<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
> <channel><title>Comments on: Bagaimana Membuktikan Bahwa Tuhan Itu Ada?</title> <atom:link href="http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/</link> <description>Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik</description> <lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 03:06:08 +0700</lastBuildDate> <generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <item><title>By: johanes</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/comment-page-1/#comment-9051</link> <dc:creator>johanes</dc:creator> <pubDate>Thu, 26 Nov 2009 15:23:05 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=65#comment-9051</guid> <description>@Lukas Cung,
Pastilah kita tahu mana yang benar dan terstruktur dengan rapi dan benar dengan dasar Kitab Suci dan mana yang ngaco baik dari segi uraian, maupun pemakaian bahasa yang ngaco juga.Bukan tambah mengerti malah kita yang membacanya bertambah bingung dan hanya bisa berdoa semoga pada akhirnya Tuhan menunjukkan kembali jalan kepada domba yang hilang ini....Entah bagaimana caranya Tuhan bekerja...kita serahkan saja padaNya.....</description> <content:encoded><![CDATA[<p>@Lukas Cung,<br
/> Pastilah kita tahu mana yang benar dan terstruktur dengan rapi dan benar dengan dasar Kitab Suci dan mana yang ngaco baik dari segi uraian, maupun pemakaian bahasa yang ngaco juga.Bukan tambah mengerti malah kita yang membacanya bertambah bingung dan hanya bisa berdoa semoga pada akhirnya Tuhan menunjukkan kembali jalan kepada domba yang hilang ini&#8230;.Entah bagaimana caranya Tuhan bekerja&#8230;kita serahkan saja padaNya&#8230;..</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Lukas Cung</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/comment-page-1/#comment-9041</link> <dc:creator>Lukas Cung</dc:creator> <pubDate>Thu, 26 Nov 2009 05:18:23 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=65#comment-9041</guid> <description>Saudara Johanes,Seru ya diskusi di atas!... Seperti talk show di tv-tv kita saja… Sangat menarik dan berguna untuk dibaca…. Tampil 2 narasumber.... Tampil 2 pihak dengan dasarnya masing-masing… Maka, dari kedua narasumber ini, dengan mudah saya bisa melihat sesungguhnya kebenaran ada di mana…Setuju Saudara?Salam,
Lukas Cung</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Saudara Johanes,</p><p>Seru ya diskusi di atas!&#8230; Seperti talk show di tv-tv kita saja… Sangat menarik dan berguna untuk dibaca…. Tampil 2 narasumber&#8230;. Tampil 2 pihak dengan dasarnya masing-masing… Maka, dari kedua narasumber ini, dengan mudah saya bisa melihat sesungguhnya kebenaran ada di mana…</p><p>Setuju Saudara?</p><p>Salam,<br
/> Lukas Cung</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: johanes</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/comment-page-1/#comment-9038</link> <dc:creator>johanes</dc:creator> <pubDate>Thu, 26 Nov 2009 01:45:10 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=65#comment-9038</guid> <description>@yohannes yus:
Anda sepertinya dalam masa  honey moon dengan gereja baru anda. begitu menggebu-gebu....dan fanatis dan anti Katolik.....
Jangan anggap anda mengerti alkitab, karna sebelum alkitab sampai di tangan anda, Gereja Katolik sudah membacanya ribuan kali bolak-balik dari kejadian sampai wahyu.karena setiap tiga tahun liturgi sekali Gereja sudah menamatkan seluruh alkitab dalam setiap kali misa.....Jangan [&lt;em&gt;edit: terlalu yakin&lt;/em&gt;] bahwa diri anda penuh Roh Kudus karena Roh Kudus tidak melahirkan pertentangan dan perpecahan.......Roh Kudus nyata bekerja dalam pribadi2 rendah hati seperti ibu Teresa Calcuta, Paus Yohanes Paulus II dan bukan bekerja pada pribadi pribadi yang anggkuh dan sombong iman......Jangan pernah menghakimi orang lain karena penghakiman itu milik ALLAH.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>@yohannes yus:<br
/> Anda sepertinya dalam masa  honey moon dengan gereja baru anda. begitu menggebu-gebu&#8230;.dan fanatis dan anti Katolik&#8230;..<br
/> Jangan anggap anda mengerti alkitab, karna sebelum alkitab sampai di tangan anda, Gereja Katolik sudah membacanya ribuan kali bolak-balik dari kejadian sampai wahyu.karena setiap tiga tahun liturgi sekali Gereja sudah menamatkan seluruh alkitab dalam setiap kali misa&#8230;..</p><p>Jangan [<em>edit: terlalu yakin</em>] bahwa diri anda penuh Roh Kudus karena Roh Kudus tidak melahirkan pertentangan dan perpecahan&#8230;&#8230;.Roh Kudus nyata bekerja dalam pribadi2 rendah hati seperti ibu Teresa Calcuta, Paus Yohanes Paulus II dan bukan bekerja pada pribadi pribadi yang anggkuh dan sombong iman&#8230;&#8230;</p><p>Jangan pernah menghakimi orang lain karena penghakiman itu milik ALLAH.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: johanes</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/comment-page-1/#comment-9037</link> <dc:creator>johanes</dc:creator> <pubDate>Thu, 26 Nov 2009 01:35:13 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=65#comment-9037</guid> <description>ajaran Protestan=ajaran inkonsisten   Tidak ada penjelasan yang bisa nyambung menyambung. Sampai di satu titik dan mentok dan bertentangan dengan firman Tuhan. TITIK</description> <content:encoded><![CDATA[<p>ajaran Protestan=ajaran inkonsisten   Tidak ada penjelasan yang bisa nyambung menyambung. Sampai di satu titik dan mentok dan bertentangan dengan firman Tuhan. TITIK</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/comment-page-1/#comment-9033</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Wed, 25 Nov 2009 23:06:50 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=65#comment-9033</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Johannes Yus,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas tanggapannya. Saya minta maaf, bahwa saya tidak terlalu mengerti akan pesan yang ingin disampaikan oleh Johannes Yus, karena banyak kalimat yang tidak lengkap sehingga dapat menimbulkan pengertian ganda. Kita sama-sama menyadari bahwa semua pengetahuan kita adalah sangat dangkal dan tak berarti di hadapan Allah. Oleh karena itu, memang tidak seharusnya kita mengeraskan hati di hadapan Allah, termasuk menganggap diri kita pasti benar dan pasti dipenuhi oleh Roh Kudus, tanpa ada dasar pengajaran dari Gereja yang benar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1) Kalau anda beranggapan bahwa Gereja Katolik tidak setia terhadap Alkitab dan tidak mempunyai Roh Kudus, silakan memberikan argumentasi atau alasan, sehingga kita dapat berdialog tentang hal ini. Kalau kita mempelajari sejarah, kita dapat melihat bahwa Gereja Katoliklah dengan kuasa Roh Kudus mewariskan Alkitab seperti yang kita ketahui saat ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2) Kalau tentang Roh Kudus, mukjijat, pemulihan kehidupan seseorang dan kesaksian yang baik, yang mencerminkan buah-buah Roh, silakan melihat kehidupan para kudus sepanjang segala sejarah Gereja. Silakan mempelajari kehidupan Bunda Teresa dari Kalkuta. Apakah dia kurang Roh Kudus dan tidak memberikan kesaksian yang baik tentang Kristus?