Tahta Suci, Kuria Roma dan Negara Kota Vatikan

19

Pertanyaan:

Salam,

Saya ingin bertanya tentang sistem administrasi vatikan. Apa bedanya Tahta Suci, Kuria Roma dan Negara Kota Vatikan? Saya tahu urusan diplomatik (dubes/nuncio) adalah urusan Tahta Suci, kenapa dari namanya Tahta Suci malah urusan politik bukan urusan agama? Apakah jabatan diplomat di Tahta Suci adalah jabatan diplomat karir seperti pada negara-negara lain umumnya.
Pertanyaan tambahan, bagaimana pandangan bu Inggrid dan pak Stef tentang Gereja Katolik di China?
Salam, Michael

Jawaban:

Shalom Michael,

Terima kasih untuk pertanyaannya tentang sistem administrasi Vatican.

1) Tahta Suci, Kuria Roma, Negara Kota Vatican: (sumber - silakan klik)

a) Tahta Suci (Holy See) merujuk kepada otoritas tertinggi dari Gereja, dimana Paus sebagai uskup Roma dan kepala dari  persekutuan para uskup. Tahta Suci adalah merupakan pusat pemerintahan dari Gereja Katolik, yang mempunyai hukum internasional, seperti menandatangani persetujuan, dll.

The expression Holy See  refers to the supreme Authority of the Church, and thus the Pope as Bishop of Rome and head of the College of Bishops.  Defines therefore the Central Government of the Catholic Church.  As such, the Holy See is an institution which, according to the international laws and customs, has a juridical personality which permits it to sign treaties and to send and receive diplomatic representatives, as juridical equivalent of a state.

b) Kuria Roma (Roman Curia) adalah orang-orang yang ditunjuk untuk membantu Paus dalam mengatur Gereja.

The Roman Curia consists of institutions which assist the Holy Father in the government of the Church: Secretariat of State (divided into Section of General Affairs and Section for the Relations with the States); Congregations (for the Doctrine of the Faith, for Oriental Churches, for Divine Worship and Discipline of the Sacraments, for the Causes of Saints, for Bishops, for the Evangelization of Peoples, for the Clergy, for Institutes of Consecrated Life and Societies of Apostolic Life, for Catholic Education); Pontifical Councils (for the Laity, for Promoting Christian Unity, for the Family, for Justice and Peace, "Cor Unum", for the Pastoral Care of Migrants and Itinerant People, for the Pastoral Assistance of Health Care Workers, for Legislative Texts, for Inter-religious Dialogue, for Culture, for Social Communications); Tribunals (Apostolic Penitentiary, Supreme Tribunal of the Apostolic Signature, Roman Rota); Offices (Apostolic Chamber,  Administration of the Patrimony of the Apostolic See, Prefecture of the Economic Affairs of the Holy See);  Other Institutions of the Roman Curia (Prefecture of the Pontifical Household, Office of Papal Liturgical Celebrations, Holy See Press Office, Central Statistics Office of the Church); Pontifical Commissions (for the Cultural Heritage of the Church, for Sacred Archeology, Biblical, for the Revision and the Emendation of the Vulgate, "Ecclesia Dei"); Pontifical Committees and the Commissions of Cardinals;  Institutions connected with the Holy See (Vatican Secret Archives, Vatican Apostolic Library, Vatican Typography, L’Osservatore Romano, Vatican Publishing House (Libreria Editrice Vaticana), Radio Vatican, Vatican Television Center, Fabric of Saint Peter’s, Office of Papal Charities), Labor Office of the Apostolic See, Pontifical Administrations and Delegations.

c) Negara Kota Vatican adalah hasil dari persetujuan Lateran antara Tahta Suci dengan kerajaan Itali tahun 1929. Tahta Suci mempunyai hak atas kota Vatican secara penuh, sehingga Paus dapat mengatur Gereja Katolik di seluruh dunia.

The State of Vatican City came into existence with the Lateran Treaty between the Holy See and the Kingdom of Italy  on 11 February 1929 and ratified on 7 June 1929, by which Italy recognized the full property rights and exclusive sovereignty on the Vatican as it is made up at present.  It is a very small territorial entity, with the purpose of making it possible for the Pope to exercise freely his Ministry of governing the universal Church   .

