Perbedaan doktrin-dogma dan iman terhadap Tuhan dan iman Katolik

15

Pertanyaan:

waduh… akhirnya saya temukan juga situs untuk bahan referensi pertanyaan2 saya. saya tahu situs ini dari Rm Dodit (Paroki Pugeran Jogja). mau tanya nih,
1. Apa beda Doktrin Gereja dan Dogma Gereja?
2. Saya sering dengar kata2 Iman Katolik, kan seharusnya Iman kepada Tuhan?
3. Ada situs yang bisa dijadikan referensi bagi Kaum Muda Katolik?

itu saja dulu, selamat berkarya, semoga selalu menjadi berkat. Berkah Dalem. – Christ

Jawaban:

Shalom Christ,
Terima kasih atas pertanyaan dan dukungannnya untuk situs ini. Dan sampaikan terima kasih dari http://katolisitas.org kepada Romo Dodit yang telah merekomendasikan situs ini. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan Christ.

I. Beda antara doktrin gereja dan dogma gereja.

  1. Doktrin di dalam pemakaiannnya adalah merupakan suatu pengajaran dari Gereja Katolik mengenai iman dan moral yang dipercayakan oleh Kristus melalui para rasul, dan diteruskan oleh Gereja Katolik untuk keselamatan umat. Semua dogma adalah termasuk dalam doktrin, namun tidak semua doktrin termasuk dalam dogma.
  2. Dalam Katekismus Gereja Katolik 88-89 didefinisikan tentang dogma:
    • Wewenang Mengajar Gereja menggunakan secara penuh otoritas yang diterimanya dari Kristus, apabila ia mendefinisikan dogma-dogma, artinya apabila dalam satu bentuk yang mewajibkan umat Kristen dalam iman dan yang tidak dapat ditarik kembali, ia mengajukan kebenaran-kebenaran yang tercantum di dalam wahyu ilahi atau secara mutlak berhubungan dengan kebenaran-kebenaran demikian. (KGK, 88)
    • Kehidupan rohani kita dan dogma-dogma itu mempunyai hubungan organis. Dogma-dogma adalah cahaya di jalan kepercayaan kita, mereka menerangi dan mengamankannya. Sebaliknya melalui cara hidup yang tepat, pikiran dan hati kita dibuka, untuk menerima cahaya dogma iman itu (KGK, 89).
  3. Jadi pada saat Gereja Katolik mendefinisikan suatu dogma, maka
    umat Katolik harus percaya dengan sikap iman Ilahi dan Katolik (with divine and catholic faith), seperti yang tercantum dalam
    Kan. 750 – § 1. Dengan sikap iman ilahi dan katolik harus diimani semuanya yang terkandung dalam sabda Allah, yang ditulis atau yang ditradisikan, yaitu dalam khazanah iman yang satu yang dipercayakan kepada Gereja, dan sekaligus sebagai yang diwahyukan Allah dikemukakan entah oleh Magisterium Gereja secara meriah, entah oleh Magisterium Gereja secara biasa dan umum; adapun khazanah iman itu menjadi nyata dari kesepakatan orang-orang beriman kristiani di bawah bimbingan Magisterium yang suci; maka semua harus menghindari ajaran apapun yang bertentangan dengan itu.

II. Iman Katolik dan Iman kepada Tuhan:

Iman kepada Tuhan adalah lebih bersifat umum, karena semua orang yang percaya kepada Tuhan akan dapat mengatakan bahwa dia mempunyai iman kepada Tuhan. Namun tidak semua orang yang percaya kepada Tuhan dapat mengatakan bahwa dia mempunyai iman Katolik.