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;3) Mungkin kalau anda menganggap tulisan Martin Luther senantiasa benar, silakan membaca beberapa kutipan dari Martin Luther dan beberapa pendiri Protestan tentang Bunda Maria yang senantiasa perawan:&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 40px;&quot;&gt;a. &lt;b&gt;&lt;span mce_style=&quot;text-decoration: underline;&quot; style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Martin Luther&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (1483-1546): &#8220;Sudah menjadi iman kita bahwa Maria adalah Ibu Tuhan dan tetap perawan&#8230;. Kristus, kita percaya, lahir dari rahim yang tetap sempurna (&lt;i&gt;&#8216;a womb left perfectly intact&#8217;&lt;/i&gt;)&#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 40px;&quot;&gt;b. &lt;b&gt;&lt;span mce_style=&quot;text-decoration: underline;&quot; style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;John Calvin&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;(1509-1564): &#8220;Ada orang-orang yang ingin mengartikan dari perikop Mat 1:25 bahwa Perawan Maria mempunyai anak-anak selain dari Kristus, Putera Allah, dan bahwa Yusuf berhubungan dengannya kemudian, tetapi, betapa bodohnya pemikiran seperti ini! Sebab penulis Injil tidak bermaksud merekam apa yang terjadi sesudahnya; ia hanya mau menyampaikan dengan jelas hal ketaatan Yusuf dan untuk menyatakan bahwa Yusuf telah diyakinkan bahwa Tuhanlah yang mengirimkan malaikatNya kepada Maria. Yusuf tidak pernah berhubungan dengan Maria &#8230;(&lt;i&gt;He had therefore never dwelt with her nor had he shared her company&lt;/i&gt;)&#8230; Dan selanjutnya Tuhan kita Yesus Kristus dikatakan sebagai yang sulung. Hal ini bukan berarti bahwa ada anak yang kedua dan ketiga, tetapi karena penulis Injil ingin menyampaikan hak-hak yang lebih tinggi (&lt;i&gt;precedence&lt;/i&gt;). Alkitab menyebutkan hal &#8217;sulung&#8217; (&lt;i&gt;firstborn&lt;/i&gt;), baik ada atau tidaknya anak yang kedua.&#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 40px;&quot;&gt;John Calvin bahkan mengecam Helvidius, yang mengatakan bahwa Maria mempunyai banyak anak.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 40px;&quot;&gt;c. &lt;b&gt;&lt;span mce_style=&quot;text-decoration: underline;&quot; style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Ulrich Zwingli&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;(1484-1531): &#8220;Saya yakin dan percaya bahwa Maria, sesuai dengan perkataan Injil, sebagai Perawan murni melahirkan Putera Allah dan pada saat melahirkan dan sesudahnya selalu tetap murni dan tetap perawan (&#8217;&lt;i&gt;forever remained a pure, intact Virgin&#8217;&lt;/i&gt;).&#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 40px;&quot;&gt;d. &lt;b&gt;&lt;span mce_style=&quot;text-decoration: underline;&quot; style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;John Wesley&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (1703-1791)menulis: &#8220;Saya percaya bahwa Dia (Tuhan Yesus) telah menjadi manusia, menyatukan kemanusiaan dengan keilahian dalam satu Pribadi; dikandung oleh satu kuasa Roh-Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria yang terberkati, yang setelah melahirkan-Nya tetap murni dan tetap perawan tak bernoda.&#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan demikian seharusnya semua orang Kristen harus percaya bahwa &lt;u&gt;Maria adalah ibu Tuhan dan tetap perawan&lt;/u&gt;. Apakah Yohannes Jus percaya akan hal ini? Kalau tidak mengapa tidak percaya padahal Martin Luther mengatakan demikian?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;4) Apakah menurut anda Gereja Katolik membakar Firman Tuhan dan Roh Kudus? Boleh tahu alasannya apa, sehingga kita dapat mendiskusikannya? Mungkin ada baiknya semua tuduhan disertai dengan argumentasi dan bukti-bukti yang kuat. Pertanyaan saya, kalau memang hanya Gereja Protestan yang mempunyai Firman Tuhan dan Roh Kudus, mengapa dalam kurun waktu 700 tahun terjadi perpecahan gereja, sampai ada 28,000 denominasi? Bukankah Roh Kudus adalah Roh Pemersatu (lih. Ef 4:1-3; Yoh 17:22) Dan mengapa sampai saat ini Gereja Katolik mempunyai kesatuan pengajaran, kesatuan liturgi, kesatuan otoritas walaupun dalam perjalanan menghadapi begitu banyak tantangan, baik dari dalam maupun dari luar? Apakah ini bukan karya Roh Kudus?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;5) Saya terus terang tidak mengerti mengapa anda menuduh roh saya berada dalam kegelapan, sehingga tidak dapat menyingkapkan kebenaran Firman Tuhan, dan harus mencari hamba Tuhan untuk bertobat. Di satu sisi, saya berterima kasih telah mengingatkan saya agar mengadakan pertobatan secara terus-menerus. Dan memang di dalam teologi Gereja Katolik, pertobatan terjadi pada waktu kita dibaptis dan juga diperbaharui secara terus-menerus sampai Tuhan memanggil kita. Gereja Katolik juga mempunyai Sakramen Pengampunan Dosa, yang memungkinkan umat Katolik mendapatkan rahmat Tuhan dalam perjuangan di dalam kekudusan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;6) Saya sebenarnya cukup sedih dengan kenyataan bahwa anda yang telah menjadi umat Katolik dan cukup aktif akhirnya meninggalkan Gereja Katolik dan berkesan membenci (mungkin tidak senang dengan) Gereja Katolik. Saya tidak tahu pengalaman pahit dan perjalanan iman seperti apakah yang menimpa anda sehingga anda mempunyai kebencian atau minimal begitu banyak salah paham tentang apa yang sebenarnya dipercayai oleh Gereja Katolik. Saya juga tidak tahu apakah sebelum anda meninggalkan Gereja Katolik, anda mempelajari iman Katolik dengan sungguh-sungguh. Kalau anda tahu secara persis iman Katolik, maka anda tidak akan mungkin pindah ke gereja lain, karena kepenuhan kebenaran ada di dalam Gereja Katolik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari komentar-komentar yang diberikan oleh Yus, saya melihat begitu banyak kesalahpahaman akan apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik. Oleh karena itu, kalau Yus ingin berdiskusi tentang iman Katolik, maka Yus dapat memilih &lt;u&gt;satu topik&lt;/u&gt; yang benar-benar mengganjal di hati Yus, dan kemudian kita mendiskusikan topik tersebut secara mendalam. Semoga Tuhan memberikan rahmat-Nya sehingga kita dapat mengasihi Yesus dengan lebih lagi. Dan kita tidak mungkin mengasihi Yesus secara sungguh-sungguh kalau kita tidak mengasihi tubuh-Nya, yaitu Gereja-Nya. Dan saya percaya bahwa Gereja-Nya adalah Gereja Katolik. Silakan membaca artikel &quot;Mengapa kita memilih Gereja Katolik&quot; (&lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/&quot; mce_href=&quot;http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;silakan klik&lt;/a&gt;).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br&gt;
stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Johannes Yus,</p><p>Terima kasih atas tanggapannya. Saya minta maaf, bahwa saya tidak terlalu mengerti akan pesan yang ingin disampaikan oleh Johannes Yus, karena banyak kalimat yang tidak lengkap sehingga dapat menimbulkan pengertian ganda. Kita sama-sama menyadari bahwa semua pengetahuan kita adalah sangat dangkal dan tak berarti di hadapan Allah. Oleh karena itu, memang tidak seharusnya kita mengeraskan hati di hadapan Allah, termasuk menganggap diri kita pasti benar dan pasti dipenuhi oleh Roh Kudus, tanpa ada dasar pengajaran dari Gereja yang benar.</p><p>1) Kalau anda beranggapan bahwa Gereja Katolik tidak setia terhadap Alkitab dan tidak mempunyai Roh Kudus, silakan memberikan argumentasi atau alasan, sehingga kita dapat berdialog tentang hal ini. Kalau kita mempelajari sejarah, kita dapat melihat bahwa Gereja Katoliklah dengan kuasa Roh Kudus mewariskan Alkitab seperti yang kita ketahui saat ini.</p><p>2) Kalau tentang Roh Kudus, mukjijat, pemulihan kehidupan seseorang dan kesaksian yang baik, yang mencerminkan buah-buah Roh, silakan melihat kehidupan para kudus sepanjang segala sejarah Gereja. Silakan mempelajari kehidupan Bunda Teresa dari Kalkuta. Apakah dia kurang Roh Kudus dan tidak memberikan kesaksian yang baik tentang Kristus?</p><p>3) Mungkin kalau anda menganggap tulisan Martin Luther senantiasa benar, silakan membaca beberapa kutipan dari Martin Luther dan beberapa pendiri Protestan tentang Bunda Maria yang senantiasa perawan:</p><p
style="padding-left: 40px;">a. <b><span
mce_style="text-decoration: underline;" style="text-decoration: underline;">Martin Luther</span></b> (1483-1546): &ldquo;Sudah menjadi iman kita bahwa Maria adalah Ibu Tuhan dan tetap perawan&hellip;. Kristus, kita percaya, lahir dari rahim yang tetap sempurna (<i>&lsquo;a womb left perfectly intact&rsquo;</i>)&rdquo;</p><p
style="padding-left: 40px;">b. <b><span
mce_style="text-decoration: underline;" style="text-decoration: underline;">John Calvin</span> </b>(1509-1564): &ldquo;Ada orang-orang yang ingin mengartikan dari perikop Mat 1:25 bahwa Perawan Maria mempunyai anak-anak selain dari Kristus, Putera Allah, dan bahwa Yusuf berhubungan dengannya kemudian, tetapi, betapa bodohnya pemikiran seperti ini! Sebab penulis Injil tidak bermaksud merekam apa yang terjadi sesudahnya; ia hanya mau menyampaikan dengan jelas hal ketaatan Yusuf dan untuk menyatakan bahwa Yusuf telah diyakinkan bahwa Tuhanlah yang mengirimkan malaikatNya kepada Maria. Yusuf tidak pernah berhubungan dengan Maria &hellip;(<i>He had therefore never dwelt with her nor had he shared her company</i>)&hellip; Dan selanjutnya Tuhan kita Yesus Kristus dikatakan sebagai yang sulung. Hal ini bukan berarti bahwa ada anak yang kedua dan ketiga, tetapi karena penulis Injil ingin menyampaikan hak-hak yang lebih tinggi (<i>precedence</i>). Alkitab menyebutkan hal &rsquo;sulung&rsquo; (<i>firstborn</i>), baik ada atau tidaknya anak yang kedua.&rdquo;</p><p
style="padding-left: 40px;">John Calvin bahkan mengecam Helvidius, yang mengatakan bahwa Maria mempunyai banyak anak.</p><p
style="padding-left: 40px;">c. <b><span
mce_style="text-decoration: underline;" style="text-decoration: underline;">Ulrich Zwingli</span> </b>(1484-1531): &ldquo;Saya yakin dan percaya bahwa Maria, sesuai dengan perkataan Injil, sebagai Perawan murni melahirkan Putera Allah dan pada saat melahirkan dan sesudahnya selalu tetap murni dan tetap perawan (&rsquo;<i>forever remained a pure, intact Virgin&rsquo;</i>).&rdquo;</p><p
style="padding-left: 40px;">d. <b><span
mce_style="text-decoration: underline;" style="text-decoration: underline;">John Wesley</span></b> (1703-1791)menulis: &ldquo;Saya percaya bahwa Dia (Tuhan Yesus) telah menjadi manusia, menyatukan kemanusiaan dengan keilahian dalam satu Pribadi; dikandung oleh satu kuasa Roh-Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria yang terberkati, yang setelah melahirkan-Nya tetap murni dan tetap perawan tak bernoda.&rdquo;</p><p>Dengan demikian seharusnya semua orang Kristen harus percaya bahwa <u>Maria adalah ibu Tuhan dan tetap perawan</u>. Apakah Yohannes Jus percaya akan hal ini? Kalau tidak mengapa tidak percaya padahal Martin Luther mengatakan demikian?</p><p>4) Apakah menurut anda Gereja Katolik membakar Firman Tuhan dan Roh Kudus? Boleh tahu alasannya apa, sehingga kita dapat mendiskusikannya? Mungkin ada baiknya semua tuduhan disertai dengan argumentasi dan bukti-bukti yang kuat. Pertanyaan saya, kalau memang hanya Gereja Protestan yang mempunyai Firman Tuhan dan Roh Kudus, mengapa dalam kurun waktu 700 tahun terjadi perpecahan gereja, sampai ada 28,000 denominasi? Bukankah Roh Kudus adalah Roh Pemersatu (lih. Ef 4:1-3; Yoh 17:22) Dan mengapa sampai saat ini Gereja Katolik mempunyai kesatuan pengajaran, kesatuan liturgi, kesatuan otoritas walaupun dalam perjalanan menghadapi begitu banyak tantangan, baik dari dalam maupun dari luar? Apakah ini bukan karya Roh Kudus?</p><p>5) Saya terus terang tidak mengerti mengapa anda menuduh roh saya berada dalam kegelapan, sehingga tidak dapat menyingkapkan kebenaran Firman Tuhan, dan harus mencari hamba Tuhan untuk bertobat. Di satu sisi, saya berterima kasih telah mengingatkan saya agar mengadakan pertobatan secara terus-menerus. Dan memang di dalam teologi Gereja Katolik, pertobatan terjadi pada waktu kita dibaptis dan juga diperbaharui secara terus-menerus sampai Tuhan memanggil kita. Gereja Katolik juga mempunyai Sakramen Pengampunan Dosa, yang memungkinkan umat Katolik mendapatkan rahmat Tuhan dalam perjuangan di dalam kekudusan.</p><p>6) Saya sebenarnya cukup sedih dengan kenyataan bahwa anda yang telah menjadi umat Katolik dan cukup aktif akhirnya meninggalkan Gereja Katolik dan berkesan membenci (mungkin tidak senang dengan) Gereja Katolik. Saya tidak tahu pengalaman pahit dan perjalanan iman seperti apakah yang menimpa anda sehingga anda mempunyai kebencian atau minimal begitu banyak salah paham tentang apa yang sebenarnya dipercayai oleh Gereja Katolik. Saya juga tidak tahu apakah sebelum anda meninggalkan Gereja Katolik, anda mempelajari iman Katolik dengan sungguh-sungguh. Kalau anda tahu secara persis iman Katolik, maka anda tidak akan mungkin pindah ke gereja lain, karena kepenuhan kebenaran ada di dalam Gereja Katolik.</p><p>Dari komentar-komentar yang diberikan oleh Yus, saya melihat begitu banyak kesalahpahaman akan apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik. Oleh karena itu, kalau Yus ingin berdiskusi tentang iman Katolik, maka Yus dapat memilih <u>satu topik</u> yang benar-benar mengganjal di hati Yus, dan kemudian kita mendiskusikan topik tersebut secara mendalam. Semoga Tuhan memberikan rahmat-Nya sehingga kita dapat mengasihi Yesus dengan lebih lagi. Dan kita tidak mungkin mengasihi Yesus secara sungguh-sungguh kalau kita tidak mengasihi tubuh-Nya, yaitu Gereja-Nya. Dan saya percaya bahwa Gereja-Nya adalah Gereja Katolik. Silakan membaca artikel &quot;Mengapa kita memilih Gereja Katolik&quot; (<a