2) Dubes/nuncio berkonotasi politik dan bukan keagamaan?

Nuncio atau apostolic nuncio adalah perwakilan dari Paus atau duta besar yang ditunjuk oleh Paus sebagai wakilnya di negara tertentu. Tugas dari nuncio ini adalah untuk melindungi kepentingan dari Tahta Suci, baik diplomatik maupun urusan gereja. Dari definisi ini, jelas jabatan nuncio bukan hanya mengatur urusan diplomatik namun juga keagamaan. Bahkan dapat dikatakan bahwa urusan diplomatik yang diembannya senantiasa berkaitan dengan kepentingan keagamaan. Seperti seorang duta besar yang memperjuangkan dan melindungi kepentingan negara yang diwakilinya, maka seorang nuncio harus memperjuangkan dan melindungi kepentingan Tahta Suci, yaitu untuk menjadikan Gereja sebagai Sakramen Keselamatan bagi seluruh bangsa dengan cara memberitakan Kristus.

3) Gereja Katolik di China

Saya tidak terlalu mendalami tentang topik ini secara mendalam. Namun yang saya tahu secara sekilas adalah sebagai berikut: Gereja Katolik yang diakui oleh pemerintahan Cina adalah Gereja Katolik Patriotik (patriotic church). Uskup dari Patriotic Church ini ditunjuk oleh pemerintah Cina, namun biasanya uskup tersebut meminta restu dari Roma. Sedangkan Gereja yang lain adalah Gereja Katolik bawah tanah, yang setia terhadap Roma.

Paus Benediktus XVI melalui surat pastoralnya berusaha untuk merangkul umat Katolik di Cina dan pada saat bersamaan berusaha untuk mengadakan relasi diplomatik antara Tahta Suci dengan pemerintahan Cina. Yang menjadi masalah adalah Pemerintah Cina bersikeras untuk menunjuk uskup tanpa persetujuan Roma, sedangkan Roma mengatakan bahwa penunjukkan uskup adalah hak Paus, dan penunjukan uskup bukanlah untuk merubah struktur negara namun untuk memberitakan Kristus.

Lebih lanjut dalam suratnya, Paus Benediktus XVI mengatakan "that concrete forms of communication and cooperation between the Holy See and the People’s Republic of China may soon be established". (sumber: silakan klik).

Kita turut mendoakan Gereja Katolik di Cina, agar mereka dapat terus bertumbuh di dalam iman walaupun dalam kondisi yang sulit. Kita percaya bahwa berkat Tuhan dicurahkan secara luar biasa dalam kondisi-kondisi yang sulit.

Semoga uraian di atas dapat menjawab pertanyaan Michael.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef - http://www.katolisitas.org

Tanbahan dari Romo Wanta:

Michael Yth

Sejarah pengakuan internasional Takhta Suci sebagai Negara yang berkedudukan di Vatikan sudah dimulai sejak persetujuan di Laterano IV Roma tahun 1850an. Karena memiliki hubungan ke beberapa negara dalam hal keagamaan dan berkaitan hubungan dengan Negara ybs maka Takhta Suci diakui sebagai Negara kecil seperti Monaco, dll yang memiliki hanya 40 ha luas tanah diperbukitan kota Roma (Vatikan). Jadi yang benar bukan Vatikannya tapi Takhta suci (bukan kedutaan Vatikan tetapi kedutaan Takhta Suci). Unsur hubungan keagamaan lebih dominan ke beberpa negara yang tentunya hak diplomatik sama dengan negara lain tapi bidang karya berbeda. Kuria disebut Kuria Romana: Beberapa departmen yang membantu Paus dalam urusan kegamaan. Politik hanya karena kaitan dengan Negara ybs. Apa itu politik? Politik termasuk di dalam urusan mengusahakan kebaikan bersama maka Gereja juga bisa dan boleh berpolitik tetapi tidak praktis, demi kebaikan bersama Gereja dapat ikut serta menciptakan dunia yang lebih baik. Dalam jabatan tidak ada karier seperti di dunia pada umumnya.

salam
Rm Wanta

Share.

