Bunda Maria, tetap Perawan, mungkinkah?

Pendahuluan

Pernahkah anda mendengar komentar-komentar seperti: “Bunda Maria tetap perawan? Ah, tidak mungkin…” atau “Bagi saya, tidak penting Bunda Maria perawan atau bukan…” atau “Bunda Maria itu yang tetap perawan jiwanya, bukan tubuhnya…” Semua komentar ini meragukan atau mempertanyakan keperawanan Maria, atau bahkan menganggapnya tidak penting. Gereja Katolik tidak mengajarkan demikian, karena keperawanan Maria membawa arti penting, yang menunjukkan kesempurnaan kasih Allah dalam melaksanakan rencana keselamatanNya, dan bahwa Yesus yang dilahirkan oleh Bunda Maria adalah sungguh-sungguh Allah. Karena itu, Gereja dipanggil untuk menjaga kemurnian ajarannya, dan mencontoh teladan hidup Maria yang murni jiwa dan raganya.

Bunda Maria, tetap perawan

Gereja Katolik mengajarkan bahwa Bunda Maria adalah tetap perawan, sebelum, pada saat dan sesudah melahirkan Yesus.[1] Semua orang Kristen percaya bahwa Bunda Maria adalah perawan sebelum melahirkan Yesus, dan banyak dari mereka percaya bahwa Maria tetap perawan pada saat melahirkan Yesus. Tetapi hanya sedikit umat gereja Kristen Protestan yang percaya bahwa Bunda Maria tetaplah perawan setelah melahirkan Yesus Kristus. Kenapa hal Maria yang tetap perawan ini menjadi penting? Karena menurut sejarah, penyangkalan terhadap Maria yang tetap perawan akan menuju kepada penyangkalan terhadap kelahiran Yesus melalui Perawan Maria (the virgin birth of Christ), yang kemudian menjadi penyangkalan akan keilahian Yesus. [2] Berikut ini kita lihat penjelasan mengenai hal keperawanan Maria menurut pengajaran Gereja Katolik, yang berdasarkan Kitab Suci, tulisan para Bapa Gereja, dan berdasarkan akal sehat. Juga kita lihat pengajaran dari para pendiri gereja Protestan, karena mereka semua sebenarnya juga mengakui keperawanan Maria.

Ayat dari Kitab Suci yang paling sering dikutip

1. Matius 13:55, Mrk 6:3 “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?”

Di dalam Alkitab, istilah “saudara” dipakai untuk menjelaskan banyak arti. Kata “saudara” memang dapat berarti saudara kandung, namun dapat juga berarti saudara seiman (Kis 21:7), saudara sebangsa (Kis 22:1), ataupun kerabat, seperti pada kitab asli bahasa Ibrani yang mengatakan Lot sebagai saudara Abraham (Kej 14:14), padahal Lot adalah keponakan Abraham.

Jadi untuk memeriksa apakah Yakobus dan Yusuf itu adalah saudara Yesus, kita melihat kepada ayat-ayat yang lain, yaitu ayat Matius 27:56 dan Markus 15:40, yang menuliskan nama-nama perempuan yang ‘melihat dari jauh’ ketika Yesus disalibkan. Mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yohanes, dan ibu anak-anak Zebedeus (Mat 27:56); atau Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda, Yoses dan Salome (Mar 15:40). Alkitab menunjukkan bahwa Maria ibu Yakobus ini tidak sama dengan Bunda Maria.[3]

Mungkin yang paling jelas adalah kutipan dari Injil Yohanes, yang menyebutkan bahwa yang hadir dekat salib Yesus adalah, Bunda Maria, saudara Bunda Maria yang juga bernama Maria, istri dari Klopas, dan Maria Magdalena (Yoh 19:25). Jadi di sini jelaslah bahwa Maria (saudara Bunda Maria) ini adalah istri Klopas/ Kleopas[4], yang adalah juga ibu dari Yakobus dan Yoses. Kesimpulannya, Yakobus dan Yoses ini bukanlah saudara kandung Yesus.

2. Mat 1:24-25: Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki …

Banyak saudara-saudari kita dari gereja lain mengartikan ayat ini bahwa Maria tidak lagi perawan setelah melahirkan Yesus. Kata kuncinya di sini adalah kata ‘sampai’. Di dalam Alkitab, kata ‘sampai‘ ini tidak selalu berarti diikuti oleh perubahan kondisi. Contoh, pada 1 Kor 15:25, dikatakan, “Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.” Hal ini tidak bermaksud bahwa setelah Yesus mengalahkan musuh-Nya Ia tidak lagi menjadi Raja.

3. Luk 2:7: …dan ia (Maria) melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin…

Kata kunci di sini adalah, ‘sulung’. Sulung di sini tidak berarti bahwa Yesus kemudian mempunyai adik-adik. ‘Sulung’ di dalam Alkitab menerangkan hak istimewa dari seseorang. Contoh, pada Kitab Mazmur, Allah menyebut Daud ‘anak sulung’ (Mzm 89:28), meskipun Daud adalah anak ke-8 dari Isai (1 Sam 16).

Allah menyebut bangsa Israel disebut sebagai anak yang sulung (Kel 4:22). Kristus disebut ‘sulung’ adalah untuk menunjukkan bahwa Ia adalah ‘Israel’ yang baru, yang menjadi yang sulung dari banyak saudara (Rom 8:29), yang sulung dari segala ciptaan (Kol 1:15).

4. Mat 15:1-9 dan Yoh 19:27: Dalam Injil Matius bab 15, Yesus mengecam orang-orang Farisi yang mempersembahkan korban tetapi kemudian menelantarkan orang tua mereka. Hukum pada Perjanjian Lama seharusnya mewajibkan seorang anak untuk menanggung orang tuanya, sehingga praktek orang Farisi yang melanggar hal ini membuat Yesus menyebut mereka sebagai ‘munafik’ (Mat 15:1-7).

Dalam Yoh 19:26-27, pada saat Yesus disalibkan, Yesus memberikan Maria ibu-Nya kepada Yohanes (anak Zebedeus) rasul yang dikasihi-Nya, yang bukan saudara-Nya. Seandainya Yesus mempunyai adik-adik, seperti yang dianggap oleh gereja Protestan, perbuatan Yesus ini sungguh tidak masuk di akal. Yesus yang mengecam orang Farisi yang menelantarkan orang tuanya tidak mungkin menyebabkan saudara-Nya sendiri menelantarkan ibu-Nya. Kenyataan bahwa Yesus mempercayakan Maria kepada Yohanes adalah karena Ia tidak mempunyai saudara kandung, karena Bapa Yusuf-pun telah meninggal dunia, dan Yesus tidak mau meninggalkan ibu-Nya sebatang kara.

5. Luk 1:34: Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami?”

Ayat ini sesungguhnya merupakan terjemahan dari “How shall this be, since I have no husband” (RSV) atau, “I am a virgin” (Jerusalem Bible), atau “I know not man” (Douay -Rheims terjemahan dari Vulgate). Sesungguhnya terjemahan yang benar adalah aku tidak bersuami (jika mengikuti RSV), atau aku seorang perawan (Jerusalem Bible) atau aku tidak mengenal/ berhubungan dengan laki-laki (D-R). Kalimat ini hanya masuk akal jika Maria telah memiliki kaul keperawanan -meskipun pada saat itu ia sudah bertunangan dengan Yusuf- karena, jika tidak demikian, pernyataan ini akan terdengar ‘ganjil’. Sebagai contoh, jika seseorang ditawari rokok, dan ia menjawab ‘saya tidak merokok’, maka maksudnya adalah ‘saya tidak pernah merokok’, dan bukan ‘saya tidak sedang merokok sekarang’.[5]

Pengajaran Bapa Gereja dari Gereja awal

Para Bapa Gereja secara konsisten mengajarkan Maria tetap Perawan (Perpetual Virginity of Mary). Sejarah membuktikan bahwa pengajaran tentang keperawanan Maria ini telah berakar dari sejak Gereja awal, seperti pengajaran dari:

1. Ignatius dari Antiokhia (meninggal tahun 110), Origen (233), Hilarius dari Poiters (m. 367) dan Gregorius Nissa (m. 394).[6]

2. St. Athanasius (293-373) menyebutkan Maria sebagai Perawan selamanya (Ever Virgin)[7] dalam bukunya Discourses Against the Arians.

3. St. Jerome (347- 420) tidak hanya menyebutkan keperawanan Maria, tetapi juga keperawanan Yusuf. Ia menulis, “…You say that Mary did nor continue a virgin: I claim still more, that Joseph himself on account of Mary was (also) a virgin, so that from wedlock a virgin son was born.”[8]

4. St. Agustinus dan St. Ambrosius (akhir abad ke- 4), mengajarkan keperawanan Maria sebelum, pada saat dan sesudah melahirkan Yesus Kristus, sehingga Maria adalah perawan selamanya.[9] Dengan kuasa Roh Kudus yang sama, Yesus lahir tanpa merusak keperawanan Bunda Maria, seperti halnya setelah kebangkitan-Nya, Dia dapat datang ke dalam ruang tempat para murid-Nya berdoa, tanpa merusak semua pintu yang terkunci (Lih. Yoh 20:26).[10] Roh Kudus yang  membangkitkan Yesus dari mati adalah Roh Kudus yang sama yang membentuk Yesus dalam rahim Bunda Maria. Maka kelahiran Yesus dan kebangkitan-Nya merupakan peristiwa yang ajaib: kelahirannya tidak merusak keperawanan Maria, seperti kebangkitan-Nya tidak merusak pintu yang terkunci.

St. Agustinus mengajarkan, “It is not right that He who came to heal corruption should by His advent violate integrity.” (Adalah tidak mungkin bahwa Ia yang datang untuk menyembuhkan korupsi/kerusakan, malah merusak keutuhan.”[11]

4. St. Petrus Kristologus (406- 450), St. Paus Leo Agung (440-461)dan St. Yohanes Damaskus (676- 749) juga mengatakan hal yang sama.[12]

5. Konsili Konstantinopel II (553) menyebutkan Bunda Maria sebagai, “kudus, mulia, dan tetap-Perawan Maria”.[13]

Konsili ini merangkum ajaran-ajaran penting berkaitan dengan bahwa Yesus, adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Termasuk dalam ajaran ini adalah tentang keperawanan Maria.

Pengajaran Magisterium Gereja Katolik

Doktrin dari keperawanan Maria, sebelum, pada saat dan sesudah kelahiran Yesus dinyatakan secara defintif oleh Paus St. Martin I di Sinode Lateran tahun 649, yang berbunyi:

The blessed ever-virginal and immaculate Mary conceived, without seed, by the Holy Spirit and without loss of integrity brought Him forth, and after His birth preserved her virginity inviolate.”[14].

Terjemahannya:

Maria yang tetap perawan dan tak bernoda yang terberkati, mengandung tanpa benih manusia, oleh Roh Kudus, dan tanpa kehilangan keutuhan melahirkan Dia dan sesudahnya tetap perawan (keperawanannya tidak ‘rusak’).

Maka, seperti Kritus yang bangkit dengan tubuh-Nya dapat menembus pintu-pintu rumah yang terkunci (lihat Yoh 20: 26), maka pada saat kelahiran-Nya, Ia pun lahir dengan tidak merusak keperawanan ibu-Nya, yaitu Bunda Maria.

Pengajaran dari para pendiri gereja Protestan

Mungkin banyak dari saudara-saudari yang kita yang beragama Kristen non-Katolik tidak mengetahui bahwa para pendiri gereja Protestan awal juga mengajarkan mengenai hal Maria yang tetap perawan, seperti berikut ini:

1. Martin Luther (1483-1546): “Sudah menjadi iman kita bahwa Maria adalah Ibu Tuhan dan tetap perawan…. Kristus, kita percaya, lahir dari rahim yang tetap sempurna (‘a womb left perfectly intact’).”[15]

2. John Calvin (1509-1564): “Ada orang-orang yang ingin mengartikan dari perikop Mat 1:25 bahwa Perawan Maria mempunyai anak-anak selain dari Kristus, Putera Allah, dan bahwa Yusuf berhubungan dengannya kemudian, tetapi, betapa bodohnya pemikiran seperti ini! Sebab penulis Injil tidak bermaksud merekam apa yang terjadi sesudahnya; ia hanya mau menyampaikan dengan jelas hal ketaatan Yusuf dan untuk menyatakan bahwa Yusuf telah diyakinkan bahwa Tuhanlah yang mengirimkan malaikatNya kepada Maria. Yusuf tidak pernah berhubungan dengan Maria …(He had therefore never dwelt with her nor had he shared her company)… Dan selanjutnya Tuhan kita Yesus Kristus dikatakan sebagai yang sulung. Hal ini bukan berarti bahwa ada anak yang kedua dan ketiga, tetapi karena penulis Injil ingin menyampaikan hak-hak yang lebih tinggi (precedence). Alkitab menyebutkan hal ‘sulung’ (firstborn), baik ada atau tidaknya anak yang kedua.”[16]

John Calvin bahkan mengecam Helvidius, yang mengatakan bahwa Maria mempunyai banyak anak.[17]

3. Ulrich Zwingli (1484-1531): “Saya yakin dan percaya bahwa Maria, sesuai dengan perkataan Injil, sebagai Perawan murni melahirkan Putera Allah dan pada saat melahirkan dan sesudahnya selalu tetap murni dan tetap perawan (‘forever remained a pure, intact Virgin’).”[18]

4. John Wesley (1703-1791)menulis: “Saya percaya bahwa Dia (Tuhan Yesus) telah menjadi manusia, menyatukan kemanusiaan dengan keilahian dalam satu Pribadi; dikandung oleh satu kuasa Roh-Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria yang terberkati, yang setelah melahirkan-Nya tetap murni dan tetap perawan tak bernoda.”[19]

Pentingnya Keperawanan Maria bagi Gereja

Keperawanan Maria berakibat penting pada Gereja karena Maria adalah ‘model’/ teladan bagi Gereja. Misteri keperawanan Maria dilanjutkan oleh Gereja dalam dua hal. Yang pertama Gereja menjaga kemurnian pengajarannya terhadap ajaran yang menyimpang (“heresy“). Kedua, Gereja memberikan tempat khusus pada penerapan ‘keperawanan’ secara jasmani, sepanjang sejarah Gereja.[20] Keperawanan jasmani ini bukan dimaksudkan untuk merendahkan arti perkawinan, tetapi untuk menunjukkan kesempurnaan sesuai dengan teladan yang dicontohkan oleh Yesus sendiri yang mempersembahkan seluruh tubuh dan jiwa untuk pemenuhan rencana keselamatan Allah.