href="http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/" mce_href="http://katolisitas.org/2008/06/17/mengapa-kita-memilih-gereja-katolik/" rel="nofollow">silakan klik</a>).</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: johannes yus</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/comment-page-1/#comment-9001</link> <dc:creator>johannes yus</dc:creator> <pubDate>Wed, 25 Nov 2009 04:10:01 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=65#comment-9001</guid> <description>syalom saudara menurut saya ketika kita ma dan dengan sadar sesadar sadarnya akan keterbatasan kita dankebodohan serta kekebalan kita (BEBAL-HATI YG MENGERAS)betapa tuhan allah kita begitu sangat baik allah yang kita kenal dalam nama yesus kita diberi perangkat lunak yang sederhana tapi sangat sangat tepat benar dan tidak mungkin tersesat menurut sayauntuk menemukan tuhan mungkin saking merasa lebih cerdas dari pada tuhan sudah diberi perangkat untuk menemukan dia yaitu FIRMAN(ALKITAB)dan ROH KUDUS dua perangkat sangat sederhana sudah  dibuktikan kalangan gereja kristsen kharismatik lewat karunia karuniaROH,MUKJISAT,PEMULIHAN KEHIDUPAN SESEORANGdan KESAKSIANyang banyak tapi audaraku dikhatholik malah suka me yg mengaku pendeta itu terbukalah seperti paus yg keberapa itu yang dengan syimbol membuka jendela jendela tempat paus ter buka jangan terlalu mudah mengatakan sesat buka kembali dan pelajari tulisan tulisan MARTIN LUTHERkenapa mesti dibakarFIRMAN dan roh kudusITU SATU PAKET PENUNTUN DIJAMIN TIDAK MUNGKIN TER SESAT ANDA ININUWUN SEWU MERASA LEBIH CERDAS DARI PADA ROH KUXDUS DAN FIRMAN TUHAN.yang bermanfaat secaraROHanda punya selubung kegelapan maka tidak bisa menyingkap kebenaran firman tuhan BERTOBAT cari hamba tuhan minta didoakandan dibimbing kalau masih bisa saya ingatkan. untuk melihat KEBENARAN.GBU</description> <content:encoded><![CDATA[<p>syalom saudara menurut saya ketika kita ma dan dengan sadar sesadar sadarnya akan keterbatasan kita dankebodohan serta kekebalan kita (BEBAL-HATI YG MENGERAS)betapa tuhan allah kita begitu sangat baik allah yang kita kenal dalam nama yesus kita diberi perangkat lunak yang sederhana tapi sangat sangat tepat benar dan tidak mungkin tersesat menurut sayauntuk menemukan tuhan mungkin saking merasa lebih cerdas dari pada tuhan sudah diberi perangkat untuk menemukan dia yaitu FIRMAN(ALKITAB)dan ROH KUDUS dua perangkat sangat sederhana sudah  dibuktikan kalangan gereja kristsen kharismatik lewat karunia karuniaROH,MUKJISAT,PEMULIHAN KEHIDUPAN SESEORANGdan KESAKSIANyang banyak tapi audaraku dikhatholik malah suka me yg mengaku pendeta itu terbukalah seperti paus yg keberapa itu yang dengan syimbol membuka jendela jendela tempat paus ter buka jangan terlalu mudah mengatakan sesat buka kembali dan pelajari tulisan tulisan MARTIN LUTHERkenapa mesti dibakarFIRMAN dan roh kudusITU SATU PAKET PENUNTUN DIJAMIN TIDAK MUNGKIN TER SESAT ANDA ININUWUN SEWU MERASA LEBIH CERDAS DARI PADA ROH KUXDUS DAN FIRMAN TUHAN.yang bermanfaat secaraROHanda punya selubung kegelapan maka tidak bisa menyingkap kebenaran firman tuhan BERTOBAT cari hamba tuhan minta didoakandan dibimbing kalau masih bisa saya ingatkan. untuk melihat KEBENARAN.GBU</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/comment-page-1/#comment-7481</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Fri, 09 Oct 2009 21:34:35 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=65#comment-7481</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Fxe,&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terima kasih atas tanggapannya. Pada waktu saya menuliskan bahwa &quot;&lt;em&gt;dengan akal budi, kita dapat membuktikan bahwa Tuhan ada,&lt;/em&gt;&quot; maka ini juga mengacu pada dokumen Gereja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Fxe mengutip dari KGK, 31 yang mengatakan &quot;&lt;em&gt;Karena manusia diciptakan menurut citra Allah dan dipanggil untuk mengenal dan mencintai Allah, ia menemukan &quot;jalan-jalan&quot; tertentu dalam pencarian Allah agar mencapai pengenalan akan Allah. Orang menamakan jalan-jalan ini juga &quot;pembuktian Allah&quot;, &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;bukan dalam arti ilmu pengetahuan alam&lt;/span&gt;, melainkan dalam &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;arti argumen-argumen yang cocok dan meyakinkan&lt;/span&gt;, &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;yang dapat menghantar kepada kepastian yang sungguh&lt;/span&gt;. &quot;Jalan-jalan&quot; menuju Allah ini mempergunakan ciptaan - dunia material dan pribadi manusia - sebagai titik tolak.&lt;/em&gt;&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jadi, kita menyetujui, bahwa pembuktiannya memang tidak menggunakan ilmu pengetahuan alam yang lebih menonjolkan bukti-bukti yang terlihat, teraba, dll. (&lt;em&gt;empiric science&lt;/em&gt;). Namun, sama seperti science, kita juga dapat membuktikan keberadaan Tuhan dengan melihat &quot;&lt;em&gt;cause&lt;/em&gt;&quot; dan &quot;&lt;em&gt;effect&lt;/em&gt;&quot;. Dari sini kita melihat bahwa sesuatu yang tidak ada (nothing / tidak mempunyai cause) tidak dapat menciptakan sesuatu yang ada. Dikatakan bahwa &quot;&lt;em&gt;from nothing comes nothing&lt;/em&gt;&quot;. Oleh karena itu, sesuatu yang ada harus diciptakan oleh sesuatu yang ada, yang kalau ditelusuri adalah Tuhan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena manusia diciptakan menurut gambaran Allah - mempunyai akal budi - maka sebenarnya Tuhan telah memberikan suatu benih, kerinduan, untuk mengetahui dan mengenal Penciptanya. Dan karena Tuhan menciptakan akal budi, maka dengan akal budi, kita dapat membuktikan bahwa Tuhan ada.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 40px;&quot;&gt;a) Hal ini dijelaskan di KGK, 36 &quot;&lt;em&gt;Bunda Gereja kudus memegang teguh dan mengajar bahwa &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Allah&lt;/span&gt;, sumber dan tujuan segala makhluk, &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;dapat diketahui&lt;/span&gt; dari segala makhluk ciptaan, &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;melalui sinar kodrati akal budi manusia&lt;/span&gt;&quot; (Konsili Vatikan 1: DS 3004) (Bdk. DS 3026; DV 6.). Tanpa kemampuan ini manusia tidak dapat menerima wahyu Allah. Manusia memiliki kemampuan ini karena ia diciptakan &quot;menurut citra Allah &quot; (Bdk. Kej 1:26.).&lt;/em&gt;&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;padding-left: 40px;&quot;&gt;b) Sebelumnya Vatican I, menegaskan hal ini di Session 3: Dogmatic Constitution of the Catholic Faith, Ch.2, 1., dengan mengatakan &quot;&lt;em&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;If anyone says that the &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;one, true God, our creator and lord&lt;/span&gt;, cannot &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;be known with certainty&lt;/span&gt; from the things that have been made, &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;by the natural light of human reason&lt;/span&gt;: let him be anathema.&lt;/em&gt;&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Oleh karena itu, keberadaan Tuhan bukan hanya tidak dapat melawan akal budi, namun dapat diketahui dengan akal budi. Semoga dapat memperjelas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salam kasih dalam Kristus Tuhan,&lt;br /&gt;stef - www.katolisitas.org&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Fxe,</p><p>Terima kasih atas tanggapannya. Pada waktu saya menuliskan bahwa &#8220;<em>dengan akal budi, kita dapat membuktikan bahwa Tuhan ada,</em>&#8221; maka ini juga mengacu pada dokumen Gereja.</p><p>Fxe mengutip dari KGK, 31 yang mengatakan &#8220;<em>Karena manusia diciptakan menurut citra Allah dan dipanggil untuk mengenal dan mencintai Allah, ia menemukan &#8220;jalan-jalan&#8221; tertentu dalam pencarian Allah agar mencapai pengenalan akan Allah. Orang menamakan jalan-jalan ini juga &#8220;pembuktian Allah&#8221;, <span
style="text-decoration: underline;">bukan dalam arti ilmu pengetahuan alam</span>, melainkan dalam <span
style="text-decoration: underline;">arti argumen-argumen yang cocok dan meyakinkan</span>, <span
style="text-decoration: underline;">yang dapat menghantar kepada kepastian yang sungguh</span>. &#8220;Jalan-jalan&#8221; menuju Allah ini mempergunakan ciptaan &#8211; dunia material dan pribadi manusia &#8211; sebagai titik tolak.</em>&#8220;</p><p>Jadi, kita menyetujui, bahwa pembuktiannya memang tidak menggunakan ilmu pengetahuan alam yang lebih menonjolkan bukti-bukti yang terlihat, teraba, dll. (<em>empiric science</em>). Namun, sama seperti science, kita juga dapat membuktikan keberadaan Tuhan dengan melihat &#8220;<em>cause</em>&#8221; dan &#8220;<em>effect</em>&#8220;. Dari sini kita melihat bahwa sesuatu yang tidak ada (nothing / tidak mempunyai cause) tidak dapat menciptakan sesuatu yang ada. Dikatakan bahwa &#8220;<em>from nothing comes nothing</em>&#8220;. Oleh karena itu, sesuatu yang ada harus diciptakan oleh sesuatu yang ada, yang kalau ditelusuri adalah Tuhan.</p><p>Karena manusia diciptakan menurut gambaran Allah &#8211; mempunyai akal budi &#8211; maka sebenarnya Tuhan telah memberikan suatu benih, kerinduan, untuk mengetahui dan mengenal Penciptanya. Dan karena Tuhan menciptakan akal budi, maka dengan akal budi, kita dapat membuktikan bahwa Tuhan ada.</p><p
style="padding-left: 40px;">a) Hal ini dijelaskan di KGK, 36 &#8220;<em>Bunda Gereja kudus memegang teguh dan mengajar bahwa <span
style="text-decoration: underline;">Allah</span>, sumber dan tujuan segala makhluk, <span
style="text-decoration: underline;">dapat diketahui</span> dari segala makhluk ciptaan, <span
style="text-decoration: underline;">melalui sinar kodrati akal budi manusia</span>&#8221; (Konsili Vatikan 1: DS 3004) (Bdk. DS 3026; DV 6.). Tanpa kemampuan ini manusia tidak dapat menerima wahyu Allah. Manusia memiliki kemampuan ini karena ia diciptakan &#8220;menurut citra Allah &#8221; (Bdk. Kej 1:26.).</em>&#8220;</p><p
style="padding-left: 40px;">b) Sebelumnya Vatican I, menegaskan hal ini di Session 3: Dogmatic Constitution of the Catholic Faith, Ch.2, 1., dengan mengatakan &#8220;<em><span> </span>If anyone says that the <span
style="text-decoration: underline;">one, true God, our creator and lord</span>, cannot <span
style="text-decoration: underline;">be known with certainty</span> from the things that have been made, <span
style="text-decoration: underline;">by the natural light of human reason</span>: let him be anathema.</em>&#8220;</p><p>Oleh karena itu, keberadaan Tuhan bukan hanya tidak dapat melawan akal budi, namun dapat diketahui dengan akal budi. Semoga dapat memperjelas.</p><p>Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/>stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: fxe</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/comment-page-1/#comment-7394</link> <dc:creator>fxe</dc:creator> <pubDate>Wed, 07 Oct 2009 10:14:37 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=65#comment-7394</guid> <description>&quot;Namun sebenarnya dengan akal budi, kita dapat membuktikan bahwa Tuhan ada.&quot;Menurut saya:
Dengan akal-budi manusia dapat mengerti / mengetahui keberadaan Tuhan dengan yakin,
dgn &quot;convincing argument&quot; KGK31
Bahwa keberadaan Tuhan tidak berlawanan dengan akal budi.Tapi &quot;membuktikan&quot; keberadaan Tuhan dalam tolok-ukur umum (natural-science) tidaklah bisa kan..
Bandingkan dgn ilmuwan membuktikan bahwa our universe (dgn semua dimensinya) ternyata tidak statis ,
tetapi sedang mengembang terus..Tapi kaum atheist yg menolak keberadaan Tuhan , tidaklah bisa membuat &quot;convincing argument&quot;
yg mendukung &quot;ketidak-adaan Tuhan&quot;. Karena &quot;ketidak-adaan Tuhan&quot; tidak sejalan dgn akal-budi.Tapi kedua pihak, theist dan atheist tidak bisa &quot;membuktikan&quot; (dalam general sense/natural science)
akan klaim mereka masing-masing.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Namun sebenarnya dengan akal budi, kita dapat membuktikan bahwa Tuhan ada.&#8221;</p><p>Menurut saya:<br
/> Dengan akal-budi manusia dapat mengerti / mengetahui keberadaan Tuhan dengan yakin,<br
/> dgn &#8220;convincing argument&#8221; KGK31<br
/> Bahwa keberadaan Tuhan tidak berlawanan dengan akal budi.</p><p>Tapi &#8220;membuktikan&#8221; keberadaan Tuhan dalam tolok-ukur umum (natural-science) tidaklah bisa kan..<br
/> Bandingkan dgn ilmuwan membuktikan bahwa our universe (dgn semua dimensinya) ternyata tidak statis ,<br
/> tetapi sedang mengembang terus..</p><p>Tapi kaum atheist yg menolak keberadaan Tuhan , tidaklah bisa membuat &#8220;convincing argument&#8221;<br
/> yg mendukung &#8220;ketidak-adaan Tuhan&#8221;. Karena &#8220;ketidak-adaan Tuhan&#8221; tidak sejalan dgn akal-budi.</p><p>Tapi kedua pihak, theist dan atheist tidak bisa &#8220;membuktikan&#8221; (dalam general sense/natural science)<br
/> akan klaim mereka masing-masing.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Stefanus Tay</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/comment-page-1/#comment-7342</link> <dc:creator>Stefanus Tay</dc:creator> <pubDate>Mon, 05 Oct 2009 22:07:13 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=65#comment-7342</guid> <description>Shalom Andreas,
Terima kasih atas komentarnya. Argumentasi yang diberikan oleh Andreas juga diberikan oleh Blaise Pascal - seorang filsuf dari Perancis, dalam bukunya Pensees. Argumentasi ini disebut Pascal&#039;s wager. Namun sebenarnya dengan akal budi, kita dapat membuktikan bahwa Tuhan ada.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef - www.katolisitas.org</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Andreas,<br
/> Terima kasih atas komentarnya. Argumentasi yang diberikan oleh Andreas juga diberikan oleh Blaise Pascal &#8211; seorang filsuf dari Perancis, dalam bukunya Pensees. Argumentasi ini disebut Pascal&#8217;s wager. Namun sebenarnya dengan akal budi, kita dapat membuktikan bahwa Tuhan ada.<br
/> Salam kasih dalam Kristus Tuhan,<br
/> stef &#8211; <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a></p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Andreas Hapsoro</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/comment-page-1/#comment-7255</link> <dc:creator>Andreas Hapsoro</dc:creator> <pubDate>Sat, 03 Oct 2009 09:56:27 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=65#comment-7255</guid> <description>Lebih baik percaya saja sama Tuhan....saya lebih memilih percaya dan memilih Tuhan Yesus sebagai penyelamat.Kalaupun suatu hari nanti ada bukti bahwa Tuhan tidak ada...ya ngga papa toh?? Nothing to lose......atau tiba2 ada alien2 berbentuk energi atau apa yg turun ke bumi dan membuktikan bahwa merekalah yang mengatur manusia, bumi selama ini.....there&#039;s no heaven...no life after death.....so what?
jadi kita seumur hidup percaya...tapi ternyata Tuhan tidak ada..ternyata kita salah......so what?Namun kalau kebalikannya gimana? Seumur hidup tidak percaya Tuhan tapi pada akhirnya terbukti bahwa ternyata Tuhan benar-benar ada.....lebih sial kan? we&#039;re screwed man......So...berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya!</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Lebih baik percaya saja sama Tuhan&#8230;.saya lebih memilih percaya dan memilih Tuhan Yesus sebagai penyelamat.</p><p>Kalaupun suatu hari nanti ada bukti bahwa Tuhan tidak ada&#8230;ya ngga papa toh?? Nothing to lose&#8230;&#8230;atau tiba2 ada alien2 berbentuk energi atau apa yg turun ke bumi dan membuktikan bahwa merekalah yang mengatur manusia, bumi selama ini&#8230;..there&#8217;s no heaven&#8230;no life after death&#8230;..so what?<br
/> jadi kita seumur hidup percaya&#8230;tapi ternyata Tuhan tidak ada..ternyata kita salah&#8230;&#8230;so what?</p><p>Namun kalau kebalikannya gimana? Seumur hidup tidak percaya Tuhan tapi pada akhirnya terbukti bahwa ternyata Tuhan benar-benar ada&#8230;..lebih sial kan? we&#8217;re screwed man&#8230;&#8230;</p><p>So&#8230;berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya!</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Lodewijk</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/comment-page-1/#comment-2459</link> <dc:creator>Lodewijk</dc:creator> <pubDate>Mon, 23 Mar 2009 07:30:26 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=65#comment-2459</guid> <description>[&lt;em&gt;dari admin: saya berikan penomoran, sehingga mudah untuk berdiskusi&lt;/em&gt;]
Salam dalam Tuhan!
Beberapa waktu yang lalu teman Katolik saya yang eks Buddhis menunjukan pada saya artikel ini...&lt;strong&gt;A: KEBERADAAN TUHAN, TUHAN YANG MAHA TAHU - KEHENDAK BEBAS - JAWABAN: &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2009/03/23/keberadaan-tuhan-dan-kehendak-bebas/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;SILAKAN KLIK&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; - JAWABAN: SILAKAN KLIK
Kita telah melihat bahwa argumen-argumen yang digunakan untuk membuktikan keberadaan Tuhan itu tidaklah pantas. Sekarang kita akan menunjukkan bahwa Tuhan yang Maha Tahu, Maha Pengasih dan Penyayang, Maha Kuasa seperti yang dimiliki oleh orang Theis itu tidak mungkin ada.Problema Kebebasan KehendakUntuk menghidupi kehidupan beragama yang berarti, kita harus memiliki kebebasan kehendak, kita harus bisa memilih yang baik dan yang buruk. Kalau kita tidak memiliki kebebasan kehendak, kita tidak dapat bertanggung jawab atas kelakuan kita sendiri.Menurut orang-orang Theis, Tuhan itu Maha Tahu. Dia tahu masa yang lampau, masa sekarang, dan semua di masa yang akan datang. Kalau benar demikian, maka Tuhan pasti sudah tahu semua yang kita mau kerjakan jauh sebelum kita perbuat. Ini berarti seluruh hidup kita sudah ditentukan sebelumnya, dan kita bertindak bukanlah atas dasar kebebasan kehendak, tetapi kita telah ditentukan untuk berbuat apa yang kita perbuat. Kalau kita sebelumnya sudah ditentukan untuk menjadi orang baik, maka kita akan menjadi baik, dan bila kita sebelumnya ditentukan untuk menjadi buruk, maka kita akan menjadi orang buruk/jahat. Kita tidak akan berbuat atas dasar kebebasan kehendak kita, akan tetapi kita berbuat atas dasar apa yang telah Tuhan tentukan. Meskipun orang Theis tetap memaksakan bahwa adanya kebebasan kehendak, ke-Maha Tahuan Tuhan justru membuat hal ini mustahil untuk dimengerti. Alkitab pun menyatakan bahwa orang hanya akan berbuat apa yang telah ditentukan oleh Tuhan.Jadi ternyata di dalam ajaran Theis, jalan hidup seseorang dan takdir adalah sepenuhnya ulah Tuhan. Dan sebagai manusia kita tidak punya hak untuk mengeluh tentang apa yang telah Tuhan putuskan untuk kita. Ide di mana semuanya telah ditentukan dengan ide bahwa Tuhan itu Maha Tahu memang tampak sejalan, tetapi ide tersebut tidak masuk akal ke dalam konsep usaha untuk berbuat kebaikan atau menghindari kejahatan.&lt;strong&gt;B. PROBLEM TENTANG KEJAHATAN - JAWABAN: &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2009/03/24/tuhan-tidak-ada-karena-banyak-kejahatan/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;SILAKAN KLIK&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;
Problema Tentang KejahatanMungkin argumen yang paling kuat untuk menangkis keberadaan Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Tahu adalah kenyataan yang tak bisa dipungkiri bahwa dunia ini terlalu banyak penderitaan. Kalau Tuhan yang penuh cinta itu benar-benar Maha Kuasa, mengapa Dia tidak membinasakan semua kejahatan dan Iblis?Orang-orang Theis akan mencoba untuk menjawab pertanyaan ini dengan berbagai cara.Yang pertama,Yang Kedua,Yang Ketiga,Sampai ke tahap seperti ini,Semua penderitaan yang ada di dunia (penyakit, bencana alam, bayi yang meninggal, kelaparan berkepanjangan) membuktikan sekali lagi bahwa Tuhan yang Maha Pengasih, Penyayang, Adil, Sempurna itu tidak pernah ada.&lt;strong&gt;C. TENTANG PENCIPTAAN - JAWABAN: &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2009/03/25/apakah-tujuan-penciptaan/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;SILAKAN KLIK&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;
Problema Tentang Penciptaan
Untuk Apa Mencipta? Apa Tujuan dari Penciptaan?Orang-orang Theis mengklaim bahwa Tuhan itu Maha Sempurna, dan Dia itu Sempurna dalam segala hal. Tapi, jika Tuhan memang benar Sang Pencipta, pernyataan di bawah akan membuktikan bahwa Tuhan itu tidak sempurna.Marilah kita lihat dan buktikan bersama.Sebelum Tuhan menciptakan alam semesta ini, yang ada hanyalah kekosongan dan kehampaan - tidak ada matahari, tidak ada bumi, tidak ada orang, tidak ada kebaikan maupun kejahatan, tidak ada penderitaan. Yang ada hanyalah Tuhan yang Maha Sempurna di mata orang Theis. Jadi, jika Tuhan itu sempurna dan hanya ada kesempurnaan sebelum diciptakannnya alam semesta, apa gerangan yang menggerakkan Tuhan untuk menciptakan alam semesta dan ketidaksempurnaan ke dalam seluruh ciptaan-Nya? Apakah karena Tuhan itu bosan dan tidak punya kerjaan? Apakah karena Tuhan merasa kesepian dan ingin didoakan dan dipuja?Menurut orang-orang Theis, Tuhan menciptakan semuanya karena cinta-Nya yang besar kepada manusia. Tapi ini adalah mustahil! Tuhan tidak mungkin bisa mencintai manusia sebelum manusia itu tercipta. Sama halnya seorang wanita tidak mungkin bisa mencintai anaknya jika wanita itu tidak mengandung dan melahirkan anaknya. Keinginan dan kebutuhan Tuhan untuk mencipta telah menjelaskan bahwa Tuhan sangat tidak puas dengan segala sesuatu sebelum penciptaan. Ketidakpuasan Tuhan itu telah membuktikan bahwa Tuhan itu tidak sempurna (kalau Tuhan ada). Orang-orang Theis mungkin akan mengatakan Tuhan menciptakan secara spontan tanpa keinginan ataupun kebutuhan untuk mencipta. Pernyataan seperti ini hanyalah membuktikan bahwa penciptaan alam semesta ini sama sekali tidak ada tujuannya, dan tidak ada rencana di balik penciptaan alam semesta ini.Tuhan macam apa yang menciptakan segala sesuatu tanpa perencanaan dan tujuan?
Tentu saja bukan Tuhan yang Maha Pengasih dan Pencipta.&lt;strong&gt;D. TUHAN YANG TAK TERLIHAT - JAWABAN: &lt;a href=&quot;http://katolisitas.org/2009/03/26/mengapa-tuhan-tidak-membuat-mukjijat-saat-ini/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;SILAKAN KLIK&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;
Problema Tuhan Yang Tak TerlihatOrang-orang Theis selalu mengklaim bahwa Tuhan menginginkan kita untuk percaya kepada-Nya sehingga kita bisa terselamatkan. Kalau Tuhan mau kita percaya, mengapa Tuhan tidak membuat mukjizat sehingga bisa terlihat oleh semua orang supaya semua orang bisa percaya?Mungkin orang Theis akan menjawab, Tuhan ingin kita percaya dengan iman, bukan dengan pandangan mata.
Tetapi Alkitab sendiri mengatakan bahwa di masa yang lampau Tuhan melakukan mukjizat yang paling luar biasa dan sering kali memunculkan diri-Nya di dalam kehidupan manusia dengan tujuan supaya manusia bisa melihat dan percaya kepada-Nya.Kalau Tuhan menampakkan diri-Nya atau mukjizat-Nya dimasa lampau, mengapa Tuhan tidak menampakkan diri-Nya atau mukjizat-Nya di masa kini?Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan begitu banyaknya pertentangan antara ilmu pengetahuan dan isi Alkitab, maka sudah lebih masuk akal bila Tuhan lebih memperlihatkan diri-Nya dan melakukan mukjizat di zaman sekarang.Tapi mukjizat dan diri-Nya tidak pernah muncul. Ini membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada sama sekali.Orang-orang Theis akan berkata bahwa Tuhan melakukan mukjizat dan keajaiban di masa sekarang, misalnya dengan penyembuhan, membantu memecahkan masalah pribadi, dan sebagainya. Tapi manusia yang bandel dan jahat menolak untuk percaya. Sedangkan keajaiban-keajaiban yang dikumandangkan itu bersifat kecil dan pribadi, sehingga lebih menimbulkan keraguan daripada kepercayaan.Kalau Tuhan melakukan mukjizat yang luar biasa dan luas, manusia mau tidak mau harus percaya. Tapi mukjizat itu tidak pernah ada.Bahkan menurut Alkitab, orang-orang Israel berkelana di gurun pasir selama 40 tahun lamanya, dan Tuhan memberi mereka makan dengan menjatuhkan makanan dari langit (Keluaran 16:4). Di tahun 1980-an, jutaan umat Theis diEthiopia mati secara perlahan-lahan karena kemarau yang panjang. Tuhan mempunyai kesempatan emas untuk kembali menjatuhkan makanan dari langit, seperti yang diutarakan di Alkitab, untuk membuktikan keberadaan diri-Nya dan membuktikan cinta-Nya yang besar kepada manusia.Ini merupakan salah satu bukti kalau Tuhan tidak ada sama sekali.</description> <content:encoded><![CDATA[<p>[<em>dari admin: saya berikan penomoran, sehingga mudah untuk berdiskusi</em>]<br
/> Salam dalam Tuhan!<br
/> Beberapa waktu yang lalu teman Katolik saya yang eks Buddhis menunjukan pada saya artikel ini&#8230;</p><p><strong>A: KEBERADAAN TUHAN, TUHAN YANG MAHA TAHU &#8211; KEHENDAK BEBAS &#8211; JAWABAN: <a
href="http://katolisitas.org/2009/03/23/keberadaan-tuhan-dan-kehendak-bebas/" rel="nofollow">SILAKAN KLIK</a></strong> &#8211; JAWABAN: SILAKAN KLIK<br
/> Kita telah melihat bahwa argumen-argumen yang digunakan untuk membuktikan keberadaan Tuhan itu tidaklah pantas. Sekarang kita akan menunjukkan bahwa Tuhan yang Maha Tahu, Maha Pengasih dan Penyayang, Maha Kuasa seperti yang dimiliki oleh orang Theis itu tidak mungkin ada.</p><p>Problema Kebebasan Kehendak</p><p>Untuk menghidupi kehidupan beragama yang berarti, kita harus memiliki kebebasan kehendak, kita harus bisa memilih yang baik dan yang buruk. Kalau kita tidak memiliki kebebasan kehendak, kita tidak dapat bertanggung jawab atas kelakuan kita sendiri.</p><p>Menurut orang-orang Theis, Tuhan itu Maha Tahu. Dia tahu masa yang lampau, masa sekarang, dan semua di masa yang akan datang. Kalau benar demikian, maka Tuhan pasti sudah tahu semua yang kita mau kerjakan jauh sebelum kita perbuat. Ini berarti seluruh hidup kita sudah ditentukan sebelumnya, dan kita bertindak bukanlah atas dasar kebebasan kehendak, tetapi kita telah ditentukan untuk berbuat apa yang kita perbuat. Kalau kita sebelumnya sudah ditentukan untuk menjadi orang baik, maka kita akan menjadi baik, dan bila kita sebelumnya ditentukan untuk menjadi buruk, maka kita akan menjadi orang buruk/jahat. Kita tidak akan berbuat atas dasar kebebasan kehendak kita, akan tetapi kita berbuat atas dasar apa yang telah Tuhan tentukan. Meskipun orang Theis tetap memaksakan bahwa adanya kebebasan kehendak, ke-Maha Tahuan Tuhan justru membuat hal ini mustahil untuk dimengerti. Alkitab pun menyatakan bahwa orang hanya akan berbuat apa yang telah ditentukan oleh Tuhan.</p><p>Jadi ternyata di dalam ajaran Theis, jalan hidup seseorang dan takdir adalah sepenuhnya ulah Tuhan. Dan sebagai manusia kita tidak punya hak untuk mengeluh tentang apa yang telah Tuhan putuskan untuk kita. Ide di mana semuanya telah ditentukan dengan ide bahwa Tuhan itu Maha Tahu memang tampak sejalan, tetapi ide tersebut tidak masuk akal ke dalam konsep usaha untuk berbuat kebaikan atau menghindari kejahatan.</p><p><strong>B. PROBLEM TENTANG KEJAHATAN &#8211; JAWABAN: <a
href="http://katolisitas.org/2009/03/24/tuhan-tidak-ada-karena-banyak-kejahatan/" rel="nofollow">SILAKAN KLIK</a></strong><br
/> Problema Tentang Kejahatan</p><p>Mungkin argumen yang paling kuat untuk menangkis keberadaan Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Tahu adalah kenyataan yang tak bisa dipungkiri bahwa dunia ini terlalu banyak penderitaan. Kalau Tuhan yang penuh cinta itu benar-benar Maha Kuasa, mengapa Dia tidak membinasakan semua kejahatan dan Iblis?</p><p>Orang-orang Theis akan mencoba untuk menjawab pertanyaan ini dengan berbagai cara.</p><p>Yang pertama,</p><p>Yang Kedua,</p><p>Yang Ketiga,</p><p>Sampai ke tahap seperti ini,</p><p>Semua penderitaan yang ada di dunia (penyakit, bencana alam, bayi yang meninggal, kelaparan berkepanjangan) membuktikan sekali lagi bahwa Tuhan yang Maha Pengasih, Penyayang, Adil, Sempurna itu tidak pernah ada.</p><p><strong>C. TENTANG PENCIPTAAN &#8211; JAWABAN: <a
href="http://katolisitas.org/2009/03/25/apakah-tujuan-penciptaan/" rel="nofollow">SILAKAN KLIK</a></strong><br
/> Problema Tentang Penciptaan<br
/> Untuk Apa Mencipta? Apa Tujuan dari Penciptaan?</p><p>Orang-orang Theis mengklaim bahwa Tuhan itu Maha Sempurna, dan Dia itu Sempurna dalam segala hal. Tapi, jika Tuhan memang benar Sang Pencipta, pernyataan di bawah akan membuktikan bahwa Tuhan itu tidak sempurna.</p><p>Marilah kita lihat dan buktikan bersama.</p><p>Sebelum Tuhan menciptakan alam semesta ini, yang ada hanyalah kekosongan dan kehampaan &#8211; tidak ada matahari, tidak ada bumi, tidak ada orang, tidak ada kebaikan maupun kejahatan, tidak ada penderitaan. Yang ada hanyalah Tuhan yang Maha Sempurna di mata orang Theis. Jadi, jika Tuhan itu sempurna dan hanya ada kesempurnaan sebelum diciptakannnya alam semesta, apa gerangan yang menggerakkan Tuhan untuk menciptakan alam semesta dan ketidaksempurnaan ke dalam seluruh ciptaan-Nya? Apakah karena Tuhan itu bosan dan tidak punya kerjaan? Apakah karena Tuhan merasa kesepian dan ingin didoakan dan dipuja?</p><p>Menurut orang-orang Theis, Tuhan menciptakan semuanya karena cinta-Nya yang besar kepada manusia. Tapi ini adalah mustahil! Tuhan tidak mungkin bisa mencintai manusia sebelum manusia itu tercipta. Sama halnya seorang wanita tidak mungkin bisa mencintai anaknya jika wanita itu tidak mengandung dan melahirkan anaknya. Keinginan dan kebutuhan Tuhan untuk mencipta telah menjelaskan bahwa Tuhan sangat tidak puas dengan segala sesuatu sebelum penciptaan. Ketidakpuasan Tuhan itu telah membuktikan bahwa Tuhan itu tidak sempurna (kalau Tuhan ada). Orang-orang Theis mungkin akan mengatakan Tuhan menciptakan secara spontan tanpa keinginan ataupun kebutuhan untuk mencipta. Pernyataan seperti ini hanyalah membuktikan bahwa penciptaan alam semesta ini sama sekali tidak ada tujuannya, dan tidak ada rencana di balik penciptaan alam semesta ini.</p><p>Tuhan macam apa yang menciptakan segala sesuatu tanpa perencanaan dan tujuan?<br
/> Tentu saja bukan Tuhan yang Maha Pengasih dan Pencipta.</p><p><strong>D. TUHAN YANG TAK TERLIHAT &#8211; JAWABAN: <a
href="http://katolisitas.org/2009/03/26/mengapa-tuhan-tidak-membuat-mukjijat-saat-ini/" rel="nofollow">SILAKAN KLIK</a></strong><br
/> Problema Tuhan Yang Tak Terlihat</p><p>Orang-orang Theis selalu mengklaim bahwa Tuhan menginginkan kita untuk percaya kepada-Nya sehingga kita bisa terselamatkan. Kalau Tuhan mau kita percaya, mengapa Tuhan tidak membuat mukjizat sehingga bisa terlihat oleh semua orang supaya semua orang bisa percaya?</p><p>Mungkin orang Theis akan menjawab, Tuhan ingin kita percaya dengan iman, bukan dengan pandangan mata.<br
/> Tetapi Alkitab sendiri mengatakan bahwa di masa yang lampau Tuhan melakukan mukjizat yang paling luar biasa dan sering kali memunculkan diri-Nya di dalam kehidupan manusia dengan tujuan supaya manusia bisa melihat dan percaya kepada-Nya.</p><p>Kalau Tuhan menampakkan diri-Nya atau mukjizat-Nya dimasa lampau, mengapa Tuhan tidak menampakkan diri-Nya atau mukjizat-Nya di masa kini?</p><p>Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan begitu banyaknya pertentangan antara ilmu pengetahuan dan isi Alkitab, maka sudah lebih masuk akal bila Tuhan lebih memperlihatkan diri-Nya dan melakukan mukjizat di zaman sekarang.</p><p>Tapi mukjizat dan diri-Nya tidak pernah muncul. Ini membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada sama sekali.</p><p>Orang-orang Theis akan berkata bahwa Tuhan melakukan mukjizat dan keajaiban di masa sekarang, misalnya dengan penyembuhan, membantu memecahkan masalah pribadi, dan sebagainya. Tapi manusia yang bandel dan jahat menolak untuk percaya. Sedangkan keajaiban-keajaiban yang dikumandangkan itu bersifat kecil dan pribadi, sehingga lebih menimbulkan keraguan daripada kepercayaan.</p><p>Kalau Tuhan melakukan mukjizat yang luar biasa dan luas, manusia mau tidak mau harus percaya. Tapi mukjizat itu tidak pernah ada.</p><p>Bahkan menurut Alkitab, orang-orang Israel berkelana di gurun pasir selama 40 tahun lamanya, dan Tuhan memberi mereka makan dengan menjatuhkan makanan dari langit (Keluaran 16:4). Di tahun 1980-an, jutaan umat Theis diEthiopia mati secara perlahan-lahan karena kemarau yang panjang. Tuhan mempunyai kesempatan emas untuk kembali menjatuhkan makanan dari langit, seperti yang diutarakan di Alkitab, untuk membuktikan keberadaan diri-Nya dan membuktikan cinta-Nya yang besar kepada manusia.</p><p>Ini merupakan salah satu bukti kalau Tuhan tidak ada sama sekali.</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Ingrid Listiati</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/comment-page-1/#comment-1515</link> <dc:creator>Ingrid Listiati</dc:creator> <pubDate>Sat, 24 Jan 2009 03:17:26 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=65#comment-1515</guid> <description>&lt;p&gt;Shalom Carol, &lt;br /&gt;
Pertama-tama, mohon maaf karena kami belum menuliskan artikel tentang Prinsip Etika Sosial dalam Gereja Katolik, karena terus terang kami baru mengambil mata kuliah tersebut semester ini. Namun di waktu mendatang, ya akan kami tuliskan. &lt;br /&gt;
Mohon pengertiannya, ya Carol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam kasih dari www.katolisitas.org&lt;br /&gt;
Ingrid Listiati&lt;/p&gt;</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Shalom Carol, <br
/> Pertama-tama, mohon maaf karena kami belum menuliskan artikel tentang Prinsip Etika Sosial dalam Gereja Katolik, karena terus terang kami baru mengambil mata kuliah tersebut semester ini. Namun di waktu mendatang, ya akan kami tuliskan. <br
/> Mohon pengertiannya, ya Carol.</p><p>Salam kasih dari <a
href="http://www.katolisitas.org" rel="nofollow">http://www.katolisitas.org</a><br
/> Ingrid Listiati</p> ]]></content:encoded> </item> <item><title>By: Carol</title><link>http://katolisitas.org/2008/06/10/bagaimana-membuktikan-bahwa-tuhan-itu-ada/comment-page-1/#comment-1511</link> <dc:creator>Carol</dc:creator> <pubDate>Sat, 24 Jan 2009 02:53:09 +0000</pubDate> <guid
isPermaLink="false">http://katolisitas.org/?p=65#comment-1511</guid> <description>Saya sangat senang untuk membaca inforasi ini untuk meningkatkan pengetahuan saya.
Disini saya sangat menharapkan kalau ada yang bisa membatu saya dan mengirimkan informasi dengan topik Pengajaran Prinsip prinsip Sosial katolik, kalau ada Module pelatihan lebeh baik.Saya sangat mengharapkan nyaTuhan Beserta kita</description> <content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat senang untuk membaca inforasi ini untuk meningkatkan pengetahuan saya.<br
/> Disini saya sangat menharapkan kalau ada yang bisa membatu saya dan mengirimkan informasi dengan topik Pengajaran Prinsip prinsip Sosial katolik, kalau ada Module pelatihan lebeh baik.</p><p>Saya sangat mengharapkan nya</p><p>Tuhan Beserta kita</p> ]]></content:encoded> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching 41/71 queries in 0.222 seconds using disk

Served from: katolisitas.org @ 2010-09-08 10:39:42 -->