About Author

Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

19 Comments

  1. vatikan dalam bahasa sunda artinya pangaweruh dan atikan .pangaweruh artinya ilmu atikan artinya pendidikan maka bila diartikan dalam bahasa indonesia vatikan adalah ilmu pendidikan

    [Dari Katolisitas: Nampaknya kita tidak dapat mengartikan suatu kata dari bahasa tertentu dengan bahasa lain yang tidak ada hubungannya dengan bahasa yang sedang dibahas.]

  2. Shalom,

    apakah benar bahwa wilayah Italia yang sekarang dulunya adalah Papal State? Apakah Italia berdiri sejak persetujuan Lateran th 1850an itu?

    terima kasih
    GBU

    [Dari Katolisitas: Silakan Anda membaca di link ini, silakan klik, tentang topik ini. Mohon maaf kami tidak dapat menerjemahkannya, karena tidak berkaitan dengan ajaran iman Katolik yang menjadi fokus dari situs katolisitas.org]

  3. Tinus Ohoiwutun on

    Syalom…Ibu Ingrid dan Pa stef,,setelah membaca dan menyimak berapa pertanyaan tentang Iman Kekatolikan, saya sangat salut akan jawaban-jawaban yang diberikan. Kiranya memberikan pengetahuan yang memadai bagi umat kita, yang hingga saat ini masih bingung tentang imannya kekatolikannya. Saya sangat terbantu dan termotivasi. Syalom, Fr Tinus, tingkat akhir dipendidikan calon imam Keuskupan Ambon.

    [Dari Katolisitas: Terima kasih atas apresiasinya, Fr. Tinus. Doa kami semoga Frater lekas lulus agar dapat berkarya penuh melayani umat Tuhan sebagai imam dan menjadi teladan iman yang baik bagi kami semua. Salam hangat dari kami di Katolisitas.]

  4. Shalom pak Stef

    Bagaimana mengkaitkan keberadaan negara Vatican dengan Agama Katolik sendiri? Sebab Kita percaya Katolik itu didirikan oleh Yesus dan Vatican justru baru berdiri se abad lamanya? Apa persamaan antara ke duanya? Apa perbedaan antar keduanya? Apakah Paus selalu dipandang sebagai seorang gembala Katolik, pemimpin gereja, atau kepala negara Vatican? Kapan kita bisa membedakan keduanya? Apakah Vatican adalah manifestasi kerajaan Allah di dunia dengan Paus sebagai wakil TUHAN? Dan apakah umat katolik adalah satu bangsa tersendiri seperti yang dimaksud dalam penjelasan ini:

    Kesatuan Gereja Katolik ini ditunjukkan dengan kesatuan dalam hal (1)iman dan pengajaran, berdasarkan ajaran Kristus (2) liturgi dan sakramen dan (3) kepemimpinan, yang awalnya dipegang oleh para rasul di bawah kepemimpinan Rasul Petrus, yang kemudian diteruskan oleh para pengganti mereka. Kepada kesatuan inilah semua para pengikut Kristus dipanggil (Fil 1:27, 2:2), sebagai “sebuah bangsa yang dipersatukan dengan kesatuan Bapa, Putera dan Roh Kudus.” (LG 4)

    Apakah umat Katolik di dunia adalah gambaran umat Israel yang baru yang menerima janji Allah akan keselamatan?