Roh Kudus yang bekerja menaungi Bunda Maria untuk mengandung dan melahirkan Yesus itu juga bekerja menaungi kita saat kita menerima Sakramen Pembaptisan. Dengan demikian, Kristus juga menjadikan Gereja-Nya sebagai Perawan, sebagaimana Bunda Maria adalah Perawan.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui bahwa pengajaran Gereja Katolik tentang Bunda Maria yang tetap Perawan memiliki dasar yang kuat. Sebagai orang Katolik kitapun harus meyakini tentang keperawanan Bunda Maria ini, dan mensyukuri teladan kemurniannya. Maka, janganlah kita sampai meragukan keperawanan Maria, hanya karena kita berpikir itu tidaklah mungkin dari kacamata kita sebagai manusia. Karena tiada yang mustahil bagi Allah, apalagi jika itu menyangkut segala pernyataan tentang Diri-Nya yang kudus dan penuh kasih. Dengan perbuatan-Nya menguduskan Maria sedemikian rupa, Ia menunjukkan betapa kasih-Nya yang sempurna tidak meninggalkan sedikitpun cacat dan noda pada kemurnian Bunda Maria. Bunda Maria menjadi teladan bagi Gereja yang menjunjung tinggi nilai kemurnian tubuh dan jiwa dalam mengabdi Tuhan, dan memberi contoh bagi kita bagaimana memberikan diri seutuhnya bagi rencana Keselamatan Allah.



CATATAN KAKI:
  1. Lihat Michael O’Caroll C.S. Sp, Theotokos, A Theological Encyclopedia of the Blessed Virgin Mary, ( Michael Glazier Inc. Dublin, Ireland, reprint in 1982 in the USA), p. 357. “Mary of Nazareth conceived her Son Jesus while remaining a virgin; her virginity was not altered by childbirth; she remained a virgin in her marriage with St. Joseph.” Jadi, Maria tetap perawan sebelum, pada saat dan setelah melahirkan Yesus (virginitas ante partum, in partu, post partum) []
  2. Robert Payesko, The Truth about Mary, A Summary of the Trilogy, (Queenship Publishing Company, CA, 1998), p.110 []
  3. Maria ibu Yakobus dan Yoses (Yusuf) dicatat dalam Alkitab sebagai salah satu wanita yang menyaksikan penyaliban Kristus (Mt 25:56; Mk 15:40) dan kubur Yesus yang kosong/ kebangkitan Yesus (Mk 16:1; Lk 24:10) []
  4. Kleopas adalah salah satu dari murid-murid Yesus yang berjalan ke Emmaus dan mengalami penampakan diri Yesus setelah kebangkitan-Nya (Luk 24:18) []
  5. Lihat Rene Laurentine, A Short Treatise on the Virgin Mary, (Washington, New Jersey: AMI Press, 1991),p 285 []
  6. Robert Payesko, The Truth about Mary, Volume II, p. 2-155 []
  7. St. Athanasius, Discourses Against the Arians, 2, 70, Jurgens, Vol.1, n. 767a []
  8. St. Jerome, The Perpetual Virginity of Blessed Mary, Chap 21, seperti dikutip oleh John R. Willis, SJ, The Teaching of the Church Fathers (Ignatius Press, San Francisco, 2002 reprint, original print by Herder and Herder, 1966) p. 358 []
  9. Lihat St. Agustinus, Sermons, 186, Heresies, 56; Jurgens, vol.3, n. 1518 dan 1974d. []
  10. St. Agustinus, Letters no. 137., seperti dikutip oleh John R. Willis, SJ, The Teaching of the Church Fathers, p. 360. []
  11. St. Agustinus, Serm. 189, n.2; PL 38, 1005 []
  12. St Petrus Kristologus, “The Virgin conceives, the Virgin brings forth her child, and she remains a virgin.” (Sermons, no. 117); St Leo Agung, “…a Virgin conceived, a Virgin bare and a Virgin she remained.” []
  13. Robert Payesko, The Truth about Mary, Volume II, Mary in Scripture and the Historic of Christian Faith, (Queenship Publishing Company, CA, 1998), p.2-155,

    Salah satu butir pengajaran untuk menjawab ajaran yang keliru tentang Bunda Maria di dalam Konsili Konstantinopel II, butir 6, “If anyone declares that it can be only inexactly and not truly said that the holy and glorious ever-virgin Mary is the mother of God, or says that she is so only in some relative way, considering that she bore a mere man and that God the Word was not made into human flesh in her, holding rather that the nativity of a man from her was referred, as they say, to God the Word as he was with the man who came into being; if anyone misrepresents the holy synod of Chalcedon, alleging that it claimed that the virgin was the mother of God only according to that heretical understanding which the blasphemous Theodore put forward; or if anyone says that she is the mother of a man or the Christ-bearer, that is the mother of Christ, suggesting that Christ is not God; and does not formally confess that she is properly and truly the mother of God, because he who before all ages was born of the Father, God the Word, has been made into human flesh in these latter days and has been born to her, and it was in this religious understanding that the holy synod of Chalcedon formally stated its belief that she was the mother of God: let him be anathema.” []

  14. Denzinger’s Enchiridion Symbolorum (DS, 256 []
  15. Diterjemahkan dari Martin Luther, Works of Luther, Vol. 11, p. 319-320; Vol. 6, p. 510. []
  16. Diterjemahkan dari John Calvin, Sermon on Matthew, 1:22-25, published in 1562. []
  17. Lihat Bernard Leeming, “Protestants and Our Lady, Marian Library Studies, January 1967, p.9. []
  18. Diterjemahkan dari Zwingli Opera, Vol. 1, p. 424. []
  19. Diterjemahkan dari John Wesley, Letter to a Roman Catholic, July 18, 1749. []
  20. Lihat Hugo Rahner, SJ., Our Lady and the Church, (Zaccheus Press, 2004, reprint, original print by Tyrolia- Verlag, Innsbruck, Vienna, 1961), p. 32-33 []

Beberapa artikel yang berhubungan:

Beberapa artikel di kategori yang sama:

63 Komentar to Bunda Maria, tetap Perawan, mungkinkah?

  1. ini pendapat saudara saya beda gereja..

    Maria tetap perawan sepanjang hidupnya, karena ia tidak memiliki anak lain, selain Yesus.
    -Tidak adanya ayat yang menyebutkan persetubuhan Maria dengan Yusuf, tidak membuktikan tidak adanya persetubuhan. Dalam Alkitab, ada banyak pasangan suami-isteri (seperti: Ananias & Safira; Petrus & istrinya) yang tidak disebutkan persetubuhannya, tetapi ini tidak membuktikan tidak ada persetubuhan di antara mereka, sehingga isterinya tetap perawan.
    -Apakah yakin Maria Istri Kleopas adalah ibu Yakobus?
    -Jika benar tidak ada anak lain, selain Yesus, apa yang bisa meyakinkan kita bahwa Maria tetap perawan (tidak ada hubungan seksual dengan Yusuf)? Maria adalah isteri Yusuf, sehingga hubungan seks di antara keduanya bukanlah dosa.

    mohon penjelasan lebihnya Kak..

    • Shalom Veri,

      Terima kasih atas pertanyaannya. Untuk menjawab dogma Maria perawan selamanya (perperual virginity), silakan menggunakan argumentasi yang saya paparkan di sini – silakan klik dan juga di bawah link tersebut. Kita tidak mengatakan Maria tetap perawan karena tidak ada ayat yang menyebutkan hubungan suami istri, namun karena adanya ayat-ayat pendukung yang lain.

      Tentang Maria Istri Kleopas adalah Ibu Yohanes, silakan melihat penjelasan di atas, yang menuliskan:

      Jadi untuk memeriksa apakah Yakobus dan Yusuf itu adalah saudara Yesus, kita melihat kepada ayat-ayat yang lain, yaitu ayat Matius 27:56 dan Markus 15:40, yang menuliskan nama-nama perempuan yang ‘melihat dari jauh’ ketika Yesus disalibkan. Mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yohanes, dan ibu anak-anak Zebedeus (Mat 27:56); atau Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda, Yoses dan Salome (Mar 15:40). Alkitab menunjukkan bahwa Maria ibu Yakobus ini tidak sama dengan Bunda Maria.[3]

      Mungkin yang paling jelas adalah kutipan dari Injil Yohanes, yang menyebutkan bahwa yang hadir dekat salib Yesus adalah, Bunda Maria, saudara Bunda Maria yang juga bernama Maria, istri dari Klopas, dan Maria Magdalena (Yoh 19:25). Jadi di sini jelaslah bahwa Maria (saudara Bunda Maria) ini adalah istri Klopas/ Kleopas[4], yang adalah juga ibu dari Yakobus dan Yoses. Kesimpulannya, Yakobus dan Yoses ini bukanlah saudara kandung Yesus.

      Pertanyaan ke-tiga telah dibahas secara panjang lebar di link pertama. Silakan membaca terlebih dahulu link yang pertama, dan kalau masih ada pertanyaan lain, silakan menyampaikan kembali. Silakan juga memberikan pertanyaan-pertanyaan yang saya beri warna merah di link tersebut kepada teman diskusi anda. Semoga dapat membantu.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  2. Dear Stef & Inggrid;

    Maria Perawan atau Anak Dara?

    Matt 1:23 “Look! The virgin will conceive and bear a son, and they will call him Emmanuel,” which means “God with us.” Net

    Matthew 1:23 Greek Study Bible (Apostolic / Interlinear)

    ἰδοὺ ἡ παρθένος ἐν γαστρὶ ἔξει καὶ τέξεται υἱὸν, καὶ καλέσουσιν τὸ ὅνομα αὐτοῦ Ἐμμανουηλ, ὅ ἐστιν μεθερμηνευόμενον μεθ’ ἡμῶν ὁ θεός.
    http://biblos.com/matthew/1-23.htm

    Kisah diatas merupakan cuplikan dari Yesaya 7:14 dalam versi Septuaginta [LXX]

    14 Therefore the Lord himself shall give you a sign; behold, a virgin shall conceive in the womb, and shall bring forth a son, and thou shalt call his name Emmanuel

    http://www.ecmarsh.com/lxx/Esaias/index.htm

    Isa 7:14 διὰ τοῦτο δώσει κύριος αὐτὸς ὑμῖν σημεῖον ἰδοὺ ἡ παρθένος ἐν γαστρὶ ἕξει καὶ τέξεται υἱόν καὶ καλέσεις τὸ ὄνομα αὐτοῦ Εμμανουηλ
    http://www.blueletterbible.org/Bible.cfm?b=Isa&c=7&v=14&t=LXX#comm/14

    παρθένος – partenos :

    G3933 παρθένος parthenos (par-then’-os) n.
    1. a maiden
    2. (by implication) an unmarried daughter
    [of unknown origin]
    KJV: virgin

    Sekarang mari kita lihat versi Ibrani :

    Isa 7:14 לָכֵן יִתֵּן אֲדֹנָי הוּא לָכֶם אֹות הִנֵּה הָעַלְמָה הָרָה וְיֹלֶדֶת בֵּן וְקָרָאת שְׁמֹו עִמָּנוּ אֵֽל׃
    
    הָעַלְמָה – ha alma

    H5959 עַלמָה `almah (al-maw’) n-f.
    1. a lass (as veiled or private)
    [feminine of H5958]

    A girl or young woman.
    A sweetheart.
    [Middle English las, probably of Scandinavian origin.]

    http://www.answers.com/lass

    Yang merupakan bentuk feminim dari

    H5958 עֶלֶם `elem (eh’-lem) n-m.
    1. (properly) something kept out of sight, i.e. a lad
    [from H5956]

    A young man; a youth.
    Informal. A man of any age; a fellow.
    [Middle English ladde, perhaps of Scandinavian origin.]

    http://www.answers.com/lad

    Jadi dari bahasa aslinya adalah merujuk pada seorang wanita muda, bukan perawan

    Sebab untuk kata perawan, Ibrani memiliki kosa kata terpisah :Betulah

    H1330 (Mickelson’s Enhanced Strong’s Greek and Hebrew Dictionaries)
    H1330 בְּתוּלָה bthuwlah (beth-oo-law’) n-f.
    1. a virgin (from her privacy)
    2. sometimes (by continuation) a bride
    3. (figuratively) a city or state
    [feminine passive participle of an unused root meaning to separate]

    Sedangkan Partenos :

    G3933 παρθένος parthenos (par-then’-os) n.
    1. a maiden
    2. (by implication) an unmarried daughter
    [of unknown origin]

    Bandingkan dengan Matius 1:23 yang memakai kata partenos dengan kisah Dina yang diperkosa Sikhem anak Hemor dalam Kejadian 34:2, namun demikian pada ayat 3 dia tetap disebut sebagai parthenos meskipun telah kehilangan keperawanannya.

    Gen 34:3 καὶ προσέσχεν τῇ ψυχῇ Δινας τῆς θυγατρὸς Ιακωβ καὶ ἠγάπησεν τὴν παρθένον καὶ ἐλάλησεν κατὰ τὴν διάνοιαν τῆς παρθένου αὐτῇ

    Kesimpulannya sesuai bahasa aselinya adalah , penggunaan kata perawan atau virgin tidaklah tepat — lebih tepat bila digunakan kata wanita muda untuk menyebut Maria dalam penokohan ini.

