Tentang pemberkatan rumah

3

Pertanyaan:

Shalom, bpk / ibu sekalian,

Saya mau bertanya mengenai ibadat pemberkatan rumah / kantor secara Katolik sbb :

1. Mengapa rumah / kantor harus diberkati ? (dasar alkitabiah nya ataupun hukum kanoniknya jika ada)

2. Alat-alat apa saja yang harus disiapkan untuk upacara ibadat pemberkatan rumah / kantor ini ?

3. Idealnya kapan rumah / kantor tersebut harus diberkati ?

4. Apakah pemberkatan rumah / kantor tsb bisa sekalian dilakukan dgn misa kudus ?

Demikianlah pertanyaan dari saya. Terima kasih

Jawaban:

Shalom Antonius,

1. Mengapa rumah/ kantor diberkati?

Pemberkatan rumah ataupun benda-benda lainnya, termasuk katagori sakramentali, yang sepertihalnya dengan sakramen, dimaksudkan untuk menguduskan setiap kejadian penting di dalam hidup umat beriman (lih. Konsili Vatikan II tentang Liturgi Suci, Sacrosanctum Concilium/ SC 61). Atas doa syafaat Gereja, sakramentali (dalam hal ini, pemberkatan rumah) itu mendatangkan efek-efek rohani bagi mereka yang tinggal di dalamnya (lih. SC 60), baik perlindungan dari kuasa jahat, maupun rahmat kerukunan dan kasih dalam keluarga. Maka maksud utama sakramentali adalah menguduskan umat beriman yang memakai barang-barang tertentu yang diberkati itu, dan bukan semata menguduskan barang-barang itu sendiri. Sehingga, jika suatu rumah sudah pernah diberkati, namun pemilik yang terdahulu sudah pindah, adalah baik jika pemilik baru mengadakan pemberkatan rumah, bukan karena meragukan efek sakramentali yang sudah pernah diberikan, tetapi memohon agar rahmat sakramentali yang memberikan efek pengudusan itu dapat diberikan kepada -dan dialami oleh- keluarga yang baru yang menempatinya.

2. Alat-alat apa saja yang harus disiapkan untuk upacara pemberkatan rumah/ kantor?

Pada dasarnya sederhana, karena pemberkatan tersebut umumnya diadakan dengan air suci, maka yang diperlukan adalah sejumlah air dan garam. Sedikit garam untuk dicampurkan ke dalam air, yang atas doa-doa yang diucapkan oleh imam, akan menjadi sarana untuk menyucikan. Hal ini seperti dilakukan oleh Nabi Elisa, ketika ia menyehatkan/ menyucikan air di Yerikho (lih. 2 Raj 2:20-22).

Maka perlu disiapkan pinggan untuk menaruh air, piring kecil untuk menaruh garam, serta mungkin beberapa tangkai daun (dapat berupa daun palma kecil) untuk memercikkan air, untuk persediaan, jika Romo tidak membawa alat pemercik air.

Selanjutnya, jika akan diadakan perayaan Ekaristi di rumah, maka silakan disediakan meja yang layak, diberi taplak putih, lalu tempat lilin, lilin dan salib. Silakan membicarakannya dengan Romo, tentang apakah harus disediakan untuk keperluan Misa. Alat-alat yang sudah akan dibawa oleh Romo, tidak perlu lagi Anda sediakan.

3. Idealnya kapan rumah / kantor tersebut harus diberkati ?

Idealnya, tentu pada saat baru pindah/ akan menempati rumah atau kantor tersebut.

4. Apakah pemberkatan rumah / kantor tsb bisa sekalian dilakukan dengan misa kudus ?

Ya, dapat, jika Anda dapat menyediakan tempat yang layak untuk mengadakan Misa kudus tersebut, dengan perlengkapan yang memadai, yang mencerminkan penghormatan terhadap sakramen Ekaristi.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Share.

About Author

Ingrid Listiati telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat.

3 Comments

  1. Syalom Bapak/ Ibu ,

    Saya mempunyai rumah yang hampir selesai (90%) tapi belum bisa ditempati karena air & closet belum dipasang. Rencananya adalah saya akan meminta romo untuk memberkati rumah saya tersebut, apakah boleh?

    Istri dan saya akan menaruh duluan barang-barang kami hanya apabila telah diberkati.

    Terima kasih. JBU.

    [Dari Katolisitas: Silakan Anda gunakan ‘prudence’/ kebijaksanaan Anda, tentang apakah rumah itu harus diberkati sekarang, atau nanti kalau sudah selesai. Sebab doa pemberkatan itu juga merupakan doa bersama yang dipanjatkan oleh sang pemilik rumah, bersama dengan keluarga ataupun para kerabat dan sahabat. Maka kalau belum ada air dan closet, bukankah itu akan merepotkan bagi yang berdoa, jika sebelum atau sesudah berdoa mereka atau Anda sendiri perlu ke kamar kecil? Maka hal yang Anda tanyakan sesungguhnya lebih berkaitan kepada hal praktis. Silakan Anda memutuskan dengan pertimbangan menjaga suasana doa dan kenyamanan pada acara pemberkatan itu sendiri.]

  2. apakah misa pemberkatan rumah pada umat katolik bisa juga di lakukan pada umat di luar katolik??

    [Dari Katolisitas: Silakan membaca terlebih dahulu, apa maksud pemberkatan rumah, menurut iman Katolik, silakan klik. Nah, umumnya untuk pemberkatan rumah, pemiliknya yang adalah anggota Gereja Katolik, meminta kepada Romo Paroki mewakili Gereja, untuk melakukan doa syafaat baginya, agar Tuhan memberikan rahmat-Nya kepada seluruh anggota keluarga dan memberkati rumah itu. Dalam hal ini, secara implisit pemiliknya mengakui otoritas Gereja Katolik, dan percaya akan kuasa doa Gereja Katolik, sebagai penyalur rahmat Tuhan. Nah, jika pemiliknya tidak Katolik, dan umumnya tidak juga menerima otoritas Gereja Katolik, maka makna ini tidak ada dalam penghayatan iman mereka. Lagipula perayaan Misa Kudus/ pemberian sakramen Ekaristi hanya dapat diberikan kepada umat Katolik. Maka, jika pemilik rumah yang non-Katolik ingin didoakan, silakan menghubungi pendeta/ memimpin komunitas gerejawi/ pemimpin agamanya, sebab hal ini lebih sesuai dengan penghayatan imannya.]

  3. Antonius Robbyanto Lumenta on

    Shalom, bpk / ibu sekalian,

    Saya mau bertanya mengenai ibadat pemberkatan rumah / kantor secara Katolik sbb :

    1. Mengapa rumah / kantor harus diberkati ? (dasar alkitabiah nya ataupun hukum kanoniknya jika ada)

    2. Alat-alat apa saja yang harus disiapkan untuk upacara ibadat pemberkatan rumah / kantor ini ?

    3. Idealnya kapan rumah / kantor tersebut harus diberkati ?

    4. Apakah pemberkatan rumah / kantor tsb bisa sekalian dilakukan dgn misa kudus ?

    Demikianlah pertanyaan dari saya. Terima kasih

    [Dari Katolisitas: Silakan membaca tanggapan kami di atas, silakan klik]