Pada saat seseorang menjadi seorang Katolik, maka dia dituntut untuk mempunyai iman Katolik yang bersumber pada iman kepada Tuhan, Tuhan yang menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus, yang mendirikan Gereja Katolik sebagai tubuh mistik Kristus, yang mempercayai artikel iman seperti yang disebutkan di dalam doa “aku percaya”. Dan yang paling penting adalah mempunyai Roh Kristus, sehingga dia mempunyai kekuatan untuk menjalankan semua perintah Kristus. Vatikan II, dalam dokumen Lumen Gentium mengatakan yang menjadi anggota Gereja Katolik adalah “mereka, yang mempunyai Roh Kristus, menerima baik seluruh tata-susunan Gereja serta semua upaya keselamatan yang diadakan didalamnya, dan dalam himpunannya yang kelihatan digabungkan dengan Kristus yang membimbingnya melalui Imam Agung dan para uskup, dengan ikatan-ikatan ini, yakni: pengakuan iman, sakramen-sakramen dan kepemimpinan gerejani serta persekutuan.” (LG, 14).

Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan. Untuk situs katolik yang dapat dijadikan referensi bagi Kaum Muda Katolik saya terus terang tidak tahu. Mungkin ada dari pembaca katolisitas yang tahu?

Semoga uraian singkat di atas dapat menjawab pertanyaan Christ.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://katolisitas.org

Share.

About Author

Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

15 Comments

  1. saya sempat bingung mengenai iman di dalam katolik atau iman kepada katolik ( yang sering disebut kepada iman katolik). mengapa orang harus beriman kepada katolik? kenapa tidak beriman kepada Tuhan Yesus yang merupakan Juruselamat. apakah katolik menolak bahwa Yesus adalah Tuhan sehingga orang katolik harus beriman kepada katolik?

    [Dari Katolisitas: Menurut pengetahuan kami, istilah yang benar adalah beriman kepada Tuhan Yesus, namun jika mau lebih tepat dan lengkapnya adalah beriman kepada Tuhan Yesus, sebagaimana diajarkan oleh Gereja Katolik. Sebab kepada Gereja yang didirikan-Nya di atas para Rasul itulah (yaitu Gereja Katolik), Kristus mempercayakan kuasa mengajar umat-Nya (lih. Mat 16:18-19; Mat 18:18).]

  2. Akidah, Syariah, Akhlak

    1.Apakah akidah dapat disamakan dengan Syahadat?
    2.Apakah Syariah dapat dianalogkan dengan Hukum Kanonik?
    3.Apakaha akhlak dapat disamakan dengan Moralitas?

    • Shalom Herman Jay,

      Untuk menjawab pertanyaan Anda, maka kita harus melihat definisi dari masing-masing kata. Akidah dapat diartikan sebagai kepercayaan dasar; Syariah pengajaran berdasarkan Qur’an dan sunah dan bersifat tetap; Akhlak adalah moralitas. Jadi, kalau kita mau mencari padanan kata yang kita kenal dalam Gereja Katolik, maka akidah adalah syahadat; syariah adalah doktrin; akhlak adalah moralitas. Semoga dapat membantu.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  3. syalom .. ada pemahaman yang masih belum saya mengerti tentang dogma bahwa evolusi manusia, mutasi gen, tentang penciptaan manusia melalui proses, bertentangan dengan alkitab.

    [Dari Katolisitas: Silakan membaca artikel: Hubungan antara Teori Evolusi dengan Iman, silakan klik, beserta Tanya Jawab di bawahnya dan tentang Sains Penciptaan, klik di sini]

  4. Budi Darmawan Kusumo on

    Syalom Pak Stef

    Saya ingin bertanya. mohon bantuannya.

    Saya pernah mendengar pendapat dari teman saya bahwa doktrin & dogma gereja katolik itu tidak sama waktu jaman dahulu sampai sekarang, karena banyak sekali revisi ( terutama Alkitab ) dan pembaharuan, selain itu juga banyak yang ditulis untuk kepentingan politik pada jaman tersebut. Teman saya ini berkata bahwa dia telah mempelajari sejarahnya ( ngga tahu bener atau tidak ). Gimana menurut Gereja Katolik pandangan seperti ini ? mohon bantuannya.

    TUHAN YESUS MEMBERKATI DAN BUNDA MARIA SELALU MENUNTUN ANDA PADA PUTRANYA

    • Shalom Budi,

      Di dalam Gereja Katolik memang dikenal adanya “development of doctrine” yang merupakan perkembangan dari doktrin yang sudah ada, yang kemudian dijelaskan dengan lebih rinci. Oleh karena itu, perkembangan ini dikenal dengan perkembangan organik, seperti halnya dari biji tumbuh menjadi tanaman, atau dari pohon kecil menjadi pohon yang besar. Jadi perkembangan ini bukannya perubahan yang drastis yang mengandung ajaran bertentangan, seperti sesuatu yang tadinya benar kemudian dinyatakan tidak benar, atau sebaliknya. Dengan demikian, tidak ada penyesuaian politis, seperti yang disebutkan oleh teman anda tersebut.

      Cardinal John Henry Newman (1801-1890), seorang imam Anglikan yang kemudian menjadi Katolik dan menjadi Kardinal, pernah menulis buku tentang hal ini, yang berjudul “Essay on the Development of Christian Doctrine” (1845). Beliau mengarang buku ini dengan tujuan untuk menemukan adanya kesalahan ataupun perubahan yang dilakukan oleh Gereja Katolik; dan kemudian untuk membuktikan bahwa gereja Anglikan adalah Gereja yang otentik. Namun setelah ia sendiri mengadakan penelitian sejarah dan tulisan para Bapa Gereja sejak jaman Kristen awal sampai pada jamannya, maka ia mengambil kesimpulan justru Gereja Katolik mempunyai dasar yang kuat di dalam semua doktrin yang diajarkannya. Melihat fakta ini, akhirnya Newman mengambil keputusan untuk menjadi seorang Katolik. Banyak orang yang membaca tulisan Henry Newman ini menjadi terinspirasi, justru karena melihat ketulusan dan obyektifitas tulisannya, yang mempunyai motivasi untuk mencari kebenaran.

      Sepanjang pengetahuan saya, Alkitab tidak pernah mengalami standarisasi ataupun revisi. Jika sampai ada yang disebut revisi, itu hanya berkaitan dengan ejaan/ pengetikan seperti halnya pada penerbitan buku pada umumnya, dan tidak mengubah isi secara substansial.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid & Stef- katolisitas.org

  5. Justinus Budi Darmawan Kusumo on

    3. Ada situs yang bisa dijadikan referensi bagi Kaum Muda Katolik?

    saya ingin menanggapi pertanyaan ini.
    kalau situs saya pernah mendengar dari teman saya tentang http://www.catholic.com / http://www.catholic.org ( dari luar negeri sih ).

    saya cuman pernah mendengar kalau disana itu adalah kumpulan sekitar ratusan atau ribuan professor – professor teologi katolik ( romo maupun awam ) yang sudah membabat habis 3 juta pertanyaan yang menanyakan tentang katolik. dan kalau tidak salah, disana juga terdapat salah satunya professor scott hann juga tergabung di acara TV shownya. sangat lengkap, biblis, teologi dengan segala kebenaran yang tidak akan anda dapati di situs – situs lain.

    tapi masalahnya situs itu dalam bahasa inggris, jadi kayaknya kita harus memeras otak kita untuk menerjemahkan hahaha. OK TUHAN Memberkati

    oya, tips saya, jangan mencari forum tanya jawab, karena biasanya yang mendirikan itu cuman orang – orang yang ingin berdebat dengan berusaha memenangkan omongan daripada mencari kebenaran. dan biasanya ada unsur SARA, selain itu pendiri situs tersebut juga tidak ada, jadi cuman situs – situs “ghost”

    [dari katolisitas: tidak semua forum jelek, tergantung dari yang mengelolanya. Pengelolanya senantiasa ada, hanya apakah mereka mau dikenal dengan nama sebenarnya atau anonymous. Jadi kita tidak dapat mengeneralisasi bahwa semua forum tidak baik, namun harus melihat isi dari forum tersebut.]

  6. Pak Stef & Bu Inggrid yg terkasih dalam Yesus Kristus,
    Saya tidak tau gimana caranya create new topic, sekiranya pertanyaan saya berikut ini sudah pernah dibahas disini, mohon dgn rendah hati utk diberikan link-nya utk saya pelajari.

    Tanya tentang 3D di dlm Gereja Katolik,

    Di dalam gereja Katolik ada 3D,
    1. Dogma
    2. Doktrin
    3. Disiplin

    Pertanyaannya ialah:
    1. Apakah perbedaan dari ketiga hal di atas?
    2. Siapa sajakah yg bisa membuat dogma, doktrin maupun disiplin?
    3. Kapan dan bagaimanakah pernyataan / perkataan Paus / Uskup bisa menjadi dogma / doktrin / disiplin?
    4. Bagaimana dgn tingkatan homili? Apakah setara dgn dogma / doktrin / disiplin?

    Mohon bantuan dan pencerahannya.

    Terima kasih dan Tuhan memberkati,
    Novenna.

    • Shalom Novena,

      Terima kasih atas pertanyaannya tentang 3D (Dogma, Doktrin, dan Disiplin). Tentang Dogma dan Doktrin, silakan untuk melihat tanya jawab ini (silakan klik). Daftar dogma dapat dilihat di sini (silakan klik). Secara prinsip dogma dan dokrin bertujuan untuk membimbing umat Allah untuk benar-benar mendapatkan mengenal dan mengasihi kebenaran. Tanpa dogma dan doktrin yang jelas, maka akan banyak terjadi perpecahan dan keragu-raguan dalam menentukan mana yang benar dan mana yang salah.

      Disiplin adalah suatu peraturan-peraturan dan ukuran petunjuk praktis tentang suatu hal. Jadi, kalau kita hubungkan dengan dogma dan doktrin, maka disiplin memberikan peraturan-peraturan atau parameter-parameter, sehingga dogma dan doktrin yang dipercayai sebagai suatu kebenaran dapat dijalankan dengan baik dan teratur. Sebagai contoh, karena Yesus memberikan Diri-Nya dalam Sakramen Ekaristi, maka sebagai disiplin, kita tidak boleh makan/minum satu jam sebelumnya. Disiplin ini dapat diubah oleh Gereja sejauh dipandang baik untuk membawa umat kepada kekudusan. Namun, dogma yang mengatakan bahwa Kristus sendiri hadir – Tubuh, Jiwa, dan keilahiaan – tidak dapat berubah.

      Suatu pengajaran dinyatakan sebagai dogma, karena secara eksplisit maupun implisit ada di dalam Kitab Suci dan Tradisi Suci. Dengan demikian, Tuhan sendiri yang mewahyukannya kepada umat Allah, dan Gereja menyatakannya secara formal. Namun, dalam disiplin, Gereja yang diberikan kuasa untuk mengatur umat Allah, memberikan peraturan-peraturan untuk menjalankan apa yang kita percayai. Jadi dapat dikatakan bahwa disiplin adalah “theology in action“.

      Dengan pengertian di atas, maka dogma dibuat oleh Paus (ketika dia berbicara ex-cathedra – silakan klik), Holy See dan juga para uskup dalam kesatuan dengan Paus. Sedangkan doktrin – di luar dogma -, setiap uskup di masing-masing keuskupannya berhak memberikan pengajaran/doktrin dan disiplin yang tidak boleh bertentangan dengan dogma dan doktrin dan disiplin dari Universal Church (Gereja Semesta).

      Untuk pertanyaan tentang bagaimana suatu pernyataan termasuk dalam dogma, doktrin, maupun disiplin, anda dapat membaca tanya jawab tentang tingkatan pengajaran magisterium (silakan klik).

      Tingkatan pengajaran tidak dapat diukur dari suatu kejadian, seperti homili, namun dari isi pengajaran yang diberikan. Oleh karena itu, dalam homili, bisa saja seorang pastor memberikan pengajaran yang bersifat credenda, tenenda, atau tingkatan lain (obsequium dan servandi). Namun, dogma harus dinyatakan secara tertulis, tidak mungkin dinyatakan secara lisan dan dinyatakan secara definitif. Jadi, homili tidak mungkin menjadi suatu dogma, walaupun homili dapat mengajarkan suatu dogma yang telah dinyatakan secara formal oleh Gereja.

      Silakan membaca beberapa link yang saya berikan, sehingga lebih mudah dalam menangkap penjelasan di atas. Semoga dapat membantu.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – http://www.katolisitas.org

      • Dear Pak Stef,

        Terima kasih atas jawabannya.
        Saya ingin bertanya, TPE (Tata Perayaan Ekaristi) itu termasuk yg mana ya Pak?
        Dogma, Doktrin atau Disiplin?
        Lalu bagaimana dgn buku “The Spirit of The Liturgy” oleh Paus Benedictus XVI, ada di mana posisinya?
        Terakhir, bagaimana pula dgn Motu Proprio?

        Thanks & regards,
        -novenna-

        • Shalom Novenna,

          Terima kasih atas pertanyaannya tentang dogma, doktrin dan disiplin. Sebenarnya kita tidak dapat mengambil satu buku atau dokumen, baik TPE, maupun Motu Proprio, atau buku yang dikarang oleh Paus Benediktus XVI dan mengelompokkannya dalam dogma, doktrin atau disiplin, maupun pengelompokan menurut tingkat pengajaran (tingkat pengajaran dapat dilihat di sini – silakan klik). Dalam satu buku, biasanya mengandung dogma, doktrin, maupun disiplin. Jadi untuk menentukannya, kita harus membagi-bagi apa yang ditulis di dalam buku atau dokumen tersebut. Semoga dapat membantu.

          Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
          stef – http://www.katolisitas.org

  7. waduh… akhirnya saya temukan juga situs untuk bahan referensi pertanyaan2 saya. saya tahu situs ini dari Rm Dodit (Paroki Pugeran Jogja).

    mau tanya nih,
    1. Apa beda Doktrin Gereja dan Dogma Gereja?
    2. Saya sering dengar kata2 Iman Katolik, kan seharusnya Iman kepada Tuhan?
    3. Ada situs yang bisa dijadikan referensi bagi Kaum Muda Katolik?

    itu saja dulu, selamat berkarya, semoga selalu menjadi berkat. Berkah Dalem.

      • Shalom,

        Lalu apakah pak Stef bisa memberikan list dari semua dogma2 & doktrin2 gereja, kalau bisa lengkap dengan sejarahnya.

        Menurut saya, http://www.katolsitas.org is the best buat kaum muda, dan saya sangat menyarankan kaum muda untuk membrowse semua artikel2 dan jawaban2 komentar pada web ini. Sungguh luar biasa.

        Salam,

        • Shalom Erwin,

          Terima kasih ada dukungannya untuk katolisitas.org. Mungkin suatu saat saya akan membuat list dan sejarah tentang dogma. Namun pada saat ini Ingrid dan saya mempunyai keterbatasan waktu, karena harus menyelesaikan tugas-tugas kuliah. Oleh karena itu, saya tidak dapat memenuhi permintaan ini pada saat ini. Kalau mau dipaparkan semua, terutama doktrin Katolik, maka akan terlalu banyak. Hal ini dapat dilihat di buku seperti: Ludwig Ott, Fundamentals of Catholic Dogma (Tan Books & Publishers, 1974), yang tebalnya sekitar 544 halaman. Sejarah perkembangan dari dokrin Katolik dapat dilihat di buku: Jacques Dupuis, The Christian Faith: In the Doctrinal Documents of the Catholic Church, 7th ed. (Alba House, 2001), yang tebalnya 1,092 halaman.

          Mari kita bersama-sama berjuang untuk menjadi umat Katolik yang baik, yang mengasihi Yesus dan Gereja-Nya, Gereja Katolik.

          Salam kasih dari http://www.katolisitas.org
          stef

           

Add Comment Register



Leave A Reply