Apakah Yudas Iskariot berjasa dalam karya keselamatan manusia?

Pertanyaan:

Yth Katolisitas
Saya ingin bertanya, belum lama ada yang menyatakan pada saya bahwa yudas iskariot berjasa dalam terjadinya karya penyelamatan Tuhan Yesus. Tanpa dia tak ada karya penyelamatan dan dia tidak berdosa. Lalu orang tersebut menyatakan pada saya bahwa dengan terjadinya penyaliban Allah Bapa seolah-olah pro terhadap terjadinya kekejaman. Saya sebagai orang Katolik bingung mendengar ini. Mohon terang dan petunjuknya, terimakasih banyak. Tuhan memberkati.
Kind regards – Matthew

Jawaban:

Shalom Matthew,
Terimakasih atas pertanyaannya.
Mari kita lihat pertanyaan pertama yang mengatakan bahwa Yudas Iskariot berjasa dalam terjadinya karya penyelamatan Tuhan, dan tanpa dia Tidak ada keselamatan, bahkan lebih lanjut menegaskan bahwa Yudas tidak berdosa.

  1. Untuk mengatakan bahwa Yudas iskariot berjasa dalam terjadinya penyelamatan Tuhan, maka sama saja dengan mengatakan bahwa Setan yang membuat Adam dan Hawa berdosa juga berjasa, karena dengan itu Yesus turun ke dunia dan menunjukkan kepada umat manusia tentang kasih Allah yang tak terbatas. Tentu saja kita tidak bisa berkata bahwa tanpa Yudas tidak ada keselamatan, karena Tuhan juga dapat menggunakan cara yang lain. Dalam artian, tanpa penghianatan Yudas, orang Farisi juga tetap dapat menangkap Yesus dan berusaha untuk membunuhnya, seperti yang diceritakan dalam beberapa kejadian di Injil (Yoh 5:18; Yoh 7:1).
  2. Mungkin pernyataan yang lebih baik adalah “Tuhan dapat mendatangkan sesuatu yang baik dari sesuatu yang buruk untuk menyatakan kemuliaan-Nya“. Keburukan dosa yang terekpresi lewat setan yang menggoda Adam dan Hawa, mendatangkan rencana Tuhan yang paling indah, yaitu misteri inkarnasi. Keburukan dosa Petrus yang menyangkal Yesus tiga kali (Mat 26:69-75) mendatangkan kekuatan bagi Petrus untuk mengemban amanat yang diberikan oleh Yesus untuk menggembalakan domba-Nya (Yoh 21:15-17). Dan keburukan dosa yang dilakukan oleh Yudas membuka mata hati manusia akan suatu bahaya dosa keputusasaan, dosa yang tidak terampuni.
  3. Dosa keputusasaan (despair) adalah salah satu dosa yang melawan Roh Kudus, dimana tidak dapat diampuni di kehidupan ini dan kehidupan mendatang (Lk 12:10). Dosa penghianatan Yudas tidaklah sebesar dosanya untuk mengakhiri hidupnya. Andaikata Yudas bertobat dan kembali kepada Yesus, mungkin dia akan menjadi seorang rasul yang luar biasa, seperti Petrus yang bertobat dan menjadi Paus yang pertama. Jadi apakah Yudas berdosa? Ya, terutama karena dia mengakhiri hidupnya, dikarenakan keputusasaan. Dosa ini adalah dosa melawan 2 theological virtue atau kebajikan ilahi: pengharapan dan iman. Pengharapan dihilangkan oleh keputusasaan, dengan cara melihat bahwa tidak ada harapan lagi untuk memperoleh surga. Iman dihilangkan oleh keputusasaan karena melihat dosanya lebih besar dari kasih dan belas kasih Tuhan. Dan Yesus secara jelas mengatakan “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” (Mat 26:23-24). Dari pernyataan Yesus ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Yudas mengalami penderitaan di neraka, kecuali, jika pada saat-saat akhir sebelum kematiannya, dia benar-benar bertobat dan menyesali semua dosanya. Namun Alkitab tidak menceritakan hal ini.

Bagaimana dengan peristiwa penyaliban? Apakah Tuhan pro dengan kekerasan?

  1. Ini adalah suatu pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pernyataan ini akan benar kalau manusia dilahirkan sebagai robot, sehingga semuanya diatur oleh Tuhan tanpa ada kerjasama dari manusia. Namun manusia mempunyai keinginan bebas sehingga manusia dapat memilih untuk mengikuti Yesus dengan ajaran kasih-Nya, atau melawan Yesus dengan perbuatan dosa. Memang Tuhan mengijinkan hal ini terjadi, karena Tuhan dapat membawa kebaikan yang lebih besar. Dalam hal ini penderitaan dan kematian Yesus menjadi sumber keselamatan umat manusia.
  2. Dalam peristiwa penyaliban kita melihat dua hal yang bertolak belakang: 1) Kekejaman dan keburukan dosa dan 2) Keindahan dan kedalaman kasih Allah. Kekejaman dosa dapat terlihat dari penderitaan Kristus. Dan kedalaman kasih Allah dibuktikan dengan kematian-Nya di kayu salib. Kristus dapat saja menyelamatkan dunia dengan setetes darah-Nya, namun Dia memilih untuk ‘minum dari piala yang diberikan oleh Bapa’ dengan. mencurahkan darah-Nya di kayu salib. Penderitaan-Nya yang begitu besar untuk membayar dosa-dosa kita, seharusnya semakin memacu kita untuk hidup kudus. Di kayu salib Kristus seolah-olah berkata kepada kita masing-masing “Ini adalah tanda kasih-Ku kepadamu, apakah tanda kasihmu kepada-Ku?
  3. Kalau Tuhan pro dengan kekerasan, Yesus tidak akan mengajarkan ajaran cinta kasih.  Tentu saja ini tidak benar, sebab dari pengajaran Yesus di “Kotbah di bukit” (lih Mat 5:1-12) kita melihat ajaran cinta kasih yang begitu sempurna.

Demikianlah uraian yang dapat saya berikan. Mari kita bersama-sama belajar dari kisah Yudas,  kasih dan belas kasihan Allah selalu lebih besar dari dosa kita, asalkan kita mau bertobat dan kembali kepada-Nya. Mari kita berbangga dengan Salib Kristus, karena kita melihat Allah yang begitu mengasihi setiap kita, sehingga kita juga terus berusaha berjuang untuk hidup kudus, menjalankan semua perintah yang diajarkan oleh Yesus.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org

Beberapa artikel yang berhubungan:

Beberapa artikel di kategori yang sama:

9 Komentar to Apakah Yudas Iskariot berjasa dalam karya keselamatan manusia?

  1. shalom kawankawan yg terkasih dalam KRISTUS sehububgan dengan PASKAH aku ingin bertanya ; MENGAPA sebagai murid YESUS yg pertama Yudas kecewa sama TUHAN YESUS ,sehingga dengan teganya menghianati TUHAN YESUS.

    • Shalom Samuel,

      Menurut pengetahuan saya, murid Yesus yang pertama adalah Andreas (lih. Yoh 1:40) yang kemudian memberitahukan tentang Yesus kepada Simon Petrus saudaranya (lih. Yoh 1:41). Namun dalam penyebutan urutan keduabelas rasul, Simon Petrus selalu menempati urutan yang pertama dan Yudas Iskariot yang terakhir (lih. Mat 10:1-4; Mrk 3:16-19; Luk 6:14-16; Acts 1:13)

      Nah tentang mengapa Yudas Iskariot sampai mengkhianati Yesus, itu sesungguhnya merupakan suatu misteri, dan tak akan mungkin dapat diperoleh jawabannya dengan pasti, sebab tidak ditulis secara eksplisit dalam Kitab Suci. Memang ada yang mengatakan kemungkinan karena alasan uang yang ditawarkan oleh imam- imam kepala (lih. Mat 26: 14-15; Luk 22:5) karena Yudas sendiri adalah bendahara yang mengurus keuangan kelompok para rasul. Atau, ada yang berspekulasi karena Yudas ingin melihat Yesus segera menyatakan diri-Nya sebagai Mesias yang berkuasa. Namun pandangan ini tidak didukung oleh ayat tertentu secara literal.

      Yesus memang mengatakan, “…celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan” (Mat 26:24); sehingga banyak orang berpendapat bahwa Yudas pasti ada di neraka. Namun demikian, sesungguhnya kita tidak dapat mengetahui dengan pasti apakah sesaat sebelum wafatnya dia sungguh- sungguh bertobat, sehingga tidak dapat dikatakan dengan pasti bahwa Yudas Iskariot kini berada di neraka. Pada akhirnya, hanya Tuhan saja yang mengetahuinya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  2. Salam damai Kristus…
    Tiba2 sj trlintas dlm pikiran sy pertanyaan seperti ini.
    Yesus telah tahu dg PASTI bhw Yudas Iskariot kelak akan mengkhianatinya.Apakah dgn demikian dari awal Allah mmg MENUTUP adanya kemungkinan bhw Yudas I. akan menolak hasutan setan utk mengkhianati Yesus?dg kata lain,apakah Allah menutup hati nurani Yudas agar sm sekali tdk brdaya thd hasutan setan?

    • Shalom Yuditha,

      Terima kasih atas pertanyaannya tentang Yudas Iskariot. Yesus memang tahu secara pasti bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya, namun bukan berarti bahwa Yesus tidak membuka ruang pertobatan bagi Yudas. Yesus tetap mengundang Yudas hadir dalam Perjamuan Suci (lih. Mt 26:20-29).

      Ketika Yesus berkata “21 Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
      23 Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. 24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.

      Seandainya Yudas tidak menjawab “Bukan aku, ya Rabi?” – yang merupakan ekspresi mengeraskan hati seperti Firaun – tetapi meminta pengampunan dari Yesus, maka Yesus akan mengampuninya. Seandainya Yudas tidak membunuh dirinya, namun datang kepada Yesus dan mohon pengampunan, maka Yesus pasti akan mengampuninya. Ah… seandainya Yudas tidak mengeraskan hatinya dan berputus asa, yang berakhir dengan kematiannya, maka Yudas dapat menjadi salah satu santo.

      Dari penjelasan di atas, maka Tuhan tidak akan pernah menutup hati nurani Yudas agar berbuat dosa. Dia yang adalah Tuhan dan datang ke dunia untuk menebus dosa, tidak akan mungkin berbuat dosa dengan menutup hati nurani seseorang sehingga berpaling dari Tuhan. Yudas berbuat dosa karena secara bebas dia menggunakan kehendak bebasnya untuk mengkhianati Yesus dan secara bebas mempercayai bahwa dosanya lebih besar dari kasih Allah. Tuhan mengijinkan hal ini terjadi untuk mendatangkan kebaikan yang lebih tinggi, yaitu terlaksananya rencana Allah untuk menebus manusia, yang juga merupakan pemenuhan dari nubuat di Perjanjian Lama. Mari, kita mempercayai bahwa Allah adalah maha kasih – sehingga kita tidak terjebak pada keputusasaan (despair) – dan Allah juga maha adil – sehingga kita tidak terjebak pada dosa anggapan yang salah (presumption). Silakan melihat diskusi tentang dosa menghujat Roh Kudus di sini – silakan klik.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      stef – katolisitas.org

  3. Shalom Pak stefanus & Bu Inggrid. Selamat Natal…
    saya seorang Katolik, namun ada hal yang mengusik saya.
    setelah saya pikir2, bila seorang Yudas Iskariot tidak mengkhianati Yesus pada waktu itu, maka rencana penyelamatan ALLAH pada umat manusia melalui kurban Yesus Kristus di kayu salibNYA tidak akan terjadi? kalau demikian, bagaimana Gereja Katolik menempatkan Yudas Iskariot (YI)? kalau YI ditempatkan sebagai “pengkhianat” dan “pendosa” maka kasihan sekali “nasib” YI, karena ia akan di”cap” demikian oleh umat manusia bukan saja pada masa sekarang, tetapi juga oleh umat manusia masa lalu dan masa akan datang. padahal seperti yang saya katakan di atas, bukankah tanpa pengkhianatan YI terhadap Yesus Kristus, maka rencana penyelamatan ALLAH pada umat manusia melalui kurban Yesus Kristus di kayu salibNYA tidak akan terjadi? kalau demikian bukankah YI seharusnya di tempatkan sebagai salah satu “tokoh” yg ber”peran” dalam karya penyelamatan ALLAH, walaupun antagonis sejajar dengan peran Santo Yosef (protagonis), misalnya, yang akhirnya mau menerima Bunda Maria setelah mendapat mimpi?
    mohon pencerahannya, karena saya saat ini sedang ingin mencoba menjadi seorang Katolik yang aktif, setelah beberapa saat saya cuek dengan keKatolikan saya….
    Terima kasih sebelumya, JBU

    • Shalom Himawan,
      Silakan anda membaca artikel di atas, silakan klik, semoga dapat menjawab pertanyaan anda.
      Karakter Yudas tidak sama dengan Santo Yosef. Santo Yosef memang awalnya bermaksud menceraikan Bunda Maria secara diam-diam, dan baru setelah mendapat mimpi, ia mengurungkan niatnya, dan bekerja sama dengan rencana keselamatan Allah. Sedangkan Yudas Iskariot memang tidak mendapat mimpi, namun ia sebenarnya telah mengalami sesuatu yang jauh lebih baik dan tak ternilai, yaitu dengan hidup bersama Tuhan Yesus sendiri selama 3 tahun. Maka seharusnya ia dapat lebih setia kepada Tuhan Yesus, dan bukan malah mengkhianatiNya.

      Mari kita berjuang untuk bekerjasama dengan rahmat Allah untuk membangun Gereja-Nya.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  4. Yth Katolisitas
    Saya ingin bertanya, belum lama ada yang menyatakan pada saya bahwa yudas iskariot berjasa dalam terjadinya karya penyelamatan Tuhan Yesus. Tanpa dia tak ada karya penyelamatan dan dia tidak berdosa. Lalu orang tersebut menyatakan pada saya bahwa dengan terjadinya penyaliban Allah Bapa seolah-olah pro terhadap terjadinya kekejaman. Saya sebagai orang Katolik bingung mendengar ini. Mohon terang dan petunjuknya, tewrimkasih banyak. Tuhan memberkati.
    Kind regards
    Matthew

    [dari katolisitas: telah dijawab di atas - silakan klik]

    • Dear Katolisitas
      I feel great and so much in gratitude for your clear explanation. I am totally confident on what I belief in life because I know I have stepped on a solid ground of faith. You are blessed. There’s no such thing greater than “sacrifice” which make Faith-Hope-and Love do work in completeness and perfection. Thank you in a million Katolisitas and there are words from one of my best friend Padre, I would like to share with all of you in Katolisitas.Org. “People could complain about Jesus and say something bad even worst about Him. But one thing for sure, those people might have forgotten the basic and first step to know Jesus which are to enter a virtuous silence, Holy Bible reading, fasting, and be a man for others. Be assured that without this we couldn’t even know Him better”. Abundant grace to those who becomes the ambassador of Peace, Love and Hope!
      Matthew.

    • Salam damai,sdr.Matthew.
      Menurut saya,anda tidak usah bingung..karena,seseorang yg berjasa biasanya diberi penghargaan,kalau yudas berjasa,mengapa dia menyesali perbuatannya dgn mengembalikan uang yg diterima dari hasil “pekerjaan” menjual Gurunya??? dan malah mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri??? saran saya,bacalah injil Matius,Markus,Lukas,Yohanes…..Semoga
      ROH KUDUS MENERANGI anda. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CONNECT WITH US: