Apakah injil Barnabas?

Injil Barnabas ditulis sekitar abad 16, dan di dalamnya terkandung banyak hal yang sesuai dengan paham Islam. Yesus yang  digambarkan di dalam Injil Barnabas seperti yang digambarkan di dalam Kitab Suci agama Islam. Yesus digambarkan bukan sebagai Anak Allah atau Allah, namun sebagai nabi yang membuka jalan bagi Nabi Muhammad, sama seperti Yohanes Pemandi membuka jalan bagi Yesus. Dan Yesus tidak mati disalibkan, namun digantikan oleh Yudas. Bagi kita umat Katolik, injil ini bukanlah injil yang termasuk dalam Injil kanonik, karena apa yang disampaikannya tidak sesuai dengan ajaran Kristen.

1. Gereja Katolik tidak mengakui ‘injil’ Barnabas

Gereja Katolik tidak mengakui adanya ‘injil’ Barnabas, karena tidak otentik. Kitab ini baru dituliskan berabad- abad kemudian setelah jaman Kristus dan para rasul. Manuskrip kitab tersebut ditemukan pada abad ke 16 (dalam bahasa Italia dan Spanyol). Karena Injil ini baru ditulis sekitar abad 16, terjadi kemungkinan  penyelewengan-penyelewengan, karena saksi hidup dari kejadian tersebut sudah tidak ada. Bandingkan dengan Injil kanonik yang ditulis pada saat saksi hidup masih ada, sehingga tidak mungkin terjadinya penyelewengan. Silakan membaca di artikel ini.

Penyebutan tentang ‘injil’ Barnabas pertama kali disebutkan dalam manuskrip Morisco (orang Moor) tahun 1634, oleh Ibrahim al Taybili, 1718 oleh John Toland, dan 1734 oleh George Sale. Ajaran yang terkandung di dalam kitab ini bertentangan dengan ajaran Kristus dan para rasul, dan lebih sesuai dengan interpretasi muslim tentang Kristianitas.

2. Ajaran ‘injil’ Barnabas yang bertentangan dengan ajaran Kristus dan para rasul

Kitab ‘injil’ Barnabas ini menolak Yesus sebagai Allah Putera, dan dengan sendirinya menolak ajaran Allah Trinitas. Dengan demikian, kitab ini menolak inti ajaran keselamatan seperti yang diwahyukan oleh Allah sendiri, yang telah dimulai pre-figurasinya dalam Perjanjian Lama, sekitar 2000 tahun sebelum masehi, dan yang digenapi di dalam penjelmaan Kristus menjadi manusia dalam Perjanjian Baru. Tidak mungkin keseluruhan wahyu Allah, dengan segala nubuatan para nabi di PL yang mengacu kepada Kristus sebagai Mesias, dibatalkan dengan sebuah kitab yang baru ditulis di abad ke- 16, oleh pengarang yang tidak dikenal, yang hanya memakai nama Barnabas. Barnabas sendiri tidak termasuk dalam bilangan ke- dua belas rasul Kristus. Selanjutnya bukti- bukti menunjukkan bahwa tulisan tersebut tidak berasal dari jaman para rasul melainkan berabad- abad sesudahnya.

Kitab ‘injil’ Barnabas ini juga menolak puncak rencana keselamatan Allah, yaitu melalui penjelmaan Kristus Allah Putera sebagai manusia, penderitaan, wafat dan kebangkitan- Nya untuk menyelamatkan manusia. ‘Injil’ ini menyatakan bahwa yang disalibkan bukan Yesus, melainkan Yudas Iskariot, sedangkan Yesus sendiri diangkat ke surga. Pandangan seperti ini adalah pandangan Islam, dan bukan ajaran Kristus sendiri seperti yang disampaikan oleh ke-empat Injil (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes).

Selanjutnya, kitab ini juga keliru dalam menyamakan Roh Kudus (paráklētos Yunani), dengan ‘periklutos‘ (artinya yang terhormat) yang dapat diterjemahkan dalam bahasa Arab “Ahmad”, sehingga akhirnya mengacu kepada Muhammad. Padahal dalam kitab Injil Yohanes, Kisah Para Rasul dan surat- surat Rasul Paulus, Roh Kudus tidak untuk diartikan sebagai manusia, melainkan Pribadi Allah sendiri yang dicurahkan kepada para Rasul dan umat beriman; untuk mendatangkan pertobatan dan mencurahkan rahmat pengudusan Allah dan karunia- karunia-Nya.

Dari keterangan di atas, kita ketahui bahwa isi injil Barnabas tidak sesuai dengan pesan Allah, sehingga karena itu injil ini tidak menjadi bagian dari kanon Kitab Suci.

3. Surat Barnabas yang pernah dikenal dan dibacakan di Gereja Alexandria di abad ke 2, itu tidak sama dengan ‘injil’ Barnabas.

Jika ditinjau dari isinyapun tidak berhubungan antara Surat Barnabas dengan injil Barnabas. Surat Barnabas mengakui ke- Allahan Yesus, dan bahkan menekankan kasih karunia oleh Kristus yang mengatasi hukum Taurat, sehingga menolak hukum sunat. Sedangkan ‘injil’ Barnabas yang ditulis atas dasar pemahaman Islam, tidak demikian.

4. Terdapat banyak kejanggalan dalam ‘injil’ Barnabas ini, contohnya:

a. Meskipun ditulis dalam bahasa Italia, kitab ini dituliskan dengan gaya Arab/ Islam, sekali- kali dengan kata- kata bahasa Turki, dan tata bahasa Turki, dengan dialek Tuska dan Venezia, seperti yang umum digunakan di kota universitas Bologna (Italia).

b. Di pinggiran halaman terdapat catatan- catatan dalam bahasa Arab.

c. Penjilidan kitab berasal dari Turki, walaupun kertasnya berasal dari Italia.

d. Terdapat kesalahan- kesalahan ejaan, seperti tidak perlunya huruf ‘h’ ketika suatu kata berawal dengan huruf hidup (contoh “hanno”, padahal harusnya cukup “anno”)

e. Spasi yang ada di bagian bawah setiap lembarnya mengindikasikan spasi yang dimaksudkan untuk pencetakan.

f. Banyak frasa yang digunakan dalam ‘injil’ Barnabas tersebut mempunyai kemiripan dengan frasa yang digunakan oleh Dante Alighieri, seorang pujangga ternama Italia di abad Pertengahan (1265-1321); sehingga dapat disimpulkan pengarang ‘injil’ ini meminjam/ meniru karya Dante.

g. Terdapat kemiripan tekstual ‘injil’ Barnabas ini dengan bahasa setempat tentang ke- empat Injil (terutama bahasa Italia abad Pertengahan) sehingga dapat diperkirakan bahwa kitab ini aslinya dituliskan dalam bahasa Italia. Ini membuktikan ketidak-otentikan kitab ini, sebab bahasa Italia sendiri baru eksis sekitar abad ke- 13 sebagai bahasa tulisan, sehingga tidak mungkin ditulis oleh ‘Barnabas’ murid Yesus di abad pertama)

5. Anakronisme dan ketidaksesuaian sejarah ‘injil Barnabas’

Berikut ini adalah ketidak-sesuaian lainnya yang disebut Anakronisme dan ketidaksesuaian sejarah, yang menunjukkan ketidak-otentikan tulisan ini (selengkapnya silakan membaca di sumber yang netral di Wikipedia tentang ‘injil’ Barnabas ini, silakan klik). Berikut ini contoh- contohnya:

a. Yesus dikatakan dilahirkan di jaman Pontius Pilatus, yang baru naik tahta setelah tahun 26. Ini keliru, karena Yesus lahir pada jaman Kaisar Agustus (Luk 2:1)

b. Penulis kitab ini kelihatannya tidak menyadari bahwa kata ‘Kristus’ dan ‘Mesias’ adalah terjemahan dari kata yang sama yaitu ‘Christos’, yaitu yang menjabarkan Yesus sebagai Yesus Kristus. Maka tidak mungkin Yesus yang disebut Kristus itu mengatakan, “Saya bukan Mesias”, [karena sama saja ia mengatakan bahwa saya bukan Kristus, yang adalah namanya sendiri]. (bab 42)

c. Ada referensi tahun yubelium yang dirayakan setiap seratus tahun sekali (bab 82), bukannya lima puluh tahun sekali seperti yang dituliskan dalam kitab Imamat 25. Anakronisme ini kemungkinan berhubungan dengan Tahun Suci pada tahun 1300 yang ditentukan oleh Paus Boniface VIII, yang menentukan untuk memperingati tahun Yubelium setiap seratus tahun sekali.

d. Adam dan Hawa dikatakan memakan buah apel (bab 40), padahal seharusnya adalah buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (Kej 2:17). Kemungkinan kata apel diperoleh dari terjemahan dari bahasa Ibrani ke bahasa Latin, di mana ‘apel’ dan ‘jahat’ sama- sama dikatakan sebagai ‘malum‘.

e. Kitab tersebut mengatakan bahwa anggur disimpan di dalam gentong/ drum kayu (bab 152). Gentong kayu adalah ciri khas penyimpanan anggur di Gaul dan Italia Utara, dan tidak umum digunakan dalam kerajaan Roma, sampai tahun 300; sedangkan penyimpanan anggur di abad pertama di Palestina adalah di dalam kantong kulit (wineskin) dan tempayan (jar, ‘amphorae‘). Pohon English Oak/ Pedunculate (quercus robur) tidak tumbuh di Palestina, dan kayu jenis lainnya tidak cukup padat untuk digunakan sebagai gentong anggur.

f. Semua kutipan didasarkan pada Vulgate bible (382 AD). Ketika ‘injil’ Barnabas mengutip Perjanjian Lama, maka yang dikutip lebih sesuai dengan bacaan- bacaan yang ada di kitab Latin Vulgate, daripada yang ada di Kitab Septuagint ataupun Teks Masoretik Ibrani. Padahal terjemahan Latin Vulgate yang adalah hasil karya St. Jerome dimulai tahun 382, bertahun- tahun setelah kematian Barnabas.

g. Bab 54 mengatakan: “Sebab ia akan mendapatkan nilai tukar dari emas adalah enam puluh minuti.” Dalam Perjanjian Baru, satu- satunya koin emas, namanya aureus yang nilainya sama dengan 3,200 koin tembaga, yang disebut ‘lepton’ (diterjemahkan dalam bahasa Latin, minuti), sedangkan koin perak Roma mempunyai nilai tukar 128 lepton. Maka nilai tukar 1:60 yang ditulis dalam ‘injil’ Barnabas, adalah interpretasi dari jaman abad pertengahan dari perikop Injil (Mrk 12:42), yang berasal dari pengertian standar di abad pertengahan bahwa minuti berarti seperenampuluh.  Selain itu, disebutkan pemakaian nama koin denarius, yang dipakai di Spanyol tahun 685.

6. Kesimpulan

Sebagai umat Kristiani, selayaknya kita berpegang pada Kitab Suci yang kanonnya ditentukan oleh Magisterium Gereja Katolik, yang menerima kuasa infalibilitas dari Kristus untuk “mengikat dan melepaskan” (Mat 16:18-19, 18:18); dalam hal ini untuk menentukan kitab- kitab mana yang otentik dan isinya ‘mengikat’ bagi umat beriman, dan mana yang tidak. Sejak dari abad pertama, Rasul Paulus mengingatkan jemaat agar tidak mengikuti injil yang lain daripada yang telah mereka terima dari para rasul (lih. 2 Kor 11:4 dan Gal 1:6). Injil yang lain ini adalah injil Gnostik dan Docetisme, yang berkembang menjadi ‘injil’ Barnabas di abad ke- 16.   Kita harus mengingat bahwa Kitab Suci diberikan kepada Gereja, dan Gerejalah yang berhak menentukan kanonnya dan interpretasi kitab- kitab tersebut secara otentik. Ini semakin menunjukkan betapa Kitab Suci tidak dapat dilepaskan dari Tradisi Suci para rasul yang diteruskan oleh Magisterium Gereja Katolik; ketiganya adalah pilar Gereja, yang menjamin bahwa Sabda Tuhan diterima dan dilestarikan dengan murni dari awal mula sampai sekarang.

Beberapa artikel yang berhubungan:

Beberapa artikel di kategori yang sama:

6 Komentar to Apakah injil Barnabas?

  1. katolisitas.org sangat-sangat bermanfaat utk perenungan,agar umat Katholik sadar, bahwa gereja Katolik adalah gereja Kristus yg paling solid dlm mengemban misi YESUS KRISTUS dan GEREJANYA di dunia ini..agar umat Katholik tahu bahwa hanya 4 INJIL yg ada dlm ALKITAB itulah yg benar….karena ada injil Barnabas yg justru digunakan oleh agama lain utk menentang ALKITAB, padahal injil itu ditulis baru 1500 thn lampau….mudah2an TURKI mau menyetujui permintaan Paus utk meneliti kebenaran kitab itu…sebenarnya sdh banyak ahli kitab terutama dari Arab, sdh menyatakan bahwa kitab itu palsu….mungkin inilah salah satu tanda akhir zaman barangkali, sehingga selalu bermunculan perlawanan terhadap gereja Katolik….yg sdh 2000 thn, negara VATIKAN yg terletak di tengah tengah negara besar sebagai pusat pemimpin umat Katholik sedunia, dapat dibayangkan,satu negara kecil itu dpt memimpin umatnya yg tersebar di seluruh dunia,dan semuanya patuh,tdk ada satupun negara atau pribadi yg menandinginya…inilah MUJIZAT YG TERJADI SAMPAI SAAT INI….mudah2 katolisitas terus berkumandang via media ini…..DAMAI KRISTUS

    [dari katolisitas: silakan melihat uraian tentang injil Barnabas di atas - silakan klik]

  2. TANGGAPAN KRISTEN July 5, 2010 at 12:14 pm

    BENAR SAYA SETUJU SEKALI KARENA YANG SAYA TAU YANG MENGARANG INJIL BARNABAS ADALAH ORANG YANG BERNAMA MUSTAVA SEORANG MUSLIM ARAB DI ABAT KE 16 YANG MAU MENGHAPUS KEIMANAN KRISTEN…..NAMUN INJIL BARNABAS TETAP DI SIMPAN DI PERPUSKAAN GEREJA DI ROMA SEBAGAI BUKTI KITAB PALSU YANG DI BUAT OLEH SEORANG YANG BERNAMA MUSTAVA ASLI ARAB DI ABAT KE 16….

    ……UNTUK SAUDARA KRISTEN DI MANA SAJA JANGAN TERPENGARUH……..INJIL BARNABAS HANYA SATU KITAB YANG TIDAK BISA DITANDINGI DENGAN 4 KITAB INJIL (MATIUS, MARKUS, LUKAS, YOHANES). DAN MASIH ADA 125 KITAB INJIL LAINNYA YANG MASIH TERSIPAN DI PERPUSTAKAAN GEREJA DI ROMA……..

    TIDAK DI TARUH KE KITAB 125 INJIL LAINNYA KARENA KITAB2 INIL INI ADA YANG MENCERITRAKAN TENTANG MASA KANAK2 YESUS DAN LAIN2 MESKIPUN SEMUA MENJURUS MEYAKINKAN KITA BAHWA YESUS ANAK ALLAH

    HANYA SATU INJIL BARNABAS YANG DIPALSUKAN LANGSUNG MAU DI PERCAYA????

    KALO DALAM PENGADILAN KALAU SAKSI LEBIH DARI 1 BARU DIANGGAP KESAKSIAN KUAT….KALO HANYA SATU MBOHHHHHH

    • Shalom Tanggapan Kristen,

      Ya, seperti telah disebutkan di atas, menurut data sejarah diketahui bahwa injil Barnabas baru ditulis pada abad ke- 16, dan diterjemahkan dari bahasa Italia ke bahasa Spanyol oleh Mustafa de Aranda, seorang muslim penduduk Istanbul.

      Berdasarkan dari tanggal penulisannya dan ada banyaknya anakhronism di dalam injil Barnabas tersebut membuktikan sendiri bahwa injil tersebut bukanlah injil yang otentik berasal dari para rasul. Maka memang kita sebagai murid- murid Kristus tidak perlu terpengaruh olehnya. Walaupun banyak injil- injil yang lain, namun Gereja hanya mengakui ke-empat Injil yang otentik, yaitu: Matius, Markus, Lukas, Yohanes.

      Salam kasih dalam Kristus,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  3. antonius wisnu June 8, 2010 at 1:16 pm

    Salam dalam kasih Kristus,
    Yth ibu Inggrid , mohon penjelasan mengenai beberapa dialog bahwa banyak orang non kristiani berpendapat bahwa mereka lebih berkeinginan untuk membaca Injil dari karangan Barnabas , apakah ibu bisa memberi pencerahan mengenai hal ini , terima kasih.

    [Dari Katolisitas: Silakan membaca sekilas tentang injil Barnabas di jawaban di atas, dan juga selanjutnya pada jawaban berikut ini, silakan klik. Injil Barnabas baru ditulis pada abad 16, sehingga tidak otentik dan tidak menjadi bagian dari kanon Kitab Suci].

  4. terkait dgn kanonisasi Alkitab ini…. saya ada pertanyaan sedikit…
    saya kemarin ada baca2 artikel, tapi lupa dimana… menyinggung tentang tahun2 kanonisasi Alkitab menurut Karen Amstrong….
    saya lihat ko tahun2 kononisasi ibu itu berbeda ya bu ???
    kira2, katolisitas tau tentang perbedaan tahun2 kanonisasi oleh Karen Amstrong dgn GK ??

    terima kasih

    • Shalom Antonius,
      Karen Amstrong (lahir 14 Nov 1944) dapat dikatakan sebagai tokoh modern yang mengemukakan pendapatnya tentang agama- agama, terutama ketiga agama terbesar di dunia, yaitu Kristen, Islam dan Yahudi. Saya sendiri berlum pernah membaca karyanya, namun dari sekilas informasi yang saya peroleh di internet, saya dapat melihat bahwa ia bukan seorang scholar yang berpegang pada Tradisi Katolik (walaupun katanya ia adalah seorang mantan biarawati). Hal ini saya ketahui dengan fakta bahwa ia menjadi pengikut/ pendukung Jesus Seminar, yang sangat beraliran liberal. Jesus Seminar adalah seminar yang mereduksi keilahian Yesus, sehingga kesimpulan yang dibuatnya adalah Yesus ‘hanya’ seorang Yahudi yang wafat di kayu salib.
      Maka besar kemungkinan Karen Amstrong membuat karya tulisnya tentang kanon Alkitab berdasarkan pendapat pribadi yang malah tidak dapat dipertanggungjawabkan ke-otentikannya.
      Gereja Katolik mempunyai daftar kanon yang dapat diperiksa secara obyektif secara historis, melalui rekaman tulisan para Bapa Gereja dan Bapa Paus yang konsisten selama berabad-abad. Hal ini jauh lebih obyektif daripada tulisan seorang modern yan terpisah dari fakta sejarah yang terjadi hampir dua ribu tahun yang lalu. Jika anda belum membaca, silakan membaca artikel ini, silakan klik, yang menjabarkan tentang kanon Alkitab.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  5. Film Yesus versi Iran : Yesus Tidak Pernah Disalib

    Sdr. Stefanus Tay yang dikasihi Tuhan.

    Sebuah film tentang Yesus yang naskah skenarionya berdasarkan cara pandang diluar kristen baru-baru ini dirilis di Iran. Yesus diceritakan tidak mati disalib, tetapi digantikan oleh Yudas Iskariot. Film ini berjudul “The Messiah, The Spirit of God”, ditulis, diproduksi dan disutradarai oleh produser asal Iran dan dibuat di Iran. Yesus pun dimainkan oleh seorang aktor Iran. Film ini dibuat berdasarkan atas keyakinan tentang Yesus dan berdasarkan isi kitab Injil Barnabas, sebuah kitab yang tidak termasuk dalam kanonisasi Alkitab.

    Yang kami tanyakan :
    1. Apa dan bagaimana injil barnabas itu?.
    2. Mengapa injil barnabas tidak masuk dalam kanonisasi Alkitab ?.

    Terima kasih atas pencerahannya.

    [dari katolisitas: telah dijawab di sini - silakan klik]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CONNECT WITH US: