Tuhan memilih orang sederhana
Berikut ini adalah kesaksian iman Pastor Dionico Maximo Tzul dari Guatemala, Amerika Tengah. Ia adalah seorang pastor missionaris dari suku Indian.

Berikut ini adalah kesaksian iman Pastor Dionico Maximo Tzul dari Guatemala, Amerika Tengah. Ia adalah seorang pastor missionaris dari suku Indian.

Tulisan ini adalah bagian ke 3 dari topik “Apakah berdoa itu percuma?” Kesalahan doa yang ketiga adalah memaksakan kehendak kita kepada Tuhan sampai ingin merubah Tuhan untuk mengikuti keinginan kita.

Kerendahan hati merupakan langkah awal yang harus diambil supaya kita mencapai kekudusan. Kenapa kerendahan hati begitu penting? Karena dengan kerendahan hati kita dapat mengenal diri sendiri, orang lain dan Allah… dan dengan kerendahan hati kita menyenangkan hati Tuhan.

Banyak orang Katolik tidak sepenuhnya memahami Ekaristi. Padahal di dalam Ekaristi terkandung segala kepenuhan ‘harta rohani’ yang tak terbatas, yaitu Yesus Kristus Tuhan kita. Mari kita memeriksa diri, sudahkah kita menghayati kehadiran-Nya di dalam Ekaristi?

Tulisan ini adalah bagian ke 2 dari topik “Apakah berdoa itu percuma?” Kesalahan doa yang kedua adalah kita menganggap bahwa semua sudah diatur dan ditakdirkan oleh Tuhan, sehingga doa tidak merubah apapun.
Pertemuan Zakeus dengan Yesus yang penuh kasih merubah kehidupan Zakeus, dan ia mengalami pertobatan yang benar. Pertobatan ini memulihkan jati diri Zakeus yang sebenarnya, yaitu sebagai anak Allah.

Dogma “Ineffabilis Deus” mengajarkan bahwa Bunda Maria dikandung tanpa noda. Tulisan berikut menjabarkan bahwa dogma ini telah berakar sejak dari abad pertama Gereja.

Tulisan ini adalah bagian pertama dari topik “Apakah berdoa itu percuma?” Kesalahan persepsi doa yang pertama adalah Tuhan tidak campur tangan dalam kejadian di dunia ini.
Pengetahuan tentang Gereja Katolik sebagai Gereja sejati yang didirikan Kristus membawa kepada kita tugas dan tanggung jawab. Sebab segala pengetahuan ‘di kepala’ itu sia-sia jika tidak ‘turun ke hati’, maka mari kita melakukan apa yang menjadi bagian kita sebagai anggota Gereja-Nya.
Gereja sebagai Tanda Kasih Tuhan menjadi tanda persekutuan manusia dengan Allah dan para kudus-Nya. Perwujudan persekutuan ini adalah melalui doa, sakramen-sakramen dan perbuatan-perbuatan kasih. Persekutuan dengan Tuhan inilah yang mengantar kita kepada kebahagiaan.
Gereja sebagai Tonggak Kebenaran mempunyai tugas untuk menyampaikan dan menjaga keutuhan kebenaran tentang rencana Keselamatan Allah. Karena itu Gereja memiliki Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium. Sudahkah kita memahami hal ini?

Sebagai konsekuensi dari percaya kepada Yesus, Putera Allah, maka kita menjadi pengikut Kristus. Pertanyaan selanjutnya adalah, Tuhan menginginkan kita untuk mengikuti Kristus di gereja yang mana? Dan Gereja manakah yang didirikan oleh Kristus sendiri? Meneliti lebih jauh pertanyaan ini akan membawa kita kepada Gereja Katolik, yang mempunyai empat tanda Gereja, yaitu “satu, kudus, katolik, dan apostolik.”
Gereja Katolik sudah direncanakan Allah sejak awal mula penciptaan sebagai tujuan akhir manusia, dan telah ditetapkan-Nya sebagai sarana untuk mencapai tujuan itu. Ah, masa? Mari kita lihat dasar-dasar pengajaran ini dari Alkitab dan ajaran Gereja.

Pengetahuan dari Allah yang dinyatakan kepada manusia membuka pengetian yang baru, bahwa Tuhan, selain Maha Besar, juga Immanuel, yaitu Tuhan yang bersama dengan manusia. Dia Immanuel karena Dia adalah Tuhan Allah yang menjelma menjadi manusia, dalam diri Yesus Kristus.
Mungkin kita pernah bertanya seperti apa sih Gereja yang didirikan oleh Kristus itu? Mari bersama kita temukan bahwa ciri-ciri Gereja sejati terdapat di dalam Gereja Katolik, yang dapat dibuktikan dari Kitab Suci dan ajaran Gereja sepanjang sejarah.

Kekudusan berawal dari tindakan sederhana yang didasari kasih. “Sudahkah aku hidup lebih kudus hari ini?” Berikut ini adalah renungan untuk semua, para suami, istri, anak, orang tua, pekerja, atasan, janda dan lajang, dan penderita sakit.