    Salam kasih

    • Shalom Dela,

      1. Tentang negara Vatikan

      Sebagaimana diketahui dari hakekatnya dan maksud pendiriannya, kita ketahui bahwa pendirian negara Vatikan bertujuan untuk mendukung peran Paus sebagai penerus Rasul Petrus, untuk memimpin Gereja Katolik di seluruh dunia. Maka pendirian negara Vatikan tidak berdiri sendiri, melainkan terjadi karena tugas kepemimpinan Paus yang sudah berdiri berabad-abad sebelumnya, yaitu sejak zaman Kristus dan para Rasul. Pendirian negara Vatikan pertama-tama dimaksudkan untuk memudahkan kepemimpinan dan koordinasi para pemimpin Gereja Katolik di berbagai negara dalam kesatuan dengan Bapa Paus, dan agar pihak kepausan dapat mengirimkan perwakilannya kepada negara-negara yang di dalamnya terdapat Gereja Katolik, dan menerima perwakilan juga dari negara-negara tersebut di Vatikan. Maka negara Vatikan merupakan instrumen administratif bagi tugas pewartaan Gereja Katolik di dunia. Dengan demikian, pendirian negara Vatikan itu sifatnya mendukung untuk mempermudah tugas kepemimpinan Paus, namun tidak dapat disejajarkan dengan pendirian kepausan itu sendiri. Sebab lembaga kepausan itu tidak didirikan oleh manusia, tetapi oleh Allah sendiri, yaitu melalui penugasan yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada Rasul Petrus (lih. Mat 16:18-). Maka supremasi/ keutamaan Paus sebagai pimpinan Gereja di dunia, itu sudah ada sejak zaman Rasul Petrus dan bukan baru terjadi karena pendirian negara Vatikan di tahun 1929.

      Demikian pula, pendirian negara Vatikan tidak dapat disejajarkan dengan pendirian Gereja Katolik. Gereja Katolik sudah lahir secara resmi pada hari Pentakosta, yaitu lima puluh hari setelah hari kebangkitan Yesus di abad pertama. Maka, Gereja Katolik sudah eksis sekitar 2000 tahun lamanya (sejak sekitar tahun 30-an), jadi jauh sebelum pendirian negara Kota Vatikan di tahun 1929. Orang yang membaca sejarah dengan baik, akan mengetahui fakta ini.

      Silakan membaca artikel seri Keutamaan Petrus di sini, silakan klik:

      Keutamaan Petrus (1): Menurut Kitab Suci
      Keutamaan Petrus (2): Bukti Sejarah tentang Keberadaan Petrus di Roma
      Keutamaan Petrus (3): Tanggapan terhadap Mereka yang Menentang Keberadaan Petrus di Roma
      Keutamaan Petrus (4): Menurut Dokumen Awal Gereja
      Keutamaan Petrus (5): Dalam Gereja di Lima Abad Pertama

      Silakan membaca artikel-artikel tersebut di atas, untuk mengetahui bahwa sepanjang sejarah Gereja, Paus selalu dianggap sebagai wakil Kristus di dunia untuk memimpin Gereja-Nya. Pauslah yang melaksanakan kepemimpinan dan wewenang mengajar Gereja, dan kepada Paus-lah gereja-gereja mengadukan permasalahan mereka untuk memperoleh pengarahan dan penyelesaian. Pada saat melakukan tugas kerohanian ini, Paus menjalankan kapasitasnya sebagai seorang penerus Rasul Petrus. Sedangkan sebagai kepala negara Vatikan, Paus melaksanakan kapasitasnya sebagai kepala negara, yaitu sebagai pemimpin eksekutif negara Vatikan agar ia dapat melaksanakan koordinasi para perwakilannya bagi/ dari negara-negara di seluruh dunia.

      Karena negara Vatikan hanya merupakan pendukung tugas kepausan, dan bukan kepausan itu sendiri, maka pendiriannya bukan merupakan manifestasi kerajaan Allah di dunia.

      2. Apakah umat Katolik di dunia adalah gambaran umat Israel yang baru yang menerima janji Allah akan keselamatan?

      Ya. Konsili Vatikan II menyebutkan tentang hal ini dalam Konstitusi tentang Gereja, Lumen Gentium, 9, demikian (yang dicetak tebal adalah penekanan dari kami untuk menanggapi pertanyaan Anda):

      “9. (Perjanjian Baru dan Umat Baru)