    Terus apakah berati Maria tidak perawan ketika dilawat Malaikat Gabriel?

    Tentu saja tidak demikian, Maria masih tetap perawan ketika dia dilawat Gabriel

    Luke 1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”

    Sebenarnya kata yang dipakai untuk bersuami adalah : ginosko
    Luke 1:34 Greek Study Bible (Apostolic / Interlinear)

    εἶπεν δὲ Μαριὰμ πρὸς τὸν ἄγγελον· πῶς ἔσται τοῦτο, ἐπεὶ ἄνδρα οὐ γινώσκω;
    http://biblos.com/luke/1-34.htm

    G1097 γινώσκω ginosko (ghin-oce’-ko) v.
    1. to “know” (absolutely)
    {in a great variety of applications and with many implications (as follow, with others not thus clearly expressed)}

    …dan dalam budaya Yahudi, ginosko, atau mengenal adalah salah satu istilah untuk menyatakan sebagai bentuk keintiman antara pria dan wanita : bersetubuh

    Jadi, Maria saat dilawat Gabriel adalah seorang wanita muda (anak dara) yang masih perawan

    [Dari Katolisitas: komentar ini disatukan karena masih kelanjutan dari penanya yang sama, dan masih berhubungan dalam satu topik]

    Darah YESUS Tanpa Noda [Anuansi Gabriel - Maria - Natal]

    Tulisan ini secara pasti bertolak belakang dengan pandangan Roman Catholic, sedangkan untuk kalangan protestant sendiri saya tidak begitu mengerti, sebab ketika hal ini saya tanyakan kepada salah satu pendeta digereja tempat saya bertumbuh, dia secara diplomatis menghindari masalah ini.

    Pandangan saya ini di gereja mula-mula sudah dianggap sebagai bidah [sesat], sebab pandangan ini menyatakan bahwa Allah ’seolah-olah’ hanya meminjam rahim Maria.
    Tinjauan saya meliputi dua hal :

    1. Firman
    2. Medis

    Garis besar dari pandangan saya ini adalah :

    1. YESUS sebagai Sang Putra sudah ada sejak mulanya
    2. Darah YESUS tidak boleh bercampur dengan darah manusia yang berdosa : artinya, ketika YESUS ada pertama kali ditaruh dalam rahim Maria, maka Dia sduah membawa DarahNya sendiri. Jadi darah YESUS tidak terbentuk dari perpaduan genetis sel darah dari maria [ibu] dan genetis dari Roh Kudus [Kuasa allah]

    ———
    Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:6 {9-5})
    ———————————-

    Ayat ini adalah nubuatan yang disampaikan oleh nabi Yesaya mengenai akan datangnya Allah Putera – yaitu Tuhan YESUS ke dalam dunia.
    Apabila dieksplorasi ayat ini akan banyak memberikan hikmat – dari Tuhan sendiri tentunya.

    Tetapi saya akan sampaikan dua hal penting yaitu mengenai penyataan :

    1. Seorang Putera telah diberikan
    2. Seorang Anak telah lahir

    I. Seorang Putera telah diberikan

    Pertanyaan yang mungkin timbul dalam benak kita adalah :

    Bagaimana hal itu terjadi?

    Lukas dalam kitab Injil yang ditulisnya meriwayatkan peristiwa lawatan malaikat Gabriel {Ga’briel. (man of God). An angel sent by God to announce to Zacharias, the birth of John the Baptist, and to Mary, the birth of CHRIST. He was also sent to Daniel to explain his visions. Dan_8:16; Dan_9:21 } kepada perawan Maria

    ————————-
    Luk 1:31 Sesungguhnya engkau [Maria] akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia YESUS.

    Luk 1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
    Luk 1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
    ————————

    Pertanyaan yang mungkin muncul adalah :

    Tentang ‘bagaimana’ nya Maria tadi?

    Pertanyaan Maria adalah manusiawi, sebab secara biologis , agar bisa terjadi kehamilan maka harus ada sperma yang membuahi sel telur. Untuk hal itu lah Maria bertanya, karena dia belum bersuami. Dan dia belum pernah berhubungan sex dengan siapapun tak terkecuali Yusuf yang adalah tunangannya.

    Pertanyaan berikutnya adalah – ini sangat penting untuk dipahami :

    Apakah proses kehamilan Maria itu melibatkan sel telur Maria dan sperma (?), ataukah sel telur Maria dan kuasa Roh Kudus yang menaungi nya?

    Proses kehamilan Maria sama sekali tidak melibatkan sel telur Maria.
    Semua proses adalah murni karya Roh Kudus, karya Allah.

    Disinilah nubuatan nabi Yesaya digenapi – seorang Putera telah diberikan.

    Putera tadi sudah ada sebelumnya secara kekal!

    Diberikan kepada siapa?

    * Kepada kita umat manusia
    * Kepada Maria – untuk dikandung dan dilahirkan

    ‘Putera’ tadi – YESUS, adalah Allah Putera yang menjelma jadi manusia, menjadi daging (incarnate).
    Firman yang telah menjadi daging.
    Firman tadi ditaruh dalam rahim Maria yang adalah surrogate mother bagi bayi YESUS.

    Jadi, apakah sewaktu kuasa Roh Kudus menaungi Maria, kedalam rahim Maria, Roh Kudus telah menaruh ‘bayi/janin’ kedagingan tubuh YESUS?

    Ya!

    Why?

    Sebab tujuan YESUS datang kedunia adalah untuk menumpahkan darahNya yang kudus – tanpa noda dan cela, tanpa terkontaminasi dengan darah manusia (Maria yan mengandungNYa) sebagai korban pendamaian yang kudus, layak dan berkenan.

    YESUS adalah Anak Domba Paskah (Yoh 1:36, 1 Kor 5:7).

    ——————————–
    Mat 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.

    cf: Mat_3:17; Mat_12:18; Mat_17:5; Mat_27:43; Mar_1:11; Luk_3:22

    ————————–

    Maka darahNya tidak boleh terncampur dengan darah manusia yang sudah berdosa.
    Lewat darah lah dosa dan kutuk itu diturunkan kepada generasi-generasi berikutnya.
    Kekudusan darah Anak Domba Paskah harus senantiasa terjaga : untuk menebus semua anak sulung!

    Apakah darah YESUS tidak tercampur dengan darah Maria saat dalam kandungan?
    Atau bukankah sistem peredaran darah antara seorang ibu dengan sistem peredaran darah sang bayi dalam kandungan adalah jadi satu?

    Tidak.
    Sistem peredaran darah antara ibu dan bayi berbeda dan terpisah. Keduanya (ibu dan bayi) dihubungkan oleh placenta sebagai perantara pengirimaan/pertukaran oksigen dan makanan serta zat buangan. Apabila kedua sistem ini campur, maka akan fatal dan menyebabkan kematian.
    —————————————–
    ”Your blood and your baby’s blood do not mix. They flow side by side, but separated by a thin membrane. Since the blood doesn’t mix, no antibodies are manufactured by your body”.
    ——————————–
    ”The placenta is part of the communication between the fetus and the expectant mother. Most people tend to think of this communication as the route of exchange where the mother’s blood and the fetus’s blood mix and exchange, but the fetal blood and maternal blood do not mix. In fact, if this were to be the case, there would be such immunological protest from the mother that she would soon make antibodies to the baby’s blood enough to destroy the pregnancy.”
    ——————-

    http://img265.imageshack.us/img265/9506/pla1lm4.jpg

    http://img265.imageshack.us/img265/356/pla2vg9.jpg

    http://img265.imageshack.us/img265/6625/plmembranew450bs6.jpg

    Mekanisme/sirkulasi yang terjadi pada placenta

    http://img265.imageshack.us/img265/8456/circulationiy6.gif

    ————————
    ‘The fetal and maternal blood currents traverse the placenta, the former passing through the bloodvessels of the placental villi and the latter through the intervillous space (Fig. 39). The two currents do not intermingle, being separated from each other by the delicate walls of the villi. Nevertheless, the fetal blood is able to absorb, through the walls of the villi, oxygen and nutritive materials from the maternal blood, and give up to the latter its waste products. The blood, so purified, is carried back to the fetus by the umbilical vein. It will thus be seen that the placenta not only establishes a mechanical connection between the mother and the fetus, but subserves for the latter the purposes of nutrition, respiration, and excretion. In favor of the view that the placenta possesses certain selective powers may be mentioned the fact that glucose is more plentiful in the maternal than in the fetal blood. It is interesting to note also that the proportion of iron, and of lime and potash, in the fetus is increased during the last months of pregnancy.”
    ————————————-

    Sistem peredaran darah fetus atau bayi:

    http://img265.imageshack.us/img265/5629/372pxgray502vg0.png

    Bukankah YESUS itu Kudus, maka perlu tempat (rahim seorang wanita yang Kudus – tanpa noda/dosa) juga ?

    Benar, YESUS itu Kudus. Bahkan Maha Kudus.

    Namun demikian bukan berarti untuk menyambut kedatanganNya perlu disiapkan sebuah rahim dari seorang perawan yang kudus tanpa noda dan dosa.

    Bila Dia rela tinggal diantara para pencuri, pendusta, pemungut cukai, penderita kusta, pelacur dan orang-orang berdosa lainnya, maka Dia pun rela untuk dikandung oleh seorang perawan yang berdosa.

    Sebab dimanapun YESUS tinggal (hidup), – makan, minum, tidur, menjamah, bermain, mengajar entah diantara pendosa atau tinggal dalam rahim seorang perawan yang berdosa, hal itu tidak mengubah eksistensi ke-Maha Kudus-an Nya.

    Ketika Allah menciptakan manusia dengan tanah, apakah Allah tidak turun tangan?
    Apakah hal itu membuat Dia ‘kotor’?
    Ketika YESUS minum satu cawan dengan Yudas Iskariot membuat Dia berdosa?
    Ketika Dia dijamah oleh wanita yang mengalami pendarahan selama 12 tahun membuat Dia jadi tidak Kudus?

    Apakah ketika Maria mengurapi YESUS dengan minyak narwastu membuat YESUS najis?

    Apakah ketika bayi YESUS ada didalam kandungan perawan Maria yang berdosa itu membuat Sang bayi menjadi tidak kudus lagi?

    Karena untuk itulah dikatakan :
    ———————————————–
    [YESUS Krists] yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Php 2:6-8)
    —————————

    Ya, Dia rela meninggalkan semuanya untuk kita.

    Dia rela untuk menjadi miskin agar kita menjadi kaya

    ——————————
    Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita YESUS KRISTUS, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. (2Co 8:9 )
    ——————————
    Kenapa yang diberikan oleh Bapa berupa Anak?
    Apakah memang Sang Anak sudah ada sejak mulanya?

    The Son Eternally Exist within Father
    Ya

    Bapa memberikan AnakNya itu
    ————————
    Joh 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
    ——————————————–
    Dimana Sang Anak itu telah ada sejak mulanya

    1. YESUS adalah sang Firman
    ——————————-
    Joh 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

    Joh 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
    ————————————–
    2. Bapa berFirman

    Lihat Kejadian pasal satu

    BerFirmanlah Allah….

    3. I AM

    Joh 8:58 JESUS said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am.
    cf:
    Exo 3:14 And God said unto Moses, I AM THAT I AM: and he said, Thus shalt thou say unto the children of Israel, I AM hath sent me unto you.

    4. Ada sebelum dunia ada
    —————————————
    Joh 17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

    Joh 17:24 Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
    ————————————–
    II. Seorang Anak telah lahir

    —————–
    Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7:14)

    Luk 1:31 Sesungguhnya engkau [Maria] akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia YESUS.
    ————————————————–
    Ya…Maria adalah ter-charito’o – karito’o ‘ thou that art highly favoured’ , ‘who are highly favored’, ‘yang diberkati Tuhan secara istimewa’
    ——————-
    Luk 1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
    ———————————————————————————-
    Benar, Maria adalah wanita pilihan, namuan dia adalah salah satu manusia yang memerlukan penebusan dosa juga.

    Luk 1:46 Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,
    Luk 1:47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku

    Rom 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah

    Ya…Putera itu telah diberikan kepada kita yang berdosa, Dia telah memikil semua dosa, kutuk, penderitaan dan sakit penyakit kita (Yes 53:4-5), KRISTUS telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib (Gal 3:13 )

    Tambahan ….. [Dari Katolisitas: komentar ini disatukan karena masih kelanjutan satu topik]:

    Seorang Putra telah diberikan — seorang bayi telah dilahirkan

    Bayi lah yang dikandung dan dilahirkan oleh Maria, bukan Sang Putra – sebab Sang Putra itu diberikan untuk :

    a. dikandung dan dilahirkan oleh Maria
    b. di berikan kpd manusia , termasuk kpd Maria

    2. Bila genetis YESUS berasal dari Maria, maka implikasinya adalah maria harus tanpa noda dosa

    Implikasi berikutnya adalah : Maria harus dikandung orang tuanya [Anna - Yoakim] yang juga tidak berdosa

    Implikasinya adalah : kakek dan nenek maria juga harus tidak berdosa

    Dan akan berujung : Adam dan Hawa juga tidak boleh berdosa , supaya KRISTUS dikandung oleh maria yang tidak berdosa pula

    3. Bila memang Maria dikhususkan dulu [separation] tanpa noda dan dosa, mengapa hal itu tidka berlaku bagi KRISTUS?

    Apakah Bayi YESUS harus berada dalam kandungan seorang wanita tanpa dosa?

    Bukankah ketika Bayi YESUS ketika tinggal dan makan didalam rahim Maria itu tidak ada bedanya dg ketika YESUS berada tinggal dan makan bersama para pemungut cukai, pendosa , pelacur, bahkan disebut sebagai sahabat para pendosa?

    ketidak berdosaan YESUS tidak tersentuh oleh kondisi dosa Maria, dosa pemungut cukai, dosa pelacur, dosa si kusta, dosa si lumpuh….

    Tambahan 2: [Dari Katolisitas: ini juga satukan karena masih satu topik]

    Kalau darah Maria tak bernoda (karena Maria tak berdosa), Tidak usah YESUS ke dunia, maria aja jadi juru selamat. Tapi tidak demikian yang terjadi.
    Firman itulah yang datang ke dunia dan menjadi manusia (Yohanes 1:14) dengan meminjam rahim Maria, karena darah-Nya harus ditumpahkan utk menebus dosa umat manusia.

    Darah YESUS:

    Ibrani 10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah YESUS kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,

    Ibrani 13:12 Itu jugalah sebabnya YESUS telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.

    1 Petrus 1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada YESUS KRISTUS dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

    1 Yohanes 1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah YESUS, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

    Wahyu 1:5 dan dari YESUS KRISTUS, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya–

    Kesimpulan:
    Hanya Darah YESUS yang kudus dan tak bernoda yg sanggup menyucikan umat manusia dari dosa.

    Salam, Tristan

    • Shalom Tristan,

      1.Tentang terjemahan "Perawan" dan "anak dara"

      Anda menuliskan panjang lebar (maka saya tidak perlu mengulanginya di sini) untuk membuktikan sesuatu yang tidak berpengaruh terhadap doktrin Gereja Katolik tentang Bunda Maria yang tetap perawan.

      Hal "Maria Perawan atau anak dara yang masih perawan" hanya menjadi masalah jika Bunda Maria lalu menjadi tidak perawan. Namun jika ia tetap perawan maka sebutan Maria sebagai ‘Perawan’ ataupun sebagai ‘anak dara yang masih perawan’ pada saat dilawat oleh malaikat Gabriel, tidaklah menjadi suatu permasalahan.

      Ajaran Maria yang tetap perawan mengambil dasar dari Kitab Suci dan Tradisi Suci, yang diajarkan oleh para Bapa Gereja dan bahkan diyakini oleh para bapa pendiri gereja Protestan, seperti Martin Luther, John Calvin, Zwingli dan John Wesley, seperti yang tertulis di artikel di atas, dan seperti yang dapat anda baca sendiri di sumber yang netral seperti Wikipedia, yang mengambil sumber dari tulisan/ khotbah Luther, Calvin, dkk sendiri yang dikumpulkan/ dikompilasi oleh para Teolog Protestan. Mereka tidak sepaham dengan Gereja Katolik dalam hal cara penghormatan kepada Bunda Maria, tetapi mereka tidak mengingkari bahwa Bunda Maria adalah perawan dan tetap perawan selama hidupnya.

      2. Yesus dilahirkan tidak melibatkan sel telur Bunda Maria?

      Anda mau membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus dilahirkan tidak melibatkan sel telur Bunda Maria. Dan dari bukti ayat- ayat yang anda berikan, itu tidak mengatakan secara eksplisit bahwa tidak ada peran Maria atau tidak melibatkan sel telur Maria. Benar bahwa darah Yesus tidak mungkin berasal dari darah manusia yang berdosa, dan justru karena itulah maka Bunda Maria dikuduskan Allah.

      Ayat Luk 1:35 mengatakan: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah." Itu menunjukkan bahwa kelahiran Yesus tidak melibatkan pembuahan sel telur oleh sel sperma seperti yang terjadi pada hubungan suami istri; sebab memang Bunda Maria tidak melakukan hubungan tersebut dengan siapapun (dalam hal ini dengan Yusuf tunangannya).

      Maka "miraculous conception" yang terjadi pada Yesus adalah bahwa penjelmaan-Nya sebagai manusia dimulai tidak dari pembuahan sel telur oleh sel sperma- yang artinya melibatkan benih laki- laki, namun oleh Roh Kudus. Namun dalam hal ini, penjelmaan Yesus tetap melibatkan sel telur Bunda Maria, sebab itulah yang menyebabkan Yesus memperoleh ciri- ciri fisik sebagai manusia dari Bunda Maria ibu-Nya. Jika ada pendapat yang mengatakan bahwa Yesus adalah murni dari Roh Kudus dan tidak melibatkan Maria sedikitpun (dalam hal ini sel telurnya) maka pendapat ini menjadikan Yesus bukan sepenuhnya manusia. Pandangan ini mencampur adukkan kodrat kemanusiaan Yesus dengan kodrat keAllah-Nya, sehingga dapat berakhir dengan menganggap Yesus sebagai "super angel", yang menyerupai heresi Arianisme dan Apolinarism di abad ke-4, yang menolak kemanusiaan Yesus (humanity of Christ). Padahal Kitab Suci mengatakan bahwa dalam kemanusiaan-Nya Yesus "sama dengan kita…. hanya saja tidak berbuat dosa" (Ibr 4:15).

      Bahwa saat di kandungan, Yesus bertumbuh sebagai manusia dengan mengambil sifat genetikanya dari Bunda Maria, tidak bertentangan dengan ayat yang mengatakan, "Seorang putera telah diberikan…." (Yes 9:6) dari kitab Yesaya. Sebab tanpa karya Roh Kudus yang turun menaungi Maria, maka Maria juga tidak akan dapat mengandung hanya dari sel telurnya sendiri untuk melahirkan yang disebut sebagai Anak/Putera Allah (lih. Luk 1:35). Roh Kudus yang turun atas Maria dan menaunginya itulah yang memungkinkan Maria mengandung ‘dari Roh Kudus’. Maka Yesus bertumbuh dalam rahim Maria dimulai dari setitik sel (berasal dari sel telur Maria yang dinaungi oleh Roh Kudus) yang kemudian berkembang terus menjadi bayi seperti halnya proses perkembangan janin manusia dalam rahim ibunya. Namun tentu saja Bayi Yesus ini tidak hanya mempunyai kodrat manusia, tetapi juga kodrat Allah; sebab penjelmaanNya adalah dari Roh Kudus.

      Dengan mengajarkan bahwa Yesus ‘mengambil’ ciri kemanusiaannya dari Bunda Maria, itu tidak berarti bahwa Gereja Katolik tidak mengakui bahwa Yesus itu tidak kekal. Silakan anda membaca artikel di sini, silakan klik, untuk melihat dasar ajaran Gereja Katolik yang mengajarkan bahwa selama penjelmaan-Nya sebagai manusia di dunia, Yesus tetaplah sungguh Allah, walaupun juga sungguh manusia. Jadi, Gereja Katolik juga tetap mengajarkan bahwa Sang Putera Allah juga telah ada secara kekal. Kristus adalah Sang Sabda, yang disebut dalam Yoh 1:1, "Pada mulanya adalah Firman, Firman itu ada bersama- sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." Namun kemudian, Yoh 1:14 mengatakan, "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita." Dan penjelmaan Yesus menjadi manusia dimulai setelah kesediaan Maria menyediakan dirinya sebagai tempat kediaman Allah yang menjelma itu. Tempat kediaman ini tidak hanya menyangkut rahim saja, tetapi juga seluruh sistem yang mendukungnya (termasuk hal genetika, penyaluran zat- zat makanan, udara, dst) seperti halnya yang terjadi pada manusia. Ini adalah salah satu bukti bagaimana dalam penjelmaan-Nya, Yesus ‘mengosongkan Diri’-Nya (Flip 2:7), saat Ia memulai kehidupan sebagai manusia, Ia ‘bergantung’ kepada manusia yang lain (yaitu Maria sebagai ibu-Nya) dalam perkembangan-Nya sebagai janin. Bagi banyak orang hal ini sepertinya ‘mengecilkan’ Tuhan, makanya mereka membuat banyak teori seolah mengatakan Yesus hanya berasal dari Roh Kudus. Namun ini tidak sesuai dengan ajaran para Bapa Gereja, dan sebenarnya, juga tidak konsisten dengan ayat Kitab Suci yang mengatakan dalam penjelmaan-Nya sebagai manusia, Yesus ‘sama dengan manusia’ kecuali dalam hal dosa (Ibr 4:15). Persamaan yang total dengan manusia inilah yang memungkinkan Yesus turut dapat merasakan kelemahan- kelemahan sebagai manusia, sebab ia sungguh- sungguh manusia seperti kita, yang mulai bertumbuh sebagai manusia dari gen manusia; walaupun Ia juga sungguh- sungguh Allah.

      3. Kalau Yesus menerima gen dari Maria, berarti Maria perlu dikuduskan?

      Maka benar, karena secara genetika Yesus mengambil gen dari Maria, maka Maria perlu dikuduskan dari noda dosa, sehingga ia layak mengandung Sang Putera Allah, agar rahim Maria layak untuk menjadi tempat kediaman Allah Putera yang menjelma menjadi manusia.

      Nah dikuduskannya Maria dari noda dosa ini bukan berarti dia jadi tidak butuh Yesus atau seperti kata anda, "Tidak usah YESUS ke dunia, Maria aja jadi juru selamat." Anda keliru dalam hal ini. Maria dikuduskan oleh Tuhan juga karena jasa pengorbanan Yesus di kayu salib. Karena Yesus sebagai Tuhan tak terbatas oleh ruang dan waktu, Ia berhak memberikan buah dari pengorbanan-Nya di kayu salib, sebelum hal itu terjadi. Tentu kalau Yesus hanya manusia biasa dan bukan Tuhan, hal itu tidak dapat dilakukan-Nya, namun kita percaya bahwa Yesus itu juga Tuhan, maka itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Kita tidak dapat menguduskan ibu kita sendiri, meskipun kita mau, karena kita tidak dapat melakukannya. Tetapi Tuhan Yesus dapat melakukannya, karena Ia adalah Tuhan. Maka seperti di PL Allah mensyaratkan kekudusan Tabut Perjanjian Lama sebagai tempat meletakkan Sabda Allah dalam rupa dua loh batu kesepuluh perintah Allah, maka di PB, Allah mensyaratkan kekudusan Tabut Perjanjian Baru, yaitu Bunda Maria, tempat kediaman-Nya sebelum Ia dilahirkan.

      Maka peran Maria ‘hanya’ lah sebagai Tabut Perjanjian Baru, dan bukannya sebagai Juru Selamat. Maria adalah alat yang dipakai Allah untuk menyampaikan Yesus kepada manusia, namun bukan Juru Selamat itu sendiri.

      4. Berarti orang tua Maria, kakek nenek dan moyang Maria perlu dikuduskan juga?

      Jika gen Yesus berasal dari Bunda Maria, dan dengan demikian Maria perlu dikuduskan, bukan berarti maka ayah dan ibu Maria dan seluruh kakek nenek dan moyang Maria juga perlu dibebaskan dari noda dosa. Mengapa? Karena begitu Bunda Maria dikuduskan Allah dalam kandungan ibunya (St. Anna) maka Maria sepenuhnya sudah kudus. Anda sendiri membuktikan dengan pernyataan ilmiah bahwa darah ibu dan bayi tidak bercampur; maka, setelah dikuduskan di rahim St. Anna, Bunda Maria sungguh kudus, dan tidak terpengaruh lagi oleh darah ibunya.

      5. Apakah Bayi Yesus harus berada dalam kandungan seorang wanita tanpa dosa?

      Maria dikhususkan Allah sebagai "yang dikandung tanpa noda dosa (Immaculate Conception" itu karena demi Kristus, yaitu demi peran Maria sebagai Bunda bagi Allah Putera yang menjelma menjadi manusia. Maka Maria dikandung "tanpa dosa" itu bukan diberikan semata- mata kepada Maria tanpa ada sangkut pautnya dengan Yesus. Sebaliknya, Maria dikandung tanpa noda dosa, adalah supaya ia ‘layak’ menjadi Ibu Tuhan Yesus.

      Jadi pertanyaan anda "Apakah Bayi YESUS harus berada dalam kandungan seorang wanita tanpa dosa?" Tentu jawabnya adalah "YA". Karena, tidak mungkin Tabut Perjanjian Lama menjadi lebih Kudus dari Tabut Perjanjian Baru. Kalau anda percaya bahwa Perjanjian Baru merupakan penggenapan Perjanjian Baru, maka anda selayaknya menerima bahwa Tabut Perjanjian Baru harus lebih kudus dari Tabut Perjanjian Lama.

      Di dalam Kitab Perjanjian Lama, yaitu di Kitab Keluaran bab 25 sampai dengan 31, kita melihat bagaimana ’spesifik-nya’ Allah saat Ia memerintahkan Nabi Musa untuk membangun Kemah suci dan Tabut Perjanjian. Ukurannya, bentuknya, bahannya, warnanya, pakaian imamnya, sampai seniman-nya (lih. Kel 31:1-6), semua ditunjuk oleh Tuhan. Hanya imam (Harun) yang boleh memasuki tempat Maha Kudus itu dan ia pun harus disucikan sebelum mempersembahkan korban di Kemah suci (Kel 40:12-15). Jika ia berdosa, maka ia akan meninggal seketika pada saat ia menjalankan tugasnya di Kemah itu (Im 22:9). Hal ini menunjukkan bagaimana Allah sangat mementingkan kekudusan Tabut suci itu, yang di dalamnya diletakkan roti manna (Kel 25:30), dan dua loh batu kesepuluh perintah Allah (Kel 25:16), dan tongkat imam Harun (Bil 17:10; Ibr 9:4). Betapa lebih istimewanya perhatian Allah pada kekudusan Bunda Maria, Sang Tabut Perjanjian Baru, karena di dalamnya terkandung PuteraNya sendiri, Sang Roti Hidup (Yoh 6:35), Sang Sabda yang menjadi manusia (Yoh 1:14), Sang Imam Agung yang Tertinggi (Ibr 8:1)! Persyaratan kekudusan Bunda Maria -Sang Tabut Perjanjian Baru- pastilah jauh lebih tinggi daripada kekudusan Tabut Perjanjian Lama yang tercatat dalam Kitab Keluaran itu. Bunda Maria, Sang Tabut Perjanjian Baru, harus kudus, dan tidak mungkin berdosa, karena Allah sendiri masuk dan tinggal di dalam rahimnya. Itulah sebabnya Bunda Maria dibebaskan dari noda dosa oleh Allah. Pengertian ini diajarkan oleh para Bapa Gereja, dan saya mengundang anda untuk merenungkan kebenaran ini. Silakan anda membaca lebih lanjut tentang diskusi Maria sebagai Tabut Perjanjian Baru, di sini, silakan klik

      Kalau kita saja manusia, tahu bahwa tidak pantaslah ‘menaruh nasi tumpeng di dalam kloset’, maka kita akan dapat memahami mengapa Allah juga pasti tidak sembarangan menempatkan Putera-Nya di dalam tempat kediaman yang tidak lebih dahulu dikuduskanNya! Silakan membaca lebih lanjut di artikel: Bunda Maria dikandung tanpa noda, apa maksudnya, silakan klik

      4. Tak apa Maria berdosa, sebab Yesus kan juga bergaul dengan orang berdosa?

      Anda berkata, "Bukankah ketika Bayi YESUS ketika tinggal dan makan di dalam rahim Maria itu tidak ada bedanya dg ketika YESUS berada tinggal dan makan bersama para pemungut cukai, pendosa , pelacur, bahkan disebut sebagai sahabat para pendosa? Ketidak berdosaan YESUS tidak tersentuh oleh kondisi dosa Maria, dosa pemungut cukai, dosa pelacur, dosa si kusta, dosa si lumpuh…"

      Ada perbedaan yang sangat besar di sini. Pemungut cukai, pendosa dan pelacur itu tidak mempunyai peran sebagai ibu Yesus, yang daripadanya Yesus dapat menjelma menusia. Maka tentu saja tidak ada pengaruhnya bagi Yesus untuk bergaul dengan mereka, dan bahwa kondisi ketidak-berdosaan Yesus tidak akan tersentuh oleh mereka. Namun, tidaklah demikian dengan Maria sebagai ibu Yesus. Sebab Tuhan menghendaki agar Putera-Nya menjelma menjadi manusia, dan untuk ini maka peran ibu menjadi sangat penting dan istimewa, dibandingkan dengan orang- orang lainnya. Dari Maria- lah, Yesus menerima ciri- ciri-Nya sebagai manusia. Tentu peran ini tidak dilakukan oleh orang- orang lain selain Maria, sehingga anda tidak dapat menyamakan kondisi Maria dengan pemungut cukai, pendosa dan pelacur yang tidak mempunyai peran sebagai Ibu Yesus.

      5. Darah Yesus menguduskan kita, bukan darah Maria.

      Anda lalu mengutip beberapa ayat yang mengungkapkan bahwa "darah Yesus yang menguduskan kita" (lih, Ibr 13:12; 1 Pet 1:2, 1 Yoh 1:7, Why 1:5). Ya betul sekali! Gereja Katolik juga mengajarkan tentang hal ini. Tidak perlu diragukan lagi akan kesimpulan anda yang mengatakan, "Hanya Darah YESUS yang kudus dan tak bernoda yang sanggup menyucikan umat manusia dari dosa." Memang demikian halnya.

      Tak usah diulangi, tetapi pembuktian ilmiahpun membuktikan bahwa darah Yesus dan darah Maria tidak tercampur, sewaktu bayi Yesus ada di dalam kandungan, maka tak perlu ragu bahwa memang hanya darah Yesus yang menyelamatkan kita. Namun kita juga harus menerima dengan rendah hati bahwa darah Yesus itu dapat terbentuk karena peran Maria yang memberikan dirinya; sehingga dapat terbentuk sel pertama dalam tubuh Yesus. Kemudian, Maria-lah yang memberikan zat- zat makanan, udara, dst yang disyaratkan untuk pertumbuhan Bayi Yesus di dalam rahimnya.

      Maka, pengudusan Maria dari noda dosa tidak menjadikan bahwa darah Marialah yang menyucikan manusia dari dosa. Kitab Suci dan Bapa Gereja tidak mengajarkan demikian, maka Gereja Katolik juga tidak mengajarkan demikian. Maria hanya dikuduskan karena perannya sebagai Ibu Tuhan Yesus.

      Akhirnya, jika anda mempunyai sedikit saja keterbukaan hati untuk merenungkannya, saya percaya, pasti Roh Kudus dapat menjelaskan kepada anda: bahwa dikuduskannya Maria dari dosa bukan sesuatu yang mengurangi kemuliaan Yesus, malahan semakin menunjukkan kemuliaan-Nya. Sebab pengkudusan Bunda Maria dilakukan Allah karena Ia tidak dapat mempertentangkan Diri-Nya sendiri yang Kudus dan sempurna. Kekudusan Maria adalah konsekuensi yang logis dari kekudusan Allah, yang pasti tidak ‘sembarangan’ dalam mewujudkan rencana keselamatan-Nya bagi manusia. Jika kita manusia selalu berusaha merencanakan segala sesuatu dengan sebaik- baiknya dan sesempurna mungkin, masakan Allah yang begitu Maha- Sempurna tidak memperhatikan kesempurnaan dalam hal rencana keselamatan ini? Ya, kesempurnaan rencana Allah ini termasuk dengan merencanakan kekudusan ibu yang mengandung-Nya, yaitu Bunda Maria.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

       

      • Shalom Ibu Inggrid,

        Berikut tanggapan saya,

        3. Kalau YESUS menerima gen dari Maria, berarti Maria perlu dikuduskan?
        Maka seperti di PL Allah mensyaratkan kekudusan Tabut Perjanjian Lama sebagai tempat meletakkan Sabda Allah dalam rupa dua loh batu kesepuluh perintah Allah, maka di PB, Allah mensyaratkan kekudusan Tabut Perjanjian Baru, yaitu Bunda Maria, tempat kediaman-Nya sebelum Ia dilahirkan.
        Maka peran Maria ‘hanya’ lah sebagai Tabut Perjanjian Baru, dan bukannya sebagai Juru Selamat. Maria adalah alat yang dipakai Allah untuk menyampaikan YESUS kepada manusia, namun bukan Juru Selamat itu sendiri.

        Tanggapan saya
        Ini salah satu perbedaan tafsir/pemahaman kita tidak ada perjanjian lama vs perjanjian baru, yang ada adalah darah perjanjian lama vs darah perjanjian baru tabut perjanjian tetap ada dan satu dan tidak pernah berubah serta diambil alih perannyatabut perjanjian sdh ada sejak dari mulanya dan ini tidak merujuk atau tidak ada hubungannya sama sekali dengan peran bunda Maria

        ———————————————————————————————————————————-

        5. Apakah Bayi YESUS harus berada dalam kandungan seorang wanita tanpa dosa?

        Maria dikhususkan Allah sebagai “yang dikandung tanpa noda dosa (Immaculate Conception” itu karena demi KRISTUS, yaitu demi peran Maria sebagai Bunda bagi Allah Putera yang menjelma menjadi manusia. Maka Maria dikandung “tanpa dosa” itu bukan diberikan semata- mata kepada Maria tanpa ada sangkut pautnya dengan YESUS. Sebaliknya, Maria dikandung tanpa noda dosa, adalah supaya ia ‘layak’ menjadi Ibu Tuhan YESUS.
        Jadi pertanyaan “Apakah Bayi YESUS harus berada dalam kandungan seorang wanita tanpa dosa?” Tentu jawabnya adalah “YA”.

        jawaban saya sederhana :

        YESUS tinggal dalam rahim bunda Maria maupun ‘rahim’ dunia yang berdosa ini tidak ada bedanya. bila YESUS tetap tidak berdosa maupun terkontaminasi oleh dosa2 para pendosa ketika dalam misi, maka Dia pun juga tidak terkontaminasi oleh dosa2 bunda Maria
        ——————————————————–
        Ibu mengatakan Ada perbedaan yang sangat besar di sini. Pemungut cukai, pendosa dan pelacur itu tidak mempunyai peran sebagai ibu YESUS, yang daripadanya YESUS dapat menjelma menusia. Maka tentu saja tidak ada pengaruhnya bagi YESUS untuk bergaul dengan mereka, dan bahwa kondisi ketidak-berdosaan YESUS tidak akan tersentuh oleh mereka. Namun, tidaklah demikian dengan Maria sebagai ibu YESUS. Sebab Tuhan menghendaki agar Putera-Nya menjelma menjadi manusia, dan untuk ini maka peran ibu menjadi sangat penting dan istimewa, dibandingkan dengan orang- orang lainnya. Dari Maria- lah, YESUS menerima ciri- ciri-Nya sebagai manusia. Tentu peran ini tidak dilakukan oleh orang- orang lain selain Maria, sehingga anda tidak dapat menyamakan kondisi Maria dengan pemungut cukai, pendosa dan pelacur yang tidak mempunyai peran sebagai Ibu YESUS.

        Tanggapan saya:
        untuk itulah Sang Firman berkenan tinggal diantara manusia [shekinah] bunda Maria menjadi kenosis [dari shekinah] saat YESUS dalam rahim Maria, demikianlah dunia ini menjadi kenosis bagi YESUS

        Yoh 1: 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran

        Terima kasih atas tanggapan ibu sebelumnya

        Salam Kasih dan Damai

        Tristan

        • 1.Tentang kaitan antara PL dan PB.

          Ya harus diakui kita memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat kaitan antara Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB). Gereja Katolik percaya bahwa ajaran yang disampaikan dalam PL, digenapi di dalam PB. Maka peristiwa- peristiwa besar dalam PL menjadi gambaran penggenapannya dalam PB. Dengan demikian, bukan hanya ada darah Perjanjian Lama dan darah Perjanjian Baru itu saja yang menunjukkan kaitan antara PL dan PB. Tetapi kita melihat semua rangkaian kejadian dalam Perjanjian Lama berkaitan dengan Perjanjian Baru karena apa yang tadinya samar- samar maknanya dalam PL akan dinyatakan dengan lebih jelas maknanya dalam PB. Demikianlah cara membaca Kitab Suci yang diajarkan oleh Kristus sendiri, dengan beberapa kali mengambil analogi kisah PL untuk menjelaskan ajaran-Nya. Misalnya: Ia mengutip kisah nabi Yunus untuk menjelaskan kematian dan kebangkitan-Nya (Mat 12:40); Ia membandingkan Diri-Nya dengan ular tembaga yang ditinggikan oleh Nabi Musa di padang gurun (Yoh 3:14); Ia membandingkan Diri-Nya dengan roti manna untuk menjelaskan bahwa Ia adalah Sang Roti Hidup (Yoh 6:48-51), dengan demikian Ia menjadi penggenapan akan makna roti surgawi. Sebab tak ada satu titik/ iotapun dalam Kitab Perjanjian Lama yang tidak digenapi dalam Perjanjian Baru (lih. Mat 5:18). Cara perbandingan PL dan penggenapannya pada PB inilah yang dipegang oleh para rasul dan para Bapa Gereja untuk memahami Kitab Suci.

          Maka jika anda membatasi hubungan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru hanya pada darah Perjanjian Lama dan darah Perjanjian Baru, maka anda sesungguhnya tidak membaca Kitab Suci dengan cara yang diajarkan oleh Kristus dan para rasul. Jika anda mengatakan bahwa tabut perjanjian lama tidak ada hubungannya dengan Bunda Maria, bagaimana anda menerima pengertian bahwa salah satu isi dari tabut perjanjian itu: yaitu Yesus Sang Roti Hidup adalah penggenapan makna roti manna (lih. Yoh 6:48-51)?

          2. Anda berkata, “YESUS tinggal dalam rahim bunda Maria maupun ‘rahim’ dunia yang berdosa ini tidak ada bedanya. bila YESUS tetap tidak berdosa maupun terkontaminasi oleh dosa2 para pendosa ketika dalam misi, maka Dia pun juga tidak terkontaminasi oleh dosa2 bunda Maria

          Di sinilah terlihat pemahaman anda yang tidak mempunyai titik tolak yang sama dengan pengajaran para rasul dan Bapa Gereja. Bahkan, anda tidak mempunyai pandangan yang sama dengan para pendiri Gereja Protestan, yaitu Martin Lurther, John Calvin, Zwingli dan John Wesley, yang semuanya menyakini akan keperawanan Maria. Maka saya tidak dapat mengomentari lebih lanjut atas pandangan anda ini karena sudah didasari atas asumsi yang tidak mempunyai dasar yang kuat, karena berdasarkan atas pengertian pribadi anda sendiri. Saya sudah memaparkan dasar ajaran Gereja Katolik dalam artikel di atas, dan saya tidak perlu mengulanginya lagi di sini.

          3. Anda berkata, “untuk itulah Sang Firman berkenan tinggal diantara manusia [shekinah] bunda Maria menjadi kenosis [dari shekinah] saat YESUS dalam rahim Maria, demikianlah dunia ini menjadi kenosis bagi YESUS

          Dalam Teologi istilah ‘kenosis’ artinya pengosongan diri. Pengosongan diri yang dilakukan oleh Kristus adalah dengan Ia memilih untuk dilahirkan menjadi manusia (lih Flp 2). Namun Gereja Katolik mengajarkan bahwa dalam penjelmaan-Nya sebagai manusia, Allah Putera tidak berhenti menjadi Allah (karena jika demikian maka Ia bukan Allah). Maka terdapat dua kodrat dalam Pribadi Yesus, yaitu bahwa Ia adalah sungguh Allah dan sungguh manusia.

          Jika kita memahami prinsip ‘kenosis’ Kristus sebagai sungguh Allah dan sungguh manusia ini maka kita tidak akan kesulitan untuk memahami bahwa secara kodrat-Nya maka Allah mensyaratkan kekudusan rahim yang mengandung-Nya, sebab itu memang sesuai dengan kodrat ilahi-Nya yang adalah kudus. Sebab yang dilahirkan oleh Bunda Maria bukan saja hanya kodrat kemanusiaan Yesus, tetapi keseluruhan Pribadi Yesus, yang mempunyai kodrat Allah dan manusia (Karena yang dilahirkan bukan ‘kodrat’ tetapi seorang ‘pribadi’). Maka hubungan Yesus dengan Bunda Maria tidak dapat disamakan dengan hubungan antara Yesus dengan siapapun manusia di dunia ini, sebab tidak ada seorangpun dari mereka yang menjalankan peran sebagai ibu yang melahirkan Yesus. Sebab, Maria mempunyai andil dalam pembentukan kodrat kemanusiaan Yesus, sedangkan para manusia yang lain tidak mempunyai andil seperti Maria. Maka persyaratan kekudusan Maria itu bukan demi diri Maria sendiri, tetapi demi Kristus Sang Allah Putera yang dikandungnya. Maka biar bagaimanapun, rahim Maria tidak dapat disamakan dengan dunia, justru karena Allah memilih untuk dilahirkan melalui rahim Maria tersebut untuk datang ke dunia.

          Demikian jawaban saya semoga berguna.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

          • Senang sekali bisa membaca penjelasan Ibu diatas.

            Pandangan diatas memperluas khasanah iman Kristen.
            Namun ada sedikit yang menggangu pikiran saya…..
            ALLAH yang menjadi manusia, adalah YESUS yang 100% manusia dan 100% ALLAH, ya dan amin.

            Saya melihat pangkal dari perbedaan pandangan diatas adalah dimulai dari : TUBUH JASMANI YESUS.
            Selain pandangan di atas yang sudah sis kemukakan, ada penafsiran lain mengenai TUBUH JASMANI YESUS,

            Berikut penjelasan dari rekan Protestan:

            Tubuh Adam walau dibentuk dari DEBU TANAH (kej 2:7), adalah “BAIK” adanya karena merupakan BLUEPRINT ALLAH (kej 1:26-27).
            Namun Tubuh Adam yang berasal dari tanah adalah tubuh FANA, yang bisa berdegradasi kualitasnya.
            Agar Tubuh hidup kekal, Adam dan Hawa harus terus memakan buah dari POHON KEHIDUPAN. (kej 3:22)
            Buah dan daun dari POHON KEHIDUPAN berfungsi sebagai imunne dan untuk meregenerasi sel tubuh (termasuk tubuh kebangkitan) (why 22:2)

            Setelah manusia pertama jatuh dalam dosa, dan diusir dari FIRDAUS (kej 3:24) berakibat :
            1. Kematian Rohani, terputusnya hubungan dengan ALLAH, manusia tidak dapat mencari ALLAH.
            2. Kematian Jasmani, tubuh manusia menjadi tidak kekal karena manusia tidak bisa lagi mengkonsumsi buah dan daun dari POHON KEHIDUPAN.(kej 3:22)
            =========
            TUBUH jasmani YESUS sebagai DOMBA KORBAN PENGHAPUSAN DOSA manusia haruslah SEMPURNA, tidak bercacat cela (sesuai pola korban PL).
            Apakah “tubuh jasmani” manusia setelah kejatuhan Adam bisa dipakai sebagai “tubuh jasmani” YESUS?
            Karena tubuh manusia setelah kejatuhan ternyata telah “tercemar” melalui warisan DNA* yang turun temurun.
            Cara yang paling SEMPURNA adalah dengan memberi tubuh manusia jasmani baru untuk YESUS, yaitu:
            >>> Tubuh jasmani Adam saat awal pertama kali dibuat. (kej.2:7), yang murni adalah BLUEPRINT ALLAH (kej 1:26-27),
            1. adalah tubuh FANA, yang bisa sakit, menua dan mati.
            2. tubuh yang belum mengenal adanya mengenal “birahi” sampai Adam diberikan ALLAH seorang perempuan (Hawa) yang diambil dari tulang rusuknya.(kej 2:21-25)

            Kemudian mengenai penafsiran Rm. 8:3-4, apakah ibu bisa membantu menjelaskan

            • Shalom Dela,

              1. Benar bahwa Adam dan Hawa diciptakan baik adanya pada awal mula penciptaan dunia. St. Thomas Aquinas mengajarkan bahwa manusia pertama (Adam dan Hawa) diciptakan dengan rahmat pengudusan Allah (sanctifying grace) dan karunia preternatural gifts yaitu 1) keabadian atau tidak dapat mati, 2) tidak dapat menderita, 3) mempunyai pengetahuan akan Tuhan atau ‘infused knowledge’ dan 4) berkat keutuhan atau ‘integrity’ maksudnya, adalah harmoni atau tunduknya nafsu kedagingan pada akal budi. Namun sejak mereka jatuh dalam dosa, maka mereka kehilangan karunia tersebut. Adam dan Hawa menurunkan dosa asal dan akibat dosa tersebut kepada keturunan mereka, termasuk kita, sehingga kita sebagai manusia memang selalu mempunyai kecenderungan untuk berbuat dosa.

              Maka untuk membebaskan manusia dari dosa inilah, Allah Bapa mengutus Kristus Putera-Nya ke dunia sebagai manusia. Benar, karena Allah sungguh kudus, maka penjelmaan-Nya sebagai manusia juga harus melibatkan sarana yang kudus. Tubuh-Nya tidak boleh tercemar oleh dosa, sehingga Ia tidak dapat dilahirkan oleh perempuan yang berdosa. Oleh sebab itu, Tuhan terlebih dahulu menguduskan Bunda Maria yang akan melahirkan Tuhan Yesus ini. Oleh rahmat Allah, Bunda Maria dibebaskan dari dosa asal, sejak ia berada dalam kandungan ibunya. Karena itulah Maria disebut sebagai “full of grace“/ penuh rahmat (Luk 1:28). Dengan kepenuhan rahmat pengudusan Allah ini, maka Bunda Maria tidak berdosa dan tidak mempunyai kecenderungan berbuat dosa. Selanjutnya tentang hal ini, sudah pernah dibahas di sini, silakan klik.

              2. Tentang Rom 8:3-4

              Demikian adalah penjelasan dari The Navarre Bible:

              Manusia tidak dapat membebaskan dirinya sendiri dari dosa melalui usahanya sendiri, atau bahkan dengan bantuan hukum Taurat PL. Tetapi apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah. Tuhan membebaskan manusia dari dosa dengan mengutus Putera-Nya sendiri, yang menjelma menjadi manusia yang mengalahkan dosa melalui kematian-Nya. Jika kita mempersatukan diri kita dengan Kristus, dan mengambil bagian dalam kebangkitan-Nya, maka kita akan dapat mengalahkan dosa.

              Dengan mengambil rupa manusia, Pribadi kedua dari Allah Tritunggal ini memilih untuk menjadi serupa dengan manusia yang ber- tubuh, namun tidak dalam hal dosa. Atas kehendak-Nya sendiri, Ia memilih untuk dibatasi oleh keterbatasan tubuh/ daging, seperti turut merasakan haus, lapar, menderita dan juga wafat- yang berkaitan dengan tubuh manusia. Dengan turut mengalami semua itu, Yesus menjadi sama seperti kita (dalam segala hal, secuali dalam hal dosa), sehingga kita dapat semakin mengenal-Nya; dan Ia dapat meyakinkan kita bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan kita bahkan pada saat kita mengalami segala keterbatasan ini.

              Dengan Yesus sendiri mengalami segala keterbatasan tubuh ini, namun Ia berhasil mengatasinya dan tak pernah jatuh ke dalam dosa, maka kita sebagai murid- murid-Nya dapat meniru teladan-Nya untuk hidup seperti Dia, yaitu dengan dipimpin oleh Roh untuk mengalahkan semua kecenderungan dosa.

              Semoga dalam Pekan Suci ini kita dapat mengarahkan mata hati kita kepada teladan Kristus, yang tidak menyerah kepada keterbatasan tubuh, namun terus berjuang untuk melaksanakan kehendak Allah sampai pada akhirnya.

              Salam kasih dalam kristus Tuhan,
              Ingrid Listiati- katolisitas.org

              • Shalom ibu ingrid, mohon tanggapannya

                Rm. 8:3-4
                Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
                supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

                Saya melihat kata serupa=like berasal dari kata :
                Kata: omoiwma homoioma
                Pengucapan: hom-oy’-o-mah
                Asal Kata: from 3666
                Sumber: TDNT – 5:191,684
                Jenis Kata: n n
                Dalam AV: likeness 3, made like to 1, similitude 1, shape 1
                Jumlah: 6
                Definisi:

                1) that which has been made after the likeness of something
                1a) a figure, image, likeness, representation
                1b) likeness i.e. resemblance, such as amounts almost to
                equality or identity

                Perbedaan tafsir kata serupa bisa berdampak sistemik.
                Saya melihat dengan ditafsirkannya kata serupa =
                Poin 1. Seperti, mengakibatkan :
                a. TUBUH JASMANI YESUS adalah tubuh baru yang dibuat seperti tubuh manusia, tidak sama dengan tubuh manusia yang diturunkan melalui adam (gen adam), prosesnya tidak melibatkan sel telur Maria dan tidak melibatkan Yusuf.
                b. Maria adalah manusia biasa seperti wanita lainnya, namun memiliki keistimewaan karena beliau adalah BUNDA YESUS.

                Poin 2. Sama, mengakibatkan :

                a. TUBUH JASMANI YESUS adalah sama dengan tubuh manusia yang diturunkan dari adam (gen adam), seperti manusia lainnya, prosesnya melibatkan sel telur Maria namun tanpa keterlibatan Yusuf.
                b. Maria harus diKuduskan terlebih dahulu.

                Dari apa yang saya tangkap diatas dari arti “serupa”, adalah sesuai dengan penafsiran poin 1.
                Apakah bisa memberikan tafsir dan ayat yang mendukung arti “serupa” pada poin 2 ?

                Salam kasih.

                • Shalom Shinta,

                  Rom 8: 3-4 mengatakan bahwa Tuhan Yesus diutus Allah Bapa sendiri “dalam daging yang serupa dengan gading yang dikuasai dosa karena dosa”. Kata ‘serupa’ di sini adalah untuk menyatakan bahwa memang Yesus mempunyai tubuh/ daging yang serupa dengan daging manusia, namun karena Ia Allah, dan pada saat penjelmaan-Nya tidak dikandung dalam dosa, maka Dia tidak mempunyai kecenderungan dosa kedagingan seperti manusia yang lain. Ini berkaitan dengan ayat lainnya dalam Kitab Suci yang mengatakan bahwa Yesus itu sama dengan kita dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa, sebab Ia tidak berdosa.

                  “Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.” (Ibr 2:17)

                  Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. (Ibr 4:15)

                  Pada saat menjelma sebagai manusia, Tuhan Yesus mempunyai tubuh sama seperti kita manusia, hanya saja tubuhNya tidak tercemar oleh dosa. Yesus tidak dikandung dari hasil persatuan benih pria dan wanita, tetapi dari Roh Kudus. Namun ini tidak berarti bahwa sel telur Maria sebagai ibu-Nya tidak dilibatkan; karena dengan demikian halnya, maka tubuh Yesus menjadi tidak sama dengan tubuh manusia yang lain [yang terbentuk antara lain dari sel ibu yang mengandungnya]. Padahal justru Yesus harus mengambil tubuh yang sama dengan kita (tentu kecuali dalam hal dosa) agar dapat menebus dosa manusia; sebab menurut pengajaran St. Athanasius (296- 373), “what which has not assumed could not be redeemed“. Artinya, jika Tuhan tidak benar-benar menjadi sungguh manusia, kita manusia tidak dapat menjadi sepenuhnya ditebus. Oleh sebab itulah, walaupun Yesus dapat saja langsung turun ke dunia sebagai orang dewasa, tetapi bukan inilah yang dipilih-Nya. Ia memilih untuk melewati semua fase kehidupan manusia, mulai dari setitik sel sampai dewasa dan wafat, sama seperti manusia yang lainnya, untuk menjadi sama dengan manusia (kecuali dalam hal dosa), untuk membebaskan manusia dari dosa. Dengan demikian, Ia menjadi teladan bagi kita semua untuk mengalahkan dosa, sebab Ia sendiri, yang telah menjadi ‘terbatas’ seperti kita, mampu melakukannya.

                  Pandangan yang mengatakan bahwa tubuh Yesus itu tidak sama dengan tubuh manusia, itu menjadikan Yesus tidak sepenuhnya manusia (tetapi menjadi semacam super- angel) dan ini tidak sesuai dengan ajaran Kitab Suci maupun ajaran para rasul. Maka ajaran yang benar adalah: Yesus mempunyai 2 kodrat dalam penjelmaan-Nya: yaitu sungguh- sungguh Allah (yang mempunyai kesamaan sempurna dengan Allah) namun sekaligus juga sungguh- sungguh- sungguh manusia (yang mempunyai kesamaan dengan kita manusia, kecuali tidak berdosa). Selanjutnya tentang ajaran Gereja Katolik dalam hal ini dapat dibaca di artikel Yesus sungguh Allah sungguh manusia, silakan klik.

                  Demikian semoga dipahami.

                  Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
                  Ingrid Listiati- katolisitas.org

    • @ Sdr Tristan,

      Pandangan anda tentang “Maria yang tidak harus suci” cukup menarik dan merupakan paradigma baru bagi saya. Argumentasi anda diatas tampaknya lebih alkitabiah dibanding argumentasi Sdr Inggrid yang tidak mengena pada pernyataan anda dan tidak mampu mengupas lebih lanjut argumentasi anda.
      Terimakasih.

      • Shalom Kevin M,

        Terima kasih atas komentarnya. Tidak menjadi masalah bagi kami, kalau anda menilai argumentasi dari Tristan lebih Alkitabiah. Yang menjadi masalah di sini adalah anda tidak memberikan argumentasi bagian mana yang tidak menjawab pertanyaan Tristan. Kalau anda mau berdiskusi tentang topik diskusi Maria tetap perawan, silakan bergabung dalam dialog yang sedang berlangsung antara saya dan Sherly di sini – silakan klik. Di dalam dialog tersebut anda mempunyai kesempatan untuk menunjukkan di bagian mana dari doktrin Gereja Katolik tentang Maria yang kurang Alkitabiah (menurut anda). Semoga hal ini dapat diterima.

        Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
        stef – katolisitas.org

      • Budi Darmawan Kusumo May 27, 2010 at 12:44 am

        Syalom saudaraku Kevin

        Yang saya herankan adalah bagaimana lebih alkitabiah ? kalau tidak didukung oleh surat bapa gereja dan injil. malahan yang dikatakan Tristan adalah asumsinya sendiri tanpa ada bukti – bukti yang mendukung ?

        TUHAN YESUS MEMBERKATI dan Bunda Maria selalu menuntun anda pada putraNYA

      • Maaf saudara kevin, kelihatannya anda belum bisa untuk berdialog dengan mengungkapkan argument argument yang mendukung pendapat anda, sayang sekali tiem Katolisitas harus berulang ulang dengan mengulas topik-topik yang pernah dimuat , hal ini menjadikan diskusi tidak berimbang, saya sangat kasihan dengan tim katolisitas, semoga tiem katolisitas tetap sabar menghadapi anda. Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat kudus dan suci, Dia tidak akan memilih manusia yang tidak suci untuk memulai penebusannya di dunia, dia tidak memilih saya, Kevin, atau Tristan. yang dipilih adalah Maria. jadi pastilah yang dipilih adalah manusia yang suci. Saya pernah bertanya pada saudara-saudara yang muslim tentang kedudukan Maria dalam agama mereka, mereka sangat menghormati Maria, setiap ada kelahiran seorang anak mereka akan membacakan surat surat Mariam dalam pengajiannya. Bagaimana dengan Kevin dan Tristan anda yang sangat mengimani YESUA tapi menolak ibuNya? sayang sekali, tapi saya yakin karna kekurang pahaman anda. GOD BLESS YOU ALL…………….

  3. Syalom Bu Ingrid Kistiati.

    Apakah didalam Yeh 42:2 dapat untuk menjelaskan bahwa keperawanan Maria sudah dinubuatkan jauh-2 sebelumnya dan Maria sebagai Perawan yang abadi, tetap terjaga selamanya, serta dihubungkan dengan Yes 66:7 ?.
    Yeh 44:2 Lalu TUHAN berfirman kepadaku: “Pintu gerbang ini harus tetap tertutup, jangan dibuka dan jangan seorangpun masuk dari situ, sebab TUHAN, Allah Israel, sudah masuk melaluinya; karena itu gerbang itu harus tetap tertutup.

    Terima kasih atas penjelasannya.
    Dari : Yulius Santoso.

    • Shalom Julius,
      Bab 40-48 memang merupakan bagian terakhir dari kita Yehezkiel yang menubuatkan tentang pemulihan Bait Allah yang baru dan Tanah terjanji yang baru. Tradisi Katolik (dari para Bapa Gereja) memang menghubungkan perikop-perikop ini dengan perwujudannya dalam Gereja. Dan karena Bunda Maria merupakan Bunda Gereja karena ia melahirkan Yesus Sang Kepala Gereja, maka Yeh 44:2 dapat dihubungkan dengan keperawanan Maria.
      Menurut A Catholic Commentary on Holy Scripture, ed. Dom Orchard OSB, sebenarnya, interpretasi Yeh 44:2 tersebut memang mempunyai dua konotasi. Yang pertama, arti literal, yaitu mengisahkan raja yang merupakan gambaran Allah dalam Kerajaan Allah yang baru itu. Di antara hak istimewa raja adalah ia mempunyai tempat istimewa untuk mempersembahkan kurban, pada gerbang timur lapangan luar. Pintu ini tidak pernah dibuka karena Tuhan telah masuk melaluinya, dan raja harus masuk melalui pintu yang lain menuju tempat itu, dari arah dalam. Ini umumnya dikaitkan dengan gerbang bait Allah di Marduk, Babilonia, yang hanya dibuka dua kali setahun. Arti allegoris ayat ini (Yeh 44:2) adalah gambaran dari keperawanan Bunda Maria, sebab Yesus masuk ke dalam rahim Maria, tanpa membukanya. Pintu tetap tertutup dan Ia hanya masuk melaluinya, dan tak seorangpun lagi yang dapat masuk/ membuka pintu itu.
      Maka dengan artian yang sama kita mengartikan Yes 66:7. Ayat itu secara umum mengartikan orang-orang benar pada hari penghakiman. Namun karena Bunda Maria adalah yang pertama dari bilangan orang-orang benar, dan ia telah mengalami nubuat ini justru pada saat permulaan misinya sebagai Bunda Allah saat melahirkan Kristus Sang Putera Allah.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  4. Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu
    Terpujilah engkau di antara wanita
    dan terpujilah buah tubuhmu Yesus
    Santa Maria Bunda Allah
    doakanlah kami yang berdosa ini
    sekarang dan waktu kami mati
    Amin

    Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah
    supaya kami dapat menikmati janji janji Kristus.
    Amin

  5. Shallom ibu Ingrid Listiati / Pak Stefanus Tay

    Saya ingin sharing sedikit tentang topik ini, waktu saya berdoa rosario lewat http://www.erosario.net saya menemukan ayat yang menurut saya dapat mendukung ajarang tentang Bunda Maria yang tetap perawan pada saat Beliau melahirkan Tuhan Yesus, sbb:

    Sebelum menggeliat sakit, ia sudah bersalin, sebelum mengalami sakit beranak, ia sudah melahirkan anak laki-laki.
    Yesaya 66: 7

    Nabi Yesaya telah menubuatkan kelahiran ajaib dari Tuhan Yesus yang tidak merusak keperawanan dari Bunda Maria. Apakah pemikiran saya ini benar? mohon pencerahan, terima kasih.

    Salam dalam Kristus
    albert

    • Shalom Albert,
      Di dalam Yesaya 66:7 dikatakan “Sebelum menggeliat sakit, ia sudah bersalin, sebelum mengalami sakit beranak, ia sudah melahirkan anak laki-laki.” Haydock Commentary mengartikannya sebagai kelahiran umat Allah (Gereja) yang bukan hanya terbatas pada bangsa Israel, tapi juga untuk seluruh bangsa. Kita juga dapat mengartikannya sebagai kelahiran Yesus dari rahim Maria, yang memang dilahirkan tanpa merusak kesuciaan Maria. St. Agustinus mengatakan bahwa tidak mungkin Dia (Yesus) yang turun ke dunia untuk menghapus dosa dunia namun datang dengan merusak kesuciaan Maria. Jadi, sama seperti perempuan yang disebutkan di Wahyu 12, dimana dapat diartikan sebagai Maria dan Gereja, Yesaya 66:7 dapat juga merujuk kepada Maria dan Gereja.

      Semoga uraian singkat ini dapat membantu.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – http://www.katolisitas.org

  6. V.P.Kusnadi Sutedjo July 12, 2009 at 7:39 am

    Dear Inggrid & Stef
    Terima kasih sekali atas pencerahannya,baru hari ini saya tahu ada jawaban karena lama saya tak berada ditempat.Sekali lagi terima kasih dan Tuhan beserta kalian.

    kusnadi

  7. V.P.Kusnadi Sutedjo June 14, 2009 at 6:57 am

    Dear Stef & Inggrid;

    Saya mendapatkan bacaan yg menjelaskan bahwa Bunda Maria adalah TETAP PERAWAN.Terhadap dogma ini ada tanggapan dari pihak lain yg mangatakan kalau Yesus itu memiliki saudara2,ada banyak cara utk menanggapinya tetapi saya terbentur pada salah satu cara yg ada. ayat2 nya adalah sbb:
    Mat.12:46—>IbuNya dan saudara2Nya berdiri diluar…..
    Mrk.3:31 —-> Lalu datanglah Ibu dan saudara2 Yesus…..
    Luk.8:19—–>Ibu dan saudara2 Yesus datang……….
    Namun dari ayat2 tersebut kita tak dapatkan informasi siapa saudara2 Yesus itu,tetapi dari Mat 13:55b dapat
    kita baca “Bukankah ibuNya bernama Maria dan saudara2Nya Yakobus,Yusuf,Simon dan Yudas.” Jadi nama2 Saudara Yesus itu adalah Yakobus dst sedangkan pertanyaan kita apakah Maria disini adalah sama persis dgn Maria Ibu Yesus??

    Penjelasan: Dalam kebiasaan kesusastraan waktu itu,biasanya org yg paling dekat hubungannya/paling penting akan selalu disebut terlebih dahulu.
    Contoh
    Mat.17:1—>Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus,Yakobus dan Yohanes saudaranya….
    Mrk.5:37—>Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta,kecuali Petrus,Yakobus dan Yohanes sdr Yakobus
    Mat.26:37->Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus sertaNya

    Dari contoh diatas,kalau kita bandingkan dgn ayat2 yg menulis ttg Maria dan sudara2 Yesus adalah sbb:
    Mat.27:56—>Diantara mereka terdapat Maria Magdalena dan Maria Ibu Yakobus dan Yusuf dan ibu anak2 Zebedeus(disini Maria Magdalena lebih dekat/lebih penting dari pada Maria ibu Yakobus,maka tentunya Maria ibu Yakobus itu bukan Maria ibu Yesus,krn ia disebut yg ke 2 setelah Maria Magdalena
    Mrk.16:1—->Setelah lewat hari sabat,Maria Magdalena,Maria ibu Yakobus serta Salome……(disini juga Maria ibu Yakobus tidak disebut sbg yg pertama,jadi tentunya ia bukan Maria ibu Yesus)
    Luk.24:19–>Perempuan2 itu ialah Maria dr Magdala dan Yohana dan Maria ibu Yakobus dan perempuan2 lain.. disini Maria ibu Yakobus malah disebut sebagai urutan yg ke 3,jadi ia bukan yg paling penting, jadi Maria ibu Yakobus bukan Maria ibu Yesus)

    Dari KGK 500 memang dikatakan kalau Yakobus dan Yohanes merupakan anak2 Maria yg adalah murid Yesus dan yg dinamakan Maria yg lain.(Mat.28:1)

    Dari sini kelihatannya semua beres dan memuaskan,namun benturan saya itu ketika saya baca Kis.1:14
    “Mereka semua (para rasul)bertekun dlm doa ber-sama2 dgn beberapa perempuan serta Maria ibu Yesus dan Sdr2 Yesus”
    Nah mengapa para rasul disebut duluan ??Karena lebih penting??karena masalah gender?? dan yg lebih mengherankan lagi mengapa beberapa perempuan disebut dahulu dibanding Maria ibu Yesus. Nah inilah pertanyaan saya.Mohon pencerahannya.

    Kedua:
    Saya mendapatkan berita bahwa St.Christofer/Christoforus itu hanya fiktif,karenanya sekarang tak dipakai lagi
    Apakah benar demikian?

    Terima kasih banyak atas segala bantuan Katolisitas.

    • Shalom Kusnadi,
      1) Mengenai Kis 1: 14
      Di ayat itu disebutkan “Mereka semua (para rasul) bertekun dlm doa bersama-sama dengan beberapa perempuan serta Maria ibu Yesus dan dengan saudara-saudara Yesus.”
      Di sini untuk mengetahui mengapa para rasul disebut terlebih dahulu daripada beberapa perempuan, Bunda Maria, dan saudara-saudara Yesus adalah karena fokus dari kitab ini memang adalah para rasul. Nama kitabnya-pun Kisah Para Rasul, dan perikop pertama dari kitab ini adalah kisah bagaimana Kristus menjanjikan akan mengutus Roh Kudus kepada para rasul, setelah kenaikan-Nya ke surga. Perhatikanlah pesan Yesus sebelum terangkat ke sorga, yaitu: agar mereka menjadi saksi Kristus sampai ke ujung bumi (Kis 1:8); dan ayat ini berkaitan dengan ayat Mat 28:19-20, di mana Yesus memerintahkan para rasul untuk menjadikan segala bangsa murid-Nya, dan untuk membaptis mereka, dan mengajarkan mereka melakukan semua perintah-Nya. Maka para rasul disebut lebih dulu di sini, karena memang peran mereka yang utama untuk melakukan pembaptisan dan pengajaran, dan pemberitaan ke seluruh bumi. Bunda Maria, para perempuan dan saudara-saudara Yesus yang bukan termasuk para rasul tidak menerima mandat dari Kristus untuk membaptis dan mengajar seperti yang diberikan kepada para rasul, maka wajarlah jika dalam hal ini para rasul disebut terlebih dahulu, jika kita emmandang bahwa konteks kisah yang diceritakan di sini berhubungan dengan ‘mandat’ terkhir yang diberikan kepada para rasul.
      Dalam A Catholic Commentary on Holy Scripture, ed. Dom Orchard, tidak disebutkan mengapa beberapa perempuan disebut terlebih dahulu dari pada Bunda Maria. Hanya di sini dikatakan bahwa ayat tersebut memuat penyebutan terakhir tentang Bunda Maria dalam Alkitab. St. Lukas yang menulis Injil dan Kisah Para Rasul ini memang menekankan pentingnya peran para perempuan dan peran doa dalam persekutuan, seperti yang kita baca dalam Kis 2:42, 20:36. Agaknya, kita perlu melihat bahwa di sini maksudnya bukan untuk menganggap peran Bunda Maria kurang penting. Sebab, berbeda dengan kasus yang anda sebutkan di atas, di sini tidak disebutkan secara khusus siapa saja perempuan-perempuan tersebut, sehingga tidak ada maksud untuk menentukan ‘derajat kedekatan/ kepentingan’. Bunda Maria dapat saja memang sengaja disebutkan sebagai yang terakhir dari para wanita itu, sebab itu juga merupakan ayat yang terakhir dalam Alkitab yang menyebutkan kehadirannya di tengah para rasul, bersama-sama dengan para wanita dan saudara-saudara Yesus.

      2) Mengenai St. Christoforus:
      Setahu saya, meskipun asal usul kelahiran dan kematian St. Christoforus tidak dapat direkam secara khusus dalam sejarah, namun keberadaan St. Christoforus sudah lama diterima oleh para kudus. Ia dikenal sebagai salah seorang martir di abad ke 3. Selanjutnya, sumber New Advent Catholic Encyclopedia, mengatakan demikian (selengkapnya silakan klik di link ini), ini saya kutip sebagian:

      The existence of a martyr St. Christopher cannot be denied, as was sufficiently shown by the Jesuit Nicholas Serarius, in his treatise on litanies, “Litaneutici” (Cologne, 1609), and by Molanus in his history of sacred pictures, “De picturis et imaginibus sacris” (Louvain, 1570). In a small church dedicated to the martyr St. Christopher, the body of St. Remigius of Reims was buried, 532 (Acta SS., 1 Oct., 161). St. Gregory the Great (d. 604) speaks of a monastery of St. Christopher (Epp., x., 33). The Mozarabic Breviary and Missal, ascribed to St. Isidore of Seville (d. 636), contains a special office in his honour. In 1386 a brotherhood was founded under the patronage of St. Christopher in Tyrol and Vorarlberg, to guide travellers over the Arlberg. In 1517, a St. Christopher temperance society existed in Carinthia, Styria, in Saxony, and at Munich. Great veneration was shown to the saint in Venice, along the shores of the Danube, the Rhine, and other rivers where floods or ice-jams caused frequent damage. The oldest picture of the saint, in the monastery on the Mount Sinai dates from the time of Justinian (527-65). Coins with his image were cast at Würzburg, in Würtemberg, and in Bohemia.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  8. Salam dalam X’tus. Pengasuh katolisitas yang baik, saya mendapat kesulitan untuk menjelaskan ‘saudara-saudara Yesus’ yang seolah menunjuk pada ‘adik Yesus dari ibu yang sama’. Dapatkah diberikan penjelasan mengenai hal ini? Tentu saja arah pertanyaan ini menuju ke ‘Bunda Maria setelah melahirkan Yesus hidup sebagai suami-istri dengan Yosef’. Terima kasih sebelumnya. Gbu

    • Shalom Saulus,
      Menurut Gereja Katolik, maka saudara-saudara Yesus yang disebutkan dalam Mat 12:46-50, Mrk 3:31-35) adalah saudara-saudari sepupu/ kerabat Yesus dan bukan saudara kandung Yesus. Saya telah mengulasnya pada artikel di atas ini: Bunda Maria Tetap Perawan, Mungkinkah? silakan klik. Tradisi Gereja Katolik mengajarkan bahwa Bunda Maria tetap Perawan, sebelum, pada saat dan sesudah melahirkan Yesus. Dengan demikian, maka Yesus tidak mempunyai ‘adik-adik kandung’ seperti yang sering diduga oleh saudara/i kita yang beragama Kristen Protestan. Sebagai tambahan, menurut A Catholic Commentary on Holy Scripture, ed. Dom Orchard 1953, p. 875, Yesus sendiri memakai kata figuratif ‘saudara-saudari-Ku’ (My brothers and sisters) untuk melukiskan hubungannya dengan kita semua yang dibaptis dalam nama Tritunggal Maha Kudus. Setelah dibaptis kita menjadi ‘saudara-saudari angkat’ Yesus. Akan sangat janggal kalau Yesus mengatakan ‘saudara-saudara sepupu/ tante/ paman’ dalam pengajaran untuk menyatakan hubungan yang sesungguhnya antara Dia dengan kerabat-Nya ini untuk menjadi istilah figuratif yang digunakan-Nya untuk menggambarkan hubungan kita semua yang telah dibaptis dengan Dia. Kesimpulannya, kata ‘saudara-saudari’ di sini adalah dalam arti luas, dan bukan bermakna saudara/i kandung.

      Salam kasih dalam Kristus Yesus,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  9. Dear Stef & Ingrid

    Kita tahu bahwa selain KS masih ada lagi Katekismus yg perlu diketahui oleh orang orang Katolik. Oleh karena itu alangkah baiknya bila katekismus tsb bisa dimasukkan juga dlm website kesayangan kita ini. Jadi bila ada diantara kita ingin tahu apa saja yg ada di katekismus bisa didonlod dari website ini.
    Semoga usulan saya bisa diterima.
    Terima kasih

    GBU

    • Shalom Singodimejo,

      Terimakasih atas usulannya. Memang ada 3 hal yang menjadi pilar kebenaran Gereja Katolik, yaitu: Kitab Suci (Sacred Scripture), Tradisi Suci (Sacred Tradition), dan Wewenang Mengajar Gereja (Sacred Magisterium), dimana ketiganya adalah saling terkait dan tak perpisahkan (lihat KGK, 95). Dan diharapkan agar website ini dapat menyajikan ketiga hal tersebut, baik dalam Dokumen Gereja itu sendiri, maupun dalam semua artikel yang ada.

      Untuk Katekismus Gereja Katolik, kita sedang dalam proses penyusunan, yang diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat, sehingga kita dapat menyajikannya di dalam katolisitas.org.

      Sekali lagi terimakasih atas usulannya, dan mohon doanya juga agar website ini dapat membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.

      Salam kasih dari: http://www.katolisitas.org
      stef & ing

  10. Shalom
    Terima kasih banyak atas penjelasannya yg panjang lebar mengenai Bunda kita yg tetap perawan. Salut atas kerja keras kalian untuk berbagi iman kepada kami kami yg terkadang mudah goyah bila mendapat “serangan” dari saudara saudara kita non katolik.
    Saya sangat senang dengan adanya website ini, saya tahu website ini dari anak saya yg getol belajar iman katolik lewat dunia maya.
    Maju terus. GBU

  11. Luar biasa, penjelasan Bunda Maria yang tetap Perawan, terima kasih banyak saya akan tunjukan kepada suami walaupun katholik sejak lahir tetapi dia masih berpikir sama seperti saudara kita yang beragama lain mengenai Keperawanan Bunda Maria. Thanx, JBU.

  12. Kebenaran ini sungguh memberkati. Dulu aku juga pernah berpikir apakah hal keperawanan itu memang penting dipersoalkan karna kupikir yang terutama adalah misi kelahiran Kristus melalui Perawan Maria dan ternyata artikel diatas sangat memberkati dan memberi pencerahan.

  13. Hi Dominic dan Aditya,
    Mohon doa agar website ini dapat menjadi sarana untuk memuliakan nama Tuhan.

    Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
    stef & ing

  14. Wauww…….
    keren sekarang tampilannya.
    Maju terus, semangat dalam melayani.
    GBU

  15. hi,web ini mempunyai gebrakan luar biasa mengenai doktrin katolik. Saya sangat berterima kasih atas kerja keras kalian dan moga2X web ini berjalan terus dari tahun ke tahun.web ini juga banyak membuka mata kami mengenai doktrin untuk mempertanggung jawabkan keyakinan kita sebagai orang katolik.
    Tuhan yesus memberkati kalian dan doa-doa dari para santo-a bersama Bunda Maria selalu besertamu
    thanks

  16. Shalom Petra,
    Senang sekali Oom dan Tante dapat pesan dari kamu. Iya, web-site ini masih baru, makanya masih banyak yang harus ditambahkan. Sementara ini memang belum ada bagian khusus buat youth, barangkali nanti kalau ada yang bisa bantu koordinasi baru bisa ditambahkan.
    Soal panjangnya artikel… ya nanti kami usahakan lebih singkat, hanya kalau itu menyangkut pengajaran penting, mungkin kami memilih manyampaikannya apa adanya. Sedikit panjang, tapi mudah-mudahan tidak membosankan.
    Kalau ada ide topik, silakan juga disampaikan, nanti kami usahakan menulis artikel mengenai hal itu.

    Terima kasih atas masukannya,ya. Mohon doa terus untuk web-site ini, semoga dapat terus memuliakan nama Tuhan.
    Semoga Tuhan memberkati Petra, bersama Mama dan Papa.

    Salam hangat dari http://www.katolisitas.org
    Oom Stef dan Tante Ingrid

  17. Hai oom,
    aku tau website ini dari mamiku. Websitenya kereen, dan hebat banget udah banyak yang visit site ini biarpun masih tergolong baru.
    good luck ya oom, tante.
    Hmmm..akhirnya aku baru tau sekarang penjelasan yang bener tentang Bunda Maria. Abis biasanya paling cuma sebatas tau kalo Bunda Maria itu tetep perawan sampai akhirnya diangkat ke surga, terus juga gak pernah nanya nanya bener apa enggak, soalnya nggak tau mau nanya kemana juga.hehe
    Btw, di web ini ada bagian khusus buat youth nggak sih? jadi yang bisa lebih mudah dibaca menurut anak muda. Habisnya biasanya seumuranku kan suka udah keburu pusing ngeliat artikel isinya tulisan panjang panjang gitu, hehehe.
    thx ya, GBU oom, tante :)

  18. Shalom Mey-Mey, Frank dan Nicola,
    Terima kasih atas dukungan kepada web-site ini, atas komentar-komentar yang positif. Mari kita berharap supaya sama-sama kita dapat semakin mengenal dan mendalami iman kita sebagai pengikut Kristus dalam Gereja Katolik. Mengenai artikel memang masih banyak yang harus ditambah, dan kami sedang berusaha menambahkannya sedikit demi sedikit. Masih ada beberapa tulisan tentang Bunda Maria yang akan kami pos-kan di web-site ini. Mohon doa supaya kami dapat terus menulis untuk kemuliaan Tuhan, dan jika ada usulan atau masukan, silakan memberitahu kami.
    Semoga Tuhan memberkati kita semua.
    Miss you, too, Mey-Mey & Frank. See you next year, God willing.

    Salam hangat dalam Kristus,
    http://www.katolisitas.org (stef tay & Ingrid)

  19. Hi…
    Belum pernah saya mendapatkan keterangan yang begini mengenai Bunda Maria. Sejauh ini saya ‘hanya’ mengimani bahwa memang begitulah adanya Bunda Maria, Sang Perawan Tak Bernoda. Tak pernah cari tau lebih lanjut, tak pernah penasaran -well, kalaupun penasaran, ga ngerti juga mau cari tau dari mana…-. Lho, ternyata malam ini ada penjelasannya dan semua ada dasarnya. Setuju banget dengan Mey2 Frank, sungguh membuka wawasan & memberi bekal untuk memberi penjelasan kepada org2 yang meragukan keperawanan Bunda Maria. Dan yang paling inti, lebih mantap lagi jadi orang Katolik :) Thanks God for sending us Tay & Ingrid.

  20. Hai Tay Inggrid, apa kabar? Luar biasa d, aku terima web ini 2 hari yl, baru sempat malam ini bukanya….luar biasa kerja kalian.Aku orang yang males membaca lho, tapi begitu buka web ini,rasanya gak kepengen berhenti baca..padahal udh lewat midnight nih..Artikel ini sungguh membuka wawasan & memberi bekal untuk memberi penjelasan kepada org2 yang meragukan keperawanan Bunda Maria , bahkan ada yang melecehkan…sedih lho tapi setelah membaca artikel ini aku tahu harus mengatakan apa….thanks ya.
    GBU- We Miss u, We love u & We Need u

  21. shalom dear katolisitas
    didalam injil Mark 6:3 berbunyi…..”Bukankah Ia ini tukang kayu,anak Maria,saudara Yakobus,Yoses,Yudas dan Simon?dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?
    pertanyaannya adalah :apakah maria mempunyai anak yang lain selain Yesus?…ataukah yang dimaksud adalah saudara dalam arti yang lain..? mohon penjelasaanya..terimakasih.

  22. Shalom Yunita,
    Pertanyaan anda sudah dijawab di artikel di atas: Bunda Maria tetap perawan, mungkinkah? Silakan klik

    Pada dasarnya, pengertian untuk ayat berikut:
    Matius 13:55, Mrk 6:3 “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?”

    Di dalam Alkitab, istilah “saudara” dipakai untuk menjelaskan banyak arti. Kata “saudara” memang dapat berarti saudara kandung, namun dapat juga berarti saudara seiman (Kis 21:7), saudara sebangsa (Kis 22:1), ataupun kerabat, seperti pada kitab asli bahasa Ibrani yang mengatakan Lot sebagai saudara Abraham (Kej 14:14), padahal Lot adalah keponakan Abraham.

    Jadi untuk memeriksa apakah Yakobus dan Yusuf itu adalah saudara Yesus, kita melihat kepada ayat-ayat yang lain, yaitu ayat Matius 27:56 dan Markus 15:40, yang menuliskan nama-nama perempuan yang ‘melihat dari jauh’ ketika Yesus disalibkan. Mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yohanes, dan ibu anak-anak Zebedeus (Mat 27:56); atau Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda, Yoses dan Salome (Mar 15:40). Alkitab menunjukkan bahwa Maria ibu Yakobus ini tidak sama dengan Bunda Maria.[3]

    Mungkin yang paling jelas adalah kutipan dari Injil Yohanes, yang menyebutkan bahwa yang hadir dekat salib Yesus adalah, Bunda Maria, saudara Bunda Maria yang juga bernama Maria, istri dari Klopas, dan Maria Magdalena (Yoh 19:25). Jadi di sini jelaslah bahwa Maria (saudara Bunda Maria) ini adalah istri Klopas/ Kleopas[4], yang adalah juga ibu dari Yakobus dan Yoses. Kesimpulannya, Yakobus dan Yoses ini bukanlah saudara kandung Yesus.

    Untuk penjelasan keperawanan Maria silakan anda membaca artikel di atas, dan jika ada yang belum jelas, silakan bertanya lagi.

    Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
    Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CONNECT WITH US: