Bagian 5&lt;/a&gt;).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jadi, saya ingin menyarankan untuk membeli buku Katekismus Gereja Katolik (dan tentu saja Kitab Suci, yang saya asumsikan pasti sudah punya), dan mulailah membacanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga dapat membantu.&lt;br&gt;
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br&gt;
stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Dica,<br
/> Terima kasih atas pertanyaannya. Untuk mengetahui pokok-pokok ajaran Gereja Katolik, Katekismus Gereja Katolik (KGK) adalah sumber yang paling tepat. Secara prinsip KGK terdiri dari empat pilar yang semuanya bersumber pada Kristus, yaitu:</p><p
style="margin-left: 40px;">a) <span
style="font-weight: bold;">Aku Percaya</span> (apakah yang dipercayai atau diimani oleh Gereja).</p><p
style="margin-left: 40px;">b)<span
style="font-weight: bold;"> Sakramen</span> (bagaimana untuk merayakan apa yang kita percayai).</p><p
style="margin-left: 80px;">Rangkaian artikel tentang Sakramen dapat dibaca disini:<br
/> <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/07/23/apa-yang-harus-kuketahui-tentang-liturgi/" rel="nofollow">Liturgi</a> tak perpisahkan dengan <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/07/17/sakramen-apa-pentingnya-di-dalam-kehidupan-iman-kita/" rel="nofollow">sakramen</a>. Ada 7 sakramen dalam Gereja Katolik. Dari tujuh sakramen Gereja, 3 yang pertama &#8211; <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/08/02/sudahkah-kita-diselamatkan/" rel="nofollow">Baptis</a>, Ekaristi (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/06/25/sudahkah-kita-pahami-pengertian-ekaristi/" rel="nofollow">1</a>, <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/08/19/ekaristi-sumber-dan-puncak-spiritualitas-kristiani/" rel="nofollow">2</a>, <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/10/26/cara-mempersiapkan-diri-menyambut-ekaristi/" rel="nofollow">3</a>), <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/08/07/menuju-kedewasaan-iman-di-dalam-kristus/" rel="nofollow">Penguatan</a> &ndash; adalah sakramen inisiasi yang menjadi sakramen-sakramen dasar bagi kehidupan orang Kristen. <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/09/25/jamahan-tuhan-dalam-sakramen-pengurapan-orang-sakit/" rel="nofollow">Sakramen Urapan Orang Sakit</a> dan Sakramen Tobat (bagian <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/07/18/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-1/" rel="nofollow">1</a>, <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/07/23/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-2/" rel="nofollow">2</a>, <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/08/14/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-3/" rel="nofollow">3</a>, <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/08/27/masih-perlukah-sakramen-pengakuan-dosa-bagian-4-selesai/" rel="nofollow">4</a>), diberikan untuk kesembuhan baik fisik maupun rohani. Dan akhirnya, Sakramen Perkawinan (bagian <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/08/14/indah-dan-dalamnya-makna-sakramen-perkawinan-katolik/" rel="nofollow">1</a>, <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/08/31/humanae-vitae-itu-benar/" rel="nofollow">2</a>) dan <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/2008/10/23/kami-mengasihimu-pastor/" rel="nofollow">Imamat</a> diberikan untuk menguatkan kita dalam menjalankan misi di dunia ini dalam mencapai tujuan akhir, yaitu Kristus.</p><p
style="margin-left: 40px;">c) <span
style="font-weight: bold;">Ajaran bagaimana untuk Hidup dalam Kristus atau Moral</span> (bagaimana hidup sesuai dengan apa yang dipercayai)</p><p
style="margin-left: 40px;">d) <span
style="font-weight: bold;">Doa </span>(bagaimana untuk mendapatkan kekuatan dalam menjalankan ajaran Allah serta bagaimana untuk mendapatkan relasi pribadi dengan Allah). <u><b><br
/> Jadi dari empat pilar ini, kita melihat adanya dimensi vertikal dan horisontal, dimensi pribadi dan komunitas, fokus terhadap pribadi Kristus dan bagaimana untuk mengikuti Kristus dengan baik dengan bergantung pada rahmat Allah dan kerjasama dari kita masing-masing terhadap rahmat Allah.</b></u></p><p>Secara umum, pokok-pokok iman Katolik juga dijabarkan dalam rangkaian artikel tentang Gereja:</p><p
style="margin-left: 40px;">Tulisan ini menjabarkan Gereja Katolik sebagai Gereja yang didirikan oleh Kristus sendiri, dan bahwa Gereja telah direncanakan oleh Allah sejak awal penciptaan dunia (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/?p=113" rel="nofollow">Bagian 1</a>). Gereja juga menjadi tujuan akhir manusia sekaligus sarana untuk mencapai tujuan itu (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/?p=121" rel="nofollow">Bagian 2</a>). Untuk itu Gereja menyampaikan keutuhan rencana Allah (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/?p=138" rel="nofollow">Bagian 3</a>), sebagai Tanda Kasih- Nya untuk semua manusia (<a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/?p=141" rel="nofollow">Bagian 4</a>). Kebenaran ini merupakan karunia, tetapi juga membawa tugas bagi kita sebagai orang Katolik <a
rel="nofollow" href="http://katolisitas.org/?p=143" rel="nofollow">Bagian 5</a>).</p><p>Jadi, saya ingin menyarankan untuk membeli buku Katekismus Gereja Katolik (dan tentu saja Kitab Suci, yang saya asumsikan pasti sudah punya), dan mulailah membacanya.</p><p>Semoga dapat membantu.<br
/> Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: dica</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-3355</link> <dc:creator>dica</dc:creator> <pubDate>Sun, 31 May 2009 10:12:57 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-3355</guid> <description>SOre Bu Ingrid Listiati,
pertanyaan saya mungkin agak melenceng dengan artikel diatas
namun saya sangat penasaran dan ingin tahu ttg ajaran-ajaran gereja katolik itu sebenarnya apa saja yang menjadi pokok2 nya. Sebab kalau secara umum semua hal-hal yang baik itu merupakan ajaran gereja, mohon penjelasan ibu. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih</description> <content:encoded><![CDATA[<p>SOre Bu Ingrid Listiati,<br
/> pertanyaan saya mungkin agak melenceng dengan artikel diatas<br
/> namun saya sangat penasaran dan ingin tahu ttg ajaran-ajaran gereja katolik itu sebenarnya apa saja yang menjadi pokok2 nya. Sebab kalau secara umum semua hal-hal yang baik itu merupakan ajaran gereja, mohon penjelasan ibu. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-2958</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Fri, 01 May 2009 18:05:31 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-2958</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Simon,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1) Menurut sejarah, bangunan gereja yang tertua kemungkinan adalah &lt;strong&gt;gereja yang didirikan di Betlehem&lt;/strong&gt;, yang menandai tempat Yesus Kristus dilahirkan. Selengkapnya lihat ke link ini (&lt;a rel=&quot;nofollow&quot; href=&quot;http://www.stmarystjames.org.uk/the-holy-land/14-holy-land-information/69-the-church-of-the-nativity&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;). Cuplikan terjemahannya adalah sbb:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;St. Yustinus Martir yang lahir sekitar tahun 100 di Samaria, menuliskan bahwa Kaisar Hadrian membangun kuil untuk dewa Adonis tepat di atas tempat Yesus Kristus dilahirkan, untuk mencegah orang-orang Kristen berziarah ke tempat itu. St. Jerome pada tulisannya tahun 395, mengatakan bahwa dengan berbuat demikian sebenarnya Kaisar Hadrian malah berbuat sesuatu yang baik kepada umat Kristiani tanpa disengaja, dengan menandai tempat tersebut, sehingga kita semua yang ada di generasi- generasi berikutnya dapat mengetahui tempat kelahiran Yesus dengan pasti. Saat St. Jerome datang ke Bethlehem tahun 384, bangunan kuil tersebut telah digantikan menjadi bangunan gereja. Gereja tersebut dibangun atas perintah St. Helena, ibu dari Kaisar Konstantin, dan didedikasikan tanggal 31 Mei 339. Yang menjadi bagian yang masih terlihat dari bangunan tersebut adalah 1) lantai mosaik, yang terdapat sekitar 2 feet (sekitar 60 cm) di bawah lantai yang ada sekarang, 2) bagian dari dinding luar, 3) kemungkinan kolom-kolom dari batu kapur yang berwarna merah.   Gereja itu dapat bertahan di tengah invasi Persia pada tahun 614, ketika semua gereja di Holy Land/ Yerusalem dihancurkan, sebab pada mosaik yang terdapat di pintu utama, terlihat gambar orang-orang Majus yang memakai baju Persia, dan memang demikian.&#160; Ketika Kalifah Omar mengunjungi Betlehem setelah menaklukkan Yerusalem 638, ia berdoa di bagian selatan gereja di mana dia bisa menghadap ke Mekkah, dan dengan perjanjian dengan Patriarkh Yesusalem, Sophronius, maka orang-orang Muslim terus diperbolehkan berdoa di sana. Itulah sebabnya, gereja ini dapat tetap berdiri di tengah-tengah kehancuran hampir semua bangunan gereja di Holy Land yang diperintahkan oleh Kalif Al hakim pada tahun 1009.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2) Mengapa pusat Gereja Katolik ada di Roma dan bukan di Yerusalem? Karena pesan Yesus sebelum naik ke surga adalah, &quot;Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan &lt;strong&gt;sampai ke ujung bumi&lt;/strong&gt;.&quot; (Kis 1:6) Pusat bumi saat (abad ke-1) itu adalah kerajaan Roma, sehingga para rasul pada saat itu memang berusaha untuk menyebarkan Kabar Gembira/ Injil sampai ke Roma, karena dengan demikian mereka dapat menyebarkannya ke seluruh dunia. [Roma pada saat itu terletak di pusat kerajaan Romawi, yang memiliki daerah kekuasaan Eropa, Afrika Utara dan Timur Tengah].&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan, &lt;br&gt;
Ingrid Listiati- www.katolisitas.org &#160; &#160;&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Simon,</p><p>1) Menurut sejarah, bangunan gereja yang tertua kemungkinan adalah <strong>gereja yang didirikan di Betlehem</strong>, yang menandai tempat Yesus Kristus dilahirkan. Selengkapnya lihat ke link ini (<a
rel="nofollow" href="http://www.stmarystjames.org.uk/the-holy-land/14-holy-land-information/69-the-church-of-the-nativity" rel="nofollow">silakan klik</a>). Cuplikan terjemahannya adalah sbb:</p><p>St. Yustinus Martir yang lahir sekitar tahun 100 di Samaria, menuliskan bahwa Kaisar Hadrian membangun kuil untuk dewa Adonis tepat di atas tempat Yesus Kristus dilahirkan, untuk mencegah orang-orang Kristen berziarah ke tempat itu. St. Jerome pada tulisannya tahun 395, mengatakan bahwa dengan berbuat demikian sebenarnya Kaisar Hadrian malah berbuat sesuatu yang baik kepada umat Kristiani tanpa disengaja, dengan menandai tempat tersebut, sehingga kita semua yang ada di generasi- generasi berikutnya dapat mengetahui tempat kelahiran Yesus dengan pasti. Saat St. Jerome datang ke Bethlehem tahun 384, bangunan kuil tersebut telah digantikan menjadi bangunan gereja. Gereja tersebut dibangun atas perintah St. Helena, ibu dari Kaisar Konstantin, dan didedikasikan tanggal 31 Mei 339. Yang menjadi bagian yang masih terlihat dari bangunan tersebut adalah 1) lantai mosaik, yang terdapat sekitar 2 feet (sekitar 60 cm) di bawah lantai yang ada sekarang, 2) bagian dari dinding luar, 3) kemungkinan kolom-kolom dari batu kapur yang berwarna merah.   Gereja itu dapat bertahan di tengah invasi Persia pada tahun 614, ketika semua gereja di Holy Land/ Yerusalem dihancurkan, sebab pada mosaik yang terdapat di pintu utama, terlihat gambar orang-orang Majus yang memakai baju Persia, dan memang demikian.&nbsp; Ketika Kalifah Omar mengunjungi Betlehem setelah menaklukkan Yerusalem 638, ia berdoa di bagian selatan gereja di mana dia bisa menghadap ke Mekkah, dan dengan perjanjian dengan Patriarkh Yesusalem, Sophronius, maka orang-orang Muslim terus diperbolehkan berdoa di sana. Itulah sebabnya, gereja ini dapat tetap berdiri di tengah-tengah kehancuran hampir semua bangunan gereja di Holy Land yang diperintahkan oleh Kalif Al hakim pada tahun 1009.</p><p>2) Mengapa pusat Gereja Katolik ada di Roma dan bukan di Yerusalem? Karena pesan Yesus sebelum naik ke surga adalah, &quot;Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan seluruh Yudea dan Samaria dan <strong>sampai ke ujung bumi</strong>.&quot; (Kis 1:6) Pusat bumi saat (abad ke-1) itu adalah kerajaan Roma, sehingga para rasul pada saat itu memang berusaha untuk menyebarkan Kabar Gembira/ Injil sampai ke Roma, karena dengan demikian mereka dapat menyebarkannya ke seluruh dunia. [Roma pada saat itu terletak di pusat kerajaan Romawi, yang memiliki daerah kekuasaan Eropa, Afrika Utara dan Timur Tengah].</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan, <br
/> Ingrid Listiati- <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a> &nbsp; &nbsp;</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Simon</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-2953</link> <dc:creator>Simon</dc:creator> <pubDate>Fri, 01 May 2009 01:53:36 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-2953</guid> <description>Shalom bu Ingrid dan Pak Stefanus Tay,Saya punya beberapa pertanyaan:
1. Kapan Gereja Katholik secara fisik (bangunan) didirikan dan dimana?
2. Mengapa Pusat Gereja Katholik berada di Vatikan (Itali) bukan di Yerusalem?Terima kasih.
Salam dalam kasih Kristus.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom bu Ingrid dan Pak Stefanus Tay,</p><p>Saya punya beberapa pertanyaan:<br
/> 1. Kapan Gereja Katholik secara fisik (bangunan) didirikan dan dimana?<br
/> 2. Mengapa Pusat Gereja Katholik berada di Vatikan (Itali) bukan di Yerusalem?</p><p>Terima kasih.<br
/> Salam dalam kasih Kristus.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-602</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Mon, 27 Oct 2008 14:22:31 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-602</guid> <description>Shalom Andry,
Ya, silakan mengutip artikel dalam website ini, dengan menyebutkan sumbernya. Semoga Tuhan memberkati niat baik Andry untuk menjelaskan iman Katolik kepada saudara/i kita yang non-Katolik. Jangan lupa untuk selalu mengutamakan semangat kasih dalam menyampaikan kebenaran Kristus.Salam kasih dari www.katolisitas.org
Ingrid Listiati</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Andry,<br
/> Ya, silakan mengutip artikel dalam website ini, dengan menyebutkan sumbernya. Semoga Tuhan memberkati niat baik Andry untuk menjelaskan iman Katolik kepada saudara/i kita yang non-Katolik. Jangan lupa untuk selalu mengutamakan semangat kasih dalam menyampaikan kebenaran Kristus.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-601</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Mon, 27 Oct 2008 14:19:06 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-601</guid> <description>Shalom Andry,
Ya, silakan mengutip artikel dalam website ini, dengan menyebutkan sumbernya. Semoga Tuhan memberkati niat baik Andry. Jangan lupa untuk selalu mengutamakan semangat kasih dalam menyampaikan kebenaran Kristus.Salam kasih dari www.katolisitas.org
Ingrid Listiati</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Andry,<br
/> Ya, silakan mengutip artikel dalam website ini, dengan menyebutkan sumbernya. Semoga Tuhan memberkati niat baik Andry. Jangan lupa untuk selalu mengutamakan semangat kasih dalam menyampaikan kebenaran Kristus.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: andryhart</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-595</link> <dc:creator>andryhart</dc:creator> <pubDate>Mon, 27 Oct 2008 04:32:44 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-595</guid> <description>Shalom,Terima kasih atas jawabannya. Memang waktu merupakan kendala bagi kita yang belajar dan bekerja. Bagaimana jika saya kutip tulisan Bu Ingrid (dengan mencantumkan nama Ibu sebagai sumbernya) untuk menyusun artikel yang bisa dibaca oleh saudara-saudara Kristen yang lain.Tuhan memberkati,andryhart</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom,</p><p>Terima kasih atas jawabannya. Memang waktu merupakan kendala bagi kita yang belajar dan bekerja. Bagaimana jika saya kutip tulisan Bu Ingrid (dengan mencantumkan nama Ibu sebagai sumbernya) untuk menyusun artikel yang bisa dibaca oleh saudara-saudara Kristen yang lain.</p><p>Tuhan memberkati,</p><p>andryhart</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-590</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Sun, 26 Oct 2008 22:56:27 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-590</guid> <description>Shalom Andry,
Ya benar, bahwa ada tiga pilar dalam Gereja Katolik, yaitu Kitab suci, Tradisi suci dan Magisterium (Wewenang Mengajar Gereja). Kalau memang dengan berpegang kepada Kitab Suci saja dapat terjadi ekumene, kenapa sampai saat ini begitu banyak denominasi Kristen? Untuk mengetahui lebih lanjut, silakan membaca: &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Mengapa kita memilih Gereja Katolik&lt;/a&gt;. Dan memang sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjelaskan hal ini jika ada yang bertanya kepada kita.Nah, mengenai hal mengirimkan artikel ke situs-situs Kristen Protestan, saat ini memang belum dapat kami lakukan. Karena kami menyadari bahwa hal itu harus dibarengi dengan kesediaan untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang dapat bermunculan juga kemungkinan adanya diskusi yang berkepanjangan. Tentu hal itu bisa baik, tetapi kami harus mengakui bahwa saat ini kami belum dapat melaksanakannya; bukan karena kami tidak mau menjawab jika ada pertanyaan-pertanyaan, tetapi karena keterbatasan waktu, mengingat kami di sini juga masih memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan studi kami yang juga memakan banyak waktu dan energi. Sementara ini, fokus kami adalah menulis artikel dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke dalam website ini.
Apa yang telah Andry lakukan dengan saudara-saudari Kristen non Katolik dalam diskusi itu baik, asal kita melakukannya dengan semangat kasih. Selanjutnya kita serahkan saja kepada Roh Kudus yang adalah Roh Kebenaran, untuk menyatakan sendiri kepada mereka Kebenaran itu, di dalam hati mereka.
Demikian penjelasan singkat kami, semoga Andry dapat memahaminya.Salam Kasih dari www.katolisitas.org
Ingrid Listiati</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Andry,<br
/> Ya benar, bahwa ada tiga pilar dalam Gereja Katolik, yaitu Kitab suci, Tradisi suci dan Magisterium (Wewenang Mengajar Gereja). Kalau memang dengan berpegang kepada Kitab Suci saja dapat terjadi ekumene, kenapa sampai saat ini begitu banyak denominasi Kristen? Untuk mengetahui lebih lanjut, silakan membaca: <a
href="http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/" rel="nofollow">Mengapa kita memilih Gereja Katolik</a>. Dan memang sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjelaskan hal ini jika ada yang bertanya kepada kita.</p><p>Nah, mengenai hal mengirimkan artikel ke situs-situs Kristen Protestan, saat ini memang belum dapat kami lakukan. Karena kami menyadari bahwa hal itu harus dibarengi dengan kesediaan untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang dapat bermunculan juga kemungkinan adanya diskusi yang berkepanjangan. Tentu hal itu bisa baik, tetapi kami harus mengakui bahwa saat ini kami belum dapat melaksanakannya; bukan karena kami tidak mau menjawab jika ada pertanyaan-pertanyaan, tetapi karena keterbatasan waktu, mengingat kami di sini juga masih memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan studi kami yang juga memakan banyak waktu dan energi. Sementara ini, fokus kami adalah menulis artikel dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke dalam website ini.<br
/> Apa yang telah Andry lakukan dengan saudara-saudari Kristen non Katolik dalam diskusi itu baik, asal kita melakukannya dengan semangat kasih. Selanjutnya kita serahkan saja kepada Roh Kudus yang adalah Roh Kebenaran, untuk menyatakan sendiri kepada mereka Kebenaran itu, di dalam hati mereka.<br
/> Demikian penjelasan singkat kami, semoga Andry dapat memahaminya.</p><p>Salam Kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: andryhart</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-588</link> <dc:creator>andryhart</dc:creator> <pubDate>Sun, 26 Oct 2008 22:07:46 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-588</guid> <description>Teman saya, seorang dokter Katolik, pernah bertanya kepada almarhum Rm Tom Jacob, &quot;Mengapa orang Katolik tidak berpedoman pada Alkitab saja sehingga gerakan eikumene di antara semua gereja Kristen dapat berhasil dengan baik?&quot; Rm Tom menjawabnya tanpa menjelaskan lebih lanjut, &quot;Karena kita juga berpedoman pada sejarah gereja.&quot;
Orang Kristen non-Katolik membaca Alkitab dan menguasainya. Mereka memegang Alkitab sebagai satu-satunya sumber ajaran Allah yang benar (sola scriptura). Tradisi suci (sacred tradition) dan ajaran suci gereja perdana (magisterium) tidak mereka ketahui sama sekali. Mungkin sebagian di antara mereka memang tidak mau tahu. Namun, sebagian lagi ternyata tertarik untuk mengetahui tetapi tidak tahu di mana mencarinya.
Saya kadang-kadang berdiskusi (bukan berdebat) dengan orang-orang Kristen non-Katolik. Jika diskusi tersebut menyangkut Alkitab, semuanya berjalan dengan baik dan kita bisa saling memahami dan menerimanya. Orang Kristen non-Katolik dapat menerima ajaran dalam 1 Timotius 3:15 bahwa gereja merupakan tiang dan dasar kebenaran. Tetapi, mereka menafsirkan gereja sebagai gereja mereka sendiri padahal seharusnya gereja perdana. Anjuran Santo Paulus dalam 2 Tesalonika: 2:15 agar kita tidak hanya berpegang pada ajaran tertulis (Alkitab) tetapi juga pada ajaran lisan yang berupa tradisi suci juga mereka akui kebenarannya. Akan tetapi dalam praktiknya, anjuran Santo Paulus itu terlupakan. Karena itu, saya sebetulnya berharap agar pengikut agama Katolik yang mengetahui tradisi suci dan ajaran suci dari sumbernya di Vatican dapat membagikan pengetahuannya ke dalam (di antara umat Katolik sendiri) maupun ke luar (di antara umat Kristen non-Katolik). Untuk Bu Ingrid, saya mohon agar sekali-sekali Ibu  mengirimkan artikelnya kepada situs-situs Kristen seperti www.Sabda Space.com sekalipun nantinya dapat terjadi perdebatan dari mereka yang menentangnya.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Teman saya, seorang dokter Katolik, pernah bertanya kepada almarhum Rm Tom Jacob, &#8220;Mengapa orang Katolik tidak berpedoman pada Alkitab saja sehingga gerakan eikumene di antara semua gereja Kristen dapat berhasil dengan baik?&#8221; Rm Tom menjawabnya tanpa menjelaskan lebih lanjut, &#8220;Karena kita juga berpedoman pada sejarah gereja.&#8221;<br
/> Orang Kristen non-Katolik membaca Alkitab dan menguasainya. Mereka memegang Alkitab sebagai satu-satunya sumber ajaran Allah yang benar (sola scriptura). Tradisi suci (sacred tradition) dan ajaran suci gereja perdana (magisterium) tidak mereka ketahui sama sekali. Mungkin sebagian di antara mereka memang tidak mau tahu. Namun, sebagian lagi ternyata tertarik untuk mengetahui tetapi tidak tahu di mana mencarinya.<br
/> Saya kadang-kadang berdiskusi (bukan berdebat) dengan orang-orang Kristen non-Katolik. Jika diskusi tersebut menyangkut Alkitab, semuanya berjalan dengan baik dan kita bisa saling memahami dan menerimanya. Orang Kristen non-Katolik dapat menerima ajaran dalam 1 Timotius 3:15 bahwa gereja merupakan tiang dan dasar kebenaran. Tetapi, mereka menafsirkan gereja sebagai gereja mereka sendiri padahal seharusnya gereja perdana. Anjuran Santo Paulus dalam 2 Tesalonika: 2:15 agar kita tidak hanya berpegang pada ajaran tertulis (Alkitab) tetapi juga pada ajaran lisan yang berupa tradisi suci juga mereka akui kebenarannya. Akan tetapi dalam praktiknya, anjuran Santo Paulus itu terlupakan. Karena itu, saya sebetulnya berharap agar pengikut agama Katolik yang mengetahui tradisi suci dan ajaran suci dari sumbernya di Vatican dapat membagikan pengetahuannya ke dalam (di antara umat Katolik sendiri) maupun ke luar (di antara umat Kristen non-Katolik). Untuk Bu Ingrid, saya mohon agar sekali-sekali Ibu  mengirimkan artikelnya kepada situs-situs Kristen seperti <a
href="http://www.Sabda" rel="nofollow">http://www.Sabda</a> Space.com sekalipun nantinya dapat terjadi perdebatan dari mereka yang menentangnya.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-524</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Thu, 16 Oct 2008 04:04:27 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-524</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Eddy,&lt;br /&gt;
Sebenarnya, apa yang dituliskan di Lumen Gentium (Vatikan II tentang Gereja) tentang Keselamatan tidak bertentangan dengan apa yang dituliskan oleh St. Cyprian dari Carthage pada abad ke 3, yang berkata &quot;Extram Ecclesiam nulla sallus&quot; (Tidak ada keselamatan di luar Gereja), yang diperjelas oleh Konsili Lateran (1215): Hanya ada satu Gereja universal bagi umat beriman, di mana di luar itu tidak ada keselamatan. Katekismus Gereja Katolik 846 mengartikan hal ini sebagai, &quot;...seluruh &lt;strong&gt;keselamatan datang dari Kristus sebagai Kepala melalui Gereja&lt;/strong&gt;, yang adalah Tubuh-Nya&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paus Pius IX (1846-1878) dalam &lt;i&gt;Singulari Quidem&lt;/i&gt;, memperjelas dengan menyebutkan dua kesalahan, yaitu, pendapat yang mengatakan 1) bahwa ada harapan yang besar untuk keselamatan pada mereka yang tidak pernah hidup dalam kesatuan dengan Gereja Kristus yang sejati (Gereja Katolik) dan 2) bahwa keselamatan dapat diperoleh melalui agama apa saja. Jadi yang harus kita imani adalah di luar Gereja Katolik, tidak ada seorangpun yang dapat diselamatkan; bahwa ini adalah bahtera keselamatan.... namun perlu diketahui bahwa mereka yang benar-benar tidak tahu akan kebenaran sejati dalam agama Katolik, dan ketidaktahuan ini benar-benar bukan karena kesalahan mereka, maka ini tidak akan dianggap salah di mata Tuhan. (Hal ini dijabarkan dalam Lumen Gentium 16 dan KGK 847 sebagai, &quot;Sebab mereka yang tanpa bersalah tidak mengenal Injil Kristus serta Gereja-Nya, tetapi dengan hati tulus mencari Allah, dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendak-Nya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, dapat memperoleh keselamatan kekal.&quot;) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam surat ensikliknya, &lt;i&gt;Quanto conficiamur moerore&lt;/i&gt;, Paus Pius IX menjelaskan kembali, bahwa jika mereka benar-benar tidak tahu akan kebenaran sejati dalam Gereja Katolik, namun hidup dengan jujur dan benar, maka mereka dapat oleh kuasa rahmat ilahi memperoleh keselamatan, sebab Tuhan melihat dengan jelas, menyelidiki, mengetahui pikiran, jiwa, dan sikap batin semua orang, sebab oleh belas kasihanNya yang besar tidak menginginkan seorangpun binasa jika ia tidak bersalah dan berdosa dengan sengaja. Namun dogma bahwa di luar Gereja Katolik tidak ada keselamatan adalah jelas benar, bahwa mereka yang berkeras menentang otoritas dan definisi Gereja Katolik, dan berkeras memisahkan diri dari Gereja Katolik dan dari Bapa Paus sebagai penerus Rasul Petrus... tidak dapat memperoleh keselamatan. Ini berdasarkan dengan perkataan Yesus sendiri, &quot;Jika ia tidak mau mendengarkan jemaat (Gereja), pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah (Mt 18:17); &quot;Barangsiapa yang mendengar kamu (para rasul), mendengar Aku; barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku, ia menolak yang mengutus Aku.&quot; (Luk 10:16); &quot;Siapa yang percaya tidak akan dihukum&quot; (Mrk 16:16) &quot;Barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman&quot; (Yoh 3:18); &quot;Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan&quot; (Luk 11:23).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dalam hal ini Pastor Arnold Damen SJ hanya mengembangkan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik sejak awal. Ia mengajak orang untuk melihat secara objektif bahwa Gereja Katolik adalah Gereja satu-satunya yang didirikan oleh Yesus, dengan bahasa yang sangat &lt;i&gt;ceplas-ceplos&lt;/i&gt;, jadi mungkin terdengar terlalu &#039;keras&#039;. Tetapi sesungguhnya yang dikatakannya itu benar, sebab &lt;i&gt;Lumen Gentium&lt;/i&gt; 14 juga mengatakan bahwa &quot;Maka dari itu andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan.&quot;&lt;br /&gt;
Maka sekarang, yang menjadi permasalahan adalah, apakah mereka itu (saudara-saudari kita yang berbeda Gereja dengan kita) mengetahui atau tidak tentang kebenaran sejati dalam Gereja Katolik. Hal ini yang memang tidak sepenuhnya kita ketahui, sebab yang paling mengetahui hati setiap orang hanya Tuhan (Kita hanya tahu dari luar saja). Jika mereka tahu, tapi oleh karena alasan tertentu tidak mau masuk, maka itu adalah kesalahan mereka, namun jika mereka benar-benar tidak tahu, maka mereka tidak bersalah di hadapan Tuhan seperti yang telah diuraikan di atas. Janganlah kita lupa bahwa mereka yang percaya pada Kristus, menerima Pembaptisan dengan baik, berada dalam persekutuan dengan Gereja Katolik walaupun tidak sempurna (&lt;i&gt;Unitatis Redintegratio&lt;/i&gt; 3, Vatikan II tentang Ekumenisme, KGK 838)&lt;br /&gt;
Karena hal yang disebutkan di ataslah, maka kita sebagai orang Katolik harus berjuang menyampaikan kebenaran Gereja Katolik, baik dengan memberikan pertanggungan jawab akan iman kita, atau menjelaskan kepada mereka, jika ada kesempatan. Di atas semua itu, kita harus berjuang untuk hidup kudus dalam kasih, sebab kesaksian hidup berbicara lebih lantang daripada kata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian jawaban dari saya, semoga dapat memperjelas jawaban saya sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam kasih dari www.katolisitas.org&lt;br /&gt;
Ingrid Listiati&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Eddy,<br
/> Sebenarnya, apa yang dituliskan di Lumen Gentium (Vatikan II tentang Gereja) tentang Keselamatan tidak bertentangan dengan apa yang dituliskan oleh St. Cyprian dari Carthage pada abad ke 3, yang berkata &quot;Extram Ecclesiam nulla sallus&quot; (Tidak ada keselamatan di luar Gereja), yang diperjelas oleh Konsili Lateran (1215): Hanya ada satu Gereja universal bagi umat beriman, di mana di luar itu tidak ada keselamatan. Katekismus Gereja Katolik 846 mengartikan hal ini sebagai, &quot;&#8230;seluruh <strong>keselamatan datang dari Kristus sebagai Kepala melalui Gereja</strong>, yang adalah Tubuh-Nya&quot;.</p><p>Paus Pius IX (1846-1878) dalam <i>Singulari Quidem</i>, memperjelas dengan menyebutkan dua kesalahan, yaitu, pendapat yang mengatakan 1) bahwa ada harapan yang besar untuk keselamatan pada mereka yang tidak pernah hidup dalam kesatuan dengan Gereja Kristus yang sejati (Gereja Katolik) dan 2) bahwa keselamatan dapat diperoleh melalui agama apa saja. Jadi yang harus kita imani adalah di luar Gereja Katolik, tidak ada seorangpun yang dapat diselamatkan; bahwa ini adalah bahtera keselamatan&#8230;. namun perlu diketahui bahwa mereka yang benar-benar tidak tahu akan kebenaran sejati dalam agama Katolik, dan ketidaktahuan ini benar-benar bukan karena kesalahan mereka, maka ini tidak akan dianggap salah di mata Tuhan. (Hal ini dijabarkan dalam Lumen Gentium 16 dan KGK 847 sebagai, &quot;Sebab mereka yang tanpa bersalah tidak mengenal Injil Kristus serta Gereja-Nya, tetapi dengan hati tulus mencari Allah, dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendak-Nya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, dapat memperoleh keselamatan kekal.&quot;)</p><p>Dalam surat ensikliknya, <i>Quanto conficiamur moerore</i>, Paus Pius IX menjelaskan kembali, bahwa jika mereka benar-benar tidak tahu akan kebenaran sejati dalam Gereja Katolik, namun hidup dengan jujur dan benar, maka mereka dapat oleh kuasa rahmat ilahi memperoleh keselamatan, sebab Tuhan melihat dengan jelas, menyelidiki, mengetahui pikiran, jiwa, dan sikap batin semua orang, sebab oleh belas kasihanNya yang besar tidak menginginkan seorangpun binasa jika ia tidak bersalah dan berdosa dengan sengaja. Namun dogma bahwa di luar Gereja Katolik tidak ada keselamatan adalah jelas benar, bahwa mereka yang berkeras menentang otoritas dan definisi Gereja Katolik, dan berkeras memisahkan diri dari Gereja Katolik dan dari Bapa Paus sebagai penerus Rasul Petrus&#8230; tidak dapat memperoleh keselamatan. Ini berdasarkan dengan perkataan Yesus sendiri, &quot;Jika ia tidak mau mendengarkan jemaat (Gereja), pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah (Mt 18:17); &quot;Barangsiapa yang mendengar kamu (para rasul), mendengar Aku; barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku, ia menolak yang mengutus Aku.&quot; (Luk 10:16); &quot;Siapa yang percaya tidak akan dihukum&quot; (Mrk 16:16) &quot;Barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman&quot; (Yoh 3:18); &quot;Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan&quot; (Luk 11:23).</p><p>Jadi dalam hal ini Pastor Arnold Damen SJ hanya mengembangkan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik sejak awal. Ia mengajak orang untuk melihat secara objektif bahwa Gereja Katolik adalah Gereja satu-satunya yang didirikan oleh Yesus, dengan bahasa yang sangat <i>ceplas-ceplos</i>, jadi mungkin terdengar terlalu &#8216;keras&#8217;. Tetapi sesungguhnya yang dikatakannya itu benar, sebab <i>Lumen Gentium</i> 14 juga mengatakan bahwa &quot;Maka dari itu andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan.&quot;<br
/> Maka sekarang, yang menjadi permasalahan adalah, apakah mereka itu (saudara-saudari kita yang berbeda Gereja dengan kita) mengetahui atau tidak tentang kebenaran sejati dalam Gereja Katolik. Hal ini yang memang tidak sepenuhnya kita ketahui, sebab yang paling mengetahui hati setiap orang hanya Tuhan (Kita hanya tahu dari luar saja). Jika mereka tahu, tapi oleh karena alasan tertentu tidak mau masuk, maka itu adalah kesalahan mereka, namun jika mereka benar-benar tidak tahu, maka mereka tidak bersalah di hadapan Tuhan seperti yang telah diuraikan di atas. Janganlah kita lupa bahwa mereka yang percaya pada Kristus, menerima Pembaptisan dengan baik, berada dalam persekutuan dengan Gereja Katolik walaupun tidak sempurna (<i>Unitatis Redintegratio</i> 3, Vatikan II tentang Ekumenisme, KGK 838)<br
/> Karena hal yang disebutkan di ataslah, maka kita sebagai orang Katolik harus berjuang menyampaikan kebenaran Gereja Katolik, baik dengan memberikan pertanggungan jawab akan iman kita, atau menjelaskan kepada mereka, jika ada kesempatan. Di atas semua itu, kita harus berjuang untuk hidup kudus dalam kasih, sebab kesaksian hidup berbicara lebih lantang daripada kata-kata.</p><p>Demikian jawaban dari saya, semoga dapat memperjelas jawaban saya sebelumnya.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: eddy TG</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-516</link> <dc:creator>eddy TG</dc:creator> <pubDate>Wed, 15 Oct 2008 11:34:22 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-516</guid> <description>Shalom bu Ingrid,Thanks penjelasannya.
Jadi bagaimana &quot;keselamatan&quot; saudara2 kita yg seiman tapi non Katolik (beda gereja)? Apakah tulisan itu tdk bertentangan dg KV II yg inklusif itu khusus hal &#039;keselamatan&#039; ?Shalom,
Eddy TG</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom bu Ingrid,</p><p>Thanks penjelasannya.<br
/> Jadi bagaimana &#8220;keselamatan&#8221; saudara2 kita yg seiman tapi non Katolik (beda gereja)? Apakah tulisan itu tdk bertentangan dg KV II yg inklusif itu khusus hal &#8216;keselamatan&#8217; ?</p><p>Shalom,<br
/> Eddy TG</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-511</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Wed, 15 Oct 2008 02:24:53 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-511</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Eddy,&lt;br /&gt;
Romo Arnold Damen SJ dalam tulisannya &quot;The One True Church&quot; sebenarnya menyampaikan bahwa Gereja Katolik adalah Gereja satu-satunya yang sejati yang didirikan oleh Kristus. Mengenai hal ini saya setuju, seperti juga yang telah dituliskan dalam artikel tentang Gereja di dalam web ini, yaitu: &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Allah, bagian 1&lt;/a&gt;,&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/14/gereja-tonggak-kebenaran-tanda-kasih-tuhan-bagian-2/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;2&lt;/a&gt;,&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/18/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan-bagian-ke-3/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;3&lt;/a&gt;,&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/18/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan-bagian-ke-4/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;4&lt;/a&gt;,&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/18/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan-bagian-ke-5/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;5&lt;/a&gt;, dan juga dalam artikel &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Mengapa Kita Memilih Gereja Katolik?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada intinya memang kita harus mengakui dengan rendah hati bahwa tidak ada seorangpun yang berhak mendirikan Gereja selain Kristus. Gereja adalah sesuatu pemberian Allah, dan bukan sesuatu yang &#039;diciptakan/ didirikan&#039; oleh manusia. Mengenai pertanyaan tentang keselamatan di luar Gereja Katolik, sudah pernah saya jawab untuk pertanyaan berikut ini, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/02/sudahkah-kita-diselamatkan/#comment-430&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;1&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/02/sudahkah-kita-diselamatkan/#comment-228&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;2&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/08/02/sudahkah-kita-diselamatkan/#comment-239&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;3&lt;/a&gt; (silakan klik). Mungkin suatu saat nanti, kami akan menuliskan secara khusus untuk topik tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga hal ini menjawab pertanyaan Eddy.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dari www.katolisitas.org&lt;br /&gt;
Ingrid Listiati&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Eddy,<br
/> Romo Arnold Damen SJ dalam tulisannya &quot;The One True Church&quot; sebenarnya menyampaikan bahwa Gereja Katolik adalah Gereja satu-satunya yang sejati yang didirikan oleh Kristus. Mengenai hal ini saya setuju, seperti juga yang telah dituliskan dalam artikel tentang Gereja di dalam web ini, yaitu: <a
href="http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/" rel="nofollow">Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Allah, bagian 1</a>,<a
href="http://katolisitas.org/2008/06/14/gereja-tonggak-kebenaran-tanda-kasih-tuhan-bagian-2/" rel="nofollow">2</a>,<a
href="http://katolisitas.org/2008/06/18/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan-bagian-ke-3/" rel="nofollow">3</a>,<a
href="http://katolisitas.org/2008/06/18/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan-bagian-ke-4/" rel="nofollow">4</a>,<a
href="http://katolisitas.org/2008/06/18/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan-bagian-ke-5/" rel="nofollow">5</a>, dan juga dalam artikel <a
href="http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/" rel="nofollow">Mengapa Kita Memilih Gereja Katolik?</a></p><p>Pada intinya memang kita harus mengakui dengan rendah hati bahwa tidak ada seorangpun yang berhak mendirikan Gereja selain Kristus. Gereja adalah sesuatu pemberian Allah, dan bukan sesuatu yang &#8216;diciptakan/ didirikan&#8217; oleh manusia. Mengenai pertanyaan tentang keselamatan di luar Gereja Katolik, sudah pernah saya jawab untuk pertanyaan berikut ini, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/02/sudahkah-kita-diselamatkan/#comment-430" rel="nofollow">1</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/02/sudahkah-kita-diselamatkan/#comment-228" rel="nofollow">2</a>, <a
href="http://katolisitas.org/2008/08/02/sudahkah-kita-diselamatkan/#comment-239" rel="nofollow">3</a> (silakan klik). Mungkin suatu saat nanti, kami akan menuliskan secara khusus untuk topik tersebut.</p><p>Semoga hal ini menjawab pertanyaan Eddy.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: eddy TG</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-507</link> <dc:creator>eddy TG</dc:creator> <pubDate>Wed, 15 Oct 2008 00:32:01 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-507</guid> <description>Dear Ibu Ingrid Listiati,Terimakasih atas uraian serta penjelasannya, it&#039;s awesome ! Sangat berguna serta menjadi bahan pertimbangan bagi saya terutama didalam menulis untuk dibagikan kepada teman2 yg memerlukannya.Kalau boleh tanya lagi, bagaimana pendapat Ibu Ingrid ttg tulisan Romo Arnold Damen SJ, &quot;The one true church&quot; itu? Apa anda setuju/tidak setuju, apa alasannya?Kiranya Tuhan memberkati anda, anda sekeluarga dan seisi rumah anda. Amin :)Eddy TG</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Dear Ibu Ingrid Listiati,</p><p>Terimakasih atas uraian serta penjelasannya, it&#8217;s awesome ! Sangat berguna serta menjadi bahan pertimbangan bagi saya terutama didalam menulis untuk dibagikan kepada teman2 yg memerlukannya.</p><p>Kalau boleh tanya lagi, bagaimana pendapat Ibu Ingrid ttg tulisan Romo Arnold Damen SJ, &#8220;The one true church&#8221; itu? Apa anda setuju/tidak setuju, apa alasannya?</p><p>Kiranya Tuhan memberkati anda, anda sekeluarga dan seisi rumah anda. Amin :)</p><p>Eddy TG</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-492</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Mon, 13 Oct 2008 13:52:07 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-492</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Eddy,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih untuk doa dan dukungan untuk website ini. Mengenai hal &quot;Kebenaran, Kasih dan Kebaikan&quot;, berikut ini adalah urutan yang dapat saya sampaikan:&#160;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;1) Pertama adalah &lt;b&gt;Kasih&lt;/b&gt;. Hal ini kita ketahui, pertama-tama dari Kitab Suci. Yesus merumuskan KASIH sebagai &lt;b&gt;hukum yang terutama&lt;/b&gt;, yaitu kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama (lihat Mat 22:34-40; Mrk 12: 28-34; Luk 10:25-28). Pada kedua hukum ini tergantung seluruh hukum dan kitab para nabi. Lalu Rasul Yohanes juga mengatakan sesuatu yang terpenting, bahwa Allah adalah KASIH. Maka kita diajak untuk saling mengasihi, &quot;sebab kasih berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab &lt;b&gt;Allah adalah KASIH&lt;/b&gt;&quot; (1 Yoh 4:7-8).&#160; &lt;i&gt;&lt;br&gt;
Lumen Gentium&lt;/i&gt; (Dokumen Vatikan II tentang Gereja) 42 mengutip surat Rasul Yohanes mengatakan: &quot;Allah itu kasih, dan barang siapa tetap berada dalam kasih, ia tinggal dalam Allah dan Allah dalam dia.(1Yoh 4:16). Adapun Allah mencurahkan&lt;br&gt;
cinta kasih-Nya ke dalam hati kita melalui Roh Kudus yang dikurniakan kepada kita (lih. Rom 5:5). Maka dari itu kurnia yang pertama dan paling perlu yakni cinta kasih, yang membuat kita mencintai Allah melampaui segalanya dan mengasihi sesama demi Dia.&quot; Selanjutnya, Lumen Gentium juga menyatakan, bahwa kasih adalah &quot;pengikat kesempurnaan, dan kepenuhan hukum&quot; (lih. Kol 3:14, Rm 13:10), yang mengarahkan kita untuk hidup di dalam kekudusan, dan kasih pula yang memberikan hidup dan menjiwai segala upaya menuju kekudusan itu. Kasih-lah yang membimbing kita untuk menuju tujuan akhir kita, yaitu Tuhan. Dan kasih kepada Tuhan dan sesama inilah yang menandai kita sebagai pengikut Kristus.&lt;br&gt;
Kasih adalah kebajikan &#039;supernatural&#039; yang berasal dari Allah yang memampukan kita untuk mengasihi semua orang, bahkan musuh kita demi kasih kita kepada Allah. Benih kasih sejati ini kita terima dalam Pembaptisan kita dan yang kemudian terus bertumbuh melalui Sakramen Kasih Tuhan, yaitu Ekaristi. Dalam Ekaristi kita melihat teladan kasih Allah yaitu Yesus yang memberikan DiriNya kepada kita, sehingga kita didorong untuk melakukan yang sama, yaitu memberikan diri kita kepada orang lain.&lt;br&gt;
Dengan melihat uraian di atas, kita mengetahui bahwa KASIH adalah yang terutama dalam hidup kita. Bukan saja Kasih menjadi Hukum yang terutama, tetapi karena Allah sendiri adalah Kasih, maka jika kita mengatakan kita mengasihi Allah dan ingin meniru Dia, maka kita harus mengasihi. Artinya, Hukum Kasih bukan saja menempati urutan teratas, melainkan juga harus menempati urutan-urutan berikutnya, bersama-sama dengan kebajikan yang lain. Kasihlah yang mengikat, menyatukan dan menyempurnakan kebajikan-kebajikan, dan yang membuat kita bertumbuh dalam kekudusan menyerupai Allah yang adalah Kasih Ilahi. (KGK 1827).&lt;br&gt;
Di atas semua itu, jangan kita lupa bahwa pada penghakiman terakhir, perbuatan &lt;strong&gt;KASIH-lah yang akan menjadi ukuran bagi kita untuk dapat masuk surga&lt;/strong&gt; (Lih. Mat 25:31-46). Kasih inilah yang juga kita kenal sebagai kekudusan. Katekismus Gereja Katolik menyebutkan bahwa kebajikan ilahi adalah iman, pengharapan dan kasih, (KGK 1813) dan&#160; berdasarkan dari pengajaran dari Rasul Paulus 1 Kor 13:13, di antara ketiga hal itu, yang terbesar adalah kasih (KGK 1826). Karena di surga nanti iman dan pengharapan tidak diperlukan lagi, saat semua jiwa yang diselamatkan sudah memandang Allah muka dengan muka. Yang ada tinggal kasih yang mengikat semua, di dalam semua,&#160; dalam kesatuan dengan Tuhan. Namun&#160; kasih yang disebutkan di sini, mensyaratkan iman sebagai dasarnya, demikian juga dengan pengharapan; oleh karena itu iman, pengharapan dan kasih saling berkaitan. Dalam hal beriman kepada Allah inilah, peran pengetahuan akan kebenaran menjadi sangat penting. Kepada Allah yang adalah Kebenaran itu sendiri, kita secara bebas menyerahkan diri kepada Allah, dan ini adalah iman. Dan iman yang hidup bekerja oleh kasih (lihat KGK 1814). Jadi di sini kita melihat hubungan timbal balik antara kasih dan kebenaran, dan ini tidak mengherankan, karena Allah adalah Kasih dan Kebenaran itu sendiri. (lih. 1 Yoh 4:8; dan Yoh 14:6)&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;2) Dari ketiga hal di atas (kebenaran, kasih dan kebaikan), kebenaran menempati urutan kedua, jika kita melihat dari segi tingkat keutamaannya dalam kehidupan rohani kita. KASIH itu sendiri akan mengantarkan seseorang kepada Kebenaran. Alkitab mengatakan, &quot;Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan ditengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.&quot; (1Yoh 4:9-10). Kasih kita kepada Allah akan mengantarkan kita kepada Kebenaran yaitu Kristus (lih. Yoh 14:6).&lt;br&gt;
&lt;i&gt;Lumen Gentium&lt;/i&gt; 42, juga mengatakan, &quot;...Supaya cinta kasih bagaikan benih yang baik bertunas dalam jiwa dan menghasilkan buah, setiap orang beriman wajib &lt;b&gt;mendengarkan Sabda Allah&lt;/b&gt; dengan suka hati, dan dengan bantuan rahmat-Nya, dengan tindakan nyata melaksanakan kehendak-Nya.&quot; Kita semua mengetahui, bahwa Sabda Allah yang menjelma adalah Kristus Sang Kebenaran, dan Kristuslah yang akan menjadikan perbuatan kasih kita menghasilkan buah yang sesuai dengan kehendak Allah.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;margin-left: 40px;&quot;&gt;3) Walaupun dalam banyak hal kelihatan bahwa kebaikan setara dengan kebenaran, namun sesungguhnya, kebaikan yang sejati itu mengalir dari pengetahuan akan kebenaran yang sejati. Jika tidak didasari akan pengetahuan kebenaran yang sejati, maka kebaikan dapat menjadi relatif, bisa baik menurut orang yang satu, tetapi bukan kebaikan menurut orang lain. Atau, tanpa pengetahuan akan Kebenaran, maka kebaikan dapat mengarah kepada kebaikan yang bersifat duniawi/ menurut manusia, dan bukan kebaikan yang bersifat ilahi/ menurut ajaran Tuhan. Namun jika kita bersandar pada Kebenaran, yaitu Kristus, maka kebaikan yang kita inginkan maupun yang harus kita lakukan adalah kebaikan yang bernilai objektif, yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Alkitab menyebutkan kebaikan sebagai salah satu dari buah Roh Kudus (lihat Gal 5:22, buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri); dan kita mengetahui bahwa Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, yaitu Roh Kristus sendiri yang dijanjikan oleh Kristus kepada para murid-Nya untuk menyertai mereka selama-lamanya (lih. Yoh 14:16-17).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demikian, sehingga dari antara ketiga hal &quot;kebenaran, kasih dan kebaikan&quot;, Kasih menempati urutan pertama dan utama, diikuti oleh kebenaran dan kebaikan yang bersumber dari Kasih itu. Kasih pula yang &#039;mengikat&#039; kebenaran dan kebaikan, agar dapat dikatakan sempurna di mata Tuhan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Uraian di atas adalah kesimpulan saya berdasarkan dari apa yang saya mengerti dari ayat-ayat Alkitab dan pengajaran Gereja melalui Lumen Gentium (Dokumen Vatikan II, tentang Gereja). Jangan lupa, Sumber Terang kita adalah Kristus, dan sungguh, kita semua ini memang hanya lilin-lilin kecil saja, (atau lampu petromax?) yang harusnya mengambil terang dari Kristus.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam juga untuk Eddy dan keluarga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dari http://www.katolisitas.org&lt;br&gt;
Ingrid Listiati&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Eddy,</p><p>Terima kasih untuk doa dan dukungan untuk website ini. Mengenai hal &quot;Kebenaran, Kasih dan Kebaikan&quot;, berikut ini adalah urutan yang dapat saya sampaikan:&nbsp;</p><p
style="margin-left: 40px;">1) Pertama adalah <b>Kasih</b>. Hal ini kita ketahui, pertama-tama dari Kitab Suci. Yesus merumuskan KASIH sebagai <b>hukum yang terutama</b>, yaitu kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama (lihat Mat 22:34-40; Mrk 12: 28-34; Luk 10:25-28). Pada kedua hukum ini tergantung seluruh hukum dan kitab para nabi. Lalu Rasul Yohanes juga mengatakan sesuatu yang terpenting, bahwa Allah adalah KASIH. Maka kita diajak untuk saling mengasihi, &quot;sebab kasih berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab <b>Allah adalah KASIH</b>&quot; (1 Yoh 4:7-8).&nbsp; <i><br
/> Lumen Gentium</i> (Dokumen Vatikan II tentang Gereja) 42 mengutip surat Rasul Yohanes mengatakan: &quot;Allah itu kasih, dan barang siapa tetap berada dalam kasih, ia tinggal dalam Allah dan Allah dalam dia.(1Yoh 4:16). Adapun Allah mencurahkan<br
/> cinta kasih-Nya ke dalam hati kita melalui Roh Kudus yang dikurniakan kepada kita (lih. Rom 5:5). Maka dari itu kurnia yang pertama dan paling perlu yakni cinta kasih, yang membuat kita mencintai Allah melampaui segalanya dan mengasihi sesama demi Dia.&quot; Selanjutnya, Lumen Gentium juga menyatakan, bahwa kasih adalah &quot;pengikat kesempurnaan, dan kepenuhan hukum&quot; (lih. Kol 3:14, Rm 13:10), yang mengarahkan kita untuk hidup di dalam kekudusan, dan kasih pula yang memberikan hidup dan menjiwai segala upaya menuju kekudusan itu. Kasih-lah yang membimbing kita untuk menuju tujuan akhir kita, yaitu Tuhan. Dan kasih kepada Tuhan dan sesama inilah yang menandai kita sebagai pengikut Kristus.<br
/> Kasih adalah kebajikan &#8217;supernatural&#8217; yang berasal dari Allah yang memampukan kita untuk mengasihi semua orang, bahkan musuh kita demi kasih kita kepada Allah. Benih kasih sejati ini kita terima dalam Pembaptisan kita dan yang kemudian terus bertumbuh melalui Sakramen Kasih Tuhan, yaitu Ekaristi. Dalam Ekaristi kita melihat teladan kasih Allah yaitu Yesus yang memberikan DiriNya kepada kita, sehingga kita didorong untuk melakukan yang sama, yaitu memberikan diri kita kepada orang lain.<br
/> Dengan melihat uraian di atas, kita mengetahui bahwa KASIH adalah yang terutama dalam hidup kita. Bukan saja Kasih menjadi Hukum yang terutama, tetapi karena Allah sendiri adalah Kasih, maka jika kita mengatakan kita mengasihi Allah dan ingin meniru Dia, maka kita harus mengasihi. Artinya, Hukum Kasih bukan saja menempati urutan teratas, melainkan juga harus menempati urutan-urutan berikutnya, bersama-sama dengan kebajikan yang lain. Kasihlah yang mengikat, menyatukan dan menyempurnakan kebajikan-kebajikan, dan yang membuat kita bertumbuh dalam kekudusan menyerupai Allah yang adalah Kasih Ilahi. (KGK 1827).<br
/> Di atas semua itu, jangan kita lupa bahwa pada penghakiman terakhir, perbuatan <strong>KASIH-lah yang akan menjadi ukuran bagi kita untuk dapat masuk surga</strong> (Lih. Mat 25:31-46). Kasih inilah yang juga kita kenal sebagai kekudusan. Katekismus Gereja Katolik menyebutkan bahwa kebajikan ilahi adalah iman, pengharapan dan kasih, (KGK 1813) dan&nbsp; berdasarkan dari pengajaran dari Rasul Paulus 1 Kor 13:13, di antara ketiga hal itu, yang terbesar adalah kasih (KGK 1826). Karena di surga nanti iman dan pengharapan tidak diperlukan lagi, saat semua jiwa yang diselamatkan sudah memandang Allah muka dengan muka. Yang ada tinggal kasih yang mengikat semua, di dalam semua,&nbsp; dalam kesatuan dengan Tuhan. Namun&nbsp; kasih yang disebutkan di sini, mensyaratkan iman sebagai dasarnya, demikian juga dengan pengharapan; oleh karena itu iman, pengharapan dan kasih saling berkaitan. Dalam hal beriman kepada Allah inilah, peran pengetahuan akan kebenaran menjadi sangat penting. Kepada Allah yang adalah Kebenaran itu sendiri, kita secara bebas menyerahkan diri kepada Allah, dan ini adalah iman. Dan iman yang hidup bekerja oleh kasih (lihat KGK 1814). Jadi di sini kita melihat hubungan timbal balik antara kasih dan kebenaran, dan ini tidak mengherankan, karena Allah adalah Kasih dan Kebenaran itu sendiri. (lih. 1 Yoh 4:8; dan Yoh 14:6)</p><p
style="margin-left: 40px;">2) Dari ketiga hal di atas (kebenaran, kasih dan kebaikan), kebenaran menempati urutan kedua, jika kita melihat dari segi tingkat keutamaannya dalam kehidupan rohani kita. KASIH itu sendiri akan mengantarkan seseorang kepada Kebenaran. Alkitab mengatakan, &quot;Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan ditengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.&quot; (1Yoh 4:9-10). Kasih kita kepada Allah akan mengantarkan kita kepada Kebenaran yaitu Kristus (lih. Yoh 14:6).<br
/> <i>Lumen Gentium</i> 42, juga mengatakan, &quot;&#8230;Supaya cinta kasih bagaikan benih yang baik bertunas dalam jiwa dan menghasilkan buah, setiap orang beriman wajib <b>mendengarkan Sabda Allah</b> dengan suka hati, dan dengan bantuan rahmat-Nya, dengan tindakan nyata melaksanakan kehendak-Nya.&quot; Kita semua mengetahui, bahwa Sabda Allah yang menjelma adalah Kristus Sang Kebenaran, dan Kristuslah yang akan menjadikan perbuatan kasih kita menghasilkan buah yang sesuai dengan kehendak Allah.</p><p
style="margin-left: 40px;">3) Walaupun dalam banyak hal kelihatan bahwa kebaikan setara dengan kebenaran, namun sesungguhnya, kebaikan yang sejati itu mengalir dari pengetahuan akan kebenaran yang sejati. Jika tidak didasari akan pengetahuan kebenaran yang sejati, maka kebaikan dapat menjadi relatif, bisa baik menurut orang yang satu, tetapi bukan kebaikan menurut orang lain. Atau, tanpa pengetahuan akan Kebenaran, maka kebaikan dapat mengarah kepada kebaikan yang bersifat duniawi/ menurut manusia, dan bukan kebaikan yang bersifat ilahi/ menurut ajaran Tuhan. Namun jika kita bersandar pada Kebenaran, yaitu Kristus, maka kebaikan yang kita inginkan maupun yang harus kita lakukan adalah kebaikan yang bernilai objektif, yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Alkitab menyebutkan kebaikan sebagai salah satu dari buah Roh Kudus (lihat Gal 5:22, buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri); dan kita mengetahui bahwa Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, yaitu Roh Kristus sendiri yang dijanjikan oleh Kristus kepada para murid-Nya untuk menyertai mereka selama-lamanya (lih. Yoh 14:16-17).</p><p>Demikian, sehingga dari antara ketiga hal &quot;kebenaran, kasih dan kebaikan&quot;, Kasih menempati urutan pertama dan utama, diikuti oleh kebenaran dan kebaikan yang bersumber dari Kasih itu. Kasih pula yang &#8216;mengikat&#8217; kebenaran dan kebaikan, agar dapat dikatakan sempurna di mata Tuhan.</p><p>Uraian di atas adalah kesimpulan saya berdasarkan dari apa yang saya mengerti dari ayat-ayat Alkitab dan pengajaran Gereja melalui Lumen Gentium (Dokumen Vatikan II, tentang Gereja). Jangan lupa, Sumber Terang kita adalah Kristus, dan sungguh, kita semua ini memang hanya lilin-lilin kecil saja, (atau lampu petromax?) yang harusnya mengambil terang dari Kristus.</p><p>Salam juga untuk Eddy dan keluarga.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Eddy TG</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/11/gereja-tonggak-kebenaran-dan-tanda-kasih-tuhan/comment-page-1/#comment-496</link> <dc:creator>Eddy TG</dc:creator> <pubDate>Mon, 13 Oct 2008 00:00:18 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=113#comment-496</guid> <description>Dear Ingrid Listiati,
Artikel2 yang luar biasa.....membuat iman makin bertumbuh dan makin kuat shg saya semakin bangga menjadi orang Katolik,thanks artikel2nya, kiranya Tuhan memberkati anda, anda &amp; seisi rumah anda:)))Teriring doa dan salam dari saya,
~Eddy Tg~</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Dear Ingrid Listiati,<br
/> Artikel2 yang luar biasa&#8230;..membuat iman makin bertumbuh dan makin kuat shg saya semakin bangga menjadi orang Katolik,thanks artikel2nya, kiranya Tuhan memberkati anda, anda &amp; seisi rumah anda:)))</p><p>Teriring doa dan salam dari saya,<br
/> ~Eddy Tg~</p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 42/82 queries in 0.276 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-09-08 10:40:37 -->