      Di segala zaman dan pada semua bangsa Allah berkenan akan siapa saja yang menyegani-Nya dan mengamalkan kebenaran (lih. Kis 10:35). Namun Allah bermaksud menguduskan dan menyelatkan orang-orang bukannya satu per satu, tanpa hubungan satu dengan yang lainnya. Tetapi Ia hendak membentuk mereka menjadi umat, yang mengakui-Nya dalam kebenaran dan mengabdi kepada-Nya dengan suci. Maka Ia memilih bangsa Israel sebagai umat-Nya, mengadakan perjanjian dengan mereka, dan mendidik mereka langkah demi langkah, dengan menampakkan diri-Nya serta rencana kehendak-Nya dalam sejarah, dan dengan menguduskan mereka bagi diri-Nya. Tetapi itu semua telah terjadi untuk menyiapkan dan melambangkan perjanjian baru dan sempurna, yang akan diadakan dalam Kristus, dan demi perwahyuan lebih penuh yang akan disampaikan melalui sabda Allah sendiri yang menjadi daging. “Sesungguhnya akan tiba saatnya – demikianlah firman Tuhan, – Aku akan mengikat perjanjian baru dengan keluarga Israel dan keluarga Yehuda – Aku menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka, dan akan menulisnya dalam hati mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku – Sebab semua akan mengenal aku, mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar – itulah firman Tuhan” (Yer 31:31-34). Perjanjian baru itu diadakan oleh Kristus, yakni wasiat baru dalam darah-Nya (lih. 1Kor 11:25). Dari bangsa Yahudi maupun kaum kafir Ia memanggil suatu bangsa, yang akan bersatu padu bukan menurut daging, melainkan dalam Roh, dan akan menjadi umat Allah yang baru. Sebab mereka yang beriman akan Kristus, yang dilahirkan kembali bukan dari benih yang punah, melainkan dari yang tak dapat punah karena sabda Allah yang hidup (lih. 1Ptr 1:23), bukan dari daging, melainkan dari air dan Roh kudus (lih. Yoh 3:5-6), akhirnya dihimpun menjadi “keturunan terpilih, imamat rajawi, bangsa suci, umat pusaka – yang dulu bukan umat, tetapi sekarang umat Allah” (1Ptr 2:9-10).

      Kepala umat masehi itu Kristus, “yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan demi pembenaran kita” (Rom 4:25), dan sekarang setelah memperoleh nama – berdaulat dengan mulia di sorga. Kedudukan umat itu ialah martabat dan kebebasan anak-anak Allah. Roh kudus diam di hati mereka bagaikan dalam kenisah. Hukumnya perintah baru itu mencintai, seperti Kristus sendiri telah mencintai kita (lih. Yoh 13:34). Tujuannya Kerajaan Allah, yang oleh Allah sendiri telah dimulai di dunia, untuk selanjutnya disebarluaskan, hingga pada akhir zaman diselesaikan oleh-Nya juga, bila Kristus, hidup kita, menampakkan diri (lih. Kol 3:4), dan bila “makhluk sendiri akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan memasuki kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah” (Rom 8:21). Oleh karena itu umat masehi, meskipun kenyataannya tidak merangkum semua orang, dan tak jarang nampak sebagai kawanan kecil, namun bagi seluruh bangsa manusia merupakan benih kesatuan, harapan dan keselamatan yang kuat. Terbentuk oleh Kristus sebagai persekutuan hidup, cinta kasih dan kebenaran, umat itu oleh-Nya diangkat juga menjadi upaya penebusan bagi semua orang, dan diutus keseluruh bumi sebagai cahaya dan garam dunia (lih. Mat 5:13-16).

      Adapun seperti Israel menurut daging, yang mengembara di padang gurun, sudah di sebut Gereja (jemaat) Allah (lih. Neh 13:1; Bil 20:4; Ul 23:1 dst), begitu pula Israel baru, yang berjalan dalam masa sekarang dan mencari kota yang tetap di masa mendatang (lih. Ibr 13:14), juga disebut Gereja Kristus (lih. Mat 16:18). Sebab Ia sendiri telah memperolehnya dengan darah-Nya (lih. Kis 20:28), memenuhinya dengan Roh-Nya, dan melengkapinya dengan sarana-sarana yang tepat untuk mewujudkan persatuan yang nampak dan bersifat sosial. Allah memanggil untuk berhimpun, mereka, yang penuh iman mengarahkan pandangan kepada Yesus, pencipta keselamatan serta dasar kesatuan dan perdamaian. Ia membentuk mereka menjadi Gereja, supaya bagi semua dan setiap orang menjadi sakramen kelihatan, yang menandakan kesatuan yang menyelamatkan itu. Gereja, yang harus diperluas ke segala daerah, memasuki sejarah umat manusia, tetapi sekaligus melampaui masa dan batas-batas para bangsa. Dalam perjalannya menghadapi cobaan-cobaan dan kesulitan-kesulitan Gereja diteguhkan oleh daya rahmat Allah, yang dijanjikan oleh Tuhan kepadanya. Maksudnya supaya jangan menyimpang dari kesetiaan sempurna akibat kelemahan daging, melainkan tetap menjadi mempelai yang pantas bagi Tuhannya, dan tiada hentinya membaharui diri di bawah gerakan Roh Kudus, sehingga kelak melalui salib mencapai cahaya yang tak kunjung terbenam.”

      Demikian tanggapan saya atas pertanyaan Anda, semoga berguna.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  5. Romo ….

    Berkah Dalem.

    Romo mohon untuk diberi tahu. Saya ingin mengetahui sejarah tentang Vatikan, kenapa bisa dijadikan sebagai pusat agama Katolik di dunia. Jika ada buku atau referensi lain yang bisa kami dapatkan, sudilah kiranya romo memberitahukan kepada kami.

    Matur nuwun Romo

    • Shalom Devin,

      Sebelum terangkat ke sorga, Kristus berpesan kepada para murid-Nya, agar mewartakan Injil mulai dari Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke ujung bumi (lih. Kis 1:8). Oleh karena itu, Rasul Petrus, selaku pemimpin para Rasul, dan juga Rasul Paulus menuju ke Roma untuk mendirikan Gereja/ jemaat di sana, sebab Roma dianggap sebagai pusat dunia pada saat itu. Maka dijadikannya Vatikan (Roma) sebagai pusat Gereja Katolik berkaitan dengan amanat Yesus, dan juga sesuai dengan fakta sejarah Gereja di abad awal.

      Silakan sekilas membaca di artikel ini tentang bukti sejarah bahwa Rasul Petrus dan Paulus mendirikan Gereja di Roma dan wafat sebagai martir di sana, silakan klik.

      Selanjutnya, Anda dapat membaca tentang sejarah Gereja di abad- abad awal, sebagaimana ditulis oleh Eusebius, klik di sini, terutama Book II & III.

      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid Listiati- katolisitas.org

  6. GAma Prasetyo on

    Salam.

    PAk ,Bolehkah saya meminta sejarah lengkap lahirnya kerjaan suci Roma hingga perkembangannya sekarang…Belajar sejarah nih Pak…

    • Shalom Gama Prasetyo,
      Saya dan Stef mohon maaf belum dapat memberikan jawaban pertanyaan anda dalam waktu dekat ini, sebab ini menyangkut sejarah Gereja yang tidak habis ditulis bahkan oleh buku yang tebal sekalipun. Maka jika anda tertarik dengan topik sejarah Gereja maupun topik-topik lainnya tentang iman Katolik yang belum ada di situs ini, silakan anda temukan di http://www.kanisiusmedia.com
      Mohon pengertiannya.
      Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
      Ingrid & Stef – http://www.katolisitas.org

  7. bagaimana pandangan dunia internasional khususnya Eropa memenadang vatikan sebagai negara di dalam negara??
    apa dasar dari berdirinya sendiri vatikan sebagai negara dalam negara itali itu sendiri???

    • Tikhai Yth

      Dunia internasional memandang Vatikan sebagai sebuah negara karena perjanjian Milani (edikt Milan) kemudian berkembang hingga Perjanjian Lateran IV dimana dinyatakan hubungan Gereja Katolik = Vatikan dan Negara Roma. Keduanya saling menghormati perjanjian bilateral hingga saat ini, ada negara di dalam negara, itulah dasarnya.
      Vatikan juga menjalin kerjasama sudah sejak abad 16 dengan Swis terutama dg adanya pengawal dan pengaman Negara Vatikan (Guarda Switzera). Tentara itu berjanji di depan Paus dan setia dalam karyanya. Yang benar sebenarnya Takhta Suci sedangkan Vatikan adalah tempat sebuah bukit di kota Roma. Takhta Suci memiliki perangkat seperti Sebuah Negara dan memiliki hubungan diplomatik terbanyak di dunia tidak pernah memutuskan hubungan diplomatik.
      Semoga bermanfaat.

      salam
      Rm Wanta

  8. Andry Hartanto on

    Shalom,
    Saya ingin bertanya beberapa hal tentang vatikan dan keuskupan,karena saya jarang menemukan informasi tentang ini….
    1. Bagaimana hubungan vatikan dengan pemerintahan setempat?
    2. Bagaimana hubungan keuskupan dengan negara asalnya?
    3. Seberapa wewenang dan otoritas gereja dalam negara asalnya??

    • Andy Yth

      Vatikan dengan Italia memiliki kerjasama bilateral sudah lama dalam sejarah gereja dikenal dengan perjanjian Laterano dimana Vatikan diakui sebagai Negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan pelbagai negara dunia. Pertanyaan kedua tidak jelas anda kurang mengerti apa itu keuskupan? Keuskupan ada di dalam suatu wilayah propinsi Negara tertentu jadi tidak ada hubungan diplomatik melainkan hubungan pemerintah dengan warga umat masyarakatnya. Apalagi pertanyaan ketiga tidak jelas. Keuskupan ada di dalam negara bagian dari masyarakat jadi levelnya beda dengan Vatikan dan Negara Italia. Kewenangan keuskupan ranah spiritual dan bukan sipil, sekali lagi keuskupan tidak memiliki negara asalnya.

      salam
      Wanta P

  9. Saya ingin tanya apa arti dan tugas Uskup Coajutor? Saya dengar Mgr Ignatius Suharyo diangkat oleh Paus Benediktus XVI menjadi Uskup Coajutor KAJ. Bagaimana dengan Uskup yang sudah ada? Terima kasih.

    • Chris Yth

      Sesuai dengan kanon 403 paragraph 3 dinyatakan bahwa Takhta Suci jika menganggapnya lebih tepat, ex officio dapat mengangkat Uskup Koajutor dengan dibekali kewenangan-kewenangan khusus, Uskup koajutor memiliki hak mengganti. Berbeda dengan Uskup auksilier (tidak memiliki hak mengganti). Jadi Mgr Haryo akan mengganti secara ex iuris takhta KAJ jika dikemudian hari Bapak Kardinal mengundurkan diri. Kewenangan Bapak Kardinal sebagai Uskup Agung tetap ada untuk menggembalakan umatNya meski Uskup Koajutor telah berada di KAJ. Tugas Uskup Koajutor membantu tugas pastoral dimana dia ditunjuk oleh takhta suci (bdk. kan 405 paragraph 2). Semoga menjadi jelas.
      Salam
      Rama Wanta

  10. Salam,
    Saya ingin bertanya tentang sistem administrasi vatikan. Apa bedanya Tahta Suci, Kuria Roma dan Negara Kota Vatikan? Saya tahu urusan diplomatik (dubes/nuncio) adalah urusan Tahta Suci, kenapa dari namanya Tahta Suci malah urusan politik bukan urusan agama? Apakah jabatan diplomat di Tahta Suci adalah jabatan diplomat karir seperti pada negara-negara lain umumnya.

    Pertanyaan tambahan, bagaimana pandangan bu Inggrid dan pak Stef tentang Gereja Katolik di China?
    Salam, Michael

    [dari katolisitas: telah dijawab – silakan klik]

  11. saya ingin minta informasi tentang asal-usul istilah Paus. Selanjutnya sejak kapan Paus ditetapkan sebagai pemimpin gereja tertinggi Katolik di Roma (asal-usul kepemimpinan)?

  12. Shalom Williams,
    Menurut New Catholic Encyclopedia, The Catholic University of America, Wahington DC, vol. XI, p. 572, Paus adalah sebuah istilah yang berasal dari kata Latin, papa, yang diturunkan dari kata Yunani yang artinya panggilan dari seorang anak kepada bapanya. Kata, "Papa" muncul di dalam literatur Kristen sejak permulaan abad ke-3 sebagai sebutan untuk para Uskup, sejalan dengan peran mereka sebagai bapa rohani. Sejak abad ke-3 sampai abad ke-5 istilah ini digunakan pada semua Uskup, tetapi pada abad ke-6, istilah ini Papa atau Paus ini mulai dibatasi penggunaannya, hanya untuk Uskup Roma saja. Penulis pertama yang menuliskan hal ini dengan konsisten adalah Magnus Felix Ennodius (521). Kemudian praktek pembatasan penggunaan nama "Papa" atau "Paus" hanya untuk Uskup Roma, mulai secara universal diterapkan di Gereja Barat sejak abad ke-8.
    Sejarah kepemimpinan Uskup Roma yang mempunyai otoritas terhadap komunitas umat/ gereja-gereja yang lain bermula dari Rasul Petrus itu sendiri. Kita mengetahui Yesus mendirikan Gereja di atas Petrus (lih. Mat 16:18). Petrus selalu disebut yang pertama dalam daftar ke-12 Rasul, sedangkan Yudas Iskariot yang terakhir. Petrus juga disebutkan yang pertama di antara ketiga murid kesayangan Yesus (Petrus, Yohanes, Yakobus). Nama Petrus, atau nama sinonim-nya Simon, atau Kephas, digunakan sebanyak 191 kali dalam Perjanjian Baru. ((Lihat Stephen K. Ray, Upon this Rock, (San Francisco: Ignatius Press, 1999), p. 23)) "Yohanes, yang sering dianggap sebagai setara dalam keutamaan dengan Petrus (atau hampir sama), menyusul dengan disebutkan sebanyak 48 kali, dan Yakobus lebih sedikit lagi…  Archbishop Fulten Sheen pernah menghitung, bahwa nama semua rasul jika digabungkan hanya muncul sebanyak 130 kali.  Jika hitungan ini benar, maka nama Petrus melebihi 60 % dari penyebutan nama rasul manapun…. Hal ini menunjukkan dominasi Petrus yang konsisten, dan bukanlah hanya sekedar kebetulan (Dave Amstrong, "Forty-five New Testament Proofs", dalam Hands On Apologetics, Sept/ Okt 1995, 12).
    Lalu jika kita melihat bukti sejarah, kita melihat bagaimana Gereja awal selalu menerima kepemimpinan Uskup Roma sebagai yang utama. Pada sekitar tahun 80, Gereja di Korintus memecat para pemimpinnya yang sah. Maka Uskup ke-empat Roma pada waktu itu, Klemens I dipanggil untuk menyelesaikan masalah itu, meskipun pada saat itu Rasul Yohanes masih hidup di Efesus dan tinggal lebih dekat dari Korintus daripada Paus Klemens I yang tinggal di Roma.
    St. Irenaeus (180-200) yang adalah murid St. Polycarpus, yang adalah murid Rasul Yohanes menekankan bahwa orang-orang Kristen harus bersatu dengan Gereja Roma untuk mempertahankan Tradisi Apostolik. Ia kemudian membuat daftar Uskup Roma dari Petrus sampai ke jamannya.
    Dari data singkat ini sesungguhnya kita dapat mengetahui bahwa asal usul kepemimpinan Petrus berasal dari Yesus sendiri, yang kemudian dipertahankan oleh para rasul dan Gereja awal, dan diteruskan oleh Gereja Katolik sampai sekarang.
    Kami di Katolisitas memang merencanakan akan menuliskan artikel tentang Paus dan kepemimpinannya. Mohon kesabarannya, dan jika masih ada pertanyaan, silakan menunggu sampai artikel tersebut ditulis, dan silakan bertanya di bawah artikel tersebut.
    Salam kasih dalam Kristus Tuhan,

    Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

  13. Saloom..

    Mengapa hanya katolik yang memilik vatikan..?
    Dan agama lain tidak?

    [Dari Katolisitas: Silakan merumuskan pertanyaan Anda dengan lebih jelas.]