Film Yesus versi Iran : Yesus Tidak Pernah Disalib
Sdr. Stefanus Tay yang dikasihi Tuhan.
Sebuah film tentang Yesus yang naskah skenarionya berdasarkan cara pandang diluar kristen baru-baru ini dirilis di Iran. Yesus diceritakan tidak mati disalib, tetapi digantikan oleh Yudas Iskariot. Film ini berjudul “The Messiah, The Spirit of God”, ditulis, diproduksi dan disutradarai oleh produser asal Iran dan dibuat di Iran. Yesus pun dimainkan oleh seorang aktor Iran. Film ini dibuat berdasarkan atas keyakinan tentang Yesus dan berdasarkan isi kitab Injil Barnabas, sebuah kitab yang tidak termasuk dalam kanonisasi Alkitab.
Yang kami tanyakan :
1. Apa dan bagaimana injil barnabas itu?.
2. Mengapa injil barnabas tidak masuk dalam kanonisasi Alkitab ?.
Terima kasih atas pencerahannya. – Julius
Shalom Julius,
Injil Barnabas ditulis sekitar abad 16, dan di dalamnya terkandung banyak hal yang mendukung ajaran Islam. Yesus yang digambarkan di dalam Injil Barnabas seperti yang digambarkan di dalam Kitab Suci agama Islam. Yesus digambarkan bukan sebagai Anak Allah atau Allah, namun sebagai nabi yang membuka jalan bagi Nabi Muhammad, sama seperti Yohanes Pemandi membuka jalan bagi Yesus. Dan Yesus tidak mati disalibkan, namun digantikan oleh Yudas.Bagi kita umat Katolik, injil ini bukanlah injil yang termasuk dalam kanonikal Injil, dengan beberapa alasan:
Pada akhirnya kita harus percaya kepada Gereja yang terus dilindungi oleh Allah sendiri, dimana Roh Kudus terus bekerja di dalam Gereja, sehingga Gereja dapat memberikan pengajaran yang berasal dari Allah secara murni, yang diberikan dari generasi ke generasi.
Semoga uraian singkat di atas dapat menjawab pertanyaan Julius.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
BENAR SAYA SETUJU SEKALI KARENA YANG SAYA TAU YANG MENGARANG INJIL BARNABAS ADALAH ORANG YANG BERNAMA MUSTAVA SEORANG MUSLIM ARAB DI ABAT KE 16 YANG MAU MENGHAPUS KEIMANAN KRISTEN…..NAMUN INJIL BARNABAS TETAP DI SIMPAN DI PERPUSKAAN GEREJA DI ROMA SEBAGAI BUKTI KITAB PALSU YANG DI BUAT OLEH SEORANG YANG BERNAMA MUSTAVA ASLI ARAB DI ABAT KE 16….
……UNTUK SAUDARA KRISTEN DI MANA SAJA JANGAN TERPENGARUH……..INJIL BARNABAS HANYA SATU KITAB YANG TIDAK BISA DITANDINGI DENGAN 4 KITAB INJIL (MATIUS, MARKUS, LUKAS, YOHANES). DAN MASIH ADA 125 KITAB INJIL LAINNYA YANG MASIH TERSIPAN DI PERPUSTAKAAN GEREJA DI ROMA……..
TIDAK DI TARUH KE KITAB 125 INJIL LAINNYA KARENA KITAB2 INIL INI ADA YANG MENCERITRAKAN TENTANG MASA KANAK2 YESUS DAN LAIN2 MESKIPUN SEMUA MENJURUS MEYAKINKAN KITA BAHWA YESUS ANAK ALLAH
HANYA SATU INJIL BARNABAS YANG DIPALSUKAN LANGSUNG MAU DI PERCAYA????
KALO DALAM PENGADILAN KALAU SAKSI LEBIH DARI 1 BARU DIANGGAP KESAKSIAN KUAT….KALO HANYA SATU MBOHHHHHH
Shalom Tanggapan Kristen,
Ya, seperti telah disebutkan di atas, menurut data sejarah diketahui bahwa injil Barnabas baru ditulis pada abad ke- 16, dan diterjemahkan dari bahasa Italia ke bahasa Spanyol oleh Mustafa de Aranda, seorang muslim penduduk Istanbul.
Berdasarkan dari tanggal penulisannya dan ada banyaknya anakhronism di dalam injil Barnabas tersebut membuktikan sendiri bahwa injil tersebut bukanlah injil yang otentik berasal dari para rasul. Maka memang kita sebagai murid- murid Kristus tidak perlu terpengaruh olehnya. Walaupun banyak injil- injil yang lain, namun Gereja hanya mengakui ke-empat Injil yang otentik, yaitu: Matius, Markus, Lukas, Yohanes.
Salam kasih dalam Kristus,
Ingrid Listiati- katolisitas.org
Salam dalam kasih Kristus,
Yth ibu Inggrid , mohon penjelasan mengenai beberapa dialog bahwa banyak orang non kristiani berpendapat bahwa mereka lebih berkeinginan untuk membaca Injil dari karangan Barnabas , apakah ibu bisa memberi pencerahan mengenai hal ini , terima kasih.
[Dari Katolisitas: Silakan membaca sekilas tentang injil Barnabas di jawaban di atas, dan juga selanjutnya pada jawaban berikut ini, silakan klik. Injil Barnabas baru ditulis pada abad 16, sehingga tidak otentik dan tidak menjadi bagian dari kanon Kitab Suci].
terkait dgn kanonisasi Alkitab ini…. saya ada pertanyaan sedikit…
saya kemarin ada baca2 artikel, tapi lupa dimana… menyinggung tentang tahun2 kanonisasi Alkitab menurut Karen Amstrong….
saya lihat ko tahun2 kononisasi ibu itu berbeda ya bu ???
kira2, katolisitas tau tentang perbedaan tahun2 kanonisasi oleh Karen Amstrong dgn GK ??
terima kasih
Shalom Antonius,
Karen Amstrong (lahir 14 Nov 1944) dapat dikatakan sebagai tokoh modern yang mengemukakan pendapatnya tentang agama- agama, terutama ketiga agama terbesar di dunia, yaitu Kristen, Islam dan Yahudi. Saya sendiri berlum pernah membaca karyanya, namun dari sekilas informasi yang saya peroleh di internet, saya dapat melihat bahwa ia bukan seorang scholar yang berpegang pada Tradisi Katolik (walaupun katanya ia adalah seorang mantan biarawati). Hal ini saya ketahui dengan fakta bahwa ia menjadi pengikut/ pendukung Jesus Seminar, yang sangat beraliran liberal. Jesus Seminar adalah seminar yang mereduksi keilahian Yesus, sehingga kesimpulan yang dibuatnya adalah Yesus ‘hanya’ seorang Yahudi yang wafat di kayu salib.
Maka besar kemungkinan Karen Amstrong membuat karya tulisnya tentang kanon Alkitab berdasarkan pendapat pribadi yang malah tidak dapat dipertanggungjawabkan ke-otentikannya.
Gereja Katolik mempunyai daftar kanon yang dapat diperiksa secara obyektif secara historis, melalui rekaman tulisan para Bapa Gereja dan Bapa Paus yang konsisten selama berabad-abad. Hal ini jauh lebih obyektif daripada tulisan seorang modern yan terpisah dari fakta sejarah yang terjadi hampir dua ribu tahun yang lalu. Jika anda belum membaca, silakan membaca artikel ini, silakan klik, yang menjabarkan tentang kanon Alkitab.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org
Film Yesus versi Iran : Yesus Tidak Pernah Disalib
Sdr. Stefanus Tay yang dikasihi Tuhan.
Sebuah film tentang Yesus yang naskah skenarionya berdasarkan cara pandang diluar kristen baru-baru ini dirilis di Iran. Yesus diceritakan tidak mati disalib, tetapi digantikan oleh Yudas Iskariot. Film ini berjudul “The Messiah, The Spirit of God”, ditulis, diproduksi dan disutradarai oleh produser asal Iran dan dibuat di Iran. Yesus pun dimainkan oleh seorang aktor Iran. Film ini dibuat berdasarkan atas keyakinan tentang Yesus dan berdasarkan isi kitab Injil Barnabas, sebuah kitab yang tidak termasuk dalam kanonisasi Alkitab.
Yang kami tanyakan :
1. Apa dan bagaimana injil barnabas itu?.
2. Mengapa injil barnabas tidak masuk dalam kanonisasi Alkitab ?.
Terima kasih atas pencerahannya.
[dari katolisitas: telah dijawab di sini - silakan